P. 1
Manajemen Operasional

Manajemen Operasional

|Views: 51|Likes:
Published by Richo Widiantoro

More info:

Published by: Richo Widiantoro on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN OPERASIONAL

Click to edit Master subtitle style Oleh : Richo Widiantoro

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indoçakti Malang
3/22/13

DEFINISI MANAJEMEN OPERASIONAL
Suatu

ilmu yg mempelajari secara praktis tentang proses perencanaan, mendesain produk, sistem produksi untuk mencapai tujuan organisasi Manajemen operasional adalah studi tentang pengambilan keputusan dalam fungsi operasi.
3/22/13

FUNGSI OPERASI DALAM ORGANISASI
Proses Transformasi (Produksi)

INPUT

OUTPUT

Umpan Balik

3/22/13

5. 2.FUNGSI OPERASI DALAM ORGANISASI Fungsi (sistem) operasi adalah bagian dari organisasi yang ada terutama untuk membuat dan menghasilkan produk perusahaan. 2. 3. 1. 4. 2. Barang Jasa Umpan Balik 3/22/13 . SDM Modal Bahan baku Keahlian Mesin Informasi dari luar 1. barang maupun jasa. Proses Transformasi Menidahkan Merubah fisik Penyimpanan Pelayanan Penjualan. 4. 6. 5. 3. dll. 1.

tetapi hal ini merupakan kejadian ekonomi yang terdapat dalam setiap industri Transformasi sumber daya menjadi barang maupun jasa dikenal dengan proses produksi Tujuan umum dari semua sistem operasi adalah untuk menciptakan added value.PROSES KONVERSI • • • Proses konversi berbeda-beda dari industri yang satu dengan industri lainnya. sehingga keluarannya lebih berharga bagi konsumen 3/22/13 .

3/22/13 .

SASARAN OPERASI BIAY A PENYERAHAN FLEKSIBELITA S KUALITA S 3/22/13 .

biaya modal dan biaya opersi tahunan. KUALITAS sebagai sasaran maka kualitas produk atau jasa harus dijaga untuk kepuasan pelanggan. PENYERAHAN mengacu pada kemampuan operasi untuk memenuhi permintaan penyerahan produk atau jasa kepada pelanggan secara konsisten.KRITERIA PENGUKURAN PRESTASI    BIAYA yang meliputi biaya tenaga kerja. FLEKSIBELITAS dalam operasi produksi adalah reaksi yang cepat terhadap perubahan volume dan memperkenalkan produk baru 3/22/13  .

BARANG VS JASA BARANG (Physical Object) • • JASA (Service) • • • • • Berwujud (Tangible) Dapat disimpan (perishable) Proses mesin Produksi sebelum dikonsumsi Kontak dgn konsumen rendah Kualitas obyektif • • • • • Tidak berwujud (Intangible) Tidak dapat disimpan Proses manusia Produksi & konsumsi bersamaan Kontak dgn konsumen tinggi Kualitas subyektif MANAJEMEN PRODUKSI MANAJEMEN OPERASI 3/22/13 .

dan berguna untuk perusahaan dalam hal menggambil keputusan Forecast (James B.PERAMALAN PRODUKSI (Forecasting)  Peramalan (Forecasting) merupakan suatu prediksi yang akan terjadi di masa mendatang. Dilworth and Lawrence P Ettkin: dugaan yang akan terjadi di masa mendatang (A forecast is an inference of what is likely to happen in the future. Forecasting is more of an art than a science)  3/22/13 .

METODE PERAMALAN  Salah satu cara untuk mengklasifikasikan skala seberapa waktu jauh permasalahan pada peramalan adalah mempertimbangkan peramalannya diramalkan 3/22/13 yaitu rentang waktu data yang ada untuk .

Biaya c. Penyederhanaan 3/22/13 .KARAKTERISTIK PERAMALAN Karakteristik peramalan yang baik adalah : a. Keakuratan b.

PRINSIP-PRINSIP PERAMALAN      Peramalan melibatkan kesalahan (error). Peramalan famili produk lebih akurat dari pada peramalan produk individu(item). Jika dimungkinkan. 3/22/13 . hitung permintaan dari pada meramal permintaan. Peramalan sebaiknya memakai tolok ukur kesalahan peramalan. Peramalan jangka pendek lebih akurat dari pada jangka panjang.

PROSEDUR PERAMALAN 1. 6. Definisikan Tujuan Peramalan Buatlah diagram pencar (Plot Data) Memilih model peramalan yang tepat Lakukan Peramalan Hitung kesalahan ramalan (forecast error) Pilih Metode Peramalan dengan kesalahan yang terkecil. 3. 5. Lakukan Verifikasi 3/22/13 . 2. 4. 7.

Penjadwalan kerja. dan peentuan anggaran Perencanaan Produk dan Perencanaan Sumberdaya Jangka Pendek (3-6 bulan) Operasional Jangka Menengah ( 2 tahun) Jangka Panjang (Lebih dari 2 tahun) Taktis Strategis 3/22/13 . dan keputusan kontrol jangka pendek lainnya Menentukan aliran kas. perencanaan produksi.Rentan Waktu dalam Peramalan JANGKA WAKTU TIPE KEPUTUSAN CONTOH Mengambil keputusan perlu tidaknya lembur.

3/22/13 2. .Metode atau Teknik dalam Peramalan 1. Metode Kuantitatif : Penggunaan metode ini didasari ketersediaan data mentah disertai serangkaian kaidah matematis untuk meramalkan hasil di masa depan. Metode Kualitatif : Metode ini digunakan dimana tidak ada model matematik. biasanya dikarenakan data yg ada tidak cukup representatif untuk meramalkan masa yang akan datang (long term forecasting).

Metode Delphi 2. Analogi Historis 3/22/13 .Metode Kualitatif 1. Dugaan Manajemen 3. Metode Kelompok Terstruktur 5. Riset Pasar 4.

demikian seterusnya. 3/22/13 . Moderator menyimpulkan hasilnya dan memformulasikan menjadi suatu kuesioner baru yang diisi kembali oleh kelompok tersebut.Metode Delphi Sekelompok pakar mengisi kuesioner.

3/22/13 . umumnya oleh manajemen senior.Dugaan Manajemen dimana peramalan semata-mata berdasarkan pertimbangan manajemen. Metode ini akan cocok dalam situasi yang sangat sensitif terhadap intuisi dari suatu atau sekelompok kecil orang yang karena pengalamannya mampu memberikan opini yang kritis dan relevan.

Riset Pasar Merupakan metode peramalan berdasarkan hasil – hasil dari survei pasar yang dilakukan oleh tenaga-tenaga pemasar produk atau yang mewakilinya. 3/22/13 .

Metode Kelompok Terstruktur
Seperti metode Delphi, dan lain-lain. Metode Delphi merupakan teknik peramalan berdasarkan pada proses konvergensi dari opini beberapa orang atau ahli secara interaktif tanpa menyebutkan identitasnya. Grup ini tidak bertemu secara bersama dalam suatu forum untuk berdiskusi, tetapi mereka diminta pendapatnya secara terpisah dan tidak boleh secara berunding. Hal ini dilakukan untuk menghindari pendapat yang bias karena pengaruh kelompok.
3/22/13

Analogi Historis

Merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk-produk yang dapat disamakan secara Analogi.

3/22/13

Metode Kuantitatif

Model-model Regresi : Perluasan dari metode regresi linier digunakan untuk meramalkan suatu variabel yg memiliki hubungan secara linier dengan variabel bebas yang diketahui atau diandalkan. Model Ekonometrik : Menggunakan serangkaian persamaan-persamaan regresi dimana terdapat variabel-variabel tidak bebas yang menstimulasi segmen-segmen ekonomi seperti harga dan lainnya. Model Time Series Analysis (Deret Waktu) : Memasang suatu garis trend yang representatif dengan data-data masa lalu (historis) berdasarkan kecenderungan datanya dan memproyeksikan data tersebut ke masa yang akan datang
3/22/13

Regresi .METODE REGRESI a. Regresi non linear : ipersamaan exponensial(ln) persamaan berpangkat(log) 3/22/13 1. Regresi linear dengan > 1 variabel bebas (Regres ilinear berganda) b. Regresi linear : linear dengan1 variabel 1. Regres 2. Regresi bebas 2.

 ada data yg nantinya digunakan sebagai bahan untuk membentuk persamaan regresi.REGRESI LINIER SEDERHANA  Dalam metode ini. Persamaan Garis Regresi y = a + bx y   : variabel dependen a   : konstanta b   : koefisien variabel x x    : variabel independen 0 2 4 6 8 10 12 3/22/13 .

 ….REGRESI LINIER BERGANDA  Pada regresi ini variabel bebas yang digunakan lebih dari satu  Persamaanyang akandibentuk: y’= a + b1.x2 + b3. x3.x3 + …  Variabel bebas yang dimaksud: x1. 3/22/13 .x1 + b2. x2.

REGRESI NON LINIER  Persamaan Exsponsial  Persamaan Berpangkat 3/22/13 .

PENENTUAN LOKASI PABRIK Pabrik merupakan Semua tempat/fasilitas/bangunan dimana sumber daya manusia dipekerjakan untuk melakukan kegiatan pembuatan produk. 3/22/13 .

Pabrik yang lama tidak mampu lagi dikembangkan. Kendala sosial/ politik/ ketenagakerjaan pada pabrik lama. dari sisi luas area maupun teknologi.Kapan Lokasi Pabrik Ditentukan ? v v v v Unit manufaktur baru akan dibentuk. 3/22/13 . Pengembangan bisnis ke daerah baru.

Tahap Penentuan Lokasi Pabrik Tahap 1 Pemilihan Teritorial Negara Tahap 2 Pemilihan lingkungan Wilayah Tahap 3 Pemilihan Lokasi Lokasi 3/22/13 .

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENENTUAN LOKASI PABRIK Jarak Fasilitas SDM Hukum Lingkungan 3/22/13 .

JARAK  Kedekatan  Kedekatan  Kedekatan  Kedekatan dengan pasar. dengan pemasok/ sumber bahan baku. 3/22/13 . dengan industri pendukung. dengan pelabuhan/ terminal kargo.

dll) 3/22/13 . pertokoan. gas Infrastruktur transportasi Drainase Pemadam kebakaran Aparat keamanan Rumah sakit Pelatihan karyawan Infrastruktur sosial (perumahan. rekreasi.FASILITAS ü ü ü ü ü ü ü ü Ketersediaan listrik. air.

SDM  Ketersediaan tenaga kerja tenaga ahli langsung  Ketersediaan  Upah buruh SDM 3/22/13  Kualitas .

HUKUM  Peraturan ketenagakerjaan  Peratura perpajakan  Kebijakan investasi  Cukai dan tarif  Perijinan usaha  Peraturan permodalan  Tata ruang wilayah  Proteksi 3/22/13 .

LINGKUNGAN v v v v v v Kondisi iklim Situasi politik dan keamanan Sosial-budaya masyarakat sekitar Serikat buruh Topografi Kondisi tanah 3/22/13 .

CONTOH KESALAHAN PEMILIHAN LOKASI PABRIK
 Memilih  Memilih  Memilih  Memilih

lokasi dimana tenaga kerja sulit didapat, tanah yang kondisinya buruk untuk menanam fondasi, lokasi yang jauh dari wilayah distribusi produk, lokasi yang tidak memungkinkan pembuangan limbah.
3/22/13

PENENTUAN LOKASI YANG TEPAT AKAN MENENTUKAN
 Kemauan  Mampu  Secara

melayani konsumen dengan memuaskan mencukupi bahan mentah kontinyu dengan harga yg memuaskan tenaga kerja yang cukup perluasanpabrik
3/22/13

 Mendapatkan

 Memungkinkanadanya

di kemudian hari

TATA CARA SURVEI LOKASI
1. 2. 3.

Susun daftar faktor pengaruh yang relevan. Pilih alternatif lokasi berdasarkan perkiraan awal. Perkirakan komponen biaya yang relevan (material, transport, upah, listrik, dll) untuk tiap lokasi. Kumpulkan data faktor hukum dan lingkungan yang relevan (intangible factors). Analisis kelayakan masing-masing lokasi. Pilih lokasi terbaik berdasarkan analisis kelayakan. Masukkan intangible factors dan judgement sehingga didapat lokasi yang optimum.
3/22/13

4. 5. 6. 7.

METODE PENELITIAN PEMILIHAN LOKASI PABRIK Metode kualitatif Metode total biaya Metode transportasi (distribusi) Modified Distribution Method (Modi Method) 3/22/13 .

Metode Kualitatif Dalam metode ini semua faktor yg dianggap penting dinilai untuk masing-masing lokasi alternatif. kemudian lokasi dengan nilai tertinggi akan dipilih sebagai lokasi pendirian pabrik 3/22/13 .

METODE TOTAL BIAYA Penentuan letak pabrik dapat pula ditentukan dengan menggunakan konsep biaya tetap dan biaya variabel. Kombinasi biaya tetap dan biaya variabel bagi masing masing lokasi alternatif dapat menciptakan “hubungan antara biaya dan volum produksi” yang berlaku bagi masing2 lokasi 3/22/13 .

3/22/13 .METODE TRANSPORTASI Metode ini terutama digunakan untuk menentukan lokasi pabrik dimana harus dipilih beberapa lokasi dari beberapa alternatif lokasi yang ada.

MODI METHOD Metode ini didasarkan pada metode transportasi yang diubah sehingga diperoleh cara lain yang lebih efisien 3/22/13 .

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERENCANAN PABRIK 1. Penentuan tempat atau lokasi Perencanaan desain bangunan 3/22/13 . 2.

3/22/13 .HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENENTUAN TEMPAT        Tanah yang kering. kuat dan datar Mudah dalam pengolahan limbah Keamanan lingkungan dan perlindungan dari kebakaran Siklus udara yang bagus Areal cukup untuk parkiran dan kemungkinan ekspansi Dekat dengan jalan umum Tidak perlu dekat dengan perkampungan.

kecelakaan. kantin.FAKTOR2 YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM DESAIN BANGUNAN  FleksibIlitas  Kemungkinan  Fasilitas  Bangunan ekspansi karyawan untuk parkir. kamar kecil. tempat ibadah dan istirahat kerja terhadap kebakaran. dan keamanan kerja untuk peralatan pabrik 3/22/13  Perlindungan  Bangunan .

FLEKSIBILITAS BANGUNAN  Atap cukup tinggi  Gang2 harus lebar  Tersedianya ruang untuk pembangkit listrik  Daya tahan lantai cukup kuat  Mesin2 mudah dipndahkan 3/22/13 .

JENIS2 BANGUNAN PABRIK  Gedung tidak bertingkat atau berlantai tunggal  Gedung bertingkat  High Bay And Monitoring Building  Gedung bentuk Khusus 3/22/13 .

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT 3/22/13 .

KELEBIHAN  Jumlah biaya relatif murah  Mudah diperluas  Pengangkutan barang lebih mudah  Peralatan berat dapat diletakkan diatas fondasi terpisah 3/22/13 .

KEKURANGAN  Memerlukan area atau lahan yang relatif luas  Ruangan dasar relatif luas kadang melebihi kebutuhan  Perlu penerangan lebih banayak  Perlu pendingin dan ventilasi relatif banyak 3/22/13 .

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GEDUNG BERTINGKAT 3/22/13 .

KELEBIHAN  Berkesan menarik  Penghematan biaya dalam pembelian tanah  Perluasan ruangan bisa ke atas dan ke bawah 3/22/13 .

KEKURANGAN Tidak cocok untuk jenis usaha manufaktur dan hanya cocok untuk industri jasa 3/22/13 .

HIGH BAY AND MONITORING BUILDING Gedung ini memiliki ciri2 hampir semua dinding vertikal diberi jendela untuk ventilasi 3/22/13 .

pesawat.GEDUNG BENTUK KHUSUS Tipe gedung ini lebih disesuakain dengan proses produksinya. dll 3/22/13 . misal untuk pembuatan kapal.

HAL2 YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM DISAIN BANGUNAN PABRIK  Biaya- biaya bangunan  Sistem komunikasi dalam pabrik  Keamanan  Kebutuhan-kebutuhan ruang  Peralatan untuk produksi 3/22/13 .

3/22/13 .PENYUSUNAN PERALATAN PABRIK (PLANT LAYOUT) Plant Layout adalah segala usaha yang menyangkut penyusunanpenyusunan yang bersifat fisik mengenai perlengkapan dan peralatan industri. misal: bahan baku dan mesin.

c. Untuk meningkatkan pelayanan bagi langganan. a. Mengurangi biaya produksi. d. b. Cepat dan dapat dipercaya Mutu lebih baik Biaya Material handling Biaya Buruh Biaya Overhead Biaya Scrap dan waste 3/22/13 2.MAKSUD DAN TUJUAN 1. a. b. .

Mempercepat perputaran uang. Meningkatkan semangat kerja a. . b.orang Penggunaan tenaga fisik berkurang Mengurangi kecelakaan-kecelakaan Kondisi kerja lebih baik 3/22/13 4. Aliran proses produksi lebih cepat Mempercepat perputaran persediaan Meningkatkan efektivitas mesin-mesin dan orang.MAKSUD DAN TUJUAN 3. c. c. b. a.

FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANAGAN PLAN LAYOUT         Bahan ( Material) Mesin ( Machine ) Orang ( Man ) Pemindahan ( Movement ) Menunggu ( waiting ) Pelayanan ( Service ) Gedung ( Building ) Perubahan ( Change ) 3/22/13 .

TIPE LAY OUT Line lay out (layout by product) Fungsional Layout (layout by process) Layout by fixed position 3/22/13 .

3/22/13 .  Biasanya digunakan oleh perusahaan yang hanya menghasilkan satu jenis barang/produk.LINE LAYOUT (Layout By Product)  Merupakan penyusunan fasilitas-fasilitas produksi yang penempatannya disesuaikan dengan urutan/jalannya proses produksi sejak dari bahan mentah sampai dengan barang jadi.

LINE LAYOUT (Layout By Product) G F E D C B A 3/22/13 BAHAN BAKU H I J BARANG JADI .

CIRI-CIRI LINE LAYOUT (Layout By Product)  Semua alat produksi diatur menurut urutan dari proses yang dibutuhkan. digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan produk yang sejenis. menggunakan ban berjalan/ 3/22/13  Biasanya  Produk  Biasanya Conveyo . yang dihasilkan telah mempunyai standar tertentu.

KEBAIKAN LINE LAYOUT (Layout By Product) Adanya aliran (Flow) tertentu Material Macam handling berkurang sehingga adanya penghematan waktu dan tenaga. pekerjaan di d dalam proses lebih lebih terbatas sedikit Inspeksi/pemeriksaan Koordinasi Tidak pekerjaan lebih sederhana 3/22/13 ban yak memerlukan karyawan. .

KEBURUKAN LINE LAYOUT (Layout By Product) Menggunakan Kurangflek mesin lebih banyak. sehingga investasi relatif lebih tinggi. Kerusakan Biaya mesin yang satu akan mengganggu kontinyuitas pekerjaan. sibel dalam pembuatan macam produk. pemeliharaan ( Maintenance Cost ) lebih mahal 3/22/13 .

3/22/13 .FUNCTIOANAL LAYOUT (Layout By Process) Yaitu penyusunan letak fasilitas produksi dengan cara pengelompokan terhadap kegiatankegiatan yang sama dimana fasilitas yang mempunyai fungsi yang sama di tempatkan pada kelompok tertentu.

FUNCTIOANAL LAYOUT (Layout By Process) R R R M M M OUTPUT 3/22/13 B B B INPUT INPUT OUTPUT .

hasil produksinya beranekaragam produk yang dihasilkan relatif sedikit  Biasanya  Jumlah  Produk yang dihasilkan masing-masing mempunyai standar yang berbeda. 3/22/13 .CIRI-CIRI FUNCTIOANAL LAYOUT (Layout By Process)  Mesin dan peralatan yang mempunyai fungsi dikelompokkan pada tempat yang sama.

KEBAIKAN FUNCTIOANAL LAYOUT (Layout By Process)  Mesin banyak digunakan untuk macammacam pekerjaan yang dibuat banyak jenisnya berbagai order/pesanan  Produk  Kalau  Dapatmelayani mesin yang satu macet maka bisa digunakan mesin yang lain tanpa mengganggu kontinyuitas orang dapat bekerja secara special. 3/22/13  Tiap .

3/22/13  Memerlukan .KEBURUKAN FUNCTIOANAL LAYOUT (Layout By Process)  Material handling cost tinggi dikarenakan aliran yang tidak pasti pekerjaan memerlukan ketelitian terdapat aliran yang pasti  Kordinasi  Tidak  Dapat menimbulkan penumpukan bahan dan barang jadi lebih banyak pengawasan.

3/22/13 .LAYOUT BY FIXED POSITION Merupakan penempatan berbagai fasilitas produksi yang diletakan ditempat proses produksi berlangsung. Membangun Jembatan. Kegiatan produksi diarahkan pada suatu pusat yang tidak dapat dipindah-pindahkan sehingga semua peralatan. mesin dan tenaga kerja yang diperlukan untuk pengolahan didatangkan ketempat tersebut. Galangan kapal. bahan. Contohnya: Pembuatan roket. dll.

LAYOUT BY FIXED POSITION 3/22/13 .

KEBAIKAN LAYOUT BY FIXED POSITION  Orang/ pekerja ahli mudauntuk dipindahkan barang setengah jadi  Pengangkutan berkurang  Analisa  Tidak pekerjaan tidak usah terlalu banyak dapat dengan mudah diubah-ubah  Pekerjaan banyak dibutuhkan tenaga ahli. 3/22/13 .

KEBURUKAN LAYOUT BY FIXED POSITION  Sukar  Unsur mendapatkan tenaga ahli waktu sulit diatasi.  Peralatan  Kadangkala 3/22/13 . antik atau unik. terutama pada saat pesanan banyak besar sukar dipindah-pindahkan sulit untuk memenuhi permintaan yang aneh.

2. 3. Rencanakan secara overall.LANGKAH2 PENYUSUNAN PLAN LAYOUT 1. kemudian detailnya Rencanakan idealnya. kemudian praktisnya Ikuti tahap-tahap penyusunan berikut (waktu Overlapingnya: waktu yang bisa digunakan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan 3/22/13 .

LANGKAH2 PENYUSUNAN PLAN LAYOUT Location Overall Lay Out Detail Layout Instalation Waktu 3/22/13 .

Rencanakan proses mesin berdasarkan bahan-bahan. dengan menggunakan rumus: Product Design and Specification + Quantity and Rate of Product = Machinary (Jumlah dan Macam) 3/22/13 .LANGKAH2 PENYUSUNAN PLAN LAYOUT 4.

Rencanakanlay out berdasarkan prosesdaripadamesinitusendiri denganmenggunakanrumus: Mesin+ Pertimbangan lainnya= Type lay Out 3/22/13 .LANGKAH2 PENYUSUNAN PLAN LAYOUT 5.

LANGKAH2 PENYUSUNAN PLAN LAYOUT
6. 7.

Rencakan gedung disekelilingnya Recanakan dengan bantuan gambar/skema/peta yang kelihatan secara visual Renacakan dengan bantuan lainnya (misal: model, template, maket, dll.) Cek layout ini Yakinkan dapat diterapkan atau 3/22/13 dijual.

8.

9. 10.

PENERANGAN Penerangan adalah faktor yang penting dari lingkungan kerja yang dapat memberikan kepuasan dan produktifitas kepada karyawan/ pegawai

3/22/13

FUNGSI PENERANGAN
 Menjadikan

suatu tempat kerja yang

aman
 Membantu  Membantu  Membantu

dalam melaksanakan atau berhasilnya suatu kegiatan dalam penglihatan maupun tenaga dalam memberikan semangat kerja
3/22/13

KEUNTUNGAN PENERANGAN  Menaikkan produksi dan menekan biaya ketepatan dalam pekerjaan  Meningkatkan  Meningkatkan  Mengurangi pemeliharaan gedung dan kebersihan pabrik tingkat kecelakaan yang pengamatan atau 3/22/13 terjadi  Memudahkan pengawasan .

KEUNTUNGAN PENERANGAN        Memperbaiki moral para pekerja Membantu memudahkan melanjutkan kegiatan produksi Mengurangi ketegangan mata Penggunaan ruang lantai yang lebih baik Mengurangi turn over buruh/ pegawai Mengurangi dari kerusakan dari barang-barang Mengurangi hasil kerja yang dikerjakan kembali 3/22/13 .

HUBUNGAN PRODUKTIFITAS DAN PENERANGAN Hubungan antara penerangan denga produktifitas sangatlah berpengaruh. dengan bertambahnya penerangan maka produktifitas akan naik 3/22/13 .

Lampu c. .PENERANGAN DALAM PERUSAHAAN 1. Penerangan buatan (artificial) a. Lampu pijar merkury Lampu Neon 3/22/13 b. Penerangan alam (natural) Penerangan dari sinar matahari 2.

PERAWATAN PENERANGAN Intensitas penerangan yang cukup sangatlah penting bagi suatu perusahaan/ pabrik. maka dari itu pemeliharaan lampulampu sangatlah penting agar intensitas cahaya dapat terjaga. 3/22/13 .

kelancaran dan juga memelihara pendengaran pegawai.BUNYI RIBUT (NOISE) Tujuan daripada pengaturan bunyi adalah demi kenyamanan . 3/22/13 .

Mengurangi intensitas bunyi dari sumbernya Mencegah penyebaran suara ribut tersebut Menghindari adanya pemantulan suara dengan menggunakan bahan2 penyerap suara 3/22/13 .PENGATURAN SUARA Tindkan yang dapat dilakukan dalam mengurangi bunyi ribut: 1. 2. 3.

DAN PERTUKARAN UDARA Keadaan udara sering berkaitan dengan ruang/ tempat. Misalnya dengan menggunakan AC. kebersihan. KELEMBAPAN. 3/22/13 . dan penyaluran udara yang ada dalam pabrik. Perlu adanya sitem untuk mengawasi/ mengatur suhu. kelembapan.KEADAAN.

dan terutama menjaga bahan atau produk yg perlu dilindungi dari perubahan-perubahan udara terutama udara dingin 3/22/13 .PEMANASAN (HEATING) Sekarang banyak pabrik menggunakan pemanas yg di pasang di langit-langit pabrik dengan harapan untuk menjaga udara agar tetap panas.

mesin. bahan-bahan dan dana) yang ada 3/22/13 .PROSES PRODUKSI Cara metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumbersumber (tenaga kerja.

JENIS PROSES PRODUKSI Proses produksi yang terus -menerus (continuous processes) 2. 3/22/13 . Proses produksi yang terputusputus ( intermitten processes) 1.

PROSES PRODUKSI YANG TERUS MENERUS Terdapat waktu yg panjang tanpa adanya perubahan-perubahan dari pengaturan dan penggunaan mesin serta peralatannya menggunakan mesin-mesin untuk dipersiapkan (set up) untuk memproduksi dalam jangka panjang. pabrik menghasilkan produk untuk pasar (produksi massa). prosesnya terus menerus selama jenis produk yang dihasilkan sama. pabrik ban dll 3/22/13 . tanpa mengalami perubahan. contoh : pabrik susu.

3.CIRI2 PROSES PRODUKSI YANG TERUS MENERUS 1. Produk yg dihasilkan dalam jumlah besar (produksi massa) dengan variasi yg kecil dan sudanh distandarisir. . Menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan urutan pengeriaan dari produk yang dihasilkan (product lay out) Mesin-mesin yg dipakai dalam proses produksi adalah mesin yang bersifat khusus (special purpose machines) 3/22/13 2.

7. Mesin-mesin yg otomatis memerlukan operator khusus. 8.CIRI2 PROSES PRODUKSI YANG TERUS MENERUS 4. 5. 6. Apabila salah satu mesin rusak/macet maka seluruh produksi akan terhenti Jumlah tenaga kerja tidak terlalu banyak Membutuhkan maintenance spesialist khusus Pemindahan bahan-bahan menggunakan ban berjalan 3/22/13 .

Menghasilkan produk berdasarkan pesanan. variasi produk yang berganti-ganti. Furniture Dll    3/22/13 . Contoh: Tailor. Bengkel Las.PROSES PRODUKSI YANG TERPUTUS2  Terdapat waktu yang pendek dalam persiapan (Set-Up) peralatan untuk perubahan yang cepat.

CIRI2 PROSES PRODUKSI YANG TERPUTUS2 1. 5. 2. karena mesin yang digunakan besifat umum Apabila salah satu mesin rusak tidak menggangu proses produksi 3/22/13 4. Produksi yg dihasilkan dalam jumlah kecil dengan varian yg beragam dan berdasarkan pesanan Cara penyusunan peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi (Process Layout) Mesin2 yang dipakai dalam proses produksi bersifat umum. . sehingga dapat menghasilkan berbagai produk Pengaruh individual operatos sangat besar. 3.

8. maka banyak membutuhkan pengawasan yg banyak Persediaan barang mentah berdasarkan pesanan. Pemindahan barang2 menggunakan tenaga manusia dan peralatan seperti kereta dorong atau forklif Dalam proses ini sering terjadi pemindahan bahan. 3/22/13 7. Karena mesin bersifat umum dan variasi produknya besar dan pekerjaan yg bermacam-macam. sehingga diperlukan ruangan yang besar.CIRI2 PROSES PRODUKSI YANG TERPUTUS2 6. 9. .

MESIN DAN PERALATAN Mesin dibedakan menjadi dua jenis : 1. Contoh: mesin bor (drill press) pada pabrik atau bengkel 3/22/13 . Mesin-mesin yg bersifat umum/serbaguna (general purpose machines) : merupakan suatu mesin yg dibuat untuk mengerjakan pekerjaan tertentu untuk berbagaijenis produk.

3/22/13 . Mesin-mesin yg bersifat khusus (special machines purpose) : merupakan mesin yg direncanakan atau dibuat untuk mengerjakan satu atau beberapa jenis kegiatan yg sama & satu macam hasil contoh: mesin untuk pabrik gula.MESIN DAN PERALATAN 2. semen dll yang digunakan untuk produksi massa.

CIRI2 MESIN SERBAGUNA      Bentuk standar dan biasanya diproduksi dalam jumlah besar Penggunaan sangat fleksibel Diperlukan tenaga terdidik dan keahlian untuk mengoperasikan mesin. 3/22/13  . Dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Perlu adanya pengecekan hasil produk. Penggantian (replacement) mesin lebih mudah dilakukan karena bentuk mesin ini standar. Biaya pemeliharaan mesin cukup murah dan mudah.

karena diperlukan tenaga ahli khusus.CIRI2 MESIN KHUSUS  Mesin  Mesin mesin ini biasanya dibuat atas dasar pesanan dan dalam jumiah yang kecil bersifat otomatis sehingga pekerjaan lebih cepat tenaga operasi mesin lebih sedikit  Dibutuhican  Biaya pemeliharaan lebih mahal dari pada mesin serba guna. 3/22/13 .

ini akan mengalami perubahan sepenuhnya apabila terdapat/muncul mesin lain yg lebih canggih 3/22/13  Mesin .CIRI2 MESIN KHUSUS  Karena  Mesin mesin untuk produksi massa maka biaya produksi reiatif lebih rendah ini tidak untuk melayani perubahan produk yg diminta oleh konsumen. karena tingkat produksi telah ditentukan.

3/22/13  . Dalam hal Ini banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam proses produksi yang harus dilalui dalam suatu pabrik. yaitu kegiatan yg dimulal sejak bahan2 masuk atau diterima di pabrik sampai saat barang jadi /produk akan dikeluarkan darI pabrik. Pekerjaan material handling ini memakan blaya produksi yg besar.MATERIAL HANDLING  Merupakan kegiatan memindahkan bahan/barang dalam proses didalam pabrik.

MATERIAL HANDLING  Apabila terdapat kesalahan dalam memindahkan atau menghandle bahan/ barang yg diproses maka menyebabkan biaya material handling lebih baser. 3/22/13 . dan waktu yg diperlukan juga semakin panjang.

Adanya in efisiensi dalam kegiatan ini karena tidak diperhatikan kapasitas peralatan yang tersedia.SEBAB2 ADANYA PEMBOROSAN DALAM MATERIAL HANDLING  Adanya kelambatan aliran bahan2 yg akan atau sedang dikerjakan dalam proses produksi. sehingga sering terjadi penggunaan peralatan dibawah kapasitas (under capacity) atau penggunaan peralatan melebihi kapasitas (over capacity) yg menyebabkan peralatan cepat rusak. 3/22/13  .

Adanya pemborosan dalam menghandle bahan2 di bagian pemeliharaan yg disebabkan karena kurangnya pengawasan langsung dalam penyusunan barang2 dan memindahkan barang2 3/22/13  .SEBAB2 ADANYA PEMBOROSAN DALAM MATERIAL HANDLING  Sering dibutuhkan waktu yg agak lama untuk memindahkan bahan2 atau barang2 di tempat2 pengiriman. yg disebabkan tempat2 tersebut tidak diatur dengan baik. penerimaan dan pemeriksaan.

handling dipilih berdasarkan pertimbangan efisiensi dan dapat dipergunakan dalam seluruh kegiatan pabrik.USAHA2 YG DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI BIAYA MATERIAL HANDLING  Pekerjaan material handling yg penggunaannya tetap sebaiknya menggunakan ban berjalan (conveyer) atau forklift.  Peralatan 3/22/13 .

selain itu juga adanya biaya pemeliharaan. 3/22/13  Harus . mempertimbangkan biaya yg dikeluarkan (investasi) dan kegiatan material handling yg dilakukan.USAHA2 YG DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI BIAYA MATERIAL HANDLING  Dalam merencanakan plant layout yg baru atau memperbaiki layout yang ada. harus memperhatikan untuk perencanaan pekerjaan material handling.

sehingga mengurangi waktu pengerjaan dan waktu pemindahan. 3/22/13  Plant .ASPEK PRODUKSI YG MENYANGKUT KEGIATAN MATERIAL HANDLING  Product design. dimana produk yg dibuat harus direncanakan sedemikian rupa sehingga mudah diangkut atau dipindahkan. layout. bagian2 dan peralatan harus diatur supaya pemindahan bahan2/ barang­2 dalam proses dapat berjalan dengan lancar.

Production planning. dimana suatu layout yg direncanakan akan mencegah kemacetan dalam aliran atau pergerakan bahan2 dalam proses. agar pembungkusnya mudah diangkut atau dipindahkan 3/22/13   . urut-urutan produksi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga pemindahan bahan-­ bahannya mudah dilaksanakan Pengepakan (packaging) harus diperhatikan.ASPEK PRODUKSI YG MENYANGKUT KEGIATAN MATERIAL HANDLING  Plant layout dan material handling merupakan satu perencanaan.

MATERIAL HANDLING YANG BAIK DAN EFISIEN  Biaya  Hasil handling menjadi lebih murah yg ditampung lebih banyak waktu yg tidak produktif  Berkurangnya  Mempertinggi  Mengurangi  Mengurangi keselamatan kerja dan mencegah kerusakan barang penggunaan tenaga kerja biaya produk 3/22/13 .

PENGAWASAN PRODUKSI Meliputi :  Pembelian bahan baku  Pengawasan persediaan  Routing  Penjadwalan  Pengawasan kualitas 3/22/13 .

layanan. kecepatan. dan ketersediaan kredit. kualitas.TUGAS UTAMA MANAGER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU  Memilih pemasok bahan baku Mempertimbangkan karakteristik: harga.  Memperoleh  Outsourcing diskon volume 3/22/13 .

PENGAWASAN PERSEDIAAN  Pengawasan persediaan bahan baku Biaya pemeliharaan vs. Biaya pemesanan  Pengawasan persediaan work-in-process  Pengawasan persediaan barang jadi Supply and Demand 3/22/13 .

Penetapan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi.  Penjadwalan: 3/22/13 . Routing: Urutan kerja yang perlu dilalui untuk menghasilkan produk.

luas perusahaan dan perencanaan pendahhuluan 3/22/13 .FUNGSI DAN SITEM PRODUKSI  Sistem produksi  Penentuan produk perusahaan  Desai produk  Teknologi.

SISTEM PRODUKSI  Sistem produksi merupakan gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan & saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan 3/22/13 .

ELEMEN2 DALAM SISTEM PRODUKSI  Produk perusahaan  Lokasi pabrik  Letak fasilitas produksi dipergunakan dalam perusahaan  Lingkungan kerja karyawan  Standar produksi 3/22/13 .

SISTEM PRODUKSI DALAM PERUSAHAAN  Bahan baku yang dipergunakan  Tenaga kerja langsung  Dana yang tersedia  Lain-lain yang dibutuhkan perusahaan 3/22/13 .

SUBSITEM DARI SITEM PRODUKSI  Produk yang dapat diproduksi  Lokasi pabrik  Letak fasilitas  Ligkungan kerja yang ada  Standar produksi yang berlaku/ SOP 3/22/13 .

dan tahap pemberhentian. yaitu : perencanan. persiapan & percobaan. .SIKLUS UMUR PRODUKSI  Sistem produksi yg ada di perusahaan memiliki siklus umur tertentu. Untuk itu perlu diadakan suatu revisi dan evaluasi sistem yang ada agar tidak tertinggal 3/22/13 dengan perusahaan lainnya. secara umum siklus produksi memeiliki beberapa tahapan. tahap pemakaian normal.

SIKLUS UMUR SISTEM PRODUKSI Pemakaian Normal Perencanaan Persiapan & Percobaan Pemberhentian Waktu 3/22/13 .

SIKLUS UMUR PRODUKSI DENGAN PENGEMBANGAN PRODUK Sistem Pertama Sistem Kedua Siklus Umur Produk Pertama Siklus Umur Produk Baru Pemberhentian Desain Pertama Desain Kembali Waktu 3/22/13 .

HAL2 YANG MENGAKIBATKAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA  Perluasan usaha  Perubahan teknologi  Perubahan selera konsumen  Penggabungan sitem produksi : untuk mempertahankan diri beberapa perusahaan menggabungkan diri namun sitem produksi tetap berjalan 3/22/13 sendiri2 dengan tetap .

karena adanya pengganian teknologi dalam suatu departemen 3/22/13  Pemberhentian .PEMBERHENTIAN PERMANEN  Pemberhentian total : pemberhentian penggunaan sitem produksi dalam perushaan secara keseluruhan dan tidak akan dipergunakan lagi lokal : pemberhentian terhadap salah satu atau beberapa elemen yang ada dalam suatu sitem produksi.

PEMELIHARAAN (MAINTENANCE)  Merupakan suatu kegiatan menjaga fasilitas/ peralatan pabrik & mengadakan perbaikan atau pengantian yang diperlukan agar keadaan produksi sesuai dengan yang direncanakan 3/22/13 .

TUJUAN FUNGSI PEMELIHARAAN  Kemampuan produksi sesuai dengan rencana produksi  Menjaga kualitas produk dan kegiatan produksi tidak terganggu  Menghindari hal2 yg membahayakan keselamatan pekerja 3/22/13  Dengan adanya pemeliharaan .

JENIS2 PEMELIHARAAN  Preventive maintenance : dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan2 yang tidak terduga yang menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan maintenance : kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan pada fasilitas atau peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik 3/22/13  Corrective .

PREVENTIVE MAINTENANCE  Routine maintenance : kegiatan pemeliharaan yg dilakukan secara rutin. dan penyetelan katup2 cylinder mesin 3/22/13  Periodic . Misal : pengecekan bahan bakar. Misal : pembongkaran carburator. pembersihan peralatan maintenance : kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara periodik/ jangka waktu.

PENTINGNYA PREVENTIF MAINTENANCE  Kerusakan  Akan fasilitas membahayakan kesehatan dan keselamatan kerja mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan fasilitas akan menyebabkan berhentinya proses produksi yang ditanam pada fasilitas tersebut cukup besar dan mahal 3/22/13  Kemacetan  Modal .

SYARAT2 AGAR PEMELIHARAAN DAPAT EFISIEN  Harus  Harus  Harus  Harus ada data mengenai mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan ada penjadwalan perencanaan dan ada persedian mesin2 yang ada sparepart ada pengawasan dan analisis 3/22/13 .

PENGAWASAN PERSEDIAAN  Menghilangkan  Menghilangkan resiko keterlambatan persediaan bahan2 resiko bahan yg kurang baik  Mempertahankan stabilitas operasi penggunaan mesin 3/22/13 perusahaan  Mempertahankan yang optimal .

METODE PENILAIAN PERSEDIAAN  First In .First Out (FIFO Method)  Rata2  Last tertimbang ( Weight Average Method) In – Last Out (LIFO Method) 3/22/13 .

FIFO METHOD  Cara ini didasarkan atas asumsi bahwa harga untuk barang yang sudah terjual dinilai harga pembelian barang yang terdahulu akhir dinilai menurut harga pembelian barang yang terakhir masuk  Persediaan 3/22/13 .

Dengan demikian maka persediaan dinilai berdasarkan harga rata2 3/22/13 .RATA-RATA TERTIMBANG  Didasarkan atas harga rata2 dimana harga tersebut dipengaruhi oleh jumlah barang yang diperoleh pada masing2 harganya.

sehingga persedian yang masih ada dinilai berdasarkan harga pembelian barang yang terdahulu 3/22/13 .LIFO METHOD  Didasarkan atas asumsi bahwa barang yang telah terjual dinilai menurut harga pembelian barang yang terakhir masuk.

sehingga produk yang dijual ke konsumen adalah produk yang bagus 3/22/13 .PENGAWASAN MUTU  Kegiatan yang dilakukan produsen untuk mengawasi hasil produksi agar outputnya dapat selalu terjaga mutunya.

PENGAWASAN MUTU YANG INTENSIF  Pengetesan  Pengetesan bahan baku dari hasil setiap tahap dalam proses prduksi dari awal sampai akhir pengepakan pengiriman  Pengawasan  Pengawasan 3/22/13 .

MACAM2 PENGAWASAN MUTU  Pengawasan mutu total (100%) : Pengawasan seluruh barang hasil produksi sampling : mengambil sebagian sampel dari seluruh barang defect : Menekan jumlah kerusakan produk sampai titik paling kecil 3/22/13  Teknik  Zero  ISO .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->