`Materi LK-1: Konstitusi HMI

*

Atas faktor tersebut, maka HMI menetapkan tujuannya sebagaimana dirumuskan dalam pasal 5 AD/ ART HMI yaitu : "TERBINANYA INSAN AKADEMIS, PENCIPTA, PENGABDI YANG BERNAFASKAN ISLAM DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERWUJUDNYA MASYARAKAT ADIL MAKMUR YANG DIRIDLOI ALLAH SWT".

Diposkan oleh Hanafi Mohan on Minggu, 20 Desember 2009 Label: Latihan Kader PENGANTAR ILMU HUKUM Konstitusi adalah bentuk peraturan perundangan yang tertinggi yang menjadi dasar dan sumber semua peraturan perundangan yang dibawahnya dalam suatu organisasi/negara.

Konstitusi: - Aturan pokok - Hukum pokok Al-Qur’an & Hadits --> Islam Pancasila & UUD 1945 --> Indonesia AD/ART --> Organisasi Syarat yang harus dimiliki agar konstitusi menjadi penentu arah, tindakan dan piagam (sebagai dasar pijakan): 1. Bentuknya: Sebagai naskah tertulis yang merupakan perundangan tertinggi yang berlaku dalam suatu organisasi/negara. 2. Isinya: Merupakan peraturan yang bersifat fundamental; artinya tidak semua masalah yang penting harus dibuat, melainkan hal-hal yang bersifat pokok, dasar atau azas-azasnya saja. 3. Sifatnya: Universal, Fleksibel, dan Luwes

Persamaan dan keadilan (terdapat pada pasal 13. Pelestarian adat yang baik (terdapat dalam pasal 2 – 10. pasal 22. pembayaran diyat. Al-Anfaal: 61. 25.S. 37. Adat yang dipertahankan seperti gotong-royong. Kebebasan beragama (terdapat pada pasal 25) 5. dan 37) 3. 24.S. 17. 15.S. Bela negara (tersirat dalam pasal 24. 37. At-Taubah: 41. Yunus: 25) 2) Umat Islam wajib mengisi kemerdekaan (fungsi umat Islam) (Q. 15. Al-A'raaf: 172) 3) Khalifah fil ardh (Q.Piagam Madinah (Untuk perbandingan) Prinsip-prinsip umum atau pokok-pokok pikiran Piagam Madinah: 1.S. Al-Baqarah: 105. dan 40) 4. Al-Baqarah: 30) 4) Pengabdian diri (Q. Monotheisme (Konsep tauhid terdapat dalam Mukadimmah. Ali Imraan: 19) 2) Fitrah manusia : Hanief/cenderung pada kebenaran (Q. 16. Persatuan dan kesatuan (terdapat dalam pasal 1. 42 dan akhir pasal 47) 2. RUANG LINGKUP KONSTITUSI HMI A. Adz-Dzaariyaat: 56) Alinea 2: Azas keseimbangan (Al-Qashash 77) Duniawi – Ukhrawi. 38. 22.S. Individu – Sosial. Al- . 23.S. dan 44) 6. Iman – Ilmu – Amal Alinea 3: 1) Kemerdekaan merupakan rahmat Allah SWT (Q. Makna Mukadimmah AD HMI Alinea 1: 1) Islam ajaran yang haq dan sempurna (Q. dan tebusan tawanan).

Keanggotaan HMI dibagi menjadi tiga.Jumu’ah: 10. Secara khusus masalah-masalah yang memerlukan penjelasan lebih lanjut diurai dalam beberapa naskah. isinya memuat aturanaturan pokok organisasi yang bersifat fundamental. # Keanggotaan Yang dapat menjadi anggota HMI adalah mahasiswa Islam yang terdaftar pada perguruan tinggi dan/atau yang sederajat yang ditetapkan oleh Pengurus HMI Cabang/Pengurus Besar HMI. yaitu penjelasan dan pedoman-pedoman organisasi lainnya. Makna HMI sebagai Organisasi berasaskan Islam HMI adalah organisasi yang menghimpun mahasiswa yang (mengaku) beragama Islam di mana secara individu dan organisatoris memiliki ciri-ciri keislaman. kemudian jika anggota muda tersebut telah megikuti dan lulus Latihan Kader I akan dinyatakan sebagai anggota biasa HMI. maka dinyatakan sebagai anggota muda HMI. Adz-Dzaariyaat: 56) B. Apabila yang bersangkutan memenuhi syarat dan telah mengikuti Maperca. . sumber nilai. yaitu: 1) Anggota Muda: yaitu mahasiswa Islam yang menuntut ilmu di perguruan tinggi atau yang sederajat dan telah mengikuti Maperca. Hal utama yang harus diketahui kader selain asas dan implikasinya adalah masalah tentang keanggotaan dan struktur organisasi. 2) Anggota Biasa: yaitu anggota muda yang telah memenuhi syarat dan atau anggota muda yang telah mengikuti Latihan Kader I. 3) Anggota Kehormatan: yaitu orang yang berjasa kepada HMI yang telah ditetapkan oleh Pengurus HMI Cabang/Pengurus Besar HMI. Ar-Ra'du: 11) 3) Adil makmur Alinea 4: 1) Fungsi generasi muda Islam 2) Orientasi pengabdian kepada Allah SWT (Q. dan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai sumber norma. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga HMI Anggaran Dasar dan Rumah Tangga HMI merupakan konstitusi HMI. sumber inspirasi dan sumber aspirasi di dalam setiap aktivitas dan dinamika organisasi.S. Setiap mahasiswa Islam yang berkeinginan untuk bergabung di HMI dengan status sebagai anggota harus mengajukan permohonan dan menyatakan secara tertulis kesediaan mengikuti dan menjalankan AD/ART serta pedoman HMI lainnya kepada pengurus cabang setempat. C.

dengan prosedur yang telah diatur secara khusus. Selain habis masa keanggotaan. # Struktur Organisasi Struktur organisasi HMI terbagi menjadi 2 (dua). dan mengikuti Latihan Kader I. Khusus untuk anggota muda dan anggota biasa. Dalam keadaan tertentu masa keanggotaan dapat diperpanjang apabila yang bersangkutan masih menduduki kepengurusan di HMI. Anggota kehormatan dapat mengajukan saran/usul dan pertanyaan kepada pengurus secara lisan atau tertulis. Anggota biasa memiliki hak suara sehingga otomatis punya hak bicara. dan (2) Struktur Pimpinan. Anggota HMI dapat dipecat karena dua hal: 1) Bertindak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh HMI 2) Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik organisasi Yang bisa mencabut status keanggotaan HMI adalah Pengurus HMI Cabang dan Pengurus Besar HMI. Perhitungan tahun antar program bukan dibuat akumulasi. mengikuti latihan dalam organisasi sesuai dengan peruntukannya. juga harus membayar uang pangkal dan iuran organisasi. dan diberhentikan atau dipecat. Struktur kekuasaan secara hirarki terdiri dari: 1) Kongres 2) Konferensi/Musyawarah Cabang 3) Rapat Anggota Komisariat Struktur pimpinan secara hirarki terdiri dari: 1) Pengurus Besar HMI 2) Pengurus HMI Cabang 3) Pengurus HMI Komisariat . 7 (tujuh) tahun untuk program S1. Anggota muda HMI mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara (gimana bisa bicara kalo bersuara tidak boleh). dan 9 (sembilan) tahun untuk program pasca sarjana. dan akan diperpanjang sampai masa kepengurusannya berakhir.Masa keanggotaan HMI dihitung sejak kelulusan dari Latihan Kader I dan akan berakhir maksimum 5 (lima) tahun untuk program S0. Anggota HMI berkewajiban untuk menjaga nama baik organisasi. dan mempunyai hak untuk dipilih sebagai fungsionaris pengurus HMI sesuai dengan peruntukannya. berpartisipasi dalam seluruh kegiatan HMI. status anggota HMI juga dapat berakhir jika anggota yang bersangkutan meninggal dunia. yaitu (1) Struktur Kekuasaan. mengundurkan diri.

. Hal-hal yang menjadi pokok dalam sistem perkaderan HMI adalah : 1.PEDOMAN-PEDOMAN DASAR ORGANISASI A.. KOHATI berfungsi sebagai bidang keperempuanan. KOHATI memiliki fungsi sebagai wadah peningkatan dan pengembangan potensi kader HMI dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan. Landasan Perkaderan .Pengembangan : Up-Grading. Landasan historis . Tujuan Perkaderan Terciptanya kader Muslim-Intelektual-Profesional yang berakhlakul karimah serta mampu mengemban amanah Allah sebagai khalifah fil ardh dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pada internal HMI.. standar. Pedoman KOHATI KOHATI adalah singkatan dari Korps HMI-Wati. seragam. Aspek Perkaderan • Pembentukan integritas watak dan kepribadian • Pengembangan kualitas intelektual • Pengembangan kemampuan professional 3.. mengembangkan dan meningkatkan potensi HMI-Wati dalam wacana dan dinamika gerakan keperempuanan.. KOHATI merupakan organisasi yang bersifat semi otonom. Pelatihan. dan Aktivitas • Pengabdian B. KOHATI didirikan pada tanggal 2 Jumadil Akhir 1386 H yang bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 pada Kongres VIII HMI di Solo. Pola Dasar Perkaderan • Rekrutmen • Pembentukan Kader . Landasan konstitusi . KOHATI berkedudukan dimana HMI berada.. 2. Pedoman Perkaderan Pedoman perkaderan adalah aturan yang khusus membahas tentang sistem perkaderan yang dilakukan di HMI. Landasan ideologis .Training Formal . Landasan sosio-kultural 4. KOHATI bertujuan agar “Terbinanya muslimah yang berkualitas insan cita”. Sistem inilah yang dilaksanakan secara masif. dan menyeluruh oleh seluruh komponen HMI. KOHATI merupakan badan khusus HMI yang bertugas untuk membina. Landasan teologis .

di mana kondisi pada saat tersebut lembaga kekaryaan sudah cenderung mengarah kepada perkembangan untuk melepaskan diri dari organisasi induknya. Ini dibuktikan dengan adanya evaluasi pada kongres di Malang pada tahun 1969. Lembaga Astronomi Mahasiswa Islam (LAMI). KOHATI berperan sebagai pencetak dan pembinan muslimah sejati untuk menegakkan dan mengembangkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. KOHATI berfungsi sebagai organisasi perempuan. sehingga dalam evaluasi kongres IX HMI di Malang tahun 1969 antara lain melalui papernya mempertanyakan: .Sedangkan pada eksternal HMI. struktur organisasi dan wewenang lembaga kekaryaan • Keinginan untuk menjadi lembaga kekaryaan otonom penuh terhadap organisasi induk HMI Kemudian sampai pada tahun 1966 diikuti oleh pembentukan Lembaga Teknik Mahasiswa Islam (LTMI). Memiliki Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) sendiri c. lembaga kekaryaan pun semakin menarik sebagai suatu faktor bagi berkembang pesatnya lembaga kekaryaan ditunjukkan dari: • Adanya hasil penelitian yang menginginkan dipertegasnya status lembaga kekaryaan. Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI). Punya struktur organiasasi yang bersifat nasional dari tingkat pusat sampai rayon b. Sejarah Lembaga Kekaryaan HMI Terbentuknya lembaga kekaryaan sebagai satu dari institusi HMI terjadi pada kongres ke tujuh HMI di Jakarta pada tahun 1963 dengan diputusakannya mendirikan beberapa lembaga khusus (sekarang lembaga kekaryaan) dengan pengurus pusatnya ditentukan berdasarkan kuota yang mempunyai potensi terbesar pada jenis aktifitas lembaga kekaryaan yang bersangkutan diantaranya: • Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) dipusatkan di Surabaya • Lembaga Da’wah mahasiswa Islam (LDMI) yang dipusatkan di Bandung • Lembaga Pembangunan Mahasiswa Islam (LPMI) pusatnya di Makassar • Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSBMI) pusatnya di Yogyakarta Dan kondisi politik tahun 60-an berorientasi massa. Bentuk mengadakan musyawarah lembaga termasuk memilih pimpinan lembaga Keputusan-keputusan di atas di satu pihak lebih mengarahkan kepada kegiatan lembaga. melalui kongres VIII HMI di Solo melahirkan keputusan Kongres dengan memberikan status otonom penuh kepada lembaga kekaryaan dengan memberikan hak yang lebih kepada lembaga kekaryaan tersebut. Pedoman Lembaga Kekaryaan 1. namun di lain pihak lebih merugikan organisasi ke tingkat induk bahkan justru menimbulkan permasalahan serius. Akhirnya dengan latar belakang di atas. antara lain: a. Yang dapat menjadi anggota KOHATI adalah HMI-Wati yang telah lulus Latihan Kader I HMI. C.

bahwa lembaga kekaryaan adalah bagian mutlak dari HMI misalnya LKMI menjadi LK HMI. Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) b. 6) Progresif dan Pembaharu. yaitu selalu dalam keadaan gerak dan terus berkembang serta dengan cepat memberikan respon terhadap setiap tantangan yang dihadapi sehingga memiliki fungsi pelopor yang militan. dsb. Status lembaga dan hubungan dengan organisasi induknya (HMI) b. Memihak dan membela kaum-kaum yang lemah dan tertindas dengan menentang penyimpangan dan kebatilan dalam bentuk dan manifestasinya. jasmaniah dan rohaniah. Kemudian LK menjadi perhatian/alternatf baru bagi HMI karena gencarnya isu profesionalisme. lembaga kekaryaan yang dikukuhkan melalui kongres XIII HMI di Ujung Pandang. LPL) yang bertugas melaksanakan kewajiban-kewajiban HMI sesuai dengan fungsi dan bidangnya (ladang garapan) masing-masing. Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) c. Sebagaimana terdapat dalam unsur-unsur pokok Esensi Kepribadian HMI yang meliputi: 1) Dasar Tauhid yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul yakni dasar keyakinan bahwa “Tiada Tuhan melainkan Allah”. Namun realitas perkembangan organisasi merasakan perlu dihidupkannya kembali. 4) Dinamis. 5) Pemersatu. Dilihat dari jenisnya. dan Allah adalah merupakan inti daripada iman. 2. Lembaga Da’wah Mahasiswa Islam (LDMI) . Perlu tidaknya penegasan oleh kongres. 3) Kreatif. latihan kerja berupa dharma bhakti kemasyarakatan dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Setelah kongres X di Palembang tahun 1971. yakni memiliki kemampuan dengan cipta dan daya pikir nasional dan kritis. iman dan ilmu menuju kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. maka lembaga kekaryaan yang pernah ada yaitu: a. Islam dan Ihsan. yaitu sikap dan perbuatan angkatan muda yang merupakan kader seluruh umat Islam Indonesia menuju persatuan nasional. Ha ini mengakibatkan lembaga kekaryaan perlahanlahan mengalami kemunduran dan puncaknya terjadi saat diterbitkannya SK Mendikbud tentang pengaturan kehidupan kemahasiswaan melalui NKK/BKK tahun 1978. yaitu sikap dan perbuatan orang muda patriotik mengutamakan kepentingan bersama bangsa datas kepentingan pribadi. 2) Dasar keseimbangan. yaitu keharmonisan antara pemenuhan tugas dunia dan akhirat. Melalui kongres XVI di Padang tahun 1986 pendayagunaan LK kembali dicanangkan. LDMI menjadi LD HMI.a. Lembaga Kekaryaan Yang dimaksud dengan Lembaga Kekaryaan adalah badan-badan khusus HMI (diluar KOHATI. Aktif dalam pembentukan dan peranan umat Islam Indonesia yang adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. perubahan kelembagaan tidak lagi menjadi permasalahan dan perhatian Himpunan. hingga memilki kebijakan untuk berilmu amaliah dan beramal ilmiah.

(Pasal 59 ART HMI) dan lembaga kekeryaan bertanggungjawab kepada pengurus HMI setempat. sesuai dengan bidang masingmasing. Musyawarah badan yang selanjutnya disebut rapat kerja itu. bertugas untuk menjabarkan program HMI yang telah diputuskan oleh instansi-instansi kekuasaan HMI. penelitian dan latihan kerja praktis serta darma bakti kemasyarakatan (pasal 60 ayat b ART HMI) D. (Pasal 60 ayat d ART HMI) b. Melaksanakan peningkatan wawasan profesionalsme anggota. sehingga dalam proses dapat terbentuk arah yang jelas. lambing. Lembaga Hukum Mahasiswa Islam (LHMI) k. pembinaan dan pengembangan Lembaga Kekaryaan benar dapat terkoordinasikan. agar pelaksanaan. Dan lembaga-lembaga yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan karena lembaga kekaryaan adalah badan pembantu pimpinan HMI. Adapun fungsi dari lembaga kekaryaan adalah: a. Melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan HMI untuk meningkatkan keahlian para anggota melalui pendidikan. Lembaga Astronomi Mahasswa Islam (LAMI) i. Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI) f. 3. dan berbagai macam penerapannya. maka dengan melaksanakan tugas/fungsional (sesuai dengan bidangnya masing-masing) haruslah terlebih dahulu dirumuskan dalam suatu musyawarah tersendiri. Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) e.d. Pedoman Atribut HMI Pedoman atribut HMI berisi tentang lagu. Lagu yang dijadikan sebagai Hymne HMI adalah lagu yang diciptakan oleh RM Akbar sebagai berikut: . Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI) h. Maksud dan Fungsi Lembaga Kekaryaan Adanya lembaga kekaryaan dimaksudkan untuk mempertajam alat pencapai tujuan HMI. Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) j. Lembaga Penelitian Mahasiswa Islam (LEPMI) l. Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) g.

Bentuk perisai: Lambang kepeloporan HMI 3. lambang optimis kehidupan HMI . Bentuk pena: Melambangkan bahwa HMI adalah organisasi mahasiswa yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan 5. Tulisan HMI: Kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Islam . Warna putih: Lambang kesucian dan kemurnian perjuangan HMI 10. Keseimbangan warna hijau dan hitam: Lambang keseimbangan. Bentuk jantung: Jantung adalah pusat kehidupan manusia.>>> Hymne Himpunan Mahasiswa Islam <<< Bersyukur dan Ikhlas Himpunan Mahasiswa Islam Yakin Usaha Sampai Untuk kemajuan Hidayah dan taufiq Bahagia HMI Berdoa dan Ikrar Menjunjung tinggi syiar Islam Turut Qur’an dan hadist Jalan keselamatan Ya Allah berkati Bahagia HMI Lambang HMI adalah sebagai berikut: 1.Huruf alif merupakan angka 1 (satu) lambang. Bentuk huruf alif: . Warna hitam: Lambang ilmu pengetahuan 8.Lambang Iman. Warna hijau: Lambang keimanan dan kemakmuran 7. Islam dan Ikhsan .Lambang Iman. Puncak tiga: . Ilmu dan Amal 11. Gambar bulan bintang: Lambang keimanan seluruh umat Islam di dunia 6. esensi kepribadian HMI 9. lambang proses perkaderan HMI 4.Sebagai huruf hidup. dasar/semangat HMI 2.

M. Yusdi Ghozali (Semarang). Maisaroh Hilal (Singapura). . Tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI              Lafran Pane (Yogya). Tayeb Razak. HUBUNGAN KONSTITUSI DENGAN PEDOMAN-PEDOMAN ORGANISASI LAINNYA Pada dasarnya konstitusi hanya memberikan aturan yang bersifat umum. Atribut lain yang digunakan dalam HMI adalah: 1) Muts/Peci HMI 2) Baret HMI Segala sesuatu yang berkaitan dengan atribut diatur dalam ketentuan khusus. Secara hirarki hukum. aturan secara khusus dijelaskan dalam pedoman-pedoman lainnya. konstitusi merupakan aturan tertinggi. Hasan Basri. sehingga tidak boleh bertentangan dengan konstitusi. Anwar (Malang). Siti Zainah (Palembang). Pedoman lain berfungsi sebagai penjelasan teknis hal-hal yang dibahas dalam konstitusi. Marwan. Karnoto Zarkasyi (Ambarawa). Zulkarnaen.Pengunaan lambang HMI dapat diterapkan pada: a) Lencana/Badge HMI b) Bendera c) Stempel d) Kartu Anggota e) Papan Nama HMI f) Gordon/Selempang HMI g) Aksesoris atau perlengkapan lain dengan tidak menyimpang dari lambang dan penggunaannya Aturan penggunaan dan lainnya diatur dengan rinci. Baidron Hadi (Yogyakarta). Dahlan Husein (Palembang). Toha Mashudi (Malang). Mansyur. Suwali. [] 3.

STT (Sekolah Tinggi Teknik).4. Ontologi membahas pertanyaanpertanyaan semacam ini: Objek apa yang ditelaah pengetahuan? Adakah objek tersebut? Bagaimana wujud hakikinya? Dapatkah objek tersebut diketahui oleh manusia. Adanya dukungan Presiden STI Prof. Penghambat Berdirinya HMI Munculnya reaksi-reaksi dari :    Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) Gerakan Pemuda Islam (GPII) Pelajar Islam Indonesia (PII) 1) Ontologi Ontologi adalah pembahasan tentang hakekat pengetahuan. BPT (Balai Perguruan Tinggi) Gajah Mada. Abdul Kahar Muzakir Islam Indonesia mayoritas 5. Faktor Pendukung Berdirinya HMI             Posisi dan arti kota Yogyakarta Yogyakarta sebagai Ibukota NKRI dan Kota Perjuangan Pusat Gerakan Islam Kota Universitas/ Kota Pelajar Kebudayaan Terletak di Central of Java Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia Adanya STI (Sekolah Tinggi Islam). dan bagaimana caranya? 2) Epistemologi Epistemologi adalah pembahasan mengenai metode yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan. Epistemologi membahas pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana proses yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Lalu benar itu sendiri apa? Kriterianya apa saja? 3) Aksiologi Aksiologi adalah pembahasan mengenai nilai moral pengetahuan. Aksiologi menjawab pertanyaanpertanyaan model begini: untuk apa pengetahuan itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan pengetahuan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara metode pengetahuan dengan norma-norma moral/profesional? Perbedaan suatu pengetahuan dengan pengetahuan lain tidak mesti dicirikan oleh perbedaan dalam .

Sementara perbedaan antar sains terutama terletak pada objeknya. tetapi metode keduanya jelas beda.ketiga aspek itu sekaligus. Filsafat dan agama kerap bersinggungan dalam hal objek (sama-sama membahas hakekat alam. tetapi metode dan penggunaannya berbeda. benar-salah. Bisa jadi objek dari dua pengetahuan sama. dsb). . sedangkan metodenya sama. baik-buruk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful