Efisiensi Usahatani Usahatani yang baik selalu dikatakan sebagai usahatani yang produktif atau efisien.

Efisisensi usahatani dibedakan atas efisiensi fisik dan efisisensi ekonomis. Efisiensi fisik adalah banyaknya hasil produksi yang dapat diperoleh dari kesatuan input dan jika dinilai dengan uang maka akan berubah menjadi efisiensi ekonomi, dengan kata lain efisiensi ekonomi tergantung dari harga faktor produksi dan efisiensi fisik. Berdasarkan pengertian tersebut maka efisisensi dalam penelitian ini adalah efisiensi usahatani yang merupakan imbangan atau rasio antara total nilai produksi dengan total biaya produksi (Mubyarto, 1989 dalam Puspitadewi, 2008). Menguntungkan atau tidak usahatani yang dijalankan dapat dilihat dari besarnya perbandingan nilai produksi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Usahatani dikatakan efisien jika ratio antara penerimaan (nilai produksi) dan pengeluaran mempunyai hasil > 1 (Soekartawi, 1991) http://risafatiani.wordpress.com/2011/01/20/usaha-tani-buah-naga/

Konsep EfisiensiIlmu usahatani biasanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana seseorangmengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk

tujuanmemperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dikatakan efektif bila petaniatau produsen dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki sebaik-baiknya.Dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan keluaran atauoutput yang melebihi masukan atau input (Soekartawi, 2006).Pengertian efisiensi sangat relatif, efisiensi diartikan sebagai penggunaan input sekecil-kecilnya untuk mendapatkan produksi yang sebesar-besarnya. Situasi ang demikian akanterjadi kalau petani mampu membuat suatu upaya kalau nilai produk marginal (NPM)untuk suatu input sama dengan harga input atau dapat dituliskan:NPMXi = Pxi atauNPMXi = 1Pxi

Dalam banyak kenyataan NPMXi tidak selalu sama dengan Pxi. Yang sering terjadiadalah sebagai berikut :a. (NPMXi/PXi) > 1 artinya penggunaan input X belum efisien, untuk mencapai efisieninput X perlu ditambah.b. (NPMXi/PXi) < 1 artinya penggunaan input X belum efisien, untuk mencapai efisieninput X perlu dikurangi (Soekartawi, 2003).Soekartawi (2001) mengemukakan bahwa Prinsip optimalisasi penggunaan faktor produksi pada prinsipnya adalah bagaimana menggunakan faktor produksi tersebutseefisien mungkin. Dalam terminologi ilmu ekonomi, maka pengertian efisien ini dapatdigolongkan menjadi 3 macam, yaitu : 1) efisiensi teknis. 2) efisiensi alokatif (efisiensiharga).3) efisiensi ekonomi.Kondisi efisiensi harga yang

http://www.scribd. Antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain dan dengan menggunakan alat analisa yang berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya . Dikatakan efisiensiharga atau efisiensi alokatif kalau nilai dari produk marginal sama dengan harga faktor produksi yang bersangkutan dan dikatakan efisiensi ekonomi kalau usaha pertaniantersebut mencapai efisiensi teknis dan sekaligus juga mencapai efisiensi harga(Soekartawi. 2001). Menurut Barlian (2003:128) rasio keuangan adalah: “Suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status suatu perusahaan”. 2001).Suatu penggunaan faktor produksi dikatakan efisien secara teknis (efisiensi teknis) kalaufaktor produksi yang dipakai menghasilkan produksi maksimum. 2003. Analisis Rasio Keuangan Mengadakan analisis hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan suatu dasar untuk menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan.(Warsono. 34).sering dipakai sebagai patokan yaitu bagaimana mengatur penggunaan faktor produksi sedemikian rupa. Munawir (2002:64) pengertian rasio adalah: “Rasio menggambarkan suatu hubun gan atau perimbangan (mathematical Relation Ship).com/doc/41370735/Analisis-Efisiensi-Penggunaan-Faktor-Faktor-ProduksiPada-Usahatani-Jagung a. Dalam analisis rasio keuangan hasil analisisnya dinyatakan dalam bentuk rasio yang merupakan perbandingan antara rekening tertentu dalam laporan keuangan dengan rekening lainnya. Salah satu alat untuk menginterpretasikan adalah dengan menggunakan rasio. sehingga nilai produk marginal suatu inputsama dengan harga faktor produksi atau input tersebut (Soekartawi. Adapun pengertian rasio menurut Sartono (2001:113) mengemukakan pengertian analisis rasio keuangan adalah: “Merupakan analisis terhadap kelemahan dan kekuatan bidang finansial yang dapat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa yang akan datang”.

efisiensi. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) Rasio likuiditas menunjukkan tingkat kemudahan relatif suatu aktiva untuk segera dikonversikan ke dalam kas dengan sedikit atau tanpa penurunan nilai serta tingkat kepastian tentang jumlah kas yang diperoleh. Kegagalan korporasi dalam membayar bunga atas utang dapat menyebabkan kesulitan keuangan yang berakhir . misalnya surat-surat berharga (efek-efek). Quick ratio = Aktiva Lancar Pasiva Lancar Aktiva Likuid . Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi korporasi karena utang mempunyai beban yang bersifat tetap. Kas merupakan aktiva yang paling likuid. antara lain: 1.keadaan atau posisi keuangan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar”. Menurut korporasi dipergunakan rasio likuiditas. Absolute liquidity ratio = Aktiva Likuid Pasiva Lancar Masing-masing rasio likuiditas ini mencerminkan perspektif waktu yang berbeda dalam mengukur kemampuan korporasi untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. menggolongkan angka ratio menjadi empat katagori yaitu rasio likuiditas. leverage dan probabilitas. Current ratio = 2. maka pengertian analisa rasio adalah suatu cara untuk menganalisis laporan keuangan tertentu dengan ratio-ratio laporan keuangan yang lain dari perusahaan yang sama. yang dapat diraikan sebagai berikut: a. Tampubolon (2005:35). Dari definisi di atas.Piutang Pasiva Lancar 3. aktiva lain mungkin relatif likuid atau tidak likuid tergantung seberapa cepat aktiva dikonversikan ke dalam kas. Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) Rasio leverage digunakan untuk menjelaskan penggunaan utang untuk membiayai sebagaian dari pada aktiva korporasi. b.

Debt to net worth = Utang Jangka Pendek  Utang Jangka Panjang Modal 2. Sales to Inventory = Penjualan Persediaan Barang . Inventory to Net Worth = Persediaan Barang Modal Piutang Modal 7. Total Assets to Net Worth = 4. Asumsi yang diambil adalah menggunakan hubungan antara penjualan dengan berbagai aktiva tersebut. Pada dasarnya rasio leverage yang lazim digunakan adalah sebagai berikut: 1. Rasio ini semuanya mempergunakan perbandingan antara tingkat penjualan dengan investasi dalam beberapa aktiva. Sales to Total Assets = 2. Fixed Assets to Net Worth = Laba Bersih Operasiona l Bunga Total Aktiva Modal Total Aktiva Tetap Modal Total Aktiva Lancar Modal 5. Receivable to Net Worth = 8. Sales to Fixed Assets = Penjualan Total Aktiva Penjualan Aktiva Tetap Penjualan Aktiva Lancar 3. Rasio Efisiensi (Efficiency Ratio) Rasio efisiensi dipergunakan untuk mengukur seberapa efisien korporasi dalam menggunakan aktivanya. Rasio efisiensi yang digun akan pada umumnya meliputi berikut ini: 1. Liquid Assets to Net Worth Aktiva Likuid Modal c. Current Assets to Net Worth = 6. Sales to Current Assets = 4. Coverage Interest Charges = 3.dengan kebangkrutan korporasi.

Rasio profitabilitas. yang mengukur kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya di dalam pertumbuhan ekonomi dan industri. maka investasi tersebut dikatakan sebagai menguntungkan. yang mengukur efektif manajemen dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Rasio Profitabilitas Penjualan Piutang Penjualan Aktiva Likuid Rasio profitabilitas mengukur tingkat profitabilitas yang dapat dilakukan dengan membandingkan dengan tingkat return on invesment (ROI) yang diharapkan dengan tingkat return yang diminta oleh investor dalam pasar modal. yang mengukur kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar yang melampaui pengeluaran biaya investasi. Ukuran kinerja (performance measures) terdiri dari : a. menggolongkan angka ratio sebagai berikut: 1. Rasio penilaian.5. 2. Jika return yang diharapkan lebih besar dari pada yang diminta. Sales Liquid Assets = d. Ukuran efisiensi operasi terdiri dari: . Net profit margin = Penjualan Persediaan Barang 2. c. Rasio profitabilitas yang digunakan pada umumnya adalah berikut ini: 1. Rasio pertumbuhan. Return on net worth = Penjualan Piutang Penjualan Aktiva Likuid Sedangkan menurut Weston (1995:257). Sales to Receivable = 6. b. Return on invesment = 3.

Untuk itu laporan keuangan lima atau enam tahun barangkali bisa digunakan untuk melihat munculnya trend tertentu. misalnya karena adanya perbedaan karakteristik rata-rata industri dengan perusahaan tersebut. Kadangkala informasi tambahan bisa memberikan analisis yang lebih tajam lagi. yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. 3. terdiri dari : a. 2. Ratio leverage. Meskipun rata-rata industri bukan angka pembanding yang tepat karena beberapa hal. 4. Ukuran kebijakan keuangan. diskusi rencana ekspansi atau restrukturisasi merupakan bagian internal yang harus dimasukkan dalam analisis.yang mengukur bagaimana masing-masing elemen biaya dikendalikan. membaca dan menganalisis laporan keuangan dengan hatihati adalah penting. Manajemen aktiva dari investasi (assets and invesment management). Dalam analisis perusahaan. Ratio likuiditas (Liquidity rations). Diskusi atau pertanyaan-pertanyaan penting yang melengkapi laporan keuangan seperti diskusi strategi perusahaan.a. yang mengukur tingkat sejauhmana aktiva perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan hutang . b. Dalam analisis. 3. b. Angka-angka yang berdiri sendiri sulit dikatakan baik tidaknya. Menurut Hanafi dan Halim (2003:70) terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisis laporan keuangan. Analisis barangkali akan memerlukan informasi lain. Manajemen beban (Cost management). Kadangkala semua informasi yang diperlukan bisa diperoleh melalui analisis yang mendalam dari laporan keuangan. Sebagai . yang mengukur yang mengukur efektivitas keputusan-keputusan investasi perusahaan dan pemanfaatannya. yaitu: 1. analis juga harus mengidentifikasi adanya ternd-ternd tertentu dalam laporan keuangan. Untuk itu diperlukan pembanding yang bisa dipaki untuk melihat baik tidaknya angka yang dicapai oleh pihak perusahaan. Rata-Rata industri bisa dipakai sebagai pembanding.

contoh. e. meskipun juga berhak atas rugi yang diperoleh perusahaan (apabila rugi). Pemberian Kredit Dalam analisis laporan keuangan yang menjadi tujuan pokok adalah kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan berserta bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut. Dengan kemungkinan kerja sama yang terus-menerus. rasio keuangan disini memegang peranan yang penting. menahan. Kesehatan Pelanggan (Customer) Apabila perusahaan akan memberikan penjualan kredit kepada pelanggan maka perusahaan memerlukan informasi keuangan pelanggan. Perusahaan ingin memastikan bahwa pemasok tersebut sehat dan bisa bertahan terus. Kondisi tersebut menjadikan laporan keuangan bisa difokuskan pada kemampuan perusahaan melewati masa-masa sulit dan kemudian memproyeksikan kemampuan pada masa-masa yang akan datang. dan kemudian menjual saham tersebut. Pihak pemberi pinjaman (kreditor) memperoleh keuntungan dari bunga yang dibebankan atas pinjaman tersebut. Kesehatan Perusahaan Ditinjau dari Karyawan . c. b. d. kondisi keuangan untuk menghasilkan kas untuk memenuhi opsi sehari-hari. analisis dari pihak perusahaan akan berusaha menganalisis profitabilitas pemasok. kondisi keuangan. Tujuan Analisis Laporan Keuangan Menurut Hanafi dan Halim (2003:6) menyatakan bahwa tujuan analisis laporan keuangan meliputi: a. Investor bisa membeli. Investasi saham Sertifikat saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan. Kesehatan Pemasok (Supplier) Perusahaan tergantung pada “supply” pemasok akan mempunyai kepentingan pada pemasok tersebut. analisis penurunan penjualan bila disertai dengan analisis perkembangan market share akan memberi pendangan baru kenapa perjualan bisa menurun. Membeli dan menahan saham berarti investor memiliki perusahaan tersebut dan berhak atas laba perusahaan. b. terutama informasi mengenai kemampuan pelanggan memnuhi kewajiban jangka pendeknya.

Dengan mengetahui kelemahankelemahan yang dimiliki perusahaan. f. Analisis pesaing Kondisi keuangan pesaing bisa dianalisis oleh perusahaan untuk menentukan sejauh mana kekuatan keuangan pesaing. Penilaian Kerusakan Kadangkala analisis laporan keuangn dapat digunakan sebagai penentu besarnya kerusakan yang dialami oleh perusahaan. h. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan tersebut sangat berarti untuk mengadakan perbaikan dalam penyusunan kebijakan (policy) yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. maka diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar perbaikan dan hasil-hasil yang telah dianggap cukup baik juga harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.Karyawan atau calon karyawan barangkali akan tertarik menganalisis keuangan perusahaan untuk memastikan apakah perusahaan yang dimasuki tersebut mempunyai prospek keuangan yang bagus. g. Pemerintah Pemerintah melakukan analisis laporan keuangn perusahaan untuk menentukan pajak yang harus dibayarkan atau menentukan tingkat keuntungan yang wajar bagi suatu industri. . i. Analisis Internal Pihak internal perusahaan sendiri akan memerlukan informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan untuk emmentukan sejauh mana perkembangan perusahaan.

Analisis Laporan Keuangan. 1995. 2003. Penerbit Ghalia Indonesia: Bogor. Penerbit BPFE. Yogyakarta. J. Edisi Keempat. 2002. Manahan. 2005. 2001. Manajemen Keuangan Perusahaan. Penerbit: Bayumedia Publishing.DAFTAR PUSTAKA Barlian. Weston. Cetakan Pertama. Edisi Keempat.S. Cetakan Kesebelas. Sartono. Edisi Ketiga. Analisis Laporan Keuangan. Manajemen Keuangan. Penerbit: Literata Lintas Media. Edisi Kelima. Tampubolon. Penerbit UPP AMP YKPN: Yogyakarta. Penerbit Liberty. Hanafi. 2003. Yogyakarta. Manajemen Keuangan (Finance Management). Warsono. Yogyakarta: Penerbit BPFE. Edisi Revisi. Cetakan Pertama. 2003. Jilid Pertama. Ridwan S. Agus. Edisi Kesembilan. Cetakan Kedua. Munawir. Fred. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Manajemen Keuangan. . Mamduh M dan Abdul Halim.