P. 1
MAKALAH TENTANG PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA

MAKALAH TENTANG PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA

|Views: 4,085|Likes:
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan makalah ini pun kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dari Bapak Zulkifli Lubis. Makalah ini merupakan penjelasan mengenai Perkembangan Pers di Indonesia, yang meskipun sering mengurai kontroversi, namun keberadaannya sangat dibutuhkandalam perkembangan informasi di Indonesia. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Demikian kata pembuka dari kami, mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan atau kesalahan.
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan makalah ini pun kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dari Bapak Zulkifli Lubis. Makalah ini merupakan penjelasan mengenai Perkembangan Pers di Indonesia, yang meskipun sering mengurai kontroversi, namun keberadaannya sangat dibutuhkandalam perkembangan informasi di Indonesia. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Demikian kata pembuka dari kami, mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan atau kesalahan.

More info:

Published by: Ramadhana Ayu Atika Sari on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $49.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/18/2014

$49.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH KEWARGANEGARAAN PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA

Disusun oleh : Ramadhana Ayu Atika Sari Kelas : IA reguler

Jurusan Kesehatan Lingkungan POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II 2012

Jakarta. mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan atau kesalahan.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Desember 2012 Penulis . yang meskipun sering mengurai kontroversi. Makalah ini merupakan penjelasan mengenai Perkembangan Pers di Indonesia. Penyusunan makalah ini pun kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dari Bapak Zulkifli Lubis. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. namun keberadaannya sangat dibutuhkandalam perkembangan informasi di Indonesia. Demikian kata pembuka dari kami.

C. Saran………………………………………………………………………… Daftar Pustaka……………………………………………………………………. A. Peraturan Perundang-undangan tentang Kebebasan Pers di Indonesia………………… Bab III Penutup…………………………………………………………………….. i ii iii 1 1 1 3 3 3 6 7 9 10 10 10 12 .DAFTAR ISI Cover………………………………………………………………………………… Kata pengantar……………………………………………………………………… Daftar Isi……………………………………………………………………………. Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………. A. Pengertian Pers di Indonesia………………………………………………… B. Tujuan………………………………………………………………………… Bab II Pembahasan ………………………………………………………………… A. Latar Belakang………………………………………………………………... E.. Perkembangan Pers di Indonesia……………………………………………. B. Keseimpulan………………………………………………………………… B. Fungsi Utama Pers…………………………………………………………… D. Unsur-unsur Pers…………………………………………………………….

dan benar melakukan pengawasan.hiburan dan kontrol sosial . bisa kita diketahui bahwa betapa cermatnya orang Belanda dalam pendokumentasian ini. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Latar Belakang Keberadaan kaum pers di Indonesia. juga punya peran penting dalam menyuarakan isi hati pemerintah. lembaga pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi (the fourth estate) setelah lembaga legislatif. Sementara pasal 6 UU Pers menegaskan bahwa pers nasional melaksanakanperanan sebagai berikut: memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui menegakan nilai-nilai dasar demokrasi.BAB I PENDAHULUAN A. kritik.dan yudikatif . akurat. Fungsi peranan pers itu baru dapat dijalankan secra optimal apabila terdapat jaminan kebebasan pers dari pemerintah. kelompok tertentu dan rakyat pada umumnya. mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia. eksekutif. Kendati demikian. orang Belanda yang selalu mengutamakan betapa pentingnya arti dokumentasi. baik buruknya selalu tetap menjadi kelompok yang memiliki peran yang cukup besar bagi negara ini. segala hal ihwal dan kabar berita yang terjadi di negeri leluhurnya maupun di negeri jajahannya. serta pembentuk opini publik yang paling potensialdan efektif. fungsi pers ialah sebagai media informasi. . Dengan kata lain media masa telah dipandang sebagai alat pencatat atau pendokumentasian segala peristiwa yang terjadi dinegeri kita yang amat perlu diketahui oleh pemerintah pusat di Nederland maupun di Nederlandsch Indie serta orang-orang Belanda pada umumnya. Dan apabila kita membuka kembali arsip majalah dan per surat kabaran yang terbit di Indonesia antara awal abad 20 sampai masuknya Tentara Jepang. tujuan merekabukan cuma sekadar untuk memperoleh keuntungan uang. Sepak terjang kaum pers acap kali menjadi hal yang controversial di dunia informasi dan seringkali pula pihak pers menjadi korban atas kejelasan bukti yang mereka ungkapkan mengenai tokoh-tokoh informan. 40 tahun 1999 tentang pers. selalu disimpan untuk berbagai keperluan. koreksi. Media masa di samping sebagai alat penyampai berita kepada para pembacanya dan menambah pengetahuan. Berdasarkan fungsi dan peranan pers yang demikian. Apalagi. Berdasarkan ketentuan pasal 33 UU No. pendidikan. serta menghormati kebhinekaan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat.

yang dalampraktiknya ternyata menjadi senjata ampuh untuk mengontrol isi redaksional pers dan pembredelan. Sulit dibayangkan bagaimana peranan pers tersebut dapat dijalankan apabila tidak ada jaminan terhadap kebebasan pers. kebebsan pers menjadi syarat mutlak agar pers secara optimal dapat melakukan pernannya. dengankeluarnya Peraturan Menteri Penerangan No. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk memaparkan fungsi dan peranan pers di Indonesia. Hal ini terlihat. tetap saja kelompok pers memiliki peranan dalam dunia informasi di Indonesia. berikut asal muasal kaum pers dan bagaimana keberadaannya di Indonesia. jakob oetama . 1 tahun 1984 tentang Surat Izn Usaha penerbitan Pers (SIUPP). pro dan kontra yang diungkapkan pada kaum pers. . B. Pemerintah orde baru di Indonesia sebagai rezim pemerintahn yang sangat membatasi kebebasan pers . Terlepas dari segala konflik yang terjadi.Menurut tokoh pers.

B. dan buletin-buletin pada kantor berita.majalah. 2.BAB II PERS DI INDONESIA A. Tirtohadisorejo atau Raden Djokomono. pendiri surat kabar mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang menjadi harian. Pers Cina pers yang diusahakan oleh orang-orang Cina di Indonesia. film. televise. 1. koran. Pers Kolonial pers yang diusahakan oleh orang-orang Belanda diIndonesia pada masa kolonial / penjajahan. Indonesia atau Belanda yang diterbitkan oleh golongan penduduk keturunan Cina. yaitu sbb : 1. yaitu pers Kolonial. pers di Indonesia terbagi menjadi 3 golongan. Pers ini bertujuan memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia di masa penjajahan.dan koran berbahasa Belanda. majalah dalam bahasa Cina. Dalam arti sempit Pers adalah media cetak yang mencakup surat kabar. daerah atau Indonesia yang bertujuan membela kepentingan kaum kolonialis Belanda. dsb. 3. dan pers Nasional. dianggap sebagai tokoh pemrakarsa . pers Cina. Pers kolonial meliputi surat kabar. media audio visual dan median elektronik. Contohnya radio. PersCina meliputi korankoran. majalah. yaitu media cetak. Pers Nasional pers yang diusahakan oleh orang-orang Indonesia terutamaorang-orang pergerakan dan diperuntukkan bagi orang Indonesia. 2. Pengertian Pers Ada 2 pengertian tentang pers. Perkembangan Pers di Indonesia Sejarah perkembangan pers di Indonesia tidak terlepas dari sejarah politik Indonesia. Pada masa pergerakan sampai masa kemerdekaan. tabloid. internet. Dalam arti luas Pers mencakup semua media komunikasi.

yaitu Golkar.Oleh karena itu. pers dikenal sebagai pers partisipan.Beberapa hari setelah teks proklamasi dibacakan Bung Karno. Pada masa itu. Tahun 1980-an Pada tahun 1982. Pemerintah Orde Baru mengeluarkan peraturan yang memaksa penggabungan partaipartai politik menjadi tiga partai. Peraturan tersebut menghentikan hubungan partai-partai politik dan organisasi massa terhadap perssehingga pers tidak lagi mendapat dana dari partai politik. Warta Indonesia dan The Voice of Free Indonesia. Departemen Penerangan mengeluarkan Peraturan Menteri Penerangan No. Beberapa partai politik memiliki media/koran sebagaicorong partainya. Dengan adanya SIUPP. Pers Indonesia menjadi salah satu alat perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Pers yang mengkritik . sebuah penerbitan pers yang izin penerbitannya dicabut oleh Departemen Penerangan akan langsung ditutup oleh pemerintah. Pada masa demokrasi liberal. 4. banyak didirikan partai politik dalam rangka memperkuat sistem pemerintah parlementer. Hal yangdiperebutkan terutama adalah peralatan percetakan. Pada bulan September-Desember 1945. PDI dan PPP. pers sangat mudah ditutup dan dibekukan kegiatannya. Tahun 1950-1960-an Masa ini merupakan masa pemerintahan parlementer atau masa demokrasi liberal. Pada tahun 1973. pada masa itu merupakan alat propaganda dari Par-Pol. termasuk pers. Indonesian News Bulletin. Adapun perkembangan pers Nasional dapat dikategorikan menjadi beberapa peiode sbb : 1. Pada masa itu. pers sering disebut sebagai pers perjuangan. Tahun 1970-an Orde baru mulai berkuasa pada awal tahun 1970-an. kondisi pers RI semakin kuat. Pers. Merdeka. pers mengalami depolitisasi dan komersialisasi pers.1 Tahun 1984 tentang Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP ). Independent. Berita Indonesia (Jakarta). 3.pers Nasional. Tahun 1945-1950-an Pada masa ini. terjadi perebutankekuasaan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. 2. yang ditandai oleh mulai beredarnya koran Soeara Merdeka (Bandung).

pembangunan dianggap sebagai pers yang berani melawan pemerintah. yang kemudian diteruskan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.perubahan tersebut adalah sbb :      Tahun 1945-an. Pers seperti ini dapat ditutup dengan cara dicabut SIUPP-nya. tetapi dengan instalasi Kabinet BJ. Tahun 1970-an dan tahun 1980-an menjadi periode pers komersial. Pers di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan identitas. hingga sekarang ini.Maksudnya. Habibie proses tersebut melibatkan 3 tahap saja. Awal tahun 1990-an. DETIK dan Editor. Berdasarkan perkembangan pers tersebut. Sebelum tahun 1998. pers di Indonesia dimulai sebagai pers perjuangan. pers memulai proses repolitisasi. pers Indonesia menikmati kebebasan pers. Di dunia pers. Era reformasi ditandai dengan terbukanya keran kebebasan informasi. yaitu Tempo. Tahun 1950-an dan tahun 1960-an menjadi pers partisan yang mempunyai tujuansama dengan partai-partai politik yang mendanainya. Pada masa UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Adapun perubahan. .Habibie. lahir pers bebas di bawah kebijakan pemerintahan BJ. Tahun 1990-an Pada tahun 1990-an. pers di Indonesia mulai melakukan repolitisasi lagi. dengan pencarian dana masyarakat serta jumlah pembaca yang tinggi. Masa Reformasi (1998/1999) sekarang Pada masa reformasi. Pada tahun 1994. 6. 5. pers di Indonesia mulai menentang pemerinah dengan memuat artikel-artikel yang kritis terhadap tokoh dan kebijakan Orde Baru. ada tiga majalah mingguan yang ditutup. proses untuk memperoleh SIUPP melibatkan 16 tahap. pada tahun 1990-an sebelum gerakan reformasi dan jatuhnya Soeharto. kebebasan itu ditunjukkan dengan dipermudahnya pengurusan SIUPP. Awal reformasi 1999. dapat diketahui bahwa pers di Indonesia senantiasa berkembang dan berubah sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman.

menarik atau penting. factual. Sebagai lembaga ekonomi. guru dan forum). 4. sama sekali tidak boleh mengurangi. Apa pun infromasi yang disebarluaskan pers hendaklah dalam kerangka mendidik (to educate). Pers sebagai Edukasi (to educate). pers adalah weatcher. tidak boleh bersifat negatif apalagi destruktif. fungsi pers dapat dirumuskan menjadi 5 bagian yaitu : 1. eksekutif dan yudikatif agar kekuasaan mereka tidak menjadi korup dan absolut. Pers sebagai Informasi (to inform) Fungsi pertama dari lima fungsi utama pers ialah menyapaikan informasi secepatcepatnya kepada masyarakat yang seluas-luasnya. 2. teacher dan forum (pengamat. dan media (1973). Setiap informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteri dasar: actual. relevan. benar. Pers sebagai rekreasi (to intertain) Fungsi ke empat pers adalah menghibur. berimbang. apalagi meniadakan fungsi dan tanggung jawab sosial. bermanfaat dan etis. pers harus memainkan dirinya sebagai wahan rekreasi yang menyenangkan sekaligus yang menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat.C. utuh. messages. dan yudikatif dalam kerangka ini. Artinya apa pun pesan rekreatif yang disajikan mulai dari cerita pendek sampai kepada teka-teki silang dan anekdot. namun orientasi dan misi komersil itu. Seperti ditegaskan Wilbur Schramm dalam men. Fungsi Utama Pers Pada dasarnya. pers memang dituntut berorientasi komersil untuk memperoleh keuntungan financial . jelas-jernih. 3. kehadiran pers dimaksudkan untuk mengawasi atau mengontrol kekuasaan legislatif. lengkap. jujur adil. Pers sebagai koreksi ( to influence) Pers adalah pilar demokrasi keempat setelah legislative. . eksekutif. akurat. bagi masyarakat.

peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain. (2) landasan konstitusional adalah UUD 1945.5. Landasan Pers Menurut Keputusan Dewan Pers No. orang yang satu dengan peristiwa yang lain. Unsur-Unsur Pers 1. Dalam SK Dewan Pers 79/1974 ditegaskan. pers nasional berpijak kepada lima landasan. D.79/XIV/1974 tertanggal 1 Desember 1974 yang ditandatangani Menpen Mashuri. 40/1999) memang dikenal dengan tegas menyatakan terhadap pers Namun secara politis. ketika itu UU Pokok Pers No.21 1982 (sekarang UU pokok pers No. Pers sebagai mediasi (to mediate) Mediasi artinya penghubung atau sebgai fasilatator atau mediator. Secara yuridis. pemerintah sering “tidak sejalan dengan kebijakan nasional tidak dikenai pembredelan. tak menggubrisnya. dan (5) landasan etis opersioanl adalah kodi etik persatuan wartawan indoensia (PWI). atau orang yang satu dengan orang yang lain pada saat yang sama. . (4) landasan yuridis formal adalah tata nilai dan norma budaya agama yang beraku pada masyarakat bangsa indonesia. (3) landasan strategis operasional adalah garis-garis besar haluan negara (GBHN). Dalam buku karya McLuhan. lima landasan tersebut dijadikan semacam“rukun iman” bagi para pengusaha pers dan kalangan praktisi jurnalisitk agar tidak tersandung dan bebas dari ancaman perbredelan yang setiap saat mengahantui mereka oleh “hantu” pemerintah. yakni : (1) landasan idiil adalah pancasila. Pers harus mampu menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain. Deppen pada waktu itu adalah depertemen yang paling ditakuti oleh siapa pun yang berkecimplung dalam penerbitan pers nasional. pers nasional berpijak kepadaenam landasan. SH. Understanding Media (19966) menyatakan pers adalah perpanjang dan perluasan manusia (the extented of man). pemerintah membrangus pers yang melalui Depatemen Penerangan bisa kapan saja dianggapnya pimpinannasional”. Pada zaman Orde Baru.

berkumpul dan kebebasan menyatakan pikiran.32/2002 untuk media radio siaran danmedia telivisi siaran.40/1999unutk pers.2. diartikan sekaligus diperlakukan sama sehingga menjadi rancu serta difungsional. Landasan Etis Propesional Landasan etis propesional menginduk kepada kode etik profesi. Landasan Idiil Yakni landasan idiil pers. tetap pancasila. beberapa organisasi pers bisa saja sepakat untuk hanya menginduk keada satu kode etik. Landasan Konstitusional Landasan konstitusional. setiap . UUD bukanlah kitab suci yang tak boleh diganti atau direvisi. pers dalam arti media cetak berkala dan pers dalam arti media radio siaran berkala dan media televsisi siaran berkala. falsafah hidup bangsa. selama ideologi negara tidak diganti. Setiap penerbitan pers harus memilki garis haluan manajerial. UUD harus dijadikan senantiasa aktual. Pers nasional harus memiliki pijakan konstitusional agar tak kehilangan kendali serta jati diri dalam kompetisi eraglobal. Dalam negara monarki. suka atau tidak suka.40/1999. 5. Sangat berbahaya apabila UUD hanya dijadikan alat ritual. dasar negara. Landasan strategis Operasional Landasan strategis operasional. Tetapi secara filosofis. pendapat baik lisan ataupun tulisan. sumber tata nilai dan sumber segala sumber hukum. 4. dalam UU Pokok Pers No. 6. Artinya. Di negara manapun. 3. lahir dan berkembang pers monarki. Landasan Yuridis Formal Landasan yuridis formal. lahir dan berkembang pers liberal kapitalistik. Sekedar catatan . Setiap organisasi pers harus memiliki kode etik. mengacu kepada kebijakan redasional media pers masing-masing secara internal yang berdampak kepada kepentingan sosial dan nasional. mengacu kepada UU Pokok Pers No. Dalam negara liberal. dan UU pokok Penyiaran No. pers sangat dipengaruhi dan sangat bergantung pada ideology serta system politik yang dianut Negara bersangkutan. pers nasional harus tetap merujuk kepada pancasila sebagai ideologi nasional. berarti menujuk kepada UUD 1945 setelah empat kali dilakukan amandemen dan ketetapan-ketetapan MPR yang mengatur tentang kebebasan berserikat. UUD tidak perlu disakralkan. Secara teknis.

memiliki. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan dengan tidak memandang batas-batas wilayah. 2. . Pasal 28F. dan untuk mencari.organisasi pers harus menyatakan terkait dan tunduk kepada ketentuan kode etik.XVII/MPR /1998 tentang Hak Asasi Manusia. menerima. yang menyatakan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperolehi nformasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. mengolah. serta berhak untuk mencari. menyimpan. Ketetapan MPR RI No. kebebasan pers di Indonesia memiliki landasan hukum yang termuat di dalam ketentuan-ketentuan sbb : 1. E. yang berbunyi . atau tulisan mendapat jaminan dalam UUD 1945 Pasal 28. memperoleh. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Selain itu. Pasal 19 Piagam PBB tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi. boleh juga menyepakati kode etik bersama. Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Ini berarti tiap organisasi pers boleh memiliki kode etik sendiri. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang. Peraturan Perundang-undangan tentang Kebebasan Pers di Indonesia Hak masyarakat atau warga negara Indonesia untuk mengeluarkan pikiran secara lisan. dalam hak initermasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan. yang antara lain menyatakan bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi. 3.

pendengar dan pemiras). informasi. itu sebenarnya merupakan sebuah konsekuensi yang wajar. Sudah saatnya lembaga pers terus menyempurnakan diri dalam menyampaikan menyiarkannya. dengan selalu melakukan penelitian ulang sebelum konflik melakukan peliputan berimbang terutama untuk berita-berita agar masyarakat memperoleh informasi lebih lengkap untuk turut menilai masalah yang sedang terjadi.BAB III PENUTUPAN A. lembaga pers harus selalu menyempurnakan kinerjanya sehingga mampu menyampaikan informasi yang akurat. Bersamaan dengan peningkatan perlindungan terhadap kemerdekaan pers. Penyempurnaan kualitas pers merupakan kerja keras yang dilakukan hari demi hari untuk kepentingan masyarakat. Suara-suara dari pihak pemerintah misalnya. Bahwa kebebasan pers akan memunculkan kebabasan. B. dan murah kepada seluruh masyarakat. Orang-orang yang melek media (Media Literari People) jelas akan saenantiasa jeli dan kritis terhadap media. Saran Peningkatan Kualitas Pers. Media Litercy juga menanankan pentingnya kebiasaan untuk bersikap selektif atas setiap mata acara yang akan ditonton atau setiap berita yang akan . kebebasan pers di Indonesia telah mengahasilkan berbagai eksis. Pendidikan melek media mengembalikan titik berat upaya pembedayaan sepenuhnya ada di diri si khalayak media (pembaca. Yang kemudian harus diantisipasi adalah bagaimana agar kebablasantersebut tidak kemudian diterima sebagai kewajaran. kebebasana pers di ndoesia telah kebablasan! Sementara dari pihak masyarakat. muncul pula reaksi yang lebih konkert bersifat fisik. tepat. Barang kali. telahmenanggapinya dengan bahasanya yang khas. Kesimpulan Kebebasan pers yang sedang kita nikmati sekarang memunculkan hal-hal yang sebelumnya tidak diperkirakan. Program Media Literacy dimaksudkan mendidik khlayak supaya senantiasa bersikap kritis terhadap informasi apapun yang teriam dari media. cepat. Dan hal itu makin menggejala tampaknya arena iklim kebebasan tersebut tidak dengan sigap diiringi dengan kelengakapan hukumnya.

pemahaman terhadap isi media sebagai tekad yang menyajikan pandangan bagi kehidupan dan budaya kita. . Sebab orang-orang yang kurang terdidik dalam memahami medialah yang lebih rentan bagi bentuk bentuk manipulasi yang halus. Paling tidak ada lima unsur yang fundamental dalam pendidikan medialiteracy. memahami dan mengapresiasi isi media. Yakni. kesadaran terhadap dampak media. dan kesanggupan untuk menikmati. pamahaman terhadap proses komunikasi massa. strategis untuk menganalisis dan mendiskusikan pesan-pesanmedia.dibaca.

wikipedia.DAFTAR PUSTAKA http://www.google.org/wiki/perkembangan-pers Buku Pendidikan Kewarganegaraan SMK .com http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->