P. 1
Mekanika Fluida

Mekanika Fluida

|Views: 46|Likes:
Perhitungan Pressure Drop Pada Pipa - Presentasi
Perhitungan Pressure Drop Pada Pipa - Presentasi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bayu Prayoga Part II on Mar 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • Contoh Soal Kasus 1
  • Contoh Soal Kasus 2
  • Contoh Soal Kasus 3
  • Contoh Soal Kasus 4
  • Contoh Soal Kasus 5
  • Contoh Soal Kasus 6
  • Contoh Soal Kasus 7
  • Contoh Soal Kasus 8

APLIKASI SISTEM PERPIPAAN

PENGGUNAAN HUKUM I THERMODINAMIKA
PADA ALIRAN DI DALAM PIPA
Volume atur dan sumbu koordinat utuk analisa energi dari
aliran melaui reducing elbow 90
0
HUKUM I THERMODINAMIKA
(KEKEKALAN ENERGI)
Persamaan Umum Hukum I Thermodinamika :
0 ·
shear
W

2. (meskipun tegangan geser ada pada
dinding elbow, namun kecepatan aliran sama dengan
nol pada dinding)
3. Aliran Steady
4. Aliran incompressible
5. Energi dalam dan tekanan seragam pada penampang
1 dan 2
0 , 0 · ·
other
W
s
W
 
1.
gz
V
u e + + ·
2
2
∫ ∫
⋅ + + ∀


· − − −
CV CS
other shear s
A d V pv e d e
t
W W W Q
 
   
ρ ρ ) (
= 0
(1)
= 0
(2)
= 0
(1)
= 0
(3)
( ) ( )
1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1
1 1
1
1
1
1
dA V
V
dA V
V
z z g m
p p
m u u m Q
A
A
ρ
ρ
ρ ρ

+

+ − +

,
_

¸
¸
− + − ·
  

( ) ( )

,
_

¸
¸
− + − +

,
_

¸
¸
− + − ·
1 1
1
1 1
1
1 1
1 1
1 1
1 1
V V
m z z g m
p p
m u u m Q
α α
ρ ρ
   

( ) ( )
1 1
1
1 1
1
1 1
1 1
1 1
1 1
V V
z z g
p p
u u
dm
Q α α
ρ ρ
δ
− + − + − + − ·

,
_

¸
¸
− − ·

,
_

¸
¸
+ + −

,
_

¸
¸
+ +
dm
Q
u u gz
V p
gz
V p δ
α
ρ
α
ρ
1 1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1
T
l
h gz
V p
gz
V p
·

,
_

¸
¸
+ + −

,
_

¸
¸
+ +
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1
α
ρ
α
ρ
Head Loss Total (h
LT
) :

,
_

¸
¸
− − ·
dm
Q
u u
h
T
l
δ
1 1
1 1 1
1 1 1
V
m dA V
V
dA V
V
A A
 α ρ α ρ ·

·

1
1
V m
dA V
A


·
ρ
α
Koefisien Energi Kinetik (α) :
( ) ( ) n n
n
V
U
1 1 1
1
1
1
+ +
1
]
1

¸

· α

Pada perhitungan aliran di dalam pipa, untuk aliran laminar harga
α = 2,0 (Re
D
< 2300) dan untuk bilangan Reynolds yang besar
(Re
D
> 4000) (aliran turbulen) harga α = 1,0.
Dimana :
U adalah kecepatan aliran maksimum pada centerline pipa
adalah kecepatan aliran rata-rata pada pipa
n adalah power-law eksponen yang besarnya 6, 7, 8, ……
V
T
l
h gz
V p
gz
V p
·

,
_

¸
¸
+ + −

,
_

¸
¸
+ +
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1
α
ρ
α
ρ
lm l l
h h h
T
+ ·
Perhitungan Head Loss (h
lT
)
dimana :
 h
l
adalah head loss mayor (kehilangan energi pada pipa lurus
(straight pipe))
 h
lm
adalah head loss minor (kehilangan energi pada elbow,
sudden enlargement, sudden contraction, tee, cross fitting,
entrance, exit, valve)
Perhitungan Pressure Drop
pada Sistem Perpipaan
Head Loss Mayor, h
l

Head loss mayor terjadi pada pipa lurus (straight pipe)
Head loss mayor (h
l
) ( berdasarkan DARCY-WEISBACH FRICTION
LOSS EQUATION)
g
V
D
L
f h
l
1
1
·
Dimana :

f adalah faktor gesekan untuk aliran laminar hanya dipengaruhi oleh
bilangan Reynolds (Re
D
), sedangkan untuk aliran turbulen dipengaruhi oleh
bilangan Reynolds (Re
D
) dan kekasaran permukaan relatif (e/D)

L adalah panjang pipa lurus

D adalah diameter nominal pipa

adalah kecepatan aliran pipa rata-rata

g adalah percepatan gravitasi = 32.174 ft/s
2
= 9.8066 m/s
2
V
(meter)
NOMINAL DIAMETER
ID adalah Internal Diameter
OD adalah Outside Diameter
Pipa dengan Diameter Nominal 16 inch
Pipe Corrosion and
Tubercolution
Faktor Gesekan (f)
Re
11
· f
Untuk aliran laminar (Re
D
< 2300) :
Untuk aliran turbulen (Re
D
> 4000) :
11 . 1
Re
1111 . 1
d
f ·

Persamaan Colebrook :

,
_

¸
¸

+ − ·
1 . 1 1 . 1
Re
11 . 1
1 . 1
log 1 . 1
1
f
D e
f
d
Untuk mendapatkan harga f dari persamaan Colebrook digunakan metode iterasi.

Persamaan Blassius (untuk Re < 10
5
) :

Swamee-Jain (1976) menggunakan pendekatan
dengan tingkat kesalahan 1% untuk 4 x 10
3
< Re
d

< 1 x 10
8
dan 10
-6
< e/D < 10
-2
sebagai berikut :
1
1 1
11 1
1 1
333 1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+
·
.
d
Re
.
.
D e
ln
.
f

Haaland (1983) menggunakan pendekatan
dengan tingkat kesalahan 2% untuk Re
d
>
3000 sebagai berikut :
1
11 1
1 1
1 1
1 1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+

,
_

¸
¸

·
d
.
Re
.
.
D e
log .
f
Moody Diagram
Moody Diagram untuk mendapatkan harga f (faktor gesekan)
Relative Surface
Roughness (e/D)
Head Loss Mayor, h
lm
 Head loss mayor (h
lm
) dan head loss minor berdasarkan
HAZEN-WILLIAMS FRICTION LOSS EQUATION.
11 . 1
1
11 . 1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
·
pipe
l
D kC
V
L h

Perhitungan dengan menggunakan Hazen-Williams friction loss
equation dan hanya valid untuk air dengan temperatur tipikal
seperti sistem suplai air perkotaan (40 to 75
o
F atau 4 to 25
o
C).

Harga C dapat dilihat pada tabel.

k = unit conversion factor = 1.318 for English units = 0.85 for
Metric units
Head Loss Mayor, h
lm
Head Loss Minor, h
lm

Head loss minor (hlm) terjadi jika fluida melalui fitting (tee, elbow,
sudden enlargement, sudden contraction) dan valve
Head loss minor (h
lm
)berdasarkan DARCY-WEISBACH FRICTION
LOSS EQUATION
1
1
V
K h
L lm
·
1
1
V
D
L
f h
e
lm
·
dimana K
L
adalah koefisien minor losses
dimana L
e
/D adalah panjang ekuivalen dan f
adalah faktor gesekan yang diperoleh
sebagaimana pada head loss mayor.
 Head loss minor (h
lm
) berdasarkan HAZEN-WILLIAMS FRICTION LOSS
EQUATION.
1
1
V
K h
m lm
·
dimana Km dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Head Loss Minor, h
lm
Km dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Globe Valve
Lift or Piston
Check Valve
Head Loss Minor, h
lm
PERSAMAAN UNTUK MENDAPATKAN KOEFISIEN LOSSES PADA FITTING
Dimana :
K
L
adalah koefisien losses
L
e
/D adalah equivalent length
f adalah friction factor
lm
h z
g
V p
z
g
V p
+ + + · + +
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1
α
γ
α
γ
g
V
K z
g
V p
z
g
V p
L
1 1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
+ + + · + + α
γ
α
γ
g
V
D
L
f z
g
V p
z
g
V p
e
1 1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
+ + + · + + α
γ
α
γ
Apabila fitting (sudden enlargement, sudden contraction, dan elbow 90
0
)
dalam posisi horisontal, sehingga perbedaan elevasinya sama dengan nol
atau z
1
= z
2
, maka persamaan untuk :
1. Sudden Enlargement :
g
V
K
g
V p
g
V p
SE
L
1 1 1
1
1
1
1 1
1
1 1
+ + · +
γ γ
2. Sudden Contraction :
g
V
K
g
V p
g
V p
SC
L
1 1 1
1
1
1
1 1
1
1 1
+ + · +
γ γ
g
V
K
p p
elbow
L
1
1
1 1
+ ·
γ γ
g
V
D
L
f
p p
e
1
1
1 1
+ ·
γ γ
3. Elbow 90
0
(dengan penampang konstan) :
atau
Head Loss Minor, h
lm
Apabila fitting (sudden enlargement, sudden contraction, dan elbow 90
0
)
dalam posisi vertikal, maka persamaan untuk :
1. Sudden Enlargement :
2. Sudden Contraction :
3. Elbow 90
0
(dengan penampang konstan) :
atau
Head Loss Minor, h
lm
g
V
K z
g
V p
z
g
V p
SE
L
1 1 1
1
1
1
1
1 1
1
1
1 1
+ + + · + +
γ γ
g
V
K z
g
V p
z
g
V p
SC
L
1 1 1
1
1
1
1
1 1
1
1
1 1
+ + + · + +
γ γ
g
V
K z
p
z
p
elbow
L
1
1
1
1
1
1
+ + · +
γ γ
1
1
1
1
1
1
V
D
L
f gz
p
gz
p
e
+ + · +
ρ ρ
Length Equivalent (Le/D)
Length Equivalent (Le/D)
Standard Elbow 90
0
dengan
diameter nominal 6 inch
memiliki panjang ekuivalen
(Le) = 16 ft = 192 inch,
sehingga (Le/D) = 192/6 =
32.
Kasus-Kasus Pada Single Pipe
Kasus 1 :
Kasus 2 :
Kasus 3 :
Kasus 4(a) :
Kasus 4(b) :
Kasus 4(c) :
Kasus-Kasus Pada Single Pipe
Kasus-Kasus Pada Single Pipe

Aliran steady

Aliran Incompressible

Aliran turbulen berkembang
penuh
P
1
= P
2
= P
atm
V
1
= V
2
= 0, A
reservoir
>> A
pipa

Diameter pipa konstan
Menentukan Head Pompa (H
p
) :
1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1

+ + + · + + +
T
l p
h z
g
V p
H z
g
V p
α
γ
α
γ
1 1 1 1
1 1
− −
+ ·

m
l l l
h h h
T
g
V
D
L
f h
l
1
1
1 1
1 1

·

g 1
V
K K K
D
L
f 1 h
1
exit valve ball entrance
e
l
1 1 m

,
_

¸
¸
+ + + ·

1
1 1
1 1
· ·
· ·
V V
p p p
atm
( )
1 T1
L 1 1 p
h z z H

+ − ·
( )

,
_

¸
¸
+ + + + + − ·

valve ball exit entrance
e
p
K K K
D
L
f
D
L
f
g
V
z z H 1
1
1 1
1
1 1
( )

,
_

¸
¸
+ + + + + − ·

valve ball exit entrance
e
pipe pipe
p
K K K
D
L
f
D
L
f
g D
Q
z z H 1
1
1 1
1 1
1
1 1
π
Menentukan Daya Pompa (P) :
( ) Watt
H Q g
P
pompa
p
η
ρ
·
( ) Power Horse
H Q g
P
pompa
p
η
ρ
111
·
1 HP = 746 Watt
Dimana :
ρ = densitas fluida (kg/m
3
)
g = 9,8 m/s
2
Q = debit aliran fluida (m
3
/s)
H
p
= Head Pompa (m)
η
pompa
= Effisiensi Pompa
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
( )
1 1
1
1 1 1 1
1
pipe
D
Q
fL z z g P
π
ρ ρ + − · ∆

1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1

+ + + · + +
LT
h z
g
V p
z
g
V p
α
γ
α
γ
g
V
D
L
f h h
l LT
1
1
1 1
· ·

Pipa berpenampang konstan, maka V
1
= V
2,
sehingga ∆P
1-2
sebagai berikut :
( )
g
V
D
L
f z z
p p
1
1
1 1
1 1
+ − · −
γ γ
( )
g
V
D
L
f z z
P
1
1
1 1
1 1
+ − ·


γ
g ρ γ ·
1
1
pipe
D
Q
V
π
·
1 1
1
1
11
pipe
D
Q
V
π
·
( )
1 1
1
1 1 1 1
1
pipe
D g
Q
D
L
gf z z g P
π
ρ ρ + − · ∆

Kasus 1 :
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
1
1
1
1
D
Q
V
π
·
( )
1
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+

,
_

¸
¸
+ +

,
_

¸
¸
− + − · ∆

3 3 13 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head mayor loss head
g
V
K
g
V
D
L
f
g
V
D
L
f g
g
V
g
V
g z z g P
SC
1 1 1 1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1 1 1
ρ ρ ρ
1
1
1
1
D
Q
V
π
·
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulent fully developed
Material pipa berdiameter D
1

sama dengan pipa berdiameter
D
2
.
g ρ γ ·
Kasus 2 :
υ
1 1
1
Re
D V
D
·
υ
1 1
1
Re
D V
D
·
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
( )
1
1
1
1
1
]
1

¸

+

,
_

¸
¸
+ +
+ − · ∆

3 3 3 1 1 3 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
pipe
e
mayor loss head
pipe
g
V
D
L
f
D
L L L
g
V
f g z z g P
1
1
1
1
1
1 1 1
1
1 1 1 1 1
ρ ρ
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulent fully developed

Material pipa lurus dan elbow
90
0
adalah sama.

Diameter pipa lurus dan elbow
90
0
konstan
Kasus 3 :
1 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1 1

+ + + · + +
LT
h z
g
V p
z
g
V p
α
γ
α
γ
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulen fully developed
P
1
= P
2
= P
atm
V
1
= 0, karena D
reservoir
>> D
pipa
( )
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
entrance gatevalve
mayor loss head
lm l LT
g
V
K K
g
V
D
L L
f h h h
1 1
1 1
1 1
1 1
+ +
,
_

¸
¸ +
· + ·

1 1
1
1
1
1 1

+ · − ·
LT
h
g
V
z z h
1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1

+ + + · + +
LT
h z
g
V p
z
g
V p
γ γ
( )
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
entrance valve gate
mayor loss head
g
V
K K
g
V
D
L L
f
g
V
z z h
1 1 1
1 1
1 1
1
1
1 1
+ +
,
_

¸
¸ +
+ · − ·
Kasus 4(a) :
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulen fully developed
P
1
= P
atm
P
2
= P
atm
+ P
2
gage
V
1
= 0, karena D
reservoir
>> D
pipa
1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1

+ + + · + +
LT
h z
g
V p
z
g
V p
γ γ
( )
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
entrance valve gate
mayor loss head
lm l LT
g
V
K K
g
V
D
L L
f h h h
1 1
1 1
1 1
1 1
+ +
,
_

¸
¸ +
· + ·

1 1
z z h − ·
( ) ( )
1
1
1
1
]
1

¸

+ +

,
_

¸
¸ +
− − − ·
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
entrance valve gate
mayor loss head
g
V
K K
g
V
D
L L
f g
V
z z g p
gage
1 1 1
1 1
1 1
1
1
1 1 1
ρ ρ ρ
1
1
1
pipe
D
Q
V V
π
· ·
Kasus 4(b) :
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulen fully developed
P
1
= P
atm
+ P
1
gage
P
2
= P
atm
+ P
2
gage
V
1
= 0, karena D
reservoir
>> D
pipa
1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1

+ + + · + +
LT
h z
g
V p
z
g
V p
γ γ
( )
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 11 11 1
minor loss head
entrance valve gate
mayor loss head
lm l LT
g
V
K K
g
V
D
L
f h h h
1 1
1 1
1 1
+ + · + ·

1 1
z z h − ·
( ) ( )
1
1
1
1
]
1

¸

+ +
,
_

¸
¸ +
− − − + ·
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
entrance valve gate
mayor loss head
gage
g
V
K K
g
V
D
L L
f g
V
z z g p p
gage
1 1 1
1
1
1
1 1 1
1
1
1 1 1 1
ρ ρ ρ
1
1
1
pipe
D
Q
V V
π
· ·
Kasus 4(c) :
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulen fully developed
P
1
= P
2
= P
atm
P
3
= P
atm
+ P
3gage
V
1
= 0, V
2
= 0, karena D
reservoir
>> D
pipa

Material pipa lurus sama dengan material
elbow 90
0
.
Tentukan perbedaan ketinggian z
1-2
= z
1
– z
2
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
1 1
1
1
1
1 1

+ · −
T
L
h
g
V
z z
3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
elbow
e
exit entrance valve
mayor loss head
lm l LT
g
V
D
L
f K K K
D
L L L L L
g
V
f h h h
1
1
1
1
11
1 1 1 1 1
1
1
1 1

,
_

¸
¸
+ + + +

,
_

¸
¸
+ + + +
· + ·

1
1
pipe
D
Q
V
π
·
3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
elbow
e
exit entrance valve
mayor loss head
lT
g
V
D
L
f K K K
D
L L L L L
g
V
f h z z z
1
1
1
1
11
1 1 1 1 1
1
1 1
1
1 1 1 1

,
_

¸
¸
+ + + +

,
_

¸
¸
+ + + +
· · − ·
− −
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
Asumsi :

Aliran steady

Aliran incompressible

Aliran turbulen fully developed
Tentukan tekanan gage pada titik 3 (P
3gage
)
P
1
= P
2
= P
atm
P
3
= P
atm
+ P
3gage
V
1
= 0, V
2
= 0, karena D
reservoir
>> D
pipa

Material pipa lurus sama dengan material
elbow 90
0
.
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor loss head
elbow
e
entrance valve
mayor loss head
lm l lT
g
V
D
L
f K K
D
L L L L
g
V
f h h h
1
1
1
1
11
1 1 1 1
1
1
1 1

,
_

¸
¸
+ + +

,
_

¸
¸
+ + +
· + ·

( )
1
1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+ + +

,
_

¸
¸
+ + +
+ − − ·
3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 3 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
minor
11
1 1 1 1
1
1
1 1 1
1
1 1
1
loss head
elbow
e
entrance valve
mayor loss head
D
L
f K K
D
L L L L
f
V
z z g p
gage
ρ ρ
1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1

+ + + · + +
lT
h z
g
V p
z
g
V p
γ γ
Menentukan P
3gage
dari titik 1 ke 3 :
1
1
1
pipe
D
Q
V V
π
· ·
SISTEM PERPIPAAN – SINGLE LINE
33 13 3 11 11 1
minor loss head
exit
mayor loss head
lm l lT
g
V
K
D
L
g
V
f h h h
1 1
1
1
1
1 1
+ · + ·

1 1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 1

+ + + · + +
lT
h z
g
V p
z
g
V p
γ γ
( )
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
− − − ·
exit
K
D
L
f
V
z z g p
gage
1
1
1
1 1 1
1
1
ρ ρ
Menentukan P
3gage
dari titik 3 ke 2 :
1
1
1
pipe
D
Q
V V
π
· ·
Contoh Soal Kasus 1
Pipa lurus berdiameter 10 inch (1 inch = 25,4 mm) didalamnya mengalir minyak
(SG = 0.87) dengan debit aliran 360 m
3
/jam (temperatur minyak di dalam pipa
diasumsikan konstan sebesar 20
0
C), apabila perbedaan tekanan antara
pressure gage 1 dan 2 (∆P
1-2
) adalah 40 kPa, jika diketahui jenis pipa adalah
pipa GIP (galvanized iron pipe) dengan kekasaran permukaan pipa absolut (e)
= 0.15 mm dan perbedaan ketinggian antara pressure gage 1 dan 2 (∆z
2-1
) = 1
meter. (ρ
air
= 999 kg/m
3
, ν = 1 x10
-4
m
2
/s, dan g = 9.8 m/s
2
). Gunakan
persamaan friction loss (f) untuk 4 x 10
3
< Re
d
< 1 x 10
8
dan 10
-6
< e/D < 10
-2

1
1 . 1
Re
11 . 1
1 . 1
ln
3 3 3 . 1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+
·
d
D e
f
υ
pipa
D
D V
· Re
Kasus 1 :

Tentukan panjang pipa lurus (L) dalam meter.
Contoh Soal Kasus 2
Sebuah instalasi perpipaan seperti di bawah ini, didalamnya dialirkan air (temperatur
air 20
0
C konstan) dengan debit 80 liter/menit.
Kasus 2 :
Perbedaan elevasi kedua pressure gage (∆z
2-1
) =
2,4 meter. (ρ
air
= 999 kg/m
3
, ν = 9 x10
-6
m
2
/s, dan
g = 9.8 m/s
2
). Gunakan persamaan friction loss (f)
untuk 4 x 10
3
< Re
d
< 1 x 10
8
dan 10
-6
< e/D < 10
-2


Tentukan perbedaan tekanan antara
pressure gage 1 dan 2 (∆P
1-2
) dalam
kPa (kilo pascal).
Pipa Lurus :
 Panjang pipa (L
1
) = 50 m; L
2
= 2 m ; L
3

= 70 m.

Diameter pipa (Dpipe) = 2 inch (1 inch
= 25,4 mm)

Jenis pipa adalah cast iron (e = 0.26
mm).
Elbow 90
0
:

Diameter dan Bahan elbow 90
0
sama
dengan pipa lurus (8 inch dan cast
iron).

Panjang ekivalen (Le/D = 30)
1
1 . 1
Re
11 . 1
1 . 1
ln
3 3 3 . 1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+
·
d
D e
f
υ
pipa
D
D V
· Re
Contoh Soal Kasus 3
Pipa Lurus :

Panjang pipa (L1) = 50 m; L2 = 50 m

Diameter pipa (D1) = 2 inch Diameter
pipa (D2) = 1,5 inch

Jenis pipa adalah cast iron (e = 0.26
mm).
(1 inch = 25,4 mm)
Sudden Contraction :
Untuk Area Ratio (A
2
/A
1
) = (D
2
/D
1
)
2

= 0.5625, maka Loss Coefficient (Km)
= 0.2
Sebuah instalasi perpipaan seperti di bawah ini, didalamnya dialirkan air (temperatur
air 20
0
C konstan) dengan debit 360 liter/menit.
Perbedaan elevasi kedua pressure gage (∆z
2-1
) = 1,5 meter. (ρ
air
= 999 kg/m
3
, ν = 9 x10
-6
m
2
/s,
dan g = 9.8 m/s
2
). Gunakan persamaan friction loss (f) untuk 4 x 10
3
< Re
d
< 1 x 10
8
dan 10
-6
<
e/D < 10
-2
:

Apabila tekanan pada pressure gage 1 (P1(gage)) = 73 kPa, tentukan tekanan
pada pressure gage 2 (P2(gage)) dalam kPa (kilo pascal).
1
1 . 1
Re
11 . 1
1 . 1
ln
111 . 1
1
1
]
1

¸

,
_

¸
¸
+
·
d
D e
f
υ
pipa
D
D V
· Re
Kasus 3 :
Contoh Soal Kasus 4
Sebuah tangki berisi air
dihubungkan dengan instalasi
perpipaan seperti di bawah ini,
didalamnya mengalir air
(temperatur air 20
0
C konstan)
dengan debit 360 liter/menit.
Contoh Soal Kasus 5
Sebuah tangki bertekanan (P
gage

= 10 kPa) berisi air dihubungkan
dengan instalasi perpipaan
seperti di bawah ini, didalamnya
mengalir air (temperatur air 20
0
C
konstan) dengan debit 360
liter/menit.
Contoh Soal Kasus 6
Contoh Soal Kasus 7
Contoh Soal Kasus 8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->