Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

Batuan ini disebut dengan batu gunung. yaitu genteng dari bahan beton. kepadatannya tidak rata. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. (1995). 2. Dalam proses pembakaran.2. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. isolator dan lain-lain. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. genteng. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain.1. keramik. 4. Kardiyono Tjokrodimulyo. ukuran 2. kaca. sehingga menjadi bahan yang keras. hingga menjadi produk jadi. pelapis dinding. dalam proses berikutnya. Keras dengan bentuk yang bagus. silikat (kuarsa. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. Batuan 2. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar.2. sehingga menjadi produk setengah jadi. licin dan bersifat sebagai isolator. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. ada beberapa macam genteng. bambu dan tanah. ME. aliran air sungai yang membawa batuan . sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. yang akhirnya dikemas.. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. pembekuan. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. 3. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. serisit. siap untuk dijual. Ir.

Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. Mudah dikerjakan. yaitu : . onix dan lain-lain. 2. batuan in idisebut batuan metamorfose. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. Sebagai bahan pengikat. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. dalam arti tidak getas. Batuan kapur b. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1.2.2. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. tanpa harus melalui proses pabrik. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. 2. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). granit. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat.a. 3. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya.

Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. baik di dalam air maupun di udara. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida.O). kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. Proses ini menghasilkan Ca. Kapur tohor (Ca.1. yang menghasilkan kalsium hidroksida. (OH2) atau kalsium hidroksida. 2. jenis kapur dan sebagainya. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air.CO3 Ca.O) yang diperoleh. Proses kimia dari pemanasan Ca. Dari proses tersebut. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. kalsium oksida (Ca. biasa disebut dengan quick lime.O atau kapurnya saja yang tertinggal. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama.O + CO2 Ca. . (OH2) + panas Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya. Kapur dari hasil pembakaran ini. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca. hingga karbon dioksidanya keluar. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. (OH2) + CO2 Ca.CO3. O + H2O Ca. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. Kapur udara.CO3). tetapi karena faktor-faktor pembakaran.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. 3. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking.

mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. sehingga mengkilap. serta mudah dipisahkan. biru. 3. felspar. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. dan kalsium oksida.b. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. hitam dan coklat. potasium. hijau. sebagai kristal berwarna hijau. kuning. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. 4. berwarna hijau muda atau kuning. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. merah jambu. pelapis dinding . Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. bahkan bening. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. umumnya sangat keras.002 atau 0. Felspar yaitu kombinasi silikat. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. Sepentine merupakan silikat magnesium. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. berwarna merah. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. 2. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. putih. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. aluminium dengan kapur dan potasium. coklat dan hitam. 2.2 dari beratnya. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. merah jambu. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. dengan variasi besi.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. dan kemampuan serap air merupakan 0. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. bonblende dan mika. biasanya merupakan butiran kristal.

dan tebal antara 57 sampai 100 mm.3. dengan warna putih salju. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. atau untuk sebagai plesteran dinding. baik yang berasal dari alam.3. Bantuan kapur. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. b. d. atau sebagai bahan finishing bangunan. kuning. sebagai bahan bangunan antara lain : a. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. digunakan untuk struktur pondasi. Pada butiran-butiran kecil. 2. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. yaitu marmer. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. merah jambu.75 % dari beratnya. atau ornamen lainnya. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. dan pelapis dinding. dinding penahan dan lain-lainnya. c. menjadi batu gamping. 2. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. atau sesuai dengan ukuran pemesan. Sedang bantuan metamorfose.bagian luar maupun dalam. atau karena proses pemecahan. Sumber-sumber : . selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. dengan memakai perekat atau tanpa perekat.

Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. “Material of Construktion”. 2. Direktorat Bahan Bangunan. Ir. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. 1995. Kardiyono Tjokrodimulyo. UGM. Rineka Cipta. 1984. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Drs. 4th edition. Smith & Andres. Bagian-bagian kayu . 1985. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. “Bahan Bangunan”. 5. 3. 1994 Senin. 2. ME. Daryanto. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman.1. Pengetahuan Teknik Bangunan.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. 4.

Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. 1. kasau . Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. 2. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional.3. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern.

kuda-kuda penopang 10. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . tiang 6. tiang sudut 9. palang 7. bantalan 8. tambahan kasau miring 3. peran dinding 4.2. ambang jendela 11. balok loteng 5.

Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut.Akibat gaya terpusat P. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting.berat bahan penutup atap : . maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. Untu menampung gaya (H). .jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . Reng. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan.

yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda. Gording. balok sambungan kuda .(8/12) 5.5 m genteng biasa 1. papan bubungan 8. (8/12). dinding 15. batang tekan / schoor ( 6/12). kasau 11. (8/12). yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm. 3. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). gording 10. Jarak gording untuk genteng beton 1.5 asbes gelombang 0.genteng beton. karpus 9. (8/15) 2.(8/12) (8/15) 4.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. batang penggantung ( 6/12). reng 12.0 m sirap 2-2. reng ¾ dengan jarak 35 cm.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. anak kuda-kuda 13. 6.. batang tarik.8-1.5-2. 1. ring balok 14. balok bubungan 7. (8/15) 3. Kasau. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. . 2. kaki kuda-kuda ( 6/12).

Untuk gambar kerja. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. . yaitu tampak bangunan dari atas 2. Untuk lebih jelasnya.Detail Konstruksi Atap. Blok plan. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap. Rencana Atap. 3. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. 4. detail atap atau kuda-kuda. Rencana kuda-kuda. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas.

jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. .4. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. nyatoh. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. kusen. daun pintujendela. meranti. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. Selain itu. yakni kayu ulin. lantai parket dan furnitur) adalah jati. Saking kerasnya. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. bayam. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. merbau. dan kamper. sering dipakai sebagai rangka atap saja. Ada sejenis kayu yang sangat keras.

Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. . Tinggal bagaimana cara kita merawat. Bahkan. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. dan memberi perhatian yang selayaknya.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. memperlakukan. membasahi rangka atap. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. 5. Jangan biarkan kebocoran. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. sekecil apa pun. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita.

Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya .Saat rayap mulai menyerang rumah Anda.1. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton. Selain itu . sekecil apa pun serangan itu. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. Gambar 4.1. tidak berbau dan tidak berasa. Senin.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL .

Air yang diambil oleh pori gel. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. a. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. sering disebut air yang diserap.37 5 dari berat semen. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. Dihitung dari komposisi mineral semen. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. Dalam praktik. tidak saja untuk hidrasi semen. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan .2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Air harus selalu ada dalam beton cair. Gambar 4. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0.00) terjadi didalam ball mill. b. misalnya selama susut pengeringan.2 Prosen Penjernihan Air 6. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi.

Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. c.3 Jumlah Air. Kotoran dalam agregat. 6. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. d. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. Ukuran agregat maksimum.) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. Ini bias disebabkan oleh : 1. tekanan uap akan berkurang. Makin banyak silt. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . semen) yang digunakan . gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. d. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. e. yaitu rangkak (creep). Bentuk butir. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. Gradasi agregat. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . c. 2. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. Regangan akibat beban. b. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. .dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a.

Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Bila masih diragukan. air sungai. misalnya pengaruh jangka panjang. Untuk lebih teliti. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. Tetapi untuk beton bertulang. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling.6. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. Bolehkah memakai air sumur. dan warna. 6. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. . Yang dipertanyakan dengan air suling. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar.4 Syarat Kimia Air. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. air laut untuk campuran beton ?. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton.

bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. d.1 berikut : Tabel 6. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. Bercak-bercak pada permukaan beton. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. Kotoran . tanah liat. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. antara lain : a.Gambar 6.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. b. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. e. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan.

7 Air Limbah Sanitasi .Sn 500 500 Asam inorganis 10. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). Zn.Mn. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio).5% air murni dan 3. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. Gambar 6. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. Bila air bersih tidak tersebia.000 400 ppm untuk Ca.5 %). Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.00 Sumber : PBI 1988. Air laut banyak mengandung garam .5% air murni. gas-gas terlarut. 6.Cu. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6. kadarnya sekitar 35. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam.5% material lainnya seperti garam-garaman.000 ppm ( 3.000 PH tidak kurang 3.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. Ada resiko korosi pada tulangan.

pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Gambar 6. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik. 6. 6. Gula dalam kadar 0. pabrik kertas. umumnya memperlambat pengikatan semen.3 . pabrik limun. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. Air limbah Sanitasi 6. Pengikatan umumnya bertambah cepat. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran .1.9 Air Gula Air yang mengandung 0. Batas atas bervariasi dengan jenis semen.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis.0. Dari totoal benda padat.20 % berat semen.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. Air limbah dari penyamakan . pabrik cat. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton.15 % gula terhadap berat semen. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %.

Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . dari Material . Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. garam-garam. Penerbit Andi Ofset. Senin. Apabila ada keraguan tentang air . c.12 Persyaratan Air untuk campuran beton. 6.13 Sumber Pustaka 1. Teknologi Beton . Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Oleh Paul Nugraha. (2007) 2.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. 03 Agustus 2009 AIR . Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988.beton. b. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. dan Antoni . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. 6. 6. Minyak mineral (petroleum). (1986).

Garam . telaga. Pada kadar yang lebih rendah. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Al. Cl-. Kemurnian air ini sangat tinggi. Mn. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. B.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida).sumber air.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . danau. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. HCO3-. sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini.MODUL PERTEMUAN KE . Syarat umum air. Sayangnya. terdapat juga unsur Fe. Udara terdiri dari komponen .SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. Mg++. NO3-). situ. Syarat mutu air menurut British Standard (BS.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. air laut maupun air imbah.8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . Air laut umumnya mengandung 3. nitrogen dan karbon dioksida. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas .gas serta uap dari udara ke bumi. dan lainnya). Pemilihan pemakaian air. Disamping itu air tanah . F dan Se.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. SO4-. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Sumber . dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-. kolam. Bahan. Na+. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan.

kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. asal tidak tercemar oleh air buangan industri. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 . Unsur . H2S. memiliki kadar garam sekitar 20000 .000 .mineral.6 Sumber : Concrete Technology and Practice .beton mutu tinggi. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. air genangan dan air reservoir. air danau dan situ.3. Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang. atau pra tekan. beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton .unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4.juga menyerap gas .gas serta bahan . Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. membawa serta bahan . kaerana batang . Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.bahan organik seperti CO2.5000 mg garam perliter.000 mg garam per liter (3 % .batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. Air didaerah pantai.30000 mg perliter. megadung 2000 . Air denga akadar garam sedang.1 Unsur .unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. dan NH3.bahan organic dan mineral .1.36. Air rawa .10000 mg garam perliter. e) Air Laut Air laut mengandung 30.

Untuk perlindunganterhadap korosi. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan.89:2-2).2. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. . konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. asam.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih. tidak boleh mengandung minyak. alkali. agreagat. bahan bersemen.

sumber tersebut.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .06 0.50 0.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.00 0. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau. Tebal miminum tersebut rata .1 (a) PB (draft) 1989:21.39 harus dipenuhi. .45 Kadar Semen Minimum.5.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.45 0.15 1.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3. atau airsiraman dari sumber .3 dan 3. air laut.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.50 0. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.Tabel 3.rata adalah sekitar 50 mm.

65 0.65 0.55 0. Sedang = Terlindung dari hujan deras. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0. Kandungan garam . Beton = Terbuka terhadap air laut.55 0. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air .65 0. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.45 Kadar Semen Minimum.5.45 0.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter. hujan yang lebat dan keras. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.55 0.45 0.Tabel 3. pergantian antara basah dan kering. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. airpayau.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif.

pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .5. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Tabel 3.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.5328 76.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter.

00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . 0.(f’ c.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.20 .45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.10 .1500 V 2.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.10 150 Mpa) 25 0.150 II + 0.20 1500 0. % dari massa Sedang 0. Tabel 4.0 an .00 10000 > 2.45 0.3 dan 3.5. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V..4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .

ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.kadang gramedia. Gabungan ion . natrium. NA2SO4.Garam Anorganik Ion . .garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.00 harus dihindarkan.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million).00). yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. magnesium. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton.80) a) Garam . yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat.3148 . Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Kadang . Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. Garam . kalium.00 menyatakan nilai kesamaan.0nilai npH diatas 7. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. Konsentrasi garam.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7.

maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . . Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .5 % dari berat semen. Lanau dan Bahan . air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak . Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. berbau tidak sedap dan mengandung butir . asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan.Zat Organik. bahkan menjadi buruk. h) Zat .2 % dari berat semen.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai.bak penampungan sebelum digunakan.Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. Air yang berwarna tua.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %.gelembung udara dalam beton. Gula sebanyak 0.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0.

1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. Jadi.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya.zat yang menyusut. zat . Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. amonium. b) Magnesium (Mg++) . Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. b) Kuat tekan rata . yang diendapkan sebagai (BaSO4). karbondioksida. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. klorida. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat. minyak dan lemak. magnesium.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. pH. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri.

c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar.ether.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak.meter). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. h) Zat . Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). LATIHAN . Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ).

Monier. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . J. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. bahkan mungkin sebelum itu (Nawy.L. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. seorang ahli taman dari Prancis.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. Sebutkan dan jelaskan sumber .prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. Deskripsi beton. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Kinerja beton. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. Pada tahun 1886.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton.1.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan . Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori . 1985:2-3). J. Pada tahun 1801. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. F.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . Pada tahun 1850. Kelebihan dan kekurangan beton. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3.

Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. Di Indonesia sendiri. DPU .masing komponen.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. agregat halus. Marina Tower. Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar .SNI T-15-1990-03:1).dan perancangan struktur beton. . Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. American Concrete Institute.standar yang berlaku. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . dan British Concrete Institude. masing . memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi.struktur beton yang sangat khas (Nawy.bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). Australian Concrete Committee.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. Dengan demikian. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK. terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. Lake Point Tower di Chicago. Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . agregat kasar.bahan penyusun beton). C. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan .A. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. agregat halus. agregat kasar dan air.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan .peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. air dan bahan tambah (admixture atau additive).

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

32) Gambar 1. perumhan dan beton mutu tinggi. mengingat mahalnya harga semen. Gambar 1. Karena biaya semen besar. maka untuk pekerjaan berskala besar. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. Concrete and Concrete . begitu juga sebaliknya.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin. Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Berdasarkan kategori rumah tinggal.Making Materials. . Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.namun demikian.3). Jadi. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0.3. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. p. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting.

Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7. London. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C. p. Part 116 pada umur 28 hari.1 dan Tabel 1.77 0.92 0.544) .2 (menurut standar ISO).Gambar 1.20 20. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton.91 0.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1.50 40. Pitman Publishing.10 50.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .96 (Sumber: Neville. Tabel 1. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.10 26. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil. 1981. Concrete and Concrete .00 15.Making Materials.00 24.81 0.76 0.30 0. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.87 0.20 34.70 44. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.50 36.87 0.94 0.91 0. p.

Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft). rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.W.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1.1 dan 1. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. Beton . 1881. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. 1995. beton akan mengalami pembebanan.2) (1.1) (1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya.1.2. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. E & FN SPON. (1.3. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja. 1991 pasal 4. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 .25. London. sedangkan menurut K. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi. LPMB. Day.Tabel 1. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.3) b. c.1977) Menurut BS.

Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. (Nawy. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut.4 (Nawy. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Gambar 1. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Umumnya. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. 1985:49). Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). . Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. Jika dihalangi secara merata.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. 1985:49). sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak.

kondisilingkungan. Ø Nilai tegangan. . Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Demikina pula. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). Ø Lama pembebanan. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. kualitas adaukan. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. Faktor . jeis semen.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. Seperti halnya susut. Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. ukuran benda uji atau elemen struktur. 1985:50). tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat.2 dan 0. Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. Ø Nilai slump (slump test). perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. dan kandungan mineral dlam agreagat).faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. Pada umumnya. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi.tetapi berkisar antar 0. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy.

Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing .contoh material yang akan digunakan. pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan . Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan.masing bahan tersebut diperoleh.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. perancangan beton . Berdsarkan bagan dia tas. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat.5 (Gideon 1994:2). Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat . Setelah nilai masing .Gambar 1. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. Perencana harus mengambil contoh . sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. penasehat dan pelaksana. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam.sifat bahan yang akan diuji terwakili.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar).

Di Indonesia.6 . proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. pemadatan. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. Dari concrete plant. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selama massa pengangkutan. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Yakni tempat pengecorannya. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. pelasksnaan pengecoran.metode yang dikenal.

Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4.Gambar 1. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2.

Tekstur.7. Dengan agregat yang baik . sifat kimia. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. Tabel 5. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : .5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5.1 berikut ini. ketahanan (durability) 5. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . Gradasi Sifat fisik. kekerasan.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan.

granit. Tabel 7. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. karbon. d.35 mm atau 3/16 ‘. sulfat. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars. basalt.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. batu kapur. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6.2 berikut ini. mineral silika. flint. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. Gambar 7.1. b.35 mm.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6.a. oksida besi dan mineral tanah liat. gabbro. besi magnesia. besi sulfida. Batuan / Agregat . Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. Minerologi Menurut ASTM C294.

3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende .35 mm tetapi lebih besar dari 0.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler). Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials). Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya. Tabel 7. sementara pasir sungai sering mengandung koral.075 mm.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil.35 mm. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0.

. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu.Obsidian Pumis . Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. Untuk alasan ekonomi. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. Untuk batuan krakal yang besar. Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton.

Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan.Gambar 7. Pada saat menarik besi dari cetakan.2. . Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat.

Ukuran nominal maksimum. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat . Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut. .36 mm). 8 (2. 200 (0. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. .Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no.Ukuran maksimum. Oleh karena itu. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat. Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. . yaitu : . yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat. 8 (2. 7.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu.36 mm). Walaupun begitu. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil. berdaya tahan dan kedap air. 200 (2.3 Limbah Pertambangan 7.Gambar 7. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : .36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. .Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No.

mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran.35 . b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus. dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur.0. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. atau gradasi baik (well graded). sehingga sering juga disebut gradasi menerus. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama. 7. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0.7 Kebersihan Agregat . Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan.

Untuk itu. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. 4. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). Di lapangan. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. 200). partikel lunak. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. 4).75 mm (No. . mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah.8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7.075 mm (No. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman.

10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Agregat yang bersudut tajam. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. Gambar 7. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Dan Pipih 7. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. Lonjong.7.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. workabilitas dan durabilitas campuran beton .

Oleh karena itu. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya.12 Sumber Pustaka .11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. Seperti halnya bentuk partikel. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. Jika daya serap agregat sangat tinggi. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. Kemampuan agregat untuk menyerap air. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi. 7. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. 7.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan.

Penerbit Andi Ofset. bertulang. Teknologi Beton . selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton.4. dari Material . Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. dan Antoni . Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Draft Konsesus ( SKBI. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. Oleh Paul Nugraha.1. pra-tekan. beton fiber dan lainnya. pra-cetak. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang.1. beton tanpa tulangan. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. (1986). Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. agregat halus. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. (2007) 2. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. beton ringan. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU .53.

DAN LAINNYA JENIS BETON . DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON RINGAN.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. PRECAST. PRESTRESS. BETON SERAT. AGREGAT RINGAN. BETON PRACETAK. SERAT. BETON PRESTRESS.

Gambar 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Definisi dan Pengertian .

567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. . atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton. agregat halus. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. pasta semen ditambah dengan agregat halus. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari.

. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ).85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ).tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). Jika tidak memenuhi. f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ).1989:16 ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi.

(3). Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. 1980 (Ulasan PB.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. (3).1-4 FAKTOR . Fakor air semen. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. (2). Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. yaitu (1). 1989 : 31) dan pasal 3. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan.4 PB.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. Untuk kasus ini di Indonesia.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. a) Faktor Air Semen (FAS) . yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. Perawatan dan. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. (4). (2). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. 1989 Draft Konsensus. Metode perancangan. Kehalusan butir dari semen dan. yaitu (1). Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen.

1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0.4 dan maksimum 0.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. dan B adalah nilai konstanta.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. dimana A. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. Gambar 6. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. Ada batas-batas dalam hal ini. jika sebaliknya maka harus dikurangi.4). 1942 : 248) pada rasio air semen 0.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. semakin halus butiran semen. Pada praktiknya. semakin rendah mutu kekuatan beton. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak.2 sampai 0. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . Akan tetapi.5X).4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. hasil penelitian (Abrams. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. Semakin halus butir semen. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley.65.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.5.3. Namun demikian. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun.

hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. (5). Gradasi. begitu juga sebaliknya. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . (6). Ketahanan terhadap panas. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). kekuatan tekan. Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. Tekstur permukaan. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. Gaya gesek dalam. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. ACI maupun SII. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. Kekuatan agregat. Seperti yang telah dijelaskan.Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. tetapi merupakan viscoelastic-solid. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. dan (7). permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. (3). Semakin baik mutu agregat yang digunakan. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. Reaksi kimia. Perbandingan agregat dan semen campuran. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. (4). Bentuk dan ukuran. (2). hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat.

. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. (4). (2). karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . 1942:224).T-151990-03) dan (6). kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan.Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Departemen Pekerjaan Umum (SK. Portland Cement Association.SNI. antara lain : (1). Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. semakin mudah untuk dikerjakan. Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. Metode American Concrete Institute. (3). Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. British Standard. semakin tinggi nilai slump. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Cara coba-coba. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. 4. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. (5). Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. Department of Engineering. Road Note NO.

Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . (2). Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Keadaan permukaan landasan dan (5). Bentuk dan ukuran contoh. Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Latihan 1.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. Cara pembebanan. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. terutama dari sisi kekuatannya. Suhu contoh. Kadar air. (3). Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. (4). yang terutama disebabkan oleh suhu.

e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. antara lain lapisan minyak mineral. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli.:1989:27). hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu.Senin. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. . f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.T-28-1991-03 .SNI.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.

ketahanan. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. Jika menggunakan bahan tambah. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh. dolak. dan keawetannya memenuhi syarat. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer.1989:28). 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. putarannya sesuai dengan rekomendasi. yakni alat angkut manual dan mesin.SNI. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. gerobak dorong. Selain hal-hal diatas. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan.SNI. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar. harus sesuai syarat SK. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu.S-18-1990-03 atau SK. pompa dan tower crane. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji.SNI.S-19-1990-03. belt conveyor.

(d). (b).Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Tidak dilakukan penuangan selama . Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. (e). kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. Ø Bila diperlukan. balok induk. Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih.1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. balok induk. Balok anak. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. (c). Sebelum pengecoran harus dibasahi. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. balok anak. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. (2). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. Balok anak. pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang.50 meter. (f).

Pada Gambar 9. tebal lapisan maksimum 30-45 cm.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. (4). Setiap kali penuangan. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. Dengan penundaan selama 2-2. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. Karung . yaitu: (1). Gambar 9. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan. (3).4).

kemudian memasukkannya ke dalam air. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Tremi. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus.(protective sandbag walling). Keuntungan cara ini adalah : (1). Grout dibuat dengan mencampur semen. (3). Jenis-jenis pompa beton antara . karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. kemudian melakukan grouting (grout colodial). Pengurangan tenaga kerja. (prepacked concrete). (3). Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. Bak khusus. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. (4). Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. (2). Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). Beton pra-susun. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. Setelah pintu terbuka. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. (2).

Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. Gambar 9. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. tanpa harus menyebabkan bleeding. Alat getar ini dibagi menjadi dua. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Untuk menggunakannya. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. . Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. Dari Gambar 9. berarti setting time belum tercapai. alat pemadat mesin harus digunakan.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. Dalam praktik di lapangan. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar.lain pompa torak.

beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat.1989:29). 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. artinya beton telah mengeras. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. jidar dan alat-alat perata lainnya. Jika hal ini terjadi. ketahanan terhadap aus. Perawatan ini dilakukan. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. . pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. uap bertekanan atmosferik. kekedapan terhadap air. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. d) Pemadatan merata.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). serta stabilitas dari dimensi struktur. mengangkut atau memindahkan beton. Alat yang digunakan biasanya ruskam.

kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Curing Compound tanpa Dye. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. Menyelimuti permukaan beton dengan air. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. 2. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. b. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. Menaruh beton segar dalam air. 5. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. 2. Tipe I. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. Menaruh beton segar dalam genangan air. 6. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. penuangan. Non Pigmented Curing Compound). penanganan dan pengangkutan.309. cara produksi. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D).Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. 3. 7. Curing compound ini . Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. Pelaksanaan Curing Compound. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. sesuai dengan ASTM C. Tipe II. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. 3. Cara d. Di pasaran. 3. 2. dan c digunakan untuk contoh uji.e. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. Cara a. Curing Compound dengan zat berwarna putih. 4. Tipe I-D.

SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. tidak selip. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. melekat dan tidak bergabung. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). dengan suhu akhir 40°-55°C. tidak beracun. dan membentuk selembar film yang kontinyu. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. 1-10 SIFAT . agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). minimal selama umur 7 hari. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. . Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi.

semakin mudah pengerjaannya. . Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. Ø Jika dihitung. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi.6 untuk berbagai macam faktor. Ø Siapkan alat-alat slump. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. akan lebih mudah dikerjakan. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. slump geser dan slump runtuh. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Ø Butir maksimum. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. langkah percobaan adalah sebagai berikut. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Semakin plastis beton. termasuk centong untuk memasukan semen. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan.

2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.Gambar 9. Gambar 9.6.6. .1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen.

Tinggi jatuh diperpendek. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). (3). Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Ketiga. (2). terlalu banyak air.3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Sementaraa itu jika. (3). semakin mudah terjadi segregasi. ditinjau dari sisi geologi. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. Memberi lebih banyak semen. (4). campuran kurus atau kurang semen. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. dan (5). permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Keempat. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. Penggunaan air sesuai dengan syarat.6. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). Pemadatan baik. Menggunakan butir halus lebih banyak. Kedua. Pertama. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir.Gambar 9. (2). yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. dan (4). kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Menggunakan air sesedikit mungkin.

Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). k) Homogenitas berkurang. kecuali dikehendaki demikian. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. a) Bahan . j) Durabilitas berkurang. d) Kesulitan pemadatan. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. h) Perlu perawatan pada saat setting. pipih serta porous. i) Perlu pendinginan material. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. c) Setting lebih cepat.berbentuk memanjang. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat.

2.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. 1. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Superplasticizer . Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. maka pada waktu akan digunakan. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. 3. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Retarder. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. Sebagai tindakan pencegahan. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Ø Air Suhu air. terutama yang berada dalam reservoir. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. harus diperhatikan. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. . tergantung dari jenis semen yang digunakan. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Plasticity Retarding Agent. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete.

5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .2.5 in (13 mm) 2 in .100 mm) ± 1. agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton. Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak. ASTM C. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .4 in (50 .3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 . Selain itu.5 in (38 mm) Table 9.b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran.5 in (0-38 mm) 0 .0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9.2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.1. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work).4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.

Pada pengecoran dengan form-work berjalan. Ø Alat angkut. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. sebaiknya diberi pelindung. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. Jika dilaksanakan pada pagi hari. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. dan alat-alat untuk finishing. alat pemadat. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. . 1-13 HAL . agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. begitu juga dengan mixer.akan membentuk course concrete. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. sliding form atau slip-form. Jika dilaksanakan pada siang hari. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. alat angkut. Ø Data pengecoran.

Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. agregat. yang harus sesuai dengan gambar struktur. segregasi. dan kerataan acuan. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). dan jumlah. kondisi setempat. metode pemadatan. alat angkut. meliputi metode penuangan. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. alat pemadatan. meliputi alat aduk. pemberian minyak.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). ikatan. ketersediaan material (air. ketepatan campuran. selimut beton. Ø Alat pengecoran. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. bleeding. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. panjang penyaluran. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. sambungan. Ø Alat penerangan. meliputi material finishing. dan atau bahan tambah). meliputi kekuatan perancah. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. Ø Kontrol material. dan pembuatan benda uji. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). dan alat finishing. Ø Metode Pelaksanaan. PC. meliputi kebersihan tulangan. metode perawatan (curing) nantinya. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). tangga inspeksi. . metode finishing. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form.

Mengapa pada pengadukan dengan mesin. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. Pada pengerjaan beton. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Jelaskan tahapan pengadukan (a). manual dan (b). Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3.LATIHAN 1. dengan mesin! 6. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8.

salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan.15. . faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. 1920 (Neville. Seperti yang disebutkan diatas. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. Jika air yang digunakan sedikit. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan.

sedangkan di Australia 1.1 Kurva Distribusi Normal . f’c adalah kekuatan tekan rencana. Selain dua kriteria utama tersebut. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. di Inggris dibulatkan menjadi 1. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k.64. Gambar 8. terutama karena akan menimbulkan segregasi. Jika ini terjadi. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi.64 Nilai K di USA adalah 1. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan.65.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.645.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1.

.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 .2. Pada metode ini. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton.55 Mpa. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. kemudahan pekerjaan. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. data-data yang dibutuhkan harus dicari. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability).Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik.

2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8. data butir nominal agregat yang akan digunakan. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu).Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana. berat jenis agregat.

5<sd4. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5 2.5<sd6.5 4.5<sd6.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5<sd8.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.5<sd5. Tabel 8.64*Sd.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5<sd7. 2.5 5.5 6. f’cr=m+f’c 1. m=1.5 .5 3.5<sd3. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.5<sd5.5 3.5 5.5<sd4. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5 4.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4.

atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76.8 25.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.4 25.6 76. jika tidak diambil dari Tabel 8. Slump ditentukan jika tidak dapat. dan butir maksimum agregat 1.4 25.2 50.4 25.3 Tabel 8.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25.4 25.2 76. data diambil dari tabel 8.2 2.3 Ukuran Maksimum Agregat . Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan. tendon.2 101.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25. sumuran.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8. bundle bar.Ø Tetapkan nilai slump.6 101.

5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.4 Tabel 8. mm 62.Dimensi Minimum.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum.5 150 300 750 Balok/kolom 12. .

2 mm) atau 6 inch mm (152. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). b. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1.1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm.5 inch (38. Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1. c.5 in (40 mm).Keterangan: a. Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76. harga- . Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch).4 mm). Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi.

fineness modulus pasir 2. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. d.15 . penggunaan untuk pengecoran plat lantai. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. ukuran gradasi maksimum 3. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. Agregat kasar 2. prosentase udara yang diharapkan pada 1. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. Bj. Slump 12 cm.1 akan tetapi. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. dan 302. Bj.5 in. seperti ACI 201. Dalam bayak hal. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. e.45. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI.7. f. agregat halus 2. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. 318. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. Semen 3. 345.8 cm. Bj.6. . g.68.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. berat volume agregat kasar 1.

Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. mobil angkut. (Edward et.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan.al. atau beltconveyor. bergantung pada populasinya. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. ukuran. stockpile (penimbunan material). Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). sumber asal lokasi material. perancangan komposisi. pengambilan contoh uji beton segar. . dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. 1994). perawatan dan pengujian beton keras. Menurut aturan statistik. pengujian bahan. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. Semakin tinggi variasinya. truk. pengambilan contoh uji (sampel). Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. batch. pengadukan. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel.

T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.SNI.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK.SNI. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium.SNI.SNI.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. air. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. lentur tergantung kebutuhannya. misalnya harus kedap air. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.SNI.SNI. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu. tahan sulfat. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. . air dan agregat sebagai bahan bangunan.SNI.SNI. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK.SNI.SNI.S18-1990-03. geser. SK.

SK.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK.SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.SNI.SNI.1 .SNI. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7. SK.

702 C.75 D.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.3665 E.823 D.172 C.345 .122 C.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.105 E.141 D.ASTM Deskripsi Standar d C.

dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. antara lain dipengaruhi oleh. padat. pengujian dan evaluasi penerimaan. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat.

1 untuk pekerjaan beton yang besar. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. . Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya.e) Staff f) Peralatan pengujian.

Harga.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN .

Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2.Ganbar 7. 2954. air-entraining. 1971. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. water reducer and set-controlling.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar.212. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. . 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212.1R-8. 1963. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. finely devided mineral dan miscellaneous.

kuat lentur atau kuat geser dari beton). Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Ø Mengurangi segregasi. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Ø Mengurangi sifat permeabilitas.garam sulfat.Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Ø Mengurangi kapilaritas dari air. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. b) Memodifikasi Beton Keras. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton.

a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM.1. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. sehingga kadang . ASTM. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29). jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI.53.4. C. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat. tipe dan gradasi agregat. tipe dan lama pengadukan. Selain itu.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. atau ACI. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive).kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya.

2. garam-garam. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam.Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. 1994:494-495). barak. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng.Reducing Admixtures” Water . · Asam amino dan turunannya. 3. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. Bryant. polisakarin dan gula asam. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . 5. klorida. posfat. Water . 4.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen.. 1989:12). . · Karbonhidrat.

Material miscellaneous. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. susut pada saat pengeringan. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Larutan campuran organik. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. ketahanan terhadap perubahan volume. laju pengerasan. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. silikon. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). seperti eter. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. penggunaan semen yang lebih banyak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. turunan melamic. Secara umum. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. kekuatan tekan dan lentur.· Campuran polimer. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. kandungan air. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . (2). Larutan garam organik. naptan. konsistensi. Berdasarkan hal tersebut. hidrokarbon-sulfat. karbonat. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. (3). bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. bromida. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida.

Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. Perubahan kandungan air. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture).Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. High Range Admixture” . Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. atau udara. Jadi. Ø Tipe F ”Water Reducing. atau udara. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Jadi. Perubahan kandungan air. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. atau semen. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. atau semen. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air.

Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. sebanyak 12% atau lebih. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. slag. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. Ø Tipe G ”Water Reducing. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. fly ash. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen.Water Reducing. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. dan silica fume. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. (2). Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. sebanyak 12% atau lebih. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. Pada saat ini. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer.005%. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih.

0 50. (ASTM. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C.618-95:305).989. misalnya dengan mencelupkannya dalam air. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. Tabel 5. Definisi slag dalam ASTM.0 Kadar Air.618 (ASTM.0 Oksida Besi (Fe2O3). Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus. 1982).Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. C.1.0 Kehilangan Panas. maksimum % 5. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. maksimum % 3. . 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara.0 3.0^ 6.0 5. minimum % Trioksida Sulfur (SO3). Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". maksimum % 6.

Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. 1994: 505).30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. 2. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Tabel 5. 1987:124-129). 1240.2. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. geser. Mengurangi serangan alkah-silika. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. 8.1. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. kehalusan. 4. Komposisi Kimia Silica Fume . misalnya. untuk kolom struktur atau dinding. Mengurangi porositas dan serangan klorida. et al. 3. 5. 7.C.34 dan 0. kandungan kaca dalam slag. 9. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. 6.

Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.C. lapisan-lapisan atau gumpalan. fly ash.10-0. 99.. et al.10-0. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM. 0.1240.20 . Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.15 Al2O3 0. ACI Material Journal. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.02 Raa-rata ukuran partikel. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton.008 K2O 0.0.. u.m. semen slag.50 CaO 0. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. tetapi ada yang berbentuk serbuk. Semakin halus ukuran agregat.20 MnO 0.2.3 Sumbe: Yogendran.10 Na2O 0. apakah .10-0.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat.30 MgO 0. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. Maret/April.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2.1 Lolos ayakan No.325 dala. 1987:125 Selain dari Tabel 5.

Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. Untuk memperkeras permukaan beton.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. kekuatan dan harga dari beton tersebut. terdiri dari butiran-butiran yang halus. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. sesaat setelah pencampuran. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. juga derajat agitasi campuran. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. dan lainnya. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan.3 sampai 0. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung.4 mm) atau kurang. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan.000 psi = 6. efek beku-cair.45 dalam perbandingan berat.000 psi (1. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. .9 MPa) atau lebih. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1). dan (2) agregat metalik. seperti sifat plastisnya.500 Psi atau lebih. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut.

Untuk mengatasinya. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. misalnya oker atau umber (pewama coklat). Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. .494.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Atas pennintaan pembeli/pemakai. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Cara ini merupakan cara yang terbaik. 2. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas.

Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Latihan 1. Ø Residu pengeringan di dalam oven. Ø Analisis infra-red. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Jelaskan definisi bahan tambah! 2.3.494. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. Atas permintaan pembeli/pemakai. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful