Posyandu

Pengertian Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam

memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan kesehatan dasar posyandu yang mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak berupa kegiatan KIA, KB, imunisasi, gizi dan penanggulangan diare.

Sejarah perkembangan posyandu Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian dari kesejahteraaan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swaraya masyarakat, dengan tujuan agar mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait. Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Sejak saat itu Posyandu tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang sangat luar biasa, yakni dengan keluarnya Instruksi

Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu. Pengelolaan Posyandu dilakukan oleh satu Kelompok Kerja Operasional (pokjanal) Posyandu yang merupakan tanggung jawab bersama antara masyrakat denagn Pemerintah Daerah (Pemda). terutama yang berkaitan dengan AKI dan AKB. ibu nifas dan ibu menyusui Pasangan Usia Subur (PUS . ibu melahirkan. seluruh kepala daerah ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu. Sasaran     Bayi Anak balita Ibu hamil. terutama yang berkaitan dengan AKI dan AKB.  Khusus : Meningkatnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. terutama yang berkaitan dengan AKI dan AKB. Melalui instruksi ini. Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu. Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar. Tujuan Penyelenggaraan Posyandu  Umum : Menunjang percepatan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.

Memperoleh bantuan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.Fungsi dan Manfaat puskesmas a. Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor lain terkait. 3.  Sebagai wadah untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar. Manfaat  Bagi masyarakat 1. pengurus Posyandu dan tokoh masyarakat 1. terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. 2. Fungsi  Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan ketrampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam mempercepat penurunan AKI dan AKB. b. Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terutama terkait dengan penurunan AKI dan AKB. 2. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar. .  Bagi Kader. terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB.

3. Sekretaris : Ketua Seksi 7 LKMD 6. 4. Penanggung Jawab Operasional. Meningkatkan efisiensi tenaga. Meningkatkan fungsi Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. 2. waktu dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu. Ketua Pelaksana : Ketua II LKMD/Ketua Seksi 10 LKMD ( Ketua Tim Penggerak PKK). Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah sektor terkait. Bagi Puskesmas 1. yang dibantu Petugas KB-Kes. . pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Ketua I LKMD (Tokoh Masyarakat) 3. Pelaksana: Kader PKK. Pengelola Posyandu a. 2. Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat. Penanggung Jawab Umum : Ketua Umum LKMD (Kades/Lurah). 2.  Bagi sektor lain 1. terutama terkait dengan penurunan AKI dan AKB sesuai dengan kondisi setempat. Meningkatkan efisiensi melalui pemberian pelayanan secara terpadu sesuai dengan tugas pokok masing-masing sektor. Sesuai Inmendagri Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan pembinaan mutu Posyandu ditingkat desa/kelurahan sebagai berikut : 1.

Pokjanal Posyandu Pokjanal Posyandu yang dibentuk di semua tingkatan pemerintahan terdiri dari unsur Instansi dan Lembaga terkait secara langsung dalam pembinaan Posyandu yaitu: 1. Menyiapkan kader. Tingkat Kecamatan : Tingkat Pembina LKMD Kec ( puskesmas.b. KB. Tingkat Kab/Kodya : Kantor Depkes/Kantor Dinkes BKKBN PMD Bappeda dll 3. Kaur Bang (Kepala Urusan Pembangunan) KPD (Kader Pembangunan Desa) Pokjanal Posyandu bertugas : Menyiapkan data dan kelompok sasaran serta cakupan program. Tingkat Propinsi : BKKBN PMD (Pembinaan Masyarakat Desa) Bappeda Tim Penggerak PKK dll 2. . Pembina petugas Lapangan.

Kriteria pembentukan Posyandu. . 5) Pelatihan kader Posyandu. Langkah – langkah pembentukan : 1) Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan. 6) Pembinaan.- Menganalisis masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah. sarana dan prasarana posyandu. Melaporkan kegiatan kepada Ketua Harian Tim Pembina LKMD. b. Menyusun rencana. Pembentukan Posyandu a. 3) Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri. c. Melakukan pemantauan dan bimbingan. Menginformasikan masalah kepada instansi/lembaga terkait. 2) Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB. Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita. biaya posyandu. Kriteria kader Posyandu : Dapat membaca dan menulis. 4) Pemilihan kader Posyandu.

Berpenampilan ramah dan simpatik.- Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh LKMD. Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. Diterima masyarakat setempat. Kader. Bindes. : Penimbangan : Pengisian KMS : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. Mempunyai waktu yang cukup. Pada hari buka Posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 (lima) meja yaitu : Meja I Meja II Meja III Meja IV Meja V : Pendaftaran. Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. : Pelayanan Kesehatan Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari KB. perawat dan petugas KB). Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi : 1) Kesehatan ibu dan anak : Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus) .

K : Semua bayi/balita yang memiliki KMS. 3) Pemberian Oralit dan pengobatan. 2 ) N/D : Berhasil tidaknya program Posyandu . 2) Keluarga berencana. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan. pembagian Pil KB dan Kondom. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. Keberhasilan Program Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN S : Semua bayi/balita diwilayah kerja Posyandu.- PMT lmunisasi. 4) Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS balita dan ibu hamil. N : Bayi/balita yang naik berat badannya. Keberhasilan Posyandu berdasarkan : 1 ) D/S : Baik/kurangnya peran serta masyarakat. D : Bayi/balita yang ditimbang.

baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas. Oleh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. Mekanisme Operasional SIP : 1) Penangggung jawab Sistem Informasi Posyandu adalah Pokjanal Posyandu di Propinsi dan Dati II di tingkat kecamatan adalah Tim Pembina LKMD/Kelurahan berkoordinasi dengan LKMD Seksi 10.Dana Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunkan melalui kegiatan Dana Sehat. akurat dan aktual. Catatan ibu hamil. Konkritnya. . 3) Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dan LKMD dengan menggunakan instrumen : a. kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok Dasa Wisma (kader PKK) . Sistem Informasi Posyandu (SIP) Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. 2) Pemerintah Desa bertanggung jawab atas tersedianya data dan informasi Posyandu. b. pembinaan akan lebih terarah apabila didasarkan pada informasi yang lengkap.

Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. PPLKB.PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember. g. 3. Instrumen/format SIP diatas oleh kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB 2. Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. d. Pokjanal Posyandu tingkat kecamatan (Puskesmas. Register WUS. . Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (Rakorbang). Kaurbang) mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor Posyandu di tingkat kecamatan. e. Menyimpulkan seluruh data dan informasi. 4. Data pengunjung petugas Posyandu. Catatan : 1. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember. kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas. LKMD clan Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan bertanggungjawab dalam hal : Menghimpun data dan informasi dari seluruh Posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan. f. Data hasil kegiatan Posyandu. Masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Pemerintah Tingkat Kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat Kabupaten/Kotamadya sebagai bahan Rakorbang Tingkat ll.c.

kegiatan belum rutin. memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap. Posyandu Purnama (Warna hijau) : kegiatan sudah teratur. 2. cakupan program/kegiatannya baik.Jenjang Posyandu Menurut “Konsep Arrif” dikelompokkan menjadi 4 : 1. Posyandu Pratama (warna merah) : belum mantap. . Posyandu Mandiri (warna biru) : kegiatan secara terahir dan mantap cakupan program/kegiatan baik. Posyandu Madya (warna kuning) : kegiatan lebih teratur jumlah kader 5 orang 3. kader terbatas. jumlah kader 5 orang mempunyai program tambahan 4.

4. keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK. Imunisasi Program tambahan Cakupan dana sehat <8 <5 <50% <50% <50% <50% <50% >8 ≥5 <50% <50% <50% <50% <50% >8 ≥5 ≥50% ≥50% ≥50% ≥50% <50% >8 ≥5 ≥50% ≥50% ≥50% ≥50% ≥50% Pratama Madya Purnama Mandiri Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan. 2. dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata Posyandu adalah : Tabel 1. . Indikator penentu jenjang strata Posyandu Indikator No 1. 5. 7. 3.Dari konsep diatas. Frekwensi penimbangan Rata-rata kader tugas Rata-rata cakupan D/S Cakupan kumulatif KIA Cakupan kumulatif KB Cakupan kum. 8. 6. LKMD sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful