Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara

Anggota Kelompok : Fitria Rozyana A.(105060803111012) Komang Tania P.(1050) Putranti Puji Elina Dwi

Outline Bahasan • Pancasila Sebagai Ideologi Negara • Karakteristik Ideologi Pancasila • Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi .

melihat dengan budi. Kata kerja Yunani oida = mengetahui. science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar . yang artinya gagasan.Pengertian Ideologi • Ideologi berasal dari kata idea (Inggris). pengetahuan tentang ide-ide. pengertian. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. • Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan.

Menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas’. .Pengertian Ideologi • Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. • Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat Perancis • Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi.

yaitu Ideologi yang doktriner dan Ideologi yang pragmatis . • Ideologi secara fungsional diartikan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik.Pengertian Ideologi • Ramlan Surbakti mengemukakan ada dua pengertian Ideologi yaitu Ideologi secara fungsional dan Ideologi secara struktural. • Ideologi secara fungsional ini digolongkan menjadi dua tipe.

• Sebagai contohnya adalah komunisme. dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. .Ideologi secara fungsional • Ideologi yang doktriner bilamana ajaranajaran yang terkandung di dalam Ideologi itu dirumuskan secara sistematis.

. system ekonomi. kehidupan agama dan sistem politik. apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci. namun dirumuskan secara umum hanya prinsip-prinsipnya. sistem pendidikan. • Pelaksanaan Ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan (internalization) • contohnya individualisme atau liberalisme.Ideologi yang Pragmatis • Ideologi yang pragmatis. dan Ideologi itu disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga.

Ideologi secara Struktural • Ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran. . seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

2) Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia baik dalam adat kebiasaan.Nilai. .nilai Pancasila Sebagai Ideologi • Nilai-nilai Pancasila bersifat objektif. kenegaraan maupun dalam kehidupan keagamaan. maksudnya adalah: 1) Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri memiliki makna yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai. kebudayaan. sehingga merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. 3) Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara yang mendasar.

Hal ini dapat dijelaskan.• Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif. . terkandung maksud bahwa keberadaan nilai-nilai Pancasila itu bergantung atau terlekat pada bangsa Indonesia sendiri. etis. yaitu nilai kebenaran. kebijaksanaan. estetis. 3) Nilai-nilai Pancasila di dalamnya terkandung nilai-nilai kerokhanian. dan nilai religius yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia dikarenakan bersumber pada kepribadian bangsa. keadilan dan kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat. sehingga bangsa Indonesia sebagai penyebab adanya nilai-nilai tersebut. 2) Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. keadilan. karena: 1) Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia. kebaikan. sehingga merupakan jati diri bangsa yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran. berbangsa dan bernegara. kebaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful