P. 1
Pengembangan Gerak Dasar Lari

Pengembangan Gerak Dasar Lari

|Views: 239|Likes:
Published by Ferdian Rais

More info:

Published by: Ferdian Rais on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2015

pdf

text

original

Pengembangan Gerak Dasar Lari dan Lompat Melalui Pendekatan Bermain Di Sekolah Dasar

Yudanto
Universitas Negeri Yogyakarta
Abstract. The movement skill development is the core of physical education program in elementary school. Teachermust take serious amount of attention to the development of the basic movement skill. This skill consists of locomotor basic move, non-locomotor and manipulation. The run and jump basic movement skills are included at the locomotors basic movement skill. Throughplaying games, the development of these skills at elementary school can be achieved. Because kids always having their "moment of live" when playing games. Games also give benefit on several aspects such as physical, psychomotor, cognitive, and affective aspects. The development models can and must be adjusted along with the growth and development of the child, in order to achieve the result we wanted. Kata Kunci: Perkembangan, Gerak Dasar Laridan Lompat, Bermain, Sekolah Dasar.

Pendahuluan
Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan dasar bertujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti' pendidikan menengah. Pendidikan dasar merupakan pendidikan wajib belajar yang memberikan para siswa dengan penetahuan dan keterampilan. Salah satu tujuan pendidikan dasar bagi siswa adalah mengembangkan sikap dan keterampilan dasar. Usaha untuk mencapai tujuan terse but dapat dilakukan melalui pendidikan jasmani di sekolah dasar. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan secara keseluruhan. Secara sederhana pendidikan jasmani itu tak lain adalah proses belajar untuk gerak dan belajar melalui gerak. Maksud dari pernyataan ini adalah selain Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, Volume 3, No.1, 2005 67

dan pengembangan agar anak-anak dapat melaksanakan dengan benar dan baik. lari. dan sebagainya. Keterampilan teknik dasar olahraga ini. meliuk. seperti: jalan. Rusli Lutan (2001: 21) menyatakan bahwa kemampuan gerak dasar dapat diterapkan dalam aneka permainan. yaitu: lokomotor. perkembangan pengetahuan dan penalaran yang dicakup dalam istilah kognitif. 2005 . perlu dikembangkan di sekolah dasar di samping gerak dasar yang lainnya. 10m pat dan lempar (Aip Syarifuddin dan Muhadi. seperti: membungkuk. untuk mencapai tujuan pengajaran merupakan salah satu ciri dari pendidikan jasmani. Selain itu dicapai juga perkembangan watak serta sifat-sifat kepri~adiannya. sebab yang dikembangkan bukan saja aspek jasmaniah yang lazim disebut dalam istilah psikomotorik. Gerak dasar lari dan lompat merupakan gerak dasar Iokomotor yang. Volume 3. agar dapat dilakukan dengan benar dan baik. Perkembangan bersifat menyeluruh. Namun juga. lari. dan manipulasi. pendidikan jasmani ingin mewujudkan sumbangannya terhadap perkembangan anak. Keterampilan gerak dasar di sekolah dasar itu dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Struktur dan kurikulum pendidikan jasmani di sekolah dasar yang ada sekarang memiliki ciri-ciri yaitu terdiri atas keterampilan teknik dasar beberapa cabang olahraga. latihan. Pada dasamya gerak dasar manusia adalah jalan. Melalui aktivitas bermain. akan dapat dikuasai bila sebelumnya dikuasai keterampilan gerak dasar. Gerak dasar lokomotor merupakan dasar macam-macam keterampilan yang sangat perlu adanya bimbingan. lompat. dan aktivitas jasmani yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah penulis pada kesempatan ini akan mencoba menyajikan model-model pengembangan gerak dasar lari dan lompat untuk anak-anak di sekolah dasar melalui pendekatan bermain 68 Jumal Pendidikan Jasmani Indonesia. yang tercakup dalam istilah perkembangan afektif. non lokomotor. seperti: menendang. karena pada dasamya dunia anak-anak adalah bermain. dan sebagainya. membalik. Sementara itu gerak dasar manipulasi merupakan gerak untuk bertindak melakukan sesuatu bentuk gerak dari ~nggota badannya secara lebih terampil. dalam pendidikan jasmani itu akan diajarkan untuk bergerak. Pembagian kategori ini meliputi tiga macam. Sedangkan gerak dasar non lokomotor merupakan gerak yang dilakukan di tempat. sebuah perkembangan yang tidak berat sebelah.1. Bentuk gerakan dasar tersebut telah dimiliki oleh murid-murid sekolah dasar. sehingga melalul pengalaman itu akan terbentuk perubahan dalam aspek jasmani dan rohaninya. Gerak dasar lokomotor merupakan gerak yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. sangatlah tepat untuk mengembangkan keterampilan gerak dasar anak di sekolah dasar. Sebagian besar gerak dasar lokomotor berkembang sebagai hasil dari beberapa tah:1p kematangan. olahraga. 1992:24).Yudanto belajar dan mendidik melalui gerak untuk mencapai tujuan pengajaran. melempar. Melalui proses belajar tersebut. menangkap dan sebagainya. Namun yang menjadi perm~salahannya sekarang adalah bagaimana ca~a menanamkan dan mengembangkan bentuk-bentuk gerak dasar yang telah dimiliknyaitu. No. Belajar melalui pengalaman gerak.

berburu.3cm) sedangkan ana~.gan bertambahnya besar mulut dan rahang. (4) jantung mudah dalam keadaan yang membahayakan. (1) waktu reaksi lambat.75 kg). (6) Koordinasi mata dan tangan berkembang.Pengembangan Gerak Oasar Lari dan Lompat Me/alui Pendekatan Bermain Oi Seko/ah Oasar Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak Sekolah Dasar Pertumbuhan dan perkembangan mengikuti pola tertentu. mudah terpengaruh terhadap penyakit. berkelahi. sedangkan pada anak laki-Iaki pada usia 14 tahun. rata-rata mempunyai tinggi badan 59 inchi (147. Pola ini dimulai dengan pertumbuhan yang sangat cepat atau pesat dari lahir sampai usia 2 tahun.1. rata-rata mampunyai berat badan 88. Volume 3. Pada masa anak-anak banyak mengalami perubahan-perubahan di dalam tubuh yang meliputi meningkatnya tinggi dan berat badan. Bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung lebih kurus.5 kg) per tahun.25 kg) sedangkan anak laki-Iaki 85. Berat badan mengalami kenaikan yang lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi badan. - Karakteristik Jasmani dan Tahap Kemampuan MotorikAnak Sekolah Dasar Menurut Sukintaka (1992: 41) karakteristik jasmani dan tahap perkembangan motorik anak umur 6-12 tahun (kelas I-VI) adalah sebagai berikut: Karakteristikjasmani anak umur 6-8 tahun (ke/as / dan II) antara lain.5 2. kemudian diikuti dengan periode yang konsisten. dahi melebar dan merata.5 pon (42.pada usia 8 sampai dengan 9 tahun. (7) kesehatan umum tidak menentu. koordinasi jelek. Pada masa anak-anak kepala masih terlampau besar. wajah yang kurang baik menghilang de . masih tetap belum dapat menggunakan otot-otot halus dengan baik. dan memanjat. (5) rasa untuk mempertimbangkan dan pemahaman berkembang. yang perkembangannya barn mulai melejit pada awal pubertas. jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot. dada melebar dan perut buncit. Begitu juga dengan lengan dan tungkai memanjang sarta langan dan kaki dengan lambat tumbuh besar. membutuhkan banyak variasi otot besar. Pada masa anak-anak (usia 6-12 tahun) pertumbuhan cenderung stabil. sedangkan hidung menjadi lebih besar dan berbentuk. untu.5 pon (44. secara umum pertumbuhan tinggi badan pada masa anak-anak mangalami kenaikan per tahun 2 sampai 3 inchi (5-7 em). Iskilaki 57.5 inchi (146 em). jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot. . Sedangkan pada umur 6-8 tahun Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. bibir semakin berisi. Salama masa anak-anak. 2005 69 . berkisar antara sampai 5 pon (1. Menurut Toho Cholik Mutohir dan Gusril (2001: 20). dan daya perlawanannya rendah. senang kejar-mengejar. lehar menjadi lebih panjang. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing. Pada anak wan ita pertumbuhan mengalami puncak pada usia 12 tahun.k anak perempuan umur 11 tahun. Anak perempuan umur 11 tahun. Anak-anak yang bentuk badannya endomorfik. (3) tulang lembek dan mudah berubah bentuk. Setelah anak memasuki suatu periode pertumbuhan yang sangat cepat kadang-kadang ditunjukan seperti lonjakan pertumbuhan pada masa remaja. energik dan senang kepada suara berirama. No. (2) aktif.

(6) memperbanyak kegiatan untuk meningkatkan kemampuan jasmani dengan latihan-Iatihan dasar. 2005 . (2) daya tahan berkembang. (7) secara fisiologik putri pada umumnya mencapai kematangan lebih dahulu daripada anak laki-Iaki. (5) mengetahui bag aimana rileks dan menggunakan masa istirahat (Sukintaka. (6) waktu reaksi makin baik. No. Gerak dasar pada anak membentuk dasar untuk gerak. (4) mengembangkan perlawanan . (10) kecelakaan cenderung memacu mobilitas. (3) anak laki-Iakimenguasai permainan kasar. (2) ada kesadaran mengenai badannya. dan daya tahan untuk berpartisipasi dalam aktivitas. tahap kemampuan motorikyang dimiliki antara lain. (3) dapat menggunakan mekanika tubuh yang baik. 1992: 41). menambah aktivitas yang intensif. (5) sikap tubuh yang tidak baik mungkin diperlihatkan. (2) belajar tentang masalah-masalah hambatan gizi. (7) perbedaan akibat jenis kelamin makin nyata. (1) pertumbuhan otot lengan. Keterampilan gerak dasar itu didukung oleh pola gerak. . Karakteristikjasmani umur 10-12 tahun (kelas V dan VI) yang dimilikiantara lain. kelincahan. (1) perbaikan koordinasi dalam keterampilan gerak. (3) memperbaiki kecepatan dan ketepatan.lerJalan. (11) perlu diketahui bahwa ada perbedaan kekuatan otot dan keterampilan antara anak laki-Iakidan putri. . kecepatan. daya tahan otot. (3) mengembangkan keterampilan dan relaksasi. Sedangkan pada umur 9-10 tahun. (1) belajar rileks bila merasa lelah.l~~ mengembangkan keseimbangan tendo otot dan kekuatan otot untuk membentuk tubuh yang layak dan benar. (9) badan lebih sehat dan kuat.(8) gigi tetap mulai tumbuh. (4) mengembangkan latihan kekuatan. Pola gerak merupakan serangkaian gerak terkait yang terorganisir. (7) mengembangkan kekuatan otot. (1) mengembangkan dasar bermain dan keterampilan gerak (movement skill).terhadap kelelahan.1. Jan le~ar!. (4) mengatasi kekurangan sebaik mungkin. Karakteristikjasmani umur 9-10 tahun (kelas 11/ dan IV) yang dimilikiantara lain. dan tungkai makin bertambah. 1992: 41) Perkembangan KeterampUanGerakAnak di sekolah Dasar Perkembangan keterampilan gerak bagi anak-anak sekolah dasar. (2) mengembangkan endurance seperti perkembangan otot dan memperbaiki koordinasi. (4) koordinasi mata dan tangan baik. diartikan sebagai perkembangan dan penghalusan aneka keterampilan gerak dasar dan keterampilan gerak yang berkaitan dengan olahraga. (10) tungkai mengalami masa pertumbuhan yang lebih kuat bila dibandingkan dengan bagian anggota atas. (3) pertumbuhan tetap. (6) perbedaan jenis kelamin tidak menimbulkan konsekuensi yang besar. (8) koordinasi makin baik. Sedangkan pada umur 11-12tahun. tahap kemampuan motorik yang dimilikiantara lain. (9) perbedaan secara perorangan dapat dibedakan dengan nyata. Volume 3. Misalnya sebuah 70 Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia.--- Yudanto tahap kemampuan motorikllya antara lain: (1) keterampilan dalam menggunakan AAA~MI~~ lu~u~yangl~'l JalamlerlaJng. dan kelentukan (Sukintaka. (4) pertumbuhan tinggi dan berat badan tidak beda baik. JuJul. (5) kekuatan otot tidak menunjang pertumbuhannya.(5) berusaha untuk menguasai keterampilan sebaik mungkin.

rTienarik. No. memukul. seperti: berjaJan. Diantara berbagai bentuk pola gerak itu. melangkah. dan mengelak (non lokomosi). (2) fase transisi usia 7-10 tahun. mengalami bertambahnya pengalaman. berlari. Dikatakan dominan. menendang. menangkap. meregang. karena menjadi landasan utama untuk dapat dilakukan dan dikuasai dengan baik keterampilan gerak dasar. Pendekatan Bermain Di Sekolah Dasar pola gerak berupa mengangkat tangan ke samping atau ke atas. berjingkat. megulur. sikap kayang dan sebagainya. dan berguJing (Iokomosi). Oleh karena itu program pengajaran pendidikan jasmani yang diselenggarakan di sekolah dasar hendaknya dapat mengembangkan berbagai bentuk keterampilan gerak dasar.1. memilin.Pengem~angan Gerak Dasar Lar. melompat. (3) aktivitas pengembang an kemampuan untuk bertindak melakukan sesuatu bentuk gerakan anggota badannya secara lebih terampil. membalik. maka betapa pentingnya bentuk-bentuk keterampilan dasar bagi anak sekolah dasar. mengangkat. mengangkat. Pada fase ini anak sudah Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. menekuk. Menurut Aip Syarifuddin dan Muhadi (19992: 19) menyatakan bahwa program pembeJajaran pendidikan jasmani melalui aktivitas pengembangan kemampuan gerak dasar yang diajarkan di sekolah dasar terdiri dari. Selain itu merupakan bagian permulaan bagi aktivitas anakanak. meloncat. di atas balok keseimbangan. memutar. (2) aktivitas pengembangan kemampuan daya gerak anak yang dilakukan di tempat. Berdasarkan pola gerak inilah terbentuk gerak dasar. dan pengembangan agar anak dapat melaksanakan dengan tangkas dan lancar. (1) aktivitas pengembangan kemampuan daya gerak anak yang dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. menggiring. Anak berusia 2-7 tahun pada dasarnya sedang menjalani masa pertumbuhan. pada dasarnya adalah suatu bentuk kegiatan yang diajarkan kepada anak-anak kelas permulaan di sekolah dasar. dan Lompat Melalu. Mereka menjadi lebih terampil dalam menguasai keterampilan gerak dasar. misalnya: melempar. Pada fase perkembangan anak mulai belajar berjalan pada saat mereka berusia (1) fase perkembangan" gerak dasar usia 2-7 tahun. 2-7 tahun. Periode Perkembangan Gerak Dasar Anak Sekolah Dasar Perkembangan (3) fase spesifikasi gerak dasar usia gerak dasar anak sekolah dasar dibagi menjadi tiga periode yaitu usia 10-13 (Yudha M Saputra. 2001: 14). Gerak dasar merupakan dasar macam-macam keterampilan yang sangat perlu adanya bimbingan. Untuk memperoleh memperoleh bentuk-bentuk gerakan yang baru dari situasi yang baru (stabi/isasi). bertumpu pada satu kaki. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. mereka bergantung pada instruksi dan meniru yang lain. 2005 71 . agar menjadi lebih mantap. kira-kira dua tahun dan bentuk-bentuk lain gerak lokomotor. agar mereka memiliki kemampuan untuk mempertahankan keseimbangannya. meluncur. latihan. dan mendorong (manipulasi). seperti: membungkuk. Aktivitas pengembangan kemampuan gerak stabilitas. Volume 3. Aktivitas penegembangan kemampuan untuk mempertahankan dan menyempurnakan bentuk-bentuk dan corak dari gerakan dasar yang telah diperolehnya. ada pula gerak yang dominan. Bagi anak-anak normal kebanyakan keterampilan dan kematangannya selalu berkaitan dengan gerak dasar. misalnya:" berjalan.

perasaan dan cara mereka menjelajahi dunia lingkungannya termasuk membantu anak dalam menjalin hubungan sosial antara anak. No.Anak mulai mencari atau menghindari aktivitas yang tidak disukainya. Pada umumnya kemampuan mereka akan sangat cepat meningkal Pada fase spesifikasi usia 10-13 tahun ini. sedangkan permainan merupakan kata benda. Volume 3.1. keterampilan multilateral dan k'ilterampilan terpadu. Menurut Sukintaka (1992: 7) menyatakan kaitannya antara bermain dalam pendidikan sebagai wahana pendidikan sebagai berikut. Anak bennain berarti anak mengerjakan sesuatu permainan. patuh pada peraturan. bermain secara garis besar dibagi menjadi dua kategori yaitu bermain aktif dan bermain pasif. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Bermain Istilah bennain menurut etimologis tergolong kata kerja. Bermain dengan rasa senang. secara umum mereka sudah memiliki kemampuan dalam koordinasi dan kelincahan yang jauh lebih baik. anak sudah dapat menentukan pilihannya akan cabang olahraga yang disukainya. keterampilan gerak dasar. Pada dasamya. Pada fase ini mereka memilih untuk mengkhususkan pada salah satu cabang olahraga yang dianggap mampu untuk dilakukan. Arti yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. Bermain dengan rasa senang untuk memperoleh kesenangan. agar bermain dengan baik perlu berlatih. adanya upaya dari guru pendidikan jasmani dalam mengembangkan kemapuan gerak dasar anak sesuai dengan tingkatannya. menumbuhkan aktivitas yang dilakukan secara spontan. 2005 . anak secara individumulai dapat mengkombinasikan dan menerapkan gerak dasar yang terkait dengan penampilan dalam aktivitas jasmani. Mereka juga sudah ~ulai bisa menilai kelebihan dan kekurangan yang dimiliknya. Guru sudah dapat memberikan keterampilan persepsi motorik. Pada fase transisi usia 7-10 tahun ini. seperti gerak dasar. bermain meropakan aktivitas yang dilakukan dengan sukarela atas dasar rasa se~ang. Sementara itu menurut Helms dan Tumer dalam Toho Cholik Mutohir (2004: 62) menyatakan bermain adalah cara atau jalan bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran.Yudanto siap untuk menenma infonnasi dan guru. mengetahui kemampuan teman.Selama periode inianak terlibat secara aktif dalam pencarian dan pengkombinasian berbagai macam pola gerak dan keterampilan. sedang permainan merupakan sesuatu yang dikenai dalam bermain. Dari ketiga fase perkembangan gerak dasar yang terjadi pada usia sekolah dasar ini perlu. kadang-kadang memerlukan kerjasama dengan teman. Bermain aktif ditandai dengan mengikuti bermacam 72 Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. menimbulkan kesadaran. Gerakan yang dilakukanberisikan unsur-unsur yang sama. dan mengetahui kemampuan dirinya. menghormati lawan. Menurut Hurlock (1997: 320) bermain merupakan istilah yang digunakan secara bebas sehingga arti utamanya hilang. tetapi dalam pelaksanaannya lebihakurat dan terkendali. Bermain dilakukan secara sukarela dan tidak ada paksaan dari luar atau kewajiban.

misalnya pada saat anak bermain kejar-kejaran dengan temannya. Kegiatan bermain yang dilakukan dengan sekelompok ternan. (2) untuk perkembangan keterampilan. Tidak ada anak yang tidak suka dengan bermain. (1) untuk perkembangan fisiko Anak yang memperoleh kesempatan untuk melakukan kegiatan bermain. Anak yang terampil. maka masing-masing anak akan mempunyai penilaian terhadap dirinya sendiri. Pendekatan Bermain Di'Sekolah Dasar permainan dan diikuti gerakan fisik. (4) untuk perkembangan sosial. Aktivitas fisik danbermain yang seimbang akan memupuk kecerdasan anak. Volume 3. Sermain merupakan suatu kebutuhan sehari-hari bagi anak. Menurut Yudha M Saputra (2001: 7-9) menyatakan manfaat bermain antara lain. Melalui aktivitas fisik dan bermain.Gerak Dasar Lar. Anak dilatih untuk mengendalikan diri. Penguasaan keterampilan gerak dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain. sosial. Pada awalnya anak belum terampil untuk berlari. Anak dapat menyalurkan energi yang berlebihan melalui aktivitas bermain. anak dihadapkan dengan suatu masalah dan kemampuan untuk membuat suatu keputusan dengan cepat dan tepat. Anak akan belajar berbagai hak milik. 2005 73 . maka anak akan semakin berminat untuk melakukannya. Kedua jenis permainan ini rnempunyai manfaat sendiri-sendiri. Otot tubuh akan menjadi kuat. menggunakan suatu niainan secara bergantian.. dan Lompat Melalu. Dari berbagai uruiaan di atas dapat disimpulkan bahwa bermain merupakan aktivitas fisik. dengan bermain kejar-kejaran. senang dan sungguh-sungguh tanpa ada pakasaan dari luar untuk memperoleh suatu tujuan. misalnya senam. melakukan kegiatan bersama-sama. dan emosionaL Sementara itu bermain pasif anak-anak lebih banyak kegiatannya menikmati (menonton) permainan. No. yang melibatkan banyak geraka. maka tubuh anak tersebut akan menjadi sehat dan bugar. (3) untuk perkembangan intelektual.Pengembangan . sehingga anak tersebut akan terampil dalam berlari.1. Anak biasanya dalam melakukan kegiatan bermain mengajak ternan sebayanya. berenang. bermain bola. Anak akan lebih terampil Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. (5) untuk perkembangan emosi. Pada semua usia. berlari. mempertahankan hubungan yang sudah terbina. mental. agar tidak terpaku dalam salah satu permainan. Hal ini dapat kita amati dalam kegiatan sehari-hari. (6) untuk perkembangan keterampilan olahraga.n tubuh. melompat. Sermain yang dilakukan secara tertata sangat bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak. oleh karena itu anak dalam bermain harus ada keseimbangannya antara bermain aktifdan pasif. Manfaat Bermain Sermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan sangat disukai oleh anakanak. tentang kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya. anak senang melakukan permainan aktif dan pasif. mencari cara pemecahan'suatu permasalahan yang dihadapinya dengan temannya. yang dilakukan atas dasar suka rela. kejarkejaran dan sebagainya. Melalui bermain anak dapat mengungkapkan perasaan dan keinginannya. dan melempar maka anak tersebut akan lebih siap untuk menekuni suatu cabang olahraga tertentu. berjalan. Dalam bermain aktif ini anak-anak akan mendapatkan keuntungan baik dari segi fisik. Penilaian disini penting untuk pembentukan konsep kepribadian yang positif.

bermain motorik dan pembentukan pribadi anal<. aktivitas fisik bagi anak-anak akan memberikan mantaat pada semua aspek perkembangan. (11) kesempatan belajar untuk mengikuti aturan-aturan. Dari beberapa pendapat dan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas bermain yang be~si. Lebih lanjut penelitian Offord dalam Toho Cholik Mutohir dan Gusril (2001: 65) menyatakan anak laki-Iaki dan perempuan yang berumur 5 sampai dengan 12 tahun di Canada menghabiskan fisiko Sementara itu Racick dalaniToho anak awal masa sekolah menginginkan waktu kira-kira 14 jam seminggu dalam aktivitas Cholik Mutohir dan Gusril (2001: 65) menyatakan 4 atau 5 jam minimum setiap hari melakukan aktivitas fisik. keterampilan menjadi untuk pertumbuhim Pengembangan yang dikemas dan pengembangan keterampilan dalam bermain. .1. psikomotorik. dapat diamati dalam dihabiskan untuk bermain. (9) kesempatan untuk belajar bergaul dengan anak lainnya.Yudanto me\a\tu\tan \teg\a\an \e. kekuatiran diri. No. 2005 .sebu\ dan a~an \eb\h petta'Ja d\t\ dan metasa" mam\)u melakukan suatu gerakan yang lebih sulit. (12) dapat mengembangkan kemampuanintelektualnya. kelenturan. (10) kesempatan untuk menjadi pihak yang kalah maupun menang di dalam bermain. seperti tulang. Pengembangan Keterampilan Gerak Dasar Lari dan Lompat melalui Pendekatan Bermain di Sekolah Dasar Bermain bagi anak merupakan kehidupan Bermain gerak sekolah sehari-hari. karena pada dasamya dunia anak adalah bermain. dan dapat menentukan metode pembelajaran anak. (6) meningkatkan daya kreativitas. Lebih lanjut dasar melalui aktivitas program pokok yang harus dilaksanakan Sukintaka (1998: 89) menyatakan terhadap bermain bahkan untuk latihan keterampilan Pendekatan tetapi dapat digunakan oleh guru pendidikan bentuk penyajian bermain tidak hanya berpengaruh untuk latihan kekuatan otot. keterampilan gerak dasar lari dan Iompat melalui pendekatan sangatlah tepat diberikan untuk anak sekolah dasar. (2) mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh. sedangkan remaja menginginkan setengah sampai dua jam. Lebih lanjut Yoyo Bahagia dan Adang Suharman (2000: 17) menyatakan 74 Jumal Pendidikan Jasmani Indonesia. Volume 3. iri hati. baik fisik. merupakan hampirdari sarana dasar. (4) anak belajar mengontrol diri. bagi anak sekolah gerak dasar anak seharusnya jasmani. (7) mendapatkan kesempatan untuk menemukan arti benda-bend a yang ada di sekitamya. (1) membuang ekstra energi. (8) merupakan cara untuk mengatasi kemarahan. (5) berkembangnya berbagai keterampiJan yang akan berguna sepanjang hidupnya. kebutuhan sehari-hari. sebagian waktunya Hal ini. mengetahui yang sesuai dengan keadaan anak. koginitif maupun atektif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain pengembangan keterampilan kebutuhan gerak dasar lari dan lompat melalui pendekatan bermain adalah: memilih jenis permainan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. otot dan organ-organ. Lebih lanjutToho Cholik Mutohirdan Gusril (2004: 71) menyatakan bahwa beberapa keuntungan yang diperoleh dari aktivitas bermain yarig berisi aktivitas fisik bagi anakanak adalah sebagai berikut. (3) dapat meningkatkan natsu makan anak. dan kedukaan.

Menurut Yudha M Saputra (2001: 55-61) beberapa model pengembangan keterampilan gerak dasar lari untuk anak sekolah dasar melalui pendekatan bermain untuk anak kelas I dan II antara lain. (5) sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Volume 3. (2) lari melewati tiga pos berbentuk segitiga. agar tujuan yang akan diinginkan tercapai. (3) lari-Iari maju.angkat lututatau paha. (1) mendorong partisipasi maksimal. (4) lari mengikuti gambar yang siswa buat. ditolakkandengan ku.an dan olahraga antara lain. bangan emosi dan sosial. (5) lari cepat 20 m bolak-balik. Karakteristik dari gerakan lari yang baik adalah kaki diangkat ke depan.Pengembangan Gerak Dasar Lar. Aktivitas melompat dan meloneat adalah membawa badan ke atas. Model perigembangan keterampilan gerak dasar lari unfuk anak kelas III dan IV antara lain. terutama pada kreativitas anak yang sangat dipentingkan. Model Pengembangan Keterampilan Gerak Dasar Laridi Sekolah Dasar lari adalah lanjutan dari keterampilan berjalan. Oleh karena itu. Pendekatan Berma.at.- -- . (2) memperhatikan keselamatari. Melompat berarti menolak dengan satu kaki. Tetapi mengenai teknik-teknik dasar gerakan lari yang benar harus diperhatikan. Gerakandasar berlari di sekolah dasar. (6) fari mengelilingi gambar yang berbentuk bintang. (7) memperkuat keterampilan yang sudah dipelajari sebelumnya. (3) lari berkelok-kelok. upaya guru pendidikan jasmani dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar di sekolah dasar harus mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas. Sedangkan model pengembangan keterampilan gerak dasar lari untuk anak kelas V dan VI antara lain: (1) lari melewati simpai. ayunan lengan untuk keseimbangan dan dorongan ke depan. Program pengembangan gerakanJurnal Pendldikan Jasmani Indonesia. (6) lari mengelilingi lapangan 3 putaran. (4) lari melewati balok setinggi 50 em. (4) memenuhi tuntutan dan perbedaan anak. kanan. (6) meningkatkan perkem-. No. (5) kombinasi gerak jalan dan lari. Sekolah Dasar beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam mendesain permain. 2005 75 . (2) lari lurus. sedangkan meloneat menolakdengan dua kaki. (8) lari zigzag. Oalam lari mempunyai saat melayang ketika kaki tidak lagi menyentuh tanah dan merupakan lawan dari jalan dimana satu kaki selalu menyentuh tanah. (5) lari n:tengejar ternan yang ada di depannya. (9) lari bolak-balik melewati bendera sebanyak 10 buah dengan jarak 20 meter. (10) lari bergantian yang dimulai dari lari perlahan dilanjutkan dengan lari cepat berulang-ulang sebanyak 3 kali Model Pengembangan Sekolah Dasar Keterampilan Gerak Dasar Lompat di Maksud dari melompat disini juga meloncat..n D. (2) lari melewati bangku-bangku yang telah disediakan. (7) lari mengelilingi balok-balok yang sudah disediakan. mundur. (6) bermain melalui gerak estatet. (7) lari kejar mengejar teman yang ada di depannya. (4)lari menirukan binatang. (3) lari sambung bolak-balik dengan memindahkan bata. (3) etektivitas dan efisiensi gerak. (1) lari sambil berpapasan antara siswa. (8) lari zig-zag.1. (1}lari sambil bergandengan tangan. dan kiri. dan Lompat Melalu.

(8) variasi 10mpat dan lari bergantian Model pengembangan lari dan lompat kardus. gaya dan teknik yang baik. Volume 3. Hurlock. (7) 10m pat jauh. (3) variasi karet dibentangkan . selain unrtuk memberikan pengalaman bagaimana eara jatuh atau mendarat yang benar. Kesimpulan Pengembangan keterampilan gerak dasar di sekolah dasar harus mendapat perhatian yang serius dari guru pendidikan jasmani. A. (1) 10mpat parit yang ada di sekeliling menyerupai . Hal ini tersebut akan lebih sempurna apabila ditunjang dengan pembentukan keadaan fisik. (2004). Elizabeth.M. agar hasil yang ingin dieapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan. (7) lompat karet . (5) melompati 50 em. Daftar Pustaka Bahagia. Y. karena masa anak-anak merupakan masa yang senang bermain.dasar lari dan lompat di sekolah dasar adalah dengan pendekatan bermain. 2005 . Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Modifikasi Cabang Olahraga. (7) melompati teman-teman yang ada di depannya dalam posisi telungkup.melompatlmeloneat pad a anak-anak keberanlan latihan pad a anak-anak. (9) variasi lari dan 10m pat tinggi . Cholik T. (2) lompat tali. kelentukan tendo pada sendi. (8) variasi lari dan lompat jauh. Model-model pengembangan gerak dasar lari dan lompat di sekolah dasar harus disesuaikan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. baik kekuatan otot. keterampilan (4) lompat gerak dasar 10mpat untuk anak kelas III dan oleh temannya. Jakarta: Erlangga. . (4) 10mpat garis yang ada di depcfnnya siswa yang berjarak 50 em sampai dengan 75 em. juga untuk menanamkan Latihan. 10m pat tali. (6) lompat tinggi. sekolah dari mulai parit yang lebarnya 50 em sampai dengan 70 em. (3) lompat ke matras dari ketinggian katak melompat.1. (2) lompat satu kaki. (5) lompatIV antara lain. (2)lompat kardus. (6) melompat dari ketinggian 1 meter. (1) melompati teman dalam posisi jongkok. agar dapat berkembang seeara baik. jug~ membentuk daya lenting (power).. Jakarta: Depdiknas. Perkembangan Motorik pada Anak-Anak. 76 Jumal Pendidikan Jasmani Indonesia. Perkembangan Anak (terjemahan). (2000). (5) variasi 10m pat dan lari. (8) variasi lari dan 10mpat Model pengembangan keterampilan gerak dasar 10m pat untuk anak kelas V dan VI antara lain: (1) 10m pat dua kaki. maka perlu adanya suatu latihan. merupakan otot tungkai. Menurut Yudha M Saputra (2001: 76-82) model pengembangan keterampilan gerak dasar lompat melalui pendekatan bermain di sekolah dasar untuk anak kelas I dan II ~ntara lain. No. (1997). Cara yang terbaik untuk mengembangkan keterampilan gerak. Keterampilan gerak dasar lari dan lompat merupakan gerak dasar lokomotor yang sang at penting. dan Gusril. (6) melompati ban bekas sepeda. bimbingan dan pengembangan dari guru pendidikan jasmani. dan Suharman. daya tahan otot. (4) 10m pat kardus. Jakarta: Depdikbud. (3) lompat-Iompat tali.Yudanto gerakan dasar melompat di sekolah dasar.

Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.n 01 Sekolah Oasar Lutan. (2001).Jakarta: Depdikbud Syarifuddin. 2005 77 ---- . Jakarta: Depdiknas. RusH (2001). Jakarta: Depdiknas M.1. TeoriBermainuntuk 02 PGSO Penjaskes. Jakarta: Depdikbud. (1998). No. Volume 3. Pembelajaran Atletik di Sekolah Oasar. . dan Lompat Me/alu. Asas-Asas Pendidikan Jasmani. Sukintaka(1992). Pendekatan Berma. . Teori Bermain untuk Pendidikan Jasmani.Pengembangan Gerak Oasar Lar. Aip dan Muhadi (1992).Yudha Saputra. Jakarta: Depdikbud Jumal Pendidikan Jasmani Indonesia.

2005 . No.1. Volume 3.~-- 78 Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->