P. 1
66513891-MODUL-2011

66513891-MODUL-2011

|Views: 5|Likes:
Published by Dian Risti Purwanti
good
good

More info:

Published by: Dian Risti Purwanti on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 1. Tampilan contoh window di HYSYS
  • Gambar 2. PFD Constructor
  • Gambar 3. Interface workbook
  • Gambar 4. Interface property view
  • Gambar 5. Interface object navigator view
  • Gambar 6. Tampilan window komponen
  • Gambar 7. Tampilan jendela aliran
  • Gambar 8. Tampilan jendela komposisi
  • Gambar 9. Tampilan jendela aliran energi
  • Gambar 10. Tampilan jendela heater dan cooler
  • Gambar 11. Tampilan jendela HE
  • Gambar 12. Tampilan jendela kompresor
  • Gambar 13. Tampilan halaman parameter kompresor
  • Gambar 14. Tampilan jendela pompa
  • Gambar 15. Flowsheet refrigerasi propan
  • Gambar 16. Flowsheet pendinginan LNG
  • Gambar 17. Flowsheet pendinginan LNG dengan LNG Exchanger
  • Gambar 18. Tampilan jendela separator
  • Gambar 19. Tampilan tiga jenis separator
  • Gambar 20. Tampilan jendela Component Splitter
  • Gambar 23. Tampilan jendela kolom
  • Gambar 24. Skema absorber
  • Gambar 26. Skema kolom distilasi
  • Gambar 27. Tampilan halaman Monitor pada jendela kolom
  • Gambar 28. Tampilan jendela Add Spec di halaman Monitor
  • Gambar 29. Tampilan halaman Profiles pada jendela kolom
  • Gambar 30. Tampilan halaman Estimates pada jendela kolom
  • Gambar 31. Tampilan halaman Efficiencies pada jendela kolom
  • Gambar 32. Tampilan tab Reactions pada Simulation Basis Manager
  • Gambar 33. Tampilan halaman Stoichiometry
  • Gambar 34. Tampilan konfigurasi Conversion Reaction
  • Gambar 35. Tampilan konfigurasi Equilibirum Reaction
  • Gambar 38. Halaman Details pada tab Reactions Conversion Reactors
  • Gambar 39. Halaman Details pada tab Reactions Equilibrium Reactors
  • Gambar 40. Halaman Overall pada tab Reactions Gibbs Reactors
  • Gambar 41. Tampilan halaman Details pada tab Reactions Gibbs Reactors
  • Gambar 42. Tampilan tab Rating dari general reactors
  • Gambar 43. Tampilan optioin Basis halaman Details CSTR
  • Gambar 44. Skema PFR
  • Gambar 45. Tampilan jendela PFR
  • Gambar 47. Tampilan halaman Overall pada tab Reactions PFR
  • Gambar 48. Tampilan tab Rating PFR
  • Gambar 49. Tampilan jendela Adjust
  • Gambar 50. Tampilan halaman Parameters operasi Adjust
  • Gambar 51. Tampilan jendela operasi Set
  • Gambar 52. Tampilan halaman Parameters operasi Set
  • Gambar 53. Tampilan jendela operasi Recycle
  • Gambar 54. Tampilan jendela Spreadsheet
  • Gambar 55. Tampilan tab Variables Optimizer
  • Gambar 56. Tampilan tab Functions Optimizer
  • Gambar 57. Tampilan tab Parameters Optimizer
  • Gambar 58. Tampilan tab Monitor Optimizer
  • Gambar 59. Tampilan jendela Databook
  • Gambar 60. Tampilan tab Case Studies Databook
  • Gambar 61. Tampilan jendela Case Studies Setup
  • Gambar 62. Flowsheet refrigerasi propan dengan dua tahap kompresor
  • Gambar 63. Hasil simulasi refrigerasi propan dengan dua tahap kompresor

Modul Dasar Aspen HYSYS

Steady State Operation

Training HYSYS 2-6 Mei 2011 Daftar Isi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pengantar HYSYS Basis Komponen dan Fluid Package Aliran Penukar Panas Alat Berputar Separasi Reaktor Operasi Logika Optimizer Databook Case Studies

1 Pengantar HYSYS
Pendahuluan HYSYS : Software/aplikasi proses simulator Kekhasan HYSYS dibanding proses simulatior lain (misal, Aspen Plus, PRO/II, dan ChemCad): HYSYS memiliki fasilitas interprestasi perintah yang interaktif, yaitu seketika isian dimasukkan, HYSYS langsung mengintreprestasikan langkah lanjut yang perlu dilakukan berdasarkan isian yang telah ada. HYSYS seperti halnya proses simulator lain yang menggunakan subrutin atau prosedur untuk proses modelnya, namun HYSYS memiliki kemampuan merambatkan informasi secara maju dan balik (bidirectional) Rambu-Rambu Pembantu Selayaknya rambu-rambu lalu-lintas yang memberikan informasi, bantuan, dan larangan bagi kelancaran berlalu-lintas, Hysys juga memiliki rambu-rambu pembantu, yaitu : Rambu-rambu isian : Warna tulisan isian : Biru isian informasi oleh user Hitam informasi diperoleh dari perhitungan Warna status stream Biru muda isian belum lengkap Biru tua isian lengkap Warna status spesifikasi dan perhitungan : Hijau ok Kuning not solved, warning Merah under specified, error

Gambar 1. Tampilan contoh window di HYSYS
MA 1

Interface HYSYS Lima element tampilan antaramuka : PFD Constructor Bagian untuk membangun diagram alir simulasi (simulation flowsheet) Workbook View Bagian yang menampilkan tabulasi data Property View Bagian yang menampilkan data berkait obyek simulasi Object Navigator View Navigasi untuk menampilkan data unit operasi dan aliran Sumary View Bagian yang menampilkan ringkasan aliran dan unit operasi yang telah terinstal Tombol-Tombol Pembantu Tombol-tombol shortcut dalam HYSYS ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Tombol-tombol shortcut HYSYS

MA

2

Tabel 1. Tombol-tombol shortcut HYSYS (lanjutan)

Interface PFD Constructor Berikut daftar pallete yang tersedia dalam interface PFD Constructor.

MA

3

Gambar 2. PFD Constructor Interface Workbook

Gambar 3. Interface workbook

MA

4

Interface object navigator view MA 5 .Interface Property View Gambar 4. Interface property view Interface Object Navigator View Gambar 5.

C7*. C9+.g.g. C1-2-3MIX. e. C1*. e. Dibuat oleh user. Memilih komponen yang diinginkan dari daftar. H2O. Menambah komponen-komponen hypothetical ke grup hypothetical dibuat didalam layar Basis Manager’s Hypothetical Components Gambar 6. etc. C6*. modifikasi standardkomponen-komponen. H2O*. Methane. Fraksi-Fraksi Petroleum dan Komponen-Komponen Hypothetical Fraksi-fraksi didapatkan dari karakterisasi dan data tes lab:e. etc. Memindahkan komponen-komponen kedaftar komponen sebelumnya.g. Jika Oil Package tersedia. Ethane.2 Basis Komponen dan Fluid Package Data Komponen Data-data komponen dapat diperoleh dengan dua cara: Standar dari Library Components Sudah tersedia didalamsimulator library. Tampilan window komponen Pemilihan Fluid Package Memilih Model Thermodinamika Harus cocok untuk grup kimia dari komponen yang dipilih Harus model yang sama dari yang telah digunakan untuk mendapatkan parameter komponen Menetapkan parameter-parameter untuk membandingkan/mencocokkan dengan data-data yang tersedia(Penting untuk akurasi prediksi) MA 6 . CO2. NBP[1]335*. dll. NBP[0]125*.dll. e.g. CO2*. Pseudo-Komponen dihitung dengan simulator.

Data. Chao-Seader. pemilihan fluid package didasarkan pada model-model dan pengetahuan termodinamika. Pitzer Data. Data. SRK. parameter Electrolytes Electrolyte NRTL. PC-SAFT Sanchez-Lacombe EoS. PSRK. PR. parameter. Karakterisasi heavy Grayson-Streed. Lee-KesslerPlocker Petrochemicals VLE PR. model polimer polar dan kopolimer blok MA 7 . UNIFAC. UNIFAC-FV databank.PSRK NRTL. Data. UNIQUAC Data. SRK BWRS Gas Treating Kent-Eisenberg Data. Zemaitis databank. UNIQUAC.Molecular Weight(Berat Molekul) Normal Boiling Point(Normal Titik Didih) Specific Gravity Critical Properties Binary Coefficients Jadi. parameter. 2002. Pemilihan fluid package (Chen dan Mathias. Tabel 2. parameter. model VLLE Chemicals NRTL.parameter UNIFAC Petrochemicals LLE NRTL. crude SRK. 2002) Sistem Pilihan Primer Pilihan Sekunder Permasalahan Air Separation Peng-Robinson (PR). Corresponding States Soave-Redlich-Kwong (SRK) Gas Processing PR. model polyelectrolytes Polymer Polymer NRTL. parameter. Berikut merupakan rangkuman pemilihan fluid package menurut Chen dan Mathias. Electrolyte NRTL model mixed amine Petroleum Refining BK10. UNIQUAC.

Jika aliran tidak terpasang pada unit operasi apapun. penekanan tombol-tombol panah akan membuka jendela property dari operasi upstream atau downstream terdekat. Tab Worksheets menampilkan data-data dari aliran. Panah hijau ke arah kiri akan memindahkan tampilan ke aliran di posisi upstream. Tab Attachment menampilkan unit-unit dan operasi logika yang terpasang dengan aliran tersebut. Jendela Spec Stream akan muncul dan memberikan pilihan-pilihan aliran yang ingin dikopi. sifat-sifat. Oleh karena itu. Tampilan jendela aliran Jendela aliran memiliki tiga tab. tombol-tombol panah ini akan membuka jendela Feeder Block atau Product Blok. Temperatur Tekanan Fraksi uap Entropi Entalpi MA 8 . Attachment.3 Aliran Aliran Material Aliran material digunakan untuk mensimulasikan perjalanan material masuk dan keluar batasan simulasi dan perpindahan material antara unit operasi. HYSYS menggunakan perhitungan derajat kebebasan dalam menghitung flash calculaition. meliputi komposisi. sedangkan panah hijau kea rah kanan memindahkan tampilan ke aliran di posisi downstream. Worksheet. Jika ingin mengkopi data-data dari aliran yang sudah ada dalam flowsheet. Gambar 7. dan kondisi aliran. sifat-sifat dan komposisi aliran tersebut harus didefinisikan. Selain komposisi. minimal dua dari spesifikasispesifikasi di bawah ini harus didefinisikan. Salah satunya harus temperatur atau tekanan. Jika aliran yang ingin ditampilkan terpasang pada sebuah unit operasi. dan Dynamics. klik tombol ‘Define from Ither Stream’. komposisi aliran harus terdefinisi. Untuk menyelesaikan suatu aliran.

‘Erase’ dan ‘Normalize’. Gambar 9. aliran energi juga memiliki tombol panah hijau ke arah kiri dan kanan. dan lainnya. Komposisi dapat dinyatakan dalam macam-macam basis. Komposisi dari aliran yang terhitung oleh HYSYS tidak dapat diubah-ubah. Terdapat dua tombol pada jendela Composition. Komposisi dapat dilihat pada halaman Composition di tab Worksheet. Tombol ‘Normalize’ meminta HYSYS untuk memasukkan niali berapapun untuk komposisi-komposisi untuk menghasilkan nilai jumlah fraksi sama dengan 1. Tampilan jendela aliran energi MA 9 . Jika belum terhitung. Namun. nilai heat flow akan berwarna hitam atau terhitung. Tampilan jendela komposisi Aliran Energi Sama seperti aliran material. Gambar 8. tombol-tombol panah akan menjadi tidak dapat ditekan. Tombol ini berguna ketika banyak komponen yang tersedia tapi hanya sedikit yang dispesifikasi. Tombol ‘Erase’ akan menghapus seluruh komposisi yang telah dimasukkan. Tombol ‘Edit’ akan menjadi abu-abu dan angka-angka komposisi akan menjadi hitam. fraksi mol. Fraksi uap dapat dispesifikasikan di antara 0 dan 1. nilai heat flow dapat dispesifikasi untuk mendapatkan kondisi operasi yang sesuai dengan spesifikasi heat flow.JIka fraksi uap dispesifikasikan 0 atau 1. Apabila energi telah terhitung dari kondisi operasi. jika suatu alirna energi tidak terpasang pada operasi apapun. volum. aliran tersebut diasumsikan berada pada bubble point atau dew point. massa.

Terdapat tiga unit penukar panas dasar yang akan dipelajari pada modul ini. Heater dan cooler memiliki fungsi yang sama. yaitu heater. Apabila suatu aliran dilewatkan pada heater/cooler. Digunakan untuk memanaskan aliran dengan menggunakan pemanasa api langsung. fired heater. Energi yang dipertukarkan akan dinyatakan sebagai aliran energi. Keterangan unit-unit penukar panas Keterangan Digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan aliran tanpa memperhitungkan aliran pemanas atau pendingin. Biasa digunakan untuk reaksi pembakaran.4 Penukar Panas Pendahuluan Penukar panas dalam HYSYS berfungsi menghubungkan aliran-aliran antar reservoir kondisi temperatur yang berbeda. Digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan aliran dengan mempertukarkan panas antara dua aliran dalam flowsheet. Biasa digunakan pada proses pengolahan minyak dan gas bumi. dan heat exchanger. Tidak ada aliran energi yang perlu terpasang. Unit penukar panas lainnya yang disediakan oleh HYSYS adalah air cooler. terdapat dua variabel yang harus dispesifikasi untuk dapat menyelesaikan operasi perpindahan panas. Gambar 10. Beda tekan. Apabila terjadi kesalahan penggunaan unit operasi. Digunakan untuk mendinginkan aliran dengan menggunakan udara sebagai fluida pendingin. cooler. Digunakan untuk mempertukarkan panas antara aliran yang rumit. simulasi tetap dapat dijalankan namun nilai heat flow akan bernilai negatif. Biasanya beban panas perubahan fasa jauh lebih besar diakibatkan panas laten. beda tekan HE tanpa perubahan fasa adalah sebesar 3-9 psi. Tampilan jendela heater dan cooler MA 10 . Unit Heater/Cooler Heat Exchanger Air Cooler Fired Heater LNG Exchanger Dasar Simulasi Pertukaran Panas Pertukaran panas secara mendasar dapat dioperasikan dengan menggunakan heater/cooler atau heat exchanger. yaitu: Beban pertukaran panas. sesuai rule of thumb. beban panas dapat dispesifikasi melalui kondisi keluaran heater/cooler ataupun heat flow yang tersedia. Heater dan cooler memerlukan aliran energi terpasang pada unit operasi. dan LNG exchanger. Tabel 3.

Karena unit HE memperhitungkan aliran pendingin atau pemanas. dan n-butan 20% dari kondisi 30oC. (a) Berapa beban panasnya? Jika pemanasan menggunakan steam dengan temperatur 220oC tekanan 10 bar dan steam hanya dapat didinginkan sampai 180oC. 5 bar menjadi 100oC. Tampilan jendela HE Contoh Kasus Buatlah simulasi pemanasan aliran gas alam 100 kmol/jam dengan komposisi etan 40%. propan 40%. Biasanya penggunaan HE akan membatasi pemakaian beban panas karena tidak semua aliran dapat dipertukarkan panasnya untuk mencapai kondisi yang diinginkan. hingga temperatur berapa gas alam dapat dipanaskan? MA 11 .Penggunaan unit HE di HYSYS dilakukan jika pertukaran panas ingin dilakukan antara dua aliran dalam flowsheet. Gambar 11. yaitu beban panas dan bedan tekan. berapa jumlah steam yang dibutuhkan? (b) Jika steam yang tersedia hanya 200 kmol/jam. Variabel yang perlu dispesifikasi dalam HE sama dengan heater/cooler. beban panas harus dispesifikasi dari kondisi aliran-aliran yang dipertukarkan.

Tampilan jendela kompresor Ekspander merupakan kebalikan dari kompresor. Tampilan halaman parameter kompresor MA 12 . Apabila suatu aliran dilewatkan ada pompa atau kompresor. Gambar 12. Beban dapat dispesifikasi dari kenaikan tekanan yang diizinkan ataupun kondisi tekanan keluaran yang diinginkan. Gambar 13. Beban nyata kerja kompresor maupun ekspander dihitung berdasarkan efisiensi mekanik unit. simulasi tentunya tidak membutuhkan alat transportasi sehingga penggunaan pompa dan kompresor dalam HYSYS praktis berfungsi untuk menaikkan tekanan. Penurunan tekanan dapat dilakukan dengan valve ataupun ekspander. Nilai efisiensi dapat didefinisikan pada halaman Parameter di tab Design. yaitu beban perbedaan tekan yang diinginkan. hanya satu variabel yang perlu dispesifikasi untuk menyelesaikan operasi. Efisiensi yang lain akan terhitung menggunakan beban energi dan kondisi aliran. Pompa dan kompresor menggunakan energi mekanik untuk memutar rotor sehingga kedua unit ini memerlukan aliran energi di HYSYS.5 Alat Berputar Pendahuluan Alat berputar yang dibahas dalam modul ini meliputi alat transportasi fluida yaitu pompa dan kompresor. Akan tetapi. Hanya satu dari dua jenis efisiensi yang dapat dispesifikasi.

Akan tetapi. HYSYS mengasumsikan aliran feed pada pompa incompressible. kompresor tidak akan dapat diselesaikan apabila terdapat fasa cair dalam feed. hanya dua dari variabel berikut yang perlu dispesifikasi untuk dapat menyelesaikan operasi pompa: Beda tekan atau tekanan discharge Efisiensi adiabatik Beban energi Contoh Kasus 1: Siklus Refrigerasi Propan Buatlah simulasi refrigerasi propan dengan spesifikasi sebagai berikut: Temperatur keluaran condenser adalah 50oC Keluaran condenser adalah cair jenuh Temperatur keluaran evaporator adalah 0oC Keluaran evaporator adalah uap jenuh Beban evaporator adalah 3.106 kJ/jam Hitung kebutuhan propan yang perlu disirkulasi! Gambar 15. Tampilan jendela pompa Hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan pompa adalah. Sebaliknya. Gambar 14.Perbedaan penggunaan pompa dan kompresor hanya terletak pada fasa feed. Artinya densitas feed tidak berubah sehingga efisiensi isentropic pompa praktis terhitung 100%. Pompa tidak akan dapat diselesaikan apabila terdapat fasa uap dalam feed. Pompa dan kompresor juga tidak dapat diselesaikan apabila aliran feed memiliki laju alir bernilai nol.6. dalam perhitungan simulasi. Flowsheet refrigerasi propan MA 13 .

Tabel 4. Selanjutnya.Contoh Kasus 2: Pendinginan LNG Buat simulasi pendinginan LNG hingga -150oC dengan dua siklus refrigerasi ethylene dan methane. Berapa jumlah ethylene dan methane sebagai pendingin yang dibutuhkan? Data komposisi LNG dan spesifikasi siklus refrigerasi disajikan sebagai berikut.911779 C2 0.000899 C1 0. LNG didinginkan dengann siklus refrigerasi ethylene. LNG didinginkan dengan siklus refrigerasi methane.002098 i-C5 0.05515 C3 0.002897 n-C4 0. Pertama-tama. Spesifikasi siklus refrigerasi ethylene dan methane Siklus Ethylene Siklus Methane Temperatur keluaran condenser -36oC Temperatur keluaran condenser Temperatur keluaran evaporator -100oC Temperatur keluaran evaporator Pressure drop evaporator 6 bar Pressure drop evaporator o Temperatur akhir LNG -90 C Temperatur akhir LNG -90oC -160oC 6 bar -150oC Gambar 16. Data aliran LNG Temperatur (oC) -35. Flowsheet pendinginan LNG MA 14 .0001 Tabel 5. Temperatur LNG setelah melewati siklus ethylene adalah -90oC.27076 i-C4 0.54 Tekanan (kPa) 4217 Laju alir (kmol/jam) 10 Komposisi N2 0.

Buat simulasi contoh kasus 2 menggunakan LNG Exchanger! Kunci: LNG Exchanger menggabungkan evaporator siklus ethylene dan condenser siklus methane. Gambar 17.Contoh Kasus 3: Pendinginan LNG dengan LNG Exchanger Biasanya dalam pendinginan LNG. Flowsheet pendinginan LNG dengan LNG Exchanger MA 15 . LNG Exchanger dapat mengatasi pertukaran panas antar lebih dari dua aliran panas dan dingin. LNG Exchanger digunakan untuk meminimalkan jumlah penukar panas.

6 Separasi Pendahuluan Proses separasi dalam teknik kimia digunakan untuk memisahkan dua senyawa atau lebih secara fisik atau kimia. shortcut distillation. 3-phase separator. yaitu separator. component splitter. Dalam simulasi. Separator Uap Cair Terdapat tiga jenis separator uap cair dalam HYSYS. Pembagiannya adalah konstituen uap. Ketiganya memiliki prinsip yang sama.Deskripsi unit separator uap cair Dekripsi Multiple feed. dan satu produk cair. fasa cair. kita hanya perlu menambahkan satu aliran produk cair untuk menyelesaikan operasinya. Tampilan jendela separator MA 16 . satu produk uap. Setelah menggunakan operation toggle. Tank biasa digunakan untuk mensimulasikan liquid surge vessel. dan fasa cair berat. Multiple feed. dan kolom. Unit Separasi Separator 3-Phase Separator Tank Gambar 18. Multiple feed. dan tank. dan dua produk cair. terdapat juga operation toggle pada halaman Parameter yang mempermudah kita untuk berpindah dari satu dari tiga operasi ini ke yang lain. Pembagiannya adalah konstituen uap dan cair. dan satu produk cair. Misalnya sebuah separator hendak diubah menjadi 3-phase separator. Proses separasi yang dibahas dalam modul ini adalah pemisahan fisik yang hanya bergantung pada kesetimbangan. Unit-unit separasi yang akan dibahas meliputi separator uap cair. satu produk uap. satu produk uap. Tabel 6.

Tampilan tiga jenis separator Suatu aliran yang dilewatkan pada separator akan langsung menghasilkan produk aliran berwarna hijau. fraksi uap. separator juga dapat melakukan perhitungan balik dari satu aliran produk dengan komposisi yang diinginkan. Tidak ada yang perlu dispesifikasi lebih lanjut asalkan kondisi feed sudah terdefinisi. tekanan aliran MA 17 . Tampilan jendela Component Splitter Dua halaman mendasar yang penting untuk menyelesaikan operasi component splitter ini adalah halaman Parameter dan Splis pada tab Design. Pada halaman Parameter. Gambar 20. Unit ini digunakan untuk mensimulasikan operasi-operasi separasi yang tidak dapat dilakukan di HYSYS. aliran material dibagi menjadi dua aliran komponen berdasarkan fraksi pembagian (split) yang dispesifikasi. Karena itu.Gambar 19. Component Splitter Dengan component splitter.

dan tekanan aliran produk bawah harus dispesifikasi. di mana light key dan heavy key component harus didefinisikan beserta target komposisinya. Spesifikasi hanya perlu dilakukan pada fraksi aliran overhead. operasi kolom yang rigorous perlu dilakukan. Perbandingan refluks dapat dispesifikasi untuk menghitung laju aliran uap dan cair pada bagian enriching dan stripping. dan letak ideal feed. Pada halaman split. MA 18 .overhead. Produk atas dapat dipilih berupa uap jenuh atau cair jenuh. Kunci pemisahan diatur pada halaman Parameter. Untuk perhitungan dan hasil yang lebih lengkap. terdapat opsi ‘Equalize All Stream Pressures’. (a) (b) Gambar 21. Nilai target komposisi dapat menyebabkan tidak mungkinnya sebuah operasi distilasi dijalankan. Jika tekanan kedua aliran produk hendak disamakan. jumlah tray ideal. Apabila terjadi masalah. beban condenser dan reboiler. fraksi pembagian juga harus dispesifikasi untuk seluruh komponen. Fraksi pembagian dibatasi dari 0 sampai 1. Tampilan halaman (a) Parameter dan (b) Split pada jendela Component Splitter Shortcut Distillation Shortcut Distillation digunakan untuk melakukan perhitungan metode Fenske-Underwood untuk koloom refluks sederhana. Tombol ‘All 1’ dan ‘All 0’ dapat digunakan untuk melakukan spesifikasi fraksi overhead 1 (100%) atau 0 (0%). Fraksi-fraksi pada aliran produk bawah akan dapat terhitung juga. Perlu diingat bahwa light key harus lebih ringan dari heavy key.

semakin kecil nilai target pemisahan. Hasil yang diperoleh meliputi jumlah tray minimum. MA 19 . lokasi feed optimal. Tampilan halaman (a) Connections dan (b) Parameters pada Shortcut Distillation Hasil perhitungan dirangkum dan dapat dilihat pada tab Performance. Selanjutnya perbandingan refluks actual harus dispesifikasi untuk melakukan perhitungan lebih lanjut. dan beban condenser dan reboiler. laju alir uap dan cair pada bagian atas dan bawah feed. temperatur condenser dan reboiler. Pada umumnya. Tekanan condenser dan reboiler juga harus dispesifikasi terlebih dahulu. Tekanan reboiler selalu lebih besar daripada tekanan condenser untuk mencegah reverse pressure apabila terjadi pressure drop yang cukup besar pada bagian bawah kolom. semakin sulit pula pemisahan dilakukan. Apabila target komposisi dan tekanan tidak bermasalah. yaitu komponen dan komposisinya. jumlah tray actual. Perhitungan temperatur condenser dan reboiler hanya bergantung pada target pemisahan. Jumlah tray minimum dihitung menggunakan metode Fenske. dan jumlah tray actual dihitung menggunakan metode Gilliland. dan tidak dipengaruhi oleh perbandingan refluks.nilai target komposisi dapat diganti-ganti untuk menyelesaikan operasi. Reverse pressure akan menyebabkan operasi distilasi tidak berjalan. perbandingan refluks minimum akan terhitung. (a) (b) Gambar 22. Beban condenser dan reboiler dihitung melalui neraca energi oleh HYSYS.

Jenis produk atas dapat diganti-ganti dan side draw dari kolom juga dapat ditambahkan. Kolom juga memiliki sub-flowsheet yang dapat diatur dengan aplikasi tambahan. Pada jendela property dari kolom. Terdapat tiga cara untuk memberikan kolom initial estimates: Memberikan nilai estimates pada saat membangun kolom (ini didapatkan dari perhitungan shortcut distillation. jika produk atas merupakan subcooled liquid. Semakin baik nilai initial estimates.Kolom Kolom merupakan unit operasi pemisahan distilasi yang terhitung secara rigorous. Mengubah-ubah nilai estimates pada halaman Profiles di tab Parameters. semakin cepat HYSYS akan mencapai solusi konvergen. Dalam HYSYS standar. Initial estimates secara singkat merupakan nilai-nilai yang diinput untuk membantu algoritma HYSYS mencapai solusi konvergen. Sebagai contoh. tekanan bagian atas dan bawah kolom. Temperatur di sepanjang kolom diestimasi dengan interpolasi linear. estimasi sebaiknya dilakukan pada tray paling atas dan paling bawah dari kolom. subflowsheet ini dapat diakses tapi tidak bisa diedit. Gambar 23. Memberikan spesifikasi nilai yang diinginkan pada halaman Monitor. Ketika terdapat perubahan temperatur yang cukup besar dalam kolom. kita dapat mengatur jumlah tray. estimasi temperatur dapat diberikan pada tahap manapun di kolom. Tampilan jendela kolom Prinsip dari perhitungan kolom rigorous adalah iterasi menuju kondisi konvergen menggunakan perkiraan awal (initial estimates) beberapa spesifikasi. termasuk condenser dan reboiler. dan juga beda tekan condenser dan reboiler. lokasi feed tray. MA 20 . nilai temperatur baiknya diestimasi dengan temperatur bubble point untuk tahap condenser daripada menggunakan temperatur subcooled-nya. Contoh lainnya.

Jadi spesifikasi tekanan selalu dibutuhkan pada produk cair dan uap dari kolom dengan dua aliran feed yang telah diketahui laju alirnya. Tipe-tipe kolom dasar Absorber Karena absorber memiliki dua aliran masuk dan dua aliran keluar. Tabel 6. Skema absorber MA 21 . absorber memiliki empat aliran batas sehingga absorber membutuhkan empat spesifikasi tekanan. Gambar 24. Absorber dan liquid-liquid extractor memiliki konfigurasi yang sama. Reboiled Absorber dan Refluxed Absorber merupakan absorber dengan penambahan condenser atau reboiler sehingga menambah jumlah aliran batas (boundary stream).Jenis-Jenis Kolom Terdapat 6 tipe kolom dasar di HYSYS sesuai Tabel 6.

Reboiled Absorber Unit ini memiliki satu aliran feed dan dua aliran keluar. tergantung dari konfigurasi condenser. Spesifikasi tekanan selalu dibutuhkan pada produk uap kolom. Skema kolom distilasi MA 22 . Jadi refluxed absorber memiliki memiliki tiga atau empat aliran batas dan membutuhkan empat atau lima spesifikasi tekanan anan dan laju alir.biasanya dua spesifikasi tekanan dan tiga spesifikasi laju alir. Apabila ada penambahan side draw dari tengah kolom distilasi. Gambar 26. tergantung pada konfigurasi condenser. Three phase distillation column sama dengan kolom distilasi sedehana. Secara dasar. Pada umumnya kolom distilasi memiliki satu spesifikasi tekanan dan sisanya spesifikasi laju alir. Refluxed Absorber Unit ini memiliki satu aliran feed dan dua atau tiga aliran keluar. unit ini memiliki tiga aliran batas sehingga dibutuhkan tiga spesifikasi tekanan dan laju alir. jumlah variabel yang harus dispesifikasi akan bertambah. satu tekanan dan dua laju alir. (a) (b) Gambar 25. Skema (a) Reboiled Absorber dan (b) Refluxed Absorber Distillation Column Kolom distilasi sederhana memiliki satu aliran masuk dan dua atau tiga aliran keluar. tapi aliran keluarnya bertambah satu karena adanya tiga fasa.

Satu spesifikasi tekanan direkomendasikan untuk aliran vapour dan satu spesifikasi laju alir untuk salah satu produk cairnya. untuk konfigurasi condenser ini. ketiga aliran keluar harus dispesifikasi. dan total condenser. baru setelah itu iterasi dijalankan lagi dengan nilai spesifikasi yang baru. fully-refluxed condenser. Namun. Jenis-jenis konfigurasi condenser tersebut adalah partial condenser. kita dapat memasukkan spesifikasi yang kita inginkan dalam mencapai solusi konvergen. satu spesifikasi tekanan diperlukan pada aliran overhead vapour dan satu spesifikasi laju alir diperlukan pada alira refluks. mengawasi konvergensi. Misalnya. Konfigurasi condenser secara tidak langsung mempengaruhi proses pemisahan dalam kolom. Tabel 7.Jenis Condenser Terdapat tiga jenis konfigurasi condenser yang membedakan aliran keluaran dari kolom. Untuk fully-refluxed condenser. laju alir aliran distilat dapat dispesifikasi tapi tekanan kolom harus dikontrol melalui beban condenser. Spesifikasi yang dapat ditambahkan misalnya temperatur dan komposisi. dan menampilkan plot dari profil kolom. Halaman monitor pada tab Design menampilkan bagan untuk mengedit spesifikasi. Untuk total condenser. Spesifikasi ketiga dapat merupakan laju alir dari aliran produk cair yang lain atau laju aliran refluks. aliran refluks perlu dispesifikasi laju alirnya dan aliran distilat dispesifikasi tekanannya. Apabila ada spesifikasi yang ingin diganti. Konvergensi Kolom Iterasi untuk mencapai solusi konvergen oleh kolom dilakukan dengan mengklik tombol ‘Run’ pada bagian bawah jendela kolom. Pada kelompok spesifikasi. MA 23 . Perbedaan ketiganya disajikan pada tabel berikut. Jenis-jenis condenser Aliran keluaran Overhead vapour Reflux Distillate Jenis Skema Partial Condenser Fully-Refluxed Condenser Overhead vapour Reflux Total Condenser Reflux Distillate Pada partial condenser. tombol ‘Run’ yang telah berganti menjadi ‘Stop’ harus diklik terlebih dahulu.

komposisi komponen A yang diinginkan adalah 0. Estimate. HYSYS memberikan lima spesifikasi yang mendasar untuk mencapai solusi konvergen. Nilai-nilai spesifikasi ini akan menjadi target yang akan dicapai oleh iterasi.98 atau temperatur tray tertentu diinginkan pada temperatur 120oC. Spesifikasi ini berguna apabila sebauh variabel ingin dianalisis pengaruhnya. Penjelasan status spesifikasi berdasarkan ketiga checkbox tersebut disajikan pada tabel di bawah ini. variabel spesifikasi yang otomatis diberikan HYSYS jika kita hendak menyelesaikan permasalahan kolom. Spesifikasi-spesifikasi ini disebut replaceable specifications. Penambahan side draw atau pengubahan jenis condenser akan dapat menambah atau mengurangi jumlah variabel yang harus dispesifikasi. (ketika checkbox Active dicheck. Ketika ketiga checkbox tidak dicheck. Spesifikasi dalam status Estimate tidak memakai derajat kebebasan. Tabel 8. yaitu Active. Pernyataan bahwa spesifikasi sedang digunakan oleh kolom dalam melakukan iterasi. Tampilan halaman Monitor pada jendela kolom Status spesifikasi dapat dikontrol dengan menggunakan tiga checkbox yang terdapat di kolom spesifikasi paling kanan. Checkbox Current tidak dapat diubah-ubah.. Estimate Current Completely Inactive Secara default. Status checkbox Current setara dengan status Active. Deskripsi status spesifikasi Status Active Deskripsi Spesifikasi tersebut menjadi nilai target yang harus dicapai oleh iterasi HYSYS. spesifikasi tersebut tidak dipedulikan oleh HYSYS dalam melakukan iterasi. Spesifikasi yang aktif akan selalu menjadi initial estimate dan memakai satu derajat kebebasan. Gambar 27. Penambahan equipment MA 24 . dan Current. checkbox Estimate dan Current otomatis tercheck) Nilai variabel akan menjadi initial estimate dalam iterasi.

mass. laju alir uap dan cair sepanjang kolom. dan volume. laju alir produk bawah. Gambar 28. tekan tombol ‘Add Spec’. Terdapat tiga halaman yang praktis akan sering digunakan pada tab ini. laju alir distilat. Angka-angka tersebut dapat kita spesifikasi sehingga kita dapat menghasilkan distribusi profil yang diinginkan.tambahan pada kolom seperti side draw akan memunculkan spesifikasi baru yang diberikan HYSYS secara default. dan laju refluks. Tab ini juga berfungsi mendefinisikan beberapa parameter mendasar dari kolom. Kita bisa memakai spesifikasi yang telah disediakan HYSYS atau menggunakan spesifikasi lain yang kita inginkan. yaitu Profiles Estimates Efficiencies Profiles menampilkan profil tekanan. Untuk menambah spesifikasi baru selain yang tersedia. estimasi temperatur. Tampilan jendela Add Spec di halaman Monitor Parameter Kolom Hasil perhitungan kolom ditampilkan pada tab Parameters. perbandingan refluks. Flow basis untuk laju alir uap dan cair dapat diganti-ganti dengan option flow basis molar. MA 25 . Spesifikasi default HYSYS adalah laju alir overhead vapour. Fungsi tombol-tombol pada halaman Profiles adalah sebagai berikut.

Sama seperti halaman Profiles. Nilai yang berwarna merah merupakan hasil perhitungan HYSYS (tidak terkunci oleh spesifikasi). MA 26 . Menampilkan temperatur. Gambar 29. Fungsi tombol di halaman Profiles kolom Fungsi Memasukkan nilai hasil perhitungan HYSYS ke dalam cell yang terpilih. dan entalpi dari semua aliran yang terhubungkan dengan operasi kolom. Pada halaman ini. Tampilan halaman Profiles pada jendela kolom Halaman Estimates menyediakan informasi mengenai komposisi di sepanjang kolom. Angka yang diunlock akan terupdate dengan hasil perhitungan HYSYS. Nilai Estimates yang telah terkunci (warna biru) tidak dapat diupdate. Fungsi tombol-tombol pada halaman ini disajikan sebagai berikut. interpolasi komposisi dilakukan dalam basis logaritmik. komposisi di suatu tray dapat dispesifikasi sesuai keinginan. nilai yang dispesifikasi manual akan otomatis berwarna biru (terkunci). sehingga tidak dapat diupdate dengan hasil perhitungan HYSYS sekalipun. Menghapus nilai pada semua tray. Mengubah semua angka berwarna merah (tidak terkunci) menjadi biru (terkunci). Menghapus nilai pada tray terpilih. laju molar.Tombol Update from Solution Clear Clear All Lock Unlock Stream Estimates Tabel 9. Komposisi dinyatakan dalam fraksi mol sehingga nilai berada di antara 0 sampai 1. Mengubah semua angka biru (terkunci) menjadi merah (tidak terkunci). Apabila interpolasi temperatur dilakukan secara linier. Spesifikasi komposisi dapat dilakukan untuk fasa uap dan fasa cair pada setiap tray.

Menormalisasi komposisi tray terpilih sehingga jumlahnya satu. Dengan demikian perhitungan jumlah tray akan menjadi jumlah tray teoritik. Menghapus semua nilai pda semua tray. biru maupun merah.Tombol Clear Tray Clear All Trays Update Restore Normalize Trays Lock Estimates Unlock Estimates Tabel 10. Gambar 31. nilai efisiensi seluruh tray adalah 1 di mana kesetimbangan yang terjadi adalah ideal. Tampilan halaman Efficiencies pada jendela kolom MA 27 . Secara default. Mengupdate nilai-nilai dengan hasil perhitungan HYSYS. Menghapus nilai-nilai yang dihitung HYSYS dan mengembalikan nilai-nilai menjadi nilai estimasi yang dispesifikasi. Sama seperti Lock (lihat di atas) Sama seperti Unlock (lihat di atas) Gambar 30. pada tray terpilih. Fungsi tombol di halaman Estimates kolom Fungsi Menghapus semua nilai. Tampilan halaman Estimates pada jendela kolom Halaman Efficiencies menampilkan data-data efisiensi seluruh tray di sepanjang kolom.

Reaksi konversi tidak dapat disatukan dengan jenis reaksi lain dalam satu reaction set.7 Reaktor Pendefinisian Reaksi Untuk mengoperasikan simulasi reaktor di HYSYS. Tampilan tab Reactions pada Simulation Basis Manager Conversion Reaction Tipe reaksi ini tidak idak memerlukan pengetahuan termodinamika sama sekali. Reaksi konversi hanya dapat dioperasikan dengan Conversion Reactors. set. Gambar 32. Database reaksi dapat diatur pada tab Reactions. Konversi dapat dinyatakan sebagai fungsi temperatur. Kita hanya perlu memasukkan stoikiometri reaksi dan konversi dari reaktan basis. Gambar 33. Untuk menambah reaksi. Reaksi-reaksi reaksi yang telah dibuat harus dimasukkan ke dalam sebuah reaction set dan ditambahkan ke Fluid Package untuk bisa diakses oleh reaktor pada flowsheet. sebelumnya kita harus mendefinisikan dulu reaksireaksi reaksi yang kita inginkan di Simulation Basis Manager. Tampilan halaman Stoichiometry MA 28 . tekan tombol ‘Add Rxn’. Reaksi akan terus berjalan sampai konversi yang dispesifikasi tercapai atau reaktan reaktan pembatas telah habis. Namun sesame reaksi konversi dapat disatukan dalam satu reaction set. Nilai konversi yang dispesifikasi tidak dapat melebihi 100%.

Data-data yang perlu dimasukkan seperti konstanta Keq. Tampilan konfigurasi Conversion Reaction Equilibrium Reaction Reaksi kesetimbangan membutuhkan pengetahuan tentang hubungan konstanta kesetimbangan dan temperatur. Nilai konstanta kesetimbangan. masukkan Keq atau Ln (Keq) Sebagai fungsi temperatur. Sebagai tabel data Keq terhadap temperatur Dihitung menggunakan Ideal Gibbs Free Energy oleh HYSYS Pilihan metode perhitungan Keq ini dapat dipilih pada option di sebelah kanan halaman Basis pada tampilan konfigurasi Equilibrium Reaction. Gambar 35. tabel Keq terhadap temperatur. Keq.Gambar 34. diatur pada tab Keq. Tampilan konfigurasi Equilibirum Reaction MA 29 . Tampilan tab Keq akan berubah-ubah tergantung metode perhitungan Keq yang dipilih pada tab Basis. dan konstanta persamaan fungsi Keq terhadap temperatur. dapat dispesifikasi dengan berbagai cara: Sebagai konstanta. Reaksi kesetimbangan hanya dapat dioperasikan dengan Equilibrium Reactors dan Gibbs Reactors.

Lain halnya dengan reaksi konversi dan kesetimbangan yang hanya bisa dioperasikan dengan general reactors. satuan molar enthalpy-lha yang diubah pada preferences. Untuk mengubah satuan energi aktivasi. Reaksi eksotermik justru menghasilkan nilai reaction heat yang positif. dan konstanta lainnya yang mempengaruhi konstanta laju reaksi. Reaksi tipe ini merupakan reaksi dengan data-data yang cukup lengkap dan aktual. istilah reaction heat bukanlah heat of reaction. tapi sama dengan satuan molar enthalpy. kita dapat mendefinisikan orde reaksi forward dan kebalikan reaksi. Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai reaksi: Pada halaman Stoichiometry. Tampilan konfigurasi Kinetic Reaction Reaksi kinetic dapat dioperasikan dengan CSTR dan plug flow reactors. . Pada tab Stoichiometry. Satuan energi aktivasi tidak diperlihatkan. Temperatur pada persamaan fungsi memiliki satuan Kelvin.Kinetic Reaction Reaksi tipe heterogenous catalytic dan simple rate juga pada dasarnya merupakan tipe reaksi kinetic sehingga dibahas menjadi satu pada bagian ini. Gambar 36. Tab Basis akan mengatur basis satuan kinetika dan tab Parameters mengatur nilai-nilai konstanta Arrhenius. MA 30 . energi aktivasi.

tapi nanti nilai laju alirnya akan bernilai nol. beban energi pada reaktor. aliran cair juga tetap perlu dipasang. Perbedaan ketiga jenis general reactors ini terletak pada tab Parameters. Lain halnya dengan plug flow reactor nanti. beda tekan dapat dinyatakan sebagai fungsi dimensi reaktor dengan persamaan Ergun. Equilibrium Reactors. dan juga volume reaktor. Beda tekan hanya dapat dispesifikasikan sebagai konstanta. Tampilan tab Design untuk ketiga jenis general reactors adalah sama. dan Gibbs Reactors. termasuk aliran energi. Halaman Connections berfungsi mengatur aliran-aliran masuk dan keluar reaktor. Tab Parameters akan mengatur konfigurasi reaktor sesuai jenisnya masing-masing. Tampilan halaman (a) Connections dan (b) Parameters pada jendela general reactors MA 31 . Apabila reaksi yang berlangsung adalah reaksi fasa gas. (a) (b) Gambar 37. Halaman Parameters berfungsi mengatur beda tekan reaktor.General Reactors General Reactors di HYSYS meliputi Conversion Reactors.

yang menunjukkan ranking terjadinya reaksi. yaitu: Stoichiometry. Lebih dari satu reaksi dapat memiliki rank yang sama. Secara umum. mengatur stoikiometri dari reaksi Basis. Conversion Reactor Reactions Tab Pada halaman Details reaktor konversi.Pada dasarnya. halaman Details menampilkan pengaturan reaksi yang terlibat dan halaman Results menampilkan hasil dan ringkasan reaksi seperti konversi dan yield yang terhitung. reaction set yang telah diatur di Simulation Basis Manager dapat dimasukkan ke reaktor untuk dijalankan. Pada halama Details. Apabila jenis reaksi tidak sesuai dengan reaktor yang dipilih. reaction set otomatis akan ditolak HYSYS. Reaksi dengan rank lebih rendah akan berlangsung lebih dahulu. Tampilan halaman Results Conversion Reactors MA 32 . tab Reactions terdiri dari dua halaman. terdapat kolom tambahan. menampilkan data-data untuk perhitungan konversi Gambar 38. Halaman Details pada tab Reactions Conversion Reactors Pada halaman Results reaktor konversi. Gambar 39. terdapat beberapa option. yaitu Rank. mengatur konfigurasi basis perhitungan reaksi Conversion. yaitu halaman Details dan Results.

Pada halaman Overall reaktor Gibbs. mengatur aproksimasi konversi sebagai fungsi temperatur dan aproksimasi perhitungan pada temperatur reaksi (spesifikasi tambahan. MA 33 . mengatur data-data perhitungan konstanta kesetimbangan reaksi Approach. terdapat beberapa option. tidak perlu ada spesifikasi reaction set. Namun. Pada kelompok Solving Options. Specify Equilibrium Reactions. mengatur konfigurasi basis perhitungan reaksi Keq. jarang digunakan) Gambar 39. Kegunaan reaktor Gibbs cukup versatile karena dapat digunakan juga hanya sebagai separator. reaktor Gibbs tidak membutuhkan reaksi stoikiometrik spesifik untuk menghitung komposisi keluaran. juga nilai toleransi yang diinginkan. terdapat tiga option utama. yaitu: Stoichiometry. Reaktor Gibbs memperhitungkan adanya excess Gibbs dan perilaku nonideal lainnya dari campuran senyawa kimia. reaktor hanya akan bertindak sebagai separator. Halaman Details pada tab Reactions Equilibrium Reactors Gibbs Reactor Reactions Tab Reaktor Gibbs menghitung komposisi keluaran sedemikian sehingga fasa dan kesetimbangan kimia dari aliran keluaran tercapai. Ketika reaction set terpasang. No Reactions. yaitu: Gibbs Reactions Only. Prinsip kerja ini sedikit berbeda dengan perhitungan reaktor kesetimbangan yang memakai Keq source dari ideal Gibbs free energy karena reaktor Gibbs tidak mengasumsikan campuran komponen dan reaksi berperilaku secara ideal. HYSYS menghitung komposisi keluaran menggunakan kondisi di mana energi bebas Gibbs dari sistem minimum pada saat kesetimbangan. di mana ia meminimumkan energi bebas Gibbs tanpa adanya reaction set yang terpasang. membutuhkan spesifikasi equilibrium reaction set. stoikiometri dari reaksi ikut digunakan dalam perhitungan reaktor Gibbs.Equilibrium Reactos Reactions Tab Pada halaman Details reaktor konversi. mengatur stoikiometri dari reaksi Basis. kita juga dapat mengatur jumlah iterasi maksimum yang harus dilakukan HYSYS.

Option ini biasa digunakan untuk senyawa-senyawa yang tidak diketahui rumus molekulnya dan berguna untuk membantu perhitungan neraca atom karena stoikometri reaksi yang tidak diketahui.Gambar 40. Halaman Overall pada tab Reactions Gibbs Reactors Halaman Details dari reaktor Gibbs berbeda dengan kedua general reactors lainnya. Tampilan halaman Details pada tab Reactions Gibbs Reactors MA 34 . Option Flow Specs mengizinkan kita untuk memberikan spesifikasi-spesifikasi laju alir yang diinginkan untuk komponen tertentu. Terdapat dua option pada halaman Details reaktor Gibbs. yaitu Flow Specs dan Atom Matrix. Atom Matrix mengizinkan kita mengatur jumlah-jumlah atom dalam senyawa-senyawa yang terlibat. Gambar 41.

Namun. aliran masuk diasumsikan langsung bercampur secara menyeluruh sehingga komposisi keluaran reaktor identik dengan komposisi di seluruh bagian reaktor. Dengan data volume reaktor. heterogenous catalytic. Jika ‘This Reactor has a Boot’ dicheck. Tampilan tab Rating dari general reactors CSTR Reaktor tangki ideal ini tidak jauh berbeda dengan general reactors. CSTR hanya bisa digunakan untuk mengoperasikan reaksi kinetic. MA 35 . tab Ratin mengatur konfigurasi reaktor. Gambar 42. persamaan laju reaksi. kita dapat mengatur bentuk dan dimensi reaktor. Nilai boot dapat langsung terhitung oleh HYSYS atau dispesifikasi sendiri. dan stoikiometri reaksi. Pada halaman Sizing. Konversi reaksi bergantung pada ekspresi laju reaksi dari reaksi yang bersangkutan.Reactor Rating Apabila tab Reactions mengatur konfigurasi reaksi. CSTR dapat menghitung konversi tiap komponen yang masuk ke reaktor. dan simple rate. konfigurasi boot akan tampil berupa boot diameter dan boot height. Seperti asumsi CSTR pada umumnya. Halaman Nozzles mengatur terutama elevasi reaktor dari permukaan tanah dan juga dimensi nozzles.

Skema PFR Seiring reaktan mengalir di sepanjang reaktor. Gambar 43. Gambar 45. reaktan terus terkonsumsi seccara kontinyu. Aliran dimodelkan sebagai aliran plug yang berarti aliran dalam reaktor berjalan secara radial isotropik (tidak ada gradient massa atau energi).Halaman Details pada tab Reactions CSTR hanya memiliki dua option. Karena laju raksi merupakan fungsi dari konsentrasi. Halama Results dan tab Rating dari CSTR sama dengan general reactors. Gambar 44. laju reaksi juga berubah secara aksial (kecuali reaksi orde nol). sehingga terdapat perubahan aksial dalam konsentrasi. Tampilan jendela PFR MA 36 . Tampilan optioin Basis halaman Details CSTR Plug Flow Reactor Plug Flow Reactor (PFR) terdiri dari sebundel pipa atau tube silinder. Pencampuran aksial dalam PFR dianggap tidak ada. Basis mengatur konstanta-konstanta yang digunakan dalam persamaan laju reaksi seperti konstanta Arrhenius dan energi aktivasi. yaitu Stoichiometry dan Basis.

Tampilan halaman (a) Parameters dan (b) Heat Transfer PFR MA 37 . baik pendinginan maupun pemanasan. (a) (b) Gambar 46. Konstanta-konstanta empiris dalam persamaan bilangan tak berdimensi Nusselt. Prandtl. beda tekan dapat dispesifikasi berupa angka langsung atau dihitung menggunakan persamaan Ergun sebagai fungsi dari dimensi reaktor dan fluida. Konfigurasi formula ini diatur lebih lanjut pada halaman Heat Transfer. kita dapat memilih option ‘Formula’. dan Reynold juga dapat dispesifikasi untuk perhitungan koefisien perpindahan panas pada bagian tube. halaman ini juga mengizinkan kita melakukan spesifikasi beban panas pada reaktor. heat capacity.Pada halaman Parameters. Option Formula mengizinkan kita memasukkan data-data mendasar yang dapat digunakan HYSYS untuk menghitung perpindahan panas. Selain beda tekan. bukan ‘Direct Q Value’. laju alir molar. Apabila kita tidak ingin memberikan nilai beban panas secara langsung. seperti wall heat transfer.

Selama perhitungan tiap segmen. Halaman Overall mengatur pemilihan reaction set. Jika segmen sudah dibagi sampai poin di mana panjang segmen lebih kecil dan minimum step length. juga void fraction dari katalis. Sama seperti CSTR. Tampilan halaman Overall pada tab Reactions PFR Halaman Details dan Results dari PFR sama dengan CSTR karena reaksi yang terlibat sama. Gambar 47. pembagian segmen saat perhitungan juga dapat dibatasi dengan minimum step fraction atau jumlah segmen minimum. ketebalan tube.Tab Reactions dari PFR berbeda sekali dengan CSTR maupun general reactors karena konfigurasinya yang lebih kompleks. yaitu Overall. Namun. perhitungan akan dihentikan.tab Rating dari PFR sedikit berbeda dengan CSTR maupun general reactors karena bentuk PFR yang memiliki tube dan data katalis sehingga terdapat data-data yang harus ditambahkan seperti jumlah tube. dan pengaturan data katalis. Selain panjang minimum. HYSYS akan mencoba menghitung solusi untuk seluruh panjang segmen. Gambar 48. tab Reactions terdiri dari tiga halaman. yaitu reaksi kinetik. Jika solusi tidak diperoleh. Details. segmen yang sedang dihitung akan dibelah menjadi dua dan solusi akan diselesaikan terlebih dahulu untuk setengah segmen pertama. dan Results. pengaturan segmen PFR. Tampilan tab Rating PFR MA 38 .

Reaksi yang terlibat diasumsikan hanya: CO + 2 H2 → CH3OH (a) Simulasikan reaksi pada temperatur 250oC dengan reaktor konversi. (b) Apabila reaksi disimulasi dengan reaktor equilibrium. CO2 10%. 80 bar. laju alir 10 kmol/jam. Apakah pada temperatur reaksi pada nomor (b). Pemurnian metanol dilakukan dengan distilasi. berapa temperatur reaksi seharusnya yang dapat menghasilkan konversi 40% CO? (c) Untuk perbandingan. H2O 15%-mol pada temperatur 150oC.Contoh Kasus Buat simulasi reaksi sintesis metanol dari CO dan H2. komposisi keluaran reaktor Gibbs sama dengna keluaran reaktor equilibrium? MA 39 . Konversi ditetapkan 40% CO. H2 50%. simulasikan reaksi dalam reaktor Gibbs. Komposisi aliran feed gas adalah CO 25%. Keluaran reaktor didinginkan hingga metanol dan H2O terlepas dari fasa gas melalui separator.

Penggunaan spreadsheet akan dibahas pada Bab ini juga. dan iteras maksimum.8 Operasi Logika Adjust Operasi logika adjust mengubah-ubah nilai sebuah variabel (independent variable) untuk mencapai nilai atau spesifikasi yang diinginkan (dependent variable). operasi adjust dapat digunakan untuk melakukan iterasi trial-and-error secara mandiri. Independent dan dependent variabel dapat diatur pada Adjusted Variable dan Target Variabel. kombinasi spesifikasi tertentu mungkin dibutuhkan dan tidak dapat diselesaikan secara langsung. Target value dapat berupa spesifikasi langsung. maupun objek dari spreadsheet. Tampilan jendela Adjust Untu menghapus operasi adjust. tekan tombol ‘Delete’ dan HYSYS akan mengkonfirmasi penghapusan operasi. spesifikasi dari objek lain. Mengubah-ubah nilai independent variable sampai nilai dependent variable sama dengan niali suatu variabel di lain objek dengan offset tertentu. konfigurasi iterasi seperti metode. Masalah seperti ini harus diselesaikan secara trial-and-error. Checkbox Ignored yang teraktivasi akan menyebabkan operasi adjust tidak diperhatikan oleh HYSYS. Operasi adjust sangat fleksibel karena dapat digunakan untuk menyelesaikan satu dependent variable melalui iterasi multiple independent variable secara simultan. step size. Dalam flowsheet. Setelah koneksi sudah diatur pada tab Connections. dapat diatur pada halaman Parameters. Gambar 49. batas atas. toleransi. MA 40 . Operasi adjust dapat melakukan dua fungsi berikut: Mengubah-ubah nilai independent variable sampai nilai dependent variable mencapai target nilai yang dispesifikasi. batas bawah. Untuk menyelesaikan trial-and-error ini.

Berapa laju alir feed gas yang dibutuhkan? Set Operasi logika set digunakan untuk menyatakan suatu nilai dari variabel proses sebagai fungsi terhadap proses variabel lain. Tampilan halaman Parameters operasi Adjust Contoh Kasus 1 Untuk contoh kasus reaktor sintesis metanol pada Bab 7. contohnya temperatur dari dua penukar panas.Gambar 50. Hubungan variabel yang disediakan oleh HYSYS berupa linier. Hubungan itu dapat berupa variabel yang sama dari dua objek yang berfungsi sama. Tampilan jendela operasi Set MA 41 . coba gunakan operasi Adjust untuk mendapatkan produk metanol sebesar 50 kmol/jam. Y = MX + B Y = dependent variable M = multiplier X = independent variable B = offset Gambar 51.

Proses perhitungan diulang terus hingga nilai yang diasumsi mendekati nilai yang terhitung. Tampilan halaman Parameters operasi Set Recycle Kemampuan suatu simulator flowsheet untuk menyelesaikan permasalahan recycle sangatlah penting. Gambar 52.Target variable merupakan dependent variable yang ingin dihubungkan dengan dependent variable. nilai offset dapat dimasukkan dengan angka nol. Tampilan jendela operasi Recycle MA 42 . HYSYS kemudian membandingkan nilai yang diasumsi pada satu aliran yang terpasang pada recycle dengan nilai yang terhitung pada aliran yang terpasang di seberang recycle. Nilai multiplier dan offset dapat diatur pada halaman Parameters. Operasi recycle sendiri memberikan sebuah unit tambahan dalam aliran proses yang tidak mempengaruhi proses. HYSYS mengambil nilai-nilai baru untuk menggantikan nilai-nilai yang diasumsi sebelumnya. Dari perbedaan yang ada. Berikut langkah-langkah yang dilakukan HYSYS untuk mencapai kondisi konvergen: HYSYS menggunakan nilai yang diasumsi dan menyelesaikan flowsheet di sepanjang siklus recycle. Gambar 53. Source merupakan independent variable yang menjadi sumber persamaan yang menghubungkan kedua variable. Apabila kita ingin menghubungkan kedua variabel dengan kontanta pengali saja. Kondisi stream dapat ditransfer secara maju atau mundur antara aliran masuk dan keluar dari unit recycle.

Spreadsheet Spreadsheet secara singkat mengaplikasikan fungsi spreadsheet untuk melakukan pemodelan flowsheet. beda tekan penukar panas selalu konstan tanpa dipengaruhi oleh laju alir. Di HYSYS. beda tekan dapat dibuat menjadi fungsi laju alir. Dengan akses menyeluruh ke smua variabel proses. Berbagai formula matematis dapat dilakukan dengan spreadsheet karena spreadsheet pada dasarnya sama dengan Excel. Nilai laju alir diimport ke spreadsheet. Formula beda tekan sebagai fungsi laju alir disusun di spreadsheet dan nilainya diexport ke cell beda tekan pada penukar panas. Contoh penggunaan spreadsheet adalah perhitungan beda tekan penukar panas. Tampilan jendela Spreadsheet MA 43 . spreadsheet merupakan aplikasi yang sangat powerful di HYSYS. Dengan spreadsheet. Spreadsheet dapat digunakan untuk memanipulasi atau melakukan perhitungan custom yang tidak mungkin disediakan oleh HYSYS. Gambar 54.

Tampilan tab Variables Optimizer MA 44 . Terminology Optimizer Definisi Ini merupakan variabel-variabel yang diimport dari flowsheet yang akan dimanipulasi untuk meminimumkan atau memaksimumkan fungsi objektif. dan ‘Reset Current’ akan mereset nilai-nilai variabel menjadi nilai-nilai yang telah disimpan. Biasanya Optimizer digunakan untuk meminimumkan kebutuhan utilitas. ‘Save Current’ akan menyimpan nilai yang ada.9 Optimizer Pendahuluan HYSYS memilki aplikasi Optimizer yang dapat mengolah multivariable. Fungsi yang akan diminimumkan atau dimaksimumkan. Fungsi objektif dapat dibangun dengan sangat fleksibel dan didefinisikan melalui Optimizer Spreadsheet. Tiga terminology yang digunakan oleh Optimizer adalah sebagai berikut. Optimizer memiliki spreadsheet tersendiri dan dapat mengolah berbagai macam ekspresi constraint yang mungkin. Terminologi Primarty Variables Objective Function Constraint Functions Variables Primary variables diatur dan diimport melalui tab Variables. Tombol ‘Add’ digunakan untuk menambah variabel. Semua variabel proses yang dapat diubah (user-specified) dapat dijadikan primary variable. Batas atas dan bawah dari primary variables juga dapat dispesifikasi untuk mempermudah rentang pencarian. atau memaksimumkan profit. Optimizer dapat diakses pada toolbar Simulation. sedangkan ‘Edit’ dan ‘Delete’ digunakan untuk mengubah dan menghapus variabel yang telah diimport. Tabel 11. Persamaan dan pertidaksamaan yang perlu dipenuhi dalam memaksimumkan atau meminimumkan fungsi objektif. Setelah sebuah flowsheet telah dibangun dan mencapai kondisi konvergen. daya alat. Optimizer dapat digunakan untuk mencari kondisi operasi yang memaksimumkan atau meminimumkan suatu fungsi objektif yang didefinisikan. Gambar 55.

juga fungsi-fungsi constraint. atau LHS = RHS. Scheme merupakan metode optimisasi yang digunakan. Dalam kasus ini. Semakin tinggi nilai penalty value. Maximum function evaluations merupakan jumlah evaluasi fungsi yang dilakukan dalam satu kali iterasi. Penalty value menyatakan pentingnya constraint. semakin berat constraint tersebut harus diprioritaskan. Maximum iterations adalah jumlah maksimum iterasi untuk nilai primary variables yang berbeda. batas bawah dipilih seminimalnya supaya temperature cross tidak terjadi. yaitu field Current Value. MA 45 . Gambar 56. fungsi objektif dapat dispesifikasi pada field Cell. Optimizer spreadsheet identik dengan spreadsheet di flowsheetl variabel proses dapat diimport dan kemudian fungsi-fungsi dapat dibangun menggunakan sintaks-sintaks standar. Untuk memilih bagaimana fungsi objektif harus diarahkan. LHS > RHS. Pada tab Functions. Misalnya primary variable yang dipilih adalah laju alir bagian tube penukar panas. Tampilan tab Functions Optimizer Parameters Tab Parameters mengatur konfigurasi dari proses optimisasi. temperature cross dapat terjadi dalam penukar panas dan menyebabkan perhitungan Optimizer berhenti. Nilai ini berbeda dengan maximum iterations. Tolerance merupakan toleransi yang diizinkan untuk mencapai solusi optimum.Batas atas dan batas bawah tentunya juga harus dipilih sedemikian sehingga solusi yang diperoleh dapat mungkin terjadi dalam seluruh flowsheet. Optimizer Spreadsheet dan Functions Optimizer di HYSYS memiliki spreadsheet khusus yang hanya dapat diakses oleh Optimizer untuk membangun fungsi objektif. Fungsi constraint dispesifikasi dengan cara memberikan nilai ruas kiri (LHS) dan ruas kanan (RHS) dari fungsi. tersedia option Minimize atau Maximize di sebelah kanan field Cell dan Current Value. Nilai fungsi objektif yang sedang terhitung ditampilkan pada field di bawahnya. Hubungan kedua ruas dispesifikasi pada kolom Condition. Nilai penalty value secara default adalah 1. Apabila laju alir ini terlalu kecil. Fungsi-fungsi constraint dispesifikasikan pada tabel Constraint Functions. LHS < RHS.

Tampilan tab Parameters Optimizer Hasil perhitungan iterasi yang sedang berlangsung ditampilkan pada tab Monitor.Gambar 57. Gambar 58. Tampilan tab Monitor Optimizer MA 46 .

Tampilan grafis dapat ditampilkan secara nested ataupun diskrit. mungkin pengamatan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dapat dilakukan juga dengan Spreadsheet maupun Optimizer. kita dapat mengatur batas bawah dan atas dari independent variable yang ingin kita amati. Untuk memulai simualsi case studies. Independent variable dan dependent variable dapat dipilih dengan mencheck checkbox variabel tersebut masing-masing. Apabila variabel-variabel yang ingin disimulasikan sudah dipilih. Pada operasi steady state. dan Data Recorder biasa digunakan pada operasi HYSYS dinamik. Untuk menambah sebuah case studies. tekan tombol ‘View’ untuk menampilkan jendela konfigurasi case studies yang bersangkutan. Pada jendela Case Studies Setup. hanya tab Case Studies yang akan dibahas. Pada kelompok Data Selection. Case Studies merupakan simulasi yang akan menampilkan secara grafis pengaruh sebuah variabel (sumbu ordinat) terhadap variabel lain (sumbu basis). Step size merupakan jarak tiap perhitungan data. Jujmlah state yang banyak akan memakan waktu yang cukup lama. terdapat daftar variabel yang telah diimport pada tab Variables. tekan tombol ‘Start’ untuk memulai perhitungan. Strip Charts. Hasil perhitungan dapat dilihat dengan menekan tombol ‘Results’. tekan tombol ‘Add’ pada kelompok Available Case Studies. jumlah perhitungan akan semakin banyak karena number of states yang perlu diperhitungkan semakin banyak.10 Databook Case Studies Pendahuluan HYSYS memilki aplikasi Databook yang berfungsi mendokumentasikan variabel-variabel secara visual untuk diamati pengaruhnya terhadap seuatu variabel lain. Tab Process Data Tables. Namun databook dapat mengkonstruksi tampilan visual berupa grafik. Tampilan jendela Databook Variabel-variabel yang hendak diolah dalam Databook diimport melalui tab Variables. MA 47 . Secara singkat. Semakin banyak variabel dan semakin kecil step size. Gambar 59.

Temperatur keluaran condenser adalah 30oC dan cair jenuh dan temperatur keluaran evaporator adalah -20oC dan uap jenuh.Gambar 60. Tampilan jendela Case Studies Setup Contoh Kasus Buat simulasi siklus refrigerasi propan dengan 2 tahap kompresor dengan spesifikasi sebagai berikut. Tampilan tab Case Studies Databook Gambar 61. (b) Berapa tekanan antara dari kedua kompresor supaya daya total kompresor dan kebutuhan propan minimum? MA 48 . (a) Bangun studi kasus pengaruh tekanan antara kedua tahap kompresor terhadap daya kompresor dan kebutuhan propan.

Flowsheet refrigerasi propan dengan dua tahap kompresor Gambar 63.Gambar 62. Hasil simulasi refrigerasi propan dengan dua tahap kompresor MA 49 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->