P. 1
Ergo Nomia

Ergo Nomia

|Views: 5|Likes:
Published by wahyura
asd
asd

More info:

Published by: wahyura on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

TUGAS KELOMPOK ERGONOMI DAN KESEHATAN KERJA

Disusun oleh: Wely Wahyura Erwin Kamaruddin Ahmad Satria Praja Ditto Rezkiawan Rizki Dewa Pebrian Feggi Maidandy Akbar Kurniawan Bambang Herianto Tri Wibowo M. Padri Jaka Kusumah Nanang Kuswara M. Shahrenal A Yoshanda Krisna P Gusti Andri M. Septian Saad

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 1

ERGONOMI Perhatian utama ergonomi adalah pada efisiensi yang diukur berdasarkan pada kecepatan dan ketelitian performance manusia dalam penggunaan alat. Faktor keamanan dan kenyamanan bagi peker ja telah tercakup di dalam pengertian efisiensi tersebut. (Wesley E Woodson, 1991). Ergonomi merupakan suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat manusia, kemampuan manusia dan keterbatasannya untuk merancang suatu sistem kerja yang baik agar tujuan dapat dicapaidengan efektif, aman dan nyaman. Ruang lingkup ergonomi sangat luas aspeknya, antara lain meliputi: Teknik Pengalaman psikis Anatomi, utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian. Anthropometri Fisiologi, terutama berhubungan dengan temperatur tubuh dan aktivitas otot.

Memahami prinsip ergonomic akan mempermudah evaluasi setiap tugas atau pekerjaan meskipun ilmu pengetahuan dalam ergonomic terus mengalami kemajuan dan teknologi yang digunakan dalam pekerjaan tersebut terus berubah. Prinsip ergonomic adalah pedoman dalam menerapkan ergonomic di tempat kerja. Menurut baiduri terdapat 12 prinsip ergonomic, yaitu sebagai berikut: a. Berkerja dalam posisi atau postur normal b. Mengurangi beban berlebihan c. Menempatkan peralatan agar selalu berada dalam jangkauan d. Bekerja sesuai dengan ketinggian dimensi tubuh e. Mengurangi gerakan berulang dan berlebihan f. Meminimalisasi gerakan statis g. Meminimalisasikan titik beban h. Mencaup jarak ruang i. Menciptakan lingkungan kerja nyaman j. Melakukan gerakan, olah raga dan peregangan saat bekerja k. Membuat agar display dan contoh mudah dimengerti

2

leher dan bahu serta terjadi penumpukan darah di kaki jika kehilangan kontrol yang tepat. pergelangan tangan. Faktor risiko ergonomic adalah sifat/karakteristik pekerja atau lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kemungkinan pekerja menderita gejala MSDs. beban. Postur dan pergerakan memegang peranan penting dalam ergonomi. 2. seperti pada pekerja kantoran dapat mengakibatkan masalah pada punggung. Posisi tubuh yang menyimpang secara signifikan terhadap posisi normal saat melakukan pekerjaan dapat menyebabkan stress mekanik lokal pada otot. dan genggaman. Dengan keadaan statis suplai nutrisi kebagian 3 . dapat berisiko juga jika mereka bekerja dalam jangka waktu yang lama. tulang belakang. Pekerjaan yang dikerjakan dengan duduk dan berdiri. meskipun postur terlihat nyaman dalam bekerja. gerakan repetitive/frekuensi. ligamen. dan persendian. Postur juga didefinisikan sebagai orientasi rata-rata bagian tubuh dengan memperhatikan satu sama lain antara bagian tubuh yang lain. Mengurangi stress Faktor Risiko MusculoSkeletal Disorders 1. bahu. Ada beberapa faktor yang terbukti berkontribusi menyebabkan MSDs yaitu pekerjaan yang dilakukan dengan postur tubuh saat bekerja. Secara alamiah postur tubuh dapat terbagi menjadi: a. Faktor Pekerjaan Faktor risiko pekerjaan adalah karakteristik pekerjaan yang dapat meningkatkan risiko cedera pada sistem otot rangka. Postur Kerja Postur tubuh adalah posisi relatif dari bagian tubuh tertentu. Namun di lain hal.l. Hal ini mengakibatkan cedera pada leher. Statis Pada postur statis persendian tidak bergerak. durasi. dan lain-lain. dan beban yang ada adalah beban statis.

3. akan menyebabkan gangguan pada tulang belakang manusia. atau dinyatakan sebagai sebuah proporsi dari kapasitas kekuatan individu. 4 . Dalam berbagai penelitian dibuktikan cedera berhubungan dengan tekanan pada tulang akibat membawa beban. Semakin berat benda yang dibawa semakin besar tenaga yang menekan otot untuk menstabilkan tulang belakang dan menghasilkan tekanan yang lebih besar pada bagian tulang belakang. Satuan beban dinyatakan dalam newton atau pounds. Atau tubuh menahan beban yang cukup besar sehingga timbul hentakan tenaga yang tiba-tiba dan hal tersebut dapat menimbulkan cedera. b. Penelitian lain membuktikan bahwa hernia diskus lebih sering terjadi pada pekerja yang mengangkat barang berat dengan postur membungkuk dan berputar.tubuh akan terganggu begitupula dengan suplai oksigen dan proses metabolisme pembuangan tubuh. Posisi tubuh yang senantiasa berada pada posisi yang sama dari waktu kewaktu secara alamiah akan membuat bagian tubuh tersebut stress. Beban atau Tenaga (Force) Beban dapat diartikan sebagai muatan (berat) dan kekuatan pada struktur tubuh. Pekerjaan yang dilakukan secara dinamis menjadi berbahaya ketika tubuh melakukan pergerakan yang terlalu ekstreme sehingga energi yang dikeluarkan oleh otot menjadi sangat besar. Pekerja yang melakukan aktivitas mengangkat barang yang berat memiliki kesempatan 8 kali lebih besar untuk mengalami low back pain dibandingkan pekerja yang bekerja statis. Sebagai contoh pekerjaan statis berupa duduk terus menerus. Dinamis Posisi yang paling nyaman bagi tubuh adalah posisi netral.

Frekuensi terjadinya sikap tubuh yang salah terkait dengan beberapa kali terjadi repetitive motion dalam melakukan suatu pekerjaan. 5. pergerakan yang cepat dan membawa beban yang berat dapat menstimulasikan saraf reseptor mengalami sakit. Selain itu. punggung dan kaki. leher. Jika aktivitas pekerjaan dilakukan secara berulang. Gerakan lengan dan tangan yang dilakukan secara berulang-ulang terutama pada saat bekerja mempunyai risiko bahaya yang tinggi terhadap timbulnya CTDs. Keluhan otot terjadi karena otot menerima tekanan akibat beban kerja terus menerus tanpa memperolah kesempatan untuk relaksasi. Sedangkan dalam REBA. dapat dikarakteristikan baik sebagai kecepatan pergerakan tubuh. maka dapat disebut sebagai repetitive. atau dapat di perluas sebagai gerakan yang dilakukan secara berulang tanpa adanya variasi gerakan Aktivitas berulang. Durasi manual handling yang lebih besar dari 45 menit dalam 1 jam kerja adalah buruk dan melebihi kapasitas fisik pekerja. Durasi (Duration) Durasi adalah lamanya pajanan dari faktor risiko. kenyamanan dan konsentrasi sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pekerjaan Berulang (Frequency) Aktivitas berulang adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus seperti pekerjaan mencangkul. angkat – angkut dan lain – lain. ada pula yang menyebut durasi manual handling yang berisiko adalah > 10 detik. Frekuensi dapat diartikan sebagai banyaknya gerakan yang dilakukan dalam suatu periode waktu. Tingkat risiko akan bertambah jika pekerjaan dilakukan 5 . Kelelahan akan menurunkan kinerja. Gerakan repetitif dalam pekerjaan. membelah kayu besar. Posisi tangan dan pergelangan tangan berisiko apabila dilakukan gerakan berulang/frekuensi sebanyak 30 kali dalm semenit dan sebanyak 2 kali per menit untuk anggota tubuh seperti bahu. Durasi selama bekerja akan berpengaruh terhadap tingkat kelelahan.4. aktivitas yang berisiko adalah 1 menit jika ada satu atau lebih bagian tubuh yang statis. Keluhan otot terjadi karena otot menerima tekanan akibat beban kerja secara terus – menerus tanpa memperoleh kesempatan untuk relaksasi.

pada saat tangan harus memegang alat. maka risiko terjadinya keluhan semakin meningkat. Sebagai contoh. Genggaman Terjadinya tekanan langsung pada jaringan otot yang lunak. 6. 6 . Memegang diusahakan dengan tangan penuh dan memegang dengan hanya beberapa jari yang dapat menyebabkan ketegangan statis lokal pada jari tersebut harus dihindarkan. dan apabila hal ini sering terjadi. dalam waktu yang sangat cepat dan waktu pemulihan kurang. Faktor Individu 1. Masa Kerja Masa kerja merupakan faktor risiko dari suatu pekerja yang terkait dengan lama bekerja. dapat menyebabkan rasa nyeri otot yang menetap. terutama untuk jenis pekerjaan yang menggunakan kekuatan kerja yang tinggi. Keluhan pertama biasa dirasakan pada usia 35 tahun dan akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya umur. Jadi semakin tua umurnya semakin besar risiko terjadinya gangguan MSDs. yaitu antara 25-65 tahun. Masa kerja merupakan faktor risiko yang sangat mempengaruhi seorang pekerja untuk meningkatkan risiko terjadinya musculoskeletal disorders. Usia juga akan mempengangaruhi kekuatan otot. diketahui bahwa LBP berhubungan dengan usia dan masa kerja yang lebih lama 2. maka jaringan otot tangan yang lunak akan menerima tekanan langsung dari pegangan alat. Pada saat kekuatan dan ketahanan otot menurun.dengan tenaga besar. Dapat berupa masa kerja dalam suatu perusahaan dan masa kerja dalam suatu unit produksi. Umur Umumnya keluhan musculoskeletal mulai dirasakan pada usia kerja. Pada penelitian Hanne dan kawan-kawan (1995) pada pekerja perusahaan kayu dan furniture.Masa kerja mempunyai hubungan yang kuat dengan keluhan otot.

Selain itu juga terdapat zat karbot mono oksida. Palmer juga mengatakan penyebab perokok lebih merasakan sakit musculoskeletal antara lain: 7 .seperti survey yang dilakukan di Britania ditemukan 13.3. arsenic. naphthalene. Hal ini disebabkan rokok dapat merusak jaringan otot dan mengurangi respon syaraf terhadap rasa sakit. DDT. Zat berbahaya didalam rokok diantaranya adalah nikotin Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah.000 jenis bahan kimia. Jenis Kelamin Secara fisiologis. polonium-210 dan vinyl chloride serta zat berbahaya lainnya. berakibat timbulnya hipertensi. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin meninggi. Kebiasaan merokok Setiap rokok/cerutu mengandung lebih dari 4. formaldehyd. tar. Efeknya adalah hubungan dosis yang lebih kuat dari pada yang diharapkan dari efek batuk risiko meningkat sekitar 20% untuk setiap 10 batang rokok perharin. 4. Semakin lama dan semakin tinggi frekuensi merokok. dimana 400 dari bahan-bahan tersebut dapat meracuni dan 40 dari bahan tersebut dapat menyebabkan kanker. Kekuatan otot wanita hanya sekitar dua pertiga dari kekuatan otot pria sehingga daya tahan otot pria lebih tinggi dibandingkan otot wanita. hydrogen cyanidhe. Beberapa penelitian membuktikan bahwa meningkatnya keluhan otot terkait dengan lama dan tingkat kebiasaan merokok. cadmium. kemampuan otot wanita lebih rendah dibanding pria.000 orang yang merokok sering mengeluhkan rasa ridak nyaman pada musculoskeletal dan rasa lumpuh terhadap cidera musculoskeletal dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Semakin lama atau semakin tinggi frekuensi merokok semakin tinggi pula tingkat keluhan otot yang dirasakan. semakin tinggi pula tingkat keluhan yang dirasakan Perokok lebih memiliki kemungkinan menderita masalah punggung dari pada bukan perokok.

meningkatkan penggumpalan darah. atau mengurangi aliran nutrisi ke otot dan sendi 5. yaitu: kekuatan. dan lebih melancarkan aliran darah ke dalam sel-sel tubuh. Olahraga ini tidak memberikan manfaat yang berarti untuk sistem aliran darah maupun jantung. kelincahan. ketepatan dan waktu reaksi. otot pernafasan dan otot-otot rangka tubuh. Olahraga dapat dikelompokkan dalam bentuk statis dan dinamis. daya tahan. keseimbangan. seperti otot jantung. Disebut statis artinya dilakukan ditempat. menguatkan dan lebih mengefisienkan kinerja otototot tubuh. Kebiasaan Olahraga Tingkat kesegaran jasmani yang rendah akan meningkatkan risiko terjadinya keluhan otot.. Olahraga statis berat sebagai contoh adalah angkat besi atau angkat berat. Bagi pekerja dengan kekuatan fisik yang rendah. atau disebut juga olahraga kekuatan. Kesegaran tubuh terdiri dari 10 komponen. Olahraga adalah menggerakkan tubuh dalam jangka waktu tertentu. dan pembuangan bahan-bahan sisa dari sel-sel tubuh menjadi lebih baik. kecepatan. Olahraga statis digolongkan kedalam 2 bagian yaitu berat dan ringan. kekuatan. Dengan berolahraga teratur dapat mencegah kegemukan dengan segala dampak negatifnya.1) Zat nikotin yang terkandung di dalam rokok merupakan stimulan kuat yang secara efektif menjalankan respon sakit pada tubuh perokok 2) Asap rokok mungkin menyebabkan kerusakan umum pada jaringan musculoskeletal dengan cara mengurangi suplai darah ke jaringan musculoskeletal. koordinasi. kelenturan. orangnya tidak berpindah-pindah. Otot yang bertambah kuat akan mampu melakukan gerakan yang lebih lama sehingga aliran darah kejantung akan 8 . Olahraga semacam itu memang ditunjukkan untuk memperbesar dan memperkuat otot. Olahraga statis ringan contohnya mengangkat dumble berkali-kali. Kesepuluh komponen tersebut dapat diperkuat melalui kebiasaan olahraga. Olahraga dengan beban ringan seperti dumble yang dilakukan dengan jumlah angkatan tertentu (sampai 12 kali) dapat meningkatkan kekuatan otot. risiko keluhan menjadi tiga kali lipat dibandingkan yang memiliki kekuatan fisik tinggi.

lebih meningkat. tetapi akhirnya setelah melakukan pengamatan yang lama ia mengakui bahwa olahraga 3 kali dalam seminggu saja sudah cukup. Setiap olahraga dinamis ditandai dengan memanjang dan memendeknya otot-otot. singkat (cukup 10-30 menit tanpa henti). Olahraga dinamis mampu meningkatkan aliran darah sehingga sangat menunjang pemeliharaan jantung dan system pernapasan. ketegangan otot-otot tidak menjadi tujuan. 9 . adekuat. Berbagai penelitian menunjukkan frekuensi latihan minimal 3 kali seminggu pada hari yang bergantian. panahan. Getaran juga dapat menyebabkan kontraksi otot meningkat yang menyebabkan peredaran darah tidak lancar. berenang 400 m.000 m. sehingga terjadi peningkatan timbunan asam laktat yang dapat menimbulkan rasa nyeri. dan olahraga aerobic lainnya. sebab yang diinginkan adalah bertambahnya aliran darah. Adapun yang di maksud dengan Konsep Olahraga Kesehatan adalah: Padat gerak. Frekuensi olahraga menurut pendapat seorang penganjur olahraga aerobic yaitu Cooper. yaitu cukup dalam waktu (10-30 menit tanpa henti) dan cukup dalam intensitasnya. Faktor Lingkungan 1. meriah dan fisiologis (bermanfaat dan aman). Getaran Getaran ini terjadi ketika spesifik bagian dari tubuh atau seluruh tubuh kontak dengan benda yang bergetar seperti menggunakan power handtool dan pengoperasian forklift saat mengangkat beban. bebas stress. artinya selang sehari. cukup memberi kesempatan pada otot dan persendian untuk memulihkan diri. mendayung 2000 m. murah. Olahraga yang baik juga untuk kesehatan jantung dan peredaran darah diantaranya adalah marathonb. lari 1-5 km. mudah.tenis. massaal. Badan memerlukan pemulihan selesai berolahraga sehingga satu hari olahraga dan satu hari lainnya tidak. jogging dan jalan cepat. Dahulu Cooper menyampaikan untuk setiap hari berolahraga. Adekuat artinya cukup. lari gawang 200-800 m. ). skate 10.

Komplain akan sakit punggung biasanya terjadi jika terdapat getaran 8-12 Hz 2. Beda suhu lingkungan dengan suhu tubuh mengakibatkan sebagian energi di dalam tubuh dihabiskan untuk mengadaptasikan suhu tubuh terhadap lingkungan. Bekerja dalam kondisi cahaya yang buruk. sedangkan pada frekuensi 4-10Hz akan menimbulkan nyeri pada abdominal.07 m/det akan memberikan rasa tidak enak di badan dan rasa tidak nyaman.25 m/det untuk musim panas. 3.Vibrasi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai gerakan ditimbulkan tubuh terhadap titik tertentu. peralatan sirkulasi udara dan alat-alat pendingin dapat mengurangi keterampilan tangan dan merusak daya sentuh. penggunaan otot yang berlebihan untuk memegang alat kerja dapat menurunkan resiko ergonomi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pada temperature 27-30 ºC. Pencahayaan Pencahayaan akan mempengaruhi ketelitian dan performa kerja. Suhu Pajanan pada udara dingin. Pada frekuensi 10-20 Hz dapat menyebabkan sakit kepala dan tegangan mata. Kecepatan udara di bawah 0. akan membuat tubuh beradaptasi 10 . Rata-rata gerakan udara dalam ruang yang ditempati tidak melebihi 0. Vibrasi yang ditimbulkan oleh mesin biasanya sangat komplek tapi regular. Berdasarkan rekomendasi NIOSH (1984) tentang kriteria suhu nyaman. bahkan menyebabkan kesulitan bernafas. maka performa kerja dalam pekerjaan fisik akan menurun. Vibrasi memiliki 2 parameter yaitu: kecepatan dan intensitas. suhu udara dalam ruang yang dapat diterima adalah berkisar antara 20-24 ºC (untuk musim dingin) dan 23-26 ºC (untuk musim panas) pada kelembapan 35-65%.15 m/det untuk musim dingin dan 0. khususnya untuk bagian tubuh dada. Apabila tidak disertai pasokan energi yang cukup akan terjadi kekurangan suplai energi ke otot. aliran udara. Vibrasi dengan frekuensi 4-8 hz (frekuensi natural dari trunk) dapat menimbulkan efek nyeri.

Sebagian besar penulis berpendapat bahwa faktor mekanik clan vascular memegang peranan penting dalam terjadinya STK. Studi khusus pada pengaruh organisasi kerja pada gangguan leher telah dilakukan. stress mental. durasi dari tugas kerja dan durasi serta distribusi dari periode istirahat. tepatnya di bawah tleksor retinaculum. Ada beberapa hipotesa mengenai pathogenesis dari STK. pergerakan yang berulang/repetitif. Jika hal tersebut terjadi dalam waktu yang lama meningkatkan tekanan pada otot bagian atas tubuh. pergelangan tangan dan siku bisa disebabkan dari pekerjaan tangan yang intensif sehingga memungkinkan terjadinya postur janggal pada tangan dengan durasi yang lama. Bila pencahayaan yang inadekuat pada ruangan kerja akan menyebabkan postur leher lebih condong kedepan (fleksi) begitupun dengn postur tubuh. Sindrom Terowongan Karpal (STK) Sindroma terowongan karpal (STK) merupakan neuropati tekanan atau cerutan terhadap nervus medianus di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan.untuk mendekati cahaya. 1. organisasi kerja (shift kerja. Organisasi kerja didefinisikan sebagai distribusi dari tugas kerja tiap waktu dan diantara para pekerja. Durasi kerja dan periode istirahat memiliki pengaruh pada kelelahan jaringan dan pemulihan. waktu istirahat. Ditemukan bahwa kerja VDU yang melebihi empat jam per hari berhubungan dengan gejala pada leh Cidera pada tangan Cidera pada bagian tangan. dan tekanan dari peralatan/ material kerja. Pencahayaan yang inadekuat dapat merusak salah satu fungsi organ tubuh. Umumnya STK terjadi secara kronis di mana 11 . dll). postur seperti ini dapat menambah risiko MSDs. Hal ini berkaitan dengan tingkat pekerjaan yang membutuhkan tingkat ketilitian yang tinggi atau tidak. Faktor Psikososial Faktor psikososial yaitu kepuasan kerja. 4.

Akibatnya aliran darah vena intrafasikuler melambat. Pada kasus yang lain etiologinya adalah: 1. Etiologi Terowongan karpal yang sempit selain dilalui oleh nervus medianus juga dilalui oleh beberapa tendon fleksor. Lama-kelamaan saraf menjadi atropi dan diganti oleh jaringan ikat yang mengakibatkan fungsi nervus medianus terganggu secara menyeluruh. Sprain pergelangan tangan. Hing mepotesa ini menerangkan bagaimana keluhan nyeri dan sembab yang timbul terutama pada malam/pagi hari akan berkurang setelah yang yang terlibat digerak-gerakkan atau diurut (mungkin akibat terjadinya perbaikan sementara pada aliran darah). Pekerjaan : gerakan mengetuk atau fleksi dan ekstensi pergelangan tangan yang berulang-ulang. pergelangan tangan dan tangan. Trauma : dislokasi. Beberapa penulis menghubungkan gerakan yang berulang pada pergelangan tangan dengan bertambahnya risiko menderita gangguuan pada pergelangan tangan termasuk STK. Pada sebagian kasus etiologinya tidak diketahui. gout. Tekanan yang berulang-ulang dan lama akan mengakibatkan peninggian tekanan intrafasikuler. Herediter : neuropati herediter yang cenderung menjadi pressure palsy. Metabolik : amyloidosis. fraktur atau hematom pada lengan bawah. Infeksi : tenosynovitis. 3. Setiap kondisii yang mengakibatkan semakin padatnya terowongan ini dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada nervus medianus sehingga timbullah STK. Misalnya HMSN (hereditary motor and sensory neuropathies) tipe III. 4. 2. apabila kondisi ini terutama berlanjut akan terjadi fibrosis epineural yang merusak serabut saraf. Kongesti yang terjadi ini akan mengganggu nutrisi intrafaskuler lalu diikutioleh anoksia yang akan merusak endotel. tuberculosis. 12 . Trauma langsung terhadap pergelangan tangan. terutama pada penderita lanjut usia.terjadi penebalan fleksor retinaculum yang menyebabkan tekanan terhadap nervus medianus. sarkoidosis. Kerusakan endotel ini akan mengakibatkan kebocoran protein sehingga terjadi edema epineural.

Kadang-kadang rasa nyeri terasa sampai ke lengan atas leher. kurang merasa (numbness) atau rasa seperti terkena aliran listrik (tingling) pada jari dan setengah sisi radial jari walaupun kadang-kadang dirasakan mengenai seluruh jari-jari. Gejala ini akan berkurang setelah penderita mulai mempergunakan tangannya. myeloma. Bila penyakit berlanjut. Pada penderita STK pada tahap lanjut dapat dijumpai otototot yang diinervasi oleh nervus medianus. Rasa nyeri ini umumnya agak berkurang bila penderita lebih banyak mengistirahatkan tangannya. polimialgia reumatika skleroferma. lupus eritematosus sistemik. lipoma. Penyakit kolagen vascular : artitritis reumatoiid. Hipesetesia dapat dijumpai pada daerah yang impuls sensoriknya diinervasi oleh nervus medianus. Neoplasma : kistaganglion. komplikasi dari terapi anti koagulan. Gejala lainnya adalah nyeri di tangan yang juga dirasakan lebih berat pada malam hari sehingga membangunkan penderita dari tidurnya. Keluhan paresthesia biasanya lebih menonjol di malam hari. 9. rasa nyeri dapat bertambah berat dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan dapat menetap. Degenerative : osteoatritis. infiltrasi metastase. Gejala awal biasanya berupa parastesia. Endokrin : akromegali. kehamilan. hipotiroid. 6. sedangkan paarastesia umumnya terbatasa di daerah distal pergelangan tangan. sering dinyatakan dengan keluhan adanya kesulitan yang dialami penderita sewaktu mencoba memutar tutup botol atau menggenggam. pemasangan shunt vascular untuk dialysis hematoma. Kekemahan pada tangan juga dapat dijumpai. Pada tahap yang lebih lanjut penderita mengeluh jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat menyulam atau memungut benda-benda kecil. diabetes militus.5. Gangguan motoric hanya terjadi pada keadaan yang berat. Dapat pula dijumpai pembengkakan dan kekakuan pada jari-jari. 7. Iatrogenic : punksi arteri radialis. Gejala Pada tahap awal gejala umumnya berupa gangguan sensorik saja. 13 . tangan dan pergelangan tangan terutama di pagi hari. 8. terapi estrogen atau androgen.

3. Dilakukan pemasangan tomiquet dengan menggunakan tensimeter di atas siku dengan tekanan sedikit di atas tekanan sistolik. Ketrampilan/ketepatan dinilai dengan meminta penderita melakukan gerakan yang rumit seperti menulis atau menyulam. 7. Penderita diminta untuk melakukan abduksi maksimal palmar lalu ujung jari 1 dipertemukan dengan ujung jari lainnya. Bila dalam 60 detik timbul gejala-gejala seperti STK. Beberapa penulis berpendapat bahwa tes ini sangat sensitif untuk menegakkan diagnosa STK. Phalen's test. sensorik dan otonom tangan. 14 . Bila dalam waktu 60 detik timbul gejala seperti STK. Menilai kekuatan dan ketrampilan serta kekuatan otot secara manual maupun dengan alat dinamometer. Thenar wasting. Bila keluhan berkurang atau menghilang akan menyokong diagnosa STK. Beberapa pemeriksaan dan tes provokasi yang dapat membantu menegakkan diagnose STK adalah : 2. Torniquet test. 6. Penderita diminta mengibas-ibaskan tangan atau menggerakgerakkan jari-jarinya. sebaiknya dilakukan serentak pada kedua tangan sehingga dapat dibandingkan. tes ini menyokong diagnosa. Di nilai juga kekuatan jepitan pada ujung jari-jari tersebut. Wrist extension test. 4. Pada inspeksi dan palpasi dapat ditemukan adanya atrofi otot-otot thenar. Harus diingat bahwa tanda ini juga dapat dijumpai pada penyakit Raynaud.Diagnosis Pemeriksaan fisik 1. Penderita melakukan ekstensi tangan secara maksimal. maka tes ini menyokong diagnosa STK. Penderita melakukan fleksi tangan secara maksimal. motorik. tes ini menyokong diagnosa. Bila dalam 1 menit timbul gejala seperti STK. Harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada penderita dengan perhatian khusus pada fungsi. 5. Flick's sign.

12. Pada beberapa kasus tidak dijumpai kelainan pada otot-otot lumbrikal. 9. Diperhatikan apakah ada perbedaan keringat. 10. Pemeriksaan fungsi otonom. Bila kulit tangan penderita tidak dapat menyentuh dindingnya dengan rapat. tes ini menyokong diagnosa. Pemeriksaan sensibilitas. Tinel's sign. b. Pada yang lainnya KHS akan menurun dan masa laten distal (distal latency) memanjang. Foto palos leher 15 . Masa laten sensorik lebih sensitif dari masa laten motorik. Penderita diminta melingkarkan ibu jari dan jari telunjuknya pada botol atau gelas. Pemeriksaan neurofisiologi (elektrodiagnosis) a. Nervus medianus ditekan di terowongan karpal dengan menggunakan ibu jari. Bila ada akan mendukung diagnosa STK. Bila dalam waktu kurang dari 120 detik timbul gejala seperti STK. Pressure test. menunjukkan adanya gangguan pada konduksi safar di pergelangan tangan. Pemeriksaan EMG dapat menunjukkan adanya fibrilasi. tes dinyatakan positif dan mendukung diagnosa. 11. tes dianggap positif dan menyokong diagnosa. Tes ini mendukung diagnosa hila timbul parestesia atau nyeri pada daerah distribusi nervus medianus kalau dilakukan perkusi pada terowongan karpal dengan posisi tangan sedikit dorsofleksi.8. Kecepatan Hantar Saraf(KHS). KHS bisa normal. Bila penderita tidak dapat membedakan dua titik (two-point discrimination) pada jarak lebih dari 6 mm di daerah nervus medianus. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan sinar X terhadap pergelangan tangan dapat membantu melihat apakah ada penyebab lain seperti fraktur atau artritis. polifasik. EMG bisa normal pada 31 % kasus STK. Pada 15-25% kasus. gelombang positif dan berkurangnya jumlah motor unit pada otot-otot thenar. Luthy's sign (bottle's sign). kulit yang kering atau licin yang terbatas pada daerah innervasi nervus medianus.

Tendinitis. adanya struktur ikatan yang melekat pada masing-masing bagian ujung dari otot ke tulang. CT scan dan MRI dilakukan pada kasus yang selektif terutama yang akan dioperasi. manufaktur Gambar Postur Kerja Pada Tangan yang Menyebabkan Tendinitis 3. Keadaan tersebut akan semakin berkembang ketika tendon terus menerus digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang tidak biasa seperti tekanan yang kuat pada tangan. Pekerjaan yang berpotensi antatra lain adalah Industri perakitan automobile. Gejala yang dirasakan antara lain Pegal. juru tulis. kadar hormon tiroid ataupun darah lengkap. sales. sakit dan membengkak ketika bagian tubuh tersebut beristirahat. Tekanan yang berulang pada jari-jari (pada saat menggunakan alat kerja yang memiliki pelatuk) dimana menekan tendon secara terus menerus 16 . Kemerah-merahan. Merupakan peradangan pada tendon. pengemasan makanan. atau menggerakkan pergelangan tangan secara berulang. 2. Trigger finger.berguna untuk menyingkirkan adanya penyakit lain pada vertebra. membengkokkan pergelangan tangan selama bekerja. terasa terbakar. sakit pada bagian tertentu khususnya ketika bergerak aktif seperti pada siku dan lutut yang disertai dengan pembengkakan. misalnya pada penderita usia muda tanpa adanya gerakan tangan yang repetitif. USG. Pemeriksaan laboratorium Bila etiologi STK belum jelas. Jika ketegangan otot tangan ini terus berlangsung. akan menyebabkan tendinitis. dapat dilakukan beberapa pemeriksaan seperti kadar gula darah.

Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS). 17 . Kondisi ini juga biasa disebut tennis elbow atau golfer’s elbbow. Gejala dari HAVS adalah Mati rasa. Gambar Postur Kerja Pada Tangan yang Menyebabkan Trigger finger 4. Gambar Postur Kerja Pada Tangan yang Menyebabkan Epicondylitis 5. Epicondylitis. traumatic vasospastic diseases atau fenomena Raynaud’s kedua. Rasa sakit ini berhubungan dengan perputaran ekstrim pada lengan bawah dan pembengkokan pada pergelangan tangan. Epicondylitis Merupakan rasa nyeri atau sakit pada bagian siku. gatal-gatal. HAVS adalah gangguan pada pembuluh darah dan syaraf pada jari yang disebabkan oleh getaran alat atau bagian / permukaan benda yang bergetar dan menyebar langsung ke tangan.hingga ke jari-jari dan mengakibtakan rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian jari-jari. Dikenal juga sebagai getaran yang menyebabkan white finger.

Bursitis. durasi. 1. perusahaan automobil dan supir truk. Faktor yang berisiko menyebabkan HAVS diantaranya adalah Getaran. Penyakit ini akibat posisi bahu yang janggal seperti mengangkat bahu di atas kepala dan bekerja dalam waktu yang lama. studi lainnya menyatakan bahwa kejadian cidera bahu juga disebabkan karena eksposur dengan postur janggal dan beban yang diangkat. intensitas getaran. Gambar Posisi Kerja yang Berisiko Pada Bahu 2. petani atau pekerja lapangang. Pekerjaan yang birisiko adalah Pekerjaan konstruksi. Tension Neck Syndrome. Cidera pada Bahu dan Leher Pekerjaan dengan melibatkan bahu memiliki kemungkinan yang besar dalam penyebabkan cidera pada bagian tubuh tersebut. Gejala biasanya muncul dalam keadaan dingin. pengebor. penyangga. lebih lanjut dapat menyebabkan berkurangnya sensitivitas terhadap panas dan dingin. Beberapa postur bahu seperti merentang lebih dari 45° atau mengangkat bahu ke atas melebihi tinggi kepala.dan putih pucat pada jari. Peradangan (pembengkakan) atau iritasi yang terjadi pada jaringan ikat yang berada pada sekitar persendian. pekerjaan memalu. gerinda. Gejala ini terjadi pada leher yang mengalami ketegangan pada otot-ototnya disebabkan postur leher 18 . suhu dingin. atau penggosok lantai. Terdapat hubungan yang positif antara pekerjaan repetitif dan MSDs pada bahu dan leher. Durasi yang lama dan gerakan yang berulang juga mempengaruhi kesakitan pada bahu. frekuensi. penjahit.

Diskus (discs) mengalami tekanan yang kuat dan menekan juga bagian dari tulang belakang termasuk syaraf. Sindroma ini mengakibatkan kekakuan pada otot leher. Apabila postur membungkuk ini berlangsung terus menerus. maka diskus akan melemah yang pada akhirnya menyebabkan putusnya diskus (disc rupture) atau biasa disebut herniation. Kondisi patologis yang mempengaruhi tulang. dan rasa sakit yang menyebar ke bagian leher. jika dilakukan dalam waktu yang lama dan kontinyu mengakibatkan masalah yang serius pada otot dan sendi.menengadah ke atas dalam waktu yang lama. dibutuhkan pekerjaan lantai atau mengangkat beban yang menyebabkan postur punggung tidak netral. Gambar Posisi Kerja yang Berisiko Pada Leher Cidera pada Punggung dan Lutut Di beberapa jenis pekerjaan. Gejala yang dirasakan adalah 19 . ligamen. Cidera pada punggung dikarenakan otot-otot tulang belakang mengalami peregangan jika postur punggung membungkuk. membungkuk. kejang otot. atau jongkok bisa menyebabkan sakit pada punggung bagian bawah atau pada lutut. • Low Back Pain. syaraf. tendon. Posisi berlutut. intervertebral disc dari lumbar spine (tulang belakang).

Sakit daritingkat menengah sampai yang parah dan menjalar sampai ke kaki. profesional. repetisi. Tekanan dari luar ini juga menyebabkan tendon pada lutut meradang yang akhirnya menyebabkan sakit (tendinitis). pekerjaan manual handling. dan meradang atau biasa disebut bursitis. Tekanan yang berlangsung terus menerus akan mengakibatkan cairan tersebut (bursa) tertekan.getaran. batuk atau mengganti posisi. 20 . penjahit dan perawat. Sulit berjalan normal dan pergerakan tulang belakang menjadi berkurang.Sakit di bagian tertentu yang dapat mengurangi tingkat pergerakan tulang belakang yang ditandai oleh kejang otot. Gambar Posisi Kerja yang Menyebabkan Cidera Pada Punggung Penyakit muskuloskeleta yang terdapat di bagian lutut berkaitan dengan tekanan pada cairan di antara tulang dan tendon. pekerjaan yang berhubungan dengan tulismenulis dan pengetikan. operator. supir truk. pelayan.beban objek. Sakit ketika mengendarai mobil. sales. Pekerjaan yang berisiko antara lain Pekerja lapangan atau bukan lapangan. postur janggal.tekhnisian dan manajernya. kaku. Faktor risiko yang dapat menimbulkan LBP adalah Pekerjaan manual yang berat. membengkak. force/ gaya. dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->