P. 1
19PEMBELAJARANPKN2

19PEMBELAJARANPKN2

|Views: 945|Likes:
Published by Vita Rosmiati

More info:

Published by: Vita Rosmiati on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • TINJAUAN MATA KULIAH
  • PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  • Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan
  • Dimensi Pembelajaran PKn
  • MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN
  • Karakteristik Materi PKn
  • Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
  • DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn
  • Desain Pembelajaran PKn
  • Model Pembelajaran PKn
  • METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  • Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
  • Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn
  • MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN
  • Media Pembelajaran PKn
  • Sumber Pembelajaran PKn
  • DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH
  • Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah
  • Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah
  • DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI
  • Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi
  • Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi
  • PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn
  • Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn
  • Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn
  • Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas
  • Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn
  • GLOSARIUM
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Tentang Penulis

Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

(6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . spiritual.Ed. Sesuai dengan itu. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. SILABUS 1 A. emosional. 15 Januari 2009 . File Sapriya. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. M. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn . (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. C. (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . (8) Penilaian Pembelajaran PKn. Sapriya. SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr.

Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Menjelaskan pengertian. prinsip. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1. prinsip.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis. Nilai. Nilai.1 Pengertian. teori.1 Karakteristik materi PKn 2. Garis Besar Program No. (3) Paradigma Baru PKn 1. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2.E. tujuan. Menguraikan konsep. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1. dan dimensi PKn. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI. pengembangan Konsep.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4.2 Pengembangan Konsep.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. Mengembangkan Konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. Nilai. dan dimensi PKn 2. dan dimensi PKn 1. latihan tentang pengertian. 15 Januari 2009 2  . Moral dan Norma PKn 1. percontohan. Moral dan Norma PKn 3. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1. tujuan. tujuan. Menguraikan jenis. contoh. ilustrasi.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep.

 5. 15 Januari 2009 3 . dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6. teori.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. ilustrasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1. 3.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7. percontohan.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi. 2.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9. 2.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. contoh. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI. 9 1. Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2.

spiritual.F. emosional. 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. 15 Januari 2009 4  . maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn. spiritual. Untuk mencapai tujuan di atas. (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. emosional. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (1) Paradigma baru PKn. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. Selamat belajar. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini. 1. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. BBM 1: Paradigma baru PKn. 5. 4. Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. 2. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. 3. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pada modul mata kuliah yang lain. - - - Menjelaskan pengertian. nilai. dimensi dan pembelajarannya. tujuan. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . Baiklah. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. tujuan. mengkaji. meliputi pengertian. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. menganalis. moral. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI.

nilai. Terapkan prinsip. Oleh karena itu. Pengertian. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. mempertimbangkan. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan dimensi PKn 2. Pengembangan konsep. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. 5. 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. zaman terus berkembang.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. dan teknik untuk pembelajaran PKn. metode. 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 4. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. Lebih jauh lagi. strategi. memilih. Sementara di pihak lain. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. tujuan. konsep. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. moral dan norma PKn 3. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi.

Oleh karena itu. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 .1 Pengertian. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Pada kegiatan belajar ini. menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. Tujuan. dan Shermis (1978). secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. tujuan. akan dibahas tentang pengertian. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Barrt. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. domain kurikuler. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. dan apa dimensi PKn. menurut Barr. Namun. multidisipliner bahkan multidimensional. Pada kegiatan belajar ini. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Dari sudut pandang epistemologis. mengapa perlu ada pembelajaran PKn.

dan komponen bangsa Indonesia. pendidikan nilai dan moral. Secara ontologis. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). yakni UU Nomor 20 tahun 2003. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. Sesuai dengan namanya. pendidikan kemasyarakatan. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. watak kewarganegaraan (civic disposition). dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. landasan konstitusional UUD 1945. Oleh karena itu. PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. dan pendidikan demokrasi. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Bagi negara kita. pendidikan kebangsaan. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. program kurikuler PKn. pendidikan hukum dan hak azasi manusia. karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. Secara epistemologis. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. Indonesia. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. Oleh karena itu. pendidikan politik. Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. warga negara.

terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). and for democracy” (CIVITAS: 1996. v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. Di Madrasah Ibtidaiyah. yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. Oleh karena itu. 2001. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. yakni kemauan. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Dalam program PGMI di LPTK. through. Winataputra. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia. Kerr:1996. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). Oleh karena itu. 2001). keterampilan (skills). instrumentasi. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. melalui proses. kemampuan. yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air. yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge).

Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen).merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran. IPS. agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. PKn) secara terpisah. Para peserta didik dikondisikan. belajar sambil berbuat (learning by doing). • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). Perbedaannya. aktualitas. pada jenjang MI kelas tinggi. pengertian. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. Namun. warga sekolah. maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. IPA. dan kebutuhan peserta didik. Matematika. difasilitasi. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. yakni rentang kelas 1 s/d 3. Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga.

tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dalam pelaksanaan program. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. warga negara. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. Melalui domain ini. Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). seperti masalah landasan. khususnya dalam mencapai tujuan umum. kritisasi. (2) PKn sebagai program akademik. damai. belajar sambil berbuat (learning by doing). dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. buku pelajaran. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. dan kompetensi guru. Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). ketanggapan.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik. pengorganisasian kurikulum. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). warga sekolah. metodologi. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). anggota masyarakat. dan kreatif. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu.

Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. kondisi. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru. Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. dan karakteristik peserta didik. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. Secara epistemologis. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge.Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. yakni melalui berbagai program penataran P4. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Namun. dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah.

tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. Ada tiga dimensi PKn. (2) PKn sebagai program akademik. dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. khususnya dalam mencapai tujuan umum. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. domain kurikuler. pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Dalam pelaksanaan program. dan domain sosial kultural”. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh.

Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. political party D.. holistik D. contemporary politic B. evaluasi pembelajaran 3. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah .Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A. program akademik D. separated D. bahan pembelajaran B. integrated C. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . deduktif 5. Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . political organization 2. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A. program kurikuler C. 1. structural B.. abstrak B. political democracy C. metode pembelajaran C. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A.. preoperasional C. program sosial kultural B.. A. correlated 4. strategi penyajian D.

. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. menciptakan masalah aktual 8. belajar terpadu (integrated learning) C. tematik C. pembelajaran tematik (thematical learning) D. Social Studies as citizenship transmission B. terpadu B.. membuat kesimpulan B. disipliner D. membuat keputusan C. kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara . Social Studies as reflective inquiry D. kecuali: A. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah . pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9.. pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A. A...6. Social Studies as social sciences C. Social Studies as personal development 7. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D. pembelajaran yang meluas (broad field) B.. kecuali: A. pemecahan masalah krusial D.. kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 . Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.

dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. Pada kegiatan belajar ini. Istilah konsep. politik. oleh rakyat. peristiwa. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. akan dibahas pengembangan konsep. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). atau pemikiran (ide). moral. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. namun secara praksis. konstitusi. nilai. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis. dan norma disamping pendidikan karakter. Secara akademik. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. Moral. Nilai. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. dan hukum. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini.2 Pengembangan Konsep. dan untuk rakyat. nilai. Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. moral. maksudnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar.

pelaksanaan.Dalam contoh di atas. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. kata hati 26. 6. Dengan demikian. solidaritas 17. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. partai politik 31. Namun. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. moral 23. perilaku 24. Konsep “buruh”. sikap 16. sebagai ilustrasi dan contoh. pemilu 32. 5. dan penilaian. kekuasaan 18. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. 8. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. kelas penguasa 20. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks. 1. 7. 2. wewenang 29. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. perasaan 15. nasionalisme 22. Akibat dari pengalaman ini. nilai 13. empati 27. kekuatan rakyat 19.pengambilan keputusan 11. misalnya. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . moral 12. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. negara tertinggal 10. 3. tindakan moral 25. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. karakter 14. 4. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda. politik 30. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. kelompok penekan 21. kekuasaan 28. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri.

ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. yakni nilai estetika dan nilai etika. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. nilai (value) adalah konsep (concept). apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. berpikir. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. Ketiga. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. yakni perlu ada pilihan (chooses). artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat.Pengertian Nilai Apabila kita sadari. menghitung. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Oleh karena itu. Misalnya. Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. penghargaan (prizes). Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. Singkatnya. dan tindakan (acts). Seperti umumnya konsep. kriteria manfaat. Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . Bila demikian. Kedua. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. Etika terkait dengan masalah moral. maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. kriteria keindahan. Nilai bukanlah benda atau materi. Pertama.

yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. (2) Nilai Vital. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. sikap. Samakah. (3) Nilai Kerokhanian. perasaan. yakni dilihat dari tujuan. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. dan keraguan. (1) Nilai Material. maksud. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. aktivitas. Namun.Selain dengan kriteria di atas. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat. kepentingan. keyakinan. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. Prof. Dr. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

baik. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya.. indah. seorang anak. Setiap hari. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. Suatu hari. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Nak. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. maka ada sejumlah yang disebut benar. dan religius. Ahli lain. Adi pergi untuk mencari obat. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker. Adi mendengar ucapan ibunya. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi.. Adi menghadapi dilema. Adi mau mencari obat sekarang”. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Menurut dokter. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika.

tertib. norma kesusilaan. dan teratur. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Sedikitnya ada empat jenis norma. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . upah. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. bertingkah laku. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. norma agama. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. jelas. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. (2) Bersifat umum. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. norma moral. lalu lintas dan lain-lain. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. ialah: norma kesopanan. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. dan norma hukum. norma biasanya bersanksi. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. dan nyata. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. yaitu berlaku bagi semua orang. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. Secara umum. Misalnya. Dengan kata lain. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. dan norma sopan santun. Demikian pula.

sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. ialah: mos. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. moris. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). Oleh karena itu. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . manners.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. mores. Dalam konteks etika. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Dengan demikian. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. Misalnya. Jepang. Nilai bersifat universal. (3) Pada norma hukum. Artinya. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. penegakan. Pada umumnya. yaitu adat kebiasaan. pelaksanaan. dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. manner. morals. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. norma mengandung nilai atau harga. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Meskipun demikian. Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. mentaati/mematuhinya. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. Oleh karena itu.

UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. berilmu. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional. kebangsaan. bersikap. mandiri. dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal. moral. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan. kreatif..  pendidikan kewarganegaraan.   b. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. pendidikan nilai. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan.. moral. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam. sehat. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “. Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Apabila dikaji. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan.  Selanjutnya.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan kemasyarakatan. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. . dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. cakap.. berakhlak mulia. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya. Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik.”. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan. Rangkuman Istilah konsep. atau pemikiran (ide). Sebagai landasan kurikulernya. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya. Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air... Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. menengah. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. peristiwa.. . dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar.” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar. moral.   b.. nilai. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait.  pendidikan kewarganegaraan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). kesusilaan. manners. Etika terkait dengan masalah moral. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. ialah norma fisika dan norma etika. agama. tertib. dan teratur. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. 32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bertingkah laku. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. mores. yaitu adat kebiasaan.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. moris. Norma ada dua. Istilah moral berasal dari bahasa Latin. dan hukum. untuk menciptakan masyarakat yang aman. morals. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. ialah: mos. yakni nilai estetika dan nilai etika. manner. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. Nilai dapat dibagi atas dua bidang.

Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. yakni perlu ada A. Konsep C. mengagumi keindahan bunga C. Generalisasi D. Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari. teori 2. Menurut Prof. persetujuan (agreement) B. kekuasaan D. A. pilihan (chooses). kekuasaan C. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B. Dr. D.. segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut . C... Fakta B. kewenangan B... atau pemikiran (ide) disebut. A... kursi 3. tindakan (acts).. demokrasi C. Notonegoro. gubernur B. membayar pajak tepat waktu D. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit . 1. peristiwa.. A.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. norma 4..kecuali: A. tidak melakukan perbuatan mencuri 5. 6. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 . penghargaan (prizes). Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. empati D... Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah .

memaksa untuk tidak melakukan C. norma kesopanan B. nilai kesusilaan C. nilai religius A.. nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan ... Dalam konteks etika. B. nilai moral B.. nilai moral/etika D.. C. A. nilai hukum D.. Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah . Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8. norma hukum 9. norma kesusilaan C.7.. mengatur perilaku B. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut . setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. A.. A. nilai estetika C.. A.. norma agama D. baik atau jelek. menertibkan perilaku 10. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma ... D. sanksi tegas dan nyata D. niai kebenaran B.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. Dengan kata lain. Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis. Dengan demikian. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. Dalam proses itulah.3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 . pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. Pada kegiatan belajar ini.

Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. Oleh karena itu. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. Dengan demikian. menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). Selain itu. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis. Namun. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru.

” (Branson. Dengan kata lain. 1999:2) Artinya. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Alexis de Toqueville. are not inherited. berbangsa dan bernegara. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. the dispositions that inform the democratic ethos. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional. Anda telah mengenal paradigma PKn. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. as well as ‘habits of the heart’. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak). anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. menyatakan “The habits of the mind. Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. Pada pembahasan di atas. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. Dengan kata lain. dan tidak terdidik. cerdas. bodoh. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. lakukanlah diskusi itu.

Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. emosional dan sosial. Namun. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. rasional. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 . Khusus dalam pendidikan persekolahan. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif.pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Oleh karena itu. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. pengalaman praktis.

• Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. 1. • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. • Melaksanakan piket di kelas. dan SMA/MA. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL).1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. SMP/MTs. Untuk mencapai SK dan KD tersebut.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. (1) 1.2 Melaksanakan hidup rukun. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan).berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian. • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan).

perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. Dengan demikian. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. dan karya seni asli. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. Namun demikian. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio.Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 . Pertanyaan selanjutnya. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. grafik. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. peta... Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Kami Bangsa Indonesia ... 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. photografi.

yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. 3. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Dalam menilai portofolio. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. meningkatkan keterampilan. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. Membuat kebijakan publik. Mengkaji pemecahan masalah. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. 5. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Membuat rencana tindakan. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. yakni kita semua. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. 2. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. 4.

disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . b. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. c. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. d. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.

Oleh karena itu. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. efektif. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. dan bertanggung jawab. menjelaskan dan menganalisis. keterampilan. mengevaluasi. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. rasional. emosional dan sosial. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 .

kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. Afektif. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. emosional dan sosial D. Standar materi kewarganegaraan D. Kemampuan dasar B. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. 1. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Standar pencapaian 5. Indikator pencapaian D. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . rasional. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Spiritual. Spiritual. Pemecahan masalah warga negara 2. Tanggung jawab warga negara C. pemikiran dan emosional C. intelektual.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. emosional. Kemampuan C. dan sosial 3. kecuali: A. Partisipasi warga negara D. sikap. Rasional. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. intelektual. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Kecerdasan warga negara B. pemikiran dan sikap B. Standar materi kewarganegaraan C. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A.

membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. kecuali: A. mengumpulkan dan menilai informasi B. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. kejelasan C. menilai kebijakan alternatif C. photografi yang: A. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa.6. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. grafik. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. kelengkapan B. peta. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. menarik secara estetika B. membuat rencana tindakan D. estetika D. membuat kebijakan publik D. mengkaj pemecahan masalah C. menjelaskan masalah B. membuat kebijakan publik 9. bernilai seni tinggi 7. beragam dilihat dari segi keilmuan D. membuat rencana tindakan 10.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.

A Nilai material 7. B Konsep 2. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. program kurikuler 6. sanksi tegas dan nyata 10. A bahan pembelajaran 3. B 7. B. B. nilai religius 8. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . nilai moral Tes Formatif 3 1. D kursi 3. mengagumi keindahan bunga 5. membuat keputusan 8. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. D 2. A Social Studies as citizenship transmission 7. B integrated 4. C 9. norma kesusilaan 9. C disipliner Tes Formatif 2 1. C. A. A 10. C pemecahan masalah warganegara spiritual. D 4. emosional.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. holistik 5. C empati 4. C. B. rasional. C 3. D 5. A 6. B political democracy 2. persetujuan (agreement) 6. D. A. B 8. B.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Misalnya. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia.MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . yakni penguasaan bidang studi. ialah pertama. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Namun. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. Karena itu. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. Berbicara tentang materi PKn. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. Namun demikian.

Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. Implikasi lebih lanjut. Lebih jauh lagi. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. Terapkan prinsip. 2. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. Dengan kata lain. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Dengan demikian. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. konsep. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. 2. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 3. Karakeristik Materi PKn. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. Memahami karakeristik materi PKn. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. 4. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 2. 5.

Oleh karena itu. Apa materi PKn itu. agama. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. Oleh karena itu. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. karaktersitik. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. maupun adat istiadat. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). bahasa. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . budaya. serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. Dengan kata lain. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. maka lahirlah sebuah pertanyaan. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn.

Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. misi dan karakteristik PKn. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. dan lain-lain. Misalnya. berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. sejarah dan ilmu politik. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. nasional dan global. jurisprudensi.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. Kedua. Namun. meliputi geografi. Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). Baru pada pertengahan abad ke-20. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. antropologi. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. sejarah. Ketiga. tiga disiplin pertama. psikologi sosial. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. geografi penduduk. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). kebutuhannya. Pada masa itu. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). dan ilmu politik. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. yakni: Pertama. filsafat dan etika serta bahasa. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. ilmu politik. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. ekspedisi pendaki gunung. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. kepentingannya. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. baik kecakapannya. Menurut Hanna dan Lee. ekonomi. sosiologi. sejarah. “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. meliputi geografi penduduk. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. secara umum.

guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. Dengan demikian. Meskipun demikian. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. Jarolimek and Parker. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. Oleh karena itu. beberapa ahli Social Studies (Michaelis. Namun. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. formal disciplines (social sciences). dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. sebenarnya. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. cita-cita. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. Namun. yakni fakta (peristiwa. bangsa. 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). 1980. Selain itu. Sunal and Haas.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. dasar negara. 1984. but they apply only to a specific situation. Banks. dan negara. Oleh karena itu. specific empirical statement about limited phenomena. Oleh karena itu. 1993. masyarakat. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. bahwa ”Facts are low-level. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta.(useful) bagi bangsanya.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis.

dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. berbangsa. 1980:94). Dengan demikian. peristiwa. dan global. dan bernegara sangat penting. di mana. terjadi. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). kapan. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan.past or present. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. Namun. nasional. yang ditampilkan dengan benar-benar ada. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). Oleh karena itu. siapa. fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. 1977:84). Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. dengan melihat dari aspek perannya. Selain itu. fakta berupa kejadian. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. karena mempunyai realitas objektif. kehidupan bermasyarakat. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. dalam konteks proses inkuiri. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. Namun.

• Memasuki era reformasi. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. kursi. Dengan demikian. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. gas. yakni pada tahun 1999. kemenakan. Di dunia ini. danau. kambing. or events”. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. Namun. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. Nama-nama seperti gunung. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. merah. Selanjutnya. tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. 2000. 2001. pandai. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. dan garam merupakan “konsep”. meja. ketimun.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Jadi. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. kebaikan. fantasi. pohon. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. mobil. dan 2002. sebagai latihan. ideas. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC.

Kedua. kompleksitas (complexity). the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. Kemudian. objects. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut. Misalnya. negara. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. Misalnya. misalnya bunga. seperti presiden. ketajaman rasa. konsep “kucing”. Dalam hal ini. dan pabrik. “The more complex a concept is. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. pembedaan (differentiation). sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman.apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). semakin kompleks konsep tersebut. bercakar. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. seperti berkaki empat. dan kecerdasan. berbulu lembut. or individual. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . misalnya kebebasan. kambing. Dengan demikian. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. DPR dan sebagainya. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. Ketiga. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. suara mengeong. or individual. pemerintahan. dan kemampuan belajar. Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. penghargaan. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). demokrasi. concepts represent something common to several events. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. event. seperti kemampuan bahasa. (1980:100). penyesuaian diri. dsb). 1980:99-100). patriotisme. Pertama. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut.

konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. Misalnya. klasifikasi. alat rumah tangga. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. emas. dan ”hotel”. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). atau ide-ide. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). peristiwa-peristiwa.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. Ketiga. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . individu-individu. Kelima. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. peristiwa-peristiwa. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. Misalnya. DPRD I di Propinsi. rumah. Pertama. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. uang.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. he places it into a class. Dengan mengenal konsep. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. individu-individu. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. dan sebagainya. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. ”bersenang-senang”. Misalnya. Misalnya. Dengan menempatkan objek-objek. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. Timbul pertanyaan. Bandingkan dengan konsep obeng. Kedua. Keempat.tanah. Keempat.

“Padang bengkok”. “Orang Batak si tukang copet”. “Cina licik”. peraturan hukum. dan sebagainya. konsep “negara”. tentu memerlukan penjelasan yang memadai. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. Menurut Fraenkel. 1980: 103). konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). Contohnya: “Jawa koek”. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. create a society. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. hak dan kewajiban. Keenam. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit.” (Fraenkel. Ketujuh. suku. kekuasaan. Misalnya. suku. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis.

harus dapat berjalan secara sinergis. aman. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. Tujuan utama dari pendidikan hukum. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. Kehidupan yang tertib. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. dan norma agama. Oleh sebab itu. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. kesusilaan. berbangsa. yakni hukum negara. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. Di samping itu. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. sikap. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . hukum dan politik. dan bernegara. Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. kebiasaan. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting. Oleh karena itu. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. adat-istiadat. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. Menurut Banks (1977: 259).

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. Oleh karena itu. Lalu ada aksi berjuang. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. Kemudian. kalau ada. bermasyarakat. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 .penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. Secara kultural. dimensi program ini bersifat formal. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). Sebelum proklamasi. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. bernegara dan berpemerintahan. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. berorganisasi. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. Dengan peraturan baru tersebut. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. keberadaan bangsa dan negara merdeka. lalu ada merdeka 17 Agustus 1945.

pengelolaan. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. pembiayaan. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda. ada content yang sifatnya structural formal. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. kompetensi lulusan. proses. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. dan penilaian pendidikan. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. Content ini pun harus dibedakan. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. Hal ini tidak mungkin berbeda. decision making competence atau decision making skills. Apakah boleh PKn itu terbelah. maka kompetensi lulusan harus sama. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. Misalnya. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya.mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. Dengan demikian. tenaga kependidikan. proses dan kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. Dengan demikian. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. dihadapi. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. Ketika Indonesia danmisalnya. Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. Kurikulum masa ini doktrin Kedua.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. berbagai konteks pasti berbeda-beda. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. seluruh propinsi dan seluruh bangsa. perubahan. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama.tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. content perekat. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 . pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. siswa berada.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. formal ini bagaimana merupakan content perekat. Namun. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini. seluruh kabupaten/kota. DenganContent demikian. pemersatu akan memperkuat Namun. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model.

pernah dilakukan penyesuaian content. Pertama. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. SMP/MTs. Keempat. kemiskinan. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. korupsi yang merajalela. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. kebodohan. Kedua.Ketiga. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. Sedangkan untuk SMA/MA. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. Dari aspek content. separatisme. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. Dalam hal ini. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). baik PKn SD/MI. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan.

Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Kebebasan berorganisasi. Menghargai keputusan bersama. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Pemerintahan daerah dan otonomi. Hukum dan peradilan internasional 3. Partisipasi dalam pembelaan negara. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. Instrumen nasional dan internasional HAM. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Sumpah Pemuda. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. logis. hukum dan peraturan. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tata tertib di sekolah. Demokrasi dan sistem politik. Norma yang berlaku di masyarakat. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Kekuasan dan Politik. Cinta lingkungan. Pemajuan. Prestasi diri . Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . penghormatan dan perlindungan HAM 4. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. 1. misalnya. Norma. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Harga diri sebagai warga masyarakat. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan layak. Namun. Dengan kata lain. Sistem pemerintahan. Persamaan kedudukan warga negara 5.dikomunikasikan kepada peserta didik. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Peraturan-peraturan daerah. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Sistim hukum dan peradilan nasional. Budaya politik. Pemerintah pusat. terkait masalah konflik antaretnis.

tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. tanpa memeras dan menguras tenaga. Hubungan internasional dan organisasi internasional. yakni: 1. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. dan demikian juga sebaliknya. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. rasional. dan bernegara. dan Mengevaluasi globalisasi. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Dengan menyimak paparan di atas. Dampak globalisasi. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. Namun. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Dengan demikian. mengamati. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. serta anti-korupsi 3. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku.8. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. berbangsa. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. Dengan kata lain. Selanjutnya. Berpikir secara kritis. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret.

Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . dan (2) tingkat kemampuan berpikir. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. menurut sejumlah hasil riset. menilai keadaan. Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. Kemampuan berpikir. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. Oleh karena itu. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. membina kebiasaan. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif. yang terbuka dan tanggap. keterampilan dan kebiasaan. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956).

Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. Konvensional 2. Secara lebih rinci. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. ajeg. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. dan universal. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. Orientasi instrumental. Orientasi legalistik kontrak soaial. 3. dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. menghormati kekuasaan. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. hukum. Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. dan kekuasaan yang berlaku. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. persamaan hak asasi manusia. tujuan. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Orientasi hukuman dan kepatuhan. 6. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. 4. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Memelihara ketertiban sosial. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. Orientasi keserasian antar personal. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.

2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2. dan suku bangsa 1.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan hidup rukun.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. agama. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1. Membiasakan hidup bergotong royong 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 . saling berbagi dan tolong menolong 1. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.

Menampilkan sikap demokratis 4.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2. kekayaan alam. dan provinsi Kompetensi Dasar 1.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. seperti menghargai diri sendiri.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4. satu bangsa dan satu bahasa 1. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. kedisiplinan. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3. seperti kebhinekaan.1 Mengenal makna satu nusa. kota.2 Melaksanakan perilaku jujur. kota. Memahami sistem pemerintahan kabupaten. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. dan provinsi 2.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. kota. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2.2.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.3. keramahtamahan 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.1 Mengenal nilai kejujuran. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3. disiplin.2 Memberi contoh bentuk harga diri.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2. Memiliki harga diri sebagai individu 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.

seperti MPR.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 . Wakil Presiden dan para Menteri 4. larangan merokok Kelas V. Presiden.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. lalu lintas.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah. 3.Kelas IV. Memahami kebebasan berorganisasi 4.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. MK dan BPK dll. seperti pajak. DPR. MA.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. anti korupsi.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. seperti Presiden.

kegiatan pembelajaran. Peran Indonesia di Asia Tenggara a. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. c.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. Pengertian Politik luar negeri b.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. pengertian kerjasama antarbangsa b.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4.Kelas VI. d. Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3. Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Negara-negara Asia Tenggara c. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.

Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . emosional. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. yakni kecerdasan dalam intelektual. Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). dan dalam kehidupan di sekolah. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. dan bahkan spiritual. maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. sosial. kelompok permainan. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita. baik dalam lingkungan keluarga. dan lingkungan masyarakat sekitar. lingkungan madrasah. Sebagai latihan. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik.

kekayaan Indonesia. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. manusia sebagai pribadi. Secara konseptual. yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. berkomunikasi. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). meliputi keterampilan berpikir. jatidiri sebagai bangsa Indonesia. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan.masalah. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini. meliputi: Nusantara Indonesia. Secara ontologis. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya. bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. berpartisipasi. menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. Secara praksis. yakni curriculum content dan student behavior. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Secara filosofis. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus.

Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . perilaku warga negara C. Pembukaan UUD 1945 B. 1. perilaku pemerintah D. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik.. Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D... khususnya tentang . Batang Tubuh UUD 1945 C. pengakua 5. A..... kecuali: A.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. demokrasi terpimpin C. rakyat 3. hak dan kewajiban D. rakyat B. kesejahteraan 4.. khususnya konsep. A. Objek atau bidang telaah PKn adalah . PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara. Indonesia menganut demokrasi konstitusionil. negara B. Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. A. A. tanggung jawab B. demokrasi liberal 2. peran dan fungsi C. pemerintah D.. demokrasi politik B. Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 .. wilayah C.. demokrasi konstitusional D..

masyarakat B. berkembang secara positif D.. Tahun 1994 D.. Demokrasi D. Hak asasi manusia 10. sosiologis C. Globalisasi C. pemerintah C. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. emosional 7. berpartisipasi secara aktif C.. Tahun 1975 C. Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . A. Misi ini merupakan ontologi PKn secara . Tahun 2006 9. A. kecuali: A. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah . Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. historis B. organisasi kemasyarakatan 8.6.. Tahun 1968 B. A.. berpikir secara kritis B. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..22/2006. Persatuan dan kesatuan B. sekolah D... psikologis D..

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 .100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % .

A. A. C. C Demokrasi 10. D emosional 7. D pengakuan 5. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A ekspositori 6. A. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. B Tahun 1975 9. demokrasi politik 2. A. informal content 4. formal content 5. B. hak dan kewajiban 4. C. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. C sekolah 8.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. B fakta 7. D fakta 8. C Fraenkel 10. B perilaku warga negara 3. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. B Batang Tubuh UUD 1945 6.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. metode. Baiklah. zaman terus berkembang. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. dan teknik untuk pembelajaran PKn. strategi. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. Pada modul mata kuliah yang lain. Sementara di pihak lain.

Lebih jauh lagi. konsep.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Desain pembelajaran PKn 2. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 5. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. mempertimbangkan. 2. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Terapkan prinsip. Oleh karena itu. memilih. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 4. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Agar semua harapan di atas dapat terwujud.

Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. akan dibahas tentang pengertian. Artinya. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Memang. tujuan. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. Oleh karena itu. Pada kegiatan belajar ini. Pada kegiatan belajar ini. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1.

Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. iklim sekolah. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. Artinya. Pada kegiatan belajar berikut ini. Dalam pembahasan berikut ini. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. sikap dan kemampuan guru. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran.mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. selama proses mengembangkan kurikulum. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). Dengan demikian. faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar.

3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 . sbb. Gedung Kedutaan. pengetahuan.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn.: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Gedung Kejaksaan RI. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. sikap. pengalaman. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. dan sebagainya. jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. keterampilan mengajar.

seperti harapan orang tua siswa. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. perubahan teknologi dan informasi. Apabila kita perhatikan. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. anggapan dan nilai masyarakat. Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. mengemas. perubahan dalam struktur ekonomi. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). meramu. perubahan fungsi keluarga. Dengan kata lain. dan sebagainya. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah.kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Dua faktor ini saling mengisi. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. tuntutan dunia kerja. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). perubahan hubungan antara orang tua dan anak.

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. ujian nasional. pemerataan. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. sikap dan sebagainya. antara lain: Sebagai latihan. pekerjaan rumah. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. dan keterlibatan masyarakat di sekolah. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. Harapan dunia kerja. Misalnya. media. yakni relevansi. efisiensi dan efektifitas. pengalaman kerja. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . antara lain standar kompetensi lulusan. fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. disiplin siswa di sekolah. sumber dan evaluasi. tingkat otonomi sekolah. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match.

Pemerintah Daerah. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. Misalnya. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. Sedangkan. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. buku-buku profesional. Umumnya. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). Dengan demikian. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. dan pusat penataran guru. universitas. Di Indonesia. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal.akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. peragaan dan alat peraga. dan masyarakat. pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. konsultan kurikulum.

6) Karakteristik personal. berapa usianya. misalnya kepribadian. jenjang dan kelasnya. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya. Dari semua faktor. perkembangan moral. misalnya kesiapan belajar. Sifat. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. baik eksternal maupun internal. dan keterampilan/perilaku. motivasi. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. nilai dan sikap. rasa percaya diri. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. Untuk mengenal perbedaan siswa. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. kecakapan. karakter. dan pengalaman. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. tingkat perkembangan kognitif. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. seperti keterampilan motoriknya. afektif. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. aspirasi. bakat khusus. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa.Faktor internal pertama: Siswa. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting.

Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire. 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. 3) Harapan guru. Dalam penggunaan metode mengajar. Faktor internal kedua: Guru. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan demikian. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. misalnya. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. 2) Ketertarikan guru. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. misalnya oleh siswa. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. 6) Evaluasi diri guru sendiri. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. 5) Gaya mengajar.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar.

Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. Oleh karena itu. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru. Untuk mengatasi hal ini. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran. atmosfir. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Dalam forum MGMP. Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim.7) Peran guru. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). Namun demikian. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 .

Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. kualitas perpustakaan beserta stafnya. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. Misalnya. dll. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. Dengan adanya temuan ini. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya. ketersediaan pusat sumber belajar. maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). alokasi dana untuk bahan pelajaran. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. jenis dan jumlah bahan pelajaran. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. seperti tinggirendah tanah. penghasilan setiap daerah. Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. kekayaan budaya. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). 6. dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. meliputi: (1) model berbagi informasi. demokratis. 7. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 4. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. transformasi pengalaman. narasumber. dan (3) model pemecahan masalah. 1. adanya variasi kegiatan klasikal. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. 5. 5. keteladanan. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. percontohan. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. Menurut Suparman (1997). 3. yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). 3. 2. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. kelompok. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.pembiasaan. (2) model belajar melalui pengalaman. 2. 4.

atau menyajikan informasi tahap demi tahap. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. pentingnya pelajaran. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Meskipun demikian. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. mempersiapkan siswa untuk belajar. o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). memberi umpan. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. untuk mencapai tujuan yang maksimal. informasi latar belakang pelajaran. Oleh karena itu.

Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. model. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. logistik yg dibutuhkan. dan berbagi tugas dengan teman. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. dan memiliki kebebasan berpendapat.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar. demokratis. o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. Oleh karena itu. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri.

misalnya. Pada hakikatnya.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis. Namun. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Stándar Kompetensi 3. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar. model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. sebagai berikut. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 .

isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. kebijakan. demonstrasi. dll. Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. dll. fungsi. IV. institusi. berargumen. voting. tujuan. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. menulis surat kepada pejabat. kelompok kepentingan. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb.: I. III.

nasionalitas. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. Merumuskan tujuan Kedua. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II. sebagai berikut: Pertama. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. pekerjaan). seperti lingkungan dan karakteristik siswa. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. agama. Karakteristik sosial. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. dan lingkungan siswa setempat. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. Memecahkan masalah Kelima. Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. Oleh karena itu. perhatikanlah contoh berikut ini. karakteristik. etnis. status sosial ekonomi (pendapatan. yakni: I. Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. sejarah.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI.

Kedua. Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Sikap bertanggung jawab. Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Merumuskan tujuan. Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. kamu biasanya bertanggung jawab.

Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. dan prinsip-prinsip moral. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. Keempat. Usman. hukum. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Sebagai contoh. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. 1. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Setiap seminggu sekali. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. kebiasaan. 2. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian.

guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. khususnya tetangganya memerlukan taman. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. dan pergi ke pasar. membuang sampah. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. Kelima. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik.Susi untuk membersihkan lantai. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. 3. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. mungkin anda mendapat nilai yang baik. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman.

....... maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas......... Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya........ ..... atau bagaimana orang lain memikirkan kita. Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 . Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya...........………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab....... Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari................................. Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini.................................. Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri........................................... ......... kita mungkin menerima hukuman............................…………………………… .. Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab................................... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab..• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í . bacalah cerita Piknik Keluarga... Manakala hal ini terjadi...................................... seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda. yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab..... anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik.......... Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah.. Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda.................. Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu. teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya...... Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu..... apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab..... Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama.................... 1..........

2. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. sindok untuk seluruh keluarga. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. Setelah makan. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. Mereka membereskan peralatan. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. 4. pisau. 6. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. Apakah sumber tanggung jawab? 5. Saudara laki-laki Tati. joging. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. bermain. gelas. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1. 3. Apakah tanggung jawabnya? 3. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. 5. Siapa yang bertanggung jawab? 2.

1. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. 4. setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Pecahkan masalah berikut. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. Baiklah. Rumuskan tujuan 3. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. sebagai latihan. Bagaimana menurut pendapat anda. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran.

menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. Untuk mengubah kemampuan itu. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. adalah: (1) Merumuskan tujuan. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. sikap. narasumber. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. kelompok. manajer kelas yang demokratis. (2) model belajar melalui pengalaman. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. demokratis. (4) Memecahkan masalah. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti melalui pembiasaan. meliputi: (1) model berbagi informasi. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. percontohan. dan (3) model pemecahan masalah. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. ekonomi dan budaya peserta didik. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. transformasi pengalaman. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. dan perorangan. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. keteladanan. maupun keterampilan. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. (5) suasana kelas yang fleksibel. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi.

kognitif B.. model berbagi informasi B. 1. model pemecahan masalah D. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . kegiatan perorangan D. narasumber. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. model pemecahan masalah D. guru berperan sebagai fasilitator.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kepribadian 2. menerapkan pola komunikasi banyak arah D.. model belajar melalui pengalaman C. Bentuk pembelajarannya berupa .. yakni mencakup... menggunakan satu metode secara berulang C.. model bermain sambil belajar 5. afektif C. kegiatan klasikal B.... Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . perilaku D. kelompok.. model berbagi informasi B. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. yang mencakup tiga domain. dan perorangan 3.. kegiatan kelompok C.. A. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B. A. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . adanya variasi kegiatan klasikal. A. kecuali: A. kecuali: A. manajer kelas yang demokratis 4. model belajar melalui pengalaman C..

Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. model bermain sambil belajar 7. A.... Mengorganisasikan siswa untuk belajar. 10. Berpikir kreatif C.. D. Membimbing kelompok bekerja dan belajar C. Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah .. Membimbing pelatihan D. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah . model pemecahan masalah D..... Orientasi siswa pada masalah. A. C. B. model belajar melalui pengalaman C.. Evaluasi D. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B.. Berpikir kritis B. A. Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B.. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. A. A. Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . Memberikan penghargaan 9.6. Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai .. Berpikir induktif D. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.. model berbagi informasi B..

89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

D kepribadian 2. C 9. D 5. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . C model pemecahan masalah 5. dan perorangan 3. B menggunakan satu metode secara berulang 4. B 7. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. B model belajar melalui pengalaman 6. D Memberikan penghargaan 9. D 3. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. A model berbagi informasi 7. B Orientasi siswa pada masalah. C 8. D adanya variasi kegiatan klasikal. A 4. B 2. kelompok. 10. B 10.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. A 6.

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. Selain itu. wawancara. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. Pendekatan pemungutan suara. menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. wawancara. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. mengumpulkan informasi. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. Sebagai strategi pembelajaran. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. dan menilai data. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. 5. berpikir kritis. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya.menjelaskan masalah serta solusinya. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. Sebagai pendekatan pembelajaran. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. menilai kualitas penyajiannya. berkompromi. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat. wawancara. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. wawancara. dan survey Pemungutan suara. Oleh karena itu. 6. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. pemungutan suara.

proses dengar pendapat. dan sistem kehidupan internasional. hukum. rapat komisi. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. pengambilan keputusan. dan anggota masyarakat lain. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. Oleh karena itu. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . ekonomi. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. 9. atau interaksi di lingkungan birokrasi. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. hakim. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. tetangga. Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. 8. politik. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. 7. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. panitera bahkan terdakwa.hidup. Misalnya. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. pengacara. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. berpikir kritis. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . membangun opini. Selanjutnya. bersifat satu arah. Oleh karena itu. Sebaliknya. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. prasarana. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. lingkungan belajar. Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. kondisi sekolah. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. Secara umum. ceramah (lecture). Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. lingkungan sekolah. dikembangkan secara logis. sarana. Perhatikan karakteristik siswa. para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. 1. Sebagai latihan. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). dan ditulis secara jelas. dan peran guru sangat dominan. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. dan kemampuan guru. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. demonstrasi.

Oleh karena itu. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. jigsaw. Dalam pembelajaran PKn. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. dan peran siswa lebih dominan. bermain peran (role playing). pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. wawancara. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran. metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . kosa kata. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. 2. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. diskusi. curah pendapat (brainstorming). Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. a. pemecahan masalah.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. Secara umum. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. dan konferensi. bersifat dua arah. kelompok tutorial. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups).

Oleh karena itu. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. yakni membantu siswa untuk merasakan. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. b. c. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. Misalnya. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. jika peran yang dimainkan adalah polisi. menyadari. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . dan peka terhadap masalah sosial. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. Artinya. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. dan kemampuan berorasi.

2) menunda pemberian kritik. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. Selanjutnya. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. Mungkin pada awalnya. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. inkuri. diskusi reflektif. Kemudian. studi kasus. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa. Dalam kegiatan curah pendapat. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan. Dalam menerapkan metode curah pendapat. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah. 3.

Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. dan. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. dan pemetaan konsep. sumber belajar. mengembangkan pertanyaan. membantu merencanakan strategi masa depan. a. Secara umum. b. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. Secara aktif. dan menguji hipotesis. siswa terlibat dalam proses belajar. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. mengungkapkan. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. Sebagai metode pembelajaran. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Karena semua gagasan awalnya diterima. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Di kelas. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis.pembentukan konsep. menyimpulkan dan menghasilkan solusi. mengembangkan. dan peran siswa lebih dominan. bidang studi. bersifat dua arah. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. dan lingkungan belajar.

1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No. topik. Dalam melatih berpikir divergen. bahan dan masalah.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. konsep. berpikir deduktif. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. dan berpikir induktif. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. c. . Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen. data. 39. Contoh peta konsep sebagai berikut. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep.

Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. profesi. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. permainan. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. Oleh karena itu. bermain peran. percobaan. atau kegiatan tertentu. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. Misalnya. Secara umum. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa. simulasi mengajar. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. simulasi mengatasi kebakaran. bersifat interaksi multi arah. pengamatan lapangan. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Sebagai metode pembelajaran. dan peran siswa lebih dominan. simulasi. • Melihat pengetahuan terdahulu. yakni simulasi. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. survey. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. dan sebagainya. • Pilihan untuk memecahkan masalah. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai.4. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran.

Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. b. aturan main. b. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. 144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Namun. dan sebagainya. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. pemodelan. menjelaskan. tema apa yang dipilih. yakni keterampilan bertanya. contoh. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. memberi penguatan. Ada sejumlah teknik bertanya. apakah keterampilan intelektual. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. c. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru.a. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. Apa target keterampilan simulasi. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. Sasaran. bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. afektif.

Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. kemudian bila tidak ada yang menjawab. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. objek. d. bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan. maka ketika guru bertanya. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). dan bersemangat untuk bersimulasi. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling).c. sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. antusias. Misalnya. Dalam konteks pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. Dalam kelompok kecil inilah. dan unsur-unsur pembelajaran. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran.

(5) Pendekatan Debat (debates). menjelaskan. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. ialah (1) pembelajaran langsung.materials). (4) pembelajaran melalui pengalaman. (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). Namun. (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). wawancara. Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. (6) Pendekatan pemungutan suara. (3) pembelajaran tidak langsung. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. yakni keterampilan bertanya. memberi penguatan. Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. dan surveys). dan survey (polls. interviews. (4) Pendekatan (Cooperative Learning). dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (2) pembelajaran interaktif.

.. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif. a way of handling D. 1.. A. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut . a way of achieving target C. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. a way of viewing B.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. bermain peran (role playing) B. a way of achieving target C. demonstrasi (demonstration) 5. Dalam konteks pembelajaran. kecuali: A. B. Dalam konteks pembelajaran. a way of handling 4. metode diartikan sebagai . simulasi (simulation) D. a way of tackling D. a way of tackling 2. 3. A. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). a way of viewing B. ceramah (lecture). C. tinjauan terstruktur (structured overview). bermain peran (role playing) B. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 ... curah pendapat (brainstorming) C.. strategi diartikan sebagai . A. kecuali: A. Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung.. curah pendapat (brainstorming) C. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D..

ceramah D. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk . Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. studi kasus C. guru membagi peran untuk tiap siswa D.. menjelaskan D.6. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung... guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B. pemecahan masalah B. Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9.. melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7. mengajar kelompk kecil 10. pemetaan konsep 8... Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah .... berlatih memerankan tokoh tertentu D. kecuali: A. A.. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah . kecuali: A. mengadakan tanya jawab C. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B.. A. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan . A. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B.. memberi penguatan C.. melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C. bertanya B.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .x 100 % 90 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah.2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan. Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. Apabila dikaji. Apakah Anda masih ingat. Namun. Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn. Secara singkat. (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Pada kegiatan belajar ini. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). keterampilan. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis.

menegakkan kebenaran dan keadilan. yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. dan psikomotorik. afektif. dan tidak paksaan. Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. hangat. dan unsur afektif lainnya. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. terbuka. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. sikap. maupun pemberi keputusan (decision maker). Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. analitis. Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. dan evaluatif. Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. tidak ada tindakan yang menekan siswa. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. fasilitator. sintesis. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. berpikir kritis. persabahatan. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). nilai. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. pengarah (director of learning).pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. memahami. adil. perjuangan. penilai (evaluator). peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner). rewarder. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. yakni suasana penuh kekeluargaan. Oleh karena itu. patriotis. pengelola (manager). Untuk mencapai tujuan PKn ini. perasaan/emosional. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. konteks kehidupan masyarakat. serta kebutuhan dan karakteristik siswa.

misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. terampil. Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. Baiklah. sebagaimana dikemukakan Branson (1999). dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. maupun aspek afektif dan psikomotor. keterampilan kewarganegaraan (civic skill). berbangsa dan bernegara. Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda. Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). Dalam rumusan tujuan lain. Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). yakni menjadi siswa yang cerdas. 1978). Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. yakni nilai estetika dan nilai etika. Artinya. dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki.

(3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. (2) Analisis nilai. Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. (e) daftar penilaian diri. Misalnya. (6) teknik yurisprudensi. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. hadir tepat waktu. (d) daftar gejala kontinum.bagaimana seseorang harus berperilaku. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. (5) VCT melalui teknik wawancara. dan (7) teknik inkuiri nilai. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. berpakaian rapi dan bersih. Selain itu. (4) VCT dengan kartu keyakinan. Oleh karena itu. (g) perisai kepribadian diri. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. Nilai etika terkait dengan masalah moral. antara lain metode bermain peran (role playing). Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). (b) Daftar tingkat urutan. meliputi (1) metode percontohan. (c) daftar skala prioritas. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. dalam PKn dikenal pula model Permainan. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu.

dan kasus. seperti nilai toleransi. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. cerita. Dalam pelaksanaannya. 1. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. tetapi divariasikan dengan metode lain. dapat merangsang imajinasi siswa. keyakinan. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. Kelima. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. Keenam. Oleh karena itu. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. ekspositori. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual. Singkatnya. Terlebih konsep nilai. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. Ketujuh. foto atau cerita. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. meniadakan. mampu menangkal. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . dilematis. dan tanya jawab nilai. seperti ceramah. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. moral. menarik perhatian. kontroversial. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. mampu mengundang. sikap dan perilaku siswa. kemerdekaan. kerukunan. dan ekstrim. Kedua.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. melibatkan. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. Keempat. dna sebagainya. mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Ketiga. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. umumnya bersifat abstrak.

film. Langkah Pembelajaran a. dan sebagainya. main hakim sendiri.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. seperti perbuatan korupsi. tabrak lari. dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. gambar. foto. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. Namun. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). b. Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Lontarkan cerita game ini. mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. anak durhaka. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa.

Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. 7) Ibu Jamilah. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. 3) Ibu Hadijah. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. Ketiga. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. kelompok maupun klasikal. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. Dia pingsan. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. baik secara individual. Keadaan beliau sangat gawat. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. 2. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. 2) Pak Tobing. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. 5) Pak Priyatna. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. 6) Ibu Ina. 8) Halimah. Kedua. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua.

Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. Adi menghadapi dilema. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. kelompok. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . Fase pembahasan/pembuktian argumen. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Menurut dokter. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. c. Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Adi mau mencari obat sekarang”.. berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut. Adi pergi untuk mencari obat. dan klasikal). Adi mendengar ucapan ibunya.. Nak. Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Kelima. • Suatu hari. seorang anak. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Fase penyimpulan. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. a. Setiap hari. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran.Keempat. Keenam.

Pada saat siswa memberikan jawaban. mengunjungi orang tua. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. saling memaafkan. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. Ketiga. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. seperti ceramah dan tanya jawab. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. a. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. Persiapan Pertama. c. film dan sebagainya. b. seperti cerita. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. gambar. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. Kedua. Keempat. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. d. menengok yang sakit. a. guntingan berita Koran. dan sebagainya. seperti hormat menghormati.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. tolong-menolong dengan sesama teman.

guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. a. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut. kelompok. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c.Kelima. a. dan klasikal). baik secara individual. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. fase pembahasan/pembuktian argumen. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. b. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Kedua. guru bertanya seperti. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. Keempat. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. kelompok maupun klasikal. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. Kelima. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. Pertama. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. Misalnya. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g.

Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. dan VCT. Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Anda kaji kembali buku Karya Prof. reinforcement. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. Anda harus bersikap demokratis. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar.Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). Kemudian. A. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. fase penyimpulan. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. variasi stimulus dan menjelaskan. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. nilai. Selain itu. Ketujuh. Sebagai media pembelajaran. Drs. Selain itu. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. Sedangkan untuk evaluasi. hangat-ramah. Kemudian. antara lain keterampilan bertanya. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. Selamat mencoba. Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa). Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan.

waktu yang tersedia.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. melibatkan. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. Kedua. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. Ketiga. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. situasi dan lingkungan belajar siswa. mampu mengundang. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. maupun aspek afektif dan psikomotor. Kelima. Keempat. dan kebutuhan siswa itu sendiri. meniadakan. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. mampu menangkal. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. Pertama. Ketujuh. Keenam. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan.

sikap. yaitu daftar .… A. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C. meningkatkan penalaran siswa D. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . learning to do C.. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. membelajarkan PKn B.. tingkat urutan C. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D. belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. skala prioritas D. analisis nilai/kasus B. A. learning to be D. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C. learning to know B. A. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . A.. guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C. yang tidak termasuk VCT Daftar. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn …. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT.. moral. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna .. mengemban misi membina nilai. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B.. yaitu …. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D. A.

. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ... kecuali . media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D. civic knowledge B. memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D. variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian). terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C.6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT. pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah . yaitu tes . objektif D. A. memberi penguatan D. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan …. A.. uraian C. civic education D. lisan B..… A. menjelaskan C. kecuali: A. civic skill C..… A. bertanya B. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan . mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C.

gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya.100% 80% . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . terutama bagian yang belum dikuasai. Bagus! Jika masih di bawah 80%. Kemudian. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% . Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2.79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Hitunglah jawaban yang benar.Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini.89% 70% .

B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. moral. D a way of handling 4. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 5. 10. C Civic education. 8. C Keterampilan memberi penguatan. perilaku dan kecerdasan siswa. A Membelajarkan PKn. sikap. 4. A Daftar analisis nilai/kasus. D PKn punya misi membina nilai. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9. C ceramah 8. 6. D demonstrasi (demonstration) 5. 2. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. C simulasi (simulation) 3. 3.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. B a way of achieving target 2. 7. C Learning to be. B curah pendapat (brainstorming) 6. A bertanya 10. 9. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1. D Belajar melaksanakan PKn. D Tes pengamatan.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Oleh karena itu. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Dapat memilih. belum mampu berpikir secara parsial. Masih ingatkah anda. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. 2. rasional. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. mengembangkan. jadi belum dapat berpikir abstrak. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.

Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 4. Dengan kata lain. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. Terapkan prinsip. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. konsep. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. apa. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. Dengan demikian. Lebih jauh lagi.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. 2. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 5. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Implikasi lebih lanjut. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI.

0 or 12.0).0 .0). guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat. dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 . fase kedua. mempengaruhi. preoperational period (2.0 or 15. dan fase keempat.2.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting.0). Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan. sensorimotor period (0.0 . sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase. formal operational period (11. Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran. fase ketiga. concrete operational period (7.0 .11 or 12.0).7. Dengam media pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan.14. yakni: fase pertama.0 . Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah. Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964.

agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien. perasaan. media. kepada komunikan diperlukan saluran (media). termasuk teknologi perangkat kerasnya. Dengan kata lain. yang berarti perantara atau pengantar. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak . perasaan. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. dan evaluasi. komunikan. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. materi. tersalurkan secara efektif dan efisien. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan. metode. Dengan kata lain. dan evaluasi. materi. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar.untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. media. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). perasaan. yang berarti perantara atau pengantar. untuk proses penyaluran informasi. metode. media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium.

1996). 1986:96). Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian. dengan melihat. salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. Menurutnya. Dengan demikian. Dalam pembelajaran PKn. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. dan kemauan siswa untuk belajar. Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. meraba serta menggunakan alat dria lainnya. mencecap. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 . generalisasi. mendengar.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme.

Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. e. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. perhatian dan kemauan siswa. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan. c. metode yang akan digunakan. Media hendaknya dipilih secara obyektif. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. serta kemampuan guru/sekolah. Untuk itu. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. dan keadaan/ kebutuhan siswa. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran.pembelajaran di sekolah. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. 1979:76) berikut ini. perasaan. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. d. b. a. Sebaliknya.

karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. tape recorder. Dilihat dari sumber pengadaannya. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. Oleh karena itu.g. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam kaitan ini. Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. 2002. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. film. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. Depdiknas. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. Modul PKN C. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral. Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 .SLTP. kliping. gambar. Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya.01: 38). media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. Flif Chart. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini. flannel/magnetic board. Ditjen Dikdasmen. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. video recorder. media televisi. Persoalan kita sekarang. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran.

materi pelajaran. 8). jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. 2) pengalaman yang diatur. 9)lambang visual. Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan. gambar mati.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s. 5). 4) demonstrasi. Para ahli (Edgar Dale. 6) pameran. radio. Burton.d. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. Artinya. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. 8) rekaman. 7) gambar hidup. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. 5) karyawisata. 3) dramatisasi. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .d. dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. dan 10) lambang verbal. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. Oleh karena itu. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s.

Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. Sedangkan dalam pengerttian luas. diagram. berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. Dalam pengertian sempit. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. dsb). dsb). pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. untuk Dalam pengertian sempit. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. media telah direncanakan. dan chart buatan guru. Sedangkan dalam pengerttian luas. Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). Burton (dalam Nasution. diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. rumus dan dan mendengarkan uraian). media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung. photo. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . diagram. lukisan (menggunakan peta. Burton (dalam Nasution. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). diagram. grafik.Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. grafik. peristiwa dipentaskan). rumus dan indeks.tak 1989) membagi media indeks.

Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. dan brosur. dan sebagainya d. video. bermain peran. Jika minim atau bahkan tidak tersedia. Hal-hal yang bersifat visual. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. f. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. a. Hal-hal yang bersifat materil. meraba. tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. menggunakan. jurnal. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. melihat. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. benda contoh dan lain-lain e. Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. flip chart. seperti bagan. dapat didengar dan dilihat (audio visual). Gerak. atau gambar. atau TV‑ video. keretampilan memilih. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. gambar. Barang cetakan seperti buku. dan dapat disentuh (touch). pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. majalah. film. misalnya kliping. matrik. surat kabar. yakni dengan mendengar. Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. menjalankan proyektor slide. kamera video. g. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. data dan lain-lain b. Jika dilihat dari indera (sensory channels). media grafis. sikap dan perilaku seperti simulasi. seperti model-model. peta. 1996). dan lain-lain. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. memanipulasi. flannel. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. dapat dilihat (visual).

misalnya foto. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. majalah. diagram. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. film rangkai/film strip. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. overhead projector - media grafis atau carta. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. gambar. dan mengembangkan kreativitas siswa. dan diberi bingkai agar tidak kusut. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. gambar kartun. fotocopy. atau filing kabinet yang mudah dicari. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. misalnya film bisu a. poster. sketsa. ensiklopedia. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. atau pada papan peraga yang disediakan. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. atau pun gambar sket. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . buku. kliping - media proyeksi diam. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. misalnya film bingkai/slides. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas.1. transparansi. gambar ilustrasi. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. di ruang perpustakaan sekolah. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. mengembangkan imajinasi anak. bagan. misalnya grafik. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. buku referensi dan hasil cetakan lain. mikrofis. fotografi. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. surat kabar. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. peta dan globe § media visual yang bergerak. slide.

Slide. Bagi siswa SMP/SMA. film strip. arti hidup. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". Semuanya memberikan arti ide. menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. menjelaskan ide. Contoh Papan Peraga Gambar b. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat. Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. atau pada papan peraga yang disediakan. Bagi siswa SMP/SMA. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. hidup. di ruang perpustakaan sekolah. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip.

Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. d. dan akhir dari penayangan. jumlah. dengan sedikit kepandaian memotret. film strip. penjelasan pendahuluan. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. Media Diagram. misalnya kronologis. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. hierakhi. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. chart. mulai dari persiapan. Penayangan slide. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. Slide. Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. semacam periodisasi yang sederhana. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. film strip. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . seperti halnya penayangan film gerak. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. proses penayangan. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. Oleh karena itu. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.c. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu.

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. e. pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. Dengan demikian. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. grafik grafik dan grafik garis.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. batang. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. demikian. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. batang/bar. prosedur. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . grafik Gambar. sebagaimana film bingkai dan film strip. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Saat ini. grafikGambar. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . sebagaimana film bingkai dan film strip. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . sebab meskipun sederhana. yang dsb. dsb. 2004. Proyektor yang memerlukan proyektor. sebab meskipun sederhana. Saat ini. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. lingkaran. proses pemilihan umum angka. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. dan lingkaran. gambar orang. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. data. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. gambar orang. data. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. grafik garis. batang. proses. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis.

sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran. lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi.Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 .

dan sebagainya. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. iklan dan poster disebut dengan kliping. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. menyajikan ide tunggal. Tetapi jika akan dicopy. batang dan bahan lain yang memungkinkan. tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. buku. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8. lugas. kecepatan daya serap siswa. tulisan jelas. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. g. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan. kain. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Poster dibuat di atas kertas. Jika dicetak langsung dalam komputer. kaya dengan variasi.5 X 11 inci ). h. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. dan sebagainya. kalender. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen. katalog. pemilu pasca reformasi. surat kabar. Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. ajakan memilih calon partai politik tertentu. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. maraknya korupsi. Poster yang baik biasanya berwarna. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. tanggapan dan pernyataan dari siswa. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. f.

Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan. Dalam penggunaannya. Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur.tertentu. dan sebagainya. tukang becak. masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. non verbal atau kombinasi keduanya. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. gambar. i. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian. tokoh LSM. Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. Oleh karena itu. mempengaruhi sikap serta perilaku. Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. ketidaksetujuan. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. tidak rinci. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. 2. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran.

tape recorder. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. nama-nama menteri yang baru dilantik. dan telepon. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam. Pita Suara. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. yaitu meningkatkan komunikasi audio. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . piringan hitam. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. b. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. pita audio. membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. jnamanama partai politik peserta pemilu. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. a. Pita suara (kaset audio. dsb. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. rekaman kegiatan. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. Tape Recorder. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung.Termasuk di dalam media ini adalah radio. dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio.

keadaan yang ada di dalam masyarakat. Seperti halnya film dan televisi. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. dan jaringan TV luar negeri. b. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. a. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. misalnya: slide. Selain media di atas. gambar dan suara. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. CD. televisi. Seperti halnya dengan film. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. lembaga. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi. c. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. media audio-visual dibedakan menjadi dua. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan.3. film rangkai dan suara. peristiwa. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. televisi adalah kombinasi visual dan audio. film rangkai dan suara. slide dan suara. dan kurang praktis. Ditinjau dari sifatnya. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain. TV swasta. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. orang. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . peralatannya cukup mahal. Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. yaitu: TVRI. dan film rangkai yang disertai dengan suara.

Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah).ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. ilmu politik). Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. adat-istiadat setempat (anthropologi). Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). pedagang. Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan). Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). misalnya. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. ketua RT/ RW. perkemahan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. wartawan. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. agama. sejarawan dan sebagainya. 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). ras. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. pengarang. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. orang. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. studi wisata. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD.

b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Untuk keperluan tersebut. Kedua. norma yaitu pertama. moral. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 . d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. c) Nara sumber tidak perlu melawak. Baiklah. Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”.Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. tidak berat sebelah. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. b) memuat nilai/moral yang dilematis. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. teoritik dan normatif. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. selamat mencoba. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional.

• Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .5 menit. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi. Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa.

sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual. jurnal. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. yang berarti perantara atau pengantar. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. sikap dan perilaku seperti simulasi. majalah. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. film. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. benda contoh dan lain-lain. 3) dramatisasi. gambar mati. 2) pengalaman yang diatur. dan 10) lambang verbal. radio. perasaan. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. surat kabar. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Dengan kata lain. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . 4) demonstrasi. data dan lain-lain. perhatian dan kemauan siswa. 9) lambang visual. video. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. matrik. 5) karyawisata. seperti model-model. flip chart. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. 6) pameran. gambar. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. dan lain-lain. (6) Barang cetakan seperti buku. (4) Halhal yang bersifat materil. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. dan sebagainya. bermain peran. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. perasaan. seperti bagan. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. dan brosur. (5) Gerak. 8) rekaman. flannel. 7) gambar hidup.

audio C.. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu. mendorong motivasi belajar B. A. tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4. visual B. kemampuan baca siswa D. Sebelum memilih media pembelajaran. audio-visual D.. Media pembelajaran yang disusun dengan baik. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D.. Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . A. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..... Membawa objek yang sukar didapat C. Memvisualkan yang abstrak B. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. 1. hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. A. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . tingkat usia dan kematangan siswa C... Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C. penentu keberhasilan belajar PKn 2. Membawa objek yang terlalu besar 3... Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk. kecuali: A. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. tujuan instruksional yang ingin dicapai B. kecuali: A.

6.... Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan.. dramatisasi B. A. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 . karyawisata 7. Materi tak akan berubah B. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. film rangkai/film strip C. kecuali: A. demonstrasi D.. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D. Tidak memerlukan ruang gelap B. Biaya produksi relatif murah C. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing.. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. diagram D... Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan. B. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah. transparansi 8. Penggunaannya praktis 9. pameran C.. D. kecuali: A. Kelebihan media transparansi adalah ..... kecuali: A. Memerlukan listrik 10. Contoh media grafis adalah . C. Memerlukan panataan yang khusus C... film bingkai/slides fakta B. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. Kelebihan media Audio antara lain. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. A.

x 100 % 90 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

surat kabar. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. jurnal. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 .2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. majalah. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. bangsa. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Dalam pembelajaran PKn. Oleh karena itu. bangsa. Dalam pembelajaran PKn. Di pihak lain. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. Dalam PKn. dari media elektronik seperti siaran TV. radio. dan negara. memahami. dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. guru perlu mengenal. film. Pada kegiatan belajar ini. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. A. Oleh karena itu. kontekstual. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket.

Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. keadaan yang ada di dalam masyarakat. Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. Misalnya. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. lembaga. sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. adat. alat audiovisual. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . organisasi. surat kabar. nasional. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Oleh karena itu.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. dan sebagainya. lingkungan sekitar. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. peristiwa. daerah. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. ipoleksosbudhankam. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. dan internasional. perpustakaan. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. bahan cetakan. Dengan demikian. orang. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. museum. dan lain-lain. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. (b) kunjungan studi.

Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . agama. pengarang. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. studi wisata. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. adat-istiadat setempat dari anthropologi. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. dan perkemahan. dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. pedagang. 1. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. wartawan. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. ras. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. 2. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. sejarahwan dan sebagainya. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn.(c) nara sumber. ketua RT/ RW.

informasi yang ada di masyarakat. majalah. film. fiksi. perpustakaan. ensiklopedi. Pertama. ensiklopedia. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). VCD. bukubuku yang bertema khusus. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. televisi. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. jika diilustrasikan dengan baik. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. peta dan atlas. seperti buku. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. radio. dan katalog kartu.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. dan sebagainya. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. seperti membaca buku sumber. • Nara sumber tidak perlu melawak. Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. tidak berat sebelah. dan publikasi pemerintah. majalah (periodicals). referensi tambahan yang menunjang. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. mengemukakan konsep baru. para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. catatan harian. menyajikan media audiovisual. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. kamus dan penggunaanya. bahan-bahan audiovisual. Demikian pula. bioskop. seperti biografi dan autobiografi. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. (2) sumber masyarakat (community). dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). Pada tingkat SD/MI. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. majalah (current periodicals). Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut.

surat kabar. almanak. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. memeriksa kebenaran informasi. Untuk temukan kata kunci dari topik. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. Pada bagian depan 2. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. Padahal. memperoleh pengertian tentang unit studi. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. atlas. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. Di dalam perpustakaan. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. indeks. 3. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. dan sebagainya. 4. dan memecahkan masalah. 2. Oleh karena itu. 4. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). lihat halaman bab. 3. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. Pada bagian belakang 2. Pertanyaan 1. ensiklopedi. aturan penggunaan perpustakaan. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. kamus. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. Ketika ingin mencari judul bab 4. Catat halaman dimana topik itu berada. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 .jawaban atas pertanyaan. dan rujukan lainnya. kartu katalog. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks.

Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. peta. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. Merdeka. surat kabar. buletin yang memuat isu-isu aktual. Gatra. liflet. surat kabar. Banyak majalah mingguan dan bulanan. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A. kerjakan latihan berikut ini. Media Indonesia. tabloid. Republika. buletin. Kompas. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. seperti Tempo. dsb. tabloid. Sebagai latihan. Dalam hal ini. pamplet. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Populer. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Pikiran Rakyat.

Balai Kota. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. Buku petunjuk telepon 3. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. hasil wawancara dan pembicara tamu. Membantu anda menemukan buku pada rak. catatan perjalanan lapangan. Rumah Sakit. politik. komunikasi. Pengadilan. pemerintahan. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . Katalog kartu 2. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis. sejarah. Halaman judul buku 9. Departemen Kesehatan Umum. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Nomor buku 7. budaya. Daftar bab buku. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Punggung buku Kedua.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. Atlas 8. transportasi. Ibu Kota Negara. Perdesaan. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. Perumahan. dan laporan survey masyarakat. Kamus 6. rekreasi dan permainan. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. dsb. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya. judul. guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. Ditemukan pada bagian belakang buku. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. Biografi 4. dan ekonomi. Selain itu. Indeks 5. Daftar isi 10. Daftar semua buku di perpustakaan. Daftar judul buku secara alpabetis. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Biro Cuaca. dan penerbit buku. Namun. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. Kolom B 1. perindustrian. Sebuah buku map. Kantor Pos. Kehutanan. Memberikan makna kata-kata. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas.

gambar bergerak seperti kartun. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. dan slides. Misalnya. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. station pemadam kebakaran. mengembangkan. Tergantung pada isi pesan. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. Dalam proses perencanaan. (2) peta. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey. Untuk siswa jenjang SD/MI. radio. bank. (3) rekaman. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan. Survey masyarakat. pusat-pusat kesehatan masyarakat. Ketiga. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. filmstrip. dan televisi. perkebunan. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. filmstrips. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. dan poster. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. grafik. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. atau merangkum suatu unit kajian. dan kantor-kantor pemerintahan daerah.

atau jarak tempat. orang. Ketika media ini digunakan secara tepat. Rekaman. uang. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. Misalnya. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Oleh karena itu. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. gubernur. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. wakil dewan. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. grafik.RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 . Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. bupati. (b) kunjungan studi. dan (c) nara sumber. tugas. peristiwa. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. keadaan yang ada di dalam masyarakat. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. Dalam PKn. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. lembaga.

radio. dan laporan survey masyarakat. dan televisi. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. perpustakaan. majalah (periodicals). Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. dan publikasi pemerintah. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). hasil wawancara dan pembicara tamu. (3) rekaman. memilih. dan slides. catatan perjalanan lapangan. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan. dan poster. (2) sumber masyarakat (community). grafik.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. filmstrips. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. (2) peta.

Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk. majalah D. daftar tabel 5. artikel internet 2. memeriksa kebenaran informasi C. catatan harian D.. kecuali: A.. membuat keputusan yang cerdas D. 1. buku B. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . ensiklopedi C. kamus 3.. peta C. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. buku teks 4.. majalah C. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. majalah B. surat kabar D. daftar isi C. kecuali: A..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. film B. kita dapat melihat: A. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A. katalog B. indeks D. mencari jawaban atas pertanyaan B.

perindustrian D. kecuali: A. kebudayaan B. untuk memperbaiki ekonomi D. daftar isi B. sejarah 9. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku.. Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. daftar pustaka D. survey B. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. indeks C. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui .. melaporkan data secara akurat D. untuk laporan kelas B. langsung dipublikasikan kepada umum C. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B. perjalanan lapangan D.. wawancara C. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .6.. merumuskan generalisasi C. mengkaji daftar isi 8. kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. kecuali: A. transportasi C.. bab demi bab 7.

terutama bagian yang belum Anda kuasai.x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 .100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .

C. A. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . diagram 8. D 4. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. pameran 7. penentu keberhasilan belajar PKn 2.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. B 5. D 6. C 9. C. B. A. B 7. C. Tidak memerlukan ruang gelap 9. D 8. C 2. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. Tes Formatif 2 1. Memerlukan listrik 10. C. A 3. B. audio-visual 6. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. D. A 10. D.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Sedangkan secara khusus. II. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. II. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. dan III. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. II.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. Dengan mengkaji modul ini. II. Secara umum. dan III. yakni Kelas I. II. diharapkan Anda mampu: 1. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. dan III.

2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. 5. konsep. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 4. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. apa. Terapkan prinsip.

Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. rumah. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). V dan VI). II dan III). peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). sebelum membahas tentang hal tersebut. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. Namun. perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan.

dan aktif. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. otentik. Melalui sistem pembelajaran terpadu. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. bermakna. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. 1996). fisik dan moral anak. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. dan III. – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. 1977. Joni. bermakna. Oleh karena itu. Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. berkembang secara terpadu. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. 1994:133). Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. II. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. dan otentik. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. keterampilan. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. sosio emosional.yang terkait pada kehidupannya. dan sikap (Wolfinger. Selanjutnya.

6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. toleransi. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 2) untuk memahami. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. mempelajari. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak. Dkk. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. 5) demi efisiensi. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. 2004).

Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . f. e. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik. b. d. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. 1983). e. f. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. b. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut.sentral kajian pembelajaran. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. c. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. c. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. a. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. d. (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI.

1. 1. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. ® kegemaran. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak. Membuat/memilih tema 2. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. ® kebersihan. dan keamanan. Semester 2: ® pengalaman. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. ® keluarga. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. Melakukan analisis indikator. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5. ® lingkungan. b. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. indikator dengan tema 4. c. tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. Melakukan penyusunan silabus 6. bermakna. kesehatan. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 . tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e.

kompetensi dasar. nama orang tua. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Melakukan analisis Standar Kompetensi.2.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. alamat. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. Contoh Standar kompetensi. Mengetahui nama.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. hasil belajar. Kompetensi Dasar. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. kompetensi dasar. sikap. dan jumlah anggota keluarga 2. dan keterampilan tertentu telah dicapai. indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2.

3.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 . Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1. toko. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. agama. dan suku bangsa 2.Menjelaskan hak anak untuk bermain.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2.

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. Dengan demikian. Kertakes. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. b.Pada kurikulum 2004. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Contoh Format Jaringan Indikator. IPA dan sebagainya. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). Matematika. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. Pendidikan Jasmani). Bahasa Indonesia. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. Matematika. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. 3. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. c. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. IPS. Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia.

bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. silabus 5. Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 .Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Contoh Format Jaringan Indikator. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel.

Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1. 2. Kelas/ Semester : ……………. 3 sampai pertemuan ke 6).. Sekolah : ……………. Media yang relevan Bentuk. baik yang berupa tes maupun non tes. afektif dan psikomotor). Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. Alokasi Waktu : …………( …. § Pengalaman Belajar. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. karakteristik... Jurnal. Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku.. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. penilai proses dan hasil. Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : ……………. dan jenis 6. kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari.Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran. termasuk di dalamnya portofolio.

. ……… (Kertakes) F. Kompetensi Dasar A. ……… (PKn) C.... ……… (Pengetahuan Alam) G. . .... ……… (Agama) B. ……… (Agama) B.I. (IPS) D.. .. . ……… (Bahasa Indonesia) E. . Materi Pembelajaran A.. ... . ... ……… (Pengetahuan Alam) G.. ... Indikator A. . Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 . ……… (Agama) B. ……… (Matematika) H. (IPS) D.. . ……… (Matematika) H.. .. . ……… (Penjas) IV. . . . ……… (Kertakes) F.... ……… (Penjas) III. ……… (Pengetahuan Alam) G... ……… (PKn) C.... ……… (Kertakes) F. . ……… (Penjas) II.. . ... . .. .. ... ……… (Bahasa Indonesia) E. ... ……… (Bahasa Indonesia) E... ……… (Matematika) H. (IPS) D. ……… (PKn) C.

: …………….. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : ……………. 224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI.. Pertemuan) I. : ……………. IPS ------------------------ ------------------------4... Penilaian § Tes ……. IPA ------------------------ ------------------------2.V.. § Non Tes ……. Materi Pembelajaran 1. Matematika ------------------------ ------------------------3. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Dsb. : …………( ….

Sumber Pembelajaran V. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini.III. Kegiatan Pembukaan 3. 1. lembar pengamatan diskusi 2. II dan III). V dan VI). Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3. Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan 2. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. 1. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. Penilaian Pembelajaran 1. Media Pembelajaran: 2. Kegiatan Penutup IV. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 . Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. tugas. sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. 2. Kegiatan Inti 4. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda.

dan memecahkannya diperlukan multiskill. bermakna. 5.3. otentik. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. d. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas. c. b. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. dan aktif. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. mempelajari. bermakna. 2) untuk memahami. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. e. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.1 sebagai berikut. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. Oleh karena itu. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. dan aktif. f. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. 5) demi efisiensi. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. otentik.

. Pembelajaran connected C. Bredekamp D. 1. Holistik B. Piaget C.. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3. Richmond 2. R. B. dikemukakan oleh . Abstrak D.. Pertimbangan efisiensi C. kecuali. Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal. Bagian dari kegiatan pembelajaran D. A. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5. A. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu . Bermakna C. Sentral kajian pembelajaran C. Dalam pembelajaran tematik.. A. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner.. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali.Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. A. Hanna B. Pemandu kegiatan pembelajaran B.. tema merupakan. Pembelajaran integrated B. Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 . kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. A... Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan .. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4.

Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Kompetensi dasar B. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C.6.. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. Guru dapat menghemat waktu 9. merupakan rumusan. Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D.. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10. Merumuskan Indikator D. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B. Standar kompetensi D. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. A. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus. Indikator C.. Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . A. Merumuskan kompetensi dasar C.. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D.. Menganalisis kompetensi dasar B.... Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” . Luas dan komprehensif B. Mewadahi minat siswa C. Hasil belajar 8.. A. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Membuat jaringan indikator 7.

terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Tingkat Penguasaan 90 % .89 % 70 % . Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini.79 % < 70 % = --------------------------------------------.100 % 80 % .Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas..

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

kesesuaian materi dengan lingkungan. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. topik. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. 5) shared. 6) webbing. membuat bagan arus kegiatan. dan aktif. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Oleh karena itu. 2) connected. Pada uraian di atas. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. otentik. bermakna. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. keterampilan. atau kebutuhan lingkungan setempat. 3) nested. 4) sequented. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. dan unit tematiknya. Pada kegiatan belajar 2. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu.

Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. dan emosional. Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. 9) immersed.threated. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). Atas dasar pertimbangan tersebut. dan III. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. dan integrated. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. II. sosial. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. 8) integrated. Oleh karena itu. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. Sekali lagi dalam model webbed. connected. Diantara ketiga model tersebut. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. a. yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.

buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. pengetahuan sosial (materi geografi). IPA. bangga bertanah air Indonesia. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. Hal iniPKn. Oleh karena itu. hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. Matrik 1. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. dan PKn. Setelah membuat jaringan Indikator.dialami. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. Kertakes. pengetahuan sosial (materi geografi). Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema. hidup tertib/disiplin. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Oleh pelajaran lain seperti Agama. dan kemajemukan.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. dan pendidikan jasmani. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. matematika. matematika. dan pendidikan karena itu. IPA. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 .

Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). mata pelajaran bahasa Indonesia. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat). pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya.membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . Pelaksanaan. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. dan penutup. Oleh karena itu. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. jenis. dan Penilaian. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. membuat/memilih tema. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. bentuk. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. pembukaan. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. dan sebagainya. kegiatan inti. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. metode. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. menyusun silabus. dan alat penilaian. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar.tanah Air. tidak mencemari hutan.

dialami. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. seperti kebhinekaan. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . kekayaan alam. majalah. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia.Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. dilihat. menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak.

Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 . kolase.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes .Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional. majalah. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1. Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku. bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus.

di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 . seperti kebhinekaan.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn. IPA.Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : ... keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat.. JP (. Matematika. Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat. Materi Pembelajaran 1. dialami. dialami. dan Kertakes I..... di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II. PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2. kekayaan alam. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Fragmented B. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran. Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Hal ini merupakan model.. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. Sequented C. Sama dengan pembelajaran terpadu D. Membuat bagan arus kegiatan C. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Webbed C. A. Connected D.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. Membuat jaringan topic/tema B. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D. 1. Connected D. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4. Kecuali A. Integrated 5. maka pembelajaran tematis … A. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C.. Kecuali . Webbed B.

Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri.. Membuat jaringan indikator D. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. kegiatan inti.. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A. Tahap persiapan B. 8. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . kecuali..6. disiplin di sekolah. Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. pembukaan. Tahap perencanaan D.. Membuat kompetensi dasar D. dan disiplin di masyarakat. A. Perencanaan B. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. Langkah kegiatan persiapan C. A. A. Kegiatan persiapan. Merumuskan indikator B.. langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. Penilaian. Merumuskan silabus 7. Intra mata pelajaran PKn C.. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C. Tahap pelaksanaan 10.. disiplin di rumah. Perumusan tema D. Pelaksanaan C. Membuat jaringan topik B. merupakan jaring laba-laba .

89 % 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai.100 % 80 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya.X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas. 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2. Tingkat Penguasaan 90 % .. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = --------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.

C 4.inti. 2. B 8. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. C 1. 7. B 2. D 5. 6. 4. pembukaan. A 10. A 3. B 9. 5. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. bermakna. 3. otentik. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. D 6. 10. 9. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 .KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. 8. B 7.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Dalam proses itulah. Oleh karena itu. 5. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. 2. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . Secara umum. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). Secara singkat. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. 5. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. nilai. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. 6 Madrasah Ibtidaiyah. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas.

melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. memilih dan memecahkan masalah. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 4. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. membawa siswa mengenal. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. Selain itu. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . apa. Terapkan prinsip. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. konsep.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 2. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.

Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . oleh rakyat dan untuk rakyat”. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Meskipun demikian. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. rasional. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. pengalaman praktis. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Kita mewarisi pemerintahan demokratis. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. emosional dan sosial. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan.1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini.

sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. dan SMA/MA. Meskipun demikian. Oleh karena itu. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. SLTP/MTs. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut.maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Khusus dalam pendidikan madrasah. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Contoh.

Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. nilai. materi pembelajaran.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. sbb. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi. Pertanyaan selanjutnya. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian. kompetensi dasar. Semester 1 No 1. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 .: 1.

ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. dan karya seni asli. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok.. peta. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . photografi.. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People .. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Kami Bangsa Indonesia .Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. Namun. marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut.. grafik. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis.

portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. 3. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Mengkaji pemecahan masalah. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . Dalam menilai portofolio. Membuat kebijakan publik. 2. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. meningkatkan keterampilan. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. 4.Dengan demikian. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. Membuat rencana tindakan. yakni kita semua. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. dengan bantuan guru serta para relawan. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. 5. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.

Seksi penayangan. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio.Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. b. c. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. d. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.

Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. tetapi tidak ditegakkan dengan baik.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. photo. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. peta. 2. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. karya seni asli. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. Rangkuman masalah secara tertulis. daftar sumber. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai. Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. dan sebagainya. grafik. papan buletin. atau pada empat kudakuda. 1. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. Seksi dokumentasi.

Misalnya. daftar isi. judul surat kabar. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. grafik. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. kartun politik. dan ilustrasi lainnya. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. c. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. photo. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. tabel statistik. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . atau hasil karya asli siswa. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta.- - - v 2.

Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. daftar isi. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. judul surat kabar. grafik. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. Misalnya. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. atau dapat juga dari karya asli siswa. Buatkan daftar isi untuk seksi ini. kartun politik. lukisan. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. c.1. tabel statistik. photo.

Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. judul surat kabar. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. atau membuat kebijakan siswa sendiri. atau dapat juga karya asli kalian. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Identifikasi sumber-sumber informasi. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. tabel statistik. photo. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. Setelah diperoleh kepastian. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. 1. c. kartun politik.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. grafik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. Penyajian ini dapat meliputi peta. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. Misalnya. lukisan. Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio.

Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. daftar isi. 1. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. b. Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. baik publik maupun swasta. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 .

Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. - pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. lukisan. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. judul surat kabar. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan.2. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. c. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. tabel statistik. baik publik maupun swasta. - kliping surat kabar dan majalah. Misalnya. photo. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. grafik. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kartun politik. daftar isi. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. dan ilustrasi lainnya. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. d.

Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal. yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. terpercaya. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan. Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik. Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 .4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan. digunakan kriteria berikut. Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi. Untuk menilai portofolio. dan portofolio keseluruhan (kelas). Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih.

(4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. rasional. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. (3) Substansi materi. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Oleh karena itu. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. emosional dan sosial. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. (2) kompetensi dasar. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. yakni: (1) Standar kompetensi. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang.

proses politik. (5) Membuat rencana tindakan. (3) Mengkaji pemecahan masalah. (2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 . Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. (4) Membuat kebijakan publik.

4. dan sosial 3. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Tanggung jawab warga negara C. intelektual. Rambu-rambu umum pembelajaran . pemikiran dan sikap B. Standar materi kewarganegaraan D. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. rasional. Kemampuan dasar B. kecuali: A. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Kecerdasan warga negara B. emosional dan sosial D. 1. intelektual. Pemecahan masalah warga negara 2. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Partisipasi warga negara D. Standar pencapaian 5. emosional. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Standar materi kewarganegaraan C. Rasional. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. Spiritual. Spiritual. Kemampuan C. Afektif. Indikator pencapaian D. sikap. pemikiran dan emosional C.

beragam dilihat dari segi keilmuan D. menarik secara estetika B. grafik. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. peta. kecuali: A. membuat kebijakan publik D. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. mengkaj pemecahan masalah C. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. membuat rencana tindakan 10. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. photografi yang: A. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . membuat kebijakan publik 9.6. bernilai seni tinggi 7. membuat rencana tindakan D. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. kejelasan C. mengumpulkan dan menilai informasi B. kelengkapan B. estetika D. menjelaskan masalah B. menilai kebijakan alternatif C.

x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . menetapkan metode. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. Selain Undang-Undang No. merumuskan materi pelajaran. Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. maka pada kegiatan belajar ini. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. yakni menetapkan tujuan. Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. dan merencanakan evaluasi. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI.

maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA). Sosial.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. Terdiri atas 54 pasal. dan budaya sekaligus. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah.disosialisasikan kepada para siswa. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Saat ini. dan Merendahkan Martabat Manusia. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) semangat yang universal. Selain pertimbangan hal tersebut. tidak Manusiawi.39/1999 tentang HAM. dan Konvensi Hak-hak Anak. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. dan Budaya. Didasarkan atas hal tersebut. sosial.

Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. terutama untuk item 1–5. Apabila hipotesis ditolak. Merumuskan tujuan Kedua. Memecahkan masalah Kelima.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 . sbb. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan. ialah kompetensi dasar 1. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM.yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb. Pertama.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang.: Pertama. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga.

Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Pertama.kembali ke langkah yang kedua. Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. Sebagai latihan. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. apabila Anda telah mendiskusikannya. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Baiklah. Kelima. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. Meskipun demikian. Kedua. Keempat. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. b. Kelima. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Ketiga. Menurut Armstrong (1996). 1996) memiliki langkah-langkah sbb.

Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 .1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif. dan keadilan prosedural. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah.Kelas VI. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda. keadilan korektif. Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda.

Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. tambahnya. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. Sekali waktu. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). Suatu ketika. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. Setelah Anda selesai membaca cerita ini. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. “ Kami cukup profesional”. kata sekelompok pria. jarak antar kota kecil cukup jauh. Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. Saat itu. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. warga kota berkomentar. Jaksa: Sersan. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. bekerjalah dengan teman Anda. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan.000. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara. “Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. Pada saat proses pemeriksaan. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan. Burhan menjawab. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. lima saksi yang saya tanya.000. Pada saat itu. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita.

Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu. Burhan menjawab.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. Anda harus belajar bertindak adil. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. “Burhan. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil. warga masyarakat setuju.. “Tidak mudah membuat keputusan ini. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini. Saya akan mengubah sikap. Pertama. Aparat hukum dari pihak kepolisian. kami menyayangimu. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. “Ya. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. ini tidak adil. Pak Burhan”. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini. Jaksa: Wah. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif.

Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. korektif. atau prosedural? Kemudian. Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Pertama. maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. 3. 4. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Seseorang yang ingkar janji 2. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. 2. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Alasan: …………………………………………………………………. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut... Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Alasan: ………………………………………………………………….Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna.. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat. Keadilan: ………………………………………………………………. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ……………………………………………………………….. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 . Keadilan: ……………………………………………………………….

jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Keadilan: ………………………………………………………………. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. Penting pula disadari. kelas kalian memecahkan jendela sekolah. korektif. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. a.Selama bermain waktu istirakat. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan. c. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. dan keadilan prosedural. Alasan: …………………………………………………………………. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. dan prosedural? Mengapa? B. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. b. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan. Tentu saja. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. keadilan korektif. 282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . d..

Memecahkan masalah. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. merumuskan materi pelajaran. yakni menetapkan tujuan. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. Kedua. Merumuskan tujuan. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. Ketiga. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. dan Kelima.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. antara lain: Pertama. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Keempat. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. (3) semangat yang universal. menetapkan metode dan evaluasi.

Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Materi HAM C. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A.. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. Materi pelajarannya mudah diserap B.. Merumuskan tujuan B. persoalan aktual di masyarakat C. Melaksanakan evaluasi akhir 2. Metode pembelajaran D. Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Model evaluasi 5. 1.. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. Merancang langkah-langkah metode C. Merumuskan materi pelajaran D. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B. Karakteristik siswa B. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. Untuk mengadakan proses pembelajaran. Sikap guru yang serius dan tegas C. kecuali: A.

mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . agar siswa mengetahui target hasil belajar C. tugas guru adalah: A. agar siswa punya minat belajar 9. agar siswa menyadari permasalahan B. merumuskan generalisasi C. mengajukan pertanyaan B. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. melaporkan data secara akurat B. latihan menghafal konsep 10. Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A. agar siswa dapat memecahkan masalah D. latihan berargumen B. memecahkan masalah D. penyajian data C. membuat kesimpulan 8. atau informasi lainnya. latihan berpikir C. grafik. membedakan antara fakta dan pendapat D. perumusan masalah B. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. mengemukakan masalah pokok C. menggali informasi D. menarik kesimpulan 7.6. latihan menemukan masalah D.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

C pemecahan masalah warganegara spiritual. C 4. D 6. D 10. B 3. emosional. D 2. D 5. B 8. C 9. C 1. D 4. A 9. B 7. A 6. A 7.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C 3. B 8. D 2. rasional. A 5. A 10. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 .

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. prinsip-prinsip penilaian. dan pengembangan instrumen penilaian.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. hakikat. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. memilih dan mempertimbangkan jenis. dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. 1. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. bentuk. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. mempertimbangkan. Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini. Pada modul sebelumnya. Oleh karena itu. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . memilih.

4. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Lebih jauh lagi. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. Prinsip penilaian pembelajaran 3. Terapkan prinsip.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 3. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 1. 5. konsep.

Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya. penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran. Sedangkan ulangan. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. pembelajaran. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. Sejak tahun 2007. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. jenis penilaian. dan masalah kewenangan penilaian. prinsip umum penilaian sesuai standar nasional. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . Dalam pendidikan.

Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). seperti ulangan harian. dan ulangan kenaikan kelas. Dengan prinsip belajar tuntas. akhir semester. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. tengah semester. fokus ulangan harian. Selain penilaian dalam bentuk ulangan. Dengan demikian. ulangan akhir semester (UAS).pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. Artinya. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. untuk memantau kemajuan. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. ulangan tengah semester (UTS). Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. melakukan perbaikan pembelajaran. apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal.

status sosial ekonomi. Sahih. e. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. a. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. d. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. Terbuka. Oleh karena itu. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. Objektif. c. Dalam hal demikian. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. Oleh karena itu. kriteria penilaian. b. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. Adil. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. yakni prosedur penilaian. berarti proses pembelajaran kurang baik. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. adat istiadat. budaya. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . dan gender. Oleh karena itu. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. Terpadu. suku.

misalnya. Teknik tes berupa tes tertulis. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. dan KD). penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. i. oleh satuan pendidikan. 3. observasi. Oleh karena itu. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. prosedur. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. dan oleh pemerintah. maupun hasilnya. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. Beracuan kriteria. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. baik dari segi teknik. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. (b) konstruksi. Akuntabel. Oleh karena itu. g. Selain itu. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. penugasan perseorangan atau kelompok. tes lisan. SK. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Dalam penilaian kelas. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan.f. Menyeluruh dan berkesinambungan. Oleh karena itu. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sistematis. Selain itu. dan tes praktik atau tes kinerja. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. h. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. Oleh karena itu. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. 2. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. 3. 5. perkembangan. baik berupa pilihan atau isian. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. konstruksi. bahasa. konstruksi. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. dan antartahun. prestasi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . antardaerah. 2.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. 4. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. 1. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. dan menjodohkan. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. dan bahasa. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. dan (c) bahasa. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. benar-salah. serta memiliki bukti validitas empirik. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. pelaksanaan. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung.

• Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian. 8. benar-salah. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda. 7. prinsip. Tabel 1. menjodohkan dll. jenis. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. penguasaan kompetensi. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian.6. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. penguasaan kompetensi yang ditargetkan.

dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. ulangan tengah semester. proses. Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. kompetensi lulusan. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan keterampilan. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. ulangan akhir semester. Selain itu. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi. dan penilaian pendidikan. dan (c) penilaian oleh pemerintah. Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. pengelolaan. kompetensi bahan kajian. ulangan. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . pendidik dan tenaga kependidikan. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. pengetahuan. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. dan ulangan kenaikan kelas. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). sarana dan prasarana. kompetensi mata pelajaran. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. pembiayaan. serta ujian. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)).

kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. kolusi. tanggung jawab sosial. Seni dan Budaya. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. berbangsa. demokrasi. kesetaraan gender. ketaatan membayar pajak. jiwa dan patriotisme. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. ketaatan pada hukum. Pada tingkat mata pelajaran. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. ulangan. bela negara. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. Kewarganegaraan. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). pelestarian lingkungan hidup. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. hak. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Untuk tingkat satuan pendidikan. dan (b) ujian. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. dan Pendidikan Jasmani. Akhlak Mulia. kemajemukan bangsa. dan bernegara. Bahasa.proses pembelajaran PKn.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kemajuan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). menengah. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. Secara khusus. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. kejuruan. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . 2) Kepribadian. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. ulangan akhir semester. dan memperbaiki proses pembelajaran. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif. a. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. dan ulangan kenaikan kelas (PP. Pemahaman berada pada domain kognitif. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. ulangan tengah semester. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. 3) Perilaku berkepribadian. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. menyusun laporan kemajuan hasil belajar.

dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. baik aspek kognitif. afektif. kategorisasi. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.karena itu. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Keempat. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. afektif maupun perilaku. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. mencakup aspek kognitif. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Ketiga. dan perilaku. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. yakni berupa angka prestasi. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. b. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. Pertama. 1. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kedua. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik.

Pada tingkat mata pelajaran. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. ulangan akhir semester (UAS). Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Terbuka. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Terpadu. Setelah itu. Beracuan kriteria. ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5. Kajilah Standar Isi PKn. Menyeluruh dan berkesinambungan. Dalam pendidikan. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. dan ulangan kenaikan kelas. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Akuntabel. Adil. Sistematis. seperti ulangan harian. Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . Sedangkan ulangan. Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Kemukakan. Objektif. ulangan tengah semester (UTS). ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn.

kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. 304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Dasar (KD). Untuk tingkat satuan pendidikan.

.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat... adil B.. A.. ulangan kenaikan kelas 5. A. 1.. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan . ketercapaian kompetensi C. penilaian pembelajaran D. ulangan kenaikan kelas 4. Prinsip penilaian ini dinamakan . aspek sikap dan nilai D. ujian nasional C. penilaian pendidikan C.. ulangan akhir semester D. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur.. kemampuan kognitif B. penilaian B.. A. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut. ulangan harian B. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. A. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 .. penilaian di luar kelas 2. ulangan tengah semester C. A... ulangan akhir semester D. perilaku moral sehari-hari 3.... ujian sekolah B. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan...

praktik C. prosedur. pemahaman D.. A.. sikap kepribadian B. A. Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. terbuka B.. penugasan B. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. pengamatan D.. artinya ... 8... B. A. jurnal 10. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek. baik dari segi teknik.. portofolio D. Prinsip penilaian ini dinamakan . tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. A. perilaku berkepribadian C. objektif D. objektif D. D. sistematis 7.. penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..6.... C. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. A. maupun hasilnya. observasi C. praktek C. terpadu 9. penilaian dapat dipertanggungjawabkan. tertulis B. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah. Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah . sahih C.

Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. Oleh karena itu. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Melalui kegiatan belajar kedua ini. Pada kegiatan belajar ini. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran. Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya.2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Oleh karena itu. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. jenis.

Sebagai acuan dalam penulisan soal. Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. KD. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut.yang akurat. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian.2 sebagai contoh). rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. khususnya KD 3. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. per tahun ajaran. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. 1. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Dalam contoh ini. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian. Meskipun demikian. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. sehingga menjamin validitas isi tes. atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan.3 dan 4. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester.

tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. melengkapi. dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah. Dalam satu periode pembelajaran. Butir soal bentuk pilihan-ganda. Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. dan ulangan kenaikan kelas. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . ulangan tengah semester. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya. Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. guru dapat melakukan beberapa kali tes. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal .2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian.1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4. ulangan akhir semester. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.3. Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2. Menghargai keputusan bersama 4. Artinya.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.

sampai Kelas 3 SD/MI. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Tabel 3. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Di samping itu. tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI. Namun. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. 2. Sebagai ilustrasi.

Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Sebagai contoh. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. seni dan budaya. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. (e) mengembangkan demokrasi. Meskipun demikian. bahasa. kemajemukan bangsa. pelestarian lingkungan hidup. dan (i) anti korupsi. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. kolusi. dan pendidikan jasmani. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. (h) membayar pajak. Oleh karena itu. konteks kehidupan seharihari. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. kewarganegaraan. (g) menaati hukum. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. (f) memiliki tanggung jawab sosial. jiwa dan patriotisme bela negara. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. dan tingkat perkembangan peserta didik. (b) meningkatkan kualitas diri. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. dan nepotisme. dan lain-lain. kesetaraan gender.

Menerima pendapat yang berbeda b. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. Berani bertanya d. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Tabel 4. bila terdapat lima aspek. Memaklumi kekurangan orang lain c. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Dengan demikian. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Bersikap Santun (SS) V. Menghindari permusuhan dengan teman c. Berani menyatakan pendapat c. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Tidak menghindari kewajiban b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c. Menunjukkan semangat berprestasi c. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. Berusaha ingin lebih maju d. Mengakui kelebihan orang lain d. Memelihara fasilitas sekolah a. Saling Menghargai (SM) IV. Berani bersaing b. Menaati tata tertib sekolah d. Tidak mudah menyerah b. Menerima nasihat guru b. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II. Menjaga perasaan orang lain a. Percaya Diri (PD) I. Kompetitif (KO) a.pilihan yang disediakan. Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response).

Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. ”ada sedikit indikasi” (skor 1). yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0).3. Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). Tabel 5. ”lebih banyak indikasi” (skor 2).

tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian.Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari.

hanya ranah afektif diukur dengan tes B.. A. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara.... Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari . A. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. non tes 3. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari. pengamatan C. 1. B. Hal ini penting karena . Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan .. Indikator pembelajaran B. aspek nilai kepribadian 2. Substansi materi pembelajaran 4.. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C.. aspek perilaku berkepribadian. skala sikap D. standar kompetensi C. D. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 . SK dan KD D.. Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian. C. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. kecuali: A. A. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. Tujuan pembelajaran C. indikator pembelajaran D. A.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5... substansi kajian setiap KD B.. aspek atau ciri kepribadian. tes hasil belajar B.

Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1. pada akhir semester D. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9. A. di dalam kelas setiap hari B. Benar salah 7. Minimal 10 butir D. A... Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D. Maksimal 10 butir 10.... Jawaban singkat C. Maksimal 50 butir C.. A. Kelas II 8. Pilihan ganda B. 2. A.. Melengkapi D..6. Minimal 50 butir B. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas . Kelas IV C.. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B.. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. Kelas III D. 3) adalah . Kelas V B. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. kegiatan semester terjadwal C.. Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

untuk menyamakan pemahaman Anda. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. Meskipun demikian. guru. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. dan orang tua. kepala sekolah. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. Pertama. dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. Untuk itu. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . Dalam hal ini. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

maupun perilaku. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. untuk siapa laporan itu ditujukan. peserta didik. Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. apakah sudah lulus atau belum lulus. kepala sekolah. Jasmani. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu. sekolah atau orang tua. afektif. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. atau kurang.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. Untuk mendapat informasi yang lengkap. atau mencantumkan nilai angka. guru. Kewarganegaraan dan Kepribadian. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. dan masyarakat. dan orang tua? Pada hakikatnya. Meskipun demikian. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. IPTEK. kepala sekolah. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. misalnya laporan tengah semester. afektif. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. Seni Budaya. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. guru. dan perilaku. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. semester. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. apakah sudah baik. akhir catur wulan. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. Bagi mata pelajaran PKn. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. sekolah. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Agar laporan itu tidak membebani guru. apakah guru. Olah Raga. atau tahunan. Dengan kata lain. cukup. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik.

fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. dan (4) memperbaiki strategi belajar.untuk sekolah. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. kuesioner atau angket. Selain dua bentuk laporan diatas. pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. orang tua. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . dan nilai/sikap. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. Dengan demikian. Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. bahkan minat serta bakatnya. Oleh karena itu. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. Untuk itu. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. kemampuan guru. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. keterampilan/praktek. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. misalnya aspek pengetahuan. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. wawancara dan pengamatan.

seperti pengetahuan/pemahaman konsep. Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. cukup. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. D (Kurang). Namun. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. seperti baik. C (Cukup). dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. B (Baik). kompleksitas. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. dan intake siswa. Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. Menurut Ghofur dkk. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. sarana pendukung.afektif. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai.

........2 1....................... Standar kompetensi : ....................... No................... Semester : ............ laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 ......................PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER................... Nama sekolah: ..... pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar...............KOMPETENSI DASAR Kelas : . Keterangan Ranah Perilaku : ................. Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua. Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ..... Kompetensi dasar/ Indikator 1....3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ..... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No...........1 1.................................... Ranah Kognitif : ........................................................... Kelas Nomor induk: ..................... Tahun ajaran : .............................. Dalam hal ini... No.................

Tahun ajaran: ............ Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik............. (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi........... dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar........ afektif dan perilaku..... Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini.... Kelas: .. Ranah Kognitif No....... Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut.. pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas...... Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga.. (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.. serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn................ satu sekolah....... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya........orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn. untuk semua mata pelajaran.................................. maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi........ : ........ Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran..... Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ............ Nama sekolah: ... Nomor induk: ... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai...... Semester: .......... No....................... Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap. Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No...... Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : ..... Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif.......................... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: .....

...... Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut... baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75.. Dari aspek kompetensi............... Nama sekolah: ........ Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik......... penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 ...... Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri.................. Ranah Kognitif: No.. Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No...... perilaku.......... Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100... Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi. 1............. 2..... Guru kelas: ... Jumlah peserta didik: ..... Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah... demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap.. laporan hendaknya meliputi ranah kognitif.... guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut... 2.......... Oleh karena itu....... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : ... pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin.. Dari laporan ini.prestasi belajar peserta didik. 1........... dan afektif... Nomor induk: ......... Tahun ajaran: ...

328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. Dalam hal ini. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. guru dan kepala sekolah. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. Meskipun demikian. afektif.minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. maupun perilaku. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. orang tua. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. Pertama. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. guru. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. dan orang tua. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Namun demikian. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. kepala sekolah.

setiap hari B. jumlah peserta didik C. sikap peserta didik D. setiap tahun 5.. disusun secara sistematis D. A. mengandung target yang telah dicapai 3. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. setiap semester D. penulis buku 2. Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. peserta didik dan orang tua B. mengandung aspek-aspek penting C. setiap catur wulan C. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. artinya … A. maka informasi harus lengkap dan akurat. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D. 1. kompetensi peserta didik B.. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 .Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. kepala sekolah D. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. guru C.

informasi esensial B. orang tua D. penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. kepala sekolah C.. ujian tertulis B.. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A. kompleksitas C. kecuali: A.. angket 9. informasi tambahan C.. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8. memotivasi diri agar belajar lebih baik D. esensial 10. guru B.6. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. masyarakat 7. sarana pendukung D. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . A. kuesioner C. Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A. Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. kurikulum B. wawancara D. Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk . mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C. penafsiran kuantitatif D.

x 100 % 90 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.

A tes hasil belajar 3. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. C objektif 7. B sahih 6. C SK dan KD 4.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. D Benar salah 7. 8. D 2. D 8. D 7. B ketercapaian kompetensi 3. C 9. baik dari segi teknik. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. maupun hasilnya. C pengamatan 9. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. prosedur. B Kelas IV 8. A 3. D aspek nilai kepribadian 2. A 5. C Minimal 10 butir 10. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. A 10. A ujian sekolah 5. A substansi kajian setiap KD 6. A penugasan 10. B 6. A ulangan harian 4. A penilaian 2. C 4.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 . Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini. Dengan kata lain. Dengan memahami isi KTSP tersebut. fungsi. mengkaji.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. tujuan. Sebagai guru profesional. Baiklah. meliputi pengertian. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. Tepat sekali. Pada modul mata kuliah yang lain. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan pelaksanaannya. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. menganalis.

Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. 5. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Lebih jauh lagi. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Terapkan prinsip. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 1. 4. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1.kemampuan sebagai berikut. mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. metode. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 3. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. konsep. strategi. 2. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Oleh karena itu. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP.

19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . Oleh karena itu. struktur. Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. dan pembiayaaan. pengelolaan. tenaga kependidikan. 20 Tahun 2003. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. Oleh karena itu. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). sarana dan prasarana.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini.

maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). standar pengelolaaan. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dengan kata lain. standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar pembiayaan. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. standar kompetensi lulusan . terampil. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. standar isi. standar proses. dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. standar sarana dan prasarana. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. sehat. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. aman. hak. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . kolusi. jiwa dan patriotisme bela negara. berbangsa. suku. dan nepotisme. dan sikap serta perilaku anti korupsi. dan memanfaatkan waktu luang 10. kesetaraan gender. ketaatan membayar pajak. bugar. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. Menunjukkan kegemaran membaca 9. negara. dan tanah air Indonesia 2. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. Menghargai keberagaman agama. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. ketaatan pada hukum. tolong-menolong. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. demokrasi. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7. pelestarian lingkungan hidup. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. kemajemukan bangsa. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. tanggung jawab sosial. Bekerja sama dalam kelompok. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. ras. budaya. dan bernegara.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. No 2. Berkomunikasi secara santun 8. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11.

e. dan pengembangan diri secara terpadu. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . keterampilan sosial. Berpusat pada potensi. nonformal dan informal. serta status sosial ekonomi dan gender. muatan lokal. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Oleh karena itu. perkembangan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. keterampilan berpikir. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kondisi daerah. sehat. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. dan jenjang serta jenis pendidikan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia. perkembangan. f. berilmu. kreatif. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. teknologi. keterampilan akademik. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. pengembangan keterampilan pribadi. dan seni. kebutuhan. budaya dan adat istiadat. dunia usaha dan dunia kerja. b. tanpa membedakan agama. a. teknologi. c. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. suku. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. cakap. kebutuhan. d. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.

SMA. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan. Demikianlah prinsip. berorganisasi. SMP. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . bernegara dan berpemerintahan.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. g. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. bermasyarakat. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). kalau ada. berbangsa dan bernegara. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. dimensi program ini bersifat formal. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. PT). Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa.

beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. pernah dilakukan penyesuaian content. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. SMP. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Ketiga. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Kedua. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen.memadai. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Keempat. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Untuk SD dan SMP. Sedangkan untuk SMA.

maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Instrumen nasional dan internasional HAM. 1. Dari aspek content. Kebebasan berorganisasi. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Sumpah Pemuda. Sistim hukum dan peradilan nasional. Sistem pemerintahan. Cinta lingkungan. Prestasi diri . Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. penghormatan dan perlindungan HAM 4. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. baik PKn SD. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Pemerintah pusat. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Partisipasi dalam pembelaan negara. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Norma. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Norma yang berlaku di masyarakat. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hukum dan peradilan internasional 3. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Demokrasi dan sistem politik. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Pemajuan. Tata tertib di sekolah. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Dampak globalisasi. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintahan daerah dan otonomi. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Menghargai keputusan bersama. Kekuasan dan Politik.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Harga diri sebagai warga masyarakat. Peraturan-peraturan daerah. hukum dan peraturan. Persamaan kedudukan warga negara 5. Budaya politik. dan Mengevaluasi globalisasi. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). (3) Hak asasi manusia. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. (2) Beragam dan terpadu. (5) standar sarana dan prasarana. (4) Kebutuhan warga negara. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (6) Belajar sepanjang hayat. (2) standar proses. (8) standar penilaian pendidikan. berbangsa. (6) standar pengelolaaan. hukum dan peraturan. hak. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. perkembangan. dan seni. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. (6) Kekuasan dan Politik. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. (3) standar kompetensi lulusan. terampil. (5) Konstitusi Negara.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. teknologi. (7) Pancasila. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan bernegara. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan (8) Globalisasi. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (2) Norma. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. kebutuhan. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. (7) standar pembiayaan.

Standar Tenaga Pendidik 3. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B.. PP Nomor 19/2005 C. A. Permendiknas Nomor 23/2006 2.. perkembangan. A. UU Nomor 20/2003 B. Beragam dan terpadu C.. 1. Berpusat pada potensi. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam . Standar Isi D. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5. kebutuhan.. kecuali: A. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan..... dan seni D. teknologi. Indikator pencapaian D.. Ruang lingkup materi Norma. Standar Kompetensi Lulusan B.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . Ruang lingkup materi PKn C... A.. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum . hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan .. Permendiknas Nomor 22/2006 D. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B. Tujuan mata pelajaran PKn B.. Standar Penilaian C. Dalam Standar Isi diatur tentang .. A. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D..

.... Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan . kompetensi kewarganegaraan 9. HAM C. sikap kewarganegaraan 8. pengetahuan kewarganegaraan D. A. pengetahuan kewarganegaraan D. A..6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada .. Pancasila D... moral kewarganegaraan C. pembangunan karakter bangsa B. A. moral kewarganegaraan C. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada . Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan . Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . moral kewarganegaraan C. nilai kewarganegaraan B.. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A. pengetahuan kewarganegaraan D. A. nilai kewarganegaraan B. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7.. Kekuasan dan Politik B... pembentukan sikap kepribadian D. kompetensi kewarganegaraan 10. memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C. nilai kewarganegaraan B.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan sumber/bahan/ alat belajar. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. penilaian. alokasi waktu.2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. kompetensi dasar. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. Anda telah diperkenalkan dengan landasan. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. materi pokok/pembelajaran. struktur dan materi pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Dalam konteks pembelajaran. indikator. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya.

silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. SMA. MA. atau (4) Dinas Pendidikan. dan MAK. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Komponen SILABUS 1. dan SMK. Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. Kompetensi Dasar 3. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. MTs. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Standar Kompetensi 2. Kegiatan Pembelajaran 5.kompetensi untuk penilaian. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Namun. SMP. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. yakni KTSP. atau madrasah dan komite madrasah. Oleh karena itu. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. untuk tingkat sekolah. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini.

materi pokok/ pembelajaran. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. psikomotor). keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. emosional. sumber belajar. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. taat asas) antara kompetensi dasar. indikator. cakupan indikator. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. • Memadai Artinya. Alokasi Waktu 8. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. • Menyeluruh Artinya. kegiatan pembelajaran. • Sistematis Artinya. kedalaman. dan spritual peserta didik. pendidik. sosial. • Aktual dan Kontekstual Artinya. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif.6. afektif. dan sistem penilaian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . cakupan indikator. • Fleksibel Artinya. materi pokok/ pembelajaran. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Penilaian 7. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. materi pokok/ pembelajaran. • Ilmiah Artinya. teknologi. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. kegiatan pembelajaran. cakupan. intelektual. sumber belajar. • Relevan Artinya. dan peristiwa yang terjadi.

sosial. 1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 2. 5. 4. emosional. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. intelektual. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Dalam mengidentifikasi materi pokok. dan spritual peserta didik. tingkat perkembangan fisik. 5. b.Dalam mengembangkan silabus. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 6. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. b. c. 2. relevansi dengan karakteristik daerah. 7. kebermanfaatan bagi peserta didik. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. 6. kedalaman. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. dan keluasan materi pembelajaran. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. c. 3. Aktualitas. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. struktur keilmuan. potensi peserta didik. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. 7. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. 8. 4. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a.

Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap.8. lingkungan. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. perilaku. dan bertindak secara konsisten. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). menganalisis. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. 2. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. pengetahuan. kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. 3. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. alokasi waktu . Dalam mengembangkan indikator. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. seperti: 1. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. satuan pendidikan. Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. kesinambungan (kontinuitas). dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. dan keterampilan. berpikir. peserta didik dengan guru. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

alam. Menggunakan acuan kriteria c. nara sumber. pengamatan kinerja. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. dan indikator pencapaian kompetensi. keluasan. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sosial. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan penilaian diri. yang dilakukan berdasarkan indikator b.pengambilan keputusan. serta lingkungan fisik. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. dan budaya. kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. penggunaan portofolio. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. sikap. kedalaman. tingkat kesulitan. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8). Baik. Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dan evaluasi rencana pembelajaran. Selanjutnya. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.Dalam bentuk tabel. dilaksanakan. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . dievaluasi. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.

: 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI). Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI. Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI . • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI..2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. • Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia. • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia. Bandung.

Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI.

dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. (2) Standar Kompetensi. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Sumber Belajar.Materi Pembelajaran. Mencantumkan identitas. materi ajar. Oleh karena itu. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 . laboratorium.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Kompetensi Dasar. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. metode pengajaran. dan Penilaian.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. sumber belajar. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Metode Pembelajaran. Bagi guru. dan penilaian hasil belajar. Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran.

kegiatan inti. kegiatan pendahuluan/pembuka. bentuk instrumen. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. D. narasumber. 359 . Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.B. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. C. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. E. Akan tetapi. Oleh karena itu. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Oleh karena itu. G. F. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. lingkungan. pengarang. media. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. dan kegiatan penutup. kegiatan inti. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. alat. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Misalnya. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Pada dasarnya. dan halaman yang diacu.

....... : ..... : ...................... Metode Pembelajaran D... RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut........................ Sumber Belajar F................... tes unjuk kerja.... x 35 menit (… pertemuan) A.......... Selanjutnya... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.......... mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut....................... : .. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : .............. Tujuan Pembelajaran B. : ............ Dalam bentuk sistimatika.......................... Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)...... Materi Pembelajaran C... 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ........ Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E....uraian............... : .. : .......

... Menjelaskan makna NKRI dengan benar.. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : .. b.. 4. penugasan... 5. Metode Pembelajaran Pengamatan.. praktik. 5. diskusi...... Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 .. Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI... Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1. Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).. Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI... ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. 3.. 3. Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan. Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh... Makna NKRI dengan benar. Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar. 4.. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.. 2. Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata..... Materi Pembelajaran : 1... tanya jawab. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Kegiatan Awal (10 menit) a. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI....... Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI.... 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia. Kesatuan wilayah negara Indonesia. 2.....

Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan Akhir (10 menit) a. a. 3. b. Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. Kegiatan Inti (50 menit) a. b. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. 2. d. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi. 3. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. b. Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. e. a. Kegiatan Inti (50 menit) a. pembelajaran. Kegiatan Awal (10 menit) a. c. Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. Siswa membuat rangkuman. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. c. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru.2. c. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. b.

N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga. 3. 4. 5. Polisi.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. kisi-kisi soal. lembar kerja siswa (LKS). Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. butir soal. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). 1. dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. Penerbit Cempaka Putih. bagan. dan TNI. TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). 2. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out. peta konsep. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. buku siswa). Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3.

(4) Konsisten. dan (8) Menyeluruh. (6) Aktual dan Kontekstual. (7) Fleksibel. (6) Menentukan Jenis Penilaian. Dalam konteks pembelajaran. penilaian. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. Rangkuman Dalam pengertian kamus. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. Susun pula RPP untuk KD tersebut. dan (8) Menentukan Sumber Belajar. (3) Sistematis. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran.Latihan: 1. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. dan sumber/bahan/ alat belajar. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. (5) Memadai. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. alokasi waktu. atau (4) Dinas Pendidikan. indikator. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (7) Menentukan Alokasi Waktu. laboratorium. (2) Relevan. kompetensi dasar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. Dalam mengembangkan silabus. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. kegiatan pembelajaran.

Fleksibel D. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 . rencana pembelajaran B.. 1. A.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat... kompetensi dasar 3. Dalam konteks pembelajaran.. A.kecuali: A.. Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. kelompok kerja guru (PKG/MGMP).. standar kompetensi 2. Guru Kelas/mata pelajaran D.. materi pokok/pembelajaran C. standar kompetensi B. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh.. ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Secara operasional. Guru dan Kepala sekolah 4. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. Memadai B.. A.. D. Aktual dan Kontekstual C. Dinas Pendidikan C. pada hakikatnya silabus adalah. silabus dikembangkan oleh . kepala sekolah dan dinas pendidikan 5.. tujuan pembelajaran D. kecuali: A. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. afektif. guru kelas/mata pelajaran B... materi pokok/pembelajaran C. tujuan pembelajaran D.

. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. konsisten 7.. kecuali: A.. potensi peserta didik. satu standar kompetensi B. aktualitas. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . A. kebermanfaatan bagi peserta didik C. Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8.. kecuali: A. satu kompetensi dasar C. Aktual dan Kontekstual C. ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus. relevansi dengan kebutuhan guru 9.. keluasan materi pembelajaran B... kedalaman kompetensi dasar D. kedalaman. satu indikator/tujuan pembelajaran D.. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C. Fleksibel D.. A.. Mengkaji dan Menentukan SKKD B. dan keluasan materi pembelajaran D.. B. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah .6. jumlah tujuan yang akan dicapai C. A. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. RPP dikembangkan dari setiap . Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D. Dalam mengidentifikasi materi pokok. satu mata pelajaran 10. sistematis B..

100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

Indikator pencapaian 4. PP Nomor 19/2005 2. relevansi dengan kebutuhan guru 9. C. D. A. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. D. C. D. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. tujuan pembelajaran 3. sistematis 7. Menyeluruh 6. D. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. A. rencana pembelajaran 2. Standar Isi 3. satu kompetensi dasar 10. kompetensi kewarganegaraan 10. moral kewarganegaraan 8. A. B. A. A. A. A. A. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. C. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. nilai kewarganegaraan 9. B. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. D. pembangunan karakter bangsa 7. D. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . B.

bebas. system pemerintahan. jujur dan adil. jujur dan adil. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. sering disebut “luber dan jurdil”. proses pengambilan keputusan. rahasia. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. rahasia. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. umum. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. bebas. sering disebut “luber dan jurdil”. umum. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung.

sikap dan kemampuan guru. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. perubahan dalam struktur ekonomi. . dan sebagainya. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. perubahan teknologi dan informasi. perbaikan demokrasi konstitusional.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. perubahan fungsi keluarga. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. proses pengambilan keputusan. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. iklim sekolah. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. system pemerintahan.

katalog. Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target).Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. kalender. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. fotografi. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. atau pun gambar sket. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. fotocopy. iklan dan poster. buku. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). slide. Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 . Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). surat kabar. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip.

hukum. umum. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. bebas. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. Inkuiri : proses penelitian.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. mempertanyakan. sikap. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. memecahkan masalah. sering disebut “luber dan jurdil”. Pemerintah. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. rahasia. jujur dan adil. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. memantau pelaksanaan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal). Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda.Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. isi.

Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. penilaian. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. indikator. kompetensi bahan kajian. laboratorium. kompetensi mata pelajaran. materi pokok/pembelajaran. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan keterampilan.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. pengetahuan. Dalam konteks pembelajaran. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan sumber/bahan/alat belajar. alokasi waktu. kompetensi dasar.

Branson. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Valuing. The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network. Jakarta. A.). Ditjen PLP. Depdiknas. Politics. James.DAFTAR PUSTAKA A. Dikdasmen Depdiknas. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. (1992). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. (alih bahasa: Ernest Barker. New York: Prentice Hall. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. Puskur – Lemlit UPI. Kosasih Djahiri. Dkk (2004). and Decision-Making. Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. Dikdasmen. SMP/MTs. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). Jakarta. Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Jakarta. (1990). The Future of Democracy. A. New York: Oxford University Press. dan SMA/MA (Laporan Penelitian). Calabasas: CCE. (1994). Ditjen PLP. Laurie. Abdullah (Ed. revisi R. Dikdasmen. Abdul Azis Wahab (1996/1997). STIA –LAN Bahmueller. ERIC/Poland book. Atwi Suparman. Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Depdiknas. Ditjen PLP.Kosasih Djahiri (1985).F. Banks. Anonim ( 2005). (1997). Valuing. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . and Decision-Making. (1977). (1995). Anonim ( 2005). A. (1996). New York: Longman. Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. Brady. Charles F. (1978). (1998). (1990). Ahman.Kosasih Djahiri. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Banks. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). Margaret Stimmann. Stanley). Alamudi. Curriculum Development. Aristotle. James.

Miriam. Richard A. Sept. Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. (tidak diterbitkan) Fraenkel.. Calabasas. Journal CIVITAS. Ghofur. Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. Authority: Foundation of Democracy. Djemari (Tim Pengembang). Departemen Pendidikan Nasional. (1981). New Jersey: Prentice Hall Inc. Jakarta.. Jakarta: Depdiknas Gronlund. (2007). (1991). (1988). Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. California. We The People . Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. We The People . California... (1989). Dasar-Dasar Ilmu Politik. We the People. CICED. Inc. (2007). Jack R. (1996). PT Gramedia.2 No. Project Citizen: Teacher’s Guide. Center for Civic Education.Project Citizen. Budiardjo. 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Jakarta: PT. Project Citizen: Teacher’s Guide. (1996). Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). Norman E.. Miriam. New York: Macmillan Publishing Co. (1998). Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Upper Elementary. Boston: Allyn Bacon. Dasar-Dasar Ilmu Politik.5. Center for Civic Education. (fourth edition). (1980). Measurement and Evaluation in Teaching. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. Abdul dan Mardapi. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian.-Oct. Jakarta. David W. The Art of Teaching Democracy: the Practice. (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998). (2007). Action in Elementary Social Studies. (2000). Gramedia.Budiardjo. (Cetakan XI). Ditjen Dikdasmen (1989/1990). Van.. Calabasas.. Couto. (1997). Cleaf. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. CCE. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Departemen Pendidikan Nasional. (2006). (1998). Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI. V. Center for Civic Education. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Center for Indonesian Civic Education. Departemen Pendidikan Nasional.

Bandung: Laboratorium PKn UPI. (1980). John. Inc. UK: Cambridge University Press. in Carpenter. Christol. (9th Edition). Inc. (1989).) Skill Development in Social Studies. Leppert. Jakarta. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum. (2003). Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Anderson. Helen (Ed.) Social Studies in Elementary Schools. Achmad .C. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Content in the Social Studies. (1998). Social Studies in Elementary Education. Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945.(1998). Djemari. Ella C. Locating and Gathering Information. Gaskin). Michaelis (Ed. Huntington. Washington: NCSS.McGraw-Hill. Leviathan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Jarolimek. (2002). Two Treatises of Government. New York: Oxford University Press. Direktorat Dikmenum. Walter C. Paul R. John and Parker. Depdiknas. Dalam John U. New York: Macmillan Publishing Company. Locke. Sapriya dan Winataputra. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Introduction to Political Science. Greene. Michaelis. London: Touchstone Books.Hanna. John U. Mardapi. (alih bahasa dan editor: J. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). Section One: Generalizations from the Social Sciences. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. Cambridge. and Lee. Safari. (1983). Thomas. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . (1960/2000). Sanusi.). (1998). (2005). New Jersey: Prentice Hall. (7th Edition). Washington: NCSS. Undang-Undang No. (4th Ed. (1993). Rodee. Hobbes.A. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. (1962). 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. (Unpublished). Republik Indonesia. John R. (1963). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Samuel P.

(1988) Children and Their World. Changing the Curriculum. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student. Taylor. Tahun 14 Nomor 1. V. dan Sapriya. Remadja Rosda Karya. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). Metodologi Sejarah. The Art of Teaching Democracy: the Theory. November 2003.5. (1968). Tyler. Winataputra. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. (1976). (2001). Tahun 12 Nomor 2. Ditjen Dikti. Chicago: Chicago University Press. Somantri. Sept. P. (1949). Mei 2005.Oct.). David A & Mallan. London: University of London Press. Basic Principles of Curriculum and Instruction. in Kerr. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. John T. (1998). ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Cynthia Szymanski and Haas. Udin S. Veldhuis.. Columbus: Merril Publishing Company. The Art of Teaching Democracy: the Theory. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Journal CIVITAS. Helius. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Mary E. Nu’man. Jakarta: Depdikbud. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. (1976). Civics: Citizens in Action. (2005). (1998). in Teacher as Innovators. Ruud. Paris: OECD Publications. Veldhuis. Designing the Curriculum. Welton. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT. London: Open Books. Boston.). The Free Encyclopedia.F. Long. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS.2.W. Skilbeck. Sapriya. Journal CIVITAS. Sept. Tahun 14 Nomor 1. V. (1990). Wikipedia. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Lott. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed.5. Ruud. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. J. Sockett. Sjamsuddin.Oct. http://www. H. Turner. Sunal.H.. (1996). (ed. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bowes. R.org.2. M. (2005). Dallas: Houghton Mifflin Company. No. Mei 2005. No.wikipedia. (1993).Sapriya. (2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

dan PGSD. penerbit Alfabeta. Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. Konsep Dasar PKn (2008). Master of Education (M. PIPS. 2011. Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan.Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Selain mengajar. Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. pada tanggal 20 Agustus 1963. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). dan pendidikan S-2. Jawa Barat. Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). Lahir di Sumedang. LA.). Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). Buku yang pernah ditulis antara lain. Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) . asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s.Ed. California USA tahun 2001.) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). PIPS dan Pendidikan Dasar. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006). dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. La Trobe University.d. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). Konsep Dasar IPS (2008). sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). di School of Education. ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007). sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). Pendidikan Kewarganegaraan (2003). Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). sekarang). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . 2006-2009). Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010. Jenjang S2 Program Studi PKn.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->