Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

Ed. SILABUS 1 A. Sapriya. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn . (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). File Sapriya. 15 Januari 2009 . Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. C. (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. emosional. spiritual. SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. Sesuai dengan itu. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. M. (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn .

pengembangan Konsep.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Menguraikan konsep. prinsip. percontohan.E. Moral dan Norma PKn 1. dan dimensi PKn 1. prinsip.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4. dan dimensi PKn 2. Menjelaskan pengertian. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1. latihan tentang pengertian. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1.1 Karakteristik materi PKn 2. tujuan. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1.2 Pengembangan Konsep. Nilai. Menguraikan jenis. Nilai. ilustrasi.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. Mengembangkan Konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI. contoh.1 Pengertian. 15 Januari 2009 2  .3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. Moral dan Norma PKn 3. dan dimensi PKn. (3) Paradigma Baru PKn 1. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. tujuan. tujuan.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. Nilai. Garis Besar Program No. teori.

2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. 9 1. contoh. 2. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. 15 Januari 2009 3 .2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8. percontohan.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. teori. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6. 5. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1. Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1. 2. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9. 3. ilustrasi.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9.

1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. 15 Januari 2009 4  . maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. spiritual. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. emosional.F.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. spiritual. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (1) Paradigma baru PKn. Untuk mencapai tujuan di atas. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (8) Penilaian Pembelajaran PKn.TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. emosional. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  . Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut.

2. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn. 5. 1. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. Selamat belajar. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 1: Paradigma baru PKn. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. 4. 3.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . moral. - - - Menjelaskan pengertian. nilai. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. tujuan.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. mengkaji. Pada modul mata kuliah yang lain. tujuan. meliputi pengertian. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. menganalis. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. dimensi dan pembelajarannya. Baiklah. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut.

Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. strategi. metode. tujuan. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. nilai. Pengembangan konsep. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. konsep. memilih. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. zaman terus berkembang. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. dan dimensi PKn 2. 5. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. Sementara di pihak lain. dan teknik untuk pembelajaran PKn. Terapkan prinsip. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . moral dan norma PKn 3. 4. Pengertian. 3. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Lebih jauh lagi. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. mempertimbangkan. 2. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.

Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Dari sudut pandang epistemologis. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. menurut Barr. domain kurikuler. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu.1 Pengertian. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). dan Shermis (1978). maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Pada kegiatan belajar ini. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. dan apa dimensi PKn. Oleh karena itu. Namun. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. Pada kegiatan belajar ini. Barrt. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. akan dibahas tentang pengertian. mengapa perlu ada pembelajaran PKn. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). tujuan. Tujuan. multidisipliner bahkan multidimensional. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 .

dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. dan komponen bangsa Indonesia. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). Oleh karena itu. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. landasan konstitusional UUD 1945. warga negara. watak kewarganegaraan (civic disposition). Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. Sesuai dengan namanya. pendidikan nilai dan moral. pendidikan kebangsaan. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. Oleh karena itu. Secara ontologis. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . program kurikuler PKn. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. dan pendidikan demokrasi. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. pendidikan politik. pendidikan kemasyarakatan. Secara epistemologis. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. Indonesia. Bagi negara kita. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional.

Dalam program PGMI di LPTK. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). yakni kemauan. through. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. Oleh karena itu. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. 2001. yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). 2001). dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. Winataputra. Kerr:1996. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. keterampilan (skills). PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 .terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. kemampuan. Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. instrumentasi. v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). Di Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu. 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). melalui proses. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). and for democracy” (CIVITAS: 1996. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide.

dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. PKn) secara terpisah. pada jenjang MI kelas tinggi.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. aktualitas. maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. Perbedaannya. 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Matematika. dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. warga sekolah. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). yakni rentang kelas 1 s/d 3. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Para peserta didik dikondisikan. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. difasilitasi. tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). IPS. • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. Namun. pengertian. • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran. belajar sambil berbuat (learning by doing). dan kebutuhan peserta didik. IPA. dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar.

dan kompetensi guru. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). belajar sambil berbuat (learning by doing). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. metodologi. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. seperti masalah landasan. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. khususnya dalam mencapai tujuan umum. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. dan kreatif. Dalam pelaksanaan program. tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. buku pelajaran. proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter. warga sekolah. (2) PKn sebagai program akademik. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). ketanggapan. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. damai. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. warga negara. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. Melalui domain ini. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. pengorganisasian kurikulum. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. anggota masyarakat. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). kritisasi.

Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge. dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. Oleh karena itu. Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. Namun. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. Secara epistemologis. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. kondisi. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. dan karakteristik peserta didik. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. yakni melalui berbagai program penataran P4.

Dalam pelaksanaan program. domain kurikuler. dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional.tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. Ada tiga dimensi PKn. PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). dan domain sosial kultural”. (2) PKn sebagai program akademik. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). khususnya dalam mencapai tujuan umum.

Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah . separated D. political democracy C. deduktif 5. program akademik D. integrated C. structural B. A. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A. abstrak B. program sosial kultural B. 1. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. political organization 2. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A.. political party D. A. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . contemporary politic B. metode pembelajaran C.. Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . strategi penyajian D. evaluasi pembelajaran 3. correlated 4. preoperasional C.. bahan pembelajaran B. holistik D. program kurikuler C.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat..

pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A. pemecahan masalah krusial D..6. kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 .. tematik C. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D... Social Studies as citizenship transmission B. membuat keputusan C. terpadu B. menciptakan masalah aktual 8. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. Social Studies as personal development 7. pembelajaran yang meluas (broad field) B. kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. A. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara .. kecuali: A. kecuali: A. membuat kesimpulan B. disipliner D. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah ... belajar terpadu (integrated learning) C. Social Studies as social sciences C. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B. Social Studies as reflective inquiry D. pembelajaran tematik (thematical learning) D. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % .89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

akan dibahas pengembangan konsep. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. konstitusi. Istilah konsep. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. maksudnya dalam proses pembelajaran. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. politik. Nilai.2 Pengembangan Konsep. namun secara praksis. dan norma disamping pendidikan karakter. peristiwa. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. oleh rakyat. nilai. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. Secara akademik. dan untuk rakyat. nilai. moral. atau pemikiran (ide). pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. Moral. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. moral. dan hukum. Pada kegiatan belajar ini.

2. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Dalam contoh di atas. 8. nilai 13. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas.pengambilan keputusan 11. Konsep “buruh”. kata hati 26. negara tertinggal 10. Akibat dari pengalaman ini. karakter 14. 1. empati 27. pemilu 32. Namun. kekuasaan 28. 5. misalnya. kelompok penekan 21. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. wewenang 29. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. moral 23. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. 7. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. kekuasaan 18. tindakan moral 25. pelaksanaan. perilaku 24. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. Dengan demikian. moral 12. kelas penguasa 20. solidaritas 17. 4. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. perasaan 15. sebagai ilustrasi dan contoh. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. partai politik 31. kekuatan rakyat 19. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. 6. sikap 16. dan penilaian. 3. nasionalisme 22. politik 30.

Seperti umumnya konsep. berpikir. Pertama. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. Ketiga. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. Etika terkait dengan masalah moral. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. Singkatnya. Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. Misalnya. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. Nilai bukanlah benda atau materi. kriteria keindahan. Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. penghargaan (prizes). Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. Bila demikian. Kedua. menghitung. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. dan tindakan (acts). Oleh karena itu. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. yakni nilai estetika dan nilai etika. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. kriteria manfaat. nilai (value) adalah konsep (concept). melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. yakni perlu ada pilihan (chooses).Pengertian Nilai Apabila kita sadari.

yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. aktivitas. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. Prof. yakni dilihat dari tujuan. sikap. kepentingan. (3) Nilai Kerokhanian. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maksud. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. (2) Nilai Vital. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. Samakah. (1) Nilai Material. Namun. dan keraguan.Selain dengan kriteria di atas. perasaan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. keyakinan. Dr.

Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Adi menghadapi dilema. Suatu hari. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Nak. Adi mau mencari obat sekarang”. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker. baik. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. dan religius. Ahli lain. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Setiap hari. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. indah. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. maka ada sejumlah yang disebut benar. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”.. Menurut dokter. seorang anak. Adi pergi untuk mencari obat. sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. Adi mendengar ucapan ibunya. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini.

yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. dan nyata. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. dan norma sopan santun. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. jelas. tertib. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. Demikian pula. Secara umum. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. norma agama. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. lalu lintas dan lain-lain. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. ialah: norma kesopanan. untuk menciptakan masyarakat yang aman. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. dan teratur. norma moral. dan norma hukum. Misalnya. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. (2) Bersifat umum. yaitu berlaku bagi semua orang. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. norma kesusilaan. upah.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. bertingkah laku. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. norma biasanya bersanksi. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sedikitnya ada empat jenis norma. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. Dengan kata lain.

Meskipun demikian. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. pelaksanaan. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . Oleh karena itu. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). Dengan demikian. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Oleh karena itu. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Misalnya. morals.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. manners. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. norma mengandung nilai atau harga. mentaati/mematuhinya. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. manner. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. penegakan. (3) Pada norma hukum. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. yaitu adat kebiasaan. Nilai bersifat universal. Dalam konteks etika. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Pada umumnya. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. moris. Jepang. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. mores. ialah: mos. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. Artinya. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat.

  pendidikan kewarganegaraan. berilmu. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai..  Selanjutnya. UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional. berakhlak mulia. dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. . dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. kebangsaan. kreatif. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. moral.. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apabila dikaji. mandiri. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. pendidikan nilai. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan kemasyarakatan. sehat. moral.   b. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir. cakap. bersikap..

Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. menengah.   b. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas..”. dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. moral. . Rangkuman Istilah konsep. Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. atau pemikiran (ide).  pendidikan kewarganegaraan. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL.” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar.. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya. Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . Sebagai landasan kurikulernya.. nilai. peristiwa. dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol.

manner. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. morals. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. dan hukum. manners. ialah: mos. ialah norma fisika dan norma etika. dan teratur. yaitu adat kebiasaan. 32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. mores. Etika terkait dengan masalah moral. agama. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. Norma ada dua. moris. kesusilaan. bertingkah laku. tertib. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). untuk menciptakan masyarakat yang aman. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. yakni nilai estetika dan nilai etika. Istilah moral berasal dari bahasa Latin.

persetujuan (agreement) B.. A.. mengagumi keindahan bunga C. A. Menurut Prof.. kekuasaan C. membayar pajak tepat waktu D. Generalisasi D. Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.. D. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. A. teori 2. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. kewenangan B. Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda.. tindakan (acts). segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut .. norma 4.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah ... Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 . Fakta B. peristiwa. penghargaan (prizes). 1. Konsep C. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit . Notonegoro.kecuali: A. demokrasi C.. yakni perlu ada A.. atau pemikiran (ide) disebut. kursi 3. Dr. kekuasaan D. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B. empati D. gubernur B... 6. pilihan (chooses). C.

nilai moral B. norma hukum 9.. norma kesusilaan C. nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. nilai kesusilaan C. C... A. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma . A... Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah .. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8. mengatur perilaku B. norma kesopanan B. baik atau jelek.. D. nilai hukum D. nilai religius A. nilai moral/etika D. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. B. menertibkan perilaku 10. sanksi tegas dan nyata D. Dalam konteks etika...7. norma agama D... memaksa untuk tidak melakukan C. niai kebenaran B.. nilai estetika C. A. Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan . Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut .

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam proses itulah. Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. Dengan demikian. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah.3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. Pada kegiatan belajar ini. Dengan kata lain. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis. Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 . pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis.

Oleh karena itu. Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum.demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. Namun. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). Dengan demikian. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. Selain itu.

lakukanlah diskusi itu. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. cerdas. 1999:2) Artinya. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak). Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. berbangsa dan bernegara. Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. menyatakan “The habits of the mind. Pada pembahasan di atas. Dengan kata lain. as well as ‘habits of the heart’. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. are not inherited. Anda telah mengenal paradigma PKn.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. bodoh. Alexis de Toqueville. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . the dispositions that inform the democratic ethos. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. Dengan kata lain. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. dan tidak terdidik. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan.” (Branson.

Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Khusus dalam pendidikan persekolahan. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. rasional. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat”. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. pengalaman praktis. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. emosional dan sosial. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 .pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Namun. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Oleh karena itu.

PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah. Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1.2 Melaksanakan hidup rukun. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. (1) 1. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. dan SMA/MA. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). SMP/MTs. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. 1. Untuk mencapai SK dan KD tersebut. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . • Melaksanakan piket di kelas. • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan).

4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. photografi.Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma.. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok.. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas.. grafik. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Namun demikian. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. dan karya seni asli. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan.. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 . Dengan demikian. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Kami Bangsa Indonesia . Pertanyaan selanjutnya. peta.

Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. yakni kita semua. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. Mengkaji pemecahan masalah. Membuat kebijakan publik. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. Dalam menilai portofolio. 4. 2. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Membuat rencana tindakan. meningkatkan keterampilan. 3. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. 5. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting.

Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. b. c. d. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar.

dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. emosional dan sosial. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. efektif. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. mengevaluasi. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Oleh karena itu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. dan bertanggung jawab. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. menjelaskan dan menganalisis. keterampilan. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. rasional. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik.

Standar materi kewarganegaraan D. Partisipasi warga negara D. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. pemikiran dan emosional C. Afektif. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Tanggung jawab warga negara C. Kecerdasan warga negara B.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kecuali: A. emosional dan sosial D. Standar materi kewarganegaraan C. rasional. pemikiran dan sikap B. Standar pencapaian 5. intelektual. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. emosional. 1. Kemampuan C. Rasional. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. intelektual. dan sosial 3. sikap. Kemampuan dasar B. Spiritual. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pemecahan masalah warga negara 2. Spiritual. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. Indikator pencapaian D.

Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. kecuali: A.6. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . membuat kebijakan publik D. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. beragam dilihat dari segi keilmuan D. kejelasan C. estetika D. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. grafik. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. membuat rencana tindakan D. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. membuat rencana tindakan 10. mengumpulkan dan menilai informasi B. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. membuat kebijakan publik 9. menarik secara estetika B. menilai kebijakan alternatif C. bernilai seni tinggi 7. menjelaskan masalah B. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. kelengkapan B. photografi yang: A. peta. mengkaj pemecahan masalah C. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8.

x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

A. B. A 6. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . membuat keputusan 8. D 2. nilai religius 8. C 3. emosional. B 8. persetujuan (agreement) 6. B 7. rasional. A. D 5. mengagumi keindahan bunga 5. D 4. sanksi tegas dan nyata 10. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. C.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. A Nilai material 7. holistik 5. D kursi 3. A Social Studies as citizenship transmission 7. norma kesusilaan 9. B. A 10. B. A bahan pembelajaran 3. C empati 4. C 9. nilai moral Tes Formatif 3 1. C disipliner Tes Formatif 2 1. B. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D. B Konsep 2. B integrated 4. C. B political democracy 2. program kurikuler 6.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). Berbicara tentang materi PKn. Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. Karena itu. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. ialah pertama. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. yakni penguasaan bidang studi. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 .MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. Namun demikian. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat. Namun. Misalnya.

5. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. 2. Terapkan prinsip. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. Dengan kata lain. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Implikasi lebih lanjut. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. Karakeristik Materi PKn. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. konsep. 2. Dengan demikian. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Memahami karakeristik materi PKn. 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. Lebih jauh lagi. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 4.

Apa materi PKn itu. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). agama. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. bahasa. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . budaya. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. maupun adat istiadat. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. karaktersitik. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). maka lahirlah sebuah pertanyaan. Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu).1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. Dengan kata lain. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Oleh karena itu. Oleh karena itu.

meliputi geografi penduduk. jurisprudensi. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. Menurut Hanna dan Lee. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. psikologi sosial. Pada masa itu. ilmu politik. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan lain-lain. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. nasional dan global. kepentingannya. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). ekonomi. Misalnya. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. Ketiga. ekspedisi pendaki gunung. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. yakni: Pertama. Baru pada pertengahan abad ke-20. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. filsafat dan etika serta bahasa. tiga disiplin pertama. Namun. kebutuhannya. baik kecakapannya. antropologi. sejarah. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. Kedua. sejarah. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). sosiologi. dan ilmu politik. secara umum. Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. meliputi geografi. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. geografi penduduk. sejarah dan ilmu politik. misi dan karakteristik PKn.

1993. bahwa ”Facts are low-level. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. dan negara. Jarolimek and Parker.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis. Meskipun demikian. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. bangsa. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). Oleh karena itu. Sunal and Haas. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan.(useful) bagi bangsanya. Dengan demikian. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. specific empirical statement about limited phenomena. beberapa ahli Social Studies (Michaelis.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. Oleh karena itu. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. masyarakat. yakni fakta (peristiwa. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. cita-cita. formal disciplines (social sciences). guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. 1980. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. Namun. Namun. dasar negara. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. Oleh karena itu. sebenarnya. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. but they apply only to a specific situation. 1984. Selain itu. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Banks.

dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . karena mempunyai realitas objektif. 1980:94). Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. nasional. kehidupan bermasyarakat. tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. dalam konteks proses inkuiri. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. di mana. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. yang ditampilkan dengan benar-benar ada. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. peristiwa. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. dan bernegara sangat penting. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. kapan. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. dan global. berbangsa. Namun. siapa. fakta berupa kejadian. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. Oleh karena itu. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas. terjadi. (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). dengan melihat dari aspek perannya.past or present. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. Namun.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. Selain itu. Dengan demikian. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. 1977:84).

kemenakan. 2001. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. fantasi. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. kursi. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. kambing. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. Namun. • Memasuki era reformasi. Selanjutnya. kebaikan. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. gas. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. sebagai latihan. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. or events”. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. ideas. yakni pada tahun 1999. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. mobil. Jadi. 2000. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. dan garam merupakan “konsep”. ketimun. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. danau. Nama-nama seperti gunung. dan 2002. meja. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . pohon. Di dunia ini. Dengan demikian. pandai. Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. merah.

kompleksitas (complexity). yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. bercakar. semakin kompleks konsep tersebut. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. konsep “kucing”. misalnya kebebasan. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). pemerintahan. seperti berkaki empat. penyesuaian diri. Ketiga. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. dan kemampuan belajar. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. event. (1980:100). objects. Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). dsb). Kedua. or individual. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. ketajaman rasa. dan pabrik. Itulah ciri-ciri esensial demokrasi.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. berbulu lembut. 1980:99-100).apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. DPR dan sebagainya. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). Dengan demikian. or individual. Dalam hal ini. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut. konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . suara mengeong. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. kambing. penghargaan. negara. Misalnya. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. dan kecerdasan. Misalnya. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. Pertama. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. seperti presiden. seperti kemampuan bahasa. misalnya bunga. Kemudian. concepts represent something common to several events. patriotisme. demokrasi. pembedaan (differentiation). sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. “The more complex a concept is. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts.

konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. dan ”hotel”. Kedua. uang. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. individu-individu. rumah. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. Misalnya. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. ”bersenang-senang”. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. peristiwa-peristiwa.tanah.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. peristiwa-peristiwa. DPRD I di Propinsi. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. Keempat. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi. Bandingkan dengan konsep obeng. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. Misalnya. alat rumah tangga. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. atau ide-ide. individu-individu. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). Misalnya. dan sebagainya. Ketiga. Misalnya. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. Keempat. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. Pertama. Kelima. Timbul pertanyaan. Dengan menempatkan objek-objek. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. Dengan mengenal konsep. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. klasifikasi. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . emas. he places it into a class. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”.

Ketujuh. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. “Cina licik”. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. create a society. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . konsep “negara”. konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. Keenam. 1980: 103). “Orang Batak si tukang copet”. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. dan sebagainya. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. Misalnya. suku. kekuasaan. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. peraturan hukum. Menurut Fraenkel. tentu memerlukan penjelasan yang memadai. suku.” (Fraenkel. Contohnya: “Jawa koek”. “Padang bengkok”. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. hak dan kewajiban.

Sebagai hasil dari pendidikan hukum. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. kebiasaan. Oleh karena itu. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. dan norma agama. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. aman. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. Menurut Banks (1977: 259). Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. kesusilaan. Di samping itu. adat-istiadat. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting. harus dapat berjalan secara sinergis. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Kehidupan yang tertib. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. sikap. yakni hukum negara. Oleh sebab itu. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). dan bernegara. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. hukum dan politik. Tujuan utama dari pendidikan hukum. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. berbangsa.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). Dengan peraturan baru tersebut. Secara kultural. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. kalau ada. bermasyarakat. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. keberadaan bangsa dan negara merdeka. Kemudian. dimensi program ini bersifat formal. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. Sebelum proklamasi. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. bernegara dan berpemerintahan. berorganisasi. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. Lalu ada aksi berjuang. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 . Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. Oleh karena itu. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan.penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum.

Apakah boleh PKn itu terbelah. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. maka kompetensi lulusan harus sama. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. proses dan kompetensi lulusan. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. Misalnya. pengelolaan. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. decision making competence atau decision making skills. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Dengan demikian. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. sarana dan prasarana. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. dan penilaian pendidikan. ada content yang sifatnya structural formal. Content ini pun harus dibedakan. tenaga kependidikan. proses. Hal ini tidak mungkin berbeda. pembiayaan. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. kompetensi lulusan. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan.

pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model. Kurikulum masa ini doktrin Kedua. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. formal ini bagaimana merupakan content perekat. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. perubahan. dihadapi.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini. berbagai konteks pasti berbeda-beda. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 .tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. Dengan demikian. seluruh kabupaten/kota. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketika Indonesia danmisalnya. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. pemersatu akan memperkuat Namun. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. content perekat. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. siswa berada. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. DenganContent demikian. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. Namun. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. seluruh propinsi dan seluruh bangsa.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya.

Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. separatisme. pernah dilakukan penyesuaian content. kemiskinan. Keempat. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. Dalam hal ini. Pertama. Sedangkan untuk SMA/MA. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. kebodohan. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. korupsi yang merajalela. SMP/MTs. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi.Ketiga. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Kedua. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. Dari aspek content. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. baik PKn SD/MI. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975.

Namun. Sistem pemerintahan. Pemerintahan daerah dan otonomi. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . Persamaan kedudukan warga negara 5. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. terkait masalah konflik antaretnis. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. Kebebasan berorganisasi. Budaya politik. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Persatuan dan Kesatuan bangsa. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Instrumen nasional dan internasional HAM. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas.dikomunikasikan kepada peserta didik. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. hukum dan peraturan. Tata tertib di sekolah. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Peraturan-peraturan daerah. dan layak. Demokrasi dan sistem politik. Sumpah Pemuda. 1. Partisipasi dalam pembelaan negara. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. Pemajuan. Prestasi diri . penghormatan dan perlindungan HAM 4. Sistim hukum dan peradilan nasional. Hukum dan peradilan internasional 3. Harga diri sebagai warga masyarakat. Cinta lingkungan. Menghargai keputusan bersama. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Dengan kata lain. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Norma. misalnya. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Norma yang berlaku di masyarakat. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah pusat. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Kekuasan dan Politik. logis. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga.

tanpa memeras dan menguras tenaga. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. berbangsa. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Namun. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. Dengan menyimak paparan di atas. dan Mengevaluasi globalisasi. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan demikian juga sebaliknya. Dengan demikian. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Dengan kata lain. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. serta anti-korupsi 3. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Dampak globalisasi.8. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. Berpikir secara kritis. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. rasional. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. dan bernegara. mengamati. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. yakni: 1. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Selanjutnya.

keterampilan dan kebiasaan. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. yang terbuka dan tanggap. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956). terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. menilai keadaan. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. Oleh karena itu. dan (2) tingkat kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. membina kebiasaan. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. menurut sejumlah hasil riset.

Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. dan kekuasaan yang berlaku. dan universal. 6. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. Memelihara ketertiban sosial. 4. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. hukum. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. Orientasi legalistik kontrak soaial. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. tujuan. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. Orientasi instrumental. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Orang dihargai karena mentaati peraturan. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. persamaan hak asasi manusia. Secara lebih rinci. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. menghormati kekuasaan. Orientasi hukuman dan kepatuhan. 3. Konvensional 2. ajeg. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Orientasi keserasian antar personal. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral.

Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.2 Melaksanakan hidup rukun. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4. dan suku bangsa 1. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 . agama.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. Membiasakan hidup bergotong royong 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1. saling berbagi dan tolong menolong 1.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2.

2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.3. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti menghargai diri sendiri. kota.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. kota. seperti kebhinekaan.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3.1 Mengenal makna satu nusa.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV.2.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. kota. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3. Menampilkan sikap demokratis 4.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3.1 Mengenal nilai kejujuran. disiplin. keramahtamahan 4. dan provinsi 2. kedisiplinan.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1.2 Melaksanakan perilaku jujur.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1.2 Memberi contoh bentuk harga diri. dan provinsi Kompetensi Dasar 1. Memahami sistem pemerintahan kabupaten.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. Memiliki harga diri sebagai individu 4.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2. kekayaan alam. satu bangsa dan satu bahasa 1.

2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 .1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. DPR.Kelas IV.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. anti korupsi. seperti Presiden.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. Wakil Presiden dan para Menteri 4.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Presiden. seperti MPR.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4. 3. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. MA. Memahami kebebasan berorganisasi 4. seperti pajak. larangan merokok Kelas V. MK dan BPK dll. lalu lintas.

1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Peran Indonesia di Asia Tenggara a.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2. Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Kompetensi Dasar 3. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3. Negara-negara Asia Tenggara c.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kegiatan pembelajaran. Pengertian Politik luar negeri b.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.Kelas VI. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. pengertian kerjasama antarbangsa b. d. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3. c.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.

dan dalam kehidupan di sekolah. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. baik dalam lingkungan keluarga. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. Sebagai latihan. Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . dan bahkan spiritual. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. kelompok permainan. yakni kecerdasan dalam intelektual. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. lingkungan madrasah. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. dan lingkungan masyarakat sekitar. maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. sosial.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). emosional. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik.

menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . manusia sebagai pribadi. Secara ontologis. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. Dalam hal ini. bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). berpartisipasi. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). meliputi: Nusantara Indonesia. PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. jatidiri sebagai bangsa Indonesia. berkomunikasi. kekayaan Indonesia. Secara filosofis. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Secara praksis.masalah. yakni curriculum content dan student behavior. meliputi keterampilan berpikir. Secara konseptual.

Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. negara B.. tanggung jawab B. Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. kesejahteraan 4. wilayah C. Indonesia menganut demokrasi konstitusionil.. demokrasi liberal 2. rakyat B.. A. rakyat 3.. A.. Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 .. khususnya konsep. 1.. A. perilaku pemerintah D. pemerintah D. A... Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D. Objek atau bidang telaah PKn adalah . pengakua 5.. kecuali: A. demokrasi politik B. Pembukaan UUD 1945 B. hak dan kewajiban D. khususnya tentang . Batang Tubuh UUD 1945 C. peran dan fungsi C.. perilaku warga negara C. demokrasi terpimpin C. PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara.. Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . demokrasi konstitusional D.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

.. Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. organisasi kemasyarakatan 8. Tahun 2006 9. berpikir secara kritis B. Tahun 1975 C.22/2006. psikologis D. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. A. masyarakat B. Hak asasi manusia 10. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No.. historis B.. Misi ini merupakan ontologi PKn secara . sekolah D. Tahun 1994 D. kecuali: A. sosiologis C. Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . Demokrasi D. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah . Globalisasi C. berpartisipasi secara aktif C. A... A. Tahun 1968 B.6.. Persatuan dan kesatuan B. pemerintah C. emosional 7. berkembang secara positif D.. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A.

terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 .

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. B fakta 7. C sekolah 8. A. informal content 4. B Batang Tubuh UUD 1945 6. C. demokrasi politik 2. B perilaku warga negara 3. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. A. D fakta 8. C Fraenkel 10. A ekspositori 6. B. formal content 5. C. B Tahun 1975 9. D emosional 7. A. C Demokrasi 10. hak dan kewajiban 4. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. D pengakuan 5.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . metode. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Sementara di pihak lain. dan teknik untuk pembelajaran PKn. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pada modul mata kuliah yang lain. zaman terus berkembang. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. strategi. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Baiklah. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 4. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Terapkan prinsip. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. 5. 3. memilih. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Lebih jauh lagi.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. konsep. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Desain pembelajaran PKn 2. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. mempertimbangkan. Oleh karena itu. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.

Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. Artinya. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. tujuan. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Oleh karena itu. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . Pada kegiatan belajar ini. akan dibahas tentang pengertian. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Pada kegiatan belajar ini.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. Memang.

Dengan demikian. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. sikap dan kemampuan guru. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. iklim sekolah. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . selama proses mengembangkan kurikulum. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Artinya. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). Pada kegiatan belajar berikut ini. Dalam pembahasan berikut ini. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru.

Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. keterampilan mengajar. sikap. dan sebagainya.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. pengalaman. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn. Gedung Kedutaan. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). sbb. jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. pengetahuan. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . Gedung Kejaksaan RI. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat.

meramu. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. perubahan dalam struktur ekonomi. perubahan hubungan antara orang tua dan anak. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. dan sebagainya. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apabila kita perhatikan. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). Dua faktor ini saling mengisi. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. seperti harapan orang tua siswa. anggapan dan nilai masyarakat. tuntutan dunia kerja. mengemas. perubahan fungsi keluarga. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan.kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Dengan kata lain. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). perubahan teknologi dan informasi. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk.

pemerataan. sumber dan evaluasi. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. ujian nasional. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. sikap dan sebagainya. Harapan dunia kerja. efisiensi dan efektifitas. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. pengalaman kerja. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. pekerjaan rumah. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. media. dan keterlibatan masyarakat di sekolah.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. antara lain standar kompetensi lulusan. Misalnya. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. yakni relevansi. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. tingkat otonomi sekolah. disiplin siswa di sekolah. antara lain: Sebagai latihan.

Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. universitas. dan pusat penataran guru. konsultan kurikulum. Di Indonesia. Dengan demikian. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. Pemerintah Daerah. mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. buku-buku profesional. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. peragaan dan alat peraga. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas. Misalnya. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. dan masyarakat. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Umumnya. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. Sedangkan. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi.

motivasi. aspirasi. rasa percaya diri. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. perkembangan moral. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya. misalnya kesiapan belajar. kecakapan. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. Untuk mengenal perbedaan siswa. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. Sifat. bagaimana persebaran pada tiap kelas?.Faktor internal pertama: Siswa. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. berapa usianya. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. Dari semua faktor. seperti keterampilan motoriknya. afektif. bakat khusus. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. tingkat perkembangan kognitif. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. jenjang dan kelasnya. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. karakter. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. misalnya kepribadian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . baik eksternal maupun internal. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. dan keterampilan/perilaku. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. dan pengalaman. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. 6) Karakteristik personal. nilai dan sikap.

Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. misalnya. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. misalnya oleh siswa. Dengan demikian. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. Faktor internal kedua: Guru. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. 2) Ketertarikan guru. 3) Harapan guru. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. Dalam penggunaan metode mengajar. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. 5) Gaya mengajar.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 6) Evaluasi diri guru sendiri. 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum.

Untuk mengatasi hal ini. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. atmosfir. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Dalam forum MGMP. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. Namun demikian. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. Oleh karena itu. Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi.7) Peran guru. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal.

maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. Misalnya. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. jenis dan jumlah bahan pelajaran. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. alokasi dana untuk bahan pelajaran. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. ketersediaan pusat sumber belajar. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). penghasilan setiap daerah. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. kualitas perpustakaan beserta stafnya. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. dll. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. seperti tinggirendah tanah. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. Dengan adanya temuan ini. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran. kekayaan budaya. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

keteladanan. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. transformasi pengalaman. meliputi: (1) model berbagi informasi. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . demokratis. 3. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. 5. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. 4. percontohan. 2. Menurut Suparman (1997). 5. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). kelompok. 4. 7. (2) model belajar melalui pengalaman. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. narasumber. adanya variasi kegiatan klasikal. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. 6.pembiasaan. 1. 3. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. dan (3) model pemecahan masalah. 2. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP.

dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari. pentingnya pelajaran. atau menyajikan informasi tahap demi tahap. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . Meskipun demikian. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. mempersiapkan siswa untuk belajar. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. Oleh karena itu. model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. memberi umpan. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. untuk mencapai tujuan yang maksimal.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. informasi latar belakang pelajaran. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar.

(3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. dan memiliki kebebasan berpendapat. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. Oleh karena itu. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. dan berbagi tugas dengan teman. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. demokratis. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. model. logistik yg dibutuhkan. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 . Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. misalnya. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Namun. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn. sebagai berikut. Stándar Kompetensi 3. Pada hakikatnya. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey.

tujuan. fungsi. kelompok kepentingan. berargumen. demonstrasi. dll. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik. kebijakan. institusi. voting. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. menulis surat kepada pejabat. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. III. q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan.: I. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. dll. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. IV.

Memecahkan masalah Kelima. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Karakteristik sosial. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. agama. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. dan lingkungan siswa setempat. sejarah. Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. yakni: I. perhatikanlah contoh berikut ini. Oleh karena itu. status sosial ekonomi (pendapatan. karakteristik. etnis. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. nasionalitas. Merumuskan tujuan Kedua.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. sebagai berikut: Pertama. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. pekerjaan). maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi.

Sikap bertanggung jawab. Merumuskan tujuan. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. kamu biasanya bertanggung jawab. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kedua.

Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Usman. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. hukum. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Sebagai contoh. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. Keempat. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. 2. dan prinsip-prinsip moral. kebiasaan. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Setiap seminggu sekali. 1. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya.

Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. mungkin anda mendapat nilai yang baik. Kelima. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman. khususnya tetangganya memerlukan taman. Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. membuang sampah. 3. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda.Susi untuk membersihkan lantai. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. dan pergi ke pasar. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik.

........ Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri.................. teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya........... Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya...... bacalah cerita Piknik Keluarga........... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu..... Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu................. maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas................................................... Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda......................... yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab..... . Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini..... Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari........................................ seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda. atau bagaimana orang lain memikirkan kita..............………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab.. kita mungkin menerima hukuman...... Manakala hal ini terjadi....... apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab.............. Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah..... Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab...• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í ............... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab.........…………………………… .............. anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik.. Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya.... Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 .. ................... 1............... Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama.........................

Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. Mereka membereskan peralatan. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Setelah makan. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. 5. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Saudara laki-laki Tati. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Siapa yang bertanggung jawab? 2. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. 3. sindok untuk seluruh keluarga. bermain. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. gelas. pisau. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. 6. Apakah sumber tanggung jawab? 5. Tati membantu mempersiapkan kue-kue.2. 4. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. joging. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Apakah tanggung jawabnya? 3.

Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . Baiklah. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. 4. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. Rumuskan tujuan 3. Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. Bagaimana menurut pendapat anda. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab. 1. sebagai latihan. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah. Pecahkan masalah berikut. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci.

Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . transformasi pengalaman. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. kelompok. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. dan perorangan. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. demokratis. meliputi: (1) model berbagi informasi. adalah: (1) Merumuskan tujuan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. sikap. manajer kelas yang demokratis. (5) suasana kelas yang fleksibel. maupun keterampilan. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. seperti melalui pembiasaan. keteladanan. percontohan. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. Untuk mengubah kemampuan itu. (4) Memecahkan masalah. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. dan (3) model pemecahan masalah. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. narasumber. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. (2) model belajar melalui pengalaman. ekonomi dan budaya peserta didik.

1. perilaku D. model belajar melalui pengalaman C. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . Bentuk pembelajarannya berupa . kelompok. kepribadian 2. afektif C. model pemecahan masalah D. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. model berbagi informasi B. kegiatan kelompok C. menerapkan pola komunikasi banyak arah D.. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. A. yang mencakup tiga domain.. guru berperan sebagai fasilitator...Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kognitif B.. manajer kelas yang demokratis 4. kegiatan perorangan D. Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B.. dan perorangan 3. A.. yakni mencakup.. kegiatan klasikal B. kecuali: A.. model bermain sambil belajar 5. menggunakan satu metode secara berulang C. model belajar melalui pengalaman C. A... model berbagi informasi B. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . kecuali: A. model pemecahan masalah D. narasumber. adanya variasi kegiatan klasikal...

Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. model pemecahan masalah D. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah . A. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C.. Berpikir induktif D. Berpikir kreatif C. A. Memberikan penghargaan 9. D... Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B. Orientasi siswa pada masalah. Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai . A. model berbagi informasi B. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah . Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . Mengorganisasikan siswa untuk belajar.. Membimbing pelatihan D. A. model bermain sambil belajar 7. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B.. B. 10.. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya...... Evaluasi D. Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Membimbing kelompok bekerja dan belajar C... C.. model belajar melalui pengalaman C. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . A.. Berpikir kritis B.6..

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

B 10. 10. D 3. B Orientasi siswa pada masalah. A model berbagi informasi 7. D 5. C 8. A 6. D kepribadian 2. C 9. dan perorangan 3.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. D Memberikan penghargaan 9. B menggunakan satu metode secara berulang 4. A 4. D adanya variasi kegiatan klasikal. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. kelompok. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. B 7. B model belajar melalui pengalaman 6. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C model pemecahan masalah 5. B 2.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. 5. dan menilai data.menjelaskan masalah serta solusinya. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. berkompromi. dan survey Pemungutan suara. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan. Pendekatan pemungutan suara. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. wawancara. Selain itu. berpikir kritis. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. Sebagai strategi pembelajaran. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. Oleh karena itu. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. wawancara. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. Sebagai pendekatan pembelajaran. wawancara. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. menilai kualitas penyajiannya. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. wawancara. 6. mengumpulkan informasi. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. pemungutan suara.

Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. atau interaksi di lingkungan birokrasi. pengacara. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. tetangga. hakim. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. hukum. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya. 8. proses dengar pendapat. 7. berpikir kritis. 9. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. ekonomi. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. panitera bahkan terdakwa. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. Oleh karena itu. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Misalnya. rapat komisi. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. politik. dan anggota masyarakat lain. pengambilan keputusan. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar.hidup. dan sistem kehidupan internasional.

para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. membangun opini. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. lingkungan sekolah. demonstrasi. bersifat satu arah. Oleh karena itu. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. dan ditulis secara jelas. dan kemampuan guru. sarana. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). Selanjutnya. Perhatikan karakteristik siswa. 1. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. ceramah (lecture). dikembangkan secara logis. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Sebaliknya. dan peran guru sangat dominan. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. kondisi sekolah. Sebagai latihan.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. lingkungan belajar. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). prasarana. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. Secara umum. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori.

Dalam pembelajaran PKn. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. dan peran siswa lebih dominan. bermain peran (role playing). dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. kelompok tutorial. Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. kosa kata. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . curah pendapat (brainstorming). Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. dan konferensi. metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Secara umum. wawancara. a. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. 2. pemecahan masalah. diskusi. jigsaw. bersifat dua arah. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan.

b. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. menyadari. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. Misalnya. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. dan peka terhadap masalah sosial. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. Artinya. dan kemampuan berorasi.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. c. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. jika peran yang dimainkan adalah polisi. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. Oleh karena itu. yakni membantu siswa untuk merasakan. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis.

Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. Mungkin pada awalnya. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. 3. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. Selanjutnya. 2) menunda pemberian kritik. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. diskusi reflektif. inkuri. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. Dalam menerapkan metode curah pendapat. Kemudian. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan. studi kasus. Dalam kegiatan curah pendapat.

dan menguji hipotesis. b.pembentukan konsep. Sebagai metode pembelajaran. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. bidang studi. mengungkapkan. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. dan peran siswa lebih dominan. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. dan pemetaan konsep. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. membantu merencanakan strategi masa depan. bersifat dua arah. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. dan. mengembangkan pertanyaan. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. siswa terlibat dalam proses belajar. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. Secara umum. Di kelas. Karena semua gagasan awalnya diterima. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. dan lingkungan belajar. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. mengembangkan. sumber belajar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. a. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. Secara aktif.

Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. Dalam melatih berpikir divergen. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. topik. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. data. konsep. c. Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen. berpikir deduktif. 39. Contoh peta konsep sebagai berikut. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. bahan dan masalah. dan berpikir induktif. . guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik.1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No.

pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. Misalnya. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. • Pilihan untuk memecahkan masalah. dan peran siswa lebih dominan. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar.4. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. bersifat interaksi multi arah. survey. • Melihat pengetahuan terdahulu. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. profesi. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. bermain peran. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Secara umum. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. simulasi mengajar. Sebagai metode pembelajaran. yakni simulasi. permainan. percobaan. atau kegiatan tertentu. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. simulasi. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. pengamatan lapangan. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. simulasi mengatasi kebakaran. dan sebagainya. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi.

b. Sasaran.a. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. menjelaskan. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. c. memberi penguatan. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. Ada sejumlah teknik bertanya. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. apakah keterampilan intelektual. tema apa yang dipilih. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. Namun. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. afektif. yakni keterampilan bertanya. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. dan sebagainya. Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. aturan main. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. pemodelan. Apa target keterampilan simulasi. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. b. contoh. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai.

Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam kelompok kecil inilah. objek. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. dan bersemangat untuk bersimulasi. sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu.c. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). kemudian bila tidak ada yang menjawab. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Dalam konteks pembelajaran. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. antusias. dan unsur-unsur pembelajaran. d. maka ketika guru bertanya. Dalam konteks pembelajaran. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. Misalnya. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling).

dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). wawancara. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. (2) pembelajaran interaktif. interviews. (4) pembelajaran melalui pengalaman. dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). memberi penguatan. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). menjelaskan. (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). (3) pembelajaran tidak langsung.materials). Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. ialah (1) pembelajaran langsung. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. yakni keterampilan bertanya. dan surveys). Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. dan survey (polls. (5) Pendekatan Debat (debates). (4) Pendekatan (Cooperative Learning). (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). (6) Pendekatan pemungutan suara. Namun.

C. demonstrasi (demonstration) 5.. 1. a way of tackling D.. A.. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast).. bermain peran (role playing) B. A. a way of achieving target C. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. metode diartikan sebagai . curah pendapat (brainstorming) C.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Dalam konteks pembelajaran. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut . curah pendapat (brainstorming) C. a way of handling D. a way of tackling 2. a way of viewing B. Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung. Dalam konteks pembelajaran. ceramah (lecture). B. a way of viewing B.. simulasi (simulation) D. A. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. kecuali: A. tinjauan terstruktur (structured overview). a way of achieving target C... strategi diartikan sebagai . bermain peran (role playing) B. a way of handling 4. 3. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif.. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 . kecuali: A.

A. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah .. mengajar kelompk kecil 10. kecuali: A.. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan . kecuali: A.. pemecahan masalah B. memberi penguatan C. guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung. A. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B. melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C..6. melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. pemetaan konsep 8. bertanya B. A.... Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9.. studi kasus C. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk . guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B.. ceramah D.. guru membagi peran untuk tiap siswa D. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. berlatih memerankan tokoh tertentu D. mengadakan tanya jawab C. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah .. Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C... menjelaskan D.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai.x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % .

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. Secara singkat. akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). keterampilan. yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. Apakah Anda masih ingat. sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Namun. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . Pada kegiatan belajar ini. (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation).2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. Apabila dikaji. Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah.

sintesis. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. konteks kehidupan masyarakat. Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. hangat. pengarah (director of learning). perasaan/emosional. maupun pemberi keputusan (decision maker). dan evaluatif. peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). sikap.pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. terbuka. perjuangan. nilai. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. analitis. Untuk mencapai tujuan PKn ini. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . serta kebutuhan dan karakteristik siswa. dan unsur afektif lainnya. rewarder. tidak ada tindakan yang menekan siswa. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. adil. fasilitator. Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. dan psikomotorik. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. dan tidak paksaan. persabahatan. pengelola (manager). patriotis. memahami. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. menegakkan kebenaran dan keadilan. penilai (evaluator). berpikir kritis. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. yakni suasana penuh kekeluargaan. afektif. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. Oleh karena itu.

memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). Nilai dapat dibagi atas dua bidang. misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. berbangsa dan bernegara. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. 1978). terampil. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda. sebagaimana dikemukakan Branson (1999). keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. maupun aspek afektif dan psikomotor. dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. Artinya. Baiklah. Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. yakni nilai estetika dan nilai etika. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. Dalam rumusan tujuan lain. yakni menjadi siswa yang cerdas.

(f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. meliputi (1) metode percontohan. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). Oleh karena itu. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. dan (7) teknik inkuiri nilai. (5) VCT melalui teknik wawancara. (b) Daftar tingkat urutan. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. Misalnya. (d) daftar gejala kontinum. (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. Nilai etika terkait dengan masalah moral. Oleh karena itu. (4) VCT dengan kartu keyakinan. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dalam PKn dikenal pula model Permainan. (2) Analisis nilai. Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. (6) teknik yurisprudensi. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. hadir tepat waktu. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. antara lain metode bermain peran (role playing). Selain itu. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. berpakaian rapi dan bersih.bagaimana seseorang harus berperilaku. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. (c) daftar skala prioritas. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. (g) perisai kepribadian diri. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. (e) daftar penilaian diri.

seperti nilai toleransi. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. kerukunan. melibatkan. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. mampu mengundang. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. mampu menangkal. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. Terlebih konsep nilai. sikap dan perilaku siswa. cerita. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. kontroversial. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. Dalam pelaksanaannya.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. 1. umumnya bersifat abstrak. kemerdekaan. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. Kedua. mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Singkatnya. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. dilematis. Keenam. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . keyakinan. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. ekspositori. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. Ketiga. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. foto atau cerita. dapat merangsang imajinasi siswa. Keempat. meniadakan. Kelima. Ketujuh. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. Oleh karena itu. tetapi divariasikan dengan metode lain. dan ekstrim. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. menarik perhatian. seperti ceramah. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. dan kasus. dan tanya jawab nilai. dna sebagainya. moral.

Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). tabrak lari.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. foto. main hakim sendiri. b. anak durhaka. dan sebagainya. dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. film. Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . gambar. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. seperti perbuatan korupsi. Lontarkan cerita game ini. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. Namun. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. Langkah Pembelajaran a. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a.

Dia pingsan. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. kelompok maupun klasikal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. Ketiga. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. 5) Pak Priyatna. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. 7) Ibu Jamilah. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. Keadaan beliau sangat gawat. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. 2) Pak Tobing. 6) Ibu Ina. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. baik secara individual. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. 2. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul. Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. 8) Halimah. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. Kedua. 3) Ibu Hadijah. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua.

Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . Adi mendengar ucapan ibunya. Adi mau mencari obat sekarang”. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Menurut dokter. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Nak. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. Fase pembahasan/pembuktian argumen. c. Keenam. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Adi pergi untuk mencari obat. Setiap hari.. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya.Keempat.. • Suatu hari. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. a. Fase penyimpulan. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. dan klasikal). Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b. seorang anak. Kelima. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Adi menghadapi dilema. Berdasarkan cerita/kejadian di atas. kelompok.

Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. dan sebagainya. Ketiga. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. film dan sebagainya. seperti hormat menghormati. d. menengok yang sakit. c. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. a. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Keempat. guntingan berita Koran. Pada saat siswa memberikan jawaban. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . Kedua. mengunjungi orang tua. b. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. seperti cerita. tolong-menolong dengan sesama teman. Persiapan Pertama. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. gambar. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. a. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. seperti ceramah dan tanya jawab. saling memaafkan. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan.

dan klasikal). Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. Pertama. a. Kelima. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. Misalnya. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. baik secara individual. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. b. Kedua. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. fase pembahasan/pembuktian argumen. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. a. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran.Kelima. guru bertanya seperti. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. kelompok. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. kelompok maupun klasikal. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. Keempat.

Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). variasi stimulus dan menjelaskan. hangat-ramah. Sebagai media pembelajaran. Kemudian. Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). antara lain keterampilan bertanya. nilai. Ketujuh. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Selain itu. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. fase penyimpulan. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition).Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. Drs. Kemudian. Sedangkan untuk evaluasi. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. Selain itu. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Anda kaji kembali buku Karya Prof. reinforcement. Anda harus bersikap demokratis. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. Selamat mencoba. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. A. dan VCT.

mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. meniadakan. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. Keempat. Keenam. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. dan kebutuhan siswa itu sendiri. Ketiga. Kedua. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. mampu menangkal. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. melibatkan. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. waktu yang tersedia. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. mampu mengundang. Kelima. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. situasi dan lingkungan belajar siswa. Ketujuh. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. maupun aspek afektif dan psikomotor. Pertama.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya.

skala prioritas D. analisis nilai/kasus B.. yang tidak termasuk VCT Daftar. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . sikap. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B. guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C.. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D. mengemban misi membina nilai. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn. learning to know B. A.. moral. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. learning to do C. A.. meningkatkan penalaran siswa D. membelajarkan PKn B. learning to be D. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C. yaitu …. yaitu daftar . 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B. tingkat urutan C.. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . A.… A.. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna . learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn ….

civic knowledge B. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lisan B. variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D. A. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan . yaitu tes . civic skill C. kecuali . menjelaskan C. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan …... pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah . memberi penguatan D. kecuali: A.… A. bertanya B..6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT... stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B.. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C. A. civic education D. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. uraian C. media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D. objektif D.… A.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . Kemudian.Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. terutama bagian yang belum dikuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% . Bagus! Jika masih di bawah 80%.79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya.89% 70% . Hitunglah jawaban yang benar.100% 80% . Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2. gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. A Daftar analisis nilai/kasus. A bertanya 10. C simulasi (simulation) 3. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. 7. B curah pendapat (brainstorming) 6. 2. 8. 3. D Belajar melaksanakan PKn. perilaku dan kecerdasan siswa. 9. C Learning to be. D Tes pengamatan. 4. C ceramah 8. C Civic education. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sikap. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. C Keterampilan memberi penguatan. D a way of handling 4. 6. 5. A Membelajarkan PKn. D demonstrasi (demonstration) 5. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. D PKn punya misi membina nilai. 10. moral. B a way of achieving target 2. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

rasional. mengembangkan. Oleh karena itu.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. jadi belum dapat berpikir abstrak. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Dapat memilih. Masih ingatkah anda. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. 2. apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi. belum mampu berpikir secara parsial. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar.

untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. apa. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. Lebih jauh lagi. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Implikasi lebih lanjut. 5. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. Dengan demikian. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Dengan kata lain. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. konsep. 3. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 4. Terapkan prinsip. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. 2. Pengembangan media pembelajaran PKn 2.

Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan.0 . fase ketiga.0 or 12.0 or 15.2. concrete operational period (7. dan fase keempat. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah. Dengam media pembelajaran. formal operational period (11. sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase.0 . guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret.0 . Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964. Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya.0).11 or 12.0). Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan.0 .0). mempengaruhi. preoperational period (2. dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 .7. Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran. sensorimotor period (0. yakni: fase pertama. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran.14. fase kedua.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting.0).

metode. untuk proses penyaluran informasi. kepada komunikan diperlukan saluran (media).untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. perasaan. komunikan. media. Dengan kata lain. yang berarti perantara atau pengantar. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. materi. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. metode. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. tersalurkan secara efektif dan efisien. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan. perasaan. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. Dengan kata lain. perasaan. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . termasuk teknologi perangkat kerasnya. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. yang berarti perantara atau pengantar. materi. dan evaluasi. media. dan evaluasi. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar.

salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. Dengan demikian. Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. mencecap.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. 1996). dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. 1986:96). Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. generalisasi. mendengar. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. dan kemauan siswa untuk belajar. Dalam pembelajaran PKn. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. dengan melihat. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 . mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. Menurutnya. meraba serta menggunakan alat dria lainnya. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution.

Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. Untuk itu.pembelajaran di sekolah. 1979:76) berikut ini. c. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. Sebaliknya. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. metode yang akan digunakan. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. perhatian dan kemauan siswa. perasaan. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. d. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. serta kemampuan guru/sekolah. e. b. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Media hendaknya dipilih secara obyektif. dan keadaan/ kebutuhan siswa. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. a. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran.

bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. Ditjen Dikdasmen. media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. media televisi. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. 2002. Oleh karena itu. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . flannel/magnetic board. kliping. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu.01: 38). Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. film. Persoalan kita sekarang. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. Flif Chart. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan. Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar.SLTP.g. video recorder. tape recorder. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Depdiknas. Dilihat dari sumber pengadaannya. gambar. Modul PKN C. Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. Dalam kaitan ini. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya.

gambar mati. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. Para ahli (Edgar Dale. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. dan 10) lambang verbal. 4) demonstrasi. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. 6) pameran. guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. radio.d. Oleh karena itu. materi pelajaran. 8) rekaman. 5) karyawisata.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). 7) gambar hidup. 3) dramatisasi. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s. Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan. 9)lambang visual. 5). 2) pengalaman yang diatur. 8). 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Burton. Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). Artinya.d. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran.

pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. peristiwa dipentaskan). dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. media telah direncanakan. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. grafik. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 .tak 1989) membagi media indeks. berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. diagram. Sedangkan dalam pengerttian luas. photo. diagram. lukisan (menggunakan peta. Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. Sedangkan dalam pengerttian luas. rumus dan indeks. Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. Dalam pengertian sempit. untuk Dalam pengertian sempit. diagram. rumus dan dan mendengarkan uraian).Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. grafik. dsb). Burton (dalam Nasution. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. dan chart buatan guru. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. dsb). Burton (dalam Nasution.

Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. dan dapat disentuh (touch). Jika minim atau bahkan tidak tersedia. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. meraba. bermain peran. dapat didengar dan dilihat (audio visual). Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. atau TV‑ video. keretampilan memilih.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. Barang cetakan seperti buku. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). dan sebagainya d. memanipulasi. dapat dilihat (visual). kamera video. melihat. Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. sikap dan perilaku seperti simulasi. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. Hal-hal yang bersifat visual. flip chart. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . f. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. g. majalah. media grafis. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. data dan lain-lain b. Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. dan brosur. tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. a. yakni dengan mendengar. atau gambar. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. peta. Gerak. menggunakan. Hal-hal yang bersifat materil. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. seperti model-model. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. 1996). Jika dilihat dari indera (sensory channels). seperti bagan. matrik. menjalankan proyektor slide. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. video. benda contoh dan lain-lain e. misalnya kliping. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . gambar. jurnal. film. dan lain-lain. surat kabar. flannel.

bagan. misalnya film bisu a. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. gambar. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. di ruang perpustakaan sekolah. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. kliping - media proyeksi diam. atau pada papan peraga yang disediakan. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. ensiklopedia. misalnya foto. transparansi. gambar kartun.1. misalnya film bingkai/slides. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. surat kabar. mengembangkan imajinasi anak. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. buku referensi dan hasil cetakan lain. dan diberi bingkai agar tidak kusut. mikrofis. film rangkai/film strip. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. dan mengembangkan kreativitas siswa. fotografi. majalah. slide. sketsa. fotocopy. atau filing kabinet yang mudah dicari. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. gambar ilustrasi. misalnya grafik. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. overhead projector - media grafis atau carta. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. poster. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. atau pun gambar sket. peta dan globe § media visual yang bergerak. buku. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. diagram. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati.

menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. arti hidup. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. Contoh Papan Peraga Gambar b. Bagi siswa SMP/SMA. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. atau pada papan peraga yang disediakan. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. Slide. Semuanya memberikan arti ide. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. menjelaskan ide. Bagi siswa SMP/SMA. hidup. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . film strip. di ruang perpustakaan sekolah.

Slide. chart. proses penayangan. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. misalnya kronologis. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. hierakhi. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. film strip. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. dengan sedikit kepandaian memotret. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. seperti halnya penayangan film gerak. Penayangan slide. Media Diagram. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi.c. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. jumlah. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. dan akhir dari penayangan. semacam periodisasi yang sederhana. penjelasan pendahuluan. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. mulai dari persiapan. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. film strip. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. Oleh karena itu. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. d.

tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. grafik grafik dan grafik garis. sebagaimana film bingkai dan film strip. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. dan lingkaran. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . data. batang. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. gambar orang. yang dsb. batang/bar. demikian. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. batang. prosedur. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. sebagaimana film bingkai dan film strip. sebab meskipun sederhana. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. grafikGambar. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. dsb. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . grafik garis. Dengan demikian. Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. gambar orang. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. Proyektor yang memerlukan proyektor. proses pemilihan umum angka. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. 2004.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. Saat ini. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. data. grafik Gambar. sebab meskipun sederhana. proses. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Saat ini. lingkaran. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . e. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU.

Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 . lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi.Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran.

Poster dibuat di atas kertas. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8. katalog.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. kalender. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi.5 X 11 inci ). 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. kecepatan daya serap siswa. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. lugas. kaya dengan variasi. ajakan memilih calon partai politik tertentu. pemilu pasca reformasi. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. Jika dicetak langsung dalam komputer. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. kain. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . buku. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan. surat kabar. iklan dan poster disebut dengan kliping. g. dan sebagainya. maraknya korupsi. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. tulisan jelas. dan sebagainya. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. menyajikan ide tunggal. Tetapi jika akan dicopy. h. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. batang dan bahan lain yang memungkinkan. Poster yang baik biasanya berwarna. Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. tanggapan dan pernyataan dari siswa. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. f.

Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . mempengaruhi sikap serta perilaku. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. dan sebagainya. Dalam penggunaannya. ketidaksetujuan. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. non verbal atau kombinasi keduanya. 2. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. tidak rinci. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. i. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. Oleh karena itu. tukang becak. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. gambar. gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan.tertentu. tokoh LSM. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal.

membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. jnamanama partai politik peserta pemilu. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. yaitu meningkatkan komunikasi audio. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam. piringan hitam. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. Pita suara (kaset audio. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. b. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. tape recorder. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. dsb. rekaman kegiatan. Tape Recorder. a.Termasuk di dalam media ini adalah radio. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. nama-nama menteri yang baru dilantik. Pita Suara. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. pita audio. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung. dan telepon.

dan jaringan TV luar negeri. media audio-visual dibedakan menjadi dua. Seperti halnya film dan televisi. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Selain media di atas. Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. c. a. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. televisi adalah kombinasi visual dan audio. b. Ditinjau dari sifatnya. televisi. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. buku dan suara Media audio-visual gerak : video.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. Seperti halnya dengan film. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. TV swasta. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. dan kurang praktis. lembaga. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . peristiwa. misalnya: slide.3. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. peralatannya cukup mahal. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain. film rangkai dan suara. gambar dan suara. CD. keadaan yang ada di dalam masyarakat. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. orang. yaitu: TVRI. film rangkai dan suara. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. slide dan suara. dan film rangkai yang disertai dengan suara. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar.

Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. pedagang. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). adat-istiadat setempat (anthropologi). agama. orang. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. ilmu politik). Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. pengarang. ketua RT/ RW. 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. wartawan. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. perkemahan.ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. sejarawan dan sebagainya. misalnya. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan). atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. ras. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. studi wisata. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

norma yaitu pertama. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. selamat mencoba. Baiklah. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. c) Nara sumber tidak perlu melawak. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. Untuk keperluan tersebut. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. moral. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Kedua. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. teoritik dan normatif.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. tidak berat sebelah. b) memuat nilai/moral yang dilematis. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi.

Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian.5 menit. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa.

radio. 6) pameran. 5) karyawisata. data dan lain-lain. dan 10) lambang verbal. perasaan. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. 9) lambang visual. (5) Gerak. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. dan brosur. 8) rekaman. seperti bagan. gambar. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. gambar mati. sikap dan perilaku seperti simulasi. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. surat kabar. flannel. 3) dramatisasi. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. matrik. dan sebagainya. jurnal. benda contoh dan lain-lain. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. seperti model-model. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. majalah. bermain peran. yang berarti perantara atau pengantar. flip chart. 4) demonstrasi. (6) Barang cetakan seperti buku. perasaan. Dengan kata lain. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. film.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . dan lain-lain. (4) Halhal yang bersifat materil. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. perhatian dan kemauan siswa. 7) gambar hidup. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. 2) pengalaman yang diatur. video.

hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah.. Sebelum memilih media pembelajaran. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . tingkat usia dan kematangan siswa C... Membawa objek yang terlalu besar 3.. memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. penentu keberhasilan belajar PKn 2. A. A. Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. Membawa objek yang sukar didapat C. audio-visual D.. Memvisualkan yang abstrak B. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu.. kecuali: A. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. 1.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. visual B. audio C. mendorong motivasi belajar B... Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. kecuali: A. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B... kemampuan baca siswa D. tujuan instruksional yang ingin dicapai B. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5.

transparansi 8. Biaya produksi relatif murah C. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D. C. pameran C. Tidak memerlukan ruang gelap B.. kecuali: A. kecuali: A. Penggunaannya praktis 9.. A. D. film bingkai/slides fakta B... kecuali: A. Memerlukan listrik 10.. Kelebihan media Audio antara lain. diagram D.. film rangkai/film strip C... Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Kelebihan media transparansi adalah ..6. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. Memerlukan panataan yang khusus C.. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak... Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 . Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing. B.. A. Contoh media grafis adalah . Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah. demonstrasi D... dramatisasi B. Materi tak akan berubah B. karyawisata 7.

terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .89 % = baik 70 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

majalah. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. A. guru perlu mengenal. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. memahami. radio. Oleh karena itu. film. bangsa. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini. bangsa. dari media elektronik seperti siaran TV. sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. surat kabar. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Di pihak lain. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. Dalam pembelajaran PKn. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. dan negara. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. kontekstual. Dalam pembelajaran PKn. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Oleh karena itu. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. jurnal. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Dalam PKn.

Misalnya. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. dan lain-lain. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. bahan cetakan. (b) kunjungan studi. peristiwa. dan sebagainya. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. lembaga. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . adat. daerah. surat kabar. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. alat audiovisual. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. organisasi. Dengan demikian. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. dan internasional. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. lingkungan sekitar. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. orang. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. nasional. ipoleksosbudhankam. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. keadaan yang ada di dalam masyarakat. perpustakaan. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. Oleh karena itu. museum.

Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. wartawan. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. studi wisata. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. ketua RT/ RW. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. dan perkemahan. pedagang. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). pengarang. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. ras. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . agama. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. sejarahwan dan sebagainya. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. 1.(c) nara sumber. 2. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. adat-istiadat setempat dari anthropologi. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu.

VCD. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. ensiklopedi. Demikian pula. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. majalah. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. tidak berat sebelah. bahan-bahan audiovisual. bioskop. peta dan atlas. perpustakaan. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. dan sebagainya. Pada tingkat SD/MI. • Nara sumber tidak perlu melawak. dan katalog kartu. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. jika diilustrasikan dengan baik. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). informasi yang ada di masyarakat. ensiklopedia. seperti biografi dan autobiografi. dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. Pertama. seperti buku. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. referensi tambahan yang menunjang. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. film. televisi. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. dan publikasi pemerintah. fiksi. seperti membaca buku sumber. mengemukakan konsep baru. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. catatan harian. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. majalah (current periodicals). bukubuku yang bertema khusus. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. majalah (periodicals). menyajikan media audiovisual. Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. kamus dan penggunaanya. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. (2) sumber masyarakat (community). radio.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing.

Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. Di dalam perpustakaan. aturan penggunaan perpustakaan. almanak. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). 4. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. dan memecahkan masalah. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. 2. memeriksa kebenaran informasi. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. indeks. surat kabar. 3. dan sebagainya. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Catat halaman dimana topik itu berada. memperoleh pengertian tentang unit studi. Pada bagian depan 2.jawaban atas pertanyaan. kamus. dan rujukan lainnya. Untuk temukan kata kunci dari topik. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. Pertanyaan 1. ensiklopedi. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. 4. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. lihat halaman bab. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. Oleh karena itu. Pada bagian belakang 2. 3. Padahal. atlas. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. kartu katalog. Ketika ingin mencari judul bab 4. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1.

buletin yang memuat isu-isu aktual. buletin. surat kabar. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. peta. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. Pikiran Rakyat. Media Indonesia. tabloid. Sebagai latihan. Populer. liflet.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. Republika. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. dsb. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. pamplet. Gatra. surat kabar. Banyak majalah mingguan dan bulanan. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. kerjakan latihan berikut ini. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Merdeka. seperti Tempo. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. Kompas. tabloid. Dalam hal ini. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah.

Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . dan laporan survey masyarakat. sejarah. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. Atlas 8. dsb. perindustrian. budaya. Membantu anda menemukan buku pada rak. Perumahan. rekreasi dan permainan. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. transportasi. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. Indeks 5. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. Balai Kota. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Halaman judul buku 9. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. politik. judul. Departemen Kesehatan Umum. Sebuah buku map. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. catatan perjalanan lapangan. Perdesaan. Daftar judul buku secara alpabetis. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. Buku petunjuk telepon 3. Biro Cuaca. Selain itu. Rumah Sakit. Namun. Kantor Pos. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. dan penerbit buku.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. Kolom B 1. Punggung buku Kedua. Daftar semua buku di perpustakaan. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. Kamus 6. Biografi 4. Nomor buku 7. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. hasil wawancara dan pembicara tamu. pemerintahan. Daftar bab buku. Ibu Kota Negara. Katalog kartu 2. Kehutanan. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. komunikasi. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. Pengadilan. Memberikan makna kata-kata. Daftar isi 10. Ditemukan pada bagian belakang buku. dan ekonomi. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya.

dan televisi. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. grafik. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. Tergantung pada isi pesan. station pemadam kebakaran. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. bank. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. dan slides. gambar bergerak seperti kartun. filmstrips. Ketiga. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. (3) rekaman. perkebunan. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. Untuk siswa jenjang SD/MI. mengembangkan. dan poster. Survey masyarakat. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. (2) peta. pusat-pusat kesehatan masyarakat. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. dan kantor-kantor pemerintahan daerah. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. Dalam proses perencanaan. Misalnya. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. atau merangkum suatu unit kajian. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. radio. filmstrip. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . dan (c) nara sumber. Ketika media ini digunakan secara tepat. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. lembaga. tugas. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. atau jarak tempat. orang. keadaan yang ada di dalam masyarakat. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. (b) kunjungan studi. Dalam PKn. uang. wakil dewan. Oleh karena itu. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. peristiwa. Rekaman. grafik. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. gubernur. bupati. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. Misalnya. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa.

hasil wawancara dan pembicara tamu. (2) peta. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). majalah (periodicals). Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. memilih. grafik. catatan perjalanan lapangan. dan slides. pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan. dan poster. filmstrips. (3) rekaman. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). perpustakaan. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan televisi. dan laporan survey masyarakat. dan publikasi pemerintah. radio.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. (2) sumber masyarakat (community).

membuat keputusan yang cerdas D. majalah D. kecuali: A. katalog B. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A. indeks D. memeriksa kebenaran informasi C.. kita dapat melihat: A.. kamus 3. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. daftar tabel 5. kecuali: A. peta C.. majalah B. buku B. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A. 1. daftar isi C. mencari jawaban atas pertanyaan B. majalah C.. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . catatan harian D. surat kabar D. artikel internet 2. film B. buku teks 4.. ensiklopedi C. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. sejarah 9. melaporkan data secara akurat D. daftar pustaka D. mengkaji daftar isi 8.. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui . merumuskan generalisasi C. kecuali: A. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku.. survey B. Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. daftar isi B.. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . wawancara C. transportasi C. langsung dipublikasikan kepada umum C. perjalanan lapangan D.. kebudayaan B.6. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. untuk laporan kelas B. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. indeks C. perindustrian D. kecuali: A.. untuk memperbaiki ekonomi D. bab demi bab 7. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % .

C. B 5. A 10. Tes Formatif 2 1. D 6. Memerlukan listrik 10. C 9. A. B 7. D 8. Tidak memerlukan ruang gelap 9. C. C. pameran 7. B. B. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A 3. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. C 2. D. audio-visual 6. penentu keberhasilan belajar PKn 2. diagram 8. D. C. A. D 4.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan III. setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). diharapkan Anda mampu: 1. Sedangkan secara khusus. Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. Secara umum. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. II. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. dan III. yakni Kelas I. II. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. Dengan mengkaji modul ini. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. II. II. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . II. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. dan III.

maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. konsep. 4. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . apa. Terapkan prinsip. Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. 2. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 3.

sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). rumah. V dan VI). perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik. Namun.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. II dan III). dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. sebelum membahas tentang hal tersebut. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan. Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah.

keterampilan.yang terkait pada kehidupannya. 1994:133). bermakna. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. dan otentik. – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. dan sikap (Wolfinger. Joni. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. Oleh karena itu. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. berkembang secara terpadu. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . fisik dan moral anak. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. 1996). 1977. II. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. otentik. sosio emosional. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. bermakna. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. dan aktif. Selanjutnya. dan III. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. Melalui sistem pembelajaran terpadu.

memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. 2) untuk memahami. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. 5) demi efisiensi. toleransi. Dkk. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. mempelajari. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. 2004). 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran.

Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. e. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . d. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik. a. b. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. f. c. b. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. e. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. 1983).sentral kajian pembelajaran. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. f. d. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. c. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut.

1. Membuat/memilih tema 2. ® lingkungan. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. Melakukan penyusunan silabus 6. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 . 1. c. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. ® keluarga. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. dan keamanan. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. b. indikator dengan tema 4. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. ® kegemaran. Semester 2: ® pengalaman. kesehatan. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. ® kebersihan. Melakukan analisis indikator. bermakna.

dan jumlah anggota keluarga 2. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Mengetahui nama.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .2. Melakukan analisis Standar Kompetensi. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. kompetensi dasar. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Contoh Standar kompetensi. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2. kompetensi dasar.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. nama orang tua. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri. alamat. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Kompetensi Dasar. hasil belajar. sikap.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu.

Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5. agama.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. dan suku bangsa 2. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1. toko.3. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1.Menjelaskan hak anak untuk bermain.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 .Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1.

baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . indikator dengan tema (yang telah dibuat ). IPS. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. Matematika. c. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. Contoh Format Jaringan Indikator. Kertakes. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. Matematika. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Bahasa Indonesia. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri.Pada kurikulum 2004. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. Pendidikan Jasmani). Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. 3. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. b. Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia. Dengan demikian. IPA dan sebagainya. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran.

Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 . keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. silabus 5.Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Contoh Format Jaringan Indikator.

§ Pengalaman Belajar. afektif dan psikomotor). Kelas/ Semester : ……………. Alokasi Waktu : …………( …. Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku... karakteristik. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan.. baik yang berupa tes maupun non tes. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. 3 sampai pertemuan ke 6). kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan jenis 6. Media yang relevan Bentuk. Sekolah : ……………. penilai proses dan hasil. Jurnal.. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1. termasuk di dalamnya portofolio. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : ……………. 2. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran.Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif.

……… (Matematika) H.. .. . Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 . .. ……… (PKn) C... . . ……… (Pengetahuan Alam) G. ……… (Pengetahuan Alam) G.. . . (IPS) D. . ... .. . . ……… (PKn) C. . ... ……… (Kertakes) F. ... ……… (Matematika) H.. Indikator A.... . ……… (Bahasa Indonesia) E.. ……… (Bahasa Indonesia) E... Materi Pembelajaran A. .. . . ... (IPS) D.. ……… (Agama) B... ……… (Penjas) IV. ……… (Kertakes) F. ……… (Agama) B... . ……… (Kertakes) F. (IPS) D... ……… (Pengetahuan Alam) G... ..I.. .... ……… (Penjas) II.. . ……… (PKn) C. ……… (Penjas) III. ……… (Matematika) H.. ……… (Bahasa Indonesia) E. Kompetensi Dasar A. ……… (Agama) B.

224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. IPA ------------------------ ------------------------2. § Non Tes ……. Matematika ------------------------ ------------------------3.. : …………( ….. Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI. Dsb. Materi Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. : ……………. Pertemuan) I.. IPS ------------------------ ------------------------4. : …………….V. Penilaian § Tes ……. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : ……………..

Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Skenario/Strategi Pembelajaran 1.III. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Penilaian Pembelajaran 1. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. Kegiatan Inti 4. Kegiatan Penutup IV. Sumber Pembelajaran V. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. Media Pembelajaran: 2. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Kegiatan Pembukaan 3. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. V dan VI). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . Kegiatan Persiapan 2. Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. II dan III). Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. 1. tugas. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. 1. lembar pengamatan diskusi 2. 2. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran.

dan memecahkannya diperlukan multiskill. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. 2) untuk memahami. Oleh karena itu. b. f. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. 5. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. dan aktif. d. c. bermakna. bermakna. e. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. otentik. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. mempelajari. dan aktif. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks.3.1 sebagai berikut. 5) demi efisiensi. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. otentik. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik.

Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Dalam pembelajaran tematik.. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . R. Bagian dari kegiatan pembelajaran D. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. A. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali. Pemandu kegiatan pembelajaran B. 1.. Piaget C. A. Pertimbangan efisiensi C.. B. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3. Hanna B. Bredekamp D.. Sentral kajian pembelajaran C.. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . Holistik B. kecuali.. A.. A. Richmond 2.Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal. Pembelajaran connected C. dikemukakan oleh . Abstrak D... tema merupakan. A. Pembelajaran integrated B. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. Bermakna C.

Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Mewadahi minat siswa C. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D. A. Merumuskan Indikator D.. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Hasil belajar 8. Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D. Guru dapat menghemat waktu 9... Wawasan siswa masih bersifat konkrit B. Luas dan komprehensif B. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C.6. A. Indikator C.. A. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10.. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu .. merupakan rumusan. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. Merumuskan kompetensi dasar C. Standar kompetensi D. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” ... Kompetensi dasar B. Menganalisis kompetensi dasar B.. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Membuat jaringan indikator 7. A.

100 % 80 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini.X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.89 % 70 % .Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Tingkat Penguasaan 90 % ..79 % < 70 % = --------------------------------------------. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 .

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. dan aktif. Oleh karena itu. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. 4) sequented. kesesuaian materi dengan lingkungan. atau kebutuhan lingkungan setempat. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. otentik. keterampilan. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. Pada uraian di atas. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). 2) connected. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. 3) nested. dan unit tematiknya. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. bermakna. membuat bagan arus kegiatan.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . Pada kegiatan belajar 2. telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. 6) webbing. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. topik. 5) shared.

Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). dan III. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. 9) immersed. dan integrated. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Oleh karena itu. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. dan emosional. 8) integrated.threated. connected. Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. sosial. II. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. Diantara ketiga model tersebut. yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. Atas dasar pertimbangan tersebut. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. Sekali lagi dalam model webbed. a.

hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. Matrik 1. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. bangga bertanah air Indonesia. dan pendidikan jasmani. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. Oleh pelajaran lain seperti Agama. dan pendidikan karena itu. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia. pengetahuan sosial (materi geografi). tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. dan kemajemukan. Hal iniPKn. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Oleh karena itu. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. Setelah membuat jaringan Indikator. matematika. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. pengetahuan sosial (materi geografi). matematika. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani.dialami. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. IPA. IPA. hidup tertib/disiplin. dan PKn. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. Kertakes.

mata pelajaran bahasa Indonesia. Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya.membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat). menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

membuat/memilih tema. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. dan penutup.tanah Air. tidak mencemari hutan. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. jenis. menyusun silabus. pembukaan. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Oleh karena itu. dan sebagainya. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. metode. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. Pelaksanaan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . bentuk. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. dan alat penilaian. kegiatan inti. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. dan Penilaian. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran.

menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . dilihat. majalah. kekayaan alam. dialami. seperti kebhinekaan. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 .Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. majalah. bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus. kolase. Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas.Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes . Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku.Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1.

IPA.. PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2. Bahasa Indonesia.... dialami. seperti kebhinekaan. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat. kekayaan alam.. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II. Matematika. JP (.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn. dialami. keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 . dan Kertakes I.Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : . Materi Pembelajaran 1...

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Sama dengan pembelajaran terpadu D. Kecuali . Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. maka pembelajaran tematis … A.. Membuat bagan arus kegiatan C. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran. A. 1.. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Hal ini merupakan model. Webbed B. Connected D. Kecuali A. Integrated 5. Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4. Fragmented B. Connected D. Sequented C. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. A. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Webbed C. Membuat jaringan topic/tema B.

. A.. 8. langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. A. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C. disiplin di rumah.. merupakan jaring laba-laba . Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik.. pembukaan. Kegiatan persiapan. Tahap persiapan B. dan disiplin di masyarakat. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. kecuali. Merumuskan silabus 7. Membuat jaringan indikator D. Membuat jaringan topik B... Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. kegiatan inti. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. Tahap perencanaan D. Tahap pelaksanaan 10. Pelaksanaan C.6. A. Membuat kompetensi dasar D. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. Penilaian. Merumuskan indikator B.. Perumusan tema D. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . Intra mata pelajaran PKn C. disiplin di sekolah. Perencanaan B. Langkah kegiatan persiapan C. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D.

Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas.100 % 80 % .89 % 70 % . terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai.79 % = --------------------------------------------.. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Tingkat Penguasaan 90 % . Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2.

4. D 5. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. 9. B 7. pembukaan. A 3.inti. C 1. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. bermakna. B 9. 5. C 4. A 10.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 . 7. 8. B 2. 6. B 8. 3. 10. D 6. 2. otentik.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. nilai. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. 2. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. 5. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . Secara umum. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas. 5. Secara singkat. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi. 6 Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. Dalam proses itulah.

Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. Selain itu. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 4. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. apa. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. Terapkan prinsip. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. konsep. 3. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 2. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. memilih dan memecahkan masalah. membawa siswa mengenal. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI.

mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. oleh rakyat dan untuk rakyat”. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan. Meskipun demikian. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. rasional. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan.1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . emosional dan sosial. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. pengalaman praktis. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara.

Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. Oleh karena itu. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Contoh. Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. dan SMA/MA. SLTP/MTs. Khusus dalam pendidikan madrasah. Meskipun demikian. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi.

dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b. Semester 1 No 1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. sbb.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . Pertanyaan selanjutnya.: 1. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. kompetensi dasar. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. nilai. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. materi pembelajaran.

Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. peta. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Namun.. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka.Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio... 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. photografi.. Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. grafik. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). dan karya seni asli. Kami Bangsa Indonesia . portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang.

Membuat rencana tindakan. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Mengkaji pemecahan masalah. 3. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. dengan bantuan guru serta para relawan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. Dalam menilai portofolio. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. 4. Membuat kebijakan publik. 2. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. yakni kita semua. 5. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. meningkatkan keterampilan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat.Dengan demikian. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 .

Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. d. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. c. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. b. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Seksi penayangan.

Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. Seksi dokumentasi. Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. dan sebagainya. grafik. papan buletin. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. Rangkuman masalah secara tertulis. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. daftar sumber. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 .pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. karya seni asli. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. 1. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. tetapi tidak ditegakkan dengan baik. atau pada empat kudakuda. photo. peta. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. 2. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang.

Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. tabel statistik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. dan ilustrasi lainnya. c. Misalnya. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. atau hasil karya asli siswa. judul surat kabar. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta.- - - v 2. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. daftar isi. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. kartun politik. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. photo. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. grafik. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji.

laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. tabel statistik. grafik. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. lukisan. c. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. photo. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. atau dapat juga dari karya asli siswa. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik.1. judul surat kabar. daftar isi. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. kartun politik. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. Misalnya. Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat.

Penyajian ini dapat meliputi peta. lukisan. kartun politik. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. c. judul surat kabar. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. tabel statistik. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. Identifikasi sumber-sumber informasi. Setelah diperoleh kepastian. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. grafik. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. photo. atau membuat kebijakan siswa sendiri. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. Misalnya. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. atau dapat juga karya asli kalian.

Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. daftar isi. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. baik publik maupun swasta. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. 1. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. b. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul.

kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. kartun politik. dan ilustrasi lainnya. grafik. d. c. lukisan. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. daftar isi. photo. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. baik publik maupun swasta. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . tabel statistik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. - pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. - kliping surat kabar dan majalah. judul surat kabar. Misalnya. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio.2. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian.

apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan. yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. terpercaya. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. dan portofolio keseluruhan (kelas).Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal. Untuk menilai portofolio. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas. dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi.4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan. digunakan kriteria berikut.

rasional. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. emosional dan sosial.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. (3) Substansi materi. Oleh karena itu. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. (2) kompetensi dasar. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. yakni: (1) Standar kompetensi.

(4) Membuat kebijakan publik.proses politik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. (3) Mengkaji pemecahan masalah. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. (2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. (5) Membuat rencana tindakan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 .

Standar pencapaian 5. Rambu-rambu umum pembelajaran . pemikiran dan sikap B. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. Kemampuan C. Standar materi kewarganegaraan C. Spiritual. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. dan sosial 3. Rasional. pemikiran dan emosional C. Kemampuan dasar B. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. emosional dan sosial D. Indikator pencapaian D. sikap. Tanggung jawab warga negara C. intelektual. Afektif. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Pemecahan masalah warga negara 2. Kecerdasan warga negara B. emosional. intelektual. rasional. Standar materi kewarganegaraan D. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Spiritual. 1. Partisipasi warga negara D.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. 4. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. kecuali: A.

kejelasan C. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. menjelaskan masalah B. membuat rencana tindakan D. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 .6. bernilai seni tinggi 7. menarik secara estetika B. mengumpulkan dan menilai informasi B. grafik. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. beragam dilihat dari segi keilmuan D. kecuali: A. kelengkapan B. membuat kebijakan publik 9. peta. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. photografi yang: A. membuat rencana tindakan 10. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. mengkaj pemecahan masalah C. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. menilai kebijakan alternatif C. membuat kebijakan publik D. estetika D.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % . 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Selain Undang-Undang No. Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. dan merencanakan evaluasi. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. merumuskan materi pelajaran. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. maka pada kegiatan belajar ini. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. menetapkan metode. yakni menetapkan tujuan.

sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak.39/1999 tentang HAM.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. dan Budaya. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. dan Konvensi Hak-hak Anak. Terdiri atas 54 pasal. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. tidak Manusiawi. Selain pertimbangan hal tersebut. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.disosialisasikan kepada para siswa. Sosial. Saat ini. dan Merendahkan Martabat Manusia. sosial. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. dan budaya sekaligus. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. Didasarkan atas hal tersebut. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. (3) semangat yang universal. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0. maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA).

guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. terutama untuk item 1–5. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 . Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb.: Pertama. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Pertama. Merumuskan tujuan Kedua. ialah kompetensi dasar 1. Memecahkan masalah Kelima. Apabila hipotesis ditolak. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga. sbb.yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1.

Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. Kelima. b. Sebagai latihan. Baiklah. Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. Ketiga. Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan.kembali ke langkah yang kedua. Keempat. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. Meskipun demikian. 1996) memiliki langkah-langkah sbb. model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. Kelima. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). Pertama. apabila Anda telah mendiskusikannya. Menurut Armstrong (1996). Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kedua.

Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 .Kelas VI. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. dan keadilan prosedural.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan. keadilan korektif. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif.

kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. “ Kami cukup profesional”. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan. “Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Pada saat itu. Saat itu. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. warga kota berkomentar. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Jaksa: Sersan. tambahnya. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. bekerjalah dengan teman Anda. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. Sekali waktu. jarak antar kota kecil cukup jauh. Pada saat proses pemeriksaan.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa.000. Suatu ketika. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). kata sekelompok pria. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. Burhan menjawab.000. lima saksi yang saya tanya. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini.

“Ya. “Burhan. “Tidak mudah membuat keputusan ini. Jaksa: Wah. Saya akan mengubah sikap. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. ini tidak adil. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. Pak Burhan”.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil. Anda harus belajar bertindak adil. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini.. Aparat hukum dari pihak kepolisian. warga masyarakat setuju. Burhan menjawab. kami menyayangimu. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. Pertama. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu.

putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. Pertama. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. 4. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. atau prosedural? Kemudian. 3. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. 2. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. Seseorang yang ingkar janji 2. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . korektif. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api.

. Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Keadilan: ………………………………………………………………. Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata... Alasan: ………………………………………………………………….. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 . Keadilan: ……………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna. Alasan: …………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat. Keadilan: ……………………………………………………………….

Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. korektif. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. 282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penting pula disadari. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. Keadilan: ………………………………………………………………. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. dan prosedural? Mengapa? B. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. a. Alasan: …………………………………………………………………. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. dan keadilan prosedural. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif.Selama bermain waktu istirakat. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. keadilan korektif.. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan. c. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. d. b. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. Tentu saja.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Merumuskan tujuan. menetapkan metode dan evaluasi. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. (3) semangat yang universal. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. Ketiga. dan Kelima. Memecahkan masalah. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Keempat. Kedua. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. yakni menetapkan tujuan. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. antara lain: Pertama. merumuskan materi pelajaran.

Karakteristik siswa B. Materi pelajarannya mudah diserap B. Untuk mengadakan proses pembelajaran. 1. Merumuskan tujuan B. Merumuskan materi pelajaran D. persoalan aktual di masyarakat C. Model evaluasi 5.. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Sikap guru yang serius dan tegas C. Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. Metode pembelajaran D. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Merancang langkah-langkah metode C. Materi pelajaran tidak tumpang tindih D.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kecuali: A.. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. Materi HAM C. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Melaksanakan evaluasi akhir 2.. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B.

Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. latihan berpikir C. penyajian data C. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. menggali informasi D. agar siswa dapat memecahkan masalah D. melaporkan data secara akurat B. perumusan masalah B.6. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . atau informasi lainnya. membuat kesimpulan 8. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. merumuskan generalisasi C. agar siswa mengetahui target hasil belajar C. latihan menghafal konsep 10. mengajukan pertanyaan B. mengemukakan masalah pokok C. agar siswa punya minat belajar 9. latihan berargumen B. memecahkan masalah D. Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. latihan menemukan masalah D. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. menarik kesimpulan 7. grafik. tugas guru adalah: A. membedakan antara fakta dan pendapat D. agar siswa menyadari permasalahan B.

100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % .89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

D 10. A 7. A 9.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A 6. D 2. D 6. C 3. B 3. C 9. B 8. B 8. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 5. D 2. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 . A 5. B 7. emosional. A 10. C 4. rasional. C 1. D 4.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. hakikat. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). 1. Pada modul sebelumnya. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. bentuk. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini. Oleh karena itu. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. dan pengembangan instrumen penilaian. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. prinsip-prinsip penilaian. memilih. mempertimbangkan. memilih dan mempertimbangkan jenis. dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn.

2. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. 1. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Prinsip penilaian pembelajaran 3. 3. Terapkan prinsip. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. konsep. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Lebih jauh lagi. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik.

prinsip umum penilaian sesuai standar nasional. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . Dalam pendidikan. Sedangkan ulangan. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Sejak tahun 2007. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. dan masalah kewenangan penilaian. jenis penilaian. Oleh karena itu. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. pembelajaran.

Selain penilaian dalam bentuk ulangan. apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. tengah semester. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Dengan demikian.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. seperti ulangan harian. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar. Dengan prinsip belajar tuntas. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Artinya. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. ulangan tengah semester (UTS). ulangan akhir semester (UAS). 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan ulangan kenaikan kelas. akhir semester. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). untuk memantau kemajuan. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. fokus ulangan harian. Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. melakukan perbaikan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.

Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Objektif. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . berarti proses pembelajaran kurang baik. suku. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Sahih. dan gender. Terbuka. budaya. Adil. kriteria penilaian. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. e. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. Oleh karena itu. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. d. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian. yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. Oleh karena itu. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. yakni prosedur penilaian. Dalam hal demikian. b. Oleh karena itu. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. Terpadu. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. a. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. adat istiadat. status sosial ekonomi. c. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.

guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik.f. penugasan perseorangan atau kelompok. SK. dan tes praktik atau tes kinerja. Teknik tes berupa tes tertulis. observasi. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. maupun hasilnya. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. Sistematis. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. Dalam penilaian kelas. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Oleh karena itu. Oleh karena itu. (b) konstruksi. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. dan KD). dan oleh pemerintah. Selain itu. Selain itu. oleh satuan pendidikan. tes lisan. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. 2. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. Menyeluruh dan berkesinambungan. Oleh karena itu. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. baik dari segi teknik. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. g. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Beracuan kriteria. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Akuntabel. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. Oleh karena itu. i. misalnya. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. h. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. prosedur.

Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. 5. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. benar-salah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . dan menjodohkan. 2. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. perkembangan.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. dan (c) bahasa. 3. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. dan antartahun. pelaksanaan. konstruksi. 1. baik berupa pilihan atau isian. serta memiliki bukti validitas empirik. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. bahasa. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. 4. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. dan bahasa. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. prestasi. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. antardaerah. konstruksi. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas.

8. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. benar-salah. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. penguasaan kompetensi. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. prinsip. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. menjodohkan dll.6. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. Tabel 1. Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. 7. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. jenis.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. pembiayaan. kompetensi lulusan. serta ujian. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. dan penilaian pendidikan. proses. pendidik dan tenaga kependidikan. ulangan. kompetensi mata pelajaran. Selain itu. dan ulangan kenaikan kelas. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. sarana dan prasarana. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. ulangan akhir semester. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)). pengetahuan. pengelolaan. ulangan tengah semester. kompetensi bahan kajian. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . dan keterampilan.

ketaatan pada hukum. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Seni dan Budaya. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. tanggung jawab sosial. Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). bela negara. ketaatan membayar pajak. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. Untuk tingkat satuan pendidikan. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. Pada tingkat mata pelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Kewarganegaraan. Akhlak Mulia. dan (b) ujian. jiwa dan patriotisme. kesetaraan gender. berbangsa. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. kemajemukan bangsa. dan Pendidikan Jasmani. Bahasa. ulangan. kolusi.proses pembelajaran PKn. hak. demokrasi. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). pelestarian lingkungan hidup. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama.

dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan memperbaiki proses pembelajaran. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. ulangan tengah semester. dan ulangan kenaikan kelas (PP. 2) Kepribadian. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . a. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. ulangan akhir semester. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. kemajuan. penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Pemahaman berada pada domain kognitif. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. menengah. Secara khusus. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. menyusun laporan kemajuan hasil belajar. kejuruan. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. 3) Perilaku berkepribadian.

Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. kategorisasi. yakni berupa angka prestasi. Kedua. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. baik aspek kognitif. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. afektif maupun perilaku. afektif. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. dan perilaku. Keempat. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. b.karena itu. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertama. mencakup aspek kognitif. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Ketiga. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. 1.

Sedangkan ulangan. Sistematis. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . Kemukakan. Objektif. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. ulangan akhir semester (UAS). dan ulangan kenaikan kelas. Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Beracuan kriteria. Setelah itu. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Kajilah Standar Isi PKn. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. seperti ulangan harian. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Terpadu. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam pendidikan. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Akuntabel. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Terbuka. Adil. ulangan tengah semester (UTS). Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn. Menyeluruh dan berkesinambungan. Pada tingkat mata pelajaran.

304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. Untuk tingkat satuan pendidikan.Dasar (KD).

ujian sekolah B. ulangan akhir semester D. A. ujian nasional C.. 1. penilaian di luar kelas 2. ulangan tengah semester C. A..Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A.. ulangan harian B..... Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan . penilaian pendidikan C. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut.. kemampuan kognitif B.. A... ketercapaian kompetensi C. ulangan kenaikan kelas 4. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 . aspek sikap dan nilai D... ulangan kenaikan kelas 5. perilaku moral sehari-hari 3.. A. adil B.. penilaian pembelajaran D. Prinsip penilaian ini dinamakan .. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. penilaian B. ulangan akhir semester D. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan..

Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. A.. jurnal 10. maupun hasilnya. praktik C. C.. sikap kepribadian B. artinya . A. baik dari segi teknik. observasi C. 8. penilaian dapat dipertanggungjawabkan... objektif D. portofolio D. perilaku berkepribadian C. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah. penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. tertulis B.. objektif D. Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah . A.. B.. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. terbuka B. sistematis 7. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. A. sahih C. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik.. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. prosedur.... Prinsip penilaian ini dinamakan . pengamatan D. pemahaman D. D. praktek C. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. A. penugasan B.6. terpadu 9. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek...

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 .89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. Oleh karena itu. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. Pada kegiatan belajar ini. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Melalui kegiatan belajar kedua ini. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana.2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. jenis. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. Oleh karena itu. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya.

KD. khususnya KD 3. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. Meskipun demikian. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. 1. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. per tahun ajaran. Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Sebagai acuan dalam penulisan soal.2 sebagai contoh). atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. sehingga menjamin validitas isi tes. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian.yang akurat. Dalam contoh ini.3 dan 4.

dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah. Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. ulangan akhir semester.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes. Butir soal bentuk pilihan-ganda. Dalam satu periode pembelajaran.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . Artinya.3. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3. melengkapi. Menghargai keputusan bersama 4.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. guru dapat melakukan beberapa kali tes. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal . Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. dan ulangan kenaikan kelas. ulangan tengah semester.1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4.

Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. Di samping itu. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI. 2. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing .sampai Kelas 3 SD/MI. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Sebagai ilustrasi. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Namun. Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Tabel 3.

dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. dan lain-lain. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. (g) menaati hukum. dan tingkat perkembangan peserta didik. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. konteks kehidupan seharihari. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. bahasa. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan pendidikan jasmani. (f) memiliki tanggung jawab sosial. (e) mengembangkan demokrasi. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. (h) membayar pajak. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. pelestarian lingkungan hidup. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. jiwa dan patriotisme bela negara. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. Sebagai contoh. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. kewarganegaraan. Meskipun demikian. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . kesetaraan gender. dan (i) anti korupsi. seni dan budaya. (b) meningkatkan kualitas diri.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. dan nepotisme. kolusi. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. Oleh karena itu. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. kemajemukan bangsa.

meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. Berani menyatakan pendapat c. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Menerima nasihat guru b.pilihan yang disediakan. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II. Mengakui kelebihan orang lain d. bila terdapat lima aspek. Kompetitif (KO) a. Memelihara fasilitas sekolah a. Memaklumi kekurangan orang lain c. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response). Tidak menghindari kewajiban b. Menunjukkan semangat berprestasi c. Menerima pendapat yang berbeda b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Bersikap Santun (SS) V. Menjaga perasaan orang lain a. Tidak mudah menyerah b. Tabel 4. Dengan demikian. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Percaya Diri (PD) I. Berani bertanya d. Menghindari permusuhan dengan teman c. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Berani bersaing b. Berusaha ingin lebih maju d. Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. Saling Menghargai (SM) IV. Menaati tata tertib sekolah d.

”ada sedikit indikasi” (skor 1). yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . Tabel 5. Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. ”lebih banyak indikasi” (skor 2). dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik.3.

Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian.Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran.

non tes 3. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. A... B. A. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. A. Indikator pembelajaran B. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari . skala sikap D.. Substansi materi pembelajaran 4. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 ..... indikator pembelajaran D. Hal ini penting karena . D. SK dan KD D. kecuali: A. C.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. pengamatan C. 1. Tujuan pembelajaran C... A. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. standar kompetensi C. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari. tes hasil belajar B. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan . hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C.. hanya ranah afektif diukur dengan tes B.. aspek perilaku berkepribadian. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5. substansi kajian setiap KD B. aspek atau ciri kepribadian. aspek nilai kepribadian 2. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara.

Pilihan ganda B. Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D. Kelas III D.. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut.. Kelas II 8. Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C. di dalam kelas setiap hari B. 2. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. Kelas V B. Jawaban singkat C. A. Kelas IV C. Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . A.. Maksimal 50 butir C. Minimal 50 butir B.. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A... Benar salah 7.. Minimal 10 butir D.. A.. pada akhir semester D.6. Melengkapi D. kegiatan semester terjadwal C.. Maksimal 10 butir 10. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas .. 3) adalah .. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9.

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. guru.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. kepala sekolah. untuk menyamakan pemahaman Anda. dan orang tua. Untuk itu. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. Pertama. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. Dalam hal ini. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. Meskipun demikian. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

peserta didik. Bagi mata pelajaran PKn. Meskipun demikian. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. apakah guru. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. dan orang tua? Pada hakikatnya. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. Olah Raga. atau kurang. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. dan perilaku. IPTEK. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. sekolah. afektif. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . Dengan kata lain. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. cukup. Agar laporan itu tidak membebani guru. Seni Budaya. Jasmani. untuk siapa laporan itu ditujukan. apakah sudah baik. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. dan masyarakat. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. Untuk mendapat informasi yang lengkap. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. kepala sekolah. guru. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. Kewarganegaraan dan Kepribadian. afektif. misalnya laporan tengah semester. semester. guru. akhir catur wulan.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. atau tahunan. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. kepala sekolah. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. maupun perilaku. atau mencantumkan nilai angka. sekolah atau orang tua. apakah sudah lulus atau belum lulus.

bahkan minat serta bakatnya. Dengan demikian. Selain dua bentuk laporan diatas. Oleh karena itu. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. keterampilan/praktek. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. Untuk itu. pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. dan (4) memperbaiki strategi belajar. kemampuan guru. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. misalnya aspek pengetahuan. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. wawancara dan pengamatan. dan nilai/sikap.untuk sekolah. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. orang tua. kuesioner atau angket. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat.

Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya.afektif. dan intake siswa. C (Cukup). Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. Namun. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. B (Baik). seperti pengetahuan/pemahaman konsep. Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. cukup. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. Menurut Ghofur dkk. seperti baik. Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. D (Kurang). kompleksitas. sarana pendukung. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut.

........................... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No.............. Tahun ajaran : ................. pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar. No.................. Dalam hal ini.... Kompetensi dasar/ Indikator 1.................1 1...............KOMPETENSI DASAR Kelas : ............................... Ranah Kognitif : ..................... laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ....PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER............ Keterangan Ranah Perilaku : ...........2 1........................... Semester : .......... Kelas Nomor induk: . No............................... Standar kompetensi : ...3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: .......................... Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua............................... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ............. Nama sekolah: ......................

pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas..... Tahun ajaran: .. Ranah Kognitif No......... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya.. No......... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai..... Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No... Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik.......... Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif. Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ... Semester: .. Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : . afektif dan perilaku.................orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn........ LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: .............. dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar.. maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi.. Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini......... Nomor induk: ...... Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut.................. untuk semua mata pelajaran.. Kelas: .............. (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi... : ........... satu sekolah..... serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn......................................... Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap.... Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran..... Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga......... (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik........................... Nama sekolah: ............

prestasi belajar peserta didik......... baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya. perilaku..... Nama sekolah: .... 1. Oleh karena itu. Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut........... Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik.................. Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri............. Guru kelas: ... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : .. penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 .. Nomor induk: ........ Dari laporan ini...... laporan hendaknya meliputi ranah kognitif.... Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi...... pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin... Dari aspek kompetensi....... Tahun ajaran: ...... guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut. 2.. dan afektif... Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No................. Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100.. 1................... batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75...... Ranah Kognitif: No.. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. Jumlah peserta didik: .......... 2... Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah..

afektif. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. orang tua. kepala sekolah. Namun demikian. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. guru. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. maupun perilaku. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. Pertama. guru dan kepala sekolah. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. Meskipun demikian. Dalam hal ini.minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. dan orang tua. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif.

mengandung aspek-aspek penting C. maka informasi harus lengkap dan akurat. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian.. sikap peserta didik D.. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 . Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. penulis buku 2. Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. setiap catur wulan C. peserta didik dan orang tua B. guru C. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. kepala sekolah D. artinya … A.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. disusun secara sistematis D. kompetensi peserta didik B. setiap hari B. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. setiap semester D. 1. mengandung target yang telah dicapai 3. jumlah peserta didik C. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. setiap tahun 5. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. A. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D.

wawancara D. A. informasi tambahan C. ujian tertulis B. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. informasi esensial B. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. guru B. kepala sekolah C. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk .. sarana pendukung D. angket 9. A. kuesioner C.. orang tua D. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C. Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A. penafsiran kuantitatif D. kecuali: A. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A.6. memotivasi diri agar belajar lebih baik D. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …... masyarakat 7. esensial 10. kompleksitas C. kurikulum B.

x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % .89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

B sahih 6. D aspek nilai kepribadian 2. A penugasan 10. A penilaian 2. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. D 7. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. A substansi kajian setiap KD 6. D Benar salah 7. C 4. A ulangan harian 4. maupun hasilnya. C SK dan KD 4. A 10. B Kelas IV 8.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A 5. B 6. D 8. C Minimal 10 butir 10. baik dari segi teknik. A ujian sekolah 5. C objektif 7. A 3. C 9. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. prosedur. 8. A tes hasil belajar 3. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B ketercapaian kompetensi 3. D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. D 2. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. C pengamatan 9.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Baiklah. bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Tepat sekali. Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. dan pelaksanaannya. Dengan memahami isi KTSP tersebut. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. mengkaji. meliputi pengertian. fungsi. Pada modul mata kuliah yang lain. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Sebagai guru profesional. tujuan. Dengan kata lain. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. menganalis. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 .

Lebih jauh lagi. konsep. 3. Terapkan prinsip. metode. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 1. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. Oleh karena itu.kemampuan sebagai berikut. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5. 4. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP. 2. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. strategi. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.

pengelolaan. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. dan pembiayaaan. Oleh karena itu.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . 20 Tahun 2003. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. sarana dan prasarana. tenaga kependidikan. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Oleh karena itu. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. struktur. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

standar pengelolaaan. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. standar kompetensi lulusan . standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. Dengan kata lain. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. standar proses. perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar sarana dan prasarana. standar isi. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. berbangsa. terampil. maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. standar pembiayaan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Bekerja sama dalam kelompok. kolusi. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. ketaatan pada hukum. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. kesetaraan gender. hak. Menghargai keberagaman agama. dan tanah air Indonesia 2. dan bernegara. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. kemajemukan bangsa. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. negara. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. ras. ketaatan membayar pajak. demokrasi. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. Menunjukkan kegemaran membaca 9. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7. Berkomunikasi secara santun 8. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. bugar. dan memanfaatkan waktu luang 10. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. sehat. suku. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. pelestarian lingkungan hidup. tanggung jawab sosial. tolong-menolong. berbangsa.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. budaya. dan nepotisme. No 2. aman. jiwa dan patriotisme bela negara.

serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. berakhlak mulia. tanpa membedakan agama. pengembangan keterampilan pribadi. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Oleh karena itu. teknologi. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. keterampilan berpikir. muatan lokal. f. dan jenjang serta jenis pendidikan. a. nonformal dan informal. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. kreatif. teknologi. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. e. b. berilmu. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. kebutuhan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan seni. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. kebutuhan. sehat. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dunia usaha dan dunia kerja.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. d. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. cakap. Berpusat pada potensi. keterampilan sosial. kondisi daerah. budaya dan adat istiadat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. c. perkembangan. dan pengembangan diri secara terpadu. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. perkembangan. keterampilan akademik. suku. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik.

Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. bernegara dan berpemerintahan. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. berbangsa dan bernegara. g. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Demikianlah prinsip. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. kalau ada. SMA. berorganisasi. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. PT). SMP. bermasyarakat. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. dimensi program ini bersifat formal.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing.

Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Ketiga. Kedua. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. SMP. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. Sedangkan untuk SMA. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. Keempat. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. pernah dilakukan penyesuaian content. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006.memadai. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Untuk SD dan SMP. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994.

Norma. Pemerintah pusat. Pemerintahan daerah dan otonomi. Kebebasan berorganisasi. Pemajuan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Norma yang berlaku di masyarakat. Menghargai keputusan bersama. Demokrasi dan sistem politik. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Harga diri sebagai warga masyarakat. Cinta lingkungan. Sistem pemerintahan. Dampak globalisasi. Instrumen nasional dan internasional HAM. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Prestasi diri . Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Budaya politik. hukum dan peraturan. Sistim hukum dan peradilan nasional. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. dan Mengevaluasi globalisasi. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Sumpah Pemuda. Persamaan kedudukan warga negara 5. Kekuasan dan Politik. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Tata tertib di sekolah. Hukum dan peradilan internasional 3. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. baik PKn SD. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Hubungan internasional dan organisasi internasional. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Dari aspek content. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Peraturan-peraturan daerah. Partisipasi dalam pembelaan negara. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. 1.

(6) Belajar sepanjang hayat. (2) standar proses. (6) standar pengelolaaan. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. (7) standar pembiayaan. (7) Pancasila. dan bernegara. (2) Beragam dan terpadu. dan seni. (6) Kekuasan dan Politik. (5) standar sarana dan prasarana.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. (3) Hak asasi manusia. dan (8) Globalisasi. berbangsa. teknologi. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). (5) Konstitusi Negara. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. kebutuhan. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. hak. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. perkembangan. (8) standar penilaian pendidikan. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) standar kompetensi lulusan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. terampil. (2) Norma. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (4) Kebutuhan warga negara. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. hukum dan peraturan.

1.. Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam . Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . A.. Permendiknas Nomor 22/2006 D. UU Nomor 20/2003 B. dan seni D. A.. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Berpusat pada potensi.. A... Tujuan mata pelajaran PKn B... Standar Kompetensi Lulusan B.... kebutuhan. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D... Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum . Ruang lingkup materi Norma.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Beragam dan terpadu C. perkembangan. hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan . kecuali: A. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. Standar Isi D. Standar Tenaga Pendidik 3.. Standar Penilaian C. Dalam Standar Isi diatur tentang . Permendiknas Nomor 23/2006 2. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang .. Indikator pencapaian D. teknologi.. PP Nomor 19/2005 C. Ruang lingkup materi PKn C. A.

pembentukan sikap kepribadian D. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A. kompetensi kewarganegaraan 10. A. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada . pengetahuan kewarganegaraan D. A.. pengetahuan kewarganegaraan D.. kompetensi kewarganegaraan 9. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan . pengetahuan kewarganegaraan D.... Kekuasan dan Politik B.. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7. nilai kewarganegaraan B. Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan . pembangunan karakter bangsa B.. nilai kewarganegaraan B..... A. moral kewarganegaraan C. HAM C. A. sikap kewarganegaraan 8.. memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C.6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada . moral kewarganegaraan C. nilai kewarganegaraan B. moral kewarganegaraan C. Pancasila D. Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % .

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). indikator. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. dan sumber/bahan/ alat belajar. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. alokasi waktu. kompetensi dasar. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. struktur dan materi pembelajaran PKn. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. Anda telah diperkenalkan dengan landasan. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. materi pokok/pembelajaran. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. penilaian. kegiatan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas.

atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Komponen SILABUS 1. Oleh karena itu. Kegiatan Pembelajaran 5. dan SMK. SMA. untuk tingkat sekolah. dan MAK. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kompetensi Dasar 3. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. MTs. SMP. Namun. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. atau (4) Dinas Pendidikan. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. MA. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. Standar Kompetensi 2. yakni KTSP. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.kompetensi untuk penilaian. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. atau madrasah dan komite madrasah. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP).

komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. materi pokok/ pembelajaran. kegiatan pembelajaran. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. cakupan indikator. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. taat asas) antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. • Menyeluruh Artinya. • Fleksibel Artinya. intelektual. dan spritual peserta didik. • Memadai Artinya. emosional. • Relevan Artinya. dan sistem penilaian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . sumber belajar. • Ilmiah Artinya. Alokasi Waktu 8. afektif. indikator. sosial.6. dan peristiwa yang terjadi. cakupan. sumber belajar. kedalaman. materi pokok/ pembelajaran. teknologi. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. pendidik. kegiatan pembelajaran. cakupan indikator. kegiatan pembelajaran. psikomotor). • Sistematis Artinya. materi pokok/ pembelajaran. sumber belajar. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. • Aktual dan Kontekstual Artinya. Penilaian 7. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata.

1. c. c. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. 2. emosional. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. dan spritual peserta didik. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 4. Aktualitas. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. sosial. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. tingkat perkembangan fisik. intelektual. kebermanfaatan bagi peserta didik. dan keluasan materi pembelajaran. 8. 3. 7. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 5. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Dalam mengidentifikasi materi pokok. potensi peserta didik. 2.Dalam mengembangkan silabus. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. 4. struktur keilmuan. 3. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 6. 7. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1. 5. relevansi dengan karakteristik daerah. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. 6. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kedalaman. b. b.

Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. seperti: 1. perilaku. lingkungan. Dalam mengembangkan indikator. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. menganalisis. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. 3. dan bertindak secara konsisten. pengetahuan. 2. berpikir. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. alokasi waktu . Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.8. dan keterampilan. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. satuan pendidikan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . kesinambungan (kontinuitas). dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. peserta didik dengan guru.

sikap. alam. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. yang dilakukan berdasarkan indikator b. kedalaman. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. dan penilaian diri. tingkat kesulitan. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8). keluasan. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sosial. kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. pengamatan kinerja. penggunaan portofolio.pengambilan keputusan. serta lingkungan fisik. nara sumber. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan budaya. Menggunakan acuan kriteria c. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Baik.

Dalam bentuk tabel. dievaluasi. Selanjutnya. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dilaksanakan. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. dan evaluasi rencana pembelajaran.

Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika. : 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI. Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1. • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bandung. Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI .. • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI). Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia.

•Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

materi ajar. Sumber Belajar. Kompetensi Dasar. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. Mencantumkan identitas. Bagi guru.Materi Pembelajaran. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode Pembelajaran. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 . RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. metode pengajaran. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. laboratorium. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. dan Penilaian. (2) Standar Kompetensi. sumber belajar. Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. dan penilaian hasil belajar.

kegiatan inti. F. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. alat. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. narasumber. Pada dasarnya. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. kegiatan pendahuluan/pembuka. C. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. G. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Misalnya. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. E. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. kegiatan inti. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 359 . Akan tetapi. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. media. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. lingkungan. dan halaman yang diacu. pengarang. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. bentuk instrumen. Oleh karena itu. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.B. D. dan bahan. Oleh karena itu. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. dan kegiatan penutup.

....................... : . Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E.. mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut. Metode Pembelajaran D.. Materi Pembelajaran C...... x 35 menit (… pertemuan) A... Tujuan Pembelajaran B.... Sumber Belajar F....................uraian................... Selanjutnya..... 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ........... : .. : ............................ : ..... RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut.. : .............. Dalam bentuk sistimatika........................... Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).... : ........ tes unjuk kerja....................... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : ..................

Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia... Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1. Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI... Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan. ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. diskusi.... b... Kegiatan Awal (10 menit) a.... Menjelaskan makna NKRI dengan benar. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 ... 2.....RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : . Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. 4. 4... Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar. Materi Pembelajaran : 1. Metode Pembelajaran Pengamatan. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI..... Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata.. 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia. penugasan.. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI. 2.. Makna NKRI dengan benar. 5.... praktik. 3.. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI... Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1... 3. 5... Kesatuan wilayah negara Indonesia.... tanya jawab... Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh....

: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Kegiatan Penutup (10 menit) a. b. b. 3. Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. e. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). d. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Kegiatan Inti (50 menit) a. Kegiatan Akhir (10 menit) a. c. a. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. a. b. 3. b. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). c. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. Kegiatan Inti (50 menit) a. pembelajaran.2. 2. c. Kegiatan Awal (10 menit) a. Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. Siswa membuat rangkuman. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama.

5. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Polisi. Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. lembar kerja siswa (LKS). dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. butir soal. gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. 2. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. bagan. 1. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. dan TNI. Penerbit Cempaka Putih. 3. kisi-kisi soal. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . buku siswa). Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). 4. peta konsep. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3.

(3) Sistematis. alokasi waktu. kompetensi dasar. (5) Memadai. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. kegiatan pembelajaran. dan sumber/bahan/ alat belajar. (6) Menentukan Jenis Penilaian. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Rangkuman Dalam pengertian kamus. (7) Menentukan Alokasi Waktu. indikator. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. Dalam mengembangkan silabus. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. (4) Konsisten. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (6) Aktual dan Kontekstual. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. penilaian. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. dan (8) Menyeluruh. laboratorium. Dalam konteks pembelajaran. (7) Fleksibel. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar.Latihan: 1. (2) Relevan. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). atau (4) Dinas Pendidikan. Susun pula RPP untuk KD tersebut. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi.

. Memadai B... Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 . Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus... standar kompetensi B.. rencana pembelajaran B.. materi pokok/pembelajaran C. 1. D. materi pokok/pembelajaran C.. tujuan pembelajaran D. tujuan pembelajaran D.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. kelompok kerja guru (PKG/MGMP).. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. Dalam konteks pembelajaran. Guru dan Kepala sekolah 4. kompetensi dasar 3. Secara operasional.kecuali: A. Fleksibel D.. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. Guru Kelas/mata pelajaran D. Aktual dan Kontekstual C. silabus dikembangkan oleh . ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Dinas Pendidikan C. guru kelas/mata pelajaran B. afektif. A. pada hakikatnya silabus adalah. A. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.. standar kompetensi 2.. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. A. kecuali: A.

. Aktual dan Kontekstual C. A. B. sistematis B. Fleksibel D.. satu kompetensi dasar C. A. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . aktualitas.. jumlah tujuan yang akan dicapai C... satu mata pelajaran 10.. kedalaman.. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus. potensi peserta didik. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C. konsisten 7. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada... relevansi dengan kebutuhan guru 9. A. Dalam mengidentifikasi materi pokok. Mengkaji dan Menentukan SKKD B. dan keluasan materi pembelajaran D. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D.. kecuali: A. keluasan materi pembelajaran B. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah . Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8.. satu standar kompetensi B.6.. satu indikator/tujuan pembelajaran D. kebermanfaatan bagi peserta didik C. kedalaman kompetensi dasar D. kecuali: A.. RPP dikembangkan dari setiap .

89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

A. moral kewarganegaraan 8. A. PP Nomor 19/2005 2. A. C.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B. B. C. D. D. D. pembangunan karakter bangsa 7. rencana pembelajaran 2. satu kompetensi dasar 10. nilai kewarganegaraan 9. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. D. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. kompetensi kewarganegaraan 10. A. Indikator pencapaian 4. A. D. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. tujuan pembelajaran 3. A. B. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. A. Menyeluruh 6. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C. D. Standar Isi 3. relevansi dengan kebutuhan guru 9. A. sistematis 7.

bebas. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. jujur dan adil. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. sering disebut “luber dan jurdil”. rahasia. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. rahasia. proses pengambilan keputusan. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. umum. system pemerintahan. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. jujur dan adil. umum. bebas. sering disebut “luber dan jurdil”. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 .

iklim sekolah. perubahan fungsi keluarga. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. perbaikan demokrasi konstitusional. proses pengambilan keputusan. system pemerintahan. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). dan sebagainya. perubahan teknologi dan informasi. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. sikap dan kemampuan guru.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. perubahan dalam struktur ekonomi. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. .

Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). baik diambil dari guntingan koran atau majalah. kalender. atau pun gambar sket. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 . Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). slide. surat kabar.Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. fotografi. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. iklan dan poster. fotocopy. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. katalog. Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. buku. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing).

sering disebut “luber dan jurdil”. bebas. mempertanyakan. rahasia. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Pemerintah. memecahkan masalah. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. jujur dan adil. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. hukum. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Inkuiri : proses penelitian. umum. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sikap. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung.

baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. memantau pelaksanaan.Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar. dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. isi. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal).

kompetensi mata pelajaran. alokasi waktu. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. indikator. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. pengetahuan. materi pokok/pembelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. laboratorium. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. kompetensi bahan kajian. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. dan keterampilan. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. penilaian. Dalam konteks pembelajaran. kompetensi dasar. dan sumber/bahan/alat belajar. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas.

The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network. Dikdasmen. A. James. Politics. Stanley). New York: Prentice Hall. Charles F. Ditjen PLP. (1978). Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002).DAFTAR PUSTAKA A. Model-Model Pembelajaran Interaktif. (1997). Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. The Future of Democracy. Ditjen PLP. and Decision-Making.F. dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Ahman. Brady. Anonim ( 2005). A. James. Anonim ( 2005). Calabasas: CCE. Dkk (2004). Ditjen PLP. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Depdiknas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Banks. Puskur – Lemlit UPI. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. (1996). Jakarta. (1995). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengajaran Studi Sosial/IPS. A. Branson. Jakarta. Abdul Azis Wahab (1996/1997). Atwi Suparman. Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. (alih bahasa: Ernest Barker. (1992). Jakarta. (1990). Abdullah (Ed.). STIA –LAN Bahmueller. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. (1994). New York: Longman. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. (1998). Depdiknas. Alamudi. Curriculum Development. ERIC/Poland book. (1977). Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. Kosasih Djahiri. Aristotle. Valuing. revisi R. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. (1990). Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. Margaret Stimmann. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. New York: Oxford University Press. Valuing. Laurie. Dikdasmen.Kosasih Djahiri. and Decision-Making. Dikdasmen Depdiknas.Kosasih Djahiri (1985). Banks. SMP/MTs.

Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. California. Cleaf. 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (1991). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Couto. Ghofur. Departemen Pendidikan Nasional. V.Project Citizen. Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). CCE. Center for Civic Education. California. Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. Center for Indonesian Civic Education. Sept.Budiardjo.. Measurement and Evaluation in Teaching. Richard A. (1998). Upper Elementary. Ditjen Dikdasmen (1989/1990). Gramedia.. (2007).. New York: Macmillan Publishing Co. We The People . Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Boston: Allyn Bacon. (2007). Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. (1997).5. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. (fourth edition). (2007). Budiardjo. Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Jakarta. Project Citizen: Teacher’s Guide. Calabasas. Abdul dan Mardapi. Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. (2000). (1980). New Jersey: Prentice Hall Inc. Action in Elementary Social Studies.-Oct. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. Miriam. Center for Civic Education.. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). Journal CIVITAS.. (tidak diterbitkan) Fraenkel. Project Citizen: Teacher’s Guide.. (1981). Jakarta: Depdiknas Gronlund. PT Gramedia. (1989). (1988). Norman E. Calabasas. (2006). The Art of Teaching Democracy: the Practice. We the People.. We The People . Miriam. (1996). David W. Authority: Foundation of Democracy. Van. Djemari (Tim Pengembang). (1998). Jakarta: PT. (1996). Jack R. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Center for Civic Education. (Cetakan XI). Inc. Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI.2 No. Departemen Pendidikan Nasional. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Jakarta. CICED.

New Jersey: Prentice Hall. Christol. Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945.) Skill Development in Social Studies. Washington: NCSS. Locating and Gathering Information. London: Touchstone Books. and Lee. Direktorat Dikmenum. John. Locke. (9th Edition). Safari. Washington: NCSS. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Hobbes. (1962).C. Greene. Inc. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum.Hanna. Jakarta. in Carpenter. Dalam John U. (2005). (1983). Djemari. (2003). Bandung: Laboratorium PKn UPI. Sanusi. Sapriya dan Winataputra. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. Two Treatises of Government. (2002). Introduction to Political Science. Undang-Undang No. John R. (1963). Leppert.). (1993). UK: Cambridge University Press.A. John U. (4th Ed. Social Studies in Elementary Education. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. (alih bahasa dan editor: J. Content in the Social Studies. Republik Indonesia. Achmad . Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Ella C. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. (1980). (1998). Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. (Unpublished). Jarolimek. Michaelis (Ed. John and Parker. (1998). Inc. Michaelis. Gaskin). New York: Oxford University Press.(1998). Leviathan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. (1989). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Anderson. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . Rodee. Samuel P. Walter C. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Helen (Ed.) Social Studies in Elementary Schools. Mardapi. Thomas. New York: Macmillan Publishing Company. (1960/2000).McGraw-Hill. 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. Paul R. Cambridge. (7th Edition). Depdiknas. Huntington. Section One: Generalizations from the Social Sciences.

dan Sapriya. Boston. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed. Udin S. V. J.Sapriya. John T. (2005).Oct. Civics: Citizens in Action. http://www.H. Lott. V. Cynthia Szymanski and Haas. (2005). in Teacher as Innovators. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. London: University of London Press.org. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Designing the Curriculum. Ditjen Dikti. No. (1968). H. Metodologi Sejarah. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT. David A & Mallan. Sjamsuddin. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. Chicago: Chicago University Press. Sockett. Ruud. Journal CIVITAS. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Paris: OECD Publications. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student.W. Mary E.2. The Free Encyclopedia. (1998). Jakarta: Depdikbud. (1998).). (2003). Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. November 2003. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). Tahun 12 Nomor 2. (1996). Nu’man.5.. Dallas: Houghton Mifflin Company.Oct. ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Turner. London: Open Books. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan.F. Helius. Sept.). Journal CIVITAS. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Veldhuis. Winataputra. (ed. (2001). Remadja Rosda Karya.5.2. R. Long. Tahun 14 Nomor 1. Skilbeck. Wikipedia. Changing the Curriculum. Sept. (1990). (1988) Children and Their World. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Tyler. Sapriya. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sunal. P. Somantri. M. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Ruud. Columbus: Merril Publishing Company. (1949).wikipedia. (1993). in Kerr.. Bowes. (1976). Veldhuis. Mei 2005. Taylor. No. (1976). Mei 2005. Welton. Tahun 14 Nomor 1.

Ed. penerbit Alfabeta. Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). dan PGSD. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). 2006-2009). dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . pada tanggal 20 Agustus 1963. Selain mengajar. PIPS dan Pendidikan Dasar. Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). 2011. Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Dasar PKn (2008). California USA tahun 2001.). Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002).) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. Konsep Dasar IPS (2008). Jawa Barat. Pendidikan Kewarganegaraan (2003). PIPS. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. Jenjang S2 Program Studi PKn. Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010. Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). La Trobe University. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). dan pendidikan S-2. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007). Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. sekarang). LA. Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang.d. asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s. di School of Education. dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). Master of Education (M.Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Lahir di Sumedang. Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). Buku yang pernah ditulis antara lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful