Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

(3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. Sapriya. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah .Ed. Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa. maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . emosional. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. M. Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. spiritual. 15 Januari 2009 . (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. Sesuai dengan itu. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. File Sapriya. C. (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. SILABUS 1 A. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn .

dan dimensi PKn 2. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Nilai.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI. teori. prinsip. contoh. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. Nilai.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Moral dan Norma PKn 3. prinsip. Garis Besar Program No. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1. Moral dan Norma PKn 1. tujuan. dan dimensi PKn 1. latihan tentang pengertian. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. tujuan. Mengembangkan Konsep. (3) Paradigma Baru PKn 1. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. dan dimensi PKn.1 Karakteristik materi PKn 2. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. tujuan. ilustrasi. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4.1 Pengertian. Nilai.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. Menjelaskan pengertian.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. 15 Januari 2009 2  .E.2 Pengembangan Konsep. pengembangan Konsep. percontohan. Menguraikan jenis. Menguraikan konsep. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5. contoh. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP. 2. 5.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2. Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. 3. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. teori. percontohan. dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi. ilustrasi. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1. 15 Januari 2009 3 .1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9. 9 1. 2. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2.

emosional. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya.F. spiritual. 15 Januari 2009 4  . maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (1) Paradigma baru PKn. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. spiritual. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. emosional. Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. Untuk mencapai tujuan di atas. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  . (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah.TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn.

2. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. 4. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. BBM 1: Paradigma baru PKn. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas. BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. 3. 5. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. Selamat belajar. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. 1. Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

moral. - - - Menjelaskan pengertian. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Baiklah. tujuan.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . nilai. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. mengkaji. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. Pada modul mata kuliah yang lain. tujuan. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. menganalis. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. meliputi pengertian. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. dimensi dan pembelajarannya.

moral dan norma PKn 3. zaman terus berkembang. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Terapkan prinsip. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. memilih. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Oleh karena itu. 4. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. 3. mempertimbangkan. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Pengertian. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. dan teknik untuk pembelajaran PKn. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pengembangan konsep. 5. 2. konsep. metode. strategi. dan dimensi PKn 2. Sementara di pihak lain. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. nilai. tujuan. Lebih jauh lagi. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat.

Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). dan apa dimensi PKn. Pada kegiatan belajar ini. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. menurut Barr. multidisipliner bahkan multidimensional. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. domain kurikuler. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Oleh karena itu. Tujuan. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. mengapa perlu ada pembelajaran PKn. tujuan. dan Shermis (1978). dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 . dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya.1 Pengertian. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. akan dibahas tentang pengertian. Barrt. Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Dari sudut pandang epistemologis. Pada kegiatan belajar ini. Namun. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”.

dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). pendidikan kemasyarakatan.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Oleh karena itu. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). komitmen kewarganegaraan (civic commitment). landasan konstitusional UUD 1945. Bagi negara kita. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). dan komponen bangsa Indonesia. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. program kurikuler PKn. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. Secara ontologis. pendidikan nilai dan moral. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. pendidikan politik. Indonesia. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. dan pendidikan demokrasi. pendidikan kebangsaan. watak kewarganegaraan (civic disposition). ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. Oleh karena itu. dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. Secara epistemologis. Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. warga negara. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. Sesuai dengan namanya. Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn.

yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy).terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. Oleh karena itu. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. and for democracy” (CIVITAS: 1996. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. melalui proses. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. Oleh karena itu. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). keterampilan (skills). v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). yakni kemauan. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. 2001. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Dalam program PGMI di LPTK. 2001). Winataputra. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. Kerr:1996. through. Di Madrasah Ibtidaiyah. instrumentasi. kemampuan. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility).

dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. PKn) secara terpisah. yakni rentang kelas 1 s/d 3. pada jenjang MI kelas tinggi. agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). aktualitas. tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). difasilitasi. belajar sambil berbuat (learning by doing). • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran. Namun.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. warga sekolah. Matematika. dan kebutuhan peserta didik. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Perbedaannya. pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. IPS. pengertian. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). Para peserta didik dikondisikan. dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. IPA. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. buku pelajaran. Melalui domain ini. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. warga negara. pengorganisasian kurikulum.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. Dalam pelaksanaan program. warga sekolah. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). seperti masalah landasan. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). anggota masyarakat. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. ketanggapan. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. khususnya dalam mencapai tujuan umum. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . kritisasi. damai. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. dan kreatif. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. belajar sambil berbuat (learning by doing). metodologi. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). (2) PKn sebagai program akademik. dan kompetensi guru. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. yakni melalui berbagai program penataran P4. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. dan karakteristik peserta didik. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu. Namun. Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. kondisi. Secara epistemologis. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”.Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno.

tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). domain kurikuler. pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. khususnya dalam mencapai tujuan umum. komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . (2) PKn sebagai program akademik. Ada tiga dimensi PKn.tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. Dalam pelaksanaan program. dan domain sosial kultural”.

preoperasional C. evaluasi pembelajaran 3. 1. program sosial kultural B. metode pembelajaran C. bahan pembelajaran B. A. A. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah . integrated C. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. separated D. correlated 4.. strategi penyajian D. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . abstrak B.. Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . deduktif 5.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. structural B. holistik D. political democracy C.. contemporary politic B. political organization 2. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A. political party D. program akademik D.. program kurikuler C.

Social Studies as reflective inquiry D.. belajar terpadu (integrated learning) C. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 . Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah . pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. Social Studies as social sciences C. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A.. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C.6. pemecahan masalah krusial D. kecuali: A. disipliner D. A. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D.... kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. pembelajaran yang meluas (broad field) B.. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A.. membuat kesimpulan B. kecuali: A. Social Studies as citizenship transmission B. menciptakan masalah aktual 8. membuat keputusan C. pembelajaran tematik (thematical learning) D. terpadu B. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara . tematik C. Social Studies as personal development 7. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B.

x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

politik. oleh rakyat. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. Nilai. pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis. nilai. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. Pada kegiatan belajar ini. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. dan norma disamping pendidikan karakter. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. atau pemikiran (ide). namun secara praksis. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. dan hukum. peristiwa. Moral. Secara akademik. nilai. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). konstitusi. dan untuk rakyat. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. maksudnya dalam proses pembelajaran.2 Pengembangan Konsep. Istilah konsep. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. moral. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. moral. akan dibahas pengembangan konsep.

empati 27. Namun. 4. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. perasaan 15. nasionalisme 22. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. moral 23. pemilu 32. misalnya. karakter 14. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. pelaksanaan. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. solidaritas 17. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. sebagai ilustrasi dan contoh. moral 12. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. partai politik 31. 2. tindakan moral 25. sikap 16. 1. kelompok penekan 21. kekuatan rakyat 19. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. kekuasaan 18. Konsep “buruh”. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. wewenang 29. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan.pengambilan keputusan 11. kelas penguasa 20. 6. Dengan demikian. dan penilaian. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 7. 8. perilaku 24. kekuasaan 28. Akibat dari pengalaman ini. 3. nilai 13. negara tertinggal 10. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini.Dalam contoh di atas. 5. politik 30. kata hati 26. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas.

yakni perlu ada pilihan (chooses). penghargaan (prizes). Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut.Pengertian Nilai Apabila kita sadari. Etika terkait dengan masalah moral. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. Nilai bukanlah benda atau materi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . karena orang tersebut terkenal kejujurannya. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. yakni nilai estetika dan nilai etika. nilai (value) adalah konsep (concept). kriteria keindahan. Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Singkatnya. ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. berpikir. Oleh karena itu. Pertama. dan tindakan (acts). nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. Seperti umumnya konsep. Misalnya. Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. Kedua. Bila demikian. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. menghitung. kriteria manfaat. Ketiga. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang.

keyakinan. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. (2) Nilai Vital. aktivitas. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Samakah.Selain dengan kriteria di atas. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. sikap. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. (1) Nilai Material. kepentingan. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. Namun. yakni dilihat dari tujuan. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. perasaan. Prof. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. Dr. dan keraguan. maksud. yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. (3) Nilai Kerokhanian.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. indah. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Nak. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”. sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri.. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Adi mendengar ucapan ibunya. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. Adi pergi untuk mencari obat. Setiap hari. seorang anak. baik. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. maka ada sejumlah yang disebut benar. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. dan religius.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi. Adi menghadapi dilema. Ahli lain. Adi mau mencari obat sekarang”. Suatu hari. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. Menurut dokter. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai.. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker.

(2) Bersifat umum. lalu lintas dan lain-lain. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. Demikian pula.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. upah. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Misalnya. norma moral. norma agama. dan norma sopan santun. jelas. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. Sedikitnya ada empat jenis norma. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak. tertib. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. Secara umum. dan norma hukum. norma biasanya bersanksi. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. Dengan kata lain. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. ialah: norma kesopanan. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. yaitu berlaku bagi semua orang. dan nyata. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. norma kesusilaan. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. bertingkah laku. dan teratur. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya.

diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. mentaati/mematuhinya. (3) Pada norma hukum. moris. pelaksanaan. yaitu adat kebiasaan. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Dengan demikian. Oleh karena itu. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. morals.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. mores. Pada umumnya. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Oleh karena itu. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. Jepang. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Misalnya. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. Artinya. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. Nilai bersifat universal. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. penegakan. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. Meskipun demikian. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. norma mengandung nilai atau harga. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. Dalam konteks etika. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. ialah: mos. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. manners. manner. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia.

Apabila dikaji. kreatif. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. berakhlak mulia. UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan kemasyarakatan. sehat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional.  pendidikan kewarganegaraan. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebangsaan. cakap. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir.. dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. bersikap..   b. dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. . dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. moral..  Selanjutnya. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).. moral. pendidikan nilai.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan. mandiri. berilmu. Dalam kehidupan berkewarganegaraan.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol.   b...”. nilai.  pendidikan kewarganegaraan. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan. menengah. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya.. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. atau pemikiran (ide).. dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. peristiwa. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. Sebagai landasan kurikulernya. . Rangkuman Istilah konsep. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. moral. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan.

32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Norma etika terdiri atas norma kesopanan. morals. yakni nilai estetika dan nilai etika. moris. Etika terkait dengan masalah moral. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. tertib. bertingkah laku. manner. dan teratur.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. yaitu adat kebiasaan. ialah: mos. agama. mores. Norma ada dua. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Istilah moral berasal dari bahasa Latin. kesusilaan. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. dan hukum. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. manners. ialah norma fisika dan norma etika.

D. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit .. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B. Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda... Konsep C. kursi 3. 6.. kewenangan B. Notonegoro. membayar pajak tepat waktu D..kecuali: A. yakni perlu ada A. A. Generalisasi D. atau pemikiran (ide) disebut. A. teori 2. Dr. Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 .. demokrasi C. C.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat... segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut .. Menurut Prof. persetujuan (agreement) B. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. kekuasaan C. Fakta B. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. gubernur B. Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari. 1. mengagumi keindahan bunga C. kekuasaan D... pilihan (chooses). empati D.. tindakan (acts). peristiwa. A. penghargaan (prizes). norma 4.

memaksa untuk tidak melakukan C. A. A. mengatur perilaku B.. A. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma . niai kebenaran B.. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan . C. A. Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah .. norma hukum 9. nilai moral/etika D. Dalam konteks etika. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8. menertibkan perilaku 10.. nilai hukum D. norma kesopanan B. B.. sanksi tegas dan nyata D. nilai estetika C... nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . norma kesusilaan C. D. nilai kesusilaan C... baik atau jelek. norma agama D.7. nilai moral B.. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah.. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut . nilai religius A..

x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dengan kata lain. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 .3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. Dalam proses itulah. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Dengan demikian. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. Pada kegiatan belajar ini.

bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. Oleh karena itu. Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. Dengan demikian. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). Selain itu. Namun.demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis.

Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. 1999:2) Artinya. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . bodoh. cerdas. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. as well as ‘habits of the heart’. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. dan tidak terdidik. Alexis de Toqueville. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. Pada pembahasan di atas. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. berbangsa dan bernegara. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. are not inherited. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan.” (Branson. menyatakan “The habits of the mind. Dengan kata lain. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak). Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. Dengan kata lain. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. the dispositions that inform the democratic ethos. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional. lakukanlah diskusi itu. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. Anda telah mengenal paradigma PKn.

dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. emosional dan sosial. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Namun. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. rasional. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Khusus dalam pendidikan persekolahan. pengalaman praktis. Oleh karena itu. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 .pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas.

• Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No. 1. dan SMA/MA. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1.2 Melaksanakan hidup rukun. • Melaksanakan piket di kelas. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah. PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . (1) 1. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). Untuk mencapai SK dan KD tersebut. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. SMP/MTs.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian.

Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000).. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 . photografi. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio.. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.. dan karya seni asli.. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. Proyek Belajar Kewarganegaraan.Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Dengan demikian. peta. Pertanyaan selanjutnya. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Namun demikian. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. grafik. Kami Bangsa Indonesia .

Membuat rencana tindakan. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Dalam menilai portofolio. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. meningkatkan keterampilan. 4. 3. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. Mengkaji pemecahan masalah. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. yakni kita semua. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Membuat kebijakan publik. 2. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. 5. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan.

d. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. b. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. c. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.

Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. rasional. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . mengevaluasi. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. Oleh karena itu. menjelaskan dan menganalisis. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. dan bertanggung jawab. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. keterampilan. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). efektif. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. emosional dan sosial. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi.

Tanggung jawab warga negara C. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. rasional. kecuali: A. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. emosional. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. emosional dan sosial D. Standar materi kewarganegaraan D. Standar materi kewarganegaraan C. Kemampuan C. dan sosial 3. intelektual. Kecerdasan warga negara B. Spiritual. Afektif. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. Kemampuan dasar B. Indikator pencapaian D. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. intelektual. pemikiran dan emosional C. 1. sikap. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Standar pencapaian 5. Spiritual. Partisipasi warga negara D. Pemecahan masalah warga negara 2.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. pemikiran dan sikap B. Rasional. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

kecuali: A. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. menilai kebijakan alternatif C. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . kelengkapan B. membuat rencana tindakan D. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. membuat kebijakan publik D. photografi yang: A. membuat kebijakan publik 9. grafik. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. membuat rencana tindakan 10. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. bernilai seni tinggi 7.6. peta. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. menarik secara estetika B. mengumpulkan dan menilai informasi B. mengkaj pemecahan masalah C. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. kejelasan C. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. menjelaskan masalah B. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. estetika D. beragam dilihat dari segi keilmuan D.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3.x 100 % 90 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. rasional. C empati 4. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. B integrated 4. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . C. program kurikuler 6. sanksi tegas dan nyata 10. nilai religius 8. B 8. B. A. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. D 2. norma kesusilaan 9. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D kursi 3. D 5. B political democracy 2. C 9. holistik 5. D 4. A. B 7. A bahan pembelajaran 3. A Nilai material 7. C disipliner Tes Formatif 2 1. D. C. B. A Social Studies as citizenship transmission 7. persetujuan (agreement) 6. nilai moral Tes Formatif 3 1. mengagumi keindahan bunga 5. emosional. B Konsep 2. B. A 6. A 10. B. membuat keputusan 8. C 3.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Namun demikian. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). oleh rakyat dan untuk rakyat. Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. Misalnya.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat.MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. ialah pertama. Berbicara tentang materi PKn. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. Karena itu. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. yakni penguasaan bidang studi. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. Namun. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . Oleh karena itu. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia.

4. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. Lebih jauh lagi. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Memahami karakeristik materi PKn. Dengan kata lain. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. 5. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD. Terapkan prinsip.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Dengan demikian. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. 2. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Implikasi lebih lanjut. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. 2. Karakeristik Materi PKn. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. konsep. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1.

Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). bahasa. karaktersitik. perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). Dengan kata lain. Oleh karena itu. budaya.1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). maka lahirlah sebuah pertanyaan. Oleh karena itu. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Apa materi PKn itu. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. agama. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . maupun adat istiadat.

sejarah. secara umum. Baru pada pertengahan abad ke-20. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. dan lain-lain. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. tiga disiplin pertama. nasional dan global. sejarah. jurisprudensi. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. Pada masa itu. meliputi geografi penduduk. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. ilmu politik. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. meliputi geografi. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. kepentingannya. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. Misalnya. dan ilmu politik. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. ekonomi. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). psikologi sosial. antropologi. Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. Namun. berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . geografi penduduk. kebutuhannya. Ketiga. filsafat dan etika serta bahasa. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. baik kecakapannya. misi dan karakteristik PKn. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest).Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. Kedua. sejarah dan ilmu politik. sosiologi. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. Menurut Hanna dan Lee. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). yakni: Pertama. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). ekspedisi pendaki gunung. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi.

Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. sebenarnya. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. but they apply only to a specific situation. specific empirical statement about limited phenomena. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. dan negara. bahwa ”Facts are low-level. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. Meskipun demikian.(useful) bagi bangsanya. bangsa. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. Oleh karena itu.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. cita-cita. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. Oleh karena itu. formal disciplines (social sciences). Namun.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis. beberapa ahli Social Studies (Michaelis. 1984. guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. 1993. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. 1980. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. masyarakat. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. Jarolimek and Parker. Selain itu. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. Banks. yakni fakta (peristiwa. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. dasar negara. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). Dengan demikian. Sunal and Haas. Oleh karena itu. Namun.

peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. peristiwa. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. nasional. berbangsa. Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks.past or present. Namun. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. Selain itu. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . 1980:94). dengan melihat dari aspek perannya. terjadi. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. di mana. (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). Oleh karena itu. Namun. dan global. kapan.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan. dalam konteks proses inkuiri. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. siapa. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. kehidupan bermasyarakat. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. Dengan demikian. karena mempunyai realitas objektif. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. 1977:84). yang ditampilkan dengan benar-benar ada. dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. dan bernegara sangat penting. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. fakta berupa kejadian. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda.

tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. danau. Jadi. meja. mobil. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. dan garam merupakan “konsep”. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. • Memasuki era reformasi. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Dengan demikian. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. 2001. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. pohon. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. Selanjutnya. ideas. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. or events”. 2000. fantasi. kursi. Di dunia ini. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. kemenakan. dan 2002. pandai. kebaikan. sebagai latihan. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . ketimun. Namun. yakni pada tahun 1999. Nama-nama seperti gunung. merah. gas. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. kambing. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn.

keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. Dalam hal ini. Dengan demikian. suara mengeong. semakin kompleks konsep tersebut. penyesuaian diri. seperti kemampuan bahasa. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. “The more complex a concept is. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. misalnya bunga. pemerintahan. kompleksitas (complexity). ketajaman rasa. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. Kemudian. DPR dan sebagainya. penghargaan. demokrasi. dsb). pembedaan (differentiation). yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. patriotisme. or individual. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. Ketiga. objects. seperti presiden. negara. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. dan pabrik. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut.apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). kambing. dan kecerdasan. konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . berbulu lembut. seperti berkaki empat. sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. 1980:99-100). Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). bercakar. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. concepts represent something common to several events. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. Kedua. misalnya kebebasan. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. event. or individual. Misalnya. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. konsep “kucing”. (1980:100). Pertama. dan kemampuan belajar. Misalnya. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut.

individu-individu. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. Keempat. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. Pertama. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. Misalnya. atau ide-ide. Timbul pertanyaan. Kelima. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. peristiwa-peristiwa. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . ”bersenang-senang”. peristiwa-peristiwa. individu-individu. dan sebagainya. Misalnya. he places it into a class. Kedua. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi. alat rumah tangga. Ketiga. Keempat. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). pemusatan dimensi (centrality of dimensions). Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. rumah. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. DPRD I di Propinsi. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. emas. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. uang. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. Misalnya. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. klasifikasi. dan ”hotel”. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. Dengan menempatkan objek-objek. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”. Bandingkan dengan konsep obeng. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. Misalnya.tanah. Dengan mengenal konsep. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu.

Misalnya. konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. Menurut Fraenkel. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru.” (Fraenkel. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). Keenam. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. “Orang Batak si tukang copet”. Ketujuh. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. peraturan hukum. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. kekuasaan. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. Contohnya: “Jawa koek”. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. dan sebagainya. hak dan kewajiban. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. “Cina licik”. create a society. 1980: 103). suku. konsep “negara”. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . “Padang bengkok”. tentu memerlukan penjelasan yang memadai. suku. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn.

Tujuan utama dari pendidikan hukum. kebiasaan. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Di samping itu. hukum dan politik. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . yakni hukum negara. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. kesusilaan. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. berbangsa. adat-istiadat. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. sikap. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). dan bernegara. Kehidupan yang tertib. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. harus dapat berjalan secara sinergis. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Menurut Banks (1977: 259). dan norma agama. aman. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. Oleh sebab itu. Oleh karena itu. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. Dengan peraturan baru tersebut. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. Sebelum proklamasi. Secara kultural. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). Kemudian. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. bermasyarakat. khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Oleh karena itu. kalau ada. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. dimensi program ini bersifat formal. bernegara dan berpemerintahan. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. berorganisasi. keberadaan bangsa dan negara merdeka. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 . Lalu ada aksi berjuang. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT).penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain.

pengelolaan. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. ada content yang sifatnya structural formal. Content ini pun harus dibedakan. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Hal ini tidak mungkin berbeda. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya.mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. maka kompetensi lulusan harus sama. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. sarana dan prasarana. kompetensi lulusan. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan penilaian pendidikan. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. Misalnya. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. decision making competence atau decision making skills. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. proses dan kompetensi lulusan. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. tenaga kependidikan. Dengan demikian. Apakah boleh PKn itu terbelah. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. pembiayaan. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. proses. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud.

Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. dihadapi. Namun. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. seluruh kabupaten/kota. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. Ketika Indonesia danmisalnya. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. perubahan. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. content perekat. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. DenganContent demikian. pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 . formal ini bagaimana merupakan content perekat. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. Dengan demikian. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. Kurikulum masa ini doktrin Kedua. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. siswa berada. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. seluruh propinsi dan seluruh bangsa.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. pemersatu akan memperkuat Namun.tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. berbagai konteks pasti berbeda-beda. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu.

maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Dalam hal ini.Ketiga. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. Pertama. pernah dilakukan penyesuaian content. korupsi yang merajalela. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dari aspek content. SMP/MTs. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Keempat. separatisme. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. kebodohan. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. baik PKn SD/MI. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. Kedua. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. kemiskinan. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. Sedangkan untuk SMA/MA. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen.

Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Hukum dan peradilan internasional 3. Pemajuan. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kekuasan dan Politik. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Demokrasi dan sistem politik. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Partisipasi dalam pembelaan negara. Harga diri sebagai warga masyarakat. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. Kebebasan berorganisasi. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. misalnya. 1. Pemerintah pusat. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Cinta lingkungan. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. hukum dan peraturan. Namun. logis. Pemerintahan daerah dan otonomi. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Sistim hukum dan peradilan nasional. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Norma. Prestasi diri . dan layak. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . Menghargai keputusan bersama. Peraturan-peraturan daerah. Sistem pemerintahan. Norma yang berlaku di masyarakat. Instrumen nasional dan internasional HAM. terkait masalah konflik antaretnis. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Tata tertib di sekolah. Sumpah Pemuda. Persamaan kedudukan warga negara 5. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Dengan kata lain. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Budaya politik.dikomunikasikan kepada peserta didik. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia.

Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. Dengan menyimak paparan di atas. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. serta anti-korupsi 3. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. Selanjutnya. Dengan demikian. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. dan Mengevaluasi globalisasi. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. berbangsa. Dengan kata lain. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. tanpa memeras dan menguras tenaga. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Namun.8. dan bernegara. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. mengamati. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan demikian juga sebaliknya. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. Berpikir secara kritis. Dampak globalisasi. yakni: 1. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. rasional.

Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . menilai keadaan. membina kebiasaan. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956). Kemampuan berpikir. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. yang terbuka dan tanggap. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. keterampilan dan kebiasaan. menurut sejumlah hasil riset. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Oleh karena itu. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. dan (2) tingkat kemampuan berpikir.

menghormati kekuasaan. 4. persamaan hak asasi manusia. hukum. dan kekuasaan yang berlaku. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. dan universal. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Konvensional 2. Orientasi legalistik kontrak soaial. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. tujuan. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. ajeg. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. 6. Secara lebih rinci. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Orientasi keserasian antar personal. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Memelihara ketertiban sosial. 3. Orientasi instrumental. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. Orientasi hukuman dan kepatuhan. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial.

Semester 1 Stándar Kompetensi 1. saling berbagi dan tolong menolong 1. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4. Membiasakan hidup bergotong royong 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 . Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3. agama.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. dan suku bangsa 1.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain.2 Melaksanakan hidup rukun.

1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III. kota.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. keramahtamahan 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. seperti menghargai diri sendiri. satu bangsa dan satu bahasa 1.2. kedisiplinan.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. Menampilkan sikap demokratis 4.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4. Memiliki harga diri sebagai individu 4. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2.2 Melaksanakan perilaku jujur. kota. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2.1 Mengenal nilai kejujuran. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .3.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. seperti kebhinekaan. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. dan provinsi Kompetensi Dasar 1.2 Memberi contoh bentuk harga diri.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2. dan provinsi 2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV. kekayaan alam.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3. kota. disiplin.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten.1 Mengenal makna satu nusa. Memahami sistem pemerintahan kabupaten.

2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4. Memahami kebebasan berorganisasi 4. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3. Presiden.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 .Kelas IV. seperti Presiden.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. larangan merokok Kelas V. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. DPR. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. seperti pajak. MK dan BPK dll. MA.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. 3. anti korupsi.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. Wakil Presiden dan para Menteri 4. seperti MPR.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. lalu lintas.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.

c. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. kegiatan pembelajaran. Peran Indonesia di Asia Tenggara a.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Pengertian Politik luar negeri b.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. Negara-negara Asia Tenggara c.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.Kelas VI. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. d. Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3. pengertian kerjasama antarbangsa b.

dan bahkan spiritual. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. dan lingkungan masyarakat sekitar. kelompok permainan. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik. yakni kecerdasan dalam intelektual. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. emosional. lingkungan madrasah. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. baik dalam lingkungan keluarga. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. dan dalam kehidupan di sekolah. Sebagai latihan. sosial. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester.

Secara konseptual. jatidiri sebagai bangsa Indonesia. menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. kekayaan Indonesia. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. meliputi keterampilan berpikir. Secara filosofis. PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen).masalah. Dalam hal ini. yakni curriculum content dan student behavior. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. meliputi: Nusantara Indonesia. Secara ontologis. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. berkomunikasi. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . berpartisipasi. manusia sebagai pribadi. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Secara praksis. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya.

rakyat B.. A. pengakua 5. hak dan kewajiban D.. Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. demokrasi liberal 2. khususnya konsep. khususnya tentang . tanggung jawab B... peran dan fungsi C. perilaku warga negara C.. Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . wilayah C. A. Objek atau bidang telaah PKn adalah . Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D. Indonesia menganut demokrasi konstitusionil.. Batang Tubuh UUD 1945 C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A.. A. rakyat 3. pemerintah D.. demokrasi politik B. perilaku pemerintah D. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. Pembukaan UUD 1945 B. kesejahteraan 4.. Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 . PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara. kecuali: A... demokrasi konstitusional D.. 1. negara B. demokrasi terpimpin C.

.. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. berpartisipasi secara aktif C. Tahun 1975 C. psikologis D. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No. organisasi kemasyarakatan 8. emosional 7... Tahun 1994 D. Hak asasi manusia 10. sosiologis C. berpikir secara kritis B... Globalisasi C. berkembang secara positif D. Demokrasi D. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah . Misi ini merupakan ontologi PKn secara . berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. A. Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kecuali: A. Persatuan dan kesatuan B. Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . Tahun 1968 B. sekolah D. historis B.6. pemerintah C.. Tahun 2006 9.22/2006. A.. A. masyarakat B.

x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 .100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A. A. B Tahun 1975 9. B. demokrasi politik 2. C sekolah 8. D emosional 7. A ekspositori 6. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B Batang Tubuh UUD 1945 6. A. D fakta 8. A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. C. formal content 5. informal content 4. B fakta 7. hak dan kewajiban 4. D pengakuan 5. C Fraenkel 10. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. C Demokrasi 10. C. A. B perilaku warga negara 3.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. strategi. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. dan teknik untuk pembelajaran PKn. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Sementara di pihak lain. Baiklah. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. zaman terus berkembang. Pada modul mata kuliah yang lain. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. metode. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Terapkan prinsip. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 4. 5. Desain pembelajaran PKn 2. Oleh karena itu. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Lebih jauh lagi. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. konsep. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. 3. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. memilih. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. mempertimbangkan. 2. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Artinya. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. Pada kegiatan belajar ini. Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. akan dibahas tentang pengertian.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pada kegiatan belajar ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. Memang. tujuan. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Oleh karena itu.

meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. Artinya. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran. Pada kegiatan belajar berikut ini. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. sikap dan kemampuan guru. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. Dengan demikian. iklim sekolah. Dalam pembahasan berikut ini. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. selama proses mengembangkan kurikulum.

Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. sikap. Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. Gedung Kedutaan.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. sbb. keterampilan mengajar. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat. dan sebagainya. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Gedung Kejaksaan RI. pengalaman.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. pengetahuan. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah.

tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. seperti harapan orang tua siswa. Apabila kita perhatikan. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum.kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. mengemas. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). perubahan teknologi dan informasi. perubahan hubungan antara orang tua dan anak. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). anggapan dan nilai masyarakat. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perubahan fungsi keluarga. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. tuntutan dunia kerja. meramu. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. perubahan dalam struktur ekonomi. dan sebagainya. Dua faktor ini saling mengisi. Dengan kata lain.

media. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. pemerataan. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. sikap dan sebagainya.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. yakni relevansi. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. Misalnya. efisiensi dan efektifitas. pengalaman kerja. sumber dan evaluasi. ujian nasional. tingkat otonomi sekolah. Harapan dunia kerja. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. pekerjaan rumah. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . dan keterlibatan masyarakat di sekolah. antara lain standar kompetensi lulusan. disiplin siswa di sekolah. antara lain: Sebagai latihan. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya.

metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan masyarakat. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. Di Indonesia. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. konsultan kurikulum. Sedangkan. Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas.akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). peragaan dan alat peraga. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). Pemerintah Daerah. buku-buku profesional. universitas. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Misalnya. Dengan demikian. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. Umumnya. Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi. dan pusat penataran guru.

Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. bakat khusus. misalnya kesiapan belajar.Faktor internal pertama: Siswa. 6) Karakteristik personal. baik eksternal maupun internal. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. aspirasi. afektif. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa. Untuk mengenal perbedaan siswa. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. karakter. nilai dan sikap. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. seperti keterampilan motoriknya. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. tingkat perkembangan kognitif. berapa usianya. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. dan keterampilan/perilaku. dan pengalaman. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . perkembangan moral. kecakapan. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya. Dari semua faktor. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. misalnya kepribadian. rasa percaya diri. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. Sifat. jenjang dan kelasnya. motivasi. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam.

2) Ketertarikan guru. 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. 3) Harapan guru. misalnya. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. Dengan demikian. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. 5) Gaya mengajar. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Dalam penggunaan metode mengajar. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. misalnya oleh siswa. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. 6) Evaluasi diri guru sendiri. Faktor internal kedua: Guru. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran.7) Peran guru. Oleh karena itu. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. Dalam forum MGMP. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Namun demikian. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. atmosfir. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran.

rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. penghasilan setiap daerah. kekayaan budaya.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. Dengan adanya temuan ini. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. kualitas perpustakaan beserta stafnya. Misalnya. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti tinggirendah tanah. ketersediaan pusat sumber belajar. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. dll. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. jenis dan jumlah bahan pelajaran. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. alokasi dana untuk bahan pelajaran. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

pembiasaan. keteladanan. kelompok. (2) model belajar melalui pengalaman. meliputi: (1) model berbagi informasi. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. 2. 6. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. 5. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). 4. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. 2. adanya variasi kegiatan klasikal. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. 3. demokratis. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. 5. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. 4. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). 3. 7. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. percontohan. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . transformasi pengalaman. dan (3) model pemecahan masalah. narasumber. dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Menurut Suparman (1997). 1.

atau menyajikan informasi tahap demi tahap. untuk mencapai tujuan yang maksimal. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). memberi umpan. informasi latar belakang pelajaran. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. Oleh karena itu. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari. pentingnya pelajaran. Meskipun demikian. mempersiapkan siswa untuk belajar.

dan memiliki kebebasan berpendapat.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. Oleh karena itu. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. dan berbagi tugas dengan teman. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. model. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. demokratis. logistik yg dibutuhkan. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis. Namun. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 . misalnya.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey. Pada hakikatnya. Stándar Kompetensi 3. sebagai berikut. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3.

Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan.: I. menulis surat kepada pejabat. kebijakan. dll. fungsi. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. voting. kelompok kepentingan. III. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. dll. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. demonstrasi. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. tujuan. institusi. IV. berargumen.

Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. nasionalitas. Memecahkan masalah Kelima. sejarah. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. status sosial ekonomi (pendapatan. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. dan lingkungan siswa setempat. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . etnis. Karakteristik sosial.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. Merumuskan tujuan Kedua. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. sebagai berikut: Pertama. yakni: I. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. pekerjaan). Oleh karena itu. karakteristik. agama. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. perhatikanlah contoh berikut ini.

Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. Merumuskan tujuan. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab.Sikap bertanggung jawab. kamu biasanya bertanggung jawab. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Kedua. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab.

Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Setiap seminggu sekali. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. hukum. Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. 1. Usman. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. Keempat. kebiasaan. 2. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Sebagai contoh. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. dan prinsip-prinsip moral. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu.

Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik. Kelima. guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. membuang sampah. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. khususnya tetangganya memerlukan taman. 3. guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan pergi ke pasar. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman. mungkin anda mendapat nilai yang baik. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik.Susi untuk membersihkan lantai. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

......... Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 ..... anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik..... kita mungkin menerima hukuman....... ............. Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah.........………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab... maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas..... Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri...... apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab...... bacalah cerita Piknik Keluarga. atau bagaimana orang lain memikirkan kita.• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í ............ seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda..... Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama............... Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya...................... Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda.................. ... Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari...…………………………… ............................. Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu......... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab... Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya...................... teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya.................................................... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu..................... Manakala hal ini terjadi........................................................... 1.. Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini.... yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab.... Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab.......

Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Saudara laki-laki Tati. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. Setelah makan. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. sindok untuk seluruh keluarga. bermain. pisau. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. Apakah sumber tanggung jawab? 5. gelas. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Mereka membereskan peralatan. Apakah tanggung jawabnya? 3. Siapa yang bertanggung jawab? 2. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab.2. 4. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. 5. 3. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. joging. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. 6. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6.

Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. Pecahkan masalah berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. Bagaimana menurut pendapat anda. sebagai latihan. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. 1. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. Baiklah. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain. Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. Rumuskan tujuan 3. 4. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah.

banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. Untuk mengubah kemampuan itu. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. adalah: (1) Merumuskan tujuan. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. (5) suasana kelas yang fleksibel. (4) Memecahkan masalah. meliputi: (1) model berbagi informasi. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. dan perorangan. maupun keterampilan. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. manajer kelas yang demokratis.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. demokratis. keteladanan. dan (3) model pemecahan masalah. (2) model belajar melalui pengalaman. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. sikap. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. transformasi pengalaman. seperti melalui pembiasaan. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ekonomi dan budaya peserta didik. narasumber. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. percontohan. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. kelompok.

. menggunakan satu metode secara berulang C.. menerapkan pola komunikasi banyak arah D. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . dan perorangan 3. model berbagi informasi B.. model pemecahan masalah D. narasumber. Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut. kegiatan kelompok C. model pemecahan masalah D.. A. A. A. model bermain sambil belajar 5... kecuali: A. afektif C. 1.. model belajar melalui pengalaman C.. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . Bentuk pembelajarannya berupa ..Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. adanya variasi kegiatan klasikal. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B. guru berperan sebagai fasilitator... kelompok. model berbagi informasi B. yakni mencakup. yang mencakup tiga domain. kognitif B. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. kegiatan perorangan D. kepribadian 2. perilaku D. kegiatan klasikal B. model belajar melalui pengalaman C. kecuali: A. manajer kelas yang demokratis 4..

10. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B. model bermain sambil belajar 7. B. model berbagi informasi B.. A. A. Berpikir kritis B.. Berpikir kreatif C. Orientasi siswa pada masalah. Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Membimbing kelompok bekerja dan belajar C.. Berpikir induktif D.... Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah . Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . A. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C.. Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. A.. Membimbing pelatihan D. A. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. D.. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah .. Evaluasi D. C....6.. Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai . Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. Mengorganisasikan siswa untuk belajar.. model pemecahan masalah D. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah .. Memberikan penghargaan 9. model belajar melalui pengalaman C.

100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

B 2. kelompok. D 5. D kepribadian 2. C model pemecahan masalah 5. dan perorangan 3. 10. B 7. B 10. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D adanya variasi kegiatan klasikal. A model berbagi informasi 7.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B model belajar melalui pengalaman 6. B Orientasi siswa pada masalah. D Memberikan penghargaan 9. A 4. C 9. C 8. B menggunakan satu metode secara berulang 4. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. D 3. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. A 6.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

dan survey Pemungutan suara. Selain itu. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. berpikir kritis. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. menilai kualitas penyajiannya. wawancara. wawancara. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. 6. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu. mengumpulkan informasi. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. wawancara. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. pemungutan suara. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . Sebagai strategi pembelajaran. 5. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. Pendekatan pemungutan suara. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat.menjelaskan masalah serta solusinya. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. dan menilai data. wawancara. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. berkompromi. Sebagai pendekatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok.

hakim. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. dan sistem kehidupan internasional. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. tetangga. proses dengar pendapat. pengacara. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. politik. Oleh karena itu. ekonomi. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar.hidup. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. dan anggota masyarakat lain. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. pengambilan keputusan. berpikir kritis. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. panitera bahkan terdakwa. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. Misalnya. 8. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. 7. rapat komisi. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. 9. hukum. atau interaksi di lingkungan birokrasi.

dan kemampuan guru. Sebaliknya. prasarana. dikembangkan secara logis. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. membangun opini. Secara umum. kondisi sekolah. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. dan ditulis secara jelas. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. sarana. lingkungan belajar. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. dan peran guru sangat dominan. 1. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. bersifat satu arah. lingkungan sekolah. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. Oleh karena itu. demonstrasi. ceramah (lecture). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. Selanjutnya. Perhatikan karakteristik siswa. Sebagai latihan.

diskusi. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. 2. Secara umum. curah pendapat (brainstorming). Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. wawancara. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. Dalam pembelajaran PKn. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. jigsaw. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . a. pemecahan masalah. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. kosa kata. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. dan konferensi. bersifat dua arah. Oleh karena itu. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). kelompok tutorial. dan peran siswa lebih dominan. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. bermain peran (role playing). Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual.

b. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. jika peran yang dimainkan adalah polisi. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. dan kemampuan berorasi.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. c. Oleh karena itu. dan peka terhadap masalah sosial. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . menyadari. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Artinya. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. Misalnya. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. yakni membantu siswa untuk merasakan. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak.

guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. diskusi reflektif. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. Kemudian. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. Dalam kegiatan curah pendapat. 2) menunda pemberian kritik. 3. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mungkin pada awalnya. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. Dalam menerapkan metode curah pendapat.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. studi kasus. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. inkuri. Selanjutnya. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan.

seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. dan menguji hipotesis. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. dan pemetaan konsep. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. Karena semua gagasan awalnya diterima.pembentukan konsep. Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. Secara umum. Sebagai metode pembelajaran. mengungkapkan. dan peran siswa lebih dominan. siswa terlibat dalam proses belajar. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. dan. membantu merencanakan strategi masa depan. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. mengembangkan pertanyaan. dan lingkungan belajar. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. a. Secara aktif. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Di kelas. b. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. mengembangkan. bersifat dua arah. bidang studi. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. sumber belajar.

bahan dan masalah. . Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. Dalam melatih berpikir divergen. konsep. topik.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. data. dan berpikir induktif. Contoh peta konsep sebagai berikut. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. c. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya.1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. 39. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. berpikir deduktif.

Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. dan sebagainya. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. • Melihat pengetahuan terdahulu. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. bersifat interaksi multi arah. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa. simulasi mengajar. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. Oleh karena itu. Sebagai metode pembelajaran. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. • Pilihan untuk memecahkan masalah. permainan. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. dan peran siswa lebih dominan. Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . simulasi. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. atau kegiatan tertentu.4. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. profesi. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. yakni simulasi. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. pengamatan lapangan. simulasi mengatasi kebakaran. percobaan. Misalnya. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. survey. Secara umum. bermain peran.

Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. contoh. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran.a. Apa target keterampilan simulasi. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. b. afektif. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. menjelaskan. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. aturan main. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. Ada sejumlah teknik bertanya. Namun. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. apakah keterampilan intelektual. c. b. memberi penguatan. yakni keterampilan bertanya. dan sebagainya. pemodelan. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. Sasaran. tema apa yang dipilih. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan.

yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Misalnya. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. maka ketika guru bertanya. dan bersemangat untuk bersimulasi. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. d. objek. pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil.c. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. dan unsur-unsur pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Dalam kelompok kecil inilah. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. antusias. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. kemudian bila tidak ada yang menjawab. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau.

Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. (6) Pendekatan pemungutan suara. (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). menjelaskan. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). dan surveys). interviews. (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). memberi penguatan. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. Namun. Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran.materials). (2) pembelajaran interaktif. (5) Pendekatan Debat (debates). dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). yakni keterampilan bertanya. (3) pembelajaran tidak langsung. wawancara. (4) Pendekatan (Cooperative Learning). (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). dan survey (polls. ialah (1) pembelajaran langsung. (4) pembelajaran melalui pengalaman. dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru.

Dalam konteks pembelajaran. demonstrasi (demonstration) 5. strategi diartikan sebagai . a way of tackling D. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. curah pendapat (brainstorming) C. metode diartikan sebagai .. 3.. a way of achieving target C. a way of handling 4. kecuali: A. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif. bermain peran (role playing) B. B.. a way of viewing B.. Dalam konteks pembelajaran. a way of viewing B.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A.. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. 1. bermain peran (role playing) B. a way of handling D. A. tinjauan terstruktur (structured overview).. a way of tackling 2.. kecuali: A. a way of achieving target C.. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 . Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut . ceramah (lecture). A. C. simulasi (simulation) D. curah pendapat (brainstorming) C. Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung.

guru membagi peran untuk tiap siswa D.. kecuali: A. menjelaskan D. studi kasus C. bertanya B. pemecahan masalah B.. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B. A. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah . mengajar kelompk kecil 10. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah . Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk .. melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan .. Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B.. A... pemetaan konsep 8... melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C..6.. memberi penguatan C. ceramah D. mengadakan tanya jawab C. guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B.. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9. kecuali: A. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung. berlatih memerankan tokoh tertentu D.. A. guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % .89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Namun. akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. Pada kegiatan belajar ini.2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Secara singkat. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan. Apakah Anda masih ingat. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. Apabila dikaji. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. keterampilan. apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1.

• Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). dan unsur afektif lainnya. dan tidak paksaan. pengarah (director of learning). 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. sintesis. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. persabahatan. maupun pemberi keputusan (decision maker). yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. konteks kehidupan masyarakat. dan psikomotorik. perasaan/emosional. peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). penilai (evaluator). dan evaluatif. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. pengelola (manager). yakni suasana penuh kekeluargaan. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. patriotis. Oleh karena itu. Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. berpikir kritis. analitis. rewarder. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. serta kebutuhan dan karakteristik siswa. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. adil. terbuka. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. sikap. Untuk mencapai tujuan PKn ini. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. hangat. perjuangan. nilai. fasilitator. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. afektif. menegakkan kebenaran dan keadilan. memahami. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. tidak ada tindakan yang menekan siswa.pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh.

Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. berbangsa dan bernegara. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. 1978). dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. terampil. Dalam rumusan tujuan lain. maupun aspek afektif dan psikomotor. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). sebagaimana dikemukakan Branson (1999). tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). Nilai dapat dibagi atas dua bidang. Artinya. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. yakni nilai estetika dan nilai etika. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. Baiklah. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). keterampilan kewarganegaraan (civic skill). yakni menjadi siswa yang cerdas. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda.

(e) daftar penilaian diri. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. meliputi (1) metode percontohan. berpakaian rapi dan bersih. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. (2) Analisis nilai. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). (5) VCT melalui teknik wawancara.bagaimana seseorang harus berperilaku. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. Oleh karena itu. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. (c) daftar skala prioritas. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. hadir tepat waktu. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. (d) daftar gejala kontinum. dalam PKn dikenal pula model Permainan. dan (7) teknik inkuiri nilai. Oleh karena itu. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. Selain itu. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). antara lain metode bermain peran (role playing). Nilai etika terkait dengan masalah moral. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. (g) perisai kepribadian diri. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. (6) teknik yurisprudensi. (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. (4) VCT dengan kartu keyakinan. (b) Daftar tingkat urutan. Misalnya.

Ketiga. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. menarik perhatian. Keempat. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . Kedua. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. mampu mengundang. ekspositori. kerukunan. moral. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. seperti nilai toleransi. kemerdekaan. dna sebagainya. Singkatnya. 1. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. Kelima. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. Dalam pelaksanaannya. umumnya bersifat abstrak. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. dan ekstrim. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. dan kasus. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. melibatkan. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. sikap dan perilaku siswa. tetapi divariasikan dengan metode lain. mampu menangkal. dan tanya jawab nilai. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. cerita. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. keyakinan. dapat merangsang imajinasi siswa. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. kontroversial. Terlebih konsep nilai. dilematis. seperti ceramah. Ketujuh. Keenam. meniadakan. foto atau cerita. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. Oleh karena itu.

Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. seperti perbuatan korupsi. Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. film. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. tabrak lari. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. main hakim sendiri. dan sebagainya. Langkah Pembelajaran a. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). foto. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. b. anak durhaka. Namun. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa. Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. Lontarkan cerita game ini. gambar.

baik secara individual. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . kelompok maupun klasikal. 8) Halimah. Dia pingsan. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. Keadaan beliau sangat gawat. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. 3) Ibu Hadijah. 7) Ibu Jamilah. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. Kedua. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. 2) Pak Tobing. Ketiga. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. 5) Pak Priyatna. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. 6) Ibu Ina. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa. 2.

Fase pembahasan/pembuktian argumen. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Adi menghadapi dilema. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. Adi pergi untuk mencari obat. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. kelompok. Keenam. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b.. Nak. c. Adi mau mencari obat sekarang”. • Suatu hari. Adi mendengar ucapan ibunya. Setiap hari. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. Fase penyimpulan. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut.Keempat. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Menurut dokter. dan klasikal).. Kelima. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. a. seorang anak. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya.

Kedua. seperti hormat menghormati. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. tolong-menolong dengan sesama teman. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. gambar. d. seperti ceramah dan tanya jawab. a. dan sebagainya. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. saling memaafkan. film dan sebagainya. a.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. guntingan berita Koran. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. Persiapan Pertama. b. Pada saat siswa memberikan jawaban. Ketiga. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. seperti cerita. c. menengok yang sakit. Keempat. Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. mengunjungi orang tua. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 .

a. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. guru bertanya seperti. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. fase pembahasan/pembuktian argumen.Kelima. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. kelompok maupun klasikal. a. Keempat. b. Kelima. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. baik secara individual. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. kelompok. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Misalnya. Kedua. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. Pertama. dan klasikal).

dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Drs. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. Kemudian. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Anda harus bersikap demokratis. Selamat mencoba. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. Selain itu. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . dan VCT. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Ketujuh. reinforcement. fase penyimpulan. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). variasi stimulus dan menjelaskan. Sedangkan untuk evaluasi. Anda kaji kembali buku Karya Prof. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Sebagai media pembelajaran. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. hangat-ramah. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. Selain itu. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. A.Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. Kemudian. nilai. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. antara lain keterampilan bertanya. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas.

Pertama. Ketujuh. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. situasi dan lingkungan belajar siswa. maupun aspek afektif dan psikomotor. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. Kelima. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. Kedua. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. mampu menangkal. melibatkan. meniadakan. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. Keenam. Ketiga. Keempat. mampu mengundang. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. dan kebutuhan siswa itu sendiri. waktu yang tersedia.

yaitu ….… A. yang tidak termasuk VCT Daftar. mengemban misi membina nilai. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn. meningkatkan penalaran siswa D. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn …. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna .. A. yaitu daftar . tingkat urutan C. A. moral... guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C.. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D. analisis nilai/kasus B. sikap. skala prioritas D. A. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT. learning to do C. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C.. membelajarkan PKn B. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. learning to be D.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. learning to know B. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . A.. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B.

pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah .. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan . variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). civic skill C. menjelaskan C. civic knowledge B. A. lisan B. objektif D. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B. memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D.. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C.. yaitu tes . memberi penguatan D. media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D. kecuali . media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan ….6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT. bertanya B... salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. kecuali: A.. uraian C. A. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .… A. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B.… A. civic education D.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% . gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya.100% 80% .89% 70% . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian. Bagus! Jika masih di bawah 80%.Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. terutama bagian yang belum dikuasai.79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.

5. 4. 8.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. perilaku dan kecerdasan siswa. A Daftar analisis nilai/kasus. moral. B curah pendapat (brainstorming) 6. C ceramah 8. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. C Keterampilan memberi penguatan. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D Tes pengamatan. 2. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9. C simulasi (simulation) 3. 10. sikap. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1. A Membelajarkan PKn. 6. 7. D PKn punya misi membina nilai. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. D Belajar melaksanakan PKn. A bertanya 10. 3. C Learning to be. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. B a way of achieving target 2. C Civic education. D demonstrasi (demonstration) 5. 9. D a way of handling 4.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. Masih ingatkah anda. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. mengembangkan. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. 2. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Oleh karena itu. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. jadi belum dapat berpikir abstrak. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. belum mampu berpikir secara parsial. apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. rasional. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. Dapat memilih.

2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Dengan kata lain. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. Dengan demikian. 4. Lebih jauh lagi.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. 3. Terapkan prinsip. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. apa. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. konsep. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Implikasi lebih lanjut. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. 5.

dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 . Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting.11 or 12.0 . formal operational period (11. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran. guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah. Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran. preoperational period (2. Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan. fase kedua.7.0 . Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat.0). Dengam media pembelajaran. concrete operational period (7.0 . dan fase keempat. fase ketiga.2. mempengaruhi.0). Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964.0 or 12. yakni: fase pertama.0). sensorimotor period (0.0 or 15. sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase.14.0 .0).

perasaan. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. metode. dan evaluasi. Dengan kata lain. untuk proses penyaluran informasi. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. materi. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar. media. media. perasaan. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). komunikan. materi. metode.untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. yang berarti perantara atau pengantar. tersalurkan secara efektif dan efisien. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. dan evaluasi. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . kepada komunikan diperlukan saluran (media). Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. yang berarti perantara atau pengantar.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. Dengan kata lain. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. perasaan.

1986:96). generalisasi. meraba serta menggunakan alat dria lainnya. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. dengan melihat. dan kemauan siswa untuk belajar. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. Menurutnya. mencecap.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. mendengar. Dengan demikian. Dalam pembelajaran PKn. 1996). penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 .

Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan.pembelajaran di sekolah. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. dan keadaan/ kebutuhan siswa. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. serta kemampuan guru/sekolah. Sebaliknya. perhatian dan kemauan siswa. a. Untuk itu. 1979:76) berikut ini. b. d. Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. e. metode yang akan digunakan. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. Media hendaknya dipilih secara obyektif. c. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. perasaan. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar.

sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. gambar. Oleh karena itu. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. tape recorder. Dalam kaitan ini. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. Ditjen Dikdasmen. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. Dilihat dari sumber pengadaannya. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya. kliping. video recorder. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan. Persoalan kita sekarang. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. 2002. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain.g. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. media televisi.SLTP. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. film. Modul PKN C. flannel/magnetic board. Flif Chart. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. Depdiknas. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual.01: 38). Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran.

dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). 8). 5). Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. 7) gambar hidup. 4) demonstrasi. Artinya. 2) pengalaman yang diatur. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. Burton. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s.d.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII).d. 6) pameran. Oleh karena itu. 3) dramatisasi. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. 9)lambang visual. Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan. Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. Para ahli (Edgar Dale. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. 5) karyawisata. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. dan 10) lambang verbal. 8) rekaman. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. gambar mati. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. materi pelajaran. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. radio.

diagram. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. Sedangkan dalam pengerttian luas. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. dsb). Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). rumus dan dan mendengarkan uraian). berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). photo. pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas.Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. rumus dan indeks. Burton (dalam Nasution. dsb). dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. untuk Dalam pengertian sempit. Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . Sedangkan dalam pengerttian luas. dan chart buatan guru. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. Dalam pengertian sempit. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. grafik.tak 1989) membagi media indeks. grafik. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. lukisan (menggunakan peta. Burton (dalam Nasution. peristiwa dipentaskan). diagram. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. media telah direncanakan. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). diagram.

dan brosur. sikap dan perilaku seperti simulasi. menggunakan. f. Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. 1996). maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. dan sebagainya d. seperti model-model.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. dan dapat disentuh (touch). matrik. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. atau gambar. Jika minim atau bahkan tidak tersedia. film. Hal-hal yang bersifat materil. kamera video. Hal-hal yang bersifat visual. jurnal. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. Barang cetakan seperti buku. majalah. g. surat kabar. melihat. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . media grafis. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. video. atau TV‑ video. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. seperti bagan. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). peta. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. misalnya kliping. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. dapat didengar dan dilihat (audio visual). memanipulasi. keretampilan memilih. Gerak. yakni dengan mendengar. flannel. dan lain-lain. menjalankan proyektor slide. benda contoh dan lain-lain e. Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. Jika dilihat dari indera (sensory channels). a. atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. dapat dilihat (visual). Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. meraba. flip chart. data dan lain-lain b. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. gambar. bermain peran.

diagram. misalnya film bingkai/slides. gambar ilustrasi. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. atau pun gambar sket. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. fotografi. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. kliping - media proyeksi diam. misalnya grafik. overhead projector - media grafis atau carta. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. peta dan globe § media visual yang bergerak. ensiklopedia. buku referensi dan hasil cetakan lain. sketsa. majalah. dan mengembangkan kreativitas siswa. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. poster. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . buku. gambar kartun. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. di ruang perpustakaan sekolah. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. misalnya film bisu a. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. dan diberi bingkai agar tidak kusut. gambar. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. slide. atau filing kabinet yang mudah dicari. fotocopy. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. transparansi. misalnya foto. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. mikrofis. surat kabar. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. atau pada papan peraga yang disediakan. film rangkai/film strip. bagan.1. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. mengembangkan imajinasi anak.

Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. Bagi siswa SMP/SMA. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat. hidup. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". arti hidup. Bagi siswa SMP/SMA. di ruang perpustakaan sekolah. menjelaskan ide. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. Slide. atau pada papan peraga yang disediakan. Semuanya memberikan arti ide. Contoh Papan Peraga Gambar b. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. film strip. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas.

Penayangan slide. Oleh karena itu. seperti halnya penayangan film gerak. semacam periodisasi yang sederhana. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. penjelasan pendahuluan. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. proses penayangan. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. chart. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. hierakhi. Media Diagram. dengan sedikit kepandaian memotret. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan.c. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. film strip. misalnya kronologis. dan akhir dari penayangan. jumlah. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. d. Slide. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. film strip. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. mulai dari persiapan.

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North .dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . sebagaimana film bingkai dan film strip. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. Saat ini. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. dsb. yang dsb. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. grafik grafik dan grafik garis. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. data. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. grafikGambar. gambar orang. sebagaimana film bingkai dan film strip. lingkaran. Dengan demikian. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . demikian. batang. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. sebab meskipun sederhana.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. Proyektor yang memerlukan proyektor. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. proses pemilihan umum angka. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. batang. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. proses. data. gambar orang. dan lingkaran. grafik Gambar. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. grafik garis. e. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. 2004. prosedur. Saat ini. sebab meskipun sederhana. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. batang/bar. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU.

Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 . lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan.Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran.

g. Poster dibuat di atas kertas. batang dan bahan lain yang memungkinkan. Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. kalender. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. katalog. dan sebagainya. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ajakan memilih calon partai politik tertentu. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa.5 X 11 inci ). kain. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. maraknya korupsi. iklan dan poster disebut dengan kliping. kaya dengan variasi. Jika dicetak langsung dalam komputer. Tetapi jika akan dicopy. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. dan sebagainya. buku. lugas. pemilu pasca reformasi. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Poster yang baik biasanya berwarna. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. f. kecepatan daya serap siswa. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. tulisan jelas. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. surat kabar. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. menyajikan ide tunggal. h. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. tanggapan dan pernyataan dari siswa.

Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. tukang becak. 2.tertentu. i. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Oleh karena itu. tokoh LSM. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. ketidaksetujuan. gambar. Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. Dalam penggunaannya. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. mempengaruhi sikap serta perilaku. dan sebagainya. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. non verbal atau kombinasi keduanya. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian. Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. tidak rinci.

acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. piringan hitam. tape recorder. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. dsb. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. jnamanama partai politik peserta pemilu. yaitu meningkatkan komunikasi audio. membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. Pita suara (kaset audio. dan telepon. Pita Suara. nama-nama menteri yang baru dilantik. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. b. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. a. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. rekaman kegiatan.Termasuk di dalam media ini adalah radio. pita audio. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. Tape Recorder. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam.

dan jaringan TV luar negeri.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. film rangkai dan suara. TV swasta. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. Selain media di atas. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. a. b.3. Ditinjau dari sifatnya. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar. gambar dan suara. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. lembaga. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. c. misalnya: slide. peristiwa. Seperti halnya film dan televisi. slide dan suara. Seperti halnya dengan film. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. dan kurang praktis. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. peralatannya cukup mahal. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. film rangkai dan suara. CD. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. orang. keadaan yang ada di dalam masyarakat. yaitu: TVRI. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. dan film rangkai yang disertai dengan suara. televisi adalah kombinasi visual dan audio. televisi. media audio-visual dibedakan menjadi dua. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain.

pengarang. orang. adat-istiadat setempat (anthropologi). Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya.ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). misalnya. ras. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. studi wisata. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. wartawan. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sejarawan dan sebagainya. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). ilmu politik). Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. ketua RT/ RW. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. pedagang. agama. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan). (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. perkemahan.

Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. norma yaitu pertama. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. c) Nara sumber tidak perlu melawak. b) memuat nilai/moral yang dilematis. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. selamat mencoba. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. teoritik dan normatif. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . Baiklah. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. moral. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. tidak berat sebelah. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. Untuk keperluan tersebut. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. Kedua. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya.

Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran.5 menit. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

perasaan. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Dengan kata lain. video. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. film. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. 2) pengalaman yang diatur. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. yang berarti perantara atau pengantar. 6) pameran. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. dan 10) lambang verbal. (4) Halhal yang bersifat materil. jurnal. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . majalah. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. (5) Gerak. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. perasaan. dan sebagainya.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. matrik. (6) Barang cetakan seperti buku. data dan lain-lain. perhatian dan kemauan siswa. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. benda contoh dan lain-lain. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. 5) karyawisata. 9) lambang visual. flannel. surat kabar. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. radio. bermain peran. 4) demonstrasi. flip chart. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. gambar mati. sikap dan perilaku seperti simulasi. 8) rekaman. seperti bagan. 7) gambar hidup. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. dan lain-lain. seperti model-model. gambar. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. 3) dramatisasi. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. dan brosur.

kecuali: A. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. audio C. A. Sebelum memilih media pembelajaran... penentu keberhasilan belajar PKn 2. kecuali: A. Membawa objek yang terlalu besar 3. Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . Membawa objek yang sukar didapat C. Memvisualkan yang abstrak B. tingkat usia dan kematangan siswa C. A.... mendorong motivasi belajar B.. 1.. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. A. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C.. visual B. tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. kemampuan baca siswa D. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah... memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C. tujuan instruksional yang ingin dicapai B..Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. audio-visual D.

karyawisata 7.. Biaya produksi relatif murah C. Kelebihan media transparansi adalah ..6.. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing.. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. film bingkai/slides fakta B.. Materi tak akan berubah B. kecuali: A. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan. Tidak memerlukan ruang gelap B. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah. A... A. demonstrasi D. Memerlukan listrik 10. Penggunaannya praktis 9. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D... B. Contoh media grafis adalah .. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 .. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. kecuali: A. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D.. diagram D.. kecuali: A. pameran C. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. dramatisasi B. Kelebihan media Audio antara lain.. Memerlukan panataan yang khusus C. film rangkai/film strip C. C. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. transparansi 8.. D.

Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

kontekstual. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. jurnal. bangsa. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. memahami. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. surat kabar. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. Dalam PKn. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Pada kegiatan belajar ini.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. bangsa. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. Oleh karena itu. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. majalah. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket. Di pihak lain. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. radio. guru perlu mengenal. dari media elektronik seperti siaran TV. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. dan negara. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. film. Oleh karena itu. Dalam pembelajaran PKn. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. Dalam pembelajaran PKn.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. A.

Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. Oleh karena itu. organisasi. dan sebagainya. nasional. alat audiovisual. lembaga. lingkungan sekitar. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. Misalnya. dan lain-lain. dan internasional. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. perpustakaan. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. daerah. adat. bahan cetakan. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . surat kabar.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. peristiwa. Dengan demikian. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. orang. (b) kunjungan studi. ipoleksosbudhankam. museum. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. keadaan yang ada di dalam masyarakat.

Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. agama. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. pedagang. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. pengarang. dan perkemahan. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. sejarahwan dan sebagainya. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. ketua RT/ RW. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter.(c) nara sumber. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. wartawan. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. adat-istiadat setempat dari anthropologi. ras. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. 2. Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. studi wisata. 1.

film. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. peta dan atlas. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. Pertama. majalah. dan publikasi pemerintah.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. (2) sumber masyarakat (community). Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kamus dan penggunaanya. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. bahan-bahan audiovisual. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. VCD. majalah (current periodicals). tidak berat sebelah. televisi. fiksi. radio. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. Pada tingkat SD/MI. • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. dan katalog kartu. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. bioskop. ensiklopedi. para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. jika diilustrasikan dengan baik. bukubuku yang bertema khusus. menyajikan media audiovisual. mengemukakan konsep baru. informasi yang ada di masyarakat. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. Demikian pula. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. catatan harian. referensi tambahan yang menunjang. • Nara sumber tidak perlu melawak. seperti biografi dan autobiografi. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). ensiklopedia. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. seperti buku. dan sebagainya. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. majalah (periodicals). dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. seperti membaca buku sumber. perpustakaan.

maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. indeks. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. Ketika ingin mencari judul bab 4. Padahal. dan rujukan lainnya. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. ensiklopedi. atlas. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. Pada bagian depan 2. 3. 4. memeriksa kebenaran informasi. Catat halaman dimana topik itu berada. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. dan sebagainya. kartu katalog. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. surat kabar. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. 2. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . Di dalam perpustakaan. Pada bagian belakang 2. dan memecahkan masalah. aturan penggunaan perpustakaan.jawaban atas pertanyaan. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. Pertanyaan 1. almanak. memperoleh pengertian tentang unit studi. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. lihat halaman bab. kamus. 4. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. 3. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Oleh karena itu. Untuk temukan kata kunci dari topik.

peta. buletin yang memuat isu-isu aktual. liflet. tabloid. Populer. buletin. Gatra. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. kerjakan latihan berikut ini. surat kabar. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A. Kompas. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Media Indonesia. Banyak majalah mingguan dan bulanan.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam hal ini. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. surat kabar. tabloid. pamplet. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. Republika. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. Merdeka. dsb. Sebagai latihan. Pikiran Rakyat. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. seperti Tempo.

Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. Perdesaan. Sebuah buku map. Namun. Selain itu. transportasi. Daftar judul buku secara alpabetis. Kolom B 1. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. Daftar bab buku. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. Memberikan makna kata-kata. Halaman judul buku 9. Rumah Sakit. Kantor Pos. Perumahan. politik. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. judul. Departemen Kesehatan Umum. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. Membantu anda menemukan buku pada rak. Atlas 8. perindustrian. Biro Cuaca. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Kamus 6. hasil wawancara dan pembicara tamu. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. Indeks 5. dan laporan survey masyarakat. pemerintahan. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. dsb. Balai Kota. komunikasi. Nomor buku 7. Daftar semua buku di perpustakaan. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. Ditemukan pada bagian belakang buku. sejarah. Katalog kartu 2. Ibu Kota Negara. rekreasi dan permainan. Buku petunjuk telepon 3. Biografi 4. catatan perjalanan lapangan. dan penerbit buku. Kehutanan. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Pengadilan. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. budaya. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Punggung buku Kedua. dan ekonomi. Daftar isi 10.

filmstrips. atau merangkum suatu unit kajian. Untuk siswa jenjang SD/MI. Tergantung pada isi pesan.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. dan televisi. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. Survey masyarakat. radio. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. dan slides. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. pusat-pusat kesehatan masyarakat. gambar bergerak seperti kartun. Ketiga. dan kantor-kantor pemerintahan daerah. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. dan poster. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan. station pemadam kebakaran. filmstrip. grafik. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. mengembangkan. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. Misalnya. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. (2) peta. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. bank. perkebunan. Dalam proses perencanaan. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. (3) rekaman. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . orang. bupati. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. Dalam PKn. keadaan yang ada di dalam masyarakat. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. uang. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. Rekaman.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. Misalnya. Ketika media ini digunakan secara tepat. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. peristiwa. Oleh karena itu. gubernur. dan (c) nara sumber. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. (b) kunjungan studi. lembaga. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. atau jarak tempat. tugas. wakil dewan. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. grafik. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar.

radio. dan publikasi pemerintah. grafik. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. catatan perjalanan lapangan. hasil wawancara dan pembicara tamu. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. memilih. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. dan laporan survey masyarakat. dan televisi.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). (2) peta. dan slides. majalah (periodicals). (2) sumber masyarakat (community). dan poster. perpustakaan. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . filmstrips. (3) rekaman. Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak.

catatan harian D.. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. majalah B. ensiklopedi C. artikel internet 2. kecuali: A. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . majalah D. daftar isi C.. kita dapat melihat: A. majalah C. membuat keputusan yang cerdas D. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A. indeks D.. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk. buku B... film B. kecuali: A. memeriksa kebenaran informasi C. daftar tabel 5. mencari jawaban atas pertanyaan B. peta C. surat kabar D. kamus 3. buku teks 4. 1.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. katalog B.

Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B. kebudayaan B. kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. langsung dipublikasikan kepada umum C. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui . Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A. untuk memperbaiki ekonomi D.6. perindustrian D. sejarah 9. daftar pustaka D... perjalanan lapangan D. kecuali: A. daftar isi B. mengkaji daftar isi 8. untuk laporan kelas B. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku.. transportasi C. wawancara C. melaporkan data secara akurat D. survey B. kecuali: A. merumuskan generalisasi C. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut.. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. bab demi bab 7. indeks C.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % .

C 9. C 2. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. D. audio-visual 6. C. B 7. penentu keberhasilan belajar PKn 2.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. C. B. Memerlukan listrik 10. B 5. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tidak memerlukan ruang gelap 9. Tes Formatif 2 1. D 8. D 4. diagram 8. pameran 7. C. A 10. A. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. B. C. D 6. A. D. A 3.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan III. yakni Kelas I. II. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. II. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. Secara umum. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. dan III. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. II. II. diharapkan Anda mampu: 1. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I. Dengan mengkaji modul ini. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. Sedangkan secara khusus. II. dan III.

Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 4. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . konsep. 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Terapkan prinsip. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 5. apa.

Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s. akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. sebelum membahas tentang hal tersebut. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. rumah. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan. perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik. II dan III). peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Namun. V dan VI).

Joni. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. bermakna. Melalui sistem pembelajaran terpadu. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. dan otentik. Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. 1996). dan III. 1977. dan aktif. – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. fisik dan moral anak. 1994:133). (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . II. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. Oleh karena itu. otentik. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. sosio emosional. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. Selanjutnya. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond.yang terkait pada kehidupannya. dan sikap (Wolfinger. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. berkembang secara terpadu. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. keterampilan. bermakna.

Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. Dkk. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. toleransi. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. 5) demi efisiensi. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. 2004). 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. mempelajari. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . 2) untuk memahami.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama.

b. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. 1983). (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . e. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. c. d. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. f. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. c.sentral kajian pembelajaran. b. f. a. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. e. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. d. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester.

® kegemaran. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. 1. ® keluarga. Semester 2: ® pengalaman. tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran.1. Melakukan penyusunan silabus 6. Membuat/memilih tema 2. bermakna. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 . ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. ® kebersihan. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. dan keamanan. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. kesehatan. ® lingkungan. b. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. Melakukan analisis indikator. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. c. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. indikator dengan tema 4.

Mengetahui nama.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1.2. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Kompetensi Dasar. hasil belajar. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. sikap.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri. kompetensi dasar. kompetensi dasar. alamat. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Melakukan analisis Standar Kompetensi. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. nama orang tua.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan jumlah anggota keluarga 2. Contoh Standar kompetensi. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI.

Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2. toko.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2. agama. dan suku bangsa 2. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 . dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Menjelaskan hak anak untuk bermain.3.

Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator.Pada kurikulum 2004. Matematika. Contoh Format Jaringan Indikator. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. 3. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia. IPA dan sebagainya. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. Bahasa Indonesia. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pendidikan Jasmani). Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. Kertakes. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. Dengan demikian. IPS. b. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. Matematika. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. c. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a.

Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. Contoh Format Jaringan Indikator. Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. silabus 5. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 .

Sekolah : ……………. Alokasi Waktu : …………( …. penilai proses dan hasil. Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. 2. kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. Jurnal. termasuk di dalamnya portofolio. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan jenis 6. Kelas/ Semester : ……………. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : …………….Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). § Pengalaman Belajar. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. afektif dan psikomotor).. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian.... Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1. 3 sampai pertemuan ke 6). baik yang berupa tes maupun non tes. karakteristik. Media yang relevan Bentuk.

……… (Penjas) III. . .. ……… (Agama) B. . (IPS) D.. .... . ……… (Pengetahuan Alam) G. ……… (Pengetahuan Alam) G.. . (IPS) D. ……… (Agama) B. ... ……… (PKn) C.I.. ……… (PKn) C. ……… (Pengetahuan Alam) G...... .. ……… (Penjas) IV. . ……… (Kertakes) F.. . . ... ……… (Bahasa Indonesia) E. ……… (Bahasa Indonesia) E. (IPS) D. Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 .. ……… (Kertakes) F...... . ……… (Penjas) II. ……… (Matematika) H.. .. . .. . .. .. . ……… (PKn) C. ……… (Matematika) H.. Kompetensi Dasar A... Materi Pembelajaran A. ……… (Agama) B. Indikator A. ……… (Matematika) H.. . . ……… (Kertakes) F.... . .... ……… (Bahasa Indonesia) E.

224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Matematika ------------------------ ------------------------3.. : …………( …. Pertemuan) I. Dsb. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : …………….. IPS ------------------------ ------------------------4.V. : …………….. Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI. : ……………. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Materi Pembelajaran 1. IPA ------------------------ ------------------------2.. Penilaian § Tes ……. § Non Tes …….

Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. 2. Sumber Pembelajaran V. 1. Kegiatan Pembukaan 3. Penilaian Pembelajaran 1. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Media Pembelajaran: 2. II dan III). sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. V dan VI). sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. Kegiatan Penutup IV. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. Kegiatan Inti 4. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. Kegiatan Persiapan 2. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. lembar pengamatan diskusi 2.III. 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . tugas. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya.

Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. otentik. dan aktif. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. c. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. dan memecahkannya diperlukan multiskill. 5) demi efisiensi. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. dan aktif. mempelajari. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. f. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. bermakna. e. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.3. otentik. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. Oleh karena itu. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. bermakna. 5. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah.1 sebagai berikut. 2) untuk memahami. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . d. b.

Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Bredekamp D. Pemandu kegiatan pembelajaran B. R. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . 1. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . A. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4.. Piaget C. A. Pembelajaran connected C. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Pembelajaran integrated B... Dalam pembelajaran tematik. dikemukakan oleh ..Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas.. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3.. Holistik B. Abstrak D.. tema merupakan. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. kecuali. Richmond 2.. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. A. A. Sentral kajian pembelajaran C. Bagian dari kegiatan pembelajaran D. Bermakna C. Pertimbangan efisiensi C. B. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal.. Hanna B. A.

merupakan rumusan. Guru dapat menghemat waktu 9. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Indikator C.. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10..6.. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. A. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. Standar kompetensi D. Merumuskan kompetensi dasar C. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B. Menganalisis kompetensi dasar B. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Membuat jaringan indikator 7. A. Merumuskan Indikator D. Mewadahi minat siswa C... Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . Kompetensi dasar B... Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D... A. Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” . Luas dan komprehensif B. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Hasil belajar 8. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D.

X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 . Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.100 % 80 % . terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini.79 % < 70 % = --------------------------------------------..89 % 70 % . dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1. Tingkat Penguasaan 90 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini.

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. membuat bagan arus kegiatan. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada uraian di atas. dan unit tematiknya. 3) nested. atau kebutuhan lingkungan setempat. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. topik. dan aktif. keterampilan. 4) sequented. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. otentik. 2) connected. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. bermakna. Pada kegiatan belajar 2. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. 6) webbing. Oleh karena itu. 5) shared. kesesuaian materi dengan lingkungan.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. dan integrated. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. Oleh karena itu. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Diantara ketiga model tersebut. namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. connected. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. Sekali lagi dalam model webbed. 9) immersed. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. dan III. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . 8) integrated. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). a. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. dan emosional. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran.threated. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. II. Atas dasar pertimbangan tersebut. sosial. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental.

Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. matematika. pengetahuan sosial (materi geografi). Setelah membuat jaringan Indikator. hidup tertib/disiplin. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Matrik 1. dan pendidikan karena itu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. Oleh karena itu. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema.dialami. Hal iniPKn. tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. Oleh pelajaran lain seperti Agama. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. bangga bertanah air Indonesia. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. IPA. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. matematika. dan PKn. pengetahuan sosial (materi geografi). tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. Kertakes.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. dan pendidikan jasmani. IPA. dan kemajemukan. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia.

Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. mata pelajaran bahasa Indonesia. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat). pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya.

menyusun silabus. kegiatan inti. metode. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian.tanah Air. Pelaksanaan. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. tidak mencemari hutan. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. dan Penilaian. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. dan sebagainya. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. pembukaan. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . dan menyusun rencana pembelajaran tematik. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. membuat/memilih tema. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. Oleh karena itu. jenis. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. bentuk. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. dan alat penilaian. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. dan penutup.

dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti kebhinekaan. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. dilihat.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia. kekayaan alam. majalah. dialami.

Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . majalah. media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional.Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 . menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes . kolase. bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus. Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas.

JP (. dialami. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II. di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 .Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : .X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn.. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat. Materi Pembelajaran 1. PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2.. kekayaan alam. seperti kebhinekaan. dialami. dan Kertakes I. keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. IPA. Matematika.... Bahasa Indonesia... Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Kecuali . Mengembangkan silabus yang pleksibel 4. Integrated 5.. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Hal ini merupakan model. Connected D. A. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. Connected D. A. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Membuat jaringan topic/tema B. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D. Membuat bagan arus kegiatan C. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Sequented C.. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Kecuali A. Sama dengan pembelajaran terpadu D. Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Webbed C. 1. Webbed B. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Fragmented B. maka pembelajaran tematis … A.

.. Tahap persiapan B. Tahap perencanaan D. Intra mata pelajaran PKn C. Kegiatan persiapan. disiplin di rumah. Membuat kompetensi dasar D. dan disiplin di masyarakat. Perencanaan B.6.. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. Penilaian.. disiplin di sekolah. merupakan jaring laba-laba . Membuat silabus dan rencana pembelajaran C. A. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . Pelaksanaan C. pembukaan. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. Membuat jaringan indikator D. kegiatan inti. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. kecuali. A. Langkah kegiatan persiapan C. Perumusan tema D. Merumuskan indikator B. A.. Tahap pelaksanaan 10. Membuat jaringan topik B. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A.. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. Merumuskan silabus 7. langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A.. 8. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran.

Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas.79 % = --------------------------------------------. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai.89 % 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Tingkat Penguasaan 90 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya..X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2.100 % 80 % .

B 7. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. A 3. bermakna. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 . otentik. 9. B 2. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. D 6. C 1. A 10. D 5. B 9. 2. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. 6. 4.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. 7.inti. B 8. 8. C 4. 10. 5. 3. pembukaan.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. Oleh karena itu. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. 2. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. Secara umum. Secara singkat. 5. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. 5. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. Dalam proses itulah. 6 Madrasah Ibtidaiyah. Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). nilai.

menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Terapkan prinsip.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. 4. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. Selain itu. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . konsep. 2. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 3. membawa siswa mengenal. memilih dan memecahkan masalah. apa. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.

Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. emosional dan sosial. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Meskipun demikian. rasional. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 .1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. pengalaman praktis. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara.

Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Oleh karena itu. Meskipun demikian. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. SLTP/MTs. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. Khusus dalam pendidikan madrasah. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Contoh.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan SMA/MA. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi.

bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. materi pembelajaran. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b. kompetensi dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . sbb. nilai. Semester 1 No 1.: 1. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi. Pertanyaan selanjutnya.

dan karya seni asli.. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok.Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. photografi. 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Kami Bangsa Indonesia .. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. grafik. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas.. Namun. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Proyek Belajar Kewarganegaraan. peta. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini.. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.

Dalam menilai portofolio. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. 4. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Membuat kebijakan publik. Membuat rencana tindakan. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. 2. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. dengan bantuan guru serta para relawan. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. meningkatkan keterampilan. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. yakni kita semua. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. 3. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting.Dengan demikian. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. 5. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Mengkaji pemecahan masalah.

Seksi penayangan. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. c. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. d. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. b. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat.

dan sebagainya. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. 2. peta. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. tetapi tidak ditegakkan dengan baik. Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. karya seni asli. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. daftar sumber. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. Rangkuman masalah secara tertulis. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . photo. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. Seksi dokumentasi. papan buletin. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. atau pada empat kudakuda. 1. grafik. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai.

262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. daftar isi. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Siapkan daftar isi untuk seksi ini.- - - v 2. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . grafik. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. kartun politik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. atau hasil karya asli siswa. tabel statistik. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. c. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Misalnya. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. judul surat kabar. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. photo. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. dan ilustrasi lainnya.

Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. Misalnya. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. lukisan. daftar isi. photo. grafik. judul surat kabar. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. kartun politik. atau dapat juga dari karya asli siswa. tabel statistik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik.1. c. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2.

lukisan. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. Identifikasi sumber-sumber informasi. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. grafik. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. atau dapat juga karya asli kalian. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. 1. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. tabel statistik. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. atau membuat kebijakan siswa sendiri. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. judul surat kabar. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. Penyajian ini dapat meliputi peta. Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. kartun politik. c. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Misalnya. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. photo. Setelah diperoleh kepastian.

1. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. baik publik maupun swasta. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. b.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. daftar isi. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah.

- pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. photo. judul surat kabar. d.2. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. baik publik maupun swasta. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. lukisan. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. grafik. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. dan ilustrasi lainnya. c. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . daftar isi. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. - kliping surat kabar dan majalah. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. kartun politik. tabel statistik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Misalnya.

dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi. yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . digunakan kriteria berikut. Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas. Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. dan portofolio keseluruhan (kelas). apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. terpercaya. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . Untuk menilai portofolio.4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan.Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal.

mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. (2) kompetensi dasar. yakni: (1) Standar kompetensi. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. rasional. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Oleh karena itu. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . emosional dan sosial. (3) Substansi materi. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.

(2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. (4) Membuat kebijakan publik.proses politik. (5) Membuat rencana tindakan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 . (3) Mengkaji pemecahan masalah. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji.

Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. pemikiran dan sikap B. rasional. intelektual. Afektif. Indikator pencapaian D. Rambu-rambu umum pembelajaran . Pemecahan masalah warga negara 2. Kemampuan dasar B. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Kemampuan C. intelektual. emosional dan sosial D. 4. sikap. kecuali: A. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Tanggung jawab warga negara C. dan sosial 3. Standar materi kewarganegaraan C.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Kecerdasan warga negara B. pemikiran dan emosional C. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Partisipasi warga negara D. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. emosional. Standar materi kewarganegaraan D. Spiritual. Standar pencapaian 5. Spiritual. Rasional. 1. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A.

kelengkapan B. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. menilai kebijakan alternatif C. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. kejelasan C. estetika D. grafik. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8.6. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. menarik secara estetika B. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. membuat kebijakan publik 9. membuat kebijakan publik D. peta. mengumpulkan dan menilai informasi B. photografi yang: A. menjelaskan masalah B. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. mengkaj pemecahan masalah C. beragam dilihat dari segi keilmuan D. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. kecuali: A. bernilai seni tinggi 7. membuat rencana tindakan D. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. membuat rencana tindakan 10.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % . 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. yakni menetapkan tujuan. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. menetapkan metode. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. Selain Undang-Undang No.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. merumuskan materi pelajaran.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. maka pada kegiatan belajar ini. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. dan merencanakan evaluasi. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya.

Didasarkan atas hal tersebut.39/1999 tentang HAM. Sosial. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. sosial. (3) semangat yang universal. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. dan Konvensi Hak-hak Anak. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara.disosialisasikan kepada para siswa. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. Terdiri atas 54 pasal. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. dan Merendahkan Martabat Manusia. dan Budaya. dan budaya sekaligus.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. Selain pertimbangan hal tersebut. tidak Manusiawi. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Saat ini. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA).

Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 . isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan.yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. terutama untuk item 1–5. sbb. Pertama. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga.: Pertama. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Merumuskan tujuan Kedua. ialah kompetensi dasar 1. Memecahkan masalah Kelima. Apabila hipotesis ditolak.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini.

Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. Ketiga. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. Menurut Armstrong (1996). Pertama. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. Kelima. apabila Anda telah mendiskusikannya. Kelima. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan.kembali ke langkah yang kedua. Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. 1996) memiliki langkah-langkah sbb. model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. Meskipun demikian. Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keempat. Baiklah. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). Kedua. Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. b. Sebagai latihan. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada.

Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan. keadilan korektif. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif.Kelas VI. Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 . Semester 1 Stándar Kompetensi 1. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . dan keadilan prosedural. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah.

Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Pada saat proses pemeriksaan. lima saksi yang saya tanya. Pada saat itu. Saat itu. jarak antar kota kecil cukup jauh. kata sekelompok pria. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris.000. tambahnya. Jaksa: Sersan. bekerjalah dengan teman Anda. warga kota berkomentar. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan.000. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. “ Kami cukup profesional”. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. “Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Burhan menjawab. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. Suatu ketika. Sekali waktu.

Burhan menjawab. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. warga masyarakat setuju. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif. Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. kami menyayangimu. Jaksa: Wah. “Tidak mudah membuat keputusan ini. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. Pak Burhan”.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. ini tidak adil. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. Aparat hukum dari pihak kepolisian. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. Pertama. Anda harus belajar bertindak adil. “Ya. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini. Saya akan mengubah sikap.. “Burhan. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil.

Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. korektif. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. atau prosedural? Kemudian. 4. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). 3. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Seseorang yang ingkar janji 2. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. Pertama. 2. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api.

Keadilan: ………………………………………………………………. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut. Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ……………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Alasan: …………………………………………………………………. Alasan: ………………………………………………………………….. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat... Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 .. Keadilan: ……………………………………………………………….

situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. b. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. dan keadilan prosedural. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. dan prosedural? Mengapa? B. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. korektif. Keadilan: ………………………………………………………………. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. 282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. Alasan: …………………………………………………………………. keadilan korektif. d. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan.Selama bermain waktu istirakat.. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. a. Tentu saja. Penting pula disadari. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. c. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya.

menetapkan metode dan evaluasi. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Memecahkan masalah. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. yakni menetapkan tujuan. Kedua. Keempat. Merumuskan tujuan. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. merumuskan materi pelajaran. dan Kelima. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . antara lain: Pertama. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. Ketiga. (3) semangat yang universal.

Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Materi HAM C.. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B.. Merancang langkah-langkah metode C.. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Model evaluasi 5. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Materi pelajarannya mudah diserap B. Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. Sikap guru yang serius dan tegas C. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. persoalan aktual di masyarakat C. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Merumuskan materi pelajaran D. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A. Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. 1. Merumuskan tujuan B. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. Melaksanakan evaluasi akhir 2. kecuali: A. Untuk mengadakan proses pembelajaran. Metode pembelajaran D. Karakteristik siswa B.

Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . atau informasi lainnya. penyajian data C. agar siswa punya minat belajar 9. agar siswa mengetahui target hasil belajar C. melaporkan data secara akurat B.6. perumusan masalah B. grafik. latihan berpikir C. memecahkan masalah D. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. latihan menemukan masalah D. membedakan antara fakta dan pendapat D. tugas guru adalah: A. agar siswa dapat memecahkan masalah D. latihan berargumen B. membuat kesimpulan 8. latihan menghafal konsep 10. menggali informasi D. merumuskan generalisasi C. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. mengemukakan masalah pokok C. menarik kesimpulan 7. agar siswa menyadari permasalahan B. mengajukan pertanyaan B.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.

D 4. A 9. D 2. D 2. D 6. D 5. A 6. C 1. C 3. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 . A 7. C pemecahan masalah warganegara spiritual. A 5.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 8. rasional. C 9. B 7. B 3. A 10. D 10. B 8. C 4. emosional.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

hakikat. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. prinsip-prinsip penilaian. dan pengembangan instrumen penilaian. memilih dan mempertimbangkan jenis. Oleh karena itu. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. Pada modul sebelumnya. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. memilih. 1. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini. dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn. bentuk. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. mempertimbangkan.

Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Prinsip penilaian pembelajaran 3. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. konsep. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. 5. 1. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. 2. 4. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Terapkan prinsip. Lebih jauh lagi. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda.

Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. pembelajaran. dan masalah kewenangan penilaian. Sedangkan ulangan. Dalam pendidikan. Sejak tahun 2007. Oleh karena itu. prinsip umum penilaian sesuai standar nasional. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. jenis penilaian. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya.

ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Artinya. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. seperti ulangan harian. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Selain penilaian dalam bentuk ulangan. penilaian dapat dilakukan melalui ujian.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. fokus ulangan harian. Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. untuk memantau kemajuan. akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Dengan prinsip belajar tuntas. Dengan demikian. apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. ulangan tengah semester (UTS). dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. ulangan akhir semester (UAS). dan ulangan kenaikan kelas. tengah semester. melakukan perbaikan pembelajaran. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.

Oleh karena itu. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. d. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian. yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. Terpadu. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Objektif. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. Oleh karena itu. kriteria penilaian. status sosial ekonomi.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. yakni prosedur penilaian. Oleh karena itu. budaya. adat istiadat. a. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Terbuka. dan gender. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. berarti proses pembelajaran kurang baik. suku. b. e. c. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. Dalam hal demikian. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. Adil. Sahih.

dan KD). dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Selain itu. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. Sistematis. 2. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. i. SK. Teknik tes berupa tes tertulis. observasi. oleh satuan pendidikan. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Beracuan kriteria. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. dan oleh pemerintah. g. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. Oleh karena itu. prosedur. Selain itu. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. misalnya. penugasan perseorangan atau kelompok. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. baik dari segi teknik. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. (b) konstruksi. 3. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Dalam penilaian kelas. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi.f. h. Oleh karena itu. tes lisan. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. Akuntabel. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. Menyeluruh dan berkesinambungan. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. dan tes praktik atau tes kinerja. maupun hasilnya. Oleh karena itu. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan.

Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. konstruksi. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. dan bahasa. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. 2. perkembangan. dan antartahun. bahasa. dan (c) bahasa. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. benar-salah. pelaksanaan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. serta memiliki bukti validitas empirik. konstruksi. prestasi. baik berupa pilihan atau isian. antardaerah. 5. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. dan menjodohkan. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. 3. 1. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. 4. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung.

dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. prinsip. menjodohkan dll. penguasaan kompetensi. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. 7. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. jenis. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Tabel 1. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. 8.6. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. benar-salah.

Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. serta ujian. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. ulangan akhir semester. pengelolaan. ulangan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . ulangan tengah semester. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Selain itu. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan penilaian pendidikan. kompetensi mata pelajaran.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. proses. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)). kompetensi bahan kajian. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan ulangan kenaikan kelas. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. sarana dan prasarana. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. pembiayaan. pengetahuan. kompetensi lulusan. pendidik dan tenaga kependidikan. dan keterampilan. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Kewarganegaraan. jiwa dan patriotisme. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan (b) ujian. kesetaraan gender. hak. Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. ulangan. Bahasa. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. kolusi. maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. ketaatan membayar pajak. tanggung jawab sosial. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. pelestarian lingkungan hidup. demokrasi. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. bela negara. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). dan Pendidikan Jasmani. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. berbangsa. Untuk tingkat satuan pendidikan. dan bernegara. Seni dan Budaya. ketaatan pada hukum. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Pada tingkat mata pelajaran. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemajemukan bangsa.proses pembelajaran PKn. Akhlak Mulia.

Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). 2) Kepribadian. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. menengah. 3) Perilaku berkepribadian. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. kemajuan. kejuruan. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. dan memperbaiki proses pembelajaran. penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. a. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. ulangan akhir semester. dan ulangan kenaikan kelas (PP. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Pemahaman berada pada domain kognitif. Secara khusus. ulangan tengah semester. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.

Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. kategorisasi. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. 1. b. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. Pertama. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. mencakup aspek kognitif. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. Ketiga. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. afektif maupun perilaku. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan perilaku.karena itu. yakni berupa angka prestasi. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Keempat. baik aspek kognitif. Kedua. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. afektif.

dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Beracuan kriteria. Terbuka. Sistematis. dan ulangan kenaikan kelas. Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Pada tingkat mata pelajaran. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. ulangan tengah semester (UTS). Setelah itu.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Sedangkan ulangan. Menyeluruh dan berkesinambungan. ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. Terpadu. Adil. ulangan akhir semester (UAS). Akuntabel. seperti ulangan harian. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). Dalam pendidikan. Kajilah Standar Isi PKn. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Objektif. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . Kemukakan. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya.

Dasar (KD). Untuk tingkat satuan pendidikan. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. 304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

ujian nasional C. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut. ulangan kenaikan kelas 4. ulangan akhir semester D.. ulangan kenaikan kelas 5. A. A.. ulangan tengah semester C. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. penilaian pembelajaran D.. kemampuan kognitif B. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan. penilaian pendidikan C.. aspek sikap dan nilai D.... perilaku moral sehari-hari 3.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. penilaian di luar kelas 2.. adil B. penilaian B. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan .. A. ulangan harian B. ketercapaian kompetensi C... ujian sekolah B. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 .. 1.... A.. A. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Prinsip penilaian ini dinamakan . ulangan akhir semester D..

A. penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku.. pengamatan D. terpadu 9. A.. A. Prinsip penilaian ini dinamakan . Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. pemahaman D. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.. C. sahih C. sistematis 7. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. sikap kepribadian B. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek.. artinya . D. portofolio D.. baik dari segi teknik. perilaku berkepribadian C. prosedur. A. objektif D. 8. A.. objektif D. penugasan B. tertulis B. penilaian dapat dipertanggungjawabkan. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik.6. praktek C. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah.. terbuka B. observasi C.. jurnal 10. maupun hasilnya... praktik C. B.. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas... Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah .

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 . terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada kegiatan belajar ini. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. Oleh karena itu. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana. jenis.2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu. Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Melalui kegiatan belajar kedua ini. Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif.

yang akurat. khususnya KD 3.2 sebagai contoh). dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. 1. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. Sebagai acuan dalam penulisan soal. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. per tahun ajaran.3 dan 4. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. Dalam contoh ini. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian. Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Meskipun demikian. KD. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. sehingga menjamin validitas isi tes. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK.

Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah.3. Menghargai keputusan bersama 4. Butir soal bentuk pilihan-ganda. ulangan akhir semester. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. Dalam satu periode pembelajaran.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. Artinya. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. ulangan tengah semester. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal . dan ulangan kenaikan kelas. guru dapat melakukan beberapa kali tes. Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD. melengkapi. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya.

Namun. Di samping itu. Sebagai ilustrasi. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak.sampai Kelas 3 SD/MI. 2. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. Tabel 3. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI.

bahasa. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. dan tingkat perkembangan peserta didik. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. dan (i) anti korupsi. jiwa dan patriotisme bela negara. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. (e) mengembangkan demokrasi. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. dan pendidikan jasmani. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. (g) menaati hukum. konteks kehidupan seharihari. Oleh karena itu. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. kemajemukan bangsa. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. kesetaraan gender. kolusi. Meskipun demikian. (h) membayar pajak. pelestarian lingkungan hidup. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. dan nepotisme.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. Sebagai contoh. dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. dan lain-lain. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . kewarganegaraan. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. seni dan budaya. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. (b) meningkatkan kualitas diri. (f) memiliki tanggung jawab sosial. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

Memelihara fasilitas sekolah a. Menjaga perasaan orang lain a. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Percaya Diri (PD) I. Kompetitif (KO) a. Berani bertanya d. Menaati tata tertib sekolah d. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Berani bersaing b. Tidak mudah menyerah b. Dengan demikian. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Saling Menghargai (SM) IV. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Berani menyatakan pendapat c. bila terdapat lima aspek. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Berusaha ingin lebih maju d. Menghindari permusuhan dengan teman c. Tabel 4.pilihan yang disediakan. Memaklumi kekurangan orang lain c. Tidak menghindari kewajiban b. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response). Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. Menunjukkan semangat berprestasi c. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Bersikap Santun (SS) V. Mengakui kelebihan orang lain d. Menerima pendapat yang berbeda b. Menerima nasihat guru b. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II.

Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . ”lebih banyak indikasi” (skor 2). penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan.3. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. Tabel 5. dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. ”ada sedikit indikasi” (skor 1).

tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah.Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar.

aspek nilai kepribadian 2. non tes 3. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. pengamatan C. standar kompetensi C. Substansi materi pembelajaran 4. skala sikap D. hanya ranah afektif diukur dengan tes B... Hal ini penting karena . indikator pembelajaran D. aspek perilaku berkepribadian. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. A. aspek atau ciri kepribadian. Indikator pembelajaran B. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C. substansi kajian setiap KD B. SK dan KD D. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan . A. Tujuan pembelajaran C. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari ... A..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. B.. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian.. A... kecuali: A. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 . tes hasil belajar B. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari. D.. 1.. C.

Kelas III D.. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1.. Minimal 50 butir B.. kegiatan semester terjadwal C. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. Pilihan ganda B. Kelas IV C... Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . A. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. 2.. 3) adalah . A. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. A.. di dalam kelas setiap hari B.... Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C. Maksimal 50 butir C. Kelas V B. pada akhir semester D. Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D.. Maksimal 10 butir 10. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9.. Benar salah 7. Melengkapi D. Jawaban singkat C. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .6. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas . A. Minimal 10 butir D. Kelas II 8. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. kepala sekolah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Pertama.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini. guru. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. Untuk itu. untuk menyamakan pemahaman Anda. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. dan orang tua. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Dalam hal ini. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. Meskipun demikian.

dan masyarakat. apakah sudah baik. afektif. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. afektif. Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Meskipun demikian. Olah Raga. apakah guru. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. apakah sudah lulus atau belum lulus. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. IPTEK. guru. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. dan perilaku. atau mencantumkan nilai angka. akhir catur wulan. cukup. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. maupun perilaku. Kewarganegaraan dan Kepribadian. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. kepala sekolah. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. Seni Budaya. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. sekolah atau orang tua. kepala sekolah. atau kurang. Untuk mendapat informasi yang lengkap. peserta didik. untuk siapa laporan itu ditujukan. guru. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . atau tahunan.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. Jasmani. Bagi mata pelajaran PKn. dan orang tua? Pada hakikatnya. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. Agar laporan itu tidak membebani guru. semester. misalnya laporan tengah semester. sekolah. Dengan kata lain.

Oleh karena itu. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. orang tua. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. wawancara dan pengamatan. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. Dengan demikian. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. dan (4) memperbaiki strategi belajar. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. dan nilai/sikap. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. keterampilan/praktek.untuk sekolah. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. Selain dua bentuk laporan diatas. misalnya aspek pengetahuan. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. kuesioner atau angket. bahkan minat serta bakatnya. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. Untuk itu. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. kemampuan guru.

Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. dan intake siswa. cukup. B (Baik). D (Kurang). Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif.afektif. Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. kompleksitas. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. seperti pengetahuan/pemahaman konsep. Menurut Ghofur dkk. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya. apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. sarana pendukung. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. seperti baik. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. C (Cukup). (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. Namun. Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial.

. Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua......KOMPETENSI DASAR Kelas : .... Tahun ajaran : ............ Ranah Kognitif : ....................................................... No.................PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER............................................. Kelas Nomor induk: ..............................3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: . Nama sekolah: .......... Semester : ......................... laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ................ Standar kompetensi : ... No............ Kompetensi dasar/ Indikator 1.... Dalam hal ini.................. pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar................................................. Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ...2 1........1 1. Keterangan Ranah Perilaku : ............................ Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No........

....................... untuk semua mata pelajaran........... (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik... pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas........ maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi.............. LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ........... serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn............... afektif dan perilaku.. Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No................... dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar.. Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga. No........ Nomor induk: .... Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .... Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran..... Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik... Ranah Kognitif No. satu sekolah............... Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut... (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi.............. Semester: ...... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai.... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya................ : .orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn...... Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap......................... Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini.. Nama sekolah: . Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif............ Kelas: .................. Tahun ajaran: . Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : ...

.......... Nomor induk: ..... 2.... 1... Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No.... dan afektif.... demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. laporan hendaknya meliputi ranah kognitif....... Nama sekolah: ..... Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100.... guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut.. Dari aspek kompetensi....... Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah.... pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin.. Guru kelas: .. perilaku..... Tahun ajaran: . Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi......... baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya.. Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut..... Oleh karena itu. 1.......... Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri.. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75.......... penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 ........ LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : .............. 2...prestasi belajar peserta didik............... Jumlah peserta didik: ........ Dari laporan ini.. Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik. Ranah Kognitif: No..................

dan orang tua. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. guru. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. orang tua. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Namun demikian. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. maupun perilaku. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. Meskipun demikian. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. guru dan kepala sekolah. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. kepala sekolah. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. Pertama. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dalam hal ini. afektif. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah.

artinya … A.. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C.. setiap hari B.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. mengandung target yang telah dicapai 3. peserta didik dan orang tua B. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . penulis buku 2. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. kompetensi peserta didik B. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. 1. setiap semester D. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D. laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B. disusun secara sistematis D. setiap tahun 5. A. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. maka informasi harus lengkap dan akurat. guru C. setiap catur wulan C. mengandung aspek-aspek penting C. sikap peserta didik D. kepala sekolah D. jumlah peserta didik C. Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 .

kuesioner C. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8.. Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk . Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. informasi tambahan C. A.6. kurikulum B. sarana pendukung D. penafsiran kuantitatif D. A. esensial 10. ujian tertulis B. masyarakat 7. kompleksitas C. wawancara D. kecuali: A. kepala sekolah C. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C.. guru B.. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A. orang tua D. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . informasi esensial B.. angket 9. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. memotivasi diri agar belajar lebih baik D.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 . terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

C 4. B ketercapaian kompetensi 3. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. D 2. D 8. A substansi kajian setiap KD 6. D aspek nilai kepribadian 2. C 9. C Minimal 10 butir 10. A 3. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. baik dari segi teknik. D Benar salah 7. D 7. B 6. C pengamatan 9. A penilaian 2. C objektif 7. B Kelas IV 8. A tes hasil belajar 3. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. 8. A 5. A ulangan harian 4. A 10.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C SK dan KD 4. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. prosedur. maupun hasilnya. A penugasan 10. A ujian sekolah 5. B sahih 6.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. meliputi pengertian. Dengan kata lain. tujuan. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. dan pelaksanaannya. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Pada modul mata kuliah yang lain. fungsi. Dengan memahami isi KTSP tersebut. Tepat sekali. mengkaji. bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebagai guru profesional. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. menganalis. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 . Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Baiklah.

mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 2. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. metode. 3. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 1. Lebih jauh lagi.kemampuan sebagai berikut. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. konsep. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. 4. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. 5. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Terapkan prinsip. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. strategi. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP.

adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Oleh karena itu. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Oleh karena itu. 20 Tahun 2003. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . pengelolaan. sarana dan prasarana. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). tenaga kependidikan. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan pembiayaaan. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. struktur. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar proses. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . berbangsa. Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. standar sarana dan prasarana. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). standar kompetensi lulusan . standar pembiayaan. standar pengelolaaan. perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. terampil. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan kata lain. maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). standar isi.

budaya. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. dan nepotisme. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Bekerja sama dalam kelompok. dan tanah air Indonesia 2. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. dan bernegara. demokrasi. kolusi. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . ketaatan pada hukum. tolong-menolong. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Menunjukkan kegemaran membaca 9. jiwa dan patriotisme bela negara. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. No 2. berbangsa. kemajemukan bangsa. hak. kesetaraan gender. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. ras. bugar. pelestarian lingkungan hidup. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. suku. aman. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. Menghargai keberagaman agama. dan memanfaatkan waktu luang 10. sehat. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. ketaatan membayar pajak. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. dan sikap serta perilaku anti korupsi. negara. tanggung jawab sosial. Berkomunikasi secara santun 8. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih.

dan jenjang serta jenis pendidikan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. tanpa membedakan agama. berilmu. dan seni. Oleh karena itu. Berpusat pada potensi. teknologi. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. keterampilan sosial. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perkembangan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. cakap. dan pengembangan diri secara terpadu. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. e. kebutuhan. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. d. suku. a. muatan lokal. perkembangan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. nonformal dan informal. kreatif. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. f. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. b. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. berakhlak mulia. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. keterampilan akademik. c. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. serta status sosial ekonomi dan gender. sehat. kondisi daerah.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. dunia usaha dan dunia kerja. teknologi. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. kebutuhan. budaya dan adat istiadat. pengembangan keterampilan pribadi. keterampilan berpikir.

Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. bermasyarakat. berorganisasi. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). dimensi program ini bersifat formal. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. PT). berbangsa dan bernegara. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. g. SMA. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. bernegara dan berpemerintahan. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. SMP. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. kalau ada. Demikianlah prinsip. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana.

melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Ketiga. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Kedua. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Untuk SD dan SMP. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. pernah dilakukan penyesuaian content. SMP. Keempat. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi.memadai. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Sedangkan untuk SMA. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen.

Budaya politik. dan Mengevaluasi globalisasi. hukum dan peraturan. baik PKn SD. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tata tertib di sekolah. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Dampak globalisasi. Hubungan internasional dan organisasi internasional. 1. Sistem pemerintahan. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Norma. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Hukum dan peradilan internasional 3. Sumpah Pemuda. Kebebasan berorganisasi. Pemerintah pusat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Norma yang berlaku di masyarakat. Prestasi diri . Sistim hukum dan peradilan nasional. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Kekuasan dan Politik. Pemerintahan daerah dan otonomi. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Dari aspek content. Persamaan kedudukan warga negara 5. Demokrasi dan sistem politik. Cinta lingkungan. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Partisipasi dalam pembelaan negara. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghargai keputusan bersama. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Harga diri sebagai warga masyarakat. Pemajuan. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Instrumen nasional dan internasional HAM. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Peraturan-peraturan daerah. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6.

(7) Pancasila.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. (2) standar proses. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. (5) Konstitusi Negara. teknologi. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. kebutuhan. hak. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. (4) Kebutuhan warga negara. (6) Kekuasan dan Politik. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. dan bernegara. (3) standar kompetensi lulusan. (6) Belajar sepanjang hayat. (6) standar pengelolaaan. perkembangan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. (7) standar pembiayaan. (3) Hak asasi manusia. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan seni. (2) Norma. (2) Beragam dan terpadu. (5) standar sarana dan prasarana. berbangsa. (8) standar penilaian pendidikan. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. terampil. hukum dan peraturan. dan (8) Globalisasi. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No.

. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B. Standar Penilaian C. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4. hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan . A. 1. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. UU Nomor 20/2003 B. kebutuhan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Berpusat pada potensi. Indikator pencapaian D. A. Standar Tenaga Pendidik 3... teknologi. kecuali: A. Ruang lingkup materi PKn C. dan seni D. perkembangan.... Ruang lingkup materi Norma. Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam ... Standar Kompetensi Lulusan B. PP Nomor 19/2005 C. Permendiknas Nomor 23/2006 2... Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum .. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5. Standar Isi D. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. A. A... Tujuan mata pelajaran PKn B. Dalam Standar Isi diatur tentang .. Beragam dan terpadu C... Permendiknas Nomor 22/2006 D.

Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada .. sikap kewarganegaraan 8... moral kewarganegaraan C. pengetahuan kewarganegaraan D. nilai kewarganegaraan B. memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C. A. moral kewarganegaraan C. pembentukan sikap kepribadian D. pembangunan karakter bangsa B. kompetensi kewarganegaraan 10.. kompetensi kewarganegaraan 9. pengetahuan kewarganegaraan D. nilai kewarganegaraan B.6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada . A. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan . Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan .. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7. Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .... Kekuasan dan Politik B. A. HAM C... A. nilai kewarganegaraan B. pengetahuan kewarganegaraan D. moral kewarganegaraan C... Pancasila D.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % .

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

materi pokok/pembelajaran. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Dalam konteks pembelajaran. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. alokasi waktu. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. kegiatan pembelajaran. indikator. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. struktur dan materi pembelajaran PKn. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Anda telah diperkenalkan dengan landasan.2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. kompetensi dasar. penilaian. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. dan sumber/bahan/ alat belajar. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . namun agar kemampuan Anda semakin mahir.

SMA. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. MTs. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. SMP. Standar Kompetensi 2. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. atau madrasah dan komite madrasah. Kegiatan Pembelajaran 5. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. MA. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Materi Pokok/Pembelajaran 4. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.kompetensi untuk penilaian. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. dan SMK. Oleh karena itu. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. untuk tingkat sekolah. atau (4) Dinas Pendidikan. Kompetensi Dasar 3. Komponen SILABUS 1. yakni KTSP. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. Namun. dan MAK.

komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. kegiatan pembelajaran. materi pokok/ pembelajaran. • Ilmiah Artinya. • Aktual dan Kontekstual Artinya. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. sumber belajar. • Sistematis Artinya. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. • Relevan Artinya. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. kedalaman. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 .6. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. cakupan indikator. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. • Memadai Artinya. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. cakupan indikator. afektif. • Fleksibel Artinya. sosial. materi pokok/ pembelajaran. dan spritual peserta didik. taat asas) antara kompetensi dasar. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. Alokasi Waktu 8. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. • Menyeluruh Artinya. Penilaian 7. teknologi. sumber belajar. sumber belajar. psikomotor). indikator. dan sistem penilaian. dan peristiwa yang terjadi. pendidik. kegiatan pembelajaran. cakupan. intelektual. materi pokok/ pembelajaran. emosional. kegiatan pembelajaran.

5. 4. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. sosial. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. b. 7. dan spritual peserta didik. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. emosional. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. potensi peserta didik. 5. 8. 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. intelektual. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. dan keluasan materi pembelajaran. Aktualitas. tingkat perkembangan fisik. relevansi dengan karakteristik daerah. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a.Dalam mengembangkan silabus. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. 2. kebermanfaatan bagi peserta didik. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. kedalaman. struktur keilmuan. b. 6. 3. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 3. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 7. 4. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. c. c. Dalam mengidentifikasi materi pokok. 6. 2. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

menganalisis.8. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. peserta didik dengan guru. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. 3. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Dalam mengembangkan indikator. satuan pendidikan. dan keterampilan. pengetahuan. dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. dan bertindak secara konsisten. 2. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. kesinambungan (kontinuitas). Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. alokasi waktu . dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. lingkungan. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. seperti: 1. guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. berpikir. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. perilaku.

tingkat kesulitan. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. sikap. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. alam. nara sumber. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. dan budaya. Baik. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. dan penilaian diri. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan indikator pencapaian kompetensi. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. sosial. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. Menggunakan acuan kriteria c. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. serta lingkungan fisik. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. penggunaan portofolio. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8).pengambilan keputusan. pengamatan kinerja. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . keluasan.

Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dievaluasi.Dalam bentuk tabel. dilaksanakan. serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. dan evaluasi rencana pembelajaran.

: 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI. • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia. Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI..3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI).1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI). Bandung. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI . •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika.

• Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. Selanjutnya. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan.

Mencantumkan identitas. materi ajar. Oleh karena itu. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. dan Penilaian. sumber belajar. Sumber Belajar. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Metode Pembelajaran. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 .Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus.Materi Pembelajaran. metode pengajaran. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. (2) Standar Kompetensi. dan penilaian hasil belajar. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar. Bagi guru. laboratorium. Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran.

B. dan kegiatan penutup. lingkungan. F. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. C. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. Oleh karena itu. bentuk instrumen. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. G. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. narasumber. Pada dasarnya. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. E. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. kegiatan inti. dan bahan. dan halaman yang diacu. pengarang. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. alat. Akan tetapi. kegiatan pendahuluan/pembuka. 359 . Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. Misalnya. Oleh karena itu. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. media. kegiatan inti. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. D.

. Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).. : ......... Tujuan Pembelajaran B......... Materi Pembelajaran C........................... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian......... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : ............. : .... : .... Dalam bentuk sistimatika............... : ................ : ..... Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E..................... Selanjutnya....... x 35 menit (… pertemuan) A.. tes unjuk kerja.................. Sumber Belajar F....................... 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut. : ....... Metode Pembelajaran D.................uraian...... mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut............

.....RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : . 5. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI.. 4..... diskusi.... Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. 3.. Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 .. tanya jawab. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI..... Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. praktik. 2... Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.. Makna NKRI dengan benar........ 5... Kesatuan wilayah negara Indonesia.. Metode Pembelajaran Pengamatan. Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh. Kegiatan Awal (10 menit) a. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1.. Materi Pembelajaran : 1. Menjelaskan makna NKRI dengan benar. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI. penugasan. 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia. b.. Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. 4... Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia... 3. Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI. 2. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar... Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI..... ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika..

Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b.: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. Kegiatan Akhir (10 menit) a. c. Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. a. Kegiatan Inti (50 menit) a. c. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. Kegiatan Inti (50 menit) a. b. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. d. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. e. Siswa membuat rangkuman. 2. b. Kegiatan Awal (10 menit) a. b. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. 3. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. pembelajaran. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. c. a. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. b.2. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya.

1. Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. bagan. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. butir soal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. peta konsep. dan TNI. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. 3. gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. Polisi. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. kisi-kisi soal. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. buku siswa). Penerbit Cempaka Putih. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). 5. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga. 2. dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. 4. TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. lembar kerja siswa (LKS).

kegiatan pembelajaran. Susun pula RPP untuk KD tersebut. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. penilaian. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Latihan: 1. (6) Aktual dan Kontekstual. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. Dalam mengembangkan silabus. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. (2) Relevan. alokasi waktu. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. dan (8) Menyeluruh. indikator. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Rangkuman Dalam pengertian kamus. (7) Fleksibel. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (4) Konsisten. (6) Menentukan Jenis Penilaian. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. kompetensi dasar. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (7) Menentukan Alokasi Waktu. dan sumber/bahan/ alat belajar. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. (3) Sistematis. (5) Memadai. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. atau (4) Dinas Pendidikan. Dalam konteks pembelajaran. laboratorium. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. materi pokok/pembelajaran.

. Memadai B.. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. Secara operasional. standar kompetensi 2.. Guru dan Kepala sekolah 4. afektif. A. Dalam konteks pembelajaran. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 ... materi pokok/pembelajaran C. rencana pembelajaran B. ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. kompetensi dasar 3. kelompok kerja guru (PKG/MGMP). kecuali: A.. tujuan pembelajaran D. A. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. pada hakikatnya silabus adalah.kecuali: A. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. materi pokok/pembelajaran C. guru kelas/mata pelajaran B. Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus... D. silabus dikembangkan oleh . tujuan pembelajaran D.... Aktual dan Kontekstual C.. Dinas Pendidikan C. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. Fleksibel D. A. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. standar kompetensi B.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Guru Kelas/mata pelajaran D. 1.

A. Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8. Mengkaji dan Menentukan SKKD B.. Fleksibel D....6. kedalaman. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C. potensi peserta didik. Aktual dan Kontekstual C. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah ... jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . aktualitas. kebermanfaatan bagi peserta didik C. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D. kecuali: A.. dan keluasan materi pembelajaran D. RPP dikembangkan dari setiap . kecuali: A. satu kompetensi dasar C. keluasan materi pembelajaran B.. satu standar kompetensi B. satu mata pelajaran 10. jumlah tujuan yang akan dicapai C. Dalam mengidentifikasi materi pokok... konsisten 7.. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah .. B. relevansi dengan kebutuhan guru 9. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. A. ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus.. A. satu indikator/tujuan pembelajaran D. kedalaman kompetensi dasar D. sistematis B.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 .

Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. Standar Isi 3. satu kompetensi dasar 10.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. pembangunan karakter bangsa 7. D. A. tujuan pembelajaran 3. A. D. nilai kewarganegaraan 9. A. D. C. B. B. D. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. rencana pembelajaran 2. Menyeluruh 6. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. C. A. C. A. D. PP Nomor 19/2005 2. Indikator pencapaian 4. B. moral kewarganegaraan 8. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. kompetensi kewarganegaraan 10. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. D. A. sistematis 7. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . relevansi dengan kebutuhan guru 9. A. A. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5.

Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. rahasia. sering disebut “luber dan jurdil”. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. proses pengambilan keputusan. bebas. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. bebas. umum. rahasia. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . system pemerintahan. sering disebut “luber dan jurdil”. jujur dan adil. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. umum. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. jujur dan adil. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan.

baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. proses pengambilan keputusan. perubahan teknologi dan informasi. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. perbaikan demokrasi konstitusional. dan sebagainya. system pemerintahan. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. iklim sekolah. . Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. perubahan dalam struktur ekonomi. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. perubahan fungsi keluarga. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). sikap dan kemampuan guru.

cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. atau pun gambar sket. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. slide. Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 . Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. fotografi. Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. iklan dan poster. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. katalog. Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. surat kabar.Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. kalender. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. fotocopy. buku.

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. sikap.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. dan keterampilan tertentu telah dicapai. bebas. jujur dan adil. hukum. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. rahasia. memecahkan masalah. sering disebut “luber dan jurdil”. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Inkuiri : proses penelitian. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pemerintah. umum. mempertanyakan. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional.

Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar.Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. memantau pelaksanaan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. isi. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.

alokasi waktu. laboratorium. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. penilaian. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. materi pokok/pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengetahuan. Dalam konteks pembelajaran. indikator. kompetensi dasar. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kompetensi mata pelajaran. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. kompetensi bahan kajian. dan sumber/bahan/alat belajar.

Anonim ( 2005). Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Curriculum Development. Anonim ( 2005). Abdul Azis Wahab (1996/1997). revisi R. Alamudi. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Ditjen PLP. A. ERIC/Poland book. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. (1990). Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. A. Calabasas: CCE. The Future of Democracy. Banks. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. Branson. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Jakarta. Puskur – Lemlit UPI. (1996). Ditjen PLP.DAFTAR PUSTAKA A.Kosasih Djahiri (1985). (1997). Dikdasmen. Valuing. and Decision-Making. Ditjen PLP. and Decision-Making. Dikdasmen Depdiknas.F. dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. (1995). Dikdasmen. (1978). Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung.Kosasih Djahiri. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. James. (1998). Kosasih Djahiri. Dkk (2004). Charles F. Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Laurie. Margaret Stimmann. New York: Longman. (1990). James. (1994). Stanley). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . STIA –LAN Bahmueller. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Depdiknas. Valuing. The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network.). Depdiknas. SMP/MTs. New York: Oxford University Press. Jakarta. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. A. Ahman. Politics. Brady. New York: Prentice Hall. Atwi Suparman. (1977). Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. (1992). Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Jakarta. Banks. Aristotle. (alih bahasa: Ernest Barker. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). Abdullah (Ed.

Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Gramedia.. Abdul dan Mardapi. Center for Indonesian Civic Education. Center for Civic Education. Upper Elementary. (1996). Boston: Allyn Bacon. Sept. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). (1981).. CICED. Van. We The People . Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT. V.. PT Gramedia.Budiardjo. Departemen Pendidikan Nasional... Budiardjo. Jakarta. Action in Elementary Social Studies. New York: Macmillan Publishing Co. 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . New Jersey: Prentice Hall Inc. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. Center for Civic Education. Calabasas. (1998). California. Calabasas.. Project Citizen: Teacher’s Guide. (1988). Authority: Foundation of Democracy. (1980). (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). (2007). Ghofur. California. Richard A. CCE.5. Journal CIVITAS. (tidak diterbitkan) Fraenkel. We The People . Inc. Jakarta: Depdiknas Gronlund. Center for Civic Education. Measurement and Evaluation in Teaching. Jakarta. Dasar-Dasar Ilmu Politik. (2007). (2006). (1998). Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI. Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Ditjen Dikdasmen (1989/1990).Project Citizen. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007.-Oct. (1989). Miriam. Jack R. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. (1997). Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. (Cetakan XI). Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Couto. Departemen Pendidikan Nasional.. Djemari (Tim Pengembang). The Art of Teaching Democracy: the Practice. Miriam. (2004). Norman E. David W. (2007). (1996). Departemen Pendidikan Nasional. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. (fourth edition). We the People. Cleaf. (2000).2 No. Departemen Pendidikan Nasional. (1991). Project Citizen: Teacher’s Guide.

(alih bahasa dan editor: J. Achmad . Washington: NCSS. (1998). Gaskin). Leviathan. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Jakarta. (7th Edition). (9th Edition). Inc. Helen (Ed. Safari. UK: Cambridge University Press. Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945. Republik Indonesia.A. John.C. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. (1989). Walter C. (2003). Huntington. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Christol. (1993). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Bandung: Laboratorium PKn UPI. Paul R. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum. (1983). (1960/2000). Direktorat Dikmenum. Locating and Gathering Information. Hobbes. New Jersey: Prentice Hall. (4th Ed. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Section One: Generalizations from the Social Sciences. (1963). Sapriya dan Winataputra. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. in Carpenter. London: Touchstone Books. (2002). (2005).) Social Studies in Elementary Schools. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . John and Parker. Michaelis. Sanusi. Samuel P. Dalam John U. (1962). Thomas. New York: Macmillan Publishing Company. (1998). Introduction to Political Science. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. John R. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Leppert. Inc. Undang-Undang No. Cambridge. Jarolimek. Washington: NCSS. 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. (1980). Ella C. Locke. Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. Mardapi. John U. Greene. Content in the Social Studies.) Skill Development in Social Studies. Djemari.(1998). Anderson. Social Studies in Elementary Education. Michaelis (Ed. Two Treatises of Government. (Unpublished). The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. and Lee.McGraw-Hill. New York: Oxford University Press.).Hanna. Rodee. Depdiknas.

H. The Art of Teaching Democracy: the Theory. November 2003. Ruud. (1976).W. David A & Mallan. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Sunal.5. Taylor. No. Sept. (2005). (1976). John T. Columbus: Merril Publishing Company. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. (1990). http://www.Oct. Udin S. Veldhuis. R. Helius. Mary E. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Lott. Mei 2005. Remadja Rosda Karya. The Free Encyclopedia. Sept. Mei 2005. Winataputra. (ed.org. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Veldhuis. Tahun 12 Nomor 2..F. Wikipedia. (2001). Civics: Citizens in Action.Sapriya. (1988) Children and Their World. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed).Oct. dan Sapriya. Jakarta: Depdikbud. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed. Dallas: Houghton Mifflin Company. (1998). (1949). Cynthia Szymanski and Haas. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. Paris: OECD Publications. V. J. Ruud. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Bowes.). Journal CIVITAS. in Teacher as Innovators. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. M.2. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student. Sapriya. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Journal CIVITAS. Nu’man. Long. Tyler.). (1968). (1993). Changing the Curriculum. in Kerr. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . H. No.wikipedia. Chicago: Chicago University Press. Boston. P. Tahun 14 Nomor 1.2. London: Open Books. Somantri. Turner. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT. (1996). Designing the Curriculum. (2005). Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. V. (1998). Metodologi Sejarah.. London: University of London Press. ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Tahun 14 Nomor 1.5. Sjamsuddin. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Sockett. (2003). Skilbeck. Welton. Ditjen Dikti.

Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. pada tanggal 20 Agustus 1963. Master of Education (M. Konsep Dasar PKn (2008). sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. 2011. asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s. dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). Jawa Barat. di School of Education. dan PGSD. LA. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). sekarang). Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007). Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. California USA tahun 2001. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). Lahir di Sumedang. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . Konsep Dasar IPS (2008). Jenjang S2 Program Studi PKn. 2006-2009).) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012).Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). Pendidikan Kewarganegaraan (2003). Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010.). PIPS. La Trobe University.d. Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). dan pendidikan S-2. sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. Selain mengajar. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). Buku yang pernah ditulis antara lain. penerbit Alfabeta. PIPS dan Pendidikan Dasar. Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University.Ed. dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan.