PENDAHULUAN Dalam persalinan harus diperhatikan 3 faktor berikut yaitu, jalan lahir (passage), janin (passanger), dan kekuatan

-kekuatan (power) yang ada pada ibu. Dalam referat ini akan dibahas lebih lanjut tentang jalan lahir dan anatominya. Jalan lahir dibagi atas 1 : a) Bagian Tulang : terdiri atas tulang-tulang panggul dengan perArtikulasioannya (artikulasio) b) Bagian Lunak : terdiri atas uterus, serviks uteri, vagina, perineum, otot-otot, jaringanjaringan dan ligamen-ligamen yang berfungsi menyokong alat-alat urogenitalis Susunan anatomi jalan lahir haruslah difahami sehingga dapat dimengerti juga hubungannya dengan mekanisme persalinan.

1

A. BAGIAN TULANG Tulang-tulang Panggul (Pelvis) Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh tulang, ligamentum dan otot. Cavitas pelvis yang berbentuk seperti corong, memberi tempat kepada vesica urinaria, alat kelamin pelvik, rectum, pembuluh darah dan limfe serta saraf. Tulang-tulang panggul terdiri atas 3 buah tulang yaitu : Os koksa (disebut juga tulang innominata) 2 buah kiri dan kanan, os sakrum dan os koksigis.1,2,3,4,5 Os koksa merupakan fusi dari os ilium, os iskium dan os pubis.1 Artikulasio pada Tulang Pelvis. Tulang-tulang pelvis dihubungkan oleh tiga artikulasio:1,2 1. Simfisis pubis Terdiri atas jaringan fibrokartilago dan ligamentum pubikum superior di bagian atas serta ligamentum pubikum inferior di bagian bawah. Kedua ligamnetum ini sering disebut ligamentum arkuata. Simfisis mempunyai tingkat pergerakan tertentu yang dalam kehamilan tingkat pergerakan semakin dipermudah.1,2 Artikulasio ini bersifat kondral sekunder, terjadi melalui persatuan corpus kedua os pubis di bidang median. Discus interpubicus symphysis yang bersifat kondrofibrotik umumnya lebih tebal pada wanita dibanding pada laki-laki.1 Simfisis mempunyai tingkat pergerakan tertentu, yang dalam kehamilan tingkat pergerakan semakin dipermudah. Selama kehamilan, ligamentumligamentum vertebropelvik mengendur akibat pengaruh-pengaruh hormon kehamilan, sehingga memungkinkan gerak antara kaudal columna vertebralis dan pelvis secara lebih bebas. Discus interpubicus pun melonggar dan menyebabkan bertambahnya jarak antara kedua os pubis. Os coccygis juga bergerak ke arah dorsal pada kelahiran bayi. 2 Semua perubahan ini memudahkan lewatnya janin melalui pelvis. Relaksasi simfisis pubis bermula dari trimester pertama kehamilan dan terjadi peningkatan relaksasi pada 3 bulan.4 2. Artikulasio sakro koksigea Menghubungkan os sacrum dengan os koksigis. Di luar kehamilan, artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi dalam kehamilan persendian ini mengalami relaksasi akibat perubahan hormonal, sehingga pada waktu persalinan dapat digeser lebih jauh dan lebih longgar hanya apabila os koksigis menonjol ke depan. Akibat relaksasi
2

1 2. Artikulasio sakro iliaka Menghubungkan antara os sacrum dan os ilium.2 terakhir kehamilan.4 3.1 Bentuk pelvis minor menyerupai suatu saluran yang mempunyai sumbu melengkung ke depan ( Sumbu Crus).persendian ini maka diameter PBP (pintu bawah panggul) bertambah 1.5 – 2 cm sehingga menjadi dasar pertimbangan untuk menempatkan perempuan bersalin dalam posisi dorso litotomi. Tulang Panggul1 Secara fungsionaal panggul terdiri atas 2 bagian yaitu: 1. 1. Bagian ini mempunyai peranan penting dalam obstetri dan harus dapat dikenal sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan bayi dapat melewatinya atau tidak.2 Gambar 1. Pelvis minor Terletak di bawah linea terminalis disebut juga true pelvis. Penambahan diameter pintu bawah panggul hanya dimungkinkan apabila os sacrum dimungkinkan untuk bergerak ke belakang yaitu dengan mengurangi tekanan alas tempat tidur terhadap os sacrum 1.2. Pelvis mayor Terletak di atas linea terminalis disebut juga false pelvis1. Bentuk pelvis mayor penting karena merupakan lubang masuk yang harus dilalui oleh kepala janin untuk memasuki kavitas pelvis sewaktu persalinan. Sumbu ini adalah garis yang menghubungkan titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera pada pintu atas panggul dengan titik-titik 3 .1.

sesuai dengan lengkungan sacrum. panggul digambarkan memiliki 4 bidang imajiner. sejajar dengan sacrum.sejenis di Hodge II. yaitu : 1. Bidang pintu atas panggul 2. menunjukkan pelvis mayor dan minor1 Gambar 3. Sampai dekat Hodge III sumbu itu lurus. lokasi suatu objek di dalam panggul sulit dijelaskan. III. untuk seterusnya melengkung ke depan. Oleh karena itu.1 Gambar 2. Sumbu panggul1 Karena bentuknya yang kompleks. dan IV. Potongan sagital panggul. Bidang pintu tengah panggul 4 .

2.3 Terdapat 4 diameter pada pintu atas panggul. Tidak dapat diukur secara langsung dengan pemeriksaan jari karena terhalang vesica urinaria. berukuran 10 cm atau lebih. Jika promontorium tidak dapat 5 . Cara mengukur konjugata vera ialah dengan jari tengah dan telunjuk dimasukkan ke dalam vagina untuk meraba promontorium. maka konjugata diagonalis dapat diukur.1.1. Apabila promontorium dapat diraba.2 Untuk menilai pelvis wanita untuk jalan lahir anak. namun daopat sangat pendek pada pasien abnormal.2 3. Tidak menggambarkan jarak terpendek anata promontorium sacrum dan simfisis pubis.1. linea innominata(terminalis). Bidang dengan dimensi panggul terbesar 1. tidak ada satupun instrumen yang terbukti dapat diandalkan sehingga pengukuran konjugata obstetric dilakukan secara tidak langsung dengan mengukur jarak tepi bawah simfisis pubis ke promontorium sacrum (konjugata diagonalis) dikurang 1. Normalnya. diameter pelvis minor atau batasnya yaitu pintu atas panggul dinilai secara manual saat pemeriksaan pelvis dengan pemeriksaan dalam atau dinilai dengan cara radiografi.4 A. Konjugata diagonalis Jarak bagian bawah dari simfisis sampai ke promontorium dikenal sebagai konjugata diagonalis (diagonal conjugate). sesuai dengan tinggi dan kemiringan simfisis pubis. Sayangnya.1.3. Bidang pintu bawah panggul 4. Konjugata obstetrika Adalah jarak terpendek antara promotorium sakrum dan simfisis pubis. Diameter anteroposterior 1.3.5 – 2 cm. sehingga berbagai instrument dirancang untuk mengukur panjangnya konjugata ini.5 cm. yaitu diameter anteroposterior. Pintu Atas Panggul (pelvic inlet) Pintu atas panggul (pelvic inlet) merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium korpus veterbra sacral 1. Secara statistik konjugata vera sama dengan konjugata diagonalis dikurangi 1. Konjugata vera Panjang jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium (normal: ± 11 cm).2 2. yaitu sepanjang jarak antara ujung jari kita yang meraba sampai ke batas pinggir bawah simfisis. dan pinggir atas simfisis.1. diameter transversa dan 2 diameter oblikua.

5 cm).2 Gambar 4.2 B.diraba. Diameter ini sepanjang lebih kurang 13 cm. Jarak antara Ruang Panggul ( Pelvic Cavity ) Distansia Interspinarum ( interspinous distance ) Distansia interspinarum adalah jarak penyempitan ( narrowest part of pelvic canal ) di panggul tengah setinggi spina ishiadica. Diameter oblikua Garis dari artikulasio sakro iliaka ke titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata obstetrik dan diteruskan ke linea innominata (terminalis). berarti konjugata diagonalis lebih panjang dari jarak antara ujung jari kita sampai ke batas pinggir bawah simfisis. Bagian paling sempit dari jalan lahir ini juga menentukan apakah kepala janin bisa melewatinya atau tidak.1. ia bukanlah jarak yang 6 .2 C. Pintu AtasPanggul 2. Terdapat penyempitan dalam ukuran melintang setinggi kedua spina iskiadika. Pintu Panggul Tengah Panggul tengah setinggi spina iskiadika memiliki makna khusus setelah terjadi engagement kepala janin pada partus macet. Diameter Transversa Mencerminkan jarak terbesar linea terminalis pada kedua sisi (normal: 12-13. Tegak lurus terhadap konjungata obstetrika dan biasanya memotong konjugata obstetrika pada suatu titik sekitar 4 cm di depan promontorium.1.1. Segmen konjungata obstetric dari perpotongan kedua garis ini ke arah promontorium disebut diameter sagital posterior pintu atas. Namun.

4 Yang paling penting pada spina ishiadica bukan tonjolannya. 1 Penilaian Os sacrum. (merah) Saat janin melewati ruang panggul. janin harus menyesuaikan diri dengan melakukan putaran paksi dalam karena saat di pintu-atas panggul. Dinding samping panggul dinilai dari atas ke bawah. biasanya 550. karena bidang geseran yang harus dilewati kepala janin lebih luas dari yang runcing. Yang kurang baik adalah dinding samping yang lebar dia atas dan menyempit ke arah bawah.1 Inklinasi. sehingga perlu tenaga yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. tetapi jarak antara kedua spina ishiadica (distansia interspinarum). Kepala janin dapat lebih mudah masuk ke dalam ruang panggul jika sudut antara sakrum dan lumbal lebih besar .1. Sudut inklinasi ini adalah antara 50 – 600.2 Jarak interspinarum ini pada ukuran normal ialah lebih kurang 10 cm atau lebih sedikit. sehingga dapat terjadi malposisi janin. 1 Penilaian dinding samping panggul .tetap ( fixed distance ). karena terjadi relaksasi dari ligamentum-ligamentum pelvis dan peningkatan mobilitas dari perArtikulasioan pelvis saat kehamilan.1. Spina ishiadica yang runcing lebih baik dari yang tumpul. disebut inklinasi. Dinding samping panggul yang baik adalah seperti pada panggul ginekoid yaitu lurus dari atas ke bawah. ukuran yang lebar adalah ukuran melintang dan di ruang panggul. dan apakah spina itu runcing atau tumpul. Os Sacrum yang kurang melengkung dan kurang cekung akan mempersempit ruang panggul dan mempersulit putaran paksi dalam. ukuran melintang yang sempit.3 7 .

8 .

sedangkan bagian depannya menyempit ke depan. Jenis ini ditemukan pada 45% perempuan. Diameter transversal mendekati sacrum. namun pelvis dari mana-mana individu bisa mempunyai ciri yang tertentu. disebutkan jenis pelvis bagian belakang dahulu kemudian depan. Pada wanita dengan panggul seperti ini akan mengalami kesulitan untuk melahirkan janin secara pervaginam. dan ukuran-ukuran pelvis secara tepat hanyalah dapat ditentukan dengan pelvimetri radiologik. Pelvis Android : bentuk pintu atas panggul hampir segi tiga. Jenis ini ditemukan pada 35% perempuan. Panjang antero-posterior hampir sama dengan diameter transversa. bentuk. 4. Pelvis Antropoid : bentuk pintu atas panggul agak lonjong. Panjang diameter antero-posterior lebih besar daripada diameter transversa. Bentuk pintu-atas panggul hampir bulat (transverse ellips). 9 . 5. 2. Tipe Kombinasi atau Intermediate-type pelvis. Bagian belakang pendek dan gepeng. Sering dijumpai jenis kombinasi panggul ini dari yang lain. Seperti panggul ginekoid yang diputar 900. Untuk menentukan jenis.Jenis Panggul Walaupun secara anatomi perbedaan antara pelvis wanita dan laki-laki begitu jelas. Untuk menyebut jenis kombinasi. Pelvis Platipelloid : sebenarnya merupakan jenis ginekoid yang menyempit pada arah antero-posterior. Umumnya pada pria. Pelvis Ginekoid : panggul paling baik untuk perempuan. Ukuran transversa jauh lebih besar daripada ukuran antero-posterior.(moore) 3. Misalnya. Jenis ini ditemukan pada 5% perempuan. seperti telur (Anteroposterior ellips). Jenis ini ditemukan pada 15% perempuan. jenis android-ginekoid. 2 Dikenal empat tipe panggul/pelvis yang sering dibahas dalam banyak referensi. Juga di Williams Obstetrics edisi 21 dibagi menjadi empat dan yang kelima merupakan tipe kombinasi atau intermediate-type pelvis dari empat yang klasik tadi. Panjang diameter anteroposterior kira-kira sama dengan diameter transversa.4 Klasifikasi Caldwell-Moloy4 1.

Dugaan ketidakseimbangan kepala janin dan panggul ( cephalo-pelvic disproportion) 2. karena indikasi lainnya umumnya dapat dilakukan dengan Ultrasonografi (USG) 10 . Presentasi muka atau kelainan letak lainnya.1. Janin letak sungsang 6.Indikasi Pelvimetri Radiologik. Riwayat trauma 3.4 1. Bekas Sectio Caesarea yang direncanakan partus pervaginam 5. Penggunaan MRI lebih dipakai zaman kini dalam menentukan bentuk pelvis karena hingga saat ini terbukti aman. Indikasi pemakaian MRI dalam anatomi maternal terutama untuk pelvimetri. Pemakaian sinar Rontgen dibatasi penggunaannya karena pengaruhnya terhadap sel-sel gamet janin yang masih sangat muda dan juga pada ovarium. Penyakit tuberkulosis pada tulang panggul 4.

dan III. Disebut juga bidang O. Pinggir bawah simfisis berbentuk lengkuk ke bawah dan merupakan sudut disebut arkus pubis.II.  Hodge IV : Bidang yang sejajar dengan bidang Hodge I. Pintu Bawah Panggul (Pelvic Outlet) Pintu bawah panggul bukan merupakan suatu bidang datar. Hodge III : Bidang yang sejajar dengan Hodge I dan Hodge II. terletak setinggi os coccygis. Dalam keadaan normal besar sudutnya ± 90º atau lebih sedikit.1 ) atau sebaliknya. tetapi tersusun atas 2 bidang datar yang masing – masing berbentuk segitiga. terletak setinggi spina ischiadica kanan dan kiri. Bila kurang dari 90º maka kepala janin akan lebih sulit dilahirkan 11 . Kepala yang berada di atas 1 cm disebut ( .    Hodge I : Bidang datar yang melalui bagian atas simfisis dan promontorium. Dibentuk pada lingkaran pintu atas panggul.Bidang Hodge. yaitu bidang yang dibentuk oleh garis antara kedua buah tuber os iskii dengan ujung os sacrum dan segitga lainnya yang alasnya juga garis antara kedua tuber os iskii dengan bagian bawah simfisis. Hodge II : Bidang yang sejajar dengan bidang Hodge I terletak setinggi bagian bawah simfisis.1 Bidang-bidang Hodge digunakan untuk menentukan sampai di manakah bagian terendah janin turun dalam panggul saat persalinan.

dan cabang-cabang lain dari pembuluh dari iliaca interna.Dinding pelvis Anteroposterior. 12 . dan sebuah dasar pelvis. Medial terhadap musculus obturator internus terdapat nervus obturatorius dan pembuluh darah obturatoria. dinding posterior pelvis terdiri dari dinding tulang dan atap pada midline (dibentuk dari os sacrum dan os coccyx ) dan dinding musculoligamentous posterolateral. 3. Masing-masing musculus obturatorius internus meninggalkan pelvis melalui foramen ishiadicum minus dan membentuk tendinous ke arah posterior dan kembali ke lateral dan melekat pada trochanter mayor os femur. Lebih berfungsi sebagai penahan beban ( weight-bearing) dari dinding anterior dalam posisi anatomi. Dibentuk oleh dua corpus ossis pubis dan ramus ossis pubis serta serta symphysis pubis.Dinding-dinding Pelvis Lateral. membentuk dasar dari ruang panggul ( pelvic cavity) dan atap dari perineum.karena memerlukan tempat lebih banyak ke aral dorsal ( ke arah anus ). Medial dari musculus piriformis terdapat saraf-saraf dari plexus sacralis dan pembuluh iliaca interna serta cabangnya. 1. dua dinding lateral. Musculus obturator internus menutupi hampir seluruh dinding-dinding ini. 1 Dinding Pelvis 2 Dinding pelvis dapat dibedakan atas dinding anteroposterior.Dinding Posterior (Dinding posterolateral dan atap) Pada posisi anatomi. dibentuk oleh ligamentum-ligamentum dan articulasio sacro-iliaca serta musculus piriformis. Jarak antara kedua tuber os iskii ( distansia tuberum ) juga merupakan ukuran pintu bawah panggul yang penting. Memiliki kerangka tulang yang dibentuk oleh bagian-bagian os coxae. Diafragma ini menjadi batas antara pelvis dan perineum. 2. dinding dorsal. Permukaan medial dari otot ini ditutupi oleh fascia obturatorius yang menebal ke arah tengah membentuk arcus tendon yang memberikan pelekatan pada diafragma pelvis.

dan memfiksasi tubuh saat ekstremitas superior dipaksakan bergerak secara bertenaga (mengangkat beban). Ia aktif berkontraksi saat ekspirasi yang dipaksakan.  Musculus Pubococcygeus : Bagian paling lebar tapi paling tipis dari levator ani. Musculus levator ani adalah otot terbesar dan terpenting pada dasar pelvis.Bagian ini berperan penting dalam mengontrol fecal continence. pada spina ischiadica di posterior. vagina. Pada kelahiran yang sulit. Ia tipis dan tidak berkembang baik (aponeurotic) Musculus levator ani adalah dasar yang menyangga visera pelvis pada kedudukannya. muntah.4. 13 . Bagian ini adalah bagian utama dari levator ani. bagian medial dari levator ani. Ia bersatu dari kiri dan kanan untuk membentuk sengkelit otot berbentuk U (U-shaped muscular sling) dan melingkari peralihan anorectal (anorectal junction). dan canalis analis  Musculus Illiococcygeus : Bagian posterolateral dari levator ani.Dasar Pelvis / Pelvic Diaphragm Dasar pelvis dibentuk oleh diafragma pelvis yang berbentuk seperti mangkok (bowl-shaped) atau corong (funnel-shaped) dan terdiri dari musculus levator ani dan musculus coccygeus serta fascia-fascia yang menutupi permukaan superior dan inferior dari muskulus-muskulus ini. Dasar pelvis memisahkan ruang panggul dari perineum diantara pelvis minor.  Musculus puborectalis : bagian paling tebal. musculus levator ani menyokong kepala janin sewaktu cervix uteri membuka untuk memungkinkan janin dilahirkan. Muncul dari arcus tendon posterior dan spina ischiadica. bersin. Pada proses kelahiran anak. terdiri dari otot yang membentuk bagian dari kiri dan kanan pubis. biasanya musculus pubococcygeus. dan menebal membentuk fascia obturator (arcus tendon dari levator ani) diantara dua tulang pada kedua sisi. Bagian ini penting karena melingkari dan menyangga uretra. Musculus levator ani terdiri dari tiga bagian yang dibedakan sesuai dengan arah dan perlekatan serabutnya. Ia sentiasa berkontraksi setiap kalinya untuk menyangga visera abdominopelvis dan membantu pengaturan air kecil sesuai dengan kemauan dan sebagai penyangga uterus. batuk.Ia melekat pada os pubis di anterior. musculus levator ani dapat rusak.

14 .

B. BAGIAN-BAGIAN LUNAK Pada kala pengeluaran janin. otot-otot. dan vagina ikut membentuk jalan lahir. dan ligamentum-ligamentum yang berfungsi menyokong alat-alat urogenitalis perlu diketahui oleh karena semuanya mempengaruhi jalan lahir dan lahirnya kepala atau bokong pada partus. segmen bawah uterus. jaringan ikat. Di samping itu.1 15 .

terletak posterior dari garis pembatas tadi. Ini adalah lokasi perineal body. perineum adalah adalah bagian proksimal kedua-dua paha. namun jika kedua paha terkangkang. dan segi tiga urogenital (UT) merupakan lokasi alat kelamin wanita (atau scrotum dan penis pada lelaki) dan terletak anterior dari garis pembatas tadi.      Simfisis pubis (anterior) Ramus inferior pubic dan ramus ischial (anterolateral) Tuberositas ischiadicum (lateral) Ligamentum sacrotuberale (posterolateral) Sacrum bagian paling inferior dan coccyx (posterior) Garis penghubung antara ujung-ujung anterior kedua tuberositas ischiadicum membagi perineum menjadi dua segitiga yang tidak sama besar.2 16 . Segi tiga anal (AT) yang merupakan lokasi anus.Perineum Perineum adalah daerah yang sempit. Titik tengah garis itu ialah titik sentral perineum yang letaknya sesuai dengan centrum tendineum perinei di sebelah dalam sebagai tempat lekat sentral untuk otot perineum. perineum merupakan daerah berbentuk belah ketupat yang meluas dari symphisis pubis di sebelah ventral ke tuber ischiadicum di sebelah lateral dan ujung os coccygis di sebelah dorsal. Pada posisi anatomis.2 Bangunan yang membatasi perineum ialah. yaitu daerah antara vagina dan anus.

Perineal body adalah daerah konvergen dan pertemuan serat dari beberapa otot. sehingga menyebabkan kehilangan penyangga dari dasar pelvis. 17 .Transversus perinei superficialis dan profundus bagian dari otot sphincter uretra externus . dan fascia otot dari rectum Perineal body sangat penting terutama pada wanita karena ia merupakan penyangga terakhir dari viscera pelvis.levator ani. Regangan dan sobekan dari lekatan otot-otot perineum dari perineal body bisa terjadi saat partus. termasuk .     Bulbospongiosus Sphincter ani externus M.

terjadi prolapsus dari viscera pelvis. termasuk prolapsus vesica urinaria dan prolapsus uteri dan/atau vagina.Akibatnya. 18 . Pada persalinan seringkali dilakukan episiotomi (insisi operatif yang rapi) pada perineum untuk mencegah terjadinya robekan yang tak beraturan.

dan urethra terdapat dalam dinding ventral vagina. vagina menembus diafragma urogenitale.Perineum Wanita Pada perineum wanita. Fascia perinei superficialis terdiri dari satu lapis yang mengandung 19 .

bulbospongiosus. Kedua lapis ini bersatu pada labium mayora pudendi. Ujung superior dari vagina mengelilingi serviks. kepanjangan dari serviks uteri ke arah vestibulum.jaringan lemak dan satu lapis profunda yang berupa selaput jaringan ikat subkutan.sphincter uretra dan m.     Saluran untuk keluarnya darah menstrual Bagian inferior dari terusan lahir ( birth canal) Menerima penis sewaktu bersenggama Ke arah superior berhubungan dengan cervix uteri dan ke arah inferior berhubungan dengan vestibulum vaginae. Lapis yang berupa selaput ke arah medial melekat pada symphisis pubis dan ke arah lateral pada corpus ossis pubis. diafragma urogenitale (m. . Tiga otot yang menyempitkan vagina dan berlaku sebagai sphincter : musculus pubovaginalis.2 Otot-otot perineum superficial ialah    Musculus transversus perinei superficialis Musculus ischicavernosus Musculus bulbospongiosus Alat-alat kelamin luar yang dalam keseluruhan dikenal sebagai vulva.       Vagina Vagina adalah saluran musculomembran (panjang 7-9 cm). celah di antara labia minora yang di situ terdapatnya vagina.transversus perinei profundus) dan m. 20 Mons pubis Labium mayora pudendi dan labium minora pudendi Vestibulum vagina Clitoris Bulbus Vestibuli Glandula vestibularis mayor dan glandulae vestibularis minores.1 Vagina berfungsi sebagai . atau pudendum terdiri dari. orificium uretra eksterna dan pembukaan dari 2 glandula vestibular.

Vena-vena ini mencurahkan isinya ke dalam vena iliaca interna dan berhubungan dengan plexus venosus vesicalis. Perdarahan Arterial Pembuluh darah yang mengantar darah kepada superior vagina berasal dari arteria uterina. Arteri Vaginalis yang memasok darah kepada bagian tengah dan bagian vagina lainnya berasal dari arteri rectalis media dan arteri pudenda interna.Arah liang vagina adalah sejajar dengan arah dari pinggir simfisis ke promontorium. plexus uterina dan plexus rectalis Persarafan Saraf-saraf vagina berasal dari plexus uterovaginalis yang terletak antara kedua lembar ligamentum latum uteri bersama arteria uterina. disebut kolumna rugarum. Bentuk vagina sebelah dalam berlipat-lipat disebut rugae dan di tengahtengahnya ada bagian yang lebih keras. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina dalam persalinan melebar sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. 21 . Penyaluran Balik darah ( Vena) Vena Vaginalis membentuk plexus venosus vaginalis pada sisi-sisi vagina dan dalam membran mukosa vagina. Arah ini penting diketahui pada waktu memasukkan jari ke dalam vagina saat melakukan pemeriksaan ginekologik.

22 .

oleh karena tuanya kehamilan dapat diperkirakan dengan perabaan pada fundus uteri. di situ kedua tuba Fallopi masuk ke uterus.2. korpus uteri dan serviks uteri.25 cm.UTERUS Uterus berbentuk seperti buah avokad atau buar pir yang sedikit gepeng ke arah anterior posterior. penting untuk diketahui sampai di mana fundus uteri berada. tebal 2. lebar di atas 5.4 Fundus uteri adalah bagian uteri proksimal . Dalam klinis.7.2 Uterus terdiri atas : fundus uteri. terdiri atas .1. Rongga yang terdapat di korpus uteri disebut kavum uteri (rongga rahim.5 cm dan tebal dinding 1.1. Dindingnya terdiri dari otot-otot polos. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Letak uterus yang fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina. Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar.5 cm . Ukuran panjang uterus adalah 7. 23 . Pada kehamilan bagian ini mempunyai fungsi utama sebagai tempat janin berkembang.25 cm. pars vaginalis servisis uteri yang dinamakan portio dan pars supravaginalis servisis uteri yaitu bagian serviks yang berada di atas vagina. sedangkan korpus uteri ke depan dan membentuk sudut dengan serviks uteri. Serviks uteri.

Pintu dalam disebut ostium uteri internum dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. berbentuk anyaman. Berjalan ke arah infundibulum ke dinding pelvis.   Lig. Tidak banyak jaringan ikat.Rotundum kiri dan kanan.4 Lapisan otot polos uterus di sebelah dalam berbentuk sirkular dan di sebelah luar berbentuk longitudinal.2. 24 . Kurang arti dalam memfiksasi uterus Lig. berjalan dari uterus ke arah lateral. 1. Berbentukseperti saluran lonjong dengan panjang 2. otot lapisan ini berkontraksi kuat menjepit pembuluh-pembuluh darah yang terbuka sehingga perdarahan berhenti. Pada persalinan pun teraba kencang dan terasa sakit bila dipegang.Rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik.  Lig.Ligamentum yang meliputi tuba. Lapisan ini paling penting dalam persalinan karena sesudah plasenta lahir.Ligamentum yang menahan tuba Fallopii.5 cm.Kardinal (Mackenrodt) kiri dan kanan. Kedua pintu ini penting dalam klinik untuk menilai jalannya persalinan dan abortus. yakni ligamentum yang menahan uterus supaya tidak banyak bergerak.   Lig. Berjalan dari serviks bagian belakang kiri dan kanan ke arah os sakrum kiri dan kanan. Lig. Ligamentum penyokong Uterus Uterus sebenarnya terapung-apung dalam rongga pelvis. ligamen yang penting yang mencegah uterus tidak turun. Pada kehamilan kadang terasa sakit di daerah inguinal waktu berdiri cepat.Saluran Kanalis Servikalis Saluran yang terdapat dalam serviks. Ligamentum yang menahan uterus dalam antefleksi.Infundibulo-pelvikum kiri dan kanan. Berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan. tetapi terfiksasi dengan baik oleh jaringan ikat dan ligamentum yang menyokongnya. ke daerah inguinal kiri dan kanan. Sacro-uterina kiri dan kanan.Latum kiri dan kanan. karena uterus berkontraksi kuat dan lig.

Kedua sistem bekerja antagonistik. persalinan dengan alat (Forseps) yang tidak dilakukan dengan cermat. sedangkan yang parasimpatik sebaliknya. Kedua-dua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung unsur motorik dan sensorik. Sistem parasimpatetik berada dalam panggul sebelah kiri dan kanan os sacrum. Saraf simpatik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi.Latum masuk ke dalam uterus di daerah serviks. Inervasi uterus Inervasi uterus terutama terdiri atas sistem saraf simpatetik dan untuk sebagian terdiri atas parasimpatetik. Pembuluh darah lain yang memberi darah ke uterus ialah arteria Ovarika kiri dan kanan.3 dan 4 yang selanjutnya memasuki pleksus Frankenhauser. 25 . Pembuluh darah ini berasal dari arteria iliaka interna (a. mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi. Robekan ini disebabkan antara lain oleh pimpinan persalinan yang salah. Sistem simpatik masuk ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurkasio aorta dan promontorium terus ke bawah menuju pleksus Frankenhauser.Pembuluh darah Arteri Uterus Uterus diberi darah oleh arteria Uterina kiri dan kanan yang terdiri atas ramus asendens dan ramus desendens. berasal dari saraf sacral 2. Kadang dalam persalinan terjadi perdarahan banyak oleh karena robekan serviks ke lateral sampai mengenai cabang-cabang arteria Uterina.Hipogastrika) yang melalui dasr lig.

26 .

27 .

28 .

Page 37-52 4. page 76-100 29 . 5. Anatomy of pelvis. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 2008.204 2. Page 28-57.G. Pelvis and Perineum in Clinical Oriented Anatomy 5th ed. Jonathan S.US 2006. Berek. Hanretty KP. Dalley AF.hal 188.Practice-Hall international. Anatomi Jalan Lahir. Anatomy of Reproductive Tract. Cunningham F. Inc USA 2001. Williams Obstetrics 21st ed. Prawirohardjo S.page 357-471 3. Ilmu Kebidanan edisi Keempat. Obstetrical Anatomy in Obstetrics Illustrated 6th ed.Lippincot William and Wilkins. Lippincot Williams and Wilkins. Berek & Noval’s Gynecology 14th ed.Churchill Livingstone.DAFTAR PUSTAKA 1. Moore KL. USA 2006.London 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful