P. 1
Teknik Las Listrik Dan Rangkaian Las Listrik

Teknik Las Listrik Dan Rangkaian Las Listrik

|Views: 222|Likes:
Published by Dody Sukoco

More info:

Published by: Dody Sukoco on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2015

pdf

text

original

Teknik Las Listrik dan Rangkaian Las Listrik

Posted on March 21, 2010 by admin| 1 Comment Iseng pagi-pagi nyari artikel cara membuat rangkaian las listrik, ternyata yang ketemu adalah teknik las listrik. Namun tidak ada salahnya jika saya posting disini dan memberi tahu anda semua tentang teknik las listrik ini kan! Mari kita simak Teknik Pengelasan (welding) Bag. 1 Pengelasan (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya. Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi nlubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus, dan macam –macam reparasi lainnya. Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat lasdengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya didalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacam-macam penngetahuan. Karena itu didalam pengelasan, penngetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih bterperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las, dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan lebih lanjut. Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan. Sehingga boleh dikatakan hamper tidak ada logam yang dapat dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini. Dalam bab ini akan diterangkan beberapa cara penngelasan dan pemotongan yang telah banyak digunakan sedangkan penerapannya dalam praktek akan diterangkan dalam bab-bab yang lain. KLASIFIKASI CARA-CARA PENGELASAN DAN PEMOTONGAN Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalam hal-hal tersebut. Secara konvensional

LAS BUSUR LISTRIK Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. ialah : 1. Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fliksi. Las Listrik dengan Elektroda Logam. karena merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah. pengelasan tekan dan pematrian. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik. misalnya : 1. 1. Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas). . pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu. misalnya : aLas listrik dengan elektroda karbon tunggal bLas listrik dengan elektroda karbon ganda. Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan cair dengan busur gas. Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. Pad alas listrik dengan elektroda karbon. las tekan. Gerakan busur api diatur sedemikian rupa. sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair. Las listrik dengan Elektroda Karbon. Sedangkan cara-cara penngelasan yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan. Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair. 3. maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas. setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan. 3. las mekanik dan seterusnya. 2. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair. Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik dan las gas akan dibahas secara terpisah. maka kedua klasifikasi tersebut diatas dibaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok yang banyak sekali. 2. yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan. A. Penggolongan macam proses las listrik antara lain. las patri dan lain-lainnya. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik. Jenis sambungan dengan las listrik ini merupakan sambungan tetap. Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik. antara elektroda las dan benda kerja. las kimia. Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik.cara-cara pengklasifikasi tersebut vpada waktu ini dapat dibagi dua golongan. 1. Las listrik dengan elektroda berselaput. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar. Las listrik submerged. Diantara kedua cara klasifikasi tersebut diatas kelihatannya klasifikasi cara kerja lebih banyak digunakan karena itu pengklasifikasian yang diterangkan dalam bab ini juga berdasarkan cara kerja. Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. Bila diadakan pengklasifikasian yang lebih terperinci lagi. pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Pemotongan.

Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menghubungkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui slang gas. Pembakar las TIG terdiri dari : Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las. busur listrik terhadap pengaruh udara luar. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas. d. Perbedaan suhu busur listrik tergantung pada tempat titik pengukuran. Operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las). missal pada ujung elektroda bersuhu 3400° C. Busur listrik yang terjadi di antara ujung elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagaian bahan dasar. untuk pengelasan. Elektroda merupakan gulungan kawat yang berbentuk rol yang geraknya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar. sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. Sebagi gas pelindung dipakai argin. Proses pengelasan MIG ini dadpat . Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Argon atau campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat. Gerakan dapat diatur sesuai dengan keperluan. a. Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan. Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi. Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja. helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas. Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elekroda kawah las. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C.a. Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan. Las Listrik TIG Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Cairan selaput elektroda yang membeku akan memutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. pad alas listrik MIG juga panas ditimbulkan oleh busur listrik antara dua electron dan bahan dasar. fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Las listrik dengan elektroda berselaput Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan. tetapi pada benda kerja dapat mencapai suhu 4000° C. Pada waktu pengelasan. Las Listrik MIG Seperti halnya pad alas listrik TIG.

Berarti benda kerja menerima panas lebih banyak dari elektroda. sepertiga memanaskan elektroda dan dua pertiga memanaskan benda kerja. mesin las A.secara semi otomatik atau otomatik. Berarti elektroda menerima panas yang lebih banyak dari benda kerja . elektron-elektron bergerak sepanjang penghantar hanya dalam satu arah. B. Arah aliran arus bolak-balik merupakan gelombang sinusoide yang memotong garis nol pada interval waktu 1/ 100 detik untuk mesin dengan frekuensi 50 hertz (Hz).posisi pengelasan .S. yaitu: 1. Mesin Las *Mesin las ada dua macam. panas yang timbul.S. Arus bolak-balik dapat diubah menjadi arus searah dengan menggunakan pengubah arus (rectifier/adaftor).P) catatan: DCSP = direct current straight polarity DCRP = direct current revers polarity .kapan dipergunakan D. Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual. panas yang timbul.bila kabel elektroda dihubungkan kekutub positif mesin.P) Pada hubungan D.C.C. mesin las D.bahan dan salutan elektroda .C.C dapat diatur / dibuat menjadi DCSP atau DCRP.C. dan kabel masa dihubungkan kekutub negative maka disebut hubungan polaritas terbaik (D. dua pertiga memanaskan elektroda dan sepertiga memanaskan benda kerja.penembusan yang diinginkan .R. sedangkan otomatik adalah pengelasan yang seluruhnya dilaksanakan secara otomatik.C (direct current – mesin las arus searah) 2.R.C.R. dan kabel masa dihubungkan kekutub positif maka disebut hubungan polaritas lurus (D. Elektroda keluar melalui tangkai bersama-sama dengan gas pelindung. . Arus Listrik Pada arus ini.bila kabel elektroda dihubungkan kekutub negative mesin.C (alternating current – mesin las arus bolak-balik) Pemasangan kabel skunder. pada mesin las D.bahan benda kerja .P.P. Tiap siklus gelombang terdiri dari setengah gelombang positif dan setenngah gelombang negative.P. .pada hubungan D. tersebut? Ini tergantung pada : .

Selain itu kemungkinan perubahan bentuk yang terjadi akibat panas selama pengelasan berlangsung dapat dihindarkan / dikurangi. antara lain: .C antara lain: . atau plat datar dipergunakan: . Untuk menarik benda kerja ke posisi yang diinginkan dengan memakai baut.dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit Keuntungan-keuntungan pada mesin A.rantai . sebelum maupun selama mengelas. Besar ampere yang dihasilkan mesin dapat dilihat pada skala ampere.pasak . A. Penyetelan Terutama untuk benda-benda yang besar. Untuk menyetel / mengepas dua ujung plat yang telah dirol.kelem C . dengan jalan memutar handle menarik atau menekan. diperlukan perangkaian yang baik untuk mempermudah penyetelan kampuh. benda kerja harus dibiarkan supaya dapat memuai dengan bebas. Cara menyetel jarak kampuh (kampuh V terbuka/ V tertutup) dengan memakai baut.jembatan .perlengkapan dan perawatan lebih murah Besar arus dalam pengelasan dapat diatur dengan alat penyetel.C.C. Untuk mengatasi pelentingan pelat.kelem C .baut . tergantung pada konstruksinya.dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP . Menyetel dengan memakai baut dan kelem datar.pasak Untuk menyetel sambungan siku dipergunakan kelem siku dan pasak.busur nyala stabil .busur nyala kecil.dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut .Pada mesin las A. Untuk itu diperlukan terutama: . kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala. Keuntungan-keuntungan pada mesin D.dan sebagainya Dalam memanjang kampuh.rantai . Cara menyetel/meluruskan sambungan dengan memakai pasak. . sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las .

Arus pengelasan yang dipakai dapat dilihat/ dibaca pada skala arus. Untuk elektroda: 1. tegangan pengelasan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. yang terdapat pada mesin las. h) 2. Ini dinamakan tegangan kerja. E. jenis elektroda dan posisi pengelasan. dapat dilihat pada table yang tertera pada setiap bungkus elektroda. sebelum maupun selama mengelas. bidang-bidang luncur dsb) dapat dilakukan dengan las.5 – 5. Tegangan ini disebut tegangan terbuka atau tegangan atau tegangan pembakar.5 mm tegangan kerja 20 – 30 Volt. Menebalkan Permukaan Menebalkan benda kerja yang telah aus (poros. Batas pemunduran elektroda terlalu jauh. Dan untuk mencapai ukuran yang diperlukan. Untuk elektroda: 4.5 – 6. posisi mendatar / horizontal (lihat q) 3. C. maka pada permukaan penyambungan diadakan pengayunan elektroda. posisi vertical (lihar s) 4. sehingga terjadi sambungan rigi-rigi yang tinggi.6 x 350 45 – 95 Ac atau Dc D. .4 mm tegangan kerja 30 – 40 Volt. tebal bahan.Cara menekan benda ke posisi yang diinginkan dengan memakai pasak. B. Mesin las umumnya mempunyai tegangan 60 – 80 Volt sebelum terjadi busur nyala. Perkiraan arus yang dipakai untuk mengelas. Membuat Rigi – Rigi sambungan terisi dengan rata. Batas pemunduran elektroda dan kecepatan pengisian kawah normal. misalnya sebagai berikut: diameter (mm) x panjang daerah polaritas arus elektroda (A) 2. Mengatur Ampere Arus pengelasan ditentukan oleh: diameter elektroda. posisi diatas kepala (lihat u) F. Tegangan kerja disesuikan dengan diameter elektroda. Mengatur Tegangan Pada mesin las modern. atau kecepatan pengisian terlalu lama. Pengaturan arus dilakukan dengan memutar handel atau knop. Untuk mencegah perubahan bentuk pada bidang datar. rigi-rigi las selanjutnya dikerjakan dengan menyekrap atau membubut. Bila busur nyala telah terjadi (sedang mengelas) maka tegangan turun menjadi 20 – 40 Volt. posisi dibawah tangan (lihat w. Posisi – Posisi Pengelasan Posisi pengelasan ada empat macam: 1. maka pengelasan dilakukan berurut dan bergantian pada kedua permukaannya.

b. elektroda diangkat sedikit lalu diturunkan kembali sambil dilepas dengan mengayunkan kekiri atas. kecepatan gerak elektroda dan jarak busur nyala normal. Cara 2. maka untuk menyambung kembali. tetapi arus terlalu rendah sehingga rigi-rigi menjadi tinggi dan penembusan dangkal. diperlihatkan cara pelepasan elektroda yang salah. Mematikan Busur Nyala Agar ujung akhir rigi-rigi las tidak keropos dan tidak terlalu rendah. Cara 1 : tanpa ayunan. untuk pengelasan benda yang tebalnya . untuk pengelasan benda tipis. Busur nyala dimulai 5 – 10 mm dari kanan kemudian elektroda digerakkan kekiri sampai mendekati rigi-rigi yang akan disambung. X. sehingga terjadi sambungan rigi-rigi yang rendah. H. kecepatan gerak elektroda normal. e. G. Kemudian teruskan pengelasan menurut arah yang diperlukan. penyambungan dapat dilakukan tanpa pembuangan terak). tetapi jarak busur terlalu besar. sehingga terjadi sedikit percikan disekitar rigi-rigi. lima macam ayunan.kondisi kawah yang akan disambung . Penyalaan elektroda sukar. Rigi-rigi tinggi dan lebar. diperlukan cara tertentu.kecepatan penyambungan . baru diayun keluar. U dan sebagainya. maka untuk memutuskan atau melepaskan busur nyala dari benda kerja dibutuhkan cara : -cara a: elektroda diangkat. Penembusan juga dangkal J. besar arus. 3 : ayunan setengah lingkaran dan ayunan gergaji. tetapi arus terlalu besar sehingga banyak terjadi percikan disepanjang rigi-rigi. Selain itu penembusan dangkal. jarak busur nyala normal tetapi kecepatan jalan elektroda terlalu tinggi. -cara c. Ayunan Elektroda Untuk mendapatkan rigi-rigi yang lebih besar dan memperdalam penembusan. Hasil Rigi – Rigi Dengan melihat hasil rigi-rigi las dapat diketahui kesalahan-kesalahan pengelasan. besar arus. sehingga bentuk permukaan rigi-rigi jelek.batas mundur elektroda Sebelum penyambungan rigi-rigi dimulai bersihkan terak sepanjang kira-kira 15 mm (bila ujung kawah masih pijar. jarak busur nyala dan kecepatan elektroda normal. I. besar arus. Baik buruknya penyambungan tergantung pada: . besar arus. kecepatan gerak elektroda normal. Garis-garis rigi-rigi meruncing. busur nyala normal tetapi kecepatan jalan elektroda terlalu lambat. perlu mengayun elektroda. a. Pengayunan ini terutama penting dilakukan pada pengelasan kampuh V. -cara b. lalu sedikit diturunkan. c. d. f. Menyambung Rigi – Rigi Apabila elektroda habis sebelum sampai pada batas pengelasan.Batas pemunduran elektroda terlalu pendek atau waktu pengisian terlalu singkat.

Untuk mengisi hal ini. Jepitlah ujung elektroda pada bagian yang tidak bersalut. yaitu: 1. harus diikuti dengan penurunan tangan. jarak busur = 0. jarak busur = 0.sedang. Cara 4. elektroda bersalut tipis. 5 : ayunan segi empat dan segi tiga.7 d b.8 kali diameter elektroda diatas bidang kerja. elektroda bersalut sedang.8 d catatan: d = diameter kawat elektroda d‾ = jarak busur nyala L. Perpendekan elektroda. Tinggi Awal Busur Bila pengelasan dimulai dipinggir sekali. elektroda bersalut tebal (elektroda kontak). Elektroda harus dijepit dengan kuat pada tang. jarak busur = 0. Setelah busur terjadi tinggi nyala dipertahankan kira-kira 0. elektroda bersalut sedang mengandung ferro. Jarak busur nyala ditinjau dari jenis salutan elektroda digolongkan sebagai berikut: a. K. Menjepit Elektroda Sebelum bekerja.8 x diameter elektroda) Kedua ialah seperti menggoreskan korek api. Kemudian diturunkan sampai terjadi tinggi busur yang diinginkan (kira-kira 0. Elektroda dimundurkan mencapai tepi. untuk pengelasan benda tebal. . cara goresan Pertama ialah elektroda diturunkan lurus sampai menyentuh benda kerja dan langsung diangkat (cepat) sampai jarak kira-kira 1x diameter elektroda. Menyalakan Elektroda Elektroda dapat dinyalakan dengan dua cara. sebelum elektroda menyala. maka penembusan awal rigi-rigi sering kurang baik. jarak busur = 0. cara sentakan 2. Arah penggoresan dapat kekiri maupun kekanan Pasanglah tameng. agar sudut elektroda dan tinggi busur tetap dapat dipertahankan M.8 d d.9 d c. semua kelengkapan keselamatan kerja harus disiapkan. maka titik awal pengalaan dimulai kira-kira 10 – 20 mm dari tepi kampuh yang akan dilas. lalu dikembalikan kearah lintasan yang diperlukan.

Alat keselamatan kerja ini memiliki 3 lapisan kaca yang terdiri dari satu kaca las khusus yang diapit oleh dua kaca bening. Potensi bahaya yang ditimbulkan dari pekerjaan las listrik berasal dari sinar (busur) las listrik. Pekerjaan las listrik memiliki resiko bahaya kecelakaan cukup besar yang dapat diminimalkan dengan alat keselamatan kerja.       Kaca las nomor 6 dipakai untuk las titik (tack weld). Sumber tenaga panas mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi sehingga diperoleh sambungan permanen yang sulit dipisahkan. bentuk helm las yang menutup muka berguna melindungi kulit muka dari percikan api dan gas selama proses pengelasan. Maka dari itu. benda panas dan asap hasil penyulutan elektroda. Adapun alat-alat keselamatan kerja yang digunakan adalah: Helm Las Helm Las melindungi mata dari pancaran busur listrik berupa sinar ultra violet dan sinar infra merah yang menyala terang dan kuat. Lapisan kaca luar dan dalam berfungsi melapisi kaca las khusus agar tidak mudah rusak atau pecah. Kaca las memiliki penomoran yang dibedakan menurut besar arus listrik yang diatur pada mesin las. Kaca las nomor 12 untuk pengelasan dari 200 A sampai 400 A.com Keselamatan Kerja Kesehatan Gaya Hidup Sehat Lingkungan Kerja Alat Alat Keselamatan Kerja Las Listrik Ilustrasi alat keselamatan kerja Las listrik adalah teknik menyambung dua bagian logam memanfaatkan tenaga panas yang diperoleh dari sumber tenaga listrik AC maupun DC dengan tambahan logam pengisi. alat keselamatan kerja las listrik berfungsi melindungi dan mencegah tubuh operator las dari bahaya kecelakaan tersebut. Kaca las nomor 8 untuk pengelasan dengan arus sebesar 30 A sampai 75 A. Penggolongannya adalah sebagai berikut.AnneAhira. percikan bunga api. Kaca las nomor 14 untuk pangelasan menggunakan amperase diatas 400 A. Kaca las nomor 6 dan 7 untuk pengelasan menggunakan arus sebesar 30 A. . Selain itu. Sinar las tidak boleh dilihat secara langsung dengan mata telanjang sampai jarak minimum 16 meter. Kaca las nomor 10 untuk pengelasan dengan arus sebesar 75 A sampai 200 A.

. Sarung Tangan (Welding Gloves) Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak sehingga tidak menghalangi pergerakan jari-jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau peralatan lainnya. Selain itu. Alat keselamatan kerja las listrik hanyalah salah satu bagian dari sistem keamanan dan keselamatan kerja. Sepatu Las Karakteristik sepatu las sangat berbeda dengan sepatu biasa pada umumnya.Pakaian Kerja (Apron) Pakaian kerja berguna melindungi badan dari percikan bunga api. Kaca Mata Pelindung Kaca mata pelindung berbeda dibanding kaca yang terdapat pada helm las. Apron terdiri dari apron lengan dan apron dada. alas sepatu terbuat dari karet yang tidak licin sehingga pemakainya tidak mudah terpeleset saat mengangkat benda-benda berat. Pengelasan yang dilakukan di luar kamar las biasanya. Sepatu las harus terbuat dari bahan kulit dimana bagian ujungnya terdapat plat besi pelindung. Kaca mata las memiliki satu lapisan kaca bening yang berfungsi melindungi mata dari percikan terak las sewaktu permukaan las dibersihkan. Kamar Las Kamar las memiliki meja las untuk meletakkan benda kerja dan tabir-tabir untuk menghalangi sinar las keluar secara berlebihan. Bagaimanapun juga keselamatan lebih penting dari pekerjaan itu sendiri dan kesehatan sangat berharga bagi kehidupan. Pemahaman terhadap resiko pekerjaan las listrik dan kesadaran dalam mematuhi prosedur kerjanya akan sangat membantu kelancaran dan keberhasilan pekerjaan. Sepasang sarung tangan harus selalu dipakai agar tangan tidak terkena percikan bunga api atau benda panas yang dilas. Hal ini sangat berguna untuk melindungi kaki dari benda-benda keras dan tajam yang jatuh mengenai kaki. menimbulkan gangguan terhadap orang yang ada di sekitar operator las akibat sinar las. Apron terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar seperti kulit atau dari asbes. Masker Masker berguna menutup mulut dan hidung dari asap yang ditimbulkan oleh mencairnya selaput (fluks) elektroda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->