Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

hingga menjadi produk jadi. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. dalam proses berikutnya. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. genteng. kaca. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan.. ME.2. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa.1. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. ada beberapa macam genteng. Batuan 2. serisit. ukuran 2. Batuan ini disebut dengan batu gunung. yaitu genteng dari bahan beton. Ir. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. 2. 4. keramik. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. sehingga menjadi produk setengah jadi. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. (1995).Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. Kardiyono Tjokrodimulyo. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. aliran air sungai yang membawa batuan . bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. siap untuk dijual. kepadatannya tidak rata. Dalam proses pembakaran. pelapis dinding. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. pembekuan. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. bambu dan tanah. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. silikat (kuarsa. yang akhirnya dikemas. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. licin dan bersifat sebagai isolator. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. isolator dan lain-lain. sehingga menjadi bahan yang keras. Keras dengan bentuk yang bagus. 3.2.

tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. dalam arti tidak getas. tanpa harus melalui proses pabrik. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. granit. Sebagai bahan pengikat. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas.2. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. 2. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). Batuan kapur b. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. yaitu : . Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. 2. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar.a. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. onix dan lain-lain. batuan in idisebut batuan metamorfose. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. 3. Mudah dikerjakan. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat.2. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1.

jenis kapur dan sebagainya. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca.CO3 Ca. Kapur dari hasil pembakaran ini. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. .O + CO2 Ca. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya.CO3. Proses ini menghasilkan Ca. (OH2) + panas Ca. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama.CO3). O + H2O Ca. yang menghasilkan kalsium hidroksida.O). Kapur tohor (Ca.O atau kapurnya saja yang tertinggal. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. Dari proses tersebut. hingga karbon dioksidanya keluar. 2. Proses kimia dari pemanasan Ca. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. (OH2) + CO2 Ca. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. (OH2) atau kalsium hidroksida.O) yang diperoleh. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. biasa disebut dengan quick lime. kalsium oksida (Ca. baik di dalam air maupun di udara. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. 3.1.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. Kapur udara.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius.

baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. felspar. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. sebagai kristal berwarna hijau. sehingga mengkilap. hitam dan coklat. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. merah jambu. berwarna hijau muda atau kuning. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. Sepentine merupakan silikat magnesium. dan kemampuan serap air merupakan 0.002 atau 0. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai.b. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. bonblende dan mika. berwarna merah. merah jambu. bahkan bening. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. 3. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. 4. coklat dan hitam. umumnya sangat keras. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. serta mudah dipisahkan. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. biasanya merupakan butiran kristal. pelapis dinding . sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. putih.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. hijau. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. 2. dengan variasi besi. biru. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. potasium. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. kuning. 2. Felspar yaitu kombinasi silikat. aluminium dengan kapur dan potasium. dan kalsium oksida.2 dari beratnya.

c. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. atau untuk sebagai plesteran dinding. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. Bantuan kapur. Pada butiran-butiran kecil. merah jambu. kuning. d. digunakan untuk struktur pondasi. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. 2.3. dan pelapis dinding. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. b. dengan warna putih salju. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. menjadi batu gamping. dinding penahan dan lain-lainnya.25 % dan yang tertinggi merupakan 0.bagian luar maupun dalam. atau ornamen lainnya. atau sesuai dengan ukuran pemesan. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. atau karena proses pemecahan. Sedang bantuan metamorfose. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. baik yang berasal dari alam. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. 2.75 % dari beratnya. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. yaitu marmer.3. Sumber-sumber : . dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. atau sebagai bahan finishing bangunan. sebagai bahan bangunan antara lain : a. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding.

ME. UGM. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. 2. Bagian-bagian kayu . tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. 2. 1994 Senin. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. Direktorat Bahan Bangunan. 1985. Smith & Andres. 4. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. 5. “Bahan Bangunan”. “Material of Construktion”.1. 1995. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. 3. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . Drs. Ir. 1984. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. Daryanto. Rineka Cipta. Kardiyono Tjokrodimulyo.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. 4th edition. Pengetahuan Teknik Bangunan.

Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional.3. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. kasau . 1. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. 2. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1.

peran dinding 4. tambahan kasau miring 3. tiang sudut 9. ambang jendela 11. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . kuda-kuda penopang 10. tiang 6. bantalan 8.2. palang 7. balok loteng 5.

yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. .Akibat gaya terpusat P. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. Reng. Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . Untu menampung gaya (H). jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting.berat bahan penutup atap : . amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik.

batang penggantung ( 6/12).5 asbes gelombang 0.(8/12) 5.(8/12) (8/15) 4. Kasau.0 m sirap 2-2.genteng beton. (8/12). kasau 11. karpus 9. reng 12. Jarak gording untuk genteng beton 1. ring balok 14. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm.. papan bubungan 8. balok sambungan kuda . (8/12). batang tekan / schoor ( 6/12). anak kuda-kuda 13. 1. (8/15) 3. kaki kuda-kuda ( 6/12). balok bubungan 7. gording 10. . 2. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). dinding 15. batang tarik.5-2. (8/15) 2. reng ¾ dengan jarak 35 cm.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. 6.5 m genteng biasa 1. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. Gording.8-1. 3.

Untuk lebih jelasnya. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. Untuk gambar kerja. Blok plan. 3. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. . Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. yaitu tampak bangunan dari atas 2.Detail Konstruksi Atap. Rencana kuda-kuda. Rencana Atap. detail atap atau kuda-kuda. 4.

bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. . Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. dan kamper. bayam. daun pintujendela.4. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. merbau. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. nyatoh. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Selain itu. Ada sejenis kayu yang sangat keras. kusen. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. sering dipakai sebagai rangka atap saja. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. yakni kayu ulin. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. lantai parket dan furnitur) adalah jati. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. meranti. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. Saking kerasnya.

Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. 5. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Jangan biarkan kebocoran. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. Bahkan. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. memperlakukan. Tinggal bagaimana cara kita merawat. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. membasahi rangka atap. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. sekecil apa pun. bahan itu cenderung jauh lebih mahal.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. . dan memberi perhatian yang selayaknya.

tidak berbau dan tidak berasa. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna .1.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. sekecil apa pun serangan itu. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4. Gambar 4. Selain itu . Senin. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan.1. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya .

Dihitung dari komposisi mineral semen.00) terjadi didalam ball mill. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0.37 5 dari berat semen.2 Prosen Penjernihan Air 6.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. misalnya selama susut pengeringan. a. sering disebut air yang diserap. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Air harus selalu ada dalam beton cair. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. tidak saja untuk hidrasi semen. Air yang diambil oleh pori gel. Gambar 4. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan . Dalam praktik.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. b.

Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. d. Ini bias disebabkan oleh : 1.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. Makin banyak silt. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Gradasi agregat. yaitu rangkak (creep).) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. b. tekanan uap akan berkurang. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. Bentuk butir. Ukuran agregat maksimum. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. d. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range).3 Jumlah Air. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. c. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . 6. . c. 2. semen) yang digunakan . Regangan akibat beban. Kotoran dalam agregat. e. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi.

adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. . Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya.6. dan warna. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. air sungai. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Bolehkah memakai air sumur. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. Yang dipertanyakan dengan air suling. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. air laut untuk campuran beton ?. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik.4 Syarat Kimia Air. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Tetapi untuk beton bertulang. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. 6. Bila masih diragukan. Untuk lebih teliti. misalnya pengaruh jangka panjang. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air.

1 berikut : Tabel 6. tanah liat.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. antara lain : a. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. b. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. Kotoran . Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. Bercak-bercak pada permukaan beton. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6.Gambar 6. e. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. d. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat .

Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam. Bila air bersih tidak tersebia. Air laut banyak mengandung garam . Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan.Mn.00 Sumber : PBI 1988. Gambar 6.000 400 ppm untuk Ca.5 %). Zn. 6.5% air murni dan 3. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating.000 PH tidak kurang 3.7 Air Limbah Sanitasi .000 ppm ( 3. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0.5% air murni. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan).Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10.5% material lainnya seperti garam-garaman.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.Cu.Sn 500 500 Asam inorganis 10. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. gas-gas terlarut.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6. kadarnya sekitar 35. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. Ada resiko korosi pada tulangan.

25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. 6.0. 6. Dari totoal benda padat. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . Air limbah dari penyamakan . konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm.20 % berat semen. Gula dalam kadar 0.15 % gula terhadap berat semen. Pengikatan umumnya bertambah cepat. Gambar 6. pabrik limun. pabrik kertas. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. umumnya memperlambat pengikatan semen. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis.9 Air Gula Air yang mengandung 0. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. pabrik cat. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai.3 . Air limbah Sanitasi 6.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik.1. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0.

b. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. Teknologi Beton . 6. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Penerbit Andi Ofset. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Senin.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air.beton. 03 Agustus 2009 AIR . Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Minyak mineral (petroleum). Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. 6. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes.12 Persyaratan Air untuk campuran beton. c. Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. (1986). (2007) 2. dan Antoni . Apabila ada keraguan tentang air . garam-garam. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali.13 Sumber Pustaka 1. dari Material . 6. Oleh Paul Nugraha.

SO4-. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. Syarat mutu air menurut British Standard (BS. c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. B.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . Pemilihan pemakaian air.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). Udara terdiri dari komponen . Al. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. kolam. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Syarat umum air. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. danau. Mn. terdapat juga unsur Fe. Kemurnian air ini sangat tinggi. Mg++. Bahan. air laut maupun air imbah.MODUL PERTEMUAN KE . Air laut umumnya mengandung 3. Sumber . F dan Se.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %.8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini.sumber air. Sayangnya. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. nitrogen dan karbon dioksida. dan lainnya). Garam . Cl-. telaga. situ. NO3-). Pada kadar yang lebih rendah.sumber air yang ada adalah sebagai berikut.gas serta uap dari udara ke bumi. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-. HCO3-. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. Na+. Disamping itu air tanah .bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi.

air genangan dan air reservoir. memiliki kadar garam sekitar 20000 . Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 . megadung 2000 . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton . Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.beton mutu tinggi. Air denga akadar garam sedang.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang. kaerana batang . Air rawa .6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.3.unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4.bahan organik seperti CO2. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan.000 mg garam per liter (3 % .1 Unsur .juga menyerap gas .6 Sumber : Concrete Technology and Practice .gas serta bahan . d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. asal tidak tercemar oleh air buangan industri. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya.mineral.5000 mg garam perliter. Unsur .1.10000 mg garam perliter. H2S.000 .30000 mg perliter.bahan organic dan mineral . beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. e) Air Laut Air laut mengandung 30. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. membawa serta bahan .36. atau pra tekan. dan NH3. air danau dan situ. Air didaerah pantai.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.

agreagat. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan.89:2-2).2. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. alkali. asam. tidak boleh mengandung minyak. bahan bersemen. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. Untuk perlindunganterhadap korosi. . Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih.

00 0.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 . Tebal miminum tersebut rata .2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.15 1.06 0.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7. atau airsiraman dari sumber .sumber tersebut.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.rata adalah sekitar 50 mm.50 0.Tabel 3.3 dan 3.45 0.1 (a) PB (draft) 1989:21. . maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.39 harus dipenuhi.5.45 Kadar Semen Minimum. air laut.50 0. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau.

kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum. Sedang = Terlindung dari hujan deras. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.65 0. Kandungan garam . Beton = Terbuka terhadap air laut.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif.65 0.55 0. airpayau.45 Kadar Semen Minimum. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air . pergantian antara basah dan kering.65 0.55 0.45 0. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0.Tabel 3.55 0.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.5.45 0. hujan yang lebat dan keras.

Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V.5. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . Tabel 3.5328 76. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar.

(f’ c.4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat. 0. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.5.45 0.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.150 II + 0.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.1500 V 2.20 1500 0.20 . % dari massa Sedang 0.00 10000 > 2.10 150 Mpa) 25 0.10 .5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.3 dan 3..00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0. Tabel 4.0 an .2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.

10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan.00).ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7. Gabungan ion . NA2SO4.0nilai npH diatas 7.00 harus dihindarkan.kadang gramedia.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton. kalium. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling.3148 .80) a) Garam . Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. Konsentrasi garam. Garam . Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan. Kadang . Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million). . magnesium.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen.Garam Anorganik Ion . Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7.00 menyatakan nilai kesamaan. natrium.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH.

Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan.5 % dari berat semen. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. Air yang berwarna tua. Lanau dan Bahan . Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .2 % dari berat semen. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton.bak penampungan sebelum digunakan. berbau tidak sedap dan mengandung butir . Gula sebanyak 0.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. h) Zat .d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0.Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak . bahkan menjadi buruk. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat.Zat Organik.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran.gelembung udara dalam beton. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang. .

b) Magnesium (Mg++) . konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. karbondioksida. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. Jadi. magnesium. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. klorida. minyak dan lemak. amonium.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. yang diendapkan sebagai (BaSO4). pH. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri.zat yang menyusut. zat . setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. b) Kuat tekan rata . Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat.

Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). LATIHAN . Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr).ether. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer).meter). Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. h) Zat .Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit.

bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. Deskripsi beton.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . Kinerja beton.Monier. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. bahkan mungkin sebelum itu (Nawy.prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. F. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori .1. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. Kelebihan dan kekurangan beton.L. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. Sebutkan dan jelaskan sumber . 1985:2-3). J. apa yang sebaiknya dilakukan? 4.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. Pada tahun 1801. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. J. Pada tahun 1850. seorang ahli taman dari Prancis.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Pada tahun 1886. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan .

bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). American Concrete Institute. Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan .bahan penyusun beton).masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. masing .struktur beton yang sangat khas (Nawy.peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. DPU .A.SNI T-15-1990-03:1).masing komponen. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien. dan British Concrete Institude. . Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . Marina Tower.standar yang berlaku.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . Lake Point Tower di Chicago. agregat kasar. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. agregat kasar dan air. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. C. Australian Concrete Committee. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia. Di Indonesia sendiri. agregat halus. agregat halus. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. Dengan demikian. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya.dan perancangan struktur beton. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . air dan bahan tambah (admixture atau additive).

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. maka untuk pekerjaan berskala besar.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut.32) Gambar 1. p. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin. Jadi. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR).3. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. Berdasarkan kategori rumah tinggal. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. mengingat mahalnya harga semen. perumhan dan beton mutu tinggi.namun demikian.Making Materials. .3). Concrete and Concrete . Gambar 1. begitu juga sebaliknya. Karena biaya semen besar.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.

91 0. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.2 (menurut standar ISO). walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil. Part 116 pada umur 28 hari. Concrete and Concrete .10 50.00 24.92 0.Gambar 1.96 (Sumber: Neville.Making Materials. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. p.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.70 44.87 0.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7.00 15.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .87 0. London. Pitman Publishing.77 0.94 0. 1981.544) .3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.1 dan Tabel 1.50 36.20 34.50 40.10 26. Tabel 1. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1. p. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.30 0.20 20. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.76 0.81 0.91 0.

1) (1. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi. Beton .2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 .3) b. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya.Tabel 1. London. E & FN SPON. LPMB. Day. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.1 dan 1. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”.25. sedangkan menurut K. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan.2.2) (1. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft).1977) Menurut BS.3.W. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1. c. 1995. (1. 1991 pasal 4.1. 1881. beton akan mengalami pembebanan.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1.

Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. . Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. Gambar 1. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. 1985:49).4 (Nawy.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. (Nawy. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. Umumnya. Jika dihalangi secara merata. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. 1985:49).

Seperti halnya susut. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. jeis semen. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan.faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. kualitas adaukan. ukuran benda uji atau elemen struktur. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. Pada umumnya. dan kandungan mineral dlam agreagat). Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. Demikina pula. Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. Ø Nilai slump (slump test). kondisilingkungan. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. Ø Lama pembebanan. Ø Nilai tegangan. Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi.2 dan 0. Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature).5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. Faktor . Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu.tetapi berkisar antar 0. 1985:50). . beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah.

sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat . Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. perancangan beton . Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . penasehat dan pelaksana.contoh material yang akan digunakan.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. Setelah nilai masing .Gambar 1. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. Berdsarkan bagan dia tas.5 (Gideon 1994:2).masing bahan tersebut diperoleh.sifat bahan yang akan diuji terwakili. Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan .masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). Perencana harus mengambil contoh . pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji.

metode yang dikenal. beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. pelasksnaan pengecoran. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Di Indonesia. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. pemadatan. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Yakni tempat pengecorannya. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. Selama massa pengangkutan. Dari concrete plant. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji.6 . Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan.

Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4.Gambar 1. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? .5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3.

sifat kimia. Dengan agregat yang baik .7. ketahanan (durability) 5. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL .5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : . Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. Tekstur. Tabel 5. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Gradasi Sifat fisik. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . kekerasan. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan.1 berikut ini.

Batuan / Agregat . Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. batu kapur. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars.35 mm atau 3/16 ‘.1.a. gabbro. d. mineral silika. Minerologi Menurut ASTM C294.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. b. karbon. besi sulfida. Tabel 7. flint. besi magnesia. sulfat.2 berikut ini. granit. Gambar 7. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. oksida besi dan mineral tanah liat. basalt.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6.35 mm. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat.

075 mm. Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0. sementara pasir sungai sering mengandung koral. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).35 mm. Tabel 7.35 mm tetapi lebih besar dari 0.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler). lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende .

Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton.Obsidian Pumis .2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. Untuk batuan krakal yang besar. Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. . Untuk alasan ekonomi.

Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi. .Gambar 7. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Pada saat menarik besi dari cetakan. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru.2. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya.

yaitu : . .075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan.3 Limbah Pertambangan 7. .Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : .36 mm). Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm. Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. 200 (0. . berdaya tahan dan kedap air. Walaupun begitu.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut.36 mm). jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama.Ukuran maksimum. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. 200 (2. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat.Ukuran nominal maksimum. Oleh karena itu. 8 (2. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. .36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat .5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil.Gambar 7.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. 7. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. 8 (2. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm.

Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. 7.0. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama. atau gradasi baik (well graded). Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan.35 . dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat.7 Kebersihan Agregat . Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. sehingga sering juga disebut gradasi menerus.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran.

seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut.75 mm (No. Untuk itu. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. 4. 200).075 mm (No. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . .Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. partikel lunak. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. 4).8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Di lapangan.

seperti yang diilustrasikan pada gambar 2.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. Lonjong. Agregat yang bersudut tajam.7. Dan Pipih 7. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. workabilitas dan durabilitas campuran beton .9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). Gambar 7. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal.

7. Oleh karena itu. Seperti halnya bentuk partikel. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi.12 Sumber Pustaka . 7. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Kemampuan agregat untuk menyerap air. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. Jika daya serap agregat sangat tinggi.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan.

Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Teknologi Beton . Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. pra-cetak. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. dan Antoni . beton ringan. (2007) 2. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton.1. bertulang.53.1. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. beton fiber dan lainnya. dari Material . Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. pra-tekan.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . Draft Konsesus ( SKBI. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. agregat halus. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Oleh Paul Nugraha. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988.4. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. (1986). Penerbit Andi Ofset. beton tanpa tulangan. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang.

BETON PRACETAK. DAN LAINNYA JENIS BETON . AGREGAT RINGAN. BETON RINGAN. SERAT. PRESTRESS.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. BETON PRESTRESS. BETON SERAT. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. PRECAST.

1 Definisi dan Pengertian .1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.Gambar 6.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.

pasta semen ditambah dengan agregat halus. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. . campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. agregat halus.

Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. . f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ).tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ).1989:16 ). f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Jika tidak memenuhi. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB.

1980 (Ulasan PB.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. (2). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Perawatan dan. (3). air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. Fakor air semen. 1989 Draft Konsensus. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. a) Faktor Air Semen (FAS) . yaitu (1). Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. Gambar 6. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. Untuk kasus ini di Indonesia. yaitu (1). Metode perancangan. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. (3).2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. 1989 : 31) dan pasal 3. (2). Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor.4 PB. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen.1-4 FAKTOR . Kehalusan butir dari semen dan. (4). Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan.

3. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON .3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.2 sampai 0. jika sebaliknya maka harus dikurangi. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. dimana A. semakin rendah mutu kekuatan beton. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”.5X). Gambar 6. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya.4). Akan tetapi. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. Ada batas-batas dalam hal ini. semakin halus butiran semen. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. dan B adalah nilai konstanta.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . Pada praktiknya. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. Namun demikian.65. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.5. Semakin halus butir semen. hasil penelitian (Abrams. 1942 : 248) pada rasio air semen 0.4 dan maksimum 0. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan.

Semakin baik mutu agregat yang digunakan. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Reaksi kimia. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. Bentuk dan ukuran. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. kekuatan tekan. Seperti yang telah dijelaskan. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . (2). Kekuatan agregat. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. (3). susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. (4). dan (7). secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. (5). Tekstur permukaan. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Gaya gesek dalam. ACI maupun SII.Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Ketahanan terhadap panas. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. tetapi merupakan viscoelastic-solid. Perbandingan agregat dan semen campuran. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. (6). Gradasi. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. begitu juga sebaliknya.

Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Departemen Pekerjaan Umum (SK. 1942:224). kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. Portland Cement Association. (2). Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. (5). Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. 4. (3). Department of Engineering. British Standard. Cara coba-coba.T-151990-03) dan (6). Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. semakin tinggi nilai slump. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. . Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. (4). Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. Road Note NO. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Metode American Concrete Institute. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. antara lain : (1). Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi.SNI. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. semakin mudah untuk dikerjakan.

c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Latihan 1. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . yang terutama disebabkan oleh suhu. Keadaan permukaan landasan dan (5). Cara pembebanan. Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Kadar air. (4). d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. Bentuk dan ukuran contoh. (2). (3). Suhu contoh. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. terutama dari sisi kekuatannya. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2.

a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih.:1989:27). lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB.Senin. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. antara lain lapisan minyak mineral. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. . b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

SNI.Gambar 9.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.T-28-1991-03 .

S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. pompa dan tower crane. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. belt conveyor.SNI. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat.S-18-1990-03 atau SK.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar.SNI. Selain hal-hal diatas. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua.SNI. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. dolak.1989:28). Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember.S-19-1990-03. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. Jika menggunakan bahan tambah. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. gerobak dorong. ketahanan. harus sesuai syarat SK. putarannya sesuai dengan rekomendasi. yakni alat angkut manual dan mesin. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. dan keawetannya memenuhi syarat.

Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. balok induk. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur.1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. balok anak. balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. Balok anak. kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. Balok anak. (d).Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Ø Bila diperlukan. (b). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). Tidak dilakukan penuangan selama . kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. (2). yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. (c). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. balok induk. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB.50 meter. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. (f). Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Sebelum pengecoran harus dibasahi. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. (e). Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton.

c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air. yaitu: (1). Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam. Setiap kali penuangan. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. (4). Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. Dengan penundaan selama 2-2. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. (3). kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. Karung .4). Gambar 9.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. Pada Gambar 9. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan.

Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. (2). Jenis-jenis pompa beton antara . Bak khusus. (3). dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. kemudian memasukkannya ke dalam air. Keuntungan cara ini adalah : (1). Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. Grout dibuat dengan mencampur semen. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. kemudian melakukan grouting (grout colodial). (prepacked concrete). d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. Pengurangan tenaga kerja. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. (4). Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. (2). bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. Tremi. (3). Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. Setelah pintu terbuka. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang.(protective sandbag walling). Beton pra-susun.

Dalam praktik di lapangan.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). Alat getar ini dibagi menjadi dua. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. tanpa harus menyebabkan bleeding. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. . berarti setting time belum tercapai. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. Gambar 9. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. Dari Gambar 9.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. alat pemadat mesin harus digunakan. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. Untuk menggunakannya. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³.lain pompa torak.

karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. Perawatan ini dilakukan. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. serta stabilitas dari dimensi struktur. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. uap bertekanan atmosferik.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. ketahanan terhadap aus. d) Pemadatan merata. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. . mengangkut atau memindahkan beton. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. Jika hal ini terjadi. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. Alat yang digunakan biasanya ruskam. artinya beton telah mengeras. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan.1989:29). e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. kekedapan terhadap air. jidar dan alat-alat perata lainnya. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding.

misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). Menyirami permukaan beton secara kontinyu.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. 3. 2. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. 4. Pelaksanaan Curing Compound. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). kita dapat menjumpai beberapa merek sikament.309. cara produksi. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. Tipe I-D. Tipe II. 2. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. 6. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. sesuai dengan ASTM C. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. 3. penanganan dan pengangkutan. Curing Compound tanpa Dye. Menyelimuti permukaan beton dengan air. Curing Compound dengan zat berwarna putih. Di pasaran. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. 5. Curing compound ini . Tipe I. dan c digunakan untuk contoh uji. b. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. 3. Cara a. Non Pigmented Curing Compound). Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. Menaruh beton segar dalam air. penuangan. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. Cara d.e. 2. 7. Menaruh beton segar dalam genangan air. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan.

Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). minimal selama umur 7 hari. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. tidak beracun.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). dan membentuk selembar film yang kontinyu. melekat dan tidak bergabung. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C.SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. . 1-10 SIFAT . agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. dengan suhu akhir 40°-55°C. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. tidak selip. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua.

Ø Ukur rata-rata tinggi slump. termasuk centong untuk memasukan semen. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . akan lebih mudah dikerjakan.6 untuk berbagai macam faktor. Ø Siapkan alat-alat slump. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. Ø Butir maksimum. .a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. Semakin plastis beton. semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. semakin mudah pengerjaannya. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. Ø Jika dihitung. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. langkah percobaan adalah sebagai berikut. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. slump geser dan slump runtuh.

1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Gambar 9. .6.Gambar 9.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.6.

(4).3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Keempat. Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. (3). terlalu banyak air.Gambar 9. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. (2). Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. Menggunakan air sesedikit mungkin. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. Ketiga. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras.6. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). (3). b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. semakin mudah terjadi segregasi. (2). batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . Kedua. dan (4). semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. Tinggi jatuh diperpendek. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. dan (5). besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Pemadatan baik. Sementaraa itu jika. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Menggunakan butir halus lebih banyak. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). campuran kurus atau kurang semen. Pertama. ditinjau dari sisi geologi. Memberi lebih banyak semen. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. Penggunaan air sesuai dengan syarat. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus.

Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). h) Perlu perawatan pada saat setting. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar.berbentuk memanjang. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. j) Durabilitas berkurang. i) Perlu pendinginan material. kecuali dikehendaki demikian. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. pipih serta porous. d) Kesulitan pemadatan. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). a) Bahan . k) Homogenitas berkurang. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. c) Setting lebih cepat.

Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. terutama yang berada dalam reservoir. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. Retarder. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. harus diperhatikan. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. 1. Sebagai tindakan pencegahan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. 2. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Superplasticizer . tergantung dari jenis semen yang digunakan. Plasticity Retarding Agent. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. maka pada waktu akan digunakan. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. 3. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Ø Air Suhu air. . Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung.

4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.4 in (50 . Selain itu. agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.2.5 in (13 mm) 2 in . Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.1.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work).685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9.100 mm) ± 1.5 in (38 mm) Table 9.5 in (0-38 mm) 0 . perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan. ASTM C.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .

Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. sliding form atau slip-form. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. Ø Data pengecoran. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. sebaiknya diberi pelindung. alat angkut. 1-13 HAL . Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. dan alat-alat untuk finishing. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. alat pemadat. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. . begitu juga dengan mixer. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. Jika dilaksanakan pada siang hari. Pada pengecoran dengan form-work berjalan.akan membentuk course concrete. Ø Alat angkut. Jika dilaksanakan pada pagi hari. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak.

Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. meliputi alat aduk. dan kerataan acuan. dan atau bahan tambah). ketersediaan material (air. metode perawatan (curing) nantinya. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. Ø Kontrol material. pemberian minyak. meliputi kekuatan perancah. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. panjang penyaluran. Ø Metode Pelaksanaan. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. bleeding. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. ikatan. sambungan. dan jumlah. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). meliputi kebersihan tulangan. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. metode finishing. segregasi. meliputi metode penuangan. kondisi setempat. Ø Alat penerangan. dan alat finishing. PC. metode pemadatan. dan pembuatan benda uji. meliputi material finishing. Ø Alat pengecoran. ketepatan campuran. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. . penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. alat pemadatan. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). agregat. tangga inspeksi.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). alat angkut. yang harus sesuai dengan gambar struktur. selimut beton. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton.

LATIHAN 1. Mengapa pada pengadukan dengan mesin. manual dan (b). Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. Pada pengerjaan beton. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Jelaskan tahapan pengadukan (a). agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. dengan mesin! 6. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9.

.15. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. 1920 (Neville. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Jika air yang digunakan sedikit. Seperti yang disebutkan diatas. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram.

sedangkan di Australia 1. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. di Inggris dibulatkan menjadi 1. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1. terutama karena akan menimbulkan segregasi.64 Nilai K di USA adalah 1.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan.64.65. Jika ini terjadi. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium.645. Selain dua kriteria utama tersebut.1 Kurva Distribusi Normal . f’c adalah kekuatan tekan rencana. Gambar 8. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.

Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. kemudahan pekerjaan.55 Mpa. . dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8.2. data-data yang dibutuhkan harus dicari.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). Pada metode ini. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan.

berat jenis agregat.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI .Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu). data butir nominal agregat yang akan digunakan. serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8.

5 5.5<sd6.5<sd4.5 5. m=1. Tabel 8.5<sd7.5 .5<sd5.5<sd3. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu.5<sd4.5<sd6.5 4.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.5 3.5 4. f’cr=m+f’c 1. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5<sd8. 2. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.64*Sd.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5 6. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5<sd5.5 3.5 2.

jika tidak diambil dari Tabel 8. sumuran.8 25.4 25. bundle bar.3 Tabel 8. tendon.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25.6 101.2 2.2 101.4 25. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25.Ø Tetapkan nilai slump. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.3 Ukuran Maksimum Agregat . Slump ditentukan jika tidak dapat.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana. data diambil dari tabel 8.4 25.6 76.2 50. dan butir maksimum agregat 1.4 25.2 76.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76.

.5 150 300 750 Balok/kolom 12.4 Tabel 8.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.Dimensi Minimum. mm 62.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum.

Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1.5 inch (38.5 in (40 mm).1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi. harga- . b. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch).Keterangan: a. c.2 mm) atau 6 inch mm (152.4 mm). Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76. Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch).

f. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. . dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan. agregat halus 2. Semen 3. Slump 12 cm. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. e.6. Bj. 318. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah.8 cm. g. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. prosentase udara yang diharapkan pada 1. Bj. fineness modulus pasir 2. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. d.68. Agregat kasar 2. 345. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI.45. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. ukuran gradasi maksimum 3. Bj.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. seperti ACI 201.15 .1 akan tetapi. dikurangi material ditabelkan di kolom 38.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. dan 302. berat volume agregat kasar 1.5 in. Dalam bayak hal.7.

. Semakin tinggi variasinya. Menurut aturan statistik. stockpile (penimbunan material). sumber asal lokasi material. batch. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. (Edward et. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. 1994). perawatan dan pengujian beton keras. pengambilan contoh uji beton segar. mobil angkut. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. bergantung pada populasinya. meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. pengujian bahan. atau beltconveyor. truk. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. pengadukan. ukuran.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). pengambilan contoh uji (sampel). Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan.al. perancangan komposisi.

dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan. SK.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. air.SNI. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.SNI.SNI. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK. lentur tergantung kebutuhannya. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.SNI. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK.SNI.S18-1990-03.SNI.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. misalnya harus kedap air.SNI.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton. geser.SNI. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK. tahan sulfat.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air. air dan agregat sebagai bahan bangunan. . Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium.SNI.SNI.

SNI.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.1 .SNI.SNI. SK.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK. SK.SNI. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.

311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.345 .ASTM Deskripsi Standar d C.122 C.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.823 D.3665 E.105 E.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.75 D.702 C.141 D.172 C.

Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. pengujian dan evaluasi penerimaan. antara lain dipengaruhi oleh. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. padat. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal.

. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis.1 untuk pekerjaan beton yang besar. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi.e) Staff f) Peralatan pengujian. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium.

PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. Harga. Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN .

Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. water reducer and set-controlling. air-entraining.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin.212. 1971. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212. . Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 2954. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. 1963. finely devided mineral dan miscellaneous.Ganbar 7.1R-8.

b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Mengurangi segregasi.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat .garam sulfat. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. kuat lentur atau kuat geser dari beton). Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi.Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Mengurangi kapilaritas dari air.

Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.4.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya. atau ACI. tipe dan lama pengadukan. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .1. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). Selain itu. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM. sehingga kadang . ASTM. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. tipe dan gradasi agregat. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29).kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS.53. C.

Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. · Asam amino dan turunannya. klorida. 1994:494-495).Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. posfat. Water . 1989:12). 5. 2. 4. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1.Reducing Admixtures” Water . Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. barak. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. · Karbonhidrat. garam-garam. Bryant. . polisakarin dan gula asam. 3.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB.. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton.

penggunaan bahan air dan agregat yang panas. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. laju pengerasan. Secara umum. turunan melamic. hidrokarbon-sulfat. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . bromida. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. (3). Berdasarkan hal tersebut. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. karbonat. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. silikon. Material miscellaneous. konsistensi. (2). penggunaan semen yang lebih banyak. Larutan garam organik. susut pada saat pengeringan. ketahanan terhadap perubahan volume. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Larutan campuran organik. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. seperti eter. kekuatan tekan dan lentur.· Campuran polimer. naptan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. kandungan air. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda.

harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Perubahan kandungan air. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). Ø Tipe F ”Water Reducing. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Perubahan kandungan air.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Jadi. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Jadi. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. High Range Admixture” . atau semen. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. atau udara. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. atau udara. atau semen. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton.

sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. sebanyak 12% atau lebih. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja.Water Reducing. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. dan silica fume. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. Ø Tipe G ”Water Reducing.005%. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. Pada saat ini. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. sebanyak 12% atau lebih. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. (2). High Range Retarding Admixture” Water Reducing. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. slag. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. fly ash. Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih.

1. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. C.0 Kehilangan Panas. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).0 Oksida Besi (Fe2O3). misalnya dengan mencelupkannya dalam air. maksimum % 3. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis. (ASTM. maksimum % 5.0^ 6. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus. Definisi slag dalam ASTM. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. maksimum % 6. 1982).Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton.0 5.0 3. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi.989.618 (ASTM. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.618-95:305). Tabel 5.0 Kadar Air. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya.0 50. .

30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Mengurangi porositas dan serangan klorida. 1240. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. untuk kolom struktur atau dinding. 6. 2. Tabel 5. kehalusan. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . 7. Mengurangi serangan alkah-silika. misalnya. 9. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. 1987:124-129). 8. kandungan kaca dalam slag. Komposisi Kimia Silica Fume . 3. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. geser. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan.2. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. 4.34 dan 0.1. 5.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus.C. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. et al. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. 1994: 505). dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem.

02 Raa-rata ukuran partikel. ACI Material Journal.0.1 Lolos ayakan No. lapisan-lapisan atau gumpalan.10-0.008 K2O 0. apakah . 99.10 Na2O 0. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan.3 Sumbe: Yogendran.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.20 MnO 0. et al.C. tetapi ada yang berbentuk serbuk. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat. Semakin halus ukuran agregat.. 0.10-0.10-0. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.20 . fly ash. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.m.1240. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM. 1987:125 Selain dari Tabel 5. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. semen slag.325 dala.50 CaO 0.2. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2.30 MgO 0. Maret/April.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7.. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton.15 Al2O3 0. u.

Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. . yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. dan lainnya.memakai fly-ash ataukah pozollan lain.500 Psi atau lebih. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1). Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. efek beku-cair.45 dalam perbandingan berat. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium.4 mm) atau kurang. seperti sifat plastisnya. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang.000 psi (1. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. terdiri dari butiran-butiran yang halus. juga derajat agitasi campuran. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. Untuk memperkeras permukaan beton. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja.000 psi = 6. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment).9 MPa) atau lebih.3 sampai 0. sesaat setelah pencampuran. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. dan (2) agregat metalik. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). kekuatan dan harga dari beton tersebut.

Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama.494. Cara ini merupakan cara yang terbaik. Atas pennintaan pembeli/pemakai. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. 2. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). misalnya oker atau umber (pewama coklat). . Untuk mengatasinya.

bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. Ø Analisis infra-red. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Jelaskan definisi bahan tambah! 2.494.3. Atas permintaan pembeli/pemakai. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). Ø Residu pengeringan di dalam oven. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. Latihan 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful