Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. yaitu genteng dari bahan beton. pelapis dinding. (1995). Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar.. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. licin dan bersifat sebagai isolator. Batuan ini disebut dengan batu gunung. ME. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. dalam proses berikutnya. ukuran 2. aliran air sungai yang membawa batuan . Kardiyono Tjokrodimulyo. kepadatannya tidak rata. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. 2. sehingga menjadi bahan yang keras. kaca. Ir. serisit. yang akhirnya dikemas. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. keramik.2. ada beberapa macam genteng. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. Batuan 2. pembekuan. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. isolator dan lain-lain.2. siap untuk dijual. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. 3. bambu dan tanah. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. 4. Keras dengan bentuk yang bagus. hingga menjadi produk jadi. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. Dalam proses pembakaran. silikat (kuarsa. genteng. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah.1. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. sehingga menjadi produk setengah jadi.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki.

Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. yaitu : . maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1. tanpa harus melalui proses pabrik. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. Sebagai bahan pengikat. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. 2. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. 2. 3. dalam arti tidak getas. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. granit. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. Mudah dikerjakan.2. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. onix dan lain-lain.a. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). Batuan kapur b. batuan in idisebut batuan metamorfose. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali.2.

Kapur udara.O + CO2 Ca. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida.CO3). 2. Kapur tohor (Ca.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama. Dari proses tersebut. (OH2) + panas Ca. (OH2) atau kalsium hidroksida. biasa disebut dengan quick lime. Kapur dari hasil pembakaran ini. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. (OH2) + CO2 Ca. Proses kimia dari pemanasan Ca.O atau kapurnya saja yang tertinggal. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. O + H2O Ca. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. tetapi karena faktor-faktor pembakaran.CO3. Proses ini menghasilkan Ca.O) yang diperoleh.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. hingga karbon dioksidanya keluar.CO3 Ca. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. yang menghasilkan kalsium hidroksida. kalsium oksida (Ca. . kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur.1. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya.O). jenis kapur dan sebagainya. baik di dalam air maupun di udara. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. 3.

putih. berwarna hijau muda atau kuning. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. sehingga mengkilap.002 atau 0. felspar. 2. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. bonblende dan mika. serta mudah dipisahkan. coklat dan hitam. potasium. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. biasanya merupakan butiran kristal. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. dengan variasi besi. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. kuning. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. umumnya sangat keras. merah jambu. dan kemampuan serap air merupakan 0. 2. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. Felspar yaitu kombinasi silikat. merah jambu. sebagai kristal berwarna hijau. pelapis dinding . Sepentine merupakan silikat magnesium. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. aluminium dengan kapur dan potasium. berwarna merah.2 dari beratnya. 3. 4.b. hitam dan coklat. dan kalsium oksida. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. hijau. bahkan bening. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. biru.

kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. dengan warna putih salju. d. Sumber-sumber : . atau untuk sebagai plesteran dinding. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. c. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. atau ornamen lainnya. Bantuan kapur. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. digunakan untuk struktur pondasi.75 % dari beratnya. 2. atau sesuai dengan ukuran pemesan. atau karena proses pemecahan. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. 2. Sedang bantuan metamorfose.bagian luar maupun dalam. kuning. sebagai bahan bangunan antara lain : a. Pada butiran-butiran kecil. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones.3. dinding penahan dan lain-lainnya. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. dan pelapis dinding. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. b. merah jambu. yaitu marmer. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. menjadi batu gamping. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. baik yang berasal dari alam. atau sebagai bahan finishing bangunan.3.

Daryanto. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. 4th edition. Ir. Bagian-bagian kayu . 1984. 3. Smith & Andres. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . 5. 4. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. ME. Drs. 2.1. 2. “Material of Construktion”. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. Pengetahuan Teknik Bangunan. “Bahan Bangunan”. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. 1994 Senin. 1995. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. Rineka Cipta. Direktorat Bahan Bangunan. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. 1985. Kardiyono Tjokrodimulyo. UGM.

Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok.3. 2. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. 1. kasau .

ambang jendela 11. palang 7. kuda-kuda penopang 10. tiang sudut 9. tiang 6. balok loteng 5. peran dinding 4. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . bantalan 8.2. tambahan kasau miring 3.

Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan.berat bahan penutup atap : . Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1.Akibat gaya terpusat P. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . Untu menampung gaya (H). C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. . Reng.

(8/12). karpus 9.5 asbes gelombang 0. Kasau.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. .8-1.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda.genteng beton. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. 6. (8/12).(8/12) (8/15) 4. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). kaki kuda-kuda ( 6/12). 3. anak kuda-kuda 13. papan bubungan 8. balok sambungan kuda . batang tarik. balok bubungan 7. (8/15) 2. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm. reng 12.0 m sirap 2-2.(8/12) 5. Jarak gording untuk genteng beton 1. ring balok 14. kasau 11. batang tekan / schoor ( 6/12).. batang penggantung ( 6/12). dinding 15. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda.5-2. 2. gording 10. (8/15) 3.5 m genteng biasa 1. 1. reng ¾ dengan jarak 35 cm. Gording.

berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. 4. . Rencana Atap. Untuk lebih jelasnya. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap.Detail Konstruksi Atap. yaitu tampak bangunan dari atas 2. Blok plan. 3. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. Rencana kuda-kuda. detail atap atau kuda-kuda. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. Untuk gambar kerja.

daun pintujendela. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. Saking kerasnya. kusen. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. . sering dipakai sebagai rangka atap saja. yakni kayu ulin. nyatoh. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. merbau. dan kamper. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita.4. bayam. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. meranti. Selain itu. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. lantai parket dan furnitur) adalah jati. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. Ada sejenis kayu yang sangat keras.

Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. membasahi rangka atap. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. memperlakukan. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. Bahkan. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. . Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Jangan biarkan kebocoran.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. sekecil apa pun. dan memberi perhatian yang selayaknya. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Tinggal bagaimana cara kita merawat. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. 5. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal.

air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4.1. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. sekecil apa pun serangan itu. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya . atasilah sesegera mungkin dengan tuntas.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . Selain itu . Gambar 4. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. tidak berbau dan tidak berasa.1. Senin. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton.

a.00) terjadi didalam ball mill.2 Prosen Penjernihan Air 6.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable).37 5 dari berat semen. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. Dalam praktik. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. sering disebut air yang diserap. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. misalnya selama susut pengeringan.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan . b. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. Gambar 4. Air yang diambil oleh pori gel. Air harus selalu ada dalam beton cair.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. tidak saja untuk hidrasi semen. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. Dihitung dari komposisi mineral semen.

6. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. Ukuran agregat maksimum. . Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). Ini bias disebabkan oleh : 1. tekanan uap akan berkurang. Kotoran dalam agregat. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” .) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. Bentuk butir. d. e. Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. yaitu rangkak (creep). Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . c. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. c. Makin banyak silt. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. b. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. semen) yang digunakan . Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. Gradasi agregat. 2.3 Jumlah Air. d. Regangan akibat beban.

tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. misalnya pengaruh jangka panjang. Bila masih diragukan. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya.4 Syarat Kimia Air. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. Tetapi untuk beton bertulang. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. Yang dipertanyakan dengan air suling. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. Bolehkah memakai air sumur. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari.6. . Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. 6. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. air laut untuk campuran beton ?. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Untuk lebih teliti.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. dan warna. air sungai. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa.

Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. tanah liat. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . Bercak-bercak pada permukaan beton. e.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton.Gambar 6. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. d. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air.1 berikut : Tabel 6. antara lain : a. b. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. Kotoran .

000 400 ppm untuk Ca. Bila air bersih tidak tersebia. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut.5% air murni dan 3. Gambar 6.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0.7 Air Limbah Sanitasi . Air laut banyak mengandung garam . gas-gas terlarut.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio).5 %). 6.00 Sumber : PBI 1988.5% material lainnya seperti garam-garaman. Ada resiko korosi pada tulangan. Zn. Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan. kadarnya sekitar 35.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.5% air murni.000 PH tidak kurang 3. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah.Mn.Cu.000 ppm ( 3.Sn 500 500 Asam inorganis 10.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96.

15 % gula terhadap berat semen. umumnya memperlambat pengikatan semen.0. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. 6. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Dari totoal benda padat.3 . konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. Pengikatan umumnya bertambah cepat. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton.1. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. pabrik limun. Air limbah dari penyamakan . Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Gula dalam kadar 0. pabrik cat.9 Air Gula Air yang mengandung 0. Gambar 6.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis. pabrik kertas. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik.20 % berat semen. 6. Air limbah Sanitasi 6. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya.

13 Sumber Pustaka 1. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang.12 Persyaratan Air untuk campuran beton. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. b. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. (2007) 2. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi.beton. c. Apabila ada keraguan tentang air . Penerbit Andi Ofset. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. dan Antoni . Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. 03 Agustus 2009 AIR . Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. Teknologi Beton . Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. 6. dari Material . Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. garam-garam. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . 6. Senin. Oleh Paul Nugraha. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. 6. Minyak mineral (petroleum). (1986). dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988.

MODUL PERTEMUAN KE . Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan.gas serta uap dari udara ke bumi. Mn. Bahan. Udara terdiri dari komponen . Air laut umumnya mengandung 3. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. Syarat mutu air menurut British Standard (BS. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. Al. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. terdapat juga unsur Fe. Pada kadar yang lebih rendah. Sayangnya. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton.sumber air. HCO3-. Cl-. Na+.8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . air laut maupun air imbah. kolam. Syarat umum air. Kemurnian air ini sangat tinggi. F dan Se.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. Mg++. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. Sumber . situ. Garam . B. Pemilihan pemakaian air. NO3-). asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. Disamping itu air tanah . telaga. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. SO4-.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. dan lainnya).3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . danau. nitrogen dan karbon dioksida.

1 Unsur .unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. air danau dan situ. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton .mineral.gas serta bahan . e) Air Laut Air laut mengandung 30.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. atau pra tekan.beton mutu tinggi. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3. H2S. Unsur .10000 mg garam perliter. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.bahan organic dan mineral . air genangan dan air reservoir. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 . kaerana batang . Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya.30000 mg perliter. Air denga akadar garam sedang.juga menyerap gas .6 Sumber : Concrete Technology and Practice .3. Air didaerah pantai. membawa serta bahan . Air rawa .5000 mg garam perliter.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai.1. asal tidak tercemar oleh air buangan industri.bahan organik seperti CO2. dan NH3.000 mg garam per liter (3 % . Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.000 . megadung 2000 .unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4.36. memiliki kadar garam sekitar 20000 .

Untuk perlindunganterhadap korosi. tidak boleh mengandung minyak.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih. alkali. asam.2.89:2-2). dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. bahan bersemen. . agreagat. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air.

atau airsiraman dari sumber .3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.50 0.3 dan 3.45 0.Tabel 3. Tebal miminum tersebut rata .7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .06 0.5.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.sumber tersebut.50 0.rata adalah sekitar 50 mm.1 (a) PB (draft) 1989:21. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.15 1. air laut. . *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau.45 Kadar Semen Minimum. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.39 harus dipenuhi.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.00 0.

mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.55 0.65 0.55 0. Kandungan garam .Tabel 3.45 0. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air . Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif.55 0.5. Sedang = Terlindung dari hujan deras. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.65 0.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter. pergantian antara basah dan kering. Beton = Terbuka terhadap air laut.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.65 0. airpayau.45 0.45 Kadar Semen Minimum. hujan yang lebat dan keras. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif.

Diisyaratkan jumlah gabungan garam .pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V.5328 76. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Tabel 3. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .5. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter.

Tabel 4. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.10 .00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.45 0. % dari massa Sedang 0.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.00 10000 > 2.5..20 .5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 . ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.150 II + 0.(f’ c.3 dan 3.0 an .10 150 Mpa) 25 0.20 1500 0. 0.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.1500 V 2.45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.

Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH.00 menyatakan nilai kesamaan. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million).00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. kalium. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut.3148 . Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”.Garam Anorganik Ion .00).80) a) Garam .0nilai npH diatas 7. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan. Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. natrium. b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. NA2SO4. magnesium.00 harus dihindarkan. Kadang .kadang gramedia. Konsentrasi garam.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. Garam . Gabungan ion . yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. . Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton.

Zat Organik. Gula sebanyak 0.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .5 % dari berat semen. berbau tidak sedap dan mengandung butir . asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat.bak penampungan sebelum digunakan. Lanau dan Bahan .Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. Air yang berwarna tua. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran. bahkan menjadi buruk. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . h) Zat . Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0.gelembung udara dalam beton. .25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari.2 % dari berat semen. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari.

pH. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. zat . Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. magnesium. Jadi. klorida. amonium.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. b) Kuat tekan rata . b) Magnesium (Mg++) . minyak dan lemak. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. karbondioksida.zat yang menyusut. yang diendapkan sebagai (BaSO4).

Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air.ether. d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . h) Zat . Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. LATIHAN . Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler.meter). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg).Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan.

J. Sebutkan dan jelaskan sumber . bahkan mungkin sebelum itu (Nawy. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori . Pada tahun 1801. Pada tahun 1850.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. Kelebihan dan kekurangan beton.Monier. Kinerja beton. seorang ahli taman dari Prancis. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . F. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya.prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Deskripsi beton. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip . Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan . Pada tahun 1886. 1985:2-3).L. J.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi.1.

agregat kasar. agregat halus. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . Dengan demikian. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. C. . Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . terbentuklah German Committee Reinforce Concrete.masing komponen.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). dan British Concrete Institude. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. Australian Concrete Committee.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. air dan bahan tambah (admixture atau additive). Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . Di Indonesia sendiri. dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.dan perancangan struktur beton. agregat halus. masing . Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . DPU .bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). agregat kasar dan air. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien. Marina Tower. Lake Point Tower di Chicago. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) .peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia.SNI T-15-1990-03:1). 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. American Concrete Institute.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan .bahan penyusun beton). Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur .A.struktur beton yang sangat khas (Nawy. dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia. memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi.standar yang berlaku.

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

.Making Materials. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen. perumhan dan beton mutu tinggi. Gambar 1.3. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin. mengingat mahalnya harga semen.32) Gambar 1.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.namun demikian. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. Berdasarkan kategori rumah tinggal.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. begitu juga sebaliknya.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. maka untuk pekerjaan berskala besar. p. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin. Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). Jadi. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. Concrete and Concrete . Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. Karena biaya semen besar.3).

Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.91 0.10 26.76 0.Making Materials.Gambar 1.544) .00 15.00 24. Concrete and Concrete .92 0. Tabel 1. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.77 0.91 0. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. p.81 0. London. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1. ”Properties of Concrete” 3rd Edition.10 50.50 40.20 20. 1981. p.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .30 0.50 36. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.20 34.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.94 0.96 (Sumber: Neville. Pitman Publishing.87 0. Part 116 pada umur 28 hari.87 0. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.1 dan Tabel 1.70 44.2 (menurut standar ISO).Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7.

W.25. sedangkan menurut K. Day. E & FN SPON. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja.1977) Menurut BS.3. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1.Tabel 1. c.1 dan 1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya. London. LPMB.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.1) (1. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.2) (1. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft). 1991 pasal 4. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. beton akan mengalami pembebanan.3) b.1. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. 1995. 1881. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras.2. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . (1. Beton . Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini.

Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Jika dihalangi secara merata. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. 1985:49). Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. 1985:49). Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya.4 (Nawy. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. (Nawy. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. . Umumnya. Gambar 1.

Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. jeis semen. Ø Lama pembebanan. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. Demikina pula. kondisilingkungan.tetapi berkisar antar 0.2 dan 0. Ø Nilai tegangan. Pada umumnya. dan kandungan mineral dlam agreagat). rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). . Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. Seperti halnya susut. 1985:50). Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. Faktor . Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature).faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. Ø Nilai slump (slump test). kualitas adaukan. Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. ukuran benda uji atau elemen struktur.

Gambar 1.5 (Gideon 1994:2). Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. perancangan beton . pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan . Berdsarkan bagan dia tas. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.sifat bahan yang akan diuji terwakili. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1.masing bahan tersebut diperoleh. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. penasehat dan pelaksana. Perencana harus mengambil contoh .masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat . Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. Setelah nilai masing .contoh material yang akan digunakan.

proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. Yakni tempat pengecorannya. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. Di Indonesia. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. pemadatan. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). perawatan dan penyelesaian hars diawasi. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan.6 . Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari.metode yang dikenal. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. Dari concrete plant. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Selama massa pengangkutan. pelasksnaan pengecoran. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya.

jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? .5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5. Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan.Gambar 1.

Tabel 5.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : . Tekstur.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . kekerasan. ketahanan (durability) 5. Dengan agregat yang baik . Gradasi Sifat fisik. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis.7. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan.1 berikut ini. sifat kimia.

35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. granit.35 mm atau 3/16 ‘.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. batu kapur. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. Tabel 7. Batuan / Agregat .1. d. besi sulfida. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars. besi magnesia. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial. gabbro. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6.a. sulfat. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat.35 mm. b. flint. basalt. Gambar 7. oksida besi dan mineral tanah liat. Minerologi Menurut ASTM C294. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. mineral silika. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. karbon.2 berikut ini.

35 mm. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6. lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.075 mm. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil. sementara pasir sungai sering mengandung koral. Tabel 7.35 mm tetapi lebih besar dari 0.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende . Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler).

Obsidian Pumis . Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. Untuk alasan ekonomi. Untuk batuan krakal yang besar. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. . Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7.

Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi.2. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). . slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin. Pada saat menarik besi dari cetakan. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum.Gambar 7. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan.

Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No. .Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. . 200 (0. 8 (2. 8 (2.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat.36 mm).36 mm).Ukuran nominal maksimum.3 Limbah Pertambangan 7. berdaya tahan dan kedap air. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : . . . Walaupun begitu.Gambar 7. 200 (2. Oleh karena itu. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat .6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm. yaitu : . jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No.Ukuran maksimum. 7. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah.

agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. 7. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur.0. dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0.7 Kebersihan Agregat . Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. sehingga sering juga disebut gradasi menerus. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. atau gradasi baik (well graded). Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama.35 .

mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan. Di lapangan.75 mm (No. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). 4). . yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya.075 mm (No. partikel lunak. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. 4. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No.8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Untuk itu. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. 200). Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). kebersihan agregat sering ditentukan secara visual.

Agregat yang bersudut tajam. seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. workabilitas dan durabilitas campuran beton .7. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. Gambar 7. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). Lonjong. Dan Pipih 7.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya.

oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. Jika daya serap agregat sangat tinggi. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. Oleh karena itu.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya.12 Sumber Pustaka . Kemampuan agregat untuk menyerap air. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. 7. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi. Seperti halnya bentuk partikel. 7.

1. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. pra-cetak. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. bertulang.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . dan Antoni . beton fiber dan lainnya.4. beton ringan. agregat halus. (1986). TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. beton tanpa tulangan. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. Teknologi Beton .53. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. Draft Konsesus ( SKBI. dari Material . Penerbit Andi Ofset.1. Oleh Paul Nugraha. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. (2007) 2. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. pra-tekan.

AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. BETON SERAT. BETON RINGAN. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON PRESTRESS. SERAT. PRECAST. AGREGAT RINGAN. BETON PRACETAK. PRESTRESS. DAN LAINNYA JENIS BETON .

Gambar 6.1 Definisi dan Pengertian .1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.

campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. pasta semen ditambah dengan agregat halus. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. . agregat halus. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur.

Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ).1989:16 ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur.tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). Pada tahap pelaksanaan konstruksi.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. Jika tidak memenuhi. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). . semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan.

Fakor air semen. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. yaitu (1). Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. (4). Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. Metode perancangan. 1989 : 31) dan pasal 3. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut.1-4 FAKTOR . (3). Gambar 6.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. 1980 (Ulasan PB. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. (2). (3). Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. Kehalusan butir dari semen dan. (2). Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. Untuk kasus ini di Indonesia. yaitu (1). Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. Perawatan dan. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton.4 PB. a) Faktor Air Semen (FAS) . 1989 Draft Konsensus.

c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume).4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat.5X).0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.2 sampai 0. Namun demikian.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.4 dan maksimum 0.3.65. semakin rendah mutu kekuatan beton. semakin halus butiran semen. Pada praktiknya. dan B adalah nilai konstanta. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen .5.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. Gambar 6. Ada batas-batas dalam hal ini. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. Semakin halus butir semen. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. Akan tetapi. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi.4).6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. hasil penelitian (Abrams. jika sebaliknya maka harus dikurangi. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . dimana A. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley.

dan (7). (5). Kekuatan agregat. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton.Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Perbandingan agregat dan semen campuran. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. Ketahanan terhadap panas. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. kekuatan tekan. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. (6). hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. Reaksi kimia. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. (2). (3). baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. (4). Bentuk dan ukuran. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. ACI maupun SII. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). Gaya gesek dalam. tetapi merupakan viscoelastic-solid. begitu juga sebaliknya. Tekstur permukaan. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. Gradasi. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. Seperti yang telah dijelaskan.

dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. Metode American Concrete Institute. Portland Cement Association.T-151990-03) dan (6). (3). (2). Department of Engineering. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. . antara lain : (1). Road Note NO. Departemen Pekerjaan Umum (SK. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. 1942:224).Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. semakin mudah untuk dikerjakan. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. (5). Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. 4. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. (4).SNI. Cara coba-coba. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. British Standard. semakin tinggi nilai slump. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis.

Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Bentuk dan ukuran contoh. Cara pembebanan. yang terutama disebabkan oleh suhu. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. (4). terutama dari sisi kekuatannya. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. (2). Kadar air. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Suhu contoh. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. Latihan 1. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. (3). Keadaan permukaan landasan dan (5). Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik.

e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan.:1989:27). c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. antara lain lapisan minyak mineral. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene. . a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB.Senin. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE .14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.SNI.Gambar 9.T-28-1991-03 .1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.

Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer.S-18-1990-03 atau SK. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. putarannya sesuai dengan rekomendasi.SNI. ketahanan.SNI. belt conveyor. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil.1989:28). Selain hal-hal diatas. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran.S-19-1990-03. yakni alat angkut manual dan mesin. dolak. gerobak dorong. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. dan keawetannya memenuhi syarat. harus sesuai syarat SK. Jika menggunakan bahan tambah. pompa dan tower crane. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan .SNI.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh.

Balok anak. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. (2). pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Balok anak. (d). (e). Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. (b). Tidak dilakukan penuangan selama . Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai.Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya.50 meter. balok anak. balok induk. kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint).1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. (c). siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). Ø Bila diperlukan. Sebelum pengecoran harus dibasahi. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. (f). Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. balok induk. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur.

c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air. (3). b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton.4). Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. (4). dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. yaitu: (1). tebal lapisan maksimum 30-45 cm.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam. Karung . Dengan penundaan selama 2-2.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. Setiap kali penuangan. Gambar 9. Pada Gambar 9.

Grout dibuat dengan mencampur semen. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. Pengurangan tenaga kerja. kemudian melakukan grouting (grout colodial). bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. (3). Bak khusus. (2). Cara pengerjaannya sama dengan tremi. Beton pra-susun. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. Setelah pintu terbuka.(protective sandbag walling). campuran beton diisikan dalam sebuah bak. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. Jenis-jenis pompa beton antara . (prepacked concrete). Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. (4). Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). (2). Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Tremi. Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. kemudian memasukkannya ke dalam air. Keuntungan cara ini adalah : (1). (3). kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder.

Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. tanpa harus menyebabkan bleeding. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. Gambar 9. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. Untuk menggunakannya. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. berarti setting time belum tercapai. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). Dari Gambar 9.lain pompa torak. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. Dalam praktik di lapangan. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. Alat getar ini dibagi menjadi dua. . alat pemadat mesin harus digunakan. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil.

1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. Jika hal ini terjadi. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. jidar dan alat-alat perata lainnya. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus.1989:29). karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. d) Pemadatan merata. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Perawatan ini dilakukan. uap bertekanan atmosferik. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. serta stabilitas dari dimensi struktur. kekedapan terhadap air. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. ketahanan terhadap aus. mengangkut atau memindahkan beton. Alat yang digunakan biasanya ruskam. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. artinya beton telah mengeras. .b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton.

Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. Non Pigmented Curing Compound). perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. b. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. Tipe II. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). 3. Tipe I. sesuai dengan ASTM C.e. 2. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. Cara d. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. 3. Curing Compound dengan zat berwarna putih. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. penanganan dan pengangkutan. penuangan. Menyelimuti permukaan beton dengan air. Pelaksanaan Curing Compound. Cara a. dan c digunakan untuk contoh uji. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. 7. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). Curing compound ini . f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. Tipe I-D. 5. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. 2. cara produksi. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. 4.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. Menaruh beton segar dalam genangan air. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. Curing Compound tanpa Dye.309. 6. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. Menaruh beton segar dalam air. 2. Di pasaran. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. 3.

. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. dan membentuk selembar film yang kontinyu. melekat dan tidak bergabung. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. 1-10 SIFAT . Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. dengan suhu akhir 40°-55°C. minimal selama umur 7 hari. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. tidak selip.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. tidak beracun. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam.SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C.

.6 untuk berbagai macam faktor. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. semakin mudah pengerjaannya. semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. Ø Siapkan alat-alat slump. akan lebih mudah dikerjakan. Ø Jika dihitung. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. langkah percobaan adalah sebagai berikut.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. termasuk centong untuk memasukan semen. Ø Ukur rata-rata tinggi slump. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Semakin plastis beton. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. Ø Butir maksimum. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. slump geser dan slump runtuh. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm.

6.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen. .Gambar 9.6.1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Gambar 9.

Ukuran agregat sesuai dengan syarat. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. (3). permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. Pemadatan baik. ditinjau dari sisi geologi. terlalu banyak air. (2). kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. Kedua. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . Ketiga. Memberi lebih banyak semen.6. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. (2). Pertama. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. semakin mudah terjadi segregasi. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding.3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. dan (4). campuran kurus atau kurang semen.Gambar 9. (3). Tinggi jatuh diperpendek. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. dan (5). Menggunakan butir halus lebih banyak. (4). besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Keempat. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. Sementaraa itu jika. Penggunaan air sesuai dengan syarat. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). Menggunakan air sesedikit mungkin. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir.

Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. i) Perlu pendinginan material. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . d) Kesulitan pemadatan. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. a) Bahan . f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). j) Durabilitas berkurang.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. c) Setting lebih cepat. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. kecuali dikehendaki demikian. k) Homogenitas berkurang. h) Perlu perawatan pada saat setting. e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. pipih serta porous.berbentuk memanjang. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash).

Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. Plasticity Retarding Agent. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. 1. Superplasticizer . Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. 2. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Sebagai tindakan pencegahan. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Retarder.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. terutama yang berada dalam reservoir. Ø Air Suhu air. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. maka pada waktu akan digunakan. . Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. 3. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. harus diperhatikan. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. tergantung dari jenis semen yang digunakan. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir.

4 in (50 . ASTM C.5 in (38 mm) Table 9.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .1.100 mm) ± 1.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.5 in (13 mm) 2 in . Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.5 in (0-38 mm) 0 .b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0. agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work). Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang . Selain itu. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .2.

Ø Alat angkut. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. Jika dilaksanakan pada pagi hari. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. dan alat-alat untuk finishing. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. . Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. 1-13 HAL .akan membentuk course concrete. Jika dilaksanakan pada siang hari. sebaiknya diberi pelindung. begitu juga dengan mixer. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. alat pemadat. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. sliding form atau slip-form. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. Ø Data pengecoran. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. alat angkut. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih.

tangga inspeksi. agregat. dan pembuatan benda uji. Ø Alat penerangan. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). dan atau bahan tambah). Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. meliputi material finishing. ikatan. . c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. meliputi metode penuangan. ketepatan campuran. meliputi kekuatan perancah. dan alat finishing. segregasi. alat angkut. ketersediaan material (air. dan jumlah. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. dan kerataan acuan. alat pemadatan. panjang penyaluran. metode finishing. bleeding. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. pemberian minyak. selimut beton. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). yang harus sesuai dengan gambar struktur. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. Ø Alat pengecoran. kondisi setempat. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). meliputi kebersihan tulangan. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). sambungan. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. Ø Metode Pelaksanaan. metode pemadatan. PC. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. meliputi alat aduk. Ø Kontrol material. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. metode perawatan (curing) nantinya.

Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. Pada pengerjaan beton. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10.LATIHAN 1. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Jelaskan tahapan pengadukan (a). Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. manual dan (b). dengan mesin! 6. agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. Mengapa pada pengadukan dengan mesin. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan.

Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17.15. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. . Seperti yang disebutkan diatas. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. 1920 (Neville. Jika air yang digunakan sedikit. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut.

terutama karena akan menimbulkan segregasi. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1. di Inggris dibulatkan menjadi 1. sedangkan di Australia 1. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan.64. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri.1 Kurva Distribusi Normal .65. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. Selain dua kriteria utama tersebut. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata. Gambar 8. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar.64 Nilai K di USA adalah 1. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. Jika ini terjadi.645. f’c adalah kekuatan tekan rencana.

Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . data-data yang dibutuhkan harus dicari. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability).55 Mpa. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8.2.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. kemudahan pekerjaan. . Pada metode ini. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin).

data butir nominal agregat yang akan digunakan.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI .Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana. serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8. berat jenis agregat. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu).

jika tidak ada diambil dari Tabel 8.5 2.5 5.64*Sd.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.5 5.5<sd5. m=1.5<sd6.5<sd3. f’cr=m+f’c 1. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5 4.5<sd4.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4. Tabel 8. 2.5 3.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5<sd5.5 4.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.5<sd7. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5 .5<sd4.5<sd8.5<sd6. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu.5 6.5 3.

2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25.2 101.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25.2 2.8 25.Ø Tetapkan nilai slump.4 25.4 25.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.6 76. bundle bar. dan butir maksimum agregat 1. data diambil dari tabel 8. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.4 25. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76. Slump ditentukan jika tidak dapat.2 50. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.3 Ukuran Maksimum Agregat . sumuran.6 101.3 Tabel 8.4 25. tendon. jika tidak diambil dari Tabel 8.2 76.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.

.5 150 300 750 Balok/kolom 12.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum.4 Tabel 8. mm 62.Dimensi Minimum.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8.

5 inch (38. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1.Keterangan: a. c. Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch). Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). b. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi.2 mm) atau 6 inch mm (152.4 mm). harga- .1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76.5 in (40 mm). Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1.

ukuran gradasi maksimum 3. . sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. Bj. Dalam bayak hal.6. fineness modulus pasir 2. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. agregat halus 2.5 in. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan.15 . artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. Semen 3. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. Slump 12 cm. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan.45. 345.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. g. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. Bj. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. 318. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. Bj.1 akan tetapi. seperti ACI 201. berat volume agregat kasar 1. dan 302.8 cm. e.7. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. f. d. Agregat kasar 2.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. prosentase udara yang diharapkan pada 1. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar.68. dikurangi material ditabelkan di kolom 38.

ukuran. atau beltconveyor. sumber asal lokasi material. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. truk. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. pengambilan contoh uji beton segar. Semakin tinggi variasinya. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. Menurut aturan statistik. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. stockpile (penimbunan material). pengambilan contoh uji (sampel). b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. pengujian bahan. pengadukan.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. batch. perancangan komposisi. perawatan dan pengujian beton keras. mobil angkut. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. . bergantung pada populasinya. (Edward et. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi.al. 1994). meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random).

S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton. SK. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI. air.SNI.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. tahan sulfat. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK.SNI.SNI.SNI.S18-1990-03.SNI.SNI.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK. geser. misalnya harus kedap air.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK.SNI.SNI. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia.SNI. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air. air dan agregat sebagai bahan bangunan. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK. lentur tergantung kebutuhannya.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen. .

M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.SNI.SNI.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.SNI.SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK.1 . SK. SK.

172 C.105 E.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.75 D.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.122 C.3665 E.702 C.141 D.823 D.345 .ASTM Deskripsi Standar d C.

Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. pengujian dan evaluasi penerimaan. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. antara lain dipengaruhi oleh. Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . padat. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan.

berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. .1 untuk pekerjaan beton yang besar. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis.e) Staff f) Peralatan pengujian. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras.

Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. Harga. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN .

Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. water reducer and set-controlling. . 2954. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212.1R-8. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. air-entraining. 1963.212. finely devided mineral dan miscellaneous. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. 1971.Ganbar 7. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin.

b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Ø Mengurangi segregasi.garam sulfat. Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Mengurangi kapilaritas dari air. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat .volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. kuat lentur atau kuat geser dari beton).Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton.

atau ACI. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja . Selain itu. ASTM. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive).kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan.4. C. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah.53.1.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. tipe dan lama pengadukan. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. tipe dan gradasi agregat. sehingga kadang .494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29).

klorida. 5. barak.Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. posfat. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump.. Water . Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. · Asam amino dan turunannya. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB.Reducing Admixtures” Water . 3. garam-garam.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Bryant. polisakarin dan gula asam. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. 4. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . · Karbonhidrat. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. 2. 1989:12). Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. 1994:494-495). Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. .

kekuatan tekan dan lentur. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. Secara umum. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan.· Campuran polimer. seperti eter. karbonat. (3). bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. konsistensi. ketahanan terhadap perubahan volume. Berdasarkan hal tersebut. Larutan campuran organik. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. kandungan air. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. penggunaan semen yang lebih banyak. bromida. (2). laju pengerasan. Larutan garam organik. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. Material miscellaneous. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. turunan melamic. naptan. silikon. hidrokarbon-sulfat. susut pada saat pengeringan. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton.

Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. High Range Admixture” . atau semen. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Ø Tipe F ”Water Reducing. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. Perubahan kandungan air. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. atau semen. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Jadi. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. Perubahan kandungan air. atau udara. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. atau udara. Jadi.

Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. (2). sebanyak 12% atau lebih. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. Pada saat ini. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain.Water Reducing. Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. fly ash. slag. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton.005%. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. sebanyak 12% atau lebih. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . dan silica fume. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. Ø Tipe G ”Water Reducing.

Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. maksimum % 5. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus.0 50.0^ 6. 1982). C. maksimum % 6.0 Oksida Besi (Fe2O3). Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. .0 Kehilangan Panas. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya.0 3. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.618 (ASTM. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. Tabel 5.618-95:305). maksimum % 3. Definisi slag dalam ASTM.Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. misalnya dengan mencelupkannya dalam air. (ASTM. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian.989.0 Kadar Air. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar".1.0 5. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).

Mengurangi porositas dan serangan klorida. Tabel 5. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. kandungan kaca dalam slag. kehalusan. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. 4.C. 6. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . misalnya. 1994: 505). Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). 1240. 7. 2. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. 3. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. untuk kolom struktur atau dinding.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus.1. 5.34 dan 0. 1987:124-129). Mengurangi serangan alkah-silika. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. Komposisi Kimia Silica Fume . 8. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. et al. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. geser. 9.2. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu.

30 MgO 0.10-0. fly ash.15 Al2O3 0.C.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat. ACI Material Journal. Semakin halus ukuran agregat. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.1 Lolos ayakan No.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2.02 Raa-rata ukuran partikel. u..10-0. apakah .20 MnO 0.10 Na2O 0. et al. lapisan-lapisan atau gumpalan.2. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair.20 . Maret/April.m.50 CaO 0.10-0. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton. 1987:125 Selain dari Tabel 5.1240.3 Sumbe: Yogendran. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. tetapi ada yang berbentuk serbuk.008 K2O 0. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM. 0.0.. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. 99.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7.325 dala. semen slag.

terdiri dari butiran-butiran yang halus. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang.500 Psi atau lebih. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. dan (2) agregat metalik. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi.000 psi = 6.4 mm) atau kurang. sesaat setelah pencampuran. efek beku-cair. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. dan lainnya.9 MPa) atau lebih.45 dalam perbandingan berat. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1).000 psi (1. kekuatan dan harga dari beton tersebut. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. juga derajat agitasi campuran. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. Untuk memperkeras permukaan beton. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. . Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium.3 sampai 0. seperti sifat plastisnya. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0.

perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. Atas pennintaan pembeli/pemakai. . harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. misalnya oker atau umber (pewama coklat). Untuk mengatasinya.494. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. Cara ini merupakan cara yang terbaik. 2. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton.

3. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya. Latihan 1. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. Ø Analisis infra-red.494. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . Atas permintaan pembeli/pemakai. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). Ø Residu pengeringan di dalam oven.