Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

Dalam proses pembakaran. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. yang akhirnya dikemas. 2. Batuan ini disebut dengan batu gunung. aliran air sungai yang membawa batuan . sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. Keras dengan bentuk yang bagus. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. kepadatannya tidak rata. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. sehingga menjadi bahan yang keras. silikat (kuarsa. kaca. 4. hingga menjadi produk jadi.2. dalam proses berikutnya. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. Batuan 2. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. 3. isolator dan lain-lain. bambu dan tanah. Kardiyono Tjokrodimulyo. pelapis dinding. yaitu genteng dari bahan beton. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. sehingga menjadi produk setengah jadi.1. (1995). ada beberapa macam genteng. siap untuk dijual. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa.2. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. keramik. genteng. licin dan bersifat sebagai isolator. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. serisit. ukuran 2. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. pembekuan. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. Ir. ME. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat..

Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. 2. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. onix dan lain-lain. yaitu : . kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. 2.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada.2. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. tanpa harus melalui proses pabrik. Batuan kapur b. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi.2. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu.a. Mudah dikerjakan. Sebagai bahan pengikat. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. batuan in idisebut batuan metamorfose. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. dalam arti tidak getas. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. granit. 3.

O + CO2 Ca.O atau kapurnya saja yang tertinggal. jenis kapur dan sebagainya.CO3). Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. O + H2O Ca. (OH2) atau kalsium hidroksida. yang menghasilkan kalsium hidroksida. Proses ini menghasilkan Ca. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. baik di dalam air maupun di udara. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya. (OH2) + CO2 Ca. Kapur udara.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking.O) yang diperoleh.1.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama. Kapur tohor (Ca. biasa disebut dengan quick lime. (OH2) + panas Ca. Dari proses tersebut.CO3. . 3. 2. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida. Kapur dari hasil pembakaran ini.CO3 Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. hingga karbon dioksidanya keluar. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. kalsium oksida (Ca. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih.O). Proses kimia dari pemanasan Ca. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur.

CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. felspar.002 atau 0. sebagai kristal berwarna hijau. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. 2. hitam dan coklat. 2. pelapis dinding . biru. umumnya sangat keras. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. berwarna merah. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. 4. Sepentine merupakan silikat magnesium. bonblende dan mika. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras.b. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. dan kalsium oksida. Felspar yaitu kombinasi silikat. dan kemampuan serap air merupakan 0. potasium.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. 3. aluminium dengan kapur dan potasium. bahkan bening. dengan variasi besi. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. putih. merah jambu. coklat dan hitam. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. hijau. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. berwarna hijau muda atau kuning.2 dari beratnya. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. sehingga mengkilap. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. merah jambu. biasanya merupakan butiran kristal. kuning. serta mudah dipisahkan.

beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. yaitu marmer. baik yang berasal dari alam. atau untuk sebagai plesteran dinding. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. 2. menjadi batu gamping. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. 2. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan.3. b. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. Bantuan kapur. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. digunakan untuk struktur pondasi. dinding penahan dan lain-lainnya. d. kuning. sebagai bahan bangunan antara lain : a. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. Pada butiran-butiran kecil. dan pelapis dinding.bagian luar maupun dalam. atau sebagai bahan finishing bangunan. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. merah jambu.75 % dari beratnya. c. atau ornamen lainnya. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. dengan warna putih salju. atau sesuai dengan ukuran pemesan. Sumber-sumber : . Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. Sedang bantuan metamorfose.3. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. atau karena proses pemecahan.

2. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. “Bahan Bangunan”. 4th edition. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. UGM. 3. “Material of Construktion”. 1994 Senin. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . 1985. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Pengetahuan Teknik Bangunan. Direktorat Bahan Bangunan. ME. 1984. Drs. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. Daryanto. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. 2. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. Kardiyono Tjokrodimulyo. Ir. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Rineka Cipta. 1995. Smith & Andres.1. Bagian-bagian kayu . 5. 4.

3. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. 2. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. 1. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. kasau . Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern.

2. balok loteng 5. tiang sudut 9. bantalan 8. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . kuda-kuda penopang 10. tiang 6. tambahan kasau miring 3. ambang jendela 11. palang 7. peran dinding 4.

yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Reng. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu.Akibat gaya terpusat P. maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. Untu menampung gaya (H). Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm .berat bahan penutup atap : . .

Gording. (8/12). . batang penggantung ( 6/12). ring balok 14. kasau 11. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm. batang tekan / schoor ( 6/12).5 asbes gelombang 0. gording 10.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. karpus 9. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). (8/15) 2. 6. (8/12). yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda. dinding 15. reng 12. Kasau.0 m sirap 2-2. Jarak gording untuk genteng beton 1. (8/15) 3.genteng beton. 1. 3. reng ¾ dengan jarak 35 cm.5-2. balok sambungan kuda .. balok bubungan 7.(8/12) (8/15) 4. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut.8-1. 2.(8/12) 5. anak kuda-kuda 13. papan bubungan 8.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. kaki kuda-kuda ( 6/12). batang tarik.5 m genteng biasa 1.

memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. 3. Rencana kuda-kuda. Blok plan. 4. . Rencana Atap.Detail Konstruksi Atap. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap. Untuk lebih jelasnya. Untuk gambar kerja. detail atap atau kuda-kuda. yaitu tampak bangunan dari atas 2. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya.

sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. dan kamper. yakni kayu ulin. sering dipakai sebagai rangka atap saja. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. meranti. merbau. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. Selain itu. . Saking kerasnya. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. daun pintujendela. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. lantai parket dan furnitur) adalah jati. kusen. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen.4. bayam. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. Ada sejenis kayu yang sangat keras. nyatoh. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu.

Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. Jangan biarkan kebocoran. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. 5. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. dan memberi perhatian yang selayaknya. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. memperlakukan.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. membasahi rangka atap. Bahkan. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. sekecil apa pun. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Tinggal bagaimana cara kita merawat. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. .

sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton.1. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. Gambar 4. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4. Selain itu . sekecil apa pun serangan itu. Senin. tidak berbau dan tidak berasa.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya . Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer.1. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan.

2 Prosen Penjernihan Air 6. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan . Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. Air harus selalu ada dalam beton cair. Dihitung dari komposisi mineral semen. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil.37 5 dari berat semen. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0. b. sering disebut air yang diserap. a.00) terjadi didalam ball mill. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. tidak saja untuk hidrasi semen. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. Air yang diambil oleh pori gel. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. Gambar 4. misalnya selama susut pengeringan. Dalam praktik. Perilaku sebenarnya masih diselidiki.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen.

tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. Gradasi agregat. Bentuk butir. . Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. yaitu rangkak (creep). Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. Ini bias disebabkan oleh : 1. d. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. Makin banyak silt. Regangan akibat beban. e. 2. b. semen) yang digunakan . Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. c. Ukuran agregat maksimum. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. Kotoran dalam agregat. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. 6.3 Jumlah Air. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . d. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan .) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. c. tekanan uap akan berkurang.

. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Tetapi untuk beton bertulang. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. Bolehkah memakai air sumur. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. Yang dipertanyakan dengan air suling. 6. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. misalnya pengaruh jangka panjang. dan warna. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar.6. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. Untuk lebih teliti.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. Bila masih diragukan. air laut untuk campuran beton ?. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM.4 Syarat Kimia Air. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. air sungai.

d. tanah liat. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt.1 berikut : Tabel 6. e. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. Kotoran . Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat. b. Bercak-bercak pada permukaan beton.Gambar 6. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. antara lain : a. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air.

000 400 ppm untuk Ca. Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan. Gambar 6.000 ppm ( 3. Air laut banyak mengandung garam . gas-gas terlarut. Zn.5% air murni.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.00 Sumber : PBI 1988.Mn.5 %).Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. Ada resiko korosi pada tulangan. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut.Sn 500 500 Asam inorganis 10.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam.Cu.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating.000 PH tidak kurang 3. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0. kadarnya sekitar 35. 6.5% material lainnya seperti garam-garaman. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. Bila air bersih tidak tersebia.5% air murni dan 3.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.7 Air Limbah Sanitasi . air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan).

6.1.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran .20 % berat semen. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %.0. Dari totoal benda padat.9 Air Gula Air yang mengandung 0. pabrik kertas. Air limbah dari penyamakan .8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik. pabrik cat.3 .15 % gula terhadap berat semen. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. umumnya memperlambat pengikatan semen. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. pabrik limun. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Gambar 6. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. 6. Air limbah Sanitasi 6. Pengikatan umumnya bertambah cepat. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan. Gula dalam kadar 0.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis.

tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . Minyak mineral (petroleum). 6. Oleh Paul Nugraha.beton. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. 03 Agustus 2009 AIR . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Penerbit Andi Ofset. dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes.13 Sumber Pustaka 1. 6.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. b. dan Antoni .12 Persyaratan Air untuk campuran beton. Apabila ada keraguan tentang air . dari Material . garam-garam. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. c. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. (2007) 2. (1986). 6. Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. Senin. Teknologi Beton . Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988.

Sumber . F dan Se. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. dan lainnya). hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. B.MODUL PERTEMUAN KE .garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Sayangnya. situ. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . Cl-. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-. sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. Udara terdiri dari komponen .8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . telaga. Kemurnian air ini sangat tinggi.sumber air. Al.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). Garam . Air laut umumnya mengandung 3. Bahan. air laut maupun air imbah. NO3-). danau. Pada kadar yang lebih rendah. Na+. kolam. Syarat mutu air menurut British Standard (BS. terdapat juga unsur Fe.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . SO4-. Pemilihan pemakaian air. Syarat umum air.gas serta uap dari udara ke bumi. nitrogen dan karbon dioksida. Mg++.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Mn. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Disamping itu air tanah . HCO3-.

Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 . air genangan dan air reservoir.000 mg garam per liter (3 % . dan NH3.6 Sumber : Concrete Technology and Practice .000 .10000 mg garam perliter.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya.beton mutu tinggi.juga menyerap gas . asal tidak tercemar oleh air buangan industri.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3.1. Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.bahan organik seperti CO2. membawa serta bahan .1 Unsur . Air denga akadar garam sedang.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.3. megadung 2000 .mineral. atau pra tekan.bahan organic dan mineral .36. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. air danau dan situ.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. Air rawa . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton . memiliki kadar garam sekitar 20000 . kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. e) Air Laut Air laut mengandung 30. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang. Air didaerah pantai.gas serta bahan . d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai.30000 mg perliter.unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4. kaerana batang . Unsur .5000 mg garam perliter. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. H2S.

2. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. asam.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih. alkali.89:2-2). Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. agreagat. tidak boleh mengandung minyak. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. . Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. Untuk perlindunganterhadap korosi. bahan bersemen.

sumber tersebut. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.1 (a) PB (draft) 1989:21.45 0.39 harus dipenuhi.3 dan 3.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.45 Kadar Semen Minimum. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau. air laut.50 0. atau airsiraman dari sumber .3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.06 0.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4. .Tabel 3.5.15 1.50 0. Tebal miminum tersebut rata .rata adalah sekitar 50 mm.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .00 0.

4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.55 0. pergantian antara basah dan kering.55 0.65 0.55 0. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0. Sedang = Terlindung dari hujan deras.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air . mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.65 0.5.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. hujan yang lebat dan keras. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.45 0.45 Kadar Semen Minimum. airpayau.Tabel 3. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.45 0. Kandungan garam . kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.65 0. Beton = Terbuka terhadap air laut.

Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V.5328 76. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Tabel 3.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter. Diisyaratkan jumlah gabungan garam .pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.5.

00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0. 0.(f’ c..00 10000 > 2.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.3 dan 3.10 150 Mpa) 25 0.45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.45 0.5.10 .20 1500 0.0 an .4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat. Tabel 4.150 II + 0.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.20 .5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .1500 V 2.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V. % dari massa Sedang 0.

b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million). Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. magnesium. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3.3148 . Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3.0nilai npH diatas 7.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7. Garam .kadang gramedia. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. Gabungan ion .00 menyatakan nilai kesamaan.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter.00 harus dihindarkan.00). Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH. kalium.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton.80) a) Garam . NA2SO4.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. Konsentrasi garam. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat.Garam Anorganik Ion . natrium. Kadang . .

Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. h) Zat .bak penampungan sebelum digunakan. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0.gelembung udara dalam beton. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .2 % dari berat semen. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0.5 % dari berat semen. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. Air yang berwarna tua. Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. berbau tidak sedap dan mengandung butir .Zat Organik. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. Gula sebanyak 0. .Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. bahkan menjadi buruk. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak . Lanau dan Bahan .25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari.

Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat. minyak dan lemak. b) Kuat tekan rata . pH. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. magnesium. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri.zat yang menyusut. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. yang diendapkan sebagai (BaSO4).i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. b) Magnesium (Mg++) . zat . klorida. Jadi. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. amonium. karbondioksida.

Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar.ether.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. h) Zat . Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit.meter). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). LATIHAN . indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr).

Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. 1985:2-3).L. J. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . Pada tahun 1801.Monier. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. Kinerja beton. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Sebutkan dan jelaskan sumber . bahkan mungkin sebelum itu (Nawy. Kelebihan dan kekurangan beton. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. seorang ahli taman dari Prancis. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan . Deskripsi beton. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori .prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. Pada tahun 1886.1. F.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Pada tahun 1850. J.

agregat halus.bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). C. Australian Concrete Committee. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan .masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan.SNI T-15-1990-03:1). Dengan demikian.peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. agregat kasar.standar yang berlaku. Lake Point Tower di Chicago. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing .P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. . Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi. agregat halus. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya.masing komponen.struktur beton yang sangat khas (Nawy. Marina Tower.A. Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . agregat kasar dan air. DPU . dan British Concrete Institude. air dan bahan tambah (admixture atau additive). Di Indonesia sendiri. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien.dan perancangan struktur beton. dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) .bahan penyusun beton). terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. masing . Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. American Concrete Institute.

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. begitu juga sebaliknya. perumhan dan beton mutu tinggi.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. mengingat mahalnya harga semen. Jadi.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. Gambar 1.32) Gambar 1. Karena biaya semen besar. .3. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin.Making Materials. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. Concrete and Concrete . p.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.namun demikian. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). Berdasarkan kategori rumah tinggal. maka untuk pekerjaan berskala besar.3). Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit.

Part 116 pada umur 28 hari.70 44. Tabel 1. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.Gambar 1.77 0. 1981. Pitman Publishing.20 20.544) .76 0.1 Rasio Kuat Tekan Silinder . p. London.1 dan Tabel 1. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.Making Materials.92 0.50 36.30 0.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.91 0.00 24.96 (Sumber: Neville.10 50. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.87 0.81 0.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.2 (menurut standar ISO).50 40. p.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7. Concrete and Concrete .20 34. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.10 26. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1.87 0.94 0.91 0.00 15.

Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. LPMB.1 dan 1.W.Tabel 1. (1.1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. c. 1995. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja. 1881. E & FN SPON.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1.1) (1. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft).2) (1.25. Day. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan. sedangkan menurut K.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma. 1991 pasal 4. London. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1.3) b.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.3. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi. Beton . beton akan mengalami pembebanan. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.2.1977) Menurut BS.

Rangkak tidak dapat langsung dilihat.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. . proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Gambar 1. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). Umumnya.4 (Nawy. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Jika dihalangi secara merata. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. 1985:49). 1985:49).4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. (Nawy. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui.

faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. jeis semen. 1985:50). 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. kualitas adaukan.tetapi berkisar antar 0. Demikina pula. Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). Seperti halnya susut. Faktor . Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). dan kandungan mineral dlam agreagat). kondisilingkungan. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. . Pada umumnya. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. Ø Nilai tegangan. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. Ø Nilai slump (slump test). beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. ukuran benda uji atau elemen struktur. Ø Lama pembebanan. Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton.2 dan 0. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS).

Setelah nilai masing . aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. Berdsarkan bagan dia tas. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat .5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan.5 (Gideon 1994:2). sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan.sifat bahan yang akan diuji terwakili. penasehat dan pelaksana. perancangan beton .ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan .contoh material yang akan digunakan. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana.masing bahan tersebut diperoleh. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.Gambar 1. Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. Perencana harus mengambil contoh . Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing .

metode yang dikenal. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. pemadatan. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Dari concrete plant. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). perawatan dan penyelesaian hars diawasi. Selama massa pengangkutan.6 . Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. pelasksnaan pengecoran. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Yakni tempat pengecorannya. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. Di Indonesia. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1.

Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2.Gambar 1. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1.

sifat kimia.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 .1 berikut ini. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL .2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : .7. Tabel 5. Gradasi Sifat fisik. kekerasan.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. ketahanan (durability) 5. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. Dengan agregat yang baik . mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. Tekstur.

Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat. oksida besi dan mineral tanah liat. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. Minerologi Menurut ASTM C294. gabbro. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. granit. sulfat.2 berikut ini. batu kapur. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. d. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c.35 mm atau 3/16 ‘. basalt. Batuan / Agregat . b.35 mm. karbon. Tabel 7. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. flint. Gambar 7. besi sulfida.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya.1. besi magnesia. mineral silika.a.

Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam.35 mm tetapi lebih besar dari 0.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler).Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.35 mm.075 mm. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0. sementara pasir sungai sering mengandung koral. Tabel 7. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende . Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials). Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6.

Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. . Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton. Untuk alasan ekonomi. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7.Obsidian Pumis . Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. Untuk batuan krakal yang besar.

. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat.2. Pada saat menarik besi dari cetakan. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi. slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan.Gambar 7. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya.

Ukuran nominal maksimum. berdaya tahan dan kedap air.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No.Ukuran maksimum. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. . Oleh karena itu.36 mm). Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. yaitu : . Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : . Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut. 200 (0. . Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm.Gambar 7. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. . jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama.3 Limbah Pertambangan 7. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. 200 (2.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat .36 mm). . 8 (2.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. 8 (2. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. Walaupun begitu. 7.

dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan.7 Kebersihan Agregat . Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus.35 . 7.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. atau gradasi baik (well graded). diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran.0. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama. sehingga sering juga disebut gradasi menerus.

. 200). Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. Di lapangan. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . Untuk itu. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan).075 mm (No. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan.8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. partikel lunak. 4).75 mm (No.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. 4.

10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. Dan Pipih 7. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik.7. workabilitas dan durabilitas campuran beton . tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. Gambar 7.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. Lonjong. Agregat yang bersudut tajam.

oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi. Jika daya serap agregat sangat tinggi. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. Oleh karena itu. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. Kemampuan agregat untuk menyerap air.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. 7. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. Seperti halnya bentuk partikel. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. 7.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat.12 Sumber Pustaka .

Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. beton tanpa tulangan. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. Teknologi Beton . Penerbit Andi Ofset. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. pra-cetak.53. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. bertulang.1. dan Antoni . agregat halus. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton.1. beton fiber dan lainnya. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. (1986). pra-tekan.4. (2007) 2. dari Material .1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . Oleh Paul Nugraha. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. beton ringan. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. Draft Konsesus ( SKBI.

DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON RINGAN. AGREGAT RINGAN. BETON PRESTRESS. BETON PRACETAK. PRECAST.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. PRESTRESS. BETON SERAT. DAN LAINNYA JENIS BETON . SERAT.

Gambar 6.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Definisi dan Pengertian .1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.

beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. . Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. agregat halus. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton. pasta semen ditambah dengan agregat halus.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C.

85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi.1989:16 ). . fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). Jika tidak memenuhi. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ).tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan.

Gambar 6.4 PB. Perawatan dan. 1980 (Ulasan PB. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. 1989 : 31) dan pasal 3. Kehalusan butir dari semen dan. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. yaitu (1). (4).2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. a) Faktor Air Semen (FAS) . Fakor air semen.1-4 FAKTOR . Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. Metode perancangan. (2). (2). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Untuk kasus ini di Indonesia. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. (3). (3). yaitu (1). 1989 Draft Konsensus.

Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.5.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. dimana A. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . semakin halus butiran semen. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat.5X). semakin rendah mutu kekuatan beton. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. Namun demikian.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram.4 dan maksimum 0.4). Semakin halus butir semen.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. Akan tetapi.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini.3. Pada praktiknya. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. Ada batas-batas dalam hal ini. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. jika sebaliknya maka harus dikurangi. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”.2 sampai 0. hasil penelitian (Abrams. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1.65. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Gambar 6. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. 1942 : 248) pada rasio air semen 0.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. dan B adalah nilai konstanta.

Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. (4). secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. Bentuk dan ukuran. ACI maupun SII. Seperti yang telah dijelaskan. Ketahanan terhadap panas. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. (2). Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. Kekuatan agregat. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. Perbandingan agregat dan semen campuran. tetapi merupakan viscoelastic-solid. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . dan (7). Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). Gaya gesek dalam. (6). hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Gradasi. Reaksi kimia. hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. (5).Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. begitu juga sebaliknya. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. Tekstur permukaan. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. (3). kekuatan tekan. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton.

(2). Portland Cement Association. Metode American Concrete Institute. . Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. 4. (3). Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Department of Engineering.T-151990-03) dan (6). Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton.Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. antara lain : (1). Road Note NO. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. 1942:224). Departemen Pekerjaan Umum (SK. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. British Standard. Cara coba-coba. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. (4). semakin mudah untuk dikerjakan. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . semakin tinggi nilai slump. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. (5). Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton.SNI.

Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. (3). terutama dari sisi kekuatannya. Keadaan permukaan landasan dan (5). Suhu contoh. Latihan 1. (2).c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. (4). Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Cara pembebanan. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. Kadar air. yang terutama disebabkan oleh suhu. Bentuk dan ukuran contoh. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! .

hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu.:1989:27). permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus. antara lain lapisan minyak mineral.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. .Senin. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

T-28-1991-03 .2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.SNI.Gambar 9.

1-6 PENUANGAN ADUKAN .1989:28). Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik.SNI. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. dan keawetannya memenuhi syarat. ketahanan. gerobak dorong. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam).S-19-1990-03. harus sesuai syarat SK. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar.SNI. putarannya sesuai dengan rekomendasi. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. pompa dan tower crane.S-18-1990-03 atau SK. yakni alat angkut manual dan mesin. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. dolak.SNI. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. belt conveyor. Jika menggunakan bahan tambah. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Selain hal-hal diatas. 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai.

balok anak. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. (c).1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. Balok anak. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. Balok anak. balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. (e). Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. Ø Bila diperlukan. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. (2). balok induk. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. Tidak dilakukan penuangan selama . pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. (f). siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Tidak mengurangi kekuatan konstruksi.50 meter. (b). Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli.Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. balok induk. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. (d). Sebelum pengecoran harus dibasahi.

agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Karung . (3). Dengan penundaan selama 2-2.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. Setiap kali penuangan. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. Gambar 9. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan. yaitu: (1).4).5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. Pada Gambar 9. (4). Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga.

Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Jenis-jenis pompa beton antara . Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. (3). Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. (prepacked concrete). campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. (3). kemudian melakukan grouting (grout colodial). Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. (2). Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. Bak khusus. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. kemudian memasukkannya ke dalam air. Beton pra-susun. Grout dibuat dengan mencampur semen. Pengurangan tenaga kerja. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Tremi. Keuntungan cara ini adalah : (1). Katup hydro ( hydro valve) dan (5). (2).(protective sandbag walling). pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. (4). Setelah pintu terbuka. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan.

lain pompa torak. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. tanpa harus menyebabkan bleeding. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. . Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. Gambar 9. Untuk menggunakannya. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. Alat getar ini dibagi menjadi dua.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. Dalam praktik di lapangan. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Dari Gambar 9.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. berarti setting time belum tercapai. alat pemadat mesin harus digunakan. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin.

kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan.1989:29). c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. Perawatan ini dilakukan. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. uap bertekanan atmosferik. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. jidar dan alat-alat perata lainnya. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. kekedapan terhadap air. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. ketahanan terhadap aus. . Alat yang digunakan biasanya ruskam. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. artinya beton telah mengeras. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. mengangkut atau memindahkan beton.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). d) Pemadatan merata. Jika hal ini terjadi. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. serta stabilitas dari dimensi struktur.

Curing Compound tanpa Dye. Tipe I-D. Tipe II. Di pasaran. Pelaksanaan Curing Compound. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. Tipe I. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. b. 3. Menaruh beton segar dalam genangan air. 2. cara produksi. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D).Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. dan c digunakan untuk contoh uji. 2. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. 2. Menaruh beton segar dalam air. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). Curing compound ini . Curing Compound dengan zat berwarna putih. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. 5. penanganan dan pengangkutan. 3. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar.e. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. 4. 6. penuangan. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. 7. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. 3. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. sesuai dengan ASTM C. Cara d. Menyelimuti permukaan beton dengan air. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Non Pigmented Curing Compound).309. Cara a.

melekat dan tidak bergabung. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. dan membentuk selembar film yang kontinyu. tidak selip. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. dengan suhu akhir 40°-55°C. tidak beracun. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan.SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. 1-10 SIFAT . sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. minimal selama umur 7 hari. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. .selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi.

Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. semakin mudah pengerjaannya. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. akan lebih mudah dikerjakan. Semakin plastis beton. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. slump geser dan slump runtuh. Ø Butir maksimum. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. . Ø Jika dihitung. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga.6 untuk berbagai macam faktor. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. langkah percobaan adalah sebagai berikut. Ø Siapkan alat-alat slump. termasuk centong untuk memasukan semen. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton.

Gambar 9. .1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen.6.Gambar 9.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.6.

Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. Menggunakan butir halus lebih banyak. Memberi lebih banyak semen. Pemadatan baik. dan (5). (4). (3). (2). Penggunaan air sesuai dengan syarat. (2). Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. Keempat. dan (4). Sementaraa itu jika.Gambar 9. Ketiga. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. terlalu banyak air. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi.6. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). (3). Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Menggunakan air sesedikit mungkin. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1).3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. Tinggi jatuh diperpendek. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. Pertama. semakin mudah terjadi segregasi. ditinjau dari sisi geologi. campuran kurus atau kurang semen. Kedua. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding.

Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. j) Durabilitas berkurang. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. d) Kesulitan pemadatan. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). c) Setting lebih cepat. pipih serta porous. a) Bahan .berbentuk memanjang. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. kecuali dikehendaki demikian. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . h) Perlu perawatan pada saat setting. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). k) Homogenitas berkurang. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. i) Perlu pendinginan material. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar.

untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. 3. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Plasticity Retarding Agent. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. Ø Air Suhu air. . Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. 1. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. harus diperhatikan. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. maka pada waktu akan digunakan. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. Sebagai tindakan pencegahan. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. terutama yang berada dalam reservoir. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. 2. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. Retarder. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Superplasticizer . tergantung dari jenis semen yang digunakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .4 in (50 .5 in (13 mm) 2 in .b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”. ASTM C.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.5 in (0-38 mm) 0 . agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 . perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9.1. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .2.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.5 in (38 mm) Table 9. Selain itu.100 mm) ± 1.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work). Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.

agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Jika dilaksanakan pada pagi hari. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. .akan membentuk course concrete. sliding form atau slip-form. begitu juga dengan mixer. Ø Data pengecoran. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. alat pemadat. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. Jika dilaksanakan pada siang hari. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). alat angkut. dan alat-alat untuk finishing. Ø Alat angkut. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. sebaiknya diberi pelindung. 1-13 HAL .

Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. bleeding. ketersediaan material (air. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. tangga inspeksi. Ø Alat penerangan. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. meliputi kebersihan tulangan. panjang penyaluran. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). pemberian minyak. dan jumlah. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. alat angkut. metode pemadatan.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). Ø Alat pengecoran. ikatan. kondisi setempat. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. meliputi kekuatan perancah. ketepatan campuran. Ø Kontrol material. yang harus sesuai dengan gambar struktur. agregat. dan kerataan acuan. metode finishing. meliputi alat aduk. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. selimut beton. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. meliputi metode penuangan. alat pemadatan. sambungan. metode perawatan (curing) nantinya. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. dan pembuatan benda uji. PC. . Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). Ø Metode Pelaksanaan. segregasi. meliputi material finishing. dan alat finishing. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). dan atau bahan tambah).

dengan mesin! 6.LATIHAN 1. agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. manual dan (b). Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Pada pengerjaan beton. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Jelaskan tahapan pengadukan (a). Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Mengapa pada pengadukan dengan mesin. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3.

Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Seperti yang disebutkan diatas. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi.15. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. . 1920 (Neville. Jika air yang digunakan sedikit.

S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. Selain dua kriteria utama tersebut. di Inggris dibulatkan menjadi 1. Jika ini terjadi.64 Nilai K di USA adalah 1. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k. Gambar 8.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan. terutama karena akan menimbulkan segregasi. f’c adalah kekuatan tekan rencana.645.65. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi.64. sedangkan di Australia 1.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.1 Kurva Distribusi Normal . Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar.

Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin).64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1.55 Mpa. data-data yang dibutuhkan harus dicari. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini.2. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Pada metode ini. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. . Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. kemudahan pekerjaan.

data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu). serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8. berat jenis agregat.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . data butir nominal agregat yang akan digunakan.Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana.

m=1. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.5 4.5 3.5<sd6.5 .b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5 5.5 2.5<sd6.5 5.5<sd4.5<sd3.5 6. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5<sd8.64*Sd.5<sd5.5 3. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu.5<sd5.5 4. Tabel 8. 2.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4. f’cr=m+f’c 1.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5<sd4.5<sd7.

tendon.3 Tabel 8.4 25. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.4 25.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25.6 101.4 25.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.6 76. sumuran. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil. bundle bar. Slump ditentukan jika tidak dapat.4 25.8 25. dan butir maksimum agregat 1.2 101. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan.2 2.2 50.2 76. jika tidak diambil dari Tabel 8.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25. data diambil dari tabel 8.3 Ukuran Maksimum Agregat .Ø Tetapkan nilai slump.

4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum. mm 62.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.Dimensi Minimum.4 Tabel 8. .5 150 300 750 Balok/kolom 12.

Keterangan: a. c. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1. Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76.5 in (40 mm).4 mm). Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1.2 mm) atau 6 inch mm (152. Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch).1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. harga- . b.5 inch (38.

Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. fineness modulus pasir 2. Semen 3. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. Slump 12 cm. Agregat kasar 2. Dalam bayak hal. prosentase udara yang diharapkan pada 1. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. e. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar.7. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah.8 cm. Bj.15 . Bj. d. seperti ACI 201. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. berat volume agregat kasar 1. Bj.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. agregat halus 2. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan.45. dan 302.68. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan.6.5 in.1 akan tetapi. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. f. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. g. 345. . ukuran gradasi maksimum 3. 318. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan.

sumber asal lokasi material. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). pengujian bahan. truk. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. pengadukan. ukuran. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. perancangan komposisi.al. Semakin tinggi variasinya. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. 1994). a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. (Edward et. bergantung pada populasinya. mobil angkut. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. stockpile (penimbunan material). batch. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. atau beltconveyor. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. . perawatan dan pengujian beton keras. Menurut aturan statistik. pengambilan contoh uji (sampel). meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). pengambilan contoh uji beton segar.

SNI.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. lentur tergantung kebutuhannya. misalnya harus kedap air. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK.SNI. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.SNI. geser. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.S18-1990-03. air dan agregat sebagai bahan bangunan.SNI. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI.SNI. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. . pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium.SNI.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis.SNI. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal. air.SNI. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK.SNI. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen. SK. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. tahan sulfat.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida.

SNI.SNI.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK.1 .M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.SNI. SK.SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK. SK. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.

172 C.122 C.3665 E.345 .1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.105 E.ASTM Deskripsi Standar d C.75 D.823 D.702 C.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.141 D.

Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. padat. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. antara lain dipengaruhi oleh. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. pengujian dan evaluasi penerimaan.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias.

berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium.1 untuk pekerjaan beton yang besar. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7.e) Staff f) Peralatan pengujian. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. . Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya.

Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN . Harga.

Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. 2954.1R-8. finely devided mineral dan miscellaneous. 1963. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 1971.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944.Ganbar 7. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar.212. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. . 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212. water reducer and set-controlling. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. air-entraining.

Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. b) Memodifikasi Beton Keras. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Mengurangi segregasi. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi.Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengurangi kapilaritas dari air. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang.garam sulfat. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . kuat lentur atau kuat geser dari beton).

53. tipe dan lama pengadukan. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. sehingga kadang . jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah.1. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. C. ASTM.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). tipe dan gradasi agregat. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI.kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja . atau ACI.4. Selain itu.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29).

5. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. · Asam amino dan turunannya.Reducing Admixtures” Water . Water . klorida.Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Bryant. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. 3. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. polisakarin dan gula asam. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . 4. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. 1989:12). Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. 2. garam-garam. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. barak. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. · Karbonhidrat. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. .. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. 1994:494-495). posfat. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat.

Larutan campuran organik. ketahanan terhadap perubahan volume. turunan melamic. kandungan air. susut pada saat pengeringan. seperti eter. bromida. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. laju pengerasan. Larutan garam organik. Secara umum. hidrokarbon-sulfat. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. silikon. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. (2). Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . penggunaan semen yang lebih banyak. (3). Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. naptan. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. karbonat. Berdasarkan hal tersebut.· Campuran polimer. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). Material miscellaneous. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. konsistensi. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. kekuatan tekan dan lentur. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. penggunaan bahan air dan agregat yang panas.

atau udara. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Ø Tipe F ”Water Reducing. Perubahan kandungan air. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. atau udara. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. High Range Admixture” . harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Jadi.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. atau semen. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Jadi. atau semen. Perubahan kandungan air.

karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. sebanyak 12% atau lebih. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. sebanyak 12% atau lebih. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . dan silica fume. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan.005%. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. Ø Tipe G ”Water Reducing. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. slag.Water Reducing. Pada saat ini. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). (2). fly ash.

minimum % Trioksida Sulfur (SO3).0^ 6.0 Oksida Besi (Fe2O3).0 Kadar Air.618 (ASTM. . 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya.0 50. maksimum % 3. (ASTM. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. misalnya dengan mencelupkannya dalam air. maksimum % 5. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.1. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C.0 5.0 Kehilangan Panas. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus.0 3.Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. 1982).989. Tabel 5. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. Definisi slag dalam ASTM. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan. maksimum % 6.618-95:305). Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. C.

2. 6. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. untuk kolom struktur atau dinding. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. kandungan kaca dalam slag. 5.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0.34 dan 0. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. 2. 7. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. 4. Mengurangi porositas dan serangan klorida. Mengurangi serangan alkah-silika. 1994: 505). dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). misalnya. Komposisi Kimia Silica Fume . Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. 1987:124-129). 8.1. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. Tabel 5.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. 3. 1240. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . et al. geser. 9.C. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. kehalusan.

Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. apakah .2. ACI Material Journal. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. semen slag.3 Sumbe: Yogendran. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM.20 .00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7. Maret/April.0.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2. tetapi ada yang berbentuk serbuk.008 K2O 0. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0. et al. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat.10-0. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.10-0.30 MgO 0.10 Na2O 0.. 1987:125 Selain dari Tabel 5.C. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis.1 Lolos ayakan No. 99.1240.02 Raa-rata ukuran partikel.. u. 0.50 CaO 0. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.10-0.20 MnO 0.m. lapisan-lapisan atau gumpalan.325 dala.15 Al2O3 0. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair. fly ash. Semakin halus ukuran agregat.

juga derajat agitasi campuran. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1). efek beku-cair. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. terdiri dari butiran-butiran yang halus. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton.45 dalam perbandingan berat. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15.3 sampai 0. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. kekuatan dan harga dari beton tersebut.9 MPa) atau lebih. . Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. seperti sifat plastisnya. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. dan (2) agregat metalik.4 mm) atau kurang.000 psi = 6. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut.500 Psi atau lebih.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. dan lainnya. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. sesaat setelah pencampuran. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton.000 psi (1. Untuk memperkeras permukaan beton. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut.

Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. Atas pennintaan pembeli/pemakai. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). misalnya oker atau umber (pewama coklat). . Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Cara ini merupakan cara yang terbaik. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Untuk mengatasinya.494. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. 2. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer.

maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Ø Analisis infra-red. Atas permintaan pembeli/pemakai. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . Latihan 1. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%.3. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Ø Residu pengeringan di dalam oven. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4.494.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful