Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

4. keramik. Batuan ini disebut dengan batu gunung.2. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. pembekuan. genteng. sehingga menjadi bahan yang keras. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. yang akhirnya dikemas. licin dan bersifat sebagai isolator. dalam proses berikutnya. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. yaitu genteng dari bahan beton. ME. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. isolator dan lain-lain. ada beberapa macam genteng. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. aliran air sungai yang membawa batuan . Batuan 2. 3. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. sehingga menjadi produk setengah jadi.1. 2. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan.. serisit. kaca.2. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. Keras dengan bentuk yang bagus. bambu dan tanah. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. hingga menjadi produk jadi. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. pelapis dinding. silikat (kuarsa. siap untuk dijual. ukuran 2. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. Dalam proses pembakaran. Ir. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. kepadatannya tidak rata. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. Kardiyono Tjokrodimulyo. (1995).

Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. tanpa harus melalui proses pabrik. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. Batuan kapur b. onix dan lain-lain. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. dalam arti tidak getas. yaitu : . Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. batuan in idisebut batuan metamorfose. 2.2. granit. Sebagai bahan pengikat. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a.a.2. 3. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. 2. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1. Mudah dikerjakan.

Dari proses tersebut. (OH2) + CO2 Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya.O) yang diperoleh.CO3. Kapur udara. Kapur tohor (Ca. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida.O + CO2 Ca. Proses ini menghasilkan Ca.CO3 Ca. hingga karbon dioksidanya keluar. 2. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. . biasa disebut dengan quick lime. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. kalsium oksida (Ca. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca.1.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain.O). Kapur dari hasil pembakaran ini. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. jenis kapur dan sebagainya. O + H2O Ca. baik di dalam air maupun di udara. (OH2) + panas Ca. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca.CO3). (OH2) atau kalsium hidroksida. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. yang menghasilkan kalsium hidroksida. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama. Proses kimia dari pemanasan Ca.O atau kapurnya saja yang tertinggal. 3. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih.

mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. potasium. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. bahkan bening. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur.002 atau 0. 2. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. berwarna hijau muda atau kuning. Sepentine merupakan silikat magnesium. coklat dan hitam. sebagai kristal berwarna hijau. sehingga mengkilap. felspar. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. berwarna merah. aluminium dengan kapur dan potasium.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. biru. 3. 4. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz.b. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. putih. bonblende dan mika. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. umumnya sangat keras. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. serta mudah dipisahkan.2 dari beratnya. hijau. kuning. dan kemampuan serap air merupakan 0. merah jambu. biasanya merupakan butiran kristal. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. merah jambu. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. 2. Felspar yaitu kombinasi silikat. dengan variasi besi. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. pelapis dinding . dan kalsium oksida. hitam dan coklat.

Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. atau sesuai dengan ukuran pemesan. 2. atau ornamen lainnya. menjadi batu gamping. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm.bagian luar maupun dalam. atau karena proses pemecahan. d. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. dengan warna putih salju. dan pelapis dinding. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. kuning. Bantuan kapur. baik yang berasal dari alam.75 % dari beratnya. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. merah jambu. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm.3. Pada butiran-butiran kecil. atau untuk sebagai plesteran dinding. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. b. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. atau sebagai bahan finishing bangunan. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. Sedang bantuan metamorfose.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. 2. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding.3. c. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. digunakan untuk struktur pondasi. yaitu marmer. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. dinding penahan dan lain-lainnya. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Sumber-sumber : . dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. sebagai bahan bangunan antara lain : a.

UGM. 1994 Senin. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. 4. Pengetahuan Teknik Bangunan. “Bahan Bangunan”. “Material of Construktion”. 2. Daryanto. 1984. 2. 5.1. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Ir. ME. Bagian-bagian kayu .3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. Rineka Cipta. 4th edition. 1995. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. Drs. 1985. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . 3. Kardiyono Tjokrodimulyo. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. Smith & Andres. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Direktorat Bahan Bangunan.

3. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. 1. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. 2. kasau . termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok.

2. tiang 6. peran dinding 4. bantalan 8. palang 7. ambang jendela 11. tiang sudut 9. tambahan kasau miring 3. kuda-kuda penopang 10. balok loteng 5. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu .

amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting. yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. Untu menampung gaya (H). maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik.berat bahan penutup atap : . Reng.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm .Akibat gaya terpusat P. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. . C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut.

kasau 11.0 m sirap 2-2. gording 10. . Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut.. anak kuda-kuda 13. reng ¾ dengan jarak 35 cm. balok bubungan 7.(8/12) 5. batang tekan / schoor ( 6/12). 6. Gording. batang tarik.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. ring balok 14. balok sambungan kuda . batang penggantung ( 6/12). 3. papan bubungan 8.genteng beton.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. kaki kuda-kuda ( 6/12).5 m genteng biasa 1. (8/12). balok/alas kuda-kuda ( 6/12). Jarak gording untuk genteng beton 1. karpus 9. reng 12.(8/12) (8/15) 4. 1.5-2. (8/15) 3.8-1. dinding 15.5 asbes gelombang 0. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda. (8/12). 2. (8/15) 2. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm. Kasau.

Blok plan. Rencana Atap. yaitu tampak bangunan dari atas 2. detail atap atau kuda-kuda.Detail Konstruksi Atap. 3. . Untuk lebih jelasnya. Untuk gambar kerja. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. Rencana kuda-kuda. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. 4. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap.

lantai parket dan furnitur) adalah jati. kusen. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. merbau. nyatoh. . tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur.4. sering dipakai sebagai rangka atap saja. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. Ada sejenis kayu yang sangat keras. dan kamper. yakni kayu ulin. meranti. Saking kerasnya. Selain itu. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. daun pintujendela. bayam. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi.

Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. 5. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Bahkan. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. sekecil apa pun. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. dan memberi perhatian yang selayaknya. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. membasahi rangka atap. Tinggal bagaimana cara kita merawat. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. . memperlakukan. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Jangan biarkan kebocoran. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu.

Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4. tidak berbau dan tidak berasa. sekecil apa pun serangan itu.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. Selain itu . Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. Senin. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . Gambar 4.1. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya .1. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer.

2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Dalam praktik. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh.37 5 dari berat semen. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan .65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. misalnya selama susut pengeringan. b. Perilaku sebenarnya masih diselidiki.00) terjadi didalam ball mill. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. tidak saja untuk hidrasi semen. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . sering disebut air yang diserap. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable).2 Prosen Penjernihan Air 6. Gambar 4. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0. a. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Air yang diambil oleh pori gel. Dihitung dari komposisi mineral semen. Air harus selalu ada dalam beton cair. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC.

Ukuran agregat maksimum. Bentuk butir. Makin banyak silt. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar.) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. d. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama.3 Jumlah Air. Regangan akibat beban. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. 2. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan .dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. semen) yang digunakan . tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. tekanan uap akan berkurang. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). yaitu rangkak (creep). e. Kotoran dalam agregat. c. Gradasi agregat. c. d. . namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. Ini bias disebabkan oleh : 1. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. b. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. 6.

dan warna. air laut untuk campuran beton ?. Bolehkah memakai air sumur. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. misalnya pengaruh jangka panjang. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Untuk lebih teliti.4 Syarat Kimia Air. Tetapi untuk beton bertulang. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. 6. Yang dipertanyakan dengan air suling. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton.6. Bila masih diragukan. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. . air sungai. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton.

Gambar 6. Kotoran .1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. tanah liat.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. e. Bercak-bercak pada permukaan beton. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat .1 berikut : Tabel 6. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. b.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. d. antara lain : a. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt.

00 Sumber : PBI 1988.000 PH tidak kurang 3.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96.5% air murni dan 3. kadarnya sekitar 35.5 %). Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6. gas-gas terlarut.000 400 ppm untuk Ca.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0.Mn.Sn 500 500 Asam inorganis 10. 6. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. Zn.5% air murni.7 Air Limbah Sanitasi .5% material lainnya seperti garam-garaman. Bila air bersih tidak tersebia.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.000 ppm ( 3.Cu. Ada resiko korosi pada tulangan. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating. Air laut banyak mengandung garam . Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). Gambar 6. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa.

Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. 6. Air limbah Sanitasi 6.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. Gula dalam kadar 0. 6. Gambar 6. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0.3 .1. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis. pabrik limun.9 Air Gula Air yang mengandung 0. Pengikatan umumnya bertambah cepat. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. Dari totoal benda padat. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %.0. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. pabrik kertas.15 % gula terhadap berat semen. umumnya memperlambat pengikatan semen. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. pabrik cat. Air limbah dari penyamakan .20 % berat semen.

Oleh Paul Nugraha. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. Teknologi Beton . bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Apabila ada keraguan tentang air . Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. dari Material . Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a.13 Sumber Pustaka 1. 6. Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. c. Penerbit Andi Ofset. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain.beton. Minyak mineral (petroleum). dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes.12 Persyaratan Air untuk campuran beton. 6. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. (1986). Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. garam-garam. Senin. dan Antoni . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. 03 Agustus 2009 AIR . b. (2007) 2. 6.

SO4-. Mg++. Udara terdiri dari komponen . asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Cl-. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. situ. Disamping itu air tanah . c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. telaga. Pada kadar yang lebih rendah.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen.sumber air. Air laut umumnya mengandung 3.8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . HCO3-. Garam . NO3-). Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. air laut maupun air imbah. Syarat umum air. kolam. Sayangnya. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-. Kemurnian air ini sangat tinggi. Bahan. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . dan lainnya).3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER .5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). danau. nitrogen dan karbon dioksida. Pemilihan pemakaian air.MODUL PERTEMUAN KE . Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. Al. F dan Se. B.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. Mn.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Syarat mutu air menurut British Standard (BS.gas serta uap dari udara ke bumi. Na+. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. Sumber . sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. terdapat juga unsur Fe.

gas serta bahan .unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4. atau pra tekan.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya.beton mutu tinggi. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. Air rawa .6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.1. megadung 2000 . kaerana batang . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton .bahan organik seperti CO2.000 mg garam per liter (3 % .1 Unsur .000 .juga menyerap gas .5000 mg garam perliter.bahan organic dan mineral .6 Sumber : Concrete Technology and Practice . dan NH3. Air didaerah pantai.10000 mg garam perliter. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 .36.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. Air denga akadar garam sedang. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai.30000 mg perliter. air genangan dan air reservoir.3. air danau dan situ. membawa serta bahan . H2S. asal tidak tercemar oleh air buangan industri.mineral.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. Unsur . e) Air Laut Air laut mengandung 30. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. memiliki kadar garam sekitar 20000 .

Untuk perlindunganterhadap korosi. tidak boleh mengandung minyak.89:2-2). konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. alkali. bahan bersemen. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318.2. .1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. asam. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. agreagat.

45 0.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0. . kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.45 Kadar Semen Minimum. atau airsiraman dari sumber .39 harus dipenuhi. Tebal miminum tersebut rata .06 0. air laut.50 0.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.1 (a) PB (draft) 1989:21.sumber tersebut.3 dan 3.rata adalah sekitar 50 mm.5.Tabel 3. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .00 0.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.15 1.50 0.

kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.65 0. hujan yang lebat dan keras. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.55 0.65 0.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif. Sedang = Terlindung dari hujan deras.Tabel 3. pergantian antara basah dan kering.5. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4. Kandungan garam .45 0.55 0. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air .65 0. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal.45 Kadar Semen Minimum.45 0.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. Beton = Terbuka terhadap air laut.55 0. airpayau.

5328 76. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3. Tabel 3. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar.pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.5. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter.

00 10000 > 2.45 0.3 dan 3. Tabel 4..2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.20 1500 0. % dari massa Sedang 0.1500 V 2.5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22. 0. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.10 .5.20 .(f’ c.10 150 Mpa) 25 0.150 II + 0.0 an .

0nilai npH diatas 7. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan.00). Konsentrasi garam. natrium. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.00 menyatakan nilai kesamaan. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. Gabungan ion . Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton. Kadang . 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million).kadang gramedia.Garam Anorganik Ion . Garam . kalium.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7. NA2SO4.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. .garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan.3148 . Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling.80) a) Garam . magnesium.00 harus dihindarkan. Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3.

Lanau dan Bahan .2 % dari berat semen. .Zat Organik. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. bahkan menjadi buruk.5 % dari berat semen. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0.bak penampungan sebelum digunakan.Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. berbau tidak sedap dan mengandung butir . Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung .d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak . asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari. Gula sebanyak 0. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. Air yang berwarna tua. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran. h) Zat . Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton.gelembung udara dalam beton. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .

Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. amonium.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. b) Kuat tekan rata .zat yang menyusut. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. Jadi. magnesium. klorida. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. pH. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. minyak dan lemak. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. karbondioksida. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. b) Magnesium (Mg++) . Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. yang diendapkan sebagai (BaSO4). zat .

meter). f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. h) Zat . Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). LATIHAN . d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg).ether. Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit.

apa yang sebaiknya dilakukan? 4. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2.prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE .Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . seorang ahli taman dari Prancis. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan .Monier. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. 1985:2-3). Sebutkan dan jelaskan sumber . bahkan mungkin sebelum itu (Nawy. F.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. Pada tahun 1850.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. J. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori . J.L. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. Kelebihan dan kekurangan beton. Pada tahun 1886. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. Deskripsi beton. Kinerja beton. Pada tahun 1801.1.

Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). masing .LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien.dan perancangan struktur beton.masing komponen. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan .bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik).peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. Australian Concrete Committee. dan British Concrete Institude.struktur beton yang sangat khas (Nawy. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. DPU . agregat halus. Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.bahan penyusun beton). Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur .SNI T-15-1990-03:1).P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . Lake Point Tower di Chicago. agregat kasar dan air. American Concrete Institute. C. Di Indonesia sendiri. 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . Marina Tower. air dan bahan tambah (admixture atau additive). Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. agregat kasar. . agregat halus. Dengan demikian.A. terbentuklah German Committee Reinforce Concrete.standar yang berlaku.

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

p. . penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin. Gambar 1.3).3. Concrete and Concrete . Karena biaya semen besar.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin.namun demikian. Jadi. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen.32) Gambar 1. perumhan dan beton mutu tinggi. Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. mengingat mahalnya harga semen. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. Berdasarkan kategori rumah tinggal. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR).2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. maka untuk pekerjaan berskala besar. begitu juga sebaliknya.Making Materials.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.

walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil. p. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1.81 0.87 0. London. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas. p. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.Making Materials.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.20 34.77 0.10 26.00 24.00 15. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.544) . 1981.50 36.91 0.76 0. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton.10 50.30 0. Tabel 1.Gambar 1. Part 116 pada umur 28 hari. Concrete and Concrete .20 20.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.94 0.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a. Pitman Publishing.96 (Sumber: Neville.92 0.70 44.87 0.2 (menurut standar ISO).1 dan Tabel 1.91 0.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .50 40.

rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1. 1995. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras. 1991 pasal 4. sedangkan menurut K. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1.1) (1.Tabel 1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. 1881. Beton . Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft).2) (1.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1. London.3. (1.1.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . c. Day.1 dan 1. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma. E & FN SPON. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan.25.2.3) b. LPMB. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”.W. beton akan mengalami pembebanan. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.1977) Menurut BS. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja.

menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis.4 (Nawy. Gambar 1. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. 1985:49). Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. 1985:49). Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. (Nawy. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). . Umumnya. Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. Jika dihalangi secara merata.

dan kandungan mineral dlam agreagat). Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. Ø Nilai tegangan. 1985:50). Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton.2 dan 0.tetapi berkisar antar 0. Seperti halnya susut. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). . Ø Lama pembebanan.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c).faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. kualitas adaukan. kondisilingkungan. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. ukuran benda uji atau elemen struktur. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. Demikina pula. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. Ø Nilai slump (slump test). Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). jeis semen. 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. Pada umumnya. Faktor . Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi.

Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . perancangan beton . pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. penasehat dan pelaksana. Setelah nilai masing . Perencana harus mengambil contoh . pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan .masing bahan tersebut diperoleh.Gambar 1.contoh material yang akan digunakan.5 (Gideon 1994:2).ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. Berdsarkan bagan dia tas.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam.sifat bahan yang akan diuji terwakili.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat .

pelasksnaan pengecoran.metode yang dikenal. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Selama massa pengangkutan. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu.6 . Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. Dari concrete plant. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Yakni tempat pengecorannya. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Di Indonesia. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). pemadatan. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea).

5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4.Gambar 1. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5.

1 berikut ini. Tabel 5.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin. sifat kimia.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Gradasi Sifat fisik. Dengan agregat yang baik . Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. kekerasan. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : .7. ketahanan (durability) 5.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5. Tekstur.

35 mm. karbon. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. d. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c.1. sulfat. oksida besi dan mineral tanah liat. besi magnesia.a.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. Tabel 7. batu kapur. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. granit.35 mm atau 3/16 ‘. flint. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. Gambar 7. mineral silika. basalt. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. Minerologi Menurut ASTM C294. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars.2 berikut ini. gabbro. besi sulfida. Batuan / Agregat . b.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya.

Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende .075 mm.35 mm tetapi lebih besar dari 0. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Tabel 7. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler).35 mm. sementara pasir sungai sering mengandung koral. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0.

Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. . Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7.Obsidian Pumis . Untuk batuan krakal yang besar. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. Untuk alasan ekonomi. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya.

Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Pada saat menarik besi dari cetakan. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi.Gambar 7. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru.2. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. . slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin.

Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. Oleh karena itu. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat . Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. berdaya tahan dan kedap air. Walaupun begitu.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. . Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. 200 (0.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut. jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama.Ukuran maksimum. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : .Gambar 7.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. 200 (2.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. 8 (2. 7.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. .Ukuran nominal maksimum.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat.3 Limbah Pertambangan 7. yaitu : . . 8 (2.36 mm). .36 mm). Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm.

45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi.7 Kebersihan Agregat . dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama.35 . 7. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan. atau gradasi baik (well graded). b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran. sehingga sering juga disebut gradasi menerus. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat.0. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0.

Di lapangan. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). Untuk itu. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan).75 mm (No. 200). Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) .8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. 4). Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. 4. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. partikel lunak. .075 mm (No.

Gambar 7.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. workabilitas dan durabilitas campuran beton .9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. Dan Pipih 7. Lonjong.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan.7. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. Agregat yang bersudut tajam. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan.

Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi.12 Sumber Pustaka . Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. 7. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. Oleh karena itu. Seperti halnya bentuk partikel. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. Kemampuan agregat untuk menyerap air. 7. Jika daya serap agregat sangat tinggi.

beton ringan. pra-cetak. bertulang. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6.4. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. agregat halus. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton.53. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi.1. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. pra-tekan. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. dan Antoni . 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988.1. beton fiber dan lainnya. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. dari Material . Penerbit Andi Ofset. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. Teknologi Beton . beton tanpa tulangan. Draft Konsesus ( SKBI. Oleh Paul Nugraha. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. (2007) 2. (1986).

BETON SERAT. PRESTRESS. SERAT. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON PRACETAK. BETON PRESTRESS. BETON RINGAN.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. AGREGAT RINGAN. PRECAST. DAN LAINNYA JENIS BETON .

Gambar 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Definisi dan Pengertian .

elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. pasta semen ditambah dengan agregat halus. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. . agregat halus.

Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ).1989:16 ). Jika tidak memenuhi. f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku.tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. . sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan.

Metode perancangan.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. (4).1-4 FAKTOR . (2).2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. 1989 : 31) dan pasal 3. Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. 1989 Draft Konsensus. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. Kehalusan butir dari semen dan. 1980 (Ulasan PB. Perawatan dan. yaitu (1). yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. (2).FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. Untuk kasus ini di Indonesia. (3). yaitu (1). Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. (3). Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. Fakor air semen. Proporsi bahan-bahan penyusunnya.4 PB. a) Faktor Air Semen (FAS) . Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. Gambar 6.

Gambar 6.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. Ada batas-batas dalam hal ini. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. jika sebaliknya maka harus dikurangi.65. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat.4 dan maksimum 0.2 sampai 0. semakin halus butiran semen. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. hasil penelitian (Abrams.3. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0. dan B adalah nilai konstanta.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.5X). Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. Pada praktiknya. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . Namun demikian. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). semakin rendah mutu kekuatan beton. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON .4). Menurut Talbot dan Richard (Ilsley. Akan tetapi. dimana A.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. Semakin halus butir semen.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6.5.

susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. Ketahanan terhadap panas. (3).Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. Tekstur permukaan. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. (5). Bentuk dan ukuran. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. kekuatan tekan. Perbandingan agregat dan semen campuran. tetapi merupakan viscoelastic-solid. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. ACI maupun SII. dan (7). kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). Reaksi kimia. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. (6). proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. begitu juga sebaliknya. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. Kekuatan agregat. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Gradasi. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. (2). Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . Gaya gesek dalam. Seperti yang telah dijelaskan. (4). Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton.

dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. (5). (3). (4). Road Note NO. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi.T-151990-03) dan (6).SNI. Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton.Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. Cara coba-coba. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. 1942:224). 4. Portland Cement Association. Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. (2). Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Department of Engineering. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. . Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . semakin mudah untuk dikerjakan. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. antara lain : (1). Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Departemen Pekerjaan Umum (SK. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. British Standard. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. semakin tinggi nilai slump. Metode American Concrete Institute. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis.

(2). yang terutama disebabkan oleh suhu. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. terutama dari sisi kekuatannya. (3). Cara pembebanan. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. (4). Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Suhu contoh. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Bentuk dan ukuran contoh. Kadar air. Keadaan permukaan landasan dan (5). Latihan 1.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan.

14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. antara lain lapisan minyak mineral. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu.:1989:27).Senin. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. . d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE .

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.SNI.T-28-1991-03 .1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.Gambar 9.

harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. ketahanan. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. Jika menggunakan bahan tambah. harus sesuai syarat SK.S-19-1990-03. pompa dan tower crane. gerobak dorong.1989:28).SNI.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. belt conveyor.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh.SNI. yakni alat angkut manual dan mesin. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . dan keawetannya memenuhi syarat. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar.SNI.S-18-1990-03 atau SK. putarannya sesuai dengan rekomendasi. dolak. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. Selain hal-hal diatas. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil.

balok induk. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Balok anak. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. balok induk. Tidak dilakukan penuangan selama . Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. (2). balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB.1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. (b). (e). kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. (d).Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Balok anak. Sebelum pengecoran harus dibasahi. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Ø Bila diperlukan. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. (c).50 meter. balok anak. (f). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton.

Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. (3). (4). Karung .4).terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. yaitu: (1). Gambar 9. Pada Gambar 9. Dengan penundaan selama 2-2. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. Setiap kali penuangan. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9.

Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. kemudian memasukkannya ke dalam air. kemudian melakukan grouting (grout colodial). (2). bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. (3). Cara pengerjaannya sama dengan tremi. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar.(protective sandbag walling). Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Jenis-jenis pompa beton antara . Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. (4). (prepacked concrete). Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Tremi. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Beton pra-susun. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. (2). Keuntungan cara ini adalah : (1). Pengurangan tenaga kerja. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder. Grout dibuat dengan mencampur semen. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Bak khusus. Setelah pintu terbuka. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. (3). Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan.

. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. berarti setting time belum tercapai. alat pemadat mesin harus digunakan. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Untuk menggunakannya. Gambar 9. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Alat getar ini dibagi menjadi dua. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm.lain pompa torak. Dalam praktik di lapangan. Dari Gambar 9. tanpa harus menyebabkan bleeding. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton.

b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. jidar dan alat-alat perata lainnya. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. mengangkut atau memindahkan beton. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. ketahanan terhadap aus. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. Alat yang digunakan biasanya ruskam. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. d) Pemadatan merata. serta stabilitas dari dimensi struktur. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. Perawatan ini dilakukan. kekedapan terhadap air. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab.1989:29). Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. . agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. uap bertekanan atmosferik. Jika hal ini terjadi. artinya beton telah mengeras.

Curing Compound dengan zat berwarna putih. penuangan. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. 4. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Di pasaran. 2. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan.309. Curing Compound tanpa Dye. b. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. Curing compound ini . perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. 6. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. 3. Tipe I. 3. Cara a. Menaruh beton segar dalam genangan air. Menaruh beton segar dalam air. 2. sesuai dengan ASTM C. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. Non Pigmented Curing Compound). f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. 3. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. 7. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. dan c digunakan untuk contoh uji. Tipe I-D. Pelaksanaan Curing Compound. 2. Tipe II. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Cara d. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama.e. Menyelimuti permukaan beton dengan air. cara produksi. penanganan dan pengangkutan. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). 5. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). Menyirami permukaan beton secara kontinyu.

tidak beracun. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. . agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). tidak selip. melekat dan tidak bergabung. dan membentuk selembar film yang kontinyu. minimal selama umur 7 hari. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. dengan suhu akhir 40°-55°C. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. 1-10 SIFAT .SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time).

Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. termasuk centong untuk memasukan semen. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Semakin plastis beton. slump geser dan slump runtuh. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Ø Siapkan alat-alat slump. langkah percobaan adalah sebagai berikut. . Ø Jika dihitung. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ø Butir maksimum. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. akan lebih mudah dikerjakan. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi.6 untuk berbagai macam faktor. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. semakin mudah pengerjaannya. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali.

6.6. Gambar 9.1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen. .Gambar 9.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.

(4). Memberi lebih banyak semen.3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. semakin mudah terjadi segregasi. (2). Menggunakan air sesedikit mungkin. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. dan (5). (2). Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. dan (4). Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. Menggunakan butir halus lebih banyak. Sementaraa itu jika. Ketiga. Kedua. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal.Gambar 9. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. (3). batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . Keempat. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. campuran kurus atau kurang semen. Penggunaan air sesuai dengan syarat. Pemadatan baik. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. Pertama. c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. (3). yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance).6. terlalu banyak air. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. ditinjau dari sisi geologi. Tinggi jatuh diperpendek.

Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. i) Perlu pendinginan material.berbentuk memanjang. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. kecuali dikehendaki demikian. c) Setting lebih cepat. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. a) Bahan . Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. d) Kesulitan pemadatan. j) Durabilitas berkurang. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. k) Homogenitas berkurang.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. pipih serta porous. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). h) Perlu perawatan pada saat setting. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat.

akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Superplasticizer . Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. 3. Sebagai tindakan pencegahan. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. 2. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. harus diperhatikan. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. tergantung dari jenis semen yang digunakan. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. Retarder. terutama yang berada dalam reservoir. . warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Ø Air Suhu air. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. 1. Plasticity Retarding Agent. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. maka pada waktu akan digunakan. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit.

Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work).1. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.5 in (38 mm) Table 9.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.5 in (13 mm) 2 in .2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.4 in (50 . agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.5 in (0-38 mm) 0 .5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran. Selain itu.2.100 mm) ± 1. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang . Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak. ASTM C.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .

Jika dilaksanakan pada siang hari. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. begitu juga dengan mixer. Jika dilaksanakan pada pagi hari. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. Ø Data pengecoran. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. sebaiknya diberi pelindung. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. dan alat-alat untuk finishing. . Ø Alat angkut. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. alat angkut. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). sliding form atau slip-form. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. 1-13 HAL . a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. alat pemadat.akan membentuk course concrete.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete).

meliputi alat aduk. ketepatan campuran. Ø Alat penerangan. sambungan. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. bleeding. dan atau bahan tambah). Ø Alat pengecoran. Ø Metode Pelaksanaan. Ø Kontrol material. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. PC. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. selimut beton. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. . metode pemadatan. meliputi material finishing. panjang penyaluran. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). alat pemadatan. dan jumlah. segregasi. metode finishing. meliputi kekuatan perancah. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. alat angkut. meliputi kebersihan tulangan. dan pembuatan benda uji. ikatan. agregat. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). pemberian minyak. yang harus sesuai dengan gambar struktur. metode perawatan (curing) nantinya. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. tangga inspeksi. dan alat finishing. ketersediaan material (air. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. meliputi metode penuangan.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. kondisi setempat. dan kerataan acuan.

LATIHAN 1. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. campuran masih harus diaduk selama minimal 1.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Jelaskan tahapan pengadukan (a). Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. dengan mesin! 6. manual dan (b). Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Pada pengerjaan beton. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. Mengapa pada pengadukan dengan mesin. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11.

Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini.15. . 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. 1920 (Neville. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. Jika air yang digunakan sedikit. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. Seperti yang disebutkan diatas.

s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium. di Inggris dibulatkan menjadi 1. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. sedangkan di Australia 1. Selain dua kriteria utama tersebut. Jika ini terjadi.1 Kurva Distribusi Normal . terutama karena akan menimbulkan segregasi.645.64. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan.64 Nilai K di USA adalah 1. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan.65. f’c adalah kekuatan tekan rencana. Gambar 8. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1.

Pada metode ini. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi.2.55 Mpa. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. kemudahan pekerjaan. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. . Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8. input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability).64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . data-data yang dibutuhkan harus dicari. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan.

2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu). berat jenis agregat.Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana. data butir nominal agregat yang akan digunakan.

5 4.5<sd5.5 .5 5. Tabel 8.5 2.5<sd3.5<sd7.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5 5. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.5<sd4. m=1.5<sd4.5<sd5.5<sd6.5 4.5 3.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan. f’cr=m+f’c 1.5 6.5<sd6.5<sd8.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.64*Sd.5 3. 2.

2 101.2 50.3 Tabel 8.4 25.6 76.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25. Slump ditentukan jika tidak dapat.4 25. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.Ø Tetapkan nilai slump.4 25. sumuran.4 25.2 76. data diambil dari tabel 8.2 2. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8. bundle bar.3 Ukuran Maksimum Agregat .4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76. jika tidak diambil dari Tabel 8. dan butir maksimum agregat 1.8 25.6 101.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25. tendon.

5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.5 150 300 750 Balok/kolom 12.Dimensi Minimum.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum. mm 62. .4 Tabel 8.

4 mm).Keterangan: a. Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch). harga- .1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1.5 in (40 mm). c. Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76.2 mm) atau 6 inch mm (152.5 inch (38. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi. b.

Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. berat volume agregat kasar 1. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1.45. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. ukuran gradasi maksimum 3. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. e. Slump 12 cm.1 akan tetapi. fineness modulus pasir 2. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan.6. 318. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah.15 . agregat halus 2. prosentase udara yang diharapkan pada 1. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. Bj. dan 302. Dalam bayak hal. d.5 in. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. f. Bj. . Bj.8 cm. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. seperti ACI 201. g.68. Agregat kasar 2.7. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. Semen 3. 345.

pengambilan contoh uji beton segar.al. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. (Edward et. bergantung pada populasinya. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. batch. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. truk. perawatan dan pengujian beton keras. meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. Menurut aturan statistik. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). semakin banyak sampel yang dibutuhkan. Semakin tinggi variasinya. ukuran. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. perancangan komposisi. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. pengadukan. 1994). stockpile (penimbunan material). . a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. atau beltconveyor. pengujian bahan. pengambilan contoh uji (sampel). mobil angkut. sumber asal lokasi material.

Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.SNI. . maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK. air dan agregat sebagai bahan bangunan.SNI. air. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK.S18-1990-03.SNI.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium.SNI.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK.SNI.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. lentur tergantung kebutuhannya. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi. misalnya harus kedap air. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen.SNI.SNI.SNI. SK. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. geser. tahan sulfat.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air.SNI.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.SNI.

Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK. SK.1 .SNI.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.SNI.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK. SK.SNI.

3665 E.345 .ASTM Deskripsi Standar d C.75 D.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.141 D.702 C.172 C.823 D.105 E.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.122 C.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.

c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. antara lain dipengaruhi oleh. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. padat. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. pengujian dan evaluasi penerimaan. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal.

Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. . Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras.1 untuk pekerjaan beton yang besar.e) Staff f) Peralatan pengujian. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi.

PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN . Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. Harga.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut.

1963. water reducer and set-controlling. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. . air-entraining.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1.Ganbar 7. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. 2954. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. 1971. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar.212. finely devided mineral dan miscellaneous. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama.1R-8.

Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri.garam sulfat. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengurangi segregasi. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. kuat lentur atau kuat geser dari beton). Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal).Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . Ø Mengurangi kapilaritas dari air. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar.

Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.1. C. tipe dan gradasi agregat.kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. sehingga kadang . yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan.4. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29). tipe dan lama pengadukan. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI.53. ASTM. atau ACI. Selain itu.

polisakarin dan gula asam. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. 1989:12).Reducing Admixtures” Water .yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB.Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. . Water . klorida. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. 1994:494-495). barak. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. Bryant. · Asam amino dan turunannya. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. posfat. garam-garam.. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. 3. · Karbonhidrat. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. 5. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. 4. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . 2.

laju pengerasan. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. konsistensi. Larutan garam organik. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. karbonat. (3). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. Larutan campuran organik. silikon. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. seperti eter. naptan. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. penggunaan semen yang lebih banyak. Material miscellaneous. (2). Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida.· Campuran polimer. turunan melamic. ketahanan terhadap perubahan volume. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). bromida. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. hidrokarbon-sulfat. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. Berdasarkan hal tersebut. susut pada saat pengeringan. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. kandungan air. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. kekuatan tekan dan lentur. Secara umum.

Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. atau semen. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Jadi. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Ø Tipe F ”Water Reducing. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. atau semen. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Perubahan kandungan air. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. atau udara. atau udara. Jadi. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Perubahan kandungan air. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. High Range Admixture” . Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air.

Water Reducing. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. dan silica fume. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu.005%. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). Ø Tipe G ”Water Reducing. sebanyak 12% atau lebih. slag. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. sebanyak 12% atau lebih. (2). Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. fly ash. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. Pada saat ini. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton.

.618 (ASTM. C. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.0^ 6. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". 1982). misalnya dengan mencelupkannya dalam air.0 50.0 5. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C.989. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).618-95:305).0 3. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis. Tabel 5.0 Kadar Air. maksimum % 3.0 Kehilangan Panas. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. Definisi slag dalam ASTM. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. (ASTM. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua.Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. maksimum % 5.0 Oksida Besi (Fe2O3). yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus.1. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. maksimum % 6. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara.

Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. kehalusan. kandungan kaca dalam slag. 1987:124-129).30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. Tabel 5. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. Mengurangi serangan alkah-silika. 8. 4. misalnya. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. et al. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume.1.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. 6. Mengurangi porositas dan serangan klorida. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. 2. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. 7. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. geser. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain.C. 3.2. untuk kolom struktur atau dinding. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. 5. 9. 1994: 505). 1240.34 dan 0. Komposisi Kimia Silica Fume . Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi.

semen slag..C.m. Semakin halus ukuran agregat. fly ash.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.15 Al2O3 0.325 dala.1240. 1987:125 Selain dari Tabel 5. ACI Material Journal. u. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. 0. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur.1 Lolos ayakan No.10-0. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM.20 . Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan.30 MgO 0.2.50 CaO 0. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.0.20 MnO 0. Maret/April.10-0. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. et al.3 Sumbe: Yogendran.10-0. apakah .00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton.008 K2O 0. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat.02 Raa-rata ukuran partikel.. lapisan-lapisan atau gumpalan. 99. tetapi ada yang berbentuk serbuk.10 Na2O 0.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2.

4 mm) atau kurang. efek beku-cair. Untuk memperkeras permukaan beton. sesaat setelah pencampuran. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. dan lainnya.500 Psi atau lebih. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1). Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0.000 psi (1. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. . dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. seperti sifat plastisnya. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan.3 sampai 0. dan (2) agregat metalik. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. terdiri dari butiran-butiran yang halus. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik.000 psi = 6. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja.9 MPa) atau lebih. juga derajat agitasi campuran. kekuatan dan harga dari beton tersebut. Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah.45 dalam perbandingan berat. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara.

Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Untuk mengatasinya. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu.494. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. . 2. Cara ini merupakan cara yang terbaik. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Atas pennintaan pembeli/pemakai. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. misalnya oker atau umber (pewama coklat). harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C.

3. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. Ø Analisis infra-red. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Latihan 1. Ø Residu pengeringan di dalam oven. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. Atas permintaan pembeli/pemakai. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot).494. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%.