P. 1
Laporan Praktikum Sistem Koloid

Laporan Praktikum Sistem Koloid

|Views: 882|Likes:
Published by Puput Novianti

More info:

Published by: Puput Novianti on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KOLOID

SISTEM KOLOID I. Tujuan : Untuk mengetahui jenis, bentuk dan cara pembuatan koloid II. Landasan Teori A. Sistem Dispersi Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut dengan sistem dispersi. 1. Suspensi Suspensi adalah sistem dispersi dengan partikel yang berukuran relatif besar tersebar merata di dalam medium pendispersinya. Pada umumnya merupakan campuran heterogen, sehingga dapat diamati hanya dengan mata telanjang. 2. Larutan Larutan adalah sistem dispersi dengan ukuran partikelnya sangat kecil, sehinggatidak dapat diamati (dibedakan) antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi meskipun menggunakan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi. 3. Koloid Koloid berasal dari bahasa Yunani “kolia” yang artinya lem. Koloid pertama kali dikenalkan oleh Thomas Graham (1861) berdasarkan pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tapi sulit terdisfusi. Koloid atau dispersi koloid (sistem koloid) adalah sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari laritan tapi lebih kecil dari susoensi, dengan ukuran partikel antara 1nm – 100nm sehingga tidak bisa diamati dengan mata telanjang tetapi dapat diamati dengan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi. Secara umum perbedaan suspensi, larutan dan koloid dapat dilihat pada tabel berikut. Larutan (Dispersi Molekuler) 1. Koloid (Dispersi Koloid) Secara mikroskopis bersifat homogen, tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra. 1. Partikel berdimensi 2. anatara 1nm sampai 100nm. Dua fasa. 3. Pada umunya stabil. 4. Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaringan ultra. 5. Contoh: Sabun, susu, santan, jeli, selai, mentega, dan Suspensi (Dispersi Kasar)

1. Homegen, tak dapat Dibedakan walaupun menggunakan mikros kop ultra. 2. Semua partikel berdimensi 2. (panjang, lebar, atau tebal) kurang dari 1nm. 3. Satu fasa. 3. 4. Stabil. 4. 5. 5. Tidak dapat disaring. Contoh: Larutan gula, larutan garam, alkohol 70%, larutan cuka, airlaut,

Heterogen. Salah satu atau semua dimensi partikel besar dari 100nm. Dua fasa. Tidak stabil.

Dapat disaring Contoh: Air Sungai yang keruh, campuran air dengan

Sifat-Sifat Koloid 1. kerupuk Pati dalam air. Efek Tyndall Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Emulsi Sistem koloid dari zat cair ynag terdispersi dalam zat cair disebut emulsi. 7. cat semprot. Seperti halnya dengan emulsi. cat. mayones. 2. pasta Debu. yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi (medium dispersi). kaca warna Keju. dan bensin. jeli Susu. Buih Sistem koloid dari gas yang tedispersi dalam zat cair disebut buih. 4. Syarat terjadinya emulsi ini adalah dua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat. dan lain-lain. 3. 5. Jenis-Jenis Koloid Sistem koloid terdiri atas 2 fasa. Berdasarkan jenis fasa terdispersi dan fasa pendispersinya koloid dapat dibedakan menjadi 8 jenis sebagai berikut: No. Gel Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair) disebut gel. mentega Batu apung. 1. seperti hair spray. 4. 5. dan campuran minyak dengan air B. Koloid jenis sol banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Banyak produk dibuat dalam bentuk aerosol. obat nyamuk semprot. campuran kopi dengan air. pasir. parfum. santan Manyonaise Krim. yaitu emulsi minyak dalam air (M/A) dan emulsi air dalam minyak (A/M). Emulsi dapat digolongkan kedalam dua bagian. Fase Terdispersi Padat Cair Gas Padat Cair Gas Padat Cair Fase Pendispersi Padat Padat Padat Cair Cair Cair Gas Gas Jenis (nama koloid) Sol padat Emulsi padat Busa padat Sol. gel Emulsi Busa Aerosol padat Aerosol cair Contoh Mutiara. Efek tyndall ini ditemukan . Untuk menghasilkan aerosol diperlukan suatubahan pendorong (propelan aerosol). jika zat yang terdispersi berupa zat cair. 2. 6. asap Awan kabut 1. 8.udara yang bersih. Aerosol Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Sol Sistem koloid dari pertikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol.untuk menstabilkan buih diperlukan zat pembuih. disebut aerosol cair. disebut aerosol padat. 3. C.

Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Akibatnya. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. sedangkal . atau hanya bervibrasi di tempat seperti pada zat padat.Sebaliknya. yaitu : Proses adsorpsi. melainkan didalam sol padat tersebut. (ii) Koloid As2S Bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam zat padat (suspensi). Muatan Koloid Sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Adsorbsi Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. hal ituterjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Semakin tinggi suhu sistem koloid. maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya. 2. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Oleh karena ukuran partikel cukup kecil. Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. cahaya akan dihamburkan.oleh John Tyndall(1820-1893). Muatan Koloid Sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. a. semakin cepat gerak Brown terjadi. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. pada larutan sejati. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid.Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 Bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. seorang ahli fisika Inggris. Beda halnya dengan absorpsi. semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Contohnya sumber muatan koloid. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas. gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya. partikel-partikelnya relatif kecilsehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. Demikian pula. 3. pergerakan partikelpartikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Maka terdapat gayatolak menolak antar partikel koloid.maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya. semakin rendah suhu sistem koloid. Gerak Brown Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). koagulasi. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif.koloid liofil dan liofob. maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. elektroforesis koloid sol. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas. lapisan bermuatan ganda. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. maka gerak Brown semakin lambat. kestabilan koloid. sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan). Semakin kecil ukuran partikel koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. semakin besar ukuran partikel koloid.

Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell. Van der Waals.menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil. c. Yaitu. Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik.partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Adanya lapisanini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral 4. Contoh:gelatin pada sol Fe(OH)3. Model lapisan berganda terse but dijelaskan pada lapisan ganda Stern. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya. Penambahan kation pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil. maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CIsehingga bermuatan positif.Gaya tolak . Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Gaya ketiga ialah gaya tarik . Dengan terjadinya koagulasi. Gaya ini terjadi karena pertumpang tindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan sama.menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. Contoh: es krim. atau garam).Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaituzat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi. . Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid.menarik yang dikenal dengan gaya London.Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Gaya pertama ialah gaya tarik . maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda.Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas koloid ialah muatan permukaan koloid. pendinginan atau pengadukan cepat. Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara:  Mekanik Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan.partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap. Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekelilingkoloid tersebut. Lapisan Bermuatan ganda Pada awalnya. cat.  Kimia. sirup masam-masam. Contoh: susu. partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. 5. Gaya kedua ialah gaya tolak menolak. Jika anion CI. Besarnya muatan pada permukaan partikel dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Kestabilan Koloid Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ Sehingga bermuatan positif.berlebih. b. Dengan penambahan elektrolit (asam. Terkadang. Gaya ini menyebabkan partikel . basa.Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan darimedium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air. Koloid lain ini disebut koloid pelindung. pergerakan partikel-partikel koloid dalam medan listrik ke masing-masing elektrode. gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan. tinta.

 Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan. Koloid Liofil Koloid liofil yaitu koloid yang ´senang cairan´. katode. dan agar-agar.  Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. kita mengenal dua macam koloid. Partikel koloid akan mengadsorpsimolekul cairan.  Akan bergerak ke anode atau katode.  Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit.  Memberikan efek Tyndall yang lemah.  Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan. tujuan penambahan zat ini untuk menjaga agar tidak mudah terpisah.D. kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya. Koloid Liofob Koloid liofob yaitu koloid yang ´benci cairan´.  Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel. Ciri-ciri koloid liofil dan liofob Liofil  Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya. sistem koloid dimasukan kedalam bejana yang berisi air mengalir. yaitu selaput yang dapat melewatkan partikel kecil seperti ion atau molekul sederhana.  Terdapat proses solvasi/ hidrasi. a. protein. .  Memiliki muatan positif atau negatif.  Reversibel. Koloid Liofil dan Koloid Liofob Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya. Dialisis Proses dialisis adalah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu. tergantung jenis muatan partikel.partikel ion yang bermuatan listrik.  Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol.  Dapat bermigrasi ke anode. 2.  Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Kantong koloid terbuat dari selaput semipermiabel. koloid pelindung pada emulsi disebut sebagai emuigator. Carakerja koloid pelindung adalah dengan membentuk lapisan disekeliling partikel koloid yang dilindungi. Contoh koloid liofob adalah sol sulfidadan sol logam.  Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi. Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan.  Memberikan efek Tyndall yang jelas. Liofob  Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya. Contoh koloid liofil adalah kanji. Kestabilan Koloid 1. Koloid Pelindung Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan kedalam sistem koloid agar menjadi stabil. Dalam proses ini.  Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi. atau tidak bermigrasi sama sekali. yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi disekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung. sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. 3. b. artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi.

Data Pengamatan : . aduk sampai larutan berwarna cokelat merah. Ambilsatu takaran dari campuran tersebut. Cara kerja pembuatan emulsi dan gel : Emulsi Campurkan 1 ml minyak tanah didalam tabung reaksi. Kemudian dinginkan dan panaskan kembali. Gel Sediakan 15 ml larutan kalsium astat jenuh dalam gelas kikia 250ml. a. 1.aduk Campurkan 1 sendok kecil hasil gerusan di atas dengan 150 sendok air. Tuangkan sekaligus 15 ml alkohol 95% ke dalam larutan tadi. b. Tuangkan campuran terakhir ke dalam air dalam gelas kimia. 2. Cara kerja pembuatan sol dengan cara dispensi : Campurkan satu takaran belerang dan satu takaran gula pasir dalam lumpang. teruskan sampai emapat kali. Kemudian dinginkan. gerus sampai halus. dan panaskan kembali. c. Panaskan sesendok kecil agar-agar dengan 100ml air. Kemudian dinginkan dan panaskan kembali.aduk. b. b. Bakar sedikit gel di dalam cawan. d. kocok kuat-kuat dan simpan di rak tabung. kocok kuat-kuat dan simpan di rak tabung. 1. Bandingkan dengan campuran belerang yang tidakdi gerus dalam air Cara kerja pembuatan sol dengan cara kondensasi : Panaskan 50ml air dalam gelas kimia 100ml sampai mendidih. tambahkan gula dan gerus lagi sampai halus. c. aduk Campurkan 1 sendok kecil hasil gerusan di atas dengan 100 sendok air. Cara Kerja : Cara kerja pembuatan sol liofil dan liofob : Sol agar-agar Panaskan sesendok kecil agar-agar dengan 50 ml air. Alat dan Bahan Alat: Pemanas Gelas Kimia Lumpang Pengaduk Cawan Tabung Reaksi : Bahan : Agar-agar Air Gula pasir Fe(OH)3 FeCl3 Minyak Tanah Larutan Sabun Larutan Kalsium Asetat Jenuh Alkohol 95% IV. b. Tambahkan 25 tetes larutan sabun. a. a. V. a. c. Panaskan sesendok kecil agar-agar dengan 150ml air. b.III. 2. b. a. Sol belerang Campurkan 1 sendok kecil hasil gerusan di atas dengan 50 sendok air. Tambahkam 25 tetes larutan FeCl3 jenuh. a.

Pembuatan sol Dengan kondensasi Hasil Pengamatan: . menjadi dinginkan dan panaskan kembali. Campurkan 1 sendok kecil hasil pasir gerusan di atas dengan 100 sendok sampai air. Setelah dipanaskan lar. 3. Kemudian menggumpal sedikit dinginkan dan panaskan kembali. Setelah dipanaskan kembali Larutan dengan 50 ml air.1. Campurkan 1 sendok kecil hasil gerusan di atas dengan 150 sendok air. warna 3. sol warna kuning 2.menjadi cair 3. b. Belerang dan gula air terdispersi. Pembuatan sol liofil dan liofib a. Kemudian dinginkan. Setelah didinginkan larutan menjadi menggumpal. 1. Telihat warna kuning samar-samar. Setelah dipanaskan larutan agak mencair. Panaskan sesendok kecil agar-agar 3. agar dengan 100 ml air. Setelah didinginkan lar. Campurkan 1 sendok kecil hasil dengan 5 gerusan di atas dengan 50 sendok air. menjadi agar dengan 150 ml air. agak mencair dan warnanya berubah menjadi hijau tua 2. aduk sendok kecil gula 2. 1. Sol agar-agar 1. cair. Pembuatan Sol dengan cara dispersi Hasil Pengamatan a. Setelah dipanaskan kembali lar. sol warna kuning. Setelah dipanaskan kembali lar. 1. Setelah didinginkan lar. Kemudian 3. Panaskan sesendok kecil agar2. c. Sol berwarna kuning jelas. Belerang dalam air tidak terdispersi. belerang 1. Panaskan sesendok kecil agarmenggumpal sebagian. mencair b. 2. dan panaskan kembali. Telihat kuning samar-samar aduk. menjadi 2. Sol belerang Gerus 1 sendok Percobaan kecil. mencair. kuning. Gula pasir sebagai medium dispersi 3.aduk halus Pengamatan Telihat endapan warna kuning. Setelah dipanaskan lar.

Kalau cara Kondensasi adalah cara pembuatan sistem koloid dengan mengubah partikel sejati emnjadi partikel koloid. putih kekuningan membentuk zat padat warna putih.Keadaan larutan yang terjadi saat cahaya datang. Sediakan 15 ml larutan kalsium astat jenuh dalam gelas kimia 250ml. Gel Percobaan Pengamatan 1. Hasil yang terjadi disebut gel. Cara Dispersi adalah cara mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid. jelaskan perbedaan antara pembuatan. 2. kocok kuat-kuat dan minyak terpisah. Jadi sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam simpan di rak tabung. Hasil pembakaran membentuk kerak warna 2. Berdasarkan baha-bahan yang dibuat sitem koloid. Dari sistem koloid tersebut. warna hitam yang timbul ditengahnya b. sistem koloid cara dispersi dan cara kondensasi! 4. dipisahkan dengan rak tabung. Pertanyaan 1. Bagaimana pengaruh larutan sabun pada campuran minyak dan air? dan Bertindak sebagai apa air sabun tersebut? 6. Pembuatan emulsi dan gel a. tentukan yang mana yang dibuat dengan cara dispersi dan cara kondensasi? 5. ke dalam larutan tadi. Sebutkan perbedaan sol liofil dan sol liofob? 4. larutan gel. Bakar sedikit gel di dalam cawan. Tuangkan sekaligus 15 ml alkohol 95% Keadaan campuran menjadi gel. zat cair disebut emulsi. kocok kuat-kuat dan simpan di Keadaan campuran menjadi minyak dan air terpisah. Tambahkan 25 tetes larutan sabun. Jelaskan tujuan penambahan medium pendipersi yang berbeda-beda pada pembuatan sol agaragar dan belerang. Emulsi Percobaan Pengamatan Campurkan 1 ml minyak tanah didalam Keadaan campuran menjadi air dan tabung reaksi. terlihat adanya lintasan cahaya pada larutan. VI. Mengapa kalsium asetat dengan alkohol membentuk gel? . Manakah dari kedua sol tersebut yang merupakan sol liofil dan sol liofob! 3.

Kalsium asetat sukar larut dalam alkohol tetapi mudah larut dalam air. Yang termasuk sol liofil adalah Agar-agar. sedangkan yang termasuk sol liofob adalah Belerang Sol liofil adalah koloid yang fase pendispersinya suka menarik medium pendispersinya. 3. Molekul sabun terdiri dari sebuah rantai hidrokarbonpada satu ujung dan garam pada ujung yang lain. Yang termasuk cara dispersi adalah pembentukan sol belerang dengan penambahan gula dan air. sedangkan sol liofib adalah koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya.Karena rantai hidrokarbon memiliki sifat nonpolar maka rantai hidrokarbon akan larut dalam minyak sementara garam akan larut dalam zat polar(air) tetapi hubungan antara garam dan rantai hidrokarbon tetap tidak putus sehingga satu molekul sabun akan mengikat air dan minyak yang menyebabkan air dan minyak dapat bersatu. sedangkan yang termasuk cara kondensasi adalah sol belerang dalam air. Kalsium asetat perlu dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air sampai terbentuk larutan jenuh kalsium asetat. karena kalsium asetat sukar larut dalam alkohol terbentuk koloid yang berupa gel Kesimpulan Terjadinya Efek Tyndall pada percobaan pembuatan sol dengan kondensasi Pembentukan sol belerang dibuat dengan cara dispersi dengan mekanik. kemudian ditambah dengan pelarut alkohol akibatnya terjadi pergantian pelarut antara pelarut air dan alkohol.     . Koloid dapat dibuat melalui cara kondensasi dan dispersi. Emulsi minyak dibuat dengan cara dispersi dengan penambahan Detergen/Sabun VII. 2. 6.1. Jawab Untuk membedakan penggumpalan atau perubahan warna pada medium pendispersi. 5. 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->