Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

kaca. siap untuk dijual. Keras dengan bentuk yang bagus. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. bambu dan tanah. Kardiyono Tjokrodimulyo. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. 2. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar.1. ukuran 2. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. kepadatannya tidak rata. Batuan 2. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. dalam proses berikutnya.2.. silikat (kuarsa. pelapis dinding. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. sehingga menjadi produk setengah jadi. 4. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat. hingga menjadi produk jadi. Ir.2. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. Batuan ini disebut dengan batu gunung. pembekuan. Dalam proses pembakaran. sehingga menjadi bahan yang keras. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. (1995). ME. keramik. yaitu genteng dari bahan beton. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. 3. isolator dan lain-lain. serisit.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. aliran air sungai yang membawa batuan . genteng. ada beberapa macam genteng. yang akhirnya dikemas. licin dan bersifat sebagai isolator.

batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. Mudah dikerjakan. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. batuan in idisebut batuan metamorfose. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir.a.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. tanpa harus melalui proses pabrik. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah. granit. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya.2. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). yaitu : . 3. 2. Batuan kapur b. dalam arti tidak getas. onix dan lain-lain. Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. Sebagai bahan pengikat. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik.2. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. 2. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu.

Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. yang menghasilkan kalsium hidroksida. (OH2) atau kalsium hidroksida.CO3). kalsium oksida (Ca. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. baik di dalam air maupun di udara. O + H2O Ca. jenis kapur dan sebagainya. 3. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama.O) yang diperoleh. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. .O).CO3. Proses kimia dari pemanasan Ca. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya. 2. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. Kapur dari hasil pembakaran ini.O atau kapurnya saja yang tertinggal. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca. biasa disebut dengan quick lime.O + CO2 Ca. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida. (OH2) + CO2 Ca. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras. hingga karbon dioksidanya keluar. (OH2) + panas Ca.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain.1. Dari proses tersebut. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius.CO3 Ca. Kapur udara. Kapur tohor (Ca. Proses ini menghasilkan Ca.

dan kalsium oksida. berwarna hijau muda atau kuning. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. dengan variasi besi.2 dari beratnya. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. hitam dan coklat. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai. 3.002 atau 0. merah jambu. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. 4. biru. aluminium dengan kapur dan potasium. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. umumnya sangat keras. Sedang warna granit umumnya merupakan merah. hijau. 2. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. merah jambu. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat.b. sehingga mengkilap. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus. potasium. serta mudah dipisahkan. bahkan bening. sebagai kristal berwarna hijau. Felspar yaitu kombinasi silikat. felspar. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. dan kemampuan serap air merupakan 0. bonblende dan mika. Sepentine merupakan silikat magnesium. berwarna merah. Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. pelapis dinding . yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. 2. putih. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. kuning. coklat dan hitam. biasanya merupakan butiran kristal.

bagian luar maupun dalam. atau sesuai dengan ukuran pemesan. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. d. baik yang berasal dari alam. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm. dengan warna putih salju. Pada butiran-butiran kecil. b.75 % dari beratnya. dan pelapis dinding. merah jambu. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. Bantuan kapur. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. atau untuk sebagai plesteran dinding. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres.3. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. atau karena proses pemecahan. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. 2. sebagai bahan bangunan antara lain : a. 2. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. atau sebagai bahan finishing bangunan. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. menjadi batu gamping.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. yaitu marmer. c. Sedang bantuan metamorfose. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. digunakan untuk struktur pondasi. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. Sumber-sumber : . kuning. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan. atau ornamen lainnya.3. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. dinding penahan dan lain-lainnya. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya.

1995. 4. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. 3. 5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. Rineka Cipta. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. Direktorat Bahan Bangunan. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. 1985. Daryanto. 2. Pengetahuan Teknik Bangunan. Bagian-bagian kayu . UGM. 2. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. “Bahan Bangunan”. Drs. “Material of Construktion”. ME. 4th edition. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam.1. 1994 Senin. Ir. 1984. Smith & Andres. Kardiyono Tjokrodimulyo.

3. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional. Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. 1. Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. kasau . 2. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan.

ambang jendela 11. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . tambahan kasau miring 3. balok loteng 5. tiang sudut 9.2. peran dinding 4. bantalan 8. kuda-kuda penopang 10. tiang 6. palang 7.

berat bahan penutup atap : .Akibat gaya terpusat P. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. . C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. Untu menampung gaya (H).jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil). Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu. Reng.

5-2.5 asbes gelombang 0. 6. (8/15) 3. Gording. batang tarik.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. karpus 9. (8/15) 2.(8/12) (8/15) 4. (8/12).5 m genteng biasa 1. Jarak gording untuk genteng beton 1.genteng beton. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). balok sambungan kuda . 1. reng ¾ dengan jarak 35 cm. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut.2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda. papan bubungan 8.8-1. 2. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda. (8/12). batang penggantung ( 6/12).(8/12) 5. kasau 11. yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm. anak kuda-kuda 13. balok bubungan 7. . gording 10. batang tekan / schoor ( 6/12). ring balok 14. kaki kuda-kuda ( 6/12). reng 12.. dinding 15. 3. Kasau.0 m sirap 2-2.

untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1. yaitu tampak bangunan dari atas 2. 3. detail atap atau kuda-kuda. Rencana kuda-kuda. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap.Detail Konstruksi Atap. Rencana Atap. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. 4. Untuk gambar kerja. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya. Untuk lebih jelasnya. Blok plan. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. .

4. nyatoh. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. Saking kerasnya. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. merbau. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. Ada sejenis kayu yang sangat keras. kusen. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. sering dipakai sebagai rangka atap saja. yakni kayu ulin. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. daun pintujendela. . bayam. dan kamper. Selain itu. meranti. lantai parket dan furnitur) adalah jati. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah.

. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. dan memberi perhatian yang selayaknya. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. membasahi rangka atap. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. 5. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. Jangan biarkan kebocoran. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. memperlakukan. sekecil apa pun. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. Bahkan. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. Tinggal bagaimana cara kita merawat. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. semisal rangka atap dari bahan baja ringan.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony.

Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . tidak berbau dan tidak berasa. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton. air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya . Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton. Senin. Gambar 4.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda. karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. sekecil apa pun serangan itu. sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. Selain itu .1. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4.1.

tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. Air harus selalu ada dalam beton cair. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler.00) terjadi didalam ball mill. Air yang diambil oleh pori gel. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. a. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Dihitung dari komposisi mineral semen. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan. sering disebut air yang diserap. Dalam praktik. tidak saja untuk hidrasi semen.37 5 dari berat semen. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air.2 Prosen Penjernihan Air 6. misalnya selama susut pengeringan. Gambar 4. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan .65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. b.

c. Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. e. Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. 2. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. d.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. diameter membesar maka kebutuhan air menurun. d. Ini bias disebabkan oleh : 1.3 Jumlah Air. yaitu rangkak (creep). b. Regangan akibat beban. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. Kotoran dalam agregat. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. Bentuk butir. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. . Gradasi agregat. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . Makin banyak silt. tekanan uap akan berkurang. 6. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. Ukuran agregat maksimum. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. c. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. semen) yang digunakan . Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” .) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun.

air laut untuk campuran beton ?. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. Bila masih diragukan. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum.6. Bolehkah memakai air sumur. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. . Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. Yang dipertanyakan dengan air suling. adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. misalnya pengaruh jangka panjang. air sungai.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton. Tetapi untuk beton bertulang. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Untuk lebih teliti. 6.4 Syarat Kimia Air. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. dan warna. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar.

Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton. Kotoran .Gambar 6. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat . Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. tanah liat. antara lain : a.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. d. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. Bercak-bercak pada permukaan beton.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. e.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat.1 berikut : Tabel 6. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. b.

00 Sumber : PBI 1988. gas-gas terlarut.5% material lainnya seperti garam-garaman. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa.Mn. Zn. Bila air bersih tidak tersebia.000 PH tidak kurang 3.5% air murni. Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam. Air laut banyak mengandung garam .5% air murni dan 3.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96.000 ppm ( 3.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10. Gambar 6.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut.000 400 ppm untuk Ca.7 Air Limbah Sanitasi .Sn 500 500 Asam inorganis 10.Cu.5 %). Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96. kadarnya sekitar 35. setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah. 6. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). Ada resiko korosi pada tulangan.

6.9 Air Gula Air yang mengandung 0. pabrik kertas.20 % berat semen. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. Dari totoal benda padat. umumnya memperlambat pengikatan semen.3 .8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm.10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. pabrik limun. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya. Air limbah Sanitasi 6. Air limbah dari penyamakan . 6. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. Gula dalam kadar 0.15 % gula terhadap berat semen. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran .1. Pengikatan umumnya bertambah cepat.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis.0. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %. pabrik cat. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum. Gambar 6.

c. Oleh Paul Nugraha. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. Penerbit Andi Ofset. Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari. dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. b. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. dari Material . 6. Teknologi Beton . Minyak mineral (petroleum). Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton.13 Sumber Pustaka 1. (1986). Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. 6. dan Antoni . Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. Apabila ada keraguan tentang air . 03 Agustus 2009 AIR . (2007) 2. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan .12 Persyaratan Air untuk campuran beton. 6.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai.beton. Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. Senin. garam-garam.

terdapat juga unsur Fe. B.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. Mg++. situ. Na+.sumber air yang ada adalah sebagai berikut. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar.gas serta uap dari udara ke bumi. Sumber . air laut maupun air imbah. F dan Se.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . kolam. Disamping itu air tanah .sumber air. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-.5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). telaga.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. Pemilihan pemakaian air. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Sayangnya. dan lainnya). NO3-).8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber . Bahan. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Cl-. danau. Syarat mutu air menurut British Standard (BS. Mn.bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Air laut umumnya mengandung 3. Al. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas . Kemurnian air ini sangat tinggi. sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. HCO3-.SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Garam . Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling. Syarat umum air. Udara terdiri dari komponen . Pada kadar yang lebih rendah. SO4-. c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. nitrogen dan karbon dioksida.MODUL PERTEMUAN KE . asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan.

Air denga akadar garam sedang. Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.10000 mg garam perliter.beton mutu tinggi.unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4.bahan organik seperti CO2. memiliki kadar garam sekitar 20000 .rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.1 Unsur .30000 mg perliter.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. Unsur .unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. membawa serta bahan .mineral. Air didaerah pantai.000 .3. H2S. megadung 2000 . Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.juga menyerap gas .bahan organic dan mineral . Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton . dan NH3. Air rawa . air genangan dan air reservoir.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.gas serta bahan .6 Sumber : Concrete Technology and Practice . atau pra tekan. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. asal tidak tercemar oleh air buangan industri.36. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. e) Air Laut Air laut mengandung 30. d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. kaerana batang .5000 mg garam perliter. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. air danau dan situ.1. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3.000 mg garam per liter (3 % .

dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. bahan bersemen. tidak boleh mengandung minyak. . alkali. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. asam. Untuk perlindunganterhadap korosi. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. agreagat.1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum.89:2-2).2.

50 0.00 0.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7. atau airsiraman dari sumber .45 0.06 0.15 1. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau. air laut.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.rata adalah sekitar 50 mm. .45 Kadar Semen Minimum.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.1 (a) PB (draft) 1989:21.3 dan 3. Tebal miminum tersebut rata .50 0.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.5. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.Tabel 3.sumber tersebut.39 harus dipenuhi.

1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif. hujan yang lebat dan keras.65 0.45 0. pergantian antara basah dan kering. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum. Sedang = Terlindung dari hujan deras. Kandungan garam . Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air .mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif.Tabel 3. Beton = Terbuka terhadap air laut. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4. airpayau.45 0.5.55 0.65 0.65 0.55 0.55 0.45 Kadar Semen Minimum. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum.

5. Tabel 3. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . seperti yang ditentukan dalam British Standard BS. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter. Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.5328 76. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat .pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V.

20 . bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.10 .3 dan 3. 0. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .00 10000 > 2.0 an .4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.45 0.150 II + 0.45 30 V+ > Pozzolan+ 0. Tabel 4.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.1500 V 2.5.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0. % dari massa Sedang 0.00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 .20 1500 0.(f’ c..45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.10 150 Mpa) 25 0.

natrium. Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”.3148 . Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3. magnesium.00 menyatakan nilai kesamaan. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7.00).00 harus dihindarkan. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. Garam . yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. kalium.kadang gramedia.0nilai npH diatas 7.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million). Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. Kadang .10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH.Garam Anorganik Ion . b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. NA2SO4.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. . Gabungan ion . 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton.80) a) Garam . Konsentrasi garam.

. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton. Air yang berwarna tua. h) Zat .Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan . Gula sebanyak 0. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .bak penampungan sebelum digunakan.Zat Organik. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. bahkan menjadi buruk.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat. berbau tidak sedap dan mengandung butir . f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %.2 % dari berat semen. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung .bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran.gelembung udara dalam beton.5 % dari berat semen. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. Lanau dan Bahan . Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari.

pH. a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. yang diendapkan sebagai (BaSO4). Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. amonium. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. b) Kuat tekan rata . karbondioksida. klorida. minyak dan lemak. zat . Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat. b) Magnesium (Mg++) .i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. setelah diencerkan air limbah dapat digunakan.zat yang menyusut. Jadi. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. magnesium. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling.

indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg).Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. LATIHAN . Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air. h) Zat . Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH .meter). g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler.ether. Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28.

Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. J. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Deskripsi beton.sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. J.L. Pada tahun 1801. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton. Pada tahun 1850. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. Sebutkan dan jelaskan sumber . seorang ahli taman dari Prancis.1. bahkan mungkin sebelum itu (Nawy.prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. F. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. Kelebihan dan kekurangan beton.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip .Monier. Pada tahun 1886. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan .6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton. 1985:2-3).Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. Kinerja beton. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori .bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi.

bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia.A. agregat halus.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. Australian Concrete Committee.SNI T-15-1990-03:1). 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston. dan British Concrete Institude. terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. agregat halus. C. agregat kasar dan air. . dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK. Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . Dengan demikian.dan perancangan struktur beton. Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini. Lake Point Tower di Chicago.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya.bahan penyusun beton). Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur .standar yang berlaku. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing . 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) . Di Indonesia sendiri.struktur beton yang sangat khas (Nawy. Marina Tower. masing .masing komponen. American Concrete Institute. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB).P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien.peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi. agregat kasar. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. DPU . air dan bahan tambah (admixture atau additive). Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan .

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin. . Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Concrete and Concrete . Jadi.3.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. perumhan dan beton mutu tinggi. Berdasarkan kategori rumah tinggal.Making Materials. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. Karena biaya semen besar. Gambar 1. p.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen.32) Gambar 1.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin. komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. mengingat mahalnya harga semen. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1. maka untuk pekerjaan berskala besar.3).namun demikian.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C. begitu juga sebaliknya.

Concrete and Concrete .20 20. ”Properties of Concrete” 3rd Edition. p.50 36. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115.87 0.76 0.30 0.20 34.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.Gambar 1.92 0. p.1 Rasio Kuat Tekan Silinder .10 26.00 24.91 0.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.544) .10 50. London.87 0.94 0.2 (menurut standar ISO).70 44. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.50 40.96 (Sumber: Neville. diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.81 0.91 0. Part 116 pada umur 28 hari.77 0. Tabel 1.1 dan Tabel 1.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7. Pitman Publishing.Making Materials. 1981.00 15.

1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. sedangkan menurut K. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma. E & FN SPON.1.3. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1.2) (1. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”. Day. 1991 pasal 4. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras. 1881. Beton . 1995.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 . Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja.3) b.25.1) (1.2.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. (1.1977) Menurut BS. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan.W.Tabel 1. London. Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft). Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.1 dan 1. LPMB. beton akan mengalami pembebanan. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1. c.

Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Jika dihalangi secara merata. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. Umumnya.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. (Nawy. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. Gambar 1.4 (Nawy. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. 1985:49). Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). 1985:49). Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. . proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak.

Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. jeis semen. Ø Lama pembebanan. 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton.faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. kondisilingkungan. Pada umumnya. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat.2 dan 0. Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. Demikina pula.tetapi berkisar antar 0. Faktor . Ø Nilai slump (slump test). ukuran benda uji atau elemen struktur. . Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Seperti halnya susut. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. Ø Nilai tegangan. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen. Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. dan kandungan mineral dlam agreagat). 1985:50). Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). kualitas adaukan. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio).

Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat . Berdsarkan bagan dia tas. pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan . bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Perencana harus mengambil contoh .sifat bahan yang akan diuji terwakili. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek. pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Jiika parameter besaran yang dimiliki masing .5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. penasehat dan pelaksana.contoh material yang akan digunakan. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana. Setelah nilai masing . sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji.5 (Gideon 1994:2).ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik. perancangan beton . Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.masing bahan tersebut diperoleh.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar).Gambar 1. Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam. Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik.

Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. pemadatan. Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras.metode yang dikenal. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton. Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). Di Indonesia. Yakni tempat pengecorannya. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. Selama massa pengangkutan. Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. pelasksnaan pengecoran. Dari concrete plant. perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode .6 . beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton.

Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3.Gambar 1.

7.75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. sifat kimia. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. Dengan agregat yang baik .2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : . ketahanan (durability) 5.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 . Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin.1 berikut ini. Tabel 5. Gradasi Sifat fisik.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. kekerasan. Tekstur. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL .

klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars.35 mm atau 3/16 ‘. Minerologi Menurut ASTM C294. d.35 mm. sulfat. Tabel 7. batu kapur. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial.2 berikut ini. besi sulfida.1. granit. Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6. b. flint.a. Batuan / Agregat . Gambar 7. gabbro. mineral silika. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. besi magnesia. oksida besi dan mineral tanah liat. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c. basalt.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. karbon.

075 mm.35 mm.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler). Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0. Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam. sementara pasir sungai sering mengandung koral. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. Tabel 7. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya. Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials).3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende . lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak.35 mm tetapi lebih besar dari 0. Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil.

Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar.Obsidian Pumis . Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan. pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. . selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. Untuk alasan ekonomi. Untuk batuan krakal yang besar. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular.

Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi. . Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum.2.Gambar 7. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Pada saat menarik besi dari cetakan. slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin.

Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm.Gambar 7. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat. 200 (0.Ukuran maksimum.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. Oleh karena itu. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : . berdaya tahan dan kedap air.075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. . . 200 (2. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. 8 (2. jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama. yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat.36 mm). Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No.3 Limbah Pertambangan 7.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat .36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. .Ukuran nominal maksimum. 7. . 8 (2. yaitu : . Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan.36 mm). yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. Walaupun begitu.

Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil. sehingga sering juga disebut gradasi menerus. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi.0.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran. diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan. 7. atau gradasi baik (well graded).35 . agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar.7 Kebersihan Agregat .

075 mm (No. partikel lunak.8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. Di lapangan. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman.75 mm (No. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . . Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. 200). Untuk itu. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. 4). 4. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0. kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test).

Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. Lonjong.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. Gambar 7.7.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. workabilitas dan durabilitas campuran beton . tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). Dan Pipih 7. Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. Agregat yang bersudut tajam. seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik.

7. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan.12 Sumber Pustaka .11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. Seperti halnya bentuk partikel. Jika daya serap agregat sangat tinggi. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya. Oleh karena itu. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi. Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. 7. Kemampuan agregat untuk menyerap air.

Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. beton tanpa tulangan. (1986). Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. dari Material . (2007) 2.53. pra-tekan.1. beton fiber dan lainnya. agregat halus. misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. beton ringan. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain.1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. Draft Konsesus ( SKBI. dan Antoni .4.1. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. Teknologi Beton . Penerbit Andi Ofset. pra-cetak. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. Oleh Paul Nugraha. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. bertulang. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton.

BETON PRESTRESS. SERAT. BETON SERAT. BETON PRACETAK. BETON RINGAN. PRECAST. PRESTRESS. AGREGAT RINGAN.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. DAN LAINNYA JENIS BETON . DAN LAINNYA BETON BERTULANG.

1 Definisi dan Pengertian .Gambar 6.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.

agregat halus.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. pasta semen ditambah dengan agregat halus. . campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.

Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. . semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari.1989:16 ). Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). Jika tidak memenuhi. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB.85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ).tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki.

1-4 FAKTOR . 1989 Draft Konsensus. yaitu (1). (2). Untuk kasus ini di Indonesia. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. Metode perancangan. Perawatan dan. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. yaitu (1). a) Faktor Air Semen (FAS) . Kehalusan butir dari semen dan.4 PB. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. Gambar 6. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. 1989 : 31) dan pasal 3.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. 1980 (Ulasan PB. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. (2). (3). Fakor air semen. Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. (4). (3).

3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. Pada praktiknya. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. Akan tetapi. dimana A.5. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6.4). 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen .2 sampai 0. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). Menurut Talbot dan Richard (Ilsley. semakin halus butiran semen. jika sebaliknya maka harus dikurangi. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat.4 dan maksimum 0. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . Semakin halus butir semen. Gambar 6.3. dan B adalah nilai konstanta. Namun demikian.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. hasil penelitian (Abrams. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai. semakin rendah mutu kekuatan beton.65. Ada batas-batas dalam hal ini.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.5X).4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4.

proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. (5). Tekstur permukaan. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). dan (7). Kekuatan agregat. (4). kekuatan tekan. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. tetapi merupakan viscoelastic-solid. (3). (2). Ketahanan terhadap panas. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. begitu juga sebaliknya. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. (6).Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Reaksi kimia. Bentuk dan ukuran. ACI maupun SII. Gradasi. Seperti yang telah dijelaskan. Perbandingan agregat dan semen campuran. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. Gaya gesek dalam. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya.

Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Metode American Concrete Institute. (5). antara lain : (1). 1942:224). (4). Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. semakin tinggi nilai slump.SNI. Department of Engineering.T-151990-03) dan (6). dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. semakin mudah untuk dikerjakan. Cara coba-coba. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. Departemen Pekerjaan Umum (SK. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. (3). Portland Cement Association. 4. British Standard. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. (2).Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Road Note NO. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. .

(2). Keadaan permukaan landasan dan (5). terutama dari sisi kekuatannya. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. yang terutama disebabkan oleh suhu. Latihan 1. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya. Bentuk dan ukuran contoh. Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. (3).c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. Cara pembebanan. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . (4). Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Suhu contoh. Kadar air.

f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh. e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. antara lain lapisan minyak mineral. b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli. permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus. .14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan.Senin. lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene.:1989:27).

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.T-28-1991-03 .Gambar 9.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.SNI.2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.

ketahanan.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh.S-18-1990-03 atau SK. gerobak dorong. yakni alat angkut manual dan mesin. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. dolak. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. putarannya sesuai dengan rekomendasi. 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai.SNI. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . Selain hal-hal diatas. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Jika menggunakan bahan tambah. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar.SNI. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan.SNI.S-19-1990-03. belt conveyor. dan keawetannya memenuhi syarat. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK.1989:28). pompa dan tower crane. harus sesuai syarat SK.

Tidak mengurangi kekuatan konstruksi. pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. (c). balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. balok induk. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. balok anak. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. (f). Tidak dilakukan penuangan selama . balok induk.1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. Ø Bila diperlukan. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. (2). kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1.Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. (d). (e).50 meter. Balok anak. (b). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1). kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Sebelum pengecoran harus dibasahi. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. Balok anak. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan.

terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air. Gambar 9.4). yaitu: (1). (3). Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat.4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. (4). Setiap kali penuangan. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. Pada Gambar 9. Dengan penundaan selama 2-2. Karung .

Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. (4). (2). Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. (2). pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm.(protective sandbag walling). campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Pengurangan tenaga kerja. Bak khusus. (3). (prepacked concrete). Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. kemudian memasukkannya ke dalam air. Setelah pintu terbuka. kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. Jenis-jenis pompa beton antara . Beton pra-susun. Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. (3). Keuntungan cara ini adalah : (1). Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. kemudian melakukan grouting (grout colodial). Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. Tremi. Grout dibuat dengan mencampur semen. Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder.

alat pemadat mesin harus digunakan. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton. Untuk menggunakannya. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar.5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. berarti setting time belum tercapai. Gambar 9. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. tanpa harus menyebabkan bleeding.lain pompa torak. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. . Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Dari Gambar 9. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. Dalam praktik di lapangan. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. Alat getar ini dibagi menjadi dua. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran.

Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. d) Pemadatan merata. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Perawatan ini dilakukan. uap bertekanan atmosferik. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat.1989:29). serta stabilitas dari dimensi struktur. pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. . jidar dan alat-alat perata lainnya. artinya beton telah mengeras. ketahanan terhadap aus. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. Alat yang digunakan biasanya ruskam.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator). f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. kekedapan terhadap air. Jika hal ini terjadi. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. mengangkut atau memindahkan beton. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan.

cara produksi. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. penanganan dan pengangkutan. 2. Menyelimuti permukaan beton dengan air. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. 7. Curing compound ini . Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. 5. Tipe I-D. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. Curing Compound dengan zat berwarna putih. penuangan. 4. dan c digunakan untuk contoh uji. Tipe I. sesuai dengan ASTM C. Curing Compound tanpa Dye. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. Menaruh beton segar dalam air. Pelaksanaan Curing Compound. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). 2.309. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. Cara d. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). 2. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. 3. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air. 3.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal. Tipe II. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan. Menaruh beton segar dalam genangan air. Non Pigmented Curing Compound).e. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. b. Di pasaran. Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. 6. 3. Cara a.

hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin.SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. tidak beracun. dan membentuk selembar film yang kontinyu. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). minimal selama umur 7 hari. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. 1-10 SIFAT . tidak selip. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. dengan suhu akhir 40°-55°C. melekat dan tidak bergabung. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. .

Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. slump geser dan slump runtuh. termasuk centong untuk memasukan semen.6 untuk berbagai macam faktor. Ø Butir maksimum. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. langkah percobaan adalah sebagai berikut. . Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. Ø Jika dihitung. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. semakin mudah pengerjaannya. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Ø Siapkan alat-alat slump. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Semakin plastis beton. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Ø Ukur rata-rata tinggi slump. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. akan lebih mudah dikerjakan. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan.

Gambar 9.2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen. .6.6.1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Gambar 9.

Sementaraa itu jika. dan (5).3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Pemadatan baik. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. Pertama. Menggunakan air sesedikit mungkin. terlalu banyak air. Ukuran agregat sesuai dengan syarat. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance).Gambar 9. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding.6. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. (2). Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. Keempat. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. (3). campuran kurus atau kurang semen. Kedua. Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). (3). c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. dan (4). Ketiga. ditinjau dari sisi geologi. Menggunakan butir halus lebih banyak. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan . (4). Penggunaan air sesuai dengan syarat. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. Tinggi jatuh diperpendek. Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). semakin mudah terjadi segregasi. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. (2). 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Memberi lebih banyak semen.

yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. c) Setting lebih cepat. i) Perlu pendinginan material. d) Kesulitan pemadatan. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . j) Durabilitas berkurang. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan. h) Perlu perawatan pada saat setting. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). pipih serta porous.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar.berbentuk memanjang. Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras. Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. k) Homogenitas berkurang. a) Bahan . kecuali dikehendaki demikian. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan.

Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Retarder. Plasticity Retarding Agent. harus diperhatikan. 2. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. 1. 3. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. . Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. Sebagai tindakan pencegahan. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Ø Air Suhu air. Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. Superplasticizer . Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. terutama yang berada dalam reservoir. tergantung dari jenis semen yang digunakan. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. maka pada waktu akan digunakan.

3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work). agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”.5 in (13 mm) 2 in .3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9. ASTM C. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9. Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9. Selain itu.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0.4 in (50 . Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran.5 in (0-63 mm) Toleransi 0% .5 in (0-38 mm) 0 . Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.5 in (38 mm) Table 9.100 mm) ± 1.2.1. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.

Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. begitu juga dengan mixer.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete).akan membentuk course concrete. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. dan alat-alat untuk finishing. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. Ø Data pengecoran. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. alat pemadat. bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. alat angkut. Jika dilaksanakan pada siang hari. sliding form atau slip-form. . Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. 1-13 HAL . sebaiknya diberi pelindung. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. Jika dilaksanakan pada pagi hari. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix. Ø Alat angkut. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk. a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil.

ketepatan campuran. Ø Kontrol Tulangan (Rebar).Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). metode perawatan (curing) nantinya. segregasi. pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. bleeding. Ø Metode Pelaksanaan. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. Ø Alat penerangan. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). yang harus sesuai dengan gambar struktur. selimut beton. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). metode pemadatan. tangga inspeksi. kondisi setempat. meliputi kekuatan perancah. sambungan. dan atau bahan tambah). dan jumlah. ikatan. pemberian minyak. meliputi alat aduk. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. alat pemadatan. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. alat angkut. meliputi material finishing. Ø Kontrol material. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. ketersediaan material (air. Ø Alat pengecoran. dan kerataan acuan. dan alat finishing. agregat. metode finishing. panjang penyaluran. PC. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. dan pembuatan benda uji. Ø Kecukupan tenaga pengecoran. . meliputi metode penuangan. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat. meliputi kebersihan tulangan.

Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12. dengan mesin! 6. Mengapa pada pengadukan dengan mesin.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. manual dan (b). agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin.LATIHAN 1. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. Jelaskan tahapan pengadukan (a). persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3. campuran masih harus diaduk selama minimal 1. Pada pengerjaan beton. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8.

Seperti yang disebutkan diatas. Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya.15. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. 1920 (Neville. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. Jika air yang digunakan sedikit. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. .

f’c adalah kekuatan tekan rencana. Gambar 8. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan. Selain dua kriteria utama tersebut. terutama karena akan menimbulkan segregasi.65.645. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1.64 Nilai K di USA adalah 1. Jika ini terjadi. sedangkan di Australia 1.64. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k. di Inggris dibulatkan menjadi 1.1 Kurva Distribusi Normal . hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.

data-data yang dibutuhkan harus dicari. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. kemudahan pekerjaan. Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. Pada metode ini. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan.55 Mpa. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik.2. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). . Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari. serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 .

Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana. berat jenis agregat. data butir nominal agregat yang akan digunakan. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu). serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8.2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI .

64*Sd.5<sd6.5 2.5<sd7.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.5<sd6. jika tidak ada diambil dari Tabel 8.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) BaikSekali Baik Cukup 4.5 4.5 5.5<sd5.5<sd8.5 3.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5 5.5<sd4. m=1.5<sd3.5<sd4.5 4. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu. 2.5 6.5<sd5.5 3. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu. Tabel 8.5 . f’cr=m+f’c 1. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) Sedang ( 1000.

jika tidak diambil dari Tabel 8.2 76.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.Ø Tetapkan nilai slump.6 101. bundle bar.3 Ukuran Maksimum Agregat . dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76.2 50. data diambil dari tabel 8.8 25. dan butir maksimum agregat 1.4 25.4 25.4 25. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.3 Tabel 8. sumuran.2 2.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25. Slump ditentukan jika tidak dapat. tendon.4 25.2 101.6 76.

4 Tabel 8.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8. .5 150 300 750 Balok/kolom 12.Dimensi Minimum.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum. mm 62.

Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi.1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm.4 mm).5 in (40 mm). harga- . c. b. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch). Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76.Keterangan: a.2 mm) atau 6 inch mm (152.5 inch (38. Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1.

6. 318. ukuran gradasi maksimum 3. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. Bj. Bj. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan. seperti ACI 201. Semen 3.1 akan tetapi. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. agregat halus 2. Agregat kasar 2. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. Slump 12 cm.15 . e. berat volume agregat kasar 1. .68. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan. f. 345.8 cm. g.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. dan 302. Dalam bayak hal. penggunaan untuk pengecoran plat lantai. d.45. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix.7. prosentase udara yang diharapkan pada 1. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar. fineness modulus pasir 2. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. Bj. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan.5 in.

Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. .KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material. truk. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. Menurut aturan statistik. ukuran. pengujian bahan. b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. atau beltconveyor. perawatan dan pengujian beton keras.al. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. perancangan komposisi. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. pengambilan contoh uji (sampel). bergantung pada populasinya. batch. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. pengambilan contoh uji beton segar. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). stockpile (penimbunan material). metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. (Edward et. mobil angkut. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. 1994). sumber asal lokasi material. pengadukan. Semakin tinggi variasinya.

lentur tergantung kebutuhannya.SNI. geser.S18-1990-03. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK. air.SNI. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK. air dan agregat sebagai bahan bangunan.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal. misalnya harus kedap air. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK.SNI.SNI. tahan sulfat.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.SNI. . Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK.SNI.S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.SNI. SK.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.SNI.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK.SNI.

SNI.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK.1 .SNI.SNI.SNI. SK.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu. SK.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.

75 D.122 C.345 .105 E.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.702 C.ASTM Deskripsi Standar d C.172 C.823 D.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.141 D.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.3665 E.

Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. padat. pengujian dan evaluasi penerimaan. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. antara lain dipengaruhi oleh. c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis.

Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7.1 untuk pekerjaan beton yang besar. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. .e) Staff f) Peralatan pengujian. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya.

Harga. PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN . Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN.KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut.

1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. finely devided mineral dan miscellaneous. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212.1R-8. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar. 2954. 1963. water reducer and set-controlling. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin.1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. . Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4. 1971. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. air-entraining.Ganbar 7.212.

Ø Mengurangi segregasi. kuat lentur atau kuat geser dari beton). Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah.garam sulfat. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal). Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang.Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan. Ø Mengurangi kapilaritas dari air. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton. b) Memodifikasi Beton Keras. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam .

Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. tipe dan gradasi agregat. atau ACI.53. 1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.4. ASTM. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. tipe dan lama pengadukan. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja . C. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM.kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya.1. Selain itu.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI. sehingga kadang . atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29).

klorida. · Asam amino dan turunannya. Water . posfat. barak. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam..yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. · Karbonhidrat. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . 1989:12). 2. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. . polisakarin dan gula asam. Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump.Reducing Admixtures” Water . 1994:494-495).Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. 4.Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Bryant. Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. 3. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1. 5. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. garam-garam. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran.

penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. laju pengerasan. Berdasarkan hal tersebut. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. seperti eter. bromida. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. Larutan campuran organik. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. penggunaan semen yang lebih banyak. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Secara umum. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. ketahanan terhadap perubahan volume. karbonat. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. konsistensi. Material miscellaneous.· Campuran polimer. Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. naptan. Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. kekuatan tekan dan lentur. (2). Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . (3). hidrokarbon-sulfat. silikon. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. kandungan air. susut pada saat pengeringan. Larutan garam organik. turunan melamic.

Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. atau udara. atau semen. Jadi. High Range Admixture” . Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture).Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. atau semen. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Perubahan kandungan air. atau udara. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Ø Tipe F ”Water Reducing. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Jadi. Perubahan kandungan air. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton.

Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer. sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Ø Tipe G ”Water Reducing. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. (2). Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton.005%. sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. sebanyak 12% atau lebih. Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. Pada saat ini. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". sebanyak 12% atau lebih. dan silica fume. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton. slag. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. High Range Retarding Admixture” Water Reducing.Water Reducing. fly ash.

Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua. Definisi slag dalam ASTM.0 50. maksimum % 6.0 5.0^ 6. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).0 3. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar".989.0 Kehilangan Panas.0 Oksida Besi (Fe2O3). 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara.618 (ASTM.0 Kadar Air. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. misalnya dengan mencelupkannya dalam air. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus. (ASTM. . maksimum % 3. granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan. maksimum % 5. 1982).1. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. Tabel 5.618-95:305). Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. C.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.

2. Tabel 5. 1987:124-129). kehalusan. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain.34 dan 0. 7. 4.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. Komposisi Kimia Silica Fume . Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. misalnya. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. 2. 3. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. kandungan kaca dalam slag. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). Mengurangi variasi kekuatan tekan beton.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. 8. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . 6.1. geser. 5. untuk kolom struktur atau dinding. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. 1240. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. et al. Mengurangi porositas dan serangan klorida.C. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. 9. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. 1994: 505). Mengurangi serangan alkah-silika.

semen slag..m.1240. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM.1 Lolos ayakan No.008 K2O 0.02 Raa-rata ukuran partikel. lapisan-lapisan atau gumpalan. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah. 99. ACI Material Journal. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair. 0.50 CaO 0.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7.10-0. Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. 1987:125 Selain dari Tabel 5. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton.15 Al2O3 0. tetapi ada yang berbentuk serbuk.20 MnO 0.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2.0.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0.3 Sumbe: Yogendran. Semakin halus ukuran agregat. et al. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat. Maret/April. apakah .2.. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur.20 .10-0. u.10-0.30 MgO 0.C. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat.325 dala. fly ash.10 Na2O 0.

Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. terdiri dari butiran-butiran yang halus. Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2). Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. sesaat setelah pencampuran.500 Psi atau lebih. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. seperti sifat plastisnya. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. dan (2) agregat metalik.000 psi = 6. kekuatan dan harga dari beton tersebut.4 mm) atau kurang.45 dalam perbandingan berat. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. dan lainnya. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia. efek beku-cair. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. Untuk memperkeras permukaan beton. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. juga derajat agitasi campuran. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1).000 psi (1. .3 sampai 0.9 MPa) atau lebih.

2. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C.Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. Cara ini merupakan cara yang terbaik. Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Untuk mengatasinya. Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Atas pennintaan pembeli/pemakai.494. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. misalnya oker atau umber (pewama coklat). Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. . Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating).

Jelaskan definisi bahan tambah! 2. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. Atas permintaan pembeli/pemakai. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4.494.3. Ø Residu pengeringan di dalam oven. Ø Analisis infra-red. b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). Latihan 1. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful