19PEMBELAJARANPKN2

Prof. Dr. Sapriya, M.Ed.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PEMBEL A J A R A N [ PKn ]

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA Tahun 2012

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. Tata Letak & Cover : Rommy Malchan

Hak cipta dan hak moral pada penulis Hak penerbitan atau hak ekonomi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Tidak diperkenankan memperbanyak sebagian atau seluruhnya isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seizin tertulis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Cetakan Ke-1, Desember 2009 Cetakan Ke-2, Juli 2012 (Edisi Revisi) ISBN, 978-602-7774-18-6

Pengelola Program Kualifikasi S-1 melalui DMS

Pengarah : Direktur Jenderal Pendidikan Islam Penanggungjawab : Direktur Pendidikan Tinggi Islam Tim Taskforce : Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA. Prof.Ahmad Tafsir Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA. Prof. Dr. H. Achmad Hufad, M.E.d. Dr.s Asep Herry Hemawan, M. Pd. Drs. Rusdi Susilana, M. Si. Alamat : Subdit Kelembagaaan Direktorat Pendidikan Tingggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI Lt.8 Jl. Lapangan Banteng Barat Mo. 3-4 Jakarta Pusat 10701 Telp. 021-3853449 Psw.236, Fax. 021-34833981 http://www.pendis.kemenag.go.id/www.diktis.kemenag.go.id email:kasubditlembagadiktis@kemenag.go.id/ kasi-bin-lbg-ptai@pendis.kemenag.go.id

ii

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah melalui Dual Mode System— selanjutnya ditulis Program DMS—merupakan ikhtiar Direktorat Jenderal Pendidikan jabatan di bawah binaannya. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga tahun ini, dengan sasaran 10.000 orang guru yang berlatar belakang guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah.

terlebih di daerah pelosok pedesaan. Sementara pada saat yang bersamaan, konstitusi pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 Tahun 2007, dan PP No. 74 Tahun 2008) menetapkan agar sampai tahun 2014 seluruh guru di semua jenjang pendidikan

Program DMS dilatari oleh banyaknya guru-guru di bawah binaan Direktorat Jenderal

Dalam situasi demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupaya melakukan terobosan dalam bentuk Program DMS—sebuah program akselerasi (crash program) di jenjang pendidikan tinggi yang memungkinkan guru-guru sebagai peserta program pembelajaran tatap muka (TM) dan pembelajaran mandiri (BM). Untuk BM inilah proses pembelajaran memanfaatkan media modular dan perangkat pembelajaran online (elearning).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

secara individual melalui perkuliahan regular. Selain karena faktor biaya mandiri yang relatif membebani guru, juga ada konsekuensi meninggalkan tanggungjawabnya dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas.

iii

Pendek kata, kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

dilakukan dengan melibatkan para pakar/ahli yang tersebar di LPTK se-Indonesia, dan selanjutya hasil review diserahkan kepada penulis untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Dengan keberadaan modul ini, para pendidik yang saat ini sedang menjadi mahasiswa agar membaca dan mempelajarinya, begitu pula bagi para dosen yang mengampunya.

Buku yang ada di hadapan Saudara merupakan modul bahan pembelajaran untuk mensupport program DMS ini. Jumlah total keseluruhan modul ini adalah 53 judul. Modul edisi tahun 2012 adalah modul edisi revisi atas modul yang diterbitkan pada tahun 2009. Revisi dilakukan atas dasar hasil evaluasi dan masukan dari beberapa LPTK yang

Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah swt. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar upaya-upaya kecil kita bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya manusia secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, Juli 2012

Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA

iv

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................. v SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn .......................................................... 1 TINJAUAN MATA KULIAH........................................................................................ 7 PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN .............................................. 11 Pengertian, Tujuan, dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan . ....................... 13 Pengembangan Konsep, Nilai, ............................................................................. 23 Moral, dan Norma Dalam PKn. ............................................................................ 23 Dimensi Pembelajaran PKn.................................................................................. 37 MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN.................................. 53 Karakteristik Materi PKn ...................................................................................... 55 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn........................................................... 69 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn........................................................... 91 Desain Pembelajaran PKn. ................................................................................... 93 Model Pembelajaran PKn................................................................................... 109 METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN......................... 129 Strategi dan Metode Pembelajaran PKn. ........................................................... 131 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn ........................................................ 151 MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN....................................................... 169 Media Pembelajaran PKn................................................................................... 171 Sumber Pembelajaran PKn ................................................................................ 195

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH......................... 211 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah . ................................... 213 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah...................................... 231 DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI............................ 253 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. ........................................................ 255 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi.......................................................... 273 PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn ....................................................................... 291 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian................................................................................................. 293 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn. ................................. 309 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran............................................................ 321 PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn . ................................... 335 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas........ 337 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn.......................................... 349 GLOSARIUM........................................................................................................ 369 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 375 TENTANG PENULIS.............................................................................................. 379

vi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

SILABUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PKn

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 

spiritual. Sapriya. (4) Pengembangan Pendekatan dan Metode Pembelajaran. (9) Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP. Identitas MK Nama Mata Kuliah Bobot SKS Kode Mata Kuliah Mata Kuliah Prasyarat Kode Dosen Pengembang : Pembelajaran PKn :3 : : Konsep Dasar PKn : : Dr. emosional. (8) Penilaian Pembelajaran PKn. M.Ed. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Deskripsi MK : Mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] B. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 15 Januari 2009 . (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi . SKMK : Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. File Sapriya. (8) Pengembangan desain dan model pembelajaran konsep globalisasi dan kerjasama antarbangsa. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah . maka cakupan materi dalam mata kuliah ini meliputi: (1) Paradigma baru PKn . SILABUS 1 A. C. Sesuai dengan itu. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn . serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn .

2 Pengembangan Konsep. Nilai. pengembangan Konsep. prinsip. contoh.1 Pendekatan dan metode pembelajaran PKn 4.2 Pengembangan model pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 4 Mahasiswa menguasai metode pembelajaran PKn 1. Nilai. dan dimensi PKn. Mengembangkan pendekatan dan metode pembelajaran PKn 2. dan karakteristik media dna sumber Tertulis pilihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 5 Mahasiswa menguasai prinsip 1. dan prosedur pendekatan dan metode pembelajaran PKn untuk MI.E.1 Karakteristik materi PKn 2. Menguraikan konsep. percontohan. teori.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn 3. Garis Besar Program No.3 Dimensi Pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda KD (4) (5) Indikator PB/SPB Kegiatan Pembelajaran Estimasi Waktu (7) No. dan dimensi PKn 1. Moral dan Norma PKn 3. ilustrasi. tujuan. Nilai. Moral dan Norma PKn 1. Mengembangkan desain pembelajaran PKn 2. Mengidentifikasi karakteristik materi PKn 2. Menguraikan jenis. Mengembangkan model pembelajaran PKn Pengembangan Materi Pembelajaran PKn 2. Mengembangkan metode pembelajaran PKn berbasis portofolio Pengembangan Metode Pembelajaran 4. Mengembangkan materi pembelajaran PKn MI Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn dengan merujuk pada prinsip KTSP dan Standar Isi (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Mengembangkan Konsep. Moral dan Norma serta dimensi pembelajaran PKn Menguraikan konsep. (3) Paradigma Baru PKn 1. dan latihan tentang pengembangan materi pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda 3 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan materi pembelajaran PKn Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 1. Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn 1.2 Pengembangan Metode PembelajaranPKn berbasis portofolio Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Tertulis pilihan ganda Menguraikan jenis.2 Pengembangan Materi Pembelajaran PKn MI Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn 3. tujuan. prinsip. dan dimensi PKn 2. Mengembangkan media pembelajaran PKn File Sapriya. tujuan. Rujukan (8) (1) (2) Bentuk Asesmen (6) 1 Mahasiswa memahami paradigma baru PKn 2 1. 15 Januari 2009 2  . latihan tentang pengertian.1 Pengertian. Menjelaskan pengertian.

Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Menjelaskan Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Menjelaskan PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Mengembangkan silabus dan RPP pembelajaran PKn File Sapriya. Tertulis pilihan ganda Menguraikan konsep. Mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 7 1. Mengembangkan sumber pembelajaran PKn 6 1. latihan tentang sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas dan hakikat pembelajaran PKn dalam KTSP. 2.2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Penilaian Pembelajaran PKn 8.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.1 PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 9. 3. teori. ganda Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas tinggi.1 Pengembangan desain pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 6. 9 1. percontohan.2 Prinsip penilaian pembelajaran 8.3 Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Pengembangan Kurikulum PKn dalam KTSP 9. dan latihan tentang pengembangan penilaian pembelajaran PKn Tertulis pilihan ganda Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn Kelas Rendah 6. Tertulis pilihan ganda pembelajaran PKn untuk MI. Mahasiswa mengembangkan kurikulum PKn sesuai dengan prinsip KTSP 2. 2. 5.1 Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 8. Tertulis pilihan ganda pengembangan media dan sumber pembelajaran PKn 2. ilustrasi. Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah 2.2 Pengembangan silabus dan RPP PKn Menguraikan konsep. 15 Januari 2009 3 .2 Pengembangan model pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 7.2 Pengembangan Sumber pembelajaran PKn Menguraikan desain dan model pembelajaran PKn untuk MI pada jenjang kelas rendah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 8 Mahasiswa menguasai prinsip pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Mahasiswa menguasai prinsip penilaian pembelajaran PKn 1.1 Pengembangan Media pembelajaran PKn 5. contoh.

spiritual. Pemetaan Konsep Meningkatkan kemampuan profesional guru kelas MI dalam pembelajaran PKn melalui penguasaan teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogically content knowledge) untuk mendukung meningkatkan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual.F. 15 Januari 2009 4  . emosional. 1 3 4 5 6 7 2 8 Penilaian Pembelajar an PKn 9 Paradigma Baru PKn Pengembanga n Materi Pembelajaran PKn Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn Pengembanga n Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah Pengembanga n Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pengemban gan Kurikulum PKn dalam KTSP Mahasiswa menguasai Pembelajaran PKn MI Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] File Sapriya. maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

(8) Penilaian Pembelajaran PKn. (7) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. Untuk mencapai tujuan di atas. Bahan belajar untuk mata kuliah Pembelajaran PKn MI ini menguraikan sejumlah kompetensi tentang pengembangan pembelajaran yang didukung oleh teori dan model pembelajaran PKn sebagai substansi kajian pedagogik (pedagogical content knowledge). maupun sosial mahasiswa serta partisipasi warga negara yang bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah Anda selesai mempelajari mata kuliah ini diharapkan Anda akan dapat menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  . (1) Paradigma baru PKn. (6) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah. (4) Pengembangan Metode Pembelajaran PKn. (9) Pengembangan Kurikulum PKn. emosional.TINJAUAN MATA KULIAH Bahan Belajar Mandiri (BBM) Mata Kuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan profesional calon guru dan/atau guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pembelajaran PKn. mata kuliah ini membahas tentang dimensi teori dan proses pembelajaran PKn di MI yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan dan partisipasi warga negara. (5) Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran PKn. Materi pembelajaran ini dimaksudkan pula untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PKn yang berorientasi pada pengembangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual. serta memfasilitasi guru kelas MI untuk mampu membelajarkan PKn berlandaskan pada pendekatan kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence). (2) Pengembangan Materi Pembelajaran PKn. (3) Pengembangan Desain dan Model Pembelajaran PKn. spiritual.

BBM 9: Pengembangan Kurikulum PKn. BBM 7: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi. 1. Pelajarilah setiap bahan belajar mandiri secara bertahap dan berulang-ulang sampai pada tingkat penguasaan paling sedikit 80%. BBM 4: Metode Pembelajaran PKn. BBM 6: Desain dan Model Pembelajaran PKn MI Kelas Rendah.Materi mata kuliah ini diajarkan dalam sembilan Bahan Belajar Mandiri dengan perincian sebagai berikut. Diskusikan bagian-bagian yang sulit Anda pahami dengan kawan sekelas. Tanyakan penyelesaian masalah yang sulit kepada orang lain yang lebih mengetahui atau kepada Tutor Anda pada saat tutorial. BBM 5: Media dan Sumber Pembelajaran. 2. Demikianlah tinjauan matakuliah yang akan Anda pelajari melalui kegiatan belajar pada setiap Bahan Belajar Mandiri. BBM 3: Desain dan Model Pembelajaran PKn. 4. Selanjutnya agar Anda berhasil mempelajari materi yang tersaji pada mata kuliah ini perhatikan beberapa anjuran di bawah ini.  Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kerjakan setiap latihan dengan tertib dan sungguh-sungguh. Selamat belajar. BBM 1: Paradigma baru PKn. BBM 8: Penilaian Pembelajaran PKn. BBM 2: Materi Pembelajaran PKn. 3. 5.

PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]  .

10 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

moral. dan memanfaatkan serta menerapkan semua kemampuan Anda dalam pembelajaran PKn di MI. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas. tujuan. dimensi dan pembelajarannya. dan norma PKn Menjelaskan dimensi pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan konsep-konsep PKn MI secara terintegrasi dalam pembelajaran. mengkaji. meliputi pengertian. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. nilai. tujuan. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis paradigma Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Baiklah. - - - Menjelaskan pengertian. memilih dan mempertimbangkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 11 . maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. Dengan memahami sejumlah kompetensi guru tersebut. dan dimensi PKn Mengembangkan konsep. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Pada modul mata kuliah yang lain. menganalis. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan.PARADIGMA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDAHULUAN Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. Bidang studi lain apa lagi yang termasuk kompetensi guru kelas di MI? Silakan Anda buka buku Standar Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SKGK SD/MI) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Jakarta atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Tenaga Kependidikan.

dan dimensi PKn 2. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan bertukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan Tutor. strategi. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3.model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dimensi pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. 5. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menganalisis paradigma PKn dalam pembelajaran. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Sementara di pihak lain. zaman terus berkembang. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu. Terapkan prinsip. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. konsep. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. mempertimbangkan. tujuan. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam menganalisis paradigma dan inovasi dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. nilai. 4. 2. moral dan norma PKn 3. Lebih jauh lagi. 12 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Pengertian. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. metode. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. memilih. Pengembangan konsep.

PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. menurut Barr. Saat ini tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal dan memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. dan domain sosial kultural” (Winataputra:2001) Ketiga domain itu satu sama lain memiliki saling keterkaitan struktural dan fungsional yang menurut Center for Civic Education (1998) di Amerika Serikat diikat oleh konsepsi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk MI itu? 13 . Pada kegiatan belajar ini. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Tujuan. secara filsafat keilmuan ia berasal dari ilmu politik khususnya dari konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. tujuan. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. dan Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. Pada kegiatan belajar ini. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn).1 Pengertian. Barrt. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. mengapa perlu ada pembelajaran PKn. akan dibahas tentang pengertian. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa PKn itu. domain kurikuler. Namun. Pendidikan Kewarganegaraan atau disingkat PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset yang bidang keilmuannya bersifat interdisipliner. Dari sudut pandang epistemologis. dan apa dimensi PKn. dan Shermis (1978). menurut seorang hali ilmu politik yang bernama Chreshore (1886). Oleh karena itu. multidisipliner bahkan multidimensional.

PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dan sebagai “subject-specific pedagogy” atau pembelajaran materi subjek untuk guru PKn. dan landasan operasional Undang-undang Sisdiknas yang berlaku saat ini. Sebagai mata kuliah dalam program pendidikan tenaga kependidikan. komitmen kewarganegaraan (civic commitment). Indonesia. Temukan pasal yang mengatur tentang Pendidikan Kewarganegaraan untuk tingkat satuan pendidikan Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bentuk dari domain kurikuler PKn. pendidikan kebangsaan. Sifat multidimensionalitas inilah yang membuat bidang studi PKn dapat disikapi sebagai: pendidikan kewarganegaraan. mata pelajaran ini berangkat dari nilai-nilai Pancasila dan konsepsi kewarganegaraan. dan untuk arah tujuan aksiologis mana kegiatan itu akan membawa implikasi. Oleh karena itu. pendidikan nilai dan moral. dan aktivitas sosial-kultural PKn saat ini benar-benar bersifat multifaset/multidimensional. dan komponen bangsa Indonesia. yakni UU Nomor 20 tahun 2003. warga negara. Sesuai dengan namanya. dan kompetensi kewarganegaraan (civic competence). pendidikan kemasyarakatan. landasan konstitusional UUD 1945. keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Oleh karena itu. watak kewarganegaraan (civic disposition). dengan metode kerja epistemology mana pengetahuan itu dibangun. kepercayaan kewarganegaraan (civic confidence). dan pendidikan demokrasi. arah pengembangan PKn tidak boleh keluar dari landasan ideologis Pancasila. Secara epistemologis. Sebagai mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Bagi negara kita. Secara ontologis. pendidikan politik. karakteristik kurikulum PKn yang perlu dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hendaknya untuk mencapai target hingga 14 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn merupakan mata pelajaran dalam kurikulum SD/MI. Kemana arah pengembangan PKn di Indonesia? Hal itu tergantung dari aspek ontology mana kita berangkat. dan secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat. PKn mempunyai misi sebagai pendidikan nilai Pancasila dan kewarganegaraan untuk warga negara muda usia SD/MI. Bukalah UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003.kebajikan dan budaya kewarganegaraan (civic virtue and culture) yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). program kurikuler PKn. mata pelajaran ini merupakan program pengembangan individu. ontologi PKn saat ini sudah lebih luas dari pada embrionya sehingga kajian keilmuan PKn. pendidikan hukum dan hak azasi manusia.

through. PKn di tingkat persekolahan bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). yakni kesadaran dan kesiapan peserta didik sebagai warga negara untuk berpartisipasi aktif dan penuh tanggung jawab dalam berkehidupan demokrasi konstitusional. kemampuan. PKn untuk persekolahan sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. PKn lebih dititikberatkan pada penghayatan dan pembiasaan diri untuk berperan sebagai warga negara yang demokratis dalam konteks Indonesia.terjadinya artikulasi proses “belajar tentang. yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. 2001. keterampilan (skills). yakni kemauan. v komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). yang secara konseptual diadaptasi dari konsep “learning about. PKn sebagai matakuliah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 15 . yakni kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk berpikir secara kritis dan bertanggungjawab tentang ide. v penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). 2001). Untuk itu guru PKn harus menjadi model warga negara yang demokratis sehingga menjadi teladan bagi peserta didiknya. dan keterampilan peserta didik sebagai warga negara dalam mengambil prakarsa dan/atau turut serta dalam pemecahan masalah sosial-kultur kewarganegaraan di lingkungannya. Dalam program PGMI di LPTK. Oleh karena itu. and for democracy” (CIVITAS: 1996. Winataputra. instrumentasi. 2005) dalam aspek-aspek: v kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). dan praksis demokrasi konstitusional Indonesia. v partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). v pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). yakni pemahaman peserta didik sebagai warga negara tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi konstitusional Indonesia serta menyesuaikan perilakunya dengan pemahaman dan kesadaran itu. yakni kemauan dan kemampuan peserta didik sebagai warga negara untuk melibatkan diri dalam komunikasi sosial-kultural sesuai dengan hak dan kewajibannya. Di Madrasah Ibtidaiyah. dan untuk menumbuhkan demokrasi konstitusional Indonesia sesuai dengan UUD NRI 1945”. secara umum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh sebagaimana pernah diuraikan dalam naskah akademik Alur Pikir Pengembangan Kurikulum SD/MI (Ditnaga Dikti. Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge). Oleh karena itu. Kerr:1996. melalui proses. sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebsangsaan dan cinta tanah air.

yakni rentang kelas 1 s/d 3. Namun. tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai dan mulai tumbuhnya tanggungjawab kewarganegaraan (civic responsibility). Melalui pembiasaan para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga.merupakan program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan penguasaan calon guru/guru MI mengenai substansi dan metodologi pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. • Untuk itu maka substansi pendidikan kewarganegaraan di kelas tinggi dipilih dan diorganisasikan secara terorkestrasi (orchestrated) dengan menekankan pada tumbuhkembangnya lebih lanjut kesadaran. dan ditantang untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai anggota keluarga. Guru MI sebagai guru kelas membelajarkan lima mata pelajaran (Bahasa Indonesia. Para peserta didik dikondisikan. dan warga masyarakat di lingkungannya secara cerdas dan baik (good and smart citizen). dianjurkan pula untuk beberapa kompetensi dasar. Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas rendah ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pengertian awal tentang pentingnya kehidupan bermasyarakat secara tertib dan damai. Matematika. • Pada jenjang MI kelas rendah (lower primary). dan belajar melalui interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization). agar guru menerapkan pendekatan tematik (integrated) sesuai dengan memperhatikan prinsip kontekstual. pengorganisasian materi pendidikan kewarganegaraan menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan fokus model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan memanfaatkan pola pengorganisasian lingkungan yang meluas (expanding environment/ community approach). warga sekolah. belajar sambil berbuat (learning by doing). dan kebutuhan peserta didik. difasilitasi. PKn) secara terpisah. aktualitas. • Pada jenjang MI kelas tinggi (Upper primary) (4 s/d 6) pengorganisasian materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sama dengan jenjang kelas 1 sampai 3 yakni menerapkan pendekatan terpadu (integrated) dengan model pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman (experience oriented) dengan pola pengorganisasian lingkungan meluas (expanding environment/community approach) dengan visi utama sebagai pendidikan nilai dan moral demokrasi (democracy value and moral education). Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). 16 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . pembelajaran sudah mulai dikenalkan mata pelajaran yang terpisah. Perbedaannya. IPS. Bertolak dari berbagai pertimbangan sebagaimana diuraikan di atas. maka Winataputra dan Sapriya (2003:99-100) pernah mengorganisasikan kurikulum PKn dan IPS untuk Sekolah Dasar termasuk Madrasah Ibtidaiyah mata pelajaran PKn tersebut sebagai berikut. pada jenjang MI kelas tinggi. pengertian. IPA.

Para peserta didik dikondisikan untuk selalu bersikap kritis dan berperilaku kreatif sebagai anggota keluarga. belajar sambil berbuat (learning by doing). dan belajar melalui interaksi sosial-kultural sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. Namun diakui oleh para pakar bahwa pencapaian program PKn dalam domain kurikuler belumlah optimal karena masih adanya kelemahan dalam dimensi kurikuler. belajar memecahkan masalah sosial (social problem solving learning). pengorganisasian kurikulum. proses penilaian dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap program pembelajaran dan program pembangunan karakter. yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. warga negara. tujuan PKn dapat dilihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bagian Penjelasan Pasal 37 ayat (1) bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. warga sekolah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 17 . buku pelajaran. metodologi. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. damai. Dalam pelaksanaan program. kritisasi. dan warga masyarakat di lingkungannya yang cerdas dan baik. dan kompetensi guru. Untuk mempermudah kajian dan analisis PKn dalam mencapai tujuannya. Winataputra (2001) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi PKn. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil bermain (learning through gaming). dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. Khusus untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). belajar melalui perlibatan sosial (socio-participatory learning). ketanggapan. Proses pembelajaran diorganisasikan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing). Melalui domain ini. (2) PKn sebagai program akademik. anggota masyarakat. seperti masalah landasan. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. dan ummat manusia di lingkungannya yang cerdas dan baik. dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat secara tertib. dan belajar melalui pembiasaan serta interaksi sosial-kultural di lingkungannya (enculturation and socialization) termasuk di lingkungan bermain. maka para mahasiswa perlu mengenal sejumlah dimensi.” Domain PKn sebagai program kurikuler merupakan program PKn yang dirancang dan dibelajarkan kepada peserta didik pada jenjang satuan pendidikan tertentu. khususnya dalam mencapai tujuan umum. dan kreatif.Tujuan akhir dari pendidikan kewarganegaraan di kelas MI ini adalah tumbuhkembangnya kepekaan. Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional. Apa saja dimensi PKn itu? warga sekolah.

Kajian ini lebih memperjelas bahwa PKn bukan semata-mata sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah melainkan pendidikan disiplin ilmu yang memiliki tugas komprehensif dalam arti bahwa semua community of scholars mengemban amanat (missions) bukan hanya di bidang telaah instrumental. praksis-operasional dan aplikatif melainkan dalam bidang kajian teoritis-konseptual yang terkait dengan pengembangan struktur ilmu pengetahuan dan body of knowledge. terutama dalam pembangunan karakter bangsa. Perbedaan terutama pada aspek sasaran. Saat ini 18 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari salah satu dari lima tradisi “social studies” yakni “citizenship transmission”. kondisi. dan karakteristik peserta didik. Program ini sekarang sudah tidak ada lagi karena dipandang telah menyimpang dari tujuan sehingga tidak efektif lagi. Secara epistemologis. yang selanjutnya di Indonesia diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Rangkuman Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn merupakan bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Program PKn ini dikembangkan dalam konteks kehidupan masyarakat dengan sasaran semua anggota masyarakat. Domain PKn sebagai program sosial kultural pada hakikatnya tidak banyak perbedaan dengan program kurikuler dilihat dari aspek tujuan. PKn melalui program sosial kultural ini sangat penting. Dari ontologi pokok inilah berkembang konsep “Civics”. Oleh karena itu. program PKn dalam dimensi sosial kultural pada pasca dibubarkannya BP7 dan penghentian program penataran P4 perlu direvitalisasi sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan karakter warga negara Indonesia yang baik. Bangsa Indonesia pernah menyelenggarakan PKn melalui program sosial kultural pada masa pemerintahan Orde Baru.Domain PKn sebagai program akademik merupakan program kajian ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik PKn menggunakan pendekatan dan metode penelitian ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah konseptual dan operasional guna menghasilkan generalisasi dan teori untuk membangun batang tubuh keilmuan PKn. yang secara harfiah diambil dari bahasa Latin “Civicus” yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. dipandang dari sudut kepentingan berbangsa dan bernegara. Namun. yang kemudian diakui secara akademis sebagai embrionya “civic education”. pengorganisasian kurikulum dan materi pembelajaran. Namun secara filsafat keilmuan ia memiliki ontologi pokok ilmu politik khususnya konsep “political democracy” untuk aspek “duties and rights of citizen”. yakni melalui berbagai program penataran P4. Tujuannya lebih pada upaya pembinaan warga masyarakat agar menjadi warga negara yang baik dalam berbagai situasi dan perkembangan zaman yang senantiasa berubah.

Pendidikan Kewarganegaraan yang ada di Indonesia seperti yang berkembang di negara lain memiliki multidimensional.tradisi itu sudah berkembang pesat menjadi suatu “body of knowledge” yang dikenal memiliki paradigma sistemik yang didalamnya terdapat tiga domain “citizenship education” yakni: domain akademis. Ada tiga dimensi PKn. dan domain sosial kultural”. khususnya dalam mencapai tujuan umum. dan (3) PKn sebagai program sosial kultural. dalam aspek-aspek: kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 19 . (2) PKn sebagai program akademik. artinya bahwa program PKn bukan hanya untuk satu tujuan. pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik. dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). PKn di MI menekankan pada pengembangan kualitas warga negara secara utuh. komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). domain kurikuler. yakni: (1) PKn sebagai program kurikuler. tiga dimensi ini dapat saja terjadi secara simultan atau secara bersamaan (overlaping). Dalam pelaksanaan program.

Penyelenggaraan pembelajaran PKn di tiap satuan pendidikan formal merupakan dimensi PKn sebagai . preoperasional C. contemporary politic B.. correlated 4. political democracy C. program akademik D. separated D. Pendekatan pembelajaran PKn tersebut sesuai dengan ciri anak SD/MI yang memiliki kemampuan berpikir yang bersifat … A.. political organization 2. bahan pembelajaran B. program kurikuler C. evaluasi pembelajaran 3. structural B.. program pendidikan birokrat 20 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . strategi penyajian D. deduktif 5. program sosial kultural B. Pendekatan interdisipliner atau multidisipliner mengandung pengertian yang menekankan pada aspek: A. holistik D. Pendekatan atau strategi pembelajaran yang cocok karena sesuai dengan karakteristik anak usia SD/MI adalah … A. A.. abstrak B. metode pembelajaran C. Dilihat dari asal-usulnya pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian dari ilmu politik terutama dari istilah . 1. integrated C. A. political party D.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

pengumpulan data empiris dan data yang berkaitan dengan nilai C. Social Studies as social sciences C. membuat keputusan C. Social Studies as reflective inquiry D. Kemampuan yang perlu diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa SD/MI kelas rendah terutama dalam masalah afektif adalah aspek … A. keterkaitan PIPS dan PKn dapat dilihat dari pendapat Barr.. mengklarifikasi isu-isu untuk pengambilan keputusan B. Dengan memperhatikan karakteristik siswa SD/MI. mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya D. membuat kesimpulan B. tematik C. A. pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. Bart dan Shermis (1978) sebagai berikut: A.6. kecuali: A. maka pembelajaran PKn untuk siswa kelas rendah perlu disampaikan secara . kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. pemecahan masalah krusial D. pembelajaran tematik (thematical learning) D. pembelajaran yang meluas (broad field) B. Karakteristik pembelajaran PKn SD/MI adalah . kecuali: A.. kontekstual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 21 .. Social Studies as citizenship transmission B. terpadu B... disipliner D. Salah satu kontribusi ilmu politik terhadap pembelajaran PKn adalah kemampuan (skill) dalam . Social Studies as personal development 7. belajar terpadu (integrated learning) C. menciptakan masalah aktual 8...

89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 22 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Moral. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 23 . Konsep “rakyat” merupakan sebutan umum untuk sekelompok penghuni wilayah suatu negara yang ada dalam pemerintahan negara tertentu. Pengertian Konsep Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. pemilahan ini diperlukan terutama untuk kepentingan analisis. konstitusi. atau pemikiran (ide). Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. peristiwa. maka berikut ini akan diuraikan pengertian-pengertian dan karakteristik istilah-istilah tersebut menurut para ahli. maksudnya dalam proses pembelajaran. moral. Pada kegiatan belajar ini. Secara akademik.2 Pengembangan Konsep. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di tingkat pendidikan dasar. dan norma disamping pendidikan karakter. dan Norma Dalam PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. semua dimensi itu pada dasarnya terintegrasi dan seringkali sulit dipisahkan. Agar para mahasiswa memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap istilah tersebut. Konsep ”demokrasi” merupakan sebutan abstrak tentang sistem kekuasaan pemerintahan yang berasal dari rakyat. nilai. Lahirnya konsep disebabkan oleh adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. moral dan norma dalam pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. nilai. akan dibahas pengembangan konsep. dan hukum. khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar. moral. namun secara praksis. oleh rakyat. Istilah konsep. dan untuk rakyat. Pembahasan atas istilah-istilah serta persoalan ini perlu diangkat dan dideskripsikan secara jelas mengingat PKn sebagai pembelajaran yang multidimensional meliputi pendidikan nilai. Nilai. politik.

4. sejumlah konsep dasar yang sering digunakan dalam pembelajaran PKn dapat diidentifikasi dibawah ini. kekuasaan 28. nilai 13. Konsep “buruh”. sikap 16. kekuatan rakyat 19. Dari pengalaman seperti mencatat contoh-contoh dan mendengarkan diskusi yang melibatkan kelas. setiap orang menjadi sadar akan pengertian dan atribut. kelas penguasa 20. Konsep bersifat subyektif dan menyatu. perasaan 15. Dengan demikian. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. Konsep dapat dianggap sebagai suatu model kelompok benda yang terpikirkan. tampak bahwa konsep bersifat abstrak dalam pengertian yang berkaitan bukan hanya dengan contoh tertentu melainkan dengan konteks.pengambilan keputusan 11. 6. Akibat dari pengalaman ini. termasuk atribut semua contoh yang berbeda-beda.Dalam contoh di atas. partai politik 31. karakter 14. 5. 1. konstitusi 24 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kekuasaan 18. kelompok penekan 21. 3. sebagai ilustrasi dan contoh. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. negara tertinggal 10. solidaritas 17. empati 27. 7. moral 12. politik 30. setiap siswa akan mengaitkan atribut dengan simbol untuk kelompok yang disebut “Kitabullah”. pemilu 32. dapat diperoleh dari dialog dengan ayah dan ibu ketika anak sedang berada di lingkungan keluarga dan membaca langsung isi Kitabullah tersebut. moral 23. tindakan moral 25. konsep merupakan cara berpikir menggeneralisasikan sejumlah anggota kelas yang khusus ke dalam satu contoh model yang tidak tampak. 2. Konsep “Kitabullah” sebagai ilustrasi. kata hati 26. perilaku 24. Apakah siswa mengetahui suatu konsep maka kemampuan tersebut dapat ditentukan dari tindakan yang ditunjukkannya. pemerintah negara bangsa negeri wilayah pembangunan negara berkembang negara sedang berkembang 9. wewenang 29. Semua orang membentuk konsep dari pengalamannya sendiri. misalnya. dan penilaian. dapat dipandang sebagai kesan mental tentang semua yang memiliki ciri umum pekerja. 8. Konsepkonsep yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat diperoleh dari konsep disiplin ilmu atau dari konsep yang telah biasa digunakan di lingkungan kehidupan siswa atau masyarakat setempat. Namun. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi kemampuan siswa terhadap penguasaan konsep? Pertanyaan ini memerlukan jawaban yang kompleks karena memerlukan proses pembelajaran meliputi perencanaan. pelaksanaan. nasionalisme 22.

maka hampir setiap hari orang selalu berbicara. atau disebut pula harga yang diakui oleh seseorang dan oleh karena itu orang berupaya untuk menjunjung tinggi dan memeliharanya. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). Nilai dapat dibagi atas dua bidang. mengapa ada orang yang menolak hukuman mati bahkan mengusulkan agar hukuman mati dihilangkan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. kriteria manfaat. Pertama. Misalnya. nilai akan menjadi patokan/kriteria bagi siapapun untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. Nilai adalah standar atau kriteria bertindak. maka nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang. Oleh karena itu. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. Dalam hidupnya setiap orang akan selalu mengambil keputusan berdasarkan nilai yang diyakini atau nilai yang ada dan disepakati di masyarakat. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai etika. Ketiga. artinya setelah memperhitungkan berbagai akibat dari alternatif tersebut. Seperti umumnya konsep. Nilai tidak dapat dilihat secara konkrit melainkan tercermin dalam pertimbangan harga yang khusus yang diakui oleh individu. 1978) mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian. karena orang tersebut terkenal kejujurannya. Etika terkait dengan masalah moral. ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu bernilai maka seyogianya ada argumen-argumen baik dan tidak baiknya. dan tindakan (acts). Ketika ada orang yang berkampanye dan mengajak orang lain untuk mendukung salah satu calon anggota legislatif. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 25 . penghargaan (prizes). ada penghargaan atas apa yang telah dipilih dan dikenal oleh masyarakat. Singkatnya.Pengertian Nilai Apabila kita sadari. Kedua. tindakan memilih hendaknya dilakukan secara bebas dan memilih dari sejumlah alternatif dan melakukan memilih hendaknya dilandasi oleh hasil pemikiran yang mendalam. nilai (value) adalah konsep (concept). Apa kriteria dan indikator untuk menilai sesuatu itu? Raths (dalam Fraenkel. Nilai bukanlah benda atau materi. yakni nilai estetika dan nilai etika. kriteria keindahan. dan mempertimbangkan berdasarkan nilai. yakni perlu ada pilihan (chooses). berpikir. menghitung. melakukan tindakan sesuai dengan pilihannya dan dimanfaatkan dalam kehidupan secara terus menerus. Hal ini tentu saja dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan. apa yang dimaksud dengan ”nilai” (value) tersebut? Menurut Frankel (1978). Bila demikian.

(1) Nilai Material. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Namun. Samakah. (3) Nilai Kerokhanian. marilah kita simak contoh peristiwa kasus berikut ini. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas. yakni dilihat dari tujuan. dan keraguan. Prof. kepentingan. pendapat Anda sudah tepat bahwa sesuatu dapat dikatakan bernilai apabila sesuatu itu memiliki kegunaan. perasaan. 26 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . aktivitas.Selain dengan kriteria di atas. maksud. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan hasil pertimbangan baik atau tidak baik terhadap sesuatu yang kemudian dipergunakan sebagai dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu. dalam konteks tertentu nilai dapat diidentifikasi dari keadaan dan kegunaan atau kemanfaatan bagi kehidupan umat manusia. yaitu : Dapatkah Anda menyimpulkan pengertian nilai dari pendapat Prof Notonagoro? Baiklah. ada sejumlah indikator untuk menentukan nilai. sikap. Notonegoro membagi nilai menjadi tiga bagian. keyakinan. (2) Nilai Vital. Dr. nilai kegunaan untuk semua hal tersebut? Untuk mengidentifikasi jenis nilai yang ada di masyarakat.

Ahli lain. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Sesuatu yang dianggap benar disebut nilai kebenaran. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Nak. Sesuatu yang dianggap indah disebut nilai estetika. Suatu hari. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga”.. Menurut dokter. Setiap hari. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Adi menghadapi dilema. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Adi mendengar ucapan ibunya. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. indah. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini.Perjuangan antara Hidup dan Mati Adi.. maka ada sejumlah yang disebut benar. seorang anak. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakit kanker. dan religius. baik. Apa yang harus Adi lakukan? Cerita: karangan Sapriya Cerita Sudahkah Anda membaca cerita di atas? Adakah nilai yang terkandung dalam cerita di atas? Nilai apa saja? Apabila kita identifikasi. Adi pergi untuk mencari obat. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. Adi yang drop out dari bangku SMP ketika masih di kelas dua setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. Sesuatu yang dianggap baik disebut nilai moral/etika. 1985:20) mengatakan bahwa “Nilai adalah suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut nilai religius. Adi mau mencari obat sekarang”. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 27 . sepertti Rokeah (dalam Kosasih Djahiri. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat.

Norma ini dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak.Pengertian Norma Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. dan norma sopan santun. (2) Bersifat umum. Norma ini dimaksudkan untuk menjaga atau menciptakan keharmonisan hidup bersama dan sanksinya berasal dari masyarakat berupa celaan atau pengucilan. Demikian pula. Sedikitnya ada empat jenis norma. Mengapa perlu ada norma hukum? Norma hukum diperlukan karena: (1) Tidak semua kepentingan atau tata tertib telah dilindungi atau diatur oleh norma agama. norma agama. Lebih pasti yang dimaksud bahwa sanksi hukum sudah ditentukan berapa lama hukuman yang harus dijalani oleh pelanggar hukum karena telah ada kitab undang-undang yang mengatur. 28 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . lalu lintas dan lain-lain. norma biasanya bersanksi. norma sopan santun tidak mengatur bagaimana penduduk/warga negara harus membayar utang pitutang. (1) Norma kesopanan atau disebut pula norma sopan santun. norma kesusilaan. Misalnya. norma kesusilaan tidak mengatur hal-hal tentang pajak. dan teratur. dan norma hukum. bertingkah laku. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Tegas berarti norma hukum dapat memaksa siapa saja yang melanggarnya melalui aparatur penegak hukum. misalnya : (1) Adanya paksaan dari luar yang berwujud ancaman hukum bagi mereka yang melanggarnya. Ancaman hukum tersebut pada umumnya berupa sanksi fisik yang dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. yaitu berlaku bagi semua orang. Dengan kata lain. tertib. sanksi yang diterima oleh orang yang melangggar norma hukum lebih pasti atau tegas. Ada beberapa ciri norma hukum yang berbeda dari tiga norma lainnya. Norma ini dimaksudkan untuk mencapai kesucian hidup beriman dan sanksinya berasal dari Tuhan. (4) Norma hukum adalah norma yang dimaksudkan untuk menciptakan kedamaian hidup bersama dan sanksinya berupa sanksi hukum yang berasal dari Negara atau aparatur Negara. yakni ancaman atau akibat yang akan diterima apabila norma itu tidak dilaksanakan. upah. Secara umum. (2) Norma kesusilaan atau disebut pula moral/akhlak. dan nyata. Sanksinya berupa sanksi moral yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. (3) Norma Agama atau disebut pula norma religius. norma moral. ialah: norma kesopanan. jelas. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat.

Kenyataan ini mengandung arti bahwa norma diperlukan oleh setiap warga masyarakat. Pada umumnya. Pertimbangan nilai moral merupakan aspek yang sangat penting khususnya dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai tujuan pendidikan kewarganegaraan. mores. Tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut dan ditampilkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 29 . Artinya. baik atau jelek? Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan nilai moral (moral values). dan penjabaran nilai dalam norma sangat tergantung pada masyarakatnya. Misalnya. morals. Jepang. sedangkan norma kesusilaan tidak dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. mentaati/mematuhinya. implikasi dari keberadaan nilai dalam norma dapat berubah dan berkembang. Cina dan lain-lain dapat berbeda-beda. namun cara menghormat akan berbeda pada masyarakat Indonesia. norma mengandung nilai atau harga. (3) Pada norma hukum. Dengan demikian. manner. atau bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat India. Oleh karena itu. sedangkan norma berlaku bagi masyarakat tertentu. sifat pemaksaannya sangat jelas dan dapat dipaksakan oleh aparatur Negara. yaitu adat kebiasaan. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata. penjabaran nilai atau prinsip yang bersifat universal ke dalam norma dapat berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.(2) Sanksi terhadap pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan bersifat psikhis dan abstrak. sedangkan sanksi terhadap norma hukum bersifat fisik dan konkrit. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. manners. melainkan hanya berupa dorongan dari diri pribadi manusia bahkan gtidak tegas. Oleh karena itu. Bagaimana keterkaitan norma dengan nilai? Di atas telah dikemukakan bahwa norma hidup di masyarakat. Nilai bersifat universal. diperlukan oleh masyarakat sehingga setiap anggota masyarakat berupaya untuk menjaga. Misalnya rasa hormat merupakan suatu nilai yang umum. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. cara menghormat antara suku Sunda dan suku Batak. moris. Meskipun demikian. Dalam konteks etika. ialah: mos. pelaksanaan. penegakan. setiap warga masyarakat berupaya untuk menghindar dari pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat. Pengertian Moral Istilah moral berasal dari bahasa Latin. moral erat kaitannya dengan ajaran tentang sesuatu yang baik dan buruk yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.

pada Pasal 37 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: “. Apabila dikaji. dan norma yang dilaksanakan di Indonesia? Secara yuridis-formal. moral. moral.. Hal ini dilakukan sebagai transisi dari pengaruh lingkungan masyarakat hingga menjadi otoritas di dalam dirinya dan dilakukan berdasarkan dorongan dari dalam dirinya. dan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. berakhlak mulia.  Selanjutnya. berilmu. kreatif. sehat. Dalam kehidupan berkewarganegaraan. Pada Pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan. kebangsaan. dan norma di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai landasan konstitusional. Tindakan yang baik yang dilandasi oleh dorongan dari dalam diri inilah yang diharapkan sebagai hasil pendidikan nilai dalam pendidikan kewarganegaraan. UUD NRI 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian Pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang tujuan negara. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.. Sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). mandiri. bersikap. pendidikan nilai. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi seluruh anak bangsa. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. maka tiga kata ini mengandung makna yang cukup dalam.” dan pada ayat 30 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .   b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) sebagai landasan operasional. UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. .. Salah satu tujuan negara tersebut dapat dikemukakan dari pernyataan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. cakap. dan kemasyarakatan.secara sukarela diharapkan dapat diperoleh melalui proses pendidikan.. maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bagaimana pelaksanaan pendidikan nilai.  pendidikan kewarganegaraan. pernyataan ini memberikan pesan kepada para penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berpikir.

Sebagai landasan kurikulernya. Konsep merupakan pokok pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. Berlakunya ketentuan tentang otonomi pendidikan membawa implikasi bagi setiap satuan pendidikan termasuk implikasi dalam pengembangan kurikulum. maka pengembangan kurikulum sekolah tidak lagi dibebankan kepada pemerintah pusat sebagaimana terdahulu melainkan diserahkan kepada masingmasing satuan pendidikan.. . Rangkuman Istilah konsep. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 31 . Pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional hanya menyediakan standar nasional yakni berupa standar isi dan standar kompetensi lulusan sementara pelaksanaan pengembangan kurikulum dilaksnakan oleh setiap satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenisnya.. atau pemikiran (ide). Istilah-istilah ini sangat terkait langsung baik pada tataran teoritis maupun praksis-operasional bahkan praktik. pendidikan kewarganegaraan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mengacu pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 masing-masing tentang SI dan SKL. moral. Konsep bukanlah verbalisasi melainkan kesadaran yang bersifat abstrak tentang atribut umum dari suatu kelas. Bahwa mereka memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum bahkan dalam pengelolaan bidang lainnya. dan tinggi menunjukkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. Adapun arah pengembangannya hendaknya difokuskan pada pembentukan peserta didik agar menjadi manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.”.(2) dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: “. menengah. namun di pihak lain mereka pun dituntut agar selalu meningkatkan kualitas satuan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional terkait.  pendidikan kewarganegaraan. Sedangkan pada bagian penjelasan Pasal 37 dikemukakan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.. Sejalan dengan kebijakan otonomi pendidikan. Konsep merupakan kesadaran mental internal yang mempengaruhi perilaku yang tampak. nilai..” Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalam UU Sisdiknas sebagai mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan dasar.   b. Lahirnya konsep karena adanya kesadaran atas atribut kelas yang ditunjukkan oleh simbol. peristiwa. Arah pengembangan pendidikan nasional pada era reformasi mengacu pada UU Sisdiknas yang dioperasionalkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). dan norma dalam PKn merupakan istilah dasar yang perlu dipahami secara benar.

Istilah moral berasal dari bahasa Latin. bertingkah laku. Norma etika terdiri atas norma kesopanan. ialah norma fisika dan norma etika. Norma disebut pula dalil yang mengandung nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat di dalam berbuat. Etika terkait dengan masalah moral. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong). morals. Sedangkan etika terkait dengan tindakan/ perilaku/ akhlak (conduct) atau bagaimana seseorang harus berperilaku.Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. untuk menciptakan masyarakat yang aman. Norma adalah kaidah atau peraturan yang pasti dan bila dilanggar mengakibatkan sanksi. manner. dan hukum. tertib. yaitu adat kebiasaan. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. moris. ialah: mos. 32 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . manners. yakni nilai estetika dan nilai etika. mores. dan teratur. kesusilaan. Estetika terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. Norma ada dua. agama. Dalam bahasa Indonesia kata moral hampir sama dengan akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau hati nurani yang dapat menjadi pembimbing tingkah laku lahir dan batin manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Istilah ini erat dengan proses pembentukan kata.

.. Raths mengidentifikasi tiga aspek kriteria untuk melakukan penilaian.. A. kekuasaan D. Konsep dasar PKn yang diambil dari psikologi adalah . pilihan (chooses). Fakta B. gubernur B. Generalisasi D... Berikut ini adalah termasuk contoh nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.. Berikut ini adalah contoh konsep yang bersifat konkrit . teori 2. kursi 3. tindakan (acts). 1.. Menurut Prof. Konsep C. kekuasaan C. segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia disebut .. atau pemikiran (ide) disebut. demokrasi C. C. D. empati D. mengagumi keindahan bunga C. mengendarai kemdaraan di sebelah kiri B.. penghargaan (prizes)... membayar pajak tepat waktu D. Dr. yakni perlu ada A. kewenangan B. Pengertian yang bersifat abstrak yang menghubungkan orang dengan kelompok benda. A. Notonegoro. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 33 . 6. A. norma 4.. persetujuan (agreement) B. tidak melakukan perbuatan mencuri 5.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.kecuali: A. peristiwa.

C. nilai idea 34 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pertimbangan ini dinamakan pertimbangan .. Norma yang dimaksudkan untuk menjaga kebaikan hidup pribadi atau kebersihan hati nurani serta ahklak disebut norma . A... norma kesopanan B. nilai religius A.. nilai hukum D. memaksa untuk tidak melakukan C. niai kebenaran B. B.. nilai estetika C. menertibkan perilaku 10. Ciri norma hukum yang membedakan dari norma lainnya adalah . norma hukum 9. Sesuatu yang dianggap berpahala dan berdosa bila dilakukan disebut .. setiap orang akan memiliki perasaan apakah yang dilakukan itu benar atau salah.. D.7.. sanksi tegas dan nyata D. Dalam konteks etika. Nilai material Nilai vital Nilai kerokhanian Nilai substantif 8. nilai kesusilaan C. norma kesusilaan C.. A. nilai moral B. nilai moral/etika D... A. mengatur perilaku B. A. norma agama D. baik atau jelek..

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 35 . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .100 % = baik sekali 80 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

36 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

perlu ada sejumlah alternatif model pembelajaran PKn yang mampu mengantarkan dan mengisi masyarakat demokratis. Pada hakekatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Profil warga negara ini merupakan syarat bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dalam menuju masyarakat madani. Dengan demikian. Anda telah mengenal dan memahami paradigma pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah. Tugas PKn dengan paradigma yang direvitalisasi adalah mengembangkan pendidikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 37 . Tuntutan dan tantangan masyarakat yang selalu berubah ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh lingkungan sekitar yang pada gilirannya berpengaruh pula terhadap kehidupan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Dengan kata lain. pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak yang harus dijawab oleh pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma barunya. akan dibahas dimensi pembelajaran PKn. Persoalan ini perlu diangkat mengingat fokus utama dari pendidikan kewarganegaraan adalah yakni warga negara yang cerdas dan baik. Pada kegiatan belajar ini. Dalam proses itulah. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas tidak steril pula dari pengaruh perubahan ini sehingga perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dan mata kuliah di perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society).3 Dimensi Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dan kedua dalam modul ini. dimensi pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang dapat mempersiapkan warga negara yang mampu hidup dalam masyarakat demokratis.

Dengan demikian. Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kebutuhan akan adanya revitalisasi paradigma PKn saat ini sudah mendesak. pembentukan masyarakat demokratis tidaklah mudah terutama bagi masyarakat yang memiliki pengalaman pada masa lampau yang hidup 38 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Selain itu. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma PKn yang baru. kemampuan anda dalam menerapkan model pembelajaran PKn menjadi semakin kaya dan implikasi lebih lanjut.demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok. yakni: (1) Warga negara demokratis dan (2) Pembelajaran PKn untuk warga negara demokratis Dengan menganalisis kehidupan warga negara yang demokratis dan bagaimana pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis dalam paradigma PKn yang baru. bab ini akan membahas secara berturut-turut dua topik utama. Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional dan intelektual semata melainkan juga dalam dimensi spiritual. Sebelum mengembangkan model pembelajaran yang dimaksud. para pembaca diharapkan memiliki kemampuan : (1) memahami kebutuhan kualitas WNI yang demokratis. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menguasai materi dan membelajarkan PKn yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini. Oleh karena itu. Khusus bagi calon guru dan guru pemula diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam menerapkan model pembelajaran PKn dengan paradigma baru. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan yang memadai. yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic intelligence). dan (2) membelajarkan PKn untuk kewarganegaraan yang demokratis. Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan ke arah terbentuknya masyarakat demokratis yang sesungguhnya sesuai dengan pesan dan misi gerakan reformasi dalam segala bidang terutama bidang politik dan hukum. Namun. membina tanggung jawab warganegara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). menguasai paradigma baru PKn baik tentang kualitas warga negara yang demokratis maupun pembelajaran untuk mengembangkan warga negara yang demokratis penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu. terlebih dahulu perlu dikemukakan dahulu tentang konsep warga negara yang demokratis.

Alexis de Toqueville. lakukanlah diskusi itu. are not inherited. maka Anda dapat mendiskusikan sebenarnya apakah hakekat demokrasi itu? Apakah pernah ada masyarakat demokratis itu? Mungkinkah bangsa Indonesia dapat hidup secara demokratis? Apakah upaya kita untuk membentuk masyarakat demokratis itu? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. masyarakat demokratis baru dapat terwujud apabila masyarakatnya berpendidikan. Anda telah mengenal paradigma PKn. 1999:2) Artinya. Dengan sumber pengetahuan yang telah anda kuasai. Karena persyaratannya begitu tinggi maka sering dikatakan pula bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang mahal. Pada pembahasan di atas.dalam lingkungan masyarakat yang tidak demokratis atau undemocratic democracy. melainkan perlu dipersiapkan karena demokrasi adalah karakter atau watak yang dapat terbentuk melalui suatu proses. Dengan kata lain. berbangsa dan bernegara. cerdas. the dispositions that inform the democratic ethos.” (Branson. Artinya masyarakat demokratis tidak terjadi dengan sendirinya. Dengan kata lain. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi hingga peserta didik dapat mengamalkannya? Dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 39 . Mengingat adanya persyaratan hidup berdemokrasi. Kemudian buatlah laporan diskusi yang telah disepakati bersama. Demokrasi sering dikatakan sistem pemerintahan yang cerdas dan rasional. menyatakan “The habits of the mind. dan tidak terdidik. as well as ‘habits of the heart’. bodoh. Bagaimana materi PKn itu dapat dibelajarkan kepada anak didik? Untuk menjawab pertanyaan ini diharapkan Anda dapat mempelajarinya pada uraian dibawah ini. Suatu negara tidak dapat hidup secara demokratis apabila masyarakatnya dalam keadaan miskin. Untuk menjadi seorang demokrat perlu proses pendidikan dan pembelajaran. dan mereka punya keinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. negarawan Perancis yang hijrah ke Amerika Serikat. seorang demokrat belum tentu melahirkan seorang anak yang demokrat apabila anak itu tidak belajar demokrasi. Dapat dikatakan bahwa membentuk masyarakat demokratis itu perlu direncanakan. kebiasaan pikiran dan juga ‘kebiasaan hati’ yakni watak yang menginformasikan demokrasi tidak diturunkan. anda sebaiknya membentuk kelompok belajar atau kelompok diskusi sekitar 34 orang. memiliki tingkat penghidupan yang cukup (layak).

Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 40 . Khusus dalam pendidikan persekolahan. emosional dan sosial. dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara.pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. pengalaman praktis. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat”. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Mempersiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti tersebut di atas merupakan tugas pokok kependidikan. Namun. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti terurai di atas. rasional. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. dan mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warganegara yang baik? Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas.

PKn dengan revitalisasi paradigma bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI.berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. dan SMA/MA. Kemampuan diuraikan dalam bentuk butiran standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). • Melaksanakan piket di kelas. • Menceritakan lingkungan alam sekitar rumah (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan contoh saling berbagi di sekolah. SMP/MTs.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 41 . saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2. • Memerankan sikap tolong menolong di rumah dan sekolah. Contoh: Hubungan SKKD dan Indikator untuk SD/MI Kelas 2 semester 1 sebagai berikut: Matrik SKKD dan Indikator Kelas : 2 (Dua) Semester : 1 (Satu) No. Materi PKn dengan revitalisasi paradigmanya dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn. • Membuat daftar kegiatan tugas di rumah. yakni standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Untuk mencapai SK dan KD tersebut. guru perlu mengoperasionalkannya dalam bentuk indikator pencapaian. • Menyebutkan manfaat lingkungan alam (tumbuhan dan hewan) bagi kesehatan manusia. Menampilkan sikap cinta lingkungan 2. Standar Kompetensi (2) Membiasakan hidup bergotong royong Kompetensi Dasar (3) 1. • Melaksanakan/mengadakan bakti sosial di kelas. 1.2 Melaksanakan hidup rukun.1 Mengenal pentingnya hidup rukun. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. (1) 1. • Melaksanakan kegiatan/tugas secara berkelompok di sekolah. • Mengidentifikasi lingkungan alam (tumbuhan dan hewan). • Menyebutkan akibat dari tidak merawat lingkungan (tumbuhan dan hewan). saling berbagi dan tolong menolong Indikator (4) • Menyebutkan contoh saling berbagi di rumah. • Menyebutkan contoh manfaat hidup tolong menolong.

. bagaimana mengembangkan materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. ialah model pembelajaran PKn berbasis portofolio. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan politik serta taat terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia? Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma yang direvitalisasi hendaklah dapat mengakomodasi untuk pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya.. Selanjutnya diuraikan bahwa portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi/data yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji oleh mereka. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. dan karya seni asli. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People .. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 42 . Kami Bangsa Indonesia . baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. peta. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000). Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio..Demikianlah contoh cuplikan SKKD dan indikator PKn berdasarkan revitalisasi paradigma. Proyek Belajar Kewarganegaraan. Namun demikian. photografi. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. grafik. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangannya. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan.

Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 43 . Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik atau kebijakan publik. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan dengan bantuan guru serta para relawan agar tercapai tugas-tugas pembelajaran berikut: 1. Membuat kebijakan publik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. meningkatkan keterampilan. Bahan penilaian harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik mereka bukan hanya seksi penayangan dan bukan pula seksi pendokumentasian. 4. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. 2. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. 5. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warganegara Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan. Mengkaji pemecahan masalah. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. 3. yakni kita semua. Membuat rencana tindakan. Dalam menilai portofolio.

Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? a. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi.Tahap I : Tahap II : Tahap III : Tahap IV : TahapV : TahapVI : Mengidentifikasi masalah kebijakan publik di masyarakat. c. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Memilih satu masalah untuk kajian kelas Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas Membuat portofolio kelas Menyajikan portofolio Refleksi terhadap pengalaman belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Demikian pula 44 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio yang diharapkan dapat menjadi wahana dalam mengantarkan pelaksanaan kehidupan berdemokrasi. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. d. b. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas.

serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. emosional dan sosial. Pembelajaran PPKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi.dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. Rangkuman Revitalisasi paradigma PKn mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan. dan disposisi kepribadian warganegara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. yang meliputi keterampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan. Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. mengevaluasi. menjelaskan dan menganalisis. Keterampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas. rasional. efektif. dan bertanggung jawab. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 45 . ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. keterampilan. antara lain adalah keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility).

emosional. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 46 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1. Spiritual. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. Pemecahan masalah warga negara 2. Tanggung jawab warga negara C. Kemampuan dasar B. pemikiran dan sikap B. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. Indikator pencapaian D. Afektif. sikap. Rasional. intelektual. Rambu-rambu umum pembelajaran 4. emosional dan sosial D. Standar materi kewarganegaraan D. dan sosial 3. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. intelektual. Kecerdasan warga negara B. Standar materi kewarganegaraan C. pemikiran dan emosional C. Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Standar pencapaian 5. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Spiritual. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. rasional. Kemampuan C. kecuali: A. Partisipasi warga negara D. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B.

6. kelengkapan B. membuat rencana tindakan 10. membuat kebijakan publik D. peta. membuat rencana tindakan D. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 47 . Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. estetika D. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. menjelaskan masalah B. photografi yang: A. kejelasan C. kecuali: A. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. bernilai seni tinggi 7. mengumpulkan dan menilai informasi B. grafik. membuat kebijakan publik 9. beragam dilihat dari segi keilmuan D. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. mengkaj pemecahan masalah C. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. menarik secara estetika B. menilai kebijakan alternatif C.

89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini.x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 10 Jumlah jawaban Anda yang benar 48 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

emosional.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 49 . C 9. A bahan pembelajaran 3. B political democracy 2. B 8. D kursi 3. A 6. C. B Konsep 2. D kemampuan membiasakan diri dalam bersikap peka 10. membuat keputusan 8. B. nilai religius 8. D 4. A. persetujuan (agreement) 6. A Nilai material 7. nilai moral Tes Formatif 3 1. B. holistik 5. B 7. A. C disipliner Tes Formatif 2 1. norma kesusilaan 9. A 10. mengagumi keindahan bunga 5. A Social Studies as citizenship transmission 7. B integrated 4. C empati 4. C pemecahan masalah warganegara spiritual. program kurikuler 6. D 5. D 2. C 3. D. B. C. D pembelajaran disiplin ilmu (disciplinary learning) 9. sanksi tegas dan nyata 10. B. rasional.

50 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 51 .

52 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Ada dua konsep kemampuan yang akan dibahas dalam modul ini. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Karena itu. Bagaimana demokrasi dalam proses pembelajaran atau singkatnya mengajarkan demokrasi kepada anak didik? Pertanyaan ini merupakan permasalahan yang tidak mudah dijawab apalagi mempraktekkannya dalam proses belajar mengajar di kelas. Namun. materi tentang demokrasi terkadang mengalami pembiasan apalagi apabila sudah sampai pada tahap pelaksanaan di suatu negara padahal demokrasi merupakan konsep universal dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan hakiki manusia. Misalnya. diharapkan Anda dapat membaca dan mengkaji isi modul ini dengan seksama. materi yang berkaitan dengan substansi atau isi PKn (disciplinary content knowledge) dan kedua. Berbicara tentang materi PKn. oleh rakyat dan untuk rakyat.MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANERAAN Pendahuluan Modul ini akan membahas materi pembelajaran PKn sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa calon guru. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru maupun calon guru MI khususnya dalam pembelajaran PKn karena merupakan salah satu kompetensi guru profesional. sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda. ialah pertama. Sehingga Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 53 . Oleh karena itu. Namun demikian.” Jawaban ini sudah sangat terkenal dan banyak dijadikan sebagai definisi umum. modul ini mengajak Anda memahami materi pembelajaran PKn dan mengembangkannya untuk kepentingan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. aspek yang berkaitan dengan cara membelajarkan isi PKn (pedagogical content knowledge). yakni penguasaan bidang studi. Mungkin Anda banyak faham tentang sejumlah konsep PKn. dalam modul ini Anda akan mendapat alternatif jawaban yang dapat Anda kembangkan lebih lanjut. ketika Anda ditanya apakah demokrasi itu? Dengan tanpa berpikir panjang pasti Anda menjawab bahwa demokrasi adalah “Suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat.

Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. 54 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan kata lain. Agar Anda dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan teman Anda atau guru lain dan dengan tutor Anda. Bacalah dengan seksama bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan materi pembelajaran ini. kemampuan Anda dalam membelajarkan PKn menjadi semakin kaya. Implikasi lebih lanjut. Memahami karakeristik materi PKn. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang karakteristik materi PKn dan pembelajarannya. mengembangkan materi pembelajaran PKn ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dan mengembangkannya. 3. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Carilah dan baca pengertian dari kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit yang terdapat dalam modul ini atau dalam kamus yang Anda miliki. Lebih jauh lagi. 2. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam memilih dan mengembangkan pembelajaran yang menarik dan beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa. 2. 5. Karakeristik Materi PKn. Pengembangan Materi Pembelajaran PKn SD. Bacalah secara sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata yang Anda anggap penting. 2. Dengan demikian. Terapkan prinsip. 4.dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. konsep. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan materi pembelajaran di kelas. Mampu mengembangkan materi pembelajaran PKn SD.

serta ruang lingkupnya secara umum dan secara khusus yang perlu dikuasai oleh guru MI untuk tujuan pembelajaran. hal-hal substansi apa saja yang diperlukan atau yang harus ada dalam pendidikan kewarganegaraan untuk membangun warga negara tersebut? Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa misi utama dari PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku. Sebelum menguraikan materi PKn dan karakteristiknya untuk jenjang MI. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Sedangkan “content” berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). terlebih dahulu perlu diuraikan pengertian materi itu sendiri. Pada kegiatan belajar 1 modul ini fokus pembahasan diarahkan pada pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguasaan materi PKn. Anda telah mengenal dan memahami tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan modul ini. perlu ada kejelasan materi pembelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan PKn itu sendiri. maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apa materi atau isi pendidikan kewarganegaraan (PKn)? 55 . Oleh karena itu. bahasa. budaya. agama. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara. Merujuk pada Oxford Advanced Learner’s Dictionary (2000). karaktersitik. Apabila istilah materi dan “content” tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai program pembelajaran untuk membangun warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). maka lahirlah sebuah pertanyaan. Apa materi PKn itu. Dengan kata lain. istilah materi atau “material” dalam tulisan ini lebih tepat sebagai “a substance that things can be made from” (substansi yang dapat menghasilkan sesuatu) atau “things that are needed in order to do a particular activity” (sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu). Oleh karena itu. maupun adat istiadat.1 Karakteristik Materi PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini.

tiga disiplin pertama. Menurut Hanna dan Lee. Guru pun perlu memahami kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar tempat siswa tinggal. berguna 56 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . belum ada pemikiran orientasi “content” selain yang bersifat formal content. secara umum. filsafat dan etika serta bahasa. Gagasan Hanna and Lee akan menjadi bahan yang berharga bagi pengembangan “content” PKn dengan catatan perlu ada seleksi disesuaikan dengan visi. “… have traditionally been the major reservoir for social studies content”. sosiologi. ilmu politik. baik kecakapannya. yakni anggota masyarakat di tingkat lokal. ekonomi. Hanna dan Lee (1962) pernah mengemukakan bahwa “content” untuk program pembelajaran Social Studies termasuk PKn yang dapat diadopsi dari berbagai sumber. yakni: Pertama. Ketiga. dan ilmu politik. geografi penduduk. masyarakat dan disiplin ilmu-ilmu sosial. seperti kegiatan anggota pemadam kebakaran. sejarah. yakni: (1) to serve the needs of children (melayani kebutuhan siswa). Masyarakat mungkin mengharapkan agar anak-anak belajar menjadi warga negara yang baik. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya. and (3) to understand and utilize the intellectual discipline called the social sciences (memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu yakni disiplin ilmu-ilmu sosial). meliputi geografi. jurisprudensi. formal content yang diadopsi dari ilmu-ilmu sosial utamanya terjadi pada awal abad ke-20. masalah yang dihadapi maupun pertumbuhan dan perkembangan serta latar belakang keluarganya. Pada masa itu. misi dan karakteristik PKn. maka dalam PKn yang lebih dominan adalah ilmu politik dan hukum. kepentingannya. antropologi. Saran dari Furman ini pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan gagasan dari Hanna dan Lee di atas. kebutuhannya. the responses of pupils ialah tanggapantanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies). Furman (1962:89) mengingatkan guru bahwa dalam mengembangkan program PKn hendaknya mengacu pada tiga sasaran. sejarah dan ilmu politik.Pertanyaan yang perlu mendapat jawaban dalam kegiatan belajar ini adalah apa dan bagaimana “content” pendidikan kewarganegaraan sebagai materi program pembelajaran. Baru pada pertengahan abad ke-20. tiga disiplin ilmu sosial utama dalam social studies. Hanya saja gagasan Furman lebih spesifik dan operasional yang diarahkan kepada tugas guru untuk mengembangkan program pembelajaran di kelas. the formal disciplines of the pure or semisocial sciences. Misalnya. nasional dan global. dan lain-lain. bahwa “content” untuk PKn hendaknya memperhatikan kebutuhan siswa. Furman menjelaskan lebih lanjut bahwa guru harus mengetahui dan mengerti betul tentang siswa di kelas. (2) to serve the needs of society (melayani kebutuhan masyarakat). sejarah. Namun. Kedua. kegiatan anggota DPR dalam membuat dan mengesahkan undang-undang. Sedikitnya ada tiga sumber yang mudah diidentifikasi. “social studies content” banyak tergantung pada peristiwa terkini (current events) dan hal yang penting menurut siswa (pupil interest). “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada. meliputi geografi penduduk. ekspedisi pendaki gunung. psikologi sosial.

Dari dua konsepsi atau gagasan dari Hanna dan Lee dan Furman ini dapat disimpulkan bahwa materi “content” PKn. Facts may be considered the lowest level of knowledge and have the least predictive capacity of all the knowledge forms.” Sedangkan menurut Sunal and Haas (1993) “Facts are forms of content that are single occurrences. penguasaan konsep dalam PKn memiliki kedudukan yang penting selain aspek afektif dan perilaku. dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. yakni fakta (peristiwa. dan negara. bangsa. taking place in the Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 57 . 1993) mendefiniskan fakta dengan indikator yang tidak banyak perbedaan. bahwa ”Facts are low-level. Namun. dengan merujuk pada gagasan “content” dan sasaran dalam social studies. Masih terdapat berbagai pendapat dan tafsiran yang cukup beragam. 1980. pemahaman dan penghayatan nilai dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai falsafah dasar dan pandangan hidup bangsa.(useful) bagi bangsanya. Namun. dan tujuan nasional sebagaimana yang dinyatakan dalam UUD 1945. but they apply only to a specific situation. cita-cita. formal disciplines (social sciences). Oleh karena itu. Selain itu. kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Meskipun demikian. yakni disiplin ilmu sosial dan kondisi kehidupan masyarakat. dasar negara. Untuk mendefinisikan “fakta” sesungguhnya tidaklah semudah yang sering kita bayangkan. pembinaan siswa untuk melihat kenyataan. Dengan demikian. beberapa ahli Social Studies (Michaelis.” Banks (1984) mendefinisikan fakta dalam konteks kajian etnis. Banks. hendaknya mempertimbangkan hal-hal yang bersifat informal content (the need of society). kecenderungan yang telah mendorong pada pemikiran orientasi siswa dan masyarakat sebagai trend baru hendaknya tidak meninggalkan sasaran pokok. perlu mendapat perhatian pula bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya berbasis konteks kehidupan siswa dimana mereka berada. Jarolimek and Parker. ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Kosasih Djahiri (1979) pernah menegaskan bahwa materi PKn hendaknya lebih menitikberatkan pada pembinaan watak. pendekatan yang digunakan hendaknya pendekatan kontekstual. 1993. sebelum membahas konsep terlebih dahulu perlu diuraikan tentang fakta. dan (the responses of pupils/the needs of children) dengan mempertimbangkan pula kebutuhan siswa. specific empirical statement about limited phenomena. Sunal and Haas. guru pun perlu memahami dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu sosial sebagai “content” untuk mengembangkan program PKn. Oleh karena itu. fokus belajar pada konsep yang benar menurut dan sesuai dengan Pancasila. Michaelis (1980) mengartikan sebagai berikut: ”Facts are statements of information that include concepts. 1984. Apa yang dimaksud konsep dalam PKn? Sebelum membahas tentang konsep. Oleh karena itu. sebenarnya. masyarakat.

yang ditampilkan dengan benar-benar ada. Begitu juga menurut Sjamsuddin (1996:5). fakta dapat menunjukkan suatu sifat yang nyata. berbangsa. dan juga bisa berupa benda-benda (things) yang benar-benar ada atau peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu. nasional. (“Fakta adalah kejadian berbagai hal atau peristiwa yang tertentu yang pada gilirannya menjadi data mentah atau pengamatan para ilmuwan sosial”). Namun. dalam konteks proses inkuiri. Fakta juga merupakan building blocks of knowledge yang digunakan untuk mengembangkan konsep (Fraenkel. peran dan fungsinya sangat penting karena dapat berkontribusi terhadap kebermaknaan suatu konsep dan generalisasi. 1977:84). bahwa fakta umumnya erat hubungannya dengan jawaban atas apa. peristiwa. Namun.past or present. Bahkan materi pembelajaran PKn hendaknya dipersiapkan dan dikemas oleh para guru dengan mengadopsi dari kehidupan nyata (real life) masyarakat terutama para siswa pada tataran lokal. Suatu hal yang menarik dan perlu digarisbawahi dari pernyataan para pakar Social Studies di atas bahwa fakta itu sifatnya khusus ataupun terbatas. siapa. fakta berupa kejadian. terjadi. dengan melihat dari aspek perannya. 1980:94). dan kasus aktual yang terkait dengan kewarganegaraan. tidak bersifat general atau umum yang tidak terbatas dan posisinya berada pada tingkatan paling rendah dalam struktur ilmu pengetahuan. apabila kerangka berpikir yang dipergunakan berbeda. Selain itu. Dalam pembelajaran PKn umumnya dan khususnya untuk jenjang kelas di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan demikian. Fakta harus dirumuskan atas dasar sistem kerangka berpikir tertentu. kehidupan bermasyarakat. dan bernegara sangat penting. Fenomena yang sama akan menghasilkan fakta yang berbeda. di mana. Jarolimek dan Parker (1993) menyatakan bahwa informasi faktual sangat penting untuk memahami konsep dan generalisasi karena fakta akan memberikan rincian informasi yang mendukung dan elaborasi yang menjadikan konsep dan generalisasi itu bermakna. kapan. dan global. 58 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Beberapa contoh fakta yang dapat dimanfaatkan untuk materi dan proses pembelajaran antara lain: . Oleh karena itu. • UUD NRI 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945. Banks menyatakan “Facts are the particular instances of events or things that in turn become the raw data or the observations of the social scientist” (Banks. karena mempunyai realitas objektif.” Sunal dan Haas menambahkan bahwa fakta belum dapat memprediksi suatu peristiwa atau suatu tindakan. hal ini sangat sesuai dengan pernyataan Bachtiar (1997:112-113) bahwa “fakta” merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta oleh Soekarno dan Hatta.

danau. Pendapat Schwab tersebut sejalan dengan pendapat Banks (1977: 85) yang menyatakan bahwa “A concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things. Di dunia ini. atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial yang relatif sama. Sebagai contoh konsep “demokrasi”. Tetapi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 59 . mobil. • Memasuki era reformasi. pandai. UUD 1945 telah mengalami perubahan sebanyak empat kali. dan 2002. • Sejumlah anggota organisasi masyarakat turun memenuhi jalan-jalan di ibu kota melakukan unjuk rasa menentang penyerangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Dengan demikian. meja. kursi. kambing. Demokrasi Barat di Eropa Barat dan Amerika Serikat akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan demokrasi di Cuba atau RRC. kebaikan. merah. ruang lingkup “konsep” menyangkut juga hal-hal yang bersifat riil ataupun konkret. ideas. Nama-nama seperti gunung. sebagai latihan. tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. or events”. Jadi. mertua  semuanya adalah konsep-konsep yang tak terhingga jumlahnya. coba Anda susun sebanyak sepuluh contoh fakta yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI. yakni pada tahun 1999. 2001. kemenakan. Konotasi yang demikian sebetulnya tidak terlalu salah manakala kita melihatnya dari sisi teoretik yang bersifat abstrak. ketimun. penggambaran dari sesuatu baik yang konkret maupun abstrak (tampak atau tidak tampak) atau dapat juga berbentuk pengertian/ definisi ataupun gambaran mental. gas. 2000. banyak jenis konsep baik yang tampak ataupun abstrak  seperti agama. kalau begitu apa konsep itu ? Schwab (1962: 12-14) mengemukakan bahwa konsep merupakan abstraksi. dan garam merupakan “konsep”. fantasi. suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan.• Pemilu di Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Apa konsep itu? Istilah “konsep” yang berkembang di masyarakat hampir selalu dikaitkan dengan “rancangan” atau ”draf” atau sesuatu yang belum selesai. Demikian beberapa contoh fakta yang dapat diangkat oleh guru sebagai materi pembelajaran PKn. pohon. Jika dilihat dari jenis dan bentuknya demokrasi itu sangat beragam. pengertian konsep menunjuk suatu abstraksi. Namun. Selanjutnya.

konsep ”kekayaan” tentu mengandung multi penafsiran karena konsep tersebut dapat berupa 60 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .apa yang membuat mereka berbeda-beda itu disebut “demokrasi”? Tentu saja karena mereka memiliki persamaan sebagai ciri esensialnya. patriotisme. dsb). Ketiga. ketajaman rasa. Misalnya. yang dapat diketahui ciri-ciri esensialnya yang relatif sama. 1980:99-100). Kemudian. …” (sebenarnya konsep-konsep itu dalam kenyataannya tidak ada). suara mengeong. bercakar. Konsep juga berbeda dalam ciri dasar yang dapat ditafsirkan berbeda-beda sehingga masih perlu dijelaskan lagi. or individual. event. DPR dan sebagainya. Namun ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan tinggi (“higher-level” abstraction). Kedua. penyesuaian diri.” Lebih lanjut Fraenkel menyatakan bahwa “Concepts do not exist in reality. Semua realitas yang berada di sekeliling kita memasuki atau menyentuh indera-indera manusia sebagai informasi dari berbagai pengalaman. pemerintahan. (1980:100). dan pabrik. misalnya bunga. dan kemampuan belajar. berbulu lembut. Menurut Kagan (dalam Fraenkel. yang hanya dapat dipahami oleh kemampuan tertentu. keadilan ” termasuk konsep-konsep yang kompleks. Pertama. konsep “kucing”. kambing. kita dapat mengidentifikasi tentang nama-nama lain. sehingga konsep-konsep ini telah mendekati tingkatan konkret. semakin kompleks konsep tersebut. the greater its capacity to organize and synthesize large numbers of simpler concepts and specific facts. negara. seperti presiden. seperti kemampuan bahasa. objects. “The more complex a concept is. indikator) yang diperlukan untuk menjelaskan konsep tersebut. ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan. Semakin banyak atribut yang diperlukan untuk menjelaskan konsep. pembedaan (differentiation). penghargaan. tetapi untuk konsep “kebudayaan” tentunya memerlukan banyak sekali atribut sehingga konsep “kebudayaan. Ada konsep yang memiliki tingkat keabstrakan rendah (“low-level” abstraction). or individual. Konsep itu berada dalam ide atau pikiran manusia. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut. berbeda dengan fakta yang menekankan pada kekhususan. Misalnya. Keempat kualifikasi tersebut adalah sebagai berikut. Fraenkel (1980:94-95) mengemukakan ”Whereas facts refer to a single object. yaitu “kekuasaan ada di tangan rakyat”. misalnya kebebasan. Konsep memiliki perbedaan dalam jumlah atribut (ciri-ciri. maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta. Dengan demikian. concepts represent something common to several events. demokrasi. masukan-masukan indera (sensory input) tersebut diatur dan disusun dengan mengenakan simbol-simbol (label kata-kata) berdasarkan persamaan-persamaan esensial tersebut. kompleksitas (complexity). Itulah ciri-ciri esensial demokrasi. Dalam hal ini. seperti berkaki empat. dan kecerdasan. mungkin dapat didentifikasi dari beberapa atribut.

kita dapat memperoleh beberapa wawasan bagaimana menangani sesuatu masalah tertentu yang dihadapi.” Konsep-konsep dapat disusun dengan cara mereduksi informasi-informasi tersebut menurut proporsi-proporsi yang dapat ditangani. konsep membantu mengenali dan memahami bermacam-macam objek yang ada di sekitar kita. Misalnya. Ketiga. dan DPRD II di Kabupaten / Kota. Kelima. dan menghubungkan istilah tersebut dengan lembaga negara “Dewan Perwakilan Rakyat” (DPR). Keempat. sebetulnya kita belajar mengenal konsep-konsep itu untuk apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Fraenkel (1980:101-104) telah mengidentikasi kegunaan konsep bagi kehidupan manusia sebagai berikut. konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”. DPRD I di Propinsi. Keempat. ”bersenang-senang”. maka ia akan langsung melakukan identifikasi. Misalnya. uang. Dengan menempatkan objek-objek. konsep dapat membantu untuk memecahkan masalah. ketika orang lain mengatakan panitia ad hoc atau rapat komisi. he places it into a class. Banyak konsepkonsep yang kita ketahui sekarang diperoleh melalui proses pembelajaran ataupun Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 61 . emas. Dengan mengenal konsep. dan sebagainya. Misalnya.” Sehingga dalam klasifikasi (kategorisasi) tersebut begitu nampak persamaan dan perbedaannya. individu-individu. Fraenkel (1980:101) menyatakan “Through concepts. Pertama. seseorang yang mengetahui bahwa ia seorang ahli hukum. Kedua. maka ia akan hati-hati dalam berbicara dan tidak mudah sembarang menuduh atau tindakan serupa lainnya yang berargumen berdasarkan hukum. konsep dapat berfungsi untuk mereduksi keperluan yang sering dikatakan berulang-ulang terhadap sesuatu kajian yang serupa dan sudah diketahui. Konsep dapat meliputi kelompok objek tertentu. alat rumah tangga. dan ”hotel”. individu-individu. klasifikasi. pemusatan dimensi (centrality of dimensions). atau ide-ide. Misalnya. Makna sebuah konsep diperoleh dari satu atau dua atribut penting yang merujuk pada ciri utama dari ide yang diwakili oleh konsep. Fraenkel (1980:102) menyatakan “When an individual identifies an object. tentu konsep ini akan mudah diidentifikasi. we simplify and order the varying perceptions that we receive through our senses.tanah. Bandingkan dengan konsep obeng. seseorang akan terhindar dari salah identifikasi atau miskonsep yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan fatal. ataupun ide-ide kedalam kategorikategori yang benar. konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. rumah. peristiwa-peristiwa. Hal ini bisa kita fahami karena informasi-informasi itu kian terus bertambah banyak dan semuanya harus diidentifikasi dalam simbol-simbol yang dapat disepakati. Timbul pertanyaan. konsep juga berguna untuk menjelaskan (eksplanasi) sesuatu yang dianggap rumit ataupun memerlukan keterangan yang cukup panjang dan rinci. peristiwa-peristiwa. maka ia akan menggunakan konsep tersebut untuk DPR. ketika orang sudah mengetahui konsep “legislatif”.

konsep mewakili gambaran kepada kita tentang ”realitas” dan dunia kita sendiri. karena kriteria untuk konsep “negara” tidaklah cukup hanya dengan kriteria ”wilayah” dan ”penduduk” belaka. or carry out anything but the simplest and most animalistic behavior without them. Isi materi pembelajaran PKn snagat dinamis dan selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan bangsa dan negara terutama masalah politik dan hukum. membahas tentang hubungan warga negara dengan negara atau pemerintah dalam arti yang luas. Misalnya. “Orang Batak si tukang copet”. atau bangsa lain dengan karakteristik tertentu yang berkonotasi negatif. Lebih lanjut dinyatakan ”We could not communicate. atau bangsa saling berinteraksi dengan memberikan ”label” tertentu kepada etnis. dan konsep-konsep kenegaraan lainnya.pengenalan dari konsep-konsep sebelumnya yang dianggap baru. kita sulit berpikir atau bahkan berpendapat tanpa konsep. Dalam hubungan tersebut sudah pasti terkait dengan masalah kepentingan. Contohnya: “Jawa koek”. Bahkan dikalangan orang Barat-pun stereotipe dan etnosentrisme pernah hidup dan berkembang sebagaimana yang disebut Huntington (1998: 66) bahwa “In the nineteenth century the idea of “the white man’s burden” helped justify the extension of Western political and economic domination over non-Western societies” yang pada gilirannya melahirkan imperialisme dan kolonialisme terhadap bangsa-bangsa kulit berwarna. Tujuh manfaat konsep ini tidak diragukan lagi kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan warga negara dan manusia umumnya. Keenam.” (Fraenkel. Hal ini terjadi ketika antara dua atau lebih kelompok manusia baik etnis. “Padang bengkok”. Ketujuh. suku. Dengan demikian konsep bisa dijadikan alat (tools) yang mengandung karakteristik-karakteristik umum untuk dianalisis sekalipun rumit. suku. dan sebagainya. Mengapa demikian? Konsep kewarganegaraan yang berasal dari kata “warga negara” pada hakikatnya. Di Indonesia juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan yang bernada stereotipe. “Cina licik”. melainkan harus disertai syarat-syarat lainnya. Demikianlah beberapa penjelasan tentang fakta dan konsep beserta contohcontohnya yang akan banyak ditemui dan bermanfaat dalam memahami dan menguasai materi PKn. Seorang calon guru atau guru profesional khususnya dalam bidang PKn dituntut untuk selalui melakukan pengkajian secara terus menerus mendalami dna memperluas wawasan terkait dengan materi PKn. Menurut Fraenkel. peraturan hukum. konsep sebagai stereotipe (stereotypes). konsep “negara”. artinya bahwa mungkin konsep itu memberikan konotasi negatif. 1980: 103). 62 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . hak dan kewajiban. create a society. Dua unsur ini sangat banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap isi materi pembelajaran PKn. tentu memerlukan penjelasan yang memadai. kekuasaan.

Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknya diarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. pendidikan kewarganegaraan dapat berfungsi pula sebagai pendidikan hukum. Menurut Banks (1977: 259). Salah satu norma yang dibuat untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat adalah norma hukum. dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia. Sebagai hasil dari pendidikan hukum. setiap warga negara memikul tanggung jawab atas terciptanya sistem hukum yang bekerja secara efektif dan adil. Tidak mungkin kita dapat mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan kepatuhan hukum dari setiap individu warga negara tanpa upaya yang sadar dan terencana melalui proses pendidikan. Kehidupan yang tertib. Program pendidikan hukum di persekolahan bukan merupakan program yang berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). pendidikan hukum memuat tujuantujuan sebagai berikut. aman. pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat. kesusilaan. Norma-norma tersebut antara lain meliputi norma kesopanan. siswa diharapkan dapat: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 63 . dan bernegara. sikap. dibuatlah norma-norma perilaku yang disepakati bersama sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mewujudkan bentuk kehidupan tersebut. Oleh karena itu. yakni hukum negara. seperti dikemukakan oleh Banks (1977: 258-259). dan norma agama. adat-istiadat. dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. harus dapat berjalan secara sinergis. Oleh sebab itu. dan bagaimana kesenjangan tersebut dapat diatasi. dan keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh hak-hak hukumnya secara maksimum dalam masyarakat. Disamping norma hukum terdapat sejumlah norma lainnya yang juga berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Penanaman nilai-nilai dan normanorma sosial kemasyarakatan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Para siswa hendaknya dibelajarkan untuk memperoleh kemampuan mengkaji persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesenjangan-kesenjangan yang acapkali terjadi antara cita-cita hukum dengan kenyataan. hukum dan politik. berbangsa. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. Di samping itu. Kesadaran akan adanya norma yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap individu sejak usia dini. kebiasaan.Bagaimana agar hubungan yang terkait dengan kepentingan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan harmonis untuk mencapai tujuan nasional? Dua unsur penting. Tujuan utama dari pendidikan hukum.

1. Mengembangkan pemahaman tentang hak-hak dan tanggung jawabnya yang ditegaskan dalam konstitusi. 2. Memahami tuntutan masyarakat akan peraturan dan hukum, sumber-sumber hukum, perubahan hukum, dan sanksi hukum. 3. Memahami berbagai aspek hukum sipil yang mempengaruhi kehidupannya - hukum perkawinan dan perceraian, perjanjian/kontrak, asuransi, kesejahteraan sosial, pajak, dan lembaga bantuan hukum. 4. Memahami sistem peradilan, struktur organisasi dan fungsi lembaga penegak hukum. 5. Mengembangkan pengetahuan dan sikapnya berkenaan dengan hukum dan sistem peradilan pidana - jadi mempersiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam sistem hukum masyarakat kontemporer. Sementara itu, Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government (1997) mengembangkan sejumlah bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum yang dapat disampaikan melalui PKn, antara lain meliputi: (1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum, (2) kedudukan hukum dalam sistem pemerintahan konstitusional, (3) perlindungan hukum terhadap hak-hak individu, (4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum, (5) hak warga negara, dan (6) tanggung jawab warga negara. Pada sisi lainnya, sumbangan ilmu politik terhadap PKn sangat signifikan karena sebagian besar materi PKn terkait dengan politik. Dapatkah mengemukakan konsepkonsep PKn apa saja yang berasal dari ilmu politik? Benar, banyak sekali konsep ilmu politik dalam PKn, seperti konsep negara, pemerintah, kekuasaan, DPR, MPR, presiden, pembagian kekuasaan, rakyat, masyarakat, bangsa, dan sebagainya.

Selanjutnya, sebagai latihan, coba Anda susun sebanyak dua puluh contoh konsep ilmu politik yang relevan dengan PKn dan dapat dijadikan materi pembelajaran untuk para siswa MI.

Rangkuman
Secara harfiah, istilah materi berarti (1) substansi yang dapat menghasilkan sesuatu; (2) sesuatu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu; sedangkan konten berarti “the things that are contained in something” (hal-hal yang ada di dalam sesuatu). Dalam konteks pembelajaran PKn istilah materi dan “content” dimaksudkan untuk membangun 64
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen).

Misi utama PKn adalah membantu para siswa belajar agar menjadi warga yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bertanggung jawab dan berpartisipasi di masyarakat demokratis yang majemuk baik dalam suku, bahasa, agama, budaya, maupun adat istiadat. PKn sebagai mata pelajaran di sekolah sangat bertanggung jawab untuk menjadikan warga negara yang cerdas dan baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ada tiga sumber yang dapat diidentifikasi dalam mengorganisasikan sumber PKn, yakni: (1) “informal content” yang dapat ditemukan dalam kegiatan masyarakat tempat para siswa berada; (2) the formal disciplines meliputi geografi penduduk, sejarah, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, jurisprudensi, filsafat dan etika serta bahasa; (3) the responses of pupils ialah tanggapan-tanggapan siswa baik yang berasal dari “informal content” (events) maupun dari “formal disciplines” (studies).

Ada dua unsur yang menjadi fokus materi pembelajaran PKn yang penting untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, yakni fakta (peristiwa, kasus aktual) dan konsep baik yang konkrit maupun abstrak. Fakta merupakan abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris. Sedangkan konsep merupakan abstraksi, suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan dan pengalaman-pengalaman kompleks. Fakta menekankan pada kekhususan, maka konsep memiliki ciri-ciri umum (common characteristics) yang sudah tentu pengertian konsep lebih luas daripada fakta.

Ada empat kualifikasi yang dapat diterapkan untuk menguji apakah suatu konsep telah memenuhi persyaratan, yakni: (1) tingkat keabstrakan (degree of abstraction) dari konsep tersebut; (2) kompleksitas (complexity; (3) pembedaan (differentiation); dan (4) pemusatan dimensi (centrality of dimensions).

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

65

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Secara harfiah, istilah materi berarti .... A. hal-hal yang ada dalam sesuatu B. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu C. aktivitas untuk tujuan tertentu D. sesuatu yang diabaikan

2. Misi utama PKn yang berbeda dari mata pelajaran lainnya adalah bahwa PKn menekankan pada .... A. pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air B. pembentukan warga masyarakat yang demokratis C. pembentukan warga yang berjiwa toleran dan peduli terhadap orang lain D. pembentukan warga yang mampu menganalisis masalah sosial kemasyarakatan

3. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari surat kabar tentang aktivitas anggota parlemen atau lembaga negara, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru

4. Sumber materi pelajaran PKn yang diperoleh dari teori ilmu politik, dapat dikategorikan sebagai... A. formal content B. respon siswa C. informal content D. upaya guru 5. Para siswa hendaknya belajar menjadi warga negara yang produktif di daerahnya, berguna (useful) bagi bangsanya, dan berpikir kewarganegaraan (civic-minded) ketika hidup dalam konteks global. Untuk mencapai itu semua, maka pendekatan yang paling tepat diterapkan adalah .... A. ekspositori B. kontekstual C. lingkungan D. simulasi 66
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Abstraksi dari kenyataan yang diamati yang sifatnya terbatas dan dapat diuji kebenarannya secara empiris disebut .... A. data B. fakta C. konsep D. generalisasi

7. Pernyataan: ”UUD 1945 disahkan pertama kali oleh PPKI dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945” merupakan ..... A. teori B. generalisasi C. konsep D. fakta

8. Konsep ”wisatawan” akan terkait dengan atribut kunci ”travel”, ”bersenang-senang”, dan ”hotel”. Kualifikasi konsep ini termasuk .... A. tingkat keabstrakan (degree of abstraction) B. kompleksitas (complexity) C. pembedaan (differentiation) D. pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. Konsep itu berguna untuk membantu mengatasi kerumitan lingkungan dan melakukan efisiensi dan efektivitas bagi manusia. Hal ini dikemukakan oleh.... A. Kagan B. Schwab C. Fraenkel D. Banks

10. Kehidupan yang tertib, aman, dan damai merupakan bentuk kehidupan yang dicitacitakan oleh umat manusia, dan ini menjadi bagian dari PKn sebagai ... A. pendidikan hukum B. pendidikan nilai C. pendidikan karakter D. pendidikan konstitusi

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

67

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

68

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Pengembangan Materi Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan karakteristik materi PKn, meliputi pengertian, klasifikasi, dan jenis, serta contoh. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang karakteristik materi PKn? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru, maka pertanyaannya adalah bagaimana cara membelajarkan materi PKn kepada peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka Anda perlu terus berlatih untuk membelajarkan fakta dan konsep-konsep tersebut. Selanjutnya, Anda pun dituntut untuk secara terus menerus mengembangkan fakta dan konsep pendidikan kewarganegaraan lainnya agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap konsepkonsep dasar PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bidang kajian yang bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner/ multidisipliner/ multidimensional. Namun secara filsafat keilmuan bidang studi ini memiliki objek kajian pokok ilmu politik, khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus, yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Kemudian secara akademis diakui sebagai embrionya civic education. Selanjutnya di Indonesia hal ini diadaptasi menjadi “pendidikan kewarganegaraan” (PKn). Secara metodologis PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan salah satu dari lima tradisi social studies yakni transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission).
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan materi pembelajaran secara layak, yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa.

69

Numan Somantri (2001) menyatakan bahwa obyek studi Civics dan Civic Education adalah warga negara dalam hubungannya dengan organisasi kemasyarakatan, sosial, ekonomi, agama, kebudayaan, dan negara. Kata kunci dari pengertian ini adalah warga negara dalam hubungannya dengan pihak lain yang dimaksud adalah negara. Hal ini sejalan dengan kajian yang telah dilakukan terdahulu bahwa pada hakikatnya obyek kajian PKn adalah perilaku warga negara (Sapriya, 2007). Dalam lokakarya metodologi Pendidikan Kewarganegaraan tahun 1973 dikemukakan bahwa obyek studi Civics adalah: (1) tingkah laku, (2) tipe pertumbuhan berpikir, (3) potensi yang ada dalam setiap diri warga negara, (4) hak dan kewajiban, (5) cita-cita dan aspirasi, (6) kesadaran (patriotisme, nasionalisme, saling pengertian internasional, moral Pancasila), dan (7) usaha, kegiatan, partisipasi, dan tanggung jawab.

Dengan demikian, apabila fokus kajian di arahkan pada bidang telaahnya, maka sebenarnya ontologi PKn yang esensial adalah perilaku warga negara. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa perilaku warga negara itu sangat kontekstual sehingga bidang kajian ini merupakan konteks dimana warga negara itu hidup dan berada. Konteks perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam suasana atau kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana individu sebagai warga negara ketika ia berperilaku di rumah karena ia sebagai anggota keluarga (member of family); bagaimana individu berperilaku, berpikir, bekerja, berbuat sebagai anggota kelas di sekolah karena ia adalah warga sekolah (school citizen). Kemudian bagaimana ia berperilaku di masyarakat sebagai anggota masyarakat demokratis atau madani, apakah anggota partai politik, apakah anggota organisasi kemasyarakatan.

Dilihat dari fenomena PKn sebagai kajian perilaku warga negara maka semakin tampak bahwa ruang lingkup telaahnya begitu luas. Kajian yang berpusat pada perilaku warga negara dapat dipandang dari berbagai dimensi yang lebih spesifik daripada tiga dimensi di atas. Warga negara merupakan individu yang dapat dipandang dari berbagai dimensi seperti psikologis, sosial, politik, normatif, antropologis dan dimensi lain sehingga dapat dinyatakan dengan sifat multidimensional. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi, sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan. Organisasi yang dimaksud tersebut adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini, secara ontologis, sumber adanya PKn itu adalah negara dalam konteks yang luas. Sebuah negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional (Misalnya, Konvensi Montevideo 1933) meliputi empat unsur, yakni: (1) ada unsur manusia atau rakyat; (2) ada unsur tanah air atau wilayah; (3) ada unsur pemerintah; dan (4) ada unsur pengakuan (atau kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara atau subyek hukum bukan negara). Keberadaan negara bersifat dinamis dan dapat berkembang. Misalnya, jauh sebelum berdiri negara Kesatuan Republik Indonesia, mungkin hanya ada nusantara, sedangkan penduduk atau 70
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Persoalan berikutnya yang dihadapi PKn saat ini adalah masalah perubahan kebijakan nasional tentang otonomi di bidang pendidikan yang berdampak luas hingga berpengaruh juga terhadap kebijakan kurikulum. Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Lalu ada aksi berjuang. Secara kultural. bernegara dan berpemerintahan. Sebelum proklamasi. Aspek emosional seperti rasa kebangsaan (nationalism) dan cinta tanah air (patriotism) bahkan dengan mengetahui dan memahami diri secara sosiologis dan historis akan dapat membangun kesadaran diri sebagai warga negara. bermasyarakat. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. kalau ada. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. kondisi manusia Asia yang bersifat multietnis dan multikarakter merupakan aspek sosiologis dan psikologis-historis sebagai kajian ontologi PKn yang dapat dijadikan untuk pembentukan pengetahuan. berorganisasi. Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. di wilayah nusantara pernah ada kerajaan-kerajaan. dan sekolah menengah atas (SMA/MA) bahkan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT). Dalam konteks NKRI tentu kita tidak Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 71 . Oleh karena itu. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. Dengan peraturan baru tersebut.penghuni umumnya adalah pendatang dari wilayah lain. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kemudian. dimungkinkan bahwa kurikulum berdiversifikasi. sekolah menengah pertama (SMP/ MTs). kekayaan budaya dan adat istiadat merupakan bagian utuh dari penduduk Asia dan bagian umat manusia. Konsep “ada” itu adalah prosesnya. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. adanya negara Indonesia karena ada proklamasi. khususnya dalam upaya pembangunan warga negara yang baik belum optimal. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. sikap dan perilaku warga negara yang mendukung bagi pembangunan bangsa. kemudian kerajaan dijajah Belanda pada abad ke-16. Demikian pula pada usia di sekolah dasar (SD/MI). lalu ada merdeka 17 Agustus 1945. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara. dimensi program ini bersifat formal. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. keberadaan bangsa dan negara merdeka.

proses. Jadi yang berbeda sebenarnya adalah muatan pengambilan keputusannya. tenaga kependidikan. perbedaannya terdapat pada proses dan isi (content) nya. kompetensi lulusan. pengelolaan.mengharapkan terjadinya diversifikasi kurikulum khususnya untuk PKn. ada content yang sifatnya structural formal. dan penilaian pendidikan. ada content informal atau termasuk kelompok isi yang diperoleh dari 72 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . salah satu kompetensi warga negara yang harus dikembangkan adalah kemampuan mengambil keputusan. Demikian pula kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving skills) dan kemampuan menggunakan mass media untuk membuat keputusan. pembiayaan. decision making competence atau decision making skills. Pertanyaan berikutnya: apakah isi (content) PKn itu harus sama? Dalam pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan. semuanya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan untuk menyesuaikannya dengan konteks kehidupan dan lingkungan masing-masing satuan pendidikan yang berbeda-beda Dengan orientasi pada kompetensi yang menjadi standar nasional. Hal ini tidak mungkin berbeda. Misalnya. artinya semua warga negara harus mempunyai kemampuan mengambil keputusan. Pertanyaannya adalah apa yang harus sama dan apa yang boleh berbeda. misalnya kalau PKn itu untuk Irian Jaya tentu berbeda isinya dengan PKn untuk DKI Jakarta. terpecah menjadi 340 model PKn Kabupaten/Kota? Untuk menjawab pertanyaan ini. maka diharapkan tujuan dari adanya kebijakan otonomi pendidikan akan terwujud. proses dan kompetensi lulusan. kita lihat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Pasal 35 yang menyatakan tentang standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. Aturan ini telah secara jelas menegaskan bahwa diversifikasi mungkin terjadi bahkan tak dapat dihindari tetapi semuanya tidak boleh menyimpang dari standar-standar yang telah dirumuskan dalam ketentuan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk menjaga dan mengendalikan mutu dipandang dari sudut kebutuhan peserta didik. Apakah boleh PKn itu terbelah. Content ini pun harus dibedakan. maka memungkinkan tiap satuan pendidikan untuk menentukan isi (content) PKn sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Melalui kajian apa kemampuan pengambilan keputusan itu. Kondisi ini tentu saja berbeda-beda. tetapi bagaimana muatan itu di proses sehingga menghasilkan kemampuan mengambil keputusan mungkin sama. maka kompetensi lulusan harus sama. tentu ada perbedaan dari pelaksanaan kebijakan pendidikan sebelumnya yang umumnya bersifat sentralistis. Dengan demikian. Perbedaan itu disebabkan oleh adanya perbedaan konteks atau situasi sosial budaya di Irian Jaya dan Jakarta. Iklim kompetisi akan semakin berkembang yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Dalam mengangkat dimensi PKn sebagai program kurikuler memang tidak dapat diabaikan pembahasan tentang isi. Dengan adanya kewenangan penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan masing-masing. sarana dan prasarana. Artinya muatan isi mata pelajaran yang harus dikembangkan berbeda.

melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya.tempat contentdimana yang bersifat informal kontekstual tergantung lingkungan siswa structural berada. Sejalan Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. pemersatu akan memperkuat Namun. Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn Tabel: Jenis Muatan Isi Pembelajaran PKn  Content Structural Formal Content informal            Tetap  Pemersatu  DapatBerubah  Kontekstual Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap setiap saat/masa dapat berubah. pada kurun waktu 1960-an sampai 1968. seluruh kabupaten/kota. Dokumen kurikulum PKn dipersiapkan dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi Dokumen kurikulum PKn dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam pembelajaran PKn ini dapat dilihat tabel di bawah ini.tentang Konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945) maka semua orang harus sumber sosial kultural. DenganContent demikian. seluruh propinsi dan seluruh bangsa. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content pernah di Indonesia dapat dipilah empat yang model. Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari saat/masa dapat berubah. dihadapi. Namun. kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah berikutnya. given) sehingga content ini harus sama untuk seluruh siswa. pemersatu bangsa yang akan memperkuat semangat nasionalisme seluruh sekolah. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubahsetelah sejalanada dengan tantangan yang dihadapi. tentang Konstitusi Negara Republik (UUD 1945) maka semuabersifat orang harus bicara sama. perubahan. berbagai konteks pasti berbeda-beda. yang bersifat structural formal merupakan yang tidak bicara sama. Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan dalam Sedangkan content informal bersifat kontekstual tergantung lingkungan tempat dimana pembelajaran PKn ini dapat dilihat perilaku tabel di bawah ini. Ketika Indonesia danmisalnya. siswa berada. formal ini bagaimana merupakan content perekat. Sejalan dengan perubahan dapat dipilah menjadi empat model. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia.tahun ketika berubah menjadi PKn pada tahun pada 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan mengandung hanya doktrin kenegaraan memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak aspek sosial yang spesifik. content yang bersifat structural formal ini isi merupakan boleh ditawar (unnegotiated. bagaimana warga negara terjadi dan dibentuk dalam pembelajaran di berbagai konteks pasti berbeda-beda. Dengan demikian. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. perilaku warga negara terjadi dan bangsa dibentukyang dalam pembelajaran di semangat nasionalisme Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pertamadengan adalah doktrinmodel yang lebihada banyak mengandung aspek menjadi sosial politik berkaitan PKn kenegaraan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kurikulum masa ini doktrin Kedua.Indonesia Sedangkan content guru berbicara. content perekat. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan proses tuntutan dan tantangan yangterdahulu. 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 73 . Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. Kurikulum PKn sekolah yang 1960-an sampai 1968.

kemiskinan. Ada kecenderungan content untuk kurikulum berbasis kompetensi kembali menggunakan pendekatan yang sifatnya struktural. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. tantangan untuk memahami persoalan-persoalan konseptual sebagai bekal untuk menganalisis persoalan kontemporer itu. Kedua. baik PKn SD/MI. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD/MI. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. Untuk SD/ MI dan SMP/MTs. kebodohan. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. Pertama. mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Keempat. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Ada dua hal tantangan warga negara pada masa kontemporer. dan masalah lain tentang masalah perilaku immoral. Sedangkan untuk SMA/MA. mata pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Dalam hal ini. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. maupun SMA/MA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. pernah dilakukan penyesuaian content. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. separatisme. Dari aspek content. SMP/MTs.Ketiga. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). korupsi yang merajalela. tantangan untuk menghadapi kehidupan sosial kultural yang kontemporer di dalam kehidupannya. Satu contoh persoalan kontemporer sekarang adalah konflik antaretnis. Perlu dipertimbangkan dalam proses mengemas content agar memperhatikan tantangan saat ini. Sejalan dengan perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaan kurikulum PKn berbasis kompetensi secara umum Kurikulum PKn yang sedang dalam proses implementasi setelah melalui masa uji coba tidak dipungkiri masih menunjukkan sejumlah kelemahan. sekarang sudah saatnya para pakar dan praktisi PKn harus duduk bersama untuk melihat sebenarnya apa yang seyogianya dikemas untuk peserta didik. SMP/MTs yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Persoalan ini merupakaan isu penting yang harus segera 74 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maupun PKn SMA/MA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya pernah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen.

Pers dalam masyarakat demokrasi 7. logis. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani. Di dalam benak peserta didik harus sudah ada bekal konsep-konsep supaya ketika mereka mengambil posisi di dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pemerintahan. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Pemerintahan daerah dan otonomi. dan layak. Prestasi diri . Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Instrumen nasional dan internasional HAM. didalam benak peserta didik telah ada sejumlah konsep yang cukup memadai untuk mengatasi atau menghadapi isu-isu itu sehingga pendapat-pendapatnya itu tidak common sense tetapi ditopang oleh conceptual framework yang melandasinya. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Namun. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.dikomunikasikan kepada peserta didik. Menghargai keputusan bersama. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Dari kenyataan ini tampak bahwa persoalan yang dihadapi dalam internal isi kajian PKn sebagai program kurikuler masih menunjukkan kesenjangan antara kepentingan pemerintah dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta tantangan masa depan. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. maka mereka sudah memiliki argumen yang cerdas. Norma. Pemerintah pusat. Hukum dan peradilan internasional 3. misalnya. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. hukum dan peraturan. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Sumpah Pemuda. Peraturan-peraturan daerah. Demokrasi dan sistem politik. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Partisipasi dalam pembelaan negara. Pemajuan. Budaya politik. Tata tertib di sekolah. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Dengan kata lain. Kekuasan dan Politik. Pancasila sebagai ideologi terbuka Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 75 . terkait masalah konflik antaretnis. untuk melakukan proses tersebut tentu saja peserta didik perlu bekal. Persamaan kedudukan warga negara 5. Cinta lingkungan. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Norma yang berlaku di masyarakat. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Harga diri sebagai warga masyarakat. Sistim hukum dan peradilan nasional. 1. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Kebebasan berorganisasi.

Pola perilaku ialah kerangka dasar dari sejumlah kegiatan. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsabangsa lainnya 4. Disamping menumbuhkan atau menyempurnakan pola perilaku. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Kebiasaan akan timbul justru apabila kegiatan manusia berulang kali dengan sadar dan penuh perhitungan. Kegiatan pembelajaran dapat juga berupa kegiatan jasmani. dan Mengevaluasi globalisasi. dan demikian juga sebaliknya. kesiapsiagaan dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan yang sama atau serupa dengan cara yang lebih mudah. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Kegiatan itu dapat berupa keterampilan intelektual seperti mengkaji. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan 2. tujuan tiap pembelajaran ialah menimbulkan atau menyempurnakan pola laku dan membina kebiasaan sehingga peserta didik terampil menjawab tantangan situasi kehidupan secara manusiawi. dan bernegara. Selanjutnya. tanpa memeras dan menguras tenaga. pembelajaran 76 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bagaimana pembelajaran materi PKn dapat dilakukan? Sebelum membahas tentang persoalan ini terlebih dahulu perlu dikemukakan beberapa prinsip berkenaan dengan tujuan dan metode pembelajaran. Tiap usaha pembelajaran (dalam arti membelajarkan siswa) sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan atau menyempurnakan pola perilaku atau kompetensi tertentu dalam diri peserta didik. Namun. berbangsa. Kegiatan jasmani seyogianya didukung oleh kegiatan intelektual. menganalisis dan menilai keadaan dengan daya nalar. Dengan demikian. dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat. Dengan kata lain. pembelajaran bertujuan pula untuk menimbulkan kebiasaan. Pembelajaran materi PKn harus pula mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan dalam ketentuan Permendiknas tersebut. Dampak globalisasi. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Kebiasaan dapat dirumuskan sebagai keterarahan. Berpikir secara kritis. yang dilakukan dengan tenaga dan keterampilan fisik. maka pengembangan materi pembelajaran PKn hendaknya diarahkan pada ketentuan yang telah ada dalam standar isi sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. yakni: 1. Dengan menyimak paparan di atas. secara umum manusia bertindak secara manusiawi apabila kedua jenis kegiatan tersebut dibuat secara terjalin dan sinergis. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. yang lazim dilaksanakan manusia untuk bertahan hidup dan untuk memperbaiki mutu hidupnya dalam situasi konkret. mengamati. rasional. serta anti-korupsi 3.8. Hubungan internasional dan organisasi internasional.

Pemikiran kreatif yang dapat menelurkan tindakan kreatif pula wajib dibina dalam tiap pembelajaran. Oleh karena itu. Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah (1) tingkat kesulitan. keterampilan dan kebiasaan. maka metode pembelajaran harus mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola perilaku. adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yang sederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit. Rooijakkers (1989: 112) menyusun tingkat-tingkat kemampuan berpikir sebagai berikut. dan menentukan sikap serta tindakannya dalam keadaan tersebut. membina kebiasaan. menurut sejumlah hasil riset. dan (2) tingkat kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir. Pembelajaran perlu membina pola berpikir. Jelaslah bahwa metode pembelajaran yang ampuh harus mengembangkan pemikiran dan tindakan kreatif.ingin memekarkan kemampuan berpikir dan kemampuan bertindak pada peserta didik sehingga menghadapi keadaan apapun ia cukup sanggup mengamati keadaan. terutama pada jaman kita sekarang ini yang penuh dengan perubahan ini. Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task) sedangkan tingkat kemampuan berpikir berkenaan dengan kemampuan kognitif siswa. Pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada peserta didik untuk secara kreatif dapat menghadapi situasi sejenis. membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah-ubah. Taraf 1 2 3 4 5 Nama taraf berpikir Evaluasi Analisa dan sintesa Aplikasi Pemahaman Macam kerja pikir yang dibelajarkan Berpikir kreatif atau berpikir untuk memecahkan masalah Berpikir menguraikan dan menggabungkan Berpikir menerapkan Pengetahuan Berpikir dalam konsep dan belajar pengertian Belajar reseptif atau menerima Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 77 . Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola perilaku. malah situasi yang baru sama sekali atas cara yang memuaskan. yang terbuka dan tanggap. Dengan merujuk pada taksonomi Bloom (1956). pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus dan laju perubahan yang terjadi. yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Kehidupan manusia dalam masyarakat modern dewasa ini sedang mengalami perubahan yang begitu pesat. menilai keadaan. dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri.

Apa yang “benar” ditentukan oleh nilai-nilai yang disepakati oleh masyarakat. Orang dihargai karena mentaati peraturan. Orientasi legalistik kontrak soaial. Orientasi instrumental. dan ruang lingkup PKn sesuai dengan ketentuan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Orientasi keserasian antar personal. Dari hasil penelitiannya yang menggunakan dilemma moral hipotetik. dan melaksanakan kewajiban sendiri adalah “baik”. menghormati kekuasaan. Tugas dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn seyogianya memperhatikan hakikat dan karaktertistik. Atas dasar karya Piaget dalam penelitiannya tentang perkembangan moral. pengembangan materi pembelajaran PKn oleh guru mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI) yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. Orientasi hukuman dan kepatuhan. hukum. 3. Orientasi terhadap peraturan hukum dan ketertiban. termasuk hak-hak individu dan aturan-aturan konsensus. Konvensional 2. 4. Taraf Prekonvensional Tingkat perkembangan moral 1. Konsepsi tentang baik dan buruk ditentukan oleh konsekuensi fisik tanpa memperhatikan makna atau nilai dari konsekuensi ini bagi individu. Orientasi terhadap prinsip-prinsip etika universal. Yang “benar” merupakan masalah nurani sesuai dengan prinsip-prinsip pilihan sendiri yang dipandang logis. Namun demikian tekanannya diletakkan pada pertimbangan rasional dan kemanfaatan sosial. Patut diperhatikan bahwa model pengembangan materi pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir dan tingkat perkembangan moral anak-anak usia MI. 78 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan rasa hormat terhadap martabat manusia sebagai mahluk individu. Prinsip-prinsip yang universal ini pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip keadilan. Apa yang menyenangkan atau membantu orang lain adalah “baik”. Konsepsi tentang “baik” lebih ditentukan oleh kepuasan sendiri Pasca konvensional 5. 6. Demikianlah paparan tentang beberapa prinsip yang patut diperhatikan dalam pengembangan materi pembelajaran PKn. persamaan hak asasi manusia. Memelihara ketertiban sosial. dan universal. Kohlberg menyusun tingkat perkembangan moral ke dalam enam tingkatan sebagai berikut. tujuan. ajeg. dan kekuasaan yang berlaku. Kohlberg mengembangkan teori perkembangan moral kognitif. Erat kaitannya dengan pembelajaran PKn adalah pertimbangan tentang tingkat penalaran moral. Secara lebih rinci.

2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat Kelas II. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. Menampilkan sikap cinta lingkungan Kompetensi Dasar 1. dan suku bangsa 1.1 Mengenal pentingnya hidup rukun.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas II. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 4. Semester 2 Stándar Kompetensi Kompetensi Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 79 .Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) Kelas I.2 Melaksanakan hidup rukun.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Kelas I. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1. Membiasakan hidup bergotong royong 2.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 3. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah 2.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4. agama.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 2.1 Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain. saling berbagi dan tolong menolong 1. saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.

2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. dan provinsi 2.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. kekayaan alam.3 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar Kelas III. Memahami sistem pemerintahan kabupaten. seperti kebhinekaan. dan provinsi 80 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menampilkan sikap demokratis 4. satu bangsa dan satu bahasa 1.2 Memberi contoh bentuk harga diri.3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan 4. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. kota. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 2. disiplin.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2. seperti menghargai diri sendiri.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1. dan senang bekerja dalam kehidupan sehari-hari 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila 3. kedisiplinan.3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.2 Melaksanakan perilaku jujur. kota.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari 2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak Indonesia Kelas IV.2 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2. dan provinsi Kompetensi Dasar 1.2. keramahtamahan 4. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain­lain 3.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda 2. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. dan senang bekerja dalam kegiatan sehari-­ hari Kelas III.1 Mengenal nilai kejujuran.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri 3. Memiliki harga diri sebagai individu 4. kota.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.1 Mengenal makna satu nusa. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.

3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. DPR.3 Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Kelas V. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 3. anti korupsi.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya 4.2 Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional 4.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2. Wakil Presiden dan para Menteri 4. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3. Presiden. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.1 Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama 4.2 Mematuhi keputusan bersama Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 81 . Memahami peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Dasar 1. MA. seperti pajak.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Memahami kebebasan berorganisasi 4. seperti Presiden.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. larangan merokok Kelas V. Semester 1 Stándar Kompetensi 1.2 Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah. lalu lintas. MK dan BPK dll. seperti MPR. Mengenal sistem pemerintahan tingkat pusat 4.Kelas IV.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.

2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Pengertian Politik luar negeri b.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari 2.Kelas VI. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Memahami peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. pengertian kerjasama antarbangsa b. kegiatan pembelajaran.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Kompetensi Dasar 3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Memahami peranan politik luar negeri Indonesia dalam era globalisasi Dikemukakan dalam Permendiknas tersebut bahwa SKKD menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Berikut ini adalah contoh mengembangkan materi pembelajaran kelas VI semester 2. Semester 2 Stándar Kompetensi 3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Contoh pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada 2. Pelaksanaan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Asia Tengggara d. Negara-negara Asia Tenggara c. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kelas VI. Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif 4. c. d. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara 3.2 Memberikan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Rincian Materi a. Politik luar negeri Indonesia bebas aktif.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah 2. Peran Indonesia di Asia Tenggara a. 82 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .1 Menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara 3.

sosial. dan dalam kehidupan di sekolah. pembelajaran materi PKn dapat diawali dengan memperkenalkan mereka pada sejumlah aturan-aturan hidup yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. dan lingkungan masyarakat sekitar. lingkungan madrasah. emosional. Bagaimana mengembangkan SKKD menjadi rencana pembelajaran baik berupa silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dikaji pada Modul 9 mata kuliah ini. Sebagai latihan. kelompok permainan. Perlu diperhatikan bahwa di kelas rendah. Selanjutnya Anda dapat mengembangkan materi pembelajaran lain sesuai dengan KD dan kelas serta semester. mengingat kemampuan berpikir anak masih bersifat holistik. coba Anda kembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan KD dan Kelas serta semester dimana Anda mengajar. Secara lebih rinci uraian pengembangan materi dan pembelajaran untuk siswa MI kelas rendah dapat dilihat pada Modul 6 dan untuk siswa MI kelas tinggi dapat dilihat pada Modul 7 mata kuliah ini. Untuk anak-anak MI pada kelas-kelas rendah (kelas 1 sd kelas 3). Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat tantangan kehidupan saat ini tidak cukup dan dapat diselesaikan hanya oleh warga negara yang baik melainkan perlu pula oleh warga negara yang memiliki kecerdasan. maka pembelajaran hendaknya lebih banyak pada upaya pembiasaan. Kecerdasan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara adalah kecerdasan dalam berbagai aspek. Kecerdasan yang dimiliki oleh seorang warga negara diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berpikir dalam menganalisis berbagai Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 83 . baik dalam lingkungan keluarga. artinya bukan hanya membangun warga negara yang baik (good citizen) semata melainkan warga negara yang cerdas (smart citizen) dalam menghadapi lingkungan kehidupannya. Bekerja dengan kawan mahasiswa lain lebih baik. Pengenalan terhadap keberadaan aturanaturan tersebut hendaknya diarahkan pada tumbuhnya kesadaran pada diri anak tentang perlunya aturan dalam kehidupan kita. Media pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan pengalaman langsung yang diperoleh anak-anak dalam keluarga. dan bahkan spiritual. yakni kecerdasan dalam intelektual.Demikianlah contoh pengembangan materi berdasarkan kompetensi dasar (KD). Rangkuman Tujuan PKn hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

bahkan keterampilan meneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. berpartisipasi. 84 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yang artinya warga negara pada jaman Yunani kuno. Secara praksis. kesadaran manusia Indonesia atas ke-Indonesiaannya.masalah. Persoalan yang dihadapi saat ini khususnya menyangkut persoalan bangsa dan pemerintahan yang berada pada masa transisi. Secara filosofis. meliputi: Nusantara Indonesia. Dari objek kajian pokok inilah berkembang konsep Civics yang secara harfiah diambil dari bahasa latin civicus. Perilaku warga negara sebagai pribadi maupun anggota masyarakat berada dalam lingkup sebuah organisasi. berkomunikasi. meliputi keterampilan berpikir. khususnya konsep demokrasi politik (political democracy) untuk aspek hak dan kewajiban (duties and rights of citizen). kekayaan Indonesia. manusia sebagai pribadi. Secara ontologis. fokus kajian / bidang telaah PKn adalah perilaku warga negara. perspektif PKn sebagai domain kurikuler terdiri atas dua unsur. yakni curriculum content dan student behavior. Organisasi yang dimaksud adalah negara sebagai organisasi tertinggi. Dalam hal ini. Secara konseptual. obyek kajian PKn sebagai landasan berpikir dalam konteks keindonesiaan. menunjukkan bahwa PKn di Indonesia yang bersifat exclusive dan formal dengan pembelajaran berparadigma education about democracy sedang mengalami perubahan menjadi paradigma education in democracy. seorang warga negara harus memiliki sejumlah keterampilan/ kecakapan (skills). PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. jatidiri sebagai bangsa Indonesia. sebagai pengikat dan sekaligus yang memberi ruang untuk melakukan perbuatan.

Indonesia menganut demokrasi konstitusionil.. Pembukaan UUD 1945 B. A. rakyat B. Objek atau bidang telaah PKn adalah . Peraturan Pemerintah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 85 . demokrasi terpimpin C.. kecuali: A... Kenyataan ini dapat ditemukan dalam dokumen negara . khususnya konsep. demokrasi politik B.. khususnya tentang . 1. Unsur pokok negara dalam pengertian modern yang sesuai dengan hasil kesepakatan internasional meliputi. hak dan kewajiban D. tanggung jawab B. pemerintah D.. perilaku warga negara C.. Batang Tubuh UUD 1945 C.. negara B.. PKn memfokuskan pada pembelajaran untuk warga negara.. Secara filsafat keilmuan bidang studi PKn memiliki objek kajian pokok ilmu politik. peran dan fungsi C. rakyat 3. A. pengakua 5. perilaku pemerintah D. wilayah C. A.. kesejahteraan 4. A. demokrasi konstitusional D. demokrasi liberal 2. Bagian Penjelasan Umum UUD 1945 D..Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

Materi PKn yang lebih menekankan pada aspek moral terdapat dalam Kurikulum . kecuali: A. emosional 7. Tahun 2006 9. psikologis D. Demokrasi D. organisasi kemasyarakatan 8. sekolah D.. A. masyarakat B.22/2006. Domain PKn sebagai program kurikuler adalah program PKn yang ada di lingkungan A. historis B. pemerintah C. Berikut ini adalah materi pokok PKn dalam Standar Isi berdasarkan Pemendiknas No.. berpikir secara kritis B. berkembang secara positif D. berpartisipasi secara aktif C.. Persatuan dan kesatuan B... A. A. Tahun 1994 D. Misi ini merupakan ontologi PKn secara . sosiologis C. Tahun 1968 B. Globalisasi C. Rumusan tujuan PKn dalam Standar Isi yang pertama adalah . Misi PKn adalah memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air.. Tahun 1975 C.6.. Hak asasi manusia 10.. berinteraksi dengan bangsa lain 86 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ..

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % .89 % = baik 70 % . Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 87 .x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

C. A ekspositori 6.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. D emosional 7. informal content 4. C Demokrasi 10. C sekolah 8. A. substansi yang dapat menghasilkan sesuatu 2. A. B Tahun 1975 9. D pemusatan dimensi (centrality of dimensions) 9. A. demokrasi politik 2. D fakta 8. C. B perilaku warga negara 3. B fakta 7. hak dan kewajiban 4. C Fraenkel 10. A. formal content 5. A pembentukan warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air 3. D pengakuan 5. B Batang Tubuh UUD 1945 6. pendidikan hukum Tes Formatif 2 1. B. berpikir secara kritis 88 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn 3 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 89 .

90 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

metode. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan dalam kemampuan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. dan teknik untuk pembelajaran PKn. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. memilih dan mempertimbangkan model pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Pada modul mata kuliah yang lain. tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga kian sulit diimbangi oleh kemampuan umat manusia pada umumnya sehingga akibatnya muncullah masalah-masalah di masyarakat. Anda tentu masih ingat bahwa salah satu kompetensi guru kelas di MI adalah menguasai lima bidang studi yang salah satunya adalah bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan desain dna model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. - - Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran PKn Mengembangkan model pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Baiklah. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. Sementara di pihak lain. strategi. Demikian pula di bidang pendidikan khususnya para guru PKn dihadapkan pada sejumlah masalah dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 91 . zaman terus berkembang.

Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Oleh karena itu. 92 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Desain pembelajaran PKn 2. Lebih jauh lagi. 3. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. mempertimbangkan. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. 4. konsep. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan desain dan model pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan pembelajaran PKn di MI. Model pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 5. 2.belajar mengajar terutama dalam memilih dan menyajikan materi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan menerapkan konsep-konsep tersebut secara terintegrasi. Terapkan prinsip. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. memilih. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa.

Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa disain pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkan disain pembelajaran PKn itu. Untuk memudahkan memahami uraian tentang pengembangan disain pembelajaran PKn di bawah ini. Artinya. Anda diharapkan telah mengenal secara umum tentang disiplin ilmu-ilmu sosial dan teori-teori pendidikan. Apa disain pembelajaran itu? Menurut Eraut (1991:315) istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ biasanya merujuk pada disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran. Dengan memiliki pengetahuan awal tersebut Anda akan sangat terbantu untuk memahami. Memang. akan dibahas tentang pengertian. sejumlah ahli mengatakan bahwa disain pembelajaran dibuat oleh guru yang akan melaksanakan pembelajaran namun bukanlah suatu keharusan disain pembelajaran dibuat hanya oleh guru yang bersangkutan. Anda telah mengenal dan memahami tentang arah pengembangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam penguasaan kompetensi dalam pembelajaran PKn. tujuan. Pada kegiatan belajar ini. dan dimensi pendidikan kewarganegaraan di MI. Pada kegiatan belajar ini.1 Desain Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 93 . bahwa pengembangan disain pembelajaran dapat menjadi tugas para pakar pembelajaran yang diharapkan akan membantu/mempermudah para guru dalam mengembangkan dan melaksanakan proses pembelajaran. maka Anda akan sangat terbantu dalam tugas merencanakan mengembangkan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya. Oleh karena itu.

pengembangan kurikulum diawali dengan melakukan kajian situasi sekolah. dan (2) dapat menganalisis disiplin ilmu pendukung yang banyak berpengaruh dalam penyusunan desain pembelajaran. faktor-faktor tersebut dibagi atau dibedakan atas faktor eksternal dan faktor internal. Analisis Situasi Eksternal dan Internal Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian pendahuluan bahwa untuk mempelajari bab ini Anda diharapkan telah mengenal bagaimana paradigma PKn dan pengembangan materi PKn yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu atau disebut interdisipliner dan multidomensional serta apa tujuan dan fungsinya. Apa dan mengapa analisis situasi? Analisis situasi biasanya dilakukan sebelum proses pengembangan kurikulum. sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. 94 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .mengkaji dan menganalis situasi dan disiplin ilmu-ilmu sosial yang sangat berpengaruh terhadap proses penyusunan desain pembelajaran khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Apabila diklasifikasikan (secara sederhana). sikap dan kemampuan guru. Guru haruslah dapat mengkaji situasi belajar. Dengan demikian. selama proses mengembangkan kurikulum. Artinya. Dalam pembahasan berikut ini. Anda akan diajak menganalisis situasi apa saja baik eksternal maupun internal dan disiplin ilmu apa saja yang banyak kontribusinya terhadap proses penyusunan desain pembelajaran PKn. akan dibahas faktor-faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran. Pembahasan dalam kegiatan belajar ini akan diawali dengan menjelaskan beberapa pertimbangan mengapa kita perlu melakukan analisis situasi sebelum menyusun desain pembelajaran. Laurie Brady (1990) menegaskan bahwa analisis situasi diperlukan untuk menentukan efektifitas penerapan kurikulum yang baru. iklim sekolah. guru dituntut agar menyadari dan mempertimbangkan tentang situasi yang sedang terjadi atau berubah di sekitarnya. Pada kegiatan belajar berikut ini. Guru seyogianya dapat menangkap berbagai isu yang berkembang di masyarakat untuk dijadikan sebagai pengalaman belajar siswa. Karena setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda maka analisis situasi pada satu sekolah tidak dapat ditransfer kepada sekolah lain. meliputi faktor-faktor seperti: latar belakang pengalaman siswa. Sehingga dengan mempelajari materi dalam bab ini anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) dapat menganalisis faktor eksternal dan internal yang perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran.

: 1) Guru seyogianya melakukan suatu transaksi dengan siswa tentang apa yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. Cara yang dilakukan antara lain melalui diagnosis kelemahan-kelemahan siswa maupun prestasi yang telah dicapainya.Analisis situasi biasanya dilakukan oleh guru pada saat guru merumuskan dan menetapkan tujuan pengajaran. mengapa banyak orang (mahasiswa) melakukan demostrasi di depan Gedung DPR RI. Gedung Kedutaan. apakah kebutuhan siswa pada saat kini maupun pada masa depan. keterampilan mengajar. Gedung Kejaksaan RI. hal-hal apakah yang dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. kecakapan dan kebutuhannya 2) Guru meliputi aspek nilai. dan sebagainya. meliputi: 1) Siswa meliputi aspek bakat. pengalaman. Sockett (1976) memberikan saran-saran dengan menekankan pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum. sbb. jelaslah bahwa guru dituntut untuk selalu menyesuaikan program pembelajarannya dengan situasi yang sedang terjadi (berlangsung) di sekitar siswa atau kehidupan sekolah. ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). pengetahuan. Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang dapat diangkat. 2) Guru hendaknya secara terus-menerus mengevaluasi dan mempertahankan suasana belajar di kelas. Perhatikanlah faktor-faktor eksternal dan internal menurut Skillbeck berikut ini: Faktor-faktor eksternal meliputi: 1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat 2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan 3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan 4) Kontribusi dari sistem dukungan guru 5) Sumber masukan bagi sekolah Faktor-faktor internal. dianalisis dan dimasukkan oleh guru menjadi bahan perencanaan program pembelajaran PKn. 3) Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata dan kemungkinan perubahan situasi tersebut. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh Sockett di atas. Situasi apakah yang harus selalu diperhatikan oleh guru selama mendesain pembelajaran? Skillbeck (1984) membagi faktor yang dapat menggambarkan situasi sebagai bahan analisis guru atas dua bagian. sikap. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 95 .

Pembahasan pertama akan dimulai dengan faktor-faktor eksternal. Namun perlu Anda ingat bahwa dua faktor bahan analisis situasi di atas memiliki kaitan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan. Semua aspek dan implikasi-implikasinya ini perlu diprediksi oleh guru sehingga menjadi bahan dalam proses pengembangan kurikulum. Faktor sosial-budaya dan harapan masyarakat sebagai lingkungan belajar siswa dan sekitar sekolah sangatlah penting untuk diperhatikan oleh guru sebagai pengembang kurikulum (curriculum developer). meramu. Agar Anda dapat memahami lebih jauh lagi masing-masing lima faktor (eksternal dan internal) tersebut marilah sekarang kita membahasnya satu persatu. anggapan dan nilai masyarakat. Laurie Brady (1990) menyatakan ‘Apabila sekolah ingin berfungsi sebagai cermin masyarakat maka sekolah-sekolah harus memperhatikan perubahan sosial-budaya pada saat menyusun kurikulum. Dua faktor ini saling mengisi. dari hari ke hari bahkan dari detik ke detik kita dapat menyaksikan betapa cepatnya perubahan yang terjadi dalam segala aspek kehidupan. mengemas. Apabila kita perhatikan. dan sebagainya. Hal ini merupakan contoh prediksi yang dapat diangkat oleh guru sebagai hasil analisis faktor eksternal dari aspek sosial budaya yang cukup realistis dan aktual. perubahan teknologi dan informasi. seperti harapan orang tua siswa. misalnya dalam aspek teknologi informasi setelah merebaknya penggunaan saluran internet. Apabila kejadian ini tidak segera ditanggulangi maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan mengalami suatu generasi yang hilang (lost generation). tugas guru yang cukup strategis bagi keberhasilan mengelola proses belajar mengajar akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mempertimbangkan. 96 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan kata lain. Faktor eksternal pertama: Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat. perubahan dalam struktur ekonomi. perubahan fungsi keluarga. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi).kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya 3) Etos kerja sekolah dan struktur politik 4) Sumber-sumber bahan pembelajaran 5) Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. tuntutan dunia kerja. Salah satu faktor sosial budaya yang sedang melanda bangsa Indonesia sebagai akibat dari krisis moneter adalah banyaknya anak yang terpaksa keluar meninggalkan sekolah (drop out) karena tidak mampu membayar biaya sekolah. saling berpengaruh dan saling menentukan keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar. Perubahan di bidang sosial budaya ini meliputi perubahan penduduk. merancang atau mendesain faktor-faktor di atas dalam suatu model program pembelajaran. perubahan hubungan antara orang tua dan anak.

Perubahan dalam mata pelajaran yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 97 . fungsi sekolah dalam proses pengambilan keputusan. misalnya penerapan KTSP? Faktor eksternal ketiga: Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan. Keempat hal ini hendaknya dijadikan sebagai rambu-rambu oleh guru dalam mendesain pembelajaran baik dalam menyusun program (materi pelajaran) maupun dalam menentukan desain pembelajaran seperti aspek metode. kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan pada masa Mendiknas Wardiman Djojonegoro menitikberatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan link and match. Ada empat topik kebijakan yang ditempuh. Sistem pendidikan lainnya yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru antara lain: sistem ujian sekolah. antara lain: Sebagai latihan. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kebutuhan dan tuntutan masyarakat (sosial-budaya) selalu mengalami perubahan. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan masyarakat. Guru sebagai pengembang kurikulum perlu menyesuaikan apa yang dilakukan di kelas dengan sistem pendidikan yang berlaku. yakni relevansi. Beberapa contoh lain yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. dan keterlibatan masyarakat di sekolah.Harapan orang tua meliputi pandangan orang tua tentang pendidikan sex. efisiensi dan efektifitas. disiplin siswa di sekolah. Misalnya. pekerjaan rumah. coba Anda berikan contoh lain tentang faktor eksternal dari aspek sosial budaya ini yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru selama merancang model pembelajaran! Faktor eksternal kedua : Tuntutan sistem pendidikan. media. pemerataan. sikap dan sebagainya. pengalaman kerja. sumber dan evaluasi. antara lain standar kompetensi lulusan. tingkat otonomi sekolah. ujian nasional. Coba Anda kemukakan sistem pendidikan lain yang dapat dijadikan bahan analisis oleh guru. khususnya dalam pelaksanaan otonomi sekolah. Harapan dunia kerja.

akan diajarkan merupakan refleksi dari perubahan sosial-budaya. Faktor eksternal keempat: Kontribusi dari sistem dukungan guru. Dukungan yang dimaksud mencakup sumber-sumber belajar yang dapat mendukung terhadap proses belajar mengajar sehingga perlu dipertimbangkan sebagai bahan analisis pada tahap penyusunan desain pembelajaran. Misalnya. buku-buku profesional. Upaya inovasi melalui pembaharuan pendekatan/metode mengajar ini dianggap tepat dalam suasana fungsi sekolah dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia yang begitu cepat. Ada beberapa kecenderungan yang dapat diklasifikasikan sebagai perubahan dalam mata pelajaran sebagai upaya inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dan PKn. masyarakat belum merasakan bahwa lembaga sekolah yang ada di wilayahnya adalah juga tanggung jawabnya. konsultan kurikulum. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Idealnya tentu saja harus ada kesadaran dari semua pihak bahwa maju mundurnya sekolah atau baik tidaknya sekolah akan sangat tergantung kepada tiga pihak di atas. universitas. metode yang dikembangkan lebih menekankan pada keterampilan proses seperti yang dikemukakan oleh Evans dan Poole (1985) dengan istilah ‘learning how to learn’ melalui inkuiri. Hakekat dari sistem dukungan guru mungkin beragam tergantung pada kedekatannya. Sehingga nampak ada jurang pemisah antara lembaga persekolahan dengan masyarakat. 98 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang No. dan masyarakat. bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. dan pusat penataran guru. nampaknya tanggung jawab sekolah masih lebih besar dibebankan kepada pihak pemerintah dan orang tua siswa. mata pelajaran IPS dan PKn pernah digabung menjadi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial (PKPS) atau ada upaya atau gagasan melakukan integrasi sejumlah materi pelajaran yang dikenal dengan pendekatan tematik (thematical approach) atau terpadu (integrated approach). pada menjelang pemberlakuan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Bahan belajar yang sekaligus menjadi sumber belajar terdiri atas: bahan audio-visual (misalnya pesawat televisi). Peran masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah belumlah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian. Faktor eksternal kelima: Sumber masukan bagi sekolah. Selanjutnya marilah kita perhatikan beberapa penjelasan faktor internal sebagai bahan analisis situasi. Guru hendaknya mengupayakan ketersediaan dukungan ini misalnya melalui kepala sekolah. Setiap sekolah memiliki akses terhadap bentuk-bentuk dukungan untuk peningkatan profesionalisme guru apakah berupa sekolah tinggi. perubahan mata pelajaran merupakan proses penyesuaian yang dilakukan oleh guru dalam menjawab tuntutan masyarakat. Umumnya. peragaan dan alat peraga. Sedangkan. Di Indonesia. Demikianlah beberapa pokok penjelasan/pembahasan tentang faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis dalam penyusunan desain pembelajaran. Pemerintah Daerah.

nilai dan sikap. dan keterampilan/perilaku. motivasi. 6) Karakteristik personal. misalnya kepribadian. Pembelajaran untuk tiga domain tersebut akan sulit tercapai apabila guru tidak mengenal siswanya secara mendalam. dan pengalaman. karakter dan pembawaan siswa di sekolah berbeda satu sama lain sehingga analisis situasi seyogianya mempertimbangkan pula perbedaan individu siswa dan mengupayakan agar mengenal pola persamaannya. yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah siswa. apakah latar belakang etnis siswa? 2) Kemajuan/prestasi belajarnya di sekolah 3) Perkembangan fisik. antara siswa dengan guru dan dengan orang tua? 5) Perkembangan intelektual. kecakapan. kecenderungan sikap anti-sosial dan pro-sosial serta perbedaan prilaku. seperti keterampilan motoriknya. perkembangan moral. misalnya berapa banyak jumlah siswa dalam satu kelas?. Aspek apa saja yang perlu dikenali oleh guru? Aspek-aspek tentang siswa sebagai bahan analisis faktor internal dapat digolongkan berdasarkan: 1) Karakteristik sekolah. ialah guru harus mengenal peserta didik secara mendalam. bagaimana persebaran pada tiap kelas?. kebutuhan fisik dan kesehatan 4) Perkembangan emosional dan sosial. Demikian pula upaya untuk menghidupkan suasana kelas. berapa usianya. afektif. Pemahaman guru terhadap siswanya dalam upaya mendesain pembelajaran PKn sangat penting. misalnya bagaimana hubungan antar sesama siswa. Dari semua faktor. Sifat. misalnya kesiapan belajar. karena pembelajaran PKn adalah pembelajaran yang meliputi multidomain. guru sebagai perencana pembelajaran dapat mendapat informasi dengan cara menanyakan kepada guru-guru dari siswa sebelumnya atau kepada lingkungan dimana siswa itu berada dan dibesarkan.Faktor internal pertama: Siswa. tingkat perkembangan kognitif. Hal ini bahkan sejalan dengan ciri guru profesional yang pertama. Guru perlu membelajarkan aspek kognitif. agar pembelajaran lebih menarik dna menyenangkan. rasa percaya diri. Perbedaan yang dapat diidentifikasi dari siswa yang berada di sekolah misalnya adalah perbedaan kepribadian walaupun secara fisik dan usia mungkin sama. aspirasi. karakter. bakat khusus. Hal-hal yang berkaitan dengan siswa meliputi bakat. kecakapan dan kebutuhan akan pendidikan siswa. Mengapa guru perlu mengenal siswanya secara mendalam? Ya. Untuk mengenal perbedaan siswa. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 99 . maka guru perlu mengenal siswanya dengan baik. jenjang dan kelasnya. baik eksternal maupun internal.

Sikap ingin maju dari guru akan mempengaruhi pemilihan pengalaman belajar dalam proses perencanaan pembelajaran. Faktor internal kedua: Guru. 100 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 3) Harapan guru. Tidak semua guru memiliki sikap inovatif terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran atau pendidikan. 6) Evaluasi diri guru sendiri. maka dalam proses mendesain pembelajaran ini perlu pula memperhatikan indikator kemampuan guru apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Kekuatan kecakapan guru akan bervariasi sesuai dengan hobi dan ketertarikannya pada suatu obyek. misalnya oleh siswa. Ada guru yang lebih memusatkan perhatiannya pada gaya mengajar demokaratis namun ada yang lebih tertarik dengan gaya mengajar otoriter dan laissez faire. dalam proses pengembangan desain pembelajaran pun guru perlu mempertimbangkan kemampuan diri guru khususnya kelak pada saat melaksanakan desain pembelajaran di kelas. Karena fungsi guru adalah sebagai perencana (designer) dan pelaksana (implementer) kurikulum. 5) Gaya mengajar. Guru memiliki harapan yang berbeda dari siswa yang berbeda. Dengan demikian.Aspek-aspek inilah yang perlu mendapat perhatian/ pertimbangan guru dalam merancang/mengembangkan pembelajaran dari faktor internal khususnya yang berkaitan dengan faktor siswa. Kemahiran dan kekurangan ini hendaknya disadari pada saat mendesain pembelajaran sehingga guru perlu mengurangi penggunaan metode ceramah. Laurie Brady (1990) mengemukakan beberapa karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran. 2) Ketertarikan guru. ada guru yang mahir menggunakan metode diskusi namun kurang mahir dalam berceramah. mengakui kelemahan/ kesalahannya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan ini merupakan kemampuan guru yang patut dihargai dari sudut profesi keguruan. 4) Sikap guru terhadap pengembangan dan inovasi pembelajaran. 1) Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri guru. Kebiasaan guru menilai kualitas mengajar. Dalam penggunaan metode mengajar. misalnya. Harapan guru terhadap siswa yang pandai akan lebih besar daripada harapannya terhadap siswa yang kurang pandai. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hasil maupun proses penyusunan desain pembelajaran. Banyak guru profesional yang selalu mengevaluasi kemampuannya baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar sangatlah menentukan keberhasilan belajar siswa. Model desain pembelajaran yang layak adalah model yang telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa tanpa melupakan akan kemampuan guru untuk mengimplementasikannya di kelas.

Dengan cara/pendekatan ini maka diharapkan ethos sekolah yang dipertimbangkan selama proses penyusunan desain pembelajaran akan memberikan masukan positif terhadap peningkatan kualitas analisis situasi. Namun demikian. Apakah iklim atau atmosfir organisasi sekolah cukup kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pengembang kurikulum. Istilah ‘ethos’ sering digunakan untuk menggam­ barkan iklim. Faktor internal ketiga: Ethos sekolah. apakah suasana lingkungan sekolah tersebut cukup bersahabat atau menunjukkan sikap tidak bersahabat (hostile). bagaimana perasaan seseorang yang mengunjungi sekolah. idealnya guru akan mendapat banyak pengalaman sebagai bahan untuk analisis situasi dari faktor internal. Pekerjaan guru dalam penyusunan desain pembelajaran perlu juga mempertimbangkan bahan-bahan pelajaran. sifat sekolah sebagai suatu organisasi. Oleh karena itu. Kelangkaan sumber-sumber belajar ini sering menjadi penghambat dalam proses penyusunan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 101 . Dari sejumlah faktor iklim organisasi sekolah yang menentukan kualitas desain pembelajaran buatan guru antara lain: Apakah kepala sekolah banyak terlibat dalam kegiatan guru pada waktu penyusunan desain pembelajaran? Adakah kerjasama dan kedekatan antar guru dalam melakukan tugas-tugas guru sehari-hari? Indikator-indikator inilah yang sedikit banyak akan mempengaruhi dan perlu mendapat perhatian dari guru dalam menyusun desain pembelajaran. Karena guru lah yang berperan atau pelaksana pembelajaran maka semua aspek di atas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil desain pembelajaran. Dalam forum MGMP. Demikianlah beberapa aspek internal yang berkaitan dengan guru. Bagaimana persepsi orang atau masyarakat terhadap sekolah. atmosfir. Perasaan-perasaan ini hanya dapat diungkapkan oleh setiap orang yang pernah berkunjung ke sekolah tersebut. Miles (1975) menyarankan sejumlah pendekatan dalam menciptakan iklim organisasi yang sehat antara lain dengan cara mengkaji diri (selfstudy) dan menekankan saling hubungan dalam suasana kelompok daripada suasana individual yang terisolir. Untuk mengatasi hal ini. Faktor internal keempat: Sumber-sumber bahan pembelajaran. peralatan peralatan dan semua fasilitas yang ada di sekolah. Peran guru dalam kegiatan pengembangan kurikulum seperti melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) perlu mendapat pertimbangan dalam proses penyusunan desain pembelajaran.7) Peran guru. guru sebagai perencana perlu melakukan evaluasi terhadap iklim organisasi sekolah sebagai salah satu aspek analisis situasi. ada peluang terjadinya dilema bagi guru apabila iklim organisasi sekolah tersebut tidak kondusif bagi guru dalam mengembangkan desain pembelajaran. Ethos sekolah akan banyak mempengaruhi guru dalam proses penyusunan desain pembelajaran.

Tentu tidak semua aspek dirasakan tidak memuaskan sehingga perlu ada seleksi terhadap aspek-aspek kurikulum tersebut. Misalnya. ketersediaan pusat sumber belajar. penghasilan setiap daerah. Mungkin aspek bahan pelajaran dianggap oleh guru masih relevan dengan kondisi saat ini sehingga yang perlu disesuaikan adalah tujuan dan/atau metode pembelajaran. Ketersediaan semua aspek sumber bahan pelajaran ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebijakan pimpinan sekolah. organisasi sekolah yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan inovasi. Adanya perubahan terhadap kurikulum yang berlaku karena adanya kekurangan atau masalah merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan pemanfaatan sumber bahan pelajaran oleh guru dalam penyusunan desain pembelajaran tergantung pada fasilitas yang ada di sekolah. Untuk mengatasi sejumlah masalah dan kekurangan yang ada dalam lingkungan persekolahan khususnya pada kemampuan guru. dll. Faktor internal kelima: Masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. rendahnya komunikasi di sekolah (kesempatan untuk melakukan umpan balik). Dalam hal ini upaya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh 102 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka upaya inovasi dalam proses perencanaan pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh. rendahnya keahlian guru dalam memenuhi peran barunya.desain pembelajaran namun sebaliknya kelengkapan sumber pelajaran akan lebih mempermudah bagi guru dalam mendesain pembelajaran. jenis dan jumlah bahan pelajaran. guru sebagai perencana haruslah menyadari dan memaklumi tentang kondisi yang umumnya terjadi dalam sistem pendidikan khususnya dalam lingkup mikro atau persekolahan. Laurie Brady (1990) mengemukakan bahwa sering inovasi mengalami kegagalan karena: • • • • • • rendahnya tingkat pemahaman guru terhadap inovasi. biasanya dilatarbelakangi oleh adanya rasa ketidakpuasan terhadap kurikulum yang ada. Namun perlu disadari bahwa masih ada masalah atau hambatan dalam upaya inovasi pendidikan. ketika guru akan mengajar tentang karakteristik sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. seperti tinggirendah tanah. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan. Apakah tersedia peta atau atlas di sekolah? Tanpa adanya alat bantu pelajaran ini maka guru akan mengalami kesulitan mengajar dan siswa akan mengalami kesulitan belajar. Dengan adanya temuan ini. kebijakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada di masyarakat. rendahnya tingkat pemahaman guru atas peran barunya yang dituntut oleh inovasi. Tugas guru sebagai perencana kurikulum adalah memastikan hakekat sebenarnya dari rasa ketidakpuasan tersebut. kekayaan budaya. alokasi dana untuk bahan pelajaran. Munculnya keinginan mengembangkan kurikulum baru. kebijakan penggunaan fasilitas tersebut. kualitas perpustakaan beserta stafnya.

adalah peningkatan dalam kemampuan profesionalisme guru, pengadaan berbagai fasilitas dan sumber belajar, iklim organisasi sekolah serta memperhatikan karakter dan kebutuhan siswa. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa mengembangkan desain pembelajaran merupakan tugas tim, baik melibatkan guru atau tidak melibatkannya. Namun, ada hal yang mendapat tekanan dalam pengembangan desain pembelajaran, ialah mengembangkan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru.

Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran. Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa pengembangan desain pembelajaran merupakan tugas awal bagi guru dalam mengembangkan kurikulum. Ada tiga langkah yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam menyusun desain pembelajaran sebagai bagian dari tugas pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, ialah: 1. Mengkaji dan menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Baik, perhatikan cara pengembangan desain pembelajaran untuk Kelas 1 dan 4 Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pengembangan materi berikut ini. Kelas I, Semester 1
Stándar Kompetensi 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar 1.1 Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah Materi - Jenis kelamin - Nama Agama di Indonesia - Nama suku bangsa

- Cara hidup rukun di rumah - Cara hidup rukun di sekolah

- Praktek Hidup rukun di rumah - Praktek Hidup rukun di sekolah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

103

2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah

2.1 Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

- Tata tertib di rumah - Tata tertib di sekolah

- Praktek hidup tertib di rumah - Praktek hidup tertib di sekolah

Kelas I, Semester 2

Stándar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah

Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 4.1 Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat

Materi - Hak anak untuk bermain - Hak anak untuk belajar - Hak anak didengar pendapatnya - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah - Contoh melaksanakan hak anak di sekolah

4. Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah

- Penerapan tata tertib di rumah - Penerapan tata tertib di sekolah - Contoh pelaksanaan aturan yang berlaku di masyarakat

Demikian contoh pengembangan desain materi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru atau tim guru.

Sebagai latihan, coba Anda kembangkan desain materi pembelajaran untuk Kelas IV SD/MI semester 1 dan 2.

Petunjuk pengerjaan latihan:
Seperti pengembangan desain materi pembelajaran untuk Kelas 1 SD/MI di atas, lakukanlah langkah-langkah berikut ini. 1. 2. 3. 4. Kaji dan menentukan Standar Kompetensi Kaji dan menentukan Kompetensi Dasar Identifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Masukan hasil latihan di atas ke dalam tabel.

104

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Rangkuman
Istilah disain pembelajaran atau ‘instructional design’ merupakan kegiatan yang merujuk pada pengembangan disain materi pembelajaran yang disusun oleh sebuah tim yang dapat melibatkan guru atau tidak perlu melibatkan guru yang akan melaksanakan pembelajaran tersebut. Pengembangan desain pembelajaran merupakan langkah awal dalam proses mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Ada dua faktor yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru sehingga perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan desain pembelajaran, ialah faktor eksternal dan faktor internal.

Kegiatan analisis situasi terhadap faktor-faktor eksternal meliputi: (1) Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat; (2) Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan; (3) Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan; (4) Kontribusi dari sistem dukungan guru; (5) Sumber masukan bagi sekolah. Sedangkan analisis terhadap faktor-faktor internal, meliputi: (1) Siswa meliputi aspek bakat, kecakapan dan kebutuhannya; (2) Guru meliputi aspek nilai, sikap, keterampilan mengajar, pengetahuan, pengalaman, kekuatan dan kelemahan khusus serta perannya; (3) Etos kerja sekolah dan struktur politik; (4) Sumber-sumber bahan pembelajaran; dan (5) Masalah-masalah dan kekurangankekurangan yang dirasakan dalam kurikulum yang berlaku. Tugas pengembangan materi pembelajaran sebagai aspek penting dalam pengembangan desain pembelajaran PKn di Indonesia, khususnya pasca berlakunya Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah tugas satuan pendidikan. Melalui panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, guru memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum termasuk mengembangkan desain pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

105

Tes Formatif 1
Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.
1. Analisis situasi oleh guru sebagai perencana hendaknya dilakukan pada ....... A. proses belajar mengajar B. awal proses penyusunan desain pembelajaran C. akhir proses penyusunan desain pembelajaran D. kegiatan evaluasi belajar

2. Di bawah ini adalah saran yang dikemukakan oleh Sockett tentang pentingnya analisis situasi dalam pengembangan kurikulum, kecuali: A. Guru seyogyanya melakukan suatu transaksi dengan siswa B. Guru hendaknya terus-menerus mengevaluasi suasana belajar di kelas C. Guru hendaknya mendekatkan proses belajar kearah situasi nyata D. Guru hendaknya mendahulukan kebutuhan siswa 3. Situasi sebagai bahan analisis guru dibagi atas dua bagian, ialah faktor eksternal (external factors) dan faktor internal (internal factors). Hal ini dikemukakan oleh: A. Skillbeck B. Laurie Brady C. Sockett D. Miles 4. Di bawah ini adalah faktor-faktor eksternal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat B. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan C. Perubahan mata pelajaran yang akan diajarkan D. Sumber-sumber bahan pembelajaran 5. Di bawah ini adalah faktor-faktor internal sebagai bahan analisis, kecuali: A. Tuntutan dan tantangan sistem pendidikan B. Nilai, sikap, dan ketrampilan mengajar guru C. Etos sekolah dan struktur politik D. Sumber-sumber bahan pembelajaran

106

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

6. Di bawah ini adalah faktor eksternal tentang perubahan sosial-budaya dan harapan masyarakat, kecuali: A. perubahan penduduk B. perubahan prestasi belajar siswa C. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi) D. perubahan dalam struktur ekonomi 7. Dari semua faktor internal dan eksternal yang pertama kali perlu mendapat perhatian dari para perencana kurikulum adalah: A. Ethos sekolah B. Guru C. Siswa D. Sumber pembelajaran 8. Laurie Brady mengemukakan karakteristik kemampuan guru yang harus mendapat perhatian pada saat menyusun desain pembelajaran IPS, kecuali: A. Kekuatan dan kelemahan guru B. Ketertarikan guru C. Kesejahteraan guru D. Sikap guru terhadap inovasi kurikulum

9. Atmosfir sekolah merupakan situasi yang perlu dianalisis oleh guru. Masalah ini dapat ditinjau dari faktor internal yang erat kaitannya dengan: A. Sikap dan ketrampilan guru B. Ethos sekolah C. Sumber belajar di sekolah D. Sikap dan kecakapan siswa 10. Berikut ini adalah faktor penyebab terjadinya kegagalan dalam inovasi pendidikan ari aspek guru: A. rendahnya tingkat pemahaman terhadap inovasi B. rendahnya tingkat pemahaman atas peran barunya C. rendahnya keahlian dalam memenuhi peran barunya D. rendahnya sumber-sumber pelajaran yang diperlukan

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

107

Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini, kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------- x 100 % 90 % - 100 % = baik sekali 80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar

108

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

2

Model Pembelajaran PKn
Pada kegiatan belajar 1 dalam modul ini, Anda telah mengenal bagaimana mengembangkan desain pembelajaran seperti mempertimbangkan faktor internal dna eksternal serta mengembangkan materi pembelajaran untuk Kelas I semester 1 dan 2. Pada kegiatan belajar ini, akan disajikan dan dibahas cara pengembangan model pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menganalisis model pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan model pembelajaran PKn yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran PKn.

Apakah Anda masih ingat sejumlah model pembelajaran yang umumnya diterapkan untuk siswa di SD/MI sebagaimana yang telah dibahas pada modul lain? Untuk lebih meyakinkan kebenarannya silakan Anda lihat lagi modul-modul dalam mata kuliah lainnya. Pada kegiatan belajar ini akan dibahas model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dengan tujuan agar para guru dan calon guru dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Mengapa model pembelajaran penting untuk dipelajari?
Telah menjadi fakta bahwa banyak orang yang tidak diragukan lagi kemampuan serta penguasaan bidang studinya namun mereka merasa sulit membelajarkan dan membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Kenyataan pula bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru atau terpaksa menjadi guru karena dia berada di sebuah lingkungan yang memerlukan guru padahal ia tidak punya pengalaman dan keterampilan mengajar. Karena kenyataan inilah, maka diperlukan model pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran PKn mengingat pembelajaran PKn memiliki sifat yang khas. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh, yakni mencakup kognitif, afektif, dan perilaku bahkan kepribadian.

Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Untuk mengubah kemampuan itu, banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru, seperti melalui
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

109

4. potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif 7. dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ruangan. 3. kelompok. Lebih lanjut dikemukakan bahwa model proses pembelajaran ini disebut pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif ini terdiri atas: No. adanya variasi kegiatan klasikal. percontohan. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL). Menurut Suparman (1997). yakni: (1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI). 5. dan (3) model pemecahan masalah. 6. proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para pembelajar aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. 7. demokratis. narasumber. (2) model belajar melalui pengalaman. keteladanan. 3. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan 6. 2. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. Departemen Pendidikan Nasional (2006) membagi tiga jenis model pembelajaran. 1. 5. transformasi pengalaman. meliputi: (1) model berbagi informasi. 4.pembiasaan. 110 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. dan (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI). dan perorangan keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Secara rinci masing-masing model pembelajaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Model Berbagi Informasi Kelompok orientasi Sidang umum Seminar Konferensi kerja Simposium Forum Panel Model Belajar Melalui Pengalaman Simulasi Bermain peran Sajian situasi Kelompok aplikasi Sindikat Kelompok “T” Model Pemecahan Masalah Curah pendapat Riuh bicara Diskusi bebas Kelompok okupasi Kelompok silang Tutorial Studi kasus Lokakarya Dalam rangka sosialisasi KTSP. manajer kelas yang demokratis menerapkan pola komunikasi banyak arah suasana kelas yang fleksibel.

o Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. o Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. o Mendemonstrasikan keterampilan yang benar. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari – hari.(1) Model Pembelajaran Langsung atau Direct Instruction (DI) Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Fase 3: Membimbing pelatihan Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Tugas guru: o Menjelaskan TPK. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar akademik dan keterampilan sosial. informasi latar belakang pelajaran. pentingnya pelajaran. Oleh karena itu. atau menyajikan informasi tahap demi tahap. memberi umpan. model pembelajaran ini perlu perencanaan yang matang dengan penguasaan bahan materi pembelajaran oleh guru yang mendalam. o Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. untuk mencapai tujuan yang maksimal. Model pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyajikan informasi Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 111 . mempersiapkan siswa untuk belajar. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran. (2) Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning (CL) Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan masyarakat belajar (learning community). Meskipun demikian.

Fase 3: Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok. berpusat kepada siswa dengan target hasil belajar pemecahan masalah (authentic) dan menjadi pebelajar yang mandiri. dan memiliki kebebasan berpendapat. Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui beberapa fase sebagai berikut: Fase 2: Mengorganisasikan siswa untuk belajar. 112 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . model. Oleh karena itu. (3) Model Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem-Based Instruction (PBI) Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang dilandasi oleh teori konstruktivisme dengan pendekatan inkuiri. Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka. v Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerja. v Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. o Memotivasi siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah yg dipilih. v Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah. logistik yg dibutuhkan. o Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. demokratis. v Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. v Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Tugas guru: o Menjelaskan tujuan. dan berbagi tugas dengan teman. o Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungandengan masalah tersbeut. o Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai seperti laporan.Fase 6: Memberikan penghargaan Tugas guru: v Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar.

Stándar Kompetensi 3. Pada hakikatnya. yakni: - - - - Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran.o Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja. model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3. dan (2) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 113 .3 Menampilkan sikap mau menerima kekalahan Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain Berpikir kreatif Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Veldhuis (1998) mengemukakan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package” ditentukan oleh: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. sebagai berikut. Model ini menggunakan pendekatan inkuiri yang sangat penting bagi PKn. terlebih dahulu guru perlu mempertimbangkan sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Kelas II Semester 2 tentang sikap demokratis. Menampilkan sikap demokratis Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal kegiatan bermusyawarah 3. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn. maka model kedua dan ketiga perlu mendapat perhatian yang lebih besar. Kemampuan dasar yang dimaksud adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagaimana yang ditetapkan dalam Standar Isi. seorang guru dapat membuka dahulu dokumen standar isi. Keberhasilan pembelajaran demokrasi dalam PKn sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey. Untuk menerapkan model pembelajaran inkuiri tentang konsep demokrasi misalnya. misalnya. Namun. apabila memperhatikan tujuan pembelajaran sebagaimana ditentukan dalam standar isi mata pelajaran PKn. Model pembelajaran dengan pendekatan inkuiri pada hakekatnya sejalan dengan gagasan dari John Dewey tentang prinsip-prinsip pembelajaran interaktif. tiga model pembelajaran di atas dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn untuk siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi atau penyesuaian dengan kondisi dan karakteristik siswa.

Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills) q Mengumpulkan dan menyerap informasi politik melalui beragam media q Pendekatan kritis terhadap informasi. III. dll.isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. tujuan. Disiplin pribadi Loyalitas Toleransi dan mengenali prasangka sendiri Menghormati orang lain Menghagai peradaban bangsa Nilai-nilai perjuangan bangsa Kemampuan dasar yang diuraikan oleh Veldhuis di atas. dan berita q Keterampilan berkomunikasi (dapat mengemukakan alasan. kelompok kepentingan. Kemampuan dasar untuk Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dirinci menurut empat aspek sbb. fungsi. dll. dan mentakan pandangan q Menjelaskan proses. Pengetahuan (Knowledge) meliputi: q Konsep demokrasi q Konsep kewarganegaraan demokratis q Memfungsikan demokrasi (termasuk masyarakat sipil) q Pengaruh masyarakat pada individu q Pengambilan keputusan politik dan pembuatan undang-undang q Hak-hak dan kewajiban warga negara q Peran partai politik dan kelompok kepentingan q Pilihan untuk partisipasi dalam pengambilan keputusan q Bagaimana mempengaruhi pembuatan kebijakan q Masalah-masalah politik saat ini Sikap/Pendapat (Attitudes/Opinions) q Perhatian terhadap persoalan sosial dan politik q Identitas nasional q Menghormati demokrasi q Menuju warga negara yang demokratis q Kepercayaan politik (political confidence) q Kemanjuran politik (political efficacy) q q q q q q II. kebijakan. tentu saja berupa kemampuan yang bersifat umum sesuai dengan tuntutan struktur keilmuan dan tidak semuanya 114 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . IV. q Mengambil jalan penyelesaian konflik tanpa kekerasan q Mengambil tanggung jawab q Kecakapan menilai q Membuat pilihan. voting. berargumen.: I. demonstrasi. institusi. menulis surat kepada pejabat. mengambil posisi Keterampilan berpartisipasi (Participatory Skills) q Mempengaruhi kebijakan dan keputusan (membuat petisi dan lobi) q Membangun koalisi dan bekerja sama dengan organisasi q Ambil bagian dalam diskusi politik q Partisipasi dalam proses sosial dan politik (anggota partai politik.

tempat tinggal (perkotaan/ perdesaan) • Karakteristik budaya: tingkat pendidikan. perhatikanlah contoh berikut ini. Karakteristik sosial. etnis. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat. pekerjaan). Merumuskan tujuan Kedua. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi. sejarah. dan lingkungan siswa setempat. status sosial ekonomi (pendapatan. guru perlu mengemasnya sesuai dengan kondisi. untuk mencapai target standar kompetensi sebagaimana dituntut oleh standar isi. Oleh karena itu. seperti lingkungan dan karakteristik siswa. Memecahkan masalah Kelima. Pokok bahasan yang dikembangkan secara acak diambil dari kemampuan dasar (core competencies) dimensi III Keterampilan Intelektual (Intellectual Skills): Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 115 . Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. Dengan memperhatikan dimensi isi atau materi dan faktor pengaruh lain dalam pembelajaran. seperti usia dan jenis kelamin • Karakteristik sosial individu. agama. karakteristik. sebagai berikut: Pertama. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk mengembangkan proses pembelajaran menggunakan langkah pembelajaran di atas. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. nasionalitas. Penyelenggaraan program pembelajaran demokrasi melalui pendidikan kewarganegaraan memerlukan pertimbangan yang seksama mengingat variabel yang terkait sangat luas dan kompleks. Situasi lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung yang meliputi: • Jenis sekolah • Jenis pendidikan • Masyarakat tetangga • Kelompok kepentingan • Partai politik • Asosiasi atau perkumpulan di masyarakat II.relevan untuk kemampuan siswa di SD/MI. ekonomi dan budaya peserta didik yang meliputi: • Karakteristik individu. maka proses pembelajaran demokrasi dapat disusun menurut model yang layak. Berikut ini akan disajikan salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru di kelas. yakni: I.

Kamu akan belajar bahwa ada manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan tanggung jawab. Menyajikan kata-kata kunci (istilah) yang perlu diketahui Kewajiban Tanggung jawab Tugas Prinsip-prinsip berkewarganegaraan Kebiasaan Pinsip-prinsip moral Pekerjaan Ketiga. Apakah kewajiban kamu hari ini? Tanggung jawab: kewajiban untuk melakukan sesuatu atau berperilaku menurut cara tertentu. berbuat sesuai dengan kata-kata yang telah diucapkan.Sikap bertanggung jawab. Kita dapat saja menamai sumber tanggung jawab ini. Kamu juga belajar bahwa tanggung jawab yang tidak dilaksanakan dapat menimbulkan sanksi/hukuman. Sejumlah sumber dapat digambarkan sebagai berikut. • Ketika Kamu menyelesaikan pelajaran ini Kamu hendaknya dapat menjelaskan sumbersumber tanggung jawab. Ide-ide yang perlu dipelajari Apa saja sumber tanggung jawab itu? Tahukah Kamu bagaimana memperoleh suatu tanggung jawab? Ada sejumlah cara orang memperoleh tanggung jawab. • Dalam pembelajaran para siswa akan belajar bagaimana orang memperoleh tanggung jawab. Apa tanggung jawab kamu sebagai pelajar? Janji: Ketika kamu membuat janji kepada orang lain. Merumuskan tujuan. Kewajiban: sesuatu yang seseorang harus lakukan. Kedua. kamu biasanya bertanggung jawab. Kamu juga hendaknya dapat mengidentifikasi beberapa sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab. Kamu hendaknya dapat mengidentifikasi sejumlah manfaat dalam melaksanakan tanggung jawab. Janji apa yang telah kamu buat dan apa tanggung jawab kamu? 116 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Tema yang dipilih dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: Darimana memperoleh tanggung jawab itu? Pertama.

Santi dan Alfin sedang berjalan pulang dari sekolah menuju ke rumah. Apa saja tanggung jawab yang kamu peroleh dari kebiasaan? Prinsip kewarganegaraan: Menjadi warga negara dari suatu negara. Apakah peraturan lalulintas yang mengakibatkan tanggung jawab pada anda? Kebiasaan: Kebiasaan adalah sejumlah cara berprilaku yang diharapkan dari seseorang di masyarakat. Di jalan sangat ramai dengan kendaraan. Pekerjaan: Setiap pekerjaan mengakibatkan tanggung jawab. Walaupun di sana ada lampu penyeberangan namun orang tua tesebut nampak ketakutan. Mereka melihat seorang yang telah tua renta bertongkat menunggu di pinggir jalan untuk menyeberang jalan. Tanggung jawab ini berasal dari perjanjian. Pak Burhan adalah seorang yang sudah berusia lanjut sehingga ia tidak dapat lagi membersihkan rumah sendiri. Apakah tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang warga negara? Prinsip-prinsip moral: Prinsip moral merupakan keyakinan tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berprilaku. Apakah tanggung jawab yang ditugaskan kepadamu oleh gurumu. 2. Keempat. kebiasaan. orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memelihara anak-anaknya. Pertimbangkan pekerjaan yang menarik menurut kamu. Sebagai contoh. Memecahkan masalah Dapatkah kamu mengenali sumber tanggung jawab? Bacalah setiap situasi berikut. dan prinsip-prinsip moral. dan bangsa menimbulkan tanggung jawab tertentu. Anakanak berbincang-bincang tentang orang tua yang perlu pertolongan tersebut dan kemudian memutuskan untuk membantu orang tua tersebut menyeberang jalan. Apakah tanggung jawabnya? Aturan dan hukum: Aturan dan hukum menempatkan tanggung jawab pada seseorang. 1. Bekerjalah dengan teman untuk menjawab pertanyaan di akhir kegiatan pembelajaran ini. Orang tua tersebut berterima kasih kepada anak-anak atas pertolongannya. hukum. Usman.Tugas: Kadang-kadang seseorang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Pak Burhan membayar Adi dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 117 . Apakah tanggung jawab yang berasal dari pemikiranmu tentang cara-cara yang benar dan salah untuk berperilaku? Kamu akan menemukan bahwa banyak tanggung jawab yang diperoleh dari satu sumber. Kebiasaan menuntut tanggung jawab pada seseorang. Setiap seminggu sekali.

Dewan harus memutuskan apakah akan menggunakan dana pajak untuk membangun taman di luar kota. 118 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apabila kamu menjalankan tugas di rumah. Untuk memberikan latihan kepada peserta didik. guru anda mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab anda. Apabila kamu hadir di kelas setiap hari tanpa absen dalam setahun mungkin kamu mendapat hadiah atau nilai bagus dari guru. membuang sampah. guru dapat menyajikan tabel isian seperti di bawah ini. Terapkan kemampuan yang telah dikuasai Berilah jawaban dan penjelasan berdasarkan situasi yang telah diuraikan di atas: • Siapa yang memiliki tanggung jawab pada tiga situasi di atas? • Apakah tanggung jawab itu? • Kepada siapa setiap tanggung jawab itu didasarkan? • Apakah sumber dari setiap tanggung jawab? • Mengapa penting melaksanakan setiap tanggung jawab? Apakah hikmah yang dapat diperoleh ketika kamu melaksanakan tanggung jawab? Biasanya ada saja hikmah yang dapat diperoleh ketika kita melaksanakan tanggung jawab. Hal ini membuat orang tua anda senang dan demikian pula perasaan anda. Kelima. kamu mungkin memperoleh uang jajan dari orang tua. Susi biasa bekerja penuh dan baik sedangkan Adi mengerjakan tugasnya hanya setengahnya. Ia juga tahu bahwa masyarakat di wilayah Barat kota kecamatan tidak ingin pajak mereka digunakan untuk membayar pembuatan taman. dan pergi ke pasar. Pak Rusdi mengetahui bahwa masyarakat. Apabila anda mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. q Hadiah apakah yang diperoleh siswa ketika mereka selesai mengerjakan pekerjaan rumah? í í Ketika anda mengerjakan pekerjaan rumah. Orang di wilayah Barat kota kecamatan memilih Pak Rusdi untuk mewakili masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 3. Bentuk hikmah lain yang kamu rasakan adalah bahwa kamu percaya diri sebagai orang yang baik. khususnya tetangganya memerlukan taman. mungkin anda mendapat nilai yang baik.Susi untuk membersihkan lantai.

............. Tati bergegas pulang ke rumah untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 119 ................. Apabila sopir bis tidak mentaati peraturan (rambu-rambu lalulintas) ia dapat dikenai denda...…………………………… ............. anda mungkin merasa bahwa diri anda tidak baik. Pertanyaan: Dapatkah kamu mengidentifikasi hadiah atau hukuman dalam cerita berikut ini? Pertama-tama.....• Hukuman apakah yang diterima siswa ketika mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah? í í .............. yakni dengan cara menyajikan suatu cerita sederhana dan selanjutnya mengisi Tabel: Tanggung jawab.................. kita mungkin menerima hukuman.. Setelah selesai belajar di sekolah pada hari Sabtu.................... Untuk memperkuat pemahamanmu tentang tanggung jawab ini........ Juga ketika anda gagal melaksanakan tanggung jawab... .......................... Jenis hukuman lain adalah bagaimana kita memikirkan diri sendiri.......... Manakala hal ini terjadi............ maka kamu tidak akan memperoleh nilai tugas............... Teman anda tidak akan meminjamkan uang lagi di kemudian hari............. Apabila kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah..... teman anda mungkin berpikir bahwa anda tidak dapat dipercaya.......... atau bagaimana orang lain memikirkan kita.................................................................. .............. apabila kita tidak melaksanakan tanggung jawab... Model proses pembelajaran di atas masih dapat dikembangkan dengan langkah memecahkan masalah selanjutnya.. bacalah cerita Piknik Keluarga........................... Ketika anda tidak mengembalikan uang tepat pada waktunya.... perhatikan lagi contoh di bawah ini! q Mengapa melaksanakan tanggung jawab. seperti membayar utang itu penting? í Anda meminjam uang seribu rupiah dari teman anda.......................... Kemudian isilah kolom-kolom dalam tabel di bawahnya bersama temanmu....………………………… Terkadang kita gagal melaksanakan tanggung jawab.... 1.

joging. Mereka membereskan peralatan. setiap orang bersiap-siap untuk pulang. Ayah Tati biasanya mempersiapkan peralatan tenda namun ia pasti pulang terlambat pada hari Sabtu karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor. Saudara laki-laki Tati. Lihatlah salah satu program televisi favorit Anda. membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk piknik yang telah direncanakan oleh keluarga pada hari Minggu. 5. Tulislah cerita pendek tentang seseorang yang melaksanakan suatu tanggung jawab. Siapa yang bertanggung jawab? 2. Ia mengatakan bahwa akan menyediakan peralatan tenda dan kendaraan pada Minggu pagi. sindok untuk seluruh keluarga. Kepada siapa ia bertanggung jawab? 4. pisau. gelas. Apakah sumber tanggung jawab? 5. bermain. 4. Ayah Tati menyalakan radio untuk mendengarkan berita. Tati membantu mempersiapkan kue-kue. Bersiaplah untuk menjelaskan tanggung jawab terhadap kelas anda dan menceriterakan apakah orang tersebut melaksanakan tanggung jawab. Pada hari Minggu pagi seluruh keluarga sudah siap berangkat piknik di pinggiran danau. 6. Arman bertugas mempersiapkan peralatan piknik. Ibunya mengatakan kepada Arman untuk meyakinkan agar membawa piring secukupnya. membersihkan sampah dari tempat piknik tesebut. Setelah makan. 3. Segera setelah mendirikan tenda dan menghamparkan tikar. Apakah hukumannya bila tidak melaksanakan tanggung jawab? Manfaatkan apa yang kamu ketahui! 1. Jelaskan mengapa anda memikirkan seseorang yang 120 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pilihlah satu atau beberapa contoh program televisi yang menayangkan orang yang memiliki tanggung jawab. Apakah hikmah dari tanggung jawab itu? 2 3 4 5 6 6. Cerita 1 Tabel Tanggung jawab 1.2. Mereka memilih tempat di sekitar daerah yang disediakan untuk piknik. Ceritakan apa yang terjadi karena orang tersebut tidak melaksanakan apa yang seharusnya ia lakukan. Apakah sumber tanggung jawab itu? Apakah hadiah atau hukuman yang mereka terima dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut? 2. Apakah tanggung jawabnya? 3. Mereka mendengar cerita tentang bagaimana sekelompok orang memberikan suaranya dalam suatu pemilihan umum.

Bagaimana menurut pendapat anda. Tentukan pertanyaan-pertanyaan berikut: • Apakah otoritas itu? • Apakah perbedaan antara otoritas dan kekuasaan? melakukan suatu tanggung jawab? 2. 4. berikut ini disajikan panduan inkuiri untuk pengerjaan latihan. maka tugas selanjutnya adalah menentukan jenis inkuiri untuk pekerjaan rumah. 1. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 121 . setelah semua siswa belajar tentang hal-hal atau aspek-aspek serta contoh-contoh yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab.Tugas di atas dapat disampaikan kepada para siswa Anda. Silakan Anda bekerja bersama teman mahasiswa lain. Pecahkan masalah berikut. siapakah yang menggunakan kekuasaan? • Kemukakan beberapa kasus yang mengandung aspek kekuasaan dan siapa? 5. Buatlah tabel untuk menerapkan keterampilan Siapakah yang Menggunakan Kekuasaan? Nama Pelaku Bertindak atas kekuasaan dirinya Bertindak karena Orang lain mempunyai kekuasaan Apabila Anda telah selesai mengerjakan petunjuk di atas. Rumuskan tujuan 3. untuk memandu dan mempermudah pekerjaanmu. Tentukan dan jelaskan kata-kata kunci. sebagai latihan. Anda dipersilakan memilih salah satu pokok bahasan dari GBPP PKn. Baiklah. Untuk latihan tersebut berikut ini telah ditentukan pokok bahasan yang harus dikembangkan adalah Otoritas. misalnya: • Dapatkah anda mengidentifikasi. apakah proses pembelajaran tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di kelas Anda? Baiklah. Bentuklah kelompok agar Anda dapat bertukar pikiran.

seperti: (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. kelompok. sikap. (6) potensial dapat menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring lebih efektif. (2) keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan.Rangkuman Pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah hendaknya mampu memberikan perubahan pada diri siswa baik pengetahuan. menantang dan tetap terkendali oleh tujuan. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. adalah: (1) Merumuskan tujuan. Ada tiga klasifikasi model pembelajaran interaktif. maupun keterampilan. (3) Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. manajer kelas yang demokratis. Untuk mengubah kemampuan itu. meliputi: (1) model berbagi informasi. transformasi pengalaman. yakni: (1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan (2) Karakteristik sosial. demokratis. (5) suasana kelas yang fleksibel. (7) dapat digunakan di dalam dan/atau di luar kelas/ ruangan. percontohan. keteladanan. terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. (2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. dan perorangan. (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator. Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran PKn sebagai pembelajaarn demokrasi. dan (5) Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai 122 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . seperti melalui pembiasaan. narasumber. banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru. Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. ekonomi dan budaya peserta didik. dan (2) isu-isu dan masalah-masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik. (4) menerapkan pola komunikasi banyak arah. Kegiatan pembelajaran ini termasuk pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) adanya variasi kegiatan klasikal. dan (3) model pemecahan masalah. (2) model belajar melalui pengalaman. Model-model pembelajaran ini sangat cocok untuk siswa di SD/MI karena mengandung unsur-unsur proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik. (4) Memecahkan masalah.

menerapkan pola komunikasi banyak arah D. Pembelajaran PKn bukanlah sekedar mentransfer pengetahuan kepada para siswa melainkan pembelajaran yang kompleks karena mengandung domain yang utuh. manajer kelas yang demokratis 4. kelompok. perilaku D. narasumber. model bermain sambil belajar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 123 . yang mencakup tiga domain. Kegiatan pembelajaran berciri pembelajaran interaktif yang memiliki karakteristik sebagai berikut.. Model pembelajaran curah pendapat dapat dikelompokkan sebagai . afektif C.. model pemecahan masalah D. dan perorangan 3.. Bentuk pembelajarannya berupa .. kegiatan kelompok C. kegiatan perorangan D. kegiatan klasikal B. A. kecuali: A. model belajar melalui pengalaman C. kognitif B. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik aktif melibatkan diri dalam keseluruhan proses baik secara mental maupun secara fisik.... model bermain sambil belajar 5. model belajar melalui pengalaman C... guru berperan sebagai fasilitator. kecuali: A. model pemecahan masalah D. 1..Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.. model berbagi informasi B.. kepribadian 2. menggunakan satu metode secara berulang C. keterlibatan mental baik pikiran maupun perasaan B. A.. adanya variasi kegiatan klasikal. Model pembelajaran bermain peran dapat dikelompokkan sebagai . yakni mencakup. model berbagi informasi B. A.

. Berpikir kritis B. A... Membimbing penyelidikan secara individual dan kelompok.6. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok – kelompok belajar B. Fase pertama dari model pembelajaran langsung adalah . B. D... Berpikir induktif D. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa B. model berbagi informasi B. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Orientasi siswa pada masalah.. Dibawah ini yang termasuk indikator pendekatan inkuiri menurut John Dewey adalah . Memberikan penghargaan 9. model bermain sambil belajar 7... Membimbing kelompok bekerja dan belajar C.. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 8. A. model belajar melalui pengalaman C. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan C. Berpikir deduktif 124 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengorganisasikan siswa untuk belajar.... Model pembelajaran konferensi dapat dikelompokkan sebagai . A. 10. A. Evaluasi D.. Fase terakhir dari model pembelajaran kooperatif adalah . Membimbing pelatihan D. Fase pertama dari model pembelajaran berbasis masalah adalah .. A.. model pemecahan masalah D. Berpikir kreatif C.. C.

x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 125 .89 % = baik 70 % .

D 3. B 10. B 7. C model pemecahan masalah 5. 10. kelompok. B 2. D adanya variasi kegiatan klasikal. dan perorangan 3. B model belajar melalui pengalaman 6. B Orientasi siswa pada masalah. A 4. D Memberikan penghargaan 9. D 5. B menggunakan satu metode secara berulang 4. A model berbagi informasi 7. D awal proses penyusunan desain pembelajaran guru hendaknya mendahulukan siswa Skilbeck sumber-sumber bahan pelajaran tuntutan dan tantangan sistem pendidikan perubahan prestasi belajar siswa siswa kesejahteraan guru ethos sekolah rendahnya sumber pelajaran yang diperlukan Tes Formatif 2 1. A Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 8. C 9.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C 8. A 6. D kepribadian 2. B Berpikir kreatif 126 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 4 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 127 .

128

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDAHULUAN
Modul tentang metode pembelajaran PKn ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pada modul sebelumnya, tentu Anda telah memahami bagaimana mengembangkan desain pembelajaran PKn. Anda pun telah mengenal apa saja unsur-unsur kurikulum sebagai bagian dari pengembangan desain pembelajaran. Masih ingatkah, apa saja unsur-unsur kurikulum itu? Tepat sekali, bahwa sedikitnya ada empat unsur kurikulum, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Empat unsur ini seyogianya dipahami oleh guru kelas di jenjang MI dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan memahami unsur-unsur kurikulum dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn, diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melaksanakan proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar nasional pendidikan. Modul ini memfokuskan pada pengembangan metode pembelajaran sebagai salah satu unsur kurikulum dalam pembelajaran PKn Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan salah satu kompetensi guru kelas di MI. Pada modul mata kuliah yang lain, tentu Anda telah mengenal tentang kompetensi guru kelas SD/MI. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn yang layak dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. memahami metode pembelajaran PKn 2. memahami perbedaan antara pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran PKn 3. mengembangkan metode pembelajaran afektif dalam PKn

Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan/atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan pembelajaran PKn MI yang layak dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa MI. Pentingnya calon sarjana maupun calon
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

129

guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan, memilih dan mempertimbangkan metode pembelajaran PKn dalam proses belajar mengajar. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik untuk pembelajaran PKn. Oleh karena itu, dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan, memilih, mempertimbangkan, dan menerapkan berbagai metode pembelajaran tersebut secara terintegrasi. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan metode pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional, yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. Agar semua harapan di atas dapat terwujud, maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Strategi dan metode pembelajaran PKn 2. Metode pembelajaran afektif dalam PKn

Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:

1. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa, untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 3. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 4. Terapkan prinsip, konsep, dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan mengembangkan strategi dan metode pembelajaran PKn di MI. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas.

130

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

1

Strategi dan Metode Pembelajaran PKn
Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini, Anda telah memahami pentingnya penguasaan metode pembelajaran PKn bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) khususnya dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PKn. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian, ruang lingkup, tujuan, penerapan, dan penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan konteks kehidupan peserta didik di MI. Pada kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan punya pemahaman tentang apa saja metode pembelajaran PKn dan bagaimana mengembangkannya. Oleh karena itu, apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1, maka Anda akan sangat terbantu dalam melaksanakan tugas merencanakan pembelajaran serta melanjutkan penguasaan materi pada kegiatan belajar berikutnya.

Apa strategi dan metode pembelajaran itu? Apa perbedaannya dengan pendekatan dan teknik?
Empat istilah yang sering digunakan dalam proses pembelajaran ini seringkali digunakan saling bertukar makna dan fungsi. Tidak hanya dalam tataran praktis melainkan dalam tataran teoritik, empat istilah ini diartikan saling bertukar makna (overlaping), bahkan ada pula yang menyamakan artinya. Untuk kepentingan analisis, dipandang perlu kita bedakan agar dapat mempermudah penggunaannya, meskipun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan. Dalam modul ini, istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing), cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Dalam konteks pembelajaran, pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan, objek, dan unsurunsur pembelajaran, antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, agar siswa mau dan mampu berkomunikasi atau berbicara dalam suatu diskusi, maka seorang guru dapat berupaya mendekati siswa dengan mengggali informasi tentang apa yang menjadi kesenangan, hobi, harapan, dan cita-cita siswa tersebut. Selanjutnya,
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

131

guru berupaya mencari cara yang dapat merangsang/mendorong siswa berbicara, menumbuhkan minat/perhatian dengan media stimulus, seperti gambar, cerita, film, pemodelan, percontohan, kasus, dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). Dalam konteks pembelajaran, strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai target (a way of handling). Dengan demikian, maknanya hampir sama dengan makna strategi sehingga penggunaan istilah ini seringkali tumpang tindih. Namun, pengertian metode dalam modul ini lebih spesifik karena lebih menekankan pada upaya mengatasi masalah dalam proses mencapai target. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Misalnya, bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga, maka ketika guru bertanya, sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu, kemudian bila tidak ada yang menjawab, barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa. Dalam modul ini, penggunaan istilah strategi dan metode bermakna saling tumpang tindih. Oleh karena itu, dalam modul ini untuk mengidentifikasi metode pembelajaran digunakan pula istilah strategi. Sebelum membahas strategi dan metode pembelajaran, pembahasan akan diawali dengan uraian pendekatan PKn.

Apa pendekatan pembelajaran PKn itu?
Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. Salah satu tindakan inovasi itu adalah pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini, yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Gagasan ini dimaksudkan agar melalui pendidikan kewarganegaraan dapat terbentuk warga negara yang lebih mandiri dalam memahami dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik bagi dirinya, lingkungan serta masyarakatnya. Kemampuan ini telah dirangkum menjadi tiga sasaran pembelajaran PKn yang dikenal pula sebagai orientasi tujuan pembelajaran PKn untuk pembentukan warga negara yang demokratis, ialah membentuk warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizen), partisipatif (participative citizen), dan bertanggung jawab (responsible citizen).

Penekanan pada proses dan kompetensi akan lebih menjanjikan keberhasilan daripada yang menekankan hanya pada hasil. Oleh karena itu, keterampilan bagi warga negara dalam membuat atau mengambil keputusan perlu dilatihkan secara terus menerus 132
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

agar warga negara memiliki keterampilan dalam mengembangkan berbagai alternatif untuk sampai pada pembuatan keputusan yang tepat.

Untuk itu pendekatan-pendekatan yang bersifat desentralisasi atau pemberian hak kewenangan kepada guru dalam kerangka otonomi pendidikan sangat baik bagi sekolah sebagai satuan pendidikan maupun individu guru. Hal ini sudah seharusnya dilaksanakan, dalam semua mata pelajaran dan secara khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Kondisi semacam itu, harus pula diciptakan di lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan penerapan nilai-nilai dan moral antara apa yang disampaikan di sekolah dengan apa yang terjadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sebagaimana terjadi dewasa ini. Penekanan perubahan sebagaimana dikemukakan di atas, terutama menyangkut pendekatan dalam pembelajaran PKn pada skala mikro maupun pendekatan PKn dalam arti yang lebih luas. Pendekatan pembelajaran PKn seyogianya sejalan dengan tujuan PKn yakni membangun siswa sebagai warga negara yang baik dan cerdas secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, mau bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Turner dkk (1990) mengidentifikasi pendekatan pembelajaran PKn sebagai berikut: audiovisual materials, case studies, community resourse persons, cooperative learning, debates, polls, interviews, dan surveys, mock trials, role plays and simulations, writing letters to public officials. Apa dan bagaimana pendekatan pembelajaran tersebut, berikut ini uraiannya.

1. Pendekatan sumber belajar audio-visual Bahan-bahan materi pembelajaran berupa audiovisual meliputi berbagai ragam film, filmstrips, videotape, slide, video camera, cassette recording, compact disk, DVD dan lainlain. Saat ini, bahan-bahan audiovisual sudah banyak yang diproduksi baik oleh suatu perusahaan, instansi pemerintah maupun pribadi. Dengan perkembangan teknologi camera, para guru dapat mengembangkan sendiri sumber pembelajaran audiovisual untuk PKn dengan cara merekam berbagai peristiwa politik, hukum, dan kewarganegaraan yang penting untuk pembelajaran di kelas. Bahan materi audiovisual merupakan pendekatan yang menarik dan efisien dalam menyampaikan informasi. Presentasi menggunakan audiovisual dapat menyederhanakan gagasan atau informasi yang abstrak menjadi konkret/nyata sehingga mudah diserap oleh siswa. Materi audiovisual juga merupakan pendekatan yang memfokuskan pada topik atau konsep tertentu untuk mendukung keterampilan siswa dalam melakukan observasi dan menganalisis suatu masalah. Dengan pendekatan pembelajaran audiovisual yang diselenggarakan oleh guru, maka siswa yang merasa kesulitan membaca buku teks dapat terbantu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

133

2. Pendekatan Studi Kasus Pendekatan studi kasus merupakan pendekatan yang menyajikan kejadian situasi konflik atau dilema. Siswa menganalisis masalah berdasarkan fakta kasus untuk menghasilkan keputusan menurut langkah-langkah secara bertahap serta mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut.

Studi kasus mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menetapkan komponenkomponen yang dianggap penting dalam situasi; menganalisis, menyimpulkan, dan membandingkan serta mempertentangkan komponen-komponen tersebut; dan membuat penilaian terhadap kasus tersebut. Singkatnya, siswa melaksanakan semua jenjang berpikir dari tingkatan yang paling sederhana (recall) hingga tingkatan yang paling tinggi (evaluation). 3. Pendekatan nara sumber masyarakat Setiap komunitas masyarakat memiliki nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas untuk berbagi pengetahuan/informasi yang terkait dengan politik, ekonomi, hukum, atau masalah-masalah internasional. Nara sumber yang dapat dihadirkan di kelas adalah juru kampanye, calon pemimpin, pejabat yang bekerja pada institusi pemerintahan, polisi, guru besar ilmu politik atau ekonomi, pimpinan perusahaan, dan lain-lain.

Nara sumber biasanya adalah orang yang berpengetahuan dan pandangan luas yang akan memperkaya mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan politik, misalnya, seseorang tidak selalu harus membaca buku. Mengundang ahli politik ke kelas akan lebih menarik bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi tentang politik. Dengan menambah pengetahuan melalui nara sumber, pendekatan ini akan membantu siswa mengaitkan proses politik secara teoritis dengan kehidupan nyata dan sekaligus mengenal bagaimana mesin politik itu bekerja di masyarakat. 4. Pendekatan Cooperative Learning Pendekatan cooperative learning dimaksudkan untuk mendorong siswa bekerja sama dalam sebuah tim sesuai dengan tujuan yang telah disepakati. Setiap anggota kelompok atau tim diberi tugas khusus yang harus diselesaikan. Siswa dijanjikan akan diberi hadiah seperti nilai (point) tambahan bila mau dan mampu membantu anggota lain dalam menyelesaikan pekerjaan tim. Penilaian didasarkan atas hasil pekerjaan tim, bukan pekerjaan individual meskipun ada pula nilai khusus untuk individu. Pendekatan cooperative learning mendorong siswa agar terlibat dalam belajar mandiri. Bekerja dalam kelompok memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kemampuan akademik dan sekaligus sosial (academic and social skills). Dengan belajar dalam kelompok diharapkan siswa akan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, mau mendengar pendapat orang lain, mampu menyelesaikan konflik, dan mampu 134
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

menilai argumenargumen yang dikemukakan peserta debat. pemungutan suara. wawancara. dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap sikap dan perbuatan yang pernah dilakukannya. dna survey memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan sejumlah keterampilan berpikir kritis. berkompromi. Pendekatan pembelajaran debat memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti dan mengartikulasikan argumen secara jelas dan logis agar tercapai simpulan yang rasional. wawancara. 5. Sebagai strategi pembelajaran. dan survey Pemungutan suara. menilai kualitas penyajiannya. Pendekatan pemungutan suara. Menerapkan pendekatan pemungutan suara. dan survey merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengumpulkan data primer dan informasi dari tangan pertama (firsthand) tentang pandangan atau pendapat kelompok masyarakat. bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Pendekatan Debat Debat merupakan cara pengungkapan atau pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai sesuatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan argumen masing-maisng yang telah berlangsung selama berabad-abad. dan membuat keputusan atau simpulan alternatif. wawancara. Keterampilan sosial (social skills) dimaksudkan pula untuk melatih siswa mau mendengarkan gagasan anggota lain dalam kelompok. seorang pendebat berupaya mengembangkan argumenargumen dan pernyataan sesuai posisinya dengan melawan argumen-argumen dari lawan baik secara perseorangan maupun tim/kelompok. pendekatan ini dapat melatih para siswa untuk menumbuhkan kesadarannya terhadap lingkungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 135 . Para siswa yang tidak terlibat langsung dalam proses debat masih dapat berpartisipasi dalam proses belajar seperti mendengarkan informasi (mungkin) baru/aktual. Selain itu. Debat yang baik memerlukan kemampuan dan pengetahuan yang luas hasil kajian reflektif. 6. Oleh karena itu. wawancara. dan menilai data. dan survey merupakan cara yang bermanfaat untuk mengumpulkan data faktual tentang bidang kajian tertentu. Sebagai pendekatan pembelajaran. Tujuan peserta debat adalah untuk meyakinkan lawannnya bahwa posisi dirinya yang benar atau yang paling meyakinkan.menjelaskan masalah serta solusinya. dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Mampu mengajukan pertanyaan merupakan suatu keterampilan bagi siswa dalam berkomunikasi. debat merupakan cara klasik bagi guru untuk mendorong siswa agar memiliki kemampuan berargumen sesuai dengan posisinya. mengumpulkan informasi. berpikir kritis. Kegiatan pembelajaran ini sangat efektif untuk mengeksplorasi ranah perasaan (afektif) tentang isu atau tentang peran seseorang dalam proses politik. Peserta debat dalam proses pembelajaran di kelas dapat memilih posisi dan topik debat.

panitera bahkan terdakwa. berpikir kritis. Surat untuk pimpinan pemerintahan banyak menyerupai surat bisnis. proses pembelaan oleh pengacara dan pembuktian dengan alat bukti serta mendatangkan dan mendengarkan keterangan saksi sampai proses pengambilan putusan oleh hakim. dan sistem kehidupan internasional. tetangga. Melalui langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses peradilan yang dimulai oleh proses penuntutan oleh jaksa. Melalui kegiatan berinteraksi dengan teman. Simulasi termasuk bermain peran tetapi situasinya terstruktur sehingga lebih mendekati kejadian yang sebenarnya. Aturan penulisan surat tentu perlu diterapkan. Pendekatan bermain peran dan simulasi Bermain peran merupakan pendekatan yang memfasilitasi siswa berperan dalam melakukan perbuatan atau perilaku orang yang dipersepsikan orang lain itu berbicara dan melakukan sesuai dengan peran dan situasinya. 8. 9. siswa dapat belajar banyak tentang bagaimana warga negara berpikir dan untuk mengetahui apakah mereka mengetahui pemerintah. Surat yang ditulis seyogianya berisi pesan yang 136 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .hidup. ekonomi. Pendekatan pengadilan tiruan merupakan pendekatan yang bermanfaat karena dapat membantu siswa mengembangkan pertanyaan. hakim. rapat komisi. terutama peran dari masingmasing perangkat pengadilan seperti peran jaksa. dan keterampilan berkomunikasi dengan benar. Misalnya. sekelompok siswa mungkin memerankan tindakan yang dilakukan oleh seorang Presiden atau Menteri atau para pahlawan. atau interaksi di lingkungan birokrasi. pengambilan keputusan. Oleh karena itu. politik. proses dengar pendapat. dan anggota masyarakat lain. bermain peran merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi perilaku politik karena mereka membantu siswa memahami pentingnya individu dalam proses politik. Para siswa dapat mensimulasikan tentang kegiatan rapat di badan legislatif. 7. Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik Menulis surat kepada pejabat publik merupakan salah satu cara dalam partisipasi politik. Dengan pendekatan ini pun para siswa akan memperoleh pengetahuan tentang hukum dan pengalaman langsung tentang tentang proses peradilan. Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials) Pendekatan pengadilan tiruan sebenarnya merupakan simulasi proses peradilan yang diperankan oleh siswa. hukum. pengacara. Isu atau kasus pelanggaran hukum yang dibahas dapat dipilih dari peristiwa nyata atau rekaan. Esensi bermain peran adalah orang yang memiliki keyakinan dan bagaimana mereka menjawab.

prasarana. Metode pembelajaran langsung ini sangat efektif apabila digunakan oleh seorang guru yang memiliki bakat sebagai orator. Sebaiknya Anda bekerja secara kelompok agar Anda dapat berdiskusi. Demikianlah sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru berdasarkan pertimbangan karakteristik siswa. bersifat satu arah. Perhatikan karakteristik siswa. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 137 . kondisi sekolah. dan mengkomunikasikan gagasan dalam bentuk tulisan. lingkungan sekolah. para siswa diberi latihan praktek mengembangkan keterampilan ang terkait dengan cara menganalisis berbagai isu. Secara umum. dan peran guru sangat dominan. aktifitas ini membantu pejabat publik menjaga hubungan dengan konstituennya dna melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat. Sebaliknya. Selanjutnya. Berkomunikasi dengan pejabat publik melalui surat merupakan cara bagi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya tentang berbagai isu. Partisipasi dalam sistem pemerintahan demokrasi hendaknya dapat membantu siswa untuk percaya diri. Oleh karena itu. Ada beberapa jenis strategi dan metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn sebagai berikut. Dalam sistem pemerintahan demokrasi perwakilan. membangun opini. dikembangkan secara logis. Sebagai latihan. ceramah (lecture). dan ditulis secara jelas. pembelajaran langsung ini menggunakan pendekatan ekspositori. pendekatan apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. para siswa harus berpartisipasi dalam proses politik sebanyak mungkin. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi: gambaran ikhtisar terstruktur (structured overview). lingkungan belajar. coba Anda pilih salah satu kelas latihan. mari kita kaji bersama uraian tentang strategi dan metode pembelajaran PKn.dapat dipertanggungjawabkan misalnya hasil penelitian. Kemudian pikirkan dan pertimbangkan. sarana. 1. demonstrasi. membandingkan dan mengontraskan/mempertentangkan (compare and contrast). Berikut ini adalah metode pembelajaran compare and contrast sebagai salah satu metode pembelajaran langsung. dan kemampuan guru.

dan konferensi. dan ciriciri dari kata kunci suatu konsep. Tujuannya adalah membantu siswa membedakan antara berbagai jenis gagasan atau kelompok gagasan konseptual. Dalam metode ini ada tindakan pengelompokan. Debat mendorong peserta berpikir bukan hanya mengenai fakta dari suatu situasi melainkan implikasinya. pemecahan masalah. metode ini dapat pula dimasukkan ke dalam metode pembelqajaran tidak langsung karena ada tuntutan yang mengajak siswa untuk bersama-sama mengelompokkan istilah. kelompok tutorial. pembelajaran interaktif ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Proses debat dipimpin dan pemenangnya ditentukan oleh wasit atau hakim. kosa kata. curah pendapat (brainstorming). Debat merupakan aspek yang fundamental dari masyarakat demokratis. 2. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups). Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Oleh karena itu. Sebenarnya selain dikelompokkan kedalam pembelaajran langsung. dan peran siswa lebih dominan. tentu saja banyak jenis konsep yang abstrak sehingga memerlukan penjelasan dan untuk memahami konsep tersebut perlu ada pembandingan dan pengontrasan agar mudah dipahami oleh siswa. Secara umum. Langkah dan aturan main debat bermacammacam tergantung pada tempat dan peserta. bersifat dua arah. Dalam pembelajaran PKn. jigsaw. Metode pembelajaran interaktif sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. wawancara. Peserta didik pun didorong 138 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Apakah tujuan debat itu? . metode ini snagat cocok dikembangkan dalam mata pelajaran PKn. Tujuan dari strategi debat adalah melibatkan para siswa dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan mata pelajaran.Apakah metode pembandingan dan pengontrasan itu? Metode pembandingan dan pengontrasan digunakan untuk menandai persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lain. a. Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif meliputi: debat. diskusi. Debat Apakah debat itu? Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. bermain peran (role playing).

menciptakan kondisi siswa untuk berpikir secara kritis. dan memungkinkan guru dapat menilai kualitas belajar siswa. dan peka terhadap masalah sosial. Debat mendorong siswa untuk berupaya meneliti. Artinya. 3) Memberi pembelajaran yang menyenangkan karena banyak peran yang bervariasi sehingga menyegarkan situasi. menyadari. mengembangkan kemampuan mendengarkan/menyimak. 2) Memahami nilai yang ada di lingkungan masyarakat yang beragam. metode debat sangat efektif bagi pembelajaran PKn terutama dalam mempersiapkan peserta didik hidup dalam masyarakat demokratis.untuk berpikir secara kritis dan strategis tentang posisinya dan posisi lawan. Misalnya. yakni membantu siswa untuk merasakan. Kesempatan ini bertujuan: Apa tujuan bermain peran? 1) Membina sikap. c. Oleh karena itu. dan kedua adalah tahap menilai gagasan. Debat juga dapat memberi peluang kepada teman-teman siswa untuk menilai keterlibatan. maka ia harus mampu berperan sebagai polisi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 139 . 4) Memberi kesempatan untuk menghayati peran tertentu dalam bentuk simulasi sebelum terlibat dalam situasi sebenarnya. Bermain peran terjadi dalam situasi buatan (tiruan) atau simulasi. Bermain peran (role playing) Apakah bermain peran itu? Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. dan kemampuan berorasi. Bermain peran memberi kesempatan kepada siswa untuk bertindak dengan memerankan karakter dalam situasi hipotetis. yakni pertama adalah tahap identifikasi gagasan. Dengan cara berkompetisi maka debat mendorong peserta untuk melibatkan diri dan berkomitmen terhadap posisi. bahwa siswa harus memainkan satu peran tertentu sehingga yang bermain tersebut harus mampu berbuat (berbicara atau bertindak) sesuai dengan perannya. b. Curah pendapat (brainstorming) Apa metode curah pendapat itu? Metode curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. jika peran yang dimainkan adalah polisi. Aktivitas dalam curah pendapat terdiri atas dua tahap.

Mungkin pada awalnya. Kemudian. siswa memberikan respon atau jawaban atau gagasan/pendapat yang relevan. dapat Anda temukan pada buku-buku tentang metode pembelajaran atau pada modul khusus tentang metode pembelajaran. diskusi reflektif. ada dua prinsip yang perlu diperhatikan: 1) diutamakan bahwa agar diperoleh gagasan sebanyak mungkin pada tahap curah pendapat. inkuri. Siswa seyogianya diingatkan agar mendengarkan dengan seksama terhadap apa yang dikemukakan. Adapun tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Dalam kegiatan curah pendapat. Dengan mengungkapkan gagasan dan mendengarkan apa yang dikemukakan oleh siswa lain. Selanjutnya. studi kasus. guru perlu mendorong siswa agar mendengarkan siswa lainnya yang sedang berbicara. banyak siswa yang engggan berbicara dalam kelompok. Uraian untuk metode pembelajaran interaktif lainnya. mengingatkan pula kepada pembicara ketika suaranya tidak terdengar jelas. guru harus menerima jawaban siswa tanpa kritik atau tanggapan terhadap jawaban siswa.Penerapan metode ini dimuali dengan mengajukan pertanyaan atau masalah atau dengan memperkenalkan tema. atau tidak langsung menilai gagasan yang dikemukakan. 2) menunda pemberian kritik. 3. Pembelajaran tidak langsung Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung meliputi: pemecahan masalah. maka para siswa akan menyesuaikan pengetahuan dan pemahaman sebelumnya dengan menerima informasi baru. Dalam menerapkan metode curah pendapat. 140 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 1) memfokuskan perhatian siswa pada suatu tema/topik 2) membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 3) melatih siswa mengekspresikan gagasan-gagasan baru menurut daya imajinasinya 4) melatih daya kreativitas siswa 5) melatih siswa mau menerima dan menghargai perbedaan individu 6) mendorong siswa berani mengambil resiko dalam berbagi pendapat dan bila pendapatnya salah 7) menunjukkan kepada siswa bahwa pengetahuan dan kecakapan berbahasa memiliki kegunaan dan dapat diterima Demikian tiga contoh uraian metode pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. tetapi dengan kegiatan curah pendapat diharapkan semua siswa mau berpartisipasi dalam menyampaikan pendapat.

Karena semua gagasan awalnya diterima. mengungkapkan. pemecahan masalah memungkinkan dapat menemukan solusi terbaik bukan solusi yang paling mudah atau usulan solusi pertama. dan pemetaan konsep. Di kelas. pemecahan masalah merupakan bentuk seni berpikir yang paling murni. sumber belajar. bersifat dua arah. Pemecahan masalah Apakah metode pemecahan masalah itu? Ada dua jenis metode pemecahan masalah. Bagaimanapun jenis pemecahan masalah yang digunakan oleh kelas. mengembangkan pertanyaan. membantu merencanakan strategi masa depan. pembelajaran tidak langsung ini menggunakan pendekatan siswa aktif. Berikut adalah uraian beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. Metode pemecahan masalah digunakan untuk membantu siswa berpikir tentang masalah tanpa menerapkan gagasan yang dimiliki sebelumnya. Secara umum. b. mengembangkan. ialah pemecahan masalah yang bersifat reflektif dan pemecahan masalah kreatif. menyimpulkan dan menghasilkan solusi.pembentukan konsep. dan. menganalisis masalah kontroversial dan dilematis. Metode Inkuiri Apa inkuiri itu? Metode pembelajaran inkuiri memberi kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman mengumpulkan informasi. siswa terlibat dalam proses belajar. pemecahan masalah untuk membantu siswa memahami masalah etika yang dilematis. dan menguji hipotesis. memeriksa dugaan awal dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya. a. seperti: • • • • • • bertindak secara antusias dan penuh perhatian. bidang studi. dan peran siswa lebih dominan. dan lingkungan belajar. Sebagai metode pembelajaran. pemecahan masalah memfokuskan pada upaya mengetahui persoalan dengan mempertimbangkan semua faktor kemungkinan untuk menemukan solusi. Hal ini tentu memerlukan kemampuan berinteraksi yang intensif diantara peserta didik dengan guru. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 141 . Secara aktif. Metode pembelajaran tidak langsung sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Merumuskan masalah yang dihadapi berbeda dengan akibat dari masalah untuk mencegah pendapat yang gegabah.

berpikir deduktif. konsep. data. Dalam melatih berpikir divergen. Contoh peta konsep sebagai berikut. Keterkaitan antar sel konsep dihubungkan oleh tanda panah yang diberi label. topik. Peta konsep adalah strategi untuk mengembangkan konsep yang terdiri atas sejumlah sel yang didalamnya ada konsep. Tanda panah menunjukkan arah keterkaitan antar sel konsep dan bila dibaca dapat membentuk kalimat. c. dan berpikir induktif. pertanyaan yang terkait dengan sel konsep atau pertanyaan lain. Peta konsep Apa peta konsep itu? Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. Label ini menjelaskan hubungan antar sel konsep.Bertanya adalah inti dari belajar inkuiri. Hak Asasi Manusia bersumber dari dilindungi oleh Negara melalui Perundang an HAM diawasi oleh Komnas HAM melalui Piagam HAM Tuhan untuk Semua manusia tercantum dalam UUD 1945 amandemen UU No. bahan dan masalah. Teknik berpikir yang dapat diterapkan antara lain berpikir divergen.1999 ttg HAM mengatur Asas Dasar Hak mengatur Hak Kewajiban Kewajiban 142 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Peta konsep digunakan untuk: x Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. Inkuiri menempatkan proses berpikir dalam interaksi antar sesama siswa dalam menganalisis persoalan. 39. guru memfasilitasi dan mendorong siswa agar menyadari bahwa suatu pertanyaan atau masalah dapat memiliki lebih dari satu jawaban dan/atau solusi yang benar dan baik. Siswa harus mengajukan pertanyaan yang relevan dan mengembangkan bagaimana cara menjawab dan menjelaskannya. .

dan sebagainya. Simulasi berarti pula pekerjaan tiruan atau meniru perilaku pekerjaan. Sebagai metode pembelajaran. bersifat interaksi multi arah. simulasi. Guru harus memantau apa yang diperankan oleh siswa apakah mereka berperan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah uraian salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn di madrasah ibtidaiyah. dan peran siswa lebih dominan. Oleh karena itu. Peta konsep digunakan untuk: • Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan. simulasi mengajar. simulasi melakukan pertolongan terhadap orang yang kena bencana alam. Karena bila tidak disiplin maka keterampilan akan sulit dikuasai bahkan tujuan akan sulit dicapai. survey. • Mencari informasi baru dan keterkaitannya. Simulasi sebagai metode pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 143 . • Pilihan untuk memecahkan masalah. pengamatan lapangan. • Melihat pengetahuan terdahulu. Demikian pula kebiasaan kerjasama dapat ditanamkan melalui simulasi terutama dalam simulasi pekerjaan yang perlu dilakukan secara bersama. Apakah simulasi itu? Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. Para siswa akan lebih menghayati arti kehidupan bila sering terlibat dalam simulasi. pembelajaran melalui pengalaman ini menggunakan pendekatan siswa aktif. profesi.4. yakni simulasi. • Berbagi pengetahuan dan informasi yang diperoleh. Simulasi bertujuan meningkatkan penguasaan konsep melalui praktik pengalaman sehingga dapat membantu siswa memahami nuansa sebuah konsep atau lingkungan sekitar. simulasi mengatasi kebakaran. bermain peran. atau kegiatan tertentu. • Mengumpulkan pengetahuan dan informasi. para guru dianjurkan untuk menerapkan metode ini dalam kegiatan pembelajaran PKn. Misalnya. percobaan. Simulasi dapat pula sebagai model pembelajaran. permainan. Metode pembelajaran melalui pengalaman sangat tepat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar. Secara umum. Pembelajaran melalui pengalaman (experiential learning) Beberapa strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn melalui pengalaman meliputi: karyawisata. Dalam melaksanakan simulasi diharapkan guru dapat menanamkan disiplin dan sikap hati-hati. Mereka dapat menjadi representasi dari sebuah realitas pada saat siswa berinteraksi dengan siswa lain. yakni peniruan yang menuntut kemampuan tertentu. simulasi memerlukan skenario apa yang akan diperankan oleh siswa.

144 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . bahkan memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting dikuasai. b. afektif. aturan main. c. yakni keterampilan bertanya. pemodelan. b. ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah per kelompok antara 5-10 orang siswa. tidak menyebut nama sebelum pertanyaan diajukan. contoh. dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama. Sasaran. Keterampilan menjelaskan Keterampilan menjelaskan ini penting dikuasai oleh guru ketika memperkenalkan apa simulasi.a. menjelaskan. perilaku sosial sesuai dengan praktik kehidupan nyata sehari-hari. Prosedur simulasi dapat diurutkan sebagai berikut: 1) guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan jika diperlukan 2) 3) 4) 5) 6) mengadakan tanya jawab guru membagi peran untuk tiap siswa guru menyampaikan aturan main siswa baik secara individual maupun kelompok bersiap-siap siswa melakukan simulasi dan guru mengamati aktivitas siswa Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran. misalnya penjelasan yang disertai oleh uraian ilustrasi. dan mengajar kelompok kecil sebagai berikut: a. seperti mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu. seperti sarana dan prasarana ruangan untuk simulasi persidangan di pengadilan. Namun. Bila kelas besar maka agar semua siswa daapt terlibat. Ada sejumlah teknik bertanya. ialah siswa yang jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan apa yang akan disimulasikan. tema apa yang dipilih. Apa target keterampilan simulasi. Kemampuan menjelaskan menjadi sangat penting karena bila salah menjelaskan maka tujuan simulasi tidak akan tercapai. apakah keterampilan intelektual. ruangan dan peralatan mengajar untuk simulasi proses pembelajaran. Keterampilan bertanya Keterampilan bertanya ini digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan. Penjelasan yang baik adalah penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. memberi penguatan. Tema yang dipilih disesuaikan dengan tujuan yang akan disimulasikan. Sejumlah alat yang akan digunakan dalam simulasi perlu dipersiapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. dan sebagainya.

Inovasi pembelajaran PKn dalam komponen pendekatan harus selalu dilakukan oleh semua praktisi pendidikan khususnya guru. seorang guru perlu memahami dan mengelola kegiatan kelompok kecil. Kelas tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Dalam kelompok kecil inilah. Ada sejumlah pendekatan pembelajaran PKn yang dapat dipilih oleh guru dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) Pendekatan sumber belajar audiovisual (audio-visual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 145 . kemudian bila tidak ada yang menjawab. Sedangkan teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). yakni pendekatan yang berorientasi pada kompetensi (competency based curriculum). Dalam konteks pembelajaran. sampaikanlah pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas terlebih dahulu. d. Teknik bertanya yang baik tidak diawali dengan menyebut dahulu nama siswa.c. terutama apabila kelas yang dihadapi guru adalah kelas besar. Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). dan unsur-unsur pembelajaran. antusias. Salah satu tindakan inovasi itu adalah upaya melakukan pergeseran dalam penerapan pendekatan pembelajaran PKn dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan isi (content based curriculum) ke arah yang lebih menekankan pada proses (process based curriculum) bahkan sekarang telah bergeser pada inovasi yang lebih terkini. Keterampilan memberi penguatan Keterampilan memberi penguatan adalah memberi pernyataan yang dapat mendorong atau memotivasi untuk berulangnya sesuatu yang pernah dilakukan oleh siswa. Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). bagaimana agar perhatian siswa dalam proses pembelajaran tetap terjaga. objek. barulah guru menyebut nama siswa untuk menjawab pertanyaan guru. antara lain siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan mengajar kelompok kecil Ada simulasi yang dilakukan dalam kelompok kecil. Rangkuman Istilah pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). dan bersemangat untuk bersimulasi. Dalam konteks pembelajaran. Memberi penguatan yang langsung dapat dirasakan oleh siswa dalam konteks simulasi adalah memotivasi dan membangkitkan minat siswa agar mau. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Misalnya. strategi berarti cara mencapai suatu target pembelajaran. maka ketika guru bertanya. Semua siswa yang ada di kelompok kecil harus dapat terlayani dan mendapat bantuan dan perhatian yang adil. pendekatan berarti cara mendekati suatu persoalan.

dan surveys). dan survey (polls. (3) pembelajaran tidak langsung. (8) Pendekatan bermain peran dan simulasi (role plays and simulations). menjelaskan. (6) Pendekatan pemungutan suara. (7) Pendekatan pengadilan tiruan (Mock trials). dan (9) Pendekatan menulis surat kepada pejabat publik (writing letters to public officials). ialah (1) pembelajaran langsung. (3) Pendekatan nara sumber masyarakat (community resourse persons). interviews. (5) Pendekatan Debat (debates). ada delapan keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru. memberi penguatan. wawancara. (4) Pendekatan (Cooperative Learning). dari delapan keterampilan tersebut ada empat keterampilan dasar mengajar yang utama.materials). dan mengajar kelompok kecil 146 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (2) Pendekatan Studi Kasus (case studies). (2) pembelajaran interaktif. Ada empat jenis strategi dan metode yang utama dalam pembelajaran. yakni keterampilan bertanya. Namun. (4) pembelajaran melalui pengalaman. Untuk kelancaran pelaksanaan simulasi dan pencapaian tujuan pembelajaran.

a way of handling D. Berikut ini adalah strategi dan metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn interaktif. kecuali: A. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. kecuali: A. a way of achieving target C. Dalam konteks pembelajaran. ceramah (lecture). C. curah pendapat (brainstorming) C. A. 1.. a way of tackling D.. demonstrasi (demonstration) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 147 .Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. B. metode diartikan sebagai . a way of viewing B. A... Dalam konteks pembelajaran. kelompok belajar kooperatif (cooperative learning groups) D. Metode pembelajaran yang melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu disebut . Berikut ini adalah metode yang termasuk kedalam strategi pembelajaran langsung. bermain peran (role playing) B. a way of tackling 2. a way of achieving target C. tinjauan terstruktur (structured overview)... simulasi (simulation) D. bermain peran (role playing) B. A. a way of viewing B. membandingkan dan mempertentangkan (compare and contrast). 3. demonstrasi (demonstration) 5. strategi diartikan sebagai . a way of handling 4.. curah pendapat (brainstorming) C..

melatih siswa agar terampil dalam berargumen 7.. A. Menumbuhkan minat belajar secara deduktif D. menjelaskan D. pemecahan masalah B. mengajar kelompk kecil 10... A. kecuali: A. kecuali: A. Urutan pertama dari prosedur simulasi adalah . Mengembangkan pemahaman tentang batang tubuh ilmu pengetahuan C. Tujuan penggunaan metode curah pendapat dalam pembelajaran adalah .6... bertanya B.. pemetaan konsep 8. berlatih memerankan tokoh tertentu D.. guru membagi peran untuk tiap siswa D... Mencari informasi baru dan keterkaitannya 9. A. ceramah D. memberi penguatan C. Mengumpulkan pengetahuan dan informasi B. guru menyampaikan aturan main 148 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . studi kasus C. Keterampilan dasar yang dapat digunakan oleh guru terutama untuk memantapkan penguasaan konsep atau pemahaman siswa terhadap apa yang telah disimulasikan disebut keterampilan . melatih anak untuk bersabar dan bijaksana C... guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan B. Berikut ini adalah strategi/ metode yang termasuk ke dalam jenis pembelajarn tidak langsung. membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat B... mengadakan tanya jawab C. Peta konsep dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan tujuan untuk .

Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.100 % = baik sekali 80 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. terutama bagian yang belum Anda kuasai.89 % = baik 70 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % . 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 149 .

150 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Mengapa demikian? Anda tentu telah mengenal pula bahwa misi pembelajaran PKn cukup khas dibandingkan dengan pembelajaran lain. yakni warga negara yang memiliki pengetahuan. Bagaimana merealisasikan misi PKn di atas? Apabila kita cermati. Namun. Apakah Anda masih ingat. Dengan menganalisis metode Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 151 . maka misi PKn di atas pada hakikatnya mengarah pada pembentukan warga negara yang cerdas dan baik. Anda telah mengenal metode apa saja yang cocok sehingga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran PKn.2 Metode Pembelajaran Afektif Dalam PKn Setelah Anda mempelajari strategi dan metode pembelajaran PKn pada Kegiatan Belajar 1 dalam modul ini. (4) penalaran kewarganegaraan (civic knowledge). (3) pemecahan masalah kewarganegaraan (civic skill and participation). Pada kegiatan belajar ini. pembelajaran PKn di SD/MI adalah pengembangan kualitas warga negara secara utuh. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya kemampuan guru dalam menguasai metode pembelajaran khususnya yang bernuansa afektif untuk membelajarkan nilai. dalam aspek-aspek: (1) kemelek-wacanaan kewarganegaraan (civic literacy). keterampilan. dan (5) partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab ( civic participation and civic responsibility). Secara singkat. sikap/nilai dan bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat yang demokratis. Apabila dikaji. pencapaian tujuan pembelajaran tampaknya belumlah optimal sehingga kita masih menghadapi masalah kurangnya kemampuan kewarganegaraan bagi para siswa umumnya. apa karakteristik pembelajaran PKn khususnya di SD/MI? Baiklah. apabila Anda ragu coba buka kembali Kegiatan Belajar 1 Modul 1. (2) komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement). akan disajikan pengembangan metode pembelajaran PKn dengan domain afektif untuk Madrasah Ibtidaiyah. sebenarnya gagasan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah banyak diungkapkan.

yakni membentuk warga negara yang cerdas dan baik itu dapat tercapai. sikap. Peran guru seperti inilah yang akan banyak mendukung keterlaksanaan dan tercapainya tujuan pembelajaran PKn afektif. Kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan yang utuh. dan unsur afektif lainnya. Mengapa demikian? Karena masalah afektif terkait dengan aspek nilai. sintesis. • Proses pembelajaran mengembangkan kemampuan belajar (learning skills). Apa dan mengapa metode pembelajaran afektif itu? Pembelajaran PKn yang layak adalah pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. Situasi yang perlu diciptakan oleh guru bersama siswa adalah sebagai berikut. memahami. • Proses pembelajaran seyogianya menggunakan pendekatan yang humanistik. Kemampuan kognitif adalah potensi yang terkait dengan kemahiran dan keterampilan mengingat. nilai. terbuka. • Proses pembelajaran hendaknya berorientasi pada siswa (students’ centered) dengan mempertimbangkan kerakteristik dan perkembangan kemampuan berpikir siswa. Potensi kemampuan yang ada dalam diri siswa mencakup aspek kognitif. yakni suasana penuh kekeluargaan. fasilitator. 152 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perasaan/emosional. rewarder. dan sebagai perilaku lain yang mencerminkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dari tiga kemampuan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PKn. penilai (evaluator). Untuk mencapai tujuan PKn ini. pengelola (manager). tujuan kurikulum pada satuan pendidikan. perlu ada strategi dan metode yang dapat mengungkap domain afektif dalam proses pembelajaran PKn agar pembelajaran PKn yang utuh dan layak itu dapat terlaksana sehingga tujuan PKn. Semua peran guru tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif untuk pembelajaran PKn afektif. hangat. tidak ada tindakan yang menekan siswa. persabahatan. perjuangan. Kemampuan psikomotorik adalah potensi yang terkait dengan perilaku sosial. dan tidak paksaan. yang mampu mengembangkan semua potensi yang baik yang ada dalam diri siswa. konteks kehidupan masyarakat. maupun pemberi keputusan (decision maker). Kemampuan afektif adalah potensi yang terkait dengan masalah keyakinan. analitis. Unsur nilai adalah bidang yang tersembunyi atau tertutup (hidden or closed areas) yang tidak mudah diungkap (clarified) seperti mengungkap domain lainnya. dan psikomotorik. patriotis. dan evaluatif. pengarah (director of learning). afektif. berpikir kritis. Oleh karena itu. adil. pengembangan dan pembelajaran afektif dianggap sebagai hal yang paling sulit. serta kebutuhan dan karakteristik siswa. menegakkan kebenaran dan keadilan.pembelajaran PKn SD/MI diharapkan Anda dapat memilih dan mengembangkan metode pembelajaran PKn afektif yang cocok dan sesuai dengan jenjang kelas dan karakteristik siswa serta tujuan pembelajaran PKn. peran guru sangat besar baik sebagai perencana (planner).

Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa pembelajaran domain afektif adalah domain yang paling sulit khususnya pembelajaran yang terkait dengan aspek nilai. ternyata daya ingat Anda masih kuat bahwa nilai (value) adalah konsep (concept). yakni menjadi siswa yang cerdas. Baiklah. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. berbangsa dan bernegara.keterampilan bagaimana belajar (learning how to learn). maupun aspek afektif dan psikomotor. Sedangkan nilai etika adalah nilai yang terkait dengan tindakan/perilaku/akhlak (conduct) atau Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 153 . Terwujudnya harapan tersebut tentu harus Anda upayakan melalui pembelajaran di sekolah. Nilai sebagai konsep tidak muncul dalam pengalaman yang dapat diamati melainkan ada dalam pikiran orang (Frankel. Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Kemampuan Anda dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. Artinya. • Proses pembelajaran dengan pengalaman langsung atau melakoni atau mencoba sendiri sehingga mereka akan lebih menghayati dan merasakan sendiri yang akhirnya hasil belajar itu akan menyatu dan mempribadi (personalized) dalam dirinya Melalui proses pembelajaran seperti inilah. untuk pembelajaran nilai diperlukan strategi dan metode khusus. Penguasaan metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus Anda miliki. pembelajaran afektif akan lebih mencapai sasaran/harapan. Mengapa pembelajaran aspek itu sulit? Seperti sudha dijelaskan bahwa nilai merupakan dimensi yang abstrak yang seringkali bersifat tertutup. Nilai dapat dibagi atas dua bidang. yakni nilai estetika dan nilai etika. misalnya menggunakan belajar kelompok dan/atau permainan (games) yang menarik atau sesuai dengan dunia siswa. yakni pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). Apa nilai itu? Untuk memahami pengertian nilai. keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Nilai estetika adalah nilai yang terkait dengan masalah keindahan atau apa yang dipandang indah (beautiful) atau apa yang dapat dinikmati oleh seseorang. sebagaimana dikemukakan Branson (1999). dan watak/karakter kewarganegaraan (civic disposition). Nilai dapat diartikan kualitas dari sesuatu atau harga dari sesuatu yang diterapkan pada konteks pengalaman manusia. Dalam rumusan tujuan lain. memiliki tanggung jawab sebagai siswa dan warga negara. adalah siswa yang memiliki kemampuan kewarganegaraan. terampil. 1978). tentu Anda harus mahir menggunakan berbagai jenis metode. dianjurkan agar Anda melihat uraian dalam modul 1 Kegiatan belajar 2. • Proses pembelajaran menggunakan metode yang divariasikan dengan metode lain atau multimetoda.

Bagaimana peran guru PKn dalam membelajarkan nilai kepada siswa? Sejalan dengan kompetensi profesional guru. ketika hadir di kelas ketika akan mengajar maka Anda harus memberikan contoh dan teladan sebagai guru/warga negara. artinya siswa dibina/dibimbing untuk membiasakan atau melakoni isi pesan materi PKn. (e) daftar penilaian diri. dalam proses pembelajaran tekanannya diarahkan pada bagaimana siswa belajar dan melakoni kehidupan yang baik. metode yang cukup ampuh adalah model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik Pengungkapan Nilai). Dengan menunjukkan contoh perilaku yang baik. Hal ini juga menjadi tuntutan dalam tujuan PKn bahwa Anda sebagai guru hendaknya menjadi contoh/teladan dalam kehidupan sehari-hari. (5) VCT melalui teknik wawancara. Untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan PKn khususnya yang menekankan pada aspek nilai. dan (7) teknik inkuiri nilai. dalam PKn dikenal pula model Permainan. di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari di masyarakat. berpakaian rapi dan bersih. Metode atau model pembelajaran tersebut 154 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . meliputi (1) metode percontohan. Selain itu. mengenai apa yang patut atau tidak patut dilakukan seseorang atau mengenai apa yang berharga dan apa yang tidak berharga. Proses pembelajaran PKn hendaknya mampu menggetarkan kawasan afektif selain kawasan kognitif dan psikomotorik. maka perilaku tersebut diharapkan akan ditiru dan dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan di sekolah. Perlu Anda ketahui bahwa ciri utama PKn tidaklah menekankan pada mengajar tentang PKn atau sekedar mentrasfer ilmu/pengetahuan. terpanggil dan terlibat dalam proses belajar serta melakoninya sendiri. maka guru dituntut agar memiliki kepribadian yang baik. (c) daftar skala prioritas. Oleh karena itu. antara lain metode bermain peran (role playing). (3) VCT Daftar/Matriks yang meliputi (a) daftar baik-buruk. Nilai etika terkait dengan masalah moral. (6) teknik yurisprudensi. Nilai juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan/keyakinan (belief) yang bersumber pada sistem nilai seseorang. (d) daftar gejala kontinum. Oleh karena itu. Guru hendaknya berupaya untuk membelajarkan para siswa ber-PKn atau melaksanakan PKn. melainkan lebih berorientasi pada membelajarkan PKn. Misalnya. dalam pembelajaran PKn Anda harus berupaya untuk mewujudkan kegiatan ber-PKn tersebut. Pernahkah Anda mencoba melaksanakan pembelajaran PKn afektif untuk mengungkapkan aspek nilai yang ada dalam diri siswa? Proses belajar nilai akan terjadi apabila potensi afektif siswa tergetar. yakni pertimbangan reflektif tentang mana yang benar (right) dan mana yang salah (wrong).bagaimana seseorang harus berperilaku. (4) VCT dengan kartu keyakinan. (f) daftar membaca perkiraan orang lain tentang diri kita. (g) perisai kepribadian diri. hadir tepat waktu. Ada sejumlah model VCT yang dianjurkan oleh Djahiri (1985). (b) Daftar tingkat urutan. (2) Analisis nilai.

mampu menangkal. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. cerita. Kelima. dan kasus. Keempat. Dalam hal ini perlu ada pemilihan cerita yang mengandung kriteria seperti aktual. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. foto atau cerita. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 155 . dapat merangsang imajinasi siswa. dan menyederhanakan hal-hal yang bersifat kompleks. Mengapa perlu pembelajaran VCT? Menurut Djahiri (1992) pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena: Pertama. melibatkan. seperti ceramah. Penyajian contoh sebagai media stimulus hendaknya diambil dari peristiwa nyata yang betul-betul terjadi. Kedua. Keenam. tetapi divariasikan dengan metode lain. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. dilematis. Membuat/Mencari Media Stimulus Model permainan dapat disajikan dengan mengutip dari keadaan/perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema target pelajaran. Model VCT yang ditawarkan untuk pembelajaran nilai yuang bersifat abstrak tersebut antara lain berupa percontohan. menuntun dan memotivasi hidup secara layak dan bermoral tinggi. umumnya bersifat abstrak. Singkatnya. dan tanya jawab nilai. Ketiga. Ketujuh. mampu mengundang. kajian materi yang abstrak tersebut perlu divisualisasikan melalui contoh-contoh dalam bentuk gambar. model pemainan (games) tidak berdiri sendiri. kerukunan. dna sebagainya. ekspositori. di samping membina kecerdasan (pengetahuan) siswa. mengintervensi dan melakukan subversi terhadap nilai-moral yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang.di atas dianggap sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran PKn khususnya untuk pengembangan domain afektif karena mata pelajaran PKn mengemban misi untuk membina nilai. 1. meniadakan. moral. Terlebih konsep nilai. kontroversial. seperti nilai toleransi. Perlu diketahui dan diingat bahwa materi pembelajaran PKn umumnya mengandung konsep-konsep yang abstrak. sikap dan perilaku siswa. Oleh karena itu. keyakinan. kemerdekaan. Baiklah! Mari kita kaji bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran VCT permainan sebagai hasil modifikasi dari Djahiri (1985) sebagai berikut. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Dalam pelaksanaannya. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. dan ekstrim. menarik perhatian. guru harus mampu mengkonkritkan hal-hal yang abstrak atau mengoperasionalkan hal-hal yang bersifat teoritis/konseptual.

Lontarkan cerita game ini. Simpulan dan pengarahan guru MENYELAMATKAN KORBAN BANJIR • Di wilayah kecamatan Dayeuh Kolot kabupaten Bandung terkena musibah banjir bandang yang hebat. Laporan klasikal dan diskusi singkat dengan komentar dari guru e. Contoh cerita (fiktif) untuk stimulus (modifikasi dari Djahiri. Guru menjelaskan aturan main game ini: 1) Setiap siswa menyimak isi cerita 2) Hayati betul keadaan masing-masing pelaku dalam cerita 3) Tuliskan dalam secarik kertas keputusan siapa yang harus diselamatkan dalam perahu (maksimal 5 orang sebab kalau lebih perahu akan karam) 4) Tuliskan dengan singkat alasan (satu persatu) mengapa mereka harus diselamatkan a.Media stimulus yang akan Anda gunakan dalam ber-VCT hendaknya (a) mampu merangsang. lintah darat yang sering terjadi atau dianggap rawan oleh siswa Anda atau masyarakat sekitar. dan sebagainya. 1985:95-97) Judul : PERAHU PENYELAMAT Tujuan : • Melatih siswa menempatkan perasaan dan keadaan dirinya pada perasaan/keadaan orang lain. Cerita tersebut mengandung dilema atau kontras nilai supaya sikap atau nilai yang dipilih siswa dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu dan terjadi proses dialog dalam diri siswa Anda. Media stimulus tersebut dapat berupa cerita (bisa tertulis yang dibagikan pada siswa atau cerita yang diungkapkan guru). mengundang dan melibatkan potensi afektual siswa. Untuk media stimulus yang berupa cerita khususnya yang berkaitan dengan kehidupan nyata seharihari yakni kejadian/perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (b) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa (ada dalam lingkungan kehidupan siswa). main hakim sendiri. Kegiatan individual siswa mengisi tugas c. Namun. • Melatih keterampilan mengambil keputusan secara objektif melalui aneka pertimbangan. anak durhaka. foto. gambar. Teruskan dengan kegiatan kelompok d. b. seperti perbuatan korupsi. film. Sejumlah rumah hanyut dan rusak berat dan hampir seluruh 156 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan (c) memuat sejumlah nilai-moral yang kontras. Cerita tersebut dapat Anda buat sendiri atau mengutip dari media massa. tabrak lari. Langkah Pembelajaran a. tidak boleh dilupakan bahwa cerita atau kasus tersebut haruslah yang sesuai dengan dunia siswa.

kiyai ternama dan disenangi penduduk kabupaten Bandung yang berusia 80 tahun. 6) Ibu Ina. Dia pingsan. guru Matematika satu-satunya pada SMP di desa tersebut serta sangat baik dan disenangi anak-anak. Ibu Hadijah dalam keadaan pingsan 4) Elvy. Mereka semua memerlukan pertolongan segera namun perahu yang Anda bawa hanya mampu menampung lima orang saja. Ketiga. terutama anak-anak dan wanita serta orang tua. janda yang baru ditinggal suaminya serta ibu dari tiga orang anak yang maish kecil-kecil. 2. 8) Halimah. anggota DPR dan saudagar besar yang maju serta mempunyai anak sebanyak 8 orang. berusia 50 tahun dan merupakan Ibu Kepala Rumah Yatim Piatu di Kab Bandung serta terkenal ramah dan baik hati sehingga menjadi tumpuan kasih 30 anak asuhnya. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 157 . Pembacaan atau penampilan stimulus tersebut dapat dilakukan oleh guru atau siswa. • Kedelapan orang itu adalah: 1) Haji Mukhsin. Kedua. Keadaan beliau sangat gawat. Anda temukan delapan orang yang berhasil selamat terhempaskan air. Salah seorang anaknya yang masih bayi dan masih menyusu sedang dirawat di rumah sakit Al Ikhsan. Dalam waktu dekat Elvy akan menikah. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. 3) Ibu Hadijah. yang berusia 35 tahun dan diketahui bahwa suami serta seluruh anaknya musnah terbawa hanyut air bah. guru melontarkan stimulus dengan cara membaca cerita (jika stimulusnya berbentuk cerita) atau menampilkan gambar/photo. Banyak penduduk hilang terhanyutkan air. 2) Pak Tobing. 7) Ibu Jamilah. Kepala Pak Tobing terantuk batu dan terus menerus mengeluarkan darah. • Dalam suasana gelap gulita dan hujan deras di suatu tanggul. 5) Pak Priyatna.kampung terendam air yang melanda tengah malam buta. Beliau adalah tamu undangan desa yang baru selesai memberi ceramah serta dlm dua hari mendatang beliau ditunggu Gubernur Jawa Barat untuk memberi ceramah. Beliaupun mengajar pada sejumlah SD dan SMP lain yang memang langka bagi guru Matematika. memberi kesempatan beberapa saat kepada siswa untuk berdialog sendiri atau sesama teman sehubungan dengan stimulus tadi. Kowad yang baru satu bulan menikah dan datang ke desa menjenguk Ibunya yang sakit. gadis cantik yang terus menerus mengerang karena patah kakinya serta tanpa hentinya memanggil nama ayahnya. kelompok maupun klasikal. Kedelapan anak ini masih bersekolah dan memerlukan kasih sayang orang tua. Kegiatan Pembelajaran (KBM) Pertama. baik secara individual.

Untuk lebih memberikan pengalaman pembelajaran nilai. c. Siapa saja lima orang yang Anda akan selamatkan dari delapan orang yang perlu pertolongan tersebut? b. bila tidak mencuri maka Ibunya mungkin meninggal. tampaknya ibu sudah tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Nak. • Suatu hari. Kelima. Jagalah baik-baik dirimu Nak! Tidak Ibu. Mengapa yang tiga orang tidak Anda pilih? Apa alasan Anda tidak memilih yang tiga orang tersebut.Keempat.. Setiap hari. Menurut dokter. Adi mendengar ucapan ibunya. Fase penyimpulan. Keenam. Demikianlah salah satu model pembelajaran menggunakan teknik klarifikasi nilai (VCT) dengan permainan. PERJUANGAN ANTARA HIDUP DAN MATI • Adi. Adi pergi untuk mencari obat. Ibunya masih dapat ditolong dengan obat namun karena ia tidak punya uang maka satu-satunya jalan adalah mencuri uang untuk membeli obat. dan klasikal). Urutkanlah kelima orang tersebut dari yang pertama sampai yang terakhir. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. kelompok. Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran.. Fase pembahasan/pembuktian argumen. Adi yang drop out dari bangku SD ketika masih di kelas lima setiap hari bekerja mengumpulkan barang bekas untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sudah lama berjuang melawan kanker yang dideritanya. Apa yang harus Adi lakukan? 158 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Berdasarkan cerita/kejadian di atas. seorang anak. berikut ini ditampilkan lagi cerita yang dilematis sebagai media stimulus. Ia hidup dengan ibu yang sangat ia cintai. Ibu tidak boleh meninggalkan Adi. Adi berangkat dari rumah untuk bekerja dengan penuh harap demi mencari sesuap nasi agar dapat menyambung hidup dirinya. Adi menghadapi dilema. tetapi bila ia mencuri maka ia akan berdosa bahkan mungkin ia berurusan dengan polisi yang akhirnya masuk penjara. Fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan guru dan bersifat individual. Ia bekerja keras mengumpulkan barang bekas dengan semangat dan berbekal cita-cita bila uang telah cukup segera akan mengobati ibunya yang telah lama tersiksa oleh penyakitnya . a. yang telah lama ditinggal sang ayah tercinta. Adi mau mencari obat sekarang”.

a. Dengan menerapkan model VCT permainan tersebut siswa Anda dibimbing untuk mengemukakan contoh-contoh perilaku. c. Baiklah! Mari kita lanjutkan dengan contoh model pembelajaran lainnya yang dianggap cocok digunakan dalam membelajarkan PKn yaitu Model VCT Analisis Nilai dan Moral. Namun perlu diungkapkan bahwa model permainan biasanya divariasikan dengan metode lain. Metode ceramah bisa dilakukan pada awal pembelajaran (sebelum mengemukakan permainan) dan bisa pula setelah permainan atau kedua-duanya. Keempat. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar atau konsep yang akan dibelajarkan. seperti hormat menghormati. a. tolong-menolong dengan sesama teman. menyusun skenario kegiatan sehingga jelas langkah-langkah yang akan ditempuh. d. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 159 . gambar. mengunjungi orang tua. dan diajak untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. film dan sebagainya. sikap dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat. menengok yang sakit. Ketiga. Anda hendaknya memberikan penguatan (reinforcement) secara hangat. Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? Bagaimana tindakan mencuri dilihat dari ajaran agamamu? Pertanyaan di atas dapat dikembangkan lagi oleh guru sesuai dengan kebutuhan. menetapkan bagian mana dari materi/substansi yang ada dalam kompetensi dasar yang akan disajikan melalui analisis nilai. b. seperti cerita. Kedua. seperti ceramah dan tanya jawab. Pada saat siswa memberikan jawaban.Berdasarkan cerita/kejadian di atas. dan sebagainya. guntingan berita Koran. bagaimana menggetarkan nilai/keyakinan yang ada dalam diri siswa. saling memaafkan. Gunakanlah teknik bertanya/keterampilan bertanya (questioning skill) baik dalam cara mengajukan pertanyaan dan dalam mendistribusikan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. menyiapkan media stimulus untuk ber-VCT. Langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan model Analisis Nilai sebagai berikut. Anda sebagai guru inkuiri dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut. Persiapan Pertama.

Kelima. guru bertanya seperti. Pertama. Keempat. Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebagai berikut. baik secara individual. dan klasikal). 160 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pada fase ini sudah mulai ditanamkan target nilai dan konsep sesuai materi pelajaran. Mengapa hal itu dianggap baik? Ketiga. pelontaran/pembagian media stimulus oleh guru atau siswa berupa cerita atau gambar/photo. Pertanyaan-pertanyaan lain dapat Anda kemukakan pada siswa sesuai dengan kebutuhan dan target pembelajaran. Apa yang akan kalian lakukan terhadap ibunya Adi jika kalian menjadi adik Adi? b. a. kelompok. fase pembahasan/pembuktian argumen. Misalnya. kelompok maupun klasikal. Bagaimana perasaan kalian setelah menyimak cerita tersebut? b. Bila Adi mencuri untuk mengobati ibunya. Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap baik dari Adi? g. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut.Kelima. apa dianggap melanggar hukum (aturan)? e. guru memperhatikan aksi dan reaksi spontan siswa terhadap cerita tersebut. Coba kalian buat judul lain dari cerita tersebut kalau perlu silakan berunding bersama temanmu! c. setelah membuka pelajaran Anda menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan ber-VCT. Pertanyaan yang diajukan hendaknya berisi analisis siswa terhadap nilai-moral yang terdapat dalam cerita itu. b. Apa yang akan kalian lakukan jika Adi kakakmu? Keenam. Apa yang akan kalian lakukan terhadap Adi jika kalian sebagai pemilik toko? c. Kedua. Pelaksanaan Langkah-langkah kegiatan VCT analisis nilai sama dengan VCT permainan sebagaimana telah Anda pelajari pada uraian di atas. Tuliskan alasan kalian mengapa dikatakan melanggar? f. menyiapkan lembar kerja siswa yang berisi panduan terperinci bagi siswa dalam ber-VCT. a. fase menentukan argumen dan klarifikasi pendirian (melalui pertanyaan dan dialog guru dan bersifat individual. Menurut kalian manusia apa dan bagaimana Adi itu? d. melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru.

dan VCT. A. nilai. dan kekeluargaan sehingga siswa berani berpendapat dan berbeda pendapat dengan guru dan siswa lain. Kemudian. Ketujuh. Sedangkan untuk evaluasi. Sebagai media pembelajaran. tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 161 . dan moral siswa terhadap suatu kasus yang Anda sajikan. Selamat mencoba. cerita (kasus) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijadikan sebagai media pembelajaran. Latihan: Pilihlah satu Kompetensi dasar yang paling Anda kuasai dari Standar isi PKn SD/MI. Anda dapat membuat bagan intisari materi pembelajaran. serta buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran PKn. variasi stimulus dan menjelaskan. kembangkan kompetensi dasar tersebut ke dalam model pembelajaran VCT sesuai dengan isi-pesan materi tersebut. Anda harus bersikap demokratis. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn. keterampilan kewarganegaraan (Civic Skill). Alangkah baiknya apabila cerita dan pertanyaan tersebut dibagikan kepada siswa (kelompok siswa).Melalui model pembelajaran VCT Analisis Nilai tersebut. Saya percaya Anda dapat melaksanakan model pembelajaran ini dengan baik. Anda kaji kembali buku Karya Prof. hangat-ramah. sikap dan pendapat siswa ketika berdialog. sebaiknya diskusikan dengan teman dan tutor Anda. Selain itu. Anda sebagai guru yang mengajar PKn akan mudah mengungkapkan sikap. Drs. Petunjuk Jawaban Latihan Untuk melihat keberhasilan Anda mengembangkan model pembelajaran tersebut. Jangan lupa memberikan pujian (reinforcement) secara variatif kepada siswa yang mampu berpendapat sekalipun pendapat siswa tidak lengkap. Tentu saja Anda harus menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. fase penyimpulan. Anda dapat melakukan evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar. Untuk menilai hasil belajar bisa menggunakan alat tes dan non-tes seperti skala sikap dan pengamatan. Kemudian. dan Watak kewarganegaraan (Civic Disposition). Kosasih Djahiri tentang Strategi Pengajaran Afektif-nilai-moral. Dalam evaluasi proses belajar dapat menggunakan pengamatan terhadap aktivitas. reinforcement. antara lain keterampilan bertanya. Rangkuman Dalam pembelajaran PKn guru hendaknya mampu mengembangkan dimensi pengetahuan kewarganegaraan (Civic Knowledge). Dalam model pembelajaran tersebut hendaknya mencantumkan tujuan dan target pembelajaran. Selain itu.

menuntun dan memotivasi hidup layak dan bermoral tinggi.PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. Kedua. 162 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . karakter/kualifikasi butiran materi pelajaran. Penggunaan berbagai model pembelajaran tersebut. waktu yang tersedia. mengintervensi dan menyubversi berbagai nilai-moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang. tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. Keenam. Kemampuan menguasai metode pembelajaran merupakan salah satu persyaratan utama yang harus dimiliki guru karena kemampuan menguasai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif. Keempat. melibatkan. mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai-moral diri siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk materi Pancasila dan UUD Negara RI 1945 adalah VCT percontohan dan VCT Analisis Nilai. dan kebutuhan siswa itu sendiri. situasi dan lingkungan belajar siswa. mampu mengklarifikasi dan mengungkapkan isi pesan nilai-moral yang disampaikan. Ketujuh. mampu mengundang. mampu menangkal. Pola pembelajaran VCT dianggap unggul untuk pembelajaran afektif karena hal-hal berikut. Pertama. tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa. Model pembelajaran yang dianggap cocok diterapkan dalam PKn di antaranya model VCT. meniadakan. membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya. mampu memberikan pengalaman belajar berbagai kehidupan. Ketiga. mampu membina dan mempribadikan (personalisasi) nilaimoral. maupun aspek afektif dan psikomotor. Kelima.

learning to do C. belajar tentang materi PPKn sesuai isi pesan GBPP PKn B.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. moral.. learning to live together 5) Model pembelajaran VCT dianggap cocok diterapkan dalam PKn karena PKn ….. membelajarkan PKn B. sikap. meningkatkan penalaran siswa D. penilaian diri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 163 . learning to know B. A. A. A.… A. 1) Proses pembelajaran PKn diorientasikan pada ciri utama PKn baru. tingkat urutan C. mencerdaskan pemaPancasila dan UUD 1945an siswa 2) Membelajarkan PKn atau ber-PKn mengandung makna . learning to be D. mengajarkan PKn sesuai kebutuhan siswa C. skala prioritas D.. lebih mengutamakan kecerdasan dan keterampilan bermasyarakat D.. merupakan pendidikan budi pekerti yang menekankan pada kecerdasan siswa B. A. yang tidak termasuk VCT Daftar.. merupakan mata pelajaran wajib bagi setiap jenis dan jenjang pendidikan C. yaitu …. yang menurut Jacques Delors termasuk tipe dasar belajar . belajar melaksanakan PKn 3) Mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa merupakan tugas mata pelajaran PKn. perilaku dan kecerdasan siswa 4) Di bawah ini merupakan model pembelajaran VCT. mengemban misi membina nilai. yaitu daftar .. analisis nilai/kasus B. guru memberi contoh-contoh perbuatan yang sesuai dengan misi PKn C. tekanan pembelajaran terletak pada siswa D.

civic education D. bertanya B. kecuali . menjelaskan C. salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT C. variasi stimulus 9) Di bawah ini yang tidak termasuk jenis tes (penilaian).… A. media yang paling mudah dibuat oleh guru 8) Keterampilan mengajar yang harus dilakukan guru ketika/setelah siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik adalah keterampilan ….. yaitu tes . civic skill C. memuat sejumlah nilai-moral yang kontras 7) Media stimulus berupa cerita atau kasus dalam pembelajaran PKn merupakan .. civic disposition 164 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. pengamatan 10) Kemampuan (dimensi) siswa yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran PKn adalah . memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa D. lisan B. memberi penguatan D. media yang paling mudah dipaPancasila dan UUD 1945i dan diamati siswa D..… A. kecuali: A. terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa C. civic knowledge B.6) Media stimulus yang dianggap baik dalam model pembelajaran VCT. objektif D. A.. stimulus yang paling tepat digunakan dalam model pembelajaran VCT B.. uraian C.. mampu merangsang dan melibatkan potensi afektual siswa B.

Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 165 . Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 5 Tingkat penguasaan = ------------------------------------------------ 90% .89% 70% . Bagus! Jika masih di bawah 80%.100% 80% .79% Makna dari tingkat penguasaan Anda adalah: = Baik = Baik Sekali = Cukup x 100% < 70% = Kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. terutama bagian yang belum dikuasai.Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini.

A Membelajarkan PKn. C Civic education.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. D PKn punya misi membina nilai. 10. D demonstrasi (demonstration) 5. A guru menciptakan situasi atau membuat pemodelan Tes Formatif 2 1. C Menumbuhkan minat belajar secara deduktif 9. 7. C ceramah 8. 166 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . perilaku dan kecerdasan siswa. 5. C Keterampilan memberi penguatan. B curah pendapat (brainstorming) 6. A membangkitkan semangat siswa untuk berpendapat 7. moral. C Memuat konsep-konsep yang kontras sesuai dengan kebutuhan siswa. 6. 8. C simulasi (simulation) 3. D a way of handling 4. A Daftar analisis nilai/kasus. 4. C Learning to be. A bertanya 10. 9. 2. B a way of achieving target 2. B Salah satu media stimulus dalam model pembelajaran VCT. sikap. D Belajar melaksanakan PKn. 3. D Tes pengamatan.

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN 5 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 167 .

168 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2.MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN PKN Pendahuluan Modul ini akan membahas media dan sumber pembelajaran PKn untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI). apakah tujuan pembelajaran PKn di MI itu? Baiklah. jadi belum dapat berpikir abstrak. Kemampuan berpikir anak SD/MI umumnya bersifat holistik. Sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Agar peserta didik memiliki kemampuan seperti ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 169 . coba Anda perhatikan rumusan tujuan pembelajaran PKn menurut standar isi. Untuk itulah guru perlu menggunakan media dan sumber pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik. belum mampu berpikir secara parsial. dan menerapkan sumber pembelajaran PKn yang relavan untuk MI. Kita menyadari bahwa kemampuan berpikir anak SD/MI masih terbatas. Mengapa kita harus mengembangkan media dan sumber pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda membuka kembali apakah hakikat pembelajaran PKn itu. Dalam modul ini Anda akan diajak menganalisis dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu tujuan PKn adalah berpikir secara kritis. banyak upaya yang harus dilakukan oleh guru. Masih ingatkah anda. Dapat mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran PKn yang relevan untuk MI. Umumnya mereka baru mampu berpikir secara konkret. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. mengembangkan. rasional. Dapat memilih. Oleh karena itu. Guru perlu mengupayakan agar pembelajaran betul-betul dapat mempermudah peserta didik belajar. pembelajaran PKn di tingkat Madrasah Ibtidaiyah memerlukan bantuan yang lebih bervariasi.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menerapkan media dan sumber pembelajaran PKn di MI. Dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam membelajarkan peserta didik di kelas. konsep. Pengembangan media pembelajaran PKn 2. para siswa akan semakin menyenangi belajar PKn karena gurunya memiliki kemampuan dalam menerapkan memilih. menerapkan media dan sumber pembelajaran yang beragam sesuai dengan kebutuhan para siswa.Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn MI. 2. Khusus bagi calon guru dan guru pemula PKn di MI diharapkan agar sedapat mungkin memperbanyak latihan dalam mengembangkan media dan sumber pembelajaran ini. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. Terapkan prinsip. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. apa. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. 170 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dengan kata lain. Implikasi lebih lanjut. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 4. mengembangkan dan menerapkan media dan sumber pembelajaran ini penting bagi calon guru dan atau guru-guru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam menentukan media dan sumber pembelajaran untuk kompetensi dasar tertentu. kemampuan Anda menerapkan media dan sumber dalam pembelajaran PKn menjadi semakin kaya. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Pengembangan sumber pembelajaran PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Lebih jauh lagi. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. 5. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3. Dengan demikian. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1.

0). fase kedua.0 .0 .0 or 12. Penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman merupakan proses yang sejalan dengan tingkat perkembangan. yakni: fase pertama. Artinya semakin muda usia siswa maka semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran. fase ketiga. dan fase keempat. sensorimotor period (0. preoperational period (2. sekedar untuk mengingatkan saja bahwa perkembangan prilaku kognitif menurut Piaget terdiri atas empat fase.0 or 15. Masih ingatkah anda dengan teori-teori tentang perkembangan prilaku kognitif tersebut? Baiklah.0 . guru dapat membantu siswa menyederhanakan materi yang abstrak menjadi konkret. formal operational period (11.0).14. Pengertian Media Apa media pembelajaran itu? Proses pembelajaran merupakan suatu sistem karena di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan. Pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa semakin tua usia anak semakin tinggi kemampuan berpikir abstrak dan semakin mudah usia anak maka semakin konkret kemampuan berpikirnya sehingga semakin memerlukan media dalam proses pembelajarannya. Hal ini ada kaitannya dengan tingkat perkembangan prilaku kognitif dari Piaget dan kawan-kawannya yang telah melakukan penelitian mulai tahun 1920 sampai 1964.1 Media Pembelajaran PKn Pada bagian pendahuluan telah dikemukakan bahwa kemampuan guru dalam memilih dan mengembangkan media dan sumber pembelajaran sangatlah penting.0).7.0).2. concrete operational period (7. dan bahkan saling ketergantungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 171 . Dengam media pembelajaran. mempengaruhi. Sejalan dengan semakin mudahnya belajar dan adanya kesadaran terhadap pemahaman apa yang sedang dipelajari maka semakin penting mememilih dan mengembangkan media pembelajaran. sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan semakin cepat meningkat.0 .11 or 12.

media adalah perantara atau Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. media. media. perasaan. untuk proses penyaluran informasi. agar message tersebut Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. yang berarti perantara atau pengantar. Media sebagai alat bantu visual dapat: 3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar 1) mendorong motivasi belajar Beberapa pengertian media pembelajaran: 3) istilah. metode. dan evaluasi. Dalam penyampaian pesan dari komunikator (message ) dari komunikator Dalam penyampaian pesan dari kepada komunikan diperlukan saluran kepada (media). Dengan kata lain. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan (message) dengan siswa sebagai pembelajar. mempertinggi daya serap atau retensi belajar • Menurut media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Tujuan Evaluasi Pembelajaran Materi Media Metode Pembelajaran merupakan merupakan proses komunikasi guru sebagai dengan Pembelajaran proses antara komunikasi antara fasilitator guru sebagai fasilitator siswa sebagai pembelajar. termasuk teknologi perangkat kerasnya. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. perhatian pengantar pesan didik dari pengirim penerima. perasaan. Dengan kata lain. untuk ketergantungan mencapai suatu tujuan telah ditetapkan sebelumnya. materi. Dalam komunikasi ada proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. yang berarti perantara atau pengantar. agar message tersebut tersalurkan secara efektifkomunikator dan efisien.media adalah teknologi pembawa pesan yang • Miarso (1989) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran dipergunakan untuk menyalurkan pesan yg dapat merangsang pikiran. komunikan. • Schram (1977) menyatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang Beberapa pengertian media pembelajaran: dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran • NEA (1969) menyatakan bahwa media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak x Menurut istilah. • Aect (1977) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang x Schram (1977) menyatakan bahwa dipergunakan untuk proses penyaluran pesan. media adalah perantara atau perhatianmotivasi dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar 1) mendorong belajar 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak pada diri peserta didik. tersalurkan secara efektif dan efisien. 172 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak .untuk yang mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. perasaan. dan evaluasi. media adalah segala bentuk atau saluran yang dipergunakan maupun audio visual. terjadinya proses belajar pada dan kemauan peserta sehinggakepada dapat mendorong diri peserta didik. Komponen-komponen dimaksud adalah tujuan. Media sebagai alat bantu visual dapat: Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. metode. materi. kepada komunikan diperlukan saluran (media).

Kedudukan Media Dalam Proses Pembelajaran Prinsip pembelajaran yang baik adalah jika proses belajar mampu mengembangkan konsep. pasar) d) Menampilkan objek yang tidak dapat diamati mata (mikro organisme) e) Mengamati gerakan yang terlalu cepat (jalannya peluru) f) Memungkinkan berinteraksi dengan lingkungannya g) Memungkinkan Keseragaman pengalaman h) Mengurangi resiko apabila objek berbahaya i) Menyajikan informasi yang konsisten dan diulang sesuai dengan kebutuhan j) Membangkitkan motivasi belajar k) Dapat disajikan dengan menarik dan variatif l) Mengontrol arah maupun kecepatan peserta didik m) Menyajikan informasi belajar secara serempak dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan n) Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. yang terdapat dalam tiap situasi belajar (Nasution. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku‑buku dan sumber informasi. dan kemauan siswa untuk belajar. dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang jelas dan nyata. mencecap. penyakit tersebut biasanya tidak terdapat dalam hal-hal yang dipelajari anak-anak sebelum mereka bersekolah karena perbendaharaan bahasanya diperolehnya dengan pengalaman langsung. Hasil pelajaran tersebut dapat dianggap permanen dan tidak mudah dilupakannya. 1986:96). meraba serta menggunakan alat dria lainnya. dengan melihat. 1996). tetapi akan menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistik (Hartono. salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan media pembelajaran. generalisasi. Dengan demikian. Pernyataan di atas menggambarkan betapa pentingnya media dalam proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 173 . Penyakit yang paling berkecamuk di sekolah ialah verbalisme. karena kata-kata yang mereka peroleh benar-benar mereka kenal yang diperolehnya melalui pengalaman yang konkrit. mencari dan menentukan media dan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis. dll Media pembelajaran yang disusun dengan baik. Dalam pembelajaran PKn.a) Memvisualkan yang abstrak (animasi peredaran darah) b) Membawa objek yang sukar didapat (binatang buas/berbahaya) c) Membawa objek yang terlalu besar (gunung. Menurutnya. mendengar. memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu: perhatian.

Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience f. 174 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . e. 1979:76) berikut ini. perasaan. Sebaliknya. perhatian dan kemauan siswa. bukan didasarkan oleh karena kesukaan subyektif. Hal ini dikarenakan peserta didik akan lebih termotivasi dalam mempelajari materi bahasan. Untuk itu. sebelum Saudara memilih media pembelajaran sebaiknya pahami dahulu bebarapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan media seperti dikemukakan Jarolimek (Kosasih Djahiri. serta kemampuan guru/sekolah.pembelajaran di sekolah. Mengapa demikian? Karena memilih media yang tepat diyakini akan meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajarnya. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan pendidik dan sudah barang tentu akan mempermudah pencapaian keberhasilan tujuan pembelajaran. d. tujuan instruksional yang ingin dicapai tingkat usia dan kematangan siswa kemampuan baca siswa tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut keadaan/latar belakang pengertahuan atau pengalaman siswa Kriteria tersebut hampir sejalan dengan pandangan ahli lain bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran adalah: a. metode yang akan digunakan. ketidaktepatan memilih media akan melahirkan kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran. Media hendaknya dipilih secara obyektif. Tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua tujuan pembelajaran b. Kriteria Pemilihan Media Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang guru adalah ketepatan memilih media pembelajaran. Media yang paling baik adalah media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran/karakter bahan ajar. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran c. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. c. b. a. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. Media yang digunakan hendaknya cukup dikenal siswa d. dan keadaan/ kebutuhan siswa. Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran e. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa.

media yang diperlukan dan relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran tidak banyak tersedia di toko-toko. film. Hal lain yang perlu Saudara perhatikan adalah materi Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa aktual dinamika politik dan ketatanegaraan yang sedang berubah. media televisi.01: 38). Televisi yang menayangkan siaran langsung sidang MPR atau debat publik tokoh politik sangat relevan dijadikan media dan sekaligus sumber pembelajaran ketika mambahas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 175 . Perlu diingat bahwa tidak ada satu-satunya media yang paling baik untuk semua siswa dan semua pokok bahasan atau mata pelajaran. baru setelah itu membuat media yang kita kehendaki. Dilihat dari sumber pengadaannya. dan manusia sebagai model (tokoh) sangatlah membantu keberhasilan proses pembelajaran. media yang lebih banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan media yang dibuat atau direkayasa sendiri oleh guru seperti transparansi. Modul PKN C. Untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Selanjutnya Winataputra (1989:163) menegaskan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan media yang akan dipakai dalam PKn adalah bahwa media itu harus dapat memberikan rangsangan kognitif atau cognitive simulation. Dalam kaitan ini. 2002. gambar. Oleh karena itu. Sebelum membuat media terlebih dahulu harus menganalisis materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. sehingga guru dituntut untuk mampu mengembangkannya sendiri. Dengan terciptanya kondisi psikologis tersebut maka para siswa akan ditantang untuk dapat meningkatkan taraf moralitasnya. kemudian menetapkan media apa yang akan dikembangkan.g. flannel/magnetic board. sangatlah diperlukan kecermatan guru dalam memilih media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki ciri khas mengemban misi sebagai pendidikan politik dan pendidikan nilai-moral.SLTP. misalnya mengganggu penerimaan siaran TV (Dit. Depdiknas. kliping. guru dituntut untuk mahir dan kreatif membuat media sesuai dengan jenis media yang telah dipilih atau ditentukan sebelumnya. Pemberian rangsangan moral kognitif tersebut dapat melalui kliping surat kabar atau media yang bersifat auditif seperti radio dan kaset yang berkaitan dengan masalah aktual. Lingkungan sekitar perlu diperhatikan dalam menggunakan media. karena penggunaan media tertentu dapat mempengaruhi pihak-pihak lain. Persoalan kita sekarang. video recorder. dan media stimulus seperti cerita kasus dan media VCT daftar. tape recorder. Ditjen Dikdasmen. setelah itu kemudian menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mengembangkan media itu. Peristiwa-peristiwa tersebut seyogianya dikaitkan dengan proses pembelajaran sesuai dengan materi pokok yang sedang dibahas. Flif Chart. bagaimanakah teknik pembuatan media yang kita inginkan? Dalam hal ini.

Waktu penayangan tersebut seringkali tidak berbarengan dengan pembahasan materi pokok yang relevan. dan membaca atau menggunakan lambang (nomor 9 dan 10). Klasifikasi Media Pembelajaran Permasalahan kita sekarang. Artinya. 8). guru dapat merekam dengan menggunakan tape recorder atau video recorder sehingga hasilnya bisa diputar kembali setiap waktu. 9)lambang visual. Oleh karena itu. 8) rekaman. 4) demonstrasi.materi pokok kemerdekaan mengemukakan pendapat (kelas VII) dan budaya demokrasi (kelas VIII). 6) pameran. 3) dramatisasi. Demikian pula materi pokok perlindungan hukum dan peradilan nasional dapat menggunakan media televisi yang sedang menyiarkan atau mendiskusikan proses peradilan terhadap pejabat yang diduga melakukan penyimpangan. 7) gambar hidup. dan Romiszowski) mengemukakan berbagai jenis media pembelajaran dengan kriteria yang berbeda-beda. dan 10) lambang verbal. Burton. Edgar Dale (1969) mengemukakan jenis media yang terkenal dengan isitilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. radio. kondisi siswa dan lingkungannya serta karakteristik media yang akan digunakan. 176 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . gambar mati. Berdasarkan 10 pengalaman tersebut. jenis-jenis media pembelajaran manakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan? Penggunaan media pembelajaran pada dasarnya untuk membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap suatu ide atau teori. Kerucut pengalaman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. materi pelajaran. siswa dapat belajar dengan mengalami secara langsung dengan melakukannya atau berbuat (nomor 1 s.d. jenis-jenis media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan memperhatikan prinsip relevansi dan konsistensi antara tujuan pembelajaran. 5) karyawisata. mengamati orang lain melakukannya (nomor 6 s. 2) pengalaman yang diatur. 5).d. Para ahli (Edgar Dale.

grafik. photo. lukisan (menggunakan peta. berdasarkan bahasa (membaca uraian lukisan (menggunakan peta. media berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman langsung. berdasarkan peristiwa berdasarkan gambar (melihat film dan foto). diartikan bukan hanyadan media lebih sederhana seperti slide. Burton (dalam Nasution. Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat Sedangkan Romiszowski (Sapriya (1999) mengemukakan bahwa media dapat diartikan dalam pengertian sempit dan pengertian luas. peristiwa dipentaskan). Sedangkan pengalaman tak langsung dilihat dilihat berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan berdasarkan pengamatan langsung (seperti melihat peristiwa yang terjadi dan melihat melihat dipentaskan). grafik. untuk Dalam pengertian sempit. dan chart buatan guru. rumus dan dan mendengarkan uraian). Sedangkan langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. Burton (dalam Nasution. 1989) membagi berdasarkan pengalaman langsung dan pengalaman tak langsung.tak 1989) membagi media indeks. berdasarkan bahasa (membacadan uraian mendengarkan uraian). diagram. rumus dan indeks. media meliputi sejumlah yang dapat digunakan secara efektif proses pengajaran yang diartikan dalam alat pengertian sempit dan pengertian luas. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. Sedangkan dalam pengerttian luas. dsb). Sedangkan dalam pengerttian luas. berdasarkan gambar (melihat filmberdasarkan dan foto). Bahkan guru pun dapat menjadi salah satu media komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 177 . dsb).Verbal Symbol Visual Symbol Recording Radio Still Pictures Movie Pictures Television E x i h i b it ion f i e l d t r i p s D e m o n s t r a t i o n D r a m a t i z a t i o n Contrived Experiences Direct Purposeful Experiences Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale ( 1969 ) Hampir sejalan dengan Egdar Dale. diagram. benda-benda kunjungan ke tempat di luar sekolah. Pengalaman Hampir sejalan dengan Egdar Dale. diartikan bukan hanya media meliputi sejumlah alat yang dapat digunakan secara efektif untuk proses pengajaran yang komunikasi elektronik yang rumit melainkan juga mencakup sejumlah perangkat yang telah direncanakan. pengalaman Pengalaman tak langsung langsung yaitu turut melakukan dan mengalaminya. dan berdasarkan lambang seperti lambang istilah. Dalam pengertian sempit. media telah direncanakan. diagram.

Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. Para ahli pendidikan dan pengajaran berpendapat bahwa media sangat diperlukan pada anak‑anak tingkat dasar sampai menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat pendidikan tinggi. matrik. maka pengajar dewasa ini dapat dengan “mudah” memilihnya. video. dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak (Hartono. seperti model-model. data dan lain-lain b. Hal-hal yang bersifat visual. majalah. dan dapat disentuh (touch). Pada tingkat sekolah dasar dan menengah. keretampilan memilih. Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. media pembelajaran dapat dikelompokkan atas media yang dapat didengar (audio). Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. flannel. Jika minim atau bahkan tidak tersedia. menggunakan. dan brosur. f. dan lain-lain. maka media‑media sederhana dapat dibuat sendiri oleh pengajar dengan bantuan beberapa siswa. 178 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : . seperti bagan. benda contoh dan lain-lain e. atau mendemonstrasikan dengan media yang dapat dipilih. atau gambar. dan sebagainya d. yakni dengan mendengar. jurnal. a. dapat didengar dan dilihat (audio visual). memanipulasi. Perkembangan peralatan pendidikan sudah maju. Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset c. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. misalnya kliping. pengajar akan banyak membantu anak didik dengan mengembangkan semua indera yang ada.presentasi seperi halnya radio dan televisi yang menyampaikan informasi. dapat dilihat (visual). film. surat kabar. kamera video. atau TV‑ video. melihat. Barang cetakan seperti buku. tetapi tentu ada juga yang sangat minim dan terbatas. Gerak. Peralatan media yang pada mulanya terbatas dan sangat mahal dewasa ini dengan mudah dipelajari dan dipergunakan seperti kamera fotografi. Media yang tersedia di sekolah tentu ada yang cukup lengkap. sikap dan perilaku seperti simulasi. Akan tetapi tanpa memperhatikan apakah media yang digunakan bersifat “lama” atau “baru” maka yang terpenting adalah terletak pada kemampuan pengajar dalam mempelajari. menjalankan proyektor slide. meraba. Hal-hal yang bersifat materil. Jika dilihat dari indera (sensory channels). gambar. media grafis. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. peta. Demikian pula waktu penyajian media sangat menentukan berhasil tidaknya penjelasan dengan bantuan media . flip chart. 1996). bermain peran. g. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media.

di ruang perpustakaan sekolah. majalah. Media visual itu sendiri secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut: § media visual diam. transparansi. gambar ilustrasi. dan mengembangkan kreativitas siswa. atau filing kabinet yang mudah dicari. surat kabar. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada yang tidak berwarna. kliping - media proyeksi diam. Gambar yang kurang jelas akan mempersulit siswa dalam mengamati. film rangkai/film strip. dan diberi bingkai agar tidak kusut. buku referensi dan hasil cetakan lain. Gambar yang diperagakan disusun di muka kelas atau pada dinding di sekeliling kelas. slide. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 179 . fotocopy. atau yang berada dalam buku dapat diproyeksikan dengan pertolongan episcope atau epdiscope. misalnya foto. Media Visual Media visual sering disebut juga media tampak yang menggunakan indera penglihatan agar dapat memahaminya. meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak yang tidak mungkin dihadirkan dalam kelas. mikrofis.1. overhead projector - media grafis atau carta. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. mengembangkan imajinasi anak. Mutu gambar juga harus mendapat perhatian. Gambar‑gambar tersebut dapat disimpan dalam map. fotografi. Judul dan penjelasan gambar perlu juga dipertimbangkan dengan matang Pemeliharaan gambar dilakukan dengan melapisi gambar dengan laminating / plastik. bagan. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. Media visual dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan visual anak. peta dan globe § media visual yang bergerak. poster. Gambar‑gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. atau pun gambar sket. misalnya film bingkai/slides. jangan sampai gambar yang ditampilkan tidak mempunyai mutu yang bagus sehingga mengaburkan maknanya. diagram. Gambar harus cukup jelas dipandang oleh siswa yang duduk di muka. Gambar yang baik akan banyak membantu siswa dalarn mengembangkan diskusi di kelas. misalnya grafik. Gambar‑ gambar yang kecil dari buku teks atau buku PKn dapat direproduksi melalui film slide yang peragaannya melalui proyektor slide. gambar kartun. Ukuran gambar juga harus dipertimbangkan supaya sesuai dengan benda aslinya dan memungkinkan untuk dilihat dari seluruh kelas. buku. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. yang digolongkan menjadi: - media gambar datar. Gambar Gambar yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disesuaikan dengan tujuan pembelajarannnya. ensiklopedia. atau pada papan peraga yang disediakan. misalnya film bisu a. gambar. sketsa.

dan Contoh Media Contoh MediaFoto Foto c. cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. film strip. menjelaskan ide. foto lebih konkret daripada buku buku bacaan yang yang "abstrak". atau pada papan peraga yang disediakan. Foto Contoh Papan Peraga Gambar b. Semuanya memberikan arti ide. di ruang perpustakaan sekolah.dengan pertolongan episcope atau epdiscope. ini lebih konkret daripada bacaan “abstrak”. Bagi siswa SMP/SMA. film gerak: "diam" dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. Gambar-gambar dapat dipasang permanen baik di dalam kelas. hidup. Foto menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. arti hidup. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. Semuanya kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti memberikan dengan tepat. Contoh Papan Peraga Gambar b. Bagi siswa SMP/SMA. kepada Foto digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata. menjelaskan dan menunjukkan objek (benda) yang sebenarnya. foto ini atau cepat seperti yang dapat dilakukan oleh gambar-gambar. Slide. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih 180 Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . atau pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat.

dengan sedikit kepandaian memotret. semacam periodisasi yang sederhana. Diagram dapat dirancang sesuai dengan tata cara pembuatannya. dan film gerak banyak tidak berhasil dengan memuaskan karena tidak direncanakan dengan baik. Media Diagram. Kesulitan yang biasanya terjadi adalah fasilitas ruang kelas sebagian besar tidak mendukung penayangan slide dan strip ini sebab dibutuhkan ruang gelap. proses penayangan. Berbeda jika dilakukan penayangan dengan transparansi OHP dan video. Dalam chart dapat digambarkan berupa gambaran tentang silsilah suatu tokoh atau alur waktu suatu periode pemerintahan dan suatu “flow chart” untuk memberikan petunjuk suatu alur organisasi suatu pernerintahan yang pernah berlaku. mereka akan mampu membuat sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. misalnya kronologis. mulai dari persiapan. Susunlah diagram untuk menjelaskan suatu peristiwa tertentu. Bentuk diagram banyak digunakan pengajar untuk menunjukkan garis peristiwa suatu pembagian waktu. Pada anak sekolah tingkat dasar dan menengah gabungan antara peragaan dan penjelasan dari suatu diagram adalah sangat baik. chart. hierakhi. Akan banyak petunjuk tentang hubungan antar peristiwa serta distribusinya. film gerak: Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. grafis Banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh para pengajar PKn. Oleh karena itu. Slide. Chart adalah gambar yang menginformasikan hubungan. Sebenarnya pengajar lebih mudah untuk memilih media ini daripada film gerak yang perangkat lunaknya sulit untuk direproduksi sendiri. film strip. penjelasan pendahuluan. dan akhir dari penayangan. jumlah. Penayangan slide. Alat ini sangat mudah pengoperasian dan penyimpanannya. kuda ---------- Mobil ------------Pesawat---------Roket—> 1700 1800 1900 2000 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 181 . Sebab lini waktu akan sangat berbeda dari satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Akan tetapi sukar untuk diterapkan pada berbagai topik bahasannya. d. Chart dapat dibedakan: 1) Chart Organisasi à hubungan dalam organisasi. Peralatan fotografi dewasa ini sudah bukan barang mewah lagi. perlu diperhatikan rangkaian atau langkah‑langkah perencanaannya. Misalnya bagan organisasi Pemerintahan Desa/Kelurahan 2) Chart garis waktu (time line chart) à menggambarkan hubungan kronologis antar beberapa peristiwa. Slide dan film strip akan mudah dibuat oleh para pengajar. seperti halnya penayangan film gerak. Lini waktu yang sederhana adalah berupa garis lurus yang dibagi sesuai dengan waktu dan peristiwa yang diminta. film strip.c.

pengajar langsung berhadapan dengan siswa membeli media ini karena harganya mahal. dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. dan lingkaran. grafik garis. Misal : 5) Chart Tabulasi (Tabular Chart) Æ informasi prosedur penyusunan UU. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa Pendidikan menoperasikannya dengan benar. sebab meskipun sederhana. Namun beberapa sekolah masih yang belum mampu dapat dipelajari dengan teliti oleh para siswa. Grafik dapat dibedakan atas grafik batang/bar. proses pemilihan umum angka. prosedur.3) Chart Klasifikasi à hampir sama dengan Chart Organisasi. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan membeli media ini karena harganya relatif mahal. sebab meskipun sederhana. tetapi chart ini digunakan untuk klasifikasi objek atau kejadian 4) Chart Aliran (Flowchart) à menunjukkan sebuah sekuen. Misalnya : hasil pemilu tahun 2004. penggunaan transparansi sudah semakin meluas di digunakan disebut overhead projector . penggunaan transparansi sudah semakin kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. demikian. Pengajar harus benar-benar mempersiapkan hal ini. Selain itu penggunaan transparansi hal ini. proses. dsb. sebagaimana film bingkai dan film strip.dapat Selain itu penggunaan transparansi memerlukan cukup matang agar informasi ataupun gambar tersaji dan dapat persiapan digunakanyang berulang-ulang. Transparasi ini Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. Dengan demikian. Proyektor yang digunakan disebut overhead projector . lingkaran. Misalnya : hasil pemilu 5) Chart tahun Tabulasi (Tabular Chart) à informasi angka. diwakili olehgrafis bentuk visualnya seperti bentuk garis. yang Dengan Sedangkan biasanya menyajikan visual dari sejumlah angka Contoh Grafik Batang: . 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Contoh Grafik Batang: East West North . yang dsb. batang/bar. gambar orang. di lapangan banyak pengajar yang belum tentu bisa memerlukan persiapan yang cukup matang agar informasi ataupun gambar yang tersaji menoperasikannya dengan benar. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) Transparansi dibuat dengan cara menulisi plastik transparansi. e. Namun beberapa sekolah masih belum mampu Dalam penggunaan media relatif ini. data. batang. Saat ini. grafik grafik dan grafik garis. grafik Gambar. 2004. 1st Qtr 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr Dalam penggunaan media ini. gambar orang. pengajar dapat langsung berhadapan dengan siswa dan dapat digunakan berulang-ulang. meluas di kalangan pendidik dan lainnya untuk mempresentasikan berbagai macam informasi. Transparansi dan Overhead Projector (OHP) e. grafikGambar. Transparasi ini juga juga memerlukan proyektor. diagram yang memberikan gambaran sesuatu dapat diamati secara suatu diagram yang memberikan gambaran sesuatu yang dapat diamati secara statistik statistik atau kuantitatif disebut media grafis. Sedangkan grafis biasanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka yang diwakili oleh suatu bentuk visualnya seperti garis. Pembelajaran Kewarganegaraan [PKn] 182 . Proyektor yang memerlukan proyektor. Grafik dapat dibedakan atas grafik atau kuantitatif disebut media grafis. data. sebagaimana film bingkai dan film strip. batang. Saat ini.

Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector (OHP) c) Memerlukan panataan yang khusus d) Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan e) Menuntut cara kerja yang sistematis karena susunan urutan mudah kacau Kelebihan media transparasi antara lain: a) Penggunaannya praktis b) Mempunyai variasi teknik c) Tahan lama/tidak mudah rusak d) Tidak memerlukan ruang gelap e) Mudah dioperasikan. butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. Kekurangan media transparasi antara lain: a) Memerlukan listrik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b) Memerlukan peralatan khusus untuk menampilkan yaitu Overhead Projector 183 . Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik 1) Analisis tujuan Pokok Bahasan yang akan diajarkan siswa materi untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat. sehingga tidak perlu operator f) Dapat disajikan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan g) Waktu penyajian dapat bertatap muka dengan peserta didik h) Dapat disiapkan sendiri oleh guru Contoh Media OHP Projector (OHP) Contoh Overhead Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokokLangkah-Langkah Pembuatannya: pokok atau garis besar materi pelajaran. lebih-lebih jika bagan atau butiran materi ditulis/ ditik dengan warna yang bervariasi. lebih-lebih jika bagan atau 2) Analisis pelajaran untuk menentukan jenis media yang diperlukan.Media OHP memiliki fungsi untuk memudahkan guru dalam menyajikan pokok-pokok atau garis besar materi pelajaran. Selain itu OHP dapat meningkatkan daya tarik siswa untuk belajar sehingga perhatian siswa meningkat.

tingkat perbendaharaan kata yang dipakai. sedangkan ukurannya biasanya relatif besar disesuaikan dengan tempat yang akan dipasangi. surat kabar. dan warna-warni sesuai pesan yang ingin disampaikan. 8) Selingi penyajian dengan dengan pertanyaan. Poster dibuat di atas kertas. 7) Sajikan tarnsparansi di kelas sesuai urutan materi. pemilu pasca reformasi.5 X 11 inci ). dan fokusnya diatur sebaik mungkin sehingga apa yang tertera dalam transfaran dapat dibaca dan dilihat dengan jelas oleh semua siswa. ajakan memilih calon partai politik tertentu. katalog. iklan dan poster disebut dengan kliping. kain. dan sebagainya. menyajikan ide tunggal. Kliping Guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah. batang dan bahan lain yang memungkinkan. kalender. h. caranya ketik bagan/gambar/butiran materi kemudian dicetak menggunakan komputer langsung pada lembar tranfaransi khusus. Kliping dapat membantu guru dan siswa dalam mencari informasi sehubungan dengan topik-topik tertentu. Jika dicetak langsung dalam komputer. Guru dapat menggunakan media ini untuk menyimpulkan suatu unit bahasan tertentu ataupun pembahasan unit tertentu. maraknya korupsi. buku. tanggapan dan pernyataan dari siswa. Misalnya kliping tentang pembatasan kekuasaan.3) Analisis keadaan siswa untuk mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran. lugas. f. dan terkadang mengandung pernyataan yang berlebihan. kecepatan daya serap siswa. Tetapi jika akan dicopy. dan sebagainya. Misalnya poster tentang dampak pelanggaran HAM. kaya dengan variasi. 6) Pengembangan transparansi dapat pula dan lebih bagus ditik komputer. Poster yang baik biasanya berwarna. g. Gambar Kartun dan Karikatur Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbolsimbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi 184 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Poster Poster pada dasarnya bersifat simbolik dan dirancang untuk memberi pesan dengan cepat dan ringkas. tulisan jelas. Ukuran tulisan/gambar/bagan tidak melebihi ukuran layar proyektor ( kurang lebih 8. maka ketik bagan/gambar/butiran materi pada lembar kertas kemudian difoto kopi. 4) Kembangkan bahan-bahan tersebut ke dalam transparansi yang telah disiapkan 5) Pengembangan transparansi dapat ditulis atau digambar sendiri dengan menggunakan spidol transparansi yang bersipat permanen.

tukang becak. Nilai pendidikannya cukup besar untuk menarik perhatian. menggunakan simbol-simbol dan karakter yang mudah dikenal. 2. atau pernyataan ke dalam kertas manila karton dengan jumlah lembaran sesuai kebutuhan. i. dan sebagainya. Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber ke penerima pesan. non verbal atau kombinasi keduanya. Gambar kartun biasanya disampaikan untuk merangsang keterampilan berpikir kritis siswa dalam mensikapi situasi atau kejadian yang sedang berlangsung. gambar. kegiatan pedagang asongan atau petani pada waktu musibah banjir. Dalam penggunaannya. Pembelajaran yang dapat menggunakan gambar karikatur. gambar kartun sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat kritikan. misalnya pembahasan tentang hutan yang gundul. tukang bakso dan sebagainya dapat direkam dan dapat digunakan sebagai sumber belajar (misalnya: pembacaan RAPBN oleh presiden). Pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang verbal. Pidato-pidato asli para pemimpin negara dan tokoh masyarakat. korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). masalah sosial yang menjadi keprihatinan banyak orang. Flif Chart Tujuan penggunaan flif chart adalah membantu dan mempermudah siswa dalam memahami inti pelajaran. Gambar kartun biasanya memuat esensi pesan dalam gambar yang sederhana. Pembuatan flif chart dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah pembuatan sebagai berikut. mempengaruhi sikap serta perilaku. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 185 . ketidaksetujuan. Oleh karena itu. 4) Kemudian dibundel dan dijepiT rapi 5) Setelah itu tempelkan pada standar khusus untuk itu atau standar papan tulis. Media audio ini berkaitan erat dengan indera pendengaran. guru menjelaskan materi pelajaran dengan memperlihatkan bagan/gambar/pernyataan satu persatu mengikuti urutan bahan yang sedang dibahas. tokoh LSM. Sesekali selingi dengan mengajukan pertanyaan atau meminta tanggapan siswa supaya siswa aktif dan kritis dalam mengikuti proses pembelajaran.tertentu. tidak rinci. Besar hurup dan spasi harus diatur supaya terbaca oleh seluruh siswa. dan membantu guru dalam mengemukakan rangkaian ide atau informasi dengan menggunakan rangkaian gambar atau bagan yang telah disusun dengan rapi. 1) Analisis Materi pelajaran sesuai dengan materi pokok yang akan disampaikan 2) Mempersiapkan dan merumuskan konsep inti materi pelajaran yang akan disampaikan 3) Mengembangkan konsep inti dalam bentuk bagan.

dan Piringan Hitam Kegunaan media ini hampir sama dengan media radio. nama-nama menteri yang baru dilantik. pita audio. Misalnya pembacaan tentang prosentase perolehan suara dalam pemilu atau pemilihan kepala daerah secara langsung. acara tersebut dapat langsung dimanfaatkan. dsb. Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan media Audio antara lain: a) Materi tak akan berubah b) Biaya produksi relatif murah c) Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya d) Program kaset dapat disajikan di luar sekolah (wawancara. dan telepon. Misalnya untuk menggambarkan hiruk pikuk di pasar. Apabila suara itu dijelaskan dengan kata-kata saja mungkin suasananya akan hilang. Radio Siaran audio dapat membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi audio.Termasuk di dalam media ini adalah radio. audio cassette) dapat dipakai untuk merekam suara khas. keramaian waktu panen di suatu daerah atau upacara tradisional yang khas. Pita suara (kaset audio. Pita Suara. a. dll) e) Rekaman dapat dihapus dan kaset dapat dipakai ulang f) Penyajian sepenuhnya dikontrol penyaji Sedangkan kelemahannya adalah: a) Memerlukan listrik b) Memerlukan ketelitian dalam pembuatan (rekam) c) Harus selalu siap merekam suatu peristiwa 186 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . b. Selanjutnya penyajian hasil rekaman dilakukan seperti telah diuraikan dalam pemanfaatan audio kaset. meningkatkan suasana belajar dan melatih daya apresiasi siswa. Dengan melibatkan radio seperti ini anak-anak dilatih untuk membuat cacatan. Mungkin kita perlu menjelaskan suasana suatu peristiwa yang disertai suara khas. Apabila jadwal siaran acara radio sesuai dengan jadwal jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu meningkatkan komunikasi audio. Kerangka dan ikhtisar dilengkapi dengan pertanyaan yang dicarikan jawabannya dari siaran radio. jnamanama partai politik peserta pemilu. tape recorder. Tape Recorder. membuat suasana belajar lebih hidup dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi kejadian yang disiarkan. Jika acara siaran waktunya tertentu sehingga kemungkinan tidak cocok dengan jadwal pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. piringan hitam. rekaman kegiatan. maka dalam hal seperti ini siaran dapat direkam.

film rangkai dan suara. Film memberikan kepada siswa pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer di mana siswa dapat melihat tempat. slide dan suara. TV swasta. dan kurang praktis.Televisi merupakan media yang menyampaikan pesan melalui gambar gerak dan dilengkapi dengan suara. film rangkai dan suara. Dengan demikian guru mempunyai kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat memilih dan memanfaatkan program siaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dalam penggunaannya video dan CD memerlukan player dan televisi.3. yaitu: - - Media audio-visual diam: televisi diam. dan film rangkai yang disertai dengan suara. a. Itu sebabnya mengapa banyak guru yang belum menggunakan video dan CD karena jangkauannya terbatas. orang. Media ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan kedua media sebelumnya. Seperti halnya dengan film. gambar dan suara. Pada saat ini guru dihadapkan pada berbagai pilihan stasiun televisi yang masing-masing mempunyai jenis acara yang berbeda-beda. c. dan jaringan TV luar negeri. Masyarakat merupakan sumber dan media utama dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam pemanfaatan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 187 . televisi. Dalam menggunakan masyarakat sebagai media belajar. Film Film memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Selain media di atas. lembaga. Seperti halnya film dan televisi. peralatannya cukup mahal. yaitu: TVRI. Video dan Compact Disc Media ini sangat populer ditengah-tengah masyarakat. Tinggal memilih acara yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan. video tape atau pita video dan CD dapat pula menyajikan pesan audio-visual gerak untuk hal-hal yang nyata maupun fiktif. Ditinjau dari sifatnya. peristiwa. buku dan suara Media audio-visual gerak : video. Siaran Televisi Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. keadaan yang ada di dalam masyarakat. televisi adalah kombinasi visual dan audio. peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain. media audio-visual dibedakan menjadi dua. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. b. Media Audio-Visual Media audio-visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual. CD. misalnya: slide.

wartawan.ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. misalnya. pedagang. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara). Dalam masyarakat setempat kepada siswa diperkenalkan konsep geografi setempat. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. sejarawan dan sebagainya. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. (b) kunjungan studi dan (c) nara sumber. pengarang. 1) Mengundang anggota atau tokoh masyarakat setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber bergantung kepada tujuan dan hakikat pokok bahasan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak SD. adat-istiadat setempat (anthropologi). Masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak pernah kering. agama. ilmu politik). 2) Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau berada. dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). studi wisata. perkemahan. 188 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. proses dan mekanisme pemerintahan (civics. ketua RT/ RW. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa (Pendidikan Kewarganegaraan). Termasuk di dalam sumber belajar di dalam masyarakat adalah kerja lapangan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan demikian masyarakat dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. ras. orang. masalah kehidupan kelompok (Pendidikan Kewarganegaraan).

Apakah Saudara sudah memahami dan dapat membuat media tersebut? Penulis percaya bahwa Saudara mampu merancang dan membuat media pembelajaran dengan baik. d) Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. Untuk keperluan tersebut. Kosasih Djahiri (1992) mengemukan ada dua pertimbangan yang dijadikan landasan bahwa media stimulus sangat penting dalam pengajaran PPKn sebagai pendidikan nilai. Salah satu media stimulus yang sering digunakan dalam pembelajaran materi pendidikan nilai adalah lembaran VCT daftar dan lembaran cerita kasus baik kisah nyata maupun fiktif yang direkayasa oleh guru. norma yaitu pertama. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: a) Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Baiklah. f) Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. selamat mencoba. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. b) memuat nilai/moral yang dilematis. Kedua. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. b) Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. dan d) menarik perhatian dan minat siswa untuk melibatkan diri. moral. mari kita singgung sedikit tentang media lain yang sering digunakan dan merupakan ciri khas dalam pembelajaran PKn. Ceritera tersebut dapat Saudara buat sendiri atau mengutif dari media massa. kualifikasi media stimulus hendaknya: a) terjangkau oleh pengetahuan dan potensi afektual siswa. Contoh ceritera (fiktif) untuk stimulus: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 189 .Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Pembelajaran materi PKn sebagai pendidikan nilai moral memerlukan media tertentu yang dapat berperan sebagai stimulus (perangsang) bagi potensi afektual siswa. Bahan ajar ini masih harus diolah dan dimanipulasi oleh guru menjadi media stimulus afektif berkadar tinggi. teoritik dan normatif. e) Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. dunia dan potensi serta proses afektual peserta didik hanya dapat bergetar dan terlibatkan apabila ada media stimulus (perangsang) yang menggetarkan. Contoh cerita kasus (fiktif) “tabrak lari”. c) Nara sumber tidak perlu melawak. tidak berat sebelah. proses afektual sukar terjadi melalui bahan ajatr yang konsepsional. c) diambil dari kehidupan atau peristiwa nyata.

Masyarakat yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut mengejar Teddy dan tertangkap sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Mas’an sendiri pasrah dan akan memaafkan kelalaian Teddy. misalnya : • Bagaimana perasaan kalian terhadap kejadian tersebut? • Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi saudara atau isitri tukang sayur? Apa yang aknan dilakukan jika menjadi Teddy? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? • Perbuatan-perbuatan apa yang dianggap sesuai dengan nilai-nilia Pancasila? dan sebagainya. 190 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Langkah pembuatan dan penggunaan media stimulus cerita kasus sebagai berikut. 1) Menganalisis materi pokok yang akan dijarakan. kemudian tentukan pencapaian target nilai-moral yang diharapkan 2) Membuat ceritera suatu peristiwa yang pernah atau sering terjadi.5 menit. Padahal biaya hidup dan sekolah anaknya hanya mengandalkan dari hasil jual sayuran yang tidak seberapa. Istri Mas’an yang sedang hamil tua yang datang ke Puskesmas beberapa jam setelah kejadian menangis melihat suaminya terbaring tak berdaya. • Ajak siswa mendiskusikan cerita tersebut dan arahkan pada nilai moral yang diharapan • Menyimpulkan materi pembelajaran.TABRAK LARI Suatu pagi Mas’an seorang tukang sayur yang biasa berkeliling di desa Malabar menyeberang jalan raya tanpa memperhatikan kendaran yang melintas jalan tersebut. sehingga semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari ceritera tersebut. Kaki Mas’an tergilas kendaran itu dan mengalami patah kaki. Supir minibus yang bernama Teddy sedang dalam keadaan mabuk melarikan diri tanpa meperhatikan Mas’an. 4) Pada saat pelaksanaan beri kesempatan kepada siswa untuk membaca ceritera itu sekitar 3. tiba-tiba muncul sebuah minibus dengan kecepatan tinggi dan menabrak tukang sayur tersebut. Atau bisa saja diberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua siswa. Sedangkan Irwan dan Yandi siswa salah satu SLTP di daerah itu memberi pertolongan kepada Mas’an dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Kemudian beberapa pemuda ramairamai memukuli Teddy hingga pingsan dan baru mereka berhenti setelah datang anggota polisi lalu lintas melindungi Teddy dan kelompok pemuda itu sendiri kabur. Cerita tersebut mengandung nilai-moral dilematis dan sesuai dengan target nilai-moral harapan 3) Usahakan ceritera yang telah disiapkan itu diperbanyak sejumlah siswa. kemudian beberapa siswa diminta komentarnya terhadap materi ceritera itu.

film. Ia bukan tujuan sehingga kaidah proses pembelajaran di kelas tetap berlaku. (6) Barang cetakan seperti buku. Dengan kata lain. Media yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. Pengajar juga perlu sadar bahwa tidak semua anak senang dengan peragaan media. dan 10) lambang verbal. perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. (2) memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak. radio. video. seperti model-model. 9) lambang visual.Rangkuman Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. Jenis media yang terkenal dengan istilah kerucut pengalaman (the cone of experience) yaitu: 1) pengalaman langsung. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat merangsang pikiran. 8) rekaman. perasaan. (2) Suara (audio) baik suara guru ataupun suara kaset. Anak‑anak yang peka dan auditif mungkin tidak banyak memerlukannya tetapi anak yang bersifat visual akan banyak meminta bantuan media untuk memperjelas pemahaman bahan yang disajikan. 5) karyawisata. (5) Gerak. Media pembelajaran adalah sarana yang membantu para pengajar. data dan lain-lain. yang berarti perantara atau pengantar. 4) demonstrasi. sehingga dapat mendorong terjadinya proses kegiatan pada diri siswa. dan brosur. surat kabar. bermain peran. (3) Suara yang disertai visualisasi (audio-visual) seperti tayangan televisi. 7) gambar hidup. majalah. jurnal. dan lain-lain. media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima. 6) pameran. flip chart. Di samping itu media dapat membawakan pesan atau informasi belajar dengan keandalan yang tinggi yaitu dapat diulang tanpa mengalami perubahan isi. gambar mati. dan (3) mempertinggi daya serap atau retensi belajar. sikap dan perilaku seperti simulasi. 3) dramatisasi. flannel. dan sebagainya. (4) Halhal yang bersifat materil. (7) Peristiwa atau ceritera kasus yang mengandung dilema moral. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 191 . matrik. perasaan. gambar. 2) pengalaman yang diatur. perhatian dan kemauan siswa. benda contoh dan lain-lain. Media sebagai alat bantu visual dapat: (1) mendorong motivasi belajar. seperti bagan. Jenis media yang bisa dikembangkan dalam pembelajaran materi PKn diantaranya : (1) Hal-hal yang bersifat visual.

Media pembelajaran yang disusun dengan baik. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa C.. audio C. kecuali: A. Media harus sesuai dengan kemampuan dan pola belajar audience 5. Menampilkan objek yang mudah diamati mata D. Dalam memilih media pembelajaran seorang guru perlu mempertimbangkan bahwa . memiliki manfaat atau nilai praktis yaitu. tingkat kesulitan dan jenis konsep pelajaran tersebut 4. Memvisualkan yang abstrak B..... tujuan instruksional yang ingin dicapai B. 1. tingkat usia dan kematangan siswa C. Media sebagai alat bantu visual dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk.. Sebelum memilih media pembelajaran. mempertinggi daya serap atau retensi belajar D. Membawa objek yang sukar didapat C. penentu keberhasilan belajar PKn 2. kecuali: A. kemampuan baca siswa D... Tayangan televisi adalah salah stau contoh jenis media . Media hendaknya sesuai dengan sifat pelajaran D. memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak C.Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. mendorong motivasi belajar B.. gerak 192 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . A. Penggunaan harus relevan dan konsisten dengan tujuan pem-belajaran B. Membawa objek yang terlalu besar 3. audio-visual D.. visual B. A. hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang guru adalah. A..

film bingkai/slides fakta B. Biaya produksi relatif murah C. Peralatan paling murah dibanding dengan media lainnya D. Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya.. Memerlukan listrik 10.. Kelebihan media transparansi adalah ... Materi tak akan berubah B.. demonstrasi D. Tokoh-tokoh masyarakat dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalaman masing-masing. Contoh media grafis adalah .. Memerlukan kecakapan khusus dalam pembuatan D.. Media yang dapat dimanfaatkan oleh siswa melalui pengalaman langsung adalah. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan.6. kecuali: A. A. B. transparansi 8. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 193 .. A. kecuali: A. dramatisasi B. diagram D. Memerlukan panataan yang khusus C. Penggunaannya praktis 9. C. film rangkai/film strip C. Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas.... pameran C. Tidak memerlukan ruang gelap B. karyawisata 7. kecuali: A. Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak... Media audio memiliki kelebihan dan kelemahan. D.. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan.. Kelebihan media Audio antara lain.

79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % = baik 70 % . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1. 10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Jumlah jawaban Anda yang benar 194 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.

dan sesuai dengan dunia peserta didik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. kontekstual.2 Sumber Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini.Kosasih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 195 . film. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan sumber pembelajaran PKn. Di pihak lain. untuk menyajikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran PKn. jurnal. dan menyeleksi sumber belajar yang tepat. guru perlu mengenal. A. Sumber Belajar PKn Apakah sumber pembelajaran PKn itu? Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn. Pemanfaatan sumbersumber belajar tersebut akan lebih memperkaya bahan ajar yang diuraikan dalam buku teks atau buku paket. Oleh karena itu. guru perlu mengikuti perkembangan kehidupan masyarakat. dan manusia (nara sumber) baik tokoh masyarakat dan pakar di bidang tertentu maupun pejabat di suatu instansi/ organisasi. dan negara sehingga materi pembelajaran PKn akan selalu aktual. Dalam pembelajaran PKn. Anda telah mengenal dan diharapkan telah memahami dan mampu mengembangkan media pembelajaran PKn. Dalam pembelajaran PKn. dan negara. di samping akan meningkatkan gairah belajar siwa. memahami. Oleh karena itu. sumber belajar ini tidak cukup hanya dari buku teks atau buku paket saja. dari media elektronik seperti siaran TV. Dalam PKn. bangsa. bangsa. surat kabar. sumber materi pembelajaran sangat penting karena masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang dinamis dan sangat cepat berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat. majalah. radio. Pada kegiatan belajar ini. Anda dapat menggunakan sumber belajar yang diperoleh dari media cetak seperti buku.

lingkungan sekitar. orang. daerah. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. ketika akan membahas materi pokok kedaulatan rakyat dan sistem politik khususnya yang berkaitan dengan contoh-contoh penyimpangan ketatanegaraan yang sedang terjadi. dan lain-lain. Oleh karena itu. Anda dituntut untuk aktif dan kreatif mencari informasi baru yang diperoleh dari berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik yang relevan dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. keadaan yang ada di dalam masyarakat. (b) kunjungan studi. organisasi. majalah buku/literatur keilmuan kitab suci kehidupan riil. surat kabar. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. adat. dan sebagainya. sumber belajar tidak cukup hanya dari buku teks atau paket. dan 196 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . sumber formal perundangan buku paket/acuan resmi bahan/publikasi/informasi instansi resmi media massa yaitu TV. Padahal realita kehidupan di masyarakat dan berita media cetak dan elektronik merupakan sumber belajar yang lebih aktual dibandingkan dengan isi buku teks atau paket. Misalnya. perpustakaan. Anda dapat mengkaji dari berita surat kabar dan siaran atau diskusi dalam televisi. Sumber Belajar Pada Masyarakat Masyarakat dan aktivitas pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. museum. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. Demikian pula dalam membahas budaya demokrasi dapat diperkaya dengan mengambil sumber dari kehidupan riil di masyarakat . Buku teks atau paket akan mudah ketinggalan perkembangan informasi baru khususnya yang berkenaan dengan informasi politik dan ketatanegaraan yang saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat mendasar. bahan cetakan. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orangorang. ipoleksosbudhankam. dan internasional. peristiwa. nasional. tetapi harus di lengkapi dengan sumber-sumber lain. lembaga.Djahiri (1990) menegaskan bahwa diantara sumber belajar penting dalam PKn adalah: a) b) c) d) e) f) g) Kekeliruan yang sering dilakukan guru di lapangan adalah hanya menggunakan buku teks atau paket yang dijadikan satu-satunya sumber bahan ajar. Bahkan Nasution (1992) mengemukakan bahwa sumber-sumber belajar bisa diperoleh dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. alat audiovisual. Dengan demikian.

ras. Masyarakat dan pemerintahan di sekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran PKn yang tidak pernah kering. 2.(c) nara sumber. Anggota atau tokoh masyarakat itu mungkin seorang dokter. Nara Sumber Nara sumber memberikan kesempatan kepada para siswa memperoleh pengalaman lain yang tidak kalah dari kunjungan studi. pengarang. dan lokasi warisan sejarah yang ada dari disiplin sejarah. proses dan mekanisme pemerintahan dari civics/ ilmu politik. Dengan demikian masyarakat dan kehidupan pemerintah dapat memberi sumbangan yang penting dalam program pembelajaran PKn. atau golongan dapat hidup secara harnonis sebagai bangsa Indonesia. Tempat mana atau kantor mana yang dijadikan sumber tergantung pada tujuan dan kompetensi dasar dalam standar isi. dan perkemahan. sejarahwan dan sebagainya. studi wisata. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan di tempat mereka tinggal atau berada. Dalam masyarakat setempat perlu diperkenalkan kepada siswa tentang konsep-konsep lain yang berasal dari disiplin geografi. 1. ketua RT/ RW. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan siswa-siswa mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Untuk itu siswa-siswa perlu diberi penjelasan lebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka ajukan melalui wawancara. Dalam masyarakat siswa dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. masalah kehidupan kelompok dari disiplin sosiologi. Dari masyarakat itu siswa dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku. pedagang. Dalam studi lapangan para siswa mengenal lingkungan seutuhnya. aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa dari ekonomi. Umumnya nara sumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau tentang masa lalu. Tokoh-tokoh masyarakat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 197 . adat-istiadat setempat dari anthropologi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pembelajaran PKn. Sedangkan dengan nara sumber mereka mendapat kesempatan untuk mendapatkan isi lingkungan. agama. Tentu saja guru lebih dahulu mengkomunikasikan kepada pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh siswa MI. wartawan. Mereka yang dapat menjadi nara sumber adalah yang mempunyai pengalaman luas atau pejabat khusus yang dapat memberi informasi yang autentik. Termasuk sumber belajar yang ada dalam masyarakat adalah kerja lapangan.

Pada tingkat SD/MI. Pemilihan nara sumber memerlukan pertimbangan: • Nara sumber perlu mempunyai sesuatu pesan bagi anak-anak. majalah (periodicals). para siswa hendaknya telah diperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi selain dari buku teks. • Nara sumber tidak perlu melawak. majalah. bukubuku yang bertema khusus. VCD. seperti biografi dan autobiografi. fiksi. dan (3) sumber-sumber bukan bacaan (nonreading materials). dan sebagainya. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. mereka perlu mengetahui susunan alpabet agar dapat menemukan lokasi tempat buku di perpustakaan. majalah (current periodicals). • Nara sumber adalah orang yang pandai menyampaikan sajian secara jelas. perpustakaan. televisi. dan memperluas dan memperdalam pemahaman mereka. penggunaan bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. radio. jika diilustrasikan dengan baik. seperti buku.dapat memberikan informasi sesuai dengan pengalamannya masing-masing. ensiklopedia. menyajikan media audiovisual. Sebelum anak-anak menggunakan sumber informasi. seperti membaca buku sumber. • Nara sumber diundang karena pengetahuan khusus yang dimilikinya. film. bioskop. Jauh sebelum kelahiran mata pelajaran PKn di Indonesia. Para siswa dapat membaca dan menganalisis buku teks dan buku-buku lainnya untuk mendapatkan 198 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan publikasi pemerintah. Sumber-sumber tertulis baik yang berupa fiksi maupun faktual. Pertama. Sajian yang efektif dapat mendorong tumbuhnya perhatian. bahan-bahan audiovisual. informasi yang ada di masyarakat. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). dan sumbersumber yang diperoleh dari lingkungan masyarakat. bukan untuk memberikan suguhan hiburan. Leppert (1963) mengemukakan bahwa program pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada sekolah (siswa) untuk menemukan dan menggunakan beragam jenis sumber informasi. • Nara sumber adalah mereka yang tertarik kepada anak-anak. Buku merupakan sarana dasar untuk belajar bagaimana menemukan dan mengumpulkan informasi. kamus dan penggunaanya. Bagaimana memperoleh dan menghimpun sumber informasi? Bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sumber informasi ini? merupakan pertanyaan yang akan memandu uraian pembahasan dalam kegiatan belajar di bawah ini. Nara sumber diundang untuk mendorong belajar. mengemukakan konsep baru. tidak berat sebelah. ensiklopedi. (2) sumber masyarakat (community). peta dan atlas. Demikian pula. referensi tambahan yang menunjang. dapat diperkenalkan untuk membantu siswa memperluas wawasan. • Nara sumber yang diundang adalah mereka yang mempunyai pandangan luas dan terbuka. catatan harian. dan katalog kartu.

atlas. kartu katalog. dan rujukan lainnya. Setiap siswa sekolah menengah hendaknya Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 199 . kita dapat mendapat informasi bukan hanya dari bukubuku teks. 3. Kapan ? Digunakan ketika ingin mencari judul bab atau cerita. Dimana? Pada halaman bagian depan atau belakang Daftar Isi 1. Ketika ingin mencari judul bab 4. memperoleh pengertian tentang unit studi. Pertanyaan 1. ensiklopedi. 4. Catat halaman dimana topik itu berada. Lihat daftar bab Daftar Indeks 1. Pada bagian depan 2. melainkan dari beragam jenis majalah dan surat kabar (periodicals). lihat halaman bab. dan memecahkan masalah. indeks. 2. kamus. 3. maka majalah dan surat kabar yang berkaitan dengan isu-isu dan masalah-masalah kewarganegaraan merupakan sumber informasi yang penting. Menunjukkan nama dan topik menurut susunan alpabetis. Perpustakaan merupakan sumber yang sangat diperlukan oleh guru PKn maupun guru mata pelajaran lainnya untuk memberi kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan menghimpun informasi. Di dalam perpustakaan. khususnya dalam menggunakan katalog dan bahan rujukan lain guna mendapatkan bahan-bahan informasi. almanak. Mengapa? Untuk menunjukkan urutan atau lokasi bab. maka Anda dapat memperkenalkan atau mencoba melatih para siswa memanfaatkan perpustakaan dimana terdapat berbagai jenis ragam buku. Apabila para siswa telah mahir dalam menggunakan buku sebagai sumber bacaan. membuat pilihan dan keputusan yang lebih cerdas. Karena kompetensi kewarganegaraan merupakan tujuan utama pembelajaran PKn. Pada bagian belakang 2. aturan penggunaan perpustakaan. 4. Bagaimana penggunaan sumber informasi dari bahan bacaan buku tersebut? Berikut ini adalah contoh petunjuk perbandingan pembelajaran penggunaan daftar isi dan daftar indeks. surat kabar. Untuk menunjukkan lokasi bab 3. Padahal. Untuk temukan kata kunci dari topik. memeriksa kebenaran informasi. Sejumlah kemampuan ini sering terlupakan oleh sebagian guru bahkan tidak pernah siswa mendapat kesempatan atau dibimbing untuk memperoleh keterampilan ini. keterampilan tersebut merupakan dasar (basic skills) bagi anak didik untuk membantu mempermudah menggali dan menghimpun informasi. Oleh karena itu. dan sebagainya. Bagaimana? Lihat daftar bab dan bergeser ke sebelah kanan. guru PKn dan petugas perpustakaan (librarian) perlu bekerja sama dalam membuat kesepakatan untuk keperluan proses belajar mengajar.jawaban atas pertanyaan. Penggunaan buku sebagai instrumen dalam memperoleh informasi memerlukan kemampuan siswa dalam menggunakan daftar isi.

Dalam hal ini. tabloid. liflet. kerjakan latihan berikut ini. buletin. pamplet. Pikiran Rakyat. guru PKn hendaknya memberikan bahan-bahan pilihan dari badan-badan pemerintahan daerah dan pemerintah pusat untuk para siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Republika. peta. dsb. Populer. Kompas. Media Indonesia. Demikianlah beberapa bahan bacaan sebagai sumber informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan kompetensi kewarganegaraan. Pada setiap kolom kosong yang sejajar dengan setiap pernyataan Kolom A.tidak hanya mengetahui bagaimana mencari kolom iklan melainkan harus tahu pula bagaimana menemukan kolom artikel yang ada hubungannya dengan pekerjaan kelas PKn. surat kabar. seperti Tempo. Banyak majalah mingguan dan bulanan. Gatra. Sumber informasi dari badan pemerintah ini dapat berupa buletin. buletin yang memuat isu-isu aktual. Sebagai latihan. Perolehan sumber melalui surat menyurat dan kunjungan langsung oleh siswa dan guru ke berbagai badan pemerintahan dan departemen merupakan cara yang efektif untuk mendaaptkan publikasi negara dan pemerintah. surat kabar. Publikasi pemerintah dapat pula digunakan sebagai sumber informasi dari bahan bacaan. Anda dapat memasukkan jenis lainnya sebanyak yang Anda ketahui. tabloid. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap berbagai jenis sumber informasi bacaan tersebut. coba Anda kelompokkan jenis sumber informasi periodik tersebut menurut jenis majalah. Merdeka. tulislah nomor kata atau konsep pada Kolom B yang menurut anda paling cocok! 200 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

guru PKn perlu mempunyai file sendiri dan melibatkan siswa dalam kegiatan. Pemanfaatan masyarakat secara efisien dan efektif sebagai laboratorium proses belajar mengajar dalam memperoleh informasi berkaitan dengan unit kajian dalam PKn. Departemen Kesehatan Umum. komunikasi. Catatan perjalanan terhadap tempat-tempat yang dikunjungi dan bentuk perjalanan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 201 . Namun. apabila narasumber itu tidak dapat hadir di kelas maka beberapa siswa dapat mewawancarainya dan mencatatnya bahkan dapat dibantu dengan alat rekaman. dan laporan survey masyarakat. File sumber masyarakat menjadi instrumen baik bagi guru maupun siswa. rekreasi dan permainan. Atau guru dan siswa secara bersama mendatangkan narasumber ke kelas untuk mendiskusikan suatu tema. Biro Cuaca. Memberikan nama orang yang tersusun secara alpabetis. transportasi. Pengelompokan dan pengorganisasian sumber dari masyarakat meliputi: bisnis.Pilihan Ceklis __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ Kolom A Pada bagian muka buku dan memberikan pengarang. Di lingkungan sekolah yang belum mengembangkan file sumber masyarakat. Kehutanan. Rumah Sakit. para siswa dapat dibelajarkan pula melalui pelatihan mewawancarai narasumber dan hasilnya dilaporkan kepada seluruh kelas. Disusun pada rak secara alpabetis dengan nama orang tentang oleh siapa buku ditulis. politik. Biografi 4. Daftar semua buku di perpustakaan. Ibu Kota Negara. sumber informasi masyarakat ini memberikan makna bagi kehidupan kelompok dan kontribusi penting untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan dan perbedaan dalam budaya. Kolom B 1. Katalog kartu 2. Memberikan makna kata-kata. Daftar bab buku. Daftar judul buku secara alpabetis. dan ekonomi. Indeks 5. masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. dsb. Kamus 6. Perumahan. Daftar isi 10. judul. Kantor Pos. Selain itu. catatan perjalanan lapangan. Masyarakat di kawasan tertentu merupakan laboratorium berharga yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mendapatkan informasi tentang lembaga-lembaga sosial. Ditemukan pada bagian belakang buku. Halaman judul buku 9. Atlas 8. pemerintahan. perindustrian. Buku petunjuk telepon 3. Catatan ini dapat digunakan sebagai laporan di kelas untuk memberikan rasa kontak langsung dengan orang yang diwawancarainya. sejarah. Sedangkan lembaga dan instansi yang dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat meliputi: Pusat Kota. menunjukkan keahlian atau menunjukkan bahan-bahan PKn yang tidak pernah diperoleh di sekolah. Nomor buku 7. Sebuah buku map. dan penerbit buku. Punggung buku Kedua. Balai Kota. hasil wawancara dan pembicara tamu. budaya. Perdesaan. Selain perolehan informasi melalui sumber di atas. Pengadilan. Membantu anda menemukan buku pada rak.

Ketiga. Keberhasilan perjalanan lapangan dalam rangka proses pembelajaran untuk menghimpun informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh guru dan siswa. guru hendaknya mempersiapkan pertanyaan untuk memandu siswa pada saat mereka menggunakan sumber tersebut. dan poster. antara lain: Apa masalah yang diperselisihkan oleh mahasiswa dan pihak pemerintah/DPR tentang 202 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . atau merangkum suatu unit kajian. Untuk siswa jenjang SD/MI. bahan-bahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi. Model pertanyaan yang dapat dirumuskan untuk survey masyarakat antara lain: - - - - - Apakah tujuan survey? Sumber informasi apakah yang kita perlukan? Pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan untuk mencapai tujuan survey? Apakah pertanyaan tersebut akan menghasilkan data yang bermanfaat? Jenis informasi apakah yang harus diperoleh dari survey masyarakat? Survey masyarakat hendaknya memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan. (2) merumuskan generalisasi berdasarkan data yang cukup dan valid. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan. lokasi yang dapat dikunjungi dapat meliputi kantor pos. (2) peta. bank. filmstrip. menentukan hal-hal yang perlu dicatat. perkebunan. dan (3) melaporkan temuan-temuan secara akurat dan obyektif. Survey masyarakat. Keberhasilan survey masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam mendapatkan dan memanfaatkan sumber informasi tergantung pada keluasan rencana yang dibuat oleh siswa. siswa dapat diperkenalkan dengan film dokumenter tentang aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menuntut agar RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) tidak disahkan oleh DPR. Tergantung pada isi pesan. dan televisi. dan masyarakat di perdesaan maupun di perkotaan. mengembangkan. gambar bergerak seperti kartun. radio. Keterampilan-keterampilan yang perlu dipersiapkan antara lain merumuskan daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. seperti: (1) membedakan antara data yang relevan dengan data yang tidak relevan. filmstrips. dan kantor-kantor pemerintahan daerah. kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah dan sumber informasi.yang akan direncanakan tergantung pada tingkat perkembangan dan kecakapan siswa serta topik yang dikaji. grafik. seperti terhadap nara sumber atau perjalanan lapangan. merupakan cara keterampilan pembelajaran dalam memperoleh dan pemanfaatan informasi di laboratorium sekolah. slides dapat digunakan secara selektif untuk memperkenalkan. pusat-pusat kesehatan masyarakat. Dalam proses perencanaan. Bahan-bahan ini meliputi: (1) gambar bergerak. dan slides. station pemadam kebakaran. maka guru perlu merencanakan pengalaman yang memudahkan dan meningkatkan pemahaman siswa. (3) rekaman. Misalnya. dan pelaksanaan diskusi tindak lanjut dan evaluasi. Karena wawancara dan daftar pertanyaan merupakan aspek penting dalam tahap persiapan atau pelaksanaan survey.

orang. tugas. dan kewajiban pejabat-pejabat tersebut serta masalah-masalah yang dihadapinya di masyarakat. Garis waktu dapat membantu siswa memahami urutan peristiwa dan dapat mempermudah pengembangan perspektif sejarah. Keterampilan menghimpun informasi melalui sarana dan saluran di atas merupakan bahan-bahan yang sangat berharga dalam proses pembelajaran PKn. bupati. berapa besar impor dari negara-negara lain berkontribusi terhadap pengadaan pangan di negara kita. (b) kunjungan studi. grafik. mencari dan menentukan sumber belajar sangat penting sebab bahan ajarnya sangat dinamis sesuai dinamika dan perkembangan kehidupan sosial politik yang terjadi saat ini. atau jarak tempat. demikian pula peristiwa-peristiwa sejarah terkenal. Wawancara dengan pejabat pemerintah yang direkam dengan tape recorder seperti dengan wali kota. Pengembangan keterampilan ini memang diakui masih langka baik dalam teori apalagi dalam praktek. karena pembelajaran ini bertitik tolak dari masyarakat dan berorientasi pada masyarakat. Masyarakat dan aktivitas aparatur pemerintah merupakan sumber dan media utama dalam pembelajaran PKn. Dalam pemanfaatan ini terdapat tiga sarana: (a) tempat. radio dan televisi sebagai sumber informasi berupa suara memberikan dimensi baru dalam bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperluas dan memperkaya informasi bagi siswa. guru memerlukan informasi yang akurat dan memadai mengenai orang-orang. pimpinan perusahaan dapat memberikan informasi tentang fungsi. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 203 .RUU tersebut? Mengapa mereka bersikeras agar RUU tersebut dibatalkan? Apa tujuan dari RUU dan tujuan mahasiswa melakukan unjuk rasa? Peta. dan poster merupakan bahan-bahan sumber informasi yang menunjukkan hubungan antara fakta dan ide serta perbandingannya tentang data orang. keadaan yang ada di dalam masyarakat. dalam bentuk visual sehingga sumber informasi akan bermakna bagi siswa. Ketika media ini digunakan secara tepat. Rekaman. Misalnya. Rangkuman Salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan menentukan sumber belajar. Anda yang telah lebih dahulu mendapat informasi ini akan lebih bermanfaat apabila mencoba memulainya di kelas Anda bersama para siswa. Dalam menggunakan masyarakat dan perilaku pemerintah sebagai media belajar. Peta dapat menunjukkan cara dari sejumlah peristiwa dapat memberi kontribusi terhadap peristiwa yang lebih luas. Dalam PKn. wakil dewan. organisasi yang dapat dijadikan sumber belajar atau untuk meningkatkan belajar termasuk sumber masyarakat. Oleh karena itu. siswa dapat mempunyai akses untuk melakukan diskusi tentang isu-isu terkini. gubernur. dan (c) nara sumber. lembaga. peristiwa. uang.

majalah (periodicals). dan televisi. pembelajaran PKn hendaklah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan. radio. dan menggunakan beragam jenis sumber belajar untuk pembelajaran PKn. Setiap sumber informasi ini mempunyai karakteristik tertentu yang saling mendukung kompetensi kewarganegaraan dan akurasi hasil pengambilan keputusan. grafik. catatan perjalanan lapangan.Sebagaimana program pembelajaran pada umumnya. hasil wawancara dan pembicara tamu. maka apabila diklasifikasikan sumber utama informasi meliputi: (1) bahan-bahan bacaan (reading materials). 204 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bahanbahan bukan bacaan namun dapat dijadikan sebagai sumber informasi meliputi: (1) gambar bergerak. Dari sejumlah jenis sumber informasi tersebut. perpustakaan. Masyarakat sebagai salah satu sumber informasi mencakup: file sumber masyarakat. memilih. filmstrips. (2) sumber masyarakat (community). dan publikasi pemerintah. (3) rekaman. Bahan bacaan sebagai sumber informasi meliputi: buku. (3) sumbersumber bukan bacaan (nonreading materials). dan poster. (2) peta. dan laporan survey masyarakat. dan slides.

film B.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. mencari jawaban atas pertanyaan B. artikel internet 2. majalah D. kita dapat melihat: A. majalah C. katalog B. Membaca dan menganalisis buku teks bertujuan untuk. mencari masalah baru Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 205 . peta C... kecuali: A. membuat keputusan yang cerdas D.. kecuali: A. kamus 3.. Untuk mengetahui halaman bab tertentu. indeks D. daftar isi C. surat kabar D. buku teks 4. daftar tabel 5. ensiklopedi C. Sumber belajar yang diperoleh dari media cetak meliputi. catatan harian D. Keterampilan menghimpun informasi dengan cara menggunakan indeks dilakukan terhadap sumber: A. 1. memeriksa kebenaran informasi C. buku B.. majalah B. Berikut ini adalah sumber informasi yang berasal dari bahan bacaan kecuali: A.

bab demi bab 7. kebudayaan B. daftar pustaka D. Survey masyarakat yang baik hendaknya memuat hal-hal berikut. survey B... kita dapat menemukan dengan cepat apabila melihat: A. untuk laporan kepada kepala sekolah 10. sejarah 9. kecuali: A. untuk laporan kelas B.. transportasi C. wawancara C. untuk memperbaiki ekonomi D. perjalanan lapangan D. Penggunaan hasil menghimpun informasi oleh siswa dari masyarakat adalah: A... merumuskan generalisasi C. mengkaji daftar isi 8. langsung dipublikasikan kepada umum C. membedakan antara fakta yang relevan dengan yang tidak B.6. indeks C. Sumber belajar/informasi dari masyarakat untuk bahan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah rendahnya produktivitas barang dapat diperoleh dari organisasi: A. Untuk mencari suatu definisi istilah dari sebuah buku. melaporkan data secara akurat D. perindustrian D. mendapat imbalan materi 206 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . daftar isi B. Informasi dapat diperoleh dari masyarakat melalui . kecuali: A.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.89 % = baik 70 % .x 100 % 90 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 207 . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

Memerlukan listrik 10. A 10. D 8. D. diagram 8. D edukatif film buku teks daftar isi mencari masalah baru indeks mengkaji daftar isi perindustrian untuk laporan kelas mendapat imbalan materi 208 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . audio-visual 6. C. A. C. D 4. B. Menampilkan objek yang mudah diamati mata 3. D 6. Tidak memerlukan ruang gelap 9. tujuan instruksional yang ingin dicapai 4. A 3. A. B 5. Nara sumber perlu melawak memberikan suguhan hiburan. Media yang digunakan hendaknya belum dikenal siswa 5. B. pameran 7.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. penentu keberhasilan belajar PKn 2. C 2. D. C. Tes Formatif 2 1. B 7. C. C 9.

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH 6 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 209 .

210 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda memiliki kemampuan merancang pembelajaran kreatif dan partisipatif untuk PKn MI Kelas I. dan III yang umumnya ada pada tahap perkembangan operasi konkrit dan kemampuan berpikir holistik.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKN MI KELAS RENDAH Pendahuluan Modul ini membahas tentang keterkaitan mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran lainnya yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Secara khusus modul ini akan membahas model pembelajaran tematis dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah. yakni Kelas I. yakni para mahasiswa yang sedang mendalami mata kuliah pembelajaran PKn. Dengan mengkaji modul ini. II. diharapkan guru dan/atau calon guru MI memiliki pemahaman dan wawasan yang luas dan komprehensif tentang desain pembelajaran tematis PKn dan model pembelajaran tematis PKn di MI Kelas I. sebagai bahan ajar untuk para mahasiswa guru. dan III. dan III. Mengembangkan model pembelajaran tematis PKn MI Kelas I. II. diharapkan Anda mampu: 1. II. dan III. II. Perlunya pengembangan model pembelajaran tematis ini didasarkan pada kebijakan tentang pembelajaran di kelas rendah SD/MI yang dianjurkan agar mnerapkan pendekatan tematis. dan III Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan kemampuan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas PKn Madrasah Ibtidaiyah. Secara umum. Hal ini berlandaskan pula pada kondisi/karakteristik siswa SD/MI untuk Kelas I. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 211 . Sedangkan secara khusus. Menjelaskan pengembangan desain pembelajaran tematis PKn MI 2. II.

4. 212 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 3. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi mengenai pengalaman simulasi dalam kelompok kecil atau klasikal pada saat tutorial. konsep. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1.Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. apa. Desain model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah 2. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang keharusan menerapkan pembelajaran PKn khususnya dalam membelajarkan PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Terapkan prinsip. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. 5. Model Pembelajaran Tematis PKn MI Kelas Rendah Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru.

Penggalan pertama terdiri atas kelas-kelas rendah (I. Apa pembelajaran tematik itu? Di lihat dari perkembangan psikologisnya seperti diteorikan oleh Piaget peserta didik SD/MI dengan rentang usia 6 s. Namun. II dan III). Bahasan tentang desain pembelajaran di MI kelas rendah ini snagat penting karena siswa MI kelas rendah memiliki karakteristik unik yang berbeda dari karakteristik siswa MI kelas tinggi. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. sekolah dan lingkungan sekitar (lingkungan desa sampai dengan lingkungan negara). V dan VI). rumah. Dilihat dari lingkungan kehidupannya seperti dikonsepsikan oleh Paul R. dan penggal kedua terdiri atas kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. akan dibahas tentang pengembangan desain pembelajaran PKn di MI Kelas Rendah. Dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik telah ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan kurikuler di MI dibagi dalam 2 penggalan.d 12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit (concrete operation) dan awal dari operasi formal (formal operation) yang ditandai dengan mulai berkembangnya abstraksi dalam pemikiran. perlu ada kejelasan tentang pembelajaran tematik.1 Desain Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1 modul ini. Hanna dalam model lingkup kehidupan semakin meluas (expanding environment). Pembelajaran tematis adalah bentuk pengorganisasian pembelajaran terpadu. Dalam pembelajaran bentuk ini peserta didik belajar melalui pemahaman dan pembiasaan perilaku Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 213 . peserta didik di SD/MI berada dalam lingkup komunitas dan sosial budaya. sebelum membahas tentang hal tersebut. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran.

1977. Selanjutnya. 1996). Keterkaitan ini dapat terbentuk: – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam suatu mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. Oleh karena itu. Sementara itu dalam kurikulum tahun 2006 pembelajaran tematik direncanakan di kelasI. II. Bredekamp (1992) berpandangan bahwa pada usia pendidikan dasar (6-15 tahun) kemampuan intelektual. otentik. Adapun yang dimaksud pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. Secara definitif kurikulum tematis adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan area isi. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar.yang terkait pada kehidupannya. sehingga proses pengembangan dalam pembelajaran harus dilangsungkan secara terpadu. keterampilan. bermakna. sosio emosional. Melalui sistem pembelajaran terpadu. fisik dan moral anak. berkembang secara terpadu. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial (Richmond. 1994:133). Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Peserta didik belum secara formal diperkenalkan pada mata pelajaran. memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik. bermakna. dan aktif. – keterkaitan materi dan kompetensi dasar dalam beberapa mata pelajaran dengan kebutuhan/pengalaman anak dan lingkungan sosial anak. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masingmasing mata pelajaran. Tujuan akhir dari pembelajaran tematik adalah berkembangnya potensi peserta didik secara alami sesuai dengan usia dan lingkungannya. (1996) menjelaskan bahwa pemaduan 214 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan otentik. Joni. dan III. dan sikap (Wolfinger. Dalam pembelajaran berbasis mata pelajaran peserta didik sudah secara formal diperkenalkan kepada mata pelajaran yang ada dalam kurikulum SD/MI. Wolfinger (1994) dan Suwignyo. Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Dalam kurikulum SD/MI tahun 2004 pembelajaran terpadu untuk kelaskelas awal (kelas 1 dan II) menggunakan pendekatan pembelajaran tematik.

mempelajari. 3) hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna. 2) menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Dkk. 5) demi efisiensi. 5) menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama. namun juga dapat dipandang sebagai alat untuk mengkaji berbagai kajian budaya bagi anak didik usia dini. 2004). Pembelajaran tematik memadukan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum dan menghubungkannya melalui jaringan topik atau tema. Hasil studi yang dilaporkan Pappas dan Kiefer (1995) bahwa model pembelajaran tematik sangat cocok diberikan kepada anak didik pada kelas rendah. 2) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema. 4) mengembangkan keterampilan berpikir siswa dengan permasalahannya yang dihadapi. 2) untuk memahami. 4) lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai daripada tema (Ahman. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. Dalam pembelajaran tematik terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu: 1) pembelajaran tematik dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh. memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan. Pembelajaran tematik memiliki kekuatan/keunggulan antara lain: 1) pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. Pada uraian di atas ditegaskan bahwa tema dalam pembelajaran tematis merupakan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 215 . komunikasi dan tanggap terhadap gagasan porang lain. 3) usahakan pilihan tema yang terdekat dengan anak.tersebut didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Hal ini mengandung arti bahwa pembelajaran tematik tidak hanya sebagai kerangka bahan ajar dan konstruk penmgetahuan bagi peserta didik. toleransi. dan memecahkannya diperlukan multiskill 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah.

Dalam pembahasan langkah-langkah pembelajaran tematik ini akan dipaparkan tentang langkah-langkah pembelajaran tematik antarmata pelajaran di SD/MI. Bagaimana peran tema dalam pembelajaran tersebut? Peran tema dimaksudkan agar: a. d. mempelajari kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. c. menyusun silabus berdasarkan matrik/jaringan tema pembelajaran tematik. c. membuat/memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. a. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. mari kita kaji bersama langkah-langkah pembelajaran tematik.sentral kajian pembelajaran. b. Jika ada kompetensi dasar yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematis hendaknya dibuat silabus tersendiri. f. Pandangan lain dikemukakan oleh Dyah Sriwilujeng. yakni sebagai berikut : 216 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Bagaimana langkah-langkah pembelajaran tematik itu? Setelah kita membicarakan konsep dasar pembelajaran tematik. f. e. d. 1983). guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Secara umum langkah-langkah menyusun pembelajaran tematik antarmata pelajaran sebagai berikut. b. Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun silabus hendaknya Anda menciptakan berbagai kegiatan sesuai dengan tuntutan kompetensi dan tema yang sudah ditetapkan. (2006) yang mengajukan enam langkah tematik antarmata pelajaran di SD/MI. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Anda dipersilakan mencoba menyusun rencana pembelajaran tematik untuk siswa sekolah dasar tempat mengajar yang dituangkan dalam silabus dan rencana pembelajaran. menyusun rencana pembelajaran tematik Berdasarkan langkah-langkah tersebut. e. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.

Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Membuat/memilih tema Menurut Dyah Sriwilujeng. Menyusun Rencana Pembelajaran Baiklah! mari kita bahas langkah-langkah tersebut secara lebih rinci. dan keamanan. ® kebersihan. Melakukan analisis indikator. ® lingkungan. Semester 2: ® pengalaman. ® keluarga. mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. kesehatan. tema yang dikembangkan tidak terlalu luas namun dapat dengan mudah dipergunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran. tema yang dikembangkan harus mampu mewadahi sebagian besar minat anak di sekolah e. Membuat/memilih tema 2. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 217 . tema yang dikembangkan harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak d. Melakukan penyusunan silabus 6. ® kegemaran. indikator dengan tema 4. 1. c. Membuat pengelompokkan jaringan indikator 5.1. bermakna. mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar siswa g. b. kompetensi dasar dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan membagi alokasi waktu 3. ada beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan tema yang akan dikembangkan di Sekolah Dasar kelas rendah yaitu sebagai berikut : a. Contoh tema Kelas 1 semester 1 : ® diri sendiri. tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar f. yang mengandung arti bahwa tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. Perhatikan pula bahwa tema drumuskan oleh guru dan pilihan tema hendaknya yang terdekat dengan anak.

dan jumlah anggota keluarga 2. nama orang tua. Contoh Standar kompetensi. Mengetahui nama. sikap. hasil belajar. Kegiatan untuk melakukan analisis standar kompetensi. kompetensi dasar. Melakukan analisis Standar Kompetensi. Sedangkan kompetensi dasar adalah kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. indikator yang disesuaikan dengan tema dan alokasi waktu.Mengetahui manfaat hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 2. dan indikator mata pelajaran PKn kelas I SD/MI. Menceritakan perilaku kasih sayang dalam keluarga ‑ ‑ ‑ ‑ Indikator Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan Menyebutkan nama ayah dan ibu atau wali Menyebutkan alamat tempat tinggal Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah ‑ Menceritakan kasih sayang Ibu dan Ayah kepada anak ‑ Menceritakan hubungan kasih sayang antar-anggota keluarga ‑Memberi contoh kemajemukan dalam keluarga ‑Menjelaskan manfat hidup rukun dalam keluarga ‑Mengidentifikasi hidup dan tidak rukun ‑Menceritakan akibat jika tidak menjaga kerukunan ‑Menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan dalam lingkungan keluarga ‑Menunjukkan sikap tidak membeda-bedakan perlakuan dalam keluarga 2. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Standar kompetensi adalah standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Dengan demikian kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara tersendiri.Membiasakan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 218 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . indikator dan hasil belajar yang sesuai dengan tema dan alokasi waktu dapat diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah. Kompetensi Dasar.Kemampuan mewujudkan hidup rukun dalam kemajemukan keluarga 1. tetapi dapat dilaksanakan bersamaan dengan penentuan jaringan indikator. alamat.2. Kemampuan menunjukan identitas diri Hasil Belajar 1. Standar Kompetensi: Kemampuan memahami identitas diri dan keluarga dalam rangka berinteraksi di lingkungan rumah Kompetensi Dasar 1. kompetensi dasar.

3.Kemampuan memahami kegiatan jual beli 2.Membiasakan kerapian dan kebersih-an rumah 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. dan pasar ‑Menyebutkan barang kebutuhan sehari-hari ‑Menceritakan kegiatan jual beli ‑Menyebutkan barang-barang yang diperjualbelikan Contoh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar kelas 1 mata pelajaran PKn dalam Standar Isi (2006): Semester 1 Standar Kompetensi 1.Kemampuan mengingat peristiwa yang dialami 1.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 2. dan suku bangsa 2. Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1. Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 1.Menguraikan peristiwa masa kecil berdasarkan cerita orang tua /orang lain 1.Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 219 .Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menyebutkan tempat kegiatan jual beli 2.Menyebutkan fungsi ruang dalam rumah ‑Menyebutkan peristiwa yang pernah dialami ‑Menceritakan peristiwa menyenangkan yang pernah dialami sendiri ‑Menceritakan kembali hal-hal yang pernah dialami berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Menyebutkan peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga berdasarkan cerita orang tua/ orang lain ‑Mengidentifikasi ruang dalam rumah ‑Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang 4.Kemampuan menjelaskan lingkungan rumah sehat 5.Menjelaskan hak anak untuk bermain. agama.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 2. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 2. Menerapkan hak anak di rumah dan di sekolah 2.Menyebutkan jenis kegiatan jual beli ‑Menyebutkan ciri-ciri rumah sehat ‑Menceritakan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah ‑Mengidentifikasi warung. Membiasakan tertib di rumah dan sekolah Kompetensi Dasar 1. toko.Menguraikan peristiwa yang pernah dialami 2. Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 1.

sedangkan kelas IV – VI menggunakan pendekatan mata pelajaran. IPS. Jika ada indikator dan kompetensi dasar yang tidak bisa dimasukkan ke dalam suatu tema. Bahasa Indonesia. Matematika. Melakukan pemetaan hubungan kompetensi dasar. Dengan demikian. 3. Contoh Format Jaringan Indikator. Kertakes. maka indikator dan kompetensi dasar tersebut dibuatkan atau dicarikan tema khusus dan disajikan tersendiri. baik oleh guru kelas maupun oleh guru mata pelajaran (terutama indikator dan kompetensi dasar Agama dan Pendidikan Jasmani) 4. IPA dan sebagainya. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan guru yaitu: a. c. Matematika.Pada kurikulum 2004. Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial. Mengidentifikasi semua indikator dan kompetensi dasar dari semua mata pelajaran (Agama. 220 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Dalam kurikulum untuk persekolahan (2006) yang disusun oleh BSNP. Memasukkan hasil identifikasi ke dalam format (tabel) hubungan indikator dan kompetensi dasar ke dalam tema yang relevan. Membuat pengelompokan jaringan indikator Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. mata pelajaran PKn terpisah dari IPS dan menjadi mata pelajaran tersendiri. Untuk kelas I – III menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. indikator dengan tema (yang telah dibuat ). b. mata pelajaran PKn bergabung dengan ilmu pengetahuan sosial sehingga namanya disingkat PKPS. Pendidikan Jasmani). Anda sebagai guru yang mengajarkan PKn di kelas I – III dapat merumuskan tema-tema PKn yang disesuaikan dan dikaitkan dengan tema-tema mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia.

keterbacaannya bagi guru serta efektifitas efisiensinya. Pemilihan bentuk didasarkan pada tingkat kemudahan penggunaannya. silabus 5. Komponen silabus meliputi : (1) Identitassilabus meliputi : Komponen § Nama Sekolah (1) Identitas § Kelas § Semester § Tema (2) Komponen Format § Kompetensi Dasar (memindahkan dari Kurikulum 2004) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 221 . Melakukan Melakukan penyusunan penyusunan silabus Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel. JARINGAN INDIKATOR JARINGAN INDIKATOR Bahasa Indonesia: Tuliskan Indikator-indikatornya PKn: Tuliskan Indikator-indikatornya Matematika: Tuliskan Indikator-indikatornya T E M A Kertakes: Tuliskan Indikator-indikatornya Pengetahuan Alam: Tuliskan Indikator-indikatornya Agama: Tuliskan Indikator-indikatornya Penjas: Tuliskan Indikator-indikatornya 5. Guru dapat menggunakan bentuk format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). bentuk silabus didasarkandan pada tingkat kemudahan penggunaannya. Pemilihan bentuk silabus format ke samping (matrik) atau bentuk deskripsi (urutan ke bawah). Guru dapat menggunakan Bentuk silabus yang digunakan guru bersifat fleksibel.Dalam langkah ini guru memasukkan semua indikator yang telah diidentifikasi ke dalam jaringan indikator. Contoh Format Jaringan Indikator. keterbacaannya bagi guru serta efektifitas dan efisiensinya.

Sekolah : ……………. Media yang relevan Bentuk. dan jenis 6. Menyusun Rencana Pembelajaran Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan kegiatan guru secara individu yang terdistribusi dalam rencana pembelajaran harian. Atau diserahkan kepada guru sesuai dengan kondisi. penilai proses dan hasil. berisi pengalaman apa saja yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran (aktivitas belajar siswa di dalam dan di luar kelas) § Alokasi Waktu : disesuaikan dengan ruang lingkup indikator yang akan dibelajarkan § Sumber yaitu berupa buku acuan. karakteristik... Contoh Format Rencana Pembalajaran Tematik RENCANA PEMBELAJARAN Tema : …………….Contoh Format Silabus dan Penilaian Pembelajaran Tematis Mata Pelajaran Kompetensi Dasar dan Indikator Hasil Belajar Pengalaman Belajar § Indikator (memasukkan indikator yang telah dibuat oleh guru dan diidentifikasi yang sesuai dan tertuang dalam jaringan indikator). termasuk di dalamnya portofolio. 3 sampai pertemuan ke 6). Alokasi Waktu Sumber Bahan Penilaian Tuliskan Mata pelajaran yang ditematiskan Pindahkan Dari Kurikulum Masukan hasil belajar yang diharapkan Pengalaman Dalam yang menit diperoleh di luar dan dalam kelas Buku. afektif dan psikomotor). Pertemuan) 222 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . § Pengalaman Belajar. Kelas/ Semester : ……………. Rencana Pembelajaran ini dapat memuat beberapa kali pertemuan (Misalnya RP dibuat per minggu yang di dalamnya ada pertemuan 1.. buku pedoman guru dan buku ajar dari semua mata pelajaran § Penilaian meliputi semua aspek (kognitif. Urutan penulisan indikator dalam silabus bukan merupakan urutan penyajian dalam pembelajaran. kemampuan siswa yang dihadapi sehari-hari. 2. Alokasi Waktu : …………( …. Jurnal.. baik yang berupa tes maupun non tes.

... Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pertemuan 2 § Pendahuluan § Kegiatan Inti § Penutup Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 223 . .. Materi Pembelajaran A..... . . ……… (Agama) B... . ……… (Matematika) H.. . ……… (Penjas) IV.. ……… (Agama) B.. . Indikator A. .. (IPS) D... ……… (Pengetahuan Alam) G. . . ……… (Bahasa Indonesia) E.... . ……… (PKn) C. . ……… (Pengetahuan Alam) G.... .I.. ……… (PKn) C.. ……… (Kertakes) F. ... . ……… (Bahasa Indonesia) E. (IPS) D.. . ……… (Penjas) III.. ……… (Matematika) H. ... ……… (Bahasa Indonesia) E. ……… (Pengetahuan Alam) G.. .. ……… (Kertakes) F.. Kompetensi Dasar A. (IPS) D. . ……… (Matematika) H. ……… (Kertakes) F. .. . ……… (Agama) B. .. ……… (Penjas) II. ……… (PKn) C. .. . ....

Penilaian § Tes ……. Pertemuan) I. Dsb.. : …………….. 224 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Matematika ------------------------ ------------------------3. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran IPA Matematika PKn IPS Kompetensi Dasar dan Indikator sda sda sda sda Tuliskan KD dan Indikator dari kurikulum dan seterusnya II. Alat dan Sumber § Alat Pembelajaran § Sumber Pembelajaran VI. § Non Tes …….. IPS ------------------------ ------------------------4. : …………( …. : …………….V. IPA ------------------------ ------------------------2... Materi Pembelajaran 1. Contoh Format lainnya: Rencana Pembelajaran Tema Sekolah Kelas/ Semester Alokasi Waktu : …………….

dan kelas-kelas yang lebih tinggi (IV. Kegiatan Persiapan 2. Media dan Sumber Pembelajaran: 1. Penilaian Hasil Paper & Pencil Assessment Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda. 2. Kegiatan Pembukaan 3. Untuk kelas-kelas rendah kegiatan kurikuler diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran tematis. Kegiatan Penutup IV. Jelaskan bagaimana peran tema dalam pembelajaran tematik? 4. cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. Penilaian Proses: Tanya Jawab. Jelaskan bagaimana hubungan antara pembelajaran tematik dengan pembelajaran terpadu? 3.III. Skenario/Strategi Pembelajaran 1. sedangkan untuk kelas-kelas yang lebih tinggi diorganisasikan dalam bentuk pembelajaran berbasis mata pelajaran. Sumber Pembelajaran V. Pembelajaran tematik adalah aplikasi pendekatan pembelajaran terpadu yang dikembangkan melalui suatu “tema” yang di dalamnya terkandung kompetensi dasar dan materi yang saling berkaitan antarmata pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran. Media Pembelajaran: 2. lembar pengamatan diskusi 2. Penilaian Pembelajaran 1. II dan III). Jelaskan Karakteristik model pembelajaran terpadu? 5. Apa yang harus dilakukan guru jika ada kompetensi dasar yang tidak dikaitkan dalam pembelajaran tematik? Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya. Pertimbang perkembangan psikologis dan lingkup interaksi sosial budaya peserta didik. 1. V dan VI). sehingga diadakan pemenggalan atas kelas-kelas rendah (I. sekarang cermati pokok-pokok jawaban di bawah ini. tugas. 1. Jelaskan dasar pertimbangan adanya pemilihan kelas rendah dan kelas lebih tinggi? 2. Kegiatan Inti 4. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 225 .

kompetensi berbahasa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk Sekolah Dasar. bermakna. e. dan memecahkannya diperlukan multiskill. mempelajari. cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9. c. 6) adanya tuntutan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. otentik. 4) memudahkan siswa membuat hubungan antarskematika dan transfer pemahaman antarkonteks. b. bermakna. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. dan aktif. Peran tema dalam pembelajaran tematik: a. Rangkuman Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran yang menggunakan tema tertentu sebagai titik sentral pembelajaran yang mengakomodasikan berbagai kompetensi dasar yang harus dicapai dari satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran. Oleh karena itu. d. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama. 5) demi efisiensi. 2) untuk memahami. otentik. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan 4. dan aktif. Karakteristik pembelajaran terpadu yaitu holistik. Guru membuat silabus tersendiri Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas.1 sebagai berikut. siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. 3) adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam pemecahan masalah.3. 5. 226 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. Sedangkan pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang mengkaitkan atau menghubungkan tema atau topik yang berkaitan dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran pada suatu kurikulum sekolah. f. karena pada jenjang ini siswa dalam menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial Pemaduan dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pertimbangan rasional antara lain: 1) kebanyakan masalah dan pengalaman termasuk di dalamnya pengalaman belajar bersifat interdisipliner.

Dalam pembelajaran tematik. Di bawah ini merupakan karakteristik pembelajaran terpadu kecuali. A. Pertimbangan efisiensi C. Di bawah ini yang tidak termasuk pertimbangan rasional pemaduan menurut Wolfinger yaitu .. Abstrak D. Bermakna C. Siswa MI dengan rentang usia 6-12 tahun berada pada tingkat operasi konkrit dan operasi formal. B. R. Pembelajaran connected C. Sentral kajian pembelajaran C. Pemandu kegiatan pembelajaran B.. 1. Pembelajaran integrated B. Hanna B. dikemukakan oleh ... Tuntutan keterlibatan siswa dalam pembelajaran D. A. tema merupakan. Pertimbangan banyaknya mata pelajaran di MI 5.. Pembelajaran contextual D Pembelajaran fragmented 4. Bagian dari kegiatan pembelajaran D.. Richmond 2. kecuali. Piaget C. A.Tes Formatif 1 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. A. Bredekamp D. A. Pengalaman belajar bersifat interdisipliner. Holistik B.. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Rujukan dalam merumuskan kompetensi dasar 3... Pembelajaran tematik merupakan aplikasi pendekatan . Otentik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 227 .

Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan D. Hasil belajar 8. Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran tematik di MI harus.. Merumuskan kompetensi dasar C. Membuat jaringan indikator 7. Memberikan bekal kehidupan selanjutnya D. Menganalisis kompetensi dasar B. Siswa MI sudah mampu mengadakan pemilihan yang artificial 228 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pengalaman siswa masih bersifat sederhana C. Wawasan siswa masih bersifat konkrit B.. Menurut Richmond untuk siswa MI lebih tepat menggunakan pembelajaran terpadu/ tematik karena.. merupakan rumusan. Indikator C. Mewadahi minat siswa C. Memudahkan guru merumuskan skenario pembelajaran C. Kompetensi dasar B. A. Standar kompetensi D. Penghayatan siswa terhadap pengalaman bersifat totalitas D. Di bawah ini manakah kegiatan yang bukan merupakan kewenangan guru? A. Di bawah ini yang tidak termasuk peran tema yaitu . A..6. A. Memperhatikan kepentingan masyarakat 10. Guru dapat menghemat waktu 9. Luas dan komprehensif B. Memusatkan perhatian siswa pada tema B. Menceritakan tentang fungsi dari setiap ruang” ... Merumuskan Indikator D. A....

89 % 70 % . Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 229 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 1 di atas. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya..79 % < 70 % = --------------------------------------------. Tingkat Penguasaan 90 % .X 100 % 10 = Baik Sekali Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik = kurang = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % 80 % . cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 1. Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.

230 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

atau kebutuhan lingkungan setempat. kita akan membicarakan model-model pembelajaran tematis dan pengembangannya dalam mata pelajaran PKn. Pengembangan materi ini dapat dilakukan antara lain dengan membuat jaringan topik/tema. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik. Pada uraian di atas. Pada kegiatan belajar 2. 4) sequented. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. bermakna. topik. otentik. membuat bagan arus kegiatan.2 Model Pembelajaran PKn Tematis Di MI Kelas Rendah Pada kegiatan belajar 1. Apakah Anda sudah paham betul tentang langkahlangkah tersebut? Pemahaman Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 sangat penting untuk memahami dan menerapkannya pada kegiatan belajar 2 ini. keterampilan. Dilihat dari cara memadukan konsep/materi. Oleh karena itu. 7) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 231 . telah dikemukakan bahwa pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. 2) connected. 5) shared. Pengembangan materi ini hendaknya disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan materi pada kurikulum. pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilihan yang artificial. 6) webbing. dan unit tematiknya. dan aktif. terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu yaitu 1) fragmented. Yang dipadukan di sini adalah materi atau bahan ajar sebagai upaya agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. 3) nested. kita telah membahas tentang langkah-langkah pembelajaran tematis di Madrasah Ibtidaiyah (MI). kesesuaian materi dengan lingkungan. Materi dalam kurikulum dapat dikembangkan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa.

Tema sebagai sentral dijadikan sebagai landas tumpu penyampaian isi pembelajaran interdisipliner maupun antardisipliner. maka pengembangan model pembelajaran yang akan diuraikan di sini adalah model webbed. Sebenarnya bagi guru sekolah dasar (terutama guru kelas) tidak akan banyak menemui kendala karena sudah terbiasa mengajar berbagai mata pelajaran sehingga sudah paham betul tentang butir-butir materi setiap mata pelajaran. Memahami dan memilih tema esensial yang memiliki keterkaitan materi yang dapat dipadukan. 9) immersed. Dalam kurikulum 2004 pembelajaran tematis dipergunakan untuk kelas I dan II. dan emosional.threated. Tema dalam model ini dapat dijadikan pengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Model yang dikembangkan dalam kurikulum 2006 adalah pembelajaran tematis antarmata pelajaran dengan tumpuannya mata pelajaran bahasa Indonesia karena siswa kelas awal (khususnya kelas 1) masih belajar membaca dan menulis. Bagaimana langkah-langkah pembelajarannya? pada kegiatan belajar 1 modul ini telah dipaparkan langkah-langkah pembelajaran tematik. kemudian pelajarilah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 232 . Diantara ketiga model tersebut. dan III. namun dalam kurikulum 2006 untuk kelas I. perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental. Oleh karena itu. Untuk itu Anda dipersilakan untuk mempelajari kembali beberapa pandangan tentang langkah-langkah tersebut. Mengapa demikian? karena pada tahap ini siswa pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Setelah Anda menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. dan integrated. Pemahaman Anda tentang butir-butir setiap mata pelajaran tentu saja akan memudahkan dalam membuat tema yang bisa dipadukan dan dikaji dari beberapa mata pelajaran. connected. model ini pada dasarnya merupakan bentuk perpaduan yang bertolak dari pendekatan tematis inter atau antarmata pelajaran dalam mengintegrasikan bahan dan kegiatan pembelajaran. Pada kesempatan ini paduan antarmata pelajaran akan mengambil tema yang berasal dari mata pelajaran PKPS khususnya materi Pendidikan Kewarganegaraan. Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed. Sedangkan model connected dan integrated hanya akan dibahas sepintas untuk membedakan dengan model webbed. tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran. Atas dasar pertimbangan tersebut. Model Webbed Model “webbed” sering disebut jaring laba-laba. a. dan 10) networked (Robin Fogarty (1991). yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. II. Sekali lagi dalam model webbed. 8) integrated. sosial.

pengetahuan sosial (materi geografi). maka dapat dikembangkan jaringan indikatornya seperti berikut. dan Hal ini tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan mata lain seperti Agama. bangga bertanah air Indonesia. Contoh tema mata pelajaran atau materi PKn yang bisa dihubungkan dengan mata pelajaran lain diantaranya hidup hemat. tidak berarti tema tersebut tidak berhubungan dengan dengan mata pelajaran Kertakes. Setelah membuat jaringan Indikator. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] membuat menyimak Sikap 233 . tematik dalam bentuk jaringan tema model jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. ™ Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman Bahasa Indonesia: ™ menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. dengan indikator-indikator mata pelajaran bahasabahasa Indonesia. pengetahuan sosial (materi geografi). dan buatlah jaringan kompetensi dasar/ indikator yang menggambarkan hubungan dengan tema. Matrik 1. Kertakes. di dengar ™ Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Matematika: Memecahkan masalah seharihari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan Pengetahuan Alam: ™membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat ™ mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ™menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan BANGGA BERTANAH AIR INDONESIA Mata pelajaran lainnya Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran Gambar/ matrik di atas menunjukkan contoh hubungan tema dari mata pelajaran PKn PKn dengan indikator-indikator mata pelajaran Indonesia. hidup tertib/disiplin. hubungan tema tersebut dengan jaringan indikator mata pelajaran lainnya. Oleh karena itu. dan pendidikan jasmani. kemudian buatlah pemetaan pembelajaran membuat jaringantema Indikator. Oleh pelajaran lain seperti Agama. Seandainya Anda mengambil tema ”bangga bertanah air Indonesia”. Setelah itu buatlah tema untuk mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester. buatlah pemetaan pembelajaran tematik Setelah dalam bentuk jaringan modelkemudian jaring laba-laba (webbed) sesuai dengan jaringan indikator tersebut di atas. matematika. IPA. dan kemajemukan. matematika. Hal iniPKn.dialami. Contoh Jaringan Indikator PKn ™ mencintai kekayaan alam Indonesia ™ bangga memiliki alam Indonesia ™ bangga sebagai anak Indonesia Kertakes: ™ menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar ™ membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam PAI ™ Membaca Dalil “Kebersihan Sebagian Dari Iman” ™ Menjelaskan Maknanya Yang Lebih Luas. IPA. dan PKn.kompetensi dasar dan indikator pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran. Anda sebagai kelas dipersilakan untuk mengembangkan tersebut dengan jaringan indikator mataguru pelajaran lainnya. Anda sebagai guru kelas dipersilakan untuk mengembangkan hubungan tema jasmani. dan pendidikan karena itu.

mata pelajaran bahasa Indonesia.membuat menyimak Sikap A Dst Peristiwa alam A Cerita pendek F Cinta tanah air Perilaku Dst B Gunung. menjadi beberapa anak tema diantaranya menyimak dan membuat pendek tentang peristiwa alam yang pernah terjadi di tentang alam atau peristiwacerita alam Indonesia merupakan anak tema yang diambil dari daerahnya. pelajaran matematika yang kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema Kode “C” yaitu baca Dalil merupakan tema mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 4 (PAI). Target dari belajar ini agar anak tahu bahwa agama juga mengajarkan cinta 234 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kode ”A” yaitu cerita pendek tentang alam Matrik di atasIndonesia menggambarkan jaringan tema Bangga Indonesia atau peristiwa alam merupakan anak tema yangbertanah diambil air dari mata pelajaran dengan Indonesia. yang memiliki anak tema diantaranya menjelaskan makna setelah menghafal dalil (Mahfudhat). pantai i Menjelaskan Menjumlah/ Mengurang Dst Bangga Bertanah air Indonesia D Dst Dst melukis alam Karya seni rupa E membuat kolase Baca Dalil C D Cinta Penyebab Pencemaran Dst Dampak Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia Matrik 2 (Kelas III SD) Jaringan Laba-laba tema Bangga bertanah air Indonesia (Kelas III SD) Matrik di atas menggambarkan jaringan tema Bangga bertanah air Indonesia dengan sub tema (anak tema) mata pelajaran lain. Anak tema tersebut dibagi menjadi beberapa anak Kode ”B” yaitu menjumlah anak tematentang yang diambil dari mata pelajaran tema diantaranya menyimak dan merupakan membuat cerita pendek peristiwa alam yang matematika kemudian dapat dibagi menjadi beberapa anak tema diantaranya pernah terjadiyang di daerahnya. menjumlah peristiwa alam di daerahnya seperti longsor atau gunung meletus yang Kode ”B” yaitu menjumlah merupakan anak tema yang diambil dari mata pembelajarannya diarahkan kepada kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. sub tema (anak mata pelajaran Kode ”A” yaitu cerita pendek bahasa Anak tema) tema tersebut dibagilain.

Sebelum merumuskan rencana pembelajaran. Pelaksanaan. Kegiatan guru dalam tahap pelaksanaan dan penilaian biasanya sudah dirumuskan secara rinci dalam Rencana Pembelajaran. dan alat penilaian. terlebih dahulu harus membuat silabus pembelajaran tematik seperti berikut ini. Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan. kegiatan inti. dan penutup. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 235 . bentuk. Kode ”C” yaitu pencemaran merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran IPA. dan sebagainya. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan. tidak mencemari hutan. membuat pemetaan pembelajaran tematik dalam bentuk matrik atau jaringan tema. dan Penilaian. membuat/memilih tema. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dengan tema/topik. Oleh karena itu. pembukaan. jenis. Kode” D” yaitu karya seni rupa merupakan anak tema mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian. metode. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu sebagaimana telah diuraikan di atas atau kegiatan belajar 1 yaitu: menetapkan pembelajaran yang akan dipadukan. untuk mengetahui kegiatankegiatan guru dalam pembelajaran tematis dapat Anda lihat dalam rencana pembelajaran yang akan ditampilkan pada uraian berikut. Dalam hal ini target hasil belajarnya adalah kesadaran untuk mencintai lingkungan alam di daerahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan. dan menyusun rencana pembelajaran tematik. mempelajari kompetensi dasar setiap mata pelajaran. yang kemudian memiliki anak tema faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia dan lingkungan alam sekitar. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur. Terakhir kode ”E” yaitu cinta tanah air merupakan anak tema yang diambil dari mata pelajaran PKn dengan harapan siswa memiliki sikap dan perilaku cinta dan bangga terhadap kekayaan dan keindahan alam Indonesia. dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan. menyusun silabus.tanah Air. yang memiliki anak tema diantaranya membuat lukisan keindahan alam Indonesia dan membuat kolase yang dikembangkan dari obyek dan bahan di alam sekitar.

seperti kebhinekaan.Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan menggunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Materi Pokok Bangga sebagai bangsa Indonesia Hasil Belajar Alokasi Waktu Sumber Bahan Mampu menjelaskan keka-yaan dan kelebihan alam Indonesia. keramahtamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia . menunjukan sikap dan perilaku bangga sebagai anak Indonesia dan bangga memiliki alam Indonesia Mampu menyimak. media elektronik Matematika Operasi hitung bilangan Buku Matematika 236 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .Contoh Alternatif Model Silabus Pembelajaran tematik (terpadu) Sekolah : MI Kelas : III Tema : Bangga Bertanah air Indonesia Mata Pelajaran PKn Kompetensi Dasar dan Indikator Mengenal kekhas-an bangsa Indone-sia. dilihat. kekayaan alam. dan didengar Mampu menyelesaikan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan yang ada kaitannya dengan peristiwa alam Disesuaikan Buku. dialami. media elektro nik Bahasa Indonesia Peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar Disesuaikan Media cetak. meng-amati peritiwa alam dan menceritakan kembali peris-tiwa alam yang pernah dialami. majalah.

Penulis yakin Anda sudah memahami dan mahir membuat rencana pembelajaran karena ini merupakan pekerjaan rutin guru profesional.Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musikmusik dalam berkarya seni · menyanyikan lagulagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Berbagai gambar pola ragam hias. Pengembangan silabus merupakan kewenangan guru sehingga guru dapat leluasa mengembangkannya dengan memperhatikan komponen-komponen sebagaimana diungkapkan pada kegiatan belajar 1. kolase. menjelaskan penyebab pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan Kertakes . Tugas guru berikutnya adalah membuat Rencana Pembelajaran sesuai dengan jaringan tema dan silabus di atas. mainan kreatif dari bahan daur ulang Mampu menyanyikan lagu lagu kecintaan pada tanah air dengan benar dan mampu membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Disesuaikan Buku.Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan · membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan · menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan Materi Pokok Hasil Belajar Alokasi Waktu Disesuaikan Sumber Bahan Buku. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 237 . media elektronik Lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sehat dan tidak sehat Mampu menjelaskan perbedaan lingkungan sehat dan tidak sehat. bahan alami di sekitar Silabus di atas merupakan contoh yang dapat dikembangkan lebih lanjut baik materi maupun format silabus.Mata Pelajaran Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar dan Indikator . majalah.

. IPA.... Materi Pembelajaran 1. Bahasa Indonesia. Matematika.X pertemuan) Mata Pelajaran: PKn. Kompetensi Dasar dan Indikator Mata Pelajaran PKn Bahasa Indonesia Matematika Pengetahuan Alam Kompetensi dasar dan Indikator Mengenal kekhasan bangsa Indonesia.. PKn: · Kebhinekaan nusa dan bangsa · Kekayaan alam Indonesia · Keramah-tamahan 2. keramah-tamahan ·Mencintai kekayaan alam Indonesia · bangga memiliki alam Indonesia · bangga sebagai anak Indonesia Menentukan Peristiwa alam · menceritakan peristiwa alam yang pernah dilihat. dialami. JP (. di dengar · Gambar seri tentang peristiwa alam · Menulis dan membaca kalimat Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 238 . dan Kertakes I.Contoh Alternatif Rencana Pembelajaran Tematis Tema : Bangga bertanah air Indonesia Kelas : III Waktu : . seperti kebhinekaan. Bahasa Indonesia: · Peristiwa alam yang pernah dilihat.. di dengar · Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam Mengenal dan meng-gunakan konsep bilangan cacah dalam pemecahan masalah ·Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan pen-jumlahan dan pengurangan Kertakes PAI Mendefinisikan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat serta pengaruhnya terhadap kesehatan ·membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat · mengidentifikasi penyebab pencemaran lingkungan ·menjelaskan pengaruh ling-kungan terhadap kesehatan Mengekspresikan gagasan imajinasi dengan musik-musik dalam berkarya seni · menyanyikan lagu-lagu kecintaan pada tanah air dengan benar · membuat kolase dari berbagai objek dan bahan dari alam sekitar Mengenal dan Menggunakan dalil tentang cinta tanah air · Membaca dalil · Memahamkan dalil agar tepat dalam penempatannya II.. kekayaan alam. dialami.

3. Matematika: · Penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita peristiwa alam 4. Pengetahuan Alam: · Ciri-ciri lingkungan sehat dan tidak sehat · Faktor penyebab dan dampak pencemaran

III. Skenario / Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Persiapan · Menata ruangan · Mempersiapkan media/alat pembelajaran seperti Koran, majalah, gambar seri peristiwa alam, photo lingkungan sehat dan tidak sehat, photo keindahan alam, dokumen sumber daya alam Indonesia. 2. Kegiatan Pembukaan · Melakukan kegiatan apersepsi menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa bersama sama siswa; · Mengungkapkan gambaran materi yang akan dibahas · Mengungkapkan kompetensi atau tujuan yang diharapkan dicapai dalam pembelajaran; · Menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dan jenis tugas yang harus dikerjakan siswa · Membagi kelompok siswa dengan anggota 5-6 orang.

5. Kertakes: · Syair Lagu yang berkaitan dengan kekayaan alam dan kecintaan pada tanah air

3. Kegiatan Inti Pembelajaran · Siswa diminta mengamati gambar atau photo dan bertanya jawab nilai tentang perilaku orang yang merusak lingkungan alam · Guru meminta kelompok mencari berita dari surat kabar, buku, majalah tentang keindahan alam dan peristiwa alam yang sudah dipersiapkan guru · Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dalam kelompoknya, mengapa kita harus bangga bertanah air Indonesia dan mengapa terjadi peristiwa alam. · Guru meminta juru bicara masing-masing kelompok menceritakan temuannya dari buku, majalah, surat kabar kemudian diadakan Tanya jawab. · Guru mengulas dan menjelaskan faktor penyebab dan dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan · Siswa secara berkelompok diminta untuk mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah yang menunjukkan lingkungan sehat dan tidak sehat
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

239

IV. Alat dan Sumber · Buku mata pelajaran: PKn, matematika, pengetahuan alam, bahasa Indonesia, kertakes, Koran, majalah · Gambar seri tentang peristiwa alam · Teks lagu yang relevan VI. Penilaian · Penilaian proses dan akhir pembelajaran · Tes tertulis dan lisan · Pengamatan, tugas-tugas · Portofolio

4. Kegiatan Akhir (Penutup) · Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran · Refleksi tentang proses pembelajaran · Mengajak semua siswa berdoa untuk keselamatan manusia dan alam sekitar

· Kemudian guru meminta siswa menyebutkan ciri atau contoh-contoh lingkungan sehat dan tidak sehat dan menuliskannya pada lembaran tugas · Guru meminta siswa menyebutkan sikap dan perilaku yang biasa dilakukan siswa di rumah dalam kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan alam di sekitar rumah · Semua kelompok menulis karangan pendek dengan huruf sambung tentang keindahan dan kekayaan alam Indonesia · Siswa diminta menyelesaikan latihan soal cerita tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kaitannya dengan peristiwa alam yang pernah didengar atau dilihat

Dengan merujuk pada kurikulum 2004, banyak guru atau kelompok guru yang mengembangkan tema-tema pembelajaran yang mengambil tema utamanya dari mata pelajaran lain (bukan dari mata pelajaran PKn). Tema-tema antarmata pelajaran yang dikembangkan untuk kelas 1 antara lain diri sendiri; keluarga; lingkungan; pengalaman; kegemaran; dan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Anda sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran PKn dapat juga membuat tema yang diambil dari konsep-konsep PKn seperti tertib/disiplin, hak dan kewajiban anak, dan hidp hemat. Dapat juga tema yang sudah ada kemudian dimodifikasi dari konsepkonsep PKn seperti tema ”lingkungan” dimodifikasi jadi ”rukun dalam kemajemukan” (Bhinneka Tunggal Ika), tema ”keluarga” menjadi ”kasih sayang”, dan sebagainya. Tematema PKn tersebut kemudian dipadukan dengan mata pelajaran lain. 240
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Selain dipadukan dengan mata pelajaran lain, Anda dapat membuat jaringan labalaba tersebut dalam intra mata pelajaran PKn. Misalnya tema hak dan kewajiban anak dapat dilihat kewajiban terhadap diri sendiri, hak dan kewajiban di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat. Tema disiplin bisa dilihat dari disiplin diri sendiri, di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tema kasih sayang (kurikulum 2004) bisa dikembangkan melalui jaring laba-laba yang meliputi sikap sayang terhadap diri sendiri (seperti mandi, makan, gosok giri), sayang terhadap anggota keluarga ( ayah, ibu, kakak, adik,) sayang terhadap warga sekolah (guru, teman) dan sayang terhadap masyarakat sekitar (teman, orang lebih tua). Ketika kita mempelajari kegiatan belajar 1 modul ini, telah disinggung bahwa tema dalam pembelajaran tematik memiliki peran antara lain memudahkan siswa memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, dan guru dapat menghemat waktu. Sebagai contoh mari kita lihat dalam kurikulum PKn (2006) kelas III semester 1 terdapat dua standar kompetensi yang salah satunya dirumuskan dalam kalimat ” Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat”. Dari standar kompetensi tersebut dirinci menjadi 3 kompetensi dasar yaitu: 1) mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar; 2) menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat 3) melaksanakan aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat

Ketiga kompetensi dasar tersebut dapat diikat dalam satu tema misalnya ”norma masyarakat”. Dari tema tersebut kemudian dirumuskan anak tema, dan dari anak tema dapat dibuat anak tema lagi. Persoalannya, bagaimana merumuskan anak tema? dalam suatu norma selalu ada muatan langsung atau tidak langsung tentang hak dan kewajiban individu dari norma tersebut. Misalnya aturan tidak boleh merokok, maka ada kewajiban individu untuk tidak merokok dan sekaligus hak individu menikmati udara bersih. Selanjutnya dilihat dari ruang lingkupnya, muatan materi mata pelajaran PKn meliputi antara lain kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga tema di atas dapat dilihat dari bidang-bidang kehidupan tersebut.

Berdasarkan argumentasi tersebut, tema norma masyarakat bisa dibagi menjadi anak tema norma dalam kehidupan politik, kehidupan sosial, kehidupan budaya, dan kehidupan ekonomi. Masing-masing norma bidang kehidupan tersebut meliputi hak dan kewajiban. Jika divisualkan dapat dirumuskan dalam jaringan tema/topik di bawah ini.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

241

Hak

Kewajiban

Kewajiban

Kehidupan Budaya

Kewajiban

Kehidupan ekonomi
Hak

Norma Masyarakat

Kehidupan Politik
Hak

Kehidupan Sosial
Kewajiban

Hak

Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn
Matrik 3 Jaringan tema dalam mata pelajaran PKn

Dari sub-sub tema tema hak dan kewajiban dari setiap bidang dapatdirinci dirinci Dari sub-sub hak dan kewajiban dari setiap bidangkehidupan kehidupan dapat menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam kehidupan menjadi sikap dan perbuatan. Misalnya kewajiban dalam bidang politik dalam masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan pendapat, masyarakat yaitu menghargai pendapat orang lain, menerima perbedaan dan kehidupan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak untuk pendapat, dan sebagainya. Hak bidang politik misalnya hak dihargai pendapatnya, hak menentukan pilihan dalam pemilihan ketua kelas atau ketua kelompok diskusi. Demikian pula dalam bidang lain dapatdalam dirinci seperti dalam bidang politik. untuk untuk menentukan pilihan pemilihan ketua kelas atau ketua Dipersilakan kelompok diskusi. Anda mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Demikian pula dalam bidang lain dapat dirinci seperti dalam bidang politik. Tema di atas merupakan menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib siswa Dipersilakan untuk Anda upaya mengembangkannya sesuai dengan tingkat perkembangan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan anak. masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). Pembentukan Tema di baik atas merupakan merupakan upaya menanamkan sikap dan perilaku disiplin/tertib warga negara yang tujuan dari mata pelajaran PKn.

siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk menggiring siswa menjadi anggota keluarga dan masyarakat, warga sekolah dan warga negara yang baik (Good Citizenship). b. Model Connected Pembentukan warga negara yang baik merupakan tujuan dari mata pelajaran PKn. b. Model Connected

14
242
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

Model connected (berhubungan) dilandasi anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Misalnya butir-butir pembelajaran ideologi Pancasila, hukum, dan ketatanegaraan atau materi tentang hak dan kewajiban, ketertiban, demokrasi dapat dipayungkan pada mata pelajaran PKn. Dalam model ini guru perlu menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajaran secara tematis, karena pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tidak berlangsung secara otomatis. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar di samping ini.

Berdasarkan uraian di atas, maka matrik 3 merupakan contoh model connected dalam mata pelajaran PKn, selain juga merupakan model webbed. c. Model Integrated

Berisi lingkaran-lingkaran yang berkaitan

Model “integrated” merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. Model ini berangkat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi didiplin. Dalam model ini butir-butir pembelajaran perlu ditata sedemikian rupa hingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran berbeda. Oleh karena itu perlu adanya tema sentral dalam pemecahan suatu masalah yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

243

Untuk memantapkan pemahaman dan keterampilan Anda, cobalah kerjakan tugas latihan di bawah ini. 1. Pembelajaran tematik/terpadu berkaitan dengan pengorganisasian materi pemeblajaran. Jelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengembangan materi Pembelajaran? 2. Mengapa model webbed dainggap paling cocok diterapkan di MI kelas rendah? 3. Buat jaring laba-laba tematik antarmata pelajaran MI dengan mengambil tema sentral dari konsep PKn! Agar hasil pekerjaan atau diskusi Anda dapat diketahui tingkat kebenarannya, sekarang cermati rambu-rambu atau pokok-pokok jawaban di bawah ini.

1. Terdapat beberapa cara pengembangan materi pembelajaran diantaranya dengan cara membuat jaringan topik, membuat bagan arus kegiatan, dan mengembangkan jaringan lintas kurikulum. 2. Siswa MI kelas rendah pada umumnya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan, perkembangan fisiknya tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. 3. Mata-mata pelajaran yang ditematikan harus pada kelas dan semester sama, rumuskan tema yang menarik dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Ikuti langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik yang ada pada kegiatan belajar 1 modul ini. Setelah Anda mencocokan hasil diskusi dengan rambu-rambu kunci jawaban di atas, cermati dengan baik rangkuman materi kegiatan belajar 9.2 sebagai berikut.

Rangkuman
Pembelajaran tematis merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Karakteristik model pembelajaran terpadu adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Dilihat dari cara memadukan konsep/ materi, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, terdapat sepuluh model atau cara merencanakan pembelajaran terpadu.

Dari kesepuluh cara tersebut ada beberapa cara atau model yang dapat dan sering digunakan dalam pembelajaran di Sekolah dasar yaitu antara lain webbed, connected, dan integrated. Diantara ketiga model tersebut, yang paling cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah adalah model Webbed. Model “webbed” 244
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

sering disebut jaring laba-laba, adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran. Dalam model webbed, tema dapat dijadikan sebagai pengikat pembelajaran dalam satu mata pelajaran atau antarmata pelajaran.

Dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik ini ada beberapa tahapan kegiatan yang mesti dilakukan guru yaitu tahap perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian. Tahap perencanaan berkaitan dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran terpadu, Sedangkan tahap pelaksanaan merupakan kegiatan guru dalam membelajarkan siswa dengan menggunakan pendekatan, metode, dan pola pembelajaran tertentu yang dapat dipilah menjadi kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Tahap penilaian merupakan kegiatan guru untuk menilai proses dan hasil belajar siswa yang meliputi prosedur, jenis, bentuk, dan alat penilaian

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn]

245

A. Agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa B. Integrated 5. 1. Sama dengan pembelajaran terpadu D.Tes Formatif 2 Setelah selesai menyimak rangkuman di atas. Salah satu model pembelajaran terpadu 2. Dalam kaitannya dengan pembelajaran terpadu. Lebih konkrit dari pembelajaran terpadu C. Di bawah ini merupakan cara pengembangan materi pembelajaran. Connected D. Membuat bagan arus kegiatan C. kerjakan soal-soal ters formatif dengan cara membubuhkan tanda silang (X) pada alternatif jawaban yang paling benar. Memudahkan membuat rencana pembelajaran D. Hal ini merupakan model.. Di bawah ini merupakan model pembelajaran terpadu yang sering digunakan di SD. Mengembangkan silabus yang pleksibel 4.. Memudahkan membuat jaringan indikator 3. Webbed B. Suatu tema tertentu disampaikan melalui beberapa mata pelajaran yang berkaitan erat. maka pembelajaran tematis … A. A. Membuat jaringan topic/tema B. Mengembangkan jaringan lintas kurikulum D. Fragmented 246 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Connected D. Kecuali A. Kecuali . Maksud utama pemaduan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran adalah … A. Lebih luas dari pembelajaran terpadu B. Memudahkan pengorganisasian bahan ajar C. Sequented C. Webbed C. Fragmented B.

langkah pertama yang harus dilakukan adalah… A. kecuali. dan disiplin di masyarakat. kegiatan inti. Antara mata pelajaran lain dengan PKn D. Merumuskan indikator B.. Antara mata pelajaran PKn dengan lingkungan kehidupan siswa B. dan penutup dalam pembelajaran tematik termasuk. disiplin di rumah. A. Membuat jaringan topik B. A.. Tahap perencanaan D. Tahap pelaksanaan 10. Pelaksanaan C.. Jika akan merumuskan tema yang mengikat antarmata pelajaran. Perencanaan B. Manakah kegiatan di bawah ini yang bukan merupakan kewenangan atau tugas guru? A. 8. Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan C.. A. Merumuskan silabus 7..6. Intra mata pelajaran PKn C.. Kegiatan persiapan. Langkah kegiatan persiapan C. disiplin di sekolah. Membuat silabus dan rencana pembelajaran C. Menyiapkan alat pembelajaran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 247 . Antara mata pelajaran PKn dengan IPS 9. pembukaan. Perumusan tema D. Tema ”disiplin” yang dilihat atau dijaringkan dengan disiplin diri sendiri. merupakan jaring laba-laba . Membuat kompetensi dasar D. Penilaian. Membuat jaringan indikator D. Di bawah ini merupakan tahapan kegiatan dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematik. Tahap persiapan B..

terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai sampai benar-benar dikuasai.100 % 80 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan menggunakan rumus di bawah ini. dan barulah Anda diperbolehkan mempelajari kegiatan belajar berikutnya.79 % = --------------------------------------------. cobalah cocokkan jawaban Anda dengan kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini.Setelah Anda mengerjakan soal-soal tes formatif 2 di atas. Anda harus mengulangi kegiatan belajar 2. Tingkat Penguasaan 90 % . Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya. 248 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .X 100 % 10 = Baik Sekali = kurang Jumlah Jawaban yang benar Arti Tingkat Penguasaan: = baik < 70 % = cukup Jika tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas. Namun apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.89 % 70 % ..

6. C 4. 3. 8. C 1. otentik. Piaget Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran integrated Holistik. D 6. B 2. D 5. penilaian Kompenetensi dasar dibuat oleh pusat Masih dalam ruang lingkup kajian PKn Tes Formatif 2 D A D A A B C D C B Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 249 . 2.inti. B 8. aktif adalah karakteristik pembelajaran terpadu Banyaknya mata pelajaran bukan merupakan pertimbangan rasional Tema harus merujuk pada kompetensi dasar Kompetensi dasar dibuat oleh pusat Indikator Merumuskan skenario pembelajaran dalam tematik lebih sulit Tema hendaknya yang menarik dan terjangkau siswa Siswa masih sulit terhadap yang artificial Keterpaduan dalam pembelajaran tematis bertumpu pada tema Melalui pembelaran tepadu kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa Pengembangan silabus merupakan kegiatan dalam merencakan pembejaran Fragmented = terpisah-pisah. B 9. 10. 7. A 3. pembukaan. 9. 5.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 1. sedangkan di SD lebih terpadu Webbed merupakan jaringan tema Sebelum merumuskan tema perlu menetapkan mata pelajaran yang dipadukan Perumusan tema merupakan salah satu langkah dalam perencanaan Pelaksnaan pembelajaran meliputi persiapan. bermakna. 4. B 7. A 10.

250 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI 7 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 251 .

252 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru. Proses pembangunan karakter bangsa (national character building) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas. warga negara pada tahap hipotetis ini perlu ada pengembangan pendidikan demokrasi. membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility) dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). 5. 6 Madrasah Ibtidaiyah. pendidikan kewarganegaraan sebagai salah atau mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Pada hakikatnya proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. 2. maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. 3) dan kelas tinggi (Kelas 4. perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. 5. moral dan cara berperilaku dalam memasuki kehidupan masyarakat demokratis. Mengapa perlu ada bahasan khusus untuk jenjang kelas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civil society). 6) berbeda baik secara fisik maupun psikhis dan kemampuan berpikirnya. nilai. Dalam proses itulah. dianjurkan agar Anda membuka kembali teori perkembangan kognitif dari Piaget dan/atau teori perkembangan moral dari Kohlberg. Oleh karena itu. yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence). Siswa MI khususnya pada jenjang Kelas tinggi perlu diperkenalkan pada konsep. Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 253 . Secara umum. Bahasan khusus tentang desain dan model pembelajaran untuk kelas tinggi yang dimaksud adalah Kelas 4.DESAIN DAN MODEL PEMBELAJARAN PKn MI KELAS TINGGI Pendahuluan Modul ini akan membahas tentang desain dan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas tinggi. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat. dapat dinyatakan bahwa karakteristik anak SD/MI kelas rendah (Kelas 1. Secara singkat. perbedaan inilah yang menjadi latar belakang mengapa perlu ada desain dan model pembelajaran khusus untuk jenjang SD/MI Kelas Tingggi.

dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan menguasai desain dan model pembelajaran PKn SD/MI dengan paradigma baru. memilih dan memecahkan masalah. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3. Bagaimana PKn mengembangkan warga negara yang demokratis melalui tiga fungsi pokoknya itu? Jawabannya akan diuraikan pada kegiatan belajar modul ini. Selain itu. 4. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah dan keterampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia.membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimensi spiritual. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan atau tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. Arah dari paradigma baru PKn dengan model pembelajarannya tak dapat disangkal lagi dipandang dari pemikiran pendekatan pembelajaran yang memfokuskan pada kegiatan belajar siswa aktif (active students’ learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul. 2. membawa siswa mengenal. emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. Model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. menguasai desain dan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas warga negara yang demokratis sangat penting bagi calon guru dan atau guruguru pemula yang sering mengalami kesulitan dalam mendesain dan memilih model pembelajaran yang cocok untuk kompetensi dasar tertentu. apa. Desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi 2. 254 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. konsep. Model pembelajaran PKn dengan paradigma baru memiliki karakteristik sebagai berikut: membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji desain dan model pembelajaran untuk membentuk warga negara yang demokratis sehingga dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: • Mampu mengembangkan desain pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi • Mampu mengembangkan model pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua mahasiswa calon sarjana dan atau calon guru profesional khususnya dalam mempersiapkan dan membelajarkan PKn di kelas MI. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Terapkan prinsip.

diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. baik pendidikan lingkungan persekolahan dan madrasah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 255 . dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga negara. Anda akan diajak untuk merenungkan dan mempertanyakan apakah cara membelajarkan PKn itu sudah sesuai dengan hakekat pembelajaran PKn? Sudahkah hasil belajar itu diserap oleh anak didik sehingga menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya? Lebih jauh lagi apakah hasil belajar itu telah mempribadi? Bagaimana cara medesain dan membelajarkannya? Dan pertanyaan paling penting adalah: Sudahkah kita membelajarkan anak didik dengan cara mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Dalam prinsip pemerintahan demokratis terkandung hak berpartisipasi dari setiap warga negara. pengalaman praktis. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Kita mewarisi pemerintahan demokratis. Hak berpartisipasi ini membebankan tanggung jawab tertentu kepada setiap warga negara. emosional dan sosial. yaitu pemerintahan yang “berasal dari rakyat. dan tanggung jawab untuk berkehendak meningkatkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Di antara tanggung jawab ini adalah tanggung jawab untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berpartisipasi secara cerdas. Menyiapkan warga negara yang memiliki kualitas seperti ini merupakan tugas pokok kependidikan. Anda telah mengenal arah pembelajaran PKn dengan paradigma baru.1 Desain Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada bagian pendahuluan modul ini. rasional. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik? Semua pertanyaan ini hanya perlu dijawab cukup dalam hati saja. seperti hak untuk meningkatkan kesejahteraan umum dan hak untuk melindungi hak azasi manusia. Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif. Meskipun demikian. oleh rakyat dan untuk rakyat”. Bagaimana pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan? Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya Anda sudah paham karena Anda semua adalah kaum pendidik yang sehari-hari menjalankan kegiatan pembelajaran atau calon pendidik yang sedang dipersiapkan.

Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).maupun pendidikan luar sekolah/madrasah. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Standar kompetensi PKn Kelas V: “1. Kemampuan dasar tersebut selanjutnya diuraikan atau dirinci dalam bentuk sejumlah kemampuan yang lebih operasional yang disesuaikan dengan tingkat/jenjang sekolah sejalan dengan tingkat perkembangan para siswa. yakni: - - - - Standar kompetensi kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. Kemampuan diuraikan lagi dalam bentuk butiran standar materi dan kata kunci standar pencapaian. SLTP/MTs. Oleh karena itu. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Kompetensi dasar kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran. Pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Contoh. dan SMA/MA. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian Anda sebagai guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat. Hal terakhir ini merupakan titik yang masih lemah untuk mengantarkan para peserta didik menjadi warga negara yang demokratis. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. sebelum membahas lebih jauh tentang model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio Anda perlu pula mengenali materi pembelajarannya. Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi para guru. Khusus dalam pendidikan madrasah. selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran.” 256 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . PKn memegang peranan yang sangat strategis dalam mempersiapkan dan membina warga negara dengan kualitas seperti tersebut di atas. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang SD/MI. Meskipun demikian. Menimbang dasar pikiran dan tujuan PKn di atas. Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kemampuan. Ada empat isi pokok pendidikan kewarganegaraan.

materi pembelajaran. Standar kompetensi Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi dasar a. dan indikator pembelajaran PKn yang berlaku sesuai dengan ramburambu kurikukum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan paradigma baru. Pertanyaan selanjutnya. Semester 1 No 1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. nilai.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kemudian. Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Makna keutuhan NKRI • Kriteria dan ciri-ciri NKRI yang utuh c. sbb. lebih lanjut dioperasionalkan lagi menjadi substansi materi dan indikator pencapaian.: 1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. bagaimana materi pembelajaran yang bertumpu pada kemampuan dasar tersebut dapat dibelajarkan untuk mencapai tujuan PKn yakni membentuk warga negara yang cerdas. Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia • Kondisi NKRI yang utuh • Perilaku menjaga keutuhan NKRI Demikianlah contoh pengembangan standar kompetensi. dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. secara lengkap sebagai berikut: Kelas V. kompetensi dasar. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 257 . Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia Substansi Materi • Pengertian NKRI • Unsur-unsur NKRI • Batas NKRI Indikator • Menjelaskan pengertian NKRI • Mengidentifikasi unsur-unsur NKRI • Menunjukkan batas NKRI • Menjelaskan makna keutuhan NKRI • Mengidentifikasi kriteria NKRI yang utuh • Mengidentifikasi ciriciri NKRI yang utuh • Menjelaskan kondisi NKRI yang utuh • Memberi contoh perilaku menjaga keutuhan NKRI b.Standar kompetensi yang pertama ini dioperasionalkan dalam bentuk kompetensi dasar. bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta taat pada norma.

Dalam buku Panduan Siswa tentang We the People . Portofolio kelas berisi bahan-bahan seperti pernyataan-pernyataan tertulis.. Apakah portofolio itu? Bagaimana portofolio diterapkan dalam pembelajaran PKn? Untuk menjawab pertanyaan di atas. Selanjutnya Anda akan diajak untuk mengenal model pembelajaran tersebut.Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa model pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaklah dapat mengakomodasi pencapaian tujuan PKn itu sendiri. Sebelum lebih jauh membahas tentang model pembelajaran ini. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio. Proyek Belajar Kewarganegaraan. 3) kebijakan publik yang telah dipilih atau dibuat oleh siswa untuk mengatasi masalah tersebut. lalu diskusikan dengan sesama anggota kelompok tersebut dan jawablah pertanyaan di atas. 4) rencana tindakan yang telah dibuat siswa untuk digunakan dalam mengusahakan agar pemerintah menerima kebijakan yang mereka usulkan. 2) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan alternatif-alternatif pemecahan terhadap masalah tersebut. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. coba Anda bentuk kelompok masing-masing tidak lebih dari empat orang.. grafik. Guru dapat memodifikasi model ini dengan tidak mengubah prinsip-prinsip pokok. peta. Anda perlu menjawab pertanyaan terlebih dahulu tentang portofolio. Namun. portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. 258 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan karya seni asli. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.. photografi.. ialah model pembelajaran yang berbasis portofolio. Bahan-bahan ini menggambarkan: 1) hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih. Kami Bangsa Indonesia . marilah kita bandingkan jawaban Anda dengan uraian berikut ini. Baiklah apabila Anda sudah mencoba dan merumuskan pengertiannya. perlu Anda ingat bahwa model pembelajaran ini perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan siswa bahkan tingkat perkembangan atau jenjang kelasnya. Project Citizen yang diterbitkan oleh CCE (1998) dialihbahasakan oleh Sapriya (2000).

Membuat kebijakan publik. portofolio merupakan karya terpilih kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan. 3. Portofolio harus menjadi akumulasi dari segala sesuatu yang dapat ditemukan para siswa pada topik yang mereka pilih. 4. Pembelajaran ini mengajak para siswa untuk bekerjasama dengan temantemannya di kelas dan. meningkatkan keterampilan. Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. 2. “karya terpilih” merupakan istilah yang sangat penting. yakni kita semua. ⇒ membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektivitas partisipasi. Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Membuat rencana tindakan. 5. serta mencakup pertimbangan terbaiknya tentang bahan-bahan mana yang paling penting. ⇒ mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara. Mengkaji pemecahan masalah. bagaimana cara menentukan tingkat pemerintahan dan lembaga pemerintah manakah yang paling tepat dan layak untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh mereka. Dalam menilai portofolio. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik. Portofolio harus memuat bahan-bahan yang menggambarkan usaha terbaik siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa belajar bagaimana cara mengungkapkan pendapat. dan memperdalam pemahaman siswa tentang bagaimana bangsa Indonesia. dengan bantuan guru serta para relawan. dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Pembelajaran ini akan menambah pengetahuan.Dengan demikian. dan bagaimana cara mempengaruhi penetapan-penetapan kebijakan pada tingkat pemerintahan tersebut. Dalam usaha mencapai tugas-tugas pembelajaran ini ditempuh melalui enam tahap kegiatan sebagai berikut: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 259 . Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara: ⇒ membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif. agar tercapai tugastugas pembelajaran berikut: 1.

Kelompok Portofolio Tiga: Membuat satu kebijakan publik yang akan didukung oleh kelas. Bagaimana kedudukan dari portofolio tersebut? Karya dari keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. d. 260 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 1. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Adapun tugas mereka dapat diuraikan sebagai berikut: a. Bahan-bahan dalam portofolio memuat dokumentasi terbaik yang telah dikumpulkan oleh kelas dan kelompok dalam meneliti masalah. Kelompok portofolio Satu: Menjelaskan Masalah.Tahap I : Mengidentifikasi Masalah Kebijakan Publik Di Masyarakat. Bahan-bahan dalam portofolio itu pun hendaknya memuat bahan-bahan tulis tangan asli dan/atau karya seni asli para siswa. Kelompok ini pun harus menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa lembaga pemerintahan tersebut harus menangani masalah tersebut. Kelompok portofolio satu ini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah dipilih untuk dikaji oleh kelas. Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk memecahkan masalah. Karya tersebut memiliki dua seksi: seksi penayangan dan seksi dokumentasi. Untuk seksi penayangan ini hasil karya (hasil penelitian dan . b. Tahap II : Memilih Satu Masalah Untuk Kajian Kelas Tahap III: Mengumpulkan Informasi Tentang Masalah Yang Akan Dikaji Kelas Tahap IV : Membuat Portofolio Kelas Tahap V: Menyajikan Portofolio Tahap VI: Refleksi Terhadap Pengalaman Belajar Dalam pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Apa saja tugas dari keempat kelompok portofolio tersebut? Setiap kelompok memiliki tugas yang berbeda namun mulai kelompok pertama sampai keempat harus saling terkait (sekuensial) dan merupakan satu kesatuan. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta melakukan justifikasi terhadap kebijakan tersebut. Kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Seksi penayangan. Kelompok Portofolio Dua: Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah. c. Kelompok Portofolio Empat: Membuat suatu rencana tindakan agar pemerintah mau menerima kebijakan kelas.

Bahan-bahan yang termasuk ke dalam seksi dokumen harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Rangkuman berisikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana seriusnya masalah yang ada di masyarakat? 2) Seberapa luas masalah tersebut dirasakan oleh masyarakat? 3) Mengapa masalah ini harus ditangani oleh pemerintah? Haruskah seseorang juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah tersebut? Mengapa? 4) Manakah di antara pernyataan berikut ini yang kalian anggap benar? - Tidak ada hukum atau kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut memadai. 1. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. peta. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja. karya seni asli. tetapi tidak ditegakkan dengan baik. Seksi dokumentasi. Masing-masing dari keempat kelompok harus memilih dari bahan-bahan yang terkumpul. dan sebagainya. Rincian Tugas Setiap Kelompok Portofolio Kelompok Satu: Menjelaskan masalah Kelompok satu bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah pada seksi penayangan dan seksi dokumentasi bagian pertama dari portofolio kelas. Bahan-bahan yang ditayangkan dapat meliputi pernyataan-pernyataan tertulis. atau pada empat kudakuda. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi. 5) Adakah silang pendapat di masyarakat berkenaan dengan masalah tersebut? 6) Siapakah orang. daftar sumber. papan buletin. photo. Seksi penayangan portofolio kelompok satu Bagian ini hendaknya memuat: a. Penjelasan masalah ditulis tidak lebih dari dua halaman dengan ditik dua spasi. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya.pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat-panel. grafik. Rangkuman masalah secara tertulis. 2. kelompok atau organisasi masyarakat yang berpihak pada masalah tersebut? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 261 . - Hukum untuk mengatasi masalah tersebut tidak memadai.

Mengapa mereka menaruh perhatian terhadap masalah tersebut? Bagaimanakah pendirian mereka? Apakah keuntungan dan kerugian dari pendirian tersebut? Bagaimana mereka berusaha mempengaruhi pemerintah agar menerima pandangan-pandangan mereka? 7) Jika ada. tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah tersebut? Apa yang sedang mereka lakukan berkenaan dengan masalah tersebut? . daftar isi. tabel statistik. atau hasil karya asli siswa. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas siswa pada satu atau lebih halaman ketik. kartun politik. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Dokumen dan laporan panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. Misalnya. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. Penyajian masalah dengan grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. 262 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] b. judul surat kabar. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. dan ilustrasi lainnya. Temuan kelompok ini disajikan pada seksi penayangan dan dokumentasi yang kedua dari portofolio kelas.- - - v 2. grafik. photo. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Kelompok Dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah Kelompok dua bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah dan menilai kebijakan saat ini dan/atau kebijakan alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. c. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun yang disalin oleh kelompok. Seksi dokumentasi portofolio kelompok satu Informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan oleh kelas dalam mengkaji dan menjelaskan masalah dimasukkan pada Bagian 1 map jepit kelas. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Siapkan daftar isi untuk seksi ini.

Misalnya. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternatif. c. photo. Penyajian kebijakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. Seksi penayangan portofolio kelompok dua Bagian ini hendaknya memuat: a. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah yang dikaji. atau dapat juga dari karya asli siswa. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 263 . grafik. daftar isi. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Buatkan daftar isi untuk seksi ini.1. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan kelas untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan yang bersifat publik dan swasta. Siswa memilih dua atau tiga kebijakan yang diusulkan oleh perseorangan atau kelompok. Kelompok Portofolio Tiga: Mengusulkan kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah kliping surat kabar dan majalah. tabel statistik. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun hasil salinan yang ditulis oleh kelompok siswa sendiri. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. disertakan rangkuman jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam satu halaman tik dua spasi: 1) Kebijakan apakah yang diusulkan oleh siswa perseorangan atau kelompok? 2) Apakah keuntungan dan kerugian dari kebijakan tersebut? 2. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakankebijakan. kartun politik. Seksi dokumentasi portofolio kelompok dua Dokumentasi bagian 2 dari map jepit kelas memuat lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas dalam mengkaji dan menilai kebijakan-kebijakan saat ini dan kebijakan-kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. siswa dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - - - - - b. Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Untuk setiap kebijakan yang dipilih oleh siswa. judul surat kabar. lukisan.

Kebijakan yang dipilih kelompok ini harus disetujui oleh mayoritas anggota kelas. judul surat kabar. atau dapat juga karya asli kalian. grafik. lembar photocopy informasi terbaik yang telah dikumpulkan dan digunakan kelas kalian dalam mengkaji dan menilai kebijakan saat ini dan alternatif untuk mengatasi masalah. kalian dapat memasukkan bahan-bahan terpilih berupa: - kliping surat kabar dan majalah. Setelah diperoleh kepastian. c. photo. Seksi dokumentasi portofolio kelompok tiga Masukkan ke dalam Bagian 3 dari map jepit kelas. 1. Seksi penayangan portofolio kelompok tiga Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Deskripsikan dalam dua halaman tik dua spasi : 1) kebijakan yang diyakini oleh kelas akan mengatasi masalah 2) keuntungan dan kerugian dari kebijakan kelas? 3) Menurut pandangan kelas. Para siswa perlu bekerja sama dengan seluruh kelas untuk melengkapi bagian portofolio ini. Penyajian ini dapat meliputi peta. maka kelas dapat memilih untuk - - - mendukung salah satu kebijakan alternatif yang diidentifikasi oleh Kelompok Portofolio Dua memodifikasi salah satu kebijakan. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumbersumber cetak. 264 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Penyajian kebijakan yang diusulkan melalui grafik. Identifikasi sumber-sumber informasi. tabel statistik. lukisan. Identifikasi sumber-sumber yang telah digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik 2.Kelompok tiga bertanggung jawab mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah yang dikaji. Siswa kelompok ini hendaknya menjelaskan kebijakan yang dipilih siswa dan alasan siswa mendukungnya. kartun politik. atau membuat kebijakan siswa sendiri. Kebijakan yang diusulkan hendaknya tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. Misalnya. dan ilustrasi lainnya yang berkaitan dengan kebijakan dan masalah yang akan dipecahkan oleh kebijakan tersebut. Penjelasan dan justifikasi tertulis untuk kebijakan yang diusulkan oleh kelompok portofolio. mengapa kebijakan tersebut tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan negara. 4) Tingkat atau lembaga pemerintahan mana yang harus bertanggung jawab untuk menjalankan kebijakan yang kalian usulkan? Mengapa? b. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab.

Seluruh kelas hendaknya terlibat dalam membuat rencana tindakan ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 265 . Jelaskan bagaimana kalian dapat meyakinkan mereka untuk mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Kelompok Portofolio Empat: Membuat rencana tindakan Kelompok kalian bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dari pemerintah terhadap kebijakan yang diusulkan. Pastikan untuk 1) mengidentifikasi individu dan kelompok berpengaruh dalam masyarakat yang mungkin hendak mendukung kebijakan yang kalian usulkan. Pastikan untuk 1) Mengidentifikasi pejabat dan lembaga pemerintah berpengaruh yang mungkin akan mendukung kebijakan kalian. daftar isi. b. Gambarkan secara ringkas bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka. 1. dan petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun salinannya yang ditulis oleh kelompok. 2) mengidentifikasi kelompok di masyarakat yang mungkin menentang kebijakan kalian. laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. Gambarkan dengan singkat bagaimana kalian dapat memperoleh dukungan mereka terhadap kebijakan yang diusulkan. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. Seksi penayangan portofolio kelompok empat Bagian ini hendaknya mencakup hal-hal berikut: a. Deskripsikan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. baik publik maupun swasta. Rencana tindakan ini hendaknya mencakup langkah-langkah yang dapat diambil agar kebijakan yang diusulkan diterima dan dilaksanakan oleh pemerintah. hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan.- - - - Dokumen dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. Penjelasan tertulis tentang bagaimana kelas kalian dapat menumbuhkan dukungan pada individu dan kelompok dalam masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. Gambarkan gagasan-gagasan utama dari rencana kalian pada satu halaman tik dua spasi. tetapi kelompok empat akan menjelaskan rencana tindakan dalam Bagian 4 dari Seksi penayangan dan Bagian 4 dari Seksi dokumentasi portofolio kelas kalian.

Setiap kelompok hendaknya menjaga agar seluruh kelas mengetahui betul kemajuannya dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lainnya sehingga kelas tersebut dapat membuat portofolio terbaiknya. lukisan. kartun politik. Walaupun setiap kelompok mempunyai tugas khusus. 266 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan ilustrasi lainnya. Misalnya. - pernyataan para pejabat pemerintah yang berpengaruh. mereka perlu saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk berbagi pemikiran dan informasi. Ilustrasi dapat saja berasal dari sumber-sumber cetak. Penyajiian rencana tindakan melalui grafik Penyajian ini dapat meliputi peta. - laporan tertulis hasil ulasan radio dan televisi tentang masalah. grafik. - hasil komunikasi dengan kelompok kepentingan. Kelompok-kelompok portofolio hendaknya bekerjasama sejak mereka memutuskan item-item khusus apa yang harus termasuk dalam seksi tayangan dan seksi dokumentasi portofolio. dan satu halaman rangkuman dari dokumen itu sendiri maupun dari salinan yang ditulis oleh kelompok. c. Siapkan daftar isi untuk seksi ini. - laporan tertulis hasil wawancara dengan anggota masyarakat. dan - petikan dari sejumlah publikasi pemerintah. Seksi dokumentasi portofolio kelompok empat Masukkan ke dalam Bagian 4 dari map jepit kelas lembar photocopy informasi terbaik yang dikumpulkan dan digunakan oleh kelas kalian dalam pengembangan rencana tindakan kalian. - kliping surat kabar dan majalah. Dokumentasi dan laporan yang panjang hendaknya diwakili oleh lembar photocopy halaman judul. 2) mengidentifikasi orang-orang dalam pemerintah yang mungkin menentang kebijakan kalian. Kerja sama ini akan menghindarkan penayangan ulang informasi yang sama dan menjamin peliputan bukti-bukti yang terbaik. Setiap ilustrasi hendaknya memiliki judul halaman atau bab. tabel statistik. kalian dapat memasukkan sebagai dokumentasi bahanbahan terpilih berupa: - pernyataan dari orang-orang atau kelompok berpengaruh. photo. Identifikasi sumber-sumber informasi Identifikasi sumber-sumber yang digunakan oleh kelas kalian untuk mengumpulkan informasi pada satu atau lebih halaman ketik. judul surat kabar.2. d. baik publik maupun swasta. atau dapat juga berupa karya asli kalian sendiri. daftar isi.

Apakah siswa mendokumentasikan gagasan-gagasan utama pada seksi portofolionya? Apakah siswa menggunakan sumber-sumber yang sahih. Apakah portofolio siswa tersusun dengan baik? Apakah portofolio siswa ditulis dengan jelas.4): • Kelengkapan Apakah setiap seksi memuat bahan-bahan yang diuraikan pada deskripsi tugas setiap kelompok di atas? Apakah para siswa memasukkan bahan-bahan lebih dari yang diperlukan? • Kejelasan. Apakah siswa memasukkan Format Pendapat Kekonstitusionalan? Apakah siswa menjelaskan mengapa kebijakan yang diusulkan oleh mereka tidak melanggar Konstitusi? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 267 . apakah mereka menghargainya pada setiap kutipan? Apakah dokumentasi siswa berkaitan dengan tayangan? Apakah siswa memilih sumber-sumber informasi terbaik dan terpenting? • Kekonstitusionalan. Apakah grafik siswa berkaitan secara khusus dengan isi dari seksi portofolionya? Apakah grafik siswa memberikan informasi? Apakah masing-masing grafik memiliki judul? Apakah grafik siswa membantu untuk memahami tayangannya? • Dokumentasi. digunakan kriteria berikut. Untuk menilai portofolio. dan portofolio keseluruhan (kelas). Kriteria untuk menilai portofolio kelompok (1 . dan variatif? Jika siswa mengutip atau menyadur sumber informasi. terpercaya. yaitu portofolio masing-masing dari keempat kelompok portofolio. menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar? Apakah gagasangagasan utama dan argumen-argumen di dalamnya mudah dipahami? • Informasi Apakah informasinya akurat? Apakah informasinya memuat fakta-fakta utama dan konsep-konsep penting? Apakah informasi yang kalian masukkan penting untuk memahami topik kajian? • Dukungan Apakah siswa memberikan contoh-contoh untuk menjelaskan atau mendukung gagasan-gagasan utama? Apakah siswa memberikan penjelasan mendalam untuk gagasan-gagasan utama tersebut? • Grafik.Penilaian portofolio dilakukan terhadap dua hal.

Namun untuk penerapan di sekolah dasar. Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam 268 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (3) Substansi materi. Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. emosional dan sosial. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. (4) Indikator pencapaian sebagai kriteria keberhasilan pencapaian kompetensi. ada empat komponen yang perlu dikembangkan. rasional. (2) kompetensi dasar. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio (Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut. Dalam mengembangkan desain pembelajaran PKn. Masalah kelas hendaknya masalah yang dipilih sendiri oleh siswa. yakni: (1) Standar kompetensi. disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak usia sekolah dasar. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. serta mengembangkan anak didik berpartisipasi sebagi warga negara (civic participation) guna menopang tumbuh dan berkembangnya warga negara yang baik.Demikianlah model pembelajaran PKn yang berbasis portofolio. yakni bekal pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Oleh karena itu. PKn dengan paradigma baru bertumpu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar kewarganegaraan (civic competence) untuk semua jenjang. ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran PKn di kelas. guru perlu melakukan proses penyederhanaan lagi. Rangkuman Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence) dalam dimensi spiritual. Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. mengembangkan tanggung jawab warga negara (civic responsibility). Demikian pula dalam proses identifikasi dan pemilihan masalah. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. hal-hal yang telah dipelajari siswa berkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.

(2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumber berkenaan dengan masalah yang dikaji. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 269 .proses politik. Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio meliputi: (1) Mengidentifikasi masalah yang akan dikaji. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. (4) Membuat kebijakan publik. (3) Mengkaji pemecahan masalah. (5) Membuat rencana tindakan.

Standar materi kewarganegaraan D. pemikiran dan sikap B.Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kumpulan pekerjaan karyawan sekolah D. dan sosial 3. sikap. Standar pencapaian 5. 4. Rambu-rambu umum pembelajaran . 1. Spiritual. pemikiran dan emosional C. intelektual. kecuali: A. rasional. Pemecahan masalah warga negara 2. Kecerdasan warga negara B. Partisipasi warga negara D. Rasional. Spiritual. Portofolio dalam proses pembelajaran PKn di kelas pada hakekatnya merupakan: A. intelektual. kumpulan informasi yang tersusun dengan baik B. kumpulan pekerjaan guru untuk siswa C. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan B. Standar materi kewarganegaraan C. Proses pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya berorientasi pada pengembangan tiga kemampuan berikut ini. Afektif. Tanggung jawab warga negara C. Penjabaran materi pembelajaran PKn dengan paradigma baru yang paling operasional terdapat pada kolom: A. Kemampuan dasar B. Kemampuan C. kumpulan pekerjaan kepala sekolah 270 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Karakteristik yang menjadi kriteria dalam proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan paradigma baru dapat dilihat pada: A. Kecerdasan warga negara yang perlu dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran PKn dengan paradigma baru hendaknya meliputi aspek: A. emosional. emosional dan sosial D. Indikator pencapaian D.

memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaran C. dukungan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 271 . Langkah-langkah pembelajaran PKn yang berbasis portofolio diakhiri dengan: A. beragam dilihat dari segi keilmuan D. mengkaj pemecahan masalah C. mengembangkan pemahaman partisipasi warga negara 8. membuat kebijakan publik 9. membekali pengetahuan dan ketrampilan untuk berpartisipasi aktif B. bernilai seni tinggi 7. grafik. kelengkapan B. photografi yang: A. mengumpulkan dan menilai informasi B. estetika D. Untuk menilai portofolio yang dibuat oleh siswa. kejelasan C. kecuali: A. juri dapat melihat portofolio dari sudut … kecuali: A. Proses pembelajaran PKn yang berbasis portofolio bertujuan membina komitmen siswa terhadap kewarganegaraannya dengan cara. membekali pengalaman praktis untukmengembangkan kompetisi D. mengandung informasi yang terkait dengan masalah C. peta. menjelaskan masalah B. Bentuk portofolio dalam pembelajaran PKn dapat berupa pernyataan tertulis. Kelompok I (Satu) siswa dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio memiliki tugas: A. membuat rencana tindakan D.6. menarik secara estetika B. menilai kebijakan alternatif C. membuat kebijakan publik D. membuat rencana tindakan 10.

kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. 272 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. terutama bagian yang belum Anda kuasai.x 100 % Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % .

Bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran HAM untuk siswa MI? Sedikitnya. Selain Undang-Undang No. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. Pada kegiatan belajar ini proses pembelajaran akan ditekankan pada perumusan dan pemilihan materi dan sekilas tentang langkah-langkah pembelajarannya. Materi HAM penuh dengan nilai dan moral yang perlu diperkenalkan kepada para siswa sejak dini khususnya di jenjang MI.39/1999 tentang HAM yang berlaku di Indonesia. maka pada kegiatan belajar ini. Tekanan pada materi dalam kegiatan pembelajaran dilakukan mengingat materi pembelajaran HAM sangat luas dan meliputi dimensi yang perlu pertimbangan psikologis atau perkembangan jiwa anak. terdapat pula sejumlah konvensi yang perlu pula Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 273 . Tema ini dipandang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sistem pemerintahan demokratis karena kehidupan berdemokrasi hampir tidak dapat terpisahkan dengan prinsip-prinsip HAM. khususnya dalam pembelajaran HAM dalam PKn. Berikut ini Anda akan diajak untuk mengkaji model pembelajaran PKn yang lain dengan fokus pada pembelajaran tentang hak asasi manusia (HAM). dan merencanakan evaluasi. menetapkan metode. merumuskan materi pelajaran. Anda akan diajak untuk mengenal dan berlatih dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran HAM dalam PKn. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. Anda telah mengenal cara mendesain pembelajaran PKn dengan model pembelajaran PKn berbasis portofolio.2 Model Pembelajaran PKn MI Kelas Tinggi Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. Hak asasi yang dimiliki manusia sebagaimana yang tertuang dalam berbagai konvensi dan peraturan perundangan ditujukan kepada kelompok atau perorangan tertentu. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman. yakni menetapkan tujuan. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengajarkan konsep HAM itu kepada para anak didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI)? Sebenarnya. Keterampilan ini sangat penting baik bagi mahasiswa guru maupun calon guru MI. Untuk kepentingan pembelajaran di kelas.

39/1999 tentang HAM. bagian kesepuluh tentang Hak Anak. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. tidak Manusiawi. Didasarkan atas hal tersebut. Sosial. Terdiri atas 54 pasal. sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. antara lain: Bagaimana menyusun materi HAM untuk kepentingan pembelajaran? 274 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Selain pertimbangan hal tersebut.39/1999 Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia. dan budaya sekaligus. Saat ini. (3) semangat yang universal. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang kejam. maka untuk satuan pendidikan di tingkat SD/MI pembelajaran hak-hak seyogianya ditekankan pada berbagai hak yang termaktub dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA). Konvensi Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. Materi pembelajaran tentang HAM dapat dipilih dari dokumen undang-undang atau konvensi dalam bentuk tema atau topik. sosial. rujukan lain yang perlu diperhatikan ialah: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. KHA merupakan instrumen internasional di bidang HAM dengan cakupan hak yang paling komprehensif. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. dan Budaya. KHA hingga saat ini dikenal sebagai satu-satunya konvensi di bidang HAM yang mencakupi hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi. Berikut ini adalah pemetaan dari sejumlah konsep HAM untuk SD/MI yang menekankan keseimbangan antara pribadi dan negara maupun kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. Bagaimana mempersiapkan materi HAM tersebut untuk kepentingan pembelajaran? Hendarman (2000) menyatakan bahwa apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah. seperti Kovenan Intenasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. maka untuk menentukan penjenjangan dimaksud. dan Konvensi Hak-hak Anak. dan Merendahkan Martabat Manusia. dan dapat diklarifikasi serta dipertimbangkan sebagai bahan materi pembelajaran. Berikut ini adalah tema-tema yang diambil dari dokumen Undang-Undang HAM No.disosialisasikan kepada para siswa. Konvensi Hak Anak tersebut telah diakomodasi dalam UU N0.

yakni nilai keadilan dalam standar isi SD/MI Kelas VI semester 1. Pertama. menyadari adanya peristiwa yang kontroversial yang selanjutnya menjadi masalah yang harus dipecahkan Kedua.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari. sbb. Memecahkan masalah Kelima. Guru dapat menerapkan tentang isi materi HAM di atas dalam substansi kajian/kompetensi dasar tentang salah satu nilai juang. ialah kompetensi dasar 1. maka masalah dapat dirumuskan kembali dan inkuiri Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 275 . Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Model pembelajaran kedua disebut proses inkuiri menurut Welton & Mallan (1988) memiliki langkah-langkah sbb. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui Ketiga. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari Keempat.Ø Hak mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin Ø Hak mendapat pelayanan yang sama Ø Hak dipelihara orang tua dan mengetahui orang tua Ø Hak mendapat kewarganegaraan Ø Hak mendapat perlakuan yang adil Ø Hak mendapat perlindungan terhadap rahasia pribadi Ø Hak mendapat kesempatan untuk berbicara Ø Hak diperlakukan baik terhadap sesama Ø Hak mendapat perlindungan dari pekerjaan yang membahayakan dirinya Ø Hak mendapat pelayanan kesehatan Ø Hak mendapat pendidikan Apabila dikaji.: Pertama. Merumuskan tujuan Kedua. Menguji hipotesis sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh a. Apabila hipotesis ditolak. Suatu model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. isi dari hak-hak anak di atas banyak yang berkaitan dengan nilai persamaan dan keadilan. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. terutama untuk item 1–5. Mengidentifikasi hipotesis (berupa penjelasan atau jawaban tentatif) Ketiga.

Mengumpulkan bukti yang dapat digunakan untuk menguji akurasi simpulan atau penjelasan. tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan modifikasi disesuaikan dengan Standar Isi (SI) atau Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar (SKKD) yang ada dalam kurikulum formal (Intended Curriculum) bahkan yang penting lagi hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa dan lingkungan belajarnya. Meskipun demikian. 1996) memiliki langkah-langkah sbb. Memodifikasi hipotesis menjadi simpulan sementara sampai data secara lengkap terkumpul. Ketiga. coba Anda rundingkan dan diskusikan untuk membuat suatu model pembelajaran inkuiri disesuaikan dengan kompetensi yang ada dalam Standar Isi! Anda secara bebas boleh memodifikasi model pembelajaran inkuiri. Kelima. apabila Anda telah mendiskusikannya. b. Kelima. Mengajukan kemungkinan simpulan atau penjelasan. Kedua. Mengembangkan simpulan yang didukung oleh bukti yang tepat. Menguji simpulan atau penjelasan berdasarkan bukti yang ada. Keempat.kembali ke langkah yang kedua. Menggambarkan krakteristik masalah atau situasi yang penting. terutama sosial budaya setempat (Hidden Curriculum). Menguji simpulan sementara (apakah telah menjelaskan peristiwa yang kontroversial?) Model ketiga pembelajaran inkuiri disebut juga inkuiri dasar sebagaimana disarankan oleh Dewey (Armstrong. Baiklah. Menurut Armstrong (1996). Pertama. Sebagai latihan. demikian pula kompetensi yang dipilih sepanjang berkaitan dengan materi HAM. mari kita lihat dan bandingkan hasil pekerjaan kelompok Anda dengan uraian di bawah ini. 276 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Apabila hipotesis diterima maka inkuri dapat dilanjutkan ke langkah keempat Keempat. model di atas dapat digunakan oleh guru untuk pembelajaran inkuiri pada semua kelas di jenjang SD/MI.

Kata-kata kunci: Ø Keadilan korektif Ø Keadilan distributif Ø Keadilan prosedural Memecahkan masalah: Dapatkah Anda mengidentifikasi tiga jenis keadilan dalam cerita dibawah ini? Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 277 .3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari Dalam SKKD di atas. Semester 1 Stándar Kompetensi 1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Kompetensi Dasar 1. Dalam pelajaran ini Anda akan belajar betapa pentingnya pembagian konsep keadilan dalam memandang suatu masalah. Setelah Anda menyelesaikan proses pembelajaran.Kelas VI.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Keadilan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. salah satu nilai yang perlu diteladani adalah nilai “Keadilan” Kelas : 5 . Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menjelaskan bagaimana mengidentifikasi beberapa konsep keadilan yang berbeda itu? Apa saja tiga jenis keadilan itu? Tujuan pembelajaran: Dalam pembelajaran ini Anda akan mengkaji dan mendiskusikan tiga jenis masalah keadilan. Semester 1 Apakah keadilan itu? Keadilan mempunyai pengertian yang beragam. keadilan korektif. Kalian juga hendaknya dapat menjelaskan mengapa penting membagi masalah keadilan ke dalam kelompok yang berbeda. Anda diharapkan dapat mengidentifikasi dan memberikan contoh untuk setiap jenis masalah.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. dan keadilan prosedural. Pembedaan ini perlu dilakukan karena Anda akan menggunakan konsep pemikiran (perangkat pemikiran) dan masalah yang secara konseptual memiliki pengertian berbeda. Ada tiga masalah keadilan ialah keadilan distributif.

“Burhan nampaknya tidak tahu bagaimana prosedur menghukum seorang yang melakukan kejahatan”. Kemudian ia membuat pengumunan: Dibutuhkan Seorang Sekretaris Wanita. Burhan melakukan hal tersebut secara terus menerus dan cukup lama hingga orang tersebut pingsan. Banyak orang mengomentari: “Hanya wanita?” “Kami juga dapat melakukan pekerjaan sekretaris”. Burhan bertindak sebagai hakim yang memutuskan perkara. Banyak warga masyarakat di kota itu berkomentar bahwa tindakan Kapolsek Burhan. Burhan menangkap serang anak laki-laki berusia 10 tahun karena mencuri permen (gula-gula). ia sangat membutuhkan seorang sekretaris. Suatu ketika. Saat itu. Burhan harus menemukan dan membuktikan siapa pelaku penjambretan di kereta api. tidak adil karena Burhan tidak memberi kesempatan kepada warga masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki untuk mendaftar sebagai sekretaris. Setelah Anda selesai membaca cerita ini.00 (Lima Juta Rupiah) karena ia berjanji tidak akan melakukan lagi perbuatan itu. Inilah beberapa cuplikan pertanggungjawabannya ketika ia menyerahkan perkara kepada Jaksa. lima saksi yang saya tanya. “Saya tidak ingin sekretaris laki-laki di ruangan ini. Jaksa: Sersan. kata sekelompok pria. warga kota berkomentar. Tidak ada Kantor Pengadilan di kota kecamatan untuk memutuskan perkara bagi orang yang melanggar hukum. Perempuan bekerja lebih baik daripada laki-laki”. jarak antar kota kecil cukup jauh. Burhan menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada anak itu dan memasukkannya ke penjara LP dewasa. Burhan menjawab. bekerjalah dengan teman Anda. Pada saat itu.Kisah ini menceriterakan tentang seseorang yang tinggal di suatu kota kecamatan. Burhan Belajar Berlaku Adil Burhan adalah seorang Kepala Polisi di kota Sukamaju. tambahnya. Ketika tidak ada lembaga pengadilan di kota kecamatan. duduk di kursi dan ibu jari kakinya digencet oleh kaki kursi yang didudukinya agar ia mengaku sebagai pelaku pemjambretan. Mengapa Anda menangkap orang 278 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Sekali waktu. sebuah kota kecamatan di sekitar Jabotabek. Burhan pun tidak adil dalam membuat keputusan. ternyata mengatakan bahwa orang ini tidak ada di tempat ketika terjadinya peristiwa pencopetan. kemudian kaji dan jawablah pertanyaan di bawahnya. Burhan menangkap seseorang lalu mengikat dua lengannya ke belakang. Burhan menghukum denda perampok bank sebesar Rp 5. “ Kami cukup profesional”. Tujuan cerita adalah membantu Anda belajar mengidentifikasi tiga jenis masalah keadilan. Warga masyarakat berkomentar kepada Sersan Burhan: “ Kamu tidak adil”.000. Pada saat proses pemeriksaan.000. Ketika Burhan menjadi anggota KaPolsek ia membuat suatu kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Cerita ini berjudul Burhan Belajar Berlaku Adil.

Burhan menjawab. “Ya. • menonton program di televisi • bermain olah raga dalam suatu tim • memperoleh nilai di kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 279 . Bagaimana masalah keadilan distributif terjadi dalam situasi berikut ini.” Pimpinan kepolisian kota memulai pembicaraannya. Saya ingin menjadi polisi yang paling adil di wilayah ini”. kita menyebut hal ini sebagai masalah keadilan distributif. Namun kamu harus belajar bagaimana bertindak adil.ini? Burhan: Karena ia seperti seorang kriminal. “Burhan. Selanjutnya Burhan memutuskan untuk belajar apa arti keadilan itu. “Saya bukanlah orang yang sempurna”. Burhan memiliki masalah keadilan ketika ia mengumumkan bahwa hanya perempuan yang boleh mendaftar menjadi sekretaris. Pertama. misalnya dalam memberi kesempatan kepada warga masyarakat. Saya akan mengubah sikap. Jaksa: Wah. Pak Burhan”. Masalah-masalah manakah yang merupakan: • cara yang adil dalam mendistribusikan sesuatu kepada orang lain? • cara yang adil untuk memperbaiki kesalahan? • cara yang adil untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan? Perhatikan: Apakah tiga jenis masalah keadilan? Dalam cerita Burhan Belajar Bertindak Adil. ini tidak adil. Aparat hukum dari pihak kepolisian. “Tidak mudah membuat keputusan ini. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini! Apa tindakan Burhan yang dianggap tidak adil? Mengapa tidak adil? Kajilah perbuatan-perbuatan Burhan yang tidak adil. Mereka memanggil Burhan dalam pertemuan itu dan memintanya duduk di hadapan aparat hukum. Anda harus belajar bertindak adil. kami menyayangimu.. Ketika ada masalah dalam mendistribusikan sesuatu. kalian melihat ada tiga jenis masalah keadilan. warga masyarakat setuju. kejaksaan dan pengadilan mengadakan pertemuan untuk memecahkan masalah ini.

Apabila ada masalah tentang cara-cara ketidakadilan untuk memperoleh informasi dan cara-cara dalam membuat keputusan. putuskan apakah setiap situasi menimbulkan suatu masalah keadilan distributif. 2. 3. Pertama. Seseorang yang merusak milik orang lain 4. Bagaimana kemungkinan masalah keadilan prosedural terjadi dalam situasi berikut ini: 1. Seseorang yang ingkar janji 2. 4. Hakim memutuskan apakah seseorang bersalah/melakukan kejahatan Bagaimana memecahkan masalah-masalah berikut ini? Dapatkah mengidentifikasi contoh-contoh dari tiga jenis masalah keadilan berikut ini? Bekerjalah dengan teman. Seseorang melukai orang lain Dalam ceritera di atas. Burhan pun punya masalah ketika menangkap seseorang karena ia berpendapat bahwa orang yang ditangkap itu mirip seperti wajah kriminal (penjahat). Bagaimana kemungkinan masalah keadilan korektif ini terjadi dalam situasi berikut ini: 1. maka kita menyebutnya masalah keadilan prosedural. Kelas mencoba memutuskan permainan apakah yang akan dilakukan ketika istirahat. Ketika ada masalah keadilan tentang sesuatu untuk memperbaiki kesalahan. Guru berusaha mencari siapa yang memulai perkelahian di tempat bermain. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menggencet ibu jari kaki tersangka oleh kaki kursi yang didudukinya untuk memperoleh informasi atau pengakuan bahwa orang tersebut telah mencopet di kereta api. atau prosedural? Kemudian. Burhan pun punya masalah dengan tindakan yang tidak adil ketika ia menjebloskan anak usia 10 tahun yang mencuri permen (gula-gula) ke dalam penjara orang dewasa.• pembayaran gaji/upah kerja • hak memilih Dalam ceritera di atas. jawablah pertanyaan berikut ini: 280 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka masalah tersebut dinamakan masalah keadilan korektif. Polisi berusaha menemukan siapa pelaku yang memecahkan jendela. Seorang siswa yang menyontek ketika ujian 3. korektif.

Keadilan: ………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………. Ada 20 siswa yang ingin menggunakan spidol tersebut.. Alasan: …………………………………………………………………. Latihan 4: Kelas kalian harus memutuskan berapa rupiah setiap siswa harus membayar iuran berdarma wisata. Alasan: …………………………………………………………………... Latihan 2: Seorang siswa di kelas kalian menyontek pada waktu ujian. Alasan: …………………………………………………………………. Keadilan: ………………………………………………………………. Latihan 3: Kepala sekolah ingin tahu siapa yang mencorat-coret ruang istirahat. Alasan: …………………………………………………………………..Latihan 1: Kelas kalian memiliki 12 spidol berwarna. Latihan 5: Latihan 6: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 281 . Keadilan: ……………………………………………………………….

282 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan keadilan prosedural. dan prosedural? Mengapa? B. Kalian dapat bekerjasama dengan teman sekelas. Apakah mungkin masalah/situasi di atas terjadi di sekolah kalian? Mengapa masalah keadilan dibagi menjadi tiga kelompok? Kalian telah belajar bahwa kita telah membagi masalah keadilan atas tiga kelompok: keadilan distributif. Keadilan: ……………………………………………………………….Selama bermain waktu istirakat. Gunakan kemampuan kalian untuk menjawab pertanyaan/masalah di bawah ini! A. b. model inkuiri untuk siswa sekolah dasar pada kelas yang lebih rendah. Anda dapat membuat secara lebih kreatif lagi untuk menerapkan model di atas. Tulislah laporan tentang isu-isu yang diungkapkan dalam cerita dan bagaimana solusinya. situasi dan tingkat perkembangan para siswa di sekolah dasar. Kalian akan belajar bagaimana menggunakan tiga jenis keadilan tersebut dalam tugas pekerjaan rumah berikut ini. Tentu saja. Coba kalian terapkan pengetahuanmu tentang keadilan pada proyek berikut ini. langkah-langkah inkuiri akan lebih sederhana lagi. kelas kalian memecahkan jendela sekolah.. Apakah masalah dalam setiap situasi yang digambarkan di atas mengandung jenis keadilan distributif. keadilan korektif. Kalian dapat bertukar informasi/pikiran dan bekerjasama dengan teman sekelas. d. Demikianlah sebuah model pembelajaran tentang hak asasi manusia yang difokuskan pada suatu kompetensi dengan tema keadilan. Sesuaikan model inkuiri tersebut dengan kondisi. Kemudian identifikasi tiga jenis masalah keadilan yang dilaporkan. maka kalian akan menentukan keadilan manakah yang tepat digunakan. jenis masalah keadilan manakah yang sedang dipikirkan agar ketika kalian dihadapkan dengan masalah keadilan. Mungkinkah sesuatu yang adil dilakukan dalam setiap situasi di atas? C. korektif. Dengarkan acara/program/siaran berita pada televisi atau radio. c. Tulislah suatu syair lagu tentang bagaimana masalah keadilan dalam kehidupan kalian dipecahkan. Kalian dapat membuat gambar secara bersamasama dengan teman kalian. a. Alasan: …………………………………………………………………. Buatlah gambar/lukisan tentang situasi dalam kehidupan kalian yang menunjukkan suatu masalah tentang keadilan. Penting pula disadari. Bacalah cerita singkat dari buku perpustakaan yang berkaitan dengan keadilan.

Banyak model langkah-langkah pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan inkuri dalam proses pembelajaran HAM. Ketiga. menetapkan metode dan evaluasi. guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri yang sederhana disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan siswa di sekolah dasar. merumuskan materi pelajaran. Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui. Untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran ini. Menerapkan kemampuan yang telah dikuasai Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran. dan Kelima. yakni menetapkan tujuan. Kedua. Merumuskan tujuan. Menyajikan ide-ide yang perlu dipelajari. Memecahkan masalah. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 283 . sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang diajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termasuk utamanya memperhatikan tingkat usia dan perkembangan anak. dan (4) kepekaan terhadap sesama dan lingkungan. Keempat. Materi hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai konvensi dan peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan perlunya materi atau konsep-konsep HAM diajarkan di sekolah.Rangkuman Ada empat hal yang harus dipersiapkan untuk mengadakan proses pembelajaran. antara lain: Pertama. (2) kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia. guru dapat memodifikasi konten HAM dalam kompetensi yang dapat dipilih dari Standar Isi. Rujukan yang dapat digunakan untuk menentukan materi pembelajaran mengacu pada pertimbangan: (1) terjadinya keseimbangan antara pribadi dan negara. (3) semangat yang universal.

Materi pelajaran tidak tumpang tindih D. Karakteristik siswa B. Menyusun materi pembelajaran HAM untuk siswa hendaknya diseleksi disesuaikan dengan . Materi pelajaran ada kesamaan antar jenjang 3. Merumuskan materi pelajaran D. kompetensi dasar dalam Standar Isi D. tingkat perkembangan pengetahuan siswa B. Melaksanakan evaluasi akhir 2. Pertanyaan/rumusan masalah yang merangsang D. persoalan aktual di masyarakat C. Materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa C. Materi pelajarannya mudah diserap B. 1..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Guru memberi jawaban setiap pertanyaan yang diajukan 4. Syarat awal dan utama menyelenggarakan model pembelajaran inkuiri yang punya peluang mencapai keberhasilan adalah: A. Materi mudah diserap oleh siswa dan guru B. Metode pembelajaran D. Merumuskan tujuan B. Untuk mengadakan proses pembelajaran. Pertimbangan pertama guru untuk menyajikan pembelajaran HAM adalah: A. rencana pembelajaran guru lain 284 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kecuali: A... Sikap guru yang serius dan tegas C. Merancang langkah-langkah metode C. Model evaluasi 5. Melakukan penjenjangan materi HAM untuk pembelajaran di sekolah dimaksudkan agar: A. Materi HAM C. guru perlu mempersiapkan hal-hal berikut… kecuali: A.

agar siswa dapat memecahkan masalah D. tugas guru adalah: A. perumusan masalah B. memecahkan masalah D. mengemukakan masalah pokok C. agar siswa menyadari permasalahan B. Salah satu tujuan pembelajaran inkuiri adalah melatih kemampuan siswa berpikir kritis khususnya dalam: A. membedakan antara fakta dan pendapat D. latihan berpikir C. latihan berargumen B. latihan menghafal konsep 10. agar siswa punya minat belajar 9. menggali informasi D. mengajukan pertanyaan B. agar siswa mengetahui target hasil belajar C. Perumusan tujuan dalam model pembelajaran inkuiri tentang cerita “Burhan Belajar Berlaku Adil” dimaksudkan untuk: A. mendapat imbalan materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 285 . menarik kesimpulan 7. penyajian data C. membuat kesimpulan 8. Langkah pertama model pembelajaran inkuiri menurut para ahli ada kesamaan ialah: A. grafik. latihan menemukan masalah D. atau informasi lainnya. merumuskan generalisasi C.6. melaporkan data secara akurat B. Setelah menyajikan masalah dalam bentuk cerita atau penyajian gambar. Analisis masalah dilakukan oleh siswa sebagai pemeran utama dengan maksud agar siswa dapat melakukan… kecuali: A.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.100 % = baik sekali 80 % .x 100 % 90 % . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 286 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terutama bagian yang belum Anda kuasai.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

C 3. B 8. D 10. C 1. A 6. rasional. A 9. B 3. D 2. D 2. dan sosial rambu-rambu umum pembelajaran Standar pencapaian Kumpulan informasi yang disusun dengan baik mengandung informasi yang terkait dengan masalah memberikan doktrin dalam hidup berkewarganegaraan membuat rencana tindakan menjelaskan masalah estetika melakukan evaluasi akhir materi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa pertanyaan/masalah yang merangsang karakteristik siswa rencana pembelajaran guru lain perumusan masalah agar siswa mengetahui target hasil belajar mengajukan pertanyaan latihan menghafal konsep membedakan antara fakta dan pendapat Tes Formatif 2 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 287 .KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C pemecahan masalah warganegara spiritual. A 5. C 4. D 6. D 5. B 7. emosional. A 10. A 7. D 4. C 9. B 8.

288 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn 8 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 289 .

290 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

tentu Anda telah mengenal sejumlah konsep. dengan memahami dan menguasai materi ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam menentukan. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 291 . Dengan memahami materi penilaian pembelajaran PKn yang akan diuraikan dalam modul ini. Oleh karena itu. dan alat penilaian serta cara mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran PKn. Menjelaskan prinsip penilaian pembelajaran PKn 3. hakikat. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan atas prinsip-prinsip penilaian.PENILAIAN PEMBELAJARAN PKn PENDAHULUAN Modul tentang penilaian pembelajaran PKn ini merupakan bagian atau kelanjutan dari materi modul pembelajaran PKn untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam menentukan. Pada modul sebelumnya. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan menerapkan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKn. 1. Memahami Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. memilih dan mempertimbangkan jenis. bentuk. mempertimbangkan. prinsip-prinsip penilaian. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut. dan pengembangan instrumen penilaian. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji standar penilaian. diharapkan Anda sebagai calon guru atau guru Madrasah Ibtidaiyah mampu melakukan penilaian dalam proses pembelajaran PKn secara benar sesuai dengan tuntutan standar penilaian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaran dan Kepribadian. prinsip pembelajaran PKn yang seyogianya dilaksanakan oleh guru kelas di jenjang MI. memilih.

Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. Terapkan prinsip. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. 5. Standar Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 2. 4. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam melaksanakan penilaian maka Anda layak menjadi guru profesional dalam pembelajaran PKn. Pengembangan instrumen penilaian pembelajaran PKn Agar semua harapan di atas dapat terwujud. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 292 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . 2. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan melaksanakan penilaian dalam pembelajaran PKn. konsep.dan melaksanakan penilaian pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Lebih jauh lagi. 1. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Prinsip penilaian pembelajaran 3. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3.

Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk sejumlah kelompok mata pelajaran.1 Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Pada kegiatan belajar dalam modul sebelumnya. Oleh karena itu. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Anda akan diajak untuk mengkaji standar penilaian kelompok mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan setelah mempelajari modul ini. pembelajaran. Anda tentu telah mengenal dan memahami berbagai strategi pengembangan metode dan materi pembelajaran PKn untuk kelas di Madrasah Ibtidaiyah baik pada jenjang kelas rendah maupun kelas tinggi. dan masalah kewenangan penilaian. dalam Permendiknas nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan bahwa ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 293 . penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Pada kegiatan belajar pertama modul ini. Sejak tahun 2007. Sedangkan ulangan. Dalam pendidikan. Apa penilaian itu? Apa perbedaannya dengan ulangan? Pada hakikatnya. jenis penilaian. Anda memahami apa hakikat penilaian itu. dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Salah satunya adalah Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Agar Anda memiliki kemampuan yang utuh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran PKn maka kemampuan menilai proses dan hasil pembelajaran menjadi syarat penting untuk menjadi guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah. prinsip umum penilaian sesuai standar nasional.

Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. seperti ulangan harian. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. dan ulangan kenaikan kelas. 294 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka guru harus mengadakan program remidial terhadap materi pembelajaran tersebut hingga tercapainya kompetensi dasar yang bersangkutan. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. fokus ulangan harian. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. melakukan perbaikan pembelajaran. ulangan tengah semester (UTS). Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Dengan demikian. akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Selain penilaian dalam bentuk ulangan. penilaian dapat dilakukan melalui ujian. Dengan prinsip belajar tuntas.pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. dan kenaikan kelas adalah pada ketercapaian kompetensi dasar. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. ulangan akhir semester (UAS). apabila ada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Artinya bahwa seorang guru harus mengadakan ulangan pada setiap menyelesaikan satu kompetensi dasar. Artinya. dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. untuk memantau kemajuan. tengah semester. Apa pengertian dari masing-masing jenis ulangan tersebut? Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. penilaian dengan cara ulangan merupakan penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar.

yakni penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Terbuka. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja sehingga dapat meminimalkan subjektivitas pendidik. yakni prosedur penilaian. yakni penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. pendidik harus memperbaiki rencana dan/atau pelaksanaan pembelajarannya. Adil. Objektif. berarti proses pembelajaran kurang baik. Oleh karena itu. adat istiadat. yakni penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. a. kriteria penilaian. Apa prinsip penilaian yang sesuai dengan standar? Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. Sahih. Prinsip Penilaian Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian.Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau perilakuik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam prosedur operasional standar (POS) Ujian Sekolah/Madrasah. c. Dalam hal demikian. Sedangkan ujian nasional (UN) adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. budaya. yakni penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. status sosial ekonomi. pendidik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 295 . e. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Oleh karena itu. guru perlu mengacu pada sejumlah prinsip penilaian. suku. Oleh karena itu. d. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. dan gender. Faktor-faktor tersebut tidak relevan di dalam penilaian. b. Terpadu.

Selain itu. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek. dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Sistematis. baik dari segi teknik. 2. ialah instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik. Oleh karena itu. Beracuan kriteria. Dalam penilaian kelas. tes lisan. Oleh karena itu. menginformasikan prosedur dan kriteria penilaian kepada peserta didik. (b) konstruksi. yakni 296 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Menyeluruh dan berkesinambungan. Teknik dan Instrumen Penilaian Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. 3. dan tes praktik atau tes kinerja. Oleh karena itu. dan KD). g. Selain itu. SK. misalnya. observasi. maupun hasilnya. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi. Teknik tes berupa tes tertulis. yakni penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Oleh karena itu. i. Sedangkan instrumen penilaian hasil belajar dapat dibagi atas tiga bagian. h. pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pencapaian yang telah ditetapkan. yakni penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. yakni penilaian dapat dipertanggungjawabkan. oleh satuan pendidikan. guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. dan oleh pemerintah. yakni merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Akuntabel. penugasan perseorangan atau kelompok. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. prosedur. yakni penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. penilaian bukan semata-mata untuk menilai prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbingan dan pembinaan. Adapun teknik penilaian yang dimaksud meliputi: 1. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada kompetensi (SKL. pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan kriteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan.f. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif.

Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan. pelaksanaan. 2. antardaerah. dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan. konstruksi. 5. serta memiliki bukti validitas empirik. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji dan jawaban diberikan secara lisan. konstruksi. Tes tertulis Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional memenuhi persyaratan substansi. yakni menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi antara lain pilihan ganda. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas.memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. 1. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. Teknik penilaian yang dapat digunakan pendidik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian antara lain sebagai berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 297 . perkembangan. dan bahasa. sedangkan tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi. 3. Pekerjaan rumah adalah tugas menyelesaikan soal-soal dan latihan yang dilakukan peserta didik di luar kegiatan kelas. baik berupa pilihan atau isian. dan antartahun. dan (c) bahasa. Penugasan dapat berupa pekerjaan rumah atau proyek. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman penskoran. 4. dan menjodohkan. benar-salah. Observasi Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. prestasi. dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah. bahasa.

Penilaian Diri Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan ditindaklanjuti oleh Peraturan Mendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Rangkuman bentuk penilaian beserta bentuk instrumennya disajikan dalam tabel berikut. penguasaan kompetensi yang ditargetkan. 8. dan teknik serta instrumen penilaian berdasarkan standar penilaian. dan pengamalan perilaku berkepribadian dan menjadi warga negara yang baik. Tabel 1. 7. benar-salah. menjodohkan dll. Bagaimana penilaian pembelajaran dalam mata pelajaran PKn? Dalam peraturan perundangan tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni Undangundang Nomor 20 Tahun 2003. prinsip. penguasaan kompetensi. • Tes isian: isian singkat dan uraian • Lembar observasi (lembar pengamatan) • Pekerjaan rumah • Proyek • Daftar pertanyaan • Penugasan individual atau kelompok • Penilaian portofolio • Penilaian diri • Penilaian antarteman • Lembar penilaian portofolio • Buku cacatan jurnal • Kuesioner/lembar penilaian diri • Lembar penilaian antarteman Demikianlah pengertian. jenis. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian • Tes tertulis • Observasi (pengamatan) • Tes lisan • Jurnal Bentuk Instrumen • Tes pilihan: pilihan ganda.6. Penilaian antarteman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan. maka ketentuan tentang penilaian mata pelajaran 298 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

dan (c) penilaian oleh pemerintah. kompetensi lulusan. serta ujian. dan memperbaiki proses pembelajaran (Pasal 64 ayat (1) dan (2)). ulangan akhir semester. Pasal 65 Ayat (2) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Selain itu. (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 299 . Lebih lanjut dikemukakan bahwa standar nasional pendidikan merupakan dasar untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. Pada Pasal 1 butir 4 dinyatakan bahwa yang dimaksud SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. pendidik dan tenaga kependidikan. pengetahuan. ulangan. Untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. ulangan tengah semester. kompetensi mata pelajaran. dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). proses. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pasal 64 ayat (3) menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Pasal 1 butir 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 35 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan mencakup standar isi.Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia mengacu pada semua ketentuan tersebut. Pengertian dan Fokus Penilaian PKn Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. pengelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian pendidikan termasuk PKn hendaknya mencakup semua kemampuan yang utuh dan komprehensif Berdasarkan PP 19 Pasal 63 ayat (1) penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik. pembiayaan. dan keterampilan. kompetensi bahan kajian. dan penilaian pendidikan. sarana dan prasarana.

dan sikap serta perilaku anti korupsi. Kewarganegaraan. Seni dan Budaya. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. ulangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada tiap satuan pendidikan. 300 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. dan nepotisme (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah). Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan Agama. kegiatan kelompok mata pelajaran ini dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. kesetaraan gender. kolusi. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Kesadaran dan wawasan tersebut mencakup wawasan kebangsaan. pelestarian lingkungan hidup. berbangsa. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). Akhlak Mulia. jiwa dan patriotisme. Bahasa. dan bernegara. Untuk tingkat satuan pendidikan. Pada tingkat mata pelajaran. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik (Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 64 ayat (3)). serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. tanggung jawab sosial. maka standar kompetensi kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. ketaatan membayar pajak. demokrasi. ketaatan pada hukum. bela negara. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dilakukan melalui: (a) pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian dilaksanakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian kelas (classroom assessment) dan oleh satuan pendidikan untuk penentuan nilai akhir pada satuan pendidikan melalui ujian sekolah dan rapat dewan pendidik. dan Pendidikan Jasmani. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian pada satuan pendidikan dasar merupakan kelompok mata pelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status.proses pembelajaran PKn. dan (b) ujian. Sejalan dengan peraturan perundangan di atas. baik dalam kegiatan intrakurikuler melalui mata pelajaran maupun ekstrakurikuler melalui pengembangan diri. hak. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. kemajemukan bangsa.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Perbedaan domain tersebut menuntut perbedaan dalam metode dan cara pengukurannya. Secara khusus. yaitu beberapa aspek kepribadian sebagaimana disebutkan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. sedangkan perilaku berkepribadian berada dalam domain keperilakuan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3) Perilaku berkepribadian. rumusan SKL dalam Permen nomor 23 tahun 2006 dan ketentuan Pasal 64 ayat (3) PP nomor 19 tahun 2005. maka hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi: 1) Pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. kemajuan. yaitu berbagai bentuk perilaku sebagai penerjemahan dimilikinya ciri-ciri kepribadian warga negara Indonesia. Penilaian Hasil Belajar Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik diselenggarakan secara berkesinambungan untuk memantau proses. berbagai aspek kepribadian berada pada domain afektif.Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar. 2) Kepribadian. dan tinggi wajib memuat Pendidikan Kewarganegaraan. dan memperbaiki proses pembelajaran. menengah. Oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 301 . ulangan tengah semester. penilaian yang dilakukan oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Ketiga bentuk hasil belajar tersebut berada pada domain yang berbeda. Mengacu pada rumusan SI dalam Permen nomor 22 tahun 2006. Pemahaman berada pada domain kognitif. Guru kelas atau guru mata pelajaran memiliki tanggung jawab penuh atas terselenggaranya penilaian yang sahih terhadap pencapaian atau prestasi sebagai hasil proses belajar peserta didik. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 menjabarkan lebih lanjut isi undang-undang tersebut dengan menyatakan bahwa salah satu struktur kurikulum untuk jenis pendidikan umum. ulangan akhir semester. yaitu aspek kognitif sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. serta karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. a. 19 tahun 2005 Pasal 64 ayat (1)). kejuruan. dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. dan ulangan kenaikan kelas (PP. menyusun laporan kemajuan hasil belajar.

afektif. Kedua. (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pembinaan prestasi dan pengembangan potensi peserta didik. Dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian pembelajaran. b. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kemukakan prinsip penilaian yang relevan dan rasionalnya untuk menilai pembelajaran PKn dengan teknik non tes? 2. Keempat. Latihan Kerjakan dan diskusikanlah latihan di bawah ini. 1. sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kategorisasi. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pilihlah salah satu pendekatan atau lebih dari satu pendekatan yang cocok dengan PKn 302 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . yakni berupa angka prestasi. Ketiga. baik aspek kognitif. mencakup aspek kognitif. Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. afektif maupun perilaku. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan perilaku.karena itu. Pertama. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penilaian. Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif dan perilaku.

Menyeluruh dan berkesinambungan. ulangan akhir semester (UAS). Pada tingkat mata pelajaran. dan ulangan kenaikan kelas. seperti ulangan harian. ulangan tengah semester (UTS). dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Penilaian mata pelajaran PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Sistematis. Beracuan kriteria. ranah apa saja yang dapat dinilai dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian menurut standar penilaian? Bagaimana cara menilai masing-masing ranah tersebut? 5.untuk membentuk warga negara Indonesia yang cerdas sebagai warga masyarakat demokratis khususnya dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah/DPR! Kemukakan teknik dan instrumen penilaian yang cocok untuk mengetahui pencapaian kompetensi pembelajaran! 3. Adil. Fokus penilaian PKn adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi PKn yang ditentukan dalam Permendiknas Nomor 22/2005 tentang Standar Isi (SI). Objektif. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran PKn. Akuntabel. Sedangkan ulangan. kemudian tentukan satu standar kompetensi dan kompetensi dasarnya. Terbuka. Dalam Permendiknas Nomor 20/2007 tentang Standar Penilaian dikemukakan ada beberapa jenis ulangan untuk mengukur proses dan hasil pembelajaran. Kajilah Standar Isi PKn. penilaian berarti proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. tentukan alat penilaian manakah yang cocok untuk mengukur tingkat penguasaan SK dan KD tersebut! Rangkuman Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Apakah keunggulan teknik penilaian non tes? Mengapa teknik ini dianggap tepat untuk pembelajaran PKn di Indonesia? 4. ialah ujian sekolah/madrasah dan ujian nasional (UN). Dalam Standar Penilaian dikemukakan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: Sahih. Dalam pendidikan. Ada dua jenis ujian yang diatur dalam standar penilaian. Kemukakan. Setelah itu. kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 303 . Kegiatan menilai PKn adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik dalam mata pelajaran PKn. Terpadu.

Dasar (KD). Untuk tingkat satuan pendidikan. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana tertera dalam Permendiknas Nomor 23/2006. 304 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

ulangan tengah semester C.. Kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dinamakan . adil B. Proses pengumpulan dan pengolahan informasi disebut. A.. ujian nasional C... ujian sekolah B.. ulangan harian B... A. sahih Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 305 . ketercapaian kompetensi C.. penilaian di luar kelas 2.Tes Formatif 1: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Ulangan dapat dimaknai sebagai penilaian yang lebih khusus dalam konteks pembelajaran dan berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur. perilaku moral sehari-hari 3. A. penilaian pembelajaran D. A. penilaian pendidikan C.. ulangan kenaikan kelas 4. Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dinamakan.. aspek sikap dan nilai D.. kemampuan kognitif B. Prinsip penilaian ini dinamakan .. 1.. ulangan akhir semester D.. ulangan akhir semester D. Penilaian harus didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.... penilaian B. ulangan kenaikan kelas 5. A.

Prinsip penilaian ini dinamakan . perilaku berkepribadian C. A. artinya . portofolio D... sikap kepribadian B. nilai dan moral 306 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D. C.. jurnal 10. sahih C. praktik C. B... Salah satu prinsip penilaian adalah akuntabel. penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.. Penilaian harus didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas.6. tertulis B. 8. A. A.. pengamatan D. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang memfokuskan pada penguasaan materi tentang hak dna kewajiban warga negara merupakan penilaian aspek. sistematis 7. praktek C. observasi C. penilaian dapat dipertanggungjawabkan. tidak dipengaruhi subjektivitas penilai..... penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkahlangkah baku. A.. maupun hasilnya. penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik. penugasan B. Suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas adalah .. prosedur. objektif D. terbuka B. terpadu 9.. baik dari segi teknik. A. pemahaman D. objektif D. Salah satu teknik penilaian berbentuk non tes adalah.

Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini.100 % = baik sekali 80 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 307 . kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.

308 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

2 Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. akan dibahas pengembangan instrumen penilaian untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tidak dapat disangkal bahwa aspek afektif merupakan bidang tertutup (close area) atau tersembunyi (hidden) yang ada dalam diri manusia. Salah satu prinsip dalam pengembangan instrumen penilaian adalah diperolehnya instrumen yang mampu menggali informasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 309 . Oleh karena itu. Oleh karena itu. lihat UU Sisdiknas Nomor 20/2003). Anda akan diajak mengkaji langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan sekaligus komponen kepribadian baik aspek sikap maupun perilakunya. jenis. kesultan yang dihadapi adalah ketika akan menilai hasil belajar PKn dalam aspek (domain) afektif. Pengembangan instrumen penilaian bagi guru sangat penting karena penilaian merupakan salah satu syarat kemampuan profesional guru sebagai agen pembelajaran (Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih meyakinkan tentang peran dan fungsi guru. Menilai aspek afektif merupakan tugas yang tidak mudah dilaksanakan secara sederhana. Anda tentu telah mengenal dan memahami pengertian penilaian. panduan penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian sebagai salah satu panduan dalam standar penilaian (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007) telah menguraikan hal ini. Memang hal ini telah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh para guru. Pada kegiatan belajar ini. Prosedur Penilaian Pernahkah Anda mendengar keluhan guru tentang sulitnya melakukan penilaian untuk mata pelajaran PKn? Pada umumnya. Tidak seperti aspek kognitif yang dapat diketahui dengan cara penilaian tes. Melalui kegiatan belajar kedua ini. persoalan ini perlu diangkat dan diuraikan dalam modul ini agar Anda sebagai calon guru profesional akan menjadi kenyataan. prinsip serta teknik penilaian secara umum dalam pembelajaran.

(2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. sehingga menjamin validitas isi tes. Sebagai contoh model kisi-kisi yang memuat SK. rumusan KD dijabarkan lebih lanjut oleh guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah menjadi indikator-indikator pencapaian kompetensi. Kisi-kisi tes memuat SK dan KD secara komprehensif dalam suatu periode pembelajaran tertentu baik per semester. Meskipun demikian. dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. Untuk mencapai tujuan dan kompetensi maka pengembangan tes ini harus didasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. tidak dapat diukur lewat tes kognitif (lihat Tabel 2. Sebagai acuan dalam penulisan soal.2 sebagai contoh). 1. Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menguraikan model instrumen dan prosedur penilaian yang dapat dijadikan acuan oleh guru PKn di Madrasah Ibtidaiyah dalam menyusun instrumen penilaian sebagai berikut. Kompetensi yang merupakan ranah afektif seperti sikap. guru kelas MI telah menguraikan masing-masing KD menjadi beberapa indikator pencapaian.3 dan 4. Dalam contoh ini. khususnya KD 3. KD. per tahun ajaran. dan indikator-indikator pencapaiannya yang dapat dijadikan dasar penyusunan tes ulangan akhir semester Kelas V jenjang SD/MI disajikan pada Tabel 2. atau per periode jenjang pendidikan) yang hendak diujikan. Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. namun harus cukup praktis dan proses penyusunannya tidak terlalu kompleks sehingga memiliki nilai aplikatif yang tinggi bagi pihak pendidik dan satuan pendidikan. 310 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .yang akurat. Dengan memperhatikan prinsip tersebut maka aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar.

ulangan akhir semester. ulangan tengah semester. melengkapi. yaitu Kelas 1 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 311 . Artinya. substansi kajian atau isi materi pembelajaran setiap KD hendaknya dirinci menjadi butiran materi pembelajaran yang akan menjadi bahan untuk penyusunan butir soal .1 Mengenal bentukbentuk keputusan bersama a) Memberi contoh organisasi di lingkungan sekolah b) Memberi contoh organisasi di lingkungan masyarakat c) Membandingkan kehidupan berorganisasi di sekolah dan di masyarakat 0 4. Butir soal bentuk pilihan-ganda. Memahami kebebasan berorganisasi Standar mpetensi Tabel 2. dan ulangan kenaikan kelas.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3. Guru kelas PKn di MI seyogianya juga menetapkan bobot masing-masing KD sesuai dengan keluasan dan kedalamannya.2 Mematuhi keputusan bersama a) Menjelaskan pengertian keputusan bersama b) Menyebutkan contoh bentuk keputusan bersama 25 30 0 Total 100% Setiap KD disarankan agar diuraikan paling tidak berisi dua indikator pencapaian.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4. Dalam satu periode pembelajaran. Perhatikan keluasan materi pada masing-masing bentuk penilaian tersebut agar disesuaikan dengan cakupan KD. Semester 2) Kompetensi Dasar a) Merumuskan definisi organisasi b) Menyebutkan ciri-ciri kehidupan berorganisasi Indikator Pencapaian 3.3. guru dapat melakukan beberapa kali tes. Untuk menentukan bentuk soal tes tertulis hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Tes diberikan dalam bentuk ulangan harian. dan jawaban singkat tidak digunakan untuk kelas rendah. Menghargai keputusan bersama 4. tergantung keluasan cakupan materi masing-masing kompetensi. Model Kisi-kisi Instrumen Penilaian terhadap Pemahaman akan Hak dan Kewajiban Diri sebagai Warga Negara (Kelas V.2 Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat Bobot (%) 20 25 3. Bobot masing-masing KD ini dapat tercermin dalam bobot atau jumlah butir soal dalam tes.

Di samping itu. Tabel 3 menyajikan perbandingan jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk beberapa jenis tes tertulis. Tabel 3. Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan kepribadian ditetapkan perkiraan waktu yang disediakan untuk pengerjaan soal sebagai bahan yang perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan jumlah soal tes. pendidik juga dapat menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal dalam suatu tes. Guru dapat menentukan lama waktu tes yang sesuai dengan tingkat kesulitan soal dan karakteristik peserta didik yang ada di satuan pendidikan masing-masing. Tes lisan dapat digunakan apabila jumlah peserta didik tidak terlalu banyak. Semua soal harus ditulis sesuai kaidah penulisan soal dengan memperhatikan indikator pencapaian kompetensi masing-masing . 2. Namun. tes tipe uraian hanya digunakan untuk jenjang paling rendah Kelas 4 SD/MI.sampai Kelas 3 SD/MI. Bentuk benar-salah dan bentuk menjodohkan boleh digunakan di semua jenjang kelas. Aspek-aspek Kepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa penilaian terhadap perkembangan aspek atau ciri kepribadian peserta didik dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai beberapa 312 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Waktu Pengerjaan dan Jumlah Soal Bentuk Soal Waktu (menit) 45 120 20 50 20 50 20 50 30 90 Jumlah soal 30 60 30 60 20 40 20 40 10 5 Pilihan ganda Benar-Salah Menjodohkan Melengkapi Uraian Tabel di atas tidak dimaksudkan sebagai patokan namun lebih merupakan perkiraan kasar tentang waktu dan jumlah butir soal. Sebagai ilustrasi.

jiwa dan patriotisme bela negara. bahasa. Oleh karena itu. Guru kelas/mata pelajaran menjabarkan masingmasing aspek tersebut menjadi beberapa indikator sebagaimana dicontohkan dalam Tabel 4. dari butir b (meningkatkan kualitas diri) dapat dirumuskan aspek “percaya diri” dan aspek “kompetitif”. (g) menaati hukum. pengembangan kepribadian tidak merupakan mata pelajaran tersendiri. konselor dan/atau satuan pendidikan secara berkesinambungan (longitudinal) sesuai dengan kebutuhan. kewarganegaraan. melainkan merupakan tanggung jawab kolektif dari guru mata pelajaran yang tercakup dan dilaksanakan dalam kegiatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. (d) menghargai hak-hak asasi manusia. dan pendidikan jasmani. seni dan budaya. Peserta didik dihadapkan pada cerita ringkas (dua sampai enam kalimat) yang merupakan gambaran situasi sehari-hari yang mengandung problematika yang mungkin dihadapi peserta didik dan harus direspon dengan cara memilih salah satu dari dua Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 313 . maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. dan tingkat perkembangan peserta didik. kesetaraan gender. konteks kehidupan seharihari. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian.ciri kepribadian yang telah tertanam dalam diri peserta didik sebagai bagian dari hasil proses pembelajaran di sekolah. (c) menyadari dan memiliki wawasan kebangsaan. penilaian terhadap perkembangan aspek kepribadian bukan merupakan kegiatan semester atau triwulan yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan oleh guru kelas/guru mata pelajaran. dan (i) anti korupsi. (e) mengembangkan demokrasi. kolusi. Sebagai contoh. (h) membayar pajak. dari butir d (menghargai hak asasi manusia) dapat dirumuskan aspek “saling menghargai” dan aspek “bersikap santun”. Sumber acuan untuk pengembangan skala kepribadian adalah rumusan dalam Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan SD/ MI. kemajemukan bangsa. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. khususnya Bab II tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang meliputi aspek-aspek sikap dan kepribadian seperti: (a) menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. pelestarian lingkungan hidup. (b) meningkatkan kualitas diri. dan nepotisme. Meskipun demikian. dan lain-lain. Pendidik memilih dan merumuskan kembali kesembilan aspek ini menjadi beberapa aspek afektif kepribadian yang sesuai dengan jenjang SD/MI. Soal dalam skala kepribadian disusun dalam wujud deskripsi situasi hipotetik yang diikuti oleh dua pilihan respon perilaku yang harus dipilih salah-satunya oleh peserta didik. (f) memiliki tanggung jawab sosial. dari butir a (menyadari akan hak dan kewajiban sebagai warga negara) dan dari butir f (memiliki tanggungjawab warga negara) dapat dirumuskan aspek “rasa tanggung jawab”.

Satu di antara dua pilihan jawaban tersebut isinya mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tertentu sebagaimana digambarkan oleh indikator keperilakuannya (favourable response) sedangkan pilihan yang lain tidak mengandung indikasi adanya ciri kepribadian tersebut (unfavourable response). Menghindari permusuhan dengan teman c. Tidak menghindari kewajiban b. Model Kisi-Kisi Skala Kepribadian sebagai Instrumen Penilaian terhadap Aspek Kepribadian Peserta didik I. Tidak mudah menyerah b. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan c.pilihan yang disediakan. Berani menyatakan pendapat c. Mengakui kelebihan orang lain d. Mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan a. bila terdapat lima aspek. Dengan demikian. Menerima pendapat yang berbeda b. Memaklumi kekurangan orang lain c. 314 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah tidak kurang dari 10 butir. Berusaha ingin lebih maju d. Memiliki keinginan untuk tahu (Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. Tabel 4. Percaya Diri (PD) I. Saling Menghargai (SM) IV. Bertanggungjawab (TJ) ASPEK KEPRIBADIAN II. Menerima nasihat guru b. Dapat bekerjasama INDIKATOR KEPERILAKUAN a. Bersikap Santun (SS) V. Menjaga perasaan orang lain a. Memelihara fasilitas sekolah a. Berani bertanya d. Menunjukkan semangat berprestasi c. Berani bersaing b. meskipun indikator pada setiap aspek jumlahnya tidak sama. maka keseluruhan butir dalam skala (instrumen) minimal berjumlah 50. Menaati tata tertib sekolah d. Kompetitif (KO) a. 2007) Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran.

yang berbeda-beda tingkat pencapaiannya mulai dari ”tidak ada indikasi” (skor 0). yang contohnya tersaji dalam Tabel 5. penilaian terhadap perilaku berkepribadian juga bukan merupakan kegiatan semester yang terjadwal melainkan berfungsi sebagai asesmen yang dilakukan sesuai kebutuhan baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan. Model Rubrik Penilaian Perilaku Berkepribadian untuk SD/MI KRITERIA PERILAKU Terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah Mematuhi tata tata tertib kelas Memanfaatkan fasilitas sekolah Mengembangkan diri secara optimal Memberdayakan diri dengan belajar Gemar membaca dan menulis Menjaga kesehatan jasmani Skor Pencapaian 0 1 2 3 Memanfaatkan fasilitas teknologi informasi Menghargai karya diri sendiri dan orang lain (diadaptasi dari Panduan Penilaian Kelompok Mapel Kewarganegaraan dan Kepribadian. dan ’indikasi yang meyakinkan” (skor 3). Tabel 5. Perilaku Berkepribadian Dalam Panduan Penilaian kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dikemukakan bahwa seperti penilaian terhadap perkembangan aspekaspek kepribadian peserta didik. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik (tabel yang memuat gambaran perilaku dan skor pencapaiannya berdasarkan pengamatan jangka panjang). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 315 . Skor yang diperoleh pada masing-masing kriteria perilaku tidak untuk dijumlahkan tetapi dapat dilaporkan dalam bentuk profil yang menggambarkan bentuk perilaku mana yang relatif lebih menonjol dan yang mana yang belum tampak. 2007) Rubrik penilaian perilaku berkepribadian berisi deskriptor yang mengindikasikan dimilikinya bentuk-bentuk perilaku sesuai kriteria pada rubrik. ”lebih banyak indikasi” (skor 2).3. ”ada sedikit indikasi” (skor 1). Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI.

dan (3) aspek perilaku berkepribadian diungkap lewat panduan pengamatan dengan menggunakan rubrik penilaian. (2) aspek atau ciri kepribadian diungkap dengan menggunakan skala kepribadian. tetapi juga laporan pengamatan guru lain serta mencakup pula pengamatan tidak langsung berupa laporan dari sumber-sumber lain yang dipercaya. Karena pengembangan skala kepribadian tidak mudah. perilaku yang dikondisikan lewat simulasi peran. Rumusan standar perilaku bagi masing-masing jenjang pendidikan ini dijadikan indikator perilaku yang dapat dinilai menggunakan rubrik. Aspek kepribadian peserta didik dapat diungkap melalui pengamatan dan pengukuran dalam bentuk skala kepribadian. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara berupa tes-tulis kognitif (paper and pencil test) guna mengungkap tingkat penguasaan peserta didik sebagai hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan pada kisi-kisi tes yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian menghendaki adanya rumusan standar perilaku sebagaimana yang dimaksudkan oleh Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan SD/MI. maupun perilaku yang distimulasi lewat skenario guna memancing reaksi peserta didik. 316 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Pengamatan yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada pengamatan langsung yang dilakukan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran.Dasar evaluasi terhadap berbagai bentuk perilaku berkepribadian adalah pengamatan jangka panjang (longitudinal) terhadap peserta didik baik perilaku yang terjadi secara alamiah sehari-hari. maka satuan pendidikan secara bertahap dapat membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan skala seperti ini dan meminta bantuan ahli dari perguruan tinggi dan tidak menjadikannya sebagai tugas individual guru kelas di SD/MI. Rangkuman Aspek penilaian untuk kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dibuat klasifikasi sebagai berikut: (1) aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara diukur dengan menggunakan tes hasil belajar.

..Tes Formatif 2: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. B.. aspek perilaku berkepribadian. Tujuan pembelajaran C. A. non tes 3. tes hasil belajar B. indikator pembelajaran D. hanya ranah afektif diukur dengan tes B. A.. pendidik harus mencermati masing-masing KD apakah termasuk ranah kognitif atau ranah afektif atau perilaku. A. C. Bahan penyusunan butir soal dikembangkan dari.. Indikator pembelajaran B.. aspek atau ciri kepribadian. Indikator tes untuk aspek pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara dalam kisi-kisi dikembangkan dari . A.. skala sikap D. Substansi materi pembelajaran 4. SK dan KD D. substansi kajian setiap KD B.. hanya ranah perilaku yang diukur dengan tes D. Berikut ini adalah aspek penilaian dalam kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian menurut panduan standar penilaian. D.. kecuali: A. hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes C. 1. hanya ranah kognitif yang diukur dengan nontes 5. Hal ini penting karena . Dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian. standar kompetensi lulusan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 317 . aspek nilai kepribadian 2. pengamatan C.. aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diri sebagai warga negara. standar kompetensi C.. Aspek pemahaman akan hak dan kewajiban diukur dengan menggunakan .

Kelas II 8. Maksimal 10 butir 10. Melengkapi D. Bentuk soal tes tertulis yang cocok untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah kelas rendah (Kelas 1.. pada akhir semester D. A. A. 2. A... Kelas IV C. di dalam kelas setiap hari B. Minimal 50 butir B... Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit B. Perkiraan waktu pengerjaan soal pilihan ganda yang benar adalah . kegiatan semester terjadwal C. Jumlah soal 40 waktu pengerjaan 50 menit 9.. 3) adalah .. Untuk menjaga reliabilitas hasil pengukuran. Benar salah 7... Kelas III D. Penilaian terhadap perilaku berkepribadian dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut..6. Minimal 10 butir D. maka jumlah soal dalam masing-masing aspek skala kepribadian ini hendaknya berjumlah … A. Tes tipe uraian hanya digunakan di SD/MI untuk jenjang paling rendah Kelas . Kelas V B. sesuai kebutuhan 318 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Jumlah soal 20 waktu pengerjaan 20 menit D. Pilihan ganda B. Maksimal 50 butir C.. A.. Jawaban singkat C. Jumlah soal 30 waktu pengerjaan 20 menit C.

89 % = baik 70 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 319 .x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % .

320 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Meskipun demikian. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. berikut ini dikemukakan tentang tujuan penilaian. Anda telah mengenal bagaimana langkah-langkah dan proses pengolahan penilaian hasil belajar. Untuk itu. Anda pasti sudah memahaminya karena hal tersebut telah dibahas pada kegiatan pertama modul ini. akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan pelaporan penilaian hasil belajar. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Apa dan bagaimana pelaporan hasil penilaian itu? Untuk memahami konsep pelaporan hasil penilaian sangat dianjurkan agar Anda paham betul tentang hakikat dan tujuan penilaian. untuk menyamakan pemahaman Anda. Dalam kegiatan belajar ketiga atau terakhir ini. guru. Untuk mempermudah pemahaman Anda dalam mengkaji pembahasan kegiatan belajar ini.3 Pelaporan Hasil Penilaian Pembelajaran Pada kegiatan belajar terdahulu dalam modul ini. Dalam hal ini. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 321 . untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Apabila Anda ragu dengan tingkat penguasaan kegiatan belajar tersebut. dipersilakan agar Anda membuka kembali materi kegiatan belajar terdahulu. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Pertama. dianjurkan agar Anda telah menguasai materi bahasan pada kegiatan belajar di atas. kepala sekolah. dan orang tua. Sebagaimana telah diuraikan pada bahasan kegiatan belajar pertama dalam modul ini bahwa sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian.

Bagaimana seyogianya membuat laporan hasil belajar itu? Berikut ini akan dijelaskan beberapa prinsip pembuatan laporan untuk orang tua dan siswa. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar. kelompok mata pelajaran (Agama dan Akhlak Mulia. untuk siapa laporan itu ditujukan. Di dalam buku laporan tersebut dikemukakan pula prestasi belajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. kepala sekolah. atau kurang. kepala sekolah. Semua laporan ini selanjutnya dikirim kepada seluruh orang tua siswa. Meskipun demikian. dan orang tua apabila informasi hasil belajar tersebut lengkap dan akurat. apakah sudah baik. peserta didik. Jumlah laporan dapat diklasifikasikan apakah menurut mata pelajaran. guru. Untuk mendapat informasi yang lengkap. laporan hasil belajar dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. Bagi mata pelajaran PKn. Kewarganegaraan dan Kepribadian. Agar laporan itu tidak membebani guru. sekolah atau orang tua. Informasi yang mengandung ranah afektif dan perilaku dapat diperoleh melalui teknik penilaian tertentu yang berbeda dari ranah kognitif sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Dengan kata lain. semester. laporan hasil belajar itu akan bermanfaat dan dimanfaatkan oleh peserta didik. maka perlu ada pengaturan waktu dalam penyusunannya. laporan hasil belajar harus terpisah tergantung tujuannya. afektif. misalnya laporan tengah semester. apakah sudah lulus atau belum lulus. Kesehatan) atau seluruh mata pelajaran. dan orang tua? Pada hakikatnya. maupun perilaku. cukup. Olah Raga. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. guru. Laporan haruslah dibuat khusus yang dimaksudkan untuk pihak tertentu.Bagaimana informasi hasil belajar dibuat agar dapat diketahui oleh peserta didik. atau tahunan. Seni Budaya. akhir catur wulan. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Laporan hasil belajar peserta didik hendaknya berbentuk profil yang mencakup kompetensi atau ranah kognitif. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. atau mencantumkan nilai angka. apakah perlu perbaikan (mengulang atau remedial). Jasmani. Tugas ini akan menjadi beban bagi seorang guru terutama yang belum terbiasa membuat laporan yang lengkap. dan masyarakat. sekolah. IPTEK. apakah guru. dan perilaku. Pengamatan terhadap perilaku merupakan cara yang efektif dalam menilai aspek afektif. Bentuk laporan yang dibuat dapat berupa buku rapor atau rekap hasil belajar dalam bentuk kumpulan hasil karya siswa terbaik. Tugas pembuatan laporan lain yang harus dilakukan oleh guru adalah laporan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 322 . afektif. ranah afektif dan perilaku memiliki kedudukan yang penting dan menjadi kekhasan bagi penilaian PKn.

laporan yang dibuat oleh guru disiapkan pula untuk masyarakat. bahkan minat serta bakatnya. Selain dua bentuk laporan diatas. keterampilan/praktek. (2) mengetahui konsep-konsep atau teori-teori yang belum dikuasai. Diharapkan bahwa setiap peserta didik yang telah lulus dapat menunjukkan bukti tingkat keberhasilan mengenai kemampuan atau kompetensi berupa pengetahuan dan keterampilan tertentu. wawancara dan pengamatan. Dengan demikian. guru dan sekolah? Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas lulusan harus berupaya meningkatkan mutu proses dan hasil belajar. Sekolah harus mengetahui kondisi tentang peserta didik. majalah serta media elektronik sangat tepat dijadikan sebagai media laporan tentang hasil belajar peserta didik untuk masyarakat. kemampuan guru. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar oleh pihak yang berkepentingan tersebut? Ikutilah uraian berikut ini! Pertama. (3) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. dan nilai/sikap. Tidak seperti bentuk laporan untuk orang tua dan sekolah. laporan untuk masyarakat dibuat secara singkat tetapi padat yang menggambarkan prestasi dan keberhasilan peserta didik.untuk sekolah. agar informasi ini mudah diserap oleh masyarakat maka wahana seperti surat kabar. Melalui ujian dapat diperoleh informasi untuk ranah kognitif dan perilaku sedangkan melalui angket dan pengamatan dapat diperoleh informasi untuk ranah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 323 . pemanfaatan laporan hasil belajar oleh peserta didik dimaksudkan untuk: (1) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Oleh karena itu. Peserta didik dapat memperoleh informasi tentang hasil belajarnya melalui berbagai cara seperti ujian. misalnya aspek pengetahuan. sekolah harus melakukan evaluasi diri agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu tersebut. kuesioner atau angket. Untuk itu. fasilitas (sarana/prasarana) yang dimilikinya. Laporan yang dibuat guru untuk sekolah atau kepala sekolah hendaknya dibuat selengkap mungkin. Bagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar bagi peserta didik. Laporan berisi bukan hanya menyangkut jumlah siswa dan prestasi hasil belajarnya melainkan mencakup kompetensi peserta didik yang lebih rinci. Semua informasi tentang peserta didik tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu hasil belajar. Laporan untuk masyarakat ini dibuat terutama berkaitan dengan kelulusan peserta didik. Tingkat keberhasilan dalam kompetensi inilah yang dilaporkan dalam buku laporan untuk masyarakat. orang tua. laporan tidak hanya dalam bentuk nilai angka melainkan dalam bentuk deskripsi/naratif tentang karakteristik peserta didik. dan (4) memperbaiki strategi belajar.

D (Kurang). dan intake siswa. cukup. seperti pengetahuan/pemahaman konsep. dan (3) minat peserta didik pada masing-masing mata pelajaran. Adanya keterangan dalam laporan sangat penting untuk mengetahui kompetensi dasar apa yang masih lemah atau belum dikuasai dan kompetensi dasar apa yang sudah dikuasai. (2) kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam semua mata pelajaran. atau kurang disertai dengan penjelasan materi apa yang sudah atau belum dikuasai. B (Baik). agar laporan tersebut cukup lengkap dan spesifik maka dalam konteks mata pelajaran PKn. kompleksitas. hasil pencapaian peserta didik hendaknya dilaporkan pada setiap kompetensi dasar atau indikator tentang standar ketuntasan minimal. Standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) atau kriteria ketuntasan minimal (KKM) ditentukan oleh sejumlah kriteria antara lain materi esensial. Secara terbuka guru dapat mengkomunikasikan kepada peserta didik tentang kompetensi apa yang masih harus diperbaiki. Perlu ditambahkan bahwa alangkah baiknya.afektif. kemampuan/kecakapan dalam praktik serta minat belajarnya. C (Cukup). apabila laporan menggunakan gaya bahasa yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik. sarana pendukung. (2004) laporan hasil belajar yang akurat untuk peserta didik dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin apabila isi laporan tersebut meliputi: (1) hasil pencapaian belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi dasar yang sudah dicapai dan yang belum dicapai. Semua unsur KKM ini secara kumulatif akan menjadi input bagi laporan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran PKn. seperti baik. Namun. Sedangkan untuk nilai afektif (sikap) dituliskan dalam bentuk nilai huruf (kualitas) seperti: A (Amat baik). Pada kolom keterangan hendaknya dituliskan penjelasan yang menerangkan tentang tingkat pencapaian secara kualitatif. 324 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kriteria ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran dituliskan pada buku laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk angka. Dapat dikemukakan kompetensi dan indikator apa yang belum atau sudah dikuasai. Contoh bentuk dan format laporan hasil belajar peserta didik untuk peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut. demikian pula untuk nilai kognitif (pengetahuan dan pemahaman konsep) dan perilaku (praktik). Dari informasi inilah peserta didik dan guru dapat melakukan kegiatan remedial atau perbaikan. Menurut Ghofur dkk.

...... Tahun ajaran : ..............KOMPETENSI DASAR Kelas : ... Kompetensi dasar/ Indikator Minat terhadap materi pokok Keterangan Kedua. No........................3 Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kriteria Penentuan SKBM Esensial Standar Ketuntasan Minimal Kompleksitas DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN PKn Sarana Pendukung Intake Siswa LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ............................. Ranah Kognitif : ..... Dalam hal ini.... laporan untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 325 .........2 1.............. Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No......................1 1...................... Nama sekolah: ..............................PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER.................... Kompetensi dasar/ Indikator Pencapaian Belajar : ..... Kelas Nomor induk: .................. Keterangan Ranah Perilaku : ..... pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dimaksudkan agar orang tua dapat memotivasi anaknya untuk belajar lebih baik lagi dan ada input baginya untuk menentukan strategi dalam membantu anaknya belajar................ Kompetensi dasar/ Indikator 1... No...................................................................... Standar kompetensi : ... Semester : .................................

........... Semester: . serta minatnya terhadap mata pelajaran PKn........ LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nama siswa: ..orang tua tetap harus megandung informasi yang lengkap dan akurat tentang kelemahan dan keberhasilan mata pelajaran PKn......... Kelas: . Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Afektif : Minat Peserta Didik No................ untuk semua mata pelajaran..... Mata pelajaran Minat terhadap materi pokok Keterangan Ketiga........... Ranah Kognitif No.... Perlu ditambahkan bahwa informasi yang seyogianya terkandung dalam laporan meliputi juga kelemahan dan kekuatan peserta didik....... Bentuk laporan hasil belajar peserta didik untuk orang tua sebagai berikut........... Mata pelajaran Pencapaian Belajar Keterangan Ranah Perilaku : . satu sekolah..... (2) memotivasi belajar agar lebih berprestasi. Nama sekolah: .... Semuanya berupaya untuk meningkatkan mutu serta 326 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. No.... keterampilan dalam melaksanakan tugas dan hasil yang telah dicapai................... Dengan adanya informasi dari laporan hasil belajar ini...... Nomor induk: ............... Diharapkan guru akan berupaya memperbaiki strategi pembelajaran yang lebih tepat sedangkan sekolah dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas pembelajaran................... Tahun ajaran: . : .... maka diharapkan guru akan memiliki sejumlah data tentang peserta didik guna meningkatkan kinerjanya.............. (3) membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.... Dengan isi laporan yang rinci dan lengkap........ Perlu dikemukakan apa kelemahan penguasaan mata pelajaran ini berdasarkan kompetensi dasar/indikator pada aspek kognitif.......... maka diharapkan informasi ini akan: (1) membantu anaknya belajar lebih giat lagi................ afektif dan perilaku..... pemanfaatan laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam satu kelas......... dan (4) membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar............................

Guru kelas: .. Jumlah peserta didik: ...... LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Kelas : ............ Nama pelajaran PKn dst Sama atau diatas 75 Jumlah peserta didik dengan skor Lebih kecil dari 75 Kompetensi dasar yang belum dikuasai Pertanyaan selanjutnya adalah berapa skor batas kelulusan? Dalam kurikulum berbasis kompetensi......... Format laporan hasil belajar peserta didik untuk guru dan sekolah dibuat dalam tabel sebagai berikut. 2................. laporan hendaknya meliputi ranah kognitif........... Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah.. dan afektif... Nomor induk: . Nama pelajaran PKn dst Jumlah peserta didik dengan skor Kompetensi dasar yang belum dikuasai sebagian besar peserta didik Sama atau diatas 75 Lebih kecil dari 75 Ranah Perilaku: No. demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap............................... perilaku...prestasi belajar peserta didik....... guru akan memperoleh laporan untuk setiap kelasnya sedangkan sekolah memperoleh laporan semua kelas yang ada di sekolah tersebut.. Nama sekolah: . pemanfaatan laporan untuk guru dan sekolah hendaknya mencakup aspek kompetensi selengkap mungkin... Patokan skor kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah 75 atau lebih dengan rentang 0 sampai 100.......... Sebagaimana pemanfaatan laporan hasil belajar untuk orang tua dan peserta didik sendiri. Ranah Kognitif: No.. Aspek atau ranah manakah yang sudah dikuasai dan aspek manakah yang belum dikuasai oleh peserta didik......... 2... batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75... 1.. 1. Dari aspek kompetensi...... Tahun ajaran: ........ penilaian untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 327 ....... Oleh karena itu...... baik untuk mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya... Dari laporan ini.....

demikian pula skor angket untuk ranah afektif atau sikap. 328 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Rangkuman Sedikitnya ada dua tujuan diselenggarakannya ujian atau penilaian. guru. pembuatan laporan yang lengkap tidaklah mudah. dan kedua untuk mengetahui hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Namun angket untuk skala sikap dan minat bukan untuk menilai benar atau salah. Pertama. perubahan yang terjadi pada diri anak baik menyangkut aspek kognitif. Laporan yang lengkap dapat membantu orang tua lebih memahami tentang kondisi anaknya. oleh karena itu penilaian untuk minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif sebagai informasi tambahan bagi peserta didik dalam menentukan kelulusan. orang tua. kepala sekolah. Meskipun demikian. skor dari ranah afektif ini tidak dapat dijumlahkan dengan skor dari ranah kognitif dan perilaku karena ranah afektif memiliki karakteristik yang berbeda dari ranah kognitif dan perilaku. Namun demikian. Laporan hasil belajar peserta didik dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sendiri. Dalam hal ini. Dalam kurikulum berbasis kompetensi. batas kelulusan untuk ranah kognitif dan perilaku adalah minimum 75. Pembuatan laporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan demi meningkatkan prestasi hasil belajar dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Penilaian untuk ranah afektif merupakan tambahan informasi saja tentang peserta didik dalam menentukan kelulusan. afektif. dan orang tua. maupun perilaku. guru dan kepala sekolah.minat lebih tepat dilakukan secara deskriptif dan penafsiran kualitatif. untuk mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik. Untuk tercapainya target/tujuan penilaian maka pemanfaatan informasi hasil penilaian perlu mendapat dukungan dari peserta didik. informasi tentang hasil belajar peserta didik akan bermanfaat bagi peserta didik dan guru apabila mereka mampu memanfaatkan informasi tersebut. Penyusunan laporan untuk orang tua dan siswa hendaknya dibuat selengkap mungkin agar mereka mendapat informasi yang cukup dan dapat memanfaatkannya bagi peningkatan prestasi belajar.

Agar laporan hasil belajar itu dapat bermanfaat. minat dan bakat peserta didik Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 329 . guru C.. penulis buku 2. ada penjelasan tentang minat dan potensinya C. Aspek yang paling umum dari laporan hasil belajar peserta didik untuk sekolah (kepala sekolah) adalah . jumlah peserta didik C. setiap tahun 5. sikap peserta didik D. Untuk memanfaatkan informasi hasil penilaian. laporan hasil belajar perlu mendapat dukungan dari … kecuali: A. Laporan hasil belajar untuk orang tua yang layak disampaikan oleh guru adalah … kecuali: A. A. maka informasi harus lengkap dan akurat. mengandung informasi tentang kondisi anaknya B. kepala sekolah D. kompetensi peserta didik B. Laporan yang lengkap dan akurat bagi orang tua pada hakikatnya mengandung unsur pokok sebagai berikut … A. peserta didik dan orang tua B. disusun secara sistematis D. setiap hari B. ada keterangan tentang perubahan yang terjadi pada anak 4. dibuat khusus untuk pihak tertentu B. setiap catur wulan C. Laporan untuk sekolah hendaknya dibuat oleh guru selengkap mungkin menyangkut peserta didik. mengandung aspek-aspek penting C. setiap semester D. mengandung target yang telah dicapai 3. artinya … A.. 1. ada keterangan tentang kebiasaan di rumah D.Tes Formatif 3: Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat.

. ujian tertulis B.6. kepala sekolah C. orang tua D. A. A. mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai C. Oleh karena itu penilaian untuk ranah afektif dinyatakan sebagai penilaian . kecuali: A.. kuesioner C. kurikulum B.. penafsiran kuantitatif D. informasi tambahan C. Laporan hasil belajar tentang peserta didik yang paling umum dan singkat adalah ditujukan untuk . penentu prestasi 330 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompleksitas C. sarana pendukung D. guru B. masyarakat 7. memotivasi diri agar belajar lebih baik D. esensial 10. Penilaian untuk ranah afektif tidak dalam bentuk angka melainkan berupa deskriptif atau penafsiran kualitatif. angket 9. informasi esensial B. mengubah kurikulum yang sedang diterapkan 8. Pemanfaatan hasil belajar bagi peserta didik dimaksudkan untuk … kecuali: A. Kriteria untuk menentukan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) dapat dilihat dari aspek …. mengetahui kemajuan hasil belajar diri B. wawancara D.. Informasi tentang aspek afektif peserta didik dapat diketahui melalui … A.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 331 .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian belakang modul ini. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.x 100 % 90 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas.89 % = baik 70 % .100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.

B sahih 6. C Minimal 10 butir 10. B 332 penulis buku dibuat khusus untuk pihak tertentu ada keterangan tentang kebiasaan di rumah setiap hari jumlah peserta didik masyarakat mengubah kurikulum yang sedang diterapkan wawancara kurikulum informasi tambahan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . D aspek nilai kepribadian 2. C pemahaman Tes Formatif 2: 1. maupun hasilnya. prosedur. C objektif 7. B ketercapaian kompetensi 3. 8. D penilaian dapat dipertanggungjawabkan. B Kelas IV 8. A tes hasil belajar 3. A penugasan 10. B 6. baik dari segi teknik. D 7. A ujian sekolah 5. A 3. C 9. D sesuai kebutuhan Tes Formatif 3: 1. B hanya ranah kognitif yang diukur dengan tes 5. A Jumlah soal 60 waktu pengerjaan 120 menit 9. A ulangan harian 4. C 4. A 10. D 2. C pengamatan 9. A penilaian 2. A 5.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. D 8. D Benar salah 7. C SK dan KD 4. A substansi kajian setiap KD 6.

PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn 9 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 333 .

334 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam otonomi pendidikan. Sebagai guru profesional. dan mengembangkan serta menerapkan kurikulum khususnya untuk pembelajaran PKn di MI. tugas dalam mengembangkan kurikulum tidak lagi dilakukan oleh para ahli (curriculum developer) di tingkat pusat melainkan oleh satuan pendidikan yang pada hakikatnya adalah tugas guru. seorang guru PKn seyogianya memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum (curriculum development). tentu Anda telah mengenal tentang prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. fungsi. menganalis. Dalam modul ini Anda akan diajak mengkaji lebih jauh tentang pengembangan KTSP dalam mata pelajaran PKn yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat era sekarang dan masa yang akan datang. Anda tentu sudah mengenal sistem pengembangan kurikulum menurut kebijakan pemerintah saat ini.PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PKn Pendahuluan Modul ini merupakan modul pengembangan profesional guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu kompetensi guru kelas di MI. dan pelaksanaannya. tujuan. Pada modul mata kuliah yang lain. Baiklah. Silakan Anda buka buku panduan KTSP yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dengan mempelajari materi dalam modul ini Anda diharapkan memiliki Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 335 . Sebagaimana telah dikemukakan pada modul bagian awal bahwa tugas mengembangkan kurikulum dalam sistem pendidikan yang berlaku saat ini diserahkan kepada satuan pendidikan. Dengan memahami isi KTSP tersebut. yakni Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). meliputi pengertian. mengkaji. Dengan kata lain. Tepat sekali. maka Anda akan sangat terbantu dalam memahami. bahwa tugas mengembangkan kurikulum oleh satuan pendidikan hendaknya mengacu pada panduan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Carilah dan baca pengertian kata-kata kunci dalam daftar katakata sulit (Glosarium) atau dalam kamus atau dalam ensiklopedia. Pengembangan silabus dan RPP PKn Untuk membantu Anda dalam mencapai harapan kemampuan di atas ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut: 1. Apabila Anda memiliki kemampuan dalam mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran PKn maka Anda layak menjadi guru profesional. Bacalah dengan cermat bagian Pendahuluan modul ini sampai Anda faham betul apa. mengembangkan silabus dan RPP PKn Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua guru dan atau calon guru profesional khususnya untuk menganalisis dan melaksanakan pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah. Agar semua harapan di atas dapat terwujud. konsep. untuk apa dan bagaimana mempelajari modul ini. 3. Mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas 2. metode. 4. Oleh karena itu.kemampuan sebagai berikut. orang tua dan masyarakat serta bangsa dan negara. strategi. 2. para siswa pun akan sangat terbantu dalam proses belajarnya sehingga Anda akan mendapat sambutan yang positif dari para peserta didik. dan prosedur yang dituntut oleh kurikulum tentang ketentuan keharusan pengembangan kurikulum PKn menurut KTSP. kemampuan analisis dan dangkalnya pengalaman maupun penguasaan pendekatan. yakni seorang guru yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa. maka di dalam modul ini disajikan pembahasan dan latihan dengan butir uraian sebagai berikut: 1. Terapkan prinsip. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru. Lebih jauh lagi. Pentingnya calon sarjana maupun calon guru profesional memahami atau punya kemampuan seperti ini karena seringkali para guru pemula mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran PKn. Tangkaplah pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri dan tukar pikiran dengan mahasiswa atau guru lain dan dengan tutor Anda. 1. dengan memahami dan menguasai materi dalam modul ini diharapkan Anda akan terbantu dan tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengembangkan kurikulum berdasarkan KTSP. menjelaskan mata pelajaran PKn dalam sistem kurikulum berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 2. dan teknik untuk pembelajaran PKn dengan sistem KTSP. 336 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan teman dalam kelompok atau kelas. 5. Kenyataan ini diasumsikan pula karena rendahnya pemahaman.

maka Anda akan sangat terbantu untuk menguasai materi pada kegiatan belajar berikutnya. 20 Tahun 2003. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sementara itu dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. untuk memahami bahasan ini para guru perlu mengenal juga paradigma baru kurikulum dan landasannya. adanya standar nasional pendidikan telah berimplikasi terhadap sejumlah kebijakan bidang pendidikan yang lebih rendahnya. pengelolaan. tenaga kependidikan. Oleh karena itu. dan pembiayaaan. Apabila Anda sudah menguasai pembahasan materi pada kegiatan belajar 1. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. Menurut Pasal 35 Undang-Undang No. struktur. Oleh karena itu. Anda telah mengenal dan memahami bahwa salah satu tugas guru dalam sistem kurikulum saat ini adalah sebagai pengembang kurikulum. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 337 . sarana dan prasarana. Apa landasan dan struktur kurikulum PKn itu? Pada tahun 2003 disahkanlah Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam PP tersebut dikemukakan bahwa standar nasional adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.1 Mata Pelajaran PKn dalam Sistem Kurikulum Berdasarkan Permendiknas Pada bagian pendahuluan di atas dalam modul ini. Kegiatan belajar 1 modul ini memfokuskan pembahasan pada upaya memberikan pemahaman guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tentang pengembangan kurikulum PKn. serta ruang lingkupnya secara umum dan khusus guna pengembangan pembelajaran pada tingkat mikro. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum.

perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pasal 1 ayat (1) dikemukakan bahwa “Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. pengembangan kurikulum mata pelajaran sekolah umumnya dan khususnya untuk mata pelajaran PKn mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dengan kata lain. Permendiknas inilah yang dijadikan landasan operasional (acuan) bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan tersebut. khususnya tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD NRI 1945. terampil. 338 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . standar pembiayaan. standar penilaian pendidikan Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.a) b) c) d) e) f) g) h) Sebagai implikasi dari ketentuan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. standar kompetensi lulusan . standar pengelolaaan. berbangsa. dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). maka lahirlah Permendiknas Nomor 22 tentang Standar Isi (SI) dan dan Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan ayat (2) Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. standar proses. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. standar isi. standar sarana dan prasarana. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran.

pelestarian lingkungan hidup. sehat. hak. dan tanah air Indonesia 2. negara. Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 339 . Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 3. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya 11. suku. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Menghargai keberagaman agama.Standar kompetensi lulusan untuk kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan 5. No 2. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum. dan memanfaatkan waktu luang 10. aman. Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal Adapun kerangka dasar kurikulum kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian diuraikan dalam tabel sebagi berikut. tanggung jawab sosial. berbangsa. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih. Berkomunikasi secara santun 8. ketaatan pada hukum. ketaatan membayar pajak. Menunjukkan kegemaran membaca 9. dan bernegara. dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya 4. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 7. kesetaraan gender. budaya. tolong-menolong. dan sikap serta perilaku anti korupsi. jiwa dan patriotisme bela negara. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. dan nepotisme. Bekerja sama dalam kelompok. kolusi. ras. bugar. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri 6. SD/MI/SDLB*/Paket A Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. kemajemukan bangsa. demokrasi.

Oleh karena itu. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. berakhlak mulia. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. tanpa membedakan agama. kebutuhan. suku. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.sekolah dan komite sekolah berpedoman pada Permendiknas Nomor 22 dan 23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. cakap. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. berilmu. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan jenjang serta jenis pendidikan. nonformal dan informal. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. f. kreatif. c. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. d. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. keterampilan akademik. keterampilan berpikir. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. teknologi. dengan 340 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kondisi daerah. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Dalam Panduan KTSP dinyatakan bahwa kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. a. sehat. keterampilan sosial. e. perkembangan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. teknologi. pengembangan keterampilan pribadi. budaya dan adat istiadat. Berpusat pada potensi. dan pengembangan diri secara terpadu. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. kebutuhan. serta status sosial ekonomi dan gender. muatan lokal. b. perkembangan. dunia usaha dan dunia kerja. dan seni.

Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Materi Kurikuler PKn Apa materi kajian PKn untuk warga sekolah? Materi PKn untuk lembaga persekolahan termasuk domain PKn sebagai program kurikuler. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa persoalan yang dihadapi PKn bila dikaitkan dengan praktik dan perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akhir-akhir ini masih jauh dari harapan. Domain PKn sebagai program kurikuler meliputi program PKn yang diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan formal dan nonformal. g. Program PKn pada lingkungan pendidikan nonformal ini masih terabaikan.prinsip yang perlu dipertimbangkan dan dijadikan pedoman dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan oleh para praktisi pendidikan di setiap jenjang dan jalur satuan pendidikan masing-masing.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. kalau ada. Mereka diperkenalkan tentang sejumlah konsep yang terkait dengan kehidupan berkelompok. PT). SMP. PKn sebagai program kurikuler adalah PKn yang terdapat di dalam kurikulum tiap jenjang satuan pendidikan (SD. Demikianlah prinsip. Demikian pula pada usia di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI). Bahkan masih jauh dari tujuan dan cita-cita bangsa sebagaimana yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Program PKn masih berjalan secara sendiri-sendiri sehingga persoalan bangsa. Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah belum dapat dikatakan sinergi dengan program PKn yang diselenggarakan di luar lembaga pendidikan formal. bermasyarakat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang semuanya diarahkan pada pembangunan karakter warga negara. berorganisasi. Mengapa demikian? Karena sejak kanak-kanak setiap warga negara pada umumnya telah mulai diperkenalkan dengan kehidupan bernegara dan berorganisasi pada tingkat yang paling sederhana. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. SMA. artinya upaya untuk pembinaan karakter warga negara yang menyeluruh termasuk mereka yang ada di luar jalur pendidikan formal belum mendapat perhatian yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 341 . dimensi program ini bersifat formal. bernegara dan berpemerintahan. khususnya dalam upaya pembangunan karakter warga negara yang baik belum optimal. berbangsa dan bernegara. dasar (basic) dan krusial dalam pembentukan kompetensi dan karakter warga negara.

Tidak ada dokumen kurikuler yang steril dari perubahan. SMP. Ketika bangsa Indonesia memasuki tahun 2000. melainkan sudah membahas persoalan-persoalan moral dan sebagainya. Perubahan kurikulum hendaknya dilakukan setelah ada proses evaluasi terhadap kurikulum terdahulu. di kalangan Departemen Pendidikan Nasional mulai diadakan berbagai kajian dan evaluasi terhadap dokumen Kurikulum PKn hingga lahirlah gagasan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk mata pelajaran PKn sekolah. Untuk SD dan SMP. content-nya itu menukik pada butir-butir nilai Pancasila yang berlaku sampai kurikulum 1994. Masalah ini terkait dengan masalah kebijakan (policy) pemerintah. Pada sekitar tahun 1999 lahirlah Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Suplemen. Nama untuk mata pelajaran ini pun telah berubah. Ada sejumlah content Kurikulum 1994 yang ditambah dan dikurangi. sebenarnya ketika berlaku Kurikulum PPKn 1994. ketika berubah menjadi PKn pada tahun 1968-an sampai 1975-an muatan isi kurikulum mulai berubah menjadi bukan hanya doktrin kenegaraan yang spesifik. Sedangkan untuk SMA. Pertama adalah model PKn pada kurun waktu tahun 1960-an sampai 1968. beberapa sekolah lainnya menggunakan Kurikulum 2006. Kurikulum PKn sekolah yang pernah ada di Indonesia dapat dipilah menjadi empat model. Dokumen kurikulum PKn dibuat dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan dari satu masa ke masa berikutnya. begitu PKn itu menjadi Pendidikan Moral Pancasila pada tahun 1975. Tanggung jawab yang diemban oleh pakar atau semua masyarakat ilmiah di bidang PKn adalah melakukan pengkajian secara berkesinambungan khususnya dalam lingkup kurikulum. Sejalan dengan perubahan masyarakat dan sistem pemerintahan di Indonesia. dan beberapa sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada Standar Nasional. Kurikulum pada masa ini memiliki ontologi pokok berupa content yang lebih banyak mengandung aspek sosial politik yang berkaitan dengan doktrin-doktrin kenegaraan.memadai. mata 342 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . mata pelajaran PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan nama baru menjadi Pengetahuan Sosial. Ketiga. sejalan dengan adanya perubahan politik dari Orde Baru ke Orde Reformasi. maupun SMA masih ada yang menggunakan Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Keempat. Program PKn sebagai domain kurikuler berbentuk sejumlah dokumen yang setiap masa/ saat dapat berubah. Kedua. Sejumlah butiran dan nilai hasil pemikiran yang terkait dengan budi pekerti diakomodasi ke dalam Kurikulum PPKn 1994 dengan Suplemen. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22/2005) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Diknas Nomor 23/2005). pernah dilakukan penyesuaian content. disesuaikan dengan semangat dan nuansa reformasi. Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh para pengembang merupakan proses alamiah mengikuti perkembangan masyarakat yang berubah sejalan dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Hingga kini sejumlah sekolah baik SD.

Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. Pemajuan. Prestasi diri . Pemerintahan daerah dan otonomi. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. maupun PKn SMA dalam mata pelajaran Kewarganegaraan pada dasarnya masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat umum maupun masyarakat akademik. Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Sebagai standar nasional dalam aspek isi atau ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2006) meliputi aspek-aspek sebagai berikut. penghormatan dan perlindungan HAM 4. Demikianlah ruang lingkup materi mata pelajaran PKn berdasarkan Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Dampak globalisasi. Sistim hukum dan peradilan nasional. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Persatuan dan Kesatuan bangsa. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Tata tertib di sekolah. Peraturan-peraturan daerah. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. 1. Menghargai keputusan bersama. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. Budaya politik. Hukum dan peradilan internasional 3. Norma yang berlaku di masyarakat. SMP yang ada dalam mata pelajaran Pengetahuan Sosial. Cinta lingkungan. Dari aspek content. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. baik PKn SD. dan Mengevaluasi globalisasi. Persamaan kedudukan warga negara 5. Harga diri sebagai warga masyarakat. Sistem pemerintahan. Pemerintah pusat. Partisipasi dalam pembelaan negara. Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 343 . Sumpah Pemuda. Norma. hukum dan peraturan. Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Kebebasan berorganisasi. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan.pelajaran PKn berubah nama menjadi Kewarganegaraan. Demokrasi dan sistem politik. Kekuasan dan Politik. Instrumen nasional dan internasional HAM. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Budaya demokrasi menuju masyarakat madani.

(4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (5) Konstitusi Negara. Dalam standar isi dikemukakan pula bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (7) standar pembiayaan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 344 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . terampil. (2) Norma. Salah satu implikasi dari ketentuan undang-undang tersebut adalah lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. (8) standar penilaian pendidikan. (2) standar proses. (6) Kekuasan dan Politik. (3) Hak asasi manusia. hak. (7) Pancasila. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. (3) standar kompetensi lulusan. dan (8) Globalisasi. Dalam standar kompetensi lulusan dikemuakkan bahwak kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. perkembangan. Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. dan bernegara. teknologi. Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagaimana termuat dalam standar isi (Permendiknas Nomor 22/2005) meliputi aspek-aspek: (1) Persatuan dan Kesatuan bangsa. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. (6) Belajar sepanjang hayat. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: (1) Berpusat pada potensi. (4) Kebutuhan warga negara. hukum dan peraturan. (7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. (5) standar sarana dan prasarana. dan seni. berbangsa. kebutuhan. (6) standar pengelolaaan.Rangkuman Disahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa lingkup standar nasional meliputi: (1) standar isi. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. (2) Beragam dan terpadu.

A. Dalam Standar Isi diatur tentang . perkembangan..Tes Formatif 1 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. Tujuan mata pelajaran PKn B. dan seni D. Standar Tenaga Pendidik 3. Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 4.. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 mengatur tentang . UU Nomor 20/2003 B. kecuali: A.. hukum dan peraturan dalam standar isi merupakan penjabaran drai standar kompetensi lulusan . Permendiknas Nomor 23/2006 2.. kebutuhan. PP Nomor 19/2005 C.. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya 5. Indikator pencapaian D. teknologi. 1. “Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan” adalah prinsip pengembangan kurikulum . Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 345 . Standar Kompetensi Lulusan B. Ruang lingkup materi Norma.. Standar Penilaian C. A. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan C.. Ruang lingkup materi PKn C. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya B.. Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) diatur dalam . Standar Isi D. Permendiknas Nomor 22/2006 D. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri D.. Berpusat pada potensi.... Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya B. Beragam dan terpadu C.. A... A.

Konstitusi Negara 346 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .. Kurikulum PKn berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Thaun 2006 menekankan pada . kompetensi kewarganegaraan 9. perbaikan perilaku kewarganegaraan 7. Kekuasan dan Politik B. nilai kewarganegaraan B..6 Domain PKn sebagai program kurikuler dirancang dalam sejumlah dokumen kurikulum yang bersifat formal dan hasil pemikiran para ahli sesuai dengan tingkat usia dan jenjang sekolah yang diarahkan pada .. Materi pelajaran “Budaya demokrasi menuju masyarakat madani” merupakan ruang lingkup materi PKn: A. kompetensi kewarganegaraan 10. A. moral kewarganegaraan C. sikap kewarganegaraan 8.... memberi pemahaman akan hak dan kewajiban C.. Pendekatan kurikulum PPKn 1994 menekankan pada pendekatan . A.. nilai kewarganegaraan B. pengetahuan kewarganegaraan D. moral kewarganegaraan C. Pancasila D.. Pendekatan kurikulum PMP 1975 menekankan pada pendekatan . HAM C. A. moral kewarganegaraan C... pembangunan karakter bangsa B. pengetahuan kewarganegaraan D. pengetahuan kewarganegaraan D.. A. pembentukan sikap kepribadian D. nilai kewarganegaraan B.

Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 dengan mempergunakan rumus di bawah ini.89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian belakang modul ini. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 347 . Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.100 % = baik sekali 80 % .79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1.

348 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .

kegiatan pembelajaran. indikator. Dalam konteks pembelajaran. yakni pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). struktur dan materi pembelajaran PKn. kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena mungkin Anda telah berpengalaman. dan indikator pencapaian Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 349 . Anda telah diperkenalkan dengan landasan. yakni sesuai dangan tuntutan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa. kompetensi dasar.2 Pengembangan Silabus dan RPP Pembelajaran PKn Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini. maka pertanyaannya adalah bagaimana cara mengembangkan kurikulum pada tingkat mikro atau pembelajaran di kelas khususnya untuk peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah? Sebenarnya. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. materi pokok/pembelajaran. dan sumber/bahan/ alat belajar. sesuai dengan kedudukan Anda sebagai mahasiswa guru. namun agar kemampuan Anda semakin mahir. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. maka Anda perlu terus berlatih untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum ini agar pengetahuan dan penguasaan Anda terhadap pembelajaran PKn semakin kaya dan cara membelajarkannya semakin mantap. khususnya dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran PKn. Apa silabus itu? Dalam pengertian kamus. alokasi waktu. Masalah ini sangat penting bagi Anda calon guru kelas di MI mengingat sampai saat ini masih banyak guru yang belum mahir dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran secara layak. Apakah Anda mendapat informasi baru tentang pengembangan dan perkembangan kurikulum PKn khusus di Indonesia? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas. penilaian. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Pada kegiatan belajar 2 ini akan diuraikan tentang pengembangan kurikulum pembelajaran PKn di Madrasah Ibtidaiyah.

Istilah silabus dalam konteks pembelajaran telah lama digunakan di perguruan tinggi. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. MA. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. silabus akan menjawab: Kompetensi apa yang harus dikuasai oleh siswa? Metode apa yang akan dgunakan? Bagaimana cara menilai hasil belajar? Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2) yang berbunyi: Sekolah dan komite sekolah. Namun. Kompetensi Dasar 3. Siapa yang mengembangkan silabus itu? Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. istilah silabus sebenarnya belum lama digunakan karena istilah yang digunakan sebelumnya adalah model program atau desain program. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. atau (4) Dinas Pendidikan.kompetensi untuk penilaian. untuk tingkat sekolah. yakni KTSP. SMP. Sebagai rambu-rambu pengembangan bagi guru berikut diuraikan komponenkomponen silabus yang dapat dijadikan acuan oleh para guru. SMA. Indikator 350 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Kegiatan Pembelajaran 5. dan SMK. atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. Silabus selalu terkait dengan kompetensi dan kompetensi dasar yang diharpkan dapat dikuasai oleh peserta didik. Komponen SILABUS 1. Standar Kompetensi 2. Demikianlah landasan keberadaan silabus dalam sistem kurikulum yang berlaku saat ini. atau madrasah dan komite madrasah. Oleh karena itu. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). dan MAK. Dalam silabus pun selalu diuraikan masalah cara mencapai dan bagaimana mengetahui bahwa kompetensi tersebut teah tercapai.

serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. teknologi. • Relevan Artinya. • Aktual dan Kontekstual Artinya. • Menyeluruh Artinya. materi pokok/ pembelajaran. afektif. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 351 . cakupan indikator. • Ilmiah Artinya. dan sistem penilaian. intelektual. dan peristiwa yang terjadi. kegiatan pembelajaran. cakupan. emosional. • Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. Alokasi Waktu 8. kegiatan pembelajaran. sosial. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. psikomotor). Penilaian 7. kedalaman. • Fleksibel Artinya. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagaimana yang ditentukan dalam buku Panduan KTSP sebagai berikut. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. taat asas) antara kompetensi dasar. kegiatan pembelajaran. • Memadai Artinya. indikator. materi pokok/ pembelajaran. keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. sumber belajar. • Sistematis Artinya. pendidik. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. cakupan indikator. dan spritual peserta didik. materi pokok/ pembelajaran. komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif.6. Sumber Belajar Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. sumber belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. sumber belajar.

keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. b. 4. 8. 5. 2. Dalam mengkaji standar kompetensi mata pelajaran guru perlu memperhatikan halhal berikut: a. Dalam mengkaji kompetensi dasar mata pelajaran guru perlu memperhatikan hal-hal berikut: a. 2. 6. dan keluasan materi pembelajaran. 7. emosional. relevansi dengan karakteristik daerah. langkah-langkah pengembangan itu dapat dijelaskan sebagai berikut. 4. b. 5. 3. 352 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. tingkat perkembangan fisik. dan spritual peserta didik. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. 6.Dalam mengembangkan silabus. intelektual. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. 7. struktur keilmuan. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. sosial. 3. c. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Menentukan Jenis Penilaian Menentukan Alokasi Waktu Menentukan Sumber Belajar Secara singkat. kebermanfaatan bagi peserta didik. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut. Dalam mengidentifikasi materi pokok. kedalaman. 1. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. potensi peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dalam SI. c. Aktualitas. ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru sebagai berikut: 1.

dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 353 . kesinambungan (kontinuitas). seperti: 1. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. peserta didik dengan guru. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. satuan pendidikan. dan bertindak secara konsisten. 2. kesesuaian (relevansi) dan kontekstual. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda. Dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah memberikan bantuan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Prinsip pengembangan indikator seyogianya sesuai dengan prinsip kepentingan (urgensi). menganalisis. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik serta memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. alokasi waktu . dan potensi daerah dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. perilaku. Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi sehingga dimungkinkan bahwa tingkat kata kerja dalam indikator akan lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD dan/atau SK. dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap. lingkungan. seorang guru perlu menyadari bahwa setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (setiap satu KD menjadi lebih dari dua indikator). dan keterampilan. pengetahuan. Dalam mengembangkan indikator. berpikir. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi.8. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yaitu kegiatan siswa dan materi. guru perlu memiliki pemahaman bahwa indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. 3. Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

keluasan. dan indikator pencapaian kompetensi. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran Dalam menentukan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. serta lingkungan fisik. kedalaman. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut e. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Menggunakan acuan kriteria c. nara sumber. sikap. Dalam menentukan sumber belajar perlu disadari bahwa sumber belajar adalah rujukan. kegiatan pembelajaran. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. alam. penggunaan portofolio. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan d. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. sebagai berikut: • • • • • • • • • • • Nama Sekolah: Mata Pelajaran: Kelas/Semester: Standar Kompetensi: Kompetensi Dasar: Materi Pokok/Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran: Indikator: Penilaian: Alokasi Waktu: Sumber Belajar: 354 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Berikut ini adalah contoh format silabus yang dapat dijadikan acuan dasar oleh guru. (Lihat uraian tentang penilaian dalam Modul 8).pengambilan keputusan. dan penilaian diri. penilaian hasil karya berupa proyek atau produk. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. tingkat kesulitan. apabila Anda sudah memeriksa modul sebelumnya. dan budaya. Baik. sosial. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik. yang dilakukan berdasarkan indikator b. pengamatan kinerja. perhatikan beberapa hal yang menentukan penilaian: a.

dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. mari kita kaji bersama contoh silabus mata pelajaran PKn untuk SD/ MI sebagai berikut. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 355 . evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). dan evaluasi rencana pembelajaran. dilaksanakan. Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan silabus. Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaja-ran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Pengembangan silabus dilakukan secara berkelanjutan yang selanjutnya dijabarkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. contoh format silabus dapat digambarkan sebagai berikut: No. Selanjutnya. serta dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.Dalam bentuk tabel. dievaluasi.

• Siswa mampu menceritakan kesatuan w i l a yahNegara Indonesia.. Bandung. : 12 x 35 Menit Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu enjelaskan makna NKRI. •Menjelas k a n tujuan menjaga keutuhan NKRI.. Majalah/ koran/ media elektronik 356 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] .1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. • Siswa mampu menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. Jawa Barat : Pendidikan Kewarganegaraan : V/1 Standar Kompetensi : 1. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. •Menjelas k a n makna Bhinneka Tunggal Ika.SILABUS Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/semester : MI . • Menceritakan kesatuan wilayah Indonesia. Memahami pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kompetensi Dasar : 1. • Siswa mampu menjelaskan keutuhan NKRI.3 Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Alokasi Waktu Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indikator •Menjelas k a n makna Negara K e s a t uanRepubl ikIndonesi a (NKRI). • Siswa mampu menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI. •Menganal isisusah a-usaha untuk menjaga keutuhan Negara K e s a t u a n Republik Indonesia (NKRI).2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.

guru perlu lebih mengoperasionalkan lagi silabus ini ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Majalah/ koran/ media elektronik Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI 4 x 35 menit • Buku PKn kelas V semester 1. • Menunjukkan sikap menghargai jasa para pahlawan dalam menjaga keutuhan NKRI. • Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. •Mengurai kan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. • Siswa mampu menjelaskan perlunya rasa nasionalisme untuk menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa memberikan contoh sikap menghargai jasa para pahlawan. • Siswa mampu menjelaskan manfaat dari persatuan dan kesatuan.Materi Pokok/ Pembelajaran Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Siswa dapat menunjukkan contoh contoh perilaku dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Penilaian Tes tertulis: Uraian tentang upaya menjaga keutuhan NKRI Alokasi Waktu 4 x 35 menit Sumber Belajar • Buku PKn kelas V semester 1. Kegiatan Pembelajaran • Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha menjaga Keutuhan NKRI. • Siswa dapat menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. • Menampilkan sikap positif terhadap upaya menjaga keutuhan NKRI. Majalah/ koran/ media elektronik Demikianlah contoh silabus mata pelajaran PKn yang tentu saja masih perlu ada penyesuaian dengan konteks dimana satuan pendidikan itu berada. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 357 . • Siswa dapat menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Indikator •Menjelas kan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). •Menjelas kan manfaat persatuan dan kesatuan • Menunjukkan sikap rela berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya.

Kompetensi Dasar. Ketentuan tentang sistimatika rencana pelaksanaan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. (2) Standar Kompetensi. dan Penilaian. Meskipun demikian dalam buku Panduan KTSP pada bagian lampiran diuraikan pula contoh RPP dengan karakteristik dan langkah penyusunannya sebagai berikut: A. dan penilaian hasil belajar. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 358 .Materi Pembelajaran. sumber belajar. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran. Metode Pembelajaran. seperti: • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Standar Kompetensi • Kompetensi Dasar • Indikator • Alokasi Waktu Perlu diingat bahwa: (1) RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Oleh karena itu. Mencantumkan identitas. Bagaimana kedudukan RPP dalam sistem pendidikan nasional? Ketentuan tentang RPP dapat kita temukan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 yang berbunyi: “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Sumber Belajar.Apakah dan bagaimana cara mengembangkan RPP? Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus. RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. metode pengajaran. apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. laboratorium.” Dari ketentuan ini jelas bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. materi ajar. Bagi guru.

dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut. Pada dasarnya. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. sesuai dengan karakteristik model yang dipilih. media. Sumber belajar mencakup sumber rujukan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. alat. E. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. dan kegiatan penutup. dan (3) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. kegiatan inti.B. lingkungan. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Misalnya. C. Oleh karena itu. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. F. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 359 . Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. Akan tetapi. narasumber. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] satuan pendidikan. G. Oleh karena itu. kegiatan inti. bentuk instrumen. dan bahan. pengarang. dan halaman yang diacu. yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. D. kegiatan pendahuluan/pembuka. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan.

.................... Tujuan Pembelajaran B.......... Sumber Belajar F................... x 35 menit (… pertemuan) A............ : . : . : .............................. RPP yang dibuat guru dapat disusun sebagai berikut.... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : ........ : .... Dalam bentuk sistimatika................. 360 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] ........... mari kita kaji bersama contoh RPP mata pelajaran PKn untuk SD/MI sebagai berikut............ Materi Pembelajaran C....... dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian............ Penilaian Demikianlah uraian teoritis dan normatif tentang pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). : ....... Selanjutnya............... Metode Pembelajaran D....... : ..........uraian... tes unjuk kerja. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst E..................

. 3... 5. Indikator : 1) Menjelaskan makna NKRI. 4.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SD/MI : . Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kompetensi dan indikator yang akan dicapai dalam proses pembelajaran.. Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.. Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x pertemuan) Tujuan Pembelajaran : Setelah selesai proses pembelajaran siswa mampu: 1. 3) Menceritakan kesatuan wilayah negara Indonesia... Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. Menceritakan tentang kesatuan wilayah negara Indonesia dengan contoh.. praktik... Makna NKRI dengan benar. Menyebutkan usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI dari perilaku yang paling kecil sampai yang besar. Kesatuan wilayah negara Indonesia. Kegiatan Awal (10 menit) a... Usaha-usaha menjaga keutuhan NKRI... Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : V (Lima)/1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami pentingnya keutuhan NKRI. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). diskusi... Metode Pembelajaran Pengamatan..... Materi Pembelajaran : 1... tanya jawab. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I 1. 4) Menganalisis usaha-usaha untuk menjaga keutuhan NKRI. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia... Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 361 ... 2.. ) Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika. b.... Siswa mengelompok menurut kelompok diskusi yang telah ditentukan. 4.. 2.. 3....... Makna Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh nyata. 5) Menjelaskan tujuan menjaga keutuhan NKRI.... 5.... Menjelaskan makna NKRI dengan benar.. penugasan.

Siswa menjawab pertanyaan tentang menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan Penutup (10 menit) a. b. b. c. d. 362 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Siswa mengerjakan tugas bersama-sama dengan kelompoknya. Siswa menyiapkan hasil kerja kelompok dan menyampaikannya di depan kelas. Siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman dan simpulan tentang makna Bhinneka Tunggal Ika! b. e. 3. Kegiatan Awal (10 menit) a. c. Siswa menyiapkan bahan yang akan dipelajari bersama. Siswa menyiapkan materi pelajaran yang akan dipelajari bersama. Siswa mengelompok sesuai dengan kelompok diskusinya. a. Guru mengajukan pertanyaan antara lain sbb. 2. pembelajaran.2. Siswa melakukan kegiatan diskusi tentang usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Misalnya: 1) Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI? 2) Apa tujuan menjaga keutuhan NKRI? b. b. Kegiatan Akhir (10 menit) a.: (1) Sebutkan usaha-usaha dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! (2) Jelaskan tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia! Pertemuan II 1. Siswa mendapat tugas individu sebagai bahan pendalaman materi. Siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing. c. Kegiatan Inti (50 menit) a. 3. b. Siswa mencermati materi dalam buku yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Siswa memerhatikan penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai dalam kegiatan b. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah di bahas bersama-sama. Siswa berdiskusi tentang tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan Inti (50 menit) a. a. Siswa membuat rangkuman. Siswa memerhatikan penjelasan dari guru tentang hasil diskusi.

gambar yang relevan dan menarik bagi siswa. 3. Apa makna dari bulu yang ada pada lambang negara Republik Indonesia? 4. Bagian I Berilah tanda cek (✔) pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu! Kompetensi Dasar SS S N No. TS STS Keterangan: SS : Sangat Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif ) S : Setuju ( bobot skor 4 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 363 . kisi-kisi soal. N : Netral/tidak berpendapat (skor 3) TS : Tidak Setuju (bobot skor 2 kalau pernyataan positif dan 4 kalau penyataan negatif). butir soal. peta konsep. bagan. 1. Apa makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? 2. lembar kerja siswa (LKS). Apa makna dari Bhinneka Tunggal Ika itu? 3. Menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari keluarga.Alat/Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan. Bagian II Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. 2. Polisi. Apa sajakah yang termasuk kesatuan wilayah negara Indonesia? 5. Yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI adalah semua warga negara. 4. Apa tujuan kita ikut menjaga keutuhan NKRI? Menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab Pemerintah. Penerbit Cempaka Putih. dan sebagainya yang mendukung proses pembelajaran untuk mencapai target kompetensi. Orang yang mengganggu keutuhan NKRI perlu diadili. STS: Sangat Tidak Setuju (bobot skor 5 kalau pernyataan positif dan 1 kalau pernyataan negatif). Penilaian: Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan setelah akhir pertemuan II. dan TNI. buku siswa). 5. Anak yang suka bikin onar adalah salah satu bentuk sikap merusak keutuhan NKRI Perlu diperhatikan bahwa RPP yang diharapkan adalah RPP yang dilengkapi oleh daftar lampiran seperti materi pembelajaran (hand out.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. atau (3) kelompok kerja guru (PKG/MGMP). atau (2) kelompok guru kelas/ mata pelajaran. guru pun perlu memperhatikan langkah-langkah pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. (6) Menentukan Jenis Penilaian. RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. (4) Konsisten. (7) Menentukan Alokasi Waktu. istilah silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran. indikator. materi pokok/pembelajaran. Susunlah silabus mata pelajaran PKn dengan KD Kelas VI Semeter 1 2. (3) Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran. laboratorium. Susun pula RPP untuk KD tersebut. Silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh: (1) guru kelas/mata pelajaran. Rangkuman Dalam pengertian kamus. Untuk menghasilkan silabus yang baik dan aplikatif. dan (8) Menyeluruh. Dalam konteks pembelajaran. Kegiatan pengembangannya dapat dilakukan secara bersama-sama dalam satu waktu. 364 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (6) Aktual dan Kontekstual. (3) Sistematis. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan/atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (5) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Dalam mengembangkan silabus. artinya semua unsur guru hadir sedangkan unsur dari dinas dapat berperan sebagai pembimbing/pengawas. (2) Relevan. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. atau (4) Dinas Pendidikan. dan sumber/bahan/ alat belajar. (2) Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar.Latihan: 1. (4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. penilaian. maka para pengembang (guru) perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus sebagai berikut: (1) Ilmiah. (7) Fleksibel. kegiatan pembelajaran. Penggunaan istilah silabus dalam pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan nasional saat ini cukup resmi karena diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. (5) Memadai. alokasi waktu. kompetensi dasar. dan (8) Menentukan Sumber Belajar.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. standar kompetensi 2.. 1.. kompetensi dasar 3.. A. Dalam konteks pembelajaran. A. Memadai B. ”Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Berikut ini adalah komponen-komponen isi dari sebuah silabus.. Menyeluruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 365 . guru kelas/mata pelajaran B. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5.kecuali: A... afektif. rencana pembelajaran B. silabus sebagai bagian dari kurikulum yang ada pada tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh. pada hakikatnya silabus adalah. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah B. tujuan pembelajaran D.Tes Formatif 2 Lingkarilah salah satu kemungkinan jawaban pada setiap butir pertanyaan yang menurut Anda paling tepat. kecuali: A. D.. kelompok kerja guru (PKG/MGMP).. kelompok guru kelas/mata pelajaran C. materi pokok/pembelajaran C. psikomotor)” merupakan prinsip pengembangan silabus. standar kompetensi B. Secara operasional. A. silabus dikembangkan oleh . Dinas Pendidikan C. Guru Kelas/mata pelajaran D... Fleksibel D. materi pokok/pembelajaran C. Aktual dan Kontekstual C. Guru dan Kepala sekolah 4... tujuan pembelajaran D..

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh guru dalam mengembangkan silabus adalah . Mengembangkan media dan sumber pembelajaran 8. A.6. satu indikator/tujuan pembelajaran D. relevansi dengan kebutuhan guru 9. kebermanfaatan bagi peserta didik C.. Dalam satu RPP dimungkinkan lebih dari satu pertemuan tergantung pada. jumlah tujuan yang akan dicapai C.. kedalaman. jumlah media pembelajaran 366 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Mengkaji dan Menentukan SKKD B.. satu standar kompetensi B. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran D. Aktual dan Kontekstual C.. RPP dikembangkan dari setiap .. ”Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi” merupakan prinsip pengembangan silabus.. aspek yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah .... A. kecuali: A. keluasan materi pembelajaran B. satu kompetensi dasar C. A. B.. kedalaman kompetensi dasar D. Fleksibel D. satu mata pelajaran 10. kecuali: A... Dalam mengidentifikasi materi pokok. potensi peserta didik. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran C. sistematis B. aktualitas. konsisten 7.. dan keluasan materi pembelajaran D.

Bagus! Tetapi kalau tingkat penguasaan Anda kurang dari 80 %. Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 367 . Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2.79 % = cukup < 70 % = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. kemudian hitunglah tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 dengan mempergunakan rumus di bawah ini. Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar selanjutnya.89 % = baik 70 % . terutama bagian yang belum Anda kuasai.100 % = baik sekali 80 % . Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar 10 Tingkat penguasaan = ---------------------------------------------.x 100 % 90 % .Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian belakang modul ini.

A. Indikator pencapaian 4. Kekuasan dan Politik Tes Formatif 2: 1. B. moral kewarganegaraan 8. D. A. A. A. jumlah media pembelajaran 368 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . kompetensi kewarganegaraan 10. A. PP Nomor 19/2005 2. tujuan pembelajaran 3. sistematis 7. C. C. A. Sekolah/Madrasah dan Komite Sekolah/Madrasah 4. D. Mengkaji dan Menentukan SKKD 8. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya 5. nilai kewarganegaraan 9. Menyeluruh 6. rencana pembelajaran 2. Standar Isi 3. B. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 6. D. D. pembangunan karakter bangsa 7. kepala sekolah dan dinas pendidikan 5. B. D. D. A.KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Tes Formatif 1 : 1. C. A. satu kompetensi dasar 10. relevansi dengan kebutuhan guru 9.

umum. bebas. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. proses pengambilan keputusan. sering disebut “luber dan jurdil”. bebas. Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. umum. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 369 . system pemerintahan. rahasia. jujur dan adil. rahasia. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. sering disebut “luber dan jurdil”. jujur dan adil.GLOSARIUM Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung.

iklim sekolah.Ilmu politik pada hakekatnya adalah studi yang mengkaji tentang negara dan pemerintahan dalam arti yang dinamis karena meliputi seluruh aktivitas pemerintahan yakni masalah kekuasaan. Analisis situasi belajar: suatu pengkajian terhadap faktor-faktor latar belakang pengalaman siswa. Pendekatan integrasi (integrated approach): merupakan pendekatan yang berusaha melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran dalam IPS dengan berupaya melakukan integrasi terhadap sejumlah mata pelajaran dalam IPS. dan sebagainya. Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. perbaikan demokrasi konstitusional. membuat dan melaksanakan kebijakan umum dan pembagian untuk kepentingan umum dan masyarakat. perubahan fungsi/peran wanita (misalnya emansipasi). sikap dan kemampuan guru. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. system pemerintahan. Analisis faktor internal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari dalam lingkungan sekolah. proses pengambilan keputusan. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Curah pendapat atau brainstorming merupakan metode pembelajaran yang 370 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] Analisis faktor eksternal : merupakan bagian bidang analisis terhadap faktor-faktor yang berasal dari luar lingkungan sekolah. Perubahan bidang sosial budaya : merupakan salah satu bentuk analisis eksternal sekolah yang meliputi perubahan penduduk. perubahan teknologi dan informasi. . sumber belajar dan hambatan-hambatan eksternal. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. perubahan fungsi keluarga. perubahan dalam struktur ekonomi.

melibatkan kelompok besar atau kecil yang mendorong para siswa untuk memecahkan masalah tertentu. surat kabar. Debat adalah beradu argumen secara terstruktur antara dua pihak (individu atau tim atau kelompok) yang berlawanan dengan cara mempertahankan dan/atau menyerang dalil atau pendapat yang dikemukakan. Gambar kartun dan karikatur adalah gambar imajinatif yang menggunakan simbol-simbol tertentu dan terkadang agak berlebihan untuk menggambarkan orang atau situasi tertentu. iklan dan poster. baik diambil dari guntingan koran atau majalah. slide. buku. kalender. Gambar adalah media umum yang paling banyak digunakan. fotocopy. Simulasi adalah bentuk belajar melalui pengalaman atau belajar dengan mengalami. oleh karena itu seharusnya setiap pengajar atau sekolah memiliki koleksi gambar-gambar. fotografi. Teknik berarti cara melakukan sesuatu secara lebih khusus lagi (a way of tackling). Peta konsep adalah bentuk khusus dari diagram jaring untuk mengeksplorasi pengetahuan dan mengumpulkan dan berbagi informasi. katalog.Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memerankan karakter dalam situasi tertentu. Pendekatan diartikan sebagai cara memandang sesuatu (a way of viewing). Metode pembelajaran berarti cara untuk mengatasi masalah dalam mencapai tager (a way of handling). Good Citizenship adalah warga negara yang baik Jaringan Indikator adalah menggambarkan keterhubungan indikator dalam intra atau antarmata pelajaran Kompetensi dasar kemampuan atau kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 371 . Strategi dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu target (a way of achieving target). atau pun gambar sket. Slide dan film strip adalah gambar film transparan yang ditayangkan secara “diam” dengan menggunakan proyektor filmslide dan film strip. cara mendekati suatu persoalan/fenomena/proses. Kliping adalah guntingan/potongan gambar atau tulisan yang diperoleh dari barbagai sumber seperti dari majalah.

Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. memecahkan masalah. Standar kompetensi standar kemampuan yang harus dikuasai untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan. Inkuiri : proses penelitian. dan keterampilan tertentu telah dicapai. Hak asasi manusia: adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran atau materi pokok yang terkait secara harmonis Berpikir kritis : suatu proses berpikir dengan mengemukakan penilaian dengan menerapkan norma dan standar yang tepat. jujur dan adil. 372 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. sikap. hukum. bebas.Model connected hubungan antarbutir-butir pembelajaran yang dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa dari standar komptensi untuk suatu mata pelajaran. Disposisi kewarganegaraan menunjuk pada ciri-ciri watak pribadi dan watak kemasyarakatan yang diperlukan bagi pemeliharaan dan perbaikan demokrasi konstitusional. rahasia. Pemerintah. Model integrated merupakan model pemaduan sejumlah tema (topik) pembelajaran dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah tema /topik tertentu. mempertanyakan. Kemampuan dasar adalah paket minimal yang dimiliki oleh siswa mencakup kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial politik yang mereka sedang dan akan hadapi serta isu-isu yang telah menjadi topik dan agenda publik. umum. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. sering disebut “luber dan jurdil”. Model webbed adalah model pembelajaran yang dipergunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecendrungan dapat disampaikan melalui beberapa mata pelajaran.

Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 373 . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penilaian acuan norma adalah penilaian yang didasarkan pada kemampuan kelompok sebagai acuan penilaian atau norma kelompok. Program remedi adalah upaya pembelajaran untuk memperbaiki tingkat penguasaan yang diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai atau mencapai target kompetensi dasar. memantau pelaksanaan. Pengayaan (enrichment) adalah upaya pembelajaran untuk memperkaya atau memperluas penguasaan materi ajar yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar tetapi yang bersangkutan ingin meningkatkan kualitas hasil belajar (agar berprestasi optimal). dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.Pembelajaran inkuiri : suatu pendekatan atau metode untuk mengatasi kebosanan belajar siswa melalui proses mempertanyakan suatu masalah dan berusaha memecahkannya menurut langkah-langkah metode ilmiah. baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. isi. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang dapat berhasil belajar apa saja namun jumlah waktu yang dibutuhkan berbeda.

dan sumber/bahan/alat belajar. dan keterampilan. kompetensi mata pelajaran. materi pokok/pembelajaran. kompetensi bahan kajian. alokasi waktu. penilaian. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kompetensi dasar. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dalam konteks pembelajaran. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. pengetahuan. indikator. Silabus berarti ikhtisar suatu pelajaran.Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. dan/ atau lapangan yang dikembangkan untuk setiap kompetensi dasar. 374 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . laboratorium.

Kosasih Djahiri. Ditjen PLP. (1997). Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. (1996). Anonim ( 2005). The Role of Civic Education: A forthcoming Education Policy Task Force Position Paper from the Communitarian Network.). dan SMA/MA (Laporan Penelitian). A. Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. Stanley). James. Atwi Suparman. Pengajaran Studi Sosial/IPS. Jakarta. Bandung: LPPP-IPS FKIS IKIP Bandung A. Curriculum Development. Alamudi. Laurie. Depdiknas. ERIC/Poland book. Banks. Calabasas: CCE. (1992). New York: Prentice Hall. Anonim ( 2005). and Decision-Making. Branson. Dikdasmen. STIA –LAN Bahmueller. Dikdasmen. Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Terpadu untuk SD/MI. (1990). Kosasih Djahiri.F. Ditjen PLP. Politics. Dasar-dasar Pengertian Metodologi Model Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. New York: Longman. (1978). Ahman. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 375 . Apakah Demokrasi itu? Jakarta: USIA. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral VCT dan Games dalam VCT. Valuing. Pola Pelaksanaan Pengajaran Pendidikan Pancasila. Aristotle. Abdullah (Ed. The Future of Democracy. Strategi dan Metode Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. Model-Model Pembelajaran Interaktif. A. Abdul Azis Wahab (1996/1997). (1998). Depdiknas. Ditjen PLP. Dkk (2004). Bandung: PMPKN FPIPS IKIP Bandung. (1995). Sydney: Addison-Wesley Publishing Company. New York: Oxford University Press. Charles F.DAFTAR PUSTAKA A. revisi R. Puskur – Lemlit UPI. (1990). A. Valuing. (1994). James. Banks. Margaret Stimmann.Kosasih Djahiri (1985). Jakarta. and Decision-Making. Dikdasmen Depdiknas. Perencanaan Pembelajaran PKN ( Bahan PTBK Guru SMP) Jakarta. (alih bahasa: Ernest Barker. (1977). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi ( Bahan PTBK). SMP/MTs. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry. Brady. Ditjen Depdikbud Abdul Gafur (2002). Jakarta.

Calabasas. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Helping Students Think and Value: Strategies for Teaching the Social Studies. CICED. (1988). California. New Jersey: Prentice Hall Inc. Kurikulum 2004: Pedoman Umum Pengembangan Penilaian. (fourth edition). Upper Elementary. Center for Indonesian Civic Education. Inc.5. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. (1996).-Oct. (2000).. David W. (1998). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. (2007). (1996). CCE. (1997). Jakarta. Authority: Foundation of Democracy. Center for Civic Education. Miriam. (2007). Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007. (1998). Proyek Pembinaan SD Dyah Sriwilujeng (2006). (2004). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Sept. Kami Bangsa Indonesia…Proyek Belajar Kewarganegaraan. Departemen Pendidikan Nasional. California. Center for Civic Education. (1991). PT Gramedia. Departemen Pendidikan Nasional. We The People . (Cetakan XI). (1981). (tidak diterbitkan) Fraenkel. Couto. (1980). Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Calabasas. Project Citizen: Teacher’s Guide. Miriam. Jakarta: PT. Boston: Allyn Bacon. Norman E. Ditjen Dikdasmen (1989/1990). Jakarta: Depdiknas Gronlund. Center for Civic Education. Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian.. Project Citizen: Teacher’s Guide. Abdul dan Mardapi. 376 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . Cleaf. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Richard A.. Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional. New York: Macmillan Publishing Co. Action in Elementary Social Studies. (2007)... V. Journal CIVITAS. Van. (Buku Guru & Siswa) Diterjemahkan oleh Sapriya dari We the People…Project Citizens (1998).. Jakarta. (1989). Measurement and Evaluation in Teaching. Jack R. Gramedia.Project Citizen. The Art of Teaching Democracy: the Practice.. Budiardjo.Budiardjo. We The People . (2006). We the People. Rambu-Rambu Pengembangan Perangkat Pendukung Pembelajaran Tematik untuk SD/MI.2 No. Calabasas: Center for Civic Education and the National Conference of State Legislatures. Ghofur. Djemari (Tim Pengembang).

Michaelis (Ed.McGraw-Hill. Undang-Undang No. Two Treatises of Government. Introduction to Political Science. Section One: Generalizations from the Social Sciences. Walter C. (alih bahasa dan editor: Peter Laslett). (1989). Jarolimek. (1993). Mardapi. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. (2005). Paul R. Sapriya dan Winataputra. (1980). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Rodee. Leviathan. (4th Ed. Pola Induk Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar SMU: Pedoman Umum.). Social Studies for Children: A Guide to Basic Instruction. John. Republik Indonesia. New York: Oxford University Press. Michaelis. (1983). John R. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. (2003). New York: Macmillan Publishing Company. Sanusi. Greene. Cambridge. Helen (Ed.) Skill Development in Social Studies.) Social Studies in Elementary Schools.(1998). Sepuluh Pilar Demokrasi Konstitusional Menurut UUD 1945. 2/1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional. (7th Edition). Dalam John U. Anderson.C. and Lee. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Safari. (2002). John U. Inc. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. New Jersey: Prentice Hall. Inc. Social Studies in Elementary Education. London: Touchstone Books.A. Content in the Social Studies. John and Parker. (9th Edition). (1962). (1998). Depdiknas. Washington: NCSS. Washington: NCSS. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Leppert.Hanna. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Locke. Djemari. Gaskin). Direktorat Dikmenum. Thomas. (alih bahasa dan editor: J. (1960/2000). Hobbes. Huntington. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 377 . (1963). Locating and Gathering Information. Samuel P. (1998). The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Ella C. UK: Cambridge University Press. Jakarta. in Carpenter. (Unpublished). Bandung: Laboratorium PKn UPI. Christol. Achmad .

November 2003. Mei 2005. Turner. No. H. The Free Encyclopedia. Jakarta: Depdikbud. Metodologi Sejarah. The Art of Teaching Democracy: the Theory.Sapriya. Ditjen Dikti. London: University of London Press. Remadja Rosda Karya. Wikipedia. Sjamsuddin.Oct. in Teacher as Innovators. Lott. Bandung: PPS-FPIPS UPI dan PT.2. Strategies for Teaching Social Studies (3rd ed. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan.5. Ruud. Welton. Sept. P. Nu’man. 378 Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] . (1976).org. Tyler. Sunal. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Udin S. Taylor. Designing the Curriculum. V. Journal CIVITAS.5.). dan Sapriya. (ed. J. (1996). (1998). David A & Mallan. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Veldhuis. V. Social Studies and the Elementary/ Middle School Student. Columbus: Merril Publishing Company. (2003). Mei 2005. Paris: OECD Publications. Changing the Curriculum. Skilbeck. ‘The Contribution of Psychology to the Study of the Curriculum’. Dedi Supriadi & Rohmat Mulyana (ed). (1949). Pengorganisasian Kurikulujm Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS di Sekolah Dasar. Sept.. John T.Oct..F. (1968). Tahun 14 Nomor 1. ‘School Based Curriculum Development and Teacher Education Policy’. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.wikipedia. Veldhuis. in Kerr. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. (2005). Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Civics: Citizens in Action. Long. Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. Philadelphia: Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. Tahun 14 Nomor 1. Cynthia Szymanski and Haas. (1990). Winataputra. London: Open Books. Bowes. Somantri. Helius. Sapriya. M. http://www. (2001). Mary E. Boston.2. (1998). No. (2005). Tahun 12 Nomor 2. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. Ruud. (1988) Children and Their World.). (1976). The Art of Teaching Democracy: the Theory. (1993). R. Sockett. Chicago: Chicago University Press. Journal CIVITAS.H. Model Pembelajaran Partisipatif Berbasis Portofolio dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Dallas: Houghton Mifflin Company.W.

sekarang). Studi Sosial: Konsep dan Model Pembelajaran (2002). dan Jenjang S3 Program Studi PKn UPI. Pengembang Standar Tenaga Pendidik IPS dan PKn SD (BSNP 2006).) di Jurusan PKn dan Hukum FPIPS IKIP Bandung tahun 1987. Melbourne Australia dalam bidang Social Studies tahun 1996. Buku yang pernah ditulis antara lain. PIPS. PIPS dan Pendidikan Dasar. Jawa Barat. California USA tahun 2001. LA. 2006-2009). 2011. dan Ketua prodi Pendidikan Kewarganegaraan jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana UPI (20111012) .). Guru Besar dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh pada tahun 2010.Tentang Penulis SAPRIYA adalah Guru Besar pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Pendidikan tambahan antara lain dalam Political and Constitutional Theory for Citizens: A We the People… National Academy di Loyola Marymount University. Pengembang Video Keterampilan Dasar Mengajar PGSD (Dikti 2006-2007). di School of Education. Konsep Dasar IPS (2008). penerbit Alfabeta. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] 379 . Pendidikan Kewarganegaraan (2003). sejumlah Modul yang diterbitkan Universitas Terbuka dan Modul PIPS untuk Program Dual Mode Universitas Pendidikan Indonesia. dan Indonesia Dalam Hubungan Internasional (2012). Landasan dan Teori Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Dasar PKn (2008). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (2007 & 2009). dan pendidikan S-2. dan PGSD. sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2002 sampai sekarang. Mengajar di Jenjang S1 Jurusan/Prodi PKn. Selain mengajar. Pengembang KBK S1 PGSD (Dikti 2006). asesor Sertifikasi Guru Dalam Jabatan (2007 s.Ed. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1/Drs. Pengembang Standar Minimal Laboratorium PGSD (Dikti 2005). La Trobe University. Penilai Buku Mata Pelajaran PKn SD dan SMP dan buku Non-Teks (BSNP-Pusbuk. Pengembang program Hibah Kemitraan LPTK (Dikti 2006-2007). Pengembang SKGK D-II dan S1 PGSD (Dikti 2002 dan 2006). Pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Pendidikan IPS SPs UPI dengan menulis disertasi Perspektif Pemikiran Pakar Tentang PKn Dalam Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2007. Memahami Hukum Internasional Dalam Teori dan Praktek untuk Pembelajaran (2010). Jenjang S2 Program Studi PKn. Master of Education (M.d. Pengembang Instrumen Sertifikasi Guru IPS dan PKn SD (Dikti 2005-2006). pada tanggal 20 Agustus 1963. Pengembang Standar Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian (BSNP 2006-2007). ia pun pernah menjadi Ketua Jurusan PKn selama dua kali periode (2000-2003 dan 2003-2007). Lahir di Sumedang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful