P. 1
Sistem Pemboran

Sistem Pemboran

|Views: 120|Likes:
Published by Iam Annaz
pola pemboran
pola pemboran

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Iam Annaz on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

SISTEM PEMBORAN

Filed under: umum — Tinggalkan Komentar 2 Januari 2011 Metode pemboran yang digunakan bergantung kepada asumsi letak dan ketebalan target yang akan di bor berdasarkan pada informasi atau data yang permukaannya diperoleh, dengan melakukan pemboran, maka dapat dievaluasi kembali konsep dan prediksi geologi (Interpretasi) yang telah ada sebelumnya (Data Geologi). Pembuatan lubang secara vertikal digunakan untuk kondisi dimana zona mineralisasi diperkirakan pada kedalaman yang dangkal. Metode pemboran dipakai tidak terlepas dari beberapa faktor utama terhadap endapan yang akan di eksploitasi. Diantaranya adalah litologi dan struktur geologi serta biaya dan waktu yang tersedia disamping itu pula ketrampilan opertaor bor. Metode yang dipakai pada kegiatan ekplorasi PT. Antam unit Geomin adalah Single Drill, dikarenakan endapan yang dicari adalah Nikel Laterit, yang kita tahu bahwa endapan Nikel Laterit kekerasannya tidak terlalu keras atau lunak (3-4). Pemboran dilakukan untuk dapat menentukan batas (outline) dari beberapa endapan dan juga kemenerusan dari endapan tersebut yang berfungsi untuk perhitungan cadangan. Metode pemboran yang akan digunakan bergantung pada akses permukaan. Lubang bor pertama digunakan untuk proyeksi dip dan anomali bawah permukaan. Pada daerah yang tidak mengalami kendala akses, pola pemboran yang digunakan adalah persegi panjang dan bentuk teratur. Program berikutnya direncanakan setelah melihat hasil dari sejumlah lubang bor pada daerah target.

3.1.3 Tipe Alat Bor Yang di Pakai Perencanaan pemboran yang akan dilaksanakan pada dasarnya harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan jalannya aktifitas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan tipe atau model alat bor, yaitu: 1) 2) 3) 4) Tujuan dari pemboran Topografi dan geografi (Keadaan Medan, Sumber Air) Litologi dan struktur geologi (Kedalaman Pemboran, Pemilihan Mata Bor) Biaya dan waktu yang tersedia

5)

Peralatan dan ketrampilan

Dilihat dari faktor yang mempengaruhi pemilihan alat bor diatas, maka PT. ANTAM Tbk. Unit Geomin menggunakan alat bor tipe TDC 1 dan YPM 05, yang dipakai untuk kegiatan pemboran di Pulau Pakal, sedangkan di daerah Mornopo sendiri kegiatan pemboran saat ini dikerjakan oleh kontraktor pemboran CV. KASAM yang bekerjasama dengan PT. Antam Tbk, unit Geomin. CV. KASAM juga memiliki beberapa alat bor dengan sistim kerja Hydrolic, sebanyak 16 unit, namun yang dioperasikan hanya 10 unit. Tipe-tipe alat tersebut adalah: TDC I, YPM 05, OE 2L, KOKEN, TOHU dan TONEY. Tidak ada perbedaan yang menonjol dari keenam tipe alat diatas hanya saja pada ukuran alat tersebut. 3.1 Strategi Penentuan titik bor Adapun jarak antara lubang bor yang satu dengan yang lain telah ditetapkan atau di plot oleh tim pengukuran dengan diberi tanda patok. Proses aktifitas pengeboran pada awalnya dilakukan dengan jarak atau spasi 500 m, kemudian bila hasilnya diharapkan ada maka spasinya lebih diperkecil hingga 100 m. Pada jarak atau spasi 100 m ini, analisa kadar dari hasil pemboran baik dilihat secara megaskopis atau uji laboraturium terindikasi kadarnya tinggi maka dilanjutkan terus hingga pada spasi 12,5 m. Temuan dilokasi, aktifitas pemboran yang dikerjakan baru pada jarak atau spasi 50 m yaitu pada daerah transit, sedangkan pada lokasi mornopo (MBT/Mining Blok Test) yang telah ditambang untuk perbandingan analisis kadar hasil pemboran dengan kadar hasil penambangan awalnya dikerjakan pemboran dengan spasi 12.5 m. Spasi lubang bor didasarkan pada antisipasi ukuran target atau pengalaman sebelumnya terhadap endapan yang sejenis dari sejumlah kegiatan pemboran dilokasi tersebut. Lokasi pemboran dan orientasi titik bor selanjutnya didasarkan pada sukses pemboran pada lubang pertama. Apabila pemboran awal tidak memberikan keyakinan geologi yang pasti maka target lain harus dicoba dan masih dalam wilayah kontrak perusahan. Suatu endapan paling tidak sudah didefinisikan arah kemenerusan dan zona mineralisasinya. Spasi lubang bor bergantung pada tipe mineralisasi dan arah kemenerusan tipe. Pada rencana kerja pemboran yang dibuat, telah ditentukan Blok-blok mana yang didahulukan untuk kegiatan pemboran selanjutnya. Hal ini berkaitan dengan hasil analisis kadar pada pemboran spasi sebelumnya, sebagai contoh pada Mornopo.

peralatan dan metode pemboran yang dipilih sangat sangat mempengaruhi jumlah biaya yang akan digunakan.3 Analisa BiayaPemboran Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah biaya dalam pemboran Yaitu : 1. 3. 4. 2. Adapun peralatan dan metode pemboran yang digunakan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Kondisi Geologi (Formasi Yang Ada) Besar lubang yang direncanakan Kedalaman Pemboran . 2. 2. 4.5.2. Personil (crew) Teknik pemboran yang digunakan Peralatan yang dipakai Lokasi dan kondisi daerah. 1. Faktor-faktor yang berkaitan dengan personil (crew) meliputi : Kemampuan Teknis Kemampuan fisik Kemempuan menajemen Kemampuan bersosialisasi Faktor peralatan yang digunakan dan metode pemboran Dalam pekerjaan pemboran. 3. berikut : 1. 3.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemboran tersebut diatas dapat dibedakan menjadi 2(dua) yaitu : - Faktor biaya yang dapat diubah (variable Factor) Yang meliputi : a.4. Pengontrolan Biaya Pemboran Untuk mencegah agar biaya pemboran tidak melebihi target yang direncanakan (rencana Anggaran biaya). Faktor yang tidak dapat diubah (fixed factor) Yang meliputi : a. Kemampuan mesin Kemampuan personil Sifat lumpur bor Jenis mata bor. material). b. c. laut dan sungai) Sarana pendukung yang ada pada daerah lokasi ( sarana trnsport yang ada. b. pengawasan dan analisa sebelum . maka perlu adanya beberapa perencanaan. Keadaan topografi daerah pemboran ( Ketersediaan jalan untuk trnsport) Kondisi Medan (jenis transportasi yang ada seperti darat. Yaitu sebagai berikut : 1. - Keahlian Kru Bor dalam mengoperasikan alat Lokasi dan kondisi daerah Kondisi lokasi pekerjaan pemboran mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap jumlah biaya yang dibutuhkan. 2. Kekerasan Batuan Type dan tekanan pori formasi 1. 3.

Persiapan dan Pemboran Persiapan lapangan a.100 Metrer 1 c. b.1 Metrer 1 a.150 x x x 50 50 50 - . 1. 100 . 50 .5 2 x 0. Transportasi Mobilisasi. Udara b. 3. Adalah sebagai berikut : Perencanaan yang baik terdiri atas : a. Pengesetan mesin dan lokasi Pemboran pilot dia.pekerjaan dimulai atau saat pemboran dilakukan. Darat II. 0 . Orang Orang Jumlah I. Pemasangan balok landasan Satuan Is Volume - Harga (Rp) Jumlah (Rp) - - Is 2 x 0. U r a i a n I.5 - 2. 1. Lokasi Lokasi 1 1 x x 1 1 - b. Memutuskan siapa yang akan dipilih untuk mengerjakan tugas dan menginstruksikan bagaimana dan kapan tugas itu mesti dikerjakan.50 Metrer 1 b. Demobilisasi dan perpindahan antar lokasi alat bor Material Personil : a. No. Bebrapa pengontrolan yang dapat dilakukan. 6‖ – 8‖ Jumlah II. Penganalisisan sasaran pemboran dan merumuskan hal-hal yang harus dikerjakan untuk mencapai sasaran.

100 d. 200 Metrer 1 Jumlah II.12‖ a. Pipa piezometer dia.4 Jumlah II 4. III. 1‖ Buah d. 0 b. Pipa dia. 6‖ Metrer Metrer Metrer Metrer 1 1 1 1 1 1 1 1 1 x x x x x x x x x 60 116 48 24 1 3 1 6 1 - - b. 150 3. a. Centralizer Lubang . Screen dia.2 Metrer 1 Metrer 1 x x x 50 200 200 - - Resistivity b. 4‖ Low carbon Buah e.3 Metrer 1 Metrer 1 1 1 x x x x 50 50 50 50 - 100 Metrer 150 Metrer 200 Sub Jumlah II.d. 50 Jumlah II. Konstruksi dan Devolopmen 1. 10‖ . Pengadaan dan pemasangan material a. 150 Logging 2. Pipa dia. Reducer dia. 6‖ – 4‖ m³ f. 50 c. 4‖ Buah c. SP Reaming Dia.

g. 2 Jumlah III Jam 1 x Sample Jumlah IV. ANTAM Tbk. Plenes + tutup 6‖ 2. Unit Geomin .47 x 6 1 x 6 0. h. Gruting cement Jam Pembersihan sumur a. Water Jetting c. Pengocokan mekanis b. TOTAL BIAYA (I + II + III + IV + V) (Devis i Bor. 2002) Tabel. Recovery test IV. b.2. 5. Laporan Pemdahuluan 0. Analisa air Sub Jumlah III. a. Eksplorasi Eksplorasi 1 x 12 2 - - Laporan V.07 x 10 - Laporan bulanan Eksplorasi Laporan kemajuan Eksplorasi Laporan akhir Jumlah V. 1 Jam 1 x Jam 1 1 x x 12 12 12 - - i. d. b.07 x 6 0. Gravel Sub Jumlah III. c. PT.3 Contoh Rencana Anggaran Biaya Pemboran - . Over pumping Uji pemompaan a.

dengan perolehan panjang core 24 m.5 m. Jika core recovery kurang dari 90 % maka dilakukan pemboran ulang dengan cara titik bor geser searah dengan line ± 0. Maka Core Recovery adalah : Panjang core yang diperoleh Core Recovery = x 100 % Panjang penetrasi bor 24 m = 25 m = 96 % b. Hitungan Core Recovery yang tidak sesuai terget Jika lubang bor yang kedalamannya 25 m dengan perolehan panjang core 22 m. Maka Core Recovery adalah : 24 m Core Recovery 25 m = 88 % = x 100 % x 100 % . Berikut adalah contoh perhitungan core recovery yang sesuai target dan tidak sesuai target : a. Hitungan Core Recovery yang sesuai terget Jika lubang bor yang kedalaman (panjang penetrasi bor) adalah 25 m.Untuk perhitungan core recovery pada tiap lubang bor 90 – 100 % adalah perolehan sample yang baik.

PEMBORAN TANGAN Metoda ini dipakai untuk eksplorasi dangkal seperti placer deposit dan residual deposit. Bor Tangan Bor spiral Bor bangka Bor Mesin Putar Bor mesin ringan Bor inti (core drill) Bor putar biasa (rotary drill) Bor-alir balik (counterflush drill) Bor Mesin tumbuk (cable tool) Sebetulnya sulit untuk melakukan penggolongan metoda pengeboran. sedangkan banyak alat bor mesin yang dipasang pada truk dirancang untuk pemboran dangkal. Alat bor mesin putar berkisar dari yang portable sampai alat bor raksasa untuk eksplorasi minyak dan gas bumi. terutama pada subtahap prospeksi umum. Ø Ø Ø Ø 3.METODE EKSPLORASI PENGEBORAN Filed under: umum — Tinggalkan Komentar 2 Januari 2011 Dalam sejarah eksplorasi telah banyak jenis bor yang dipakai. Metoda ini digunakan pada umumnya pada tahapan eksplorasi rinci. . Ø Ø 2. yaitu Bor tangan spiral (Auger drilling) dan Bor bangka (BBB). namun adakalanya secara acak dan setempat dilakukan pada tahap eksplorasi tinjau. Berikut adalah penggolongan jenis bor eksplorasi : 1. Alat bor tangan banyak yang dikembangkan dengan dilengkapi motor kecil. Ada 2 jenis alat ini.

Matabor ini lebih banyak digunakan untuk sedimen lepas. dicabut pada interval tertentu (tiap 30 – 50 cm). tetapi pada umumnya berupa tanah atau batuan lapuk. Batang bor terdiri dari pipa masif yang disambung-sambung. Ketelitian lokasi kedalaman conto tergantung pula dari jenis matabor yang digunakan. dan setiap conto mewakili selang kedalaman dari mulai batang dimasukkan sampai ke pencabutan. apakah setiap 50 cm atau setiap meter. 3. Ada 2 jenis alat ini. seperti placer deposit dan residual deposit. lateritic nickel) dan sebagainya. Suatu alat selubung (casing) diberi platform. Pemboran Bangka/Bor Bangka (BBB) Suatu alat bor tangan dikembangkan di Indonesia. yaitu Bor tangan spiral (Auger drilling) dan Bor bangka (BBB).Pemboran Spiral/Bor Spiral Auger Drilling Seperti penarik tutup notol. Conto dari matabor sendok lebih terancam pencampuran. 2. diputar dengan tangan. Pengamatan Dan Perekaman Data Geologi Data geologi yang didapatkan dari pemboran tangan jarang berupa batuan. sehingga selang kedalamannya dapat diatur. Pada prinsipnya sama dengan bor spiral dan tumbuk. casing secara otomatis menurun. dan mewakili selang kedalaman setiap kali batang bor dimasukkan sampai ditarik kembali. Contoh melekat pada spiral. dan sedimen lepas. sedangkan yang menggunakan bumbung dengan katup lebih mewakili kedalaman yang tepat. baik untuk residual deposit (bauxite. di atas mana beberapa orang bekerja. Conto dari bor Spiral berupa tanah/lapukan batuan yang melilit pada spiral. tetapi maksimal tentu sepanjang spiral. tetapi conto yang terusik (disturbed sample). karena beban orang di atas flatform. dengan berbagai bit : 1. Contoh yang didapatkan bukan merupakan contoh yang utuh (undisturbed sample). . Sambil bor berjalan. Metoda ini dipakai untuk eksplorasi dangkal. Spiral Senduk Pahat/bentuk pahat (dihubungkan) Pengambilan contoh dalam hal yang ditumbuk dengan bailer. dengan gerakan putar dan tumbuk. Hanya sampai kedalaman beberapa meter saja.

Pada sistem bor Bangka. Perekaman Data Pada umumnya data berupa litologi. namun berdasarkan kemampuannya dapat dibagi sebagai berikut : Ø Ø Ø Ø Bor mesin ringan (portable drilling rig) Bor mesin inti (diamond drilling rig) Bor mesin rotari (rotary drilling rigs) Bor mesin alir-balik (counterflush drilling rig) Prinsip operasi mesin pemboran putar Pada prinsipnya pemboran mesin putar mempunyai prinsip yang sama. serta batas-batasnya dan dapat dinyatakan dalam penampang berkolom atau profil yang dapat pula disebut sebagai log. PEMBORAN MESIN PUTAR Ada berbagai macam jenis mesin bor putar. demikian pula data muka air tanah yang dijumpai. kemampuan pengambilan conto batuan dan kemampuan menentukan arah. conto yang diambil lebih terpercayya karena penggunaan pipa selubung yang terus menerus. Selain itu juga kemampuan bergerak di medan merupakan salah satu hal diperhatikan. dari yang portable sampai pemboran raksasa seperti pada pemboran minyak yang dapat mencapai kedalaman beberapa kilometer. dari mulai packsack (dapat diangkat di atas punggung) sampai bor besar harus dipreteli atau diangkat di truck. Lubang dalam formasi dibuat oleh gerakan putar dari pahat untuk mengeruk batuan dan menembus dengan suatu rangkaian batang bor yang berlobang (pipa). mengurangi pencampuran dari guguran dinding bor. Alat pemboran (yang disebut drilling-rig) dinilai dari kemampuannya untuk mencapai kedalaman. . Mesin-mesin pemboran putar ini mempunyai prinsip yang sama. Ada berbagai jenis. yaitu : 1. Selain itu data kekerasan kualitatif dapat dicatatkan pula.

Dicabut lewat tali kawat (wireline) melalui lubang pipa dengan kabel).2. Pompa sebagai penggerak/penekan cairan pelumas. Pipa/batang di atas tanah ditahan/diatur dengan menggantungkannya pada suatu menara/derrick dengan sistem katrol atau dipandu lewat suatu rak (rack) untuk keperluan menyambungnya atau mencabut serta melepaskannya dari rangkaian. 10. Dicabut dengan mengangkat seluruh rangkaian batang bor ke permukaan setiap kali seluruh bumbung terisi. Conto batuan hasil kerukan mata bor didapatkan sebagai : a. 8. Dalam mendesain program pemboran dan memilih jenis alat bor harus diperhatikan : . 11. Pelumas/pendingin (air. 7. atau lemahnya lapisan yang ditembus. b. kehilangan sirkulasi lumpur pemboran karena adanya kekosongan. Sumber penggerak (mesin bensin. lumpur. Cairan pelumas dipompakan lewat pipa. Pipa selubung penahan runtuhnya dinding lubang bor (casing) dipasang setiap kedalaman tertentu tercapai. keluar lewat pahar bor kembali lewat lobang bor di luar pipa (casing) atau sebaliknya. 9. udara). 5. seperti kelly dan rotary table. Pipa selubung dipasang untuk mengatasi adanya masalah seperti masuknya air formasi secara berlebihan (water influks). Rangkaian pipa bor disambungkan pada mesin sumber penggerak dengan berbagai macam alat transmisi. Mata bor ini biasanya menggunakan gigi dari intan atau baja tungsten. Untuk memperdalam lubang bor rangkaian pipa bor ditekan secara hidrolik atau mekanik maupun karena bebannya sendiri. Inti bor (drill core) yang diambil melalui bumbung pengambil inti (core barrel). Serbuk atau tahi bor (drill-cuttings) yang dibawa ke permukaan oleh lumpur bor atau air pembilas. 4. chuck ataupun langsung. b. Serbuk penggerusan batuan dibawa oleh air pembilas ke permukaan sambil mendinginkan mata bor. dalam formasi. Untuk pengambilan inti mata bor yang digunakan bersifat bolong di tengah sehingga batuan berbentuk cilinder masuk ke dalamnya dan ditangkap oleh core barrel. diesel dan sebagainya) atau dengan perantaraan kompresor/motor listrik. 6. 3. untuk kemudian dilanjutkan dengan matabor yang berukuran kecil (telescoping). Bumbung inti (core barrel) diangkat ke permukaan a.

dapat bergerak sendiri (skids. Besanya kekuatan mesin sumber pengerak yang dinyatakan dengan Tenaga Kuda (HP). 2. Ukuran mata bor : AX. Mobilitas. dan bentuk. termasuk kadang-kadang untuk tanpa pengambilan inti. baja. 4. 1. d. b. a. 2. Bumbung Inti (Corebarrel) : Berbagai jenis dan ukuran : a. b. b. 5. b. Macam-macam. c. truck) atau kemungkinan untuk dipreteli atau/dan diangkat dengan tenaga manusia ataupun dengan helicopter. terdiri dari intan. 3. Kemampuan pemboran miring. BX sampai NX. Perolehan inti (core recovery) (tergantung dari jenis core barrel) Peralatan Mesin Bor : Mata Bor : a. Kekuatan alat penyangga atau menara serta derek untuk menarik beban rangkaian sampai kedalaman yang dituju. Kekuatan pompa untuk dapat menyalurkan lumpur sampai kedalaman yang dituju. sesuai dengan corebarrel. Besarnya garis tengah pipa bor sesuai dengan besarnya inti yang diminta. Ukuran sesuai mata bor Jenis : Double-tube core-barrel Triple-tube core-barrel (recovery faktor lebih dari 90%) Dengan batang bor Dengan tali-kawat (Wire-line) .1. Keperluan dan besarnya inti yang diminta. Kapasitas kedalaman (tergantung dari) : a.

Pipa bor dan Selubung : 1. Mekanis (dongkrak) Hidraulis Bobot rangkaian pipa Sumber Tenaga Penggerak : 1. 2. ataupun pemboran didalam terowongan dapat dipertimbangkan penggunaan udara sebagai pembilas/pendingin matabor. 3. maupun penggunaan truk tangki air. air maupun lumpur. Pemboran dengan air atau lumpur : untuk ini harus dipersiapkan mesin pompa dengan kapasitas tekan dan penyedotan lumpur pemboran yang sesuai dengan kedalaman yang dituju. kaki tiga sederhana maupun derrek. Selain itu diperhatikan jarak dari sumber air yang memerlukan sistim pompa dan rangkaian pipa air untuk penyaluran. 4. Diesel Bensin Pneumatic (compressor) Listrik Besar/kecilnya sumber penggerak menentukan kapasitas kedalaman. Sistem pembilas : Pembilasan dapat dilakukan dengan udara. 3. 2. dalam hal mana disiapkan mesin compressor. Lumpur biasanya dipakai bentonit yang diperdagangkan secara komersial. Cara Penekanan : 1. 2. Kekentalan dari lumpur dapat diatur dengan menentukan berat jenisnya. . Pemboran dengan udara (air drilling) : untuk daerah-daerah yang sulit air. Berbagai ukuran Berbagai jenis logam Menara Bor : Tergantung tujuan kedalaman akhir pemboran serta kenampakannya maka mesin pemboran dilengkapi suatu menara untuk mengendalikan pipa bor yang berupa sistim rak.

Mesin ini berukuran relatif kecil dan dipasang pakai roda atau batang luncur (skids). atau digantung dengan slung di bawah helicopter. Packsack (kapasitas 10 meter). Laju tembus adalah 30-40 m/hari. Dengan topdrive ini pemboran miring dimungkinkan secara terbatas dengan memiringkan raknya. Nama Diamond Drilling Rig digunakan karena alat ada yang paling banyak dipakai untuk pengintian (coring) yang menggunakan matabor dari intan. atau juga dapat dipreteli menjadi bahagian-bahagian/komponen kecil dan dapat dipikul secara manual.Penggolongan Mesin Bor Putar Mesin Bor Ringan (Portable Drilling Rig) Khas dari pemboran ini selain mudah diangkut secara manual adalah pada umumnya menggunakan topdrive dengan motor bakar kecil (2 tak) yang ikut turun naik dengan turun/naiknya batang bor yang dipandu oleh rel atau rack. dengan memasangi rak (rel) yang memandu batang bor. Berbagai jenis/merk pemboran : Bor Mesin Portable a. kendaraan 4-wheel drive atau ditarik dengan winch pada tempat yang sulit dijangkau. banyak digunakan untuk pemboran seismik (shot holes) dan sering merupakan rakitan sendiri dengan menggunakan mesin pompa. dan mesin bergeser ikut dengan turunnya dengan batang bor. dapat diangkut seorang diri Koken Rakitan lokal Mesin Pemboran Inti (Diamond Drilling Rigs) Alat pemboran ini adalah alat standart dan yang paling populer untuk eksplorasi cebakan mineral. Pengambilan inti tidak dimungkinkan. Tekanan pada matabor dapat ditingkatkan dengan menyuruh orang mendudukinya (awak mesin bor 20-26).90/hari Termasuk alat bor kecil dengan topdrive ini adalah yang dipasang pada truck. c. dimana morot penggeraknya dipasang pada ujung atas batang bor. b. Alat bor ini dapat dipreteli dalam bahagian-bahagian kecil dan dapat diangkut oleh orang secara manual. ditarik dengan bulldozer. . Kapasitas alat bor ini hanya maksimum 50 meter. Biaya $5. relatif sangat murah.

T. dan oleh karenanya dapat membor ke semua arah. namun jika diperlukan bumbung inti (core barrel) dapat dipasang.Gerakan putar dari mesin ditransmisikan pada pipa bor dengan chuck. Mesin Bor Rotari (Rotary Drilling Rigs) Jenis alat bor ini dinamakan demikian karena gerak putar dari sumber penggerak/mesin ditransmisikan pada batang bor dengan meja putar (rotary table). . termasuk ke atas (dari terowongan). Matabor jenis bilah (Blade type) membor lebih cepat. berbagai ukuran : 1. harus dipasang pada truk dan tidak cocok untuk lokasi-lokasi yang sulit dicapai. 2. Kecepatan pemboran tinggi. Alat pemboran jenis ini juga termasuk pemboran untuk minyak dan gasbumi. Beberapa merk alat bor Diamond Drilling Rig : Altas-Capco. Palu pemukul berputar di dalam lubang (Rotary percussion downhole hammers) juga tersedia untuk formasi-formasi yang keras. Junior Ly 24. Jenis matabor yang digunakan : blade type. Pada umumnya digunakan untuk operasi tanpa pengambilan inti (noncoring operation). roller type dan matabor intan dan tungsten-carbida.U.34. terutama sewaktu operasi pengambilan inti (coring operations). dengan triple yang simple Longvear dan Tone.5 (75 m). sehingga hanya dapat membor ke vertikal ke bawah.38.44-(kapasitas 100 – 900 m) Tone : U. terutama jika tidak dilakukan pengambilan inti. Kelemahan dari alat bor ini adalah berkecepatan rendah. Alat pemboran yang digolongkan jenis ini pada umumnya lebih besar dan berkekuatan lebih besar. Untuk pengoperasiannya sering dipasang kaki tiga dari pipa besi untuk mengendalikan pemasangan/pencabutan batang bor dengan menggantungkannya pada sistem katrol dengan swivel yang disambungkan pada pipa selang untuk menyalurkan cairan pembilas dari pompa lumpur.AS 70 dan lain-lain. Dapat dipasangi bumbung inti jenis tripple stationary inner split tube yang ditarik talikawat.

Kecepatan tembusnya sangat tinggi (175 m/hari tanpa pengintian.50/hari dengan pengintian. tetapi lebih murah atas dasar hitungan permeternya. Pemboran Aliran Bilas Balik (Counterflush Drill) Air pembilas masuk dari casing.15/hari tanpa pengintian. keluar melalui pipa bor.Berbagai jenis Alat Bor Rotari Mayhew 1000 Rig. yang tidak tercampur dengan rontokan dari dinding lubang bor. Biaya $ 22. Alat ini memiliki kompressor berkapasitas tinggi dan dapat dengan mudah mencapai kedalam akhir (TD) 120 m. Biaya $ 15. Namun mempunyai laju tembus (penetration rate) lebih rendah (130 m/hari tanpa pengintian. Dando 250 : Dipasang di atas traktor.60/hari tanpa pengintian. 35 m/hari dengan pengintian). Pengambilan Conto Dan Perekaman Data Dari Lubang Bor (Drill-Hole Logging) Tujuan utama dari pemboran eksplorasi adalah mengambil dan merekam data geologi yang ditembus lubang bor. membawa conto. khususnya litologi serta gejala geologi lainnya. $ 103/hari dengan pengintian. Alat ini dipasang pada truk (6 X 6 Cusromline Carrier Truck). Jenis conto yang didapatkan adalah : . Data ini berupa rekaman catatan hasil pengamatan pada conto batuan. namun untuk mendapatkan ke dalam conto ini harus memperhitungkan kecepatan tidak seteliti bor inti. memakai lumpur berbasis air atau udara dengan menggunakan kompressor berkapasitas rendah. $ 47. 30 m/hari dengan pengintian). yang tidak terlalu stabil sehingga memerlukan dukungan bulldozer.

Pengintian Penuh (Full Coring). Pemboran dilakukan sebagai lubang terbuka (open hole) yang kemudian diikuti dengan pengintian hanya dilakukan pada selang kedalaman tertentu yang diinginkan. Inti bor (drill core) Pada eksplorasi cebakan mineral termasuk batubara data geologi biasanya didasarkan atas pengamatan dan pendeskripsian conto inti bor. kekompakan dan lain-lain tidak teramati. sehingga data geologi didapatkan dari penafsiran log talikawat/geofisika dan dibantu dari pengamatan conto ini. sedang dalam waktu yang sama matabor sudah maju lebih dalam lagi. sehingga hanya deskripsi tekstur dan susunan mineral yang dapat diamati. Pengambilan inti dilakukan secara penuh dari permukaan sampai kedalaman akhir pemboran. Adakalanya dalam eksplorasi batubara tidak dilakukan pengintian yang disebut openhole. dan juga dilakukan pada pemboran eksplorasi batubara terutama pada selang kedalaman yang tidak dilakukan pengintian. Conto tersebut sering tercampur dengan serbuk dari selang kedalaman yang ada di atasnya. Conto tersebut harus menempuh jarak dari kedalaman sampai ke permukaan. Conto ini merupakan serbuk. 3. Conto ini dibersihkan dan dideskripsikan. keratan atau hancuran dari batuan. Namun pada pemboran eksplorasi cebakan mineral tidak lazim dilakukan karena lebih mengandalkan pada pengamatan conto inti dilakukan secara penuh dari permukaan sampai kedalaman akhir. Setap kemajuan selang kedalaman tertentu suatu conto yang diambil mewakili selang kedalaman tertentu dan dicatat. Hasil deskripsi conto ini tidak akurat mengingat : 1. 2. Untuk ini persen berbagai jenis litologi ini harus dicatat untuk mengetahui litologi mana merupakan guguran dan mana yang dari kedalaman asli. Untuk ini dapat pula dilakukan pembandingan dengan hasil tafsiran litologi dari log talikawat maupun data lain seperti laju kecepatan pemboran. Kedalaman yang diwakili conto itu harus dikoreksi atau disetel terhadap data lain.Serbuk bor (Cuttings) Conto ini adalah hasil kerukan dari matabor yang kemudian dibawa oleh air pembilas ke permukaan. Untuk ini sering diperlukan lapisan petunjuk stratigrafi berdasarkan log geofisika dari sumur . Ini yang biasa dilakukan dalam eksplorasi untuk cebakan mineral. misalnya beberapa meter di atas zone cebakan dan beberapa meter dibawahnya. Pengintian Setempat (Spot Coring). Pengamatan litologi dari serbuk pemboran adalah bersifat baku dalam eksplorasi minyak dan gasbumi. sedangkan gejala-gejala geologi seperti struktur. seperti laju kecepatan pemboran atau log talikawat. sehingga kadangkala diketemukan lebih dari 2 jenis litologi yang berasal kedalaman yang berbeda.

untuk menentukan sifat-sifat keteknikan batuan. 3. Pengamatan rinci dapat dilakukan terhadap struktur maupun tekstur batuan dalam 3Dimensi. Namun masih tetap kurang akurat jika dibandingkan dengan hasil penlogan talikawat. 4. Besarnya perolehan inti (core recovery) dinyatakan dalam persen (% core recovery). Hal ini sering dilakukan untuk mempelajari kedudukan struktur geologi dari lapisan maupun dari rekahan atau jalur-jalur mineralisasi. juga dimungkinkan untuk dilakukan uji kualitas yang berkisar luas (wide range of quality test). dsb. Pengintian dimulai segera setelah matabor mencapai beberapa meter di atas target pengintian (bentuk pengintian setempat yang kurang dapat dipercayai). Pengintian Sentuh (Touch Coring). centimeter demi centimeter. dan menggunakan bumbung inti yang diperbaiki seperti triple tube core-barrel. Hal ini disebabkan kemungkinan gugurnya bahagian bawah dari inti sewaktu diangkat dalam bumbung inti (core barrel). untuk operasi ini sering dilakukan pilot and part-coring. dapat dideskripsi secara rinci.terdekat yang sengaja dibor sebagai pilot drill hole. dengan mengukur panjang conto inti yang diperoleh dan membandingkannya dengan panjang bumbung. dimungkinkan dimana orientasi kedudukan asli dari conto didalam tanah dapat ditentukan. Dalam operasi pengambilan inti pemboran tidak selalu seluruh selang kedalaman dapat diwakili oleh panjang inti yang diperoleh. misalnya kekuatan lantai dan atap dari cebakan (batubara) dan batuan penutup (overburden rocks). Keuntungan conto inti bor ini adalah selain mendapatkan kedalam conto yang lebih teliti. Pengamatan litologi lebih lengkap dan terperinci sehingga perselingan berbagai jenis litologi. terutama jika menggunakan conto yang terorientasikan. uraturat kecil. Perolehan inti yang buruk dapat disebabkan karena adanya jalur-jalur retak atau keadaan batuan yang rapuh dan dapat dipakai sebagai indikator untuk keadaan struktur dari batuan. disebabkan kemungkinan perolehan inti yang buruk selain juga terjadinya dekompaksi seperti halnya dalam batubara. Penentuan kedalaman serta selang-selang kedalaman dari berbagai batas perubahan litologi lebih baik daripada serbuk pemboran. misalnya adanya rekahan. Keunggulan dari conto inti pemboran adalah : 1. 2. penjaluran mineral (mineral zoning). Keburukan dari pengambilan conto inti adalah : . Pengintian Inti Terorientasi (Oriented Core Sample). Dengan menggunakan alat tertentu. Perolehan Inti (Core Recovery).

Dalam hal batubara conto inti untuk dianalisa di laboratorium harus segera dibungkus dengan kertas parafin yang kedap udara. Setelah dipatahkan setiap meter maka batang-batang inti disimpan dalam peti kayu/aluminium yang dirancang khusus. Penanganan conto inti ini harus dijaga supaya tidak terkontaminasi. sehingga harus benar-benar diperhitungkan dalam menentukan taktik eksplorasi. Harus menggunakan matabor dari intan atau baja tungsten yang lebih mahal daripada matabor jenis lainnya. arah dan susunan yang sama. Secara keseluruhan pemboran inti jauh lebih mahal dan lebih lambat dari operasi pemboran lainnya.1. 1 untuk dokumentasi). serta kedalamannya diperlihatkan dengan tanda-tanda yang ditulikan dengan spidol pada penyekat antar inti. Pemprosesan Dan Penyimpanan Inti Bor Inti bor dicuci dan dikeringkan. Operasi pengambilan inti bor sangat memperlambat operasi pemboran. kemudian dipatahkan meter demi meter. dan disusun sedemikian rupa sehingga atas bawahnya jelas. terutama yang diperuntukan assay mineralisasi logam. seperti selang yang termineralisasi inti batuan ini dibelah (split) menjadi 2 (1 dipakai untuk essay. terutama jika tidak menggunakan wireli corebarrel. Batang inti yang akan dianalisa di laboratorium. Waktu dilakukan pengamatan harus hati-hati untuk menempatkan setiap conto dalam urutan. Untuk setiap conto yang akan dianalisa di laboratorium perlu dicatat kode nama/nomor lubang bor dan kedalamannya. Keunggulan jenis data yang diperoleh harus diperhitungkan terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Conto inti untuk analisa laboratorium harus diambil dari inti yang telah dibelah ini. Pencatatan/Perekaman Data Bor : Penlogan Lubang Bor Ada dua cara mencatat atau merekam data geologi yang dihasilkan pemboran : Penlogan Visual (Visual Logging) . 2. untuk menjada kelembaban aslinya (moiture content).

Sering kolom khusus disediakan untuk mencatatkan hasil analisa geokimia atau ‗assays‘. maupun juga tergantung perusahaannya masing-masing. dan sedapat mungkin dalam bentuk simbol grafis. Pencatatan dilakukan dalam kolom-kolom kertas panjang yang disebut Log Pemboran (drilling-log) dan jika khusus berdasarkan inti saja disebut Log Inti (Core-log). sedangkan jika dilakukan spot-coring maka hanya bagian yang tidak diinti pengamatan dari serbuk bor yang dicatat. tergantung dari jenis cebakan yang dijadikan obyek pemboran. selang pengambilan inti-bor. Jika dilakukan pengeboran inti penuh (full core drilling) penlogan dilakukan hanya dari pengamatan conto inti. Sebetulnya tidak ada standard bentuk log yang baku. Khususnya jenis litologi diberi kolom yang di isi simbol grafis. Dewasa ini dengan komputerisasi. Penlogan Talikawat (Wire-Line Logging) Penlogan talikawat dewasa ini sudah sangat lumrah dilakukan untuk pemboran inti. Jenis-jenis log yang dapat dilakukan bisa dibagi dalam : Ø Penlogan Geofisika (Geophysical Logging) Ø Penlogan Citra (Imaging. Terutama untuk eksplorasi batubara. Selain data geologi juga dicatat data teknis lainnya. terutama untuk batubara. Struktur geologi digambarkan pada kolom litologi maupun dicatat dalam kolom tersendiri. maupun diproses menjadi peta atau penampang geologi. demikian juga selang-selang mineralisasi. titik-titik penempatan pipa selubung (casing) serta tanggalnya. laju pemboran dengan kurva. Data geologi pada Log Inti tidak terbatas pada deskripsi litologi saja. Log Visual ini sering dikombinasi dengan log Talikawat menjadi log Komposit. Setiap jenis catatan pengamatan diberi kolom tersendiri. data perolehan inti (core-recovery).Penlogan visual dilakukan terhadap pengamatan dan deskripsi litologi dari conto serbuk pemboran dan dari conto inti bor. data yang direkam diusahakan dalam format digital maupun alfanumerik yang mudah diinputkan dalam suatu database yang disimpan sebagai file dalam disket atau tape. tetapi menyangkut struktur. . perolehan inti dalam bentuk kolom sempit yang memperlihatkan % inti terhadap kedalaman. jenis mineralisasi serta estimasi persen juga dicatat. pergantian matabor. keadaan air pembilas. seperti data laju kecepatan pemboran. mineralisasi dan sebagainya. hasil dari pemotretan kamera yang diturunkan ke dalam lubang pada tali serat optik dan dapat merekam citra visual sekeliling lubang bor) Ø Log orientasi lubang sumur (yang menunjukkan arah dari lubang sumur dalam derajat kemiringan dan azimuth) Sejak pertengahan tahun tujuh-puluhan penlogan geofisika untuk lubang pemboran kecil telah dikembangkan. dan setiap waktu dapat dengan mudah dibuatkan log grafis dengan mencetaknya pada rol kertas (paper log print-out).

Jenis-jenis log yang dipakai terutama untuk batubara adalah : 1. Korelasi antar lubang bor bersifat jauh lebih oojektif daripada log visual. neutron. 4. karbon dan kelembaban total moisture. derajat porositas (yang membedakan batupasir dari serpih) Caliper Log Jenis log ini memungkinkan untuk memisahkan batuan kompeten dari yang tidak kompeten. Log Radioaktif (gamma. Penafsiran litologi lebih baik dari pengamatan serbuk bor atau pendapatan inti yang buruk. 2. 3. informasi optimum untuk ketebalan batubara BRD . 3. kompromi antara LSD dan HRD Natural Gamma Log Menunjukkan kadar lempung Neutron Log Merespon terhadap hidrogen.1. Penlogan geofisika lebih teliti dalam penentuan kedalaman dari target pemboran terutama dalam hal lapisan batubara daripada penlogan visual dari inti pemboran karena kemungkinan dekompaksi dan pendapatan inti yang buruk. 2. baik untuk korelasi HRD . densitas) Log Listrik (Resistivitas/SP) Log Kaliper Density Log LSD . Log ini juga digunakan untuk menentukan kelayakan suatu lapisan batubara pada lokasi tertentu . Untuk eksplorasi batubara log geofisika dapat digunakan untuk mengestimasi parameter kualitas batubara.

Ini disebabkan karena : Ø Density log dapat menentukan secara teliti selang kedalaman dan ketebalan lapisan batubara yang ditembusnya. berdasarkan atas derajat keretakannya yang diperlihatkan oleh garis tengah dari lubang bor yang menembus lapisan tersebut. Dalam eksplorasi batubara log densitas banyak dipergunakan. endapan pasir. Hasil dari pemboran tersebut kemudian dibawa ke laboratorium. Kemudian density dikorelasikan dengan lubang bor yang telah diambil intinya dan perkiraan kadar abu dapat diekstrapolasikan dengan lubang bor terbuka yang dilog. Pemboran dengan jenis ini umumnya digunakan dalam eksplorasi dasar pada soil. karena proses pemborannya dilakukan dengan menumbuk tanpa menimbulkan moment putar. antara lain yang disebut : Ø Ø Ø Ø Cable Tool Drilling Rig Hammer Drill atau Wagon Drill Downhole Hammer Drilling Rig Hammer Drilling Rig with Drive Sampler Alat Bor Tumbuk Talikawat (Cable Tool Rig) . Ø Density log menghasilkan penentuan kerapatan batuan (density determination) dan dengan demikian menunjukkan kualitas dari lapisan. log densitas dan log neutron memberikan jalan untuk korelasi lapisan batubara serta lapisan sedimen yang menyelubunginya. Kombinasi dari gamma alami.untuk dapat dilakukan pengintian. PEMBORAN MESIN TUMBUK (PERCUSSION DRILLING) Jenis mesin pemboran ini sudah jarang dipakai lagi dalam eksplorasi. dan conto diambil dengan bailer atau drive sampler. Batuan dipecah dengan pahat yang ditumbuk. Dimana sebagian besar batuan yang dihasilkan telah mengalami gangguan. gravel. Ada berbagai jenis mesin bor perkusi ini. Conto yang didapat tidak murni.

Setelah gerakan ini dilakukan beberapa kali. Pada ujung talikawat ini digantungkan suatu mata bor berupa pahat yang dilengkapi batang logam sebagai pemberat diatasnya. karena diameter lubang yang didapatkan adalah 40-50 mm. Pada katrol ini dibentangkan talikawat baja yang disambungkan dengan suatu mesin motor penggerak lewat suatu roda gila sehingga memberikan gerakan turun naik pada ujung talikawat di bawah menara bor ini. yang juga disebut churn drilling rig adalah alat bor yang paling tua yang digunakan untuk pemboran minyak maupun eksplorasi mineral. dan kemudian melepasnya sehingga pahat menumbuk formasi di bawahnya. maka pahat diganti dengan suatu alat pengambil conto yang disebut bailer suatu tabung atau bumbung baja yang dibawahnya diberi sistim katup. Jenis Wagon Drills yang ringan (Atlas BVB) dapat mencapai kedalaman rata-rata 30 meter dan maksimum 50-60 meter. Conto yang didapatkan adalah serpihan batuan yang ditiup oleh udara yang dikompresikan melalui pipa bor. Palu ini memukul-mukul suatu rangkaian batang bor yang pada ujungnya dipasangi suatu matabor. Alat ini bentuknya sederhana yang terdiri suatu menara. Penetrasi pada formasi dilakukan dengan menarik talikawat ke atas oleh mesin penggerak. dan sangat mudah dioperasikan dalam segala arah sudut. 1987) itu terdiri dari palu yang bergerak vertikal dan dipasang sepanjang suatu peluncur (slide) yang dipasang pada suatu kendaraan seperti truk atau traktor. Jenis Wagon Drills yang besar (Altas Roc 601) rata-rata 70 sampai 100 meter. Alat ini biasanya dipasang di atas suatu truk atau traktor. Down-Hole Hammer Drill (Alat Bor Palu Dalam Lubang) Pada alat bor ini palu didapatkan langsung dipasang di atas drive sampler. berbentuk suatu silinder yang bergerak turun naik secara lancar (smooth) dan digerakan oleh udara tertekan dari .Alat cable tool rig. dan ditangkan diluar oleh alat khusus yang disebut cyclone sample chamber. Alat Bor Tumbuk Biasa Ada beberapa macam alat bor tumbuk ini yang terutama digunakan untuk batuan keras dalam operasi pertambangan. Dengan menjatuhkannya bailer ini ke dalam lubang maka hancuran batuan ataupun sedimen lepas masuk ke dalam tabung dan terperangkap oleh katup dan dapat diangkat untuk memperolehnya. Hammer Drill (Bor Palu) Mesin bor yang juga disebut Wagon Drill (Chaucier dan Morer. dan kini masih dipakai. Kelemahan dari Wagon Drill adalah perolehan conto yang kecil (5kg/m). berbentuk segitiga atau bentuk lain yang pada puncaknya dilengkapi dengan sistim katrol. tetapi tidak dalam tekanan yang terlalu tinggi (maksimum 100 l/menit). Air sering dimasukkan ke dalam lubang bor untuk membersihkan lubang.

alat ini telah dikembangkan untuk berbagai macam soil. Alat bor ini hanya cocok dipergunakan untuk lapisan tanah atau sedimen lepas. Banyak juga drive sampler telah dikembangkan untuk berbagai mekanisme guna mendapatkan conto batuan sebaik mungkin. . alat ini diselubungi dengan pipa pelindung (casing). Drive sampler ini yang bertindak sebagai alat bor. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pekerjaan pemboran yaitu : Landasan mesin bor. Kedalaman rata-rata yang dapat dicapai alat ini adalah 80=100 meter. Alat ini dilengkapi dengan cincin (ring) yang gunanya untuk penyesuaian bila diameternya akan mencapai 12. tetapi dapat pula dirancang untuk mencapai kedalaman 300-1000 meter.44 cm dan diameternya (bagian luar) 7. kurang lebih 91. Ingersoll type). Sedangkan pada sampler bagian atas terdapat lubang untuk lewat air/lumpur pemboran. Mata bor disini dapat pula melakukan gerak rotasi atau putar. yaitu dengan menggunakan dinding sampler yang tipis.5 X 3. Ada beberapa macam peralatan drive sampler.compressor melalui pipa bor. Namun biayanya 3 sampai 4 kali biaya pemboran permeter daripada Wagon Drill. dengan menggunakan pipa selubung (casing).7 cm. Bor Tumbuk dengan Drive Sampler Perkembangan dari bor tumbuk atau percussiun drilling adalah pemasangan apa yang disebut drive sampler sebagai pengganti matabor. Landasan ini perlu stabil mesinnya bisa selalu dalam keadaan mantap dan dapat menahan mesin bor serta peralatannya. Hammer Drill jenis ini diklasifikasikan sebagai bor palu ringan (Light Hammer Drill. sehingga dapat perolehan conto (sample recovery) yang lebih besar daripada Wagon Drill. katub ini gunanya untuk : Ø Masuknya lumpur pemboran pada saat diangkat Ø Mencegah cebakan udara dan air dalam tabung yang akan menjadi pengganggu naiknya conto atau rusaknya conto batuan. yang dilengkapi dengan katub pengatur. Alat ini berupa sepotong pipa dengan ujungnya terbuka dan tajam. namun ada kalanya mesin langsung dipasang diatas tanah. landasan ini harus dipersiapkan dengan letak yang betul.62 cm. mempunyai dinding dengan ketebalan 5 inci. Juga memudahkan operator bekerja dengan leluasa. Tabung baja ini mempunyai bentuk dengan panjang yang berlainan.5 meter. Pengamanan : Walaupun bor tumbuk ini biasanya dipasang pada suatu truk atau traktor. Membuat dinding yang setipis mungkin ini dimaksudkan untuk pengendalian sisipan conto batuan. Katup bola pengatur tidak selalu effektif penuh. Diameter lubang yang dibuat adalah 65-170 mm. karena kadang-kadang hal itu akan menyumbat katub dan menahan untuk tetap terbuka. Ukuran landasanya itu minimum 3.

Demikian pula pada pemboran dasar sungai. Ø Dapat mengukur koefisien perbandingan antara tanah terpadat dengan yang tak terpadat langsung di lapangan. conto yang didapatkan dalam drive sampler atau bailer cukup akurat dan relatif murah dan peralatannya cukup sederhana. juga keterangan dari sudut petrografi. Banyaknya air yang terkandung dalam batuan tersebut. Keunggulan Bor Tumbuk Bor tumbuk mempunyai keunggulan karena dapat menembus bongkah dalan cebakan pasir/kerikil dengan cepat dengan memecahkannya. Mengenai berbagai jenis batuan yang mudah pecah dan yang mudah menyambung kembali. v Pengambilan macam-macam batuan tersebut seperti tempat pengambilan batuan. susunan struktur batuan yang rusak dan struktur batuan yang tidak rusak. Pekerjaan ikutan sehubngan dengan pemboran tumbuk memberikan keunggulan sebagai berikut : Ø Dapat mengukur Bulk Density dari tanah. dalam keadaan asli di lapangan. Mengingat conto hasil pemboran tumbuk pengamatan khusus meliputi : a. v Keterangan-keterangan mengenai keistimewaan setiap lapisan batuan seperti kadar humus dalam suatu lapisan batuan. maka sesuai jaminan perlu dibuat ―andang-andang‖ (scaffolding). sifat kelunakan. lempung (clay). tekstur dsb). prosentase jenis batuan dari keseluruhan volume jenis batuan itu. v Keterangan mengenai batuan dari seluruh yang pecah seperti. kerikil (gravel) dan lain-lain. kepadatan dan perlapisan. b. dalam suatu rencana pekerjaan pemboran dasar sungai dan ini berarti penambahan biaya maupun waktu. pasir (sand). sifat kebulatan. perubahan warnanya dan lain-lain. Mengenai berbagai jenis batuan yang keras sampai agak keras dalam suatu lapisan batuan. . Pengamatan dan Perekaman Data Geologi Diskripsi litologi hasil pemboran Setiap conto yang diambil dari bailer harus langsung diamati seketika itu juga mutlak dikerjakan oleh geologist di lapangan maupun kemudian diverifikasi di laboratorium. untuk memudahkan dan keamanan. v v Litologi (warna.

b. jelas. proses pendinginan dan pelumasan pada sebuah kegiatan pengeboran tidak boleh diabaikan sebab jika proses ini diabaikan dapat mengakibatkan lelehnya biit atau rangkaian pipa akibat gesekan dengan bidang bor. tekstur dsb). Pencatatan dilakukan pada format yang sudah tersedia yang disebut log. terlebih lagi jika kita menggunakan kecepatan rotasi tinggi dan dibarengi dengan pelumasan yang tidak baik maka hal ini akan lebih mempercepat lelehan bit. kadangkala disebut Drilling Record atau Drilling Log. Mengangkat serbuk bor ke permukaan. Keterangan mengenai zat-zat kecil yang terkandung dalam batuan seperti susunan mineralogi.v Litologi (warna. catatan ini harus akurat. dari fragmen batuan dan semen batuan. perubahan-perubahan yang mungkin ada. diberi kolom-kolom sesuai dengan pengambilan sample sehingga kelak bila diadakan pemerian ulang tidak akan terjadi kericuhan. yaitu : a. v v Tingkat kekerasan batuan dan prosentase pengambilan dari lubang bor. karena lumpur pengeboran ini memiliki beberapa fungsi. nyata. Pada proses pengeboran peranan lumpur bor (drilling mud) sangat penting. bentuk dan ukuran maupun letaknya. Penyimpanan Conto (Sample Storage) Demikian pula tentang penyimpanan conto (sample) hasil pemboran. yang dan pencatatan dilakukan pada kolom-kolom dan kedalaman yang bersangkutan. Pemerian batuan hasil pemboran ini akan menghasilkan catatan ringkas yang sebagian akan dimasukkan dalam Boring record. Tingkat kerusakan dan lain-lain. oleh karena itu perbandingan antara lumpur dengan air harus seimbang. hal ini sangat penting sebab juka serbuk pengeboran tidak terangkat ke permukaan maka dapat menyebabkan buntunya saluran pengeboran dan akhirnya dapat menyebabkan terjepitnya pipa bor. c. sistematis dalam format yang telah ditentukan serta bisa dijadikan dokumen yang dijamin kelamaannya. Mendinginkan dan melumasi pahat/biit dan rangkaian pipa bor. Mengontrol tekanan formasi. dengan lumpur bor yang baik maka tekanan formasi dapat terkontrol dengan baik. Perekaman/Catatan Data Pemboran Setelah diadakan pengamatan batuan seperti ini kemudian dilakukan pencatatan. . lumpur tidak boleh terlalu kental atau terlalu encer.

Hal ini terjadi saat bor kita menembus batauan pengurung gas sehingga gas menekan lumpur bor ke atas dan gas akhirnya keluar permukaan. Lumpur dasar air tawar (fresh water base mud) Lumpur dasar air asin (salt water base mud) Lumpur dasar air minyak (oil water base mud) Selama proses pengeboran berlangsung tentunya tidak terlepas dari masalah. Melapisi dinding lubang bor dengan kerak lumpur.d. Semburan liar. Hilang lumpur (mud loss) : . c. b. maksudnya adalah penyampelan dengan bentuk sampel seperti log (silinder). pada proses pengeboran jika terjadi sesuatu hal yang mengakibatkan sirkulasi lumpur terpaksa harus dihentikan. dengan adanya lumpur bor yang baik dapat membantu penyanggan dinding sehingga keruntuhan dinding dapat kita hindari. Berdasarkan bahan dasarnya lumpur bor dapat dibedakan menjadi tida macam. masalah yang mungkin timbul selama pengeboran diantaranya : a. misalnya lumpur bor yang digunakan terlalu encer hal ini akan menyebabkan proses pelumasan kurang berjalan baik adan juga fungsi lumpur bor sebagai pembantu penyanggaan beban yang ditanggung oleh rig juga akan berkurang. Mengurangi beban rangkaian pipa bor dan selubung yang ditanggung oleh menara/rig. Kita tidak perlu khawatir terhadap serbuk bor yang mengendap sebab lumpur yang baik akan dapat menahan serbuk pengeboran dalam bentuk suspensi. pengeboran yang dilakukan tanpa lumpur. Menahan serbuk bor dan material-material pemberat dalam bentuk suspensi bila sirkulasi atau pemboran dihentikan sementara. g. h. oleh karena itu pemilihan lumpur bor harus benar-benar diperhatikan. runtuhnya dinding dapat disebabkan oleh kondisi batuan yang kurang stabil atau dapat pula disebabkan oleh penggunaan lumpur yang kurang tepat. f. semburan liar biasanya terjadi pada pengeboran minyak bumi. Runtuh dinding. Jika pada saat pengeboran terjadi sembur liar sebaiknya kita segera meninggalkan lokasi pengeboran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bor yang baik. Mencegah runtuhnya dinding lubang bor. dengan teknologi yang ada kita dapat membuat lumpur bor yang dapat mengering pada dinding lubang bor sehingga dapat mengurangi longsor pada dinding bor. 2. yaitu : 1. 3. e. tetapi jika lumpur bor yang kita gunakan kurang baik kemungkinan material pemberat dan serbuk bor mengendap cukup besar dan kemungkinan terjepitnya rangkaianpun menjadi besar pula. Untuk media loging I.

kejadian ini dapat mengakibatkan terjepitnya rangkaian pipa bor. hal ini dapat terjadi jika viskositas diperbesar. d. dinding sumur disekitar lapisan shale (serpih) mengembang sehingga menyempitkan atau menyumbat lubang bor. putusnya rod dapat diakibatkan dari sloughing shale yang mengakibatkan rod terjepit sedangkan putaran tidak dihentikan. Bit leleh. Hilangnya lumpur dapat diikuti oleh blow out. lelehnya bit atau mata bor yang dapat terjadi akibat kurang lancarnya proses pelumasan atau putarannya terlalu tinggi. sehingga tekanan lumpur lebih besar dari tekanan lapisan. f. Rod putus.Lumpur di dalam lubang sumur hilang atau masuk ke dalam lapisan sebagian atau seluruhnya. . Dapat terjadi karena berat jenis lumpur bor terlalu besar. e. Sloughing shale. tekanan fluida besar atau dapat pula disebabkan oleh sloughing shale. pengembangan lapisan shale terjadi karena shale bereaksi dengan air yang berasal dari lumpur pengeboran. g. Rangkaian pipa yang terjepit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->