Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

 SILABUS 1 A. Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. emosional. Sapriya. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. Sesuai dengan itu. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn . File Sapriya. SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa.Ed. Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . C. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). 15 Januari 2009 . M. spiritual. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

E. 15 Januari 2009 2  . Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. tujuan.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Menjelaskan pengertian. Nilai. prinsip. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. ilustrasi. Mengembangkan Konsep. latihan tentang pengertian. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI. tujuan.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. pengembangan Konsep. tujuan.1 Karakteristik materi PKn 2. Nilai. dan dimensi PKn 2. Moral dan Norma PKn 3.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. Garis Besar Program No. contoh. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1.2 Pengembangan Konsep. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4. teori. percontohan.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. prinsip. Menguraikan jenis. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1.1 Pengertian.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. dan dimensi PKn. Menguraikan konsep. (3) Paradigma Baru PKn 1. Moral dan Norma PKn 1. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Nilai. dan dimensi PKn 1.

Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8. percontohan.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. 15 Januari 2009 3 . dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6. 2.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. teori. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2. 5. 2.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5. contoh. ilustrasi.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. 3. Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. 9 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.

F. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. 15 Januari 2009 4  . spiritual. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. emosional.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (1) Paradigma baru PKn. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. Untuk mencapai tujuan di atas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  . (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. spiritual. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). (9) Pengembangan Kurikulum PKn. emosional.TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn.

BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. 1. BBM 1: Paradigma baru PKn. 3. 5. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. 2. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. Selamat belajar. 4. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

tujuan. Pada modul mata kuliah yang lain.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. menganalis. moral. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Baiklah. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. mengkaji. meliputi pengertian. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. - - - Menjelaskan pengertian. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. nilai. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . tujuan. dimensi dan pembelajarannya. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. 2. konsep. zaman terus berkembang. Pengertian. 5. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Lebih jauh lagi. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . nilai. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Sementara di pihak lain. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. strategi. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 4. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. memilih. moral dan norma PKn 3. metode. Terapkan prinsip. Pengembangan konsep. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. tujuan. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan teknik untuk pembelajaran PKn. dan dimensi PKn 2. Oleh karena itu. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. mempertimbangkan. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan.

tujuan. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. akan dibahas tentang pengertian. multidisipliner bahkan multidimensional. Barrt. Namun. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Pada kegiatan belajar ini. Pada kegiatan belajar ini. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. dan apa dimensi PKn. mengapa perlu ada pembelajaran PKn. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI.1 Pengertian. menurut Barr. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Oleh karena itu. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. Tujuan. dan Shermis (1978). apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Dari sudut pandang epistemologis. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 . domain kurikuler.

Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). dan pendidikan demokrasi. PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. Bagi negara kita. program kurikuler PKn. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. Secara ontologis. landasan konstitusional UUD 1945. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. Indonesia. Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. Secara epistemologis. Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. pendidikan nilai dan moral. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. watak kewarganegaraan (civic disposition). warga negara. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. Oleh karena itu. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. Sesuai dengan namanya. pendidikan politik. pendidikan kebangsaan. dan komponen bangsa Indonesia. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. pendidikan kemasyarakatan. dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. Oleh karena itu.

through. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). melalui proses. kemampuan. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. and for democracy” (CIVITAS: 1996. yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. yakni kemauan. Winataputra. Oleh karena itu. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. 2001. yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. Di Madrasah Ibtidaiyah. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . keterampilan (skills). v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility).terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. Dalam program PGMI di LPTK. Oleh karena itu. Kerr:1996. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. 2001). dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. instrumentasi. yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional.

tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. aktualitas. agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. IPS. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Perbedaannya. Para peserta didik dikondisikan. IPA. yakni rentang kelas 1 s/d 3. Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. pengertian. PKn) secara terpisah. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. dan kebutuhan peserta didik. • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran. dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. Namun. difasilitasi. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). Matematika.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pada jenjang MI kelas tinggi. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). belajar sambil berbuat (learning by doing). warga sekolah. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas.

Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. pengorganisasian kurikulum. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). buku pelajaran. damai. belajar sambil berbuat (learning by doing). kritisasi. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. anggota masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pelaksanaan program. khususnya dalam mencapai tujuan umum. warga negara. seperti masalah landasan. (2) PKn sebagai program akademik. Melalui domain ini. warga sekolah. dan kreatif. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . metodologi. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). dan kompetensi guru. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. ketanggapan. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan.

dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. kondisi. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge.Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. Namun. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Oleh karena itu. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. yakni melalui berbagai program penataran P4. dan karakteristik peserta didik. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Secara epistemologis.

PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). khususnya dalam mencapai tujuan umum. Dalam pelaksanaan program. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). (2) PKn sebagai program akademik.tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. domain kurikuler. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. Ada tiga dimensi PKn. dan domain sosial kultural”. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 .

deduktif 5. separated D. structural B. holistik D. program akademik D. strategi penyajian D. 1... Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A. evaluasi pembelajaran 3. A. correlated 4.. political democracy C. bahan pembelajaran B. political organization 2. Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . program kurikuler C. integrated C.. program sosial kultural B. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . metode pembelajaran C. A. contemporary politic B. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. preoperasional C. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah .Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. political party D. abstrak B. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A.

Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . tematik C. pembelajaran yang meluas (broad field) B. Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C.. menciptakan masalah aktual 8. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A.. disipliner D. A. membuat keputusan C.6. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. membuat kesimpulan B. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D. kecuali: A. kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara . kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 . belajar terpadu (integrated learning) C.. terpadu B. Social Studies as social sciences C. Social Studies as personal development 7.. pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. pemecahan masalah krusial D.. pembelajaran tematik (thematical learning) D. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. Social Studies as citizenship transmission B. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah ... Social Studies as reflective inquiry D. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B. kecuali: A.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % .

dan hukum. Secara akademik. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). peristiwa.2 Pengembangan Konsep. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. moral. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. dan norma disamping pendidikan karakter. akan dibahas pengembangan konsep. nilai. politik. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. namun secara praksis. moral. Pada kegiatan belajar ini. konstitusi. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. nilai. dan untuk rakyat. atau pemikiran (ide). oleh rakyat. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis. maksudnya dalam proses pembelajaran. Istilah konsep. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Nilai. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. Moral.

misalnya. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. kekuasaan 18. Dengan demikian. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 4. 5. empati 27. kekuatan rakyat 19. negara tertinggal 10. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. Akibat dari pengalaman ini. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat.pengambilan keputusan 11. moral 12. kelas penguasa 20. 2. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. perilaku 24. nasionalisme 22. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. sebagai ilustrasi dan contoh. 7. kelompok penekan 21. perasaan 15. 3. tindakan moral 25. Konsep “buruh”. moral 23. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. solidaritas 17. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. kata hati 26. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. kekuasaan 28. karakter 14. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. dan penilaian. pemilu 32.Dalam contoh di atas. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. sikap 16. 1. politik 30. nilai 13. wewenang 29. 6. 8. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. pelaksanaan. Namun. partai politik 31.

artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. nilai (value) adalah konsep (concept). Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. menghitung. kriteria manfaat. Oleh karena itu. kriteria keindahan. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. dan tindakan (acts). Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. Pertama. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Misalnya.Pengertian Nilai Apabila kita sadari. ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. Kedua. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Nilai bukanlah benda atau materi. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. yakni perlu ada pilihan (chooses). Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. Etika terkait dengan masalah moral. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. Singkatnya. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). berpikir. yakni nilai estetika dan nilai etika. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. Ketiga. Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. penghargaan (prizes). 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. Bila demikian. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. Seperti umumnya konsep. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong).

keyakinan. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. maksud. Prof. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. Namun. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dr. sikap. yakni dilihat dari tujuan. (1) Nilai Material. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. kepentingan. Samakah. perasaan. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. (3) Nilai Kerokhanian.Selain dengan kriteria di atas. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. dan keraguan. aktivitas. (2) Nilai Vital. yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas.

sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. maka ada sejumlah yang disebut benar. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. Suatu hari. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. Nak. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Ahli lain. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi. Setiap hari. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara.. Menurut dokter. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. baik. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. Adi menghadapi dilema. Adi pergi untuk mencari obat. dan religius. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. indah.. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. Adi mendengar ucapan ibunya. Adi mau mencari obat sekarang”. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker. seorang anak. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran.

Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. ialah: norma kesopanan. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. dan norma hukum. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. norma moral. Dengan kata lain. Sedikitnya ada empat jenis norma. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. (2) Bersifat umum. Demikian pula. untuk menciptakan masyarakat yang aman. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. bertingkah laku.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. Misalnya. dan teratur. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. norma kesusilaan. norma biasanya bersanksi. dan norma sopan santun. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lalu lintas dan lain-lain. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. tertib. dan nyata. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. jelas. Secara umum. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. yaitu berlaku bagi semua orang. norma agama. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. upah. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak.

manners. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Misalnya. mores. (3) Pada norma hukum. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. moris. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. mentaati/mematuhinya. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. yaitu adat kebiasaan. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Oleh karena itu. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. penegakan. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. Dengan demikian. Jepang. ialah: mos. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. pelaksanaan. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. Pada umumnya. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Dalam konteks etika.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. Oleh karena itu. Nilai bersifat universal. Artinya. norma mengandung nilai atau harga. Meskipun demikian. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. manner. morals.

UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal.  pendidikan kewarganegaraan. moral. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. sehat. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. mandiri. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan kemasyarakatan.. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. pendidikan nilai.   b.  Selanjutnya. kreatif. dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional.. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “.. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai. berakhlak mulia. berilmu. moral. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan.. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional. kebangsaan. Apabila dikaji. . bersikap. cakap.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar.   b. moral.  pendidikan kewarganegaraan. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. atau pemikiran (ide). Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda..” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. menengah. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Rangkuman Istilah konsep. Sebagai landasan kurikulernya.. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. peristiwa. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. nilai. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL... dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya.”. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan. .

32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kesusilaan. manners. moris. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. dan hukum. manner. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. yakni nilai estetika dan nilai etika. yaitu adat kebiasaan.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. bertingkah laku. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. ialah norma fisika dan norma etika. dan teratur. Etika terkait dengan masalah moral. tertib. mores. Istilah moral berasal dari bahasa Latin. Norma ada dua. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. untuk menciptakan masyarakat yang aman. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. ialah: mos. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. morals. agama.

A.. gubernur B. D. kewenangan B. Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah . A. norma 4.. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit . segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut .. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 . mengagumi keindahan bunga C.... Generalisasi D. C. yakni perlu ada A.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. demokrasi C. tindakan (acts). 6. pilihan (chooses). empati D.. membayar pajak tepat waktu D. Notonegoro. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. Konsep C. A. Dr. Fakta B.. peristiwa. kekuasaan D.... mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B. Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. 1.. persetujuan (agreement) B. atau pemikiran (ide) disebut.kecuali: A. kekuasaan C. penghargaan (prizes). kursi 3. Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. Menurut Prof. teori 2.

nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . nilai hukum D. norma kesopanan B... Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah . nilai religius A. A...7. D. memaksa untuk tidak melakukan C. sanksi tegas dan nyata D. nilai moral/etika D. A.. nilai kesusilaan C. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8.. nilai estetika C. nilai moral B. niai kebenaran B. B.. A.. C. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan . A. baik atau jelek. norma kesusilaan C. Dalam konteks etika. norma hukum 9.. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut .. mengatur perilaku B.. norma agama D. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma . menertibkan perilaku 10.. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % .89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). Dengan demikian. Pada kegiatan belajar ini. perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis.3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis. Dengan kata lain. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 . Dalam proses itulah.

Namun. bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. Dengan demikian. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. Oleh karena itu. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. Selain itu. terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru.demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis.

Pada pembahasan di atas. dan tidak terdidik. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. are not inherited. Alexis de Toqueville. cerdas. Dengan kata lain. Dengan kata lain. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak). masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. lakukanlah diskusi itu. Anda telah mengenal paradigma PKn. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. menyatakan “The habits of the mind. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. berbangsa dan bernegara. Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. as well as ‘habits of the heart’. the dispositions that inform the democratic ethos. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal.” (Branson. 1999:2) Artinya. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. bodoh. Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional.

selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Namun. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. rasional. Oleh karena itu. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran.pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. pengalaman praktis. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Khusus dalam pendidikan persekolahan. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 . mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). emosional dan sosial. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas.

yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. • Melaksanakan piket di kelas. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. 1. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). SMP/MTs. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah.2 Melaksanakan hidup rukun. Untuk mencapai SK dan KD tersebut. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan). Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1. dan SMA/MA.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian. (1) 1. saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah.

photografi. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. grafik.. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 ... Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Namun demikian. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. dan karya seni asli.Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. Proyek Belajar Kewarganegaraan. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Dengan demikian. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Kami Bangsa Indonesia . Pertanyaan selanjutnya. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). peta. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih..

Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . 4. 2. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. meningkatkan keterampilan. 5. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. Mengkaji pemecahan masalah. 3. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Membuat rencana tindakan. Dalam menilai portofolio. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. yakni kita semua. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. Membuat kebijakan publik. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi.

Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. c. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. b.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . d. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah.

yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. keterampilan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. Oleh karena itu.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. mengevaluasi. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. menjelaskan dan menganalisis. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. emosional dan sosial. efektif. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . dan bertanggung jawab. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. rasional. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan.

kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. 1. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. sikap. Pemecahan masalah warga negara 2. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. Kemampuan C. Partisipasi warga negara D. Rasional. emosional. Kecerdasan warga negara B. intelektual. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. Indikator pencapaian D. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. rasional. Standar pencapaian 5. kecuali: A. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. intelektual. dan sosial 3. emosional dan sosial D. Standar materi kewarganegaraan C. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. pemikiran dan sikap B. Kemampuan dasar B. Tanggung jawab warga negara C. pemikiran dan emosional C. Standar materi kewarganegaraan D. Afektif. Spiritual. Spiritual.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. membuat rencana tindakan D. photografi yang: A. membuat kebijakan publik D. grafik. mengumpulkan dan menilai informasi B. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C.6. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. peta. mengkaj pemecahan masalah C. menilai kebijakan alternatif C. menarik secara estetika B. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. membuat rencana tindakan 10. kejelasan C. membuat kebijakan publik 9. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. beragam dilihat dari segi keilmuan D. kecuali: A. kelengkapan B. estetika D. menjelaskan masalah B. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. bernilai seni tinggi 7.

terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

persetujuan (agreement) 6. B integrated 4. B Konsep 2. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. B. program kurikuler 6. C. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 5. A. D. B. B 8. sanksi tegas dan nyata 10. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. B. C 3. B 7. C disipliner Tes Formatif 2 1. A Nilai material 7. A Social Studies as citizenship transmission 7. C empati 4. mengagumi keindahan bunga 5. D kursi 3. B. D 2. D 4. membuat keputusan 8. rasional. C 9. A. A 10. nilai religius 8. A bahan pembelajaran 3. nilai moral Tes Formatif 3 1. B political democracy 2. norma kesusilaan 9. holistik 5. A 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. C. emosional.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI).MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). yakni penguasaan bidang studi. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia. ialah pertama. Namun demikian.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. Misalnya. Oleh karena itu. Berbicara tentang materi PKn. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. Karena itu. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . Namun. Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama.

mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 4. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Karakeristik Materi PKn. Implikasi lebih lanjut. Terapkan prinsip. Lebih jauh lagi. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Dengan demikian. 3. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. 2. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Dengan kata lain.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. konsep. 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. 2. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. Memahami karakeristik materi PKn.

Oleh karena itu. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. agama. bahasa. Dengan kata lain. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. Oleh karena itu. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). maupun adat istiadat.1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). karaktersitik. budaya. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). maka lahirlah sebuah pertanyaan. Apa materi PKn itu. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

misi dan karakteristik PKn. filsafat dan etika serta bahasa. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. sejarah. sosiologi. Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. tiga disiplin pertama. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. dan ilmu politik. meliputi geografi penduduk.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. Misalnya. antropologi. yakni: Pertama. Baru pada pertengahan abad ke-20. Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. Pada masa itu. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. Kedua. ekspedisi pendaki gunung. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. dan lain-lain. kebutuhannya. Menurut Hanna dan Lee. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. sejarah. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. Ketiga. baik kecakapannya. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). Namun. kepentingannya. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. meliputi geografi. geografi penduduk. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. ekonomi. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). nasional dan global. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). ilmu politik. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). sejarah dan ilmu politik. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. jurisprudensi. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. secara umum. psikologi sosial.

dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. yakni fakta (peristiwa. Jarolimek and Parker. beberapa ahli Social Studies (Michaelis. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. sebenarnya. Oleh karena itu.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Oleh karena itu. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. 1993. masyarakat. Namun. cita-cita. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. Sunal and Haas. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. specific empirical statement about limited phenomena. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). Namun. dasar negara. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis. bangsa. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. bahwa ”Facts are low-level. dan negara. Meskipun demikian. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . Dengan demikian. Oleh karena itu. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. 1980. 1984.(useful) bagi bangsanya. Banks. formal disciplines (social sciences). Selain itu. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. but they apply only to a specific situation. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok.

Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. dengan melihat dari aspek perannya. terjadi. dalam konteks proses inkuiri. Namun. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. yang ditampilkan dengan benar-benar ada.past or present. dan global. (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). kehidupan bermasyarakat. Selain itu. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. 1980:94). 1977:84). Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). karena mempunyai realitas objektif. dan bernegara sangat penting. fakta berupa kejadian. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. di mana. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. Dengan demikian. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . nasional. siapa. peristiwa. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. berbangsa. Namun. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. Oleh karena itu. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. kapan.

Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn. dan garam merupakan “konsep”. sebagai latihan.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Selanjutnya. • Memasuki era reformasi. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. fantasi. meja. kebaikan. 2000. Namun. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. Jadi. mobil. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. gas. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. Nama-nama seperti gunung. Di dunia ini. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya. merah. pohon. dan 2002. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. ideas. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. danau. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. ketimun. kambing. pandai. yakni pada tahun 1999. or events”. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. kursi. kemenakan. 2001. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. Dengan demikian.

event. (1980:100). mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. patriotisme. demokrasi. penghargaan. Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. misalnya kebebasan. pemerintahan. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi.apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. Kedua. kambing.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. kompleksitas (complexity). dan kemampuan belajar. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. or individual. or individual. Dalam hal ini. penyesuaian diri. pembedaan (differentiation). dan pabrik. 1980:99-100). suara mengeong. konsep “kucing”. seperti berkaki empat. objects. dsb). semakin kompleks konsep tersebut. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. Misalnya. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. berbulu lembut. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. bercakar. seperti presiden. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. “The more complex a concept is. Pertama. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. ketajaman rasa. sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. Kemudian. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). Misalnya. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). misalnya bunga. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. Dengan demikian. seperti kemampuan bahasa. DPR dan sebagainya. Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). negara. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. Ketiga. konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. dan kecerdasan. concepts represent something common to several events. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks.

dan sebagainya. Misalnya. Ketiga. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . uang. Bandingkan dengan konsep obeng. Misalnya. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. DPRD I di Propinsi. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. peristiwa-peristiwa. peristiwa-peristiwa. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. rumah.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. Timbul pertanyaan. Keempat. atau ide-ide. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. dan ”hotel”. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). Keempat. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. ”bersenang-senang”. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”.tanah. Kelima. Dengan mengenal konsep. Dengan menempatkan objek-objek. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. Pertama. emas. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. individu-individu. he places it into a class. Misalnya. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi. klasifikasi. Kedua. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. Misalnya. alat rumah tangga. individu-individu. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita.

Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. create a society. tentu memerlukan penjelasan yang memadai.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. Contohnya: “Jawa koek”. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. Misalnya. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn.” (Fraenkel. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. suku. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keenam. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. suku. konsep “negara”. Ketujuh. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. peraturan hukum. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. hak dan kewajiban. “Cina licik”. 1980: 103). konsep sebagai stereotipe (stereotypes). dan sebagainya. kekuasaan. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. Menurut Fraenkel. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. “Padang bengkok”. “Orang Batak si tukang copet”. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka.

Oleh karena itu. aman. kebiasaan. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Tujuan utama dari pendidikan hukum. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. kesusilaan. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. yakni hukum negara. hukum dan politik. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. dan norma agama. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. harus dapat berjalan secara sinergis. adat-istiadat. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. berbangsa. Menurut Banks (1977: 259). Oleh sebab itu. Kehidupan yang tertib. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . dan bernegara. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. sikap. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. Di samping itu. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Sebelum proklamasi. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. Dengan peraturan baru tersebut. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. Secara kultural. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler.penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. bermasyarakat. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). Lalu ada aksi berjuang. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. Kemudian. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. Oleh karena itu. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). keberadaan bangsa dan negara merdeka. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). Konsep “ada” itu adalah prosesnya. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. bernegara dan berpemerintahan. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 . dimensi program ini bersifat formal. berorganisasi. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. kalau ada.

Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. pengelolaan. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. proses. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. maka kompetensi lulusan harus sama. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. pembiayaan. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. dan penilaian pendidikan. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. sarana dan prasarana. Misalnya. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. kompetensi lulusan. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Apakah boleh PKn itu terbelah. tenaga kependidikan. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. decision making competence atau decision making skills. ada content yang sifatnya structural formal. proses dan kompetensi lulusan. Content ini pun harus dibedakan.mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. Dengan demikian. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. Hal ini tidak mungkin berbeda. misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta.

Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan.tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model. perubahan. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. dihadapi. seluruh kabupaten/kota. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. berbagai konteks pasti berbeda-beda. siswa berada. Namun.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. Ketika Indonesia danmisalnya. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. pada kurun waktu 1960-an sampai 1968.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). content perekat. DenganContent demikian. seluruh propinsi dan seluruh bangsa. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. formal ini bagaimana merupakan content perekat. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. Kurikulum masa ini doktrin Kedua. Dengan demikian. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. pemersatu akan memperkuat Namun. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini. 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 . bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. Keempat. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. baik PKn SD/MI. kemiskinan. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. separatisme. pernah dilakukan penyesuaian content. korupsi yang merajalela. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. SMP/MTs. kebodohan. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. Pertama. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi.Ketiga. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Dalam hal ini. maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Kedua. Dari aspek content. Sedangkan untuk SMA/MA. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu.

Sumpah Pemuda. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Dengan kata lain. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah pusat. 1. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintahan daerah dan otonomi. Hukum dan peradilan internasional 3. Instrumen nasional dan internasional HAM. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Budaya politik. Menghargai keputusan bersama. terkait masalah konflik antaretnis. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Persamaan kedudukan warga negara 5. Harga diri sebagai warga masyarakat. Tata tertib di sekolah. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kekuasan dan Politik. Kebebasan berorganisasi. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Cinta lingkungan. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Demokrasi dan sistem politik.dikomunikasikan kepada peserta didik. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. penghormatan dan perlindungan HAM 4. misalnya. Pemajuan. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Sistem pemerintahan. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Partisipasi dalam pembelaan negara. Norma yang berlaku di masyarakat. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Sistim hukum dan peradilan nasional. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Norma. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Peraturan-peraturan daerah. logis. hukum dan peraturan. dan layak. Prestasi diri . Namun.

Hubungan internasional dan organisasi internasional. Dampak globalisasi. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. yakni: 1. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Dengan demikian. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. tanpa memeras dan menguras tenaga. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. Dengan kata lain. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. berbangsa. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. dan Mengevaluasi globalisasi. rasional. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. mengamati. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. dan demikian juga sebaliknya. dan bernegara. Selanjutnya. serta anti-korupsi 3. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2.8. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. Dengan menyimak paparan di atas. Namun. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. Berpikir secara kritis. Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006.

Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. dan (2) tingkat kemampuan berpikir. menilai keadaan. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. keterampilan dan kebiasaan. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. Oleh karena itu. membina kebiasaan. menurut sejumlah hasil riset. Kemampuan berpikir. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956). Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. yang terbuka dan tanggap. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan.

Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. Konvensional 2. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Orientasi instrumental. Memelihara ketertiban sosial. persamaan hak asasi manusia. Orientasi legalistik kontrak soaial. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Secara lebih rinci. menghormati kekuasaan. 3. Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. Orientasi hukuman dan kepatuhan. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. hukum. 4. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. 6. ajeg. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. Orientasi keserasian antar personal. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. dan universal. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan kekuasaan yang berlaku. tujuan.

Membiasakan hidup bergotong royong 2. saling berbagi dan tolong menolong 1.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3. dan suku bangsa 1. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 . Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I.2 Melaksanakan hidup rukun.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4. agama.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.

1 Mengenal makna satu nusa. kota. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3. Menampilkan sikap demokratis 4.2.2 Memberi contoh bentuk harga diri. dan provinsi Kompetensi Dasar 1. keramahtamahan 4.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4.1 Mengenal nilai kejujuran. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. kedisiplinan. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1. satu bangsa dan satu bahasa 1. kekayaan alam.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. seperti menghargai diri sendiri.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III. disiplin. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3. Memahami sistem pemerintahan kabupaten.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Memiliki harga diri sebagai individu 4. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. seperti kebhinekaan. kota.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.3.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. dan provinsi 2. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.2 Melaksanakan perilaku jujur. kota.

2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4. seperti pajak.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. anti korupsi. seperti MPR. MK dan BPK dll. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 . lalu lintas. larangan merokok Kelas V. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. seperti Presiden.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. DPR. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. 3.Kelas IV.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V. Memahami kebebasan berorganisasi 4. Presiden. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Wakil Presiden dan para Menteri 4.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. MA.

82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Semester 2 Stándar Kompetensi 3. kegiatan pembelajaran.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. pengertian kerjasama antarbangsa b. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a. d.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. c. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.Kelas VI. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif. Pengertian Politik luar negeri b. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3. Kompetensi Dasar 3. Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. Peran Indonesia di Asia Tenggara a.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Negara-negara Asia Tenggara c.

Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. dan dalam kehidupan di sekolah. dan bahkan spiritual. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. Sebagai latihan. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. kelompok permainan. dan lingkungan masyarakat sekitar. sosial. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). emosional. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. lingkungan madrasah. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). yakni kecerdasan dalam intelektual. Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. baik dalam lingkungan keluarga.

meliputi: Nusantara Indonesia. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. berpartisipasi. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Secara konseptual. menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. jatidiri sebagai bangsa Indonesia.masalah. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. Secara ontologis. kekayaan Indonesia. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya. bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. yakni curriculum content dan student behavior. Secara filosofis. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. meliputi keterampilan berpikir. Dalam hal ini. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). manusia sebagai pribadi. Secara praksis. berkomunikasi.

wilayah C. Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 . peran dan fungsi C. A.. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik.. tanggung jawab B. kecuali: A. demokrasi konstitusional D. Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D. A... hak dan kewajiban D. perilaku warga negara C. Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . demokrasi terpimpin C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. khususnya konsep.. khususnya tentang . demokrasi politik B. Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. perilaku pemerintah D. rakyat 3.. kesejahteraan 4. Indonesia menganut demokrasi konstitusionil. Pembukaan UUD 1945 B. 1.. Objek atau bidang telaah PKn adalah . negara B.. demokrasi liberal 2.. pengakua 5. rakyat B. PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara.. Batang Tubuh UUD 1945 C. pemerintah D. A. A..

historis B.. sekolah D. organisasi kemasyarakatan 8. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah .. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .22/2006. berpikir secara kritis B. A.. emosional 7. Tahun 1968 B. Demokrasi D. Tahun 1994 D. berkembang secara positif D. Tahun 1975 C.. psikologis D.. Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . sosiologis C.. Hak asasi manusia 10.. A. A. Persatuan dan kesatuan B. Tahun 2006 9. Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. Globalisasi C. kecuali: A. masyarakat B. pemerintah C.6. Misi ini merupakan ontologi PKn secara ... berpartisipasi secara aktif C.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

demokrasi politik 2. C sekolah 8. C. B. C Demokrasi 10. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A ekspositori 6. A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. B perilaku warga negara 3. formal content 5. informal content 4. C Fraenkel 10. A. B Tahun 1975 9. D emosional 7. D pengakuan 5. B fakta 7. B Batang Tubuh UUD 1945 6. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. C. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. A. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A. D fakta 8. hak dan kewajiban 4.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada modul mata kuliah yang lain. strategi. Sementara di pihak lain. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . metode. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. zaman terus berkembang. Baiklah. dan teknik untuk pembelajaran PKn.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Desain pembelajaran PKn 2. Terapkan prinsip. Lebih jauh lagi. mempertimbangkan. memilih. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. 5. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. 4. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Oleh karena itu. Agar semua harapan di atas dapat terwujud.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. konsep. 3. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik.

Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Oleh karena itu. akan dibahas tentang pengertian. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. Pada kegiatan belajar ini. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Pada kegiatan belajar ini. Artinya. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. tujuan. Memang. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 .1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini.

Pada kegiatan belajar berikut ini. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Dalam pembahasan berikut ini. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. Artinya. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. sikap dan kemampuan guru. faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. iklim sekolah.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. Dengan demikian. selama proses mengembangkan kurikulum. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran.

apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. Gedung Kejaksaan RI. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. sbb. Gedung Kedutaan.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. pengetahuan. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. pengalaman. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. keterampilan mengajar. dan sebagainya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . sikap. jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn.

anggapan dan nilai masyarakat. tuntutan dunia kerja. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. mengemas. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. Dengan kata lain. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). perubahan dalam struktur ekonomi. meramu. dan sebagainya. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). perubahan fungsi keluarga.kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. perubahan teknologi dan informasi. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. Dua faktor ini saling mengisi. Apabila kita perhatikan. seperti harapan orang tua siswa. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. perubahan hubungan antara orang tua dan anak. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. pemerataan. efisiensi dan efektifitas. sumber dan evaluasi. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. disiplin siswa di sekolah. tingkat otonomi sekolah. yakni relevansi. media. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. Harapan dunia kerja. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. Misalnya. antara lain standar kompetensi lulusan. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . ujian nasional. pengalaman kerja. dan keterlibatan masyarakat di sekolah. sikap dan sebagainya. pekerjaan rumah. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. antara lain: Sebagai latihan.

Dengan demikian. buku-buku profesional. dan pusat penataran guru.akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. Pemerintah Daerah. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Sedangkan. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Di Indonesia. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. universitas. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. konsultan kurikulum. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. peragaan dan alat peraga. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. Umumnya. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. dan masyarakat. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Misalnya.

apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. dan keterampilan/perilaku. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. dan pengalaman. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. misalnya kepribadian. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. jenjang dan kelasnya. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. rasa percaya diri. motivasi. seperti keterampilan motoriknya. kecakapan. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. bakat khusus. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. baik eksternal maupun internal. Sifat. Untuk mengenal perbedaan siswa. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya.Faktor internal pertama: Siswa. 6) Karakteristik personal. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. Dari semua faktor. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. perkembangan moral. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . karakter. berapa usianya. afektif. nilai dan sikap. tingkat perkembangan kognitif. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. aspirasi. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. misalnya kesiapan belajar. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa.

Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. 2) Ketertarikan guru. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. misalnya oleh siswa. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. Faktor internal kedua: Guru. Dalam penggunaan metode mengajar. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. 5) Gaya mengajar. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. misalnya. Dengan demikian. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. 6) Evaluasi diri guru sendiri. 3) Harapan guru. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire.

guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru.7) Peran guru. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . Oleh karena itu. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). Namun demikian. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Dalam forum MGMP. Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. atmosfir. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. Untuk mengatasi hal ini. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi.

Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. ketersediaan pusat sumber belajar. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. penghasilan setiap daerah. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. Dengan adanya temuan ini. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. kualitas perpustakaan beserta stafnya. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. jenis dan jumlah bahan pelajaran. kekayaan budaya. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. dll. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. alokasi dana untuk bahan pelajaran. seperti tinggirendah tanah. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. Misalnya. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

narasumber. adanya variasi kegiatan klasikal. 6. 3. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. 4. keteladanan. 5. 5.pembiasaan. 1. transformasi pengalaman. meliputi: (1) model berbagi informasi. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. 3. 2. (2) model belajar melalui pengalaman. dan (3) model pemecahan masalah. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. kelompok. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. 7. 4. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). Menurut Suparman (1997). Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. percontohan. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. demokratis. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). 2. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP.

model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. Oleh karena itu. mempersiapkan siswa untuk belajar. untuk mencapai tujuan yang maksimal. memberi umpan. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . pentingnya pelajaran. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. informasi latar belakang pelajaran. atau menyajikan informasi tahap demi tahap. Meskipun demikian.

dan memiliki kebebasan berpendapat. logistik yg dibutuhkan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Oleh karena itu. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. dan berbagi tugas dengan teman. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. demokratis.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. model. Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey. Pada hakikatnya.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 . model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Namun. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. misalnya. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi. Stándar Kompetensi 3. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. sebagai berikut. Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn.

q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan. kebijakan. III. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. demonstrasi. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. kelompok kepentingan.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. dll. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. tujuan.: I. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. dll. berargumen. fungsi. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. voting. institusi. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik. IV. menulis surat kepada pejabat.

Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. status sosial ekonomi (pendapatan. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . dan lingkungan siswa setempat. yakni: I. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. sejarah. nasionalitas. pekerjaan). Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. Memecahkan masalah Kelima.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. Oleh karena itu. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. perhatikanlah contoh berikut ini. Merumuskan tujuan Kedua. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. etnis. Karakteristik sosial. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. karakteristik. agama. sebagai berikut: Pertama.

Sikap bertanggung jawab. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. kamu biasanya bertanggung jawab. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. Kedua. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab. Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Merumuskan tujuan. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama.

Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. Setiap seminggu sekali.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. hukum. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. 2. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Sebagai contoh. Usman. Keempat. 1. dan prinsip-prinsip moral. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. kebiasaan. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang.

Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. mungkin anda mendapat nilai yang baik. Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).Susi untuk membersihkan lantai. Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. membuang sampah. dan pergi ke pasar. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Kelima. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. khususnya tetangganya memerlukan taman. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 3. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman.

........... maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas..............…………………………… ... Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab....................... .................... Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda........... Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 ..................... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab. Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya... Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya.................... bacalah cerita Piknik Keluarga...... anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik. teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya..... Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini. apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab..... Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu.......................... . Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari...………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab... yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab................................................... Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri........................ 1... Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama.....• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í ......... seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda................ Manakala hal ini terjadi....................... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu.......................... Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah... kita mungkin menerima hukuman... atau bagaimana orang lain memikirkan kita...................

Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Mereka membereskan peralatan. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. bermain. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik.2. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. Saudara laki-laki Tati. joging. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. gelas. sindok untuk seluruh keluarga. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. Setelah makan. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. 3. Apakah sumber tanggung jawab? 5. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. 4. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. pisau. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Siapa yang bertanggung jawab? 2. 5. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. 6. Apakah tanggung jawabnya? 3. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Bagaimana menurut pendapat anda. Baiklah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. 4. Pecahkan masalah berikut. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab. 1. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. Rumuskan tujuan 3. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. sebagai latihan. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain.

kelompok. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. keteladanan. manajer kelas yang demokratis. sikap. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. ekonomi dan budaya peserta didik. (2) model belajar melalui pengalaman. dan (3) model pemecahan masalah. narasumber. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. (5) suasana kelas yang fleksibel. dan perorangan. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. Untuk mengubah kemampuan itu. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . adalah: (1) Merumuskan tujuan. (4) Memecahkan masalah. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. demokratis. meliputi: (1) model berbagi informasi. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. seperti melalui pembiasaan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. percontohan. maupun keterampilan. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. transformasi pengalaman.

model bermain sambil belajar 5.. menerapkan pola komunikasi banyak arah D. kecuali: A. A. A. perilaku D... model pemecahan masalah D. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B.. adanya variasi kegiatan klasikal. kognitif B.. kelompok. manajer kelas yang demokratis 4. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . model belajar melalui pengalaman C. kegiatan kelompok C.. A. kecuali: A. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . Bentuk pembelajarannya berupa . Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut.. model belajar melalui pengalaman C. dan perorangan 3. guru berperan sebagai fasilitator. model berbagi informasi B. model pemecahan masalah D. kegiatan perorangan D.. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. afektif C. kegiatan klasikal B.. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . 1.. narasumber. model berbagi informasi B. menggunakan satu metode secara berulang C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.... yang mencakup tiga domain. yakni mencakup. kepribadian 2.

. Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah . model bermain sambil belajar 7.... A. Berpikir kritis B. A. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Membimbing kelompok bekerja dan belajar C. Memberikan penghargaan 9. model belajar melalui pengalaman C. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Berpikir kreatif C. model berbagi informasi B.. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B. C. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah . 10.. Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai .. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B.. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8.6. Membimbing pelatihan D.. A... model pemecahan masalah D... B. Evaluasi D. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C... Mengorganisasikan siswa untuk belajar.. Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . Berpikir induktif D. Orientasi siswa pada masalah. A. D. A.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % .

A model berbagi informasi 7. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B model belajar melalui pengalaman 6. A 6. C 9. B Orientasi siswa pada masalah. D adanya variasi kegiatan klasikal. C 8. A 4. C model pemecahan masalah 5. kelompok. B 2.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B menggunakan satu metode secara berulang 4. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. dan perorangan 3. D kepribadian 2. B 7. D 3. 10. D Memberikan penghargaan 9. B 10. D 5.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. menilai kualitas penyajiannya. Selain itu. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. Oleh karena itu. wawancara. dan menilai data. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. 5. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. pemungutan suara. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. wawancara. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. berkompromi.menjelaskan masalah serta solusinya. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. wawancara. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan. berpikir kritis. Sebagai pendekatan pembelajaran. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. dan survey Pemungutan suara. Sebagai strategi pembelajaran. wawancara. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. Pendekatan pemungutan suara. 6. mengumpulkan informasi.

pengacara. 7. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. berpikir kritis. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. panitera bahkan terdakwa. Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. 9. atau interaksi di lingkungan birokrasi. hukum. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. politik. tetangga. rapat komisi. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pengambilan keputusan. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. ekonomi. proses dengar pendapat. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. Oleh karena itu. hakim.hidup. dan sistem kehidupan internasional. dan anggota masyarakat lain. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. Misalnya. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. 8. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya.

kondisi sekolah. Perhatikan karakteristik siswa. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. dan peran guru sangat dominan. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. bersifat satu arah. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). lingkungan belajar. para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. dan ditulis secara jelas. Secara umum. Sebaliknya. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. Oleh karena itu. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. sarana. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. membangun opini. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). 1. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. lingkungan sekolah. para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. prasarana. demonstrasi. dan kemampuan guru. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. Sebagai latihan. ceramah (lecture). Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . dikembangkan secara logis. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. Selanjutnya.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian.

Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . kosa kata. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Dalam pembelajaran PKn. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. 2. curah pendapat (brainstorming). a. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. pemecahan masalah. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. wawancara. Secara umum. diskusi. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. bermain peran (role playing). dan peran siswa lebih dominan. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. jigsaw. bersifat dua arah. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. dan konferensi. Oleh karena itu. Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. kelompok tutorial.

jika peran yang dimainkan adalah polisi. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. dan kemampuan berorasi. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. menyadari. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. dan peka terhadap masalah sosial. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. Misalnya. c. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. b. 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. Artinya. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis. Oleh karena itu. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . yakni membantu siswa untuk merasakan.

studi kasus. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa. diskusi reflektif. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. inkuri. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. 3. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. Dalam kegiatan curah pendapat. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. 2) menunda pemberian kritik. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Kemudian. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. Dalam menerapkan metode curah pendapat. Mungkin pada awalnya. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. Selanjutnya. Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah.

Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. dan lingkungan belajar. dan pemetaan konsep. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. mengembangkan. mengembangkan pertanyaan. bidang studi. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. Secara aktif. b. a. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Secara umum. Di kelas. dan peran siswa lebih dominan. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. dan menguji hipotesis. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . siswa terlibat dalam proses belajar. bersifat dua arah.pembentukan konsep. sumber belajar. Sebagai metode pembelajaran. membantu merencanakan strategi masa depan. mengungkapkan. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. dan. Karena semua gagasan awalnya diterima.

1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. topik. c. berpikir deduktif. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. . 39. data. Contoh peta konsep sebagai berikut. dan berpikir induktif. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. Dalam melatih berpikir divergen. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. konsep.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. bahan dan masalah. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan.

Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. simulasi. • Pilihan untuk memecahkan masalah. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. atau kegiatan tertentu. bermain peran. bersifat interaksi multi arah. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. Sebagai metode pembelajaran. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. dan peran siswa lebih dominan. Misalnya. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. simulasi mengatasi kebakaran. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. dan sebagainya. profesi. survey. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa. yakni simulasi. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. percobaan. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu.4. permainan. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. Oleh karena itu. Secara umum. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. simulasi mengajar. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. • Melihat pengetahuan terdahulu. pengamatan lapangan. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama.

Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. yakni keterampilan bertanya. tema apa yang dipilih. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. c. pemodelan. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. Ada sejumlah teknik bertanya. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. b.a. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. apakah keterampilan intelektual. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. contoh. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. dan sebagainya. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. b. Sasaran. menjelaskan. afektif. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. memberi penguatan. aturan main. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. Apa target keterampilan simulasi. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. Namun.

dan unsur-unsur pembelajaran. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. Dalam konteks pembelajaran. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. antusias. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru.c. Dalam konteks pembelajaran. pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. Dalam kelompok kecil inilah. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. d. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Misalnya. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. maka ketika guru bertanya. Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. dan bersemangat untuk bersimulasi. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). objek. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). kemudian bila tidak ada yang menjawab. Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar.

(6) Pendekatan pemungutan suara. (4) Pendekatan (Cooperative Learning). Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). Namun. menjelaskan. yakni keterampilan bertanya. (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. (5) Pendekatan Debat (debates). Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). (3) pembelajaran tidak langsung. (4) pembelajaran melalui pengalaman. interviews. memberi penguatan. (2) pembelajaran interaktif. dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials).materials). dan survey (polls. ialah (1) pembelajaran langsung. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. wawancara. dan surveys).

curah pendapat (brainstorming) C. ceramah (lecture). a way of achieving target C. A. strategi diartikan sebagai . 3.. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 . bermain peran (role playing) B... C. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. metode diartikan sebagai .. curah pendapat (brainstorming) C. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). Dalam konteks pembelajaran. a way of viewing B. a way of tackling D..Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. tinjauan terstruktur (structured overview). simulasi (simulation) D.. Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung. a way of handling D. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. a way of tackling 2. A. bermain peran (role playing) B. kecuali: A. kecuali: A.. Dalam konteks pembelajaran. a way of viewing B. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut . demonstrasi (demonstration) 5. B. a way of achieving target C. 1. a way of handling 4. A. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif.

. guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B.. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah .. A.. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. kecuali: A. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan .. A. studi kasus C. memberi penguatan C. bertanya B. ceramah D. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung. pemetaan konsep 8.. melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C.. pemecahan masalah B. mengajar kelompk kecil 10.. guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B. guru membagi peran untuk tiap siswa D. kecuali: A. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk . berlatih memerankan tokoh tertentu D.6. mengadakan tanya jawab C. A.. menjelaskan D. Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9... membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B.. melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah ..

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.100 % = baik sekali 80 % .

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). keterampilan. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. Apabila dikaji. Secara singkat. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). Pada kegiatan belajar ini. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. Namun. akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. Apakah Anda masih ingat. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan.2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati.

maupun pemberi keputusan (decision maker).pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. serta kebutuhan dan karakteristik siswa. dan tidak paksaan. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. pengelola (manager). • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. adil. afektif. fasilitator. perasaan/emosional. pengarah (director of learning). patriotis. Oleh karena itu. sikap. yakni suasana penuh kekeluargaan. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. rewarder. Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. Untuk mencapai tujuan PKn ini. hangat. Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. dan unsur afektif lainnya. berpikir kritis. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. dan evaluatif. tidak ada tindakan yang menekan siswa. analitis. terbuka. persabahatan. memahami. menegakkan kebenaran dan keadilan. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. sintesis. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. dan psikomotorik. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . nilai. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. konteks kehidupan masyarakat. perjuangan. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. penilai (evaluator). yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik.

untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Baiklah. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). 1978). maupun aspek afektif dan psikomotor. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. yakni nilai estetika dan nilai etika. • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. berbangsa dan bernegara. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. Dalam rumusan tujuan lain. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). terampil. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. sebagaimana dikemukakan Branson (1999). Artinya. yakni menjadi siswa yang cerdas. pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan.

dalam PKn dikenal pula model Permainan. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. meliputi (1) metode percontohan. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. dan (7) teknik inkuiri nilai. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. hadir tepat waktu. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. (e) daftar penilaian diri. (g) perisai kepribadian diri. Misalnya. terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. (2) Analisis nilai. (4) VCT dengan kartu keyakinan. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. berpakaian rapi dan bersih. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai.bagaimana seseorang harus berperilaku. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). (c) daftar skala prioritas. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. Nilai etika terkait dengan masalah moral. Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. (5) VCT melalui teknik wawancara. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. (d) daftar gejala kontinum. Selain itu. antara lain metode bermain peran (role playing). (6) teknik yurisprudensi. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. (b) Daftar tingkat urutan. (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. Oleh karena itu. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). Oleh karena itu.

moral. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. dan kasus. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. ekspositori. keyakinan. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. kerukunan. Dalam pelaksanaannya. Singkatnya. meniadakan. melibatkan. dna sebagainya. seperti nilai toleransi. menarik perhatian. seperti ceramah. kemerdekaan. Kedua. dilematis. mampu menangkal. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. Keenam. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. cerita. dan tanya jawab nilai. umumnya bersifat abstrak. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. Ketiga. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. Ketujuh. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. kontroversial. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. mampu mengundang. Oleh karena itu. Terlebih konsep nilai.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. tetapi divariasikan dengan metode lain. dapat merangsang imajinasi siswa. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. dan ekstrim. sikap dan perilaku siswa. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. Kelima. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. foto atau cerita. 1. Keempat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa.

Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . anak durhaka. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. tabrak lari. b. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Lontarkan cerita game ini. Langkah Pembelajaran a. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. main hakim sendiri. foto. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. Namun. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. seperti perbuatan korupsi. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. dan sebagainya. film. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. gambar. dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri.

kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. kelompok maupun klasikal. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. 3) Ibu Hadijah. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. Keadaan beliau sangat gawat. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. Kedua. 5) Pak Priyatna. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. 2) Pak Tobing. 6) Ibu Ina. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. Dia pingsan. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. Ketiga. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. 8) Halimah. 7) Ibu Jamilah. Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. 2. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. baik secara individual.

tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Fase pembahasan/pembuktian argumen. Adi mendengar ucapan ibunya. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya.. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. Menurut dokter. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b.. Adi menghadapi dilema. • Suatu hari. Adi mau mencari obat sekarang”. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir.Keempat. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Adi pergi untuk mencari obat. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. Nak. Fase penyimpulan. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. kelompok. seorang anak. c. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. dan klasikal). a. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Kelima. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Keenam. Setiap hari.

seperti cerita. c. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. b. tolong-menolong dengan sesama teman. menengok yang sakit. guntingan berita Koran. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Ketiga. saling memaafkan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . gambar. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. a. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. seperti hormat menghormati. a. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Keempat. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Kedua. film dan sebagainya. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. dan sebagainya. Pada saat siswa memberikan jawaban. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. Persiapan Pertama. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. seperti ceramah dan tanya jawab. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. mengunjungi orang tua. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. d.

Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. a. Kelima. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. Misalnya.Kelima. baik secara individual. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. kelompok. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Kedua. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru bertanya seperti. Pertama. kelompok maupun klasikal. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Keempat. fase pembahasan/pembuktian argumen. a. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. dan klasikal). Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. b. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut.

Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. Anda kaji kembali buku Karya Prof. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. reinforcement. hangat-ramah. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. Selain itu. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. Drs. Sedangkan untuk evaluasi.Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. antara lain keterampilan bertanya. Kemudian. A. nilai. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. Anda harus bersikap demokratis. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. Selamat mencoba. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . variasi stimulus dan menjelaskan. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Kemudian. fase penyimpulan. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. Selain itu. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. dan VCT. Ketujuh. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Sebagai media pembelajaran.

mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. melibatkan. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. waktu yang tersedia. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. situasi dan lingkungan belajar siswa.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertama. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. Ketiga. meniadakan. maupun aspek afektif dan psikomotor. Keenam. Keempat. Kedua. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. mampu mengundang. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. Ketujuh. dan kebutuhan siswa itu sendiri. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. mampu menangkal. Kelima.

perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn …. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C.. mengemban misi membina nilai. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D. yaitu daftar .… A. skala prioritas D. A. moral. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B. A. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar .. tingkat urutan C. membelajarkan PKn B.. sikap. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn.. yang tidak termasuk VCT Daftar. yaitu …. meningkatkan penalaran siswa D. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna . guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B. learning to be D. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 ... analisis nilai/kasus B. learning to know B. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C. A. learning to do C. A.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

kecuali: A. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. yaitu tes . civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .… A. bertanya B. memberi penguatan D.… A. A. A. menjelaskan C. variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). lisan B. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan …. uraian C. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C.. civic skill C.6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT. memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D.. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B. objektif D... civic education D.. civic knowledge B. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B. media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D.. kecuali . memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan . pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah .

Kemudian. Bagus! Jika masih di bawah 80%. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% .100% 80% . gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . Hitunglah jawaban yang benar. terutama bagian yang belum dikuasai.79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.89% 70% .Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2.

2. 10. C ceramah 8. 9. D Belajar melaksanakan PKn. C simulasi (simulation) 3. 5. C Civic education. 7. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1. D demonstrasi (demonstration) 5. 4. D PKn punya misi membina nilai. D a way of handling 4. C Keterampilan memberi penguatan. perilaku dan kecerdasan siswa. sikap. D Tes pengamatan. 8. 3. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. B curah pendapat (brainstorming) 6. A Membelajarkan PKn. moral. B a way of achieving target 2. 6. A bertanya 10. A Daftar analisis nilai/kasus. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. C Learning to be. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. Oleh karena itu. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). 2. mengembangkan. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. Dapat memilih. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. jadi belum dapat berpikir abstrak. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. Masih ingatkah anda. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. rasional. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. belum mampu berpikir secara parsial.

Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Dengan kata lain. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. konsep. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Implikasi lebih lanjut. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. 5. 2. 3. Dengan demikian. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. Terapkan prinsip. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. apa. Lebih jauh lagi. 4.

concrete operational period (7. mempengaruhi.0 or 15. guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. fase kedua.11 or 12. dan fase keempat. preoperational period (2. Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964. Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan.0 . dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 . sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase.7.14.0 or 12. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah.0 . Dengam media pembelajaran. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat. sensorimotor period (0.0). Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran.0 . yakni: fase pertama. fase ketiga.0). Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan.2. Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya.0 . formal operational period (11.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting.0).0). Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran.

Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. perasaan. metode. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). materi. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. tersalurkan secara efektif dan efisien. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. kepada komunikan diperlukan saluran (media). media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. materi. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. perasaan. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. metode. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya.untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. termasuk teknologi perangkat kerasnya. untuk proses penyaluran informasi. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. media. perasaan.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. yang berarti perantara atau pengantar. yang berarti perantara atau pengantar. dan evaluasi. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. dan evaluasi. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. media. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. Dengan kata lain. Dengan kata lain. komunikan.

1986:96). salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 . Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. Dengan demikian. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. mencecap. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. generalisasi. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. 1996). meraba serta menggunakan alat dria lainnya. Dalam pembelajaran PKn.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. dengan melihat. Menurutnya. dan kemauan siswa untuk belajar. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. mendengar. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik.

perhatian dan kemauan siswa. a. e. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. metode yang akan digunakan. 1979:76) berikut ini. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. Untuk itu.pembelajaran di sekolah. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. perasaan. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. Media hendaknya dipilih secara obyektif. Sebaliknya. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. d. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan. b. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. serta kemampuan guru/sekolah. dan keadaan/ kebutuhan siswa. c. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b.

2002. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. Dilihat dari sumber pengadaannya.01: 38). Ditjen Dikdasmen.g. Depdiknas. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. video recorder. Dalam kaitan ini. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. flannel/magnetic board. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran. Modul PKN C. Oleh karena itu. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. media televisi. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Persoalan kita sekarang. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya. gambar. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. kliping. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki.SLTP. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. film. tape recorder. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . Flif Chart.

siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. 7) gambar hidup. gambar mati. Burton. Para ahli (Edgar Dale. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. Artinya. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). 3) dramatisasi.d. Oleh karena itu. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori.d. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan. 2) pengalaman yang diatur. 6) pameran. 5). 8). dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). dan 10) lambang verbal. guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. materi pelajaran. Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. radio. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s. 5) karyawisata. 8) rekaman. Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. 9)lambang visual. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. 4) demonstrasi.

media telah direncanakan. Sedangkan dalam pengerttian luas. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). dsb).tak 1989) membagi media indeks. Burton (dalam Nasution. Dalam pengertian sempit. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . diagram. diagram. pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. Sedangkan dalam pengerttian luas.Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. grafik. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. photo. diagram. rumus dan dan mendengarkan uraian). rumus dan indeks. grafik. dan chart buatan guru. Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. Burton (dalam Nasution. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). peristiwa dipentaskan). lukisan (menggunakan peta. untuk Dalam pengertian sempit. dsb).

Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. Barang cetakan seperti buku. dapat dilihat (visual).presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. sikap dan perilaku seperti simulasi. keretampilan memilih. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. film. peta. dan lain-lain. seperti model-model. media grafis. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. Jika dilihat dari indera (sensory channels). meraba. melihat. dan sebagainya d. bermain peran. surat kabar. Gerak. misalnya kliping. flannel. yakni dengan mendengar. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. atau gambar. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. memanipulasi. tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. jurnal. Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. seperti bagan. atau TV‑ video. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. menggunakan. dan brosur. 1996). dan dapat disentuh (touch). majalah. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. Hal-hal yang bersifat materil. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. matrik. kamera video. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. gambar. a. flip chart. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). Hal-hal yang bersifat visual. data dan lain-lain b. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. benda contoh dan lain-lain e. menjalankan proyektor slide. dapat didengar dan dilihat (audio visual). atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. g. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. f. Jika minim atau bahkan tidak tersedia. video.

Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. peta dan globe § media visual yang bergerak. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. atau pada papan peraga yang disediakan. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. fotocopy. misalnya grafik. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. mikrofis.1. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. buku referensi dan hasil cetakan lain. misalnya film bingkai/slides. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. diagram. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. mengembangkan imajinasi anak. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. di ruang perpustakaan sekolah. poster. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. majalah. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. atau filing kabinet yang mudah dicari. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. misalnya film bisu a. misalnya foto. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. transparansi. buku. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. gambar ilustrasi. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. slide. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . fotografi. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. overhead projector - media grafis atau carta. kliping - media proyeksi diam. film rangkai/film strip. atau pun gambar sket. surat kabar. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. gambar kartun. dan mengembangkan kreativitas siswa. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. sketsa. dan diberi bingkai agar tidak kusut. ensiklopedia. bagan. gambar.

foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. Bagi siswa SMP/SMA. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. Semuanya memberikan arti ide. menjelaskan ide. film strip. Bagi siswa SMP/SMA. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Slide. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Contoh Papan Peraga Gambar b. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. atau pada papan peraga yang disediakan. di ruang perpustakaan sekolah. hidup.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat. arti hidup. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat.

Oleh karena itu. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . Penayangan slide. mulai dari persiapan. chart. d. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. dengan sedikit kepandaian memotret. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. jumlah. hierakhi. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya.c. misalnya kronologis. film strip. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. Media Diagram. Slide. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. seperti halnya penayangan film gerak. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. penjelasan pendahuluan. film strip. proses penayangan. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. dan akhir dari penayangan. semacam periodisasi yang sederhana.

e. grafikGambar. batang/bar.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. prosedur. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . grafik grafik dan grafik garis. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. Dengan demikian. yang dsb. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. data. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. sebab meskipun sederhana. sebagaimana film bingkai dan film strip. gambar orang. Saat ini. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU. data. grafik Gambar. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. Saat ini. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. grafik garis. sebab meskipun sederhana. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . gambar orang. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. sebagaimana film bingkai dan film strip. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . proses. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. dsb. demikian. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. dan lingkaran. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. Proyektor yang memerlukan proyektor. 2004. batang. Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. batang. proses pemilihan umum angka. lingkaran. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa.

Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 .Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan.

batang dan bahan lain yang memungkinkan. Jika dicetak langsung dalam komputer. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. dan sebagainya. lugas. Poster yang baik biasanya berwarna. kaya dengan variasi. katalog. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. tanggapan dan pernyataan dari siswa. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. f. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. menyajikan ide tunggal. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. maraknya korupsi. surat kabar. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. kain. Poster dibuat di atas kertas. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. kalender. kecepatan daya serap siswa.5 X 11 inci ). Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan. ajakan memilih calon partai politik tertentu. buku. pemilu pasca reformasi. tulisan jelas. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. iklan dan poster disebut dengan kliping. Tetapi jika akan dicopy. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. dan sebagainya. g. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. h.

tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. Oleh karena itu. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. dan sebagainya. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian.tertentu. tidak rinci. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. gambar. tukang becak. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. 2. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). i. mempengaruhi sikap serta perilaku. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. tokoh LSM. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. Dalam penggunaannya. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . non verbal atau kombinasi keduanya. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. ketidaksetujuan. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal.

Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. Tape Recorder.Termasuk di dalam media ini adalah radio. b. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. pita audio. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung. yaitu meningkatkan komunikasi audio. a. Pita Suara. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. tape recorder. jnamanama partai politik peserta pemilu. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam. piringan hitam. dan telepon. rekaman kegiatan. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. Pita suara (kaset audio. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. nama-nama menteri yang baru dilantik. dsb.

Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. gambar dan suara. film rangkai dan suara. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. keadaan yang ada di dalam masyarakat. dan film rangkai yang disertai dengan suara. Ditinjau dari sifatnya. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. televisi. orang. b. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. CD. film rangkai dan suara. dan jaringan TV luar negeri. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar.3. lembaga. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. Seperti halnya film dan televisi. a. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. misalnya: slide. dan kurang praktis. slide dan suara. TV swasta. peristiwa. Seperti halnya dengan film. yaitu: TVRI. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. Selain media di atas. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . media audio-visual dibedakan menjadi dua. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. peralatannya cukup mahal. c. televisi adalah kombinasi visual dan audio.

Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. perkemahan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. misalnya. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. pedagang. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ras. masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan). atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. ketua RT/ RW. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. pengarang. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). orang. Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. sejarawan dan sebagainya. ilmu politik).ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. agama. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). wartawan. adat-istiadat setempat (anthropologi). 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. studi wisata.

Kedua. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. c) Nara sumber tidak perlu melawak. Baiklah. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. norma yaitu pertama. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. selamat mencoba. Untuk keperluan tersebut. moral. tidak berat sebelah. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. b) memuat nilai/moral yang dilematis.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. teoritik dan normatif. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian.

1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu.5 menit. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki.

Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. (5) Gerak. dan 10) lambang verbal. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. 5) karyawisata. gambar. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. perasaan. 2) pengalaman yang diatur. matrik. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. 6) pameran. 3) dramatisasi. video. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. 8) rekaman. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. perhatian dan kemauan siswa. perasaan. film. dan brosur. (4) Halhal yang bersifat materil. dan sebagainya. jurnal. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. dan lain-lain. (6) Barang cetakan seperti buku. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. benda contoh dan lain-lain. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. data dan lain-lain.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. seperti model-model. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. flannel. 7) gambar hidup. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. bermain peran. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. surat kabar. yang berarti perantara atau pengantar. 4) demonstrasi. Dengan kata lain. radio. 9) lambang visual. majalah. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. sikap dan perilaku seperti simulasi. flip chart. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. gambar mati. seperti bagan. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa.

A. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C. Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk. A. A.. audio-visual D. penentu keberhasilan belajar PKn 2.. hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah... Menampilkan objek yang mudah diamati mata D.. tingkat usia dan kematangan siswa C. Sebelum memilih media pembelajaran.. memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. audio C.. 1.. Membawa objek yang terlalu besar 3. kecuali: A.. mendorong motivasi belajar B. tujuan instruksional yang ingin dicapai B. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. visual B. Memvisualkan yang abstrak B. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . kecuali: A.. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4.. Membawa objek yang sukar didapat C. kemampuan baca siswa D.

....6. Penggunaannya praktis 9. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. B.. Biaya produksi relatif murah C... diagram D... Materi tak akan berubah B. kecuali: A. film bingkai/slides fakta B. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D. karyawisata 7. A. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. C. pameran C. dramatisasi B.. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. transparansi 8. D. kecuali: A. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 . demonstrasi D. Contoh media grafis adalah .. kecuali: A.. Kelebihan media Audio antara lain. A. Memerlukan panataan yang khusus C. film rangkai/film strip C. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan. Tidak memerlukan ruang gelap B.. Memerlukan listrik 10. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah.. Kelebihan media transparansi adalah .. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.89 % = baik 70 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .

di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. dari media elektronik seperti siaran TV. radio. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. surat kabar. Dalam PKn. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. A. Oleh karena itu. Oleh karena itu. sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. memahami. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. Dalam pembelajaran PKn. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini. bangsa. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. kontekstual.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . majalah. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket. jurnal. dan negara.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. guru perlu mengenal. film. Di pihak lain. Dalam pembelajaran PKn. bangsa. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar.

dan sebagainya. lingkungan sekitar. Misalnya. museum. Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. Dengan demikian. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. perpustakaan. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. orang. adat. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. nasional. Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. ipoleksosbudhankam. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. dan internasional. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. organisasi. dan lain-lain. surat kabar. daerah. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. (b) kunjungan studi. peristiwa. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. bahan cetakan. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Oleh karena itu. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. keadaan yang ada di dalam masyarakat. alat audiovisual. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. lembaga. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat .

Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. 2. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. wartawan. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu.(c) nara sumber. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. agama. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. pengarang. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. 1. sejarahwan dan sebagainya. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. pedagang. dan perkemahan. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. ras. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. studi wisata. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. ketua RT/ RW. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. adat-istiadat setempat dari anthropologi. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 .

menyajikan media audiovisual. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. • Nara sumber tidak perlu melawak. dan sebagainya. kamus dan penggunaanya. film. bahan-bahan audiovisual. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. bukubuku yang bertema khusus. jika diilustrasikan dengan baik. catatan harian. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. fiksi. mengemukakan konsep baru. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. (2) sumber masyarakat (community). para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. Pada tingkat SD/MI. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. televisi. Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . majalah. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). tidak berat sebelah. majalah (current periodicals). referensi tambahan yang menunjang. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. Demikian pula.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. radio. informasi yang ada di masyarakat. bioskop. perpustakaan. majalah (periodicals). dan publikasi pemerintah. VCD. seperti biografi dan autobiografi. ensiklopedia. dan katalog kartu. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. seperti buku. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. Pertama. ensiklopedi. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. peta dan atlas. seperti membaca buku sumber.

membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. 3. dan memecahkan masalah. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. surat kabar. Padahal. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. 4. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Oleh karena itu. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. dan sebagainya. 3. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . Di dalam perpustakaan. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. kartu katalog. 2. lihat halaman bab. almanak. ensiklopedi. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. Catat halaman dimana topik itu berada. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. atlas. memperoleh pengertian tentang unit studi. Ketika ingin mencari judul bab 4. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. Pada bagian depan 2. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. Pada bagian belakang 2. 4. aturan penggunaan perpustakaan.jawaban atas pertanyaan. kamus. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. Untuk temukan kata kunci dari topik. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. Pertanyaan 1. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. memeriksa kebenaran informasi. indeks. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). dan rujukan lainnya.

surat kabar. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dsb. seperti Tempo. tabloid. buletin yang memuat isu-isu aktual. surat kabar. liflet.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. tabloid. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. kerjakan latihan berikut ini. Pikiran Rakyat. buletin. Merdeka. Dalam hal ini. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A. Gatra. Media Indonesia. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. Banyak majalah mingguan dan bulanan. pamplet. Republika. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. peta. Kompas. Sebagai latihan. Populer. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan.

dan laporan survey masyarakat. Daftar judul buku secara alpabetis. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Punggung buku Kedua. perindustrian. Buku petunjuk telepon 3. Halaman judul buku 9. Katalog kartu 2. Namun. dan ekonomi. pemerintahan. Biografi 4. Perumahan. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. judul. Kehutanan. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. Perdesaan.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. Selain itu. Memberikan makna kata-kata. Indeks 5. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. Sebuah buku map. Pengadilan. Daftar isi 10. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. rekreasi dan permainan. Biro Cuaca. Ditemukan pada bagian belakang buku. Daftar semua buku di perpustakaan. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. dan penerbit buku. Atlas 8. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. hasil wawancara dan pembicara tamu. sejarah. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. Nomor buku 7. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya. Departemen Kesehatan Umum. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. dsb. Kamus 6. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. Membantu anda menemukan buku pada rak. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . Kantor Pos. Balai Kota. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. Kolom B 1. transportasi. budaya. politik. Ibu Kota Negara. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Daftar bab buku. catatan perjalanan lapangan. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Rumah Sakit. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. komunikasi.

kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. Ketiga. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. mengembangkan. Survey masyarakat. Untuk siswa jenjang SD/MI. dan slides. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. filmstrip. (3) rekaman. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. grafik. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. radio. gambar bergerak seperti kartun. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan. dan kantor-kantor pemerintahan daerah.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. atau merangkum suatu unit kajian. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. dan poster. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. Dalam proses perencanaan. (2) peta. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bank. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. Tergantung pada isi pesan. dan televisi. filmstrips. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. perkebunan. station pemadam kebakaran. pusat-pusat kesehatan masyarakat. Misalnya. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa.

lembaga. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. Rekaman. bupati. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. atau jarak tempat. gubernur. Ketika media ini digunakan secara tepat. Oleh karena itu. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. Dalam PKn. Misalnya. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. uang. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. tugas. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. wakil dewan. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. orang. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. dan (c) nara sumber. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. peristiwa. grafik. (b) kunjungan studi. keadaan yang ada di dalam masyarakat. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn.

(2) sumber masyarakat (community). Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. perpustakaan. catatan perjalanan lapangan. radio. hasil wawancara dan pembicara tamu. (3) rekaman. (2) peta. dan poster. Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. grafik. dan slides. dan publikasi pemerintah. dan laporan survey masyarakat. dan televisi. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). majalah (periodicals). filmstrips. memilih. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials).

majalah C. film B. membuat keputusan yang cerdas D. majalah B. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. ensiklopedi C. peta C. daftar tabel 5. indeks D. 1. catatan harian D. kecuali: A.. kamus 3. kecuali: A. kita dapat melihat: A. buku B.. daftar isi C. buku teks 4. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . katalog B. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A. memeriksa kebenaran informasi C. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. artikel internet 2.. mencari jawaban atas pertanyaan B.. surat kabar D. majalah D.

merumuskan generalisasi C. survey B. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengkaji daftar isi 8. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A.. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku. perindustrian D. transportasi C. sejarah 9. Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. melaporkan data secara akurat D. kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. kebudayaan B. untuk memperbaiki ekonomi D. kecuali: A... indeks C. untuk laporan kelas B.6... langsung dipublikasikan kepada umum C. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui . wawancara C. daftar isi B. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. daftar pustaka D. perjalanan lapangan D. bab demi bab 7. kecuali: A.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 .

D. pameran 7. penentu keberhasilan belajar PKn 2. C 9. C. C. C 2. D. D 6. diagram 8. D 4. B. B. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. A. C. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. Memerlukan listrik 10. A. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. D 8. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A 10. C.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 7. Tes Formatif 2 1. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. Tidak memerlukan ruang gelap 9. A 3. audio-visual 6. B 5.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

II. Sedangkan secara khusus. dan III.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dengan mengkaji modul ini. II. II. diharapkan Anda mampu: 1. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. dan III. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. yakni Kelas I. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. II. Secara umum. dan III. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. II. Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I.

konsep. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Terapkan prinsip. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. apa. 2. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 3. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. 4. Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. 5.

Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. V dan VI). sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. sebelum membahas tentang hal tersebut. rumah. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . II dan III). Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. Namun. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara).1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik. Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s.

Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. bermakna. Joni. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. 1994:133).yang terkait pada kehidupannya. Melalui sistem pembelajaran terpadu. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. 1977. – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. otentik. keterampilan. Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. 1996). bermakna. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. Oleh karena itu. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sosio emosional. berkembang secara terpadu. dan sikap (Wolfinger. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. II. dan aktif. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. fisik dan moral anak. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. dan otentik. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. dan III. Selanjutnya. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran.

Dkk. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. 5) demi efisiensi. 2) untuk memahami. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 2004). Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. toleransi. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. mempelajari. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain.

e. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. a. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. b. d. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. c. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. d. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. b. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. f. f. 1983). Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. c. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran.sentral kajian pembelajaran. e. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik.

tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. ® keluarga. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. 1. indikator dengan tema 4. Semester 2: ® pengalaman. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. b. ® lingkungan. kesehatan. c. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. bermakna. Melakukan penyusunan silabus 6. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Melakukan analisis indikator. dan keamanan. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f.1. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. ® kegemaran. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. ® kebersihan. Membuat/memilih tema 2. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 .

Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri.2. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. hasil belajar. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. kompetensi dasar. dan jumlah anggota keluarga 2. dan keterampilan tertentu telah dicapai. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. Mengetahui nama. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2. sikap. kompetensi dasar.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu. Contoh Standar kompetensi. nama orang tua. Kompetensi Dasar. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. alamat.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Melakukan analisis Standar Kompetensi.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah.

Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.Menjelaskan hak anak untuk bermain.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2.3.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 . agama. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2.Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1. dan suku bangsa 2.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung. toko. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.

Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. b. 3. Contoh Format Jaringan Indikator. c. Dengan demikian. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Kertakes. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). Matematika. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. Bahasa Indonesia. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. IPS. IPA dan sebagainya. Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. Matematika. Pendidikan Jasmani).Pada kurikulum 2004. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema.

Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 . Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. Contoh Format Jaringan Indikator. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. silabus 5.Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator.

. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran.Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). karakteristik. Jurnal. § Pengalaman Belajar. Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ... 3 sampai pertemuan ke 6). Kelas/ Semester : ……………. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. afektif dan psikomotor). Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku. Alokasi Waktu : …………( …. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. dan jenis 6. Media yang relevan Bentuk. penilai proses dan hasil.. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. baik yang berupa tes maupun non tes. Sekolah : ……………. termasuk di dalamnya portofolio. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : ……………. Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. 2. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1.

……… (Kertakes) F.I. ……… (PKn) C. . Kompetensi Dasar A... ……… (Pengetahuan Alam) G. ……… (Pengetahuan Alam) G.. .. ……… (Bahasa Indonesia) E. . ……… (PKn) C.. . ..... . ……… (Agama) B. . ……… (Penjas) IV. . . .. ……… (PKn) C... (IPS) D. ……… (Pengetahuan Alam) G. ……… (Penjas) III. ……… (Kertakes) F. ……… (Matematika) H. ……… (Bahasa Indonesia) E. ……… (Agama) B. . .. .. ……… (Bahasa Indonesia) E.. . . . Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 . (IPS) D.. ……… (Matematika) H. .. ……… (Matematika) H....... ... ……… (Penjas) II...... ……… (Kertakes) F.. .. ……… (Agama) B. ... ... .. . Materi Pembelajaran A. ... (IPS) D. Indikator A.

IPS ------------------------ ------------------------4.. : ……………. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : …………….. : …………( …...V. : ……………. Matematika ------------------------ ------------------------3. Materi Pembelajaran 1. § Non Tes ……. 224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertemuan) I. Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI. IPA ------------------------ ------------------------2. Penilaian § Tes ……. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Dsb..

III. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan 2. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. Media Pembelajaran: 2. Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. Penilaian Proses: Tanya Jawab. V dan VI). Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. Kegiatan Pembukaan 3. Kegiatan Penutup IV. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. tugas. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . II dan III). Kegiatan Inti 4. sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Penilaian Pembelajaran 1. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. 2. 1. Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. lembar pengamatan diskusi 2. 1. Sumber Pembelajaran V. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV.

kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. 5) demi efisiensi. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. c. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. otentik. Oleh karena itu. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. dan aktif. 2) untuk memahami. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. d.3. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks.1 sebagai berikut. bermakna. f. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. otentik. bermakna. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. b. dan aktif. mempelajari. dan memecahkannya diperlukan multiskill. e. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.

Pembelajaran connected C. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. 1... Holistik B. Pembelajaran integrated B. Pertimbangan efisiensi C.. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4. A. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali. Sentral kajian pembelajaran C.. Bermakna C. R. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner.. Richmond 2. A. A. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal.. Bredekamp D. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. Dalam pembelajaran tematik. A. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Abstrak D.Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas... A. Pemandu kegiatan pembelajaran B. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . dikemukakan oleh . Bagian dari kegiatan pembelajaran D. Hanna B. Piaget C. B. tema merupakan. kecuali.. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3.

Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. A. Luas dan komprehensif B. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D.. Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D.6. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Merumuskan kompetensi dasar C. Indikator C.. A... Kompetensi dasar B. A. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B.. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. Standar kompetensi D. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10. Menganalisis kompetensi dasar B. Merumuskan Indikator D. Hasil belajar 8. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Mewadahi minat siswa C. Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” ... Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C. A. Membuat jaringan indikator 7. merupakan rumusan. Guru dapat menghemat waktu 9..

Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.100 % 80 % . dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 .X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1..89 % 70 % .79 % < 70 % = --------------------------------------------. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas. Tingkat Penguasaan 90 % .

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. atau kebutuhan lingkungan setempat. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . bermakna. 3) nested. otentik. topik. keterampilan. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Pada kegiatan belajar 2. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. Pada uraian di atas. 4) sequented. 5) shared. dan unit tematiknya. membuat bagan arus kegiatan. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. 2) connected. 6) webbing. kesesuaian materi dengan lingkungan. dan aktif. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. Oleh karena itu. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn.

namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. dan emosional. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Diantara ketiga model tersebut. Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Oleh karena itu. dan integrated. connected. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . 9) immersed. Sekali lagi dalam model webbed. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. 8) integrated. Atas dasar pertimbangan tersebut. II. a. dan III. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. sosial.threated. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991).

dan kemajemukan. IPA. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. Oleh pelajaran lain seperti Agama. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. pengetahuan sosial (materi geografi). Hal iniPKn. hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. bangga bertanah air Indonesia. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. matematika. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. matematika.dialami. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. dan pendidikan karena itu. dan pendidikan jasmani. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. Setelah membuat jaringan Indikator. tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. Matrik 1. dan PKn. IPA. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. Kertakes. Oleh karena itu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . hidup tertib/disiplin. pengetahuan sosial (materi geografi).kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran.

membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat). Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya. mata pelajaran bahasa Indonesia. menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.

yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. dan penutup. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. membuat/memilih tema. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. pembukaan. Oleh karena itu. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. dan alat penilaian. bentuk. dan sebagainya. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. dan Penilaian. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. jenis. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. tidak mencemari hutan. menyusun silabus.tanah Air. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Pelaksanaan. kegiatan inti. metode.

di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. dilihat. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami. menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. seperti kebhinekaan.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. kekayaan alam. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . dialami. majalah.

Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas. media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional. majalah. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku. kolase. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 .Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes .

PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2.. keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. JP (. Materi Pembelajaran 1.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn. seperti kebhinekaan.Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : . IPA. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II..... di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 . Matematika.. dan Kertakes I. dialami. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia. dialami. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat.. kekayaan alam.

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Sequented C. Connected D. maka pembelajaran tematis … A. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Kecuali A. Fragmented B. Webbed C. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C. Webbed B. A. Kecuali . Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4.. Sama dengan pembelajaran terpadu D. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Connected D. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Membuat jaringan topic/tema B. 1. Integrated 5. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. A. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Membuat bagan arus kegiatan C. Hal ini merupakan model. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D.. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran.

merupakan jaring laba-laba . Langkah kegiatan persiapan C. Merumuskan indikator B. kecuali. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. pembukaan. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A. A.. Perencanaan B. Penilaian.. Membuat jaringan indikator D. Intra mata pelajaran PKn C. A. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C.. Perumusan tema D.. disiplin di sekolah. Tahap persiapan B. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. Tahap perencanaan D.. Membuat jaringan topik B.. kegiatan inti. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. Membuat kompetensi dasar D. Merumuskan silabus 7.. dan disiplin di masyarakat. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. Kegiatan persiapan. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. A. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. Tahap pelaksanaan 10. Pelaksanaan C.6. 8. disiplin di rumah.

Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini.X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2. Tingkat Penguasaan 90 % .89 % 70 % .. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.79 % = --------------------------------------------. 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .100 % 80 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini.

B 9. 2. 10. B 8. B 7. 3. 9. B 2.inti. 7. D 5. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. pembukaan. 4. C 1. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. otentik. 8. D 6. bermakna. C 4. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 .KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A 3. 6. A 10. 5.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi. 5. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). nilai. Secara singkat. 2. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas. Dalam proses itulah. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. 5. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. 6 Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu. Secara umum. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. apa. 2. konsep. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. Selain itu. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. memilih dan memecahkan masalah. 3. membawa siswa mengenal. Terapkan prinsip.

Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Meskipun demikian. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility).1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. oleh rakyat dan untuk rakyat”. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. pengalaman praktis. rasional. emosional dan sosial.

Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Oleh karena itu. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. dan SMA/MA. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. SLTP/MTs. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Khusus dalam pendidikan madrasah. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. Meskipun demikian. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. Contoh. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru.

Pertanyaan selanjutnya. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. sbb. materi pembelajaran. kompetensi dasar. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. Semester 1 No 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. nilai. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas.: 1. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.

258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini.. Kami Bangsa Indonesia . dan karya seni asli... perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. Namun. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang.Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. photografi. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok.. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. peta. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. grafik.

Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. Membuat rencana tindakan. yakni kita semua.Dengan demikian. Membuat kebijakan publik. meningkatkan keterampilan. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. 2. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . Mengkaji pemecahan masalah. 5. dengan bantuan guru serta para relawan. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1. 3. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. Dalam menilai portofolio. 4. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik.

Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. b. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Seksi penayangan. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. c. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. d. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.

Rangkuman masalah secara tertulis. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. 1. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai. atau pada empat kudakuda. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. papan buletin. 2. peta. karya seni asli. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. Seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. photo. tetapi tidak ditegakkan dengan baik. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. dan sebagainya. Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. grafik. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. daftar sumber. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit.

- - - v 2. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. judul surat kabar. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. daftar isi. grafik. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. tabel statistik. atau hasil karya asli siswa. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. kartun politik. c. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. dan ilustrasi lainnya. photo. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Misalnya. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta.

Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. c. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. grafik. Misalnya. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. kartun politik.1. lukisan. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. atau dapat juga dari karya asli siswa. tabel statistik. photo. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. daftar isi. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2. judul surat kabar.

Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. kartun politik. Identifikasi sumber-sumber informasi. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. 1. Misalnya. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lukisan. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Penyajian ini dapat meliputi peta. Setelah diperoleh kepastian. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. grafik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. c. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. photo. Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. atau membuat kebijakan siswa sendiri. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. atau dapat juga karya asli kalian. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. tabel statistik. judul surat kabar. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini.

Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. b. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. daftar isi. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. 1. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. baik publik maupun swasta. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a.

atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. baik publik maupun swasta. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. grafik. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian.2. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. c. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. dan ilustrasi lainnya. Misalnya. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. daftar isi. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. - kliping surat kabar dan majalah. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. - pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. d. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. lukisan. tabel statistik. photo. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. judul surat kabar. kartun politik.

Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. dan portofolio keseluruhan (kelas). dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi. Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. digunakan kriteria berikut. yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi.4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan.Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal. terpercaya. Untuk menilai portofolio. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan.

Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) Substansi materi. (2) kompetensi dasar. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. rasional. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. emosional dan sosial. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. yakni: (1) Standar kompetensi.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). ada empat komponen yang perlu dikembangkan. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. Oleh karena itu.

(3) Mengkaji pemecahan masalah. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 . Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. (2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. (5) Membuat rencana tindakan. (4) Membuat kebijakan publik.proses politik.

Standar materi kewarganegaraan C. Tanggung jawab warga negara C. Rasional. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. pemikiran dan sikap B. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. Spiritual. Standar pencapaian 5. rasional. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. emosional dan sosial D. emosional. Kemampuan dasar B. Partisipasi warga negara D. Standar materi kewarganegaraan D. Afektif. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. pemikiran dan emosional C. Spiritual. Kemampuan C. Indikator pencapaian D. 1. 4. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. kecuali: A. sikap. Pemecahan masalah warga negara 2. Rambu-rambu umum pembelajaran . Kecerdasan warga negara B. dan sosial 3.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. intelektual. intelektual.

memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. menarik secara estetika B. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. membuat rencana tindakan D. membuat kebijakan publik 9. mengkaj pemecahan masalah C. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. kejelasan C. membuat kebijakan publik D. bernilai seni tinggi 7. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. menjelaskan masalah B. beragam dilihat dari segi keilmuan D. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. photografi yang: A. kelengkapan B. mengumpulkan dan menilai informasi B. grafik. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. estetika D.6. kecuali: A. menilai kebijakan alternatif C. peta. membuat rencana tindakan 10.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

dan merencanakan evaluasi. merumuskan materi pelajaran. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. maka pada kegiatan belajar ini. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya. Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). yakni menetapkan tujuan. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. menetapkan metode. Selain Undang-Undang No. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran.

Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. dan Merendahkan Martabat Manusia. Saat ini.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Sosial. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik.39/1999 tentang HAM. dan Konvensi Hak-hak Anak. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. Didasarkan atas hal tersebut. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. (3) semangat yang universal. tidak Manusiawi. dan budaya sekaligus.disosialisasikan kepada para siswa. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA). Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. Selain pertimbangan hal tersebut. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. dan Budaya. Terdiri atas 54 pasal. sosial. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara.

Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. terutama untuk item 1–5. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan. sbb. ialah kompetensi dasar 1. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Merumuskan tujuan Kedua.: Pertama. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 .yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1. Pertama. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua. Apabila hipotesis ditolak. Memecahkan masalah Kelima. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah.

Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. Baiklah. Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. Ketiga. Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sebagai latihan. Pertama.kembali ke langkah yang kedua. Kedua. Keempat. apabila Anda telah mendiskusikannya. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. Kelima. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. Menurut Armstrong (1996). demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Meskipun demikian. b. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. 1996) memiliki langkah-langkah sbb. Kelima.

1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. dan keadilan prosedural. Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. keadilan korektif. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda.Kelas VI. Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 .

ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. lima saksi yang saya tanya. Saat itu. Burhan menjawab. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan. bekerjalah dengan teman Anda. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. Jaksa: Sersan. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. tambahnya. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris. Pada saat proses pemeriksaan. kata sekelompok pria. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. jarak antar kota kecil cukup jauh. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara. Sekali waktu. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Suatu ketika.000.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum. “Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. “ Kami cukup profesional”. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. Pada saat itu. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. warga kota berkomentar.000. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan.

kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. Burhan menjawab.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. “Tidak mudah membuat keputusan ini. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. ini tidak adil. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Pertama. Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini. “Burhan. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil. Saya akan mengubah sikap. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”. warga masyarakat setuju. Jaksa: Wah.. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. Anda harus belajar bertindak adil. Aparat hukum dari pihak kepolisian.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. “Ya. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif. kami menyayangimu. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. Pak Burhan”.

4. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). 3. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Pertama. atau prosedural? Kemudian. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. 2. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api. korektif. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. Seseorang yang ingkar janji 2. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela.

Keadilan: ……………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna. Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Alasan: …………………………………………………………………... Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 .. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat.. Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ……………………………………………………………….

Tentu saja. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini.Selama bermain waktu istirakat. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. a. Alasan: …………………………………………………………………. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. b. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. keadilan korektif. Penting pula disadari. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. korektif. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan.. Keadilan: ………………………………………………………………. 282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. d. dan prosedural? Mengapa? B. c. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. dan keadilan prosedural. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan.

Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. yakni menetapkan tujuan. Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Ketiga. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Kedua. (3) semangat yang universal. antara lain: Pertama. merumuskan materi pelajaran. Keempat. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. dan Kelima. Merumuskan tujuan. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Memecahkan masalah. menetapkan metode dan evaluasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 .

Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A. Metode pembelajaran D. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. 1. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3.. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. Materi pelajarannya mudah diserap B. Melaksanakan evaluasi akhir 2. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B. Merumuskan materi pelajaran D. Karakteristik siswa B. Merumuskan tujuan B. Materi HAM C. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. Untuk mengadakan proses pembelajaran. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Merancang langkah-langkah metode C. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. persoalan aktual di masyarakat C. Model evaluasi 5. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. kecuali: A. Sikap guru yang serius dan tegas C..

latihan berargumen B. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. agar siswa punya minat belajar 9. latihan menghafal konsep 10. tugas guru adalah: A. Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. agar siswa dapat memecahkan masalah D. mengajukan pertanyaan B. atau informasi lainnya. perumusan masalah B. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. melaporkan data secara akurat B. menggali informasi D. agar siswa mengetahui target hasil belajar C. agar siswa menyadari permasalahan B. menarik kesimpulan 7. membuat kesimpulan 8. grafik. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . membedakan antara fakta dan pendapat D.6. penyajian data C. merumuskan generalisasi C. latihan berpikir C. mengemukakan masalah pokok C. latihan menemukan masalah D. memecahkan masalah D. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A.

terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % .

A 5. B 8. D 2. A 9. emosional. C 1.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 8. A 7. D 6. A 10. D 4. B 3. C 9. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 10. B 7. A 6. C 3. rasional. D 2. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 . C 4. D 5.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn. Pada modul sebelumnya. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. hakikat. bentuk.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). mempertimbangkan. Oleh karena itu. dan pengembangan instrumen penilaian. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. 1. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. memilih dan mempertimbangkan jenis. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. memilih. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. prinsip-prinsip penilaian. Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini.

Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. 5. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Prinsip penilaian pembelajaran 3. Terapkan prinsip. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lebih jauh lagi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. konsep. 4. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 1. 2. 3.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda.

Sedangkan ulangan. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . Anda memahami apa hakikat penilaian itu. jenis penilaian. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. dan masalah kewenangan penilaian. Sejak tahun 2007. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. prinsip umum penilaian sesuai standar nasional. Oleh karena itu. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. pembelajaran. Dalam pendidikan. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya.

Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. tengah semester. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. fokus ulangan harian. akhir semester. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar. ulangan tengah semester (UTS). Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Selain penilaian dalam bentuk ulangan. seperti ulangan harian. Dengan demikian. Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. dan ulangan kenaikan kelas. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. ulangan akhir semester (UAS). Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. Artinya. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . untuk memantau kemajuan. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. melakukan perbaikan pembelajaran. Dengan prinsip belajar tuntas. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal.

dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. e. d. kriteria penilaian. budaya. suku. status sosial ekonomi. Sahih. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. Dalam hal demikian. adat istiadat. Terbuka. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. yakni prosedur penilaian. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. Objektif. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. a. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. Adil. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian. Oleh karena itu. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. Oleh karena itu. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. b. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Terpadu. Oleh karena itu. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. dan gender. c. berarti proses pembelajaran kurang baik.

h. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu. Menyeluruh dan berkesinambungan. 3. misalnya. Akuntabel. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. dan tes praktik atau tes kinerja. SK. tes lisan. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. oleh satuan pendidikan. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. observasi. Selain itu. g. 2. Beracuan kriteria. Sistematis. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Teknik tes berupa tes tertulis. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. Oleh karena itu. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. dan oleh pemerintah. prosedur. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. dan KD). maupun hasilnya. Oleh karena itu.f. Dalam penilaian kelas. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. (b) konstruksi. Oleh karena itu. baik dari segi teknik. i. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. penugasan perseorangan atau kelompok. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. perkembangan. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. prestasi. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. baik berupa pilihan atau isian. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. 2. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . antardaerah. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. 5. konstruksi. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. dan antartahun. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. 4. bahasa. dan menjodohkan. 3. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. dan bahasa. pelaksanaan. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. konstruksi. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. dan (c) bahasa. 1. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. serta memiliki bukti validitas empirik. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. benar-salah. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi.

7. penguasaan kompetensi. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian.6. 8. Tabel 1. Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. menjodohkan dll. benar-salah. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. prinsip. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. jenis.

Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. ulangan tengah semester. serta ujian. ulangan akhir semester. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . kompetensi bahan kajian. dan keterampilan. dan penilaian pendidikan. pengetahuan. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. kompetensi mata pelajaran.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. pendidik dan tenaga kependidikan. ulangan. proses. dan ulangan kenaikan kelas. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. pembiayaan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. sarana dan prasarana. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. kompetensi lulusan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Selain itu. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. pengelolaan. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)).

maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.proses pembelajaran PKn. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. Bahasa. ketaatan membayar pajak. kesetaraan gender. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Pada tingkat mata pelajaran. Untuk tingkat satuan pendidikan. tanggung jawab sosial. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. hak. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. dan (b) ujian. dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). pelestarian lingkungan hidup. jiwa dan patriotisme. dan bernegara. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. bela negara. kemajemukan bangsa. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. demokrasi. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. ketaatan pada hukum. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). Kewarganegaraan. ulangan. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). kolusi. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan Pendidikan Jasmani. Seni dan Budaya. berbangsa. Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. Akhlak Mulia. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan sikap serta perilaku anti korupsi.

penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. Pemahaman berada pada domain kognitif.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. ulangan akhir semester. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kejuruan. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. ulangan tengah semester. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. kemajuan. menengah. 3) Perilaku berkepribadian. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. 2) Kepribadian. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. dan ulangan kenaikan kelas (PP. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. dan memperbaiki proses pembelajaran. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . a. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Secara khusus. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan.

Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. kategorisasi. afektif maupun perilaku. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Pertama. yakni berupa angka prestasi. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. Kedua. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai.karena itu. afektif. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . baik aspek kognitif. dan perilaku. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. 1. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. Keempat. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. b. mencakup aspek kognitif. Ketiga.

Dalam pendidikan. Menyeluruh dan berkesinambungan. ulangan tengah semester (UTS). Kemukakan. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. dan ulangan kenaikan kelas. Terbuka. ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. Objektif. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Pada tingkat mata pelajaran. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. Akuntabel. ulangan akhir semester (UAS). Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI).untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Sedangkan ulangan. seperti ulangan harian. Sistematis. Setelah itu. Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Adil. Terpadu. Kajilah Standar Isi PKn. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn. Beracuan kriteria.

304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Dasar (KD). kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. Untuk tingkat satuan pendidikan.

ulangan akhir semester D. Prinsip penilaian ini dinamakan . Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.... A.. penilaian pembelajaran D. perilaku moral sehari-hari 3. A. ujian nasional C. A.. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan .. kemampuan kognitif B. ulangan harian B. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. ulangan kenaikan kelas 5.. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 . penilaian pendidikan C..Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut. 1... ulangan kenaikan kelas 4. A. penilaian di luar kelas 2. ulangan akhir semester D. adil B...... ketercapaian kompetensi C. penilaian B. ulangan tengah semester C. ujian sekolah B. A.. aspek sikap dan nilai D.. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan.

maupun hasilnya.. terbuka B. 8. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas.. Prinsip penilaian ini dinamakan . penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik.. objektif D..6. praktik C. penugasan B. sahih C. baik dari segi teknik. A. C.. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. A. sikap kepribadian B. observasi C.. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. sistematis 7. praktek C.. Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah .. pengamatan D.. terpadu 9. artinya . Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. jurnal 10. A. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah. pemahaman D. A.. perilaku berkepribadian C.. A. tertulis B.. portofolio D.. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. penilaian dapat dipertanggungjawabkan. D. prosedur. B.. objektif D.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 .

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada kegiatan belajar ini.2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Oleh karena itu. Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana. jenis. Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu. Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. Melalui kegiatan belajar kedua ini. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 .

3 dan 4. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. sehingga menjamin validitas isi tes. Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap.2 sebagai contoh). Dalam contoh ini. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. Sebagai acuan dalam penulisan soal.yang akurat. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan. KD. khususnya KD 3. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. Meskipun demikian. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 1. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . per tahun ajaran.

1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4. Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2. ulangan akhir semester. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3. guru dapat melakukan beberapa kali tes.3.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. dan ulangan kenaikan kelas. melengkapi.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes. dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. Menghargai keputusan bersama 4. ulangan tengah semester. Dalam satu periode pembelajaran. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal . Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian. Butir soal bentuk pilihan-ganda. Artinya. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD.

Tabel 3. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI.sampai Kelas 3 SD/MI. Di samping itu. Namun. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . Sebagai ilustrasi. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal.

dan nepotisme. bahasa. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. dan lain-lain. dan tingkat perkembangan peserta didik. kemajemukan bangsa. konteks kehidupan seharihari. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. pelestarian lingkungan hidup. (g) menaati hukum. kesetaraan gender.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. (h) membayar pajak. Sebagai contoh. dan pendidikan jasmani. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. kolusi. kewarganegaraan. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. Meskipun demikian. jiwa dan patriotisme bela negara. dan (i) anti korupsi. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. (e) mengembangkan demokrasi. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. (f) memiliki tanggung jawab sosial. (b) meningkatkan kualitas diri. seni dan budaya. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Oleh karena itu. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI.

bila terdapat lima aspek. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Percaya Diri (PD) I.pilihan yang disediakan. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Tidak menghindari kewajiban b. Menerima nasihat guru b. Memaklumi kekurangan orang lain c. Menunjukkan semangat berprestasi c. Kompetitif (KO) a. Dengan demikian. Tidak mudah menyerah b. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. Berani bersaing b. Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Berusaha ingin lebih maju d. Bersikap Santun (SS) V. Menghindari permusuhan dengan teman c. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Mengakui kelebihan orang lain d. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response). Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Berani bertanya d. Berani menyatakan pendapat c. Menjaga perasaan orang lain a. Menerima pendapat yang berbeda b. Menaati tata tertib sekolah d. Tabel 4. Memelihara fasilitas sekolah a. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Saling Menghargai (SM) IV.

Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . ”ada sedikit indikasi” (skor 1). ”lebih banyak indikasi” (skor 2). Tabel 5. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang).3. penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI.

tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran.Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.

pengamatan C. Substansi materi pembelajaran 4.. Tujuan pembelajaran C.. 1. substansi kajian setiap KD B. A. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan .. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 . SK dan KD D. Indikator pembelajaran B. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. A. non tes 3. B.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. C. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian.. hanya ranah afektif diukur dengan tes B. indikator pembelajaran D. aspek nilai kepribadian 2.. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari .. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5. D. skala sikap D. standar kompetensi C.. kecuali: A. aspek perilaku berkepribadian. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C.. A.. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. aspek atau ciri kepribadian. Hal ini penting karena . A. tes hasil belajar B...

A. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. 2.. Minimal 10 butir D. Kelas II 8. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.. Minimal 50 butir B. di dalam kelas setiap hari B.. Jawaban singkat C. Kelas V B.6.. pada akhir semester D. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. kegiatan semester terjadwal C. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1. Maksimal 10 butir 10. Benar salah 7. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas .. Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. Melengkapi D. Kelas III D.. Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C... A. 3) adalah . Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D.. Kelas IV C. Pilihan ganda B... A.. Maksimal 50 butir C.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam hal ini.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. dan orang tua. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. Untuk itu. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. Meskipun demikian. untuk menyamakan pemahaman Anda. dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Pertama. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. guru. kepala sekolah. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. atau kurang. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Bagi mata pelajaran PKn. IPTEK. Kewarganegaraan dan Kepribadian. afektif. kepala sekolah. Jasmani. dan orang tua? Pada hakikatnya. Meskipun demikian. atau mencantumkan nilai angka. Olah Raga. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. apakah guru. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. guru. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . guru. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. apakah sudah lulus atau belum lulus. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Agar laporan itu tidak membebani guru. cukup. untuk siapa laporan itu ditujukan. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. misalnya laporan tengah semester. dan masyarakat. akhir catur wulan. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. peserta didik. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. afektif. apakah sudah baik. dan perilaku. Untuk mendapat informasi yang lengkap. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. maupun perilaku. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. sekolah atau orang tua. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. atau tahunan. Dengan kata lain. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. semester. kepala sekolah. sekolah. Seni Budaya.

Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. bahkan minat serta bakatnya. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. Untuk itu. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. Oleh karena itu. dan nilai/sikap. orang tua. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. kuesioner atau angket. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. kemampuan guru. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. dan (4) memperbaiki strategi belajar. wawancara dan pengamatan. Selain dua bentuk laporan diatas.untuk sekolah. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. Dengan demikian. misalnya aspek pengetahuan. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. keterampilan/praktek. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian.

(2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. kompleksitas. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . cukup. seperti baik. Menurut Ghofur dkk. D (Kurang). Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. B (Baik).afektif. sarana pendukung. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. seperti pengetahuan/pemahaman konsep. Namun. apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. C (Cukup). Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. dan intake siswa. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka.

. Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No..3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: .......................................... Tahun ajaran : ................................. Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua...... Ranah Kognitif : ........... No. pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar......... laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ........................................ Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ..... Kompetensi dasar/ Indikator 1.1 1.......... No............................ Kelas Nomor induk: .. Keterangan Ranah Perilaku : ..PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER............. Dalam hal ini.................................... Semester : ....................... Nama sekolah: ....................KOMPETENSI DASAR Kelas : ..........................2 1............................................ Standar kompetensi : .

........................... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya............... Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran.... Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga.. serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn...... untuk semua mata pelajaran........... Nama sekolah: .............. Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No.............. Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik.. No................ Semester: . Tahun ajaran: ........ Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : ... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai. maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi............ satu sekolah....... Kelas: ............ Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas........... (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ... (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik...... : .............. Nomor induk: ....... Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif... dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar. Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap..... Ranah Kognitif No............ Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut.........orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn.............. Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini..... afektif dan perilaku...........

Guru kelas: ..... demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap.. Dari aspek kompetensi...... baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya......... Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100.... Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut.......... Oleh karena itu............................ Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah.......... Jumlah peserta didik: .... penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 .. laporan hendaknya meliputi ranah kognitif............... Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No.... batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. 1.... Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri. pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin......prestasi belajar peserta didik. LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : ............. Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi.... Ranah Kognitif: No... dan afektif....... Nama sekolah: ... perilaku... 2..... Nomor induk: .. Dari laporan ini. 1.. Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik.................. Tahun ajaran: .. guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut.. 2.

Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. guru. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. kepala sekolah. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru.minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. afektif. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Namun demikian. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Meskipun demikian. orang tua. Dalam hal ini. dan orang tua. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. guru dan kepala sekolah. maupun perilaku. Pertama. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku.

Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. peserta didik dan orang tua B. laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. disusun secara sistematis D. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 .Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. 1. setiap tahun 5. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. guru C. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. setiap catur wulan C. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. sikap peserta didik D. mengandung aspek-aspek penting C. setiap hari B. Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D.. artinya … A. jumlah peserta didik C. kompetensi peserta didik B. setiap semester D. A. kepala sekolah D. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B.. mengandung target yang telah dicapai 3. penulis buku 2. maka informasi harus lengkap dan akurat.

masyarakat 7. guru B. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A. kompleksitas C. angket 9. esensial 10. penafsiran kuantitatif D. wawancara D. sarana pendukung D. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8. informasi tambahan C. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C. A.. kurikulum B. kecuali: A. kuesioner C. Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk .. ujian tertulis B. A. kepala sekolah C... informasi esensial B. Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A. memotivasi diri agar belajar lebih baik D.6. orang tua D. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .

D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. D aspek nilai kepribadian 2. B 6. C 4. A ujian sekolah 5. A ulangan harian 4. A tes hasil belajar 3. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. A substansi kajian setiap KD 6. A penugasan 10. baik dari segi teknik.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A penilaian 2. B sahih 6. prosedur. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D 8. A 5. B ketercapaian kompetensi 3. C 9. A 10. C objektif 7. C SK dan KD 4. D 7. A 3. 8. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. D Benar salah 7. B Kelas IV 8. maupun hasilnya. C Minimal 10 butir 10. D 2. C pengamatan 9.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Baiklah. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Pada modul mata kuliah yang lain. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini. dan pelaksanaannya. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. Tepat sekali. Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. mengkaji.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. tujuan. Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dengan kata lain. fungsi. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). meliputi pengertian. Sebagai guru profesional. Dengan memahami isi KTSP tersebut. menganalis. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 .

metode. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Lebih jauh lagi. 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 2. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn.kemampuan sebagai berikut. Oleh karena itu. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. 5. konsep. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 4. mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. strategi. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Terapkan prinsip. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2.

Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. 20 Tahun 2003. struktur. tenaga kependidikan. dan pembiayaaan. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. pengelolaan. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . sarana dan prasarana.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu. Oleh karena itu. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan kata lain. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. standar isi. terampil. Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. standar pendidik dan tenaga kependidikan. maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). standar kompetensi lulusan . standar proses. standar pembiayaan. berbangsa. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. standar pengelolaaan. standar sarana dan prasarana.

jiwa dan patriotisme bela negara. ketaatan pada hukum. dan tanah air Indonesia 2. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. kolusi. dan sikap serta perilaku anti korupsi. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. tanggung jawab sosial. tolong-menolong. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. dan bernegara. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. sehat. dan nepotisme. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. aman. budaya. Berkomunikasi secara santun 8. Bekerja sama dalam kelompok. demokrasi. negara. ketaatan membayar pajak. kemajemukan bangsa. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. hak. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. ras. No 2. Menghargai keberagaman agama. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. pelestarian lingkungan hidup. dan memanfaatkan waktu luang 10. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. Menunjukkan kegemaran membaca 9. berbangsa.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. kesetaraan gender. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . suku. bugar. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5.

pengembangan keterampilan pribadi. d. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. nonformal dan informal. kondisi daerah. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. suku. muatan lokal. keterampilan akademik. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. perkembangan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kebutuhan. keterampilan berpikir. dunia usaha dan dunia kerja. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Oleh karena itu. kreatif. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. f. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Berpusat pada potensi.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. serta status sosial ekonomi dan gender. teknologi. tanpa membedakan agama. sehat. berilmu. c. keterampilan sosial. cakap. dan jenjang serta jenis pendidikan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. teknologi. budaya dan adat istiadat. berakhlak mulia. dan pengembangan diri secara terpadu. e. perkembangan. b. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. a. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. kebutuhan. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan.

SMP. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. berorganisasi. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . berbangsa dan bernegara.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. SMA. Demikianlah prinsip. bernegara dan berpemerintahan. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. PT). Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. dimensi program ini bersifat formal. kalau ada. g. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. bermasyarakat.

Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Keempat. Ketiga. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. SMP. Sedangkan untuk SMA. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Kedua. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Untuk SD dan SMP. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000.memadai. pernah dilakukan penyesuaian content. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum.

Hukum dan peradilan internasional 3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Sumpah Pemuda. Cinta lingkungan. Demokrasi dan sistem politik. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Sistem pemerintahan. Kekuasan dan Politik. Kebebasan berorganisasi. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Prestasi diri . penghormatan dan perlindungan HAM 4. Norma. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Pemerintah pusat. Peraturan-peraturan daerah. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. baik PKn SD. hukum dan peraturan. Harga diri sebagai warga masyarakat. Partisipasi dalam pembelaan negara. Pemerintahan daerah dan otonomi. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Dari aspek content. Pemajuan. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Budaya politik. dan Mengevaluasi globalisasi. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sistim hukum dan peradilan nasional. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Hubungan internasional dan organisasi internasional. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Dampak globalisasi. 1. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Norma yang berlaku di masyarakat. Tata tertib di sekolah. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Persamaan kedudukan warga negara 5. Menghargai keputusan bersama. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Instrumen nasional dan internasional HAM. Persatuan dan Kesatuan bangsa.

(2) standar proses. (4) Kebutuhan warga negara. (5) standar sarana dan prasarana. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan (8) Globalisasi. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. (6) Kekuasan dan Politik. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). (6) Belajar sepanjang hayat. dan seni. (3) Hak asasi manusia. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. kebutuhan. (7) Pancasila. teknologi. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. (2) Norma. hukum dan peraturan. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. dan bernegara. hak. terampil. (6) standar pengelolaaan. (8) standar penilaian pendidikan. (3) standar kompetensi lulusan. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (5) Konstitusi Negara. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. perkembangan. berbangsa. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. (7) standar pembiayaan. (2) Beragam dan terpadu.

Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam .. PP Nomor 19/2005 C.. UU Nomor 20/2003 B. Ruang lingkup materi PKn C. Standar Isi D. Tujuan mata pelajaran PKn B. Permendiknas Nomor 22/2006 D. A. Standar Penilaian C. Standar Tenaga Pendidik 3. kebutuhan. Standar Kompetensi Lulusan B. teknologi. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B.. kecuali: A. Ruang lingkup materi Norma.. Permendiknas Nomor 23/2006 2.. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum .. A. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5.... A.. 1. Dalam Standar Isi diatur tentang . A.. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D.. perkembangan. Beragam dan terpadu C. Indikator pencapaian D. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni D. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan .Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat..... Berpusat pada potensi. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4.

kompetensi kewarganegaraan 10. nilai kewarganegaraan B.. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A. moral kewarganegaraan C.. pembentukan sikap kepribadian D. A. A. moral kewarganegaraan C. nilai kewarganegaraan B... Pancasila D. Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan .6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada .. A. moral kewarganegaraan C. HAM C. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada . memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C. pengetahuan kewarganegaraan D. A. Kekuasan dan Politik B. pembangunan karakter bangsa B.. nilai kewarganegaraan B... Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. pengetahuan kewarganegaraan D.. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7. kompetensi kewarganegaraan 9.. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan .. sikap kewarganegaraan 8. pengetahuan kewarganegaraan D.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 .89 % = baik 70 % .

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. materi pokok/pembelajaran. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam konteks pembelajaran. alokasi waktu. kegiatan pembelajaran. penilaian. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. kompetensi dasar. Anda telah diperkenalkan dengan landasan. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . dan sumber/bahan/ alat belajar. struktur dan materi pembelajaran PKn. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak.2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. indikator. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas.

di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. atau (4) Dinas Pendidikan. Kompetensi Dasar 3. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. atau madrasah dan komite madrasah. MTs. Materi Pokok/Pembelajaran 4. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. dan MAK. SMA. Komponen SILABUS 1. Oleh karena itu. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. dan SMK. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. untuk tingkat sekolah. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. Kegiatan Pembelajaran 5. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). yakni KTSP. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. Standar Kompetensi 2. SMP. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. MA. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Namun. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran.kompetensi untuk penilaian.

• Sistematis Artinya. sosial. • Menyeluruh Artinya. sumber belajar. Penilaian 7. teknologi. kedalaman. materi pokok/ pembelajaran. cakupan. kegiatan pembelajaran. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. indikator. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. psikomotor). dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. • Relevan Artinya. kegiatan pembelajaran. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. intelektual. dan spritual peserta didik. • Aktual dan Kontekstual Artinya. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. emosional. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . pendidik.6. dan peristiwa yang terjadi. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. materi pokok/ pembelajaran. materi pokok/ pembelajaran. cakupan indikator. • Memadai Artinya. Alokasi Waktu 8. dan sistem penilaian. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. afektif. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. kegiatan pembelajaran. • Fleksibel Artinya. cakupan indikator. taat asas) antara kompetensi dasar. • Ilmiah Artinya. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. sumber belajar. sumber belajar.

guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. 7. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. dan keluasan materi pembelajaran. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. c. 6. 4.Dalam mengembangkan silabus. 5. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1. relevansi dengan karakteristik daerah. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. tingkat perkembangan fisik. 6. b. Dalam mengidentifikasi materi pokok. 7. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. struktur keilmuan. kedalaman. 2. 1. b. potensi peserta didik. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. intelektual. 8. emosional. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. 2. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5. sosial. 4. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. kebermanfaatan bagi peserta didik. Aktualitas. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. 3. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. c. 3. dan spritual peserta didik.

seperti: 1. guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. satuan pendidikan. perilaku. 3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. dan keterampilan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . dan bertindak secara konsisten. Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. peserta didik dengan guru. pengetahuan. lingkungan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. 2. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. kesinambungan (kontinuitas). Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi.8. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). berpikir. Dalam mengembangkan indikator. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. alokasi waktu . Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. menganalisis.

tingkat kesulitan. keluasan. Menggunakan acuan kriteria c. kedalaman. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan penilaian diri. alam. penggunaan portofolio. yang dilakukan berdasarkan indikator b. sosial. serta lingkungan fisik. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan budaya. kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Baik.pengambilan keputusan. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. sikap. dan indikator pencapaian kompetensi. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8). pengamatan kinerja. nara sumber. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya.

dan evaluasi rencana pembelajaran. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.Dalam bentuk tabel. Selanjutnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. dilaksanakan. dievaluasi. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).

2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia. • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia. • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. Bandung. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI).. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI .. : 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1.

• Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

dan Penilaian.Materi Pembelajaran. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. (2) Standar Kompetensi. metode pengajaran. laboratorium. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. dan penilaian hasil belajar. Mencantumkan identitas. Bagi guru. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. sumber belajar. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 . Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. materi ajar. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Oleh karena itu. Metode Pembelajaran.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Sumber Belajar. Kompetensi Dasar.

tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. kegiatan inti.B. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. dan kegiatan penutup. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. alat. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. 359 . dan halaman yang diacu. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. dan bahan. F. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. G. Akan tetapi. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. pengarang. D. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. kegiatan inti. Misalnya. C. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. media. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Pada dasarnya. Oleh karena itu. Oleh karena itu. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. kegiatan pendahuluan/pembuka. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. bentuk instrumen. narasumber. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. lingkungan. E. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.

.... x 35 menit (… pertemuan) A........... : . : ................ Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E................................ Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).... : ............................... Materi Pembelajaran C....... : .. : ...................uraian....... Sumber Belajar F.. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : .......... tes unjuk kerja.................... : . Metode Pembelajaran D.............. dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian........................ Dalam bentuk sistimatika. 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..... RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut.. mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut. Selanjutnya..... Tujuan Pembelajaran B...........

.. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI...RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : . Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI. diskusi. tanya jawab. Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh...... 3. Metode Pembelajaran Pengamatan..... Kegiatan Awal (10 menit) a.. 4. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 .... praktik.. Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan.. Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI.... Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1.. penugasan. Kesatuan wilayah negara Indonesia. 3.. Makna NKRI dengan benar.. b. 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia.. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.. Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.. 4. ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika... 5... 2.. Menjelaskan makna NKRI dengan benar.. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI.. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. 2... Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI... Materi Pembelajaran : 1...... Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5.

: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. d. Kegiatan Inti (50 menit) a. c. 3. b. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . c. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. 2. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). e.2. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. b. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. b. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Siswa membuat rangkuman. c. Kegiatan Inti (50 menit) a. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). a. 3. Kegiatan Awal (10 menit) a. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. pembelajaran. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. Kegiatan Akhir (10 menit) a. a.

Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. 2. Penerbit Cempaka Putih. Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga. TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). 4. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. lembar kerja siswa (LKS). kisi-kisi soal. Polisi. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). 1. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. dan TNI. butir soal. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. bagan. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). peta konsep. 3. buku siswa). Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. 5. dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi.

(2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. laboratorium. kegiatan pembelajaran. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. kompetensi dasar. (6) Aktual dan Kontekstual. dan sumber/bahan/ alat belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Dalam konteks pembelajaran. (7) Menentukan Alokasi Waktu. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. (4) Konsisten. Susun pula RPP untuk KD tersebut. (3) Sistematis. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. (5) Memadai. penilaian. Rangkuman Dalam pengertian kamus. (2) Relevan. atau (4) Dinas Pendidikan. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. Dalam mengembangkan silabus. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. alokasi waktu.Latihan: 1. (7) Fleksibel. materi pokok/pembelajaran. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). (6) Menentukan Jenis Penilaian. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan (8) Menyeluruh. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. indikator.

A. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. materi pokok/pembelajaran C. pada hakikatnya silabus adalah. tujuan pembelajaran D.. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. Fleksibel D.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Dinas Pendidikan C.. 1. guru kelas/mata pelajaran B. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 ... kompetensi dasar 3.. kecuali: A. A... kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Memadai B. D. afektif.. rencana pembelajaran B. A. kelompok kerja guru (PKG/MGMP). Dalam konteks pembelajaran. Guru Kelas/mata pelajaran D..kecuali: A. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus.. standar kompetensi 2.. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. tujuan pembelajaran D. Aktual dan Kontekstual C. standar kompetensi B. Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus.. Secara operasional. silabus dikembangkan oleh . Guru dan Kepala sekolah 4.. materi pokok/pembelajaran C.

kecuali: A. B. dan keluasan materi pembelajaran D. A. satu standar kompetensi B. kedalaman kompetensi dasar D.. satu kompetensi dasar C. aktualitas. RPP dikembangkan dari setiap . kedalaman. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah .. kebermanfaatan bagi peserta didik C... sistematis B.... relevansi dengan kebutuhan guru 9. kecuali: A. Fleksibel D. satu indikator/tujuan pembelajaran D.6. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. satu mata pelajaran 10. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . jumlah tujuan yang akan dicapai C. ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus.. Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8. potensi peserta didik... Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . A. A... konsisten 7.. Aktual dan Kontekstual C. Mengkaji dan Menentukan SKKD B. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C. keluasan materi pembelajaran B. Dalam mengidentifikasi materi pokok.

89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.

C. D. D. sistematis 7. C. PP Nomor 19/2005 2. satu kompetensi dasar 10. pembangunan karakter bangsa 7. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D. relevansi dengan kebutuhan guru 9. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. D. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. A. Indikator pencapaian 4. B. nilai kewarganegaraan 9. D. moral kewarganegaraan 8. Menyeluruh 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C. A. rencana pembelajaran 2. Standar Isi 3. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. A. A. B. B. kompetensi kewarganegaraan 10. A. A. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. tujuan pembelajaran 3. D. A. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. A. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6.

sering disebut “luber dan jurdil”. proses pengambilan keputusan. rahasia. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . jujur dan adil. system pemerintahan. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. umum. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. rahasia. jujur dan adil. bebas.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. umum. sering disebut “luber dan jurdil”. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. bebas. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan.

. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. system pemerintahan. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. perubahan dalam struktur ekonomi. perubahan teknologi dan informasi. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. perbaikan demokrasi konstitusional. dan sebagainya.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. proses pengambilan keputusan. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. perubahan fungsi keluarga. sikap dan kemampuan guru. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. iklim sekolah.

Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. iklan dan poster. kalender. surat kabar. Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 .Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). fotografi. buku. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. katalog. fotocopy. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). atau pun gambar sket. slide.

mempertanyakan. dan keterampilan tertentu telah dicapai. rahasia. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hukum. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. Inkuiri : proses penelitian. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. umum. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. sering disebut “luber dan jurdil”. memecahkan masalah. bebas. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Pemerintah. sikap. jujur dan adil.

Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. isi. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal). Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. memantau pelaksanaan.

kompetensi bahan kajian. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. kompetensi dasar. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi mata pelajaran. Dalam konteks pembelajaran. alokasi waktu. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. materi pokok/pembelajaran. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan keterampilan. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. dan sumber/bahan/alat belajar. pengetahuan. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. laboratorium. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. penilaian. indikator.

New York: Prentice Hall. Dkk (2004). Depdiknas. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. Brady. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Valuing.Kosasih Djahiri (1985). Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Kosasih Djahiri. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Margaret Stimmann. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Charles F. New York: Oxford University Press. Calabasas: CCE. Alamudi. revisi R. Anonim ( 2005). (1978). (1990). James. Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Stanley). Curriculum Development. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. The Future of Democracy. (1998). (1992). Jakarta. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Dikdasmen. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta. Depdiknas. Ditjen PLP. (1990). A.F. (1977).). and Decision-Making. James. Banks. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . Branson. Puskur – Lemlit UPI. A. SMP/MTs. Atwi Suparman. The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). Abdullah (Ed. Jakarta. (alih bahasa: Ernest Barker. STIA –LAN Bahmueller. Abdul Azis Wahab (1996/1997).DAFTAR PUSTAKA A. Anonim ( 2005). Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. New York: Longman. Ditjen PLP. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. (1997). Valuing. A. Dikdasmen. Ahman. dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Ditjen PLP. Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. Aristotle. (1994). (1995).Kosasih Djahiri. ERIC/Poland book. Laurie. and Decision-Making. (1996). Politics. Dikdasmen Depdiknas. Banks.

Upper Elementary. (1991). CCE.. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Djemari (Tim Pengembang).-Oct. (1996). Action in Elementary Social Studies. The Art of Teaching Democracy: the Practice. Van. (1981). Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Project Citizen: Teacher’s Guide. Departemen Pendidikan Nasional. V. (tidak diterbitkan) Fraenkel. (1980). (1997). California. We The People . Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. (2000). Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI. Measurement and Evaluation in Teaching. Cleaf. (1996).. Jack R. Departemen Pendidikan Nasional. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Miriam. Journal CIVITAS. (2004). Calabasas. Ghofur. We The People . (1988). David W.Project Citizen. (2007). Ditjen Dikdasmen (1989/1990). Abdul dan Mardapi. Jakarta. PT Gramedia. California. Center for Indonesian Civic Education. Budiardjo. Norman E. Jakarta: Depdiknas Gronlund. Project Citizen: Teacher’s Guide. Departemen Pendidikan Nasional. Center for Civic Education. Richard A. (2006). Miriam.. (1989). Jakarta: PT. Center for Civic Education. Inc. (2007). We the People. Calabasas. Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. (1998). Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Center for Civic Education. Boston: Allyn Bacon. Sept. New York: Macmillan Publishing Co.Budiardjo. (fourth edition). New Jersey: Prentice Hall Inc. Gramedia. Jakarta. Couto..2 No. CICED.. (1998). 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .5. (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). (Cetakan XI). Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Authority: Foundation of Democracy..

Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. (alih bahasa dan editor: J. Greene. Safari. Sapriya dan Winataputra. Cambridge. Leppert. Inc. Hobbes.) Skill Development in Social Studies. John R. Huntington. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. (1983). John. Washington: NCSS. (1960/2000). Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. New York: Macmillan Publishing Company.) Social Studies in Elementary Schools. (7th Edition). and Lee. Two Treatises of Government. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum.McGraw-Hill. in Carpenter. Paul R. Dalam John U. Djemari. Michaelis. (1998). Gaskin). Social Studies in Elementary Education. Christol. (4th Ed. Undang-Undang No. Content in the Social Studies. Michaelis (Ed. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Ella C. John and Parker. Locke. Walter C. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Sanusi. (1980). (1963). 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. Bandung: Laboratorium PKn UPI. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Thomas. (1962). Introduction to Political Science. Section One: Generalizations from the Social Sciences. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Anderson. Inc. Rodee. London: Touchstone Books. (9th Edition). (Unpublished). Mardapi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia.C. New York: Oxford University Press. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Samuel P. (1989). (2005). Jarolimek. New Jersey: Prentice Hall. Leviathan.). Republik Indonesia. Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945. Direktorat Dikmenum. Washington: NCSS. (2003). Jakarta. Depdiknas. (1993). Achmad . (2002).A. John U. (1998). UK: Cambridge University Press. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.Hanna. Helen (Ed. Locating and Gathering Information.(1998).

Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. The Art of Teaching Democracy: the Theory. http://www. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT.Oct. John T. Somantri. Chicago: Chicago University Press. The Free Encyclopedia. Helius. Boston. No.wikipedia. Nu’man. R. Journal CIVITAS. Civics: Citizens in Action. Sept. (1949). Winataputra. Sapriya. Wikipedia. Bowes. Metodologi Sejarah. Sept. (1998). (2001). Columbus: Merril Publishing Company. Veldhuis. Sockett. David A & Mallan. (2005). November 2003. Mei 2005. (1993). Turner. (ed. No. H. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Changing the Curriculum. Tahun 14 Nomor 1. London: Open Books. Veldhuis. J. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. dan Sapriya. in Kerr.org. Skilbeck.H. (1988) Children and Their World. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. P. Taylor.F. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . M.Oct. Remadja Rosda Karya. Mei 2005. Designing the Curriculum. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (1996). The Art of Teaching Democracy: the Theory. in Teacher as Innovators. (1976). Basic Principles of Curriculum and Instruction. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. (2005). Mary E. (2003). (1998).. Paris: OECD Publications. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan.W. Lott. Tahun 14 Nomor 1.). Jakarta: Depdikbud. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed.. London: University of London Press. Dallas: Houghton Mifflin Company.Sapriya. Journal CIVITAS. Ruud. V. (1968). ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Sunal. Udin S. Ruud.5. ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Ditjen Dikti. (1976).2. Long. Welton. Tahun 12 Nomor 2.). V.2. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan.5. Tyler. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). Sjamsuddin. (1990). Cynthia Szymanski and Haas.

) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. 2006-2009). Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. penerbit Alfabeta. Konsep Dasar PKn (2008). 2011. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007).). sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007).Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. PIPS. Konsep Dasar IPS (2008). sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). Jenjang S2 Program Studi PKn. Buku yang pernah ditulis antara lain. La Trobe University. dan PGSD. Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996.Ed. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). sekarang). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010. Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). di School of Education. Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Lahir di Sumedang.d. PIPS dan Pendidikan Dasar. Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). Pendidikan Kewarganegaraan (2003). Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. Master of Education (M. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). Jawa Barat. Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). Selain mengajar. Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. pada tanggal 20 Agustus 1963. dan pendidikan S-2. LA. California USA tahun 2001.