Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

pelapis dinding. Batuan 2. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. Keras dengan bentuk yang bagus. ada beberapa macam genteng. yang akhirnya dikemas.2. sehingga menjadi bahan yang keras. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. sehingga menjadi produk setengah jadi. (1995). dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. silikat (kuarsa. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. licin dan bersifat sebagai isolator. yaitu genteng dari bahan beton. ukuran 2. Ir. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. isolator dan lain-lain. siap untuk dijual. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. Kardiyono Tjokrodimulyo. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. dalam proses berikutnya. Dalam proses pembakaran. 3.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering.. Batuan ini disebut dengan batu gunung. 2. aliran air sungai yang membawa batuan . Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah.1. hingga menjadi produk jadi.2. keramik. ME. kepadatannya tidak rata. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. kaca. 4. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. bambu dan tanah. genteng. pembekuan. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. serisit. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran.

Sebagai bahan pengikat. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. 2. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. onix dan lain-lain. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. tanpa harus melalui proses pabrik.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada.2. Mudah dikerjakan. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1.a. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. Batuan kapur b. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. batuan in idisebut batuan metamorfose. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. yaitu : . dalam arti tidak getas. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. 3. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. granit. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. 2.2. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a.

Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. baik di dalam air maupun di udara.O) yang diperoleh. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. (OH2) + panas Ca. 3.CO3.CO3). yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida.CO3 Ca.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius.O atau kapurnya saja yang tertinggal. hingga karbon dioksidanya keluar.1. (OH2) atau kalsium hidroksida. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. Kapur udara. Kapur tohor (Ca. biasa disebut dengan quick lime.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya.O). tetapi karena faktor-faktor pembakaran.O + CO2 Ca. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. jenis kapur dan sebagainya. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. yang menghasilkan kalsium hidroksida. . kalsium oksida (Ca. O + H2O Ca. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. Proses kimia dari pemanasan Ca. Kapur dari hasil pembakaran ini. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama. Proses ini menghasilkan Ca. (OH2) + CO2 Ca. 2. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. Dari proses tersebut.

dan kalsium oksida. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. hitam dan coklat. 2. bahkan bening. biru. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. kuning. berwarna merah. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. pelapis dinding . yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. Felspar yaitu kombinasi silikat. putih. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. merah jambu. dan kemampuan serap air merupakan 0. bonblende dan mika. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. sebagai kristal berwarna hijau. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium.b.002 atau 0. serta mudah dipisahkan. merah jambu. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. potasium. umumnya sangat keras. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. dengan variasi besi. felspar. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. sehingga mengkilap. 3.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. berwarna hijau muda atau kuning. Sepentine merupakan silikat magnesium. biasanya merupakan butiran kristal. aluminium dengan kapur dan potasium. 4. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. coklat dan hitam. hijau.2 dari beratnya. 2. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai.

di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. atau sesuai dengan ukuran pemesan. dengan warna putih salju. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2.75 % dari beratnya. digunakan untuk struktur pondasi. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. menjadi batu gamping. Pada butiran-butiran kecil. b. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. yaitu marmer. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. dinding penahan dan lain-lainnya. c. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi.3. dan pelapis dinding.bagian luar maupun dalam. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. atau untuk sebagai plesteran dinding. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. 2. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. Sumber-sumber : .3. Bantuan kapur.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. sebagai bahan bangunan antara lain : a. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. 2. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. atau ornamen lainnya. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. Sedang bantuan metamorfose. merah jambu. baik yang berasal dari alam. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. atau karena proses pemecahan. kuning. d. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. atau sebagai bahan finishing bangunan.

Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. “Material of Construktion”. 4. UGM. Drs. Rineka Cipta. 1984. 4th edition. Pengetahuan Teknik Bangunan. Smith & Andres. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. ME. 1994 Senin. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. “Bahan Bangunan”. 1995. Daryanto. 3. 1985. Kardiyono Tjokrodimulyo. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. 5.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. Direktorat Bahan Bangunan. 2. Bagian-bagian kayu .1. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. Ir. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. 2.

Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. 2. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. 1. kasau .3. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka.

palang 7. tiang 6. tambahan kasau miring 3. ambang jendela 11. bantalan 8. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . tiang sudut 9. kuda-kuda penopang 10. peran dinding 4. balok loteng 5.2.

yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. Reng. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1.berat bahan penutup atap : . Untu menampung gaya (H). Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. . jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik.Akibat gaya terpusat P.

gording 10.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda.5 m genteng biasa 1. kasau 11. ring balok 14.5 asbes gelombang 0. Jarak gording untuk genteng beton 1.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. (8/12). batang penggantung ( 6/12). batang tekan / schoor ( 6/12).8-1. kaki kuda-kuda ( 6/12). karpus 9. (8/12).(8/12) 5. (8/15) 3.0 m sirap 2-2.genteng beton. 2. reng 12.(8/12) (8/15) 4. batang tarik. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm.5-2. Gording. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda.. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). anak kuda-kuda 13. balok bubungan 7. dinding 15. 6. balok sambungan kuda . (8/15) 2. 3. 1. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. . reng ¾ dengan jarak 35 cm. Kasau. papan bubungan 8.

. 3. Rencana Atap. detail atap atau kuda-kuda. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. Untuk lebih jelasnya. Blok plan. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap. yaitu tampak bangunan dari atas 2. Untuk gambar kerja. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas.Detail Konstruksi Atap. Rencana kuda-kuda. 4. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya.

nyatoh. merbau. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. . namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah.4. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. sering dipakai sebagai rangka atap saja. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. Saking kerasnya. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. daun pintujendela. bayam. lantai parket dan furnitur) adalah jati. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. yakni kayu ulin. Ada sejenis kayu yang sangat keras. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. kusen. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. dan kamper. meranti. Selain itu.

. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. memperlakukan. Bahkan. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. sekecil apa pun. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. 5. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. Jangan biarkan kebocoran. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. Tinggal bagaimana cara kita merawat. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. membasahi rangka atap. dan memberi perhatian yang selayaknya. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita.

Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. Senin. tidak berbau dan tidak berasa. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton.1. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya . sekecil apa pun serangan itu. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. Gambar 4. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan.1. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . Selain itu .

00) terjadi didalam ball mill. Air yang diambil oleh pori gel. misalnya selama susut pengeringan.37 5 dari berat semen.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . Dihitung dari komposisi mineral semen. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan . Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus.2 Prosen Penjernihan Air 6. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. tidak saja untuk hidrasi semen. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. sering disebut air yang diserap. Gambar 4. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. b. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. a. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. Dalam praktik.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Air harus selalu ada dalam beton cair.

e. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . Regangan akibat beban. 6. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. Ukuran agregat maksimum.3 Jumlah Air. 2. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. Kotoran dalam agregat. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh.) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . semen) yang digunakan . c. Gradasi agregat. Makin banyak silt. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Ini bias disebabkan oleh : 1. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. c. . Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. b. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. d. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Bentuk butir. tekanan uap akan berkurang. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. yaitu rangkak (creep). Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. d. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis.

Tetapi untuk beton bertulang. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. Untuk lebih teliti. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. dan warna. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. . Bolehkah memakai air sumur. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Bila masih diragukan. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. misalnya pengaruh jangka panjang. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air.4 Syarat Kimia Air.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik.6. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. air sungai. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. Yang dipertanyakan dengan air suling. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. air laut untuk campuran beton ?. 6. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton.

Gambar 6. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat.1 berikut : Tabel 6. antara lain : a. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. tanah liat. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. Bercak-bercak pada permukaan beton. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. d. e.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. Kotoran .1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. b.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton.

bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm.5% air murni. Gambar 6. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96. Ada resiko korosi pada tulangan. Air laut banyak mengandung garam . kadarnya sekitar 35.7 Air Limbah Sanitasi .Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam. Zn.000 ppm ( 3.Mn. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa.Sn 500 500 Asam inorganis 10.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio).5 %).6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0. gas-gas terlarut. Bila air bersih tidak tersebia.Cu.000 400 ppm untuk Ca.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.000 PH tidak kurang 3. 6.5% material lainnya seperti garam-garaman.00 Sumber : PBI 1988.5% air murni dan 3. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating.

Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %. pabrik limun. Air limbah dari penyamakan . bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi.1.20 % berat semen. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . pabrik cat. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. Gambar 6. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. pabrik kertas.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan. Gula dalam kadar 0.15 % gula terhadap berat semen. Air limbah Sanitasi 6. Dari totoal benda padat. umumnya memperlambat pengikatan semen. Pengikatan umumnya bertambah cepat.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari.9 Air Gula Air yang mengandung 0. 6. 6. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit.0.3 .

dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. (2007) 2. Teknologi Beton .12 Persyaratan Air untuk campuran beton. 6. 6. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. Penerbit Andi Ofset.13 Sumber Pustaka 1.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. Minyak mineral (petroleum). garam-garam. 03 Agustus 2009 AIR . Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. dan Antoni . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. c. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Senin. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . (1986). b. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. Apabila ada keraguan tentang air . 6. Oleh Paul Nugraha. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. dari Material .beton.

8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . dan lainnya). b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . nitrogen dan karbon dioksida. terdapat juga unsur Fe. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Disamping itu air tanah . Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. SO4-. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. Sayangnya. sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. Kemurnian air ini sangat tinggi. air laut maupun air imbah. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). danau. HCO3-.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . telaga. Udara terdiri dari komponen . Al. Bahan.MODUL PERTEMUAN KE . Air laut umumnya mengandung 3. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-.gas serta uap dari udara ke bumi.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Sumber .bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. Mn. Cl-. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Syarat mutu air menurut British Standard (BS. situ.sumber air. Pemilihan pemakaian air.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. kolam. F dan Se.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. Garam . B. Syarat umum air. Pada kadar yang lebih rendah. Na+. Mg++. NO3-).garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %.

kecuali setelah melalui pengujian kualitas air.000 mg garam per liter (3 % . Unsur .mineral.gas serta bahan . Air rawa .000 . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton . H2S.juga menyerap gas . Air denga akadar garam sedang.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. atau pra tekan. asal tidak tercemar oleh air buangan industri. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3.36. memiliki kadar garam sekitar 20000 . Air didaerah pantai.bahan organik seperti CO2.beton mutu tinggi. air danau dan situ.unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4. air genangan dan air reservoir. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai.10000 mg garam perliter.5000 mg garam perliter. kaerana batang .6 Sumber : Concrete Technology and Practice . Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. megadung 2000 .30000 mg perliter.1 Unsur . Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 .1. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. membawa serta bahan . dan NH3.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.bahan organic dan mineral .6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.3. e) Air Laut Air laut mengandung 30. Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.

1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih.2. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. asam. bahan bersemen. . agreagat. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. tidak boleh mengandung minyak. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. Untuk perlindunganterhadap korosi.89:2-2). alkali.

50 0. atau airsiraman dari sumber .2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.45 Kadar Semen Minimum.06 0.39 harus dipenuhi.5.45 0. .30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.3 dan 3. air laut.15 1.00 0. Tebal miminum tersebut rata .50 0.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 . kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.1 (a) PB (draft) 1989:21.Tabel 3.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.rata adalah sekitar 50 mm.sumber tersebut. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau.

hujan yang lebat dan keras.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif. Sedang = Terlindung dari hujan deras.45 0. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum. Kandungan garam . pergantian antara basah dan kering.5.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.55 0.65 0. Beton = Terbuka terhadap air laut. airpayau.55 0.65 0.Tabel 3. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif.45 Kadar Semen Minimum.55 0.65 0. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air .45 0. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal.

Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat . Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.5.5328 76.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . Tabel 3. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen.pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.

45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.10 .45 30 V+ > Pozzolan+ 0. Tabel 4.4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.0 an .(f’ c.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0. % dari massa Sedang 0.10 150 Mpa) 25 0.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.5.00 10000 > 2. 0.150 II + 0.45 0.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air..5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 .3 dan 3.1500 V 2. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .20 1500 0. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.20 .

10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan.kadang gramedia. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut.Garam Anorganik Ion .0nilai npH diatas 7. magnesium. Garam . NA2SO4. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. kalium.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter.00 harus dihindarkan. Kadang . Gabungan ion . Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. Konsentrasi garam.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million).garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.00 menyatakan nilai kesamaan. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3.80) a) Garam .00).garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. .3148 . yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. natrium. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan.

g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .Zat Organik. Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. Air yang berwarna tua.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung .2 % dari berat semen.bak penampungan sebelum digunakan.Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. .5 % dari berat semen. berbau tidak sedap dan mengandung butir . Lanau dan Bahan . air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .gelembung udara dalam beton. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. Gula sebanyak 0.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. bahkan menjadi buruk. h) Zat .5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton.

1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. minyak dan lemak. pH. zat . Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan.zat yang menyusut. karbondioksida. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. b) Kuat tekan rata . Jadi. klorida. Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. amonium. magnesium. b) Magnesium (Mg++) . yang diendapkan sebagai (BaSO4).

Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. LATIHAN . Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi.meter). Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. h) Zat . Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr).ether. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan.

Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori . bahkan mungkin sebelum itu (Nawy. Pada tahun 1886. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . 1985:2-3).Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . seorang ahli taman dari Prancis.Monier. F. Pada tahun 1801.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. J.L. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Pada tahun 1850. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. Kelebihan dan kekurangan beton. Deskripsi beton.1. Sebutkan dan jelaskan sumber . Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. J. Kinerja beton. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan . Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin.prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya.

standar yang berlaku. agregat halus. Marina Tower. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . agregat kasar. Lake Point Tower di Chicago. agregat kasar dan air. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). masing .SNI T-15-1990-03:1). Di Indonesia sendiri. C. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan .masing komponen. dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK. American Concrete Institute. air dan bahan tambah (admixture atau additive).dan perancangan struktur beton. Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia.bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston.peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. .A. Australian Concrete Committee. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. DPU .struktur beton yang sangat khas (Nawy.bahan penyusun beton).LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. agregat halus.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. dan British Concrete Institude.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. Dengan demikian. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing .

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. Jadi. Karena biaya semen besar. Concrete and Concrete . komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. Berdasarkan kategori rumah tinggal.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.3).32) Gambar 1. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi.namun demikian.Making Materials. p. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. maka untuk pekerjaan berskala besar. perumhan dan beton mutu tinggi. begitu juga sebaliknya. mengingat mahalnya harga semen. Gambar 1.3. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. . maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin.

00 15.20 20.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7.87 0. Concrete and Concrete . Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.1 dan Tabel 1.10 26. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.2 (menurut standar ISO).92 0.91 0.10 50. 1981.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .50 36. Pitman Publishing. Tabel 1.91 0. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1.20 34.77 0. Part 116 pada umur 28 hari. London. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.70 44.50 40.96 (Sumber: Neville.544) .30 0. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.Gambar 1.00 24. p.87 0.76 0.81 0.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.Making Materials.94 0.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a. p.

yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. 1991 pasal 4. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini.3. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.W.2. beton akan mengalami pembebanan. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft).Tabel 1.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan. (1. London.1) (1.1. Beton . tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.2) (1. 1995. sedangkan menurut K.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya. 1881. E & FN SPON. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. LPMB. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.25. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1.1977) Menurut BS. c. Day.1 dan 1.3) b.

Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti.4 (Nawy. Umumnya. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. Gambar 1. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. 1985:49).menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. 1985:49).4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. Jika dihalangi secara merata. . rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. (Nawy. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Rangkak tidak dapat langsung dilihat.

Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature).5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). Faktor . Ø Nilai slump (slump test).faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. dan kandungan mineral dlam agreagat). . Ø Lama pembebanan. kualitas adaukan. Seperti halnya susut. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. Pada umumnya.2 dan 0. Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. kondisilingkungan. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen.tetapi berkisar antar 0. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. Ø Nilai tegangan. jeis semen. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. ukuran benda uji atau elemen struktur. 1985:50). Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Demikina pula.

contoh material yang akan digunakan. penasehat dan pelaksana. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi.sifat bahan yang akan diuji terwakili. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1.5 (Gideon 1994:2).masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik.masing bahan tersebut diperoleh. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. perancangan beton . Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam. pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan . Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Setelah nilai masing . sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . Perencana harus mengambil contoh . Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat .Gambar 1. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Berdsarkan bagan dia tas.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari concrete plant. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. pelasksnaan pengecoran. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. Yakni tempat pengecorannya.metode yang dikenal. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. perawatan dan penyelesaian hars diawasi.6 . Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. Selama massa pengangkutan. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Di Indonesia. pemadatan.

Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6.Gambar 1. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4.

mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . sifat kimia.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis.7. Gradasi Sifat fisik. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. ketahanan (durability) 5.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Tabel 5. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. Dengan agregat yang baik .75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton.1 berikut ini.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : . Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. Tekstur. kekerasan.

oksida besi dan mineral tanah liat.2 berikut ini. besi sulfida.35 mm atau 3/16 ‘. b.1. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars. batu kapur. d. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. granit. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. mineral silika.a. sulfat. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. gabbro. karbon.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. Gambar 7. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. Batuan / Agregat . besi magnesia. Minerologi Menurut ASTM C294.35 mm. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. Tabel 7. basalt. flint.

075 mm. Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Tabel 7.35 mm tetapi lebih besar dari 0. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende . sementara pasir sungai sering mengandung koral. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil.35 mm. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler).

Untuk batuan krakal yang besar. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. Untuk alasan ekonomi. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton. .2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular.Obsidian Pumis . Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya.

Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru.Gambar 7. slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat.2. . Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. Pada saat menarik besi dari cetakan. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi.

Walaupun begitu. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. Oleh karena itu.36 mm). 200 (0. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. berdaya tahan dan kedap air.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. 8 (2.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : .Gambar 7. . Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat .3 Limbah Pertambangan 7. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat.Ukuran maksimum. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No.Ukuran nominal maksimum. Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm. . Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. .36 mm). 8 (2. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut. yaitu : .Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. 7.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. .Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama. 200 (2.

Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi.35 . Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. atau gradasi baik (well graded).7 Kebersihan Agregat . Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. 7. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus.0. sehingga sering juga disebut gradasi menerus. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi.

075 mm (No. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. 4). uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) .Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. Di lapangan. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. partikel lunak. Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. . Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. 200). Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. 4. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan.75 mm (No.8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). Untuk itu.

seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Agregat yang bersudut tajam. Dan Pipih 7. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Lonjong. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi.7. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. Gambar 7.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). workabilitas dan durabilitas campuran beton .

Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. Kemampuan agregat untuk menyerap air. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. 7. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. Oleh karena itu.12 Sumber Pustaka . Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. Jika daya serap agregat sangat tinggi. Seperti halnya bentuk partikel. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. 7. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant.

(1986). agregat halus. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. (2007) 2. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Draft Konsesus ( SKBI. Penerbit Andi Ofset.1. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. bertulang.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . dari Material . dan Antoni . Oleh Paul Nugraha.53. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. beton ringan.4. pra-cetak. beton tanpa tulangan. pra-tekan. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan.1. Teknologi Beton . beton fiber dan lainnya.

AGREGAT RINGAN. PRECAST. BETON PRACETAK. PRESTRESS. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON RINGAN. SERAT. DAN LAINNYA JENIS BETON . BETON SERAT. BETON PRESTRESS.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN.

1 Definisi dan Pengertian .Gambar 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.

567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. agregat halus. . atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. pasta semen ditambah dengan agregat halus.

1989:16 ). beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. Jika tidak memenuhi. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. .82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ).tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil.

(3). (2). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Gambar 6. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. (3). (4). Fakor air semen. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. Perawatan dan. yaitu (1). Metode perancangan. (2). Kehalusan butir dari semen dan.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. Untuk kasus ini di Indonesia. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton.1-4 FAKTOR . a) Faktor Air Semen (FAS) . air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. 1989 : 31) dan pasal 3. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. yaitu (1). 1989 Draft Konsensus. 1980 (Ulasan PB. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat.4 PB.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut.

Semakin halus butir semen.5X). nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram.65. semakin halus butiran semen. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. dan B adalah nilai konstanta. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Ada batas-batas dalam hal ini. jika sebaliknya maka harus dikurangi. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. dimana A.2 sampai 0. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”.3. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat.5. Akan tetapi.4). Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. semakin rendah mutu kekuatan beton. Gambar 6. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . Namun demikian.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. Pada praktiknya.4 dan maksimum 0. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. hasil penelitian (Abrams.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya.

(3). Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. (2). maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Ketahanan terhadap panas. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Seperti yang telah dijelaskan. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. Tekstur permukaan. ACI maupun SII. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. dan (7). tetapi merupakan viscoelastic-solid.Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. kekuatan tekan. Kekuatan agregat. (4). Bentuk dan ukuran. Gradasi. Reaksi kimia. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. begitu juga sebaliknya. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. (5). Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. (6). proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. Perbandingan agregat dan semen campuran. Gaya gesek dalam.

Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. 4. Road Note NO. semakin tinggi nilai slump.SNI. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . Portland Cement Association. (2). (5). Cara coba-coba. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. 1942:224). Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. British Standard. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. (4). Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. antara lain : (1). Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. Department of Engineering. Departemen Pekerjaan Umum (SK. semakin mudah untuk dikerjakan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Metode American Concrete Institute. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. (3).T-151990-03) dan (6). Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. .Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding.

Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Keadaan permukaan landasan dan (5). Suhu contoh. Kadar air. Bentuk dan ukuran contoh. terutama dari sisi kekuatannya. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. yang terutama disebabkan oleh suhu. (3). Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. (4). Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. (2). Latihan 1. Cara pembebanan.

e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . antara lain lapisan minyak mineral. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. . a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli.:1989:27).Senin. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

Gambar 9.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.SNI.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.T-28-1991-03 .

harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. ketahanan. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. gerobak dorong. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Jika menggunakan bahan tambah. Selain hal-hal diatas. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh.S-18-1990-03 atau SK.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember.SNI.SNI. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. yakni alat angkut manual dan mesin. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. putarannya sesuai dengan rekomendasi.S-19-1990-03. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. pompa dan tower crane. dolak. dan keawetannya memenuhi syarat. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . belt conveyor.SNI. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. harus sesuai syarat SK. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar.1989:28). Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia.

Balok anak. balok induk. balok induk. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Balok anak.1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih.Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. Tidak dilakukan penuangan selama . Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. (c). pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). (f). kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. (b). Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. balok anak. Sebelum pengecoran harus dibasahi. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. (e). kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). (2). Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang.50 meter. Ø Bila diperlukan. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. (d).

Karung . Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. (3). b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Dengan penundaan selama 2-2. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. (4).4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. Gambar 9.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. Pada Gambar 9. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. Setiap kali penuangan. yaitu: (1). c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air.4).

(3). Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Grout dibuat dengan mencampur semen. Keuntungan cara ini adalah : (1). Katup hydro ( hydro valve) dan (5). dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. Bak khusus. (4). (prepacked concrete). Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Setelah pintu terbuka. Tremi. (3). Jenis-jenis pompa beton antara . Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. Beton pra-susun. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. kemudian memasukkannya ke dalam air. Pengurangan tenaga kerja. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. (2). kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. kemudian melakukan grouting (grout colodial).(protective sandbag walling). Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. (2). Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif.

Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Untuk menggunakannya.lain pompa torak. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Alat getar ini dibagi menjadi dua. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. alat pemadat mesin harus digunakan. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. Gambar 9.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. . tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. Dalam praktik di lapangan. tanpa harus menyebabkan bleeding. berarti setting time belum tercapai. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. Dari Gambar 9.

pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. uap bertekanan atmosferik. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. artinya beton telah mengeras. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. kekedapan terhadap air. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. Perawatan ini dilakukan. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. .1989:29). Jika hal ini terjadi. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. ketahanan terhadap aus. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. mengangkut atau memindahkan beton. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. jidar dan alat-alat perata lainnya. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. Alat yang digunakan biasanya ruskam. d) Pemadatan merata. serta stabilitas dari dimensi struktur.

Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. 2. Curing Compound dengan zat berwarna putih. cara produksi. Tipe II. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. dan c digunakan untuk contoh uji. 6. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. Non Pigmented Curing Compound). Menyelimuti permukaan beton dengan air. 7. Cara a. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. 2. Curing Compound tanpa Dye. Cara d. Curing compound ini . Pelaksanaan Curing Compound. 3. 4. 2. 3.e. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). b. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. Menaruh beton segar dalam genangan air. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. penanganan dan pengangkutan. Tipe I. Tipe I-D. penuangan. 3. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. Menaruh beton segar dalam air. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. sesuai dengan ASTM C. 5. Di pasaran. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan.309. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete.

selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. dengan suhu akhir 40°-55°C. minimal selama umur 7 hari. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. . tidak selip. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). melekat dan tidak bergabung. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement).SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. dan membentuk selembar film yang kontinyu. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). tidak beracun. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. 1-10 SIFAT . beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton.

Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Ø Butir maksimum. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. . Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Jika dihitung. Semakin plastis beton. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. slump geser dan slump runtuh. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. akan lebih mudah dikerjakan. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. langkah percobaan adalah sebagai berikut. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. termasuk centong untuk memasukan semen.6 untuk berbagai macam faktor. semakin mudah pengerjaannya. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. Ø Siapkan alat-alat slump. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9.

1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.Gambar 9. .6. Gambar 9.6.

Menggunakan butir halus lebih banyak. (3). ditinjau dari sisi geologi. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). Tinggi jatuh diperpendek.3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Ukuran agregat sesuai dengan syarat. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Pemadatan baik. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. Penggunaan air sesuai dengan syarat. dan (5). Ketiga. Memberi lebih banyak semen. Pertama. (2). Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. dan (4). semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. (2). (3). 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton.Gambar 9. Menggunakan air sesedikit mungkin. Keempat. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Kedua. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. terlalu banyak air. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . campuran kurus atau kurang semen. Sementaraa itu jika. semakin mudah terjadi segregasi. (4).6.

Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. i) Perlu pendinginan material. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. c) Setting lebih cepat. h) Perlu perawatan pada saat setting. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. kecuali dikehendaki demikian. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). a) Bahan . k) Homogenitas berkurang. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar.berbentuk memanjang. j) Durabilitas berkurang.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). pipih serta porous. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. d) Kesulitan pemadatan. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding.

Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. 1. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. 2. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. maka pada waktu akan digunakan. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. tergantung dari jenis semen yang digunakan. Sebagai tindakan pencegahan. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. . Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Ø Air Suhu air. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Retarder. harus diperhatikan. Plasticity Retarding Agent. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. 3. Superplasticizer . untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. terutama yang berada dalam reservoir. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak.

Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.100 mm) ± 1.1. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.4 in (50 . Selain itu.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work). agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.5 in (38 mm) Table 9.b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .2.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .5 in (0-63 mm) Toleransi 0% . ASTM C.5 in (13 mm) 2 in .5 in (0-38 mm) 0 .2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.

sliding form atau slip-form. 1-13 HAL . Jika dilaksanakan pada pagi hari. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. alat angkut.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari.akan membentuk course concrete. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. begitu juga dengan mixer. dan alat-alat untuk finishing. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. sebaiknya diberi pelindung. alat pemadat. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. . Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Ø Data pengecoran. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. Jika dilaksanakan pada siang hari. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. Ø Alat angkut.

Ø Kontrol material. agregat. ikatan. panjang penyaluran. dan alat finishing. Ø Metode Pelaksanaan. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. meliputi material finishing. selimut beton. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. dan jumlah. tangga inspeksi. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. ketersediaan material (air. metode finishing.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). pemberian minyak. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. sambungan. meliputi kekuatan perancah. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). dan pembuatan benda uji. ketepatan campuran. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. dan atau bahan tambah). alat pemadatan. bleeding. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. PC. kondisi setempat. meliputi metode penuangan. segregasi. . Ø Alat penerangan. meliputi alat aduk. alat angkut. yang harus sesuai dengan gambar struktur. Ø Alat pengecoran. metode pemadatan. meliputi kebersihan tulangan. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). metode perawatan (curing) nantinya. dan kerataan acuan.

Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11.LATIHAN 1. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. manual dan (b). agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. dengan mesin! 6.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. Jelaskan tahapan pengadukan (a). Pada pengerjaan beton. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Mengapa pada pengadukan dengan mesin.

Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. 1920 (Neville. Seperti yang disebutkan diatas. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram.15. . Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Jika air yang digunakan sedikit. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya.

Jika ini terjadi. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. Gambar 8. Selain dua kriteria utama tersebut.1 Kurva Distribusi Normal . terutama karena akan menimbulkan segregasi. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan.64. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. di Inggris dibulatkan menjadi 1. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k. f’c adalah kekuatan tekan rencana. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan.65.645.64 Nilai K di USA adalah 1. sedangkan di Australia 1.

Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . kemudahan pekerjaan. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. data-data yang dibutuhkan harus dicari. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan.55 Mpa. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). . Pada metode ini.2. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik.

Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . data butir nominal agregat yang akan digunakan. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu). berat jenis agregat. serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8.

5<sd5.5 5. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5 4.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5<sd6.5 3.5 2.5<sd5.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4. f’cr=m+f’c 1. 2. Tabel 8. m=1.5 6.5<sd6. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu.5 4.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5 5.5 3. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.64*Sd.5<sd7.5<sd3.5<sd8.5<sd4. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5 .5<sd4.

4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.2 101.8 25.3 Ukuran Maksimum Agregat . sumuran. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan.6 76. data diambil dari tabel 8. dan butir maksimum agregat 1.Ø Tetapkan nilai slump.4 25. Slump ditentukan jika tidak dapat. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25. jika tidak diambil dari Tabel 8.6 101.3 Tabel 8. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.2 76.4 25.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.2 2.4 25. tendon.2 50. bundle bar.4 25.

.4 Tabel 8.5 150 300 750 Balok/kolom 12.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.Dimensi Minimum. mm 62.

Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch). Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1. c.2 mm) atau 6 inch mm (152. b. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi. Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1. harga- .5 inch (38.5 in (40 mm).1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch).Keterangan: a.4 mm).

6. 318. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan.15 .5 in. Agregat kasar 2.45. Semen 3.68. Bj. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. Slump 12 cm. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. Bj. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. e. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan.1 akan tetapi.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. berat volume agregat kasar 1. Dalam bayak hal. ukuran gradasi maksimum 3. Bj. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. dan 302. 345. f. .7. fineness modulus pasir 2. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah.8 cm. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. d. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. agregat halus 2. prosentase udara yang diharapkan pada 1. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. seperti ACI 201. g.

Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. ukuran. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. truk. bergantung pada populasinya. . perawatan dan pengujian beton keras. sumber asal lokasi material. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. pengadukan. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. semakin banyak sampel yang dibutuhkan.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. stockpile (penimbunan material). Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). pengujian bahan. Menurut aturan statistik. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. 1994). batch. Semakin tinggi variasinya. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel.al. perancangan komposisi. atau beltconveyor. pengambilan contoh uji beton segar. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. (Edward et. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. pengambilan contoh uji (sampel). mobil angkut. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas).

T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi. air dan agregat sebagai bahan bangunan. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. lentur tergantung kebutuhannya.SNI.SNI. air.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium. .SNI.SNI.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton. geser.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida.SNI.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen. SK. misalnya harus kedap air.S18-1990-03. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK.SNI.SNI. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK.SNI.SNI. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan. tahan sulfat.

SNI.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal. SK.SNI.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.SNI.1 .SNI. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7. SK.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK.

183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.172 C.141 D.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.75 D.3665 E.105 E.122 C.ASTM Deskripsi Standar d C.702 C.345 .311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.823 D.

1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. pengujian dan evaluasi penerimaan. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. antara lain dipengaruhi oleh. padat. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel.

e) Staff f) Peralatan pengujian. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras.1 untuk pekerjaan beton yang besar. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. .

Harga. Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN . PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut.

water reducer and set-controlling. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4.212. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. finely devided mineral dan miscellaneous.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. 1971. 1963.1R-8. . Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. 2954. air-entraining. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2.Ganbar 7.

Ø Mengurangi kapilaritas dari air. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal).volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH .Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. kuat lentur atau kuat geser dari beton). Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Ø Mengurangi segregasi. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump.garam sulfat. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar.

a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM.1. Selain itu.4. tipe dan gradasi agregat. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29). yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. ASTM. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. atau ACI. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. tipe dan lama pengadukan. sehingga kadang . C.53.

Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. klorida. · Asam amino dan turunannya. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. 4. Bryant. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. posfat. 1989:12). Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran.Reducing Admixtures” Water . · Karbonhidrat.. 1994:494-495). Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Water . Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . .Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. 3.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. garam-garam. barak. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. polisakarin dan gula asam. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. 2. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. 5. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya.

bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). seperti eter. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. konsistensi. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. silikon. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. susut pada saat pengeringan. Larutan campuran organik. karbonat. Material miscellaneous. (3). laju pengerasan.· Campuran polimer. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. kekuatan tekan dan lentur. hidrokarbon-sulfat. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. bromida. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. Berdasarkan hal tersebut. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. Larutan garam organik. penggunaan semen yang lebih banyak. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. (2). ketahanan terhadap perubahan volume. turunan melamic. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. kandungan air. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. naptan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Secara umum. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton.

High Range Admixture” . Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. atau udara. Perubahan kandungan air. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Perubahan kandungan air. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. atau semen. Jadi. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. atau semen. Jadi. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. atau udara. Ø Tipe F ”Water Reducing. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture).

Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). (2). slag.Water Reducing. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. Ø Tipe G ”Water Reducing. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . fly ash. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. dan silica fume. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. sebanyak 12% atau lebih. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. Pada saat ini.005%. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. sebanyak 12% atau lebih.

989. Tabel 5. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C.0^ 6. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).618-95:305).0 Oksida Besi (Fe2O3). granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.1. . misalnya dengan mencelupkannya dalam air. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar".0 5.618 (ASTM.Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. 1982).0 3. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian.0 Kadar Air. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. Definisi slag dalam ASTM. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. C. maksimum % 6.0 Kehilangan Panas. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. (ASTM. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. maksimum % 5. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. maksimum % 3.0 50.

pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. kehalusan.2. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. 7. 6. 1240. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. 8. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan.1. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume).C. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. 3. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. 4.34 dan 0. et al. Mengurangi serangan alkah-silika. untuk kolom struktur atau dinding. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. Komposisi Kimia Silica Fume .1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. 1994: 505). 1987:124-129). 2. geser. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Tabel 5. kandungan kaca dalam slag. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. Mengurangi porositas dan serangan klorida.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. 9. misalnya. 5. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 .

Semakin halus ukuran agregat. et al.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.2. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat.0. lapisan-lapisan atau gumpalan. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.1240. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan..50 CaO 0.3 Sumbe: Yogendran.02 Raa-rata ukuran partikel.10 Na2O 0.20 .. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. Maret/April.10-0. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM.325 dala.10-0.008 K2O 0.C. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2. 1987:125 Selain dari Tabel 5. tetapi ada yang berbentuk serbuk. u. ACI Material Journal.10-0.1 Lolos ayakan No. fly ash. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.15 Al2O3 0. apakah . 0. semen slag. 99.30 MgO 0.m. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton.20 MnO 0. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan.

500 Psi atau lebih. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). kekuatan dan harga dari beton tersebut. efek beku-cair.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. . Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. terdiri dari butiran-butiran yang halus.9 MPa) atau lebih. Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. seperti sifat plastisnya.3 sampai 0. juga derajat agitasi campuran. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. Untuk memperkeras permukaan beton.000 psi (1.45 dalam perbandingan berat. dan lainnya.000 psi = 6. dan (2) agregat metalik.4 mm) atau kurang. sesaat setelah pencampuran. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1).

Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. Untuk mengatasinya. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer.494. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. misalnya oker atau umber (pewama coklat). Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. Cara ini merupakan cara yang terbaik. 2. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). . Atas pennintaan pembeli/pemakai.

Ø Residu pengeringan di dalam oven.3. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Ø Analisis infra-red. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. Atas permintaan pembeli/pemakai. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . Latihan 1.494. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful