P. 1
ASPEK HUKUM DALAM KEPERAWATAN

ASPEK HUKUM DALAM KEPERAWATAN

|Views: 275|Likes:
Published by Fingers Golden
Aspek aspek hukum dalam keperawatan.
Aspek aspek hukum dalam keperawatan.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fingers Golden on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2014

pdf

text

original

MAKALAH ILMU KEPERAWATAN DASAR I ASPEK HUKUM DALAM KEPERAWATAN

Di susun oleh :
1. Arga Putra Wijaya 2. Chieffiana Lailiah 3. Intan Ayu R. 4. Sujiati (121.0015) (121.0021) (121.0049) (121.0101)

STIKES HANG TUAH SURABAYA

TAHUN AJARAN 2012-2013

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Akhirnya penyusun mohon maaf apabila ada suatu kekurangan. 12 Desember 2012 Penyusun i .KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun maksud pembuatan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 1. Surabaya. yang telah memberikan masukan dan sarannya di setiap pertemuan. Dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing kami.

...............................................1 Informed Consent Dalam Pelayanan Kesehatan dan Pasien Tidak Sadar.................................................4 Etika Khusus Keperawatan Aborsi.......................................................... 8 2................. 1 1.......................2 Etik Euthanasia dan Hak Asasi Manusia.... 21 Daftar Pustaka.... 1 1............................................................................................................................................................. 22 ii ... 16 BAB III Penutup 3....................................................i BAB I Pendahuluan 1...........................................3 Tujuan.........................1 Latar Belakang.........................................................................................................1 Kesimpulan.DAFTAR PUSTAKA Kata Pengantar............................................................................ 1 BAB II Pembahasan 2..........2 Rumusan Masalah.................. 5 2................................................................................. 2 2...........................................3 Malpraktik Medik dan Non-Medik........

Untuk memberikan kepastian bahwa keputusan dan tindakan perawat yang dilakukan konsisten dengan prinsip-prinsip hukum. 1. Kemajuan dalam bidang kedokteran. Para perawat harus tahu berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan karena mereka mempunyai akuntabilitas terhadap keputusan dan tindakan profesional yang mereka lakukan. hak klien. Informed Consent dalam pelayanan kesehatan dan pasien tidak sadar b. Etik euthanasia dan hak asasi manusia c. 1 . Malpraktik medik dan non medik d.BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu: 1. perubahan sosial dan hukum telah berperan dalam peningkatan perhatian terhadap etik.2 Rumusan Masalah a. Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan lindungan yang jelas.3 Tujuan Secara umum terdapat dua alasan terhadap pentingnya para perawat tahu tentang hukum yang mengatur praktiknya. Etika khusus keperawatan aborsi 1.1 Latar Belakang Perawat profesional harus menghadapi tanggung jawab etik dan konflik yang mungkin meraka alami sebagai akibat dari hubungan mereka dalam praktik profesional.

untuk melindungi perawat dari liabilitas atau yang bisa disebut utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kedua.2. 2 .

Dengan demikian informed consent berarti suatu persetujuan yang diberikan setelah mendapat informasi. Istilah Informed consent dalam Undang-Undang Kesehatan kita tidak ada. Atau juga juga dikatakan informed consent adalah pernyataan setuju dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional. Informed berarti telah mendapat penjelasan atau informasi.KES/PER/X/1989. Pengertian Informed Consent Informed consent secara harfiah terdiri dari dua kata yaitu informed dan consent.BAB II PEMBAHASAN 2. Dalam berkas rekam medis pasien di rumah sakit terdapat satu lembaran yaitu lembar persetujuan tindakan medis. menerima atau menolak tindakan pertolongan setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut. (2) Pasien atau yang sah mewakilinya dalam keadaan cakap (kompeten) untuk memberikan keputusan/persetujuan. Informed consent atau persetujuan Medik adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien sesuai dengan pasal 1(a) Permenkes RI Nomor 585/MEN. (3) Persetujuan harus diberikan secara sukarela. Suatu persetujuan dianggap sah apabila: (1) Pasien telah diberi penjelasan/ informasi. 3 . Lembaran ini akan diisi/diberi persetujuan oleh pasien atau keluarganya apabila telah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan. yang tercantum adalah istilah persetujuan. sedangkan consent berarti memberi persetujuan atau mengizinkan. sesudah mendapatkan informasi dari dokter dan sudah dimengerti olehnya. Di mana pasal 1(a) menyatakan bahwa persetujuan tindakan medik (informed consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.1 Informent Consent dalam Pelayanan Kesehatan dan Pasien Tidak Sadar a.

4 . yang memberikan persetujuan adalah kurator atau walinya. Informent Consent untuk Pasien dalam Keadaan Tidak Sadar Untuk pasien dalam keadaan yang tidak sadar atau pingsan dan tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medis berada dalam keadaan gawat atau darurat serta memerlukan tindakan medis yang segera karena apabila terlambat penanganannya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal dalam arti cacat atau kematian. d. Keadaan tidak mampu yang dialami pasien dalam hal persetujuan tindakan medis. yang memberikan persetujuan adalah orang tua atau walinya atau kuratornya. Belum dewasa (di bawah umur 21 tahun atau belum menikah) yang memberikan persetujuan adalah orang tua atau walinya. yaitu belum berusia 18 tahun atau belum pernah menikah. b. maka tidak dibutuhkan persetujuan siapapun juga. Keadaan tidak sadar atau mampu yang dialami pasien dalam hal persetujuan tindakan medis. Untuk pasien dalam keadaan yang tidak sadar atau pingsan dan tidak didampingi oleh keluarga terdekat dan secara medis berada dalam keadaan gawat atau darurat serta memerlukan tindakan medis yang segera.b. e. maka tidak dibutuhkan persetujuan siapapun juga. adalah : a. c. Belum dewasa (di bawah umur 21 tahun atau belum menikah) dan tidak mempunyai orang tua atau walinya atau orang tua atau walinya berhalangan yang memberikan persetujuan adalah keluarga yang ada atau induk semangnya. berdasar Undang-undang. Orang yang belum dewasa. berdasar Peraturan Menteri Kesehatan No 585 Tahun 1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik menyatakan bahwa yang berhak memberikan persetujuan yaitu : a. Telah dewasa tetapi berada di bawah pengampuan. Menderita gangguan mental dan atau sakit jiwa.

Pembiusan tersebut bila dikaitkan dengan Pasal 89 KUHP bahwa membuat orang tidak berdaya (onmacht) pingsan dapt dikategorikan sebagai tindakan kekerasan. Terguncang (Shock) ii. dan kurang cerdas pikirannya atau tidak mampu mengurus kepentingannya sendiri Sedangkan tidak mampu secara medis adalah : a. dalam dunia kedokteran ada 4 hal sebagai keadaan darurat i. pemboros. b. Operasi tambahan tersebut seharusnya tetap wajib meminta izin tersendiri kepada pasiennya. yang dapat sekaligus dilakukan operasi saat itu juga.b. Tetapi karena biasanya pasien dalam keadaan terbius. maka untuk menghilangkan unsur pidananya dibutuhkan persetujuan dari pasien. Patah tulang (fractures) iv. c. Hal tersebut dilakukan atas dasar penyelamatan jiwa pasien 5 . Pembiusan (anesthesia) Pembiusan pada prinsipnya merupakan satu cara untuk mempermudah operasi dengan mengurangi rasa sakit atau menidurkan pasien hingga operasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pendarahan (hemorrhage) iii. Kesakitan (pain). Orang dewasa tetapi di bawah pengawasan atau pengampuan dengan alasan kurang atau tidak sehat ingatannya. maka persetujuannya dimintakan kepada keluarga terdekat. operasi tambahan tersebut dilakukan tanpa persetujuan pasien maupun keluarganya. Apabila tidak ada keluarga dan patologi itu akan membahayakan jiwa pasien bila tidak diambil tindakan segera. Operasi tambahan (extended operation) Dalam pembedahan kadang dijumpai patologi lain. Keadaan gawat darurat.

bagus. terhormat atau Gracefully and With Dignity. Euthanasia dan Hak Asasi Manusia Dalam memberikan penilaian kita perlu melihat jenis euthanasia itu sendiri.2. euthanasia dapat diartikan sebagai mati dengan baik. 2) Pembunuhan dengan kemurahan hati. Pengertian Euthanasia Euthanasia berasal dari bahasa Yunani. dilakukan terutama pada kasus penyakit yang penuh penderitaan dan tak tersembuhkan”. Euthanasia dalam Kamus Oxford English Dictionary dirumuskan sebagai “kematian yang lembut dan nyaman. Sedangkan dalam Kamus Kedokteran Dorland euthanasi mengandung dua pengertian : 1) Suatu kematian yang mudah dan tanpa rasa sakit. yaitu perbuatan penghentian atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia. yaitu Eu. yaitu perbuatan yang dilakukan secara medik melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia.2 Etik Euthanasia dan Hak Asasi Manusia a. b. Ditinjau dari permintaan Euthanasia dapat dibedahkan atas dua jenis yaitu: 1. Euthanasia involentir (tidak atas permintaan pasien. dan thanatos yang berarti mati. Jenis-jenis Euthanasia Pada dasarnya euthanasia dibedakan atas dua jenis yaitu : 1. karena dari jenisnya kita dapat memberikan marka atau penilaian sejauh mana itu dinilai sebagai pelanggaran HAM. pengakhiran kehidupan seseorang yang menderita dan tak dapat disembuhkan dan sangat menyakitkan. 2. 6 . Euthanasia Pasif. Euthanasia voluntir ( atas permintaan pasien) 2. biasanya keluarga pasien yang memerintahkan) c. Euthanasia Aktif. secara hati hati dan disengaja. yang berarti Indah. jadi secara etimologis.

Euthanasia Aktif a) Euthanasia Aktif Volentir Jika kita simak pasal 1 UU no 39 Tahun 1999 tentang HAM “Hak Asasi Manusia itu adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Rasa kasihan dan sebagainya tidaklah menjadi suatu hal yang membenarkan euthanasia. Jika dilihat dari hukum pidana Indonesia. 2. juga melanggar KODEKI dan sumpah Hipocrates. Walaupun tindakan ini dilakukan atas permintaan pasien. tindakan ini tidak dibenarkan dan dokter yang melakukan tindakan ini harus siap menerima hukuman karena melanggar pasal 338 atas penghilangan jiwa orang lain. serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. Jika dipikirkan dari sisi pasien ada beberapa aspek yang memungkinkan pasien melakukan itu. misalnya sudah merasa siap untuk menemui ajalnya atau berpikir berobat tidak akan berguna lagi 7 . c) Euthanasia Aktif involuntir Pada jenis ini sama saja dengan kedua jenis sebalumnya tetapi hanya terletak dari keadaan bahwa dokter yang secara aktif melakukan tindakan yang dapat mematikan pada pasien tanpa seizin pasien tersebut karena berada dalam keadaan Terminally ill. hukum. Euthanasia Pasif a) Euthanasia Pasif Voluntir Tindakan dokter yang menghentikan atau mencabut tindakan atau pengobatan yang diperlukan untuk mempertahankan hidup pasien. Jadi bisa disimpulkan bahwa faktor penyebab pelanggaran HAM pada jenis euthanasia ini adalah tindakan yang dilakukan dokter yang memberikan suntikan zat mematikan kepada pasien yang memintah mengakhiri hidupnya. pemerintah dan setiap orang demi penghormatan. b) Euthanasia Aktif non volentir Dari jenis ini yang menjadi faktor utama pelanggaran hukum dan HAM adalah karena dokter dan keluarga dekat pasien melakukan tindakan euthanasia secara aktif tanpa persetujuan dari pasien.1. Sedangkan tindakan dokter yang menyuntikkan zat mematikan ke dalam tubuh pasien yang dia tahu akan mengahiri kehidupan pasien yang disuntiknya tersebut dengan zat mematikan itu.

c. Euthanasia Pasif Involuntir Penghentian tindakan pengobatan dan pencabutan segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mepertahankan hidup manusia dilakukan tidak atas persetujuan pasien sedangkan pasien masih ingin hidup. 8 . Dalam euthanasia jenis ini tidak ada pelanggaran HAM. b. Mengapa dikatan demikian karena tindakan itu tidak seharusnya dilakukan karena sama saja dengan ketidakpedulian atau penghormatan atas suatu kehidupan yang semestinya dihargai oleh dokter sampai pada akhirnya orang tersebut benar-benar dalam kematian biologis.menyelamatkan hidupnya dan akan menghabiskan biaya saja dan akhirnya tetap berujung pada kematian. Euthanasia Pasif non Voluntir Yang menyebabkan timbulnya pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam tindakan ini adalah adanya tindakan penghentian tindakan penyelamatan atau perawatan terhadap pasien yang tidak sadarkan diri. dalam pandangan iman bisa saja euthanasia ini dilakukan dengan catatan bahwa sang pasien sudah bebar-benar siap secara iman untuk meninggal secara bermartabat dengan suasana damai di tengah keluarganya. karena tindakan ini sama saja denga mengabaikan hak hidup sipasien tanpa seijinnya. Tindakan pembiaran merupakan faktor pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam jenis pelanggaran ini juga perampasan hidup pasien karena sang pasien masih ingin hidup tapi di rampas hidupnya karena penghentian tindakan pengobatan. Tindakan demikian diatas sama saja dengan merampas hak hidup pasiendan secara medis ini sangat tidak dibenarkan. Hal ini menunjukkan tindakan seorang dokter yang harus menghormati hidup setiap insani.

atau terjadinya perbuatan melanggar hukum (onrechmatige daad) sehingga menimbulkan kerugian pada pasien. malpraktik berarti menjalankan pekerjaan yang buruk kuatlitasnya. Kelalaian diartikan pula dengan melakukan tindakan kedokteran di bawah standar pelayanan medik. Pengertian Malpraktik Malpraktik (malapraktik) atau malpraktik terdiri dari suku kata mal dan praktik atau praktik. Mal berasal dari kata unani. tidak tepat.2. tidak lege artis.3 Malpraktik Medik dan Non-Medik a. Apapun definisi malpraktik medic pada intinya mengandung salah satu unsure berikut. Purwadarminta. atau sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati hati tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut. Dokter memberikan pelayanan medic di bawah standar (tidak lege artis) 3. 1976) atau praktik (Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. 9 . Dokter melakukan kelalaian berat atua kurang hati hati. Dokter kurang menguasai ilmu pengetahuan kedokteran dan keterampilan yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kedokteran. 1. Jadi. Contohnya adalah sebagai berikut : 1) Malpraktek Perdata (Civil Malpractice) Terjadi apabila terdapat hal-hal yang menyebabkan tidak dipenuhinya isi perjanjian (wanprestasi) didalam transaksi terapeutik oleh dokter atau tenaga kesehatan lain. 1991) berarti menajalankan perbuatan yang tersebut dalam teori atau menjalankan pekerjaan (profesi). Praktik (Kamus Umum Bahasa Indonesia. Yang dimaksud dengan kelalaian disini ialah sikap kurang hati hati yaitu tidak melakukan apa yang seorang dengan sikap hati hati melakukannya dengan wajar. yang berarti buruk. atau b) Melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya tidak dilakukan Sedang malpraktik non-medks adalah malpraktik yang terjadi tapi tidak dalam lingkup medik. 2. Malpraktik medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. yang dapat mencakup: a) Tidak melakukan sesuatu tindakan yang seharusnya dilakukan.

• Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melaksanakannya. • Dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim. • Namun adakalanya seorang pasien tidak perlu membuktikan adanya kelalaian dokter. • Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar. Dalam hukum ada kaidah yang berbunyi “res ipsa loquitor” yang artinya fakta telah berbicara. maka pasien harus dapat membuktikan adanya empat unsure berikut : Adanya suatu kewajiban dokter terhadap pasien. Misalnya karena kelalaian dokter terdapat kain kasa yang tertinggal dalam perut sang pasien tersebut akibat tertinggalnya kain kasa tersebut timbul komplikasi paksa bedah sehingga pasien harus dilakukan operasi kembali. • Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan.Adapun isi dari tidak dipenuhinya perjanjian tersebut dapat berupa : Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatan wajib dilakukan. • Adanya kesalahan (schuld) • Sedangkan untuk dapat menuntut pergantian kerugian (ganti rugi) karena kelalaian dokter. • Sedangkan untuk perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum haruslah memenuhi beberapa syarat seperti : Harus ada perbuatan (baik berbuat naupun tidak berbuat) • Perbuatan tersebut melanggar hukum (baik tertulis maupuntidak tertulis) • Ada kerugian • Ada hubungan sebab akibat (hukum kausal) antara perbuatan yang melanggar hukum dengan kerugian yang diderita. Dalam hal demikian. 10 . dokterlah yang harus membuktikan tidak adanya kelalaian pada dirinya. • Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna dalam pelaksanaan dan hasilnya. • Penggugat (pasien) telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya.

2) Malpraktek Pidana (Criminal Malpractice) Terjadi apabila pasien meninggal dunia atau mengalami cacat akibat dokter atau tenaga kesehatan lainnya kurang hati-hati atua kurang cermat dalam melakukan upaya penyembuhan terhadap pasien yang meninggal dunia atau cacat tersebut. membocorkan rahasia kedokteran. 4) Malpraktek pidana karena kecerobohan (recklessness) Misalnya melakukan tindakan yang tidak lege artis atau tidak sesuai dengan standar profesi serta melakukan tindakn tanpa disertai persetujuan tindakan medis. tidak melakukan pertolongan pada kasus gawat padahal diketahui bahwa tidak ada orang lain yang bisa menolong. 6) Malpraktek Administratif (Administrative Malpractice) Terjadi apabila dokter atau tenaga kesehatan lain melakukan pelanggaran terhadap hukum Administrasi Negara yang berlaku. 11 . 3) Malpraktek pidana karena kesengajaan (intensional) Misalnya pada kasus-kasus melakukan aborsi tanpa indikasi medis. misalnya menjalankan praktek dokter tanpa lisensi atau izinnya. 5) Malpraktek pidana karena kealpaan (negligence) Misalnya terjadi cacat atau kematian pada pasien sebagai akibat tindakan dokter yang kurang hati-hati atau alpa dengan tertinggalnya alat operasi yang didalam rongga tubuh pasien. manjalankan praktek dengan izin yang sudah kadaluarsa dan menjalankan praktek tanpa membuat catatan medik. euthanasia. serta memberikan surat keterangan dokter yang tidak benar.

maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. barang siapa yang dengan sengaja memakai surat keterangan palsu itu seolah – olah isinya sesuai dengan kebenaran b) Pengguguran Kandungan Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun Pasal 349 Jika seorang dokter. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun Pasal 348 (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. 12 . diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. (2) Jika keterangan diberikan dengan maksud untuk memasukkan seseorang ke dalam rumah sakit jiwa atau menahannya disitu . kelemahan atau cacat. (3) Dipidana dengan pidana yang sama. Konsekuensi Hukum Malpraktik Berikut adalah beberapa contoh yang diambil dari Kitab Undang – Undang Hukum Pidana ( KUHP ) tentang pasal dan konsekuensi huku malpraktik: a) Kejahatan Terhadap Pemalsuan Surat Pasal 267 (1) Seorang dokter yang dengan sengaja memberi surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit. Pasal 347 (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. bidan atau juru obat membantu melakukankejahatan yang tersebut pasal 346. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 ( delapan ) tahun 6 ( enam) bulan.b.

diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan dia wajib member kehidupan. Pasal 360 (1) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka – luka berat. perawatan atau pemeliharaan kepada orang itu. f) Tentang Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa Pasal 338 Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain . diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah. dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.c) Tentang Penganiayaan Pasal 351 ( 1 ) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah ( 2 ) Jika Perbuatan mengakibatkan luka – luka berat yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun. e) Tentang meninggalkan orang yang perlu ditolong Pasal 304 Barangsiapa dengan sengaja menempatkan atau membiarkan seorang dalam keadaan sengsara. 13 . maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut haknya untuk menjalankan pencaharian dalam mana dilakukan kejahatan. Pasal 361 Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencaharian. diancam dengan dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun (2) Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka – luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda tiga ratus rupiah. ( 3 ) Jika mengakibatkan mati. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun ( 4 ) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan ( 5 ) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana d) Kealpaan Yang Menyebabkan Mati atau Luka – luka Pasal 359 Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun.

buka semata – mata disebabkan karena kehendaknya sendiri (2) Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan dalam hal percobaan dapat dikurangi sepertiga 14 . dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun atau pidana kurungan selama-lamanya satu tahun g) Mengenai Percobaan Pasal 53 (1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan dan tidak selesainya pelaksanaan itu. Pasal 345 Barangsiapa dengan sengaja membujuk orang lain untuk bunuh diri. dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu.Pasal 340 Barangsiapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana . diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Pasal 344 Barangsiapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati diancam denan pidana penjara paling lama dua belas tahun . kalau orang itu jadi bunuh diri Pasal 359 Menyebabkan matinya seseorang karena kesalahan atau kelalaian.

(3) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati dan pidana penjara seumur hidup . maka dapat dilakukan upaya pelaporan secara pidana. (Rahman Ardan. keterangan ahli yang diberikan oleh saksi ahli di pengadilan adalah merupakan salah satu alat bukti yang syah. baik yang ditemukan sendiri maupun oleh orang lain. Kedudukan Perawat sebagai saksi ahli. Syarat Perawat Sebagai Saksi Ahli Pengacara melihat beberapa faktor ketika mereka mempertahankan perawat baik konsultan hukum atau saksi ahli. 15 . dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagai saksi ahli harus dapat menarik kesimpulan.A. Melakukan mediasi. Berdasarkan pasal 184 KUHAP ayat (1). dengan syarat : a. 1988). dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun (4) Pidana tambahan bagi percobaan adalah sama dengan kejahatan Mengenai mekanisme untutan malpraktik ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam hal terjadi kelalaian oleh tenaga kesehatan yakni: a. Perawat yang memiliki pengalaman klinis saat ini di bidang minat atau perhatian. Saksi ahli adalah seseorang yang dapat menyimpulkan berdasarkan pengalaman keahliannya tentang fakta atau data suatau kejadian. serta menyatakan pendapat sesuai dengan keahliannya. Jika ternyata ada kesengajaan dalam tindakan tenaga kesehatan tersebut. c. 2007). Melaporkan kepada MKEK/MKDKI. b. Menggugat secara perdata. serta mampu menyampaikan pendapatnya tersebut (Franklin C. b. c. Seorang perawat harus memiliki minimal sarjana ilmu di keperawatan untuk menarik minat firma hukum atau lembaga kesehatan.

menyiapkan garis waktu. mereka mungkin akan diminta untuk mengatur catatan medis. Sebagai contoh. Ahli saksi biasanya cukup dibayar sedikit lebih untuk layanan mereka. Seorang perawat yang memiliki masalah hukum sebelumnya tidak dapat dijadikan sebagai saksi ahli. f. e. Reputasi perawat di daerahnya.c. dan menyelidiki standar asuhan keperawatan. 16 . keahlian merupakan faktor penting juga. juri. Seorang perawat harus dapat menerjemahkan isu-isu kompleks tentang kesehatan dengan istilah sederhana yang dimengerti oleh pengacara lain. Sertifikasi Specialty adalah faktor lain yang akan dipertimbangkan ketika mempertahankan perawat konsultan hukum atau saksi ahli. juga diharapkan bahwa mereka akan bersedia untuk bersaksi di deposisi dan sidang harus perlu timbul. Namun. Seperti perawat konsultan hukum. Saksi ahli Perawat terlibat dalam kegiatan yang mirip dengan perawat konsultan hukum. penelitian literatur terkait. d. dan hakim. saksi ahli juga bisa disewa oleh organisasi perawatan kesehatan di posisi pengurangan risiko.

Mereka yang terlibat dalam aborsi ini dengan sendirinya mendukung tindak aborsi. Pengertian Aborsi Aborsi di definisikan sebagai pengeluaran janin atau produk konsepsi secara spontan sebelum usia kehamilan 24 minggu. Dalam praktik. yaitu aborsi langsung dan tak langsung.4 Etika Khusus Keperawatan Aborsi a. Definisi aborsi menurut WHO adalah pengeluaran embrio atau janin yang berat badannya 500 g atau kurang. b) Aborsi terncana (pengguguran) Ini termasuk pembunuhan langsung atas manusia yang tak bersalah. gangguan hormonal selama mengandung. b. (1) Aborsi langsung adalah pembunuhan langsung atas buah kandungan dari dalam rahim ibu. Tentu itu semua setelah diadakan peninjuauan secara menyeluruh. Pengguguran buah kandungan oleh manusia dengan sengaja atau terencana dapat dibedakan menjadi dua. yakni tindak kejahatan pembunuhan. melainkan karena kelalaian atau kecerobohan selama ibu mengandung seorang anak. Keguguran bisa terjadi antara lain karena penyakit. Ini tergolong tindakan kriminal pembunuhan yang melenyapkan hidup manusia. Hanya aborsi tak disengaja dan tak langsung saja dengan alasan yang tak terhindarkan yang bisa diterima. atau kecelakaan lalu lintas. 17 . yang setara dengan usia kehamilan sekitar 22 minggu. luka. aborsi lebih sering di deskirpsikan sebagai keguguran (abortus) untuk menghindari terjadinya distress. karena beberapa wanita menghubungkan istilah aborsi dengan terminasi kehamilan yang disengaja. Ini berarti keguguran terjadi sebagai efek samping yang tak terencana.2. Pembagian Aborsi a) Aborsi spontan (keguguran yang tidak disengaja) Keguguran ini terjadi bukan karena kesengajaan. Latar belakang dan penyebab aborsi perlu diteliti secara komprehensif.

18 . 1.(2) Aborsi tak langsung adalah penggugran yang terjadi antara lain karena efek samping dari pengobatan ibu. Balikpapan Utara dan pacarnya Sri (18) warga Kariangau. Contoh Contoh Kasus Aborsi Berikut adalah beberapa contoh kasus yang kami ambil dari media cetak dan internet untuk contoh kasus aborsi. Istilah yang berbau rasis ini sudah tidak digunakan lagi. kedua tersangka masing-masing akan dijerat Pasal 348 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. pasangan kekasih itu akan dikenakan dua pasal berbeda. dua tersangka pelaku aborsi Rudi (19) warga Soekarno Hatta Km 14. Aborsi. dalam waktu dekat proses penahanannya akan dilimpahkan ke Rumah Tahanan Negara (rutan) kelas II B Balikpapan. (b) Aborsi eugenic adalah aborsi yang dilakukan karena alasan genetis dari anak yang dikandung dengan tujuan memilih anak yang memiliki genetikan yang baik. Sepasang Kekasih Terancam 7 Tahun Penjara BALIKPAPAN-Usai melakoni proses reka ulang atau rekonstruksi. Jenis pengguran ini ada dua. (a) Aborsi terapieutik adalah campur tangan medis-operasi yang dilaksanakan untuk meniadakan bagian tubuh yang sakit sebagai satu satunya cara untuk menyelamatkan hidup ibu karena kesalamatan nyawa ibu sungguh terancam. Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Putu Rideng SH menerangkan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. gangguan penyakit penyakit tertentu yang tak terhindarkan. Kasus ini perlu mendapat tinajuan dan penkajian yang mendalam dari sudut medis dan etis. berakibat pada gugurnya kandungan. Tindakan menidakan bagian tubuh tersebut. Aborsi ini akhirnya terarah pada aborsi terapeutik karena kemungkinan besar janin mengalami cacat serius akibat ketidak teraturan genetik. c. dan ketidakseimbangan sosial dalam keluarga. Sedangkan pelaku pengguguran bayi dikenakan Pasal 341 KUHP subsider 346 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara bila terbukti bersalah telah memberi izin pada saat janin itu digugurkan.

hingga mayat diautopsi dan dikubur oleh pihak RSKD Balikpapan. nyaris buntu penyelidikannya."Rudi kita jerat pasal 348 KUHP sedangkan Sri kita kenakan pasal 346 KUHP. tidak diketahui siapa ibu dan bapak sibayi.diancam karena membunuh anak sendiri.” terangnya. Kita harus rasional melihat pasal yang dipasang penyidik . diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. sekaligus pelaku yang menguburkan di bawah pohon lai. Suprana Jaya SH kuasa hukum yang ditunjuk Negara mendampingi para tersangka menegaskan tidak ada upaya hukum yang dilakukan terkait melakukan upaya hukum yang kontra atau berlawanan dengan proses hukum karena menyadari bahwa perbuatan Rudi dan Sri termasuk pidana berat. Keduanya belum menikah sehingga bayi hasil dari hubungan cinta terlarang. juga tak diketahui siapa pelaku yang mengubur bayi itu. Juga subsider 346 KUHP. meyakinkan jaksa dan hakim nantinya di pengadilan. seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di kebun milik Wasimo (75) warga Km 14. dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.” kata Suprana. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. Yakni si ibu bernama Sri (18) cewek yang baru lulus SMA dan si bapak bernama Rudi (20). Disinggung terkait sejauh mana perampungan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sementara itu dikonfirmasi terpisah. akan segera dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Balikpapan sebagai proses pengiriman tahap 1. susah dikabulkan. Sehingga. Gang Giri Mulyo RT 25 Karang Joang Balikpapan Utara. Sedangkan Sri dijerat pasal 341 KUHP. Yakni Rudi dijerat pasal 348 ayat 1 KUHP. diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. “Kalau mengajukan penangguhan penahanan rasanya berat. Karena pasal yang dikenakan padanya ancaman hukumannya cukup tinggi. kunci pembuka misteri ini selembar kain spanduk bertuliskan tournament 19 . Sebab. Rudi dan Sri pun dipastikan merayakan hari bahagia lebaran Idul Fitri dalam tahanan. Ternyata. barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya seorang wanita dengan izin wanita itu. akhirnya terungkap ibu dan bapak bayi." kata Kapolsek. “Persyatan formil di berkas. Berkat kejelian aparat Polsek Balikpapan Utara.

Polisi langsung menciduk MA. Rabu (18/7) lalu Unit Buser Reskrim Polsek Balikpapan Utara berhasil menangkap Rudi dan Sri. pelaku harus menjalani perawatan di rumah sakit. MA. kini masih menjalani perawatan di ruang ibu dan anak Rumah Sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal. kekasih pelaku yang merupakan kakak kelas di satu sekolah. Pelaku aborsi berinisial YS. Sementara. pelaku bahkan sempat membuang janin aborsinya ke dalam closet. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan orang lain yang membantu pelaku saat melakukan aborsi. Pelaku dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya karena banyak mengeluarkan darah pasca melakukan aborsi sendiri dikamar mandi rumahnya. Rudi dan Sri. 20 . Selasa (4/9/2012) siang dan polisi mengamankan kekasih pelaku yang diduga sebagai bapak dari jabang bayi. Red) untuk menutupi aib keluarga. Awalnya pelaku mengelak melakukan aborsi setelah di desak pelaku akhirnya mengakui baru saja menggugurkan bayi hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Dua pelakunya diketahui merupakan pasangan belia. Spanduk itu.golf. bayi juga dibungkus kain jarik. digunakan untuk membungkus mayat bayi ketika dikuburkan. yang di duga menghamili pelaku menjalani pemeriksaan tertutup di unit perlindungan perempuan dan anak Polresta Kota TEgal. Untuk menghilangkan jejak pelaku membuang janin berusia 5 bulan hasil aborsi ke dalam closet rumahnya. Akhirnya. Pelaku yang keduanya masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 ini nekat melakukan aborsi diduga lantaran malu dan takut dengan keluarganya karena hamil diluar nikah. Untuk menghilangkan jejak. perbuatannya tercium oleh pihak keluarganya. Namun. Seorang pelajar SMAN 2 Kota Tegal. sebelumnya melakukan perbuatan layaknya suami istri bekali-kali di rumah Sri. Selain spanduk. Jawa Tengah. nekat melakukan aborsi atas bayi yang dikandungnya dari hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Situasi rumah kosong dimana kedua orangtua Sri tengah bekerja dimanfaatkan keduanya. Keduanya mengaku terpaksa melakukan aborsi (penguguran.(noq) 2. tepat dua pekan setelah penemuan bayi .

pengguguran janin yang dilakukan pelaku kemungkinan mengarah ke obat-obatan. karena YS sendiri masih dirawat di RSI Harapan Anda dan belum bisa dimintai keterangan. “Hingga saat ini kami terus melakukan pendalaman-pendalaman. polisi juga mengorek keterangan dari sejumlah saksi dari pihak keluarga damn teman-teman korban. untuk pelaku aborsi MA sekaligus pacar YS yang diamankan Polres Tegal Kota itu masih dimintai keterangan. Lebih lanjut diungkapkan.”terangnya.“Pelaku dijerat pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2002. Selain MA.@boy 21 . adanya informasi dari Polsek maupun Polres yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Namun. ayah dari YS juga telah diambil keterangan terkait masalah tersebut. setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap YS. Ia terancam hukuman pidana penjara sekitar 10 tahun.” ujar Kapolres Tegal Kota AKBP Haryadi Muktas SIK kepada sejumlah wartawan Haryadi menyebutkan. Selain memintai keterangan dari pelaku dan kekasihnya. kasus aborsi yang dilakukan pelajar SMA sampai saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya hal tersebut. karena diduga sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. sementara itu jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi langsung dimakamkan. Kedua orang pelaku baik MA maupun YS itu sama-sama masih duduk di bangku SMA di salah satu sekolah Kota Tegal. kemudian disana ditemukan bayi yang masih kecil sekitar 15 sentimeter dari dalam janin Yelicia Saraswati (16) berumur lima bulan yang digugurkan di toilet rumahnya jalan Citarum Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur. dari hasil informasi.”paparnya. Untuk lebih jelasnya.

apapun yang akan kita lakukan mempunyai dampak atau konsekuensinya sendiri sendiri. 1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas.BAB III Penutup 3. sebagai makhluk yang tidak sempurna. Apalagi hal hal yang sering kita dengar seperti aborsi atau malpraktik adalah hal yang harus kita waspadai bahkan hindari ketika kita bekerja di ruang lingkup kesehatan. perlu adanya kewaspadaan dan kehati hatian kita sebagai perawat dalam menjalani profesinya. Maka. 22 . Pada dasarnya. bisa disimpulkan bahwa di dalam dunia kesehatan atau medis pun mempunyai dasar hukum yang melindunginya.

Penerbit: EGC. 2008. Ta’adi. Tesis (untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat S2). 2005. Brooker. 3. Ensiklopedia Keperawatan. Diana Devin. Penerbit : EGC 5.com/nasional/197552-gempar-siswi-sman-2-tegal-kepergoklakukan-aborsi-di-kamar-mandi.. forum. 4.html 23 . Jum'at. Adiwidia. Hukum keshatan Pengatar Menuju Perawat Profesional. Jawa Pos. 4 -7. 2. 2010. Asher Tumbo: Staff Pengajar Fakultas Hukum UKI-Paulus Makassar. Euthanasia Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia dan Hukum. Lontoh. Pelaksanaan Perjanjian Terapeutik dalam Persetujuan Tindakan Medis pada Kondisi Pasien dalam Keadaan Tidak Mampu di Rumah Sakit Telogorejo Semarang.DAFTAR PUSTAKA 1. 10 Agustus 2012 6. Chris. Desember 2010. 2010. Program Studi Magister Kenotariatan.kompas. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->