Paket 1 KONSEP DASAR ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

Pendahuluan
Dalam Paket 1(satu) ini, pembahasannya difokuskan pada konsep dasar organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. Organisasi merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan bimbingan dan konsling di sekolah yang tidak bisa dikesampingkan keberadaannya, karena organisasi sebagai institusi penyelenggara yang diharapkan dapat memuaskan suatu outcome pendidikan. Konsep dasar organisasi bimbingan dan konseling di sekolah ini kajiannya meliputi: pengertian organisasi, tujuan, fungsi dan manfaatnya, serta dasar dan prinsip dalam organisasi. Pengertian organisasi disajikan pengertian secara bahasa dan istilah dari beberapa pendapat para ahli. Sedang tujuannya ada beberapa hal yang diharapkan menjadi suatu outcome pendidikan yang memuaskan. Sedangkan fungsi organisasi sebagai media menyatukan persepsi dan tujuan yang hendak dicapaidan manfaat-manfaatnya. Dasar organisasi yang berupa kesepakatan bersama, baik guruguru yang merangkap konselor, guru mata pelajaran, wali kelas maupun kepala sekolah, serta prinsip-prinsip organisasi yang meliputi: tujuan yang jelas, garis kewenangan yang jelas, kesatuan perintah, pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, job description, rentang pengendalian (jumlah staf yang rasional), fungsional, pmisahan, keseimbangan, fleksibilitas, dan adanya kepemimpinan. Dalam paket ini dilengkapi pula dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dosen, yang di dalamnya
1

berisi: kompetensi dasar yang harus dikuasai mahasiswa, indicator kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran, rincian waktu menyampaikann materi kepada mahasiswa, serta kegiatan pembelajarannya yang meliputi pembukaannya, kegiatan inti dan penutup. Untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan kreatif dicantumkan pula lembar kerja mahasiswa serta beberapa lathan yang dikerjakan secara mandiri oleh mahasiswa.

Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Kompetensi Dasar Mahasiswa memahami konsep bimbingan dan konseling di sekolah. dasar organisasi

Indikator Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan pengertian organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 2. Menyebutkan tujuan dari organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 3. Mengidentifikasi fungsi dan manfaat organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 4. Menganalisis dasar dan prinsip dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. Waktu 2x50 menit Materi Pokok Konsep dasar organinasi bimbingan dan konseling di sekolah: 1. Pengertian organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 2. Tujuan organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 3. Fungsi dan manfaat organisasi bimbingan dan

dasar dan prinsip-prinsip yang harus dipakai landasan dalam organisasi 2. tujuan dari organisasinya c. 4. dan masingmasing kelompok diberi materi yang berupa modul/bahan perkuliahan tentang organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. dan unsure-unsur yang yang harus dipenuhi. Kegiatan Perkuliahan Kegiatan Awal (15 menit) 1. 3. Presentasi hasil diskusi dari masing-masing kelompok diwakili oleh seorang foluntir. pengertian organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. 4. 3 . melalui slide.konseling di sekolah. fungsi dan manfaat organisasinya d. Kegiatan Inti (70 menit) 1. Masing-masing kelompok mendiskusikan pertanyaanpertanyaan yang yang diajukan oleh dosen. Membagi mahasiswa dalam 4 kelompok. Dasar dan prinsip dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. Dosen mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya: a. b. Penjelasan tujuan dan pentingnya mempelajari materi tentang organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. Brainstorming dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan maraknya tawuran pada para pelajar 2.

Mempersiapkan perkuliahan selanjutnya. kelompok lain memberikan klarifikasi. dan solasi. Penguatan hasil diskusi dari dosen 7. Diskusikan persoalan-persoalan yang telah .5. Tujuan Mahasiswa dapat membangun pemahaman tentang konsep dasar organinasi bimbingan dan konseling di sekolah melalui kreatifitas ungkapan ide dari anggota kelompok diskusi. Menyimpulkan hasil perkuliahan 2. yang berisi konsep dasar organinasi bimbingan dan konseling di sekolah. Selesai presentasi setiap kelompok. Lembar Kegiatan Mencatat hasil diskusi dari 4 kelompok yang telah dibentuk. Pilihlah seorang moderator dan penulis hasil kerja dalam setiap kelompok! 2. Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyanyakan sesuatu yang belum paham atau menyampaikan konfirmasi Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Memberi tugas latihan 2. spidol berwarna. Memberi dorongan psikologis/saran/nasehat dari dosen Kegiatan Tindak lanjut (5 menit) 1. Bahan dan Alat Kertas plano. Langkah Kegiatan 1. 6. Merefleksikan hasil perkuliahan oleh mahasiswa 3.

diutarakan oleh dosen! Tuliskan hasil diskusi dalam lembar kerja yang telah disediakan! Tempelkan hasil kerja kelompok di papan tulis/dinding kelas! Pilihlah satu anggota kelompok untuk presentasi! Presentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata organisasi berarti kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) di dalam perkumpulan dan lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. 2002). 650. 6. atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan dibentuk untuk mencapai tujuan bersama1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. sebagaimana yang dikemukakan oleh Yayat Hayati Djatmiko sebagai 1Depdiknas. Para ahli telah banyak menyampaikan pendapatnya yang pada dasarnya. 4. 5 . dengan waktu masing-masing +7 menit! Berikan tanggapan/klarifikasi dari presentasi kelompok lain! Uraian Materi ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH A. Sebagai bahan perbandingan.3. 7. tidak ada perbedaan yang prinsip. berikut ini akan disampaikan beberapa pendapat mereka. 5.

. “Organization is the form of every human interdependent part to form a unifed wahole through which authority. pengertian organisasi bimbingan sama dengan mengorganisasi bimbingan. Winkel dkk. Sedangkan menurut W. mengutip dari Yayat Hayati Djatmiko. coordination. “The Executive Functions” mengemukakan. and control may be exercised to achive a give purppose” (Organisasi adalah perpaduan secara sistematis bagianbagian yang saling bergantung/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. Bimbingan & Konseling. yaitu : 1. Mooney mengatakan. James D. Bernard dalam bukunya.berikut : 1.2 Dari beberapa pengertian organisasi di atas. Perilaku Organisasi (Bandung: Pustaka Setia. berarti mengatur dan menyusun bagianbagian (orang dan sebagainya) sehigga seluruhnya 2 Anas Salahuddin. “I define organization as a system of cooperatives of two more persons” (Organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih) 2. 2010). Orang-orang (sekumpulan orang) 2. 163. 4. Chester I. “Organization is the from of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama) 3. Tujuan yang ingin dicapai. dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar. Menurut Dimock.S. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan). Kerja sama 3.

Hal ini memerlukan keterpaduan dalam perencanaan pendidikan 4. Pemerataan pendidikan.M. Relevansi pendidikan. Sri Hastuti. Kualitas pendidikan. Efisiensi pendidikan. yaitu meliputi hal berikut : 1. 7 . guru bimbingan dan konseling. ada beberapa tujuan yang hendak dicapai. khususnya dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah. berkenaan dengan hubungan antara sistem pendidikan dan pembangunan nasional serta kepentingan perseorangan keluarga dan masyarakat.menjadi kesatuan yang teratur. 2010). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Yogyakarta: Media Abadi. 5. yaitu mengharapkan suatu outcome pendidikan yang memuaskan. baik yang bersifat manusiawi maupun non-manusiawi yang sangat terbatas dapat dioptimalkan penggunaannya. organisasi bimbingan dan konseling di sekolah adalah sekumpulan orang (kepala sekolah. Efektifitas pendidikan. berkenaan dengan sumbersumber potensial pendidikan.S. Wingkel & M. Tujuan Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dalam suatu organisasi. berkenaan dengan keampuhan 3 W. guru mata pelajaran dan tenaga administrasi) yang melakukan kerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. B. dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. berkenaan dengan bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat mempertahankan esksistensinya 3.3 Dengan demikian. 793. yang berkenaan dengan seberapa banyak anak-anak yang berada pada usia sekolah mendapatkan layanan pendidikan 2.

pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Bimbingan & Konseling…. sehingga semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan akan merasa puas. apabila outcome tersebut kurang memuaskan akan timbul ketidakpuasan kerja. hal tersebut merupakan suatu kepuasan kerja yang positif. pemerintah dan orangtua dalam memperoleh outcome atau produktifitas pendidikan sebagaimana tersebut di atas. Sebaliknya. maka dapat diketahui bahwa fungsi organisasi sebagai media menyatukan persepsi dan tujuan bersama yang hendak dicapai. maka kehadiran organisasi profesi khususnya dibidang bimbingan dan konseling di lingkungan lembaga 4 Anas Salahuddin. organisasi penyelenggara pendidikan sudah tentu melibatkan masyarakat.164 5 Fasli Jalal dan Dedi Supriyadi.4 Manurut Fasli Jalal. yang ini biasanya dicanangkan pada visi dan misi organisasi. kepuasan harus menjadi tujuan utama organisasi diikuti produktivitas atau outcome pendidikan. 29. 2001). C. kemampuan sistem bersentuhan dengan kurikulum secara konseptual dan kurikulum secara praktikal. yang merupakan interaksi dari karakteristik individu dan karakteristik organisasi pendidikan. Kepuasan dan ketidakpuasan kerja dalam penyelenggaraan pendidikan akan menimbulkan perilaku individu dalam organisasi.5 Khusus bagi ketenagaan pendidikan dan non-ketenagaan kependidikan (birokrasi pendidikan). Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah (Yogyakarta: Adicita. . Dengan perkataan lain. Hal ini terjadi apabila outcome tersebut diperoleh dengan memuaskan. Fungsi dan Manfaat Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dari tujuan-tujuan organisasi di atas.

khususnya kepada siswa. Dan hal ini akan berdampak positif pula bagi pemenuhan kewajiban kerja. menjadi sangat penting. maka proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah tidak terlalu berat dan juga dapat ditangani dengan baik. Sebab. Dengan adanya pendelegasian tugas ini. Dengan demikian. dalam wujud praktik berorganisasi di bidang bimbingan dan konseling. terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu. tanggung jawab kepala sekolah tentu sangat besar jika sebagian kewajibannya tidak didelegasikan kepada bawahannya yang menguasai bidang-bidang tertentu. Adapun manfaat organisasi bimbingan dan konseling. antara lain sebagai berikut : 1. terutama melalui bimbingan kelompok 9 .pendidikan. Ruang lingkup pelayanan bimbingan jauh lebih luas dan semua siswa harus mendapatkan pelayanan bimbingan. seperti bimbingan dan konseling. misalnya satu tahun ajaran. Sekalipun di sekolah ada pimpinan seperti kepala sekolah. Sebetulnya kebutuhan terhadap organisasi bimbingan dan konseling terlihat dari adanya kepentingan di tingkat sekolah hingga tingkat yang lebih luas lagi. Hal ini karena sebagaimana telah diketahui kegiatan program bimbingan ialah suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana. beberapa tugasnya harus didelegasikan kepada bawahannya. khususnya di sekolah dapat dikemukakan. kehadiran suatu organisasi profesi bimbingan dan konseling tampaknya menjadi suatu tuntutan alami untuk menjawab kebutuhan pelaksanaan program pelayanan. Kegiatan bimbingan ini terfokuskan pada pelayanan yang diberikan kepada para siswa (layanan-layanan bimbingan) dan rekan tenaga pendidik serta orangtua siswa dan evaluasi program bimbingan.

petugas pembina disiplin. sama seperti pengajaran yang juga mengenal unsur proses 11. Tenaga bimbingan oleh para siswa tidak dipandang sebagai satpam sekolah. Sarana personal dan materiil dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga dari segi finansial lebih dapat dipertanggungjawabkan dan efisien 4. yang membawa hasil secara gradual sebagai akibat dan usaha tenaga bimbingan dan siswa bersama-sama. ahli menangani kasus kenakalan serta kasus keabnormalan dan sebagainya 10. Pelayanan bimbingan menjadi usaha yang dilakukan bersama oleh staf bimbingan sebagai tim kerja 3. Kedudukan.Lebih didasari oleh pihak yang mengangkat tenaga bimbingan bahwa untuk melakukan rangkain kegiatan bimbingan dibutuhkan orang yang telah mendapat pendidikan prajabatan yang memadai. seorang tamatan fakultas psikologi akan menemui . Lebih mudah menentukan urutan prioritas. wewenang dan tugas konselor diakui oleh staf pendidik di sekolah dan dinilai lebih positif karena disamping program pengajaran. tetapi mencakup berbagai kegiatan lainnya untuk semua satuan kelas 8.2. yaitu layanan bimbingan yang diutamakan di institusi pendidikan tertentu pada jenjang pendidikan tertentu 9. Misalnya.Diperjelas bahwa pelayanan bimbingan mengandung unsur proses. Pelayanan bimbingan dalam semua komponen program bimbingan mendarah daging dalam kehidupan sekolah 6. terdapat program bimbingan yang sama-sama di kelola secara profesional 7. Sifat bimbingan yang lebih ditonjolkan ialah sifat preventif dan perseveratif 5. Dibuktikan bahwa pelayanan bimbingan tidak hanya meliputi wawancara konseling. guru cadangan.

Landasan Dasar Perlunya Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Organisasi bimbingan dan konseling di sekolah mutlak diperlukan. didirikan organisasi bimbingan dan konseling. terutama pada tingkat menengah pertama. Pembinaan bimbingan dan konseling di sekolah berada pada kepala sekolah sebagai administrator sekolah yang memegang peran kunci. baik seorang kepala sekolah sebagai top leader maupun seorang konselor karena dipandang memiliki kemampuan formal dibidang bimbingan dan konseling.kesulitan dalam memberikan bimbingan karir secara kelompok kalau dia tidak menguasai cara menyusun silabus dan membuat satuan pelayanan bimbingan serta kurang mengenal seluk-beluk jalannya suatu lembaga pendidikan. guru mata pelajaran. 166 11 . 12. terutama untuk mengantisipasi bertumpuknya beban pelayanan bimbingan pada satu orang. hal ini disebabkan beberapa hal: 1. ada baiknya jika setiap sekolah. wakilnya. baik kepala sekolah. wali kelas dan staf lainnya perlu melibatkan diri dalam layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan & Konseling. D. 2. Evaluasi program lebih dimungkinkan karena ada rumpun sasaran tertentu yang harus dicapai dan direncanakan sejumlah kegiatan tertentu untuk mencapai seluruh sasaran itu. Maka dari itu guru yang 6 Anas Salahuddin.…. Pelayanan bimbingan dan konseling adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan (integral) dari keseluruhan program pendidikan. Ini artinya seluruh staf sekolah.6 Jadi.

diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah harus memiliki cukup pemahaman dan ketrampilan dalam bidang bimbingan dan konseling agar dapat memberikan pimpinan. Tanggung jawab langsung dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah hrndaknya dilimpahkan kepada staf yang berwenang yang memilki kompetensi dan kualifikasi tertentu baik dalam segi pendidikan formal. atau pengentasan yang diperlukan oleh guru pembimbing dan staf bimbingan lainnya. Program bimbingan dan konseling merupakan suatu bentuk kegiatan yang cukup luas bidang geraknya. terutama sekolah yang tidak terlalu besar kepala sekolah sendiri dapat memegang tanggung jawab ini. 3. ketrampilan dan pengalaman. bantuan. dan selanjutnya dipergunakan sebagai bahan revisi program layanan bimbingan dan konseling selanjutnya. serta mempunyai cukup waktu untuk melaksanakan tugas kepembimbingan. 5. sifat. 4. Untuk dapat mewujudkan secara nyata bidang gerak bimbingan dan konseling yang cukup luas ini diperlukan mekanisme kerja yang mantap. kepribadian. . sikap. Dalam beberapa hal. Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu hendaknya diadakan penilaian (evaluasi) untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program bimbingan dan konseling.

Pola organisasi yang dipilih harus didasarkan atas kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang terkait di sekolah. 2003). Usaha-usaha tersebut disebut sebagai administrasi bimbingan dan konseling. Jadi. seperti kegiatan konseling atau tes psikologis hendaknya ditangani oleh petugas professional dan berkompeten mengerjakan jenis tugas tersebut. pengendalian proses dan penggunaan sumber-sumber bimbingan. Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Bandung: Alfabeta. dasar bagi organisasi bimbingan dan konseling di sekolah adalah adanya kesepakatan bersama.7 Sekolah adalah organisasi formal yang didalamnya terdapat usaha-usaha administrasi dalam usaha mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran nasional. baik guru-guru merangkap konselor. banyak ahli yang menawarkan mode atau pola organisasi yang cocok yang diterapkan di sekolah. Petugas-petugas bimbingan dan konseling dan seluruh staf bimbingan dan konseling mutlak perlu diberikan pelatihan /pendidikan dalam jabatan (inservice training). berkompeten dari aspek keahliannya maupun dari aspek pribadinya. 13 . sebagai suatu sarana untuk memperbaiki layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Adapun bimbingan dan konseling adalah suborganisasi dari organisasi sekolah. 7. wali 7 Dewa Ketut Sukardi. pembagian tugas. guru mata pelajaran. Karena organisasi bimbingan dan konseling sebagai suatu beban. Petugas-petugas yang diserahi tanggung jawab bimbingan yang bersifat khusus. 98-99.6. yang dilanjutkan dengan usaha-usaha perencanaan untuk mencapai tujuan.

pembantu pimpinan sampai pelaksana. pengelolaan dan penyelenggaraan bimbingan dan konseling dapat melibatkan semua pihak yang ada di sekolah sebagai sumber organisasi. Organisasi harus Mempunyai Tujuan yang Jelas Organisasi dibentuk atas dasar adanyan tujuan yang ingin dicapai. 4.kelas maupun kepala sekolah. misalnya: organisasi pelayanan bimbingan dan konseling sebagai suatu organisasi. sehingga tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. Prinsip Skala Hierarki Dalam suatu organisasi. Adapun prinsip-prinsip organisasi. sehingg . memberikan pelayanan bimbingan. Atas dasar kesepakatan itu. secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. terutama yang dipandang bermasalah dengan prestasi belajarnya 2. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan 3. Prinsip Kesatuan Perintah Dalam hal ini. Prinsip Pendelegasian Wewenang Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya. Dan tentu saja. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. khususnya kepada siswa-siswa peserta didik. yang paling utama adalah para pengurus organisasi yang harus paling aktif. mempunyai tujuan antara lain.

8. dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan pada kemampuan dan keahlian dari tiap-tiap pegawai. Prinsip Rentang Pengendalian Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. 9. 5. hubungan kerja. Prinsip Pemisahan 15 . melakukan berbagai aktifitas atau kegiatan. wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan. pertanggungjawaban serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. Prinsip Fungsional Secara fungsional. tugas dan wewenang. untuk mencapati tujuannya. 7. Agar kegiatan dapat berjalan optimal. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang. melakukan hubungan dengan orang lain dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya. serta tanggungjawab seorang pegawai harus jelas. kegiatan. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Prinsip Pertanggungjawaban Dalam menjalankan tugasnya. Semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. Prinsip Pembagian Pekerjaan Suatu organisasi. semakin kompleks rentang pengendaliannya. 6. setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. Dalam pendelegasian.

…167-169 . 11. Bandung atau Surabaya. Dalam hal ini. Bimbingan & Konseling. Menurut A. organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakkan oleh pemimpin organisasi tersebut8. 10.Prinsip Keseimbangan Keseimbangan di sini adalah keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dan tujuan organisasi. “Seri Manajemen Sumberdaya Manusia Kepemimpinan (2000)”.Tanggung jawab tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan kepada orang lain. Disamping itu. atau dengan kata lain. organisasi harus menetapkan tujuan dan sasaran 8 Anas Salahuddin.Prinsip Kepemimpinan Dalam organisasi. sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal faktor) dan karena adanya pengaruh di luar organisasi (external faktor). apa pun bentuknya.) dalam bukunya. Tujuan organisasi akan diwujudkan melalui aktifitas/kegiatan yang akan dilakukan. seperti di Jakarta. penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Dale Timpe (ed. Organisasi yang aktifitasnya sederhana (tidak kompleks). 12. misalnya ‘koperasi di suatu desa terpencil’. peran terpenting dari pengelolaan organisasi adalah menyediakan kepemimpinan. struktur organisasinya akan berada dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar. dalam sebuah organisasi. diperlukan pemimpin.

Selalu bergaul dengan orang. Pemimpin yang efektif biasanya mempunyai jaringan kontak eksternal 4. Nilai dasar yang diberikan pada setiap orang dalam organisasi merupakan sarana untuk memahami peristiwa 3. Pendekatan pada nilai yang sederhana. sekurang-kurangnya ada delapan sifat yang menjadi pertimbangan dalam sebuah organisasi yang akan mempengaruhi lahirnya sebuah kebijakan.organisasi serta mengalokasikan sumber-sumber daya yang ada. Mengingat cepatnya perubahan sekarang ini. Nilai itu dapat menjadi kerangka untuk membantu manajer (pembantu utamanya) mengambil keputusan. Kemampuan untuk memusatkan. Pemimpin menganut seperangkat nilai dasar yang sederhana. organisasi harus mengadakan perencanaan matang yang memaksa mereka untuk mempelajari tujuan jangka menengah dan jangka panjang. 5. Selain memiliki bayangan dari masa depan oraganisasi. serta langkahlangkah untuk mencapainya. Berkaitan dengan kepemimpinan ini. yaitu sebagai berikut: 1. Pemimpin yang 17 . Mengelola perubahan. Pemimpin harus dapat menangkap perhatian setiap insan dalam organisasi dan dapat memancarkan pemikiran tunggal yang sangat tinggi dan memiliki dedikasi terhadap suatu pandangan 2. Sifat ini melengkapi sifat berpandangan luas. Pergaulan dengan pegawai di luar organisasi sama pentingnya dengan pergaulan didalam organisasi. Pemimpin sejati mengetahui ke arah mana oraganisasi harus bergerak dan menghindari gerakan tidak produktif. Menghindari profesionalisme tiruan. pemimpin harus terampil dalam mengadakan perubahan.

mempromosikan mereka dari dalam organisasi 7. Dengan demikian. yaitu kepala sekolah. Memilih orang. menyadari bahwa mereka tidak mengetahui semuanya. Pemimpin organisasi yang berhasil cenderung mengarahkan perhatian mereka pada sejumlah indikator performa yang relatif terbatas 8. guru mata pelajaran . Pemimpin yang berhasil. guru bimbingan dan konseling. Menghadapi Kegagalan. mengalami beberapa kegagalan yang berakibat kemunduran perusahaan atau organisasinya. Akan tetapi. sebagai manusia biasa. mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan terbatas. Bukan tidak mungkin. Salah satu sifat dari pemimpin yang berhasil adalah kemampuan untuk menangani kegagalan. secara teoritis prinsip-prinsip dalam organisasi pelayanan bimbingan dan konseling itu mengacu pada uraian-uraian di atas. Satu bidang yang memisahkan pemimpin organisasi dengan pemimpin sejati adalah naluri untuk tahu kapan harus menghentikan kegiatan penunjang maupun kegiatan utamanya. jika seorang pemimpin organisasi terpandang yang telah memperoleh serangkaian keberhasilan. Hindari “mengerjakan semua sendiri”. Setiap pemimpin yang efektif mahir mengidentifikasi dan mempertahankan bawahan yang berbakat. pemimpin yang sejati tidak akan ragu-ragu untuk menghadapi kemunduran ini dan akan mengakui tanggung jawabnya. Organisasi bimbingan dan konseling di sekolah adalah perpaduan secara sistematis bagian-bagian yang saling bergantung/berkaitan.pandai harus dapat “membuatnya terjadi” 6. Rangkuman 1.

b. sedangkan manfaatnya antara lain: a. sebagai j. pelayanan bimbingan wawancara konseling tidak hanya meliputi h. Fungsi organisasi sebagai media yang menyatukan persepsi dan tujuan bersama yang akan dicapai. pelayanan bimbingan mengandung unsur proses 19 . Tujuan organisasi bimbingan dan konseling di sekolah dibentuk untuk mencapai: pemerataan pendidikan. relevansi pendidikan. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan. ruang lingkup pelayanan bimbingan jauh lebih luas. dan efektifitas pendidikan. wewenang dan tugas konselor diakui oleh staf pendidik di sekolah g. 3. Kedudukan. efisiensi pendidikan. Sifat bimbingan yang lebih ditonjolkan e.dan semua tenaga tata usaha dan lainnya untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. Pelayanan bimbingan dilakukan bersama oleh tim kerja c. Pelayanan bimbingan mendarah daging dalam kehidupan sekolah . kualitas pendidikan. Lebih mudah menentukan urutan prioritas i. Tenaga bimbingan tidak dipandang satpam sekolah oleh para siswa. 2. f. Sarana personal dan materiil dapat dimanfaatkan secara optimal d.

Fungsi organisasi bimbingan dan konseling di sekolah . Prinsip keseimbangan k. Prinsip skala hierarki. h. Prinsip fungsional i. e. dibutuhkan orang yang telah mendapat pendidikan prajabatan yang memadai. Prinsip kepemimpinan Latihan Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan tujuan-tujuan dibentuknya organisasi bimbingan dan konseling di sekolah baik secara umum maupun khususnya! 3.k. Sedangkan prinsip yang harus dipegangi antara lain: a. Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas b. g. 4. f. artinya harus ada garis kewenangan yang jelas c. Prinsip fleksibilitas l. d. Prinsip kesatuan perintah Prinsip pendelegasian wewenang Prinsip pertanggungjawaban Prinsip pembagian pekerjaan Prinsip rentang pengendalian (rasionalisasi jumlah pegawai). Jelaskan pengertian pengertian organisasi bimbingan dan konseling di sekolah! Unsure apa saja yang ada organisasi tersebut! 2. Dasar pola organisasi harus dipilih atas kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang terkait di sekolah. Prinsip pemisahan j.

dan cermatilah organisasi bimbingan konselingnya! Catatlah berapa prisip-prinsip organisasi yang telah diterapkan dalam organisasi tersebut! 21 . Jelaskan dan beri contoh!.adalah media yang menyatukan persepsi dan tujuan bersama yang hendak dicapai. Sebutkan 5 manfaat dibentuk organisasi bimbingan dan konseling di sekolah dan jelaskan! 5. Carilah sekolah yang terdekat. 4.

M. 2003). 2010). Anas.S. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. . Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah (Yogyakarta: Adicita. Perilaku Organisasi (Bandung: Pustaka Setia. 29. Fasli Jalal dan Dedi Supriyadi. 2010). 2001).Daftar Pustaka Depdiknas. mengutip dari Yayat Hayati Djatmiko. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Yogyakarta: Media Abadi. Sukardi. Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Bandung: Alfabeta. Dewa Ketut. 2002). W. Salahuddin. Sri Hastuti. & M. Wingkel. Bimbingan & Konseling.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful