Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

(6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . M. 15 Januari 2009 . Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. SILABUS 1 A.Ed. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . (8) Penilaian Pembelajaran PKn. Sapriya. C. spiritual. File Sapriya. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . emosional. Sesuai dengan itu. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn . (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa.

2 Pengembangan Konsep. Moral dan Norma PKn 3. Garis Besar Program No. Nilai.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. Menguraikan jenis. Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. pengembangan Konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. dan dimensi PKn 1.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. tujuan. latihan tentang pengertian. 15 Januari 2009 2  . Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4. prinsip.1 Pengertian.E. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1. tujuan.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. dan dimensi PKn 2. Nilai. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. dan dimensi PKn. teori.1 Karakteristik materi PKn 2. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1. Menguraikan konsep. contoh. Nilai.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. percontohan. prinsip. (3) Paradigma Baru PKn 1. Mengembangkan Konsep. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI. Moral dan Norma PKn 1. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. tujuan. ilustrasi.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. Menjelaskan pengertian.

dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI. teori. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. 2. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1. contoh. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP. 15 Januari 2009 3 . Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. 2. 9 1. ilustrasi.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9. 5. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2. percontohan.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. 3. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi.

spiritual. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.F. 15 Januari 2009 4  . 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. emosional. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

spiritual. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. Untuk mencapai tujuan di atas. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. (1) Paradigma baru PKn. emosional. mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence).

Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. 4. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas. 5. Selamat belajar. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. 1. BBM 1: Paradigma baru PKn. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. 3. 2.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

nilai. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. - - - Menjelaskan pengertian. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . Baiklah. Pada modul mata kuliah yang lain. tujuan. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. mengkaji. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. meliputi pengertian. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. menganalis. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. moral. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. tujuan. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. dimensi dan pembelajarannya.

4. konsep. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. dan teknik untuk pembelajaran PKn. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. Terapkan prinsip. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. memilih. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. dan dimensi PKn 2. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sementara di pihak lain. Pengembangan konsep. Lebih jauh lagi.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. 5. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 3. strategi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. moral dan norma PKn 3. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. nilai. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 2. mempertimbangkan. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. tujuan. zaman terus berkembang. Pengertian. Oleh karena itu. metode. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat.

mengapa perlu ada pembelajaran PKn. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Dari sudut pandang epistemologis. Pada kegiatan belajar ini. domain kurikuler.1 Pengertian. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. tujuan. akan dibahas tentang pengertian. Tujuan. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 . maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. dan apa dimensi PKn. multidisipliner bahkan multidimensional. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Barrt. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. menurut Barr. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Namun. Pada kegiatan belajar ini. Oleh karena itu. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. dan Shermis (1978).

Oleh karena itu.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). pendidikan politik. program kurikuler PKn. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. Oleh karena itu. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. warga negara. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. Secara ontologis. Indonesia. dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. dan pendidikan demokrasi. Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. watak kewarganegaraan (civic disposition). dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. pendidikan nilai dan moral. Secara epistemologis. pendidikan kemasyarakatan. Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. Bagi negara kita. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). pendidikan kebangsaan. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). landasan konstitusional UUD 1945. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. dan komponen bangsa Indonesia. Sesuai dengan namanya. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu.

terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. yakni kemauan. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Di Madrasah Ibtidaiyah. yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). through. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. kemampuan. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. and for democracy” (CIVITAS: 1996. 2001). dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). keterampilan (skills). Oleh karena itu. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. Oleh karena itu. 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Winataputra. yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. Kerr:1996. melalui proses. Dalam program PGMI di LPTK. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . 2001. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. instrumentasi. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan.

Perbedaannya. dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. warga sekolah. IPA. maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. belajar sambil berbuat (learning by doing). 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). yakni rentang kelas 1 s/d 3. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. pada jenjang MI kelas tinggi. aktualitas. dan kebutuhan peserta didik. Para peserta didik dikondisikan. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. PKn) secara terpisah. difasilitasi. IPS.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). Matematika. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). Namun. tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. pengertian. • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran.

(2) PKn sebagai program akademik. warga negara. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. damai. dan kompetensi guru. tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. khususnya dalam mencapai tujuan umum. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . kritisasi. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. seperti masalah landasan. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter. ketanggapan. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Dalam pelaksanaan program. Melalui domain ini. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik. warga sekolah. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. metodologi. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. belajar sambil berbuat (learning by doing). pengorganisasian kurikulum. anggota masyarakat.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. buku pelajaran. dan kreatif.

dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. dan karakteristik peserta didik. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. kondisi. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. Namun. Oleh karena itu. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. yakni melalui berbagai program penataran P4. Secara epistemologis. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn).Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”.

komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). domain kurikuler. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. Ada tiga dimensi PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . (2) PKn sebagai program akademik. Dalam pelaksanaan program. pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). dan domain sosial kultural”. dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. penalaran kewarganegaraan (civic knowledge).tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. khususnya dalam mencapai tujuan umum. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural.

program sosial kultural B. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A. holistik D. strategi penyajian D. program akademik D. contemporary politic B. evaluasi pembelajaran 3. political party D. deduktif 5. A. 1.. metode pembelajaran C. preoperasional C. structural B.... correlated 4. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. program kurikuler C. separated D. abstrak B. integrated C. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . political organization 2.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah . Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . A. political democracy C. bahan pembelajaran B. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A.

kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 . tematik C. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B.. Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. pembelajaran tematik (thematical learning) D.. kecuali: A. membuat kesimpulan B. terpadu B. kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10.. Social Studies as social sciences C. menciptakan masalah aktual 8. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam .. pembelajaran yang meluas (broad field) B. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A. Social Studies as citizenship transmission B. pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. Social Studies as personal development 7. disipliner D. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D. belajar terpadu (integrated learning) C. Social Studies as reflective inquiry D. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. kecuali: A.. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah . A.6. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C.. membuat keputusan C. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara .. pemecahan masalah krusial D.

x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .

Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. Nilai. moral. Moral. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. politik. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). oleh rakyat. konstitusi. akan dibahas pengembangan konsep. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. peristiwa. moral. nilai. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. dan hukum. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. nilai. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. Pada kegiatan belajar ini. dan untuk rakyat. atau pemikiran (ide). maksudnya dalam proses pembelajaran.2 Pengembangan Konsep. namun secara praksis. dan norma disamping pendidikan karakter. Secara akademik. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Istilah konsep. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis.

sikap 16. kekuasaan 28. sebagai ilustrasi dan contoh. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. moral 23. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. 8. nasionalisme 22. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. misalnya. perasaan 15. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. 2. negara tertinggal 10. karakter 14.Dalam contoh di atas. wewenang 29. kelompok penekan 21.pengambilan keputusan 11. kekuatan rakyat 19. partai politik 31. 1. perilaku 24. Namun. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. 6. Konsep “buruh”. 7. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. moral 12. solidaritas 17. dan penilaian. kekuasaan 18. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. pemilu 32. Akibat dari pengalaman ini. kelas penguasa 20. nilai 13. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. empati 27. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tindakan moral 25. pelaksanaan. 3. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. Dengan demikian. 5. politik 30. 4. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. kata hati 26.

Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Nilai dapat dibagi atas dua bidang. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. Ketiga. Misalnya. Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Seperti umumnya konsep. berpikir. dan tindakan (acts). yakni perlu ada pilihan (chooses). Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. kriteria manfaat. menghitung. Nilai bukanlah benda atau materi. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. Kedua. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Bila demikian. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . Pertama. apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya.Pengertian Nilai Apabila kita sadari. nilai (value) adalah konsep (concept). ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. Etika terkait dengan masalah moral. artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. yakni nilai estetika dan nilai etika. Singkatnya. Oleh karena itu. kriteria keindahan. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. penghargaan (prizes).

marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. yakni dilihat dari tujuan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Dr. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. dan keraguan. Samakah. perasaan. Namun. yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. keyakinan.Selain dengan kriteria di atas. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. (2) Nilai Vital. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. aktivitas. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. (1) Nilai Material. sikap. maksud. kepentingan. (3) Nilai Kerokhanian. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. Prof. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Adi mendengar ucapan ibunya. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. baik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . Setiap hari. Adi menghadapi dilema. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. seorang anak. sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran. Suatu hari. Ahli lain... Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. dan religius. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Nak. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. indah. Menurut dokter. Adi mau mencari obat sekarang”. maka ada sejumlah yang disebut benar. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. Adi pergi untuk mencari obat. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang.

norma moral. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. (2) Bersifat umum. norma kesusilaan. dan teratur. norma biasanya bersanksi. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. Demikian pula. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. norma agama. Secara umum. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. upah. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. dan norma hukum. Sedikitnya ada empat jenis norma. dan nyata. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. tertib. ialah: norma kesopanan. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. jelas. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yaitu berlaku bagi semua orang. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. Dengan kata lain. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. dan norma sopan santun. untuk menciptakan masyarakat yang aman. lalu lintas dan lain-lain. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. bertingkah laku. Misalnya.

Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. morals. Jepang. Nilai bersifat universal.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. moris. manners. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. yaitu adat kebiasaan. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . Dengan demikian. ialah: mos. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. Meskipun demikian. mores. manner. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Artinya. Misalnya. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. (3) Pada norma hukum. Oleh karena itu. Pada umumnya. pelaksanaan. mentaati/mematuhinya. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. Dalam konteks etika. norma mengandung nilai atau harga. penegakan. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Oleh karena itu. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara.

kebangsaan. mandiri. berakhlak mulia. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. bersikap. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir. ..secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan... dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal.  pendidikan kewarganegaraan. berilmu. dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. moral. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan kemasyarakatan. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). cakap. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Apabila dikaji.. moral. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. pendidikan nilai.   b. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. kreatif. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. sehat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional.  Selanjutnya. UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara.

Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya.  pendidikan kewarganegaraan. Rangkuman Istilah konsep.. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini..   b..” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. atau pemikiran (ide). Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. . nilai. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. menengah. moral. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sebagai landasan kurikulernya. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan. peristiwa. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas.. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol.”. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan.

morals. Etika terkait dengan masalah moral. tertib. kesusilaan. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. dan hukum. moris. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. dan teratur. Istilah moral berasal dari bahasa Latin. ialah: mos. manners. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. 32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Norma ada dua. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. bertingkah laku. mores. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). yakni nilai estetika dan nilai etika. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. yaitu adat kebiasaan. manner. agama.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. ialah norma fisika dan norma etika. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi.

demokrasi C. Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat..kecuali: A. kursi 3.. empati D. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. teori 2. A. gubernur B. Notonegoro. kekuasaan C. peristiwa. yakni perlu ada A... Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 . Generalisasi D.. Fakta B. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B. norma 4. penghargaan (prizes). Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari. persetujuan (agreement) B. A.. atau pemikiran (ide) disebut. Konsep C.. mengagumi keindahan bunga C. 6. Menurut Prof. membayar pajak tepat waktu D. pilihan (chooses). Dr.. tindakan (acts). kekuasaan D.. A. 1.. C.. segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut . kewenangan B. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit .. D.

Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut . Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah .. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. baik atau jelek. nilai estetika C.. A. niai kebenaran B. nilai hukum D.. menertibkan perilaku 10. Dalam konteks etika.. norma agama D.7. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8. D. nilai moral B.. A. memaksa untuk tidak melakukan C. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan . Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma . A... sanksi tegas dan nyata D.. mengatur perilaku B.. norma hukum 9. nilai kesusilaan C.. A. nilai religius A. nilai moral/etika D. C. nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. B. norma kesopanan B.. norma kesusilaan C.

89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 .x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada kegiatan belajar ini. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). Dalam proses itulah. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. Dengan kata lain. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 . Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Dengan demikian. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik.3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis.

Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru.demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. Selain itu. dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. Dengan demikian. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Namun. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu.

Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. the dispositions that inform the democratic ethos. dan tidak terdidik. Pada pembahasan di atas. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. Dengan kata lain. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. Dengan kata lain. as well as ‘habits of the heart’. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. menyatakan “The habits of the mind. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak).dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. Anda telah mengenal paradigma PKn. Alexis de Toqueville. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan. are not inherited. lakukanlah diskusi itu. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional.” (Branson. bodoh. cerdas. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. 1999:2) Artinya. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. berbangsa dan bernegara. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi.

Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Khusus dalam pendidikan persekolahan.pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 . Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. oleh rakyat dan untuk rakyat”. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. Namun. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. pengalaman praktis. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Oleh karena itu. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. rasional. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. emosional dan sosial. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara.

2 Melaksanakan hidup rukun. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah. (1) 1. • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan). dan SMA/MA. • Melaksanakan piket di kelas. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. 1. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. Untuk mencapai SK dan KD tersebut. Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). SMP/MTs. PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian.

2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. photografi. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka.Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. Dengan demikian. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.... Proyek Belajar Kewarganegaraan. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. peta. Namun demikian. dan karya seni asli. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. grafik. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 .. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Kami Bangsa Indonesia .

Membuat rencana tindakan. Membuat kebijakan publik. meningkatkan keterampilan. yakni kita semua. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . 4. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. 3. 2. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. Dalam menilai portofolio. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Mengkaji pemecahan masalah. 5. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat.

Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. d. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. b. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. c. kelas dibagi ke dalam empat kelompok.

Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. menjelaskan dan menganalisis. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. keterampilan. emosional dan sosial. dan bertanggung jawab. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. Oleh karena itu.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. mengevaluasi. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. rasional. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. efektif.

Pemecahan masalah warga negara 2. Standar materi kewarganegaraan D. kecuali: A. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Standar pencapaian 5. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Tanggung jawab warga negara C. pemikiran dan sikap B. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. rasional. emosional. emosional dan sosial D.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Rasional. Afektif. 1. Partisipasi warga negara D. Kecerdasan warga negara B. Standar materi kewarganegaraan C. pemikiran dan emosional C. sikap. dan sosial 3. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. intelektual. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Kemampuan C. Indikator pencapaian D. intelektual. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. Spiritual. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. Spiritual. Kemampuan dasar B.

mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. menjelaskan masalah B. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. membuat kebijakan publik D. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. estetika D. menilai kebijakan alternatif C. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. grafik. mengumpulkan dan menilai informasi B. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. kecuali: A. membuat kebijakan publik 9. mengkaj pemecahan masalah C. photografi yang: A. kejelasan C. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. beragam dilihat dari segi keilmuan D. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis.6. bernilai seni tinggi 7. peta. membuat rencana tindakan 10. kelengkapan B. menarik secara estetika B. membuat rencana tindakan D.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

B. membuat keputusan 8. sanksi tegas dan nyata 10. norma kesusilaan 9. program kurikuler 6. B. A Nilai material 7. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. A bahan pembelajaran 3. B 8. C empati 4. emosional. C. A Social Studies as citizenship transmission 7. A 6. B Konsep 2. rasional. nilai religius 8. D 2. A 10. B. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. mengagumi keindahan bunga 5. holistik 5. C. B integrated 4. nilai moral Tes Formatif 3 1. D. C 9. C disipliner Tes Formatif 2 1. C pemecahan masalah warganegara spiritual.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A. D 4. D kursi 3. B 7. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . B. D 5. C 3. A. B political democracy 2. persetujuan (agreement) 6.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. Oleh karena itu. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. ialah pertama. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). yakni penguasaan bidang studi. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. oleh rakyat dan untuk rakyat. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua.MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia. Namun demikian. Namun. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. Misalnya. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . Karena itu. Berbicara tentang materi PKn.

Dengan demikian. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. 4. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. Lebih jauh lagi. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 2. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. konsep. Memahami karakeristik materi PKn. Dengan kata lain. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 2. 2. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. Terapkan prinsip. 5. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. Karakeristik Materi PKn. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Implikasi lebih lanjut.

Apa materi PKn itu. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . karaktersitik. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. maupun adat istiadat. Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). budaya. perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya.1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maka lahirlah sebuah pertanyaan. Oleh karena itu. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. agama. bahasa. Dengan kata lain. terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri.

“informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. secara umum. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). Misalnya. sosiologi. Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Namun. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. sejarah. psikologi sosial. tiga disiplin pertama. the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). yakni: Pertama. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). Menurut Hanna dan Lee. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. sejarah. ekspedisi pendaki gunung. Pada masa itu. jurisprudensi. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. meliputi geografi penduduk. baik kecakapannya. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. dan ilmu politik. kebutuhannya. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. Ketiga. ilmu politik. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. sejarah dan ilmu politik. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. geografi penduduk. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. misi dan karakteristik PKn. antropologi. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. nasional dan global. filsafat dan etika serta bahasa. dan lain-lain. kepentingannya. Kedua. Baru pada pertengahan abad ke-20. ekonomi. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. meliputi geografi. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi.

1980. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. cita-cita. beberapa ahli Social Studies (Michaelis. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. dan negara. Selain itu. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. 1993. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . Meskipun demikian. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. Oleh karena itu. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. Jarolimek and Parker. yakni fakta (peristiwa.(useful) bagi bangsanya. Namun. Oleh karena itu. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. Namun. bahwa ”Facts are low-level. specific empirical statement about limited phenomena. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. formal disciplines (social sciences). fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. dasar negara. 1984. sebenarnya. Dengan demikian. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. masyarakat. guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. Sunal and Haas. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Oleh karena itu. Banks. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. bangsa. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. but they apply only to a specific situation. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis.

Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. fakta berupa kejadian. (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan. yang ditampilkan dengan benar-benar ada. terjadi. kapan. dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. Selain itu. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. Dengan demikian. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. 1980:94). dan bernegara sangat penting. karena mempunyai realitas objektif. Oleh karena itu. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. kehidupan bermasyarakat. Namun. nasional. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. berbangsa. di mana. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). dalam konteks proses inkuiri. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. Namun. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. dan global.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. dengan melihat dari aspek perannya. peristiwa. siapa.past or present. 1977:84).

Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. fantasi. kambing. dan garam merupakan “konsep”. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. ideas. kursi. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Selanjutnya. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. pohon. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. Dengan demikian. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. gas. kebaikan. 2000. Jadi. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. ketimun. kemenakan. Nama-nama seperti gunung. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. Di dunia ini. Namun. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. yakni pada tahun 1999. sebagai latihan. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. pandai. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. merah. meja. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. 2001. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. mobil. • Memasuki era reformasi. dan 2002. or events”. danau. Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn.

indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. Pertama. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. seperti kemampuan bahasa. kompleksitas (complexity).apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. Kedua. event. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. 1980:99-100). konsep “kucing”. (1980:100). seperti berkaki empat. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. objects. kambing. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. negara. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. bercakar. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. Misalnya. Kemudian. Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). Misalnya. dan kecerdasan. dsb). penghargaan. or individual. Dalam hal ini. or individual. pemerintahan. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. misalnya kebebasan. pembedaan (differentiation). Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. berbulu lembut. Dengan demikian.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. semakin kompleks konsep tersebut. DPR dan sebagainya. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. dan pabrik. patriotisme. ketajaman rasa. misalnya bunga. “The more complex a concept is. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). concepts represent something common to several events. suara mengeong. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. seperti presiden. dan kemampuan belajar. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. penyesuaian diri. Ketiga. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . demokrasi. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. he places it into a class. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. DPRD I di Propinsi. Dengan menempatkan objek-objek.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. Misalnya. ”bersenang-senang”.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. Kelima. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Ketiga. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. Kedua. Pertama. uang. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. Timbul pertanyaan. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. Keempat. Misalnya. individu-individu. rumah. dan sebagainya. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. Misalnya. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”. Dengan mengenal konsep. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. Misalnya. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati.tanah. dan ”hotel”. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. alat rumah tangga. Keempat. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. peristiwa-peristiwa. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. klasifikasi. individu-individu. Bandingkan dengan konsep obeng. emas. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). peristiwa-peristiwa. atau ide-ide.

Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tentu memerlukan penjelasan yang memadai.” (Fraenkel. peraturan hukum. kekuasaan. konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. Menurut Fraenkel. Ketujuh.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn. suku. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. Contohnya: “Jawa koek”. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. suku. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. hak dan kewajiban. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. dan sebagainya. Misalnya. “Cina licik”. “Orang Batak si tukang copet”. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. “Padang bengkok”. 1980: 103). create a society. konsep “negara”. Keenam. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya.

yakni hukum negara. harus dapat berjalan secara sinergis. Tujuan utama dari pendidikan hukum. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. adat-istiadat. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 .Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting. Menurut Banks (1977: 259). Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. aman. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. Oleh sebab itu. dan bernegara. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. dan norma agama. berbangsa. sikap. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. hukum dan politik. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. Kehidupan yang tertib. kebiasaan. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. Oleh karena itu. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). kesusilaan. Di samping itu. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Dengan peraturan baru tersebut. bermasyarakat. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler.penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Kemudian. keberadaan bangsa dan negara merdeka. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. kalau ada. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 . Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu. Secara kultural. berorganisasi. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). dimensi program ini bersifat formal. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. bernegara dan berpemerintahan. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. Sebelum proklamasi. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. Lalu ada aksi berjuang.

misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. pengelolaan. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan. kompetensi lulusan. maka kompetensi lulusan harus sama. proses. pembiayaan. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. decision making competence atau decision making skills. sarana dan prasarana. Dengan demikian. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. tenaga kependidikan. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. Hal ini tidak mungkin berbeda. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Content ini pun harus dibedakan. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. Apakah boleh PKn itu terbelah. ada content yang sifatnya structural formal. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. dan penilaian pendidikan. proses dan kompetensi lulusan. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. Misalnya. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya.

yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kurikulum masa ini doktrin Kedua. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 .tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. DenganContent demikian. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. formal ini bagaimana merupakan content perekat. seluruh propinsi dan seluruh bangsa. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. seluruh kabupaten/kota. content perekat. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. perubahan. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model. berbagai konteks pasti berbeda-beda. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. dihadapi. Namun. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. Dengan demikian. pemersatu akan memperkuat Namun.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. Ketika Indonesia danmisalnya. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. siswa berada.

Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. Pertama. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. separatisme. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Sedangkan untuk SMA/MA.Ketiga. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. kebodohan. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. Kedua. maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. pernah dilakukan penyesuaian content. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. Dari aspek content. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Dalam hal ini. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. baik PKn SD/MI. korupsi yang merajalela. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. Keempat. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. SMP/MTs. maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. kemiskinan.

Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. terkait masalah konflik antaretnis. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Kebebasan berorganisasi. hukum dan peraturan. misalnya. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Budaya politik. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Partisipasi dalam pembelaan negara. Sumpah Pemuda. Namun. Dengan kata lain. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Harga diri sebagai warga masyarakat. Prestasi diri . Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. Hukum dan peradilan internasional 3. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.dikomunikasikan kepada peserta didik. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Pemajuan. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Demokrasi dan sistem politik. Menghargai keputusan bersama. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Cinta lingkungan. dan layak. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Tata tertib di sekolah. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Instrumen nasional dan internasional HAM. logis. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Sistem pemerintahan. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. Persamaan kedudukan warga negara 5. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah pusat. Pemerintahan daerah dan otonomi. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Norma yang berlaku di masyarakat. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1. Norma. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Kekuasan dan Politik. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Peraturan-peraturan daerah. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Sistim hukum dan peradilan nasional. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat.

Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. rasional. Dengan menyimak paparan di atas. Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. dan Mengevaluasi globalisasi. Hubungan internasional dan organisasi internasional. tanpa memeras dan menguras tenaga. Dengan demikian. Namun. dan bernegara. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. serta anti-korupsi 3. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dampak globalisasi. berbangsa. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. dan demikian juga sebaliknya. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. Dengan kata lain. Selanjutnya.8. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. yakni: 1. Berpikir secara kritis. mengamati. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.

Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. Oleh karena itu. dan (2) tingkat kemampuan berpikir. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. keterampilan dan kebiasaan. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. Kemampuan berpikir. membina kebiasaan. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. menilai keadaan. yang terbuka dan tanggap. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. menurut sejumlah hasil riset. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956).ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis.

persamaan hak asasi manusia. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. ajeg. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. menghormati kekuasaan. dan kekuasaan yang berlaku. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. Orientasi legalistik kontrak soaial. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. 3. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. Orientasi keserasian antar personal. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. Orientasi hukuman dan kepatuhan. Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. 4. dan universal. 6. Memelihara ketertiban sosial. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Konvensional 2. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. Secara lebih rinci. Orientasi instrumental. hukum. tujuan.

1 Menjelaskan hak anak untuk bermain.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Melaksanakan hidup rukun.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1. agama. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4. Membiasakan hidup bergotong royong 2. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 . saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3. dan suku bangsa 1.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II.1 Mengenal pentingnya hidup rukun.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. saling berbagi dan tolong menolong 1. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1.

Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1. kota.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. kota. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2.2 Memberi contoh bentuk harga diri. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. dan provinsi Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. kota.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2. Menampilkan sikap demokratis 4. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4. keramahtamahan 4. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III.1 Mengenal makna satu nusa. disiplin. seperti menghargai diri sendiri. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. dan provinsi 2.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4.3. Memahami sistem pemerintahan kabupaten. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. Memiliki harga diri sebagai individu 4. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2.1 Mengenal nilai kejujuran.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. kedisiplinan.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. kekayaan alam. satu bangsa dan satu bahasa 1.2 Melaksanakan perilaku jujur.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3. seperti kebhinekaan.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.2. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

larangan merokok Kelas V. DPR. MA.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 .1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. Wakil Presiden dan para Menteri 4. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Presiden.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V. 3. anti korupsi.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. Memahami kebebasan berorganisasi 4. seperti pajak. MK dan BPK dll.Kelas IV.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. seperti Presiden.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah. lalu lintas. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. seperti MPR.

1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3. c.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2. kegiatan pembelajaran. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.Kelas VI. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2. pengertian kerjasama antarbangsa b. Pengertian Politik luar negeri b.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. Peran Indonesia di Asia Tenggara a. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Kompetensi Dasar 3. d. Negara-negara Asia Tenggara c.

dan bahkan spiritual. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. Sebagai latihan. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . lingkungan madrasah. emosional. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. dan dalam kehidupan di sekolah. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. sosial. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. yakni kecerdasan dalam intelektual. kelompok permainan. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. dan lingkungan masyarakat sekitar. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). baik dalam lingkungan keluarga. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik. maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita.

Secara ontologis. manusia sebagai pribadi. berpartisipasi. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yakni curriculum content dan student behavior. Secara praksis. meliputi keterampilan berpikir. berkomunikasi. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. kekayaan Indonesia. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. jatidiri sebagai bangsa Indonesia.masalah. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. Dalam hal ini. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya. Secara konseptual. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. meliputi: Nusantara Indonesia. Secara filosofis. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi.

.. khususnya tentang . Indonesia menganut demokrasi konstitusionil. PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara. A. rakyat 3. kesejahteraan 4.. Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . negara B. demokrasi liberal 2. demokrasi politik B. 1. demokrasi konstitusional D. A. peran dan fungsi C. kecuali: A.. pengakua 5.. pemerintah D.. Objek atau bidang telaah PKn adalah . Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. khususnya konsep. Pembukaan UUD 1945 B. Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 . A. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik.. tanggung jawab B.. wilayah C. perilaku warga negara C. Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D. demokrasi terpimpin C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. Batang Tubuh UUD 1945 C.. A. hak dan kewajiban D... perilaku pemerintah D. rakyat B.

A. berkembang secara positif D. A.. berpikir secara kritis B. Hak asasi manusia 10. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah ... Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. psikologis D. organisasi kemasyarakatan 8. Tahun 2006 9. masyarakat B.. Demokrasi D. berpartisipasi secara aktif C... Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . A. emosional 7. kecuali: A. Globalisasi C. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tahun 1968 B. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No. pemerintah C. historis B. Tahun 1975 C. Persatuan dan kesatuan B. sekolah D.22/2006. Misi ini merupakan ontologi PKn secara .6.. sosiologis C. Tahun 1994 D...

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . informal content 4. D pengakuan 5. D emosional 7. A. hak dan kewajiban 4. B fakta 7. C sekolah 8. demokrasi politik 2. B. formal content 5. A ekspositori 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A. D fakta 8. C. A. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. B Batang Tubuh UUD 1945 6. A. A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. C Fraenkel 10. C. B perilaku warga negara 3. C Demokrasi 10. B Tahun 1975 9.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Baiklah. metode. Pada modul mata kuliah yang lain. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. zaman terus berkembang. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. strategi.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. dan teknik untuk pembelajaran PKn. Sementara di pihak lain. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat.

Desain pembelajaran PKn 2. Oleh karena itu. 4. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Terapkan prinsip. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. konsep. 2. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. 3. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. memilih. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mempertimbangkan. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Lebih jauh lagi. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini.

Artinya. Oleh karena itu. Memang. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Pada kegiatan belajar ini.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. Pada kegiatan belajar ini. Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. tujuan. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. akan dibahas tentang pengertian.

meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. Pada kegiatan belajar berikut ini. Artinya. Dalam pembahasan berikut ini. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. selama proses mengembangkan kurikulum. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. sikap dan kemampuan guru. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. iklim sekolah. faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Dengan demikian.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya.

sikap. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn. Gedung Kedutaan.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat. sbb. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). pengalaman. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. keterampilan mengajar. pengetahuan. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. dan sebagainya. Gedung Kejaksaan RI.

mengemas. Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi).kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. perubahan fungsi keluarga. Dua faktor ini saling mengisi. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). tuntutan dunia kerja. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perubahan hubungan antara orang tua dan anak. Dengan kata lain. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). seperti harapan orang tua siswa. tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. meramu. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. anggapan dan nilai masyarakat. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. perubahan teknologi dan informasi. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. dan sebagainya. perubahan dalam struktur ekonomi. Apabila kita perhatikan.

Misalnya. pekerjaan rumah.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. efisiensi dan efektifitas. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. antara lain standar kompetensi lulusan. media. sumber dan evaluasi. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. tingkat otonomi sekolah. yakni relevansi. pengalaman kerja. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. pemerataan. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Harapan dunia kerja. sikap dan sebagainya. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. ujian nasional. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. antara lain: Sebagai latihan. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. dan keterlibatan masyarakat di sekolah. disiplin siswa di sekolah. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat.

mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Di Indonesia. konsultan kurikulum. peragaan dan alat peraga. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. Sedangkan. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas.akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. Misalnya. dan masyarakat. dan pusat penataran guru. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah Daerah. Umumnya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. Dengan demikian. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi. universitas. buku-buku profesional.

kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa. kecakapan. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. jenjang dan kelasnya. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. karakter. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. Dari semua faktor. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. bakat khusus. misalnya kepribadian. berapa usianya. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. misalnya kesiapan belajar. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. seperti keterampilan motoriknya. afektif. Sifat. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. nilai dan sikap. baik eksternal maupun internal. Untuk mengenal perbedaan siswa. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. perkembangan moral. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. dan keterampilan/perilaku. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. rasa percaya diri. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. dan pengalaman. motivasi. aspirasi. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. tingkat perkembangan kognitif. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya.Faktor internal pertama: Siswa. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. 6) Karakteristik personal. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain.

maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas. misalnya. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. 3) Harapan guru. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. 6) Evaluasi diri guru sendiri. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. Dengan demikian. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. 2) Ketertarikan guru.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. misalnya oleh siswa. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. 5) Gaya mengajar. Faktor internal kedua: Guru. Dalam penggunaan metode mengajar. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire.

idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. atmosfir. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru.7) Peran guru. Untuk mengatasi hal ini. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. Dalam forum MGMP. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Oleh karena itu. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. Namun demikian. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah.

rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. kualitas perpustakaan beserta stafnya. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran. ketersediaan pusat sumber belajar. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. Dengan adanya temuan ini. kekayaan budaya. alokasi dana untuk bahan pelajaran. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. jenis dan jumlah bahan pelajaran. seperti tinggirendah tanah. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. dll. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. Misalnya. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. penghasilan setiap daerah.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

5. narasumber. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. dan (3) model pemecahan masalah. 4. (2) model belajar melalui pengalaman. 5. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). 3. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. kelompok. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). percontohan. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. transformasi pengalaman. 3. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .pembiasaan. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. 7. 2. adanya variasi kegiatan klasikal. 6. 4. demokratis. meliputi: (1) model berbagi informasi. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Menurut Suparman (1997). Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. keteladanan. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. 2. 1. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No.

mempersiapkan siswa untuk belajar. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. memberi umpan. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. untuk mencapai tujuan yang maksimal. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. informasi latar belakang pelajaran. model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). Oleh karena itu. pentingnya pelajaran. atau menyajikan informasi tahap demi tahap. Meskipun demikian. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari.

v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. model. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. logistik yg dibutuhkan. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. dan memiliki kebebasan berpendapat. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Oleh karena itu. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. dan berbagi tugas dengan teman. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. demokratis.

yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 . Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. Pada hakikatnya. misalnya. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. Stándar Kompetensi 3.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi. Namun.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. sebagai berikut. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey.

kebijakan. dll. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. IV.: I.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. menulis surat kepada pejabat. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . institusi. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. dll. fungsi. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan. berargumen. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. tujuan. III. mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik. voting. demonstrasi. kelompok kepentingan.

karakteristik. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . sebagai berikut: Pertama. Merumuskan tujuan Kedua. dan lingkungan siswa setempat. Memecahkan masalah Kelima. yakni: I. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. sejarah. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. agama. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. status sosial ekonomi (pendapatan. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. Oleh karena itu. etnis. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. nasionalitas.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. perhatikanlah contoh berikut ini. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. Karakteristik sosial. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. pekerjaan). Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran.

kamu biasanya bertanggung jawab. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kedua. Merumuskan tujuan.Sikap bertanggung jawab. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab.

1. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . dan prinsip-prinsip moral. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. Setiap seminggu sekali. 2. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Sebagai contoh. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Usman. Keempat. kebiasaan. hukum.

Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. dan pergi ke pasar. Kelima. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. membuang sampah. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman. khususnya tetangganya memerlukan taman. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik.Susi untuk membersihkan lantai. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mungkin anda mendapat nilai yang baik. 3.

...................................... atau bagaimana orang lain memikirkan kita........………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab.................... Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda.. ............... Manakala hal ini terjadi.... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu........ Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu..... Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 ................... bacalah cerita Piknik Keluarga......... anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik...... Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri....................... Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini. Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya.............• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í .......................... maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas...... 1...................... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab..... yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab............ Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah...... Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama................................... apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab............. seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda.....…………………………… ....... teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya......... Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab..... Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya........ kita mungkin menerima hukuman.......... Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari.. ..................

Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. joging. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu.2. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pisau. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. gelas. Apakah tanggung jawabnya? 3. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Siapa yang bertanggung jawab? 2. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. bermain. Setelah makan. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. 3. Apakah sumber tanggung jawab? 5. 4. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. 5. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. Saudara laki-laki Tati. Mereka membereskan peralatan. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. 6. sindok untuk seluruh keluarga.

Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. Rumuskan tujuan 3. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. 4. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain. Pecahkan masalah berikut. sebagai latihan. Baiklah. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. 1. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. Bagaimana menurut pendapat anda. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah.

(3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. keteladanan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. dan perorangan. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. transformasi pengalaman. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. percontohan. dan (3) model pemecahan masalah. ekonomi dan budaya peserta didik. narasumber. manajer kelas yang demokratis. (4) Memecahkan masalah. maupun keterampilan. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. (2) model belajar melalui pengalaman. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. Untuk mengubah kemampuan itu. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. adalah: (1) Merumuskan tujuan. demokratis. meliputi: (1) model berbagi informasi. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. (5) suasana kelas yang fleksibel. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. kelompok. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. sikap. seperti melalui pembiasaan. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

manajer kelas yang demokratis 4. A.. kecuali: A. A... model pemecahan masalah D. model pemecahan masalah D. narasumber... kognitif B. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. kegiatan kelompok C. model berbagi informasi B. A... menerapkan pola komunikasi banyak arah D. kepribadian 2. Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut.. kecuali: A. Bentuk pembelajarannya berupa . kegiatan perorangan D. menggunakan satu metode secara berulang C.. model berbagi informasi B. afektif C. adanya variasi kegiatan klasikal.. kelompok. 1. dan perorangan 3. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . guru berperan sebagai fasilitator. model belajar melalui pengalaman C. model belajar melalui pengalaman C.. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . model bermain sambil belajar 5. perilaku D. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. yakni mencakup.. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . kegiatan klasikal B..Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. yang mencakup tiga domain.

. A. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya...6.. A. Berpikir kritis B.. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B.. 10. model belajar melalui pengalaman C.. model pemecahan masalah D. Membimbing kelompok bekerja dan belajar C.... Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai .. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah .. model bermain sambil belajar 7. Evaluasi D. D. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C. B. Membimbing pelatihan D. A... Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . Orientasi siswa pada masalah. model berbagi informasi B. Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Berpikir kreatif C. C. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah .. A. Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. A. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B. Memberikan penghargaan 9. Berpikir induktif D.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .89 % = baik 70 % .

A 6. B 10. C 9. B 7. kelompok. dan perorangan 3. 10. A 4. B 2. C model pemecahan masalah 5.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. D Memberikan penghargaan 9. B Orientasi siswa pada masalah. D 5. B menggunakan satu metode secara berulang 4. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. A model berbagi informasi 7. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C 8. B model belajar melalui pengalaman 6. D kepribadian 2. D 3. D adanya variasi kegiatan klasikal.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pendekatan pemungutan suara. pemungutan suara. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. 5. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. berpikir kritis. wawancara. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. Selain itu. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. 6. dan menilai data. menilai kualitas penyajiannya. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. Oleh karena itu. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . wawancara. wawancara. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan. mengumpulkan informasi. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. wawancara. dan survey Pemungutan suara. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. berkompromi. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik.menjelaskan masalah serta solusinya. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. Sebagai pendekatan pembelajaran. Sebagai strategi pembelajaran. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis.

Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. atau interaksi di lingkungan birokrasi. pengambilan keputusan. panitera bahkan terdakwa. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya. Misalnya. pengacara. Oleh karena itu. 7. hukum. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. 9. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. ekonomi. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. politik. berpikir kritis. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar. proses dengar pendapat. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. dan anggota masyarakat lain. rapat komisi. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. 8. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa.hidup. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. tetangga. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. dan sistem kehidupan internasional. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. hakim.

lingkungan sekolah. membangun opini. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. ceramah (lecture). kondisi sekolah. prasarana. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. dan ditulis secara jelas. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. Secara umum. Oleh karena itu. demonstrasi.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. 1. Perhatikan karakteristik siswa. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. sarana. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. bersifat satu arah. para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . lingkungan belajar. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. dikembangkan secara logis. Sebaliknya. para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. dan kemampuan guru. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. dan peran guru sangat dominan. Sebagai latihan. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. Selanjutnya.

Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. dan konferensi. diskusi. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. pemecahan masalah. kelompok tutorial. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. kosa kata. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. jigsaw. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. bersifat dua arah. 2. Secara umum. dan peran siswa lebih dominan. Dalam pembelajaran PKn. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . wawancara. Oleh karena itu. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. bermain peran (role playing). tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. curah pendapat (brainstorming). a. metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan.

2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis. 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. menyadari. Misalnya. dan kemampuan berorasi. Artinya. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. dan peka terhadap masalah sosial. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. jika peran yang dimainkan adalah polisi. c. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. b. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. Oleh karena itu. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. yakni membantu siswa untuk merasakan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap.

ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. diskusi reflektif. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. Selanjutnya. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. Dalam kegiatan curah pendapat. inkuri. studi kasus. Dalam menerapkan metode curah pendapat. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah. 2) menunda pemberian kritik. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. Kemudian. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. Mungkin pada awalnya. 3. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan.

a. b.pembentukan konsep. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. bidang studi. mengembangkan. dan lingkungan belajar. dan. Karena semua gagasan awalnya diterima. mengembangkan pertanyaan. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Di kelas. sumber belajar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . dan menguji hipotesis. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. mengungkapkan. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. Secara umum. Sebagai metode pembelajaran. bersifat dua arah. siswa terlibat dalam proses belajar. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. dan peran siswa lebih dominan. Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. dan pemetaan konsep. membantu merencanakan strategi masa depan. Secara aktif. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah.

dan berpikir induktif. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. berpikir deduktif. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. Contoh peta konsep sebagai berikut. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. topik. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. 39. data. Dalam melatih berpikir divergen. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. . c. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. bahan dan masalah.1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. konsep. Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen.

para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. dan sebagainya. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. bermain peran. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. • Melihat pengetahuan terdahulu. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. simulasi mengajar. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. • Pilihan untuk memecahkan masalah. permainan. profesi. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. Misalnya. simulasi mengatasi kebakaran. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. yakni simulasi. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . Secara umum. Sebagai metode pembelajaran. atau kegiatan tertentu.4. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. percobaan. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Oleh karena itu. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. bersifat interaksi multi arah. survey. pengamatan lapangan. simulasi. dan peran siswa lebih dominan. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa.

b. pemodelan. Apa target keterampilan simulasi. Ada sejumlah teknik bertanya. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. contoh. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi.a. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. apakah keterampilan intelektual. Namun. menjelaskan. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. yakni keterampilan bertanya. aturan main. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. afektif. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. dan sebagainya. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. b. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. c. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. memberi penguatan. Sasaran. tema apa yang dipilih. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa.

pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. Dalam konteks pembelajaran. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Misalnya. d. kemudian bila tidak ada yang menjawab. antusias. yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. Dalam konteks pembelajaran. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa.c. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. maka ketika guru bertanya. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). dan bersemangat untuk bersimulasi. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. objek. dan unsur-unsur pembelajaran. Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Dalam kelompok kecil inilah.

(3) pembelajaran tidak langsung. (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). wawancara. dan survey (polls. (6) Pendekatan pemungutan suara. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama.materials). (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). menjelaskan. memberi penguatan. dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Namun. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. (4) Pendekatan (Cooperative Learning). ialah (1) pembelajaran langsung. Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. (2) pembelajaran interaktif. dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). yakni keterampilan bertanya. (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). (4) pembelajaran melalui pengalaman. dan surveys). interviews. (5) Pendekatan Debat (debates).

strategi diartikan sebagai .Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. bermain peran (role playing) B... A. a way of viewing B. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. 3.. Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung. ceramah (lecture). demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 . Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. a way of tackling D. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut .. A. kecuali: A.. a way of achieving target C.. a way of handling 4. a way of achieving target C. bermain peran (role playing) B. C. simulasi (simulation) D. kecuali: A. a way of handling D. tinjauan terstruktur (structured overview). 1. B. Dalam konteks pembelajaran.. A. demonstrasi (demonstration) 5.. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). Dalam konteks pembelajaran. curah pendapat (brainstorming) C. a way of viewing B. metode diartikan sebagai . a way of tackling 2. curah pendapat (brainstorming) C.

. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah . bertanya B. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk . A. A. kecuali: A. kecuali: A. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. memberi penguatan C. guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B.6.. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B. mengajar kelompk kecil 10. guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru membagi peran untuk tiap siswa D. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung.. studi kasus C. melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C. mengadakan tanya jawab C..... melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. A.. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan .. ceramah D... pemecahan masalah B.. pemetaan konsep 8. berlatih memerankan tokoh tertentu D. menjelaskan D. Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9. Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah .. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % .89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. Pada kegiatan belajar ini. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Apabila dikaji. Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. keterampilan. akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. Secara singkat. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). Apakah Anda masih ingat. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement).2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. Namun. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah. yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy).

menegakkan kebenaran dan keadilan. afektif. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. dan psikomotorik. memahami. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. dan unsur afektif lainnya. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. dan tidak paksaan. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. patriotis. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . rewarder. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. nilai. persabahatan. konteks kehidupan masyarakat. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. perjuangan. berpikir kritis. sintesis. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. hangat. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. pengelola (manager).pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. terbuka. analitis. maupun pemberi keputusan (decision maker). Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. perasaan/emosional. Untuk mencapai tujuan PKn ini. serta kebutuhan dan karakteristik siswa. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. yakni suasana penuh kekeluargaan. Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. sikap. pengarah (director of learning). Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. Oleh karena itu. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). dan evaluatif. peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). tidak ada tindakan yang menekan siswa. penilai (evaluator). fasilitator. adil.

Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. 1978). dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. Dalam rumusan tujuan lain. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. maupun aspek afektif dan psikomotor. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. keterampilan kewarganegaraan (civic skill). berbangsa dan bernegara. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. yakni nilai estetika dan nilai etika. sebagaimana dikemukakan Branson (1999). Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. yakni menjadi siswa yang cerdas. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). Baiklah. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. Artinya. Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. terampil. misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. Nilai dapat dibagi atas dua bidang.

terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. (2) Analisis nilai. dan (7) teknik inkuiri nilai. Oleh karena itu. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. meliputi (1) metode percontohan. (4) VCT dengan kartu keyakinan. hadir tepat waktu. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. Misalnya. (g) perisai kepribadian diri. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. (6) teknik yurisprudensi. (e) daftar penilaian diri. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. (5) VCT melalui teknik wawancara. Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. Selain itu. artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. Oleh karena itu. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. (c) daftar skala prioritas. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik.bagaimana seseorang harus berperilaku. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. berpakaian rapi dan bersih. (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. Nilai etika terkait dengan masalah moral. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). dalam PKn dikenal pula model Permainan. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. (d) daftar gejala kontinum. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. antara lain metode bermain peran (role playing). (b) Daftar tingkat urutan.

dan ekstrim. seperti nilai toleransi. dan kasus. 1. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. dapat merangsang imajinasi siswa. mampu menangkal. seperti ceramah. keyakinan. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. dna sebagainya. Keenam. mampu mengundang. Keempat. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. dan tanya jawab nilai. umumnya bersifat abstrak. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. Oleh karena itu. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. moral. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. Singkatnya. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. cerita. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Dalam pelaksanaannya. meniadakan. melibatkan. tetapi divariasikan dengan metode lain. kemerdekaan. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. kerukunan. ekspositori. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Terlebih konsep nilai. Ketiga. sikap dan perilaku siswa. dilematis. kontroversial. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. Kedua. Ketujuh. foto atau cerita. menarik perhatian. Kelima. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan.

main hakim sendiri. dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. dan sebagainya. gambar. Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. seperti perbuatan korupsi.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa. b. Lontarkan cerita game ini. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tabrak lari. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. Namun. Langkah Pembelajaran a. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. foto. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). anak durhaka. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. film.

Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. Dia pingsan. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . 6) Ibu Ina. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. kelompok maupun klasikal. 2) Pak Tobing. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. 7) Ibu Jamilah. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. 5) Pak Priyatna. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. 3) Ibu Hadijah. 2. 8) Halimah. baik secara individual. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. Ketiga. Kedua. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. Keadaan beliau sangat gawat. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua.

Adi mendengar ucapan ibunya. dan klasikal). a. Kelima. kelompok. Berdasarkan cerita/kejadian di atas. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai.. c. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Adi pergi untuk mencari obat. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. • Suatu hari. Adi menghadapi dilema..Keempat. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Menurut dokter. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut. seorang anak. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Adi mau mencari obat sekarang”. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Keenam. Fase penyimpulan. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. Nak. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Setiap hari. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Fase pembahasan/pembuktian argumen.

Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. saling memaafkan. Ketiga. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Persiapan Pertama. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. Pada saat siswa memberikan jawaban. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . a. a. seperti hormat menghormati. tolong-menolong dengan sesama teman. guntingan berita Koran. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. Kedua. seperti ceramah dan tanya jawab. d. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. seperti cerita. gambar. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. film dan sebagainya. dan sebagainya. b. c. Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. Keempat.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. menengok yang sakit. mengunjungi orang tua.

Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. fase pembahasan/pembuktian argumen. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. Misalnya. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. Kelima. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Pertama. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. kelompok maupun klasikal. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. b. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. kelompok. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT.Kelima. a. guru bertanya seperti. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan klasikal). Keempat. Kedua. a. baik secara individual.

variasi stimulus dan menjelaskan. reinforcement. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. nilai.Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. antara lain keterampilan bertanya. fase penyimpulan. hangat-ramah. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. Selain itu. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. Kemudian. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. Anda kaji kembali buku Karya Prof. Ketujuh. Selamat mencoba. dan VCT. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. Anda harus bersikap demokratis. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Selain itu. A. Sedangkan untuk evaluasi. Kemudian. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Sebagai media pembelajaran. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). Drs. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn.

mampu menangkal. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . waktu yang tersedia. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. Ketiga. Kelima. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. melibatkan. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. Kedua. Pertama. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. dan kebutuhan siswa itu sendiri. maupun aspek afektif dan psikomotor. Keenam.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. meniadakan. Ketujuh. Keempat. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. situasi dan lingkungan belajar siswa. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. mampu mengundang. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT.

learning to do C.. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . A. learning to know B. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B.. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn …. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. tingkat urutan C. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn. A. mengemban misi membina nilai. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D. yaitu ….. yaitu daftar . guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C. A. sikap. analisis nilai/kasus B. yang tidak termasuk VCT Daftar. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT... merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C. learning to be D. meningkatkan penalaran siswa D. membelajarkan PKn B. A..… A. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C. skala prioritas D. moral. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna .Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

lisan B. menjelaskan C. memberi penguatan D. pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah . variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). uraian C. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B.. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B. civic knowledge B. bertanya B. yaitu tes .6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT.… A. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan ... civic skill C.… A. A. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .... kecuali: A. A. kecuali . media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. civic education D. memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D. objektif D. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan ….

Bagus! Jika masih di bawah 80%. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum dikuasai.100% 80% . Kemudian. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% . Hitunglah jawaban yang benar.89% 70% .Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini.79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya.

8. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perilaku dan kecerdasan siswa. D demonstrasi (demonstration) 5. C Learning to be. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1. 7. D Belajar melaksanakan PKn. B curah pendapat (brainstorming) 6. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. 4. 10. moral. D PKn punya misi membina nilai. sikap. C simulasi (simulation) 3. C ceramah 8. A bertanya 10. D Tes pengamatan. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. A Membelajarkan PKn. 5. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. B a way of achieving target 2.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. C Civic education. 3. 2. A Daftar analisis nilai/kasus. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9. 9. C Keterampilan memberi penguatan. D a way of handling 4. 6.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. mengembangkan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. 2. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. Masih ingatkah anda. belum mampu berpikir secara parsial. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. Dapat memilih. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi. jadi belum dapat berpikir abstrak. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. rasional. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. Oleh karena itu. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. 2. Implikasi lebih lanjut. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. 3. Terapkan prinsip. Dengan demikian. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Dengan kata lain. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Lebih jauh lagi. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. 5. 4. apa. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. konsep. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI.

2. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran. preoperational period (2. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah. fase ketiga.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting. sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase.14. mempengaruhi.0 . dan fase keempat. Dengam media pembelajaran. formal operational period (11.0).0). Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan. Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran.0 . guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. concrete operational period (7. sensorimotor period (0. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat.0 or 12. Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya.7. Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964.11 or 12.0).0 .0 or 15.0). yakni: fase pertama.0 . fase kedua. Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan. dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 .

yang berarti perantara atau pengantar. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. metode.untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. metode. materi. dan evaluasi. media. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. untuk proses penyaluran informasi. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). dan evaluasi. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. media. perasaan. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. yang berarti perantara atau pengantar. Dengan kata lain. kepada komunikan diperlukan saluran (media). perasaan. materi. tersalurkan secara efektif dan efisien. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. komunikan. Dengan kata lain. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. perasaan. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium.

Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. dan kemauan siswa untuk belajar. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. 1996). Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. generalisasi. meraba serta menggunakan alat dria lainnya. Menurutnya. Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. dengan melihat. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. mendengar. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. Dalam pembelajaran PKn. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. 1986:96). salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. Dengan demikian. mencecap. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 .a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit.

Sebaliknya. dan keadaan/ kebutuhan siswa. perhatian dan kemauan siswa. a. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. metode yang akan digunakan. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. Media hendaknya dipilih secara obyektif. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. 1979:76) berikut ini. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri.pembelajaran di sekolah. perasaan. serta kemampuan guru/sekolah. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. d. Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. Untuk itu. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. e. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. c. b. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan.

Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran.SLTP. kliping. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. Modul PKN C. Oleh karena itu. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. Flif Chart. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. Dalam kaitan ini. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan.01: 38). 2002. Ditjen Dikdasmen. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. Depdiknas. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Persoalan kita sekarang. tape recorder. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. video recorder. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. film. flannel/magnetic board. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. Dilihat dari sumber pengadaannya. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. gambar. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik.g. media televisi. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya.

mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s. 9)lambang visual.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). 4) demonstrasi. Burton. Para ahli (Edgar Dale. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. 2) pengalaman yang diatur. 6) pameran. 8). kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan.d. dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). radio. 5). dan 10) lambang verbal. Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . materi pelajaran. 5) karyawisata. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. 8) rekaman. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. gambar mati. Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan.d. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. 3) dramatisasi. 7) gambar hidup. Oleh karena itu. Artinya.

berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). diagram. dsb). dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). rumus dan indeks. dsb). Sedangkan dalam pengerttian luas. grafik. Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). lukisan (menggunakan peta. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. Burton (dalam Nasution. media telah direncanakan.tak 1989) membagi media indeks. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. peristiwa dipentaskan). untuk Dalam pengertian sempit. pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta.Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . grafik. dan chart buatan guru. diagram. photo. Burton (dalam Nasution. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. diagram. Sedangkan dalam pengerttian luas. rumus dan dan mendengarkan uraian). Dalam pengertian sempit.

Jika minim atau bahkan tidak tersedia. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. yakni dengan mendengar. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). Jika dilihat dari indera (sensory channels). dan sebagainya d. dapat didengar dan dilihat (audio visual). data dan lain-lain b. seperti bagan. menggunakan. Barang cetakan seperti buku. flip chart. Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. meraba. keretampilan memilih. flannel. a. jurnal. Hal-hal yang bersifat visual. Hal-hal yang bersifat materil. majalah. peta. melihat. dapat dilihat (visual). Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. surat kabar. menjalankan proyektor slide. sikap dan perilaku seperti simulasi. media grafis. video. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. bermain peran. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. dan dapat disentuh (touch). film.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. dan brosur. misalnya kliping. g. seperti model-model. atau TV‑ video. Gerak. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. 1996). maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. matrik. f. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. gambar. kamera video. atau gambar. benda contoh dan lain-lain e. dan lain-lain. memanipulasi.

Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. misalnya grafik. mengembangkan imajinasi anak. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. ensiklopedia. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. sketsa. transparansi. slide. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. atau pada papan peraga yang disediakan. atau filing kabinet yang mudah dicari. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. poster. misalnya foto.1. surat kabar. di ruang perpustakaan sekolah. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. dan diberi bingkai agar tidak kusut. buku. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. misalnya film bingkai/slides. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. mikrofis. buku referensi dan hasil cetakan lain. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. peta dan globe § media visual yang bergerak. gambar. film rangkai/film strip. majalah. gambar kartun. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. fotocopy. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. gambar ilustrasi. misalnya film bisu a. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. diagram. bagan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . overhead projector - media grafis atau carta. atau pun gambar sket. kliping - media proyeksi diam. dan mengembangkan kreativitas siswa. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. fotografi.

Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. Bagi siswa SMP/SMA. Contoh Papan Peraga Gambar b. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. film strip. Semuanya memberikan arti ide. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". Bagi siswa SMP/SMA. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. Slide. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. di ruang perpustakaan sekolah. hidup. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat. atau pada papan peraga yang disediakan. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. arti hidup. menjelaskan ide.dengan pertolongan episcope atau epdiscope.

perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. penjelasan pendahuluan. d. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. mulai dari persiapan. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Media Diagram. jumlah. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. Oleh karena itu. semacam periodisasi yang sederhana. seperti halnya penayangan film gerak. film strip. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. film strip. dan akhir dari penayangan. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. misalnya kronologis. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. dengan sedikit kepandaian memotret. Penayangan slide. chart. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. Slide.c. hierakhi. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. proses penayangan.

Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. grafik Gambar. Proyektor yang memerlukan proyektor.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. Saat ini. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. batang. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. gambar orang. sebab meskipun sederhana. yang dsb. dan lingkaran. dsb. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. Saat ini. grafik grafik dan grafik garis. 2004. demikian. sebab meskipun sederhana.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. data. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU. sebagaimana film bingkai dan film strip. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. batang. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . gambar orang. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. e. grafik garis. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. prosedur. proses. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. grafikGambar. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . Dengan demikian. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . batang/bar. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. data. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. proses pemilihan umum angka. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . sebagaimana film bingkai dan film strip. lingkaran.

butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi.Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 . Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan.

Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. kain. dan sebagainya. Poster dibuat di atas kertas. Tetapi jika akan dicopy. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. dan sebagainya. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8. kecepatan daya serap siswa. surat kabar. pemilu pasca reformasi. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kalender. maraknya korupsi. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. menyajikan ide tunggal. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. h. lugas. katalog. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. kaya dengan variasi. Poster yang baik biasanya berwarna. tanggapan dan pernyataan dari siswa. iklan dan poster disebut dengan kliping. tulisan jelas. f. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan.5 X 11 inci ). ajakan memilih calon partai politik tertentu. batang dan bahan lain yang memungkinkan. g. Jika dicetak langsung dalam komputer. buku.

Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. Dalam penggunaannya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. ketidaksetujuan. i. mempengaruhi sikap serta perilaku. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. tukang becak. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. dan sebagainya. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran. tidak rinci. Oleh karena itu. 2.tertentu. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. gambar. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian. non verbal atau kombinasi keduanya. gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. tokoh LSM. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran.

yaitu meningkatkan komunikasi audio. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. pita audio. dsb. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara.Termasuk di dalam media ini adalah radio. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam. rekaman kegiatan. b. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. tape recorder. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio. piringan hitam. Tape Recorder. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. dan telepon. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. jnamanama partai politik peserta pemilu. Pita Suara. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. a. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. Pita suara (kaset audio. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. nama-nama menteri yang baru dilantik. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung.

Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. yaitu: TVRI. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. TV swasta. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. b. televisi adalah kombinasi visual dan audio. dan jaringan TV luar negeri. Seperti halnya dengan film. slide dan suara. CD. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. gambar dan suara. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. misalnya: slide. film rangkai dan suara. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. media audio-visual dibedakan menjadi dua. peralatannya cukup mahal. dan film rangkai yang disertai dengan suara. Ditinjau dari sifatnya. lembaga. Selain media di atas. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. keadaan yang ada di dalam masyarakat. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain. Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. televisi. a. peristiwa. Seperti halnya film dan televisi. dan kurang praktis. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. c. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. film rangkai dan suara.3. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. orang. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual.

ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. studi wisata. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. wartawan. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. ilmu politik). ketua RT/ RW. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. agama. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. orang. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan). 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . adat-istiadat setempat (anthropologi). pengarang. misalnya. pedagang. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. sejarawan dan sebagainya. ras. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. perkemahan. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter.

Untuk keperluan tersebut. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. Kedua. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. norma yaitu pertama. tidak berat sebelah. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. moral. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. b) memuat nilai/moral yang dilematis. c) Nara sumber tidak perlu melawak. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. Baiklah. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. teoritik dan normatif. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. selamat mencoba. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi.

misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa.5 menit. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu.

7) gambar hidup. seperti bagan. benda contoh dan lain-lain. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. (6) Barang cetakan seperti buku. 2) pengalaman yang diatur. flannel. (5) Gerak. dan sebagainya. film. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. matrik. dan 10) lambang verbal. radio. surat kabar. 4) demonstrasi. flip chart. dan lain-lain. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. jurnal. seperti model-model. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. 3) dramatisasi. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . 6) pameran. perasaan. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. sikap dan perilaku seperti simulasi. perhatian dan kemauan siswa. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. 8) rekaman. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. gambar. gambar mati. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. dan brosur. perasaan. 9) lambang visual. Dengan kata lain. 5) karyawisata. (4) Halhal yang bersifat materil. yang berarti perantara atau pengantar. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. majalah. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. data dan lain-lain. bermain peran. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. video. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa.

. Memvisualkan yang abstrak B. A. hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. penentu keberhasilan belajar PKn 2. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Membawa objek yang sukar didapat C.. tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4. kemampuan baca siswa D... tingkat usia dan kematangan siswa C. 1. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa .Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. tujuan instruksional yang ingin dicapai B.. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5.. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . A... Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. Membawa objek yang terlalu besar 3. visual B.. Sebelum memilih media pembelajaran. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. kecuali: A. Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk. audio C. mendorong motivasi belajar B.. Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu. kecuali: A.. audio-visual D. A.

Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing. demonstrasi D. Kelebihan media transparansi adalah . A. Materi tak akan berubah B. film bingkai/slides fakta B.. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D. Penggunaannya praktis 9. karyawisata 7. A. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan.6... Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah... Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan.. C. Contoh media grafis adalah . Memerlukan listrik 10. Memerlukan panataan yang khusus C.. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan. kecuali: A... Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. kecuali: A.. Biaya produksi relatif murah C.. B... D. dramatisasi B.. film rangkai/film strip C. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 .. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. pameran C. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. diagram D. transparansi 8. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. kecuali: A. Tidak memerlukan ruang gelap B. Kelebihan media Audio antara lain.

Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.

dan negara. A. bangsa. memahami. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. jurnal. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Dalam PKn. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. dari media elektronik seperti siaran TV. majalah.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. Oleh karena itu. kontekstual. Di pihak lain. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Dalam pembelajaran PKn. guru perlu mengenal. surat kabar. bangsa. film. Dalam pembelajaran PKn.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. radio. Pada kegiatan belajar ini.

orang. Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. dan lain-lain. Dengan demikian. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. adat. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. dan internasional. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . alat audiovisual. Oleh karena itu. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. peristiwa. Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. museum. ipoleksosbudhankam. organisasi. daerah. (b) kunjungan studi. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lembaga. nasional. surat kabar. perpustakaan. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. Misalnya.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. keadaan yang ada di dalam masyarakat. dan sebagainya. bahan cetakan. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. lingkungan sekitar. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi.

wartawan. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. sejarahwan dan sebagainya. adat-istiadat setempat dari anthropologi. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. 1. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. dan perkemahan. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung.(c) nara sumber. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. pengarang. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. ras. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. studi wisata. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. agama. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . pedagang. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. ketua RT/ RW. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. 2. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia.

bioskop. peta dan atlas. informasi yang ada di masyarakat. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. majalah (current periodicals). Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. referensi tambahan yang menunjang. radio. fiksi. Pada tingkat SD/MI. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. ensiklopedia. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. Pertama. film. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. menyajikan media audiovisual. bukubuku yang bertema khusus. bahan-bahan audiovisual. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. tidak berat sebelah. Demikian pula. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. perpustakaan. ensiklopedi. Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. • Nara sumber tidak perlu melawak. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. mengemukakan konsep baru. seperti biografi dan autobiografi. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. dan katalog kartu. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. dan sebagainya. jika diilustrasikan dengan baik. seperti buku. televisi. (2) sumber masyarakat (community). dan publikasi pemerintah. VCD. majalah (periodicals). Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. kamus dan penggunaanya. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. catatan harian. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. seperti membaca buku sumber. majalah. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials).

Pada bagian depan 2. ensiklopedi. indeks. Pertanyaan 1. 2. dan sebagainya. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. kamus. Untuk temukan kata kunci dari topik. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. 3. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. Di dalam perpustakaan. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. memeriksa kebenaran informasi. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. 4. surat kabar. Catat halaman dimana topik itu berada. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi.jawaban atas pertanyaan. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. 3. Pada bagian belakang 2. memperoleh pengertian tentang unit studi. lihat halaman bab. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. aturan penggunaan perpustakaan. atlas. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . dan rujukan lainnya. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. 4. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). dan memecahkan masalah. Padahal. Oleh karena itu. kartu katalog. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. almanak. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Ketika ingin mencari judul bab 4. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas.

Banyak majalah mingguan dan bulanan. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. liflet. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Republika. peta. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. buletin. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. tabloid. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. surat kabar. Merdeka. Kompas. Dalam hal ini. buletin yang memuat isu-isu aktual. seperti Tempo. tabloid. Populer. Pikiran Rakyat. dsb. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. Sebagai latihan. Gatra. kerjakan latihan berikut ini. pamplet. surat kabar. Media Indonesia.

Biro Cuaca. Punggung buku Kedua. Buku petunjuk telepon 3. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. dan penerbit buku. Atlas 8. budaya. Pengadilan. Selain itu. Namun. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. komunikasi. Kamus 6. Rumah Sakit. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. Memberikan makna kata-kata. catatan perjalanan lapangan. Katalog kartu 2. Perumahan. Perdesaan. dan ekonomi. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. Kolom B 1. Daftar isi 10. Daftar semua buku di perpustakaan. Balai Kota. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . transportasi. Biografi 4. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya. Sebuah buku map. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. Ditemukan pada bagian belakang buku. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. Membantu anda menemukan buku pada rak. Daftar bab buku. hasil wawancara dan pembicara tamu. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. dan laporan survey masyarakat. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. perindustrian. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. pemerintahan. dsb. Departemen Kesehatan Umum. judul. Kantor Pos. politik. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Ibu Kota Negara. Halaman judul buku 9. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. sejarah. Daftar judul buku secara alpabetis.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. Indeks 5. Nomor buku 7. rekreasi dan permainan. Kehutanan.

dan kantor-kantor pemerintahan daerah. filmstrip. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. Ketiga. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. perkebunan. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. Untuk siswa jenjang SD/MI. Tergantung pada isi pesan. gambar bergerak seperti kartun. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. bank. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan. Dalam proses perencanaan. (3) rekaman. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. station pemadam kebakaran. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. dan televisi. Survey masyarakat.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. (2) peta. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. dan slides. radio. grafik. mengembangkan. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. atau merangkum suatu unit kajian. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. dan poster. Misalnya. pusat-pusat kesehatan masyarakat. filmstrips.

Rekaman. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. Dalam PKn. lembaga. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. gubernur. Oleh karena itu. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. keadaan yang ada di dalam masyarakat. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. tugas. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. orang. wakil dewan. (b) kunjungan studi. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. uang. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . Misalnya. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. dan (c) nara sumber. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. Ketika media ini digunakan secara tepat.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. bupati. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. peristiwa. atau jarak tempat. grafik. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn.

radio. majalah (periodicals). (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). catatan perjalanan lapangan. (2) sumber masyarakat (community). Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. dan slides. hasil wawancara dan pembicara tamu. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. dan poster. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. memilih.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. perpustakaan. dan laporan survey masyarakat. grafik. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan televisi. filmstrips. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). (2) peta. dan publikasi pemerintah. (3) rekaman. pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan.

1. indeks D. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. majalah B. daftar isi C. artikel internet 2. catatan harian D. membuat keputusan yang cerdas D. kecuali: A. buku teks 4. ensiklopedi C. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A... mencari jawaban atas pertanyaan B. kamus 3. majalah C. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk.. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. buku B. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . kita dapat melihat: A.. majalah D. kecuali: A. film B. peta C.. katalog B. daftar tabel 5. surat kabar D. memeriksa kebenaran informasi C.

. merumuskan generalisasi C. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. untuk laporan kelas B. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sejarah 9. wawancara C.6.. mengkaji daftar isi 8. kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A. langsung dipublikasikan kepada umum C.. perindustrian D.. kebudayaan B. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B. transportasi C.. perjalanan lapangan D. bab demi bab 7. kecuali: A. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku. melaporkan data secara akurat D. indeks C. Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. survey B. untuk memperbaiki ekonomi D. kecuali: A. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui . daftar pustaka D. daftar isi B.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 .

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. audio-visual 6. C 9. Tidak memerlukan ruang gelap 9. B 7. D 4. A. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pameran 7. D. D. A. B 5. C. penentu keberhasilan belajar PKn 2. B. Tes Formatif 2 1. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Memerlukan listrik 10. diagram 8. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. D 6. C. A 3. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. C 2. B. C. A 10. D 8. C.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. diharapkan Anda mampu: 1. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. dan III. Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. Sedangkan secara khusus. Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. II. dan III. II. setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. dan III. Secara umum. II. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . II. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. yakni Kelas I.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). II. Dengan mengkaji modul ini. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I.

Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Terapkan prinsip. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 5. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. apa. konsep. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 4.

d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s. sebelum membahas tentang hal tersebut. II dan III). Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan. Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. Namun.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). V dan VI). Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. rumah. Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu.

pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. dan otentik. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Joni. 1977. keterampilan. Oleh karena itu. fisik dan moral anak. 1996). – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. dan aktif. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. dan III. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. Selanjutnya. Melalui sistem pembelajaran terpadu. otentik. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. sosio emosional. berkembang secara terpadu. II. dan sikap (Wolfinger. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. bermakna.yang terkait pada kehidupannya. 1994:133). bermakna. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu.

2004). dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. toleransi. 5) demi efisiensi. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. Dkk. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. 2) untuk memahami. mempelajari. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik.

pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. e. e. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. b. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. d. 1983). b. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. f. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. d. f. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. c. (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. a. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. c. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester.sentral kajian pembelajaran. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan.

kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. c. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. Melakukan analisis indikator. Melakukan penyusunan silabus 6. ® lingkungan. bermakna. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. ® kebersihan. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. kesehatan. dan keamanan. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. indikator dengan tema 4. ® keluarga. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 . tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. Semester 2: ® pengalaman. Membuat/memilih tema 2. ® kegemaran.1. b. 1.

Mengetahui nama.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. Contoh Standar kompetensi. dan keterampilan tertentu telah dicapai. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. alamat.2. kompetensi dasar. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. Melakukan analisis Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri. hasil belajar. dan jumlah anggota keluarga 2. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu. kompetensi dasar. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. sikap.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. nama orang tua. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2.

belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 . Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. dan suku bangsa 2.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2.3.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1.Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3. agama. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1.Menjelaskan hak anak untuk bermain. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2. toko.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4.

Dengan demikian. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. Bahasa Indonesia. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). b. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. Kertakes. Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator.Pada kurikulum 2004. 3. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Matematika. c. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. IPA dan sebagainya. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. Matematika. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. IPS. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. Contoh Format Jaringan Indikator. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pendidikan Jasmani).

Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 . Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Contoh Format Jaringan Indikator. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5.Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. silabus 5. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel.

termasuk di dalamnya portofolio. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. afektif dan psikomotor).. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1. Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku. § Pengalaman Belajar. Alokasi Waktu : …………( …. dan jenis 6.. 3 sampai pertemuan ke 6). penilai proses dan hasil. Sekolah : ……………. karakteristik. Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : ……………..Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran. Kelas/ Semester : …………….. kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. Media yang relevan Bentuk. baik yang berupa tes maupun non tes. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. Jurnal.

Materi Pembelajaran A....I. . ……… (Bahasa Indonesia) E.. .. . . ……… (Pengetahuan Alam) G. ……… (Matematika) H..... . . . (IPS) D. ……… (Agama) B. . ……… (Kertakes) F.. Kompetensi Dasar A.. ……… (Pengetahuan Alam) G. .. ……… (PKn) C... .. ... . Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 .. . ……… (Penjas) II. . ……… (Penjas) IV. ……… (Pengetahuan Alam) G. .. . (IPS) D.. ……… (Matematika) H... Indikator A. . . ……… (Kertakes) F.. .. ……… (Kertakes) F. ……… (Agama) B.... ……… (Bahasa Indonesia) E.. .. ……… (Penjas) III. . ……… (Matematika) H. .. . ……… (PKn) C... ……… (Bahasa Indonesia) E.... . ……… (Agama) B.. (IPS) D... ……… (PKn) C..

Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI. 224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertemuan) I. IPA ------------------------ ------------------------2.. § Non Tes …….V. Dsb. Materi Pembelajaran 1.. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Matematika ------------------------ ------------------------3.. : ……………. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : ……………. Penilaian § Tes ……. : ……………. IPS ------------------------ ------------------------4. : …………( …...

II dan III). Kegiatan Pembukaan 3. Kegiatan Penutup IV. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. 2. lembar pengamatan diskusi 2. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . Penilaian Pembelajaran 1. Kegiatan Inti 4. sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. 1.III. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. tugas. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. Media Pembelajaran: 2. Kegiatan Persiapan 2. V dan VI). Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Sumber Pembelajaran V. 1. Media dan Sumber Pembelajaran: 1.

Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. bermakna. bermakna. e. f.1 sebagai berikut. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. b. 5. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. dan aktif. Oleh karena itu. mempelajari. d. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. dan aktif. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. 5) demi efisiensi. dan memecahkannya diperlukan multiskill.3. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. otentik. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. otentik. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas. c. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. 2) untuk memahami. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran.

Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4.. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. Pembelajaran connected C. kecuali. Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali. Hanna B. Dalam pembelajaran tematik. R. B. Pembelajaran integrated B. Richmond 2... Holistik B. A. Bredekamp D..Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Bagian dari kegiatan pembelajaran D. A.. dikemukakan oleh . 1... tema merupakan. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal. A. Pertimbangan efisiensi C. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. Abstrak D.. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3. Pemandu kegiatan pembelajaran B. Piaget C. Bermakna C. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . A.. Sentral kajian pembelajaran C. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. A.

A. A... Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Kompetensi dasar B. Hasil belajar 8. Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” . Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C. Luas dan komprehensif B.. Membuat jaringan indikator 7. Merumuskan kompetensi dasar C. merupakan rumusan. A. Menganalisis kompetensi dasar B.. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C.6. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D.... Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . Standar kompetensi D. Merumuskan Indikator D. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10. Indikator C.. Mewadahi minat siswa C. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. A. Guru dapat menghemat waktu 9.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1..X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.79 % < 70 % = --------------------------------------------. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas.89 % 70 % . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 . Tingkat Penguasaan 90 % .100 % 80 % .

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada uraian di atas. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. atau kebutuhan lingkungan setempat. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. dan unit tematiknya. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. 5) shared. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. 4) sequented. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. Oleh karena itu. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. bermakna. kesesuaian materi dengan lingkungan. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. dan aktif. membuat bagan arus kegiatan. 6) webbing. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. keterampilan. otentik. Pada kegiatan belajar 2. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). 3) nested. topik. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. 2) connected.

namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. connected. II. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. dan III. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. sosial. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. Diantara ketiga model tersebut. a. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. Atas dasar pertimbangan tersebut. 9) immersed. Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. Sekali lagi dalam model webbed. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. 8) integrated. dan emosional. dan integrated.threated. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan.

dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia. tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. hidup tertib/disiplin. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. Matrik 1. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. dan pendidikan jasmani. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. Hal iniPKn. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. Oleh karena itu. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. pengetahuan sosial (materi geografi). hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . dan pendidikan karena itu. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. matematika. Kertakes. bangga bertanah air Indonesia. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. Setelah membuat jaringan Indikator. dan kemajemukan. matematika. IPA. Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. dan PKn. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat.dialami. pengetahuan sosial (materi geografi). Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. Oleh pelajaran lain seperti Agama. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. IPA.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran.

sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). mata pelajaran bahasa Indonesia. pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat).membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya. Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan penutup.tanah Air. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . dan Penilaian. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. tidak mencemari hutan. dan alat penilaian. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Oleh karena itu. kegiatan inti. bentuk. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Pelaksanaan. metode. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. pembukaan. menyusun silabus. dan sebagainya. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. membuat/memilih tema. jenis. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan.

media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti kebhinekaan. majalah. kekayaan alam. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku. menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. dialami. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. dilihat.

bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 .Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku.Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. kolase. Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas. Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional. menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes . Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1. media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. majalah.

dialami. Materi Pembelajaran 1.. Bahasa Indonesia. seperti kebhinekaan. dan Kertakes I. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II....Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : . keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat.. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. JP (. IPA. dialami. Matematika. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat.. kekayaan alam.. di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 . PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn.

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Kecuali A. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. Connected D. maka pembelajaran tematis … A. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Integrated 5. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Sama dengan pembelajaran terpadu D.. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D. Webbed C. Membuat jaringan topic/tema B. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran. A. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C. Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Membuat bagan arus kegiatan C. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Kecuali . Connected D. Webbed B. A. Hal ini merupakan model. Sequented C. Fragmented B.. 1. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B.

.. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. A. disiplin di sekolah. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. 8. Merumuskan indikator B. A. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. kecuali. disiplin di rumah..6. Merumuskan silabus 7. Perencanaan B. langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. Perumusan tema D. A. Membuat jaringan indikator D. Pelaksanaan C.. Tahap perencanaan D. Intra mata pelajaran PKn C. kegiatan inti. Langkah kegiatan persiapan C. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. Penilaian. merupakan jaring laba-laba .. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. Membuat jaringan topik B. Tahap persiapan B. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. pembukaan. Tahap pelaksanaan 10.. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A.. dan disiplin di masyarakat. Membuat kompetensi dasar D. Kegiatan persiapan.

. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini.79 % = --------------------------------------------. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai.100 % 80 % .Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas. Tingkat Penguasaan 90 % .89 % 70 % . 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

5. 2. 3. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. B 8. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 . B 9. B 7. 8. 7. 4. 10.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A 3. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. bermakna. otentik.inti. pembukaan. A 10. 9. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. C 1. D 5. C 4. B 2. D 6. 6.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. Secara singkat.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. Dalam proses itulah. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). 6 Madrasah Ibtidaiyah. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. Oleh karena itu. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. Secara umum. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. nilai. 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. 5. 5. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas.

untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Terapkan prinsip. melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. Selain itu. apa. memilih dan memecahkan masalah. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. 3. konsep. membawa siswa mengenal. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. 4. 2.

baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual.1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. rasional. Meskipun demikian. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. pengalaman praktis. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan. emosional dan sosial. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat.

Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan. Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Oleh karena itu. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. SLTP/MTs.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. Khusus dalam pendidikan madrasah. Contoh. dan SMA/MA. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Meskipun demikian. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut.

Pertanyaan selanjutnya. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a. Semester 1 No 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b. sbb.: 1. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. kompetensi dasar.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. materi pembelajaran.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. nilai.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.

. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. photografi. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang. dan karya seni asli. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. grafik. ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Namun. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People .Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri.. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.. Kami Bangsa Indonesia . peta. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka.

⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. 5. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan.Dengan demikian. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. 2. Membuat kebijakan publik. 4. dengan bantuan guru serta para relawan. Membuat rencana tindakan. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . meningkatkan keterampilan. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. 3. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. Mengkaji pemecahan masalah. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. yakni kita semua. Dalam menilai portofolio. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. d. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Seksi penayangan. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. b.Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. c. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan .

photo. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. atau pada empat kudakuda. karya seni asli.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. 1. Seksi dokumentasi. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. papan buletin. grafik. 2. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. daftar sumber. dan sebagainya. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. tetapi tidak ditegakkan dengan baik. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. Rangkuman masalah secara tertulis. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. peta. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai.

atau hasil karya asli siswa.- - - v 2. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. grafik. Misalnya. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. photo. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. daftar isi. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. judul surat kabar. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. kartun politik. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. c. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. tabel statistik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. dan ilustrasi lainnya.

Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. lukisan. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . photo. judul surat kabar. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. grafik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. atau dapat juga dari karya asli siswa. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. c. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2.1. kartun politik. Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. tabel statistik. Misalnya. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. daftar isi.

mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. 1. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. c. Setelah diperoleh kepastian. kartun politik. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . atau membuat kebijakan siswa sendiri. judul surat kabar. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Misalnya. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. grafik. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. photo. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. Identifikasi sumber-sumber informasi. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Penyajian ini dapat meliputi peta. atau dapat juga karya asli kalian. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. tabel statistik. lukisan. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara.

Siapkan daftar isi untuk seksi ini. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. 1. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. daftar isi. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. b. baik publik maupun swasta. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan.

- pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. lukisan. - kliping surat kabar dan majalah. tabel statistik. grafik. kartun politik. daftar isi. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .2. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. baik publik maupun swasta. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. c. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. photo. judul surat kabar. Misalnya. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. dan ilustrasi lainnya. d.

dan portofolio keseluruhan (kelas). Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. Untuk menilai portofolio. terpercaya. apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan.Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal. digunakan kriteria berikut. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi. Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas.4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 .

PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. yakni: (1) Standar kompetensi. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Namun untuk penerapan di sekolah dasar. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. (2) kompetensi dasar. rasional. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Oleh karena itu. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. emosional dan sosial.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. (3) Substansi materi. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(3) Mengkaji pemecahan masalah.proses politik. (5) Membuat rencana tindakan. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 . Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. (2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. (4) Membuat kebijakan publik.

Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Standar pencapaian 5. Afektif.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Standar materi kewarganegaraan D. sikap. pemikiran dan emosional C. Pemecahan masalah warga negara 2. pemikiran dan sikap B. Spiritual. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. Rambu-rambu umum pembelajaran . Spiritual. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. rasional. Partisipasi warga negara D. intelektual. emosional dan sosial D. 1. Standar materi kewarganegaraan C. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Rasional. Kecerdasan warga negara B. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. dan sosial 3. Kemampuan dasar B. kecuali: A. Kemampuan C. Indikator pencapaian D. Tanggung jawab warga negara C. emosional. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. 4. intelektual.

menarik secara estetika B. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. estetika D.6. mengkaj pemecahan masalah C. mengumpulkan dan menilai informasi B. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. photografi yang: A. membuat rencana tindakan D. membuat kebijakan publik 9. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. menjelaskan masalah B. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. kelengkapan B. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . membuat kebijakan publik D. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. bernilai seni tinggi 7. kejelasan C. grafik. peta. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. menilai kebijakan alternatif C. membuat rencana tindakan 10. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. beragam dilihat dari segi keilmuan D. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. kecuali: A. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % .

Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. Selain Undang-Undang No. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio. maka pada kegiatan belajar ini. yakni menetapkan tujuan.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. merumuskan materi pelajaran. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. dan merencanakan evaluasi. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. menetapkan metode. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya.

Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. (3) semangat yang universal. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. Saat ini. sosial. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA). Terdiri atas 54 pasal. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. Sosial. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan Merendahkan Martabat Manusia. Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. dan Konvensi Hak-hak Anak. tidak Manusiawi. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. dan Budaya.disosialisasikan kepada para siswa.39/1999 tentang HAM. Didasarkan atas hal tersebut. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Selain pertimbangan hal tersebut. dan budaya sekaligus. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah.

Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb.: Pertama. sbb. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang.yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua. terutama untuk item 1–5. Pertama. Merumuskan tujuan Kedua. Memecahkan masalah Kelima. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. Apabila hipotesis ditolak. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. ialah kompetensi dasar 1. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 .

1996) memiliki langkah-langkah sbb. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. Sebagai latihan. Ketiga. Baiklah. Keempat. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. apabila Anda telah mendiskusikannya. model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. Kelima. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kelima. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. Pertama. Kedua.kembali ke langkah yang kedua. b. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. Menurut Armstrong (1996). Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Meskipun demikian.

3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif. keadilan korektif.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. dan keadilan prosedural. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah.Kelas VI. Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 . Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan.

“Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . jarak antar kota kecil cukup jauh. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. Sekali waktu. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. Pada saat itu.000. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. lima saksi yang saya tanya. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. Pada saat proses pemeriksaan. “ Kami cukup profesional”. bekerjalah dengan teman Anda. kata sekelompok pria. warga kota berkomentar. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. Saat itu. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5.000. Burhan menjawab. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. tambahnya. Suatu ketika. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. Jaksa: Sersan. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan.

Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu. Burhan menjawab. Pertama. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris.. Saya akan mengubah sikap. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. “Ya. Aparat hukum dari pihak kepolisian. Anda harus belajar bertindak adil. kami menyayangimu. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. “Burhan. warga masyarakat setuju.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. Pak Burhan”. Jaksa: Wah. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”. “Tidak mudah membuat keputusan ini. ini tidak adil.

Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). korektif. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. atau prosedural? Kemudian. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. 2. Seseorang yang ingkar janji 2. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. Pertama.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. 4. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. 3. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif.

Keadilan: ……………………………………………………………….. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………. Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Alasan: …………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………... Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 . Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat. Keadilan: ……………………………………………………………….. Alasan: ………………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna.

282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. dan keadilan prosedural. Tentu saja. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. korektif.. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan. b. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. keadilan korektif. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. d. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. a. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. dan prosedural? Mengapa? B.Selama bermain waktu istirakat. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. Penting pula disadari. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. c. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan.

(3) semangat yang universal. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . yakni menetapkan tujuan. Kedua. Ketiga. merumuskan materi pelajaran. Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Keempat. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. menetapkan metode dan evaluasi. antara lain: Pertama. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. Merumuskan tujuan.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. Memecahkan masalah. dan Kelima. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan.

tingkat perkembangan pengetahuan siswa B. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Materi pelajarannya mudah diserap B. Karakteristik siswa B. Merancang langkah-langkah metode C. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. persoalan aktual di masyarakat C. Sikap guru yang serius dan tegas C. 1.. Merumuskan tujuan B. Merumuskan materi pelajaran D. Materi HAM C. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A.. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. Metode pembelajaran D. Model evaluasi 5. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A.. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. Untuk mengadakan proses pembelajaran. kecuali: A. Melaksanakan evaluasi akhir 2.

latihan menemukan masalah D. grafik. agar siswa menyadari permasalahan B. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . atau informasi lainnya. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. menarik kesimpulan 7. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. perumusan masalah B. melaporkan data secara akurat B. menggali informasi D. latihan menghafal konsep 10. latihan berargumen B.6. mengemukakan masalah pokok C. agar siswa dapat memecahkan masalah D. tugas guru adalah: A. memecahkan masalah D. latihan berpikir C. membedakan antara fakta dan pendapat D. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. mengajukan pertanyaan B. agar siswa mengetahui target hasil belajar C. Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. merumuskan generalisasi C. membuat kesimpulan 8. agar siswa punya minat belajar 9. penyajian data C.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % .

dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 . D 2. B 8. D 5. C 1. rasional. A 7. C 4.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. D 2. C 9. A 6. B 7. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 6. C 3. D 4. A 10. emosional. A 9. B 8. A 5. D 10. B 3.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . memilih. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. mempertimbangkan. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. memilih dan mempertimbangkan jenis. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. prinsip-prinsip penilaian. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. dan pengembangan instrumen penilaian. Oleh karena itu. bentuk. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. 1. tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). hakikat. Pada modul sebelumnya.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. konsep. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Lebih jauh lagi. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 2. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 5. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 1. Prinsip penilaian pembelajaran 3. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. 3. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Terapkan prinsip. 4. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara.

pembelajaran. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. jenis penilaian. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Dalam pendidikan. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . prinsip umum penilaian sesuai standar nasional. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. Sejak tahun 2007. Pada kegiatan belajar pertama modul ini.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Sedangkan ulangan. dan masalah kewenangan penilaian. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya. Oleh karena itu.

Dengan demikian. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. seperti ulangan harian. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. dan ulangan kenaikan kelas. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. melakukan perbaikan pembelajaran. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. tengah semester. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. untuk memantau kemajuan. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. ulangan akhir semester (UAS). Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. akhir semester. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . fokus ulangan harian. Selain penilaian dalam bentuk ulangan. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar. Dengan prinsip belajar tuntas. Artinya. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. ulangan tengah semester (UTS).

Oleh karena itu. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. berarti proses pembelajaran kurang baik. d. Objektif. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. c. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. yakni prosedur penilaian. suku. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. budaya. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Dalam hal demikian.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. b. Terbuka. Sahih. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. dan gender. status sosial ekonomi. kriteria penilaian. Terpadu. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. a. Adil. adat istiadat. e. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Oleh karena itu. Oleh karena itu.

Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. misalnya. SK. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. Dalam penilaian kelas. Selain itu. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. observasi. maupun hasilnya. Teknik tes berupa tes tertulis. 2. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. (b) konstruksi. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. 3. Beracuan kriteria.f. baik dari segi teknik. Oleh karena itu. tes lisan. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. penugasan perseorangan atau kelompok. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. Menyeluruh dan berkesinambungan. Oleh karena itu. Oleh karena itu. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. Akuntabel. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. dan KD). penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Oleh karena itu. i. dan tes praktik atau tes kinerja. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. prosedur. Sistematis. dan oleh pemerintah. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan. oleh satuan pendidikan. Selain itu. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. g. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. h. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. bahasa. dan menjodohkan. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. serta memiliki bukti validitas empirik. pelaksanaan. antardaerah. 3. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. 4. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. 2. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. 5. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. konstruksi. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. prestasi. dan antartahun. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. benar-salah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. perkembangan. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. dan (c) bahasa. baik berupa pilihan atau isian. dan bahasa. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. 1. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. konstruksi. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan.

jenis. Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. prinsip. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 7. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. benar-salah. 8. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. penguasaan kompetensi.6. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. Tabel 1. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. menjodohkan dll. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian.

kompetensi lulusan. dan penilaian pendidikan. Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. pembiayaan. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. pengetahuan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. kompetensi bahan kajian. dan ulangan kenaikan kelas. kompetensi mata pelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Selain itu. ulangan akhir semester. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. ulangan tengah semester. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. serta ujian. pengelolaan. proses. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)). dan keterampilan. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. sarana dan prasarana. ulangan. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. pendidik dan tenaga kependidikan.

kemajemukan bangsa. Kewarganegaraan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan bernegara. dan (b) ujian. dan Pendidikan Jasmani. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. pelestarian lingkungan hidup. ketaatan membayar pajak. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Untuk tingkat satuan pendidikan. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). kolusi. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). berbangsa. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan.proses pembelajaran PKn. Pada tingkat mata pelajaran. Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. Akhlak Mulia. Seni dan Budaya. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. ulangan. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Bahasa. ketaatan pada hukum. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. jiwa dan patriotisme. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tanggung jawab sosial. demokrasi. hak. kesetaraan gender. bela negara.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. ulangan akhir semester. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Pemahaman berada pada domain kognitif. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. a. 3) Perilaku berkepribadian. menengah. ulangan tengah semester. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Secara khusus. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan. dan ulangan kenaikan kelas (PP. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. 2) Kepribadian. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. kejuruan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. kemajuan. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan memperbaiki proses pembelajaran.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 .

dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. baik aspek kognitif. afektif maupun perilaku. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini.karena itu. dan perilaku. kategorisasi. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. Kedua. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. Keempat. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. afektif. b. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. 1. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. Ketiga. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. mencakup aspek kognitif. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. Pertama. yakni berupa angka prestasi. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan.

Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Terbuka. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn. Objektif. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. Terpadu. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. Adil. ulangan tengah semester (UTS). ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. Kemukakan. Setelah itu. Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). Menyeluruh dan berkesinambungan. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Akuntabel. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Kajilah Standar Isi PKn. Pada tingkat mata pelajaran. ulangan akhir semester (UAS). Dalam pendidikan. dan ulangan kenaikan kelas. Sistematis. seperti ulangan harian. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sedangkan ulangan. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Beracuan kriteria.

Untuk tingkat satuan pendidikan.Dasar (KD). kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. 304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

A. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan . penilaian di luar kelas 2. A.... ulangan akhir semester D.. penilaian B.... ulangan tengah semester C. perilaku moral sehari-hari 3. kemampuan kognitif B. ulangan harian B. A. adil B. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. ulangan kenaikan kelas 5.. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 .... A. ulangan akhir semester D. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan.. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. ketercapaian kompetensi C.. ujian nasional C. ulangan kenaikan kelas 4..Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. penilaian pendidikan C. aspek sikap dan nilai D.. A. penilaian pembelajaran D. Prinsip penilaian ini dinamakan . Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut.. 1. ujian sekolah B..

6. terbuka B. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah. prosedur.. Prinsip penilaian ini dinamakan . Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah ... tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.... A. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. A. Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel... sikap kepribadian B. observasi C.. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . penugasan B. C. portofolio D. objektif D. penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. D. artinya ... A. penilaian dapat dipertanggungjawabkan.. pengamatan D. terpadu 9. A.. pemahaman D. maupun hasilnya. sistematis 7. perilaku berkepribadian C. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. objektif D. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik. tertulis B. baik dari segi teknik. praktik C. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek. A. sahih C.. B. 8. praktek C. jurnal 10.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 .89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Oleh karena itu. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . Oleh karena itu. Melalui kegiatan belajar kedua ini. jenis. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Pada kegiatan belajar ini. Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru.2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana.

Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. KD. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian.yang akurat. 1. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. per tahun ajaran. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2.2 sebagai contoh). Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. Sebagai acuan dalam penulisan soal. sehingga menjamin validitas isi tes. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. khususnya KD 3. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. Meskipun demikian. Dalam contoh ini.3 dan 4. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan.

dan ulangan kenaikan kelas. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. ulangan akhir semester. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Menghargai keputusan bersama 4. Artinya. Butir soal bentuk pilihan-ganda. guru dapat melakukan beberapa kali tes.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes. Dalam satu periode pembelajaran. ulangan tengah semester.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V.3. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. melengkapi.1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4. dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal . Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya.

Sebagai ilustrasi. Di samping itu. Tabel 3. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. 2. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis.sampai Kelas 3 SD/MI. Namun.

dan lain-lain. pelestarian lingkungan hidup. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. dan tingkat perkembangan peserta didik. kemajemukan bangsa. dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. jiwa dan patriotisme bela negara. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. kewarganegaraan. (b) meningkatkan kualitas diri. Sebagai contoh. bahasa. kesetaraan gender. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. konteks kehidupan seharihari. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. seni dan budaya. dan nepotisme. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. (h) membayar pajak. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . (f) memiliki tanggung jawab sosial. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. (g) menaati hukum. kolusi. dan (i) anti korupsi. (e) mengembangkan demokrasi. dan pendidikan jasmani. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. Oleh karena itu. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. Meskipun demikian.

Mengakui kelebihan orang lain d. Berani bersaing b. Saling Menghargai (SM) IV. Bersikap Santun (SS) V. Menaati tata tertib sekolah d. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Tidak menghindari kewajiban b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Tabel 4. Percaya Diri (PD) I. Menunjukkan semangat berprestasi c. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Kompetitif (KO) a. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menerima nasihat guru b. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response). Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II.pilihan yang disediakan. Memelihara fasilitas sekolah a. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Menjaga perasaan orang lain a. Dengan demikian. Berusaha ingin lebih maju d. Tidak mudah menyerah b. Berani menyatakan pendapat c. Berani bertanya d. Menerima pendapat yang berbeda b. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. Memaklumi kekurangan orang lain c. bila terdapat lima aspek. Menghindari permusuhan dengan teman c.

Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. ”ada sedikit indikasi” (skor 1). Tabel 5.3. dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . ”lebih banyak indikasi” (skor 2).

Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik.

Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. D. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan . A.. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari . A. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 . Hal ini penting karena ... C. SK dan KD D. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari. B. skala sikap D. Tujuan pembelajaran C. A.... A. kecuali: A.. pengamatan C. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian. 1. aspek atau ciri kepribadian. substansi kajian setiap KD B. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D.. aspek perilaku berkepribadian. Indikator pembelajaran B. non tes 3. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C. standar kompetensi C. aspek nilai kepribadian 2.. Substansi materi pembelajaran 4. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5. tes hasil belajar B. hanya ranah afektif diukur dengan tes B.. indikator pembelajaran D. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku..

Maksimal 10 butir 10. Jawaban singkat C. A.. Kelas V B.. Pilihan ganda B. Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D. Melengkapi D. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B. Kelas II 8. A. Minimal 50 butir B...6. di dalam kelas setiap hari B.. Kelas IV C. Maksimal 50 butir C. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9. A. Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C. A.... Minimal 10 butir D. 3) adalah . Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Benar salah 7. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. Kelas III D.. pada akhir semester D. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas . 2. kegiatan semester terjadwal C...

89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

untuk menyamakan pemahaman Anda. Dalam hal ini. Meskipun demikian. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Untuk itu. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. dan orang tua. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. guru. Pertama. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. kepala sekolah. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini.

dan perilaku. afektif. sekolah. sekolah atau orang tua. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. Olah Raga. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. maupun perilaku. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. kepala sekolah. dan orang tua? Pada hakikatnya. dan masyarakat. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. apakah sudah lulus atau belum lulus. misalnya laporan tengah semester.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. guru. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. cukup. akhir catur wulan. Jasmani. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. untuk siapa laporan itu ditujukan. atau kurang. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. Agar laporan itu tidak membebani guru. atau tahunan. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. semester. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. Bagi mata pelajaran PKn. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. Dengan kata lain. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). atau mencantumkan nilai angka. apakah guru. Untuk mendapat informasi yang lengkap. Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Seni Budaya. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. IPTEK. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. guru. afektif. Meskipun demikian. Kewarganegaraan dan Kepribadian. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. kepala sekolah. peserta didik. apakah sudah baik.

Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. kuesioner atau angket. pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Untuk itu. orang tua. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. Dengan demikian. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik.untuk sekolah. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. Oleh karena itu. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . bahkan minat serta bakatnya. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. keterampilan/praktek. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. kemampuan guru. Selain dua bentuk laporan diatas. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. dan nilai/sikap. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. misalnya aspek pengetahuan. dan (4) memperbaiki strategi belajar. wawancara dan pengamatan.

dan intake siswa. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik).afektif. Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. seperti pengetahuan/pemahaman konsep. cukup. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. sarana pendukung. Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. Menurut Ghofur dkk. B (Baik). Namun. Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya. seperti baik. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. D (Kurang). Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. kompleksitas. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C (Cukup). agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran.

.. Semester : ........... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No........................ Keterangan Ranah Perilaku : .................2 1...1 1.... Kompetensi dasar/ Indikator 1...... No................................ Tahun ajaran : ..................................... Kelas Nomor induk: .................................................3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: . Standar kompetensi : ............ pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar............... laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ............................. Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : .......KOMPETENSI DASAR Kelas : ........ Nama sekolah: .............................. No......... Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua....................... Ranah Kognitif : .... Dalam hal ini.....................PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER............

................. Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran.. No........... Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No... (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi..... Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini.... Tahun ajaran: ............ Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap.................. keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai..... pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas............. dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar. afektif dan perilaku..... Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut.............................................. Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga... Nama sekolah: ... satu sekolah...... : .....orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn....... (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Ranah Kognitif No.. Nomor induk: ........ serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn......... Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik.......................... Kelas: .. untuk semua mata pelajaran... maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi....... Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif....................... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya..... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: . Semester: ...... Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : .

..... Dari laporan ini... demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap................ 1...... Nomor induk: ....... batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75.. guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut. baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya.... pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin...... Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi........... Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik....... Nama sekolah: .... Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah.... Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut.. laporan hendaknya meliputi ranah kognitif. Dari aspek kompetensi. penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 ...... Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100... Ranah Kognitif: No.. LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : ....... Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No. perilaku....... dan afektif.. Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri... Jumlah peserta didik: .....prestasi belajar peserta didik................... Oleh karena itu......... 2....... Guru kelas: .. 2................ Tahun ajaran: .... 1.....

guru dan kepala sekolah. orang tua. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. dan orang tua. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. Pertama. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. maupun perilaku. afektif. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. Namun demikian. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. guru. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. kepala sekolah. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Meskipun demikian. Dalam hal ini. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif.

. sikap peserta didik D. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. mengandung aspek-aspek penting C. setiap semester D. mengandung target yang telah dicapai 3. jumlah peserta didik C. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. peserta didik dan orang tua B. setiap hari B. Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat.. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. disusun secara sistematis D. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 . Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. setiap tahun 5. kepala sekolah D. maka informasi harus lengkap dan akurat. setiap catur wulan C.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. guru C. kompetensi peserta didik B. 1. artinya … A. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . penulis buku 2. A. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B.

Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A.. orang tua D. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C.. Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . angket 9. esensial 10. kecuali: A. informasi esensial B. guru B.6. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8. memotivasi diri agar belajar lebih baik D. penafsiran kuantitatif D. ujian tertulis B. masyarakat 7. wawancara D. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A. sarana pendukung D. kepala sekolah C. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian .. kompleksitas C. A. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk . kurikulum B. A. kuesioner C.. informasi tambahan C.

x 100 % 90 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

D 8.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A 5. D aspek nilai kepribadian 2. maupun hasilnya. A 3. A penugasan 10. D Benar salah 7. 8. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. C 9. D 7. A ujian sekolah 5. A 10. A ulangan harian 4. B ketercapaian kompetensi 3. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A penilaian 2. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. D 2. A substansi kajian setiap KD 6. A tes hasil belajar 3. B sahih 6. C pengamatan 9. prosedur. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. C Minimal 10 butir 10. B 6. baik dari segi teknik. B Kelas IV 8. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. C SK dan KD 4. D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. C 4. C objektif 7.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Dengan memahami isi KTSP tersebut. meliputi pengertian. Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. fungsi. Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebagai guru profesional. dan pelaksanaannya. seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Baiklah. tujuan. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 . Dengan kata lain. Pada modul mata kuliah yang lain. mengkaji. Tepat sekali. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. menganalis.

Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . konsep. mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. 3. metode. 5. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Lebih jauh lagi. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. 4.kemampuan sebagai berikut. strategi. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Terapkan prinsip. Oleh karena itu. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 1. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP.

dan pembiayaaan. Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. tenaga kependidikan. struktur. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. Oleh karena itu. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengelolaan. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu. 20 Tahun 2003. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. sarana dan prasarana.

perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar isi. maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). terampil.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. standar proses. standar sarana dan prasarana. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. standar pendidik dan tenaga kependidikan. berbangsa. Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan kata lain. standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. standar pengelolaaan. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. standar pembiayaan. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. standar kompetensi lulusan . standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran.

No 2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. dan bernegara. Menghargai keberagaman agama. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. tolong-menolong. ras. sehat. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Bekerja sama dalam kelompok. dan tanah air Indonesia 2. hak. berbangsa. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Berkomunikasi secara santun 8. kolusi. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. dan nepotisme.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. dan memanfaatkan waktu luang 10. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Menunjukkan kegemaran membaca 9. bugar. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. negara. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. ketaatan pada hukum. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. aman. budaya. demokrasi. suku. jiwa dan patriotisme bela negara. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. kesetaraan gender. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. kemajemukan bangsa. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. dan sikap serta perilaku anti korupsi. ketaatan membayar pajak. pelestarian lingkungan hidup. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. tanggung jawab sosial.

dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. pengembangan keterampilan pribadi. dunia usaha dan dunia kerja. dan jenjang serta jenis pendidikan. cakap. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. kondisi daerah. e. nonformal dan informal. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. kebutuhan.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. kreatif. perkembangan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. keterampilan berpikir. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. tanpa membedakan agama. a. muatan lokal. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. teknologi. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. sehat. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Berpusat pada potensi. c. kebutuhan. Oleh karena itu. perkembangan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dan seni. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. dan pengembangan diri secara terpadu. teknologi. serta status sosial ekonomi dan gender. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. d. f. keterampilan sosial. budaya dan adat istiadat. suku. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. keterampilan akademik. berilmu. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berakhlak mulia. b.

prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. bernegara dan berpemerintahan. g. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. dimensi program ini bersifat formal. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. kalau ada. bermasyarakat. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. berbangsa dan bernegara. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. SMP. PT). SMA. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. berorganisasi. Demikianlah prinsip. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan.

disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Sedangkan untuk SMA. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Keempat. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Kedua. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah.memadai. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. pernah dilakukan penyesuaian content. Ketiga. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. SMP. Untuk SD dan SMP. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya.

Sistem pemerintahan. Pemerintahan daerah dan otonomi. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Dari aspek content. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. dan Mengevaluasi globalisasi. Harga diri sebagai warga masyarakat. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Sumpah Pemuda. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Partisipasi dalam pembelaan negara. 1. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Dampak globalisasi. Tata tertib di sekolah. Kebebasan berorganisasi. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demokrasi dan sistem politik. Pemajuan. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Norma yang berlaku di masyarakat. Cinta lingkungan. Sistim hukum dan peradilan nasional. hukum dan peraturan. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Kekuasan dan Politik. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Instrumen nasional dan internasional HAM. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peraturan-peraturan daerah. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Prestasi diri . Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Hukum dan peradilan internasional 3. baik PKn SD.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Norma. Menghargai keputusan bersama. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Pemerintah pusat. Budaya politik. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Persamaan kedudukan warga negara 5. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.

(3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. dan (8) Globalisasi. (7) standar pembiayaan. terampil. (6) Belajar sepanjang hayat. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. (7) Pancasila. hukum dan peraturan. berbangsa. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. kebutuhan. (5) standar sarana dan prasarana. (6) Kekuasan dan Politik. (6) standar pengelolaaan. (8) standar penilaian pendidikan. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perkembangan. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. (2) Norma. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. dan seni. (4) Kebutuhan warga negara. (2) Beragam dan terpadu. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. (3) Hak asasi manusia. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (2) standar proses. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. (5) Konstitusi Negara. (3) standar kompetensi lulusan. hak. dan bernegara.

.. Standar Kompetensi Lulusan B. kecuali: A. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum . Ruang lingkup materi PKn C. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5... A. UU Nomor 20/2003 B. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 .. kebutuhan. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. A... Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . perkembangan. Standar Tenaga Pendidik 3. Tujuan mata pelajaran PKn B.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D.. Indikator pencapaian D... Permendiknas Nomor 23/2006 2. Permendiknas Nomor 22/2006 D. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. Berpusat pada potensi. dan seni D. A. hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan . 1. A. Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam .. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4. Standar Penilaian C. teknologi. Ruang lingkup materi Norma.. Standar Isi D... PP Nomor 19/2005 C. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B.. Dalam Standar Isi diatur tentang . Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Beragam dan terpadu C..

memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C... Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pengetahuan kewarganegaraan D. moral kewarganegaraan C.. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan .. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A.. nilai kewarganegaraan B. moral kewarganegaraan C. Kekuasan dan Politik B. Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan . pembentukan sikap kepribadian D. nilai kewarganegaraan B.. Pancasila D... A. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7. pengetahuan kewarganegaraan D. sikap kewarganegaraan 8. A. kompetensi kewarganegaraan 10. kompetensi kewarganegaraan 9. moral kewarganegaraan C. HAM C. A. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada . nilai kewarganegaraan B.... A..6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada . pembangunan karakter bangsa B. pengetahuan kewarganegaraan D.

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

penilaian. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. materi pokok/pembelajaran. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. indikator. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. dan sumber/bahan/ alat belajar. kompetensi dasar. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. Anda telah diperkenalkan dengan landasan. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Dalam konteks pembelajaran. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. struktur dan materi pembelajaran PKn. alokasi waktu. kegiatan pembelajaran.

atau (4) Dinas Pendidikan. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi.kompetensi untuk penilaian. Standar Kompetensi 2. Oleh karena itu. MA. atau madrasah dan komite madrasah. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. untuk tingkat sekolah. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. Komponen SILABUS 1. dan SMK. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Namun. yakni KTSP. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. Kompetensi Dasar 3. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kegiatan Pembelajaran 5. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). SMA. Materi Pokok/Pembelajaran 4. dan MAK. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. SMP. MTs. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.6. • Memadai Artinya. Alokasi Waktu 8. dan spritual peserta didik. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. psikomotor). taat asas) antara kompetensi dasar. • Aktual dan Kontekstual Artinya. Penilaian 7. dan sistem penilaian. cakupan indikator. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. materi pokok/ pembelajaran. kedalaman. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. indikator. • Menyeluruh Artinya. sumber belajar. cakupan indikator. sosial. materi pokok/ pembelajaran. materi pokok/ pembelajaran. teknologi. • Relevan Artinya. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. intelektual. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. cakupan. • Fleksibel Artinya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. sumber belajar. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kegiatan pembelajaran. dan peristiwa yang terjadi. afektif. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. • Sistematis Artinya. kegiatan pembelajaran. emosional. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. pendidik. • Ilmiah Artinya.

6. potensi peserta didik. 2. kebermanfaatan bagi peserta didik. 2. b. struktur keilmuan. c. 7. b. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. sosial. tingkat perkembangan fisik. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. c. 7. 4. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. dan spritual peserta didik. 3. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. intelektual. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. relevansi dengan karakteristik daerah.Dalam mengembangkan silabus. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 8. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 5. kedalaman. 6. 4. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. dan keluasan materi pembelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. emosional. Aktualitas. 5. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. 3. 1. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Dalam mengidentifikasi materi pokok.

Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. alokasi waktu . Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. menganalisis. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. lingkungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. 3. 2. kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. peserta didik dengan guru. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. perilaku. kesinambungan (kontinuitas). dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi.8. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan bertindak secara konsisten. pengetahuan. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. berpikir. Dalam mengembangkan indikator. satuan pendidikan. seperti: 1. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). dan keterampilan. guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.

sosial. tingkat kesulitan. dan budaya. dan indikator pencapaian kompetensi. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. serta lingkungan fisik. alam. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. kegiatan pembelajaran. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menggunakan acuan kriteria c. penggunaan portofolio. Baik. sikap. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. nara sumber. keluasan. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. pengamatan kinerja. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8). Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. dan penilaian diri.pengambilan keputusan.

serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. Selanjutnya. dievaluasi. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . dilaksanakan. dan evaluasi rencana pembelajaran. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut.Dalam bentuk tabel.

• Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). : 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI).SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI . Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1.. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI. Bandung. • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI.. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI.

•Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya. Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Sumber Belajar. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. materi ajar. dan Penilaian. sumber belajar.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.Materi Pembelajaran. laboratorium. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 . Oleh karena itu. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. Mencantumkan identitas. metode pengajaran. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. dan penilaian hasil belajar. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Kompetensi Dasar. (2) Standar Kompetensi. Bagi guru. Metode Pembelajaran.

G. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. E. dan kegiatan penutup. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. lingkungan. dan bahan. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. alat. F. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar.B. kegiatan inti. narasumber. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Misalnya. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. C. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. Oleh karena itu. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. media. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. D. kegiatan pendahuluan/pembuka. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. pengarang. 359 . dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. Akan tetapi. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. dan halaman yang diacu. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. kegiatan inti. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. Oleh karena itu. bentuk instrumen. Pada dasarnya.

..... : . RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut......................... x 35 menit (… pertemuan) A...... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian................ Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E.. Selanjutnya.................... tes unjuk kerja...uraian..... : .. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : ........... Metode Pembelajaran D.............. : .................. Tujuan Pembelajaran B.... Materi Pembelajaran C........... Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)...... Sumber Belajar F....................... 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut.............. : ................. : ... : . Dalam bentuk sistimatika......................

Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI. praktik. ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika.. Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan... Materi Pembelajaran : 1.. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1.. diskusi.. 5. Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. 2. Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.... b... Kegiatan Awal (10 menit) a. tanya jawab....... Makna NKRI dengan benar... penugasan.... 5.... Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.... Menjelaskan makna NKRI dengan benar.. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 .... 3...RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : . Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. 3. 4.. Kesatuan wilayah negara Indonesia. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 2. Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI. Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI. 4.. Metode Pembelajaran Pengamatan. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI. Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI.... 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia... Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh....

c. a. Siswa membuat rangkuman. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. e.: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). d. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. c. pembelajaran. 3. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan Awal (10 menit) a. b. b. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. 3. Kegiatan Inti (50 menit) a.2. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. a. 2. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. Kegiatan Akhir (10 menit) a. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. c. Kegiatan Inti (50 menit) a. b. b. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama.

Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). lembar kerja siswa (LKS). peta konsep. Polisi. Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. 1. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. buku siswa). butir soal. 5. Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Penerbit Cempaka Putih. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3. dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. 4. 3. bagan. gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. kisi-kisi soal. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . dan TNI. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. 2.

kompetensi dasar. Susun pula RPP untuk KD tersebut. laboratorium. (4) Konsisten. (6) Aktual dan Kontekstual. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rangkuman Dalam pengertian kamus. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. penilaian. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. (6) Menentukan Jenis Penilaian. dan sumber/bahan/ alat belajar. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. (5) Memadai. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. (3) Sistematis. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam mengembangkan silabus. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. kegiatan pembelajaran. (7) Fleksibel. alokasi waktu.Latihan: 1. dan (8) Menyeluruh. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. (2) Relevan. indikator. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. materi pokok/pembelajaran. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. Dalam konteks pembelajaran. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). atau (4) Dinas Pendidikan. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. (7) Menentukan Alokasi Waktu.

..kecuali: A.. Guru Kelas/mata pelajaran D. 1. afektif.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Aktual dan Kontekstual C.. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. A. tujuan pembelajaran D. D. silabus dikembangkan oleh . ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Dalam konteks pembelajaran. Memadai B. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. kecuali: A.. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 . materi pokok/pembelajaran C. standar kompetensi 2. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus. Fleksibel D. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. materi pokok/pembelajaran C.. Dinas Pendidikan C. kompetensi dasar 3. tujuan pembelajaran D. standar kompetensi B. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. Guru dan Kepala sekolah 4. guru kelas/mata pelajaran B. pada hakikatnya silabus adalah.... kelompok kerja guru (PKG/MGMP).... A. Secara operasional. A.. rencana pembelajaran B.

Mengkaji dan Menentukan SKKD B. A. B. jumlah tujuan yang akan dicapai C. A. A.. kecuali: A.. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C.. Aktual dan Kontekstual C. kebermanfaatan bagi peserta didik C. Fleksibel D. satu indikator/tujuan pembelajaran D. satu mata pelajaran 10. aktualitas. konsisten 7. sistematis B. potensi peserta didik.. Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8.. satu standar kompetensi B.. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. kecuali: A. kedalaman kompetensi dasar D. RPP dikembangkan dari setiap . ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus. keluasan materi pembelajaran B. dan keluasan materi pembelajaran D... satu kompetensi dasar C. kedalaman..6. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah . Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. relevansi dengan kebutuhan guru 9... Dalam mengidentifikasi materi pokok..

x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

A.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. tujuan pembelajaran 3. D. nilai kewarganegaraan 9. B. D. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. C. D. A. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. A. moral kewarganegaraan 8. sistematis 7. D. D. relevansi dengan kebutuhan guru 9. rencana pembelajaran 2. A. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. satu kompetensi dasar 10. Menyeluruh 6. A. kompetensi kewarganegaraan 10. PP Nomor 19/2005 2. Indikator pencapaian 4. C. A. A. D. Standar Isi 3. A. B. pembangunan karakter bangsa 7. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. C. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8.

Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . bebas.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. umum. sering disebut “luber dan jurdil”. jujur dan adil. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. bebas. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. sering disebut “luber dan jurdil”. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. umum. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. system pemerintahan. jujur dan adil. rahasia. proses pengambilan keputusan. rahasia.

Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. sikap dan kemampuan guru. system pemerintahan. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. perbaikan demokrasi konstitusional. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. perubahan fungsi keluarga. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. perubahan dalam struktur ekonomi. iklim sekolah. . Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. perubahan teknologi dan informasi. proses pengambilan keputusan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. dan sebagainya. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan.

surat kabar. slide. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. kalender. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). katalog. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. buku. Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami.Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. iklan dan poster. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). atau pun gambar sket. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. fotocopy. fotografi. Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 .

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. bebas. mempertanyakan. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. rahasia. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. jujur dan adil. sikap. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. memecahkan masalah. Inkuiri : proses penelitian. sering disebut “luber dan jurdil”.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Pemerintah. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . hukum. umum. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. isi. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal).Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. memantau pelaksanaan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.

kompetensi bahan kajian.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. kompetensi mata pelajaran. laboratorium. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan keterampilan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Dalam konteks pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. penilaian. pengetahuan. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. indikator. alokasi waktu. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. kompetensi dasar. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. dan sumber/bahan/alat belajar.

Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. Anonim ( 2005). Branson. Stanley). dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Dikdasmen. Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network. Calabasas: CCE. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA A. Pengajaran Studi Sosial/IPS. New York: Longman. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Dikdasmen. (1996). Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. (1978). Brady. Dkk (2004). Alamudi. Abdullah (Ed. revisi R.Kosasih Djahiri.F.). (1977). and Decision-Making. Margaret Stimmann. Politics. Dikdasmen Depdiknas. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Jakarta. Depdiknas. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. (1994). (1990). James. Valuing. Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. SMP/MTs. Ditjen PLP. STIA –LAN Bahmueller. (1998). A.Kosasih Djahiri (1985). Ahman. Aristotle. (alih bahasa: Ernest Barker. Depdiknas. Curriculum Development. Jakarta. Charles F. Abdul Azis Wahab (1996/1997). (1997). (1995). A. New York: Oxford University Press. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. (1990). Kosasih Djahiri. Puskur – Lemlit UPI. Banks. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. and Decision-Making. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Anonim ( 2005). Valuing. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. Atwi Suparman. A. Laurie. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. Banks. Ditjen PLP. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. (1992). Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Ditjen PLP. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). James. ERIC/Poland book. The Future of Democracy. New York: Prentice Hall.

Abdul dan Mardapi. New York: Macmillan Publishing Co. CCE. Authority: Foundation of Democracy. Jack R. The Art of Teaching Democracy: the Practice.-Oct. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Measurement and Evaluation in Teaching. (2006)... Departemen Pendidikan Nasional. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. (1998). (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). (fourth edition). Action in Elementary Social Studies. California.5. New Jersey: Prentice Hall Inc. Jakarta: Depdiknas Gronlund.. Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. Ditjen Dikdasmen (1989/1990). Djemari (Tim Pengembang). 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Departemen Pendidikan Nasional. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. Jakarta: PT. Upper Elementary. Journal CIVITAS. Van. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. (Cetakan XI). (1989). Project Citizen: Teacher’s Guide. Inc.2 No. We the People. (1981). (tidak diterbitkan) Fraenkel. Jakarta. Miriam. Gramedia. Center for Civic Education. Center for Indonesian Civic Education.. Sept. (1991). (2007). (1998). We The People . Departemen Pendidikan Nasional. Cleaf. Ghofur. (1980). Couto. (2007). Calabasas. Boston: Allyn Bacon. Dasar-Dasar Ilmu Politik. CICED. We The People .Project Citizen. David W. (2007). (1988). Jakarta. PT Gramedia. (2004). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Departemen Pendidikan Nasional. (1996). Richard A.... Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. (1997). Miriam. (1996). V. Calabasas. (2000). Budiardjo. Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Norman E. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). California. Center for Civic Education. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.Budiardjo. Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI. Center for Civic Education. Project Citizen: Teacher’s Guide.

Michaelis (Ed. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. New York: Macmillan Publishing Company. Dalam John U. Leviathan. Safari. (1980). (1998). Djemari. Content in the Social Studies. (1998). 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. Paul R. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 .C. Washington: NCSS. Inc. Samuel P.) Social Studies in Elementary Schools. (2002). (2003). Republik Indonesia. Gaskin).). (1989). Direktorat Dikmenum. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. (Unpublished). London: Touchstone Books. UK: Cambridge University Press. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. Anderson. (4th Ed. (alih bahasa dan editor: J. John. Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction.McGraw-Hill. Mardapi. (1962). Sapriya dan Winataputra. Jakarta. Locating and Gathering Information. John and Parker. Sanusi. Locke. Section One: Generalizations from the Social Sciences.(1998). Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945.A. Undang-Undang No. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Michaelis. (1963). Ella C. Walter C. New York: Oxford University Press. John U. Washington: NCSS. Inc. (1960/2000). Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum. Huntington. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. (7th Edition).Hanna. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. (2005). Hobbes. Bandung: Laboratorium PKn UPI. John R. Cambridge. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. (9th Edition). Depdiknas. (1983). Jarolimek. Social Studies in Elementary Education. Christol. in Carpenter. (1993).) Skill Development in Social Studies. Helen (Ed. Rodee. Two Treatises of Government. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Achmad . Leppert. Thomas. and Lee. Greene. New Jersey: Prentice Hall. Introduction to Political Science.

Chicago: Chicago University Press. Nu’man. London: University of London Press. (2005). ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Jakarta: Depdikbud. Turner. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. J. Bowes. H. in Teacher as Innovators. in Kerr. Sept. (1993). Skilbeck. R. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Journal CIVITAS. V. (ed. Lott.5. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Cynthia Szymanski and Haas. (1988) Children and Their World.Oct. Sjamsuddin. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sockett. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar.Sapriya. The Free Encyclopedia. Wikipedia. John T. http://www. Tahun 14 Nomor 1. No. V.. Basic Principles of Curriculum and Instruction. (1949). (1968). Boston. London: Open Books. Sapriya. P. November 2003. (1998). (1998). Tyler. Dallas: Houghton Mifflin Company. Somantri. Civics: Citizens in Action.5. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed. (2003). Helius. Veldhuis. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. M. (1976). (1996). (1990). Ruud. Journal CIVITAS.wikipedia. (2001). Welton. Sunal. Columbus: Merril Publishing Company.. Ruud.F. Designing the Curriculum. Sept. Veldhuis. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mary E. Paris: OECD Publications. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Long. Winataputra. Remadja Rosda Karya. Tahun 14 Nomor 1. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Mei 2005. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). dan Sapriya. Mei 2005.H. No. Taylor.2. Udin S.).2. Metodologi Sejarah. (2005).Oct. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT. David A & Mallan. Ditjen Dikti. (1976). Tahun 12 Nomor 2. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS.W. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.).org. Changing the Curriculum.

Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. Selain mengajar. sekarang). penerbit Alfabeta.) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). LA. Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). 2011. California USA tahun 2001. di School of Education. Master of Education (M. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010.). Pendidikan Kewarganegaraan (2003).Ed.Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. PIPS dan Pendidikan Dasar. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007). PIPS. Konsep Dasar IPS (2008). Konsep Dasar PKn (2008). dan pendidikan S-2. Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. Jenjang S2 Program Studi PKn. Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan. La Trobe University. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s.d. Buku yang pernah ditulis antara lain. pada tanggal 20 Agustus 1963. 2006-2009). Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Lahir di Sumedang. dan PGSD. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). Jawa Barat. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful