P. 1
Morfem

Morfem

|Views: 141|Likes:
Published by noercini_iiz
MORFERM BAHASA
MORFERM BAHASA

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: noercini_iiz on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2013

pdf

text

original

Morfem

1. Pengertian Morfem Morfem adalah suatu bentuk bahasa yang tidak mengandung bagian-bagian yang mirip dengan bentuk lain, baik bunyi maupun maknanya. (Bloomfield, 1974: 6). Morfem adalah unsur-unsur terkecil yang memiliki makna dalam tutur suatu bahasa (Hookett dalam Sutawijaya, dkk.). Kalau dihubungkan dengan konsep satuan gramatik, maka unsur yang dimaksud oleh Hockett itu, tergolong ke dalam satuan gramatik yang paling kecil. Morfem, dapat juga dikatakan unsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata duga. Berdasarkan konsep-konsep di atas di atas dapat dikatakan bahwa morfem adalah satuan gramatik yang terkecil yang mempunyai makna, baik makna leksikal maupun makna gramatikal. Kata memperbesar misalnya, dapat kita potong sebagai berikut mem-perbesar per-besar Jika besar dipotong lagi, maka be- dan –sar masing-masing tidak mempunyai makna. Bentuk seperti mem-, per-, dan besar disebut morfem. Morfem yang dapat berdiri sendiri, seperti besar, dinamakan morfem bebas, sedangkan yang melekat pada bentuk lain, seperti mem- dan per-, dinamakan morfem terikat. Contoh memperbesar di atas adalah satu kata yang terdiri atas tiga morfem, yakni dua morfem terikat mem- dan per- serta satu morfem bebas, besar. 2. Morf dan Alomorf Morf dan alomorf adalah dua buah nama untuk untuk sebuah bentuk yang sama. Morf adalah nama untuk sebuah bentuk yang belum diketahui statusnya (misal: {i} pada kenai); sedangkan alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui statusnya (misal [b¶r], [b¶], [b¶l] adalah alomorf dari morfem ber-. Atau bias dikatakan bahwa anggota satu morfem yang wujudnya berbeda, tetapi yang mempunyai fungsi dan makna yang sama dinamakan alomorf. Dengan kata lain alomorf adalah perwujudan konkret (di dalam penuturan) dari sebuah morfem. Jadi setiap morfem tentu mempunyai almorf, entah satu, dua, atau enam buah. Contohnya, morfem meN- (dibaca: me nasal): me-, memmen-, meny-, meng-, dan menge-. Secara fonologis, bentuk me- berdistribusi,

berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya konsonan /b/ dan juga /p/. contohnya {menge}+{cat}= mengecat.berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya /d/ dan juga /t/. dan perbedaan struktur fonologisnya dapat dijelaskan secara fonologis. diperlukan petunjuk sebagai pegangan.berdistribusi pada bentuk dasar yang ekasuku.berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya /s/. 3. pada bentuk dasar yang fonem awalnya konsonan /I/ dan /r/. merupakan satu morfem apabila bentuk-bentuk itu mempunyai arti atau makna yang sama. gramatikalnya berbeda. Perubahan setiap morf itu bergantung kepada fonem awal morfem yang dilekatinya. maka satuan tersebut merupakan morfem yang sama. bentuk mem. . 3. Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem (Lihat Ramlan. dan bentuk menge. Prinsip-prinsip Pengenalan Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia. yakni sebagai berikut: 3. Bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama tersebut disebut alomorf.2 Prinsip Kedua Satuan tersebut walaupun struktur fonologisnya sama. 1980). membaca Contoh: baca pembaca bacaan membacakan _ ke-an kecepatan kedutaan kedengaran kemanusiaan Karena struktur fonologis dan maknanya sama. bukan merupak morfem yang sama karena makna Bentuk-bentuk yang mempunyai struktur fonolis yang berbeda. bentuk men.1 Prinsip pertama Bentuk-bentuk yang mempunyai struktur fonologis dan arti atau makna yang sama merupakan satu morfem. bentuk meng. antara lain konsonan /g/ dan /k/. bentuk meny.berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya.antara lain.

suatu bentuk berpararel dengan suatu kekosongan. Perhatikan contoh berikut: berbelbe: berkarya. belunjur : bekerja. beserta Kedudukan afiks ber.4 Prinsip Keempat Apabila dalam deretan struktur. Rina membaca novel 4. Rina menulis surat 3.3 Prinsip Ketiga Bentuk-bentuk yang mempunyai struktur ontologis yang berbeda. berteriak. bercabang : belajar. Rina membeli sepatu 2. masih dapat dianggap sebagai satu morfem apabila mempunyai makna yang sama. 3. dan mempunyai distribusi yang komplementer. Rina minum susu . ialah yang disebut morfem zero. Misalnya: 1. sekalipun perbedaannya tidak dapat dijelaskan secara fonologis. bertani. Rina menggulai ikan 5.Contoh: mem – meNmen meny meng me: menulis : menyisir : menggambar : melempar : membawa Perubahan setiap morf itu bergantung kepada fonem awal morfem yang dilekatinya.yang tidak dapat bertukar tempat itulah yang disebut distribusi komplementer. maka kekosongan itu merupakan morfem. Rina makan pecal 6. 3.

Buku itu sangat mahal 1. ter. Morfem bebas – “saya”. dsb. Juniar membaca buku b. 3. 2. yang disebut morfem zero. verba aktif transitif tersebut ditandai oleh meN-. dapat dianalisis ke dalam .tidak ada). “buku”. Jubiar membeli buku b. b. a. Ini berarti bahwa setiap satuan gramatik yang tidak dapat dipisahkan lagi atas satuan-satuan gramatik yang lebih kecil.dan lari pada berlari. c. a dan 1.dan tinggi pada tertinggi tidak dapat dipisahkan lagiatas satuansatuan yang lebih kecil. “gaul”. 4. Sebagai contoh. sedangkan pada kalimat e dan f verba aktif transitif itu ditandai kekosongan (meN. Klasifikasi Morfem 4. Predikatnya tergolong ke dalam verba aktif transitif. a dan 2. lari. a. b bukanlah morfem yang sama karena maknanya berbeda. oleh karena itu.6 Prinsip Keenam Setiap bentuk yang tidak dapat dipisahkan merupakan morfem. b merupakan morfem yang sama karena maknanya sama. Apabila bentuk yang mempunyai struktur fonologis yang sama itu berbeda maknanya. maka tentu saja merupakan fonem yang berbeda.1 Morfem Bebas dan Morfem Terikat Morfem ada yang bersifat bebas dan ada yang bersifat terikat. adalah morfem. kekosongan itu merupakan morfem. ter. Misalnya. Lau pada kalimat a. Satuan buku pada kalimat kalimat 2. mungkin pula merupakan morfem yang berbeda. 3. Misalnya: 1. “juang”. dsb. dan tinggi adalah morfem. dan d. Morfem terikat – “ber-“. morfem {rumah}.Semua kalimat itu berstruktur SPO. ber-. “kan-“. dan dikatakan terikat jika ia tidak dapat berdiri sendiri. Juniar makan buku tebu Satuan buku pada kalimat 1.2 Morfem Segmental dan Morfem Supra Segmental Morfem segmental adalah morfem yang terjadi dari fonem atau susunan fonem segmental. “me-“. Dikatakan morfem bebas karena ia dapat berdiri sendiri. Contoh: 1. 4. satuan ber. “henti”.5 Prinsip Kelima Bentuk-bentuk yang mempunyai struktur fonologis yang sama mungkin merupakan satu morfem.

igi/ dan /g. seperti yang terdapat pada contoh-contoh berikut merupakan kata-kata yang terbentuk dari morfem aditif itu. oleh karena itu. yakni bahan dasar yzng setelah mengalami pengolahan gramatikal menjadi kata ke dalam subsistem gramatika. berarti ‘tempat belajar’. Morfem Replasif. morfem-morfem itu terbelah oleh morfem yang lain. 4. kata-kata yang mengalami afiksasi..segmen-segmen yang berupa fonem [r. Contoh: {bersepatu} berarti ‘memakai sepatu’. 4. tidak terletak pada morfemnya itu sendiri. Fonem-fonem itu tergolong ke dalam fonem segmental.an}. Morfem terbelah morfem-morfem yang tidak tergantung menjadi satu keutuhan. .u. contoh lain adalah morfem{gerigi} dan {gemetar}. bapak wartawan 2. jeda dalam bahasa Indonesia. morfem-morfem tersebut baru bermakna jika berada dalam pemakaian.h]. Misal. Contoh: {makan}.an} dan imbuhan ber-an atau {ber…. Morfem supra segmental adalah morfem yang terjadi suprasegmental. sama’. morfem yang bermakna leksikal itu merupakan leksem. Morfem polifonemis merupakan morfem yang terdiri dari dua. ciri terbelahnya terletak pada morfnya. yakni morfem sisipan {-er-} pada morfem {gigi} dan sisipan {-em-} pada morfem {getar}. morfem itu direalisasikan menjadi morf terbelah jika mendapatkan sisipan. dan {pergi}.3 Morfem Bermakna Leksikal dan Morfem Tak Bermakna Leksikal Morfem yang bermakna leksikal merupakan satuan dasar bagi terbentuknya kata. dalam bahasa Inggris morfem {un-} berarti ‘tidak’ dan dalam bahasa Indonesia morfem {se-} berarti ‘satu. Contoh: morfem {sekolah}.6 Morfem Aditif. {tidur}. dan {se-}. 4.a.etar/. Masing-masing morfem memilki morf /g. Contoh: {kehabisan} dan {berlarian} terdapat imbuhan ke-an atau {ke….. dan Morfem Substraktif Morfem aditif adalah morfem yang ditambah atau ditambahkan. Morfem yang tak bermakna leksikal dapat berupa morfem imbuhan. Jadi. Dalam bahasa Indonesia pada dapat dilihat pada morfem {-i} kata datangi atau morfem{a} dalam bahasa Inggris pada seperti pada kata asystematic. Contoh.m. morfem {rumah} tergolong ke dalam jenis morfem segmental.4 Morfem Utuh dan Morfem Terbelah Morfem utuh merupakan morfem-morfem yang unsur-unsurnya bersambungan secara langsung. Contoh: 1. dan empat fonem. {ter-}.5 Morfem Monofonemis dan Morfem Polifonemis Morfem monofonemis merupakan morfem yang terdiri dari satu fonem. tiga. ibu guru bapak//wartawan ibu//guru dari fonem 4. seperti {ber-}.

dalam bahasa Inggris. untuk membentuk kata (Cahyono. pembubuhan tengah (infiks).1. Biasanya terdapat dalam bahasa Perancis. sayur-mayur. Proses Morfologis Proses morfologis dapat dikatakan sebagai proses pembentukan kata dengan menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain yang merupakan bentuk dasar (Cahyono. dan pembubuhan terbelah (konfiks). pengulangan atau reduplikasi. 1995: 145). dan pemajemukan atau penggabungan. terdapat morfem penggantian yang menandai jamak. Reduplikasi Reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatikal. 1995:145). compang-camping. satu-satu. Jawaban. . pembubuhan akhir (sufiks). baik disertai variasi fonem maupun tidak (Cahyono. 1995:145). Bila dilihat pada contoh. 2003: 31). Pengafiksan Bentuk (atau morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata disebut afiks atau imbuhan (Alwi dkk. childhood houses Morfem replasif merupakan morfem yang bersifat penggantian. mengaji berbaju 2. Pengertian lain proses pembubuhan imbuhan pada suatu satuan. baik satuan itu berupa bentuk tunggal maupun bentuk kompleks. C. 3. Penggabungan atau Pemajemukan Proses pembentukan kata dari dua morfem bermakna leksikal (Oka dan Suparno. Menemukan 3. berdasarkan letak morfem terikat dengan morfem bebas pembubuhan dapat dibagi menjadi empat. Contoh: 1. yaitu pembubuhan depan (prefiks). Contoh: berbulan-bulan. baik seluruhnya maupun sebagian. 1. Berbaju 2. misalnya. Contoh: {fut} à {fi:t}. Dalam proses morfologis ini terdapat tiga proses yaitu: pengafiksan. Ditemukan 4. 1994:181). 2.. Morfem substraktif adalah morfem yang alomorfnya terbentuk dari hasil pengurangan terhadap unsur (fonem) yang terdapat morf yang lain. seseorang.

Contoh: Perubahan prefiks meng- . Contoh: read. Contoh: dalam bahasa Inggris Singular Foot Mouse 5. Contoh: dalam bahasa Inggris Go sing went sang Plural Feet Mice 6. Rumah sakit 4. Proses Morfofonemik Proses perubahan fonem sebuah morfem yang digunakan untuk mempermudah ucapan. Perubahan Intern Perubahan intern adalah perubahan bentuk morfem yang terdapat dalam morfem itu sendiri.read-read D. Sapu tangan 2.Contoh: 1. Modifikasi kosong Modifikasi kosong ialah proses morfologis yang tidak menimbulkan perubahan pada bentuknya tetapi konsepnya saja yang berubah. Suplisi Suplisi adalah proses morfologis yang menyebabkan adanya bentuk sama sekali baru.

Derifasi adalah afiksasi yang terdiri atas golongan kata yang tidak sama Contoh: mengajar – pengajar 1.- meng + asah = mengasah meng + lihat = melihat menga + datangkan = mendatangkan meng + terjemah = menerjemahkan meng + patuhi = mematuhi E. Proses morfemis menurut Verhaar 1. Contoh: mengajar 1. Fleksi adalah afiksasai yang terdiri atas golongan kata yang sama Contoh: mengajar – diajar 3. -lah sekalipun apalah . Infiks adalah imbuhan yang disisipkan dalam kata dasar Contoh: gerigi 1. Contoh: -pun. Prefix adalah imbuhan di sebelah kiri bentuk dasar. Konfiks adalah imbuhan dan akhiran pada sebuah bentuk dasar Contoh: perceraian 1. Klitika adalah morfem pendek yang tidak dapat diberi aksen atau tekanan melekat pada kata atau frasa lain dan meiliki arti yang tidak mudah untuk dideskripsikan secara leksikal. Afiksasi adalah pengimbuhan afiks 2. Sufiks adalah imbuhan di sebelah kanan bentuk dasar Contoh: ajarkan 1. serta tidak melekat pada kelas kata tertentu.

com/seputar-bahasa/morfologi-2/ .wordpress.sumber : http://susandi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->