P. 1
makalah Pkn

makalah Pkn

|Views: 9|Likes:
Published by Rizka Rachmiyanti

More info:

Published by: Rizka Rachmiyanti on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI Kata Pengantar……………………………………………………………………… BAB I : PENDAHULUAN 1 2 3 3 3 i

A. Latar Belakang…………………………………………….. B. Identifikasi Masalah……………………………………..

C. Tujuan………………………………………………………… D. Batasan Masalah………………………………………….. E. Sistematika Penulis……………………………………… BAB II : TEORI DAN BUDAYA DEMOKRASI 5 5

A. Pengertian Demokrasi………………………………….. B. Landasan Demokrasi…………………………………….. C. Sejarah dan Perkembangan Demokrasi………….. BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN 6

A. Kesimpulan…………………………………………………. B. Saran…………………………………………………………..

10 10 11

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga

Permasalahn yang muncul diantaranya yaitu: Belum tegaknya supermasi hukum. namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. B. sebagai tokoh impian ratu adil. untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. dan yang tak memliki catatan kriminal (misal. tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). Sebagai tambahan. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan bermasnyarakat. selain sesuai hukum dan peraturan. banyak keputusan atau hasil-hasil penting. bukan sistem pemerintahan yang bagus.negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. diperoleh melalui pemilihan umum. Selain pemilihan umum legislatif. misalnya umur 18 tahun. Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif. Pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. . masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. tetapi dalam arti yang lebih luas. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola. Di bawah sistem ini. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar. Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu. Identifikasi Masalah Dalam pelaksanaanya. narapidana atau bekas narapidana). berbangsa dan bernegara. keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif. banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai demokrasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun masyarakat. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara. suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. lembagalembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembagalembaga perwakilan rakyat (DPR. misalnya pemilihan presiden suatu negara. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat.

Batasan Masalah Karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul. penulis menyusun makalah ini dengan judul “BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARIHARI”. maka makalah ini akan memaparkan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. C. landasan-landasan demokrasi. Teori Budanya Demokrasi berisikan pengertian demokrasi. E. 3. D. Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah : 1. 2. Sistematika Penulis Agar makalah ini dapat dipahami pembaca. maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai pengertian demokrasi. berbangsa dan bernegara. tujuan dibuatnya makalah. pembatasan masalah. Memaparkan masalah-masalah yang timbul yang diakibatkan penyimpangan dari nilainilai demokrasi dalam kehidupa sehari-hari. Memaparkan contoh nyata penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Memaparkan sejumlah sumber hukum yang menjadi landasan demokrasi. BAB II . maka makalah ini hanya akan membahas tentang pentingnya budanya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga maupun masyarakat.Tidak adanya kehidupan berpartisipasi dalam kehidupan bersama (musyawarah untuk mencapai mufakat). Untuk itu. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan saran merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran. dan sistematika penulisan. identifikasi masalah yang ditimbulkan oleh pelanggara terhadap nilai-nilai demokrasi. Untuk mengeliminasi masalah-masalah yang ada. sejarah perkembangan demokrasi dan penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

by the people. 1. 1. 1. berdaulat. Jadi. 1.TEORI BUDAYA DEMOKRASI A. Alinea pertama : Kemerdekaan ialah hak segalah Bangsa 1. 1. adil dan makmur. Alenia ke tiga Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas. dan untuk rakyat (government of the people. Landasan-landasan Demokrasi 1. Menurut Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Alenia keempat Melindungi Segenap Bangsa. 2. 1. yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat. oleh rakyat.F Strong Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu. B. Menurut C. Menurut Internasional Commision of Jurits Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Pembukaan UUD 1945 1. Pengertian Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. . 3. 1. Alenia kedua Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka. and for the people). bersatu.

Pasal 1 ayat 2 Kedaulatan adalah ditangan Rakyat 1. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. Hal ini menjadi wajar.1. 1. C. yaitu demos yang berarti rakyat. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. 1. . UU No. atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. 3. Lain-lain 1. Pasal 24 dan 25 Peradilan yang merdeka 1. Namun. Sejarah dan Perkembangan Demokrasi Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Pasal 27 ayat 1 Persamaan kedudukan di dalam hokum 1. Pasal 2 Majelis Permusyawaratan Rakyat. bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi 2. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. 39 tahun 1999 tentang HAM. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. 2. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Batang Tubuh UUD 1945 1. Pasal 6 Pemilihan Peresiden dan Wakil Presiden 1. Ketetapan MPR RI No. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern.

misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat. Di Lingkungan Masyarakat Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya. Di Lingkungan Keluarga Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara. Intinya. Penerapan Budaya Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari 1. Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab. a. tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama. Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi. Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya. setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable). 1. Di Lingkungan Sekolah . Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain. tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. c. bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja. Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi. Menghargai pendapat anggota keluarga lainya. 1. b.

maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Menghargai hak-hak kaum minoritas. . Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga. d. Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya. kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 1. ras dan agama. Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita. Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik. masyarakat. kita belum membudanyakannya.Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan. Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya. Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat. Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan masalahmasalah kenegaraan. Memiliki kejujuran dan integritas. Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. 1. membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah. Mengutamakan musyawarah. Akan tetapi. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas. Sikap anti kekerasan. A.

Jakarta: Erlangga. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.com/demokrasi_dan_Konstitusi. S. kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini. melanggar nilai-nilai demokrasi. Bandung: Grafindo Media Pratama. dan seterusnya. S. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri. Mempraktekanya secara terus menerus. Drs. itu belum terjadi. Saronji. Wijianti. kurang menghargai perbedaan.Pd. kesamaan kurang di praktekan. demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. 2004 “Kewarganegaraan untuk SMP Kelas II Jilid 2”. Perlu ada usaha dari semua warga negara.wikipedia.Pd. Dengan kata lain. 1. Dan H.Pd. Dahlan. “http://dondsor. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi. S. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2005 “ Kewarganegaraan (Citizenship)”.html“ 3.blogster. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. Abdulkarim. supremasi hukum kurang ditegakan. bahkan pemerintah itu sendiri.org/wiki/Demokrasi“ 2. B. bermasyarakat.. 2. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi. 4. 2004 “Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Jilid 2”. Asy’ari. Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran.Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Drs. tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. tentu saja. Siti. DAFTAR PUSTAKA 1. baik dalam kehidupan berkeluarga. atau membiasakannya. Yang paling utama.Pd. M. kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita. Suatu hari nanti. Saran Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. 5. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi. M.Pd. Aim. Namun. “http://id. musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. . adalah: 1. dan Aminah Y. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->