P. 1
makalah emosi

makalah emosi

|Views: 339|Likes:
pembahasan mengenai makalah pengantar psikologi umum dengan tema "emosi"
pembahasan mengenai makalah pengantar psikologi umum dengan tema "emosi"

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Afiani Fatkhu Misbakh Lestari on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $9.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/04/2015

$9.99

USD

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Emosi

Emosi berasal dari kata e yang berarti energi dan motion yang berarti gerakan. Sedangkan emosi secara harfiah didefinisikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu dari setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Chaplin merumuskan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang daro organism mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya, dan perubahan perilaku.1 Menurut L. Crow & A. Crow, emosi adalah pengalaman yang afektif yang disertai oleh penyesuaian batin secara menyeluruh, dimana keadaan mental dan fisiologi sedang dalam kondisi meluap-luap, juga dapat diperlihatkan dengan tingkah laku yang jelas nyata. Menurut Kaplan dan Saddock, emosi adalah keadaan perasaan yang kompleks yang mengandung komponen kejiwaan, badan, dan perilaku yang berkaitan dengan affect dan mood. Menurut James, emosi adalah keadaan jiwa yang menampakkan diri dengan sesuatu perubahan yang jelas pada tubuh.2
B. Macam-Macam Emosi

Ekman dan Friesen mengemukakan bahwa ada tiga macam emosi yang dikenal dengan display rules, yaitu adanya tiga macam aturan penggambaran emosi yang terdiri dari masking, modulation, dan simulation. Masking adalah keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan atau menutupi emosi yang dialaminya. Modulasi maksudnya orang tidak dapat meredam secara tuntas mengenai gejala kejasmaniannya, tetapi hanya mengurangi saja. Sedangkan simulasi
1

Triantoro Safari Dan Nofrans Eka Saputra, Manajemen Emosi, Jakarta, Bumi Aksara, Drs. M. Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung, CV Remadja Karya, 1988 Hlm 37

2009 Hlm 12
2

3

tetapi seolah-olah mengalami emosi dengan menampakkan gejala-gejala kejasmaniannya. gembira. romansa. misalnya tenang. menyusahkan dan tidak menyenangkan. Primary emotions adalah 3 Triantoro Safari Dan Nofrans Eka Saputra. karena memang memiliki unsur motivasi yang luar biasa kuat. cinta. Ibid Abdul Syukur. Kebanyakan.. santai. marah. yaitu: 1. seks. lucu.maksudnya orang tidak mengalami suatu emosi. Memanfatkan hiburan dalam aktivitas yang dijalani6 Sedangkan emosi negative memberikan dampak negative pula. dan lain-lain. 4.4 Emosi positif memberikan dampak yang menyenangkan dan menenangkan. misalnya : sedih. 2. Manajemen Emosi. Jakarta. 2011 Ibid hlm 26-27 2009 hlm 12-13 4 5 hlm 26 6 4 .5 Selain itu emosi positif juga dapat menimbulkan sebuah motivasi. Bumi Aksara. dan senang. yaitu hasrat. putus asa. Yogyakarta. depresi. kecewa. Diva Presss. 3. haru. Napoleon Hill mengatakan dalam bukunya yang berjudul think and grow rich menyatakan bahwa terdapat tujuh emosi termasuk dalam emosi positif. harapan. Emosi negative terbagi menjadi dua tahapan.3 Jika dilihat dari dampak yang ditimbulkannya emosi manusia dapat dibagi menjadi dua kategori. yaitu emosi positif dan emosi negative. dendam. keyakinan. yaitu primary emotions dan secondary emotions. ada beberapa hal yang harus dieksplorasi. rileks. Beragam Cara Terapi Gangguan Emosi. frustasi. emosi negative menimbulkan permasalahan yang dapat mengganggu orang yang mengalaminyam bahkan bias juga berdampak kepada orang lain yang berada di sekitarnya. Dalam menumbuhkan emosi positif. dan antusiasme. Mengeksplorasi potensi diri agar kuat dan mandiri Melawan rasa stress yang muncul Berbagi dengan orang lain Memberikan apresiasi terhadap orang lain 5.

kita harus mengalihkan perhatian pikiran terhadap sesuatu yang menyenangkan. Karena jika bias dikelola dengan baik. stimulus yang sama mungkin dapat menimbulkan emosi yang berbeda-beda dan kadang berlawanan. berdiri. 2011 Hlm 33-34 5 . terdapat beberapa teknik untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif.7 C. Mengubah focus pikiran. dan ekspresi wajah. baik pengalaman masa lalu atau kejadian yang bersifat buruk. Secondary emotions adalah akibat yang muncul dari semua yang kita rasakan. Jika kita mampu mengubah dan mengelolanya dengan baik. Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP). Beragam Cara Terapi Gangguan Emosi. yaitu dengan metode state of management. Untuk mengubah focus pikiran yang negative. Rangsangan Emosi timbul dari rangsangan (stimulus). a. 2. Yogyakarta. seperti cara bernafas. Pada saat emosi negative timbul. Diva Presss. Emosi negative tidak hanya berdampak buruk. Sesungguhnya emosi negative yang sedang kita alami lahir karena adanya ide-ide tertentu. Lamanya respon 7 Abdul Syukur. Timbulnya Emosi Emosi terjadi karena adanya dua faktor. Mengubah fisiologis Mengubah cara fisiologis misalnya. yaitu : rangsangan dan perubahan. emosi negative akan berubah menjadi emosi positif.perasaan yang kita rasakan sebelumnya dan menjadi penyebab lahirnya emosi negative. kita harus mencari penyebab hadirnya emosi negative tersebut. Cara untuk mengontrol dan mengelola kondisi emosi negative yang muncul yaitu dengan : 1. adakalanya emosi negative juga ada manfaatnya.

M. Perubahan fisiologis biasanya dapat diketahui dengan pemeriksaan atau tes diagnosis dari para ahli ilmu jiwa. 1988 Hlm 38 6 .emosional ditentukan oleh kondisi fisik dan mental dari individu itu sendiri. Proses terjadinya emosi Menurut Greenberg & Watson proses terjadinya emosi adalah sebagai berikut : Stresor / Kejadia n Promting Interpretasi terhadap kejadian Perubahan otak (neuro-kimiawi) Perubahan Bahasa tubuh dan wajah Nama emosi Efek Akhir wajah dan tubuh (detak jantung. b. Perubahan Yang dimaksud perubahan disini adalah perubahan fisik dan fisiologis. pernapasan) Ungkapan verbal Maksudnya : kebangkitan emosi pertama kali muncul akibat adanya stimulus atau sebuah peristiwa. CV Remadja Karya. Psikologi Pendidikan. Stimulus kemudian ditangkap oleh 8 Drs. Perubahan secara fisik secara langsung dapat diamati pada diri seseorang selama tingkah lakunya dipengaruhi oleh emosi. Dapat dikatakan bahwa emosi akan terus berlangsung selama stimulusnya ada dan yang menyertainya masih aktif. tekanan darah. Sedangkan perubahan fisiologis tidak dapat diamati secara langsung karena tidak tampak dari luar.8 D. Ngalim. Bandung.

pengalaman emosi merupakan hasil dari persepsi seseorang terhadap perubahan fisiologis yang dialaminya.reseptor. dada menjadi sesak. intonasi suara. mata memerah. dan terlihat dalam denyut jantung. Perubahan tersebut misalnya napas tersengal. Jakarta. Interpretasi yang dibuat kemudian memunculkan perubahan secara internal dalam tubuh. dan respons-respons lainnya. King. E. Intinya. cara menatap dan perubahan tekanan darah. setiap emosi yang berbeda akan dihasilkan oleh perubahan yang tidak sama pada badan pula. keluar air mata. keringat. Salemba Humanika. Hlm 101 7 . pola pernapasan. Teori-Teori Emosi 1) Teori emosi James – Lange Teori james – lange menyatakan bahwa emosi terjadi dari keadaan fisiologis yang muncul karena rangsangan di lingkungan: emosi terjadi sesudah reaksi fisiologis. Penyelidikan secara fisiologis tidak mampu membedakan keadaan badan pada berbagai emosi yang berbeda . Psikologi Umum. perbedaan 9 Laura. bahwa sesudah persepsi awal. kemudian melalui otak. A. Setiap emosi-mulai dari marah hingga gembira-memiliki serangkaian perubahan fisiologis yang berbeda. kita menginterpretasikan kejadian tersebut sesuai dengan kondisi pengalaman dan kebiasaan kita dalam mempersepsikan sebuah kejadian.9 Rangsangan penghasil emosi Perubahan pada badan yang dihasilkan oleh system saraf autonomik Otak menginterpretasikan perubahan pada badan sebagai emosi Apabila teori ini benar. 2010. perubahan raut wajah.

Badan memainkan peran yang kurang penting dibandingkan dengan teori James – Lange.10 2) Teori emosi Cannon – Bard Teori Cannon – Bard menyatakan bahwa emosi dan reaksi fisiologis terjadi secara bersamaan.11 3) Teori dua faktor emosi Dalam teori dua faktor emosi yang dikembangkan oleh stanley schacter dan jerome singer. namun perasaan emosi tersebut benar-benar merupakan hasil dari interpretasi otak mengenai apa yang berlangsung di lingkungannya. Salemba Humanika. 2010. dan bukannya tipe perasaan emosi. Akan tetapi. Erlangga. Psikologi Umum.yang ditemukan hanyalah merefleksikan derajat. Pengantar Psikologi. Perkembangan Emosional Selama Proses Pertumbuhan a) Selama masa awal Sifat perasaan emosi telah timbul selama masa bayi. 2000 Hlm 162 ibid Laura. yang terjadi selama emosi yang kuat. Jakarta. Interpretasi otak terhadap rangsangan menyebabkan Rangsangan penghasil emosi Rangsangan pada sistem saraf autonomik menyebabkan perubahan pada badan Perubahan pada badan. seringkali kurang mengerti apakah tanda-tanda seperti 10 11 12 dirasakannya emosi Dr. emosi ditentukan oleh dua faktor : rangsangan fisiologis dan pemberian label kognitif. A. Hlm 104 8 . Soenardji. King. Jakarta.12 F. sangat penting di dalam memastikan bahwa seseorang mampu mengatasi keadaan.

Artinya. kita akan berusaha menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin dan tepat waktu. karena terpengaruh latihan dan kontrol. fungsi emosi dibagi menjadi tujuh. tertawa. Peralihan ekspresi emosi yang tadinya kasar. akan semakin dapat mengungkapkan dengan jelas emosinya. dan lain-lain pada masa awal bayi disertai atau diikuti dengan intensitas perasaan atau tidak. Selama pertumbuhan. c) Perkembangan akhir Pada akhirnya akan mencapai kemampuan untuk menyesuaikan tingkah lakunya sehubungan dengan apa yang terjadi pada dirinya. maka akan dipecat. sekalipun masih dangkal dan berubah-ubah. Menyesuaikan reaksi dengan kondisi khusus 9 . Tentu kita akan merasa takut. apabila kita dimarahi atasan kita karena pekerjaan yang tidak beres. Menurut Bridges. Ketika emosi. Menimbulkan respons otomatis Misalnya. Fungsi Emosi Dalam Kehidupan Secara umum. Oleh karena itu. berangsur-angsur tingkah laku emosionalnya berubah. perubahan pada ekspresi emosi itu semakin lama akan semakin jelas dan berbeda. yaitu : 1. emosi anak akan berkembang melalui pengalaman. 2.menangis. bayi mengungkapkan bentuk marah atau takut dengan menangis atau gemetar. b) Fase selanjutnya Perkembangan emosi pada masa pertumbuhan anak semakin lama semakin halus dalam mengekspresikannya sampai masa remaja. Semakin dewasa. keadaan krisis bias dilewati karena kita memiliki respons otomatis. Jika tidak selesai. G. karena emosinya menjadi semakin mudah diklasifikasikan.

maka hubungan itu akan terasa hambar. akan membuat hubungan sosial yang ada semakin erat. atau ingin membalas apa yang mereka lakukan ke kita. maka emosi tersebut dapat memicu untuk berbuat bermacam-macam hal untuk menarik perhatian orang yang kita cintai. ada pesan dibalik emosi yang kita tunjukkan tersebut. berpegang erat. Dengan adanya emosi positif. kita berkenalan dengan seorang wanita cantik atau laki-laki tampan. Tentunya dalam diri kita akan muncul suatu kecemasan. 10 . Karena emosi cemas ini. atau melakukan tindakan keamanan lainnya. tidak akan ada perasaan dekat yang terbangun. Mengomunikasikan sebuah niat kepada orang lain Apa yang sebenarnya kita inginkan ketika kita sedang marah? Kita mungkin ingin berpesan bahwa kita tidak ingin disepelekan. kemudian kita akan lebih waspada dengan 3. apabila kita sedang berlayar di lautan dengan kapal laut dan badai besar menerjang hingga terguncang kesanakemari.Misalnya. Memotivasi tindakan Misalnya. apakah pertemuan tersebut akan diingat kuat atau dilupakan? 7. Setelah berkenalan. emosi yang dialami saat pertemuan tersebut akan menjadi tolak ukur. Emosi berfungsi untuk meningkatkan ikatan sosial. 6. 5. Mempangaruhi memori dan evaluasi suatu kejadian Misalnya. ketika kita mengalami emosi cinta. 4. Meningkatkan ikatan sosial Apabila hubungan sosial dengan orang lain tanpa emosi. Intinya. ingin memukul orang yang membuat kita marah. menggunakan pelampung. Meningkatkan daya ingat terhadap memori tertentu Seseorang akan lebih mengingat kembali kenangankenangan yang diliputi oleh emosi yang kuat.

Gerak dan isyarat tubuh Terkadang. dan Semua emosi yang dialami menusia akan diekspresikan melalui raut wajah. kita cukup mengetahui seseorang sedang gugup atau jatuh cinta hanya dari bahasa tubuhnya. Emosi merupaka reaksi yang wajar secara psikologis terhadap kejadian-kejadian tersebut. Ekspresi vokal Nada suara seseorang akan berubah seiring dengan emosi yang sedang dialaminya. tidak jarang kita melihat tindakan emosi seseorang yang sedang marah dengan membentak. Peran Emosi Dalam Organisasi Ketika terjadi perubahan dalam organisasi. Tindakan-tindakan emosional Ketika emosi amarah melanda. dan lain-lain. bahkan dengan kekerasan. Ekspresi wajah Kita akan dapat menyaksikan ekspresi seseorang melalui wajahnya. 2. Diam juga termasuk salah satu wujud emosi. memaki. yaitu : 1. maka akan terjadi hal-hal diluar kebiasaan organisasi. otot wajah menegang. I. 11 . Ekspresi Emosi Ada beberapa jenis ekspresi emosi yang menunjukkan kepribadian seseorang.H. 4. shock. terkadang seseorang diam saja. bahkan merasa terancam. sehingga para anggota organisasi merasa terkejut /surprise. 5. berkeringat. 3. Perubahan fisiologis Perubahan fisiologis misalnya : ketika bulu kuduk merinding. kencing di celana. Namun.

yang diluar kebiasaan. Ino Yuwono Dan M. Surabaya.individu akan berusaha memberikan makna terhadap kejadian kejadian tersebut. Jurnal : Faktor Emosi Dalam Proses Perubahan Organisasi. G. D. Bagus Ani Putra.13 13 C. 2005 12 . Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya.

Emosi timbul tidak secara instan.BAB III PENUTUP A. cannon-bord. atau pun yang hanya bisa dilihat dengan hati. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Yang kesemuanya memiliki pendapat masing-masing. Sehingga tidak timbul emosi-emosi negatif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. ada beberapa teori yang dapat dipakai. jika kita bisa mengelola emosi dengan baik. baik yang bisa dilihat langsung dengan mata. Dalam mempelajari emosi. Saran Alangkah baiknya. B. yaitu : emosi positif dan emosi negatif. dapat disimpulkan bahwa emosi adalah keadaan jiwa atau pikiran yang menampakkan diri dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh. dan teori dua faktor emosi. Emosi dapat dibagi menjadi dua. tapi ada beberapa proses agar tercipta emosi. 13 . antara lain teori dari james-lange.

Ino. 2010 M. 2000 Syukur. Abdul. Bagus Ani Putra. Yogyakarta : Diva Presss. Jurnal : Faktor Emosi Dalam Proses Perubahan Organisasi. Bumi Aksara. Manajemen Emosi. 2011 Yuwono. 1988 Safari. Laura. Bandung: CV Remadja Karya. Pengantar Psikologi. Beragam Cara Terapi Gangguan Emosi. 2009 Soenardji. Jakarta. Psikologi Umum. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya 14 . Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika. Jakarta: Erlangga.DAFTAR PUSTAKA A. Ngalim. Triantoro. King. Nofrans Eka Saputra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->