Kandungan kimia

Kandungan kimia Bawang merah mengandung minyak atsiri yang ter-diri atas dialilsulfida, propantiol-S-oksida, S-Alil

-L-Sisteinsulfoksida atau Aliin, prostaglandin A-1, difenilamina dan sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, kaemferol dan foroglusinol.5)

Umbi bawang merah mengandung senyawa turunan asam amino yang mengandung sulfur yaitu Sikloalliin 2%, propilalliin dan propenilalliin. Bila sel-sel umbi pecah senyawa tersebut akan berubah menjadi bentuk ester ( ester asam tiosulfinat), sulfinil disulfida (Kepaen), disulfida dan polisulfida, begitu juga tiofen. Di samping itu terbentuk pula propantial-S-oksida (suatu senyawa yang dapat menyebabkan keluarnya air mata). Disamping turunan asam amino, ditemukan pula adenosine dan prostaglandin.8,11) Aliin (S-Allil-L-sistein sulfoksida), C6H11NO2S selain terkandung dalam Bawang Merah juga terkandung dalam Bawang putih (Allium sativum L.) dan jenis-jenis Allium lainnya. Senyawa ini berupa hemihidrat yang tidak berwarna C6H11NO2S.½H2O bentuk jarum tumpul yang diperoleh dari hasil rekristalisasi menggunakan pelarut aseton. Jarak leburnya 164-1660C (dengan mengeluarkan gas), praktis larut dalam air. Tidak larut dalam etanol mutlak, kloroform, aseton, eter dan benzena. Senyawa ini memiliki potensi sebagai antibakteri dan segera akan terurai oleh pengaruh enzim Allinase dengan mengeluarkan bau bawang yang khas. Potensi antibakterinya kira-kira serupa dengan Allicin.10)

Allisin C6H11NO2S adalah senyawa yang juga terkandung dalam Bawang Putih memiliki potensi antibakteri. Senyawa ini bentuknya cairan dengan bau yang khas bawang putih. Bersifat mengiritasi kulit, bila direbus atau disuling akan mengalami dekomposisi. Indeks biasnya 1,561 (20oC), bobot jenis 1,112 (20oC). Kelarutan dalam air 2,5% w/w (suhu 10oC). pH sekitar 6,5. Dapat campur dengan alkohol, eter, dan benzena, tidak stabil terhadap pengaruh panas dan dalam lingkungan biasa. Stabil dalam lingkungan asam.10)

6) Komponen yang diduga mempunyai efek hipoglikemik ialah senyawa amino (difenilamin) dan senyawa yang berupa sulfida (allilpropil-disulfida). Penurunan kadar gula darah penderita yang mendapat bawang merah sebesar 10. Umbi bawang merah memiliki efek ekbolik (memacu kelahiran janin) pada tikus putih dan mencit dan pada dosis . Efek hipoglikemik dan hipolipidemik bawang merah telah dibuktikan pula pada pasien dengan diabetes melitus yang terawat baik dengan kombinasi obat anti diabetik oral dan bawang merah 3 kali 20 gram setiap hari selama 7 hari dibandingkan dengan tanpa kombinasi dengan bawang merah selama 7 hari. meningkatkan aktivitas fibrinolitik serta memobilisir kolesterol dari depositnya pada lesi aterosklerosis hewan uji.Analisis Kandungan Gizi Dari 100 gram umbi Allium cepa L.9) Efek biologi Dari penelitian yang sudah banyak dilakukan diketahui bahwa bawang merah mempunyai efek antidiabetik dan anti aterosklerotik yaitu menurunkan kadar gula dan lemak darah. dilaporkan mengandung :5.72 mg%. menghambat aggregasi trombosit.

belimbing buluh 3 buah. dicuci dan ditumbuk halus-halus.12) Pada penggunaan per-oral perasan Allium cepa dapat menurunkan kadar gula darah binatang percobaan maupun sukarelawan. diramas dengan air kapur sirih seperlunya untuk menggosok tulang punggung.11) Kegunaan di masyarakat Secara tradisional umbi lapis bawang merah digunakan untuk peluruh dahak (obat batuk). sesudah disaring lalu diberi madu murni 4 sendok makan dan diminum (3 x sehari 1/2 gelas).11) Cara pemakaian di masyarakat Untuk mengobati influenza : Bawang merah 2 butir. Ascalonicum . memacu enzim pencernaan. tengkuk. Deskripsi Suku : Amaryllidaceae Sinonim : Allium cepa var. kelengkeng 3 buah. daun kaki-kuda 9 lembar.2) Ekstrak Bawang dapur (bawang bombay) berefek seperti ekstrak bawang putih. yaitu sebagai fibrinolitik.besar cenderung bersifat sebagai abortivum pada binatang percobaan tersebut.. dicuci dan dipotong-potong seperlunya. dicuci lalu ditumbuk halus-halus.33% (Produk Sintetik golongan Difenilamin dapat menurunkan 24.95%). gula-enau 3 jari. Disamping itu dapat pula berefek sebagai antiasma. dan aterosklerosis. rimpang halia 1 jari. rimpang caekur 2 jari.9.7) Pada pengenceran allisin 1:100.000 masih mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan mikroba Gram(+) dan Gram(-) (1 mg allicin setara dengan 10 g penisillin). sedangkan fraksi ekstrak kloroform "yellow and red cultivar" (menghasilkan penurunan kadar gula darah sebesar 21. sesudah dingin disaring lalu diminum (3 x sehari sebanyak yang diperlukan) Untuk mengobati sariawan : Bawang merah 3 butir. buah kapulogo 3 buah. rimpang cekur 2 jari. Fraksi petroleum eter dari ekstrak dietil eter "yellow and red cultivar" berturut-turut dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 34. diperas dan disaring. pulosari 3/4 jari. digunakan dalam upa-ya penyembuhan gangguan pencernaan. obat kencing manis. daun kaki kuda 1/3 genggam. Potensi antiasma tersebut disebabkan dari ester asam tisulfiniat yaitu dengan menghambat proses timbulnya asma (menekan pengaruh alergen). demam.3 sendok makan. dicuci dan dipotong-potong seperlunya. buah pala yang masih muda 1 buah. untuk melumas luka-luka yang disebabkan oleh penyakit sariawan (3-6 x sehari). sedangkan pada penurunan timbulnya trombus disebabkan karena menghambat terjadinya penggumpalan trombosit spontan. peluruh air seni dan penurun panas. direbus dengan air bersih 3 gelas sehingga hanya tinggal kira-kira 1/2nya. daun jintan 1/4 genggam. peluruh haid. daun sariawan 10 lembar adas 3/4 sendok the.8% dan 50. Untuk mengobati masuk angin: Bawang merah 8 butir.71% dan 33. temu lawak 1 jari. Untuk mengobati batuk : Bawang merah 8 butir. diramas dengan minyak ….4. menurunkan kholesterol dan trigliserida. 1) Seperti halnya bawang putih. daun meniran 10 lembar. perut dan kaki (1-2 x sehari masing-masing sebanyak yang diperlukan). direbus dengan air bersih 3 gelas sehingga hanya tinggal kira-kira 3/4nya.47%).

perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). dengan garis median hijau . kompos. Penyiangan dan penggemburan tanah. helaian daun bentuk silindris-berongga (tistular) 0. kepala putik 3 bagian. Buah: tiga bagian (lobus). 0. Sebelum ditanam. roset akar.19 buah. kepala putik 3 bagian. Pengapuran tanah: Ini untuk menjaga keasaman tanah (pH tanah dijaga sekitar 6. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering. merah atau ungu kemerahan. 3 ruang.0.putih kehijauan atau ungu. subur dan cukup tua (umur 2. 0. Tetapi banyak budidaya di dataran rendah (5 . tangkai sari berbentuk paku dengan pangkal melebar. bentuk bulat telur bulat memanjang.9) Keanekaragaman Variasi morfologi sangat besar terutama pada ukuran daun. Pemberantasan gulma. kemudian kira-kira seperempat bagian ujung dari umbi disayat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. tumpul. 3 lingkaran dalam pangkal sangat melebar. bulat.100 m dpl. Tenda bunga (perhiasan): 6 daun tenda bunga . Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam.0.2 . 1-3 daun pelindung (spathe).0 .1800 m dpl.3 . tangkai putik seperti rambut. Karenanya tanaman ini paling cocok ditanam di musim kemarau dengan sistem pengairan yang memadai. Tangkai bunga: rata-rata 3 kali panjang perhiasan. duduk. coklat kekuningan. Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam. Metalik. Umbi lapis bulat telur.0. bulat pipih. putih.1 cm. urat daun sejajar. 3 sekat. Habitat dan Budidaya Di Jawa di tanam pada elevasi 1000 . 2. duduk.4 m.7. Buah: tiga bagian (lobus). warna kulit umbsari agak tergoyang. di bawah tanah. Hal-hal yang perlu dilakukan secara periodik selama pemeliharaan tanaman adalah: 1. 3 sekat. Agustus. tangkai putik seperti rambut. putih. 4. Vitabloom dan sebagainya).) Bawang merah termasuk jenis tanaman yang tidak menyukai air hujan. Daun: Tunggal lebih pendek dari tangkai karangan bunga. 14 . ketebalan daun. Pemupukan: paling baik digunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kandang. per-ruang 2 biji.0). hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. tetapi pada pertumbuhannya. tumbuhan ini membutuhkan banyak air.6 cm. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat. sering lebih. atau Gandasil. . Bunga: susunan majemuk payung. suhu yang hangat.Perawakan: herba annual (2-3 bulan). Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. bebas.5 . Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedeng-bedeng berparit) dalam jarak 15x20 cm.4 . juga sisa-sisa akarnya yang masih ada. per-ruang 2 biji. Batang: kecil. Benang sari: 6. tinggi 0. April. tidak suka tempat-tempat yang airnya menggenang dan becek. 3. maka di ujungujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas.5 m. tidak perlu dilakukan penyayatan umbi). kepala sari agak tergoyang. Biji: hitam. terutama pada masa pembentukan umbi dan perlu lingkungan yang beriklim kering. hama dan penyakit 5. pelepah diatas umbi membentuk batang semu. 3 ruang. tertancap di pangkal perhiasan. pelepah pangkalnya membentuk umbi lapis. Biji : hitam. sederhana. baru ditanam. Oktober Daerah distribusi. berlilin. seperti selaput. Putik: bakal buah menumpang. Putik: bakal buah menumpang. Pemberian stimulan (misalnya Atonik. Asal -usul : Asia bagian barat Waktu berbunga : Januari.5-3 bulan).

kemudian kira-kira 1/4 bagian ujung dari umbi disyat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. tidak perlu dilakukan penyayatan umbi). Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam. Materia Medika Indonesia. tidak suka tempat-tempat yang airnya menggenang dan becek. Metalik atau Gandasil. hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. subur dan cukup tua (umur 2. 1968. & BM.Noordhoff. 1982. seperti kultivar Medan.0 . Vol II & III. Vitabloom dan sebagainya). Sri Sakate. Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam. Kapur. perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). . maka di ujung -ujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas. Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam. Anonim.0). C. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering. Flora of Java. yakni hasil persilangan yang terjadi secara alami sewaktu tanaman masih di lapangan dan umumnya memiliki sifat-sifat yang belum mantap atau seragam. 3. p. Yang perlu dilakukan secara periodik selama pemeliharaan tanaman adalah: 1. baru ditanam. terutama pada masa pembentukan umbi dan perlu lingkungan yang beriklim kering. kemudian kira-kira seperempat bagian ujung dari umbi disayat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. Cultivation and Utilization of Medicinal Plants. Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. Council of Scientific & Industrial Research.561. Jilid IV. 1985.. 2. P.5-3 bulan). Kelompok yang umbinya kuning kemerahan.9) Pustaka 1. baru ditanam.. juga sisa-sisa akarnya yang masih ada. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat. 3. 4. 5. Di Indonesia yang tumbuh adalah bentuk kultivar. Ampenan dan sebagainya..9) Budidaya Bawang merah termasuk jenis tanaman yang tidak menyukai air hujan. Karenanya tanaman ini paling cocok ditanam dimusim kemarau dengan sistem pengairan yang memadai.Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. Maja dan Gurgur. Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedengbedeng berparit) dalam jarak 15 X 20 cm. and Bakhuizen. Regiolan Research Laboratory. kelompok yang umbinya merah tua. Pemberian stimulan (misalnya Atonik. dan rasa. Bima. B. Berdasar warna umbi. hama dan penyakit. Backer. Sebelum ditanam. Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam. seperti kultivar Lampung. kelompok yang umbinya kuning muda pucat. Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedeng-i lapis.5-3 bulan).15-19. tetapi pada pertumbuhannya. tidak perlu dilakukan penyayatan umbi). maka di ujungujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas. maka bawang merah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: A. R.7. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat. ia membutuhkan banyak air. Atal. Jakarta. pengapuran tanah: Ini untuk menjaga keasaman tanah (pH tanah dijaga sekitar 6. Sebelum ditanam. penyiangan dan penggemburan tanah. C. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering.A. hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. Groningen. pemupukan: paling baik digunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kandang. subur dan cukup tua (umur 2. perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). p..C. Departemen Kesehatan RI. suhu yang hangat. kompos. seperti kultivar Sumenep. juga sisa-sisa akarnya yang masih ada. India. CK. pemberantasan gulma. Jammu-Tawi. 2.B.

8. and Wahab. USA. 11. Kandungan kimia Bawang merah mengandung minyak atsiri yang ter-diri atas dialilsulfida.Grown Cultivars of Allium cepa". 1993. disulfida dan polisulfida. Surabaya. J. 10.8.. p. Senyawa ini berupa hemihidrat yang tidak berwarna C6H11NO2S. ditemukan pula adenosine dan prostaglandin. kloroform..) dan jenis-jenis Allium lainnya. Planta Med. begitu juga tiofen.. Senyawa ini memiliki potensi sebagai antibakteri dan segera akan terurai oleh pengaruh enzim Allinase dengan mengeluarkan bau bawang yang khas.G.Na. prod. Singgih. Salveron. Bila sel-sel umbi pecah senyawa tersebut akan berubah menjadi bentuk ester ( ester asam tiosulfinat). metilaliin. 775 Paris. Aufl. Panebar Swadaya.M.. 1989. aseton. Berlin. prostaglandin A-1. Bawang Merah. "Pengaruh brambang terhadap kadar gula dan lemak darah pada penderita diabetes melitus". Stecher P. Universitas Airlangga. Masson. praktis larut dalam air. dihidroaliin. p. Merck & Co. Budidaya Bawang : Bawang Putih. eter dan benzena. R.4. 1984. "Studies on the Extracts of two Phillippine . difenilamina dan sikloaliin. S.. Di samping itu terbentuk pula propantial-S-oksida (suatu senyawa yang dapat menyebabkan keluarnya air mata). 5... Disamping turunan asam amino. Matiere Medicale Tome II. H. Bawang Bombay. 1994. Moyse M. The Merck Index: an Encyclopedia of Chemicals and Drugs. p. 1981.5) Umbi bawang merah mengandung senyawa turunan asam amino yang mengandung sulfur yaitu Sikloalliin 2%. 31-32.½H2O bentuk jarum tumpul yang diperoleh dari hasil rekristalisasi menggunakan pelarut aseton.S.. Wagner. C6H11NO2S selain terkandung dalam Bawang Merah juga terkandung dalam Bawang putih (Allium sativum L. p. Paris.. p. Jarak leburnya 164-1660C (dengan mengeluarkan gas).C. 55. 1968.383-385. p. Inc. Jakarta. propilalliin dan propenilalliin. M.H. Pharmazeutische Biologie 2. 110-111.. "Diphenylamine.11) Aliin (S-Allil-L-sistein sulfoksida). BI-Wissenschaftsverlag Mannheim. propantiol-S-oksida. Karawya. (Editor). kaemferol dan foroglusinol.. M. G. B.. 9. Plant Drugs Analisys.. J. M. 61-63 Pikir. 662 Schneider. S-Alil-L-Sisteinsulfoksida atau Aliin. 6. an antihyperglycemic agent from onion an tea". 1985. Cantoria. 85-135. Laporan Penelitian. 1981.S. sulfinil disulfida (Kepaen). Potensi antibakterinya kira-kira serupa dengan Allicin.R. Springer Verlag. W.10) . Tidak larut dalam etanol mutlak. 7. p.

tidak stabil terhadap pengaruh panas dan dalam lingkungan biasa.5% w/w (suhu 10oC).10) Analisis Kandungan Gizi Dari 100 gram umbi Allium cepa L. Stabil dalam lingkungan asam.9) . dan benzena. Senyawa ini bentuknya cairan dengan bau yang khas bawang putih.112 (20oC). eter. bobot jenis 1. Dapat campur dengan alkohol. bila direbus atau disuling akan mengalami dekomposisi.561 (20oC). pH sekitar 6. Kelarutan dalam air 2. Indeks biasnya 1.5. Bersifat mengiritasi kulit. dilaporkan mengandung :5.Allisin C6H11NO2S adalah senyawa yang juga terkandung dalam Bawang Putih memiliki potensi antibakteri.

sedangkan fraksi ekstrak kloroform "yellow and red cultivar" (menghasilkan penurunan kadar gula darah sebesar 21. menghambat aggregasi trombosit. meningkatkan aktivitas fibrinolitik serta memobilisir kolesterol dari depositnya pada lesi aterosklerosis hewan uji. obat kencing manis.9. Umbi bawang merah memiliki efek ekbolik (memacu kelahiran janin) pada tikus putih dan mencit dan pada dosis besar cenderung bersifat sebagai abortivum pada binatang percobaan tersebut.Efek biologi Dari penelitian yang sudah banyak dilakukan diketahui bahwa bawang merah mempunyai efek antidiabetik dan anti aterosklerotik yaitu menurunkan kadar gula dan lemak darah. Efek hipoglikemik dan hipolipidemik bawang merah telah dibuktikan pula pada pasien dengan diabetes melitus yang terawat baik dengan kombinasi obat anti diabetik oral dan bawang merah 3 kali 20 gram setiap hari selama 7 hari dibandingkan dengan tanpa kombinasi dengan bawang merah selama 7 hari. Penurunan kadar gula darah penderita yang mendapat bawang merah sebesar 10.71% dan 33.33% (Produk Sintetik golongan Difenilamin dapat menurunkan 24.47%).4.95%).2) Ekstrak Bawang dapur (bawang bombay) berefek seperti ekstrak bawang putih.72 mg%. Potensi antiasma tersebut disebabkan dari ester asam tisulfiniat yaitu dengan menghambat proses timbulnya asma (menekan pengaruh alergen).6) Komponen yang diduga mempunyai efek hipoglikemik ialah senyawa amino (difenilamin) dan senyawa yang berupa sulfida (allilpropil-disulfida). .7) Pada pengenceran allisin 1:100.000 masih mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan mikroba Gram(+) dan Gram(-) (1 mg allicin setara dengan 10 g penisillin).12) Pada penggunaan per-oral perasan Allium cepa dapat menurunkan kadar gula darah binatang percobaan maupun sukarelawan. menurunkan kholesterol dan trigliserida. Disamping itu dapat pula berefek sebagai antiasma. yaitu sebagai fibrinolitik. Fraksi petroleum eter dari ekstrak dietil eter "yellow and red cultivar" berturut-turut dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 34.8% dan 50.11) Kegunaan di masyarakat Secara tradisional umbi lapis bawang merah digunakan untuk peluruh dahak (obat batuk). sedangkan pada penurunan timbulnya trombus disebabkan karena menghambat terjadinya penggumpalan trombosit spontan.

pelepah pangkalnya membentuk umbi lapis. Buah: tiga bagian (lobus). berlilin. Biji : hitam. diperas dan disaring. bentuk bulat telur bulat memanjang.putih kehijauan atau ungu.3 sendok makan. demam. daun meniran 10 lembar.. buah kapulogo 3 buah. Deskripsi Suku : Amaryllidaceae Sinonim : Allium cepa var. diramas dengan minyak …. urat daun sejajar. tumpul. temu lawak 1 jari. peluruh haid. bulat pipih. perut dan kaki (1-2 x sehari masing-masing sebanyak yang diperlukan). sesudah disaring lalu diberi madu murni 4 sendok makan dan diminum (3 x sehari 1/2 gelas). 3 sekat. Tenda bunga (perhiasan): 6 daun tenda bunga .1 cm. April. 1) Seperti halnya bawang putih. seperti selaput.11) Cara pemakaian di masyarakat Untuk mengobati influenza : Bawang merah 2 butir. diramas dengan air kapur sirih seperlunya untuk menggosok tulang punggung. helaian daun bentuk silindris-berongga (tistular) 0. 14 . sering lebih. Putik: bakal buah menumpang. buah pala yang masih muda 1 buah. merah atau ungu kemerahan. di bawah tanah.3 . sederhana. 1-3 daun pelindung (spathe). pelepah diatas umbi membentuk batang semu.0. Untuk mengobati batuk : Bawang merah 8 butir. putih. rimpang halia 1 jari. direbus dengan air bersih 3 gelas sehingga hanya tinggal kira-kira 1/2nya. peluruh air seni dan penurun panas. tengkuk. tangkai putik seperti rambut. tertancap di pangkal perhiasan. bebas. sesudah dingin disaring lalu diminum (3 x sehari sebanyak yang diperlukan) Untuk mengobati sariawan : Bawang merah 3 butir. Asal -usul : Asia bagian barat Waktu berbunga : Januari. daun jintan 1/4 genggam. Ascalonicum Perawakan: herba annual (2-3 bulan). Tangkai bunga: rata-rata 3 kali panjang perhiasan. 0. daun sariawan 10 lembar adas 3/4 sendok the. dengan garis median hijau . Agustus. 3 ruang. tangkai sari berbentuk paku dengan pangkal melebar. Daun: Tunggal lebih pendek dari tangkai karangan bunga. digunakan dalam upa-ya penyembuhan gangguan pencernaan. direbus dengan air bersih 3 gelas sehingga hanya tinggal kira-kira 3/4nya.5 m. tinggi 0. Umbi lapis bulat telur. dicuci dan ditumbuk halus-halus. 3 lingkaran dalam pangkal sangat melebar. Benang sari: 6. dicuci dan dipotong-potong seperlunya. belimbing buluh 3 buah. 0. kepala putik 3 bagian. daun kaki-kuda 9 lembar.2 .4 . Untuk mengobati masuk angin: Bawang merah 8 butir. Oktober . coklat kekuningan. duduk. rimpang caekur 2 jari. bulat. rimpang cekur 2 jari. Bunga: susunan majemuk payung. pulosari 3/4 jari.5 . kepala sari agak tergoyang.memacu enzim pencernaan.0.19 buah. per-ruang 2 biji. dicuci dan dipotong-potong seperlunya. roset akar.4 m. daun kaki kuda 1/3 genggam.6 cm. kelengkeng 3 buah. Batang: kecil. putih. untuk melumas luka-luka yang disebabkan oleh penyakit sariawan (3-6 x sehari).0. gula-enau 3 jari. dicuci lalu ditumbuk halus-halus. dan aterosklerosis.

100 m dpl. seperti kultivar Medan. Ampenan dan sebagainya. kemudian kira-kira seperempat bagian ujung dari umbi disayat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. tidak suka tempat-tempat yang airnya menggenang dan becek. kelompok yang umbinya kuning muda pucat. subur dan cukup tua (umur 2. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering.5-3 bulan). Sri Sakate. warna kulit umbsari agak tergoyang.9) Budidaya . tidak perlu dilakukan penyayatan umbi). Kelompok yang umbinya kuning kemerahan. baru ditanam. suhu yang hangat. dan rasa. Biji: hitam. hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedeng-i lapis. juga sisa-sisa akarnya yang masih ada. Karenanya tanaman ini paling cocok ditanam di musim kemarau dengan sistem pengairan yang memadai. seperti kultivar Lampung. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering. Berdasar warna umbi. yakni hasil persilangan yang terjadi secara alami sewaktu tanaman masih di lapangan dan umumnya memiliki sifat-sifat yang belum mantap atau seragam. maka di ujungujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas. Vitabloom dan sebagainya). Hal-hal yang perlu dilakukan secara periodik selama pemeliharaan tanaman adalah: 1. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat. perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). kemudian kira-kira seperempat bagian ujung dari umbi disayat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. maka bawang merah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: A. Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedeng-bedeng berparit) dalam jarak 15x20 cm. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat. hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. Di Indonesia yang tumbuh adalah bentuk kultivar. 3 sekat. ketebalan daun. Pemberian stimulan (misalnya Atonik.0 . 3 ruang. tidak perlu dilakukan penyayatan umbi).Daerah distribusi. seperti kultivar Sumenep. perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). Sebelum ditanam. atau Gandasil. Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam. per-ruang 2 biji. Pemberantasan gulma. Pengapuran tanah: Ini untuk menjaga keasaman tanah (pH tanah dijaga sekitar 6. subur dan cukup tua (umur 2. hama dan penyakit 5. tumbuhan ini membutuhkan banyak air. tangkai putik seperti rambut. maka di ujungujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas. Metalik. Putik: bakal buah menumpang. Buah: tiga bagian (lobus). kelompok yang umbinya merah tua. Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam. Tetapi banyak budidaya di dataran rendah (5 . 2. Habitat dan Budidaya Di Jawa di tanam pada elevasi 1000 . C.7. 3. baru ditanam. Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam. B.5-3 bulan). Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam.1800 m dpl. Pemupukan: paling baik digunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kandang. kompos. kepala putik 3 bagian.9) Keanekaragaman Variasi morfologi sangat besar terutama pada ukuran daun. terutama pada masa pembentukan umbi dan perlu lingkungan yang beriklim kering. Bima. Sebelum ditanam. 4. duduk.) Bawang merah termasuk jenis tanaman yang tidak menyukai air hujan.0). Penyiangan dan penggemburan tanah. tetapi pada pertumbuhannya. Maja dan Gurgur. Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. juga sisa-sisa akarnya yang masih ada.

Universitas Airlangga.. Flora of Java. p. Materia Medika Indonesia. Moyse M. and Wahab. 1993. p. penyiangan dan penggemburan tanah.0 . Singgih.Na. maka di ujung -ujungnya sudah mulai terlihat warna hijau dari bakal pertumbuhan tunas. M.. 775 Paris. Sebelum ditanam. hama dan penyakit. p. 4. H. "Studies on the Extracts of two Phillippine . p. kemudian kira-kira 1/4 bagian ujung dari umbi disyat dengan pisau (tetapi bila tunasnya sudah menyembul keluar. tidak suka tempat-tempat yang airnya menggenang dan becek. 1984. 8. Departemen Kesehatan RI.9) Pustaka 1. Matiere Medicale Tome II. 10. baru ditanam. Bawang Merah. hilangkan dulu bagian kulit terluar dari umbi bibit. Jakarta.H. R. Salveron. Bibit ditanam di tanah gembur yang sudah dipersiapkan (dalam bentuk bedengbedeng berparit) dalam jarak 15 X 20 cm. juga sisa-sisa akarnya yang masih ada. Aufl. prod. P. BI-Wissenschaftsverlag Mannheim. Karenanya tanaman ini paling cocok ditanam dimusim kemarau dengan sistem pengairan yang memadai. Karawya. Stecher P.. p.. 5..C. 6. .. Plant Drugs Analisys. kompos. tetapi pada pertumbuhannya. 85-135..5-3 bulan). Paris. perlu disimpan beberapa waktu (minimal 2 bulan dengan penyimpanan yang baik). 1989. Wagner. 1994. 3. Umbi yang terpilih tidak boleh langsung ditanam. an antihyperglycemic agent from onion an tea". 5.R. Groningen. Kapur. The Merck Index: an Encyclopedia of Chemicals and Drugs. tidak perlu dilakukan penyayatan umbi). (Editor). 2. 11. Planta Med. 9. Panebar Swadaya.G. 31-32. G. 61-63 Pikir. Surabaya. Atal. 1982. Metalik atau Gandasil.. 7.0). pemberantasan gulma.Grown Cultivars of Allium cepa". M. p. Vol II & III. 1981. Bawang Bombay. pengapuran tanah: Ini untuk menjaga keasaman tanah (pH tanah dijaga sekitar 6...561. Lalu ditunggu beberapa saat hingga bekas sayatan mengering. Untuk menandai bahwa umbi bibit sudah siap tanam. Vitabloom dan sebagainya). p. B. J. & BM.Bawang merah termasuk jenis tanaman yang tidak menyukai air hujan. 110-111. 2. 55. Pemberian stimulan (misalnya Atonik. ia membutuhkan banyak air. Yang perlu dilakukan secara periodik selama pemeliharaan tanaman adalah: 1. Masson. Laporan Penelitian. Bibit yang lazim dipakai adalah dari umbi. Berlin. Budidaya Bawang : Bawang Putih.. Cantoria. Council of Scientific & Industrial Research.15-19. C. 4.B. "Diphenylamine. 1985... Anonim.383-385. and Bakhuizen. p.Noordhoff. suhu yang hangat. Pharmazeutische Biologie 2. "Pengaruh brambang terhadap kadar gula dan lemak darah pada penderita diabetes melitus". 1985. J. R. 3. Cultivation and Utilization of Medicinal Plants. Jilid IV. M. Backer. Jakarta. pemupukan: paling baik digunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kandang. p.7..S..M. subur dan cukup tua (umur 2. USA.. 662 Schneider. India. CK. Inc. W. Regiolan Research Laboratory. 1981. Springer Verlag. S.. 1968. terutama pada masa pembentukan umbi dan perlu lingkungan yang beriklim kering. Dipilih umbi yang berasal dari tanaman yang sehat.A.S. Merck & Co. Jammu-Tawi.C. 1968.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful