P. 1
Pengembangan Profesi Guru Melalui MGMP

Pengembangan Profesi Guru Melalui MGMP

|Views: 425|Likes:
Published by Irma Dwi Jayanti
TENTANG PENGEMBANGAN PROFESI GURU OLEH MGMP DI MALANG
TENTANG PENGEMBANGAN PROFESI GURU OLEH MGMP DI MALANG

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Irma Dwi Jayanti on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2015

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peranan guru begitu sentral dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini didasari pemikiran bahwa titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan yang juga akan sangat dipengaruhi oleh profesionalisme guru, sehingga profesionalisme guru perlu terus dikembangkan atau dengan kata lain kinerja guru dituntut harus maksimal. Pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas telah dilaksanakan melalui berbagai upaya seperti, pengembangan dan perbaikan kurikulum, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, sistem evaluasi, pengembangan bahan ajar, pelatihan guru dan tenaga pendidik, dan usaha lainnya. Peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar merupakan bagaian dari usaha peningkatan mutu pendidikan, dimana guru mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai perencana, pelaksana dan dinamisator kurikulum dan bahan ajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tingkat dan perkembangan peserta didik melalui penguasaan didaktik dan metodik. Namun, peran atau kemampuan guru dewasa ini masih dinilai jauh dari harapan, sehingga harus ada upaya pembinaan tertentu. Banyak upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah melalui sistem pembinaan profesional melalui pembentukan gugus sekolah dan melalui pembinaan profesional di masing-masing sekolah melalui MGMP. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang melandasi pembuatan makalah ini, oleh karena itu, penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah kriteria guru profesional ? 2. Bagaimanakah pengembangan profesi guru ? 3. Bagaimanakah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ? 4. Bagaimanakah pengembangan profesi guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ?

2

C. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat oleh penulis, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui kriteria guru profesional 2. Untuk mengetahui pengembangan profesi guru 3. Untuk mengetahui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) 4. Untuk mengetahui pengembangan profesi guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ?

14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 10 ayat 1 ciri-ciri guru profesional sebagai berikut : 1. Pengelolaan pembelajaran yang dimaksudkan tidak terlepas dari tugas pokok yang harus dikerjakan guru. Tugas-tugas tersebut menyangkut: Merencanakan pembelajaran. untuk menjadi profesional dalam bidang tugas yang diampu harus mempelajari perkembangan pengetahuan yang berkaitan dengan hal tersebut. Apabila seorang guru tidak menguasai materi secara luas dan mendalam. Mempunyai kompetensi profesi Yaitu menyangkut penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Mempunyai Kompetensi Pedagogik Yaitu meyangkut kemampuan mengelola pembelajaran. Sebagai tenaga pendidik dalam bidang tertentu sudah merupakan kewajiban untuk menguasai materi yang menyangkut bidang tugas yang diampu. dan menilai hasil pembelajaran. wali murid dan masyarakat. Oleh karena itu. Kemampuan berkomunikasi dengan baik merupakan salah satu penentu keberhasilan seseorang dalam kehidupan. Mempunyai kompetensi kepribadian Yaitu menyangkut kepribadian yang mantap. Komunikasi dan interaksi yang diharapkan muncul antara guru dengan siswa berkaitan dengan interaksi yang akrab dan bersahabat. Selain tugas pokok dalam pengelolaan pembelajaran. sesama guru. Guru Profesional Berdasarkan UU No. melaksanakan pembelajaran.3 BAB II PEMBAHASAN A. berahlak mulia. 3. guru juga melakukan bimbingan dan latihan dalam kegiatan ekstrakulikuler. 2. Mempunyai kompetensi sosial Yaitu menyangkut kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik. bagaimana mungkin mampu memahami persoalan pembelajaran yang dihadapi di sekolah. Dengan . berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. arif. serta melaksanakan tugas tambahan yang diamanahkan oleh lembaga pendidikan. 4.

kebutuhan untuk mengembangkan dan mendorong kehidupan pribadinya. seperti halnya membantu siswanya dalam mengembangkan keinginan dan keyakinan untuk memenuhi tuntutan pribadi yang sesuai dengan potensi dasarnya (Luthfiyah. Perbaikan proses belajar mengajar yang pencapainnya melalui peningkatan profesi guru tersebut diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan. “Guru” adalah suatu sebutan bagi jabatan. kebutuhan untuk menemukan cara-cara untuk membantu staff pendidikan dalam rangka mengembangkan pribadinya secara luas. kejujuran) tertentu” (Nurdin. dan sistematis. 2011).4 demikian diharapkan peserta didik memiliki keterbukaan dengan gurunya (Fzil. dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola. Pengembangan Profesi Guru Profesi adalah “Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. pengembangan profesi guru dimaksudkan untuk memenuhi tiga kebutuhan. Ketiga. formal. melalui serangkaian tindakan. Kedua. berasaskan kekeluargaan. B. KKG/MGMP sebagai suatu forum atau wadah profesional guru (kelas/mata pelajaran) yang berada pada suatu wilayah kabupaten/ kota/ . 2002). “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. 2010). C. dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga lain. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) KKG/MGMP adalah suatu organisasi non struktural yang bersifat mandiri. Tujuan pengembangan guru profesi guru adalah untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang di dalamnya melibatkan guru dan siswa. posisi. kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan yang efisien dan manusiawi serta melakukan adaptasi untuk penyusunan kebutuhan-kebutuhan sosial. Menurut Sudarwan Danim (2002). bimbingan dan arahan. Pertama.

bisa dibicarakan masalah-masalah lain seperti rencana pelaksanaan pembelajaran. Selain sebagai tempat meningkatkan mutu proses belajar mengajar. misalnya kegiatan pembuatan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Mengupayakan lokakarya (Lokakarya (Inggris: academic workshop) adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan . sekaligus guru juga mengembangkan dirinya (Kada. 2012).5 kecamatan/sanggar/gugus sekolah yang prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan dari. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan para guru misalnya menyusun karya ilmiah seperti karya tulis ilmiah bentuk penelitian. metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. kemampuan dan keterampilan. c. guru bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Banyak kegiatan profesional guru yang dapat dibicarakan dalam forum ini. kegiatan pembelajaran. modul atau bahan ajar serta karya tulis ilmiah populer. forum ini merupakan wadah profesional guru dalam meningkatkan pengetahuan. Baik KKG. media pembelajaran. Dari hasil diskusi itulah. MGMP maupun MGMD mempunyai peranan penting dalam pengembangan program pendidikan di sekolah. Selanjutnya. b. dan untuk guru dari semua sekolah (Koran Pendidikan. Fungsi MGMP a. Meningkatkan mutu kompetensi profesionalisme guru dalam perencanaan. 1. Dengan kegiatan ini. dan pengujian/evaluasi pembelajaran di kelas. 2008). para anggota KKG/MGMP/MGMD bisa mengambil pengalaman untuk menyusun KTSP di sekolah masing-masing. sehingga mampu mengupayakan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di sekolah. pembuatan buku. pelaksanaan. Dengan demikian. oleh. kegiatan menerjemahkan/ menyadur buku atau bahan lain serta melaksanakan orasi ilmiah sesuai dengan bidang pelajaran atau bidang diklat. Melalui forum ini para guru dapat mengadakan diskusi dan tukar pikiran mengenai masalah yang dihadapi di sekolah masing-masing. selain meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu. KG/MGMP/MGMD juga sebagai tempat kegiatan pengembangan profesi. Selain itu. Mengembangkan program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran yang efektif.

melaksanakan. Kreatif. Lesson study dan PTK (Widodo. simposium (Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. joyful and quantum learning. seminar. Tujuan MGMP Tujuan diselenggarakannya MGMP adalah : a. .). Untuk memotivasi guru guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan. Untuk membantu guru memperoleh informasi teknis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi. d. manajemen pembelajaran efektif (seperti : PAKEM-Partisipasi Aktif. 2012). Untuk meningkatkan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajaran sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. dan lain-lain kegiatan profesional yang dibahas bersama-sama. classroom action research. hasil studi komparasi atau berbagai studi informasi dari berbagai nara sumber. referensi. metodologi. d. dan lain-lain. diklat. dan lingkungannya. simposium.6 masalah tertentu dan mencari solusinya). dan sejenisnya atas dasar inovasi manajemen kelas. hasil classroom action research. 2. Efektif. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama). Untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari solusi alternatif pemecahannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. dan Menyenangkan-. guru. c. e. b. dan membuat evaluasi program pembelajaran dalam rangka meningkatkan keyakinan diri sebagai guru profesional. dan sistem pengujian yang sesuai dengan mata pelajaran yang bersangkutan. kegiatan kurikulum. Untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil lokakarya. Merumuskan model pembelajaran yang variatif dan alat-alat peraga praktik pembelajaran program Life Skill. kondisi sekolah.

Melalui kegiatan pengembangan profesi guru. Selain itu. atau memilih metode. Menyatukan/ menyamakan/ standarisasi tujuan pembelajaran. Untuk menjabarkan dan merumuskan agenda reformasi sekolah (school reform). Siswa dapat turut aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk memerankan peran tertentu dalam suatu adegan simulasi seingga menemukan suatu konsep materi pembelajaran sendiri sehingga konsep tersebut dapat melekat lebih kuat di benak siswa. Keberhasilan siswa yang dimaksud dapat berupa keberhasilan siswa dalam proses belajar maupun hasil belajar yang didapat dari proses belajarnya. Bisa mengikuti kemajuan teknik-teknik pembelajaran. Misalnya. sehingga berproses pada reorientasi pembelajaran yang efektif (Widodo. guru menerapkan metode role playing dalam pembelajarannya yang nantinya akan lebih mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. 2012). Berdasarkan hasil wawancara dengan Bu Supiati selaku wakil MGMP sekolah kabupaten. hal ini akan mempermudah siswa menguasai indikator yang sudah . tujuan dari pengembangan profesi guru melalui MGMP adalah untuk keberhasilan siswa. Selain itu. b. Tujuan dari standarisasi tujuan pembelajaran ini juga untuk memudahkan pencapaian indikator yang diinginkan. Dalam melaksanakan teknik tersebut ada beberapa cara diantaranya seperti role playing. metode dan model pembelajaran. maka akan mempermudah guru dalam melaksanakan pembelajaran etrmasuk dalam hal menentukan scenario. khususnya focus classroom reform. media. problem possing. bergantung pada materinya. Gaya mengajar ini dapat berupa perubahan gaya berbicara guru ketika memberikan penjelasan dengan pemberian tekanan – tekanan pada beberapa konsep utama ketika pembelajaran berlangsung. Dengan adanya standarisasi tujuan pembelajaran. Manfaat yang didapat adalah : a. afektif maupun psikomotor setiap siswa. diharapkan guru dapat melakukan inovasi dalam proses pembelajaran sehingga berdampak baik dalam peningkatan hasil belajar siswa baik dalam hasil belajar kognitif. Teknik – teknik pembelajaran ini dapat meliputi cara pelaksanaan metode pembelajaran di dalam suatu pembelajaran. disesuaikan dengan metode atau teknik terkini. guru juga dapat mengubah gaya mengajar ketika pembelajaran.7 f.

Masalah lainnya misalnya adanya siswa yang tidak menyukai mata pelajaran tertentu maka guru bisa mengubah metode atau model pembelajaran yang digunakan guru di kelas sehingga siswa tidak bosan dan mulai menyukai mata pelajaran tertentu tersebut dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Mediator dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian. Collaborator terhadap unit terkait dan organisasi profesi yang relevan. Supporting agency dalam inovasi manajemen kelas dan manajemen sekolah. c. 3. c.8 dikembangkan oleh guru mereka tetapi masih memiliki bobot penilaian yang sama dengan guru di sekolah lain yang dalam cakupan satu wilayah sekolah itu berada. Misalnya. MGMP di . d. Memecahkan permasalahan yang ada atau yang sedang dihadapi. b. d. terutama dalam pengembangan kurikulum dan sistem pengujian. masalah mengenai buruknya hasil try out I pada daerah tertentu sehingga dimusyawarahkan dalam pertemuan dalam MGMP dan merapatkan mengenai solusi terbaik untuk meningkatkan hasil belajar siswa untuk mempersiapkan UAN. terutama dalam reorientasi pembelajaran efektif. Selain itu. Memperlancar persiapan olimpiade Dengan adanya persamaan tujuan pembelajaran maka hal ini akan mempermudah pihak Kabupaten atau pemerintah setempat dalam membuat soal yang tingkat kesulitannya sudah dapat disamakan untuk setiap sekolah yang menjadi peserta olimpiade. Peran MGMP a. tidak akan ada sekolah yang diuntungkan dari jenis soal yang nantinya dimuat dalam olimpiade. pihak-pihak sekolah juga lebih mudah dalam memberikan pelatihan kepada peserta olimpiade yang sesuai dengan kisi-kisi soal olimpiade yang telah ditetapkan. Reformator dalam classroom reform. MGMP di sini juga dapat menjadi tempat untuk memusyawarahkan masalahmasalah seputar pembelajaran atau yang terkait dengan tingkat satuan pendidikan.

9 e. Program rutin terdiri dari: Diskusi permasalahan pembelajaran Penyusunan dan pengembangan silabus. social. dan rencana program pembelajaran Analisis kurikulum Penyusunan laporan hasil belajar siswa Pendalaman materi Pelatihan terkait dengan penguasaan materi yang mendukung tugas mengajar . Program umum adalah program yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru tentang kebijakan-kebijakan pendidikan di tingkat daerah sampai pusat 2. pedagogik. 4. Setiap program dan kegiatan KKG / MGMP diharapkan memiliki kerangka program yang mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Kerangka dasar dan struktur program kegiatan KKG/MGMP Kerangka dasar program kegiatan KKG/MGMP merujuk kepada pencapaian empat kompetensi guru. Program tersebut harus selalu merujuk pada usaha peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Program Kegiatan MGMP Berdasarkan teori. a). b. dan program penunjang dengan uraian sebagai berikut 1. Clinical dan academic supervisor. program pengembangan dan program penunjang. Evaluator dan developer school reform dalam konteks MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah). program semester. dan f. Struktur Program Struktur program kegiatan KKG/MGMP terdiri dari program umum. dan kepribadian. 2012). Program inti adalah program-program yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. dengan pendekatan penilaian (appraisal) (Widodo. yaitu kompetensi profesional. Program kegiatan KKG / MGMP pada dasarnya merupakan bagian utama dalam pengembangan KKG / MGMP. Program ini dapat dikelompokkan ke dalam program rutin. program inti/pokok.

lokakarya. Kalender Kegiatan KKG/MGMP . dan diskusi panel Pendidikan dan pelatihan berjenjang (diklat berjenjang) Penerbitan jurnal dan buletin KKG/MGMP Penyusunan dan pengembangan website KKG/MGMP Kompetisi kinerja guru Pendampingan pelaksanaan tugas guru oleh pembimbing/tutor/ instruktur/ fasilitator di KKG/MGMP Lesson study (suatu pengkajian praktik pembelajaran yang memiliki tiga komponen yaitu plan. bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta KKG/MGMP dengan materi-materi yang bersipat penunjang seperti bahasa asing. do. diperlukan penyusunan indikator pencapaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di KKG/MGMP. Program penunjang. a. Materi Kegiatan KKG/MGMP Setiap KKG/MGMP perlu mengembangkan materi kegiatan KKG/MGMP yang mengacu kepada empat kompetensi guru dan dan program yang telah ditetapkan. Untuk melihat sejauh mana materi-materi yang dipilih dalam program/kegiatan KKG/MGMP. kolokium (paparan hasil penelitian). see yang dalam pelaksanaannya harus terjadi kolaborasi antara pakar. Program pengembangan. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan lain-lain. diantaranya Penelitian Tindakan Kelas/Studi Kasus Penulisan Karya Ilmiah Seminar.10 - Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah b). guru pelaksana. sekurang-kurangnya dapat dipilih lima dari kegiatan-kegiatan berikut : Penelitian. dan guru mitra) Profesional Learning Community (komunitas belajar profesional) TIPD (Teachers International Profesional Development) Global Gateaway Program lain yang sesuai dengan kebutuhan setempat c). 5.

Meningkatnya mutu pembelajaran di sekolah melalui hasil-hasil kegiatan KKG atau MGMP oleh anggotanya. . dan bermakna bagi siswa. dan kinerja anggota KKG atau MGMP dalam melaksanakan proses pembelajaran yang lebih profesional ditunjukkan dengan perubahan perilaku mengajar yang lebih baik di dalam kelas. b. Sekurang-kurangnya 12 kali pertemuan dalam setahun. c. 2009).  Nara sumber utama pada kegiatan KKG/MGMP berasal dari unsur-unsur berikut : a). Indikator Keberhasilan Kegiatan KKG/MGMP Kegiatan KKG/MGMP dinyatakan berhasil apabila mampu memenuhi indikator sebagai berikut: a. keterampilan. Tenaga fungsional lainnya  Nara sumber pendukung pada kegiatan KKG/MGMP berasal dari unsur-unsur berikut: a) Kepala Sekolah b) Pengawas Sekolah c) Tenaga struktural di Dinas Pendidikan d) Tenaga struktural/non struktural dari instansi lainnya (Depdiknas. menyenangkan. d. Terjadinya saling tukar pengalaman dan umpan balik antar guru anggota KKG atau MGMP. Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan pembelajaran yang mendidik. sikap. Guru (anggota) b).11 Setiap KKG/MGMP perlu menyusun kalender kegiatan yang terdiri dari kalender kegiatan bulanan. b. Meningkatnya pengetahuan. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan KKG/MGMP terdiri dari nara sumber utama dan nara sumber pendukung. Instruktur/fasilitator c). 6. semesteran.

media. dan pemerintah (pusat. metode. Maksudnya. Pengembangan Profesi Guru Melalui MGMP Berdasarkan hasil wawancara dengan Bu Supiati. Guru dapat saling mendiskusikan mengenai kurikulum. pengembangan profesi guru dapat dilakukan melalui MGMP. bahasan dalam rapat MGMP intern maupun MGMP tingkat kabupaten sama. Walaupun demikian. dalam metode program menjadi sasaran pengembangan profesi guru oleh tim MGMP terutama adalah para guru bidang studi dan bagi siswa. MGMP ataupun tersebut media. KKG atau MGMP. Untuk para guru pada masing-masing bidang studi diharapkan mereka dapat meningkatkan kemampuan mengajar mereka dan bisa . MGMP tingkat kabupaten ini membahas masalah secara umum mengenai masalah yang banyak dihadapi oleh sekolah-sekolah di daerah tertentu. siswa. dan kabupaten/kota) (Depdiknas. provinsi. Termanfaatkannya kegiatan KKG atau MGMP bagi guru. membahas Yang tentang kurikulum. Workshop guru dapat dilakukan guna membahas issue-issue terkini yang terjadi di dunia pendidikan seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetauan dan teknologi. Dalam pembelajaran.12 e. MGMP internal ini lebih membahas mengenai masalah yang timbul di tiap sekolah secara individu. MGMP yang dilakukan yaitu sebagai berikut :    MGMP tingkat kabupaten MGMP internal/ sekolah Workshop MGMP tingkat Kabupaten ini memiliki cakupan yang lebih umum dibandingkan MGMP internal. sekolah. perangkat pendidikan. model-model pembelajaran dan lain sebagainya. D. permasalahan yang dibahas lebih mengenai masalah yang dihadapi oleh masing-masing sekolah. karena tiap sekolah terkadang memiliki masalah yang berbeda dengan masalah yang dihadapi sekolah lain. 2009).

Sebenarnya pertemuan itu bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. misalnya saja ada siswa yang tidak berminat masuk ke jurusan IPA. dan untuk yang lainnya dilakukan pertemuan satu bulan sekali (MGMP tingkat kabupaten). sumatif. atau soal ulangan harian. . Pelaksanaan program pengembangan tersebut dilakukan dengan mengadakan pertemuan 2 kali sebulan untuk MGMP intern (tingkat sekolah). yaitu soal UTS.13 lebih kreatif dalam menggunakan metode dan model pembelajaran yang sudah berkembang sampai saat ini. Untuk masalah tersebusat. Guru dapat menggunakan metode games dan quiz dalam kegiatan pembelajaran sehingga suasana pembelajaran tidak monoton dan siswa tidak bosan mengikuti kegiatan pembelajaran. sampai membuat soal. guru juga dapat mengumumkan hasil nilai ulangan terbaik yang diraih oleh siswa sehingga bisa memotivasi siswa lainnya untuk belajar lebih giat lagi. Motivasi ini dapat diberikan kepada siswa baik sebelum dimulainya pembelajaran maupun di saat pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran ini akan mempengaruhi tingkat motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga akan berdampak terhadap hasil belajar siswa itu sendiri. perangkat pembelajaran. Selain itu guru juga memberikan motivasi kepada siswa agar siswa tersebut nantinya bisa termotivasi. dan sebagainya. tim MGMP mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya belajar dengan menyelipkan games didalamnya. tetapi dia tetap masuk ke IPA. Motivasi yang diberikan dapat juga berupa pemberian reinforcement positif seperti pemberian pujian kepada siswa terkait hasil belajarnya. Pelaksanaan kegiatan operasionalnya yaitu dengan mengadakan pertemuan yaitu hari Sabtu dengan agenda pertemuan merencanakan dan membuat program pembelajaran. serta siswa yang kurang berminat melakukan praktikum. Kendala Yang Dihadapi MGMP Berdasarkan hasil wawancara. kendala dalam pelaksanaan MGMP adalah adanya siswa yang tidak berminat masuk kejurusan tertentu. Dengan pengembangan dalam penerapan metode pembelajaran akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Motivasi ini dapat berupa cerita guru menurut pengalamannya yang masih berhubungan dengan materi pembelajaran atau yang masih berhubungan dengan pengembangan karakter pada siswa.

terutama di wilayah kabupaten. untuk wilayah perkotaan. Jarak bukan merupakan masalah. pengalaman menunjukkan bahwa anggaran yang disetujui pemerintah dan DPRD untuk forum ini boleh dikata sangat kecil. Untuk mengatasinya bisa saja dibentuk kelompok atau kluster di tingkat kecamatan. koordinasi antar MGMP SMP . keterlibatan pengurus dan peserta belum optimal. sekolah dan murid bersangkutan akan mendapat manfaat yang cukup besar (Kada. tenaga dan dana yang diperlukan untuk menjalankan roda organisasi. Namun. Lain halnya. seringnya mengikuti forum ini membuat guru banyak meninggalkan kelas yang berakibat tidak tertibnya kelas.14 Motivasi juga dapat diberikan melalui pemberian hadiah kepada siswa yang berhasil mencapai target tertentu sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha dan kinerja siswa. Berdasarkan teori. Langkah Nyata Memberdayakan MGMP Langkah nyata yang dapat dilakukan untuk memberdayakan MGMP antara lain sebagai berikut : . untuk KKG di tingkat SD jumlah guru yang cukup besar tetap merupakan kendala serius. Misalnya. Anggaran ini diusulkan dinas pendidikan melalui pemerintah daerah dan disetujui DPRD. Padahal. ada kendala-kendala yang terkait dengan : sumber daya manusia. Kendala klasik lainnya adalah minimnya dana. Dana untuk kegiatan forum KKG/MGMP/MGMD pada umumnya berasal dari APBD. dana operasional yang terbatas. Hal ini tentu merupakan kendala bagi pengurus untuk mengumpulkan guru di satu tempat secara periodik. Namun. setali tiga uang. Biasanya pengurus berharap pada pihak sekolah. 2012). SMA dan SMK dan pembinaan serta perhatian dari stakeholder pendidikan masih belum optimal (Widodo. Kendala lainnya antara lain luas wilayah dan besarnya jumlah anggota. 2008). hanya saja jumlah guru yang besar tetap merupakan masalah terutama untuk KKG (Kada. kalau mau berpikir jernih dengan bertambahnya kualitas guru. Di tengah rendahnya anggaran pendidikan. 2008). Banyak waktu. Akibatnya sering penentu kebijakan sekolah tidak mengizinkan guru mengikuti forum ini. Ada sekolah yang kurang antusias untuk mendukung forum ini dengan berbagai alasan. apalagi memberi sumbangan dana.

e. Dinas Pendidikan Provinsi. g. 2012). pemetaan sumber daya guru dan pembinaannya. P4TK dan lainnya secara terus-menerus dan berkelanjutan terhadap MGMP. Melakukan penataan struktur organisasi KKG/MGMP dengan susunan pengurus terdiri dari satu orng ketua. Bantuan dana operasional MGMP dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat harus lebih diperbesar seiring dengan 20% alokasi dana untuk pendidikan dari Pemerintah pusat.15 a. Mengembangkan dan mengisi informasi serta materi yang terbaru serta menarik dalam website MGMP On line secara berkesinambungan oleh MGMP SMP dan SMA. antara lain penerbitan Surat Penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk KKG. f. misalnya kegiatan lomba bidang study. satu orang bendahara dan tiga orang ketua bidang. b. pelatihan bersama. kegiatan IHT. satu orang sekretaris. lomba bidang study siswa SMP dan SMA dan lain-lain (Widodo. Pengawas. Surat Penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk MGMP. Adanya pertemuan rutin dua atau tiga bulan sekali antara Dinas Pendidikan. MKKS dan pengurus MGMP untuk melaporkan program MGMP yang telah dilakukan dan mengevaluasinya secara bersama-sama. i. Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KKG/MGM. d. Meningkatkan keterlibatan MGMP dalam kegiatan bersama Dinas Pendidikan setempat dan MKS dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan. Melengkapi dasar hukum penyelenggaraan kegiatan KKG / MGMP. bintek. simposium karya tulis /PTK. seminar. c. yaitu (I) bidang perencanaan dan . Adanya pembinaan dari Dinas Pendidikan Kota/Kab. LPMP. Terjalinnya hubungan dan komunikasi yang baik antar pengurus MGMP di tingkat kabupaten/kota dan Propoinsi sehingga secara bersama-sama dapat saling bekerjasama untuk mengatasi keterbatasan MGMP. h.

administrasi.16 pelaksanaan program. 2010). (II) bidang pengembangan organisas. (III) bidang humas dan kerjasama. Menyusun dan melaksanakan program kegiatan secara efektif dan efisien (Luthfiyah. sarana dan prasarana. . j.

terjadi saling tukar pengalaman dan umpan balik antar guru anggota MGMP. tenaga fungsional lainnya. Dalam pembelajaran. Dalam setiap kegiatan MGMP harus ada nara sumber utama yang dapat berasal dari guru (anggota). dan juga nara sumber pendukung yang dapat berasal dari kepala sekolah.17 BAB III PENUTUP Kesimpulan Guru profesional harus mempunyai kompetensi pedagogik. dan program penunjang. Kegiatan MGMP dinyatakan berhasil apabila mutu pelayanan pembelajaran yang mendidik. dan bermakna bagi siswa dapat terwujud. dan kinerja anggota MGMP dalam melaksanakan proses pembelajaran yang lebih profesional ditunjukkan dengan perubahan perilaku mengajar yang lebih baik di dalam kelas. sikap. Ada banyak upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru. MGMP ataupun tersebut media. dan untuk guru dari semua sekolah. oleh. ataupun tenaga struktural di Dinas Pendidikan. dan melalui MGMP inilah guru-guru dengan bidang mata pelajaran yang sama dapat saling belajar dalam upaya peningkatan kompetensinya sehingga kompetensi siswa juga dapat lebih ditingkatkan lagi nantinya. keterampilan. membahas Yang tentang kurikulum. kompetensi profesi. menyenangkan. serta termanfaatkannya kegiatan MGMP bagi . program inti/pokok. kompetensi kepribadian. instruktur/fasilitator. salah satunya dengan MGMP. pengawas sekolah. dan kompetensi sosial. MGMP adalah suatu forum atau wadah profesional guru (kelas/mata pelajaran) yang berada pada suatu wilayah kabupaten/ kota/ kecamatan/sanggar/gugus sekolah yang prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan dari. atau bahkan tenaga struktural/non struktural dari instansi lainnya Struktur program kegiatan KKG/MGMP terdiri dari program umum. pengetahuan. mutu pembelajaran di sekolah meningkat. dalam metode program menjadi sasaran pengembangan profesi guru oleh tim MGMP terutama adalah para guru bidang studi dan bagi siswa.

luas wilayah dan besarnya jumlah anggota. Kendala-kendala dalam MGMP dapat berkaitan dengan sumber daya manusia. provinsi. siswa. dan kabupaten/kota). pembinaan serta perhatian dari stakeholder pendidikan masih belum optimal. dana operasional yang terbatas.18 guru. serta minimnya dana. keterlibatan pengurus dan peserta belum optimal. MGMP. koordinasi antar MGMP SMP . sekolah. SMA dan SMK. dan pemerintah (pusat. .

wordpress. Danim. diakses pada 7 Maret 2013 (Online).wordpress. 2010. Jakarta : Dirjen PMPTK. Trisno. Mengembangkan Program Kerja KKG/MGMP.com). diakses pada 7 Maret 2013 Nurdin. Depdiknas Fzil. (Online). (http://fzil. 2002. Bandung : Pustaka Setia Widodo.com). (Online). (Online). (Online). 2009. Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui MGMP.kompasiana. Rambu-rambu Pengembangan Kegiatan KKG dan MGMP.com). . Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. (http://ufitahir.com).com). Ufi. 2012. (http://taufik79.19 DAFTAR RUJUKAN Depdiknas.wordpress. (http://www. 2008. Perkembangan Profesi Guru. (http://edukasi. 2011. diakses pada 9 Maret 2013 (Online). Ciri-ciri Guru Profesional. 2012. Ciri-ciri Guru Profesional. 2002. diakses pada 7 Maret 2013 Koran Pendidikan.koranpendidikan.com). Sudarwan. diakses pada 9 Maret 2013 Kada.wordpress. Memberdayakan MGMP. diakses pada 7 Maret 2013) Luthfiyah. (http://staibntegal.

Apa yang dimaksud dengan MGMP lainnya? Apakah sudah ada hasil yang maksimal? Jawaban : Program MGMP yang sudah dilakukan oleh guru meliputi MGMP intern dan ekstern. Apakah ada perubahan kegiatan rutin MGMP dengan adanya hal tersebut? Jawaban : Peran MGMP sebagai evaluator dan developer school reform dalam konteks MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) maksudnya melalui MGMP guru bisa memusyawarahkan problem yang terjadi di kelas. peran MGMP itu apa dalam melakukan pengembangan tersebut? Akan ada perubahan kurikulum 2013 dimana guru tidak lagi dipusingkan membuat RPP silabus.20 LAMPIRAN Pertanyaan dari Pembahas Utama : 1. 2. mendiskusikan metode dan media yang cocok diterapkan di kelas. modul. Kelompok 7 : Apa maksud peran MGMP sebagai evaluator dan developer school reform dalam konteks MPMBS? Dalam MGMP kan ada penelitian ilmiah. Kelompok 1 : Program seperti apa saja yang dilakukan MGMP yang sudah dilakukan oleh guru? MGMP intern dilaksanakan sebulan dua kali. dll. Dalam MGMP dilakukan musyawarah untuk membuat RPP. MGMP intern : MGMP tingkat sekolah MGMP ekstern : MGMP tingkat kabupaten Dengan pelaksanaan MGMP intern dan ekstern sudah ada hasil yang maksimal. Apa yang dimaksud MGMP intern? Kemudian ada MGMP lainnya yang dilaksanakan satu kali sebulan sekali. soal-soal ujian. lokakarya. mengevaluasi mengapa problem tersebut bisa terjadi kemudian mendiskusikan solusi untuk memecahkan problem tersebut guna . dan lain sebagainya. silabus.

Maksud dari reformator dalam classroom reform adalah MGMP dapat mengubah bentuk kelas menjadi lebih baik dalam artian guru dapat mengubah metode dan media yang diterapkan di dalam kelas untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. hanya akan merubah sedikit agenda MGMP terkait dengan pembahasan mengenai RPP dan silabus dalam forum MGMP. Adanya kurikulum 2013 yang tidak lagi memusingkan guru membuat RPP dan silabus. 3. Kelompok 8 : Apa maksud mengembangkan program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran yang efektif? Apa maksud reformator dalam classroom reform? Jawaban : Maksud dari mengembangkan program layanan supervisi akademik klinis yang berkaitan dengan pembelajaran yang efektif yaitu MGMP yang terdiri dari guru-guru satu mata pelajaran dapat melakukan pengawasan terhadap kerja guru lainnya dalam mengajar guna mengevaluasi dan saling berbagi informasi di bidang akademik untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif. Misalnya rendahnya hasil belajar atau motivasi siswa bisa disiasati dengan menerapkan multimetode dan multimedia. mendiskusikan problem di kelas.21 mengembangkan pembentukan sekolah yang lebih baik yang dimulai pada perubahan pembelajaran di dalam kelas. . namun kegiatan rutin MGMP tetap berjalan sebagaimana mestinya karena dalam forum MGMP selain membahas RPP dan silabus juga masih banyak hal lain yang dibahas seperti membuat modul. sharing metode dan media yang cocok dan disenangi oleh siswa dan lain sebagainya. Metode alternatif yang bisa diterapkan antara lain metode games yang menyenangkan sehingga meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran. Sedangkan lokakarya digunakan untuk memecahkan masalah melalui forum diskusi. Penelitian ilmiah digunakan untuk menambah dan memantapkan pengetahuan guru terkait dengan wawasan dan materi ajar yang akan diajarkan kepada siswa.

seperti apa koordinasinya dalam berbagai MGMP SMP. dalam ruang lingkup yang kecil.SMA. SMK? Jawaban : Maksud dari koordinasi MGMP pada berbagai tingkat satuan pendidikan tersebut yaitu koordinasi MGMP tingkat SMP sendiri. .22 Pertanyaan dari audiens : 1. MGMP tingkat SMK sendiri. Anisa : Agenda di MGMP untuk merencanakan reformasi sekolah seperti apa? Kendala yang dihadapi. Suci : Apa perbedaan MGMP ekstern dan intern ditinjau dari ruang lingkup pembahasan dalam rapat? Jawaban : MGMP intern membahas masalah akademik yang terjadi di sekolah. MGMP tingkat SMA sendiri. 2. Solusi yang dapat diterapkan untuk menanggulangi kendala sekolah yang kurang antusias misalnya ada guru yang sering meninggalkan kelas untuk mengikuti forum MGMP yaitu dengan mengadakan MGMP di luar jam pelajaran. Contoh hasil kinerja dari MGMP yaitu adanya LKS yang ditulis oleh tim MGMP daerah tertentu. ada sekolah yang kurang antusias misalnya ada guru yang sering meninggalkan kelas untuk mengikuti forum MGMP? Jawaban : Agenda MGMP untuk mereformasi sekolah misalnya dalam perubahan metode dan media yang diterapkan guru di dalam kelas sehingga membuat siswa tidak bosan dan membuat siswa antusias sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3. misalnya pada hari sabtu setelah siswa sepulang sekolah atau hari minggu. Sedangkan MGMP ekstern membahas masalah yang lebih besar yang perlu diselesaikan dengan melibatkan berbagai pihak dan mencakup banyak kepentingan. Aditya : Kendala MGMP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->