R e m i d i N A M A N O K L S

: : :

k i m i a F I T B R O N Y O Y O 6 X I I – N K P I

I K A T A N
i k a t a n i o n :

K I M I A

1. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non logam 2. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif/kation dengan ion negative/anion. 3. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat dari serah terima electron Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion disebut dengan senyawa ion. Contoh beberapa senyawa ion adalah NaCl, CaF2, MgCl2, berbagai jenis garam termasuk juga ke dalam senyawa ion. Ikatan ion terjadi pada unsur-unsur yang mudah melepaskan electron pada kulit terluar (energi ionsiasi rendah) sehingga membentuk ion positif dan unsur-unsur yang mudah menerima elektron (afinitas electron tinggi) sehingga mementuk ion negatif.

2D

AE

B / IIA

AD

AE2

C / IIIA A2D3 AE 3

Ikatan ion tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang mudah melepas dan menerima electron, tapi juga bisa terjadi pada ion-ion poliatomik. Beberapa contoh ion-ion poliatomik adalah ammonium NH4+ ; nitrat NO3-; sulfat SO42-; karbonat CO32-; fosfat PO43-, dsb. (Berbagai jenis kation dan anion dapat Anda lihat di sini atau langsung mengunduh filenya di sini). Contoh pembentukan ikatan ion antara ion monoatomik dengan ion poliatomik:

| menerima 1e | x 2 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: Ca2+ + 2NO3. 2H2O) 2.--> Ca(NO3)2 3. IKATAN KIMIA DAN KESTABILAN ATOM Jejaring Kimia .Cl) 3. Chlorine dalam kelompok mineral halida (contoh mineral carnalite KMgCl3.--> KNO3 2.F.1. Contoh lain adalah logam tembaga Cu terdapat dalam mineral kalkopirit CuFeS2.--> Li3PO4 .| menerima 2e Sehingga senyawa ion yang terbentuk: Mg2+ + CO32. logam Litium dalam mineral spodumen LiAlSi2O6. Tidak hanya logam. Li+ dengan PO43Li+ | melepas 1e | x 3 PO43. Mg2+ dengan CO32Mg2+ | melepas 2e CO32. belerang S dalam kelompok mineral sulfate (contoh mineral gypsum CaSO4. logam Cobalt Co dalam mineral cobaltit CoAsS. maupun Limonit HFeO2.Unsur-unsur yang ada di alam pada umumnya tidak terdapat dalam bentuk bebas. fosfor F dalam kelompok mineral fosfat (contoh mineral chlorapatite Ca5(PO4)3(OH. Contoh logam besi Fe terdapat dalam mineral hematite Fe2O3. Na+ dengan SO42Na+ | melepas 1e | x 2 SO42.--> MgCO3 5. K+ dengan NO3K+ | melepas 1e NO3. non logam juga terdapat dalam bentuk mineralnya seperti: 1. magnetit Fe3O4. dan logam natrium dalam air laut maupun NaCl. Ca2+ dengan NO3Ca2+ | melepas 2e | x 1 NO3. 6H2O) dsb .| menerima 1e Sehingga senyawa ion yang terbentuk: K+ + NO3.--> Na2SO4 4.| menerima 3e | x 1 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: 3Li+ + PO43.| menerima 2e | x 1 Sehingga senyawa ion yang terbentuk: 2Na+ + SO42.

Neon. simak beberapa konfigurasi berikut. lalu bandingkan dengan konfigurasi unsure gas mulia/golongan VIIIA. Kelompok/golongan unsure apakah yang dimaksud? Golongan unsure yang dimaksud adalah golongan VIIIA atau golongan unsure gas mulia yaitu Helium. Konfigurasi unsure gas mulia Bagaimana dengan unsure-unsur selain gas mulia? Untuk mencapai kestabilan seperti halnya konfigurasi unsure gas mulia. Unsure-unsure gas mulia memenuhi kedua aturan ini. Tabel 1. Kripton. unsure-unsur yang tidak stabil akan melepas dan/ menerima electron terakhir sehingga akan membentuk ion positif (jika melepas electron) dan/ ion negative (jika menerima elektron). Table 3 dan 4 berikut menggambarkan proses pembentukan ion positif dan ion negative untuk mencapai kestabilan seperti konfigurasi gas mulia. Xenon. Pembentukan ion positif . Kalimat ini mengindikasikan bahwa terdapat satu kelompok atau golongan unsure yang keberadaannya bebas atau stabil di alam. Tabel 3. Argon. Bagaimana dengan unsure/atom lain selain golongan VIIIA? Untuk menjawab pertanyaan ini. Stabil dalam arti tidak terdapat dalam bentuk mineral atau bersenyawa atau bereaksi dengan unsure/atom lain melainkan berdiri sendiri.Jika berpatokan pada kalimat pertama di atas yang menyatakan bahwa “… pada umumnya unsure tidak terdapat dalam bentuk bebas”. Mengapa unsure-unsur gas mulia dikatakan stabil? Unsure dikatakan stabil jika jumlah elektron pada kulit terakhirnya (elektrom valensi) memenuhi aturan duplet (max 2 elektron pada kulit terakhir seperti konfigurasi ekektron unsur Helium) dan aturan octet (max 8 elektron pada kulit terakhir). dan Radon. Konfigurasi unsure periode 3 Tabel 2.

. Pembentukan ion negatif Besarnya muatan ion pada ion negative tergantung pada jumlah electron yang diterima untuk mencapai konfigurasi electron stabil seperti halnya gas mulia. Beberapa unsur lain juga menggunakan electron valensinya secara bersama-sama untuk membentuk ikatan kimia (pada materi selanjutnya akan dijelaskan pada pembahasan tentang pembentukan ikatan kovalen). Unsur yang tidak stabil akan berikatan dengan unsur lain dengan cara melepas dan/ menerima electron sehingga membentuk suatu senyawa (pada materi selanjutnya akan dijelaskan pada pembahasan tentang pembentukan ikatan ion).Besarnya muatan ion pada ion positif tergantung pada jumlah electron valensi yang dilepaskan. Table 4. Bagaimana hubungan antara ikatan kimia dengan kestabilan unsure/atom? Jelas terdapat hubungan antara ikatan kimia dengan kestabilan unsur. Kesimpulan akhir : Usaha untuk mencapai suatu kestabilan seperti konfigurasi gas mulia mendorong suatu unsur untuk saling berikatan sehingga terbentuklah suatu senyawa yang stabil.

yaitu ikatan sigma. lebih khususnya ikatan molekul hidrogen pada tahun 1927. mekanika kuantum diperlukan untuk mengerti sifat-sifat ikatan seperti ini dan memprediksikan struktur dan sifat molekul sederhana. Ikatan kovalen tampak jelas pada struktur Lewis. sehingga model ikatan valensi dapat memprediksikan sudut ikatan yang terlihat pada molekul sederhana dengan sangat baik.[5] Hasil kerja mereka didasarkan pada model ikatan valensi yang berasumsi bahwa ikatan kimia terbentuk ketika terdapat tumpang tindih yang baik di antara orbital-orbital atom dari atom-atom yang terlibat. berasosiasi dalam sebuah aksi. Orbital-orbital atom ini juga diketahui memiliki hubungan sudut spesifik satu sama lain. atom hidrogen berbagi dua elektron via ikatan kovalen. Pasangan elektron yang berada di antara atom-atom mewakili ikatan kovalen. melainkan hanya pada elektronegativitas mereka. . Ketika gagasan pembagian pasangan elektron memberikan gambaran kualitatif yang efektif akan ikatan kovalen. covalent bond. Lewis yang pada tahun 1916 menjelaskan pembagian pasangan elektron di antara atom-atom.berarti bersama-sama. Singkatnya. seperti ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga. pertama kali muncul pada tahun 1939.. ikatan pi. stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. Walter Heitler dan Fritz London sering diberi kredit atas penjelasan mekanika kuantum pertama yang berhasil menjelaskan ikatan kimia. Kovalensi yang sangat kuat terjadi di antara atom-atom yang memiliki elektronegativitas yang mirip. Terdapat pula bentuk alternatif lainnya di mana ikatan diwakili sebuah garis. Pada molekul H2.[3] Awalan co. sehingga "co-valent bond" artinya adalah atom-atom yang saling berbagi "valensi". Konsep awal ikatan kovalen berawal dari gambar molekul metana sejenis ini. ikatan logamlogam. Ikatan kovalen merangkumi banyak jenis interaksi. berbeda dengan interaksi elektrostatik ("ikatan ion"). ikatan kovalen tidak seperlunya adalah ikatan antara dua atom yang berunsur sama.Ikatan kovalen Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atom-atom yang berikatan. mengindikasikan pembagian elektron-elektron di antara atomatom. kekuatan ikatan kovalen bergantung pada relasi sudut antara atom-atom pada molekul poliatomik.[1][2] Istilah bahasa Inggris untuk ikatan kovalen. Oleh karena itu. Dia memperkenalkan struktur Lewis atau notasi titik elektron atau struktur titik Lewis yang menggunakan titik-titik di sekitar simbol atom untuk mewakili elektron valensi terluar atom. interaksi agostik. Lebih jauh lagi. Oleh karena ikatan kovalen adalah saling berbagi elektron. maka elektron-elektron tersebut perlu ter-delokalisasi. Gagasan ikatan kovalen dapat ditilik beberapa tahun sebelum 1920 oleh Gilbert N. seperti yang dibahas oleh teori ikatan valensi. Pasangan berganda mewakili ikatan berganda. dll. dan ikatan tiga pusat dua elektron. berkolega.

Struktur titik Lewis (LDS) untuk molekul-molekul beresonansi diperlihatkan dengan menciptakan struktur titik untuk setiap bentuk yang memungkinkan. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma. Ikatan kovalen yang paling umum adalah ikatan tunggal dengan hanya satu pasang elektron yang terbagi di antara dua atom. O3). Dalam diagram lewis (LDS: Lewis dot structure) O3. Pada kenyataannya. 4. Ikatan yang berbagi tiga pasang elektron dinamakan ikatan rangkap tiga. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan pi. Dalam model ini. sebenarnya terdapat dua ikatan 1. Dua struktur yang memungkinkan ini disebut sebagai struktur resonansi. Contohnya pada hidrogen sianida. 6. Semua ikatan yang memiliki lebih dari satu pasang elektron disebut sebagai ikatan rangkap atau ikatan ganda. Teori saat ini Saat ini model ikatan valensi telah digantikan oleh model orbital molekul. Orbitalorbital molekul ini merupakan gabungan antara orbital atom semula dan biasanya berada di antara . Walaupun demikian. Resonansi Kebanyakan ikatan dapat dideskripsikan dengan menggunakan lebih dari satu struktur Lewis yang benar (misalnya pada ozon. Ikatan rangkap empat ditemukan pada logam transisi. dan menghubungkan satu sama lain dengan tanda panah berkepala ganda. Tentu saja kebanyakan ikatan tidak ter-lokalisasikan. 3. Daripada satu ikatan tunggal dan satu ikatan rangkap dua. Kasus resonansi yang khusus terlihat pada atom-atom yang membentuk cincin aromatik (contohnya benzena). Cincin aromatik terdiri dari atom-atom yang tersusun menjadi lingkaran (dihubungkan dengan ikatan kovalen) dan menurut LDS akan memiliki ikatan tunggal dan rangkap dua yang saling bergantian. Ikatan tiga pusat juga tidak dapat diterapkan menggunakan konvensi di atas. Dalam kenyataannya. struktur ozon adalah hibrid resonansi antara dua struktur resonansi yang memungkinkan. elektron-elektron cenderung secara merata berada di seluruh ruang cincin. ia juga digunakan untuk mendeskripsikan ikatan dalam senyawa poliatomik. Diagram LDS tidak dapat memberitahukan kita atom mana yang berikatan rangkap. atom pusat akan memiliki ikatan tunggal dengan satu atom dan ikatan rangkap dua dengan satu atom lainnya. setiap atom yang berdekatan akan memiliki orbital-orbital atom yang saling berinteraksi membentuk orbital molekul yang merupakan jumlah dan perbedaan linear orbital-orbital atom tersebut. Pembagian elektron pada struktur aromatik seringkali diwakili dengan cincin di dalam lingkaran atom. Ikatan rangkap enam ditemukan pada molibdenum dan tungsten diatomik. Ia biasanya terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan pi. Ikatan rangkap lima telah ditemukan keberadaannya pada beberapa senyawa dikromium. mengurung struktur-struktur tersebut. 5. hanya berlaku pada keadaan yang sempit. sehingga klasifikasi di atas. atom pertama dan kedua yang berikatan dengan atom pusat memiliki probabilitas yang sama untuk memiliki ikatan rangkap. 1.Derajat ikat Derajat ikat atau orde ikat adalah sebuah bilangan yang mengindikasikan jumlah pasangan elektron yang terbagi di antara atom-atom yang membentuk ikatan kovalen.5 dengan kira-kira tiga elektron pada setiap atom. 2. Contoh ikatan rangkap ditemukan pada Ditungsten tetra(hpp). Molibdenum dan renium adalah unsur yang umumnya memiliki ikatan sejenis ini. walaupun sangat berguna dan digunakan secara luas. Contohnya pada etilena. Ikatan yang berbagi dua pasangan elektron dinamakan ikatan rangkap dua. Istilah ini hanya berlaku pada molekul diatomik.

Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat. Semakin besar ikatan hidrogennya. IKATAN HIDROGEN Dalam kimia. dan spektrum elektromagnetik dari molekul sederhana dengan akurasi yang sangat tinggi. adalah mungkin untuk menghitung struktur elektronik. terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Semakin besar perbedaannya. jarak ikat. ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. O. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. semakin tinggi titik didihnya. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul. dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang penting. ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari molekul yang sama. khusus pada air (H2O). atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. . momen dipol. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N. Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang lemah (1-2 kJ mol-1) hingga tinggi (>155 kJ mol-1). sudut energi. Namun. aras energi. Jarak dan sudut ikat dapat dihitung seakurat yang diukur. Untuk molekul-molekul kecil. perhitungan tersebut cukup akurat untuk digunakan dalam menentukan kalor pembentukan termodinamika dan energi aktivasi kinetika. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Dengan menggunakan mekanika kuantum. semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.dua pusat atom yang berikatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful