MAKALAH ILMU KEPERAWATAN DASAR I ASPEK HUKUM DALAM KEPERAWATAN

Di susun oleh :
1. Arga Putra Wijaya 2. Chieffiana Lailiah 3. Intan Ayu R. 4. Sujiati (121.0015) (121.0021) (121.0049) (121.0101)

STIKES HANG TUAH SURABAYA

TAHUN AJARAN 2012-2013

Surabaya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. yang telah memberikan masukan dan sarannya di setiap pertemuan. Adapun maksud pembuatan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 1. Dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing kami. Akhirnya penyusun mohon maaf apabila ada suatu kekurangan. 12 Desember 2012 Penyusun i .

......................1 Informed Consent Dalam Pelayanan Kesehatan dan Pasien Tidak Sadar................................................................................................................................................................................... 5 2............4 Etika Khusus Keperawatan Aborsi........................ 2 2.....................1 Latar Belakang.......................................3 Tujuan......................... 21 Daftar Pustaka....... 22 ii ...............................................................DAFTAR PUSTAKA Kata Pengantar................. 1 1...........................3 Malpraktik Medik dan Non-Medik................................1 Kesimpulan.................................................................................2 Etik Euthanasia dan Hak Asasi Manusia...................................... 1 1.............................. 1 BAB II Pembahasan 2........2 Rumusan Masalah............................................................................................................. 16 BAB III Penutup 3..............i BAB I Pendahuluan 1.......................................... 8 2..................................

Etik euthanasia dan hak asasi manusia c. hak klien.BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu: 1.1 Latar Belakang Perawat profesional harus menghadapi tanggung jawab etik dan konflik yang mungkin meraka alami sebagai akibat dari hubungan mereka dalam praktik profesional. Informed Consent dalam pelayanan kesehatan dan pasien tidak sadar b. Untuk memberikan kepastian bahwa keputusan dan tindakan perawat yang dilakukan konsisten dengan prinsip-prinsip hukum.3 Tujuan Secara umum terdapat dua alasan terhadap pentingnya para perawat tahu tentang hukum yang mengatur praktiknya. perubahan sosial dan hukum telah berperan dalam peningkatan perhatian terhadap etik. Para perawat harus tahu berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan karena mereka mempunyai akuntabilitas terhadap keputusan dan tindakan profesional yang mereka lakukan.2 Rumusan Masalah a. 1 . 1. Malpraktik medik dan non medik d. Kemajuan dalam bidang kedokteran. Etika khusus keperawatan aborsi 1. Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan lindungan yang jelas.

2. Kedua. 2 . untuk melindungi perawat dari liabilitas atau yang bisa disebut utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain.

Informed consent atau persetujuan Medik adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien sesuai dengan pasal 1(a) Permenkes RI Nomor 585/MEN. Istilah Informed consent dalam Undang-Undang Kesehatan kita tidak ada. Dengan demikian informed consent berarti suatu persetujuan yang diberikan setelah mendapat informasi. (2) Pasien atau yang sah mewakilinya dalam keadaan cakap (kompeten) untuk memberikan keputusan/persetujuan. Lembaran ini akan diisi/diberi persetujuan oleh pasien atau keluarganya apabila telah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan. Dalam berkas rekam medis pasien di rumah sakit terdapat satu lembaran yaitu lembar persetujuan tindakan medis. 3 .KES/PER/X/1989. Suatu persetujuan dianggap sah apabila: (1) Pasien telah diberi penjelasan/ informasi.BAB II PEMBAHASAN 2. (3) Persetujuan harus diberikan secara sukarela. sesudah mendapatkan informasi dari dokter dan sudah dimengerti olehnya. Informed berarti telah mendapat penjelasan atau informasi. yang tercantum adalah istilah persetujuan.1 Informent Consent dalam Pelayanan Kesehatan dan Pasien Tidak Sadar a. Atau juga juga dikatakan informed consent adalah pernyataan setuju dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional. Pengertian Informed Consent Informed consent secara harfiah terdiri dari dua kata yaitu informed dan consent. menerima atau menolak tindakan pertolongan setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut. Di mana pasal 1(a) menyatakan bahwa persetujuan tindakan medik (informed consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. sedangkan consent berarti memberi persetujuan atau mengizinkan.

maka tidak dibutuhkan persetujuan siapapun juga. 4 . Untuk pasien dalam keadaan yang tidak sadar atau pingsan dan tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medis berada dalam keadaan gawat atau darurat serta memerlukan tindakan medis yang segera. berdasar Undang-undang. e. berdasar Peraturan Menteri Kesehatan No 585 Tahun 1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik menyatakan bahwa yang berhak memberikan persetujuan yaitu : a. Keadaan tidak mampu yang dialami pasien dalam hal persetujuan tindakan medis. Menderita gangguan mental dan atau sakit jiwa.b. d. b. Telah dewasa tetapi berada di bawah pengampuan. Belum dewasa (di bawah umur 21 tahun atau belum menikah) dan tidak mempunyai orang tua atau walinya atau orang tua atau walinya berhalangan yang memberikan persetujuan adalah keluarga yang ada atau induk semangnya. Belum dewasa (di bawah umur 21 tahun atau belum menikah) yang memberikan persetujuan adalah orang tua atau walinya. maka tidak dibutuhkan persetujuan siapapun juga. adalah : a. yang memberikan persetujuan adalah kurator atau walinya. yaitu belum berusia 18 tahun atau belum pernah menikah. Orang yang belum dewasa. c. Informent Consent untuk Pasien dalam Keadaan Tidak Sadar Untuk pasien dalam keadaan yang tidak sadar atau pingsan dan tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medis berada dalam keadaan gawat atau darurat serta memerlukan tindakan medis yang segera karena apabila terlambat penanganannya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal dalam arti cacat atau kematian. Keadaan tidak sadar atau mampu yang dialami pasien dalam hal persetujuan tindakan medis. yang memberikan persetujuan adalah orang tua atau walinya atau kuratornya.

c.b. Apabila tidak ada keluarga dan patologi itu akan membahayakan jiwa pasien bila tidak diambil tindakan segera. dan kurang cerdas pikirannya atau tidak mampu mengurus kepentingannya sendiri Sedangkan tidak mampu secara medis adalah : a. Tetapi karena biasanya pasien dalam keadaan terbius. Patah tulang (fractures) iv. Terguncang (Shock) ii. Hal tersebut dilakukan atas dasar penyelamatan jiwa pasien 5 . Keadaan gawat darurat. Operasi tambahan tersebut seharusnya tetap wajib meminta izin tersendiri kepada pasiennya. b. Pendarahan (hemorrhage) iii. pemboros. operasi tambahan tersebut dilakukan tanpa persetujuan pasien maupun keluarganya. maka untuk menghilangkan unsur pidananya dibutuhkan persetujuan dari pasien. dalam dunia kedokteran ada 4 hal sebagai keadaan darurat i. yang dapat sekaligus dilakukan operasi saat itu juga. Kesakitan (pain). Pembiusan (anesthesia) Pembiusan pada prinsipnya merupakan satu cara untuk mempermudah operasi dengan mengurangi rasa sakit atau menidurkan pasien hingga operasi dapat dilaksanakan dengan baik. Operasi tambahan (extended operation) Dalam pembedahan kadang dijumpai patologi lain. maka persetujuannya dimintakan kepada keluarga terdekat. Orang dewasa tetapi di bawah pengawasan atau pengampuan dengan alasan kurang atau tidak sehat ingatannya. Pembiusan tersebut bila dikaitkan dengan Pasal 89 KUHP bahwa membuat orang tidak berdaya (onmacht) pingsan dapt dikategorikan sebagai tindakan kekerasan.

Euthanasia dan Hak Asasi Manusia Dalam memberikan penilaian kita perlu melihat jenis euthanasia itu sendiri. Sedangkan dalam Kamus Kedokteran Dorland euthanasi mengandung dua pengertian : 1) Suatu kematian yang mudah dan tanpa rasa sakit. pengakhiran kehidupan seseorang yang menderita dan tak dapat disembuhkan dan sangat menyakitkan. 6 . yaitu perbuatan penghentian atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia. terhormat atau Gracefully and With Dignity. 2. secara hati hati dan disengaja. Ditinjau dari permintaan Euthanasia dapat dibedahkan atas dua jenis yaitu: 1. b. Pengertian Euthanasia Euthanasia berasal dari bahasa Yunani. dilakukan terutama pada kasus penyakit yang penuh penderitaan dan tak tersembuhkan”. Euthanasia Aktif. Euthanasia Pasif. Euthanasia voluntir ( atas permintaan pasien) 2.2 Etik Euthanasia dan Hak Asasi Manusia a. euthanasia dapat diartikan sebagai mati dengan baik. dan thanatos yang berarti mati. Euthanasia involentir (tidak atas permintaan pasien.2. karena dari jenisnya kita dapat memberikan marka atau penilaian sejauh mana itu dinilai sebagai pelanggaran HAM. 2) Pembunuhan dengan kemurahan hati. jadi secara etimologis. Euthanasia dalam Kamus Oxford English Dictionary dirumuskan sebagai “kematian yang lembut dan nyaman. Jenis-jenis Euthanasia Pada dasarnya euthanasia dibedakan atas dua jenis yaitu : 1. bagus. yaitu Eu. biasanya keluarga pasien yang memerintahkan) c. yang berarti Indah. yaitu perbuatan yang dilakukan secara medik melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia.

Jadi bisa disimpulkan bahwa faktor penyebab pelanggaran HAM pada jenis euthanasia ini adalah tindakan yang dilakukan dokter yang memberikan suntikan zat mematikan kepada pasien yang memintah mengakhiri hidupnya. Euthanasia Pasif a) Euthanasia Pasif Voluntir Tindakan dokter yang menghentikan atau mencabut tindakan atau pengobatan yang diperlukan untuk mempertahankan hidup pasien. misalnya sudah merasa siap untuk menemui ajalnya atau berpikir berobat tidak akan berguna lagi 7 . tindakan ini tidak dibenarkan dan dokter yang melakukan tindakan ini harus siap menerima hukuman karena melanggar pasal 338 atas penghilangan jiwa orang lain. juga melanggar KODEKI dan sumpah Hipocrates.1. Jika dilihat dari hukum pidana Indonesia. Sedangkan tindakan dokter yang menyuntikkan zat mematikan ke dalam tubuh pasien yang dia tahu akan mengahiri kehidupan pasien yang disuntiknya tersebut dengan zat mematikan itu. hukum. serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. c) Euthanasia Aktif involuntir Pada jenis ini sama saja dengan kedua jenis sebalumnya tetapi hanya terletak dari keadaan bahwa dokter yang secara aktif melakukan tindakan yang dapat mematikan pada pasien tanpa seizin pasien tersebut karena berada dalam keadaan Terminally ill. Euthanasia Aktif a) Euthanasia Aktif Volentir Jika kita simak pasal 1 UU no 39 Tahun 1999 tentang HAM “Hak Asasi Manusia itu adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Jika dipikirkan dari sisi pasien ada beberapa aspek yang memungkinkan pasien melakukan itu. pemerintah dan setiap orang demi penghormatan. Walaupun tindakan ini dilakukan atas permintaan pasien. 2. Rasa kasihan dan sebagainya tidaklah menjadi suatu hal yang membenarkan euthanasia. b) Euthanasia Aktif non volentir Dari jenis ini yang menjadi faktor utama pelanggaran hukum dan HAM adalah karena dokter dan keluarga dekat pasien melakukan tindakan euthanasia secara aktif tanpa persetujuan dari pasien.

8 . karena tindakan ini sama saja denga mengabaikan hak hidup sipasien tanpa seijinnya. Euthanasia Pasif non Voluntir Yang menyebabkan timbulnya pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam tindakan ini adalah adanya tindakan penghentian tindakan penyelamatan atau perawatan terhadap pasien yang tidak sadarkan diri. dalam pandangan iman bisa saja euthanasia ini dilakukan dengan catatan bahwa sang pasien sudah bebar-benar siap secara iman untuk meninggal secara bermartabat dengan suasana damai di tengah keluarganya.menyelamatkan hidupnya dan akan menghabiskan biaya saja dan akhirnya tetap berujung pada kematian. Euthanasia Pasif Involuntir Penghentian tindakan pengobatan dan pencabutan segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mepertahankan hidup manusia dilakukan tidak atas persetujuan pasien sedangkan pasien masih ingin hidup. b. Dalam euthanasia jenis ini tidak ada pelanggaran HAM. Mengapa dikatan demikian karena tindakan itu tidak seharusnya dilakukan karena sama saja dengan ketidakpedulian atau penghormatan atas suatu kehidupan yang semestinya dihargai oleh dokter sampai pada akhirnya orang tersebut benar-benar dalam kematian biologis. Tindakan demikian diatas sama saja dengan merampas hak hidup pasiendan secara medis ini sangat tidak dibenarkan. c. Tindakan pembiaran merupakan faktor pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam jenis pelanggaran ini juga perampasan hidup pasien karena sang pasien masih ingin hidup tapi di rampas hidupnya karena penghentian tindakan pengobatan. Hal ini menunjukkan tindakan seorang dokter yang harus menghormati hidup setiap insani.

1991) berarti menajalankan perbuatan yang tersebut dalam teori atau menjalankan pekerjaan (profesi). atau sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati hati tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut. Mal berasal dari kata unani.2. atau b) Melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya tidak dilakukan Sedang malpraktik non-medks adalah malpraktik yang terjadi tapi tidak dalam lingkup medik. Kelalaian diartikan pula dengan melakukan tindakan kedokteran di bawah standar pelayanan medik. Contohnya adalah sebagai berikut : 1) Malpraktek Perdata (Civil Malpractice) Terjadi apabila terdapat hal-hal yang menyebabkan tidak dipenuhinya isi perjanjian (wanprestasi) didalam transaksi terapeutik oleh dokter atau tenaga kesehatan lain. tidak lege artis. Yang dimaksud dengan kelalaian disini ialah sikap kurang hati hati yaitu tidak melakukan apa yang seorang dengan sikap hati hati melakukannya dengan wajar. yang berarti buruk. malpraktik berarti menjalankan pekerjaan yang buruk kuatlitasnya. Pengertian Malpraktik Malpraktik (malapraktik) atau malpraktik terdiri dari suku kata mal dan praktik atau praktik. 2. Malpraktik medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. Apapun definisi malpraktik medic pada intinya mengandung salah satu unsure berikut. Purwadarminta. atau terjadinya perbuatan melanggar hukum (onrechmatige daad) sehingga menimbulkan kerugian pada pasien. 1976) atau praktik (Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. tidak tepat. Dokter memberikan pelayanan medic di bawah standar (tidak lege artis) 3. 9 . Dokter kurang menguasai ilmu pengetahuan kedokteran dan keterampilan yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kedokteran. yang dapat mencakup: a) Tidak melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya dilakukan. Jadi. 1. Dokter melakukan kelalaian berat atua kurang hati hati. Praktik (Kamus Umum Bahasa Indonesia.3 Malpraktik Medik dan Non-Medik a.

Misalnya karena kelalaian dokter terdapat kain kasa yang tertinggal dalam perut sang pasien tersebut akibat tertinggalnya kain kasa tersebut timbul komplikasi paksa bedah sehingga pasien harus dilakukan operasi kembali. Dalam hal demikian.Adapun isi dari tidak dipenuhinya perjanjian tersebut dapat berupa : Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatan wajib dilakukan. 10 . • Dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim. • Sedangkan untuk perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum haruslah memenuhi beberapa syarat seperti : Harus ada perbuatan (baik berbuat naupun tidak berbuat) • Perbuatan tersebut melanggar hukum (baik tertulis maupuntidak tertulis) • Ada kerugian • Ada hubungan sebab akibat (hukum kausal) antara perbuatan yang melanggar hukum dengan kerugian yang diderita. • Adanya kesalahan (schuld) • Sedangkan untuk dapat menuntut pergantian kerugian (ganti rugi) karena kelalaian dokter. dokterlah yang harus membuktikan tidak adanya kelalaian pada dirinya. • Penggugat (pasien) telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya. • Namun adakalanya seorang pasien tidak perlu membuktikan adanya kelalaian dokter. • Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar. maka pasien harus dapat membuktikan adanya empat unsure berikut : Adanya suatu kewajiban dokter terhadap pasien. • Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan. Dalam hukum ada kaidah yang berbunyi “res ipsa loquitor” yang artinya fakta telah berbicara. • Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melaksanakannya. • Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna dalam pelaksanaan dan hasilnya.

4) Malpraktek pidana karena kecerobohan (recklessness) Misalnya melakukan tindakan yang tidak lege artis atau tidak sesuai dengan standar profesi serta melakukan tindakn tanpa disertai persetujuan tindakan medis. 6) Malpraktek Administratif (Administrative Malpractice) Terjadi apabila dokter atau tenaga kesehatan lain melakukan pelanggaran terhadap hukum Administrasi Negara yang berlaku. tidak melakukan pertolongan pada kasus gawat padahal diketahui bahwa tidak ada orang lain yang bisa menolong. euthanasia. misalnya menjalankan praktek dokter tanpa lisensi atau izinnya. manjalankan praktek dengan izin yang sudah kadaluarsa dan menjalankan praktek tanpa membuat catatan medik. 3) Malpraktek pidana karena kesengajaan (intensional) Misalnya pada kasus-kasus melakukan aborsi tanpa indikasi medis.2) Malpraktek Pidana (Criminal Malpractice) Terjadi apabila pasien meninggal dunia atau mengalami cacat akibat dokter atau tenaga kesehatan lainnya kurang hati-hati atua kurang cermat dalam melakukan upaya penyembuhan terhadap pasien yang meninggal dunia atau cacat tersebut. serta memberikan surat keterangan dokter yang tidak benar. 5) Malpraktek pidana karena kealpaan (negligence) Misalnya terjadi cacat atau kematian pada pasien sebagai akibat tindakan dokter yang kurang hati-hati atau alpa dengan tertinggalnya alat operasi yang didalam rongga tubuh pasien. 11 . membocorkan rahasia kedokteran.

barang siapa yang dengan sengaja memakai surat keterangan palsu itu seolah – olah isinya sesuai dengan kebenaran b) Pengguguran Kandungan Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun Pasal 349 Jika seorang dokter. (3) Dipidana dengan pidana yang sama. 12 . ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. bidan atau juru obat membantu melakukankejahatan yang tersebut pasal 346. kelemahan atau cacat. dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 ( delapan ) tahun 6 ( enam) bulan. Konsekuensi Hukum Malpraktik Berikut adalah beberapa contoh yang diambil dari Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ( KUHP ) tentang pasal dan konsekuensi huku malpraktik: a) Kejahatan Terhadap Pemalsuan Surat Pasal 267 (1) Seorang dokter yang dengan sengaja memberi surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun Pasal 348 (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. (2) Jika keterangan diberikan dengan maksud untuk memasukkan seseorang ke dalam rumah sakit jiwa atau menahannya disitu . diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.b. Pasal 347 (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan.

dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan. diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencaharian dalam mana dilakukan kejahatan. Pasal 360 (1) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka – luka berat. Pasal 361 Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencaharian. 13 . padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan dia wajib member kehidupan.c) Tentang Penganiayaan Pasal 351 ( 1 ) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah ( 2 ) Jika Perbuatan mengakibatkan luka – luka berat yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun ( 4 ) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan ( 5 ) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana d) Kealpaan Yang Menyebabkan Mati atau Luka – luka Pasal 359 Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah. f) Tentang Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa Pasal 338 Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain . perawatan atau pemeliharaan kepada orang itu. diancam dengan dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun (2) Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka – luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda tiga ratus rupiah. ( 3 ) Jika mengakibatkan mati. e) Tentang meninggalkan orang yang perlu ditolong Pasal 304 Barangsiapa dengan sengaja menempatkan atau membiarkan seorang dalam keadaan sengsara.

Pasal 344 Barangsiapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati diancam denan pidana penjara paling lama dua belas tahun . menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu. Pasal 345 Barangsiapa dengan sengaja membujuk orang lain untuk bunuh diri. dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. kalau orang itu jadi bunuh diri Pasal 359 Menyebabkan matinya seseorang karena kesalahan atau kelalaian. buka semata – mata disebabkan karena kehendaknya sendiri (2) Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan dalam hal percobaan dapat dikurangi sepertiga 14 .Pasal 340 Barangsiapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana . dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun atau pidana kurungan selama-lamanya satu tahun g) Mengenai Percobaan Pasal 53 (1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan dan tidak selesainya pelaksanaan itu. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Melakukan mediasi. maka dapat dilakukan upaya pelaporan secara pidana. dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun (4) Pidana tambahan bagi percobaan adalah sama dengan kejahatan Mengenai mekanisme untutan malpraktik ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam hal terjadi kelalaian oleh tenaga kesehatan yakni: a. 15 . Saksi ahli adalah seseorang yang dapat menyimpulkan berdasarkan pengalaman keahliannya tentang fakta atau data suatau kejadian. Syarat Perawat Sebagai Saksi Ahli Pengacara melihat beberapa faktor ketika mereka mempertahankan perawat baik konsultan hukum atau saksi ahli. c.(3) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati dan pidana penjara seumur hidup . Melaporkan kepada MKEK/MKDKI. Perawat yang memiliki pengalaman klinis saat ini di bidang minat atau perhatian. Menggugat secara perdata. 1988). keterangan ahli yang diberikan oleh saksi ahli di pengadilan adalah merupakan salah satu alat bukti yang syah. Seorang perawat harus memiliki minimal sarjana ilmu di keperawatan untuk menarik minat firma hukum atau lembaga kesehatan. Kedudukan Perawat sebagai saksi ahli. Jika ternyata ada kesengajaan dalam tindakan tenaga kesehatan tersebut. baik yang ditemukan sendiri maupun oleh orang lain. c. (Rahman Ardan.A. 2007). dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagai saksi ahli harus dapat menarik kesimpulan. b. b. serta menyatakan pendapat sesuai dengan keahliannya. Berdasarkan pasal 184 KUHAP ayat (1). dengan syarat : a. serta mampu menyampaikan pendapatnya tersebut (Franklin C.

e. juri. saksi ahli juga bisa disewa oleh organisasi perawatan kesehatan di posisi pengurangan risiko. juga diharapkan bahwa mereka akan bersedia untuk bersaksi di deposisi dan sidang harus perlu timbul. menyiapkan garis waktu. Seperti perawat konsultan hukum. Namun. f. 16 . Reputasi perawat di daerahnya. dan menyelidiki standar asuhan keperawatan. Seorang perawat harus dapat menerjemahkan isu-isu kompleks tentang kesehatan dengan istilah sederhana yang dimengerti oleh pengacara lain. keahlian merupakan faktor penting juga. d. penelitian literatur terkait. Saksi ahli Perawat terlibat dalam kegiatan yang mirip dengan perawat konsultan hukum. Sebagai contoh. mereka mungkin akan diminta untuk mengatur catatan medis. dan hakim. Sertifikasi Specialty adalah faktor lain yang akan dipertimbangkan ketika mempertahankan perawat konsultan hukum atau saksi ahli. Ahli saksi biasanya cukup dibayar sedikit lebih untuk layanan mereka. Seorang perawat yang memiliki masalah hukum sebelumnya tidak dapat dijadikan sebagai saksi ahli.c.

b) Aborsi terncana (pengguguran) Ini termasuk pembunuhan langsung atas manusia yang tak bersalah. luka. Pengertian Aborsi Aborsi di definisikan sebagai pengeluaran janin atau produk konsepsi secara spontan sebelum usia kehamilan 24 minggu. Ini berarti keguguran terjadi sebagai efek samping yang tak terencana. melainkan karena kelalaian atau kecerobohan selama ibu mengandung seorang anak. yaitu aborsi langsung dan tak langsung. yakni tindak kejahatan pembunuhan. b.4 Etika Khusus Keperawatan Aborsi a. Mereka yang terlibat dalam aborsi ini dengan sendirinya mendukung tindak aborsi. Pengguguran buah kandungan oleh manusia dengan sengaja atau terencana dapat dibedakan menjadi dua. Definisi aborsi menurut WHO adalah pengeluaran embrio atau janin yang berat badannya 500 g atau kurang. atau kecelakaan lalu lintas. karena beberapa wanita menghubungkan istilah aborsi dengan terminasi kehamilan yang disengaja. gangguan hormonal selama mengandung. 17 . Tentu itu semua setelah diadakan peninjuauan secara menyeluruh. Ini tergolong tindakan kriminal pembunuhan yang melenyapkan hidup manusia. Pembagian Aborsi a) Aborsi spontan (keguguran yang tidak disengaja) Keguguran ini terjadi bukan karena kesengajaan. (1) Aborsi langsung adalah pembunuhan langsung atas buah kandungan dari dalam rahim ibu.2. Latar belakang dan penyebab aborsi perlu diteliti secara komprehensif. Keguguran bisa terjadi antara lain karena penyakit. Hanya aborsi tak disengaja dan tak langsung saja dengan alasan yang tak terhindarkan yang bisa diterima. aborsi lebih sering di deskirpsikan sebagai keguguran (abortus) untuk menghindari terjadinya distress. yang setara dengan usia kehamilan sekitar 22 minggu. Dalam praktik.

Contoh Contoh Kasus Aborsi Berikut adalah beberapa contoh kasus yang kami ambil dari media cetak dan internet untuk contoh kasus aborsi. dua tersangka pelaku aborsi Rudi (19) warga Soekarno Hatta Km 14. kedua tersangka masing-masing akan dijerat Pasal 348 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. dalam waktu dekat proses penahanannya akan dilimpahkan ke Rumah Tahanan Negara (rutan) kelas II B Balikpapan. Kasus ini perlu mendapat tinajuan dan penkajian yang mendalam dari sudut medis dan etis. Aborsi. berakibat pada gugurnya kandungan. Sedangkan pelaku pengguguran bayi dikenakan Pasal 341 KUHP subsider 346 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara bila terbukti bersalah telah memberi izin pada saat janin itu digugurkan. Jenis pengguran ini ada dua. 1. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 18 . c.(2) Aborsi tak langsung adalah penggugran yang terjadi antara lain karena efek samping dari pengobatan ibu. pasangan kekasih itu akan dikenakan dua pasal berbeda. Sepasang Kekasih Terancam 7 Tahun Penjara BALIKPAPAN-Usai melakoni proses reka ulang atau rekonstruksi. Aborsi ini akhirnya terarah pada aborsi terapeutik karena kemungkinan besar janin mengalami cacat serius akibat ketidak teraturan genetik. (b) Aborsi eugenic adalah aborsi yang dilakukan karena alasan genetis dari anak yang dikandung dengan tujuan memilih anak yang memiliki genetikan yang baik. Istilah yang berbau rasis ini sudah tidak digunakan lagi. Tindakan menidakan bagian tubuh tersebut. dan ketidakseimbangan sosial dalam keluarga. Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Putu Rideng SH menerangkan. (a) Aborsi terapieutik adalah campur tangan medis-operasi yang dilaksanakan untuk meniadakan bagian tubuh yang sakit sebagai satu satunya cara untuk menyelamatkan hidup ibu karena kesalamatan nyawa ibu sungguh terancam. gangguan penyakit penyakit tertentu yang tak terhindarkan. Balikpapan Utara dan pacarnya Sri (18) warga Kariangau.

seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Sehingga. nyaris buntu penyelidikannya. Kita harus rasional melihat pasal yang dipasang penyidik . hingga mayat diautopsi dan dikubur oleh pihak RSKD Balikpapan. meyakinkan jaksa dan hakim nantinya di pengadilan. seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu.” terangnya. diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. “Kalau mengajukan penangguhan penahanan rasanya berat. Juga subsider 346 KUHP. Keduanya belum menikah sehingga bayi hasil dari hubungan cinta terlarang.” kata Suprana.diancam karena membunuh anak sendiri. Disinggung terkait sejauh mana perampungan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sementara itu dikonfirmasi terpisah. barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya seorang wanita dengan izin wanita itu. akhirnya terungkap ibu dan bapak bayi. sekaligus pelaku yang menguburkan di bawah pohon lai. juga tak diketahui siapa pelaku yang mengubur bayi itu. Sedangkan Sri dijerat pasal 341 KUHP. Suprana Jaya SH kuasa hukum yang ditunjuk Negara mendampingi para tersangka menegaskan tidak ada upaya hukum yang dilakukan terkait melakukan upaya hukum yang kontra atau berlawanan dengan proses hukum karena menyadari bahwa perbuatan Rudi dan Sri termasuk pidana berat. kunci pembuka misteri ini selembar kain spanduk bertuliskan tournament 19 . Yakni Rudi dijerat pasal 348 ayat 1 KUHP. tidak diketahui siapa ibu dan bapak sibayi. Sebab."Rudi kita jerat pasal 348 KUHP sedangkan Sri kita kenakan pasal 346 KUHP. Gang Giri Mulyo RT 25 Karang Joang Balikpapan Utara. diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. Ternyata. Berkat kejelian aparat Polsek Balikpapan Utara. akan segera dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Balikpapan sebagai proses pengiriman tahap 1. Karena pasal yang dikenakan padanya ancaman hukumannya cukup tinggi. Rudi dan Sri pun dipastikan merayakan hari bahagia lebaran Idul Fitri dalam tahanan. Yakni si ibu bernama Sri (18) cewek yang baru lulus SMA dan si bapak bernama Rudi (20)." kata Kapolsek. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di kebun milik Wasimo (75) warga Km 14. susah dikabulkan. “Persyatan formil di berkas.

Pelaku dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya karena banyak mengeluarkan darah pasca melakukan aborsi sendiri dikamar mandi rumahnya. Sementara. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan orang lain yang membantu pelaku saat melakukan aborsi. Keduanya mengaku terpaksa melakukan aborsi (penguguran. Untuk menghilangkan jejak pelaku membuang janin berusia 5 bulan hasil aborsi ke dalam closet rumahnya. pelaku bahkan sempat membuang janin aborsinya ke dalam closet. Spanduk itu. Dua pelakunya diketahui merupakan pasangan belia. Untuk menghilangkan jejak. kekasih pelaku yang merupakan kakak kelas di satu sekolah. yang di duga menghamili pelaku menjalani pemeriksaan tertutup di unit perlindungan perempuan dan anak Polresta Kota TEgal. Selain spanduk. Namun. Pelaku yang keduanya masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 ini nekat melakukan aborsi diduga lantaran malu dan takut dengan keluarganya karena hamil diluar nikah. Situasi rumah kosong dimana kedua orangtua Sri tengah bekerja dimanfaatkan keduanya. pelaku harus menjalani perawatan di rumah sakit.(noq) 2. kini masih menjalani perawatan di ruang ibu dan anak Rumah Sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal.golf. Rabu (18/7) lalu Unit Buser Reskrim Polsek Balikpapan Utara berhasil menangkap Rudi dan Sri. MA. Awalnya pelaku mengelak melakukan aborsi setelah di desak pelaku akhirnya mengakui baru saja menggugurkan bayi hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. tepat dua pekan setelah penemuan bayi . Jawa Tengah. Red) untuk menutupi aib keluarga. perbuatannya tercium oleh pihak keluarganya. Seorang pelajar SMAN 2 Kota Tegal. Pelaku aborsi berinisial YS. 20 . sebelumnya melakukan perbuatan layaknya suami istri bekali-kali di rumah Sri. bayi juga dibungkus kain jarik. Polisi langsung menciduk MA. digunakan untuk membungkus mayat bayi ketika dikuburkan. Akhirnya. Selasa (4/9/2012) siang dan polisi mengamankan kekasih pelaku yang diduga sebagai bapak dari jabang bayi. Rudi dan Sri. nekat melakukan aborsi atas bayi yang dikandungnya dari hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.

karena YS sendiri masih dirawat di RSI Harapan Anda dan belum bisa dimintai keterangan.@boy 21 . setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap YS. kasus aborsi yang dilakukan pelajar SMA sampai saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya hal tersebut. sementara itu jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi langsung dimakamkan. Ia terancam hukuman pidana penjara sekitar 10 tahun. kemudian disana ditemukan bayi yang masih kecil sekitar 15 sentimeter dari dalam janin Yelicia Saraswati (16) berumur lima bulan yang digugurkan di toilet rumahnya jalan Citarum Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur. polisi juga mengorek keterangan dari sejumlah saksi dari pihak keluarga damn teman-teman korban. Untuk lebih jelasnya.” ujar Kapolres Tegal Kota AKBP Haryadi Muktas SIK kepada sejumlah wartawan Haryadi menyebutkan.“Pelaku dijerat pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2002. untuk pelaku aborsi MA sekaligus pacar YS yang diamankan Polres Tegal Kota itu masih dimintai keterangan. dari hasil informasi. Kedua orang pelaku baik MA maupun YS itu sama-sama masih duduk di bangku SMA di salah satu sekolah Kota Tegal. Selain memintai keterangan dari pelaku dan kekasihnya. “Hingga saat ini kami terus melakukan pendalaman-pendalaman. Lebih lanjut diungkapkan. karena diduga sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. pengguguran janin yang dilakukan pelaku kemungkinan mengarah ke obat-obatan. adanya informasi dari Polsek maupun Polres yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selain MA. ayah dari YS juga telah diambil keterangan terkait masalah tersebut. “Namun.”paparnya.”terangnya.

sebagai makhluk yang tidak sempurna. bisa disimpulkan bahwa di dalam dunia kesehatan atau medis pun mempunyai dasar hukum yang melindunginya. 22 . perlu adanya kewaspadaan dan kehati hatian kita sebagai perawat dalam menjalani profesinya. Apalagi hal hal yang sering kita dengar seperti aborsi atau malpraktik adalah hal yang harus kita waspadai bahkan hindari ketika kita bekerja di ruang lingkup kesehatan. Pada dasarnya. Maka. apapun yang akan kita lakukan mempunyai dampak atau konsekuensinya sendiri sendiri. 1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas.BAB III Penutup 3.

Hukum keshatan Pengatar Menuju Perawat Profesional. 2010. Penerbit : EGC 5. Adiwidia. 4 -7. 3. 4. Brooker. Asher Tumbo: Staff Pengajar Fakultas Hukum UKI-Paulus Makassar. Ensiklopedia Keperawatan.DAFTAR PUSTAKA 1.kompas. Desember 2010. Lontoh. Chris. 2008. Jawa Pos. Diana Devin. Tesis (untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat S2). 2. Ta’adi. Penerbit: EGC.html 23 . 2010. Jum'at. Jakarta.com/nasional/197552-gempar-siswi-sman-2-tegal-kepergoklakukan-aborsi-di-kamar-mandi.. 2005. Pelaksanaan Perjanjian Terapeutik dalam Persetujuan Tindakan Medis pada Kondisi Pasien dalam Keadaan Tidak Mampu di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Euthanasia Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia dan Hukum. forum. Program Studi Magister Kenotariatan. 10 Agustus 2012 6.