Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. Sesuai dengan itu. maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . 15 Januari 2009 . Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. emosional. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. spiritual. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. File Sapriya. SILABUS 1 A. Sapriya. (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran.Ed. C. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn . (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . M.

Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. Nilai. 15 Januari 2009 2  . Menjelaskan pengertian.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. prinsip. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2. tujuan. dan dimensi PKn 2. Mengembangkan Konsep. dan dimensi PKn. contoh. Menguraikan jenis. tujuan. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4. ilustrasi.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. teori. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1. pengembangan Konsep. Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. Garis Besar Program No.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. Nilai.E. Moral dan Norma PKn 3. Moral dan Norma PKn 1. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. prinsip. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1. (3) Paradigma Baru PKn 1. percontohan. latihan tentang pengertian.2 Pengembangan Konsep. Menguraikan konsep. Nilai.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No.1 Pengertian. tujuan. dan dimensi PKn 1. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1.1 Karakteristik materi PKn 2.

Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2. 3. teori. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. 9 1. ilustrasi.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9. 2.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP. percontohan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. 2. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6. contoh. 5.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. 15 Januari 2009 3 . ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5.

15 Januari 2009 4  . spiritual. emosional. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.F. 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(8) Penilaian Pembelajaran PKn. (1) Paradigma baru PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  . Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. spiritual. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. Untuk mencapai tujuan di atas. emosional. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn.TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn. mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.

2. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas. 4. 1.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Selamat belajar. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. 3. BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. 5. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. BBM 1: Paradigma baru PKn. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

- - - Menjelaskan pengertian. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. mengkaji. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. Baiklah. moral. nilai. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. dimensi dan pembelajarannya. meliputi pengertian. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. menganalis. tujuan. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 .PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. tujuan. Pada modul mata kuliah yang lain.

kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. 2. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. moral dan norma PKn 3. memilih. Pengembangan konsep. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Sementara di pihak lain. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. metode. 5. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Oleh karena itu. mempertimbangkan. dan teknik untuk pembelajaran PKn. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. 3. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. konsep. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. zaman terus berkembang. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Lebih jauh lagi. strategi. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. dan dimensi PKn 2. nilai. Terapkan prinsip. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Pengertian. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. 4. tujuan.

dan apa dimensi PKn. Tujuan. Namun. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 . domain kurikuler. akan dibahas tentang pengertian. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. tujuan. Oleh karena itu. Dari sudut pandang epistemologis. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. mengapa perlu ada pembelajaran PKn. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Barrt.1 Pengertian. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. menurut Barr. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Pada kegiatan belajar ini. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Pada kegiatan belajar ini. dan Shermis (1978). Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. multidisipliner bahkan multidimensional. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya.

dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. landasan konstitusional UUD 1945. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. Secara epistemologis. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Secara ontologis. kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. Indonesia. pendidikan nilai dan moral. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. program kurikuler PKn. pendidikan politik. pendidikan kebangsaan. Oleh karena itu. dan komponen bangsa Indonesia. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. dan pendidikan demokrasi. dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. Bagi negara kita. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. pendidikan kemasyarakatan. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. Oleh karena itu. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). Sesuai dengan namanya.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . watak kewarganegaraan (civic disposition). PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. warga negara. dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat.

melalui proses.terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. Kerr:1996. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). Dalam program PGMI di LPTK. dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. instrumentasi. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. 2001). yakni kemauan. Di Madrasah Ibtidaiyah. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . kemampuan. Oleh karena itu. yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. 2001. Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. Winataputra. yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. keterampilan (skills). Oleh karena itu. through. yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. and for democracy” (CIVITAS: 1996.

tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). belajar sambil berbuat (learning by doing). Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Para peserta didik dikondisikan. agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. yakni rentang kelas 1 s/d 3. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. IPA. maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. dan kebutuhan peserta didik. warga sekolah. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. Namun. Perbedaannya. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). PKn) secara terpisah. pada jenjang MI kelas tinggi. aktualitas. Matematika. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. difasilitasi.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . IPS. • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). pengertian. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran.

warga sekolah. warga negara. (2) PKn sebagai program akademik. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. belajar sambil berbuat (learning by doing). artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik. dan kompetensi guru. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. anggota masyarakat. khususnya dalam mencapai tujuan umum. Dalam pelaksanaan program. Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. kritisasi. buku pelajaran. pengorganisasian kurikulum. Melalui domain ini. dan kreatif. ketanggapan. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). metodologi. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. damai. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). seperti masalah landasan. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter.

Perbedaan terutama pada aspek sasaran. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. Namun.Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. Secara epistemologis. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. dan karakteristik peserta didik. kondisi. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. yakni melalui berbagai program penataran P4. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Oleh karena itu. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge.

khususnya dalam mencapai tujuan umum. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). dan domain sosial kultural”. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. domain kurikuler. dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy).tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. Ada tiga dimensi PKn. dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). Dalam pelaksanaan program. PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . (2) PKn sebagai program akademik.

structural B. deduktif 5. holistik D. 1. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah . metode pembelajaran C.. program kurikuler C. political democracy C. Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . bahan pembelajaran B. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . program akademik D. separated D. preoperasional C. integrated C.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. political organization 2. program sosial kultural B.. correlated 4. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A. contemporary politic B. strategi penyajian D. A. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A.. A. political party D. abstrak B. evaluasi pembelajaran 3.. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A.

. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara .. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah . mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D. tematik C. pemecahan masalah krusial D. pembelajaran tematik (thematical learning) D. Social Studies as reflective inquiry D. kecuali: A.. pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. menciptakan masalah aktual 8. terpadu B. membuat keputusan C..6.. membuat kesimpulan B. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C. Social Studies as citizenship transmission B. pembelajaran yang meluas (broad field) B. Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. disipliner D. Social Studies as social sciences C. Social Studies as personal development 7.. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A. belajar terpadu (integrated learning) C.. kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 . kecuali: A. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . A.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. oleh rakyat. peristiwa. akan dibahas pengembangan konsep. nilai. dan norma disamping pendidikan karakter. Moral. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Nilai. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. atau pemikiran (ide). pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis.2 Pengembangan Konsep. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. maksudnya dalam proses pembelajaran. moral. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Pada kegiatan belajar ini. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. Istilah konsep. namun secara praksis. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. moral. nilai. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. politik. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. konstitusi. Secara akademik. dan hukum. dan untuk rakyat. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini.

konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . empati 27. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. negara tertinggal 10. moral 23. 4. sebagai ilustrasi dan contoh. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. 5. Akibat dari pengalaman ini. 8. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. karakter 14. perasaan 15. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. kelompok penekan 21.Dalam contoh di atas. kekuasaan 28. pemilu 32. moral 12. kekuasaan 18. 7. pelaksanaan. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. tindakan moral 25. dan penilaian. Konsep “buruh”. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. politik 30. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. solidaritas 17. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. 6. 2. wewenang 29. partai politik 31. 1. Namun. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak.pengambilan keputusan 11. misalnya. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. kata hati 26. 3. kelas penguasa 20. nasionalisme 22. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. Dengan demikian. perilaku 24. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. nilai 13. sikap 16. kekuatan rakyat 19.

apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. Oleh karena itu. Misalnya. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. Seperti umumnya konsep. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. berpikir. ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Bila demikian. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . yakni perlu ada pilihan (chooses). yakni nilai estetika dan nilai etika. nilai (value) adalah konsep (concept).Pengertian Nilai Apabila kita sadari. Nilai bukanlah benda atau materi. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. Kedua. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. kriteria keindahan. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). menghitung. penghargaan (prizes). kriteria manfaat. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. Singkatnya. Etika terkait dengan masalah moral. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. Ketiga. artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. dan tindakan (acts). Pertama.

keyakinan. yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. sikap. kepentingan. Dr. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. dan keraguan. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. (1) Nilai Material. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. Samakah. Prof. aktivitas. Namun. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. maksud. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia.Selain dengan kriteria di atas. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perasaan. (2) Nilai Vital. (3) Nilai Kerokhanian. yakni dilihat dari tujuan.

Setiap hari. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Adi mendengar ucapan ibunya. Nak. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi. indah. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . Adi mau mencari obat sekarang”. Adi pergi untuk mencari obat.. maka ada sejumlah yang disebut benar. dan religius. baik. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Menurut dokter. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. seorang anak. Ahli lain. Adi menghadapi dilema. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran. sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker.. Suatu hari.

dan nyata. dan norma sopan santun. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. untuk menciptakan masyarakat yang aman. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. (2) Bersifat umum. bertingkah laku. upah. Misalnya. norma moral. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. dan teratur. lalu lintas dan lain-lain. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak. tertib. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. norma agama. jelas. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. ialah: norma kesopanan. dan norma hukum. norma kesusilaan. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. Secara umum. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. Sedikitnya ada empat jenis norma. norma biasanya bersanksi. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. yaitu berlaku bagi semua orang. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. Demikian pula.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. Dengan kata lain. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum.

setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. (3) Pada norma hukum. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Nilai bersifat universal. Pada umumnya. mores. Oleh karena itu. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. yaitu adat kebiasaan. mentaati/mematuhinya. Dengan demikian. Misalnya. Dalam konteks etika. Jepang.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. norma mengandung nilai atau harga. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. penegakan. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. pelaksanaan. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Artinya. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. morals. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Oleh karena itu. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. moris. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). manners. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. manner. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. Meskipun demikian. ialah: mos. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit.

.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. berilmu. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “.. moral. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. mandiri. dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan. sehat. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan.  Selanjutnya. berakhlak mulia.. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Apabila dikaji.. UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. pendidikan nilai. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. kreatif. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. dan kemasyarakatan.  pendidikan kewarganegaraan. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. moral. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. bersikap. cakap.   b.. kebangsaan. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. menengah.”. .. Rangkuman Istilah konsep. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan.” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. nilai.. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak.   b. Sebagai landasan kurikulernya. atau pemikiran (ide). Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. peristiwa. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik.  pendidikan kewarganegaraan. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan. dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. moral... namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

tertib. manner. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. yakni nilai estetika dan nilai etika. ialah: mos. 32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . agama. morals. manners. ialah norma fisika dan norma etika. dan teratur. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). moris. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Norma ada dua. kesusilaan. Istilah moral berasal dari bahasa Latin. mores. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. Etika terkait dengan masalah moral. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. dan hukum. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. bertingkah laku. yaitu adat kebiasaan.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia.

C.. pilihan (chooses). teori 2. membayar pajak tepat waktu D. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 .. gubernur B. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit . Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda.. Notonegoro. Generalisasi D. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah . kekuasaan D. peristiwa. atau pemikiran (ide) disebut. Menurut Prof... kursi 3.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Dr. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. kewenangan B.kecuali: A.. persetujuan (agreement) B.. 6. tindakan (acts). D. demokrasi C.. A. penghargaan (prizes).. Fakta B. Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.. norma 4. A. A. kekuasaan C. Konsep C. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B.. yakni perlu ada A. empati D. 1. segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut . mengagumi keindahan bunga C..

niai kebenaran B. nilai religius A. baik atau jelek. sanksi tegas dan nyata D. nilai moral/etika D.. A. nilai kesusilaan C. norma kesopanan B. memaksa untuk tidak melakukan C. norma kesusilaan C. norma hukum 9. mengatur perilaku B. A.. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma .7. nilai hukum D. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8... Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah . setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Dalam konteks etika.. menertibkan perilaku 10.. norma agama D. D. nilai estetika C... C.. A.... Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut . nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. B. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan . nilai moral B.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis. Dalam proses itulah. Dengan demikian. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 .3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis. Dengan kata lain. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini. Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas.

emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. Oleh karena itu. dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. Namun. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. Selain itu. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation).demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. Dengan demikian. bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama.

Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan. Pada pembahasan di atas. Dengan kata lain. berbangsa dan bernegara.” (Branson. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak). Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. the dispositions that inform the democratic ethos. lakukanlah diskusi itu. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. cerdas. Alexis de Toqueville. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. dan tidak terdidik. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . are not inherited. as well as ‘habits of the heart’. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Anda telah mengenal paradigma PKn. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. 1999:2) Artinya. menyatakan “The habits of the mind. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. Dengan kata lain. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. bodoh. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin.

yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 . rasional. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. pengalaman praktis.pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Namun. emosional dan sosial. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Khusus dalam pendidikan persekolahan. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Oleh karena itu. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas.

Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. Untuk mencapai SK dan KD tersebut. PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah.2 Melaksanakan hidup rukun.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. 1. (1) 1. • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. SMP/MTs. • Melaksanakan piket di kelas. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. dan SMA/MA. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). Menampilkan sikap cinta lingkungan 2.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No.

Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Dengan demikian. photografi. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok... 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Namun demikian. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. Proyek Belajar Kewarganegaraan. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 . 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri... Pertanyaan selanjutnya. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. peta. grafik. dan karya seni asli. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Kami Bangsa Indonesia . Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.

dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. 3.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. yakni kita semua. Dalam menilai portofolio. Membuat rencana tindakan. Membuat kebijakan publik. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. 5. 4. meningkatkan keterampilan. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Mengkaji pemecahan masalah. 2. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji.

Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. b. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. c. d. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah.

rasional. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. menjelaskan dan menganalisis. Oleh karena itu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. dan bertanggung jawab. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. emosional dan sosial. mengevaluasi. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. keterampilan. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. efektif. Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global.

Indikator pencapaian D. pemikiran dan sikap B. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Spiritual. intelektual. Spiritual. Kemampuan C. Kemampuan dasar B. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. sikap. 1. Partisipasi warga negara D. Afektif. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. Pemecahan masalah warga negara 2. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. rasional. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. dan sosial 3. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Standar materi kewarganegaraan C. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. kecuali: A. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rasional. Standar materi kewarganegaraan D. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Kecerdasan warga negara B. intelektual. Standar pencapaian 5.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. emosional dan sosial D. emosional. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. pemikiran dan emosional C. Tanggung jawab warga negara C.

Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C.6. menjelaskan masalah B. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. membuat rencana tindakan D. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. kelengkapan B. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. kecuali: A. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . kejelasan C. mengumpulkan dan menilai informasi B. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. bernilai seni tinggi 7. membuat kebijakan publik 9. estetika D. peta. mengkaj pemecahan masalah C. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. photografi yang: A. menarik secara estetika B. membuat rencana tindakan 10. membuat kebijakan publik D. beragam dilihat dari segi keilmuan D. menilai kebijakan alternatif C. grafik. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

A. mengagumi keindahan bunga 5. holistik 5. A bahan pembelajaran 3. B political democracy 2. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. B integrated 4. sanksi tegas dan nyata 10. C 3. B Konsep 2. D. D kursi 3. program kurikuler 6. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 5. rasional. persetujuan (agreement) 6. C empati 4. C disipliner Tes Formatif 2 1.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. D 2. B. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . membuat keputusan 8. C. nilai moral Tes Formatif 3 1. C 9. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. B. nilai religius 8. B 8. A 10. A. B. C. B 7. A 6. A Nilai material 7. B. emosional. A Social Studies as citizenship transmission 7. norma kesusilaan 9. D 4.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat. Karena itu. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. Berbicara tentang materi PKn.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. Misalnya. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini.MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. Oleh karena itu. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Namun. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). Namun demikian. oleh rakyat dan untuk rakyat. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. yakni penguasaan bidang studi. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia. ialah pertama.

Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 2. konsep. Terapkan prinsip. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lebih jauh lagi. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. 5. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Karakeristik Materi PKn. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. 3. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. 4. 2. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Dengan demikian. 2. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Implikasi lebih lanjut. Dengan kata lain. Memahami karakeristik materi PKn.

Oleh karena itu. karaktersitik. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maupun adat istiadat.1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. budaya. Apa materi PKn itu. perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. agama. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). maka lahirlah sebuah pertanyaan. Dengan kata lain. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Oleh karena itu. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. bahasa.

Ketiga. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. tiga disiplin pertama. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). psikologi sosial. “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. meliputi geografi penduduk. filsafat dan etika serta bahasa. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). ekonomi. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. dan ilmu politik. geografi penduduk. kepentingannya. antropologi. ekspedisi pendaki gunung. Menurut Hanna dan Lee. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). sejarah. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. sejarah dan ilmu politik. Pada masa itu. Misalnya. secara umum. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. Namun. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. Baru pada pertengahan abad ke-20. Kedua. jurisprudensi. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. kebutuhannya. misi dan karakteristik PKn. berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. dan lain-lain. yakni: Pertama. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. sejarah. meliputi geografi. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. baik kecakapannya.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. sosiologi. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. nasional dan global. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. ilmu politik. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content.

perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. formal disciplines (social sciences). taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Banks. Selain itu. Namun.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. Jarolimek and Parker. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. masyarakat. Oleh karena itu. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. Oleh karena itu. dan negara. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. beberapa ahli Social Studies (Michaelis. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. specific empirical statement about limited phenomena. Oleh karena itu. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. Dengan demikian. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). but they apply only to a specific situation. Meskipun demikian. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. 1984. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. 1993. Sunal and Haas.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. bangsa. Namun. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. 1980. yakni fakta (peristiwa. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. bahwa ”Facts are low-level. cita-cita. sebenarnya. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn.(useful) bagi bangsanya. dasar negara.

terjadi. Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. Namun. siapa. dan global. 1977:84). (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. Selain itu. fakta berupa kejadian. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. dan bernegara sangat penting. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. di mana. 1980:94). tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan. peristiwa. dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. Dengan demikian. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. Namun. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. kehidupan bermasyarakat. dalam konteks proses inkuiri. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. kapan. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). berbangsa. dengan melihat dari aspek perannya.past or present. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. karena mempunyai realitas objektif. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . Oleh karena itu. yang ditampilkan dengan benar-benar ada. nasional.

ideas. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. kambing. pandai. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. danau. meja. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. kemenakan. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. Di dunia ini. dan 2002. Dengan demikian. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. ketimun. Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn. • Memasuki era reformasi. merah. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. gas. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. kursi. dan garam merupakan “konsep”. or events”. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya. kebaikan. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. Jadi. Selanjutnya. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. pohon. 2000. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . sebagai latihan. Namun. yakni pada tahun 1999. 2001. fantasi. Nama-nama seperti gunung. mobil.

Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut. misalnya bunga. dan pabrik. seperti presiden. misalnya kebebasan. Ketiga. Dalam hal ini. Misalnya. Pertama. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. Kemudian. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. semakin kompleks konsep tersebut. (1980:100). tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut.apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. Kedua. pemerintahan. suara mengeong. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. kompleksitas (complexity). penghargaan. pembedaan (differentiation). patriotisme. 1980:99-100). masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). dan kemampuan belajar. ketajaman rasa. berbulu lembut. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. seperti berkaki empat. or individual. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. Misalnya. konsep “kucing”. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. seperti kemampuan bahasa. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. event. concepts represent something common to several events. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. objects. dsb). tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). bercakar. “The more complex a concept is. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. DPR dan sebagainya. or individual. Dengan demikian. penyesuaian diri. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. dan kecerdasan. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. demokrasi. negara. kambing.

Timbul pertanyaan. Misalnya. alat rumah tangga. Kedua. individu-individu. ”bersenang-senang”. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). Keempat. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. klasifikasi. peristiwa-peristiwa. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. Keempat. dan sebagainya.tanah. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR).” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. Misalnya. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. Misalnya. Misalnya. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. Dengan mengenal konsep. Dengan menempatkan objek-objek. peristiwa-peristiwa. Bandingkan dengan konsep obeng. Ketiga. individu-individu. DPRD I di Propinsi. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. uang. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. emas. dan ”hotel”. rumah. he places it into a class. Kelima. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. atau ide-ide. Pertama.

peraturan hukum. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. “Padang bengkok”. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna.” (Fraenkel. dan sebagainya. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. hak dan kewajiban. kekuasaan. suku. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. konsep “negara”. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. Misalnya. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. create a society. tentu memerlukan penjelasan yang memadai. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. “Cina licik”. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. Contohnya: “Jawa koek”. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. Menurut Fraenkel. suku. “Orang Batak si tukang copet”. Ketujuh. 1980: 103). Keenam.

baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. hukum dan politik. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting. Di samping itu. Tujuan utama dari pendidikan hukum. kebiasaan. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Oleh karena itu. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. dan bernegara. harus dapat berjalan secara sinergis. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. yakni hukum negara. adat-istiadat. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. dan norma agama. Kehidupan yang tertib. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. aman. berbangsa. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). kesusilaan. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. Menurut Banks (1977: 259). Oleh sebab itu. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. sikap.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

dimensi program ini bersifat formal. bernegara dan berpemerintahan. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa.penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dengan peraturan baru tersebut. keberadaan bangsa dan negara merdeka. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). Lalu ada aksi berjuang. khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. kalau ada. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. Kemudian. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. bermasyarakat. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. Oleh karena itu. Secara kultural. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Sebelum proklamasi. berorganisasi. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 .

kompetensi lulusan. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya. maka kompetensi lulusan harus sama. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. Hal ini tidak mungkin berbeda. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. sarana dan prasarana. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. proses dan kompetensi lulusan. pengelolaan. Apakah boleh PKn itu terbelah. Content ini pun harus dibedakan. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian. decision making competence atau decision making skills. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. pembiayaan. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu.mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. dan penilaian pendidikan. Misalnya. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. proses. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. tenaga kependidikan. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. ada content yang sifatnya structural formal. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

berbagai konteks pasti berbeda-beda. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model. Dengan demikian. perubahan.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. formal ini bagaimana merupakan content perekat. Namun. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. Ketika Indonesia danmisalnya. Kurikulum masa ini doktrin Kedua. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 . seluruh propinsi dan seluruh bangsa. pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. seluruh kabupaten/kota.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. dihadapi. content perekat. pemersatu akan memperkuat Namun. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini.tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). DenganContent demikian. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. siswa berada. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia.

maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994.Ketiga. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. kemiskinan. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. Kedua. kebodohan. separatisme. Sedangkan untuk SMA/MA. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. baik PKn SD/MI. Dari aspek content. Keempat. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. korupsi yang merajalela. Pertama. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. pernah dilakukan penyesuaian content. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. SMP/MTs. Dalam hal ini.

Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. hukum dan peraturan. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. 1. terkait masalah konflik antaretnis. Persamaan kedudukan warga negara 5. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Partisipasi dalam pembelaan negara. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Hukum dan peradilan internasional 3. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tata tertib di sekolah. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Pemerintahan daerah dan otonomi. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Harga diri sebagai warga masyarakat. Pemerintah pusat. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Prestasi diri . Persatuan dan Kesatuan bangsa. Kebebasan berorganisasi. dan layak. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Budaya politik.dikomunikasikan kepada peserta didik. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Norma yang berlaku di masyarakat. Norma. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . Instrumen nasional dan internasional HAM. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. misalnya. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Demokrasi dan sistem politik. Peraturan-peraturan daerah. Sumpah Pemuda. Cinta lingkungan. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. Menghargai keputusan bersama. Pemajuan. logis. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Sistim hukum dan peradilan nasional. Kekuasan dan Politik. Dengan kata lain. Sistem pemerintahan. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Namun.

Dengan kata lain. serta anti-korupsi 3. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Berpikir secara kritis. Dengan menyimak paparan di atas. Dampak globalisasi. tanpa memeras dan menguras tenaga. berbangsa. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. yakni: 1. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Dengan demikian. Namun. mengamati. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. dan demikian juga sebaliknya. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. rasional. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. Selanjutnya. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi.8. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. dan Mengevaluasi globalisasi. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan bernegara. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. keterampilan dan kebiasaan. menurut sejumlah hasil riset. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. membina kebiasaan.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. Kemampuan berpikir. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. menilai keadaan. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956). Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. dan (2) tingkat kemampuan berpikir. yang terbuka dan tanggap. Oleh karena itu. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan.

ajeg. Orientasi hukuman dan kepatuhan. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. persamaan hak asasi manusia. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. 3. menghormati kekuasaan. Konvensional 2. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Orientasi legalistik kontrak soaial. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Orientasi instrumental. 6. dan kekuasaan yang berlaku. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. 4. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. tujuan. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. Secara lebih rinci. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. Orientasi keserasian antar personal. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. hukum. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. dan universal. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. Memelihara ketertiban sosial. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal.

Membiasakan hidup bergotong royong 2. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. saling berbagi dan tolong menolong 1. agama.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2. dan suku bangsa 1.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 .1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Melaksanakan hidup rukun.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.

Menampilkan sikap demokratis 4.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.2.3. satu bangsa dan satu bahasa 1.2 Melaksanakan perilaku jujur. kedisiplinan.2 Memberi contoh bentuk harga diri.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2. disiplin. kekayaan alam.1 Mengenal nilai kejujuran. kota. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. seperti kebhinekaan. keramahtamahan 4. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan provinsi 2. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2. kota.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. Memahami sistem pemerintahan kabupaten. seperti menghargai diri sendiri. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2. kota. dan provinsi Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3.1 Mengenal makna satu nusa.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Memiliki harga diri sebagai individu 4.

Semester 2 Stándar Kompetensi 3. MA. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Memahami kebebasan berorganisasi 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4. DPR.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. MK dan BPK dll.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. seperti Presiden. Wakil Presiden dan para Menteri 4. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. 3.Kelas IV. Presiden. anti korupsi. seperti MPR. seperti pajak. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah. lalu lintas. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. larangan merokok Kelas V.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 .3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2.

3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. c.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. pengertian kerjasama antarbangsa b. Negara-negara Asia Tenggara c.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2. Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. kegiatan pembelajaran. Pengertian Politik luar negeri b. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif. Peran Indonesia di Asia Tenggara a. d. Kompetensi Dasar 3.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3.Kelas VI.

Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . yakni kecerdasan dalam intelektual. Sebagai latihan. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita. sosial. baik dalam lingkungan keluarga. kelompok permainan. dan bahkan spiritual. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. dan lingkungan masyarakat sekitar. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. lingkungan madrasah. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. emosional. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. dan dalam kehidupan di sekolah.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah.

menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Secara konseptual. PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik.masalah. bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. kekayaan Indonesia. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. Secara ontologis. jatidiri sebagai bangsa Indonesia. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). meliputi keterampilan berpikir. manusia sebagai pribadi. meliputi: Nusantara Indonesia. berkomunikasi. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. Secara praksis. Dalam hal ini. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. yakni curriculum content dan student behavior. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. Secara filosofis. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. berpartisipasi. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

rakyat 3... demokrasi politik B. A. Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . perilaku warga negara C. tanggung jawab B.. PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara. Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D. peran dan fungsi C.. Batang Tubuh UUD 1945 C... Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 . Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. rakyat B. Indonesia menganut demokrasi konstitusionil.. demokrasi liberal 2. pemerintah D. Objek atau bidang telaah PKn adalah . khususnya konsep.. khususnya tentang . hak dan kewajiban D. demokrasi terpimpin C. demokrasi konstitusional D. Pembukaan UUD 1945 B. A. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. kecuali: A. kesejahteraan 4. A. perilaku pemerintah D. A. 1.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.... wilayah C. negara B. pengakua 5..

berpikir secara kritis B. berkembang secara positif D. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No.. Hak asasi manusia 10. Persatuan dan kesatuan B.. kecuali: A. sekolah D.22/2006. berpartisipasi secara aktif C.. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah . masyarakat B... pemerintah C. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tahun 1994 D.. emosional 7. Tahun 1968 B.6. psikologis D.. A. Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum .. A. Globalisasi C. Tahun 1975 C. organisasi kemasyarakatan 8.. Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Demokrasi D. sosiologis C. A. Tahun 2006 9. historis B. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. Misi ini merupakan ontologi PKn secara .

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. C. C Demokrasi 10. C. hak dan kewajiban 4. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. D fakta 8. A ekspositori 6. D pengakuan 5. demokrasi politik 2. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . informal content 4. A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. B fakta 7. B Tahun 1975 9. C sekolah 8. A. A. A. C Fraenkel 10. A. B. B Batang Tubuh UUD 1945 6. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. D emosional 7. formal content 5. B perilaku warga negara 3.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada modul mata kuliah yang lain. zaman terus berkembang. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Sementara di pihak lain.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. dan teknik untuk pembelajaran PKn. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. metode. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Baiklah. strategi. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI.

konsep. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 5. 4. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. memilih. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Oleh karena itu. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Terapkan prinsip. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. mempertimbangkan. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 2. Desain pembelajaran PKn 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru.

Pada kegiatan belajar ini. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. Oleh karena itu. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Artinya. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. tujuan. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . Memang.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pada kegiatan belajar ini. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. akan dibahas tentang pengertian.

Dengan demikian. Pada kegiatan belajar berikut ini. selama proses mengembangkan kurikulum.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran. Dalam pembahasan berikut ini. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. sikap dan kemampuan guru. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. iklim sekolah. Artinya.

Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. Gedung Kedutaan. Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. dan sebagainya.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. sbb. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. pengalaman. sikap. keterampilan mengajar. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). pengetahuan. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . Gedung Kejaksaan RI. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas.

dan sebagainya. meramu. tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. Apabila kita perhatikan. anggapan dan nilai masyarakat. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal.kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. mengemas. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. perubahan fungsi keluarga. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. seperti harapan orang tua siswa. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). Dengan kata lain. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). perubahan dalam struktur ekonomi. perubahan teknologi dan informasi. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). perubahan hubungan antara orang tua dan anak. Dua faktor ini saling mengisi. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tuntutan dunia kerja.

dan keterlibatan masyarakat di sekolah. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. media. ujian nasional. pekerjaan rumah. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. sikap dan sebagainya. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. sumber dan evaluasi. tingkat otonomi sekolah. antara lain standar kompetensi lulusan. antara lain: Sebagai latihan. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . Misalnya. pengalaman kerja. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat. efisiensi dan efektifitas. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. yakni relevansi. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. Harapan dunia kerja. pemerataan. disiplin siswa di sekolah.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex.

Pemerintah Daerah. dan pusat penataran guru. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. Misalnya. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. universitas. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. Umumnya. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. konsultan kurikulum. Di Indonesia. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. peragaan dan alat peraga. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat.akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. buku-buku profesional. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. Sedangkan. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. dan masyarakat. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi.

Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. berapa usianya. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. Untuk mengenal perbedaan siswa. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. perkembangan moral. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . Sifat. karakter. dan keterampilan/perilaku. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. dan pengalaman. 6) Karakteristik personal. motivasi. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. baik eksternal maupun internal. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. kecakapan. Dari semua faktor.Faktor internal pertama: Siswa. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. seperti keterampilan motoriknya. misalnya kesiapan belajar. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. afektif. tingkat perkembangan kognitif. aspirasi. rasa percaya diri. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. nilai dan sikap. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. jenjang dan kelasnya. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. misalnya kepribadian. bakat khusus. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif.

6) Evaluasi diri guru sendiri. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. misalnya oleh siswa. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. 3) Harapan guru. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. 2) Ketertarikan guru. Dengan demikian. misalnya. 5) Gaya mengajar. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. Faktor internal kedua: Guru. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. Dalam penggunaan metode mengajar.

sifat sekolah sebagai suatu organisasi. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. Dalam forum MGMP. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. Namun demikian. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . atmosfir. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru. Oleh karena itu. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah.7) Peran guru.

organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. alokasi dana untuk bahan pelajaran. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. kekayaan budaya. Dengan adanya temuan ini. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. kualitas perpustakaan beserta stafnya. jenis dan jumlah bahan pelajaran. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. ketersediaan pusat sumber belajar. Misalnya. dll. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. penghasilan setiap daerah. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti tinggirendah tanah.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

5. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. keteladanan. 6. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . transformasi pengalaman. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. kelompok. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. 5. adanya variasi kegiatan klasikal. narasumber. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. percontohan. 4. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). 2. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. dan (3) model pemecahan masalah. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP. (2) model belajar melalui pengalaman. Menurut Suparman (1997). 2. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. 3. 3. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). meliputi: (1) model berbagi informasi. 7. 1.pembiasaan. dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. demokratis. 4. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6.

atau menyajikan informasi tahap demi tahap. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. untuk mencapai tujuan yang maksimal. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. memberi umpan. pentingnya pelajaran. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. Meskipun demikian. Oleh karena itu. model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. mempersiapkan siswa untuk belajar. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. informasi latar belakang pelajaran.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. demokratis. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. dan memiliki kebebasan berpendapat. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Oleh karena itu. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. logistik yg dibutuhkan. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. dan berbagi tugas dengan teman. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. model. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih.

Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. misalnya. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. sebagai berikut. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 . model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. Stándar Kompetensi 3. Namun.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. Pada hakikatnya.

berargumen. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. dll. voting. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. kebijakan. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. dll.: I. institusi. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. III. kelompok kepentingan. tujuan. IV. mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menulis surat kepada pejabat. fungsi. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. demonstrasi.

Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. pekerjaan). sebagai berikut: Pertama. dan lingkungan siswa setempat. sejarah. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. etnis. Oleh karena itu. yakni: I. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Memecahkan masalah Kelima. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. karakteristik. agama. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. Merumuskan tujuan Kedua. status sosial ekonomi (pendapatan. Karakteristik sosial. perhatikanlah contoh berikut ini. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. nasionalitas. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga.

Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman.Sikap bertanggung jawab. kamu biasanya bertanggung jawab. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Kedua. Merumuskan tujuan. Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab.

Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. Setiap seminggu sekali. dan prinsip-prinsip moral. kebiasaan. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Sebagai contoh. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. 1. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. 2. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. Keempat. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Usman. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. hukum. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini.

kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. mungkin anda mendapat nilai yang baik. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. dan pergi ke pasar.Susi untuk membersihkan lantai. membuang sampah. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman. guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. 3. Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . khususnya tetangganya memerlukan taman. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. Kelima.

... teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu................. Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah...... Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda............... Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini....................... atau bagaimana orang lain memikirkan kita...... Manakala hal ini terjadi.. Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab............ Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya.. Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 ..• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í .. Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari... anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik................................. apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab.................... Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri.................. bacalah cerita Piknik Keluarga......…………………………… ........... 1...... Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya................................................. seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda......... kita mungkin menerima hukuman...... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab................ Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama.......................... Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu.....................………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab...... ...... .................. maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas....... yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab......

Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. sindok untuk seluruh keluarga. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. pisau. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. 4. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. Apakah sumber tanggung jawab? 5. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Setelah makan. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. 6. gelas. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan.2. Siapa yang bertanggung jawab? 2. joging. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. 5. 3. Apakah tanggung jawabnya? 3. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. bermain. Mereka membereskan peralatan. Saudara laki-laki Tati.

Baiklah. Bagaimana menurut pendapat anda. sebagai latihan. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah. Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. Pecahkan masalah berikut. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. 4. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . 1. Rumuskan tujuan 3.

Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. (5) suasana kelas yang fleksibel. dan (3) model pemecahan masalah. maupun keterampilan. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. ekonomi dan budaya peserta didik. dan perorangan. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. seperti melalui pembiasaan. keteladanan. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. manajer kelas yang demokratis. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. adalah: (1) Merumuskan tujuan.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. transformasi pengalaman. (2) model belajar melalui pengalaman. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. demokratis. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. Untuk mengubah kemampuan itu. narasumber. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. kelompok. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. (4) Memecahkan masalah. sikap. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. meliputi: (1) model berbagi informasi. percontohan.

. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B. A. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . Bentuk pembelajarannya berupa .. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . A. kegiatan perorangan D.... model bermain sambil belajar 5. guru berperan sebagai fasilitator. kecuali: A. menggunakan satu metode secara berulang C. perilaku D. kepribadian 2. kognitif B. kegiatan kelompok C. kelompok. model belajar melalui pengalaman C. kegiatan klasikal B. dan perorangan 3. yang mencakup tiga domain. Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut. yakni mencakup. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A.. model belajar melalui pengalaman C. manajer kelas yang demokratis 4. model pemecahan masalah D.. menerapkan pola komunikasi banyak arah D. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. kecuali: A. adanya variasi kegiatan klasikal. narasumber. model berbagi informasi B. afektif C. model pemecahan masalah D...... 1. model berbagi informasi B. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai ..

Berpikir kritis B. A. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B. Orientasi siswa pada masalah.. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah ... Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah . Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . A.. A.. Evaluasi D. Berpikir induktif D. D. Berpikir kreatif C. model berbagi informasi B. Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . model belajar melalui pengalaman C... C... Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C... Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . 10. A.. Memberikan penghargaan 9. model bermain sambil belajar 7. A. Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai .. model pemecahan masalah D. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B.. Membimbing kelompok bekerja dan belajar C.. Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok.. B.6. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. Membimbing pelatihan D.

10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

C 9. dan perorangan 3. B Orientasi siswa pada masalah. D kepribadian 2. B 10. B 7. D 5. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D Memberikan penghargaan 9. kelompok. B 2. B menggunakan satu metode secara berulang 4. D adanya variasi kegiatan klasikal. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. D 3. B model belajar melalui pengalaman 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C 8. A 6. 10. C model pemecahan masalah 5. A model berbagi informasi 7. A 4.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

berpikir kritis. 5. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. wawancara. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. dan menilai data. Sebagai strategi pembelajaran. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. Sebagai pendekatan pembelajaran. berkompromi. dan survey Pemungutan suara. mengumpulkan informasi. wawancara. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. Pendekatan pemungutan suara. menilai kualitas penyajiannya. 6. wawancara. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif.menjelaskan masalah serta solusinya. Oleh karena itu. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. wawancara. pemungutan suara. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. Selain itu. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan.

Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. 8. berpikir kritis.hidup. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. proses dengar pendapat. panitera bahkan terdakwa. 7. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. pengacara. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. politik. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. dan sistem kehidupan internasional. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. rapat komisi. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. tetangga. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. pengambilan keputusan. hukum. atau interaksi di lingkungan birokrasi. Misalnya. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. dan anggota masyarakat lain. hakim. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. Oleh karena itu. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. ekonomi. 9. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya.

para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. bersifat satu arah. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. lingkungan sekolah. dan ditulis secara jelas. dan kemampuan guru. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. sarana. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. demonstrasi. dan peran guru sangat dominan. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. Selanjutnya. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. Oleh karena itu. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . ceramah (lecture). prasarana. Sebagai latihan. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. Sebaliknya. Perhatikan karakteristik siswa. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. 1. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. lingkungan belajar. membangun opini. Secara umum. kondisi sekolah. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. dikembangkan secara logis. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut.

Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis. bersifat dua arah. kosa kata. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. curah pendapat (brainstorming). Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. dan peran siswa lebih dominan. Secara umum. metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. kelompok tutorial. 2. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). wawancara. a. bermain peran (role playing). pemecahan masalah. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. jigsaw. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. dan konferensi. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. Oleh karena itu. diskusi. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. Dalam pembelajaran PKn. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah.

4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Artinya. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. menyadari. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. Misalnya. dan peka terhadap masalah sosial. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. yakni membantu siswa untuk merasakan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. c. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. jika peran yang dimainkan adalah polisi.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. dan kemampuan berorasi. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. Oleh karena itu. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. b.

Dalam kegiatan curah pendapat. diskusi reflektif. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. Selanjutnya. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. Mungkin pada awalnya. inkuri. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. 3. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. Dalam menerapkan metode curah pendapat. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kemudian. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. 2) menunda pemberian kritik. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. studi kasus.

pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. a. Di kelas. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. mengembangkan pertanyaan. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. mengungkapkan. membantu merencanakan strategi masa depan. dan peran siswa lebih dominan. dan pemetaan konsep.pembentukan konsep. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Secara aktif. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . sumber belajar. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. Sebagai metode pembelajaran. dan. siswa terlibat dalam proses belajar. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. bidang studi. Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. dan lingkungan belajar. Secara umum. mengembangkan. dan menguji hipotesis. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. bersifat dua arah. Karena semua gagasan awalnya diterima. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. b.

Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Dalam melatih berpikir divergen. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. c. data. bahan dan masalah. 39. Contoh peta konsep sebagai berikut. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri.1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. berpikir deduktif. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. . Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. dan berpikir induktif. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. konsep. Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. topik.

• Pilihan untuk memecahkan masalah. percobaan. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. • Melihat pengetahuan terdahulu. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. bermain peran. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. dan sebagainya. simulasi. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. Misalnya. simulasi mengajar. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa. pengamatan lapangan. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. dan peran siswa lebih dominan. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. survey. Oleh karena itu. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. permainan.4. Sebagai metode pembelajaran. Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. bersifat interaksi multi arah. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. atau kegiatan tertentu. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. profesi. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. yakni simulasi. simulasi mengatasi kebakaran. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. Secara umum. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi.

memberi penguatan. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. Apa target keterampilan simulasi. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. aturan main. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. pemodelan. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . c. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. apakah keterampilan intelektual. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat.a. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. contoh. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. yakni keterampilan bertanya. Namun. b. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. b. afektif. Ada sejumlah teknik bertanya. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. dan sebagainya. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. tema apa yang dipilih. Sasaran. menjelaskan.

sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target).c. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. objek. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Dalam konteks pembelajaran. bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. antusias. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). Misalnya. Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. kemudian bila tidak ada yang menjawab. dan bersemangat untuk bersimulasi. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. maka ketika guru bertanya. Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Dalam konteks pembelajaran. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan unsur-unsur pembelajaran. yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. d. Dalam kelompok kecil inilah. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing).

dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). (5) Pendekatan Debat (debates). ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). yakni keterampilan bertanya. interviews. dan surveys). dan survey (polls.materials). (4) Pendekatan (Cooperative Learning). wawancara. (4) pembelajaran melalui pengalaman. (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). Namun. (6) Pendekatan pemungutan suara. menjelaskan. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. memberi penguatan. (2) pembelajaran interaktif. ialah (1) pembelajaran langsung. (3) pembelajaran tidak langsung. Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies).

A. 1. a way of tackling 2. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif. 3.. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. A. a way of viewing B. Dalam konteks pembelajaran. simulasi (simulation) D. tinjauan terstruktur (structured overview). Dalam konteks pembelajaran.. a way of achieving target C. a way of handling 4. strategi diartikan sebagai . a way of tackling D.. kecuali: A. a way of achieving target C. demonstrasi (demonstration) 5. ceramah (lecture). membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung. a way of viewing B. kecuali: A. bermain peran (role playing) B..Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. bermain peran (role playing) B. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut .. a way of handling D. metode diartikan sebagai . B. A. curah pendapat (brainstorming) C. curah pendapat (brainstorming) C. C.. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 . kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D..

Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah . ceramah D..6.. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan . Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9. A.. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B. guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B.. melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C. menjelaskan D.. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung... memberi penguatan C.. melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. A... kecuali: A. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah .. Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C.. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. pemecahan masalah B. bertanya B.. mengadakan tanya jawab C. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk . guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pemetaan konsep 8. kecuali: A. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B. guru membagi peran untuk tiap siswa D. mengajar kelompk kecil 10. studi kasus C. berlatih memerankan tokoh tertentu D. A.

x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. Pada kegiatan belajar ini. Namun. (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. Apakah Anda masih ingat. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . keterampilan. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. Secara singkat. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Apabila dikaji. yakni warga negara yang memiliki pengetahuan.2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah.

Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. sikap. penilai (evaluator). menegakkan kebenaran dan keadilan. afektif. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. adil. perasaan/emosional. tidak ada tindakan yang menekan siswa. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). fasilitator. sintesis. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn.pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. nilai. dan psikomotorik. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. rewarder. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. pengelola (manager). yakni suasana penuh kekeluargaan. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. konteks kehidupan masyarakat. analitis. Oleh karena itu. serta kebutuhan dan karakteristik siswa. Untuk mencapai tujuan PKn ini. yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. hangat. persabahatan. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. memahami. dan evaluatif. terbuka. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. patriotis. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perjuangan. dan tidak paksaan. berpikir kritis. maupun pemberi keputusan (decision maker). peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. dan unsur afektif lainnya. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. pengarah (director of learning). Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif.

terampil. memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. 1978). sebagaimana dikemukakan Branson (1999). misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. Baiklah. Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). yakni menjadi siswa yang cerdas. berbangsa dan bernegara. Dalam rumusan tujuan lain. yakni nilai estetika dan nilai etika. keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. Artinya. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). maupun aspek afektif dan psikomotor. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda.

Oleh karena itu. (4) VCT dengan kartu keyakinan. (2) Analisis nilai. (6) teknik yurisprudensi. meliputi (1) metode percontohan. Oleh karena itu. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Misalnya. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. antara lain metode bermain peran (role playing). artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. (e) daftar penilaian diri. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. (5) VCT melalui teknik wawancara. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. hadir tepat waktu. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). (g) perisai kepribadian diri. Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. (c) daftar skala prioritas. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. (d) daftar gejala kontinum. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. dan (7) teknik inkuiri nilai. dalam PKn dikenal pula model Permainan. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah.bagaimana seseorang harus berperilaku. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. berpakaian rapi dan bersih. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai etika terkait dengan masalah moral. Selain itu. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. (b) Daftar tingkat urutan. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan.

mampu menangkal. Keempat. meniadakan. sikap dan perilaku siswa. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. Keenam. dna sebagainya. seperti ceramah. kemerdekaan. tetapi divariasikan dengan metode lain. 1. kerukunan. menarik perhatian. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. mampu mengundang. moral. dan ekstrim. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. seperti nilai toleransi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . foto atau cerita. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. cerita. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. Kelima. keyakinan. ekspositori. Singkatnya. dilematis. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. melibatkan. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. umumnya bersifat abstrak. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. Terlebih konsep nilai. Ketiga. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. Oleh karena itu. dapat merangsang imajinasi siswa. kontroversial. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. dan tanya jawab nilai. dan kasus. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. Kedua. mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. Ketujuh. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. Dalam pelaksanaannya.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai.

seperti perbuatan korupsi. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. film. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a. Namun. anak durhaka. dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. b. Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan sebagainya. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa. main hakim sendiri.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. Lontarkan cerita game ini. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. gambar. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. tabrak lari. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. Langkah Pembelajaran a. foto.

2) Pak Tobing. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. 6) Ibu Ina. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. Keadaan beliau sangat gawat. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . kelompok maupun klasikal. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. 5) Pak Priyatna. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. 2. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. baik secara individual. Dia pingsan. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul. Ketiga. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. 3) Ibu Hadijah. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. 7) Ibu Jamilah. Kedua. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. 8) Halimah.

Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Menurut dokter. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. kelompok. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . • Suatu hari. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. c. Kelima. Berdasarkan cerita/kejadian di atas.. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Fase pembahasan/pembuktian argumen. a.. Adi pergi untuk mencari obat.Keempat. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. Nak. seorang anak. dan klasikal). berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. Adi menghadapi dilema. Adi mendengar ucapan ibunya. Adi mau mencari obat sekarang”. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Fase penyimpulan. Setiap hari. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keenam. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut.

Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. d. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Kedua. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. Pada saat siswa memberikan jawaban. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. dan sebagainya. saling memaafkan. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Persiapan Pertama. guntingan berita Koran. seperti hormat menghormati. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. menengok yang sakit. Ketiga. gambar. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. seperti ceramah dan tanya jawab. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. tolong-menolong dengan sesama teman. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. film dan sebagainya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . mengunjungi orang tua. a. b.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. a. Keempat. c. seperti cerita.

melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. Misalnya. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. kelompok maupun klasikal. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. dan klasikal). baik secara individual. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. Pertama. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. Kelima. guru bertanya seperti. fase pembahasan/pembuktian argumen. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. a. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keempat. kelompok. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. Kedua. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. b. a. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT.Kelima.

Sebagai media pembelajaran. Selain itu. A. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Drs. Anda kaji kembali buku Karya Prof. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Kemudian. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. Selamat mencoba. Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. dan VCT. Anda harus bersikap demokratis. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. antara lain keterampilan bertanya. fase penyimpulan. nilai. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). reinforcement. Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Kemudian. hangat-ramah. dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). variasi stimulus dan menjelaskan. Sedangkan untuk evaluasi. Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Ketujuh. Selain itu. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan.Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut.

maupun aspek afektif dan psikomotor. mampu mengundang. situasi dan lingkungan belajar siswa. Kelima.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. melibatkan. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. Keempat. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. dan kebutuhan siswa itu sendiri. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. waktu yang tersedia. Ketujuh. Kedua. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. mampu menangkal. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. Pertama. Keenam. meniadakan. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. Ketiga. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata.

mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna . mengemban misi membina nilai.. moral. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. membelajarkan PKn B. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . sikap. yaitu …. learning to be D. A. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . A. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn... skala prioritas D.. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT. yang tidak termasuk VCT Daftar. yaitu daftar . meningkatkan penalaran siswa D. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn …. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C. learning to know B. guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C. A.. A. tingkat urutan C. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D.… A. analisis nilai/kasus B. learning to do C..

kecuali . civic knowledge B. objektif D. kecuali: A..6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT. menjelaskan C. uraian C. bertanya B. A.. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. civic education D. media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B. variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). lisan B. memberi penguatan D. civic skill C.. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan . pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah .. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B..… A. memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D. A. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan …. yaitu tes .… A.

79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 .Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini.100% 80% . Bagus! Jika masih di bawah 80%.89% 70% . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% . gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Hitunglah jawaban yang benar. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. terutama bagian yang belum dikuasai. Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2. Kemudian.

6. 10. A Membelajarkan PKn. B a way of achieving target 2. C Civic education. A bertanya 10. D Belajar melaksanakan PKn. moral. 7. A Daftar analisis nilai/kasus. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. C ceramah 8. 9. C Keterampilan memberi penguatan. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. 8. 5. D a way of handling 4. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. C Learning to be. 3. C simulasi (simulation) 3. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9. D demonstrasi (demonstration) 5. perilaku dan kecerdasan siswa. D Tes pengamatan. D PKn punya misi membina nilai. 4. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. 2. B curah pendapat (brainstorming) 6. sikap.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. Oleh karena itu. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. Dapat memilih. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. jadi belum dapat berpikir abstrak. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. 2. rasional. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi. Masih ingatkah anda. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. mengembangkan. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. belum mampu berpikir secara parsial.

para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Dengan demikian. 2. 3. konsep. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. 5. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. apa. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. Dengan kata lain. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Lebih jauh lagi.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 4. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. Terapkan prinsip. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Implikasi lebih lanjut. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1.

Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran.0 . preoperational period (2. concrete operational period (7.11 or 12. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran.14. formal operational period (11.7. Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964. guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. sensorimotor period (0.0 . fase kedua. Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan.0 or 15. dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 . yakni: fase pertama. Dengam media pembelajaran. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah.0). sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat. Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya.0).0 .0).0 or 12.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting. dan fase keempat. mempengaruhi. sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase. Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan.2.0 . fase ketiga.0).

dan evaluasi. perasaan. Dengan kata lain. metode. perasaan. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. Dengan kata lain. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar. metode. perasaan. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. tersalurkan secara efektif dan efisien. komunikan. media. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. dan evaluasi.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. untuk proses penyaluran informasi. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah.untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. materi. materi. yang berarti perantara atau pengantar. media. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. kepada komunikan diperlukan saluran (media). Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. yang berarti perantara atau pengantar. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.

Dengan demikian. dengan melihat. meraba serta menggunakan alat dria lainnya. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 . yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. Dalam pembelajaran PKn. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. dan kemauan siswa untuk belajar. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. 1996). Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. mendengar. 1986:96). karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. Menurutnya.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. mencecap. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. generalisasi. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung.

perasaan. Untuk itu. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan keadaan/ kebutuhan siswa. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. a. Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. d. e. Media hendaknya dipilih secara obyektif. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. c. metode yang akan digunakan. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. 1979:76) berikut ini. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran.pembelajaran di sekolah. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Sebaliknya. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan. perhatian dan kemauan siswa. serta kemampuan guru/sekolah. b. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e.

Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. media televisi. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. Ditjen Dikdasmen. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. Flif Chart. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. Depdiknas.g. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. gambar. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan. Dilihat dari sumber pengadaannya. media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. Modul PKN C. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 2002. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. flannel/magnetic board. video recorder. Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . film.01: 38). Oleh karena itu. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. Persoalan kita sekarang. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. kliping. tape recorder. Dalam kaitan ini.SLTP.

Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. 7) gambar hidup. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s. 4) demonstrasi. 6) pameran. materi pelajaran. Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). 3) dramatisasi. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Burton. 5). 8) rekaman. 2) pengalaman yang diatur. Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan.d. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. 9)lambang visual. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. 8). radio.d. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. Para ahli (Edgar Dale. guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5) karyawisata. dan 10) lambang verbal. Artinya. gambar mati.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). Oleh karena itu.

Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. Burton (dalam Nasution. Burton (dalam Nasution. berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). untuk Dalam pengertian sempit. pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya.tak 1989) membagi media indeks. Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. dsb). Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. Sedangkan dalam pengerttian luas. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). rumus dan dan mendengarkan uraian). diagram. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). Dalam pengertian sempit. Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). diagram. Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. grafik. lukisan (menggunakan peta. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. diagram. Sedangkan dalam pengerttian luas. peristiwa dipentaskan). benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. dsb). rumus dan indeks. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. media telah direncanakan.Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. grafik. dan chart buatan guru. photo. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide.

Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. Barang cetakan seperti buku. kamera video. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. seperti model-model. Jika minim atau bahkan tidak tersedia. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. dan dapat disentuh (touch). atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. dan sebagainya d. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . dapat didengar dan dilihat (audio visual). tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. menjalankan proyektor slide. a. atau TV‑ video. benda contoh dan lain-lain e. seperti bagan. Hal-hal yang bersifat visual. Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. matrik. dan brosur. jurnal. majalah. misalnya kliping. memanipulasi. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. dan lain-lain. g. yakni dengan mendengar. atau gambar. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. peta. Jika dilihat dari indera (sensory channels). flannel. film. flip chart. video. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . f. data dan lain-lain b. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. 1996). meraba. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. bermain peran. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. Hal-hal yang bersifat materil. Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. media grafis. surat kabar. melihat. menggunakan. Gerak. sikap dan perilaku seperti simulasi. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. dapat dilihat (visual). gambar. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). keretampilan memilih. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa.

misalnya foto. majalah. atau pun gambar sket. fotografi. sketsa. overhead projector - media grafis atau carta. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. peta dan globe § media visual yang bergerak. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. dan diberi bingkai agar tidak kusut. atau pada papan peraga yang disediakan. misalnya film bisu a. transparansi. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . buku. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. misalnya film bingkai/slides. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. dan mengembangkan kreativitas siswa. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. film rangkai/film strip. gambar kartun. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. mikrofis. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. kliping - media proyeksi diam.1. misalnya grafik. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. surat kabar. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. ensiklopedia. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. slide. atau filing kabinet yang mudah dicari. gambar ilustrasi. poster. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. fotocopy. gambar. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. diagram. mengembangkan imajinasi anak. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. bagan. buku referensi dan hasil cetakan lain. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. di ruang perpustakaan sekolah.

ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. Bagi siswa SMP/SMA. arti hidup. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. di ruang perpustakaan sekolah. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. Slide. menjelaskan ide. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. atau pada papan peraga yang disediakan. hidup. menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Contoh Papan Peraga Gambar b. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat. Bagi siswa SMP/SMA. Semuanya memberikan arti ide. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. film strip. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak".

chart. semacam periodisasi yang sederhana. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. dan akhir dari penayangan. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. dengan sedikit kepandaian memotret. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. misalnya kronologis. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. Oleh karena itu. d.c. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. film strip. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Slide. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. Media Diagram. hierakhi. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. Penayangan slide. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. film strip. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. mulai dari persiapan. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. penjelasan pendahuluan. jumlah. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. seperti halnya penayangan film gerak. proses penayangan. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu.

Dengan demikian. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. sebagaimana film bingkai dan film strip. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. data. batang. grafik Gambar. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. grafik grafik dan grafik garis. Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. Proyektor yang memerlukan proyektor. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. dsb. e. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. prosedur. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. batang/bar.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. proses pemilihan umum angka. gambar orang. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . yang dsb. 2004. sebab meskipun sederhana. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. data. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. dan lingkaran. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . Saat ini. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . batang. gambar orang. demikian. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . sebagaimana film bingkai dan film strip. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. proses. Saat ini. grafik garis. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. grafikGambar. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. sebab meskipun sederhana. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. lingkaran.

Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 .Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan.

Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. Poster dibuat di atas kertas. ajakan memilih calon partai politik tertentu. katalog. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. kecepatan daya serap siswa. lugas. kain. h. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. tulisan jelas. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. surat kabar. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan. dan sebagainya. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8. Poster yang baik biasanya berwarna. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. f. g. kalender. tanggapan dan pernyataan dari siswa. kaya dengan variasi. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. menyajikan ide tunggal. buku. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah.5 X 11 inci ). iklan dan poster disebut dengan kliping. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. batang dan bahan lain yang memungkinkan. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. Jika dicetak langsung dalam komputer. Tetapi jika akan dicopy. pemilu pasca reformasi. maraknya korupsi. dan sebagainya.

Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian.tertentu. tokoh LSM. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. dan sebagainya. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. Oleh karena itu. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. non verbal atau kombinasi keduanya. i. ketidaksetujuan. gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. mempengaruhi sikap serta perilaku. 2. tidak rinci. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. tukang becak. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. Dalam penggunaannya. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. gambar.

Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. Pita suara (kaset audio. dan telepon. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. tape recorder. b. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan.Termasuk di dalam media ini adalah radio. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. yaitu meningkatkan komunikasi audio. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio. a. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. Tape Recorder. dsb. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. Pita Suara. jnamanama partai politik peserta pemilu. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. pita audio. rekaman kegiatan. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. nama-nama menteri yang baru dilantik. piringan hitam. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan.

misalnya: slide. Seperti halnya dengan film. TV swasta. gambar dan suara. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. CD. c. slide dan suara. dan jaringan TV luar negeri. dan film rangkai yang disertai dengan suara. keadaan yang ada di dalam masyarakat. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. televisi. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. dan kurang praktis. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. peralatannya cukup mahal. film rangkai dan suara. yaitu: TVRI. Selain media di atas. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif.3. a. film rangkai dan suara. peristiwa. lembaga. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. orang. media audio-visual dibedakan menjadi dua. Seperti halnya film dan televisi. televisi adalah kombinasi visual dan audio. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. b. Ditinjau dari sifatnya. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 .

wartawan. Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. agama. pengarang. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. orang. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan).ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). misalnya. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. adat-istiadat setempat (anthropologi). Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. pedagang. studi wisata. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ilmu politik). Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. ras. 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. sejarawan dan sebagainya. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). perkemahan. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. ketua RT/ RW.

Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. teoritik dan normatif. moral. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . selamat mencoba. Untuk keperluan tersebut. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Baiklah. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. b) memuat nilai/moral yang dilematis. tidak berat sebelah. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. c) Nara sumber tidak perlu melawak. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. norma yaitu pertama.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Kedua. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa.

Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa.5 menit.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut.

6) pameran. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. benda contoh dan lain-lain. 4) demonstrasi. perhatian dan kemauan siswa. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. (5) Gerak. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. video. data dan lain-lain. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. Dengan kata lain. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. 7) gambar hidup. yang berarti perantara atau pengantar. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. (4) Halhal yang bersifat materil. 5) karyawisata. 3) dramatisasi. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. (6) Barang cetakan seperti buku. radio. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. jurnal. dan brosur. film. matrik. dan sebagainya. 2) pengalaman yang diatur.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. bermain peran. flip chart. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. gambar mati. flannel. majalah. 8) rekaman. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. surat kabar. seperti bagan. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. perasaan. dan lain-lain. seperti model-model. sikap dan perilaku seperti simulasi. perasaan. gambar. 9) lambang visual. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. dan 10) lambang verbal. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi.

A. A. tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4.. A. penentu keberhasilan belajar PKn 2. kecuali: A. 1. hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah. audio C. mendorong motivasi belajar B. tingkat usia dan kematangan siswa C.... memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C... Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu. Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. audio-visual D. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. Membawa objek yang sukar didapat C. Sebelum memilih media pembelajaran. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5. visual B.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk.. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D... mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. kecuali: A. tujuan instruksional yang ingin dicapai B. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . Memvisualkan yang abstrak B. kemampuan baca siswa D. Membawa objek yang terlalu besar 3...

A.. karyawisata 7.. film bingkai/slides fakta B. Biaya produksi relatif murah C. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. C.. B.. Materi tak akan berubah B. kecuali: A. D. dramatisasi B. kecuali: A.. Memerlukan listrik 10. pameran C. demonstrasi D. Penggunaannya praktis 9. A. film rangkai/film strip C. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. Kelebihan media transparansi adalah .. kecuali: A. Contoh media grafis adalah .. diagram D. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. transparansi 8.... Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan.6.... Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 . Kelebihan media Audio antara lain.. Tidak memerlukan ruang gelap B. Memerlukan panataan yang khusus C. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah.. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D.

89 % = baik 70 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. memahami. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Pada kegiatan belajar ini. Dalam pembelajaran PKn. Dalam PKn. Oleh karena itu. Di pihak lain. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. surat kabar. film. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. jurnal. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. bangsa.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. dari media elektronik seperti siaran TV. dan negara. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . majalah. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. kontekstual. Dalam pembelajaran PKn. radio. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. bangsa. guru perlu mengenal. Oleh karena itu. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. A.

perpustakaan. Oleh karena itu. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. lingkungan sekitar. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. nasional. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. alat audiovisual. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. bahan cetakan. peristiwa. Misalnya. Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. (b) kunjungan studi. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . orang. ipoleksosbudhankam. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. dan lain-lain. organisasi. keadaan yang ada di dalam masyarakat. dan sebagainya. Dengan demikian. dan internasional. surat kabar. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. museum. lembaga. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. daerah. adat. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang.

Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. dan perkemahan. wartawan. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. adat-istiadat setempat dari anthropologi. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. pengarang.(c) nara sumber. studi wisata. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. 1. 2. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. sejarahwan dan sebagainya. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. ketua RT/ RW. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. agama. ras. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. pedagang.

penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. Pertama. ensiklopedi. majalah. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. dan publikasi pemerintah. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. informasi yang ada di masyarakat. • Nara sumber tidak perlu melawak. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. peta dan atlas. majalah (current periodicals). seperti biografi dan autobiografi. bahan-bahan audiovisual. bukubuku yang bertema khusus. Pada tingkat SD/MI. jika diilustrasikan dengan baik. seperti buku. catatan harian. mengemukakan konsep baru. tidak berat sebelah. Demikian pula. dan katalog kartu. bioskop. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. ensiklopedia. seperti membaca buku sumber.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. (2) sumber masyarakat (community). Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menyajikan media audiovisual. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. kamus dan penggunaanya. para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. referensi tambahan yang menunjang. dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. film. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). fiksi. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. majalah (periodicals). Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. radio. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. perpustakaan. Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. dan sebagainya. VCD. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. televisi. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi.

2. 4. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Pada bagian depan 2. dan sebagainya. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. indeks. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. ensiklopedi.jawaban atas pertanyaan. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . almanak. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). dan rujukan lainnya. dan memecahkan masalah. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. Untuk temukan kata kunci dari topik. Catat halaman dimana topik itu berada. surat kabar. memperoleh pengertian tentang unit studi. Oleh karena itu. memeriksa kebenaran informasi. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. aturan penggunaan perpustakaan. 4. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Padahal. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. 3. kamus. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. atlas. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. lihat halaman bab. Ketika ingin mencari judul bab 4. Pada bagian belakang 2. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. Di dalam perpustakaan. Pertanyaan 1. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. kartu katalog. 3.

tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. Banyak majalah mingguan dan bulanan. Gatra. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. liflet. Republika. Merdeka. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. seperti Tempo. Dalam hal ini. peta. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. surat kabar. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dsb. kerjakan latihan berikut ini. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. Media Indonesia. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. surat kabar. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Populer. buletin. Kompas. tabloid. Pikiran Rakyat. pamplet. buletin yang memuat isu-isu aktual. Sebagai latihan. tabloid.

sejarah. Sebuah buku map. Balai Kota. dan penerbit buku. Ditemukan pada bagian belakang buku. Daftar judul buku secara alpabetis. Ibu Kota Negara. Daftar isi 10. Namun. Kolom B 1. Punggung buku Kedua. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. dsb. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. judul. dan laporan survey masyarakat. rekreasi dan permainan. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. komunikasi. politik. Katalog kartu 2. Biro Cuaca. Kantor Pos. Selain itu. Perumahan. pemerintahan. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. catatan perjalanan lapangan. Indeks 5. Buku petunjuk telepon 3. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . Kehutanan. Memberikan makna kata-kata. Pengadilan. budaya. hasil wawancara dan pembicara tamu. perindustrian. Atlas 8. Daftar semua buku di perpustakaan. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya. Kamus 6. Perdesaan. Departemen Kesehatan Umum. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Daftar bab buku. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. Biografi 4. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Membantu anda menemukan buku pada rak. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Rumah Sakit. dan ekonomi. transportasi. Halaman judul buku 9. Nomor buku 7. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang.

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. perkebunan. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. radio. pusat-pusat kesehatan masyarakat. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. dan televisi. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. bank. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (2) peta. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. dan kantor-kantor pemerintahan daerah. station pemadam kebakaran. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Untuk siswa jenjang SD/MI.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. grafik. Misalnya. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. dan slides. dan poster. filmstrips. (3) rekaman. Tergantung pada isi pesan. Dalam proses perencanaan. mengembangkan. Survey masyarakat. Ketiga. filmstrip. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. atau merangkum suatu unit kajian. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. gambar bergerak seperti kartun. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan.

lembaga. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. dan (c) nara sumber. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. gubernur. Rekaman. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. Dalam PKn. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. tugas. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. Misalnya. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. bupati. Oleh karena itu. (b) kunjungan studi. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. uang. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . wakil dewan. orang. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. atau jarak tempat. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. keadaan yang ada di dalam masyarakat. peristiwa. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Ketika media ini digunakan secara tepat. grafik. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar.

catatan perjalanan lapangan. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. dan poster. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). grafik. majalah (periodicals). dan laporan survey masyarakat. dan slides. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. (2) sumber masyarakat (community). perpustakaan. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials).Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. radio. (3) rekaman. dan televisi. (2) peta. hasil wawancara dan pembicara tamu. dan publikasi pemerintah. filmstrips. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . memilih. pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan.

buku B. film B.. membuat keputusan yang cerdas D. mencari jawaban atas pertanyaan B. kecuali: A. buku teks 4.. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. daftar tabel 5. majalah B. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A.. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. katalog B. indeks D. kecuali: A... Untuk mengetahui halaman bab tertentu. surat kabar D. 1. majalah C. kita dapat melihat: A. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . artikel internet 2. peta C. majalah D. ensiklopedi C. kamus 3. daftar isi C. catatan harian D. memeriksa kebenaran informasi C.

wawancara C. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A. kecuali: A.. bab demi bab 7. untuk memperbaiki ekonomi D.. daftar pustaka D. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku. melaporkan data secara akurat D. daftar isi B. sejarah 9. survey B. kecuali: A. kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. merumuskan generalisasi C. perjalanan lapangan D.. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B.6. perindustrian D. indeks C. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. transportasi C. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. mengkaji daftar isi 8. langsung dipublikasikan kepada umum C. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui ... kebudayaan B. untuk laporan kelas B. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A.

89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

C. D 4. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B. penentu keberhasilan belajar PKn 2. B 5. C. B. C. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. A 10. A. D. diagram 8. C. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. Tidak memerlukan ruang gelap 9. D 6. pameran 7. A. D 8. D. C 2. A 3. Memerlukan listrik 10. C 9. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. audio-visual 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 7. Tes Formatif 2 1. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. II. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I. dan III. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . Dengan mengkaji modul ini. dan III. Sedangkan secara khusus. Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. diharapkan Anda mampu: 1. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. Secara umum. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. dan III. II. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. II. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. II. II.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). yakni Kelas I.

4. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . konsep. 2. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. 5. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. apa. Terapkan prinsip.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul.

II dan III). Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. sebelum membahas tentang hal tersebut. Namun. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. V dan VI). perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. rumah. peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan.

Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Melalui sistem pembelajaran terpadu. 1994:133). – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. bermakna. dan aktif. fisik dan moral anak. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. Selanjutnya. dan otentik. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. 1996). Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. dan III. otentik. dan sikap (Wolfinger. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. bermakna. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. berkembang secara terpadu. II. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. sosio emosional.yang terkait pada kehidupannya. keterampilan. 1977. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. Oleh karena itu. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. Joni.

Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. Dkk. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. 2) untuk memahami.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. mempelajari. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. toleransi. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. 5) demi efisiensi. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. 2004).

guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. f. c. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. a. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .sentral kajian pembelajaran. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. 1983). (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. d. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. e. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik. f. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. c. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. b. d. e. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. b. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI.

kesehatan. b. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. 1. Melakukan analisis indikator. ® kebersihan. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. indikator dengan tema 4. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. ® lingkungan. ® keluarga. ® kegemaran. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. dan keamanan. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 .1. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. Membuat/memilih tema 2. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. Semester 2: ® pengalaman. bermakna. tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. Melakukan penyusunan silabus 6. c. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d.

nama orang tua. Melakukan analisis Standar Kompetensi. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. kompetensi dasar.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. Kompetensi Dasar. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Mengetahui nama. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sikap. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. Contoh Standar kompetensi. kompetensi dasar. alamat. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. hasil belajar.2. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. dan jumlah anggota keluarga 2. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah.

Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1. agama. toko.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 . Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1. dan suku bangsa 2. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.3.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2.Menjelaskan hak anak untuk bermain. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1.

maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia.Pada kurikulum 2004. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. b. Matematika. 3. Contoh Format Jaringan Indikator. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. IPS. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. c. Kertakes. Matematika. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. IPA dan sebagainya. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. Bahasa Indonesia. Dengan demikian. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pendidikan Jasmani).

JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. Contoh Format Jaringan Indikator. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 . silabus 5. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah).Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel.

Sekolah : ……………. karakteristik. Kelas/ Semester : ……………. penilai proses dan hasil.. Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku.Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. Alokasi Waktu : …………( …. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. Jurnal. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran. baik yang berupa tes maupun non tes. § Pengalaman Belajar. afektif dan psikomotor). berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : ……………. 2. termasuk di dalamnya portofolio. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1.. 3 sampai pertemuan ke 6). Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi... buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. Media yang relevan Bentuk. dan jenis 6. Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(IPS) D. ……… (Matematika) H. .. (IPS) D. ... ……… (Kertakes) F. .. . . .. ……… (Kertakes) F. ……… (Penjas) II. . ……… (PKn) C.... ... . (IPS) D. ……… (Pengetahuan Alam) G.. . .... ……… (PKn) C. ……… (Agama) B. .. Kompetensi Dasar A. . . ……… (Matematika) H.... ……… (Pengetahuan Alam) G.. Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 .. ……… (Penjas) IV.. ... ……… (Penjas) III. .. . . Indikator A... ……… (Pengetahuan Alam) G. .. . ……… (Kertakes) F. . ..... ..I. ……… (Agama) B. Materi Pembelajaran A.. ……… (PKn) C. ……… (Bahasa Indonesia) E..... ……… (Agama) B.. . ……… (Bahasa Indonesia) E.. ……… (Bahasa Indonesia) E. ……… (Matematika) H.

: …………( …. IPA ------------------------ ------------------------2. § Non Tes ……. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : ……………. Pertemuan) I. : ……………..V... 224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Materi Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Matematika ------------------------ ------------------------3. : ……………. Penilaian § Tes ……. IPS ------------------------ ------------------------4. Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI.. Dsb..

Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. Penilaian Pembelajaran 1. lembar pengamatan diskusi 2. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. 1. Kegiatan Pembukaan 3. 2. sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . 1.III. Kegiatan Inti 4. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. II dan III). Sumber Pembelajaran V. tugas. Kegiatan Persiapan 2. Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Kegiatan Penutup IV. Media Pembelajaran: 2. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. V dan VI). Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis.

4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.3. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. 2) untuk memahami. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . b. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. e. bermakna. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas.1 sebagai berikut. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. otentik. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. 5. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. f. 5) demi efisiensi. bermakna. otentik. c. Oleh karena itu. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. dan aktif. d. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. dan aktif. mempelajari. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. dan memecahkannya diperlukan multiskill. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik.

... Pembelajaran integrated B. Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . A. B. Bredekamp D. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4. A. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Pertimbangan efisiensi C. Richmond 2.. tema merupakan.. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali.. Sentral kajian pembelajaran C. Bagian dari kegiatan pembelajaran D. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. Bermakna C. Hanna B. A. Abstrak D.. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal. Pemandu kegiatan pembelajaran B. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner.. dikemukakan oleh . Dalam pembelajaran tematik. Pembelajaran connected C. 1. A. R.. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. kecuali.Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . Piaget C. Holistik B. A.

Luas dan komprehensif B. Kompetensi dasar B.. merupakan rumusan... Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Indikator C. Mewadahi minat siswa C. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B. A. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D.. A. Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . Standar kompetensi D.. Membuat jaringan indikator 7. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Hasil belajar 8. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D.. Merumuskan kompetensi dasar C. A. Merumuskan Indikator D.6. Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” . Menganalisis kompetensi dasar B. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Guru dapat menghemat waktu 9. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C.. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D. A..

cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 . Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Tingkat Penguasaan 90 % .79 % < 70 % = --------------------------------------------. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1.100 % 80 % . dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya..X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas.89 % 70 % .

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. atau kebutuhan lingkungan setempat. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. keterampilan. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. 4) sequented. otentik. dan unit tematiknya. 6) webbing. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. Pada kegiatan belajar 2. bermakna. dan aktif. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . 3) nested. membuat bagan arus kegiatan. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. Pada uraian di atas. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. Oleh karena itu. 5) shared. 2) connected. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. topik. kesesuaian materi dengan lingkungan. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema.

Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan.threated. namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . a. dan integrated. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. 9) immersed. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. Sekali lagi dalam model webbed. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. dan III. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. connected. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. Oleh karena itu. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. II. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. 8) integrated. dan emosional. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. sosial. Diantara ketiga model tersebut. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. Atas dasar pertimbangan tersebut. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed.

Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. dan pendidikan jasmani. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. dan pendidikan karena itu. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. Hal iniPKn. IPA. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . dan kemajemukan. pengetahuan sosial (materi geografi). hidup tertib/disiplin. hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema. matematika. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. IPA. pengetahuan sosial (materi geografi). Kertakes. Oleh karena itu. matematika. Matrik 1. dan PKn. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Oleh pelajaran lain seperti Agama. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator.dialami. Setelah membuat jaringan Indikator. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. bangga bertanah air Indonesia.

Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya.membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. mata pelajaran bahasa Indonesia. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat).

terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. pembukaan. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. kegiatan inti. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA.tanah Air. dan Penilaian. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. metode. bentuk. Oleh karena itu. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. tidak mencemari hutan. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . membuat/memilih tema. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. dan alat penilaian. dan penutup. Pelaksanaan. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. dan sebagainya. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. jenis. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. menyusun silabus. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema.

keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . dialami. dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. seperti kebhinekaan. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. dilihat. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia. menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak. majalah. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami. kekayaan alam.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas. media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat.Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. kolase. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku. majalah. Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus.Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1. menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 .

PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2. seperti kebhinekaan. Materi Pembelajaran 1.. dialami. Bahasa Indonesia.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn. keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. JP (. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat.. dialami.. di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 ... IPA. Matematika.. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II.. kekayaan alam. dan Kertakes I.Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : .

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Sequented C. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Membuat jaringan topic/tema B. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D.. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Kecuali A. Membuat bagan arus kegiatan C. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. Sama dengan pembelajaran terpadu D. Hal ini merupakan model.. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C. Webbed C. Fragmented B.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. Connected D. Integrated 5. A. A. Connected D. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Kecuali . Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. 1. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran. Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. maka pembelajaran tematis … A. Webbed B. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B.

Merumuskan silabus 7.. Tahap perencanaan D. Perumusan tema D.. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . merupakan jaring laba-laba . 8. Membuat jaringan topik B. Intra mata pelajaran PKn C. Kegiatan persiapan.6. Membuat jaringan indikator D. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. Langkah kegiatan persiapan C. kegiatan inti. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. A.. langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C.. Pelaksanaan C. Tahap pelaksanaan 10. pembukaan. disiplin di rumah. dan disiplin di masyarakat. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. A. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. Merumuskan indikator B. Tahap persiapan B. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A. A... disiplin di sekolah. Penilaian.. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. kecuali. Perencanaan B. Membuat kompetensi dasar D.

Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas.89 % 70 % . Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Tingkat Penguasaan 90 % .100 % 80 % . 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .79 % = --------------------------------------------.X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas.. cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.

8. 10.inti. bermakna. 3. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. B 9. 4. B 2. 9. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 . pembukaan. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. 7. 6. 2. A 10. B 8. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. A 3. C 1. D 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. 5. D 5. C 4. B 7. otentik.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

6 Madrasah Ibtidaiyah. nilai. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. 5. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. Oleh karena itu. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. Secara umum. 2. Dalam proses itulah. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. 5. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. Secara singkat.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1.

Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. 4. Selain itu. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). membawa siswa mengenal. apa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. memilih dan memecahkan masalah. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Terapkan prinsip. konsep. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 3.

Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat”. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. Meskipun demikian.1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). emosional dan sosial. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . rasional. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. pengalaman praktis. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan.

Standar kompetensi PKn Kelas V: “1.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. dan SMA/MA. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. Meskipun demikian. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Oleh karena itu. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. SLTP/MTs. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Contoh. Khusus dalam pendidikan madrasah. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa.

kompetensi dasar. nilai. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . Pertanyaan selanjutnya. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. materi pembelajaran. Semester 1 No 1.: 1. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. sbb.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.

Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan.. ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas.Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis.. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. dan karya seni asli. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. peta. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Namun. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. photografi. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang. Kami Bangsa Indonesia . Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.. grafik. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio..

Dengan demikian. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Membuat kebijakan publik. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. meningkatkan keterampilan. 5. 2. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Mengkaji pemecahan masalah. 3. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. dengan bantuan guru serta para relawan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Dalam menilai portofolio. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. 4. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. Membuat rencana tindakan. yakni kita semua. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1.

Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. b. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa.Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. c. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. d. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Seksi penayangan.

atau pada empat kudakuda. Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. peta. Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. papan buletin. karya seni asli. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. daftar sumber. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. grafik. Rangkuman masalah secara tertulis.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . dan sebagainya. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. photo. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai. 1. 2. Seksi dokumentasi. tetapi tidak ditegakkan dengan baik.

- - - v 2. photo. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. dan ilustrasi lainnya. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. c. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . daftar isi. tabel statistik. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. grafik. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. kartun politik. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. Misalnya. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. judul surat kabar. atau hasil karya asli siswa. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta.

Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Misalnya. Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. c. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. daftar isi. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. photo. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. kartun politik. grafik. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. judul surat kabar. lukisan.1. tabel statistik. atau dapat juga dari karya asli siswa.

photo. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. grafik. Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. lukisan. atau membuat kebijakan siswa sendiri. kartun politik. c. Penyajian ini dapat meliputi peta. judul surat kabar. Setelah diperoleh kepastian. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. tabel statistik. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. 1. atau dapat juga karya asli kalian. Identifikasi sumber-sumber informasi.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. Misalnya.

Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. daftar isi. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. baik publik maupun swasta. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. b. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. 1. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah.

- hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. d. tabel statistik. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik.2. grafik. c. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. photo. judul surat kabar. - pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian. baik publik maupun swasta. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. lukisan. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. dan ilustrasi lainnya. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. kartun politik. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. - kliping surat kabar dan majalah. Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. daftar isi. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Misalnya. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul.

yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas. Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. dan portofolio keseluruhan (kelas).4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan. apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan. dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi.Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal. terpercaya. Untuk menilai portofolio. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . digunakan kriteria berikut.

Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. rasional. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Namun untuk penerapan di sekolah dasar. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. emosional dan sosial. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. yakni: (1) Standar kompetensi. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. (3) Substansi materi.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. (2) kompetensi dasar. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi.

Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. (4) Membuat kebijakan publik. (5) Membuat rencana tindakan. (2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 .proses politik. (3) Mengkaji pemecahan masalah.

intelektual. Spiritual. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Spiritual. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. sikap. Pemecahan masalah warga negara 2. emosional dan sosial D. 4. Standar materi kewarganegaraan D. 1. pemikiran dan emosional C. Kecerdasan warga negara B. Standar pencapaian 5. Afektif. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Rasional. Partisipasi warga negara D. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. emosional. Indikator pencapaian D. Kemampuan dasar B. Standar materi kewarganegaraan C. Kemampuan C. Tanggung jawab warga negara C. intelektual. dan sosial 3. rasional. pemikiran dan sikap B.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. kecuali: A. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Rambu-rambu umum pembelajaran . Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A.

Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. menarik secara estetika B. membuat kebijakan publik 9. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. estetika D.6. membuat rencana tindakan D. menilai kebijakan alternatif C. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. mengkaj pemecahan masalah C. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. kejelasan C. membuat rencana tindakan 10. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. grafik. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. membuat kebijakan publik D. kecuali: A. menjelaskan masalah B. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. kelengkapan B. mengumpulkan dan menilai informasi B. photografi yang: A. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . bernilai seni tinggi 7. peta. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. beragam dilihat dari segi keilmuan D.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya. dan merencanakan evaluasi. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. menetapkan metode. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). merumuskan materi pelajaran. yakni menetapkan tujuan. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . maka pada kegiatan belajar ini.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. Selain Undang-Undang No. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI.

39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. dan budaya sekaligus. Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. dan Budaya. Terdiri atas 54 pasal. Didasarkan atas hal tersebut. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Selain pertimbangan hal tersebut. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .39/1999 tentang HAM. dan Merendahkan Martabat Manusia. maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA). rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. dan Konvensi Hak-hak Anak. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Saat ini. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. Sosial. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0.disosialisasikan kepada para siswa. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. tidak Manusiawi. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. (3) semangat yang universal. sosial.

guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Merumuskan tujuan Kedua. terutama untuk item 1–5. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb. Apabila hipotesis ditolak. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a.yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari.: Pertama. Memecahkan masalah Kelima. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. ialah kompetensi dasar 1. sbb. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 . Pertama.

terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. apabila Anda telah mendiskusikannya. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. 1996) memiliki langkah-langkah sbb. Kedua. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. Kelima. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat.kembali ke langkah yang kedua. Kelima. b. Baiklah. Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Pertama. Ketiga. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. Keempat. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. Menurut Armstrong (1996). Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. Meskipun demikian. Sebagai latihan.

Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. keadilan korektif. Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 . Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 .3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah.Kelas VI. dan keadilan prosedural.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.

bekerjalah dengan teman Anda.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. “ Kami cukup profesional”. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang.000. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Suatu ketika. Pada saat proses pemeriksaan. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris.000. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Saat itu. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. lima saksi yang saya tanya.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Burhan menjawab. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. “Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. kata sekelompok pria. Pada saat itu. Sekali waktu. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum. tambahnya. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Jaksa: Sersan. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. warga kota berkomentar. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). jarak antar kota kecil cukup jauh. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan.

Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini. Anda harus belajar bertindak adil. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Aparat hukum dari pihak kepolisian. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. Pak Burhan”. Pertama. ini tidak adil. “Ya. Jaksa: Wah. Saya akan mengubah sikap. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini. warga masyarakat setuju. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil. kami menyayangimu. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. “Tidak mudah membuat keputusan ini. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif.. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. Burhan menjawab. “Burhan. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya.

korektif. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Pertama. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. 4. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat).• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. atau prosedural? Kemudian. 3. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. Seseorang yang ingkar janji 2. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. 2. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat.

Alasan: ………………………………………………………………….. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………. Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Keadilan: ……………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna.. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 . Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat. Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Keadilan: ………………………………………………………………... Keadilan: ……………………………………………………………….

Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A.Selama bermain waktu istirakat. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. keadilan korektif. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. 282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas.. korektif. Keadilan: ………………………………………………………………. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. d. a. Alasan: …………………………………………………………………. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan. c. Tentu saja. b. dan keadilan prosedural. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. dan prosedural? Mengapa? B. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. Penting pula disadari. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan.

yakni menetapkan tujuan. menetapkan metode dan evaluasi. Ketiga. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. merumuskan materi pelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. Memecahkan masalah. Kedua. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. antara lain: Pertama.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. dan Kelima. Merumuskan tujuan. Keempat. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. (3) semangat yang universal. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak.

Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A. Melaksanakan evaluasi akhir 2. Karakteristik siswa B. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. Model evaluasi 5. Untuk mengadakan proses pembelajaran. Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. Metode pembelajaran D. kecuali: A. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Materi pelajarannya mudah diserap B. Merumuskan tujuan B. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. Merumuskan materi pelajaran D.. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. Materi HAM C.. persoalan aktual di masyarakat C. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. 1. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Sikap guru yang serius dan tegas C. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Merancang langkah-langkah metode C.

merumuskan generalisasi C. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. melaporkan data secara akurat B. latihan menghafal konsep 10. menggali informasi D. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. perumusan masalah B. mengemukakan masalah pokok C. menarik kesimpulan 7. latihan berpikir C. mengajukan pertanyaan B.6. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. latihan menemukan masalah D. tugas guru adalah: A. agar siswa dapat memecahkan masalah D. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. agar siswa punya minat belajar 9. grafik. memecahkan masalah D. agar siswa menyadari permasalahan B. latihan berargumen B. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. penyajian data C. membuat kesimpulan 8. atau informasi lainnya. membedakan antara fakta dan pendapat D. agar siswa mengetahui target hasil belajar C.

terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

C 3. C 4. D 2. emosional. A 6. A 9. C 1. D 5. rasional. C pemecahan masalah warganegara spiritual. A 7. D 2. D 4. D 6. A 5. B 7. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 . B 8. D 10. B 3.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A 10. B 8. C 9.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. hakikat. Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. bentuk. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). prinsip-prinsip penilaian. memilih dan mempertimbangkan jenis. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. Oleh karena itu. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . mempertimbangkan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. memilih. Pada modul sebelumnya. dan pengembangan instrumen penilaian. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn.

1. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Terapkan prinsip. konsep. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. Prinsip penilaian pembelajaran 3. 2. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 5. Lebih jauh lagi. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 4.

prinsip umum penilaian sesuai standar nasional.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Oleh karena itu. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sejak tahun 2007. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. Dalam pendidikan. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Sedangkan ulangan. dan masalah kewenangan penilaian. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. pembelajaran. jenis penilaian. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah.

Selain penilaian dalam bentuk ulangan. ulangan tengah semester (UTS). Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. untuk memantau kemajuan. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. seperti ulangan harian. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. Artinya. akhir semester. fokus ulangan harian. Dengan demikian. dan ulangan kenaikan kelas. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Dengan prinsip belajar tuntas. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). ulangan akhir semester (UAS). Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. melakukan perbaikan pembelajaran. tengah semester. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar.

instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. adat istiadat. Dalam hal demikian. suku. kriteria penilaian. Terbuka. yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian. berarti proses pembelajaran kurang baik. Objektif. Terpadu. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. b. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Sahih. c. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. Oleh karena itu. Oleh karena itu. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. Adil. dan gender. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . status sosial ekonomi. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. budaya. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. a. yakni prosedur penilaian. e. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Oleh karena itu. d.

untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. i. dan oleh pemerintah. Beracuan kriteria. maupun hasilnya.f. h. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. misalnya. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. g. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. observasi. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. penugasan perseorangan atau kelompok. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. Oleh karena itu. Selain itu. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. SK. oleh satuan pendidikan. Oleh karena itu. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. tes lisan. Akuntabel. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. Oleh karena itu. Sistematis. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. dan KD). baik dari segi teknik. dan tes praktik atau tes kinerja. Selain itu. Oleh karena itu. prosedur. (b) konstruksi. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. Teknik tes berupa tes tertulis. 3. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Menyeluruh dan berkesinambungan. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. Dalam penilaian kelas. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. 2. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan.

bahasa. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. benar-salah. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. konstruksi. 2. dan menjodohkan. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. dan antartahun. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. antardaerah. 1. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. 5. baik berupa pilihan atau isian. dan bahasa. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. prestasi. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. serta memiliki bukti validitas empirik. perkembangan. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. 4. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. 3. pelaksanaan. konstruksi. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. dan (c) bahasa. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.

penguasaan kompetensi. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Tabel 1. 7. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian.6. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. menjodohkan dll. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. prinsip. Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 8. jenis. benar-salah. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian.

pendidik dan tenaga kependidikan. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. kompetensi bahan kajian. dan keterampilan. ulangan tengah semester. Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. pembiayaan. serta ujian. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan penilaian pendidikan. kompetensi mata pelajaran. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Selain itu. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. pengelolaan. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . ulangan. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. kompetensi lulusan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)). dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. ulangan akhir semester. sarana dan prasarana. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. pengetahuan.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. proses.

dan Pendidikan Jasmani. jiwa dan patriotisme. Seni dan Budaya. ulangan. tanggung jawab sosial. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. bela negara. Kewarganegaraan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). berbangsa. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. dan bernegara. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. ketaatan pada hukum. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas.proses pembelajaran PKn. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). kemajemukan bangsa. dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. Akhlak Mulia. Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. pelestarian lingkungan hidup. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. Bahasa. demokrasi. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. Pada tingkat mata pelajaran. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). hak. kolusi. ketaatan membayar pajak. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. kesetaraan gender. Untuk tingkat satuan pendidikan. dan (b) ujian.

rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. Pemahaman berada pada domain kognitif. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. menengah. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. kemajuan. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Perilaku berkepribadian. Secara khusus. penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. ulangan akhir semester. a. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). ulangan tengah semester. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. 2) Kepribadian.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan memperbaiki proses pembelajaran. kejuruan. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. dan ulangan kenaikan kelas (PP.

afektif maupun perilaku. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik.karena itu. Keempat. dan perilaku. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. Ketiga. yakni berupa angka prestasi. afektif. b. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 1. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. kategorisasi. Kedua. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. mencakup aspek kognitif. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. Pertama. baik aspek kognitif. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh.

Kajilah Standar Isi PKn. Terbuka. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. Setelah itu. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Objektif. Sedangkan ulangan.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Sistematis. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Dalam pendidikan. Pada tingkat mata pelajaran. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Beracuan kriteria. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. ulangan akhir semester (UAS). dan ulangan kenaikan kelas. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. seperti ulangan harian. ulangan tengah semester (UTS). Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). Terpadu. Akuntabel. Menyeluruh dan berkesinambungan. Adil. Kemukakan. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn.

kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. Untuk tingkat satuan pendidikan.Dasar (KD). 304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

.. A.. Prinsip penilaian ini dinamakan . penilaian pembelajaran D. ujian sekolah B.. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 .. penilaian pendidikan C. A. adil B. ulangan akhir semester D. A. A. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut. ulangan kenaikan kelas 5. 1.......Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. ketercapaian kompetensi C. ulangan kenaikan kelas 4.. ulangan harian B.. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan. ulangan akhir semester D. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan .. ulangan tengah semester C. aspek sikap dan nilai D. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. A. kemampuan kognitif B. ujian nasional C.. penilaian di luar kelas 2. penilaian B. perilaku moral sehari-hari 3...

A. objektif D. C. A. pengamatan D. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik. terpadu 9. penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku.. perilaku berkepribadian C. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah.. prosedur. penugasan B... nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A.. portofolio D. penilaian dapat dipertanggungjawabkan... Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. observasi C.. terbuka B.. Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. sistematis 7..6.. jurnal 10. artinya .. maupun hasilnya. baik dari segi teknik. 8. pemahaman D.. Prinsip penilaian ini dinamakan . Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek. D. A. praktik C. Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah . objektif D.. sahih C. sikap kepribadian B. praktek C. A. tertulis B. B.

x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Melalui kegiatan belajar kedua ini. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. Oleh karena itu. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). jenis. Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. Pada kegiatan belajar ini. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. Oleh karena itu. Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian.

tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Meskipun demikian. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. Dalam contoh ini. sehingga menjamin validitas isi tes.2 sebagai contoh). atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan. Sebagai acuan dalam penulisan soal. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. KD.yang akurat. khususnya KD 3.3 dan 4. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. 1. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. per tahun ajaran.

3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. Menghargai keputusan bersama 4. dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah. Artinya. ulangan tengah semester. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD.3. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . ulangan akhir semester. dan ulangan kenaikan kelas. Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3. Dalam satu periode pembelajaran. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes.1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal . Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian. Butir soal bentuk pilihan-ganda. melengkapi. guru dapat melakukan beberapa kali tes.

tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. Sebagai ilustrasi. Tabel 3.sampai Kelas 3 SD/MI. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Di samping itu. Namun. 2. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan lain-lain. dan (i) anti korupsi. dan pendidikan jasmani. pelestarian lingkungan hidup. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. dan nepotisme. (f) memiliki tanggung jawab sosial. konteks kehidupan seharihari. dan tingkat perkembangan peserta didik. (g) menaati hukum. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. kewarganegaraan. seni dan budaya. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . bahasa. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. kemajemukan bangsa. dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. (e) mengembangkan demokrasi.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. (h) membayar pajak. Oleh karena itu. Sebagai contoh. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. Meskipun demikian. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. (b) meningkatkan kualitas diri. kesetaraan gender. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. jiwa dan patriotisme bela negara. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. kolusi. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah.

Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. Menjaga perasaan orang lain a. Kompetitif (KO) a. Tabel 4. Memaklumi kekurangan orang lain c. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. Menunjukkan semangat berprestasi c.pilihan yang disediakan. Berani bersaing b. Tidak mudah menyerah b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Menerima pendapat yang berbeda b. Bersikap Santun (SS) V. Berani bertanya d. Percaya Diri (PD) I. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bila terdapat lima aspek. Mengakui kelebihan orang lain d. Menghindari permusuhan dengan teman c. Menerima nasihat guru b. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Saling Menghargai (SM) IV. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Tidak menghindari kewajiban b. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Berani menyatakan pendapat c. Dengan demikian. Menaati tata tertib sekolah d. Berusaha ingin lebih maju d. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Memelihara fasilitas sekolah a. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response).

2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. Tabel 5. yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. ”lebih banyak indikasi” (skor 2). Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian.3. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). ”ada sedikit indikasi” (skor 1).

Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar.

Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian.. Tujuan pembelajaran C. SK dan KD D. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan .. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5.. pengamatan C. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari .. A. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. tes hasil belajar B.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. aspek nilai kepribadian 2. standar kompetensi C. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 ... A. hanya ranah afektif diukur dengan tes B. indikator pembelajaran D.. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C. 1. kecuali: A. Substansi materi pembelajaran 4.. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian.. Hal ini penting karena . substansi kajian setiap KD B. Indikator pembelajaran B. D. A. non tes 3. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari.. aspek perilaku berkepribadian. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. A. aspek atau ciri kepribadian. C. skala sikap D. B..

.. Melengkapi D. A. A. Kelas II 8. di dalam kelas setiap hari B. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A.. 3) adalah . A. Kelas V B. kegiatan semester terjadwal C. Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C. Minimal 50 butir B.. pada akhir semester D.. 2.... Jawaban singkat C. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Pilihan ganda B. Maksimal 50 butir C. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B. Minimal 10 butir D.. Maksimal 10 butir 10. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. Benar salah 7.. Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D. Kelas III D.. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas . sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. A. Kelas IV C.6.

100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. Meskipun demikian. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pertama. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. dan orang tua. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. Untuk itu. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. guru.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. kepala sekolah. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. Dalam hal ini. untuk menyamakan pemahaman Anda.

Seni Budaya. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. kepala sekolah. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. Meskipun demikian. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. afektif. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. dan perilaku. atau mencantumkan nilai angka. untuk siapa laporan itu ditujukan. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. guru. Agar laporan itu tidak membebani guru. peserta didik. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. Bagi mata pelajaran PKn. atau kurang. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. apakah guru. Olah Raga. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. sekolah atau orang tua. akhir catur wulan. sekolah. guru. misalnya laporan tengah semester. apakah sudah lulus atau belum lulus. apakah sudah baik. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Jasmani. Untuk mendapat informasi yang lengkap. IPTEK. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. dan orang tua? Pada hakikatnya. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. semester. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. Dengan kata lain. dan masyarakat. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. atau tahunan. kepala sekolah. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Kewarganegaraan dan Kepribadian. maupun perilaku. afektif. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. cukup.

dan (4) memperbaiki strategi belajar. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. kuesioner atau angket. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. Selain dua bentuk laporan diatas. bahkan minat serta bakatnya. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. wawancara dan pengamatan.untuk sekolah. dan nilai/sikap. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. Dengan demikian. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. misalnya aspek pengetahuan. Untuk itu. Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. keterampilan/praktek. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. orang tua. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. Oleh karena itu. kemampuan guru. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar.

agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. seperti baik. Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. C (Cukup). Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. Namun. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal.afektif. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. cukup. sarana pendukung. B (Baik). Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). Menurut Ghofur dkk. apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. seperti pengetahuan/pemahaman konsep. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. D (Kurang). Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. kompleksitas. Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan intake siswa.

.......................2 1.................................. pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar...........1 1........................................... Nama sekolah: ...... Kompetensi dasar/ Indikator 1.. Tahun ajaran : . Standar kompetensi : ....... No. Kelas Nomor induk: .....................KOMPETENSI DASAR Kelas : ................. Ranah Kognitif : ........................................................ Semester : ......... Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua....... No...............PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER............ laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ............. Dalam hal ini.................... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ...................... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No............................ Keterangan Ranah Perilaku : ....3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ....

.............. Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini.... Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik.............. Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif... Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran. Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No.................. maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya........ serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn........... Ranah Kognitif No.orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn......... maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi........ Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap.... Semester: ........ Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : .......... untuk semua mata pelajaran............... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: .... Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut.................. pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas. Kelas: . Nama sekolah: .......................................... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai... afektif dan perilaku.. Tahun ajaran: .... satu sekolah... dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar.. : ............... Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga..... No.............. (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi....... Nomor induk: ....... (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik...

........ LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : ..... Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri..... Guru kelas: ..... laporan hendaknya meliputi ranah kognitif.....prestasi belajar peserta didik.. 1...... Oleh karena itu............. perilaku. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah........ baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya.... Nomor induk: ... guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut..... Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik.............. Nama sekolah: ......... Tahun ajaran: .... Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi... Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No......... 2.... dan afektif.. Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100....... 2....... penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 .. Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut....... Dari laporan ini.. 1............. Dari aspek kompetensi. Jumlah peserta didik: . batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75.. pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin..... demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap....... Ranah Kognitif: No.........

Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. Pertama. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. orang tua. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. guru. afektif. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. Meskipun demikian. Namun demikian. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. Dalam hal ini. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. maupun perilaku.minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. kepala sekolah. dan orang tua. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. guru dan kepala sekolah. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. sikap peserta didik D. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. setiap semester D. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. disusun secara sistematis D. guru C. A. penulis buku 2. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B. setiap tahun 5. setiap hari B. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 . ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. peserta didik dan orang tua B. Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. maka informasi harus lengkap dan akurat. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . kepala sekolah D. artinya … A.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. mengandung target yang telah dicapai 3. mengandung aspek-aspek penting C. kompetensi peserta didik B. jumlah peserta didik C.. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. 1.. setiap catur wulan C.

kuesioner C. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A.. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8.. kepala sekolah C.. ujian tertulis B.. sarana pendukung D. orang tua D. kompleksitas C. penafsiran kuantitatif D. informasi esensial B. kurikulum B. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. guru B. esensial 10. memotivasi diri agar belajar lebih baik D. A. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. angket 9. kecuali: A. informasi tambahan C. masyarakat 7. wawancara D.6. Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk . Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A.

100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

prosedur.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 6. D 7. 8. B ketercapaian kompetensi 3. B sahih 6. maupun hasilnya. C Minimal 10 butir 10. D 2. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. A penugasan 10. D Benar salah 7. A 5. D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. A tes hasil belajar 3. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. D 8. A 10. A 3. A ulangan harian 4. B Kelas IV 8. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. D aspek nilai kepribadian 2. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C objektif 7. C pengamatan 9. baik dari segi teknik. A substansi kajian setiap KD 6. C 4. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. A ujian sekolah 5. A penilaian 2. C 9. C SK dan KD 4.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebagai guru profesional. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. Dengan memahami isi KTSP tersebut. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 .PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain. meliputi pengertian. mengkaji. dan pelaksanaannya. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. fungsi. Tepat sekali. tujuan. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Baiklah. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. Dengan kata lain. menganalis.

1. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. strategi. 2. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. metode. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Terapkan prinsip. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. 4. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. Oleh karena itu. konsep.kemampuan sebagai berikut. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. 3. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 5. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Lebih jauh lagi.

Oleh karena itu. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. Oleh karena itu. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). dan pembiayaaan. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. sarana dan prasarana. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. tenaga kependidikan. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. 20 Tahun 2003. pengelolaan. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. struktur. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). standar pembiayaan. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). standar sarana dan prasarana. standar kompetensi lulusan . Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. standar isi. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan kata lain. terampil. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. standar proses. standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar pengelolaaan. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). berbangsa.

Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. kemajemukan bangsa. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. hak. budaya. aman. demokrasi. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Menunjukkan kegemaran membaca 9. suku. dan tanah air Indonesia 2. kesetaraan gender. negara. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. ketaatan pada hukum. tolong-menolong. No 2. dan bernegara. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. tanggung jawab sosial. dan nepotisme. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Berkomunikasi secara santun 8. sehat. ras. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. bugar. berbangsa. Menghargai keberagaman agama. Bekerja sama dalam kelompok. pelestarian lingkungan hidup. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. jiwa dan patriotisme bela negara. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. kolusi. dan memanfaatkan waktu luang 10. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . ketaatan membayar pajak.

sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. d. tanpa membedakan agama. e. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. dan jenjang serta jenis pendidikan. kondisi daerah. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. nonformal dan informal. cakap. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu. c. berakhlak mulia. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. berilmu. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. perkembangan. kreatif. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. serta status sosial ekonomi dan gender. kebutuhan. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. b. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. kebutuhan. perkembangan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. dunia usaha dan dunia kerja. keterampilan akademik. pengembangan keterampilan pribadi. muatan lokal. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. keterampilan sosial. sehat. budaya dan adat istiadat. keterampilan berpikir. teknologi. f. teknologi. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Berpusat pada potensi. dan pengembangan diri secara terpadu. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. a. suku.

Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. SMA. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. berorganisasi. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Demikianlah prinsip. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. kalau ada. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. g. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . bermasyarakat. PT). Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. bernegara dan berpemerintahan. SMP.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. berbangsa dan bernegara. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. dimensi program ini bersifat formal. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan.

Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. Sedangkan untuk SMA. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. Keempat. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. Ketiga. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Untuk SD dan SMP. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah.memadai. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. SMP. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. pernah dilakukan penyesuaian content. Kedua. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial.

meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Pemajuan. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Partisipasi dalam pembelaan negara. Norma. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Hukum dan peradilan internasional 3. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Persamaan kedudukan warga negara 5. Instrumen nasional dan internasional HAM. Pemerintahan daerah dan otonomi. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Dampak globalisasi. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Peraturan-peraturan daerah. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Dari aspek content. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. baik PKn SD. Budaya politik.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Kebebasan berorganisasi. 1. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sumpah Pemuda. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Sistim hukum dan peradilan nasional. hukum dan peraturan. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tata tertib di sekolah. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Demokrasi dan sistem politik. Harga diri sebagai warga masyarakat. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Kekuasan dan Politik. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Norma yang berlaku di masyarakat. dan Mengevaluasi globalisasi. Prestasi diri . Menghargai keputusan bersama. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah pusat. Cinta lingkungan. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Sistem pemerintahan.

dan seni. (5) standar sarana dan prasarana. terampil. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (8) standar penilaian pendidikan. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. kebutuhan. berbangsa. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. (7) standar pembiayaan. hak. (7) Pancasila. (4) Kebutuhan warga negara. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. teknologi. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. (3) Hak asasi manusia. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. hukum dan peraturan. (6) Belajar sepanjang hayat. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. (5) Konstitusi Negara. (3) standar kompetensi lulusan. (2) Beragam dan terpadu. dan bernegara. (6) Kekuasan dan Politik. (6) standar pengelolaaan. perkembangan. (2) standar proses. (2) Norma. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan (8) Globalisasi. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.

Standar Tenaga Pendidik 3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . Berpusat pada potensi.... Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. Standar Kompetensi Lulusan B. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4.. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. PP Nomor 19/2005 C. A.. A. Standar Penilaian C... Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam .. Permendiknas Nomor 23/2006 2. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum . dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B. Standar Isi D. UU Nomor 20/2003 B.. hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan .. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D. teknologi. Beragam dan terpadu C. 1.. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. perkembangan. kecuali: A. Dalam Standar Isi diatur tentang .. kebutuhan. Indikator pencapaian D.. Ruang lingkup materi Norma. Ruang lingkup materi PKn C.. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5. Tujuan mata pelajaran PKn B. dan seni D.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. Permendiknas Nomor 22/2006 D. A. A..

A. nilai kewarganegaraan B. nilai kewarganegaraan B.. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada ..6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada . Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan . Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . moral kewarganegaraan C.. pengetahuan kewarganegaraan D. pengetahuan kewarganegaraan D.. moral kewarganegaraan C... Kekuasan dan Politik B. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A... A. pembangunan karakter bangsa B. sikap kewarganegaraan 8.. HAM C. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan . memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C. nilai kewarganegaraan B. pembentukan sikap kepribadian D. A. pengetahuan kewarganegaraan D. kompetensi kewarganegaraan 10. A.... Pancasila D. kompetensi kewarganegaraan 9. moral kewarganegaraan C. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Anda telah diperkenalkan dengan landasan. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. kegiatan pembelajaran. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. alokasi waktu. kompetensi dasar. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. dan sumber/bahan/ alat belajar. penilaian. struktur dan materi pembelajaran PKn. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. indikator. Dalam konteks pembelajaran. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. materi pokok/pembelajaran. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi.

Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. MTs. Materi Pokok/Pembelajaran 4. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. atau (4) Dinas Pendidikan. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). dan SMK. Kompetensi Dasar 3. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.kompetensi untuk penilaian. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. SMA. SMP. yakni KTSP. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. Namun. atau madrasah dan komite madrasah. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Komponen SILABUS 1. untuk tingkat sekolah. Kegiatan Pembelajaran 5. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. Oleh karena itu. MA. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. Standar Kompetensi 2. dan MAK.

• Aktual dan Kontekstual Artinya. • Relevan Artinya. pendidik. • Fleksibel Artinya. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. intelektual. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. psikomotor). indikator. kedalaman. cakupan indikator. materi pokok/ pembelajaran. cakupan indikator. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Penilaian 7. kegiatan pembelajaran. taat asas) antara kompetensi dasar. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sosial. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. • Sistematis Artinya. materi pokok/ pembelajaran. • Menyeluruh Artinya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. afektif. dan sistem penilaian. kegiatan pembelajaran. • Memadai Artinya.6. sumber belajar. teknologi. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. emosional. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. sumber belajar. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. dan peristiwa yang terjadi. • Ilmiah Artinya. materi pokok/ pembelajaran. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Alokasi Waktu 8. dan spritual peserta didik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. cakupan.

kebermanfaatan bagi peserta didik. 3. 2. relevansi dengan karakteristik daerah. c. dan keluasan materi pembelajaran. 5. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. dan spritual peserta didik. c. 6. 4. Dalam mengidentifikasi materi pokok. potensi peserta didik. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. kedalaman. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. 5. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. 4. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 7. intelektual. 7. sosial. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 1. b. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. struktur keilmuan. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. 2. tingkat perkembangan fisik. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi.Dalam mengembangkan silabus. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 8. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. Aktualitas. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. emosional. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. 6. b. 3. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1.

guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. lingkungan. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. perilaku. alokasi waktu . sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . dan keterampilan. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. seperti: 1. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). 2. satuan pendidikan. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. menganalisis. dan bertindak secara konsisten. Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. pengetahuan. kesinambungan (kontinuitas). Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.8. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Dalam mengembangkan indikator. berpikir. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. peserta didik dengan guru. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. 3.

Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. Baik.pengambilan keputusan. alam. keluasan. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. kedalaman. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. sikap. dan budaya. serta lingkungan fisik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8). sosial. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. tingkat kesulitan. kegiatan pembelajaran. penggunaan portofolio. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan indikator pencapaian kompetensi. nara sumber. pengamatan kinerja. Menggunakan acuan kriteria c. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. yang dilakukan berdasarkan indikator b. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan penilaian diri.

Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . dan evaluasi rencana pembelajaran. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Selanjutnya. dilaksanakan. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.Dalam bentuk tabel. dievaluasi. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).

. • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI . •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI).3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Bandung. • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI. : 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI.. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika. Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1. • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.

• Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. • Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Selanjutnya. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI.

dan Penilaian. Metode Pembelajaran.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. sumber belajar. Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Kompetensi Dasar. Bagi guru. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. materi ajar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Mencantumkan identitas. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 . metode pengajaran. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran.Materi Pembelajaran. Sumber Belajar. (2) Standar Kompetensi. laboratorium. Oleh karena itu. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. dan penilaian hasil belajar.

yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Akan tetapi. lingkungan. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. dan halaman yang diacu. dan bahan. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. bentuk instrumen. media. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. narasumber. G. pengarang. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. 359 .B. Oleh karena itu. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. kegiatan inti. Oleh karena itu. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. kegiatan inti. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. C. Misalnya. kegiatan pendahuluan/pembuka. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya. D. alat. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. E. F. dan kegiatan penutup.

.......... Sumber Belajar F........ 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : . dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian......................... RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut................ Tujuan Pembelajaran B..... : ........................... Materi Pembelajaran C......................... : . Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)...................... Dalam bentuk sistimatika.. Metode Pembelajaran D... : .... : .. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E....... tes unjuk kerja....... : ........................ mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut...........uraian............ : ... x 35 menit (… pertemuan) A... Selanjutnya.......

..... 5. Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.. 3. 2. Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. 5.... Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. Kegiatan Awal (10 menit) a.. tanya jawab.. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. 3. 4. Metode Pembelajaran Pengamatan.. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI.. Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1.. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 .. 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. diskusi.. Menjelaskan makna NKRI dengan benar... Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan...RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : ..... praktik. Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh. Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1. 2. Makna NKRI dengan benar. 4.. ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika..... 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI... b.. penugasan... 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI.... Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar...... Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI.. Kesatuan wilayah negara Indonesia. Materi Pembelajaran : 1.

a. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. 3.: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Inti (50 menit) a. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. b. e. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. d. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Siswa membuat rangkuman. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. Kegiatan Inti (50 menit) a. a. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. b. 2.2. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. pembelajaran. c. Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. c. Kegiatan Akhir (10 menit) a. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 3. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. c. b. Kegiatan Awal (10 menit) a.

Penerbit Cempaka Putih. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. lembar kerja siswa (LKS). Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3. 3. Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. 4. Polisi.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. kisi-kisi soal. 5. 2. gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. buku siswa). butir soal. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. 1. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). peta konsep. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. dan TNI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. bagan.

dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. indikator. (7) Fleksibel. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. penilaian. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. dan (8) Menyeluruh. Susun pula RPP untuk KD tersebut. laboratorium. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. Rangkuman Dalam pengertian kamus. (7) Menentukan Alokasi Waktu. kompetensi dasar. dan sumber/bahan/ alat belajar. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. materi pokok/pembelajaran. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. (3) Sistematis. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. (4) Konsisten. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP).Latihan: 1. (2) Relevan. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. kegiatan pembelajaran. (6) Aktual dan Kontekstual. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. alokasi waktu. Dalam mengembangkan silabus. Dalam konteks pembelajaran. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. atau (4) Dinas Pendidikan. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (6) Menentukan Jenis Penilaian. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. (5) Memadai.

Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. kompetensi dasar 3. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B.. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 . A. guru kelas/mata pelajaran B.. 1. silabus dikembangkan oleh . Fleksibel D. materi pokok/pembelajaran C.. Dinas Pendidikan C.. afektif. tujuan pembelajaran D. Memadai B. materi pokok/pembelajaran C. rencana pembelajaran B. Guru Kelas/mata pelajaran D.. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. Dalam konteks pembelajaran. kecuali: A. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. kelompok guru kelas/mata pelajaran C.kecuali: A. D. Guru dan Kepala sekolah 4. standar kompetensi 2. kelompok kerja guru (PKG/MGMP)... tujuan pembelajaran D..... A. ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Aktual dan Kontekstual C. A. pada hakikatnya silabus adalah. standar kompetensi B. Secara operasional.. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D.. Fleksibel D. Dalam mengidentifikasi materi pokok. A. Mengkaji dan Menentukan SKKD B. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah . dan keluasan materi pembelajaran D. kecuali: A. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C.. Aktual dan Kontekstual C. ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus.. A.. relevansi dengan kebutuhan guru 9.6. kebermanfaatan bagi peserta didik C..... keluasan materi pembelajaran B. satu indikator/tujuan pembelajaran D. kecuali: A.. RPP dikembangkan dari setiap . satu standar kompetensi B. B. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. sistematis B. jumlah tujuan yang akan dicapai C... Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8. potensi peserta didik. kedalaman. satu kompetensi dasar C. satu mata pelajaran 10... kedalaman kompetensi dasar D. A. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . konsisten 7. aktualitas.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

C. A. D. B. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. D. moral kewarganegaraan 8. A. PP Nomor 19/2005 2. A. pembangunan karakter bangsa 7. C. D.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B. nilai kewarganegaraan 9. rencana pembelajaran 2. A. Indikator pencapaian 4. D. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. A. satu kompetensi dasar 10. B. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. kompetensi kewarganegaraan 10. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. D. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. Standar Isi 3. A. tujuan pembelajaran 3. C. D. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. A. relevansi dengan kebutuhan guru 9. Menyeluruh 6. sistematis 7.

sering disebut “luber dan jurdil”. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . system pemerintahan. rahasia. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. jujur dan adil. umum. bebas. proses pengambilan keputusan. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. rahasia. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. bebas. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. umum. jujur dan adil. sering disebut “luber dan jurdil”.

iklim sekolah. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). proses pengambilan keputusan. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. . baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. dan sebagainya. perubahan fungsi keluarga. perbaikan demokrasi konstitusional. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. system pemerintahan. perubahan dalam struktur ekonomi. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. perubahan teknologi dan informasi. sikap dan kemampuan guru. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS.

Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. fotocopy. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. katalog. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 . surat kabar. buku. slide. iklan dan poster. fotografi. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). kalender. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. atau pun gambar sket.

jujur dan adil. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Pemerintah. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . rahasia. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Inkuiri : proses penelitian. sikap. sering disebut “luber dan jurdil”. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. mempertanyakan. umum. memecahkan masalah. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. hukum. bebas. dan keterampilan tertentu telah dicapai.

Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal). Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. memantau pelaksanaan. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. isi. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar.

dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. indikator. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. penilaian. materi pokok/pembelajaran. kompetensi dasar. pengetahuan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. Dalam konteks pembelajaran. dan sumber/bahan/alat belajar.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi bahan kajian. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. kompetensi mata pelajaran. laboratorium. dan keterampilan. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. alokasi waktu. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi.

Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Abdul Azis Wahab (1996/1997). Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. (1978). Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry.). Brady. The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network. Anonim ( 2005). SMP/MTs. A.F. Kosasih Djahiri. (alih bahasa: Ernest Barker. New York: Oxford University Press. (1990). (1996). Puskur – Lemlit UPI. STIA –LAN Bahmueller. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. James. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Depdiknas. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Anonim ( 2005). Depdiknas. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. The Future of Democracy. Dikdasmen Depdiknas. (1994). New York: Prentice Hall. Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. (1990). Charles F. Atwi Suparman. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . Branson. Jakarta. Abdullah (Ed. Model-Model Pembelajaran Interaktif.Kosasih Djahiri. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Valuing. Calabasas: CCE. Jakarta. and Decision-Making.DAFTAR PUSTAKA A. revisi R. Valuing. and Decision-Making. dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Dikdasmen. Stanley). A. Ditjen PLP. Alamudi. James.Kosasih Djahiri (1985). Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Ditjen PLP. Aristotle. Politics. Dikdasmen. A. ERIC/Poland book. (1992). Margaret Stimmann. Curriculum Development. New York: Longman. Ditjen PLP. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). Laurie. (1997). (1995). Dkk (2004). (1977). Ahman. (1998). Banks. Banks. Jakarta. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI.

Inc.. Action in Elementary Social Studies. California. (1996). Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. PT Gramedia. Boston: Allyn Bacon.. (1991). CICED. (Cetakan XI). Jakarta. We The People . David W. Departemen Pendidikan Nasional. (1988). Miriam. V. (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). (1998). Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Cleaf. Calabasas. (1998). (1989). (1996).. (1980). Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Jakarta: Depdiknas Gronlund. Ghofur. Jakarta: PT.2 No... Couto. Dasar-Dasar Ilmu Politik. California. Sept. (1997). (2007). CCE. Center for Indonesian Civic Education.Project Citizen. Project Citizen: Teacher’s Guide. Miriam. Abdul dan Mardapi. (tidak diterbitkan) Fraenkel. New York: Macmillan Publishing Co. (2000). Richard A. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jack R. Gramedia. Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). We The People . Center for Civic Education. Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Van. Center for Civic Education. Jakarta. The Art of Teaching Democracy: the Practice. Djemari (Tim Pengembang). (fourth edition). (2004). Project Citizen: Teacher’s Guide. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. Budiardjo. Departemen Pendidikan Nasional. We the People. Authority: Foundation of Democracy. New Jersey: Prentice Hall Inc. Journal CIVITAS.Budiardjo. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. (1981). Measurement and Evaluation in Teaching. Calabasas. Norman E. Upper Elementary.. (2007). Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. (2006). (2007)..-Oct. Departemen Pendidikan Nasional. Center for Civic Education. Ditjen Dikdasmen (1989/1990).5.

Anderson. Introduction to Political Science. New Jersey: Prentice Hall. Bandung: Laboratorium PKn UPI. UK: Cambridge University Press. Social Studies in Elementary Education. Inc. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . (1983). Michaelis (Ed. (1962). (alih bahasa dan editor: J. (1960/2000). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Achmad . Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. New York: Oxford University Press. Ella C. (1993). Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945. (1998). John.). (1989). Sapriya dan Winataputra. (7th Edition). Mardapi. (1998). (4th Ed. (2005). and Lee. Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. Hobbes. Content in the Social Studies. Walter C. Cambridge. Two Treatises of Government. Direktorat Dikmenum. Undang-Undang No. (2002). Washington: NCSS. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Paul R. Rodee. Gaskin). Republik Indonesia. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum. London: Touchstone Books. Depdiknas. Sanusi. (1980).Hanna.(1998). Dalam John U. John R. Samuel P.McGraw-Hill. (2003). Inc.) Skill Development in Social Studies. in Carpenter. Helen (Ed. Section One: Generalizations from the Social Sciences. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Greene. Safari. Thomas. 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Locating and Gathering Information. Jakarta. (1963). Locke.C. John U. Huntington. (9th Edition). Djemari. Leviathan. Michaelis. Leppert. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. (Unpublished). John and Parker. Washington: NCSS.) Social Studies in Elementary Schools.A. Christol. New York: Macmillan Publishing Company. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Jarolimek. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran.

November 2003. No.. (ed. Bowes. Ruud. Journal CIVITAS. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Sapriya. (2005). Skilbeck. Welton. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Wikipedia. Designing the Curriculum. (1949).Oct. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. http://www. V. Ruud.). Taylor. Civics: Citizens in Action.H.. No. Sockett. David A & Mallan. Ditjen Dikti. (2005). The Art of Teaching Democracy: the Theory. (1968). (1998).). Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Columbus: Merril Publishing Company.Oct. Turner. Tahun 14 Nomor 1. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). Tahun 12 Nomor 2.F.2. H. P. ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Boston. Sjamsuddin.Sapriya. Tahun 14 Nomor 1. Chicago: Chicago University Press. (1993).5. Sunal. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (1976). (1988) Children and Their World. (2001). R. The Free Encyclopedia. Tyler. (2003). Paris: OECD Publications. London: University of London Press. in Teacher as Innovators. in Kerr. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT. Mei 2005.wikipedia. Helius. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. Journal CIVITAS. London: Open Books. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lott. Changing the Curriculum.W. M. Veldhuis. Metodologi Sejarah. dan Sapriya. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed. (1996). (1990). Somantri. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Mary E. Mei 2005. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Veldhuis. Dallas: Houghton Mifflin Company. (1998). Sept. Jakarta: Depdikbud. Cynthia Szymanski and Haas.2. (1976). Udin S. Remadja Rosda Karya. Nu’man.5. V. John T. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student.org. Winataputra. Sept. J. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Long.

Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). Lahir di Sumedang. Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan. Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006).) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. Master of Education (M. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010. La Trobe University. Buku yang pernah ditulis antara lain. sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. 2011. dan pendidikan S-2. sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. Pendidikan Kewarganegaraan (2003). Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. LA. dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . Selain mengajar. dan PGSD. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . pada tanggal 20 Agustus 1963. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). Konsep Dasar PKn (2008).Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Konsep Dasar IPS (2008). Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007).Ed. 2006-2009). PIPS. di School of Education. dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. penerbit Alfabeta. Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Jawa Barat. Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs.d.). dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). PIPS dan Pendidikan Dasar. Jenjang S2 Program Studi PKn. California USA tahun 2001. sekarang). asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s. Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful