P. 1
bahankonstruksiteknik.doc

bahankonstruksiteknik.doc

|Views: 10|Likes:
Published by Dani Dan

More info:

Published by: Dani Dan on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

hingga menjadi produk jadi. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. Keras dengan bentuk yang bagus. ukuran 2. Batuan ini disebut dengan batu gunung. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. yang akhirnya dikemas. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. silikat (kuarsa. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. ada beberapa macam genteng. kaca. 3. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. 2. kepadatannya tidak rata. ME. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. sehingga menjadi produk setengah jadi.. pelapis dinding. sehingga menjadi bahan yang keras. Dalam proses pembakaran. Kardiyono Tjokrodimulyo. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. aliran air sungai yang membawa batuan . 4. keramik. (1995). isolator dan lain-lain. serisit. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. Ir. bambu dan tanah. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik.1. dalam proses berikutnya.2.2. licin dan bersifat sebagai isolator. genteng.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. yaitu genteng dari bahan beton. siap untuk dijual. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. pembekuan. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. Batuan 2. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap.

Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1.a. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. onix dan lain-lain. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. Sebagai bahan pengikat. 2. batuan in idisebut batuan metamorfose. granit. 2. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. dalam arti tidak getas. Mudah dikerjakan. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut.2. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada.2. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. 3. Batuan kapur b. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. tanpa harus melalui proses pabrik. yaitu : .

Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama.O + CO2 Ca. O + H2O Ca. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida. Kapur udara. yang menghasilkan kalsium hidroksida. Kapur tohor (Ca. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. Kapur dari hasil pembakaran ini. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. kalsium oksida (Ca. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. jenis kapur dan sebagainya.CO3. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. Proses kimia dari pemanasan Ca. Dari proses tersebut.CO3).1. 2. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. . hingga karbon dioksidanya keluar. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. 3. baik di dalam air maupun di udara. (OH2) + CO2 Ca.CO3 Ca. (OH2) atau kalsium hidroksida. (OH2) + panas Ca.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain.O) yang diperoleh. biasa disebut dengan quick lime. Proses ini menghasilkan Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur.O atau kapurnya saja yang tertinggal.O). Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca.

bonblende dan mika. putih. felspar. biru. potasium. bahkan bening. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. berwarna hijau muda atau kuning. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. aluminium dengan kapur dan potasium. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin.2 dari beratnya.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. Felspar yaitu kombinasi silikat. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. serta mudah dipisahkan. dan kemampuan serap air merupakan 0. umumnya sangat keras. kuning. merah jambu. 4. biasanya merupakan butiran kristal. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. coklat dan hitam. hijau. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. hitam dan coklat. dan kalsium oksida. 3. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca.b. 2. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. 2. pelapis dinding . dengan variasi besi. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. merah jambu. sehingga mengkilap. sebagai kristal berwarna hijau. berwarna merah. Sepentine merupakan silikat magnesium. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras.002 atau 0. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil.

dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya.bagian luar maupun dalam. 2. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. b. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. Sumber-sumber : . Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. sebagai bahan bangunan antara lain : a. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. atau sebagai bahan finishing bangunan.25 % dan yang tertinggi merupakan 0.3. baik yang berasal dari alam. atau karena proses pemecahan. c. merah jambu. atau sesuai dengan ukuran pemesan. dinding penahan dan lain-lainnya. Pada butiran-butiran kecil. dan pelapis dinding. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. kuning. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. atau ornamen lainnya. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding.75 % dari beratnya. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. menjadi batu gamping.3. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. atau untuk sebagai plesteran dinding. d. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. 2. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. Sedang bantuan metamorfose. Bantuan kapur. digunakan untuk struktur pondasi. yaitu marmer. dengan warna putih salju.

Ir. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. 2. Pengetahuan Teknik Bangunan. Bagian-bagian kayu . 4th edition. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Smith & Andres. Drs. “Material of Construktion”. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Rineka Cipta. 4. Direktorat Bahan Bangunan. ME. 1994 Senin. 1984. 1985. 3. 2. “Bahan Bangunan”. Kardiyono Tjokrodimulyo.1. 5. 1995. Daryanto. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. UGM. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE .

Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. kasau . Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. 1. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. 2.3. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka.

kuda-kuda penopang 10. peran dinding 4. ambang jendela 11. bantalan 8.2. balok loteng 5. tiang 6. palang 7. tiang sudut 9. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . tambahan kasau miring 3.

yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting.Akibat gaya terpusat P. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Untu menampung gaya (H).jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . Reng. Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil).berat bahan penutup atap : . .

papan bubungan 8.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. batang penggantung ( 6/12). Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. anak kuda-kuda 13. balok bubungan 7. (8/12). reng 12. kaki kuda-kuda ( 6/12). 2. batang tarik.5 m genteng biasa 1.5-2. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). Gording. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda.(8/12) 5. Kasau.0 m sirap 2-2. balok sambungan kuda . 6. dinding 15. kasau 11. ring balok 14. Jarak gording untuk genteng beton 1. 1.genteng beton. karpus 9.5 asbes gelombang 0.. 3. (8/15) 2.(8/12) (8/15) 4. batang tekan / schoor ( 6/12). reng ¾ dengan jarak 35 cm. (8/15) 3. (8/12). gording 10.8-1. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. .

. Rencana Atap. 3. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. yaitu tampak bangunan dari atas 2. 4. Blok plan. Untuk gambar kerja. Untuk lebih jelasnya. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. detail atap atau kuda-kuda.Detail Konstruksi Atap. Rencana kuda-kuda. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap.

. merbau. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. kusen. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras.4. nyatoh. Selain itu. daun pintujendela. bayam. sering dipakai sebagai rangka atap saja. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. Saking kerasnya. meranti. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. yakni kayu ulin. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. lantai parket dan furnitur) adalah jati. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. Ada sejenis kayu yang sangat keras. dan kamper. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah.

lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. Tinggal bagaimana cara kita merawat. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. membasahi rangka atap. Jangan biarkan kebocoran. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. Bahkan. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. sekecil apa pun. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. memperlakukan. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. 5. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. dan memberi perhatian yang selayaknya. .

Gambar 4.1. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . Senin.1. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton. sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. sekecil apa pun serangan itu.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. Selain itu . Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. tidak berbau dan tidak berasa. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya .

sering disebut air yang diserap. Gambar 4. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. tidak saja untuk hidrasi semen. Air harus selalu ada dalam beton cair. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). b. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler.2 Prosen Penjernihan Air 6.37 5 dari berat semen.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan .00) terjadi didalam ball mill. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. misalnya selama susut pengeringan. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Air yang diambil oleh pori gel. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . Dihitung dari komposisi mineral semen. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Perilaku sebenarnya masih diselidiki.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Dalam praktik. a.

Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). e. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . b. Kotoran dalam agregat. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. Regangan akibat beban. c. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. Makin banyak silt. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. .3 Jumlah Air. d. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. yaitu rangkak (creep). Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. Bentuk butir. 6. Gradasi agregat. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. 2. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. Ini bias disebabkan oleh : 1. Ukuran agregat maksimum. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. semen) yang digunakan .) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. c. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. d. tekanan uap akan berkurang.

tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton.6.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. air laut untuk campuran beton ?. Bolehkah memakai air sumur. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. misalnya pengaruh jangka panjang. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. Untuk lebih teliti. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. Yang dipertanyakan dengan air suling. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. dan warna.4 Syarat Kimia Air. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. Bila masih diragukan. Tetapi untuk beton bertulang. 6. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. air sungai. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. . Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM.

Gambar 6. e. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. b. Kotoran . Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. Bercak-bercak pada permukaan beton.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . antara lain : a. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. d.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air.1 berikut : Tabel 6. tanah liat.

Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10.000 400 ppm untuk Ca. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96.5% air murni dan 3. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.00 Sumber : PBI 1988. Zn.5% air murni. kadarnya sekitar 35. Gambar 6.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan).5 %). gas-gas terlarut. Ada resiko korosi pada tulangan.5% material lainnya seperti garam-garaman. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0.000 ppm ( 3. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). Bila air bersih tidak tersebia.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam.000 PH tidak kurang 3. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating. 6.7 Air Limbah Sanitasi .Cu. Air laut banyak mengandung garam .Mn.Sn 500 500 Asam inorganis 10.

pabrik cat.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. umumnya memperlambat pengikatan semen. Air limbah dari penyamakan . 6. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. pabrik kertas. Pengikatan umumnya bertambah cepat. Gambar 6. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi.15 % gula terhadap berat semen. Air limbah Sanitasi 6.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit.20 % berat semen. Dari totoal benda padat. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan.9 Air Gula Air yang mengandung 0.0.1. Gula dalam kadar 0.3 . pabrik limun. 6. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm.

Oleh Paul Nugraha. (1986). Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Minyak mineral (petroleum). Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. dari Material . c.12 Persyaratan Air untuk campuran beton. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. garam-garam. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Teknologi Beton . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. 6. b. dan Antoni . 6. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. (2007) 2. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. 03 Agustus 2009 AIR . dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. Senin. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. 6. Apabila ada keraguan tentang air . Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai.13 Sumber Pustaka 1. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain.beton. Penerbit Andi Ofset. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi.

gas serta uap dari udara ke bumi.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). telaga. danau. Air laut umumnya mengandung 3. Sumber .3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER .8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . Bahan. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . kolam. situ. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Pada kadar yang lebih rendah. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. Mg++.sumber air. terdapat juga unsur Fe. Cl-. NO3-). c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. SO4-. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Syarat umum air. B.sumber air yang ada adalah sebagai berikut.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Al. Kemurnian air ini sangat tinggi. Na+. Sayangnya. Disamping itu air tanah . Mn. F dan Se. sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar. dan lainnya). Syarat mutu air menurut British Standard (BS. HCO3-. air laut maupun air imbah. Pemilihan pemakaian air. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. Garam . Udara terdiri dari komponen . Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. nitrogen dan karbon dioksida.MODUL PERTEMUAN KE .

bahan organik seperti CO2.bahan organic dan mineral . beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. H2S. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. Air didaerah pantai.1 Unsur .unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.000 . Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang. asal tidak tercemar oleh air buangan industri.juga menyerap gas . Air denga akadar garam sedang. air danau dan situ.36. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. air genangan dan air reservoir. dan NH3.1.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3.gas serta bahan . megadung 2000 .3. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 .10000 mg garam perliter. kaerana batang .6 Sumber : Concrete Technology and Practice .rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.30000 mg perliter.mineral. Unsur . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton .batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya.5000 mg garam perliter. e) Air Laut Air laut mengandung 30. membawa serta bahan . Air rawa . Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.beton mutu tinggi. memiliki kadar garam sekitar 20000 . atau pra tekan.000 mg garam per liter (3 % .

tidak boleh mengandung minyak. alkali. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. agreagat. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. asam. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih.2. bahan bersemen. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318.89:2-2). . Untuk perlindunganterhadap korosi.

atau airsiraman dari sumber .06 0.00 0.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.39 harus dipenuhi.45 0. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau. air laut.45 Kadar Semen Minimum. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.1 (a) PB (draft) 1989:21.15 1.3 dan 3.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.rata adalah sekitar 50 mm.Tabel 3. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.50 0.sumber tersebut.5.50 0.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0. Tebal miminum tersebut rata . .

garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif.5.65 0. hujan yang lebat dan keras. Sedang = Terlindung dari hujan deras. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.55 0. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air . Kandungan garam . pergantian antara basah dan kering.55 0.55 0.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0.65 0.65 0. airpayau. Beton = Terbuka terhadap air laut.45 0.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal.Tabel 3.45 Kadar Semen Minimum. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.45 0.

garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Diisyaratkan jumlah gabungan garam .5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat . Tabel 3.5328 76. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.5.pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.

5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.1500 V 2.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.(f’ c.. Tabel 4. 0.00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.20 .65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.45 0.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.10 150 Mpa) 25 0. % dari massa Sedang 0.3 dan 3.4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.0 an .Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.5.00 10000 > 2. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .150 II + 0.10 .20 1500 0.

garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.0nilai npH diatas 7. natrium.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. Garam . Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. Gabungan ion . Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. NA2SO4.00). Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum.80) a) Garam . . Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat.00 harus dihindarkan. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. kalium. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan.00 menyatakan nilai kesamaan. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. magnesium.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.Garam Anorganik Ion . 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7.3148 . Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million). Konsentrasi garam. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton.kadang gramedia. Kadang .

Air yang berwarna tua. Lanau dan Bahan . asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat. h) Zat . berbau tidak sedap dan mengandung butir . Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran.Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.gelembung udara dalam beton. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0. Gula sebanyak 0. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan . maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.2 % dari berat semen. .tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton.5 % dari berat semen.Zat Organik.bak penampungan sebelum digunakan.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. bahkan menjadi buruk.

Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. zat .i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. minyak dan lemak. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. yang diendapkan sebagai (BaSO4). Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat. pH. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling.zat yang menyusut. amonium. Jadi. klorida. magnesium. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. b) Kuat tekan rata . karbondioksida. b) Magnesium (Mg++) .

indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer).Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. h) Zat . d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan.ether. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum .meter). LATIHAN . Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air.

Sebutkan dan jelaskan sumber .L.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. Kinerja beton.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. seorang ahli taman dari Prancis. F. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. 1985:2-3). 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . bahkan mungkin sebelum itu (Nawy. Kelebihan dan kekurangan beton.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan . Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Pada tahun 1801. Pada tahun 1850. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. J.1. J. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. Deskripsi beton. Pada tahun 1886.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori .prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya.Monier.

masing komponen. 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini.A. masing . Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . Lake Point Tower di Chicago. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya.struktur beton yang sangat khas (Nawy. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi.bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). agregat kasar dan air. Dengan demikian. DPU .P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. Di Indonesia sendiri. agregat halus. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. American Concrete Institute.SNI T-15-1990-03:1). terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . C. air dan bahan tambah (admixture atau additive).peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. agregat kasar. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . agregat halus. .LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . Marina Tower. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan.bahan penyusun beton). Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien.standar yang berlaku.dan perancangan struktur beton. dan British Concrete Institude. Australian Concrete Committee. dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. mengingat mahalnya harga semen. begitu juga sebaliknya. maka untuk pekerjaan berskala besar.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. p. .2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. Karena biaya semen besar. Berdasarkan kategori rumah tinggal. perumhan dan beton mutu tinggi. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen.3.3). Gambar 1. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin.Making Materials. Jadi.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi.32) Gambar 1. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR).namun demikian. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin. Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Concrete and Concrete .6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.

00 24.87 0.94 0.96 (Sumber: Neville.87 0.1 dan Tabel 1. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton.544) . Concrete and Concrete .20 34.2 (menurut standar ISO).3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.00 15.10 26. London. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1. ”Properties of Concrete” 3rd Edition. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut. p.81 0. Pitman Publishing.Gambar 1. Part 116 pada umur 28 hari.77 0.30 0. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.Making Materials. p. 1981.70 44. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.1 Rasio Kuat Tekan Silinder . Tabel 1.10 50.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7.20 20.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.91 0. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.92 0.76 0.50 36.50 40.91 0.

1991 pasal 4. beton akan mengalami pembebanan. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft). ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja.1977) Menurut BS. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.1) (1. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1. E & FN SPON. sedangkan menurut K.1. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.3) b. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.3.1 dan 1.25.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . London. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1.W. 1995. c. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. Day. LPMB.Tabel 1.2) (1. Beton . 1881. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan. (1.2. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.

1985:49). proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait.4 (Nawy. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. 1985:49).menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. Jika dihalangi secara merata. Gambar 1. (Nawy. . Umumnya. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1.

jeis semen. Ø Nilai slump (slump test). Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. Ø Nilai tegangan. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. Ø Lama pembebanan. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan.tetapi berkisar antar 0. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen.2 dan 0. Faktor . Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). kualitas adaukan. Seperti halnya susut.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. dan kandungan mineral dlam agreagat). kondisilingkungan. 1985:50). Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. ukuran benda uji atau elemen struktur. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). Demikina pula. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan.faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. Pada umumnya. . 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan.

sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. penasehat dan pelaksana. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Setelah nilai masing . Perencana harus mengambil contoh . bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat .sifat bahan yang akan diuji terwakili.5 (Gideon 1994:2).5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. Berdsarkan bagan dia tas. pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan . Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik.masing bahan tersebut diperoleh. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek.Gambar 1.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. perancangan beton . Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam.contoh material yang akan digunakan.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar).

Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. Dari concrete plant. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. Selama massa pengangkutan. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. Yakni tempat pengecorannya. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari.6 . proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. pemadatan. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. pelasksnaan pengecoran. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik.metode yang dikenal. Di Indonesia.

Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? .Gambar 1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1.

Gradasi Sifat fisik. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. Tekstur. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : .7. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. Tabel 5. sifat kimia.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.1 berikut ini.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Dengan agregat yang baik .75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. kekerasan. ketahanan (durability) 5.

basalt. d. Tabel 7. besi sulfida.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars. besi magnesia. sulfat. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. oksida besi dan mineral tanah liat.2 berikut ini.1.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. granit. Minerologi Menurut ASTM C294. gabbro. mineral silika. b. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat. flint. Batuan / Agregat . batu kapur. Gambar 7.35 mm atau 3/16 ‘. karbon.a.35 mm.

sementara pasir sungai sering mengandung koral. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende .075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler). Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0.35 mm.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).35 mm tetapi lebih besar dari 0. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya. Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Tabel 7. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6.075 mm.

Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton. Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. Untuk alasan ekonomi. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. .Obsidian Pumis . Untuk batuan krakal yang besar. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel.

Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Pada saat menarik besi dari cetakan. . Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat.2. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi.Gambar 7. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya.

Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. .Ukuran nominal maksimum. berdaya tahan dan kedap air.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat . . Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat.36 mm). . kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. Walaupun begitu.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No.3 Limbah Pertambangan 7. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. 200 (2. Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : . jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama. Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm. 200 (0. .36 mm). Oleh karena itu.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. 8 (2. yaitu : .Ukuran maksimum.Gambar 7. 8 (2. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut. 7.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan.

diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. 7. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan.7 Kebersihan Agregat . Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak.0. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. atau gradasi baik (well graded). b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama.35 . sehingga sering juga disebut gradasi menerus.

Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. . 200).8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. Untuk itu. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut.75 mm (No.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. Di lapangan. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No.075 mm (No. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). partikel lunak. 4. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . 4). kebersihan agregat sering ditentukan secara visual.

tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. Lonjong.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. workabilitas dan durabilitas campuran beton . Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Agregat yang bersudut tajam. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. Dan Pipih 7.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. Gambar 7. seperti yang diilustrasikan pada gambar 2.7. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik.

7. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi.12 Sumber Pustaka . agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. Kemampuan agregat untuk menyerap air. Oleh karena itu. Seperti halnya bentuk partikel. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. Jika daya serap agregat sangat tinggi. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. 7. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan.

Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. Teknologi Beton . beton ringan. pra-cetak.53. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. beton fiber dan lainnya.4.1. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. Draft Konsesus ( SKBI. Oleh Paul Nugraha. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. agregat halus. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. dan Antoni . Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. bertulang. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. (1986). Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal.1. pra-tekan. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . beton tanpa tulangan. dari Material . Penerbit Andi Ofset. (2007) 2.

BETON PRESTRESS. BETON RINGAN. DAN LAINNYA JENIS BETON . AGREGAT RINGAN. PRESTRESS. PRECAST.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. SERAT. BETON PRACETAK. BETON SERAT. DAN LAINNYA BETON BERTULANG.

1 Definisi dan Pengertian .Gambar 6.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.

dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. . pasta semen ditambah dengan agregat halus. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. agregat halus. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC.

sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. . Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0.1989:16 ). semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). Pada tahap pelaksanaan konstruksi. Jika tidak memenuhi. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ).82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari.tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan.

Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. 1989 Draft Konsensus. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. 1980 (Ulasan PB. (3). Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. 1989 : 31) dan pasal 3.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan.1-4 FAKTOR . Fakor air semen. a) Faktor Air Semen (FAS) . Kehalusan butir dari semen dan. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. Metode perancangan.4 PB. Gambar 6. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. yaitu (1). (2). Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. (3). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. Perawatan dan.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. (2). yaitu (1). Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. (4). yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. Untuk kasus ini di Indonesia.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6.

3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Ada batas-batas dalam hal ini. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0. Akan tetapi.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley.5.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6. dan B adalah nilai konstanta. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun.2 sampai 0.5X). proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. semakin halus butiran semen. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). dimana A.65. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen.3. Namun demikian. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. semakin rendah mutu kekuatan beton. Semakin halus butir semen. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. Gambar 6.4 dan maksimum 0. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. hasil penelitian (Abrams.4). Pada praktiknya.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON .untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. jika sebaliknya maka harus dikurangi.

b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . (2).Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. (6). kekuatan tekan. Tekstur permukaan. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. Perbandingan agregat dan semen campuran. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. ACI maupun SII. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. tetapi merupakan viscoelastic-solid. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. Gradasi. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. (5). Seperti yang telah dijelaskan. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. begitu juga sebaliknya. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. Bentuk dan ukuran. dan (7). Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. (3). (4). Reaksi kimia. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. Gaya gesek dalam. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Kekuatan agregat. hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Ketahanan terhadap panas. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen.

(5).T-151990-03) dan (6). Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. Portland Cement Association. 1942:224). Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. British Standard. Cara coba-coba. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. semakin mudah untuk dikerjakan. (3). 4. Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. Department of Engineering. Metode American Concrete Institute. (2). semakin tinggi nilai slump. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. (4). Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. . Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test .SNI. Road Note NO.Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Departemen Pekerjaan Umum (SK. antara lain : (1).

Cara pembebanan. Latihan 1. Keadaan permukaan landasan dan (5). Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. Kadar air. (2). Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. yang terutama disebabkan oleh suhu. Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. terutama dari sisi kekuatannya. (4). (3). Suhu contoh. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . Bentuk dan ukuran contoh. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4.

a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh.:1989:27). f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. antara lain lapisan minyak mineral. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE .Senin. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. .

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.SNI.T-28-1991-03 .1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.

Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. gerobak dorong. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh. pompa dan tower crane. putarannya sesuai dengan rekomendasi. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. Selain hal-hal diatas.SNI. ketahanan. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam).S-18-1990-03 atau SK. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji.S-19-1990-03. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK.1989:28). dan keawetannya memenuhi syarat. Jika menggunakan bahan tambah. yakni alat angkut manual dan mesin. harus sesuai syarat SK. 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar.SNI. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. dolak.SNI. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. belt conveyor.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . 1-6 PENUANGAN ADUKAN .

Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. balok induk. balok induk. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. (d). kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan.Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). (e). Sebelum pengecoran harus dibasahi. Tidak dilakukan penuangan selama . (2). pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. Ø Bila diperlukan. Balok anak. balok anak. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Balok anak. balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. (c). penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. (f). kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1.50 meter. (b).1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan.

kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap.4). Dengan penundaan selama 2-2. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. Pada Gambar 9. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. (4). (3).4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. yaitu: (1). Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Gambar 9. Karung . c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. Setiap kali penuangan. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan.

Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. (prepacked concrete). Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Keuntungan cara ini adalah : (1). Jenis-jenis pompa beton antara . (2). Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. (3). Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. Beton pra-susun. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya.(protective sandbag walling). Bak khusus. Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. kemudian memasukkannya ke dalam air. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. Pengurangan tenaga kerja. (2). d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. (3). kemudian melakukan grouting (grout colodial). Setelah pintu terbuka. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Grout dibuat dengan mencampur semen. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Tremi. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). (4).

Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. alat pemadat mesin harus digunakan. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. Dari Gambar 9. Alat getar ini dibagi menjadi dua.lain pompa torak. . Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. Dalam praktik di lapangan. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Gambar 9.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. Untuk menggunakannya.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. berarti setting time belum tercapai. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. tanpa harus menyebabkan bleeding. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu.

b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). Jika hal ini terjadi. serta stabilitas dari dimensi struktur. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. Perawatan ini dilakukan. mengangkut atau memindahkan beton. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting.1989:29). Alat yang digunakan biasanya ruskam. d) Pemadatan merata. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. . 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. artinya beton telah mengeras. jidar dan alat-alat perata lainnya. uap bertekanan atmosferik. ketahanan terhadap aus. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. kekedapan terhadap air. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting.

Non Pigmented Curing Compound). Di pasaran. Curing Compound tanpa Dye. dan c digunakan untuk contoh uji. 2. Tipe II. Tipe I. 3. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Cara a. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). Tipe I-D. 7. 2.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. penanganan dan pengangkutan.e. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. 5. cara produksi. 3. 6. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. penuangan. Pelaksanaan Curing Compound. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab.309. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. Menyelimuti permukaan beton dengan air. b. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. Curing compound ini . 2. sesuai dengan ASTM C. Menaruh beton segar dalam genangan air. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Curing Compound dengan zat berwarna putih. 3. Cara d. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. Menaruh beton segar dalam air. 4. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu).

tidak beracun. agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air).selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. tidak selip. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). dan membentuk selembar film yang kontinyu. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. dengan suhu akhir 40°-55°C. . tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). minimal selama umur 7 hari. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I).SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. melekat dan tidak bergabung. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. 1-10 SIFAT . Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam.

Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). Semakin plastis beton. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. Ø Jika dihitung. Ø Siapkan alat-alat slump. slump geser dan slump runtuh. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ø Butir maksimum. langkah percobaan adalah sebagai berikut. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan.6 untuk berbagai macam faktor. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. termasuk centong untuk memasukan semen.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. semakin mudah pengerjaannya. akan lebih mudah dikerjakan. .

.1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen.Gambar 9.6.6. Gambar 9.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.

Memberi lebih banyak semen. (2). pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant.3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. dan (4). (3). ditinjau dari sisi geologi. Pertama. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Penggunaan air sesuai dengan syarat. Keempat. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). Pemadatan baik. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). dan (5). Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. semakin mudah terjadi segregasi. Tinggi jatuh diperpendek. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Sementaraa itu jika.6. (4). terlalu banyak air. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding.Gambar 9. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. Ketiga. c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. campuran kurus atau kurang semen. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). (2). permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Kedua. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Menggunakan air sesedikit mungkin. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Menggunakan butir halus lebih banyak. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. (3). Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding.

Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. kecuali dikehendaki demikian. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. d) Kesulitan pemadatan. k) Homogenitas berkurang. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. h) Perlu perawatan pada saat setting. c) Setting lebih cepat. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. pipih serta porous. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). a) Bahan . i) Perlu pendinginan material. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. j) Durabilitas berkurang.berbentuk memanjang. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar.

maka pada waktu akan digunakan. harus diperhatikan. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. . 2. 3.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Plasticity Retarding Agent. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. terutama yang berada dalam reservoir. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. Ø Air Suhu air. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Sebagai tindakan pencegahan. Retarder. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. tergantung dari jenis semen yang digunakan. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. Superplasticizer . Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. 1. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C.

2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work). Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.5 in (38 mm) Table 9.2. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9. agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton. ASTM C. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.100 mm) ± 1.5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .5 in (0-38 mm) 0 .4 in (50 .5 in (13 mm) 2 in .4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.1.b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1. Selain itu.

sliding form atau slip-form. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. Jika dilaksanakan pada siang hari. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). Jika dilaksanakan pada pagi hari. alat pemadat. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. dan alat-alat untuk finishing. 1-13 HAL . begitu juga dengan mixer. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. sebaiknya diberi pelindung. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. Ø Alat angkut. Ø Data pengecoran. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari.akan membentuk course concrete. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. alat angkut. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. . agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak.

Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. kondisi setempat. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. PC. panjang penyaluran. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. ikatan. ketersediaan material (air. dan kerataan acuan.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). alat angkut. alat pemadatan. dan alat finishing. pemberian minyak. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. agregat. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. sambungan. Ø Metode Pelaksanaan. meliputi kekuatan perancah. ketepatan campuran. meliputi material finishing. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. metode finishing. dan pembuatan benda uji. metode perawatan (curing) nantinya. segregasi. dan jumlah. tangga inspeksi. Ø Alat penerangan. meliputi alat aduk. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. selimut beton. meliputi kebersihan tulangan. bleeding. Ø Kontrol material. meliputi metode penuangan. yang harus sesuai dengan gambar struktur. metode pemadatan. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). . Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. Ø Alat pengecoran. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. dan atau bahan tambah).

Pada pengerjaan beton.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. Mengapa pada pengadukan dengan mesin. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11.LATIHAN 1. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. Jelaskan tahapan pengadukan (a). dengan mesin! 6. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. manual dan (b). Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? .

Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. . 1920 (Neville. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Seperti yang disebutkan diatas. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut.15. Jika air yang digunakan sedikit. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum.

Selain dua kriteria utama tersebut. Jika ini terjadi. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri.645. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. sedangkan di Australia 1.64 Nilai K di USA adalah 1.1 Kurva Distribusi Normal .s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.65.64. di Inggris dibulatkan menjadi 1. Gambar 8. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. f’c adalah kekuatan tekan rencana. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. terutama karena akan menimbulkan segregasi. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1.

. Pada metode ini. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu.2. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. data-data yang dibutuhkan harus dicari.55 Mpa.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. kemudahan pekerjaan.

data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu).Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . berat jenis agregat. data butir nominal agregat yang akan digunakan. serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8.

3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4.5 3.5<sd7.5<sd6. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu. m=1.5 4.64*Sd.5 6.5<sd5. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin. f’cr=m+f’c 1.5 4.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.5<sd4.5<sd6.5 5.5 5.5<sd3.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5 3.5<sd4. Tabel 8.5 . 2.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5<sd8. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.5 2.5<sd5.

6 76. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.4 25.3 Tabel 8. Slump ditentukan jika tidak dapat. bundle bar. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76.2 101. sumuran. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.Ø Tetapkan nilai slump. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25. jika tidak diambil dari Tabel 8.3 Ukuran Maksimum Agregat .4 25.2 76.2 2. dan butir maksimum agregat 1.2 50.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.8 25.4 25. tendon.4 25.6 101. data diambil dari tabel 8.

5 150 300 750 Balok/kolom 12.4 Tabel 8. .4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum. mm 62.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.Dimensi Minimum.

b. Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch). Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch).5 inch (38. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi. Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1. harga- .1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. c.Keterangan: a.4 mm).2 mm) atau 6 inch mm (152.5 in (40 mm). Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1.

45. berat volume agregat kasar 1. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. 345. 318. seperti ACI 201. Slump 12 cm. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. . persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. Bj.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya.1 akan tetapi. f. prosentase udara yang diharapkan pada 1.7. ukuran gradasi maksimum 3. d. fineness modulus pasir 2. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. dan 302. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. Bj. Agregat kasar 2. dikurangi material ditabelkan di kolom 38.68. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah.6. g. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. Bj.15 . Semen 3. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. agregat halus 2. Dalam bayak hal.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar.8 cm. e. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix.5 in.

pengambilan contoh uji beton segar. perawatan dan pengujian beton keras. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. sumber asal lokasi material. Menurut aturan statistik. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. pengambilan contoh uji (sampel).al. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. 1994). meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. (Edward et. mobil angkut. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). pengujian bahan. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. stockpile (penimbunan material). . batch. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. truk. Semakin tinggi variasinya. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. pengadukan. atau beltconveyor. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. ukuran. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. perancangan komposisi. bergantung pada populasinya.

SNI.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium. .1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. air.SNI. air dan agregat sebagai bahan bangunan.SNI. lentur tergantung kebutuhannya. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK. geser. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK.SNI. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.SNI. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK.SNI. SK. tahan sulfat. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi. misalnya harus kedap air.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.SNI.SNI. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.SNI.S18-1990-03.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air.

M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK. SK.SNI.SNI.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.SNI. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.1 .M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu. SK.

702 C.823 D.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.172 C.141 D.75 D.105 E.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.3665 E.345 .122 C.ASTM Deskripsi Standar d C.

pengujian dan evaluasi penerimaan. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. padat. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. antara lain dipengaruhi oleh. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis.

Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat.1 untuk pekerjaan beton yang besar.e) Staff f) Peralatan pengujian. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. . Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan.

Harga.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN .

1963. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. water reducer and set-controlling.1R-8.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. air-entraining.Ganbar 7. finely devided mineral dan miscellaneous. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin. 2954. .212. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 1971.

Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). kuat lentur atau kuat geser dari beton).Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . Ø Mengurangi segregasi. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar.garam sulfat. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Ø Mengurangi kapilaritas dari air. b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri.

1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). ASTM. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya.kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS.1.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29). C. atau ACI.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI.53. sehingga kadang . Selain itu. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. tipe dan lama pengadukan. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.4. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. tipe dan gradasi agregat.

Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Water . Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. barak. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. 1989:12). · Karbonhidrat. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen.Reducing Admixtures” Water . Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. 2.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. 3. polisakarin dan gula asam.. . klorida. 5. posfat. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. · Asam amino dan turunannya. 1994:494-495). garam-garam. Bryant.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. 4.

Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. silikon. penggunaan semen yang lebih banyak. laju pengerasan. Larutan garam organik. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Material miscellaneous. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. Berdasarkan hal tersebut. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. naptan. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. turunan melamic. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. (2). Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. konsistensi. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. bromida. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. kekuatan tekan dan lentur. Larutan campuran organik. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. (3). penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. hidrokarbon-sulfat.· Campuran polimer. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). kandungan air. Secara umum. karbonat. susut pada saat pengeringan. seperti eter. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. ketahanan terhadap perubahan volume.

Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. atau udara. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Jadi. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. atau semen. Ø Tipe F ”Water Reducing. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). Perubahan kandungan air. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. High Range Admixture” . atau semen. Jadi. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. atau udara. Perubahan kandungan air. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal.

kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. sebanyak 12% atau lebih. (2). Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. Ø Tipe G ”Water Reducing. fly ash. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. dan silica fume. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi .Water Reducing. Pada saat ini. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru.005%. sebanyak 12% atau lebih. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. slag. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton.

Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C.0 3. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi.0 Oksida Besi (Fe2O3). minimum % Trioksida Sulfur (SO3).0 50. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. (ASTM.618-95:305).Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton.0 5. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. maksimum % 6. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.0 Kadar Air. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus. maksimum % 5.618 (ASTM. . Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus.989. C.0 Kehilangan Panas. Definisi slag dalam ASTM.1. misalnya dengan mencelupkannya dalam air. 1982). maksimum % 3.0^ 6. Tabel 5.

1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus.C. untuk kolom struktur atau dinding. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. misalnya. 6. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. Tabel 5. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). Mengurangi serangan alkah-silika. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. 2. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. 1240. 4. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. geser. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut.34 dan 0. kandungan kaca dalam slag. kehalusan. 5. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Mengurangi porositas dan serangan klorida. 7. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton.1. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. 1987:124-129). Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. 3. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . 8. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. Komposisi Kimia Silica Fume . 9. 1994: 505). Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. et al.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia.2.

fly ash. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton.20 MnO 0. 0..10-0. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton.1 Lolos ayakan No. lapisan-lapisan atau gumpalan.10-0. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. et al.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7. Semakin halus ukuran agregat. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.02 Raa-rata ukuran partikel.1240. u. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat. semen slag.C. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM. Maret/April.20 .325 dala.10-0. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah. apakah .008 K2O 0. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.2.3 Sumbe: Yogendran.10 Na2O 0. 99.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.m. tetapi ada yang berbentuk serbuk.0.15 Al2O3 0..50 CaO 0.30 MgO 0. 1987:125 Selain dari Tabel 5. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. ACI Material Journal.

yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). dan (2) agregat metalik. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. juga derajat agitasi campuran. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1). Untuk memperkeras permukaan beton. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25.000 psi (1. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung.4 mm) atau kurang. efek beku-cair. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. sesaat setelah pencampuran. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut.9 MPa) atau lebih. dan lainnya.45 dalam perbandingan berat. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang. Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. terdiri dari butiran-butiran yang halus. seperti sifat plastisnya. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. .3 sampai 0. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. kekuatan dan harga dari beton tersebut.000 psi = 6. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium.500 Psi atau lebih. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1.

produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. misalnya oker atau umber (pewama coklat). Cara ini merupakan cara yang terbaik. Atas pennintaan pembeli/pemakai. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. 2. Untuk mengatasinya. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. . Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar.494. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai.

Ø Residu pengeringan di dalam oven. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C.494. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot).3. Ø Analisis infra-red. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. Atas permintaan pembeli/pemakai. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Latihan 1. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->