P. 1
LAPORAN EKOLOGI TENTANG AQUARIUM

LAPORAN EKOLOGI TENTANG AQUARIUM

5.0

|Views: 465|Likes:
mengamati hewan yang berada di dalam aquarium
mengamati hewan yang berada di dalam aquarium

More info:

Published by: Ramadhana Ayu Atika Sari on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $19.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/23/2015

$19.99

USD

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM EKOSISTEM AIR TAWAR BUATAN MATA KULIAH EKOLOGI

Disusun oleh : Ahmad Awaluddin Dea Rifa Ramadhana Ayu Atika Sari Rizky Dwi Oktaviyani Kelas : IA reguler

Jurusan Kesehatan Lingkungan POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II 2012-2013

..................................................................................................................................................................................................................................................... Cara Kerja ................................. 6 C........... Tujuan ............. i Daftar Isi ............................................................................... 1 D................................... 6 A......... 3 B......................................................................................................................................... Ekosistem ........................................................ Manfaat.............................. Hasil pengamantan .............................. Ekosistem Air Tawar ........................................................................ 8 C....... 3 A...................... 8 A........................................................... 1 A........ 1 BAB II Landasan Teoritis...................................................................................... 10 A............................................................................................................................. Materi ....................................................................................................................................................................................................................................................................... 3 C...........................................................DAFTAR ISI Cover ................ 10 Daftar Pustaka ..................................................................... 8 B.... Aquarium ........... Latar Belakang ................................................................................................................. Kesimpulan ............ Alat dan Bahan ......................................................... 6 B.............................................................................................................. 1 C.................................................................................................................. 9 BAB V Penutup .................................................................................... ii BAB I Pendahuluan ...................................................................... 1 B................ 11 ............ 7 BAB IV Hasil dan Pembahasan ...... Pembahasan ..................................... Masalah .......... Analisis Hasil ............................................................................... 4 BAB III Metode Penelitian ....................................

Tujuan Tujuan dari pada praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Di dalam ekosistem terjadi suatu interaksi dan keseimbangan antara komponen satu dengan yang lainnya. Manfaat Adapun manfaat daripada praktikum ini adalah kita dapat mengetahui kehidupan biota air tawar dari interaksi. penyesuaian. namun di lihat kepentingan bagi makhluk hidup sangatlah besar. Latar Belakang Latar belakang dari pembuatan laporan ini adalah guna mengevaluasi hasil praktikum mata kuliah Ekologi Kesehatan yakni tentang Ekosistem buatan air tawar. 3. perombakan bagan organic . persaingan. B. Kebutuhan akan air dari waktu-waktu semakin meningkat. Air tawar yang lebih relative muda untuk dimanfaatkan terutama berasal dari air permukaan (sungai. Habitat ini sebagai tempat hidup dari organisme perairan memiliki porsi relative lebih kecil dibandingkan dengan daratan dan lautan. danau. Mengetahui perubahan suhu dan pH dalam aquarium sebagai akibat dari adanya D. Masalah Permasalahan yang difokuskan dalam praktikum ini adalah tentang interaksi dan perilaku masing – masing kehidupan air tawar yang di gambarkan melalui aquarium buatan ini. Mengetahui keseimbangan antara komponen satu dengan komponen lainnya.BAB I PENDAHULUAN A. Ekosistem buatan ini menggambarkan semakin kecil dari ekosistem air tawar yang ada di biosfer ini. C. rawa) dan air tanah. Itulah sebabnya kita semestinya bagaimana interaksi yang terjadi salah satu bentuk itu kita melakukan praktikum ini. Mengetahui interaksi dan perilaku dari masing – masing komponen yang ada didalam ekosistem aquarium (biotik dan abiotik) 2.

yaitu ekosistem darat. Aerator selain berfungsi sebagai pompa udara sekaligus berfungsi untuk mendorong air ke dalam filter (saringan) untuk membersihkan air dan kotorankotoran (Mismail 2010 dan Darti Satyani. 2003). Selain itu aquarium juga sering digunakan pada pembudidayaan ikan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami misalnya danau. B. Di dalam penelitian kehidupan aquatic aquarium sering dijadikan sebagai suatu model ekosistem aquatik (Heru Susanto. Satu lubang untuk pompa udara dan filter. Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok. 2005).BAB II LANDASAN TEORITIS A. Ekosistem alami dapat dibedakan lagi kedalam beberapa jenis ekosistem. yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Gelembung-gelembung tersebut akan mendorong bagian dekorasi yang digerakkannya. Aerator juga berfungsi untuk menggerakkan benda-benda dekorasi yang bergerak seperti kincir dan dekorasi keramik lainnya. 2005). Berdasarkan proses terbentuknya. satu lubang untuk menggerakkan dekorasi (Darti Satyani. Udara dipompakan oleh aerator kemudian disalurkan melalui selang plastik dan ke luar dalam bentuk gelembung-gelembung udara yang naik. rawa. dan pantai. Ekosistem Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang membentuk hubungan timbal balik. Macam . air tawar. ekosistem dibagi menjadi dua macam. air laut. baik ikan hias maupun ikan konsumsi. penetrasi cahaya kurang. Aquarium Aquarium merupakan suatu media pemeliharaan hewan kesayangan yang amat menarik (Atmawinata 2007). Aerator ada yang memiliki satu lubang udara ada juga yang memiliki dua lubang udara. hutan. dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Tenaga yang digunakan untuk menggerakkan aerator adalah sumber listrik AC (PLN) dengan daya yang rendah ± 4 Watt.

keanekaragaman biotik. Rawa didominasi oleh vegetasi berkayu. contoh nya ikan belida. Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat menyesuaikan diri dengan arus air. Tetapi umumnya organisme lotik memakan detritus berasal dari ekosistem darat dan sekitarnya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Ekosistem danau dan kolam terdiri dari tiga wilayah horizontal. sedangkan lainnya tumbuhan biji. Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut. limtetik. b. Produsen utama pada ekosistem ini yang adalah ganggang. serangga air. Ekosistem air tawar Lentik memiliki ciri airnya tidak berarus. dan profundal. C. di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik. Contoh ekosistem ini adalah kali dan sungai. padang rumput rawa. Selain aliran energi. Ekosistem Air Tawar Ekosistem air tawar dibagi kedalam dua golongan besar yaitu : a. suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. dan di atom yang dapat menempel pada batu. Rawa gambut didominasi oleh lumut Sphagnum. Ekosistem air tawar lentik meliputi rawa air tawar.tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang. serta siklus materi. Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. kolam dan danau. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.  Wilayah litoral . Ekosistem air tawar Lotik memiliki ciri – ciri airnya berarus. rawa gambut. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru (Prasetyo. yaitu litoral. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. 2008).

sebab banyak biota yang tidak toleran terhadap perubahan temperature. Pada ekosistem air tawar terdapat beberapa factor pembatas yang mempengaruhi kehidupan dari organisme. capung. burung. pada wilayah limtetik dan litoral terdapat banyak ikan. garam dan organisme kecil. Karena banyak mengandung plankton. Contoh danau di Indonesia yaitu danau singkarak dan danau maninjau di Sumatra Barat . Pada wilayah ini banyak mengandung fitoplankton cahaya dan zooplankton. Organisme litoral antara lain : teratai.  Wilayah limnetik Wilayah perairan terbuka yang masih dapat ditembus matahari. katak. 3) Arus Air merupakan factor pembatas bagi ekosistem air mengalir (stream). 2) Kebeningan (transparensi) kebeningan suatu perairan akan mempengaruhi penetrasi cahaya ke dalam ekosistem perairan. Proses erosi tanah dan kepadatan organisme perairan dapat menurunkan derajat kebeningan suatu perairan.Wilayah tepi danau dan kolam. Selain itu . dan tikus. maka cahaya dapat menembus semakin dalam sehingga proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau dapat berlangsung dengan baik. Kekeruhan yang disebabkan oleh banyaknya organisme perairan merupakan petunjuk tingkat kesuburan perairan tersebut. s e r t a d a n a u T o b a d i Sumatera Utara. karena dengan adanya arus mempengaruhi distribusi gas. Vegetasi pada wilayah litoral didominasi oleh tumbuhan yang mengapung atau tenggelam. yaitu : 1) Temperature perubahan temperature air memiliki variasi yang kecil dibandingkan dengan perubahan di udara. hydrilla. sehingga semakin bening suatu perairan.  Wilayah profundal Daerah yang dalam dengan berbagai dekomposer pada bagian dasarnya.hydra. perubahan ini akan berdampak penting. Namun bagi biota perairan.

konsumen. memiiki emoat komponen ekosistem yaitu produsen. selain itu perairan subur dapat mempercepat proses pendangkalan. Dalam beberapa kepentingan manusia. misalnya air tersebut digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. konsumen dan pengurai sebagai komponen biotic dan factor fisik kimia sebagai komponen abiotiknya. Kadar oksigen pada ekosistem perairan ini cukup berlimpah sehinga kebanyakan mahluk hidupnya sangat peka terhadap kekurangan oksigen. sedangkan karbondioksida dibutuhkan oleh tumbuhan hijau dalam proses fotosintesis. Oksigen dibutuhkan untuk proses pernafasan. Seperti produsen. Kesuburan perairan yang tinggi tidak di inginkan. 4) Kosentrasi Gas – Gas Pernafasan (Respirasi) di dalam ekosistem air tawar kosentrasi oksigen dan karbon dioksida merupakan factor pembatas bagi organisme perairan. Ekosistem kolam yang cukup dalam seperti digambarkan pada aquarium buatan memiliki komponen – komponen yang membangun ekosistem tersebut. . serta factor fisik kimia sebagai komponen abiotik. 5) Kosentrasi Garam Biogenic kandungan nitrat dan fosfat di dalam perairan menunjukkan pula tingkat kesuburan suatu perairan.adanya arus air ini menyebabkan organisme harus menyesuaikan diri dengan arus air. Didalam ekosistem lapangan yang lengkap seperti yang di ilustrasikan. Misalnya organisme tersebut dilengkapi dengan alat penempel yang mampu meletakkan dirinya di batu. decomposer yang ketiganya termasuk ke dalam komponen biotic.

Alat Aquarium ukuran 40 x 40 cm Aerator + selang @ 1buah Kertas pH Thermometer Ember Gayung Saringan Pasir Koran secukupnya C. Materi Ekosistem air tawar buatan (Aquarium air tawar) B. Bahan Pasir Hitam di perkirakan ukuran Aquarium Batu Kerikil dengan ketinggian ± 2Cm Batu Koral secukupnya Ikan : Ikan Neon @ 4 ekor Ikan Black Yellow @ 4 ekor Ikan Blue Silver @ 4 ekor Ikan Sapu-sapu @ 1 ekor Tumbuhan air : Hydrylla @ 3 buah Cabomba Hijau @2 buah Keong @ 3 ekor .BAB III METODE PENELITIAN A.

Bersihkan aquarium. Isi air secara perlahan kedalam aquarium dengan menggunakan kertas Koran agar pasir tidak terangkat kemudian ukur pH dan suhu 7.D. Masukkan pasir kedalam aquarium dan ratakan sedalam 3 cm 3. 3 ekor Keong. Rangkaikan aerator yang di lengket kan pada dinding aquarium . Masukkan Batu Koral letakkan diatas batu kerikil 5. Masukkan tumbuhan – tumbuhan Hydrylla 6. Masukkan Batu Kerikil letakkan diatas pasir dengan ketinggian ±2cm 4. dan ikan sapu-sapu 8. Cara Kerja 1. Masukkan 3 spesies Ikan. pasir dan batu yang akan dimaksukkan 2. Ukur pH dan suhu air aquarium 9.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keong 7. Ikan Blue 2 2 3 1 Silver 4. Ikan Black Yellow 3 2 3 1 3. Di dalam ekosistem aquarium ikan juga mengalami kematian karena sifat tubuh nya yang lemah dan juga dimakan oleh ikan yang lebih besar dari tubuhnya. Ikan sapu2 1 2 1 sapu 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 B. Hasil Pengamaan Tanggal 17/09 24/09 01/10 08/10 15/10 22/10 29/10 05/11 12/11 19/11 26/11 03/12 10/12 Kondisi Air pH Suhu Kejernihan 5 30o Jernih o 5 27 Jernih o 5 27 Jernih Kurang 6 27o jernih Kurang 6 27o jernih Kurang 6 27o jernih Kurang 6 27o jernih Kurang 6 27o jernih o 6 27 Kekeruhan o 6 27 Kekeruhan o 6 27 Kekeruhan o 6 27 Kekeruhan o 6 27 Kekeruhan 1 4 4 4 4 4 3 3 2 2 1 1 1 1 Ikan 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 Produsen Predator Ket 4 5 6 7 3 2 3 1 1. Predator yaitu Keong juga mengalami kematian karena tubuhnya yang sudah lemah dan . Pada minggu ke-4 dan seterusnya tumbuhan habis karena dimakan oleh ikan atau predator yaitu keong maupun karena sudah layu sehingga tumbuhan menjadi mati. Analisa Hasil Mingggu pertama di buat nya aquarium air tawar buatan ini. Hydrylla 2 2 2 1 5. kondisi aquarium masih sehat dengan air yang jernih. Cabomba Hijau 2 2 2 1 6. Ikan Neon 3 2 3 1 2.

Pembahasan 1. Sesetengah ikan (dan kebanyakan inverterata) adalah sensitif kepada penukaran pH daripada jenis lain. Berkurangnya volume Air di dalam aquarium disebabkan karena terjadinya penguapan . Rendah kualiti air menyumbang ketidakseimbangan immunologikal. Ambil masa sedikit untuk perlahan-lahan pH air akan mengelakkan banyak kematian kehidupan dalam akuarium. C. Ikan yang lemah menjadi sasaran ikan lain. Ikan sapusapu bertahan hidup fungsi dari predator ini guna untuk membersihkan lumutlumut atau kotoran yang ada didalam aquarium tersebut sehingga sapu-sapu ini bertahan karena adanya makanan sehari hari yaitu lumut. Air yang ada didalam aquarium mengalami kekeruhan dan berkurang. Kualitas Air Ikan memerlukan persekitaran yang stabil dengan parameter air tertentu. Kualitis air yang betul dapat disenggarakan dengan berbagai cara seperti penukaran sebahagian air berkala. kekerapan menyeimbangkan pH dan tidak memasukkan stok ikan dengan terlalu banyak. Penyesuaian/ Aklimasi Tidak Sempurna Ikan mungkin dapat menerima/meyesuaikan diri dengan perbedaan suhu antara air beg plastik dan air akuarium.makanan bagi keong tersebut sudah berkurang bahkan tidak ada lagi. tetapi ikan tidak sempat menyesuaikan diri dengan perbedaan pH. pH. rendah ammonia dan nitrit. 3. penambahan mineral asas. Air di aquarium menjadi keruh dan berbau amis Ini disebabkan karena adanya pengaruh debu dari luar . penapisan yang betul. Parameter tersebut adalah tahap kemasinan.Sedangkan perubahan suhu dan pH yang terjadi disebabkan karena adanya interaksi antar ekosistem . 4. jangkitan serta kesihatan yang terjejas. 2.sisa makanan dan dari kotoran ikan-ikan tersebut.

Ini disebabkan akibat perubahan bahan organik. kematian. dan mengganggu keseimbangan dan interaksi ekosistem. 2. Dari hasil pengamatan dapat diketahui interaksi dan perilaku dari masing – masing komponen dalam aquarium antara abiotik dan biotik. habis.timbulnya lendir dan berbau amis. Kesimpulan 1. 3. volume air berkurang. .BAB V PENUTUP A. Dalam beberapa hari perubahan yang terjadi yaitu tumbuhan air mulai tampak layu. Dari perubahan suhu dan pH.

com/2012/12/ekosistem-air-tawar-aquarium.DAFTAR PUSTAKA http://saroha2012.html .blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->