PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN TAK LINIER

Materi Kuliah: Pengantar; Iterasi Satu Titik; Iterasi Newton

# PENGANTAR #
Berikut ini adalah contoh sekumpulan 2 buah persamaan tak linier simultan, dengan 2 buah variabel yang tak diketahui: x12 + x1 x2 = 10 ... (i) 2 x2 + 3 x1 x2 = 57 ... (ii) Dengan cara grafik, harga x1 dan x2 yang merupakan penyelesaian sistem persamaan ini terlihat dari perpotongan (intersection) antara 2 kurva. Perhatikanlah bahwa penyelesaian sistem persamaan tersebut di atas adalah: x1 = 2 dan x2 = 3 (lihat gambar berikut...!!!)

6 5 4 x2 3 2 1 0 0 1
2 x2 + 3 x1 x2 = 57

x12 + x1 x2 = 10 Penyelesaian: (2,3)

2 x1

3

4

Secara umum, sistem atau kumpulan persamaan tak linier yang melibatkan n buah persamaan dengan n buah variabel yang tak diketahui, dapat dituliskan dalam bentuk: f1 (x1, x2, ... , xn) = 0 f2 (x1, x2, ... , xn) = 0 # fn (x1, x2, ... , xn) = 0 atau, dapat juga dituliskan sebagai: fi (x) = 0 dengan: i = 1, 2, ..., n di mana f menyatakan fungsi atau persamaan tak linier dan x = [x1 x2 ... xn] Penyelesaian sistem persamaan tersebut merupakan nilai-nilai x yang membuat sistem persamaan sama dengan nol. Seperti halnya penentuan akar persamaan tak linier tunggal, dua metode berikut ini dapat diterapkan untuk penyelesaian sebuah sistem persamaan tak linier: 1. Metode substitusi berurut (atau iterasi satu titik, atau iterasi titik tetap) 2. Metode iterasi Newton-Raphson

# METODE ITERASI SATU TITIK #
Seperti penyelesaian persamaan tak linier tunggal, formula iterasi satu titik untuk sekumpulan persamaan tak linier melibatkan sebuah proses penyusunan ulang persamaan: fi (x) = 0 menjadi berbentuk: xi = gi (x1, x2, ..., xn) Metode ini mempunyai strategi yang sama dengan metode iterasi titik tetap dan metode GaussSeidel (Lihat kembali materi kuliah sebelumnya). Masing-masing persamaan tak linier diselesaikan
dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 1 dari 9

86051 3 (2.21429) (3...86051 = 3. diperoleh: 10 − (2.17945) : x2 = 57 − x2 3 x1 Iterasi kedua: x1 = 10 − (2.5 dan x2 = 3.untuk memperoleh sebuah nilai x yang tak diketahui.20910) (−24.5.709 Perhatikanlah bahwa pendekatan ini menghasilkan penyelesaian yang divergen.37516 Iterasi kedua: Dengan cara yang sama.(a) 2 x2 + 3 x1 x2 = 57 .04955 3 (1.37516) 2 = 429.(b) Gunakan nilai tebakan awal: x1 = 1.21429 3.94053 x2 = 57 − 2.5) 2 = −24.94053) Perhatikanlah bahwa pendekatan ini menghasilkan penyelesaian yang konvergen ke arah nilai-nilai yang sesungguhnya (x1 = 2 dan x2 = 3) Hasil-hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam tabel berikut ini: dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 2 dari 9 .37516 x2 = 57 − 3 (−0.!! Oleh karena itu.21429) 2 = −0. misalnya: Dari persamaan (a) : x1 = 10 − x1 x2 dan.20910 x1 = − 24.5) = 2.5) 2 x1 = = 2. dari persamaan (b) Iterasi pertama: x1 = 10 − (1. Penyelesaian: Masing-masing persamaan (a) dan (b) dapat disusun ulang (rearranging) untuk memperoleh harga x1 dan x2 sebagai berikut: 10 − x12 2 x1 = dan x2 = 57 − 3 x1 x2 x2 Iterasi pertama: Dengan menggunakan nilai awal x1 = 1.5 Nilai x1 (baru) ini dan nilai x2 (lama) selanjutnya dapat dihitung untuk menghitung nilai x2 (baru): x2 = 57 − 3 (2. persamaan (a) dan (b) disusun ulang kembali dengan cara yang berbeda.86051) = 1.17945) (2. Sistem persamaan ini selanjutnya diproses secara iteratif untuk menghitung nilai-nilai x yang baru. yang diharapkan akan konvergen kepada penyelesaian yang sesungguhnya.5 = 2.5 dan x2 = 3.5 Bandingkan hasilnya dengan nilai x1 dan x2 yang sesungguhnya. maka x1 (baru) dapat dihitung dengan cara: 10 − (1..... Contoh: Gunakan metode substitusi berurut untuk menentukan akar-akar persamaan: x12 + x1 x2 = 10 .5) (3.17945 x2 = 57 − 3.

i +1 ⎥ ⎢ − f1.i ∂ x2 ⎥ ⎥ = ⎢ ⎥⎢ ∂ f 2.i ∂ x1 + ( x2. i + 1 ∂ x2 ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ A x = ∂ f1.i ⎥ ⎢ ⎥ ⎢ x ⎢ ⎥ ⎢− f 2.# METODE ITERASI NEWTON-RAPHSON # Ingat kembali metode Newton-Raphson untuk menentukan akar persamaan tak linier tunggal (pada materi sebelumnya).i +1 = f1. kedua persamaan di atas dapat disusun dalam bentuk matriks (yakni perkalian sebuah matriks bujur sangkar dengan sebuah vektor yang menghasilkan sebuah vektor) menjadi: ⎡ ∂ f1.i + ( x1. cara lain untuk menyusun formulanya adalah dengan menurunkannya dari ekspansi deret Taylor order-pertama: f ( xi +1 ) = f ( xi ) + ( xi +1 − xi ) f ' ( xi ) di mana xi adalah nilai tebakan awal x dan xi+1 adalah nilai x yang merupakan perpotongan antara slope f’(x) dengan sumbu x.i ⎤ ⎡ x ⎤ ⎡ ⎢ 1.i ∂ x2 ∂ f 2 .i ∂ x2 + ( x2.i +1 + ∂ f1.i ∂ f1.i ∂ x2 ∂ f 2.i Suku-suku yang mengandung subscript i telah diketahui nilainya.i ∂ x1 ∂ f 2 . Karena pada perpotongan ini. ekspansi deret Taylor order-pertama untuk 2 buah variabel dapat dituliskan sbb. maka persamaan di atas dapat disusun ulang menjadi: f ( xi ) xi +1 = xi − f ' ( xi ) yang merupakan formula Newton-Raphson untuk persamaan tunggal. Untuk persamaan tak linier tunggal.i ∂ f1. yang terdiri atas n buah persamaan.i ∂ x2 ∂ f1.i +1 = − f 2.i ∂ x2 ∂ f 2.i ∂ x1 x1.i + x1.i +1 − x2.i ) ∂ f1. sedangkan suku-suku yang mengandung subscript i+1 yang akan dihitung.i + ( x1.i ∂ x1 ∂ f 2. Pendekatan di atas selanjutnya dapat diterapkan untuk kumpulan atau sistem persamaan tak linier.i ) Karena f1.i+1 bernilai nol. Sebagai contoh.i ∂ x1 + x2.i ) ∂ f1.i ⎥ ∂ x2 ⎥ ⎦ dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 3 dari 9 .i ⎢∂x 1 ⎢ ⎢ ∂ f 2.i ∂ x2 x2.i + x1.i + x1.i +1 = − f1. Dengan cara lain.i + x2.i x2.i +1 = f 2.i +1 + x1.i +1 − x1.: f1.i+1 dan f2. maka kedua persamaan di atas dapat disusun ulang menjadi: ∂ f1.i ⎥ 2 . dengan n buah variabel bebas yang tak diketahui.i + x2 .i ∂ x1 ∂ f 2.i ∂ x1 ∂ f 2.i +1 − x1.i ⎢∂x 1 ⎣ ∂ f1.i + x1.i ⎤ ∂ x2 ⎥ ⎥ ∂ f 2.i ) f 2.i ∂ x1 b + x2. f(xi+1) bernilai nol.i +1 − x2.

625 Dengan demikian. x1 dan x2 (baru) dapat dihitung sebagai berikut: dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 4 dari 9 .5) = 32.5 dan x2 = 3.i ∂ f 2.i +1 Contoh: Gunakan metode Newton-Raphson multiple-equations untuk menentukan akar-akar persamaan: x12 + x1 x2 = 10 .i ∂ x1 ∂ x1 = x 2 . nilai-nilai turunan parsialnya adalah: ∂ f1.i +1 x2..5) (36.0 = 3. 0 x2.5) − 10 = −2.5 + 3 (1.5) (3. Penyelesaian: Persamaan (a) dan (b) dapat dituliskan kembali dalam bentuk: f1 = x12 + x1 x2 − 10 = 0 2 f 2 = x2 + 3 x1 x2 − 57 = 0 Fungsi turunan parsial pertama untuk f1 dan f2: ∂ f2 ∂ f1 2 = 3 x2 = 2 x1 + x2 ∂ x1 ∂ x1 ∂ f1 ∂ f2 = x1 = 1 + 6 x1 x2 ∂ x2 ∂ x2 Iterasi pertama: Untuk nilai tebakan awal: x1..5) = 36.5 = 6.5 ∂ x2 ∂ f 2.5) + 3.5) 2 + (1.i − ∂ x1 ∂ x2 ∂ x2 ∂ x1 f1.(b) Gunakan nilai tebakan awal: x1 = 1. Nilai-nilai x1.75) = 156.i ∂ f 2..0 + x2.5 ∂ x2 Nilai determinan matriks Jacobian: Δ = (6.0 + x1.0 − 10 = (1. 0 + 3 x1.0 x2.5 dan x2.i − f1.i ∂ f1. 0 = x2.125 Nilai fungsi f1 dan f2: f1.75 ∂ x1 ∂ f 2.i − ∂ f1.i − ∂ f1.5) (3.i ∂ f 2.0 = 1 + 6 x1.5) (3.i+1 juga dapat ditentukan melalui manipulasi aljabar (misalnya dengan cara Cramer). 0 − 57 = 3. 0 2 2 = 3 x2 .5..5 Bandingkan hasilnya dengan nilai x1 dan x2 yang sesungguhnya.i x1.(a) 2 x2 + 3 x1 x2 = 57 .0 = 2 (1. Matriks A dalam sistem persamaan ini sering disebut sebagai matriks Jacobian. 0 = x1.0 = 1.0 x2 .0 = 2 x1. 0 = x12.i ∂ f1.i ∂ f 2. besarnya vektor x dapat ditentukan. 0 = 1 + 6 (1.i − f 2.i ∂ f1.i+1 dan x2.5 2 2 f 2.i − ∂ x1 ∂ x2 ∂ x2 ∂ x1 f 2.i ∂ x2 ∂ x2 = x1.0 = 1. 0 = 3 (3.5) (32. menghasilkan: ∂ f 2.i ∂ f 2.i ∂ f1.5) – (1.5 ∂ x1 ∂ f1.5) − 57 = 1.Selanjutnya.

x1 = 1.125 1. Penyelesaian: Secara grafik. Hasil-hasil perhitungan selengkapnya. y = -2 dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 5 dari 9 . Hasil-hasil perhitungan selengkapnya disajikan dalam tabel berikut ini: Contoh: Tentukan akar persamaan: (i) y = 1− ex (ii) x 2 + y 2 = 4 (Persamaan lingkaran) atau: atau: f1 ( x.5) − (−2.5) − 1.5 − − 2.625 (1.625 (6. y ) = e x + y − 1 = 0 f 2 ( x. terlihat bahwa sistem persamaan tak linier ini mempunyai 2 buah akar (yang terlihat dari perpotongan antara grafik f1 dan f2).84388 156.5) = 2.5 − = 2.75) x2 = 3.125 Komentar: Langkah perhitungan ini dapat diulangi hingga diperoleh tingkat akurasi yang diinginkan.5 (32. Perhatikan bahwa hasil perhitungan bersifat konvergen menuju nilai-nilai x1 dan x2 yang sesungguhnya. akan dicoba 2 buah nilai tebakan awal x dan y yang berbeda. dengan mengambil nilai awal: x = 1. 3 y f2 2 1 0 Akar-akar persamaan x 0 1 2 3 -3 -2 -1 -1 -2 f1 -3 Dengan cara yang sama dengan contoh penyelesaian soal sebelumnya.5) (36. y ) = x 2 + y 2 − 4 = 0 secara iteratif dengan menggunakan metode Newton.03603 156.

.i ∂ xn xn.i ∂ x2 x2.i ∂ x1 x1.i + x1..Hasil-hasil perhitungan selengkapnya.. + xn. 2. berlaku hubungan: ∂ f k . Jika persamaan umum di atas disusun untuk k = 1. maka hasil perhitungan masing-masing bersifat konvergen dan mengarah kepada posisi akar persamaan yang berbeda pula.i ∂ f k .. dan i+1 menyatakan nilai (atau iterasi) berikutnya.i +1 = − f k . sistem persamaan di atas dapat dituliskan sebagai: [Z] [xi+1] = . Generalization Secara umum. terlihat bahwa sistem persamaan yang terbentuk merupakan sekumpulan persamaan linier simultan.[f] + [Z] [xi] dengan turunan parsial yang dituliskan sebagai matriks Jacobian dinyatakan sebagai: dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 6 dari 9 .. . yang dapat diselesaikan secara numerik melalui beberapa metode. dengan mengambil nilai awal: x = -1. Dalam bentuk matriks.i ∂ f k ..i +1 + ∂ f k .. i menyatakan nilai (atau iterasi) sekarang.i ∂ x2 + . + ∂ f k .i ∂ x1 + x2 . dengan n buah variabel bebas yang tak diketahui. untuk sejumlah n buah persamaan tak linier.i ∂ xn dengan k menyatakan persamaan atau variabel yang tak diketahui. y = 1 Komentar: Perhatikanlah bahwa dengan mengambil nilai tebakan awal x dan y yang berbeda. n.i +1 + .i ∂ f k .

detik 2 [=] gmol/L.i ∂ f n .i ⎤ ⎢ 1.i ∂ f n .i ⎥ " ∂ x2 ∂ xn ⎥ ⎢ ∂ x1 ⎢ ∂ f 2.i ⎥ " ⎢ ⎥ ∂ x1 ∂ x2 ∂ xn ⎥ ⎢ ⎣ ⎦ Nilai-nilai awal dan akhir dituliskan dalam bentuk vektor: [xi]T = [x1.....i ∂ f 2.detik k2 = 0.detik 2 [=] gmol/L. yakni: 1) Evaluasi fungsi turunan pertama kadang-kadang sulit dilakukan. dan 2) Pemilihan nilai tebakan awal yang tepat diperlukan untuk menjamin terjadinya konvergensi penyelesaian. dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 7 dari 9 . hal ini bisa diatasi dengan penerapan finite-difference approximation.4 L/gmol.0 mol/L diumpankan dengan laju alir volumetrik (Q) 50 liter/detik.i dan [xi+1]T = [x1.0 detik-1 [=] gmol/L.detik r1 = k1 CA r2 = k2 CA3/2 [=] gmol/L.i+1 . fn.i ⎥ " ⎢ ⎥ [ Z ] = ⎢ ∂ x1 ∂ x2 ∂ xn ⎥ # ⎥ ⎢ # ⎢ ∂ f n .i+1 [f]T = [f1.detik Sebuah continuously stirred tank reactor (CSTR) bervolume (VR) 100 liter digunakan untuk sistem reaksi ini. CSTR dirancang beroperasi pada keadaan steady dan sistem reaksi diasumsikan beroperasi pada kondisi isotermal. Finite-difference approximation: f ( x + Δx j ) − f i ( x j ) ∂ fi ≈ i j ∂ xj Δx j f ( x + Δx j ) − f i ( x j − Δx j ) ∂ fi ≈ i j ∂ xj 2 Δx j f ( x ) − f i ( x j − Δx j ) ∂ fi ≈ i j ∂ xj Δx j (forward difference) (central or center difference) (backward difference) Contoh Aplikasi: Berikut ini adalah skema reaksi kompleks dari sebuah sistem reaksi fase cair: r1 A 2B r2 A C r3 r4 B D+C dengan: k1 = 1.detik r4 = k4 CB k4 = 0.i .05 L/gmol.detik r3 = k3 CC k3 = 0.i] Permasalahan yang dijumpai dalam penyelesaian sistem persamaan tak linier dengan metode Newton-Raphson sama dengan permasalahan penyelesaian persamaan tunggal.i+1] Nilai fungsi pada i dapat dinyatakan dalam bentuk: f2.i x2.⎡∂ f ∂ f1. Reaktan dengan konsentrasi A (CA) 1.i] x2.. xn.i ∂ f1.i ∂ f 2. xn..2 liter1/2/gmol1/2.i .

0 = 0.3183329 0.Consumption .0 = CB. Gunakan nilai-nilai awal: CA.VR (r1 + r2) .3 0.7838874 0. Tentukan penyelesaian sistem persamaan tak linier simultan berikut ini: y = -x2 + x + 0. CC.4148786 0.3 0.VR (r3) -0 Dengan mensubstitusikan persamaan ri ke dalam neraca mol di atas. 5 k C 2 A ⎟ ∂ CA Q ⎜ ⎝ ⎠ Hasil perhitungan secara iteratif (silakan Anda coba menghitung sendiri. untuk menghasilkan matriks Jacobian.5349776 0. dan CD dengan menngunakan metode Newton.9001920 0.VR (r4) .0 = CD. Berikut merupakan non-zero partial derivatives untuk sistem ini: ∂ f 3 VR ⎛ 1 ⎞ ∂ f1 V ⎛ 2⎟ = ⎜ 2 k 4 CB ⎞ ⎟ = −1 − R ⎜ + k 1 . terlihat bahwa 4 langkah iterasi telah menunjukkan hasil (atau penyelesaian) yang konvergen. turunan parsial dari masing-masing persamaan terhadap masing-masing variabel perlu ditentukan.3150712 0.7838840 0.3188658 0.2 dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 8 dari 9 .!!!): i CA CB CC CD 0 0.4915732 4 0. maka diperoleh 4 buah persamaan tak linier simultan berikut: 3 V ⎛ 2⎞ ⎟ − k1 C A − k2 C A 2 + k3 CC f1 = −C A + C A0 + R ⎜ ⎜ ⎟=0 Q⎝ ⎠ f 2 = −CB f 3 = −CC + + VR ⎛ 2 ⎜ 2 k1 C A − k4 CB ⎞ ⎟=0 ⎠ Q⎝ 3 VR ⎛ 2 2⎞ ⎜ ⎟ + k 4 CB k2 C A 2 − k3 CC ⎜ ⎟=0 Q⎝ ⎠ VR ⎛ 2 ⎜ k4 CB ⎞ ⎟=0 ⎠ Q⎝ Tentukan besarnya CA.4858863 3 0.3600919 2 0.3188652 0. CB.4916789 Berdasarkan hasil perhitungan di atas.Neraca massa (mol) untuk masing-masing komponen reaksi dapat dituliskan sebagai berikut: Komponen A: Komponen B: Komponen C: Komponen D: Out CA Q CB Q CC Q CD Q = = = = = In CA0 Q 0 0 0 + Generation + VR (r3) + VR (2 r1) + VR (r2 + r4) + VR (r4) .7874451 0..3 1 0.0 = CC.3 f 4 = −C D + Penyelesaian: Untuk menerapkan metode Newton.5308877 0..5349814 0. 5 k C 1 2 A ⎜ ⎟ ⎠ ∂ C Q⎝ ∂ CA Q⎝ B ⎠ ∂ f3 V ∂ f1 VR ⎛ = −1 − R ⎛ ⎜ 2 k3 CC ⎞ ⎟ = ⎜ 2 k3 CC ⎞ ⎟ ⎠ Q⎝ ∂ CC ⎠ ∂ CC Q ⎝ ∂ f 4 VR ⎛ ∂ f 2 VR = ⎜ 2 k4 CB ⎞ ⎟ = 2 k1 ⎝ ⎠ C Q ∂ B ∂ CA Q ∂ f4 ∂ f2 V = −1 = −1 − R ⎛ ⎜ 2 k4 CB ⎞ ⎟ ∂ C D ⎠ ∂C Q⎝ ( ) B 1 ⎞ ∂ f 3 VR ⎛ 2⎟ = ⎜ 1 .3 0. # LATIHAN SOAL # 1.5 y + 5 x y = x2 Gunakan metode Newton-Raphson dan gunakan nilai tebakan awal x = y = 1.

(1) CO (g) + H2O (g) CO2 (g) + H2 (g) .0 = x2. maka fraksi mol komponen-komponen reaksi pada kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai: 3ε + ε 8 − ε1 − ε 2 ε −ε y CO = 1 2 yH2 = 1 2 y H 2O = 10 + 2 ε1 10 + 2 ε1 10 + 2 ε1 2 − ε1 ε2 y CO2 = y CH 4 = 10 + 2 ε 1 10 + 2 ε1 Dengan mensubstitusikan 5 persamaan fraksi mol di atas ke dalam 2 persamaan konstanta kesetimbangan reaksi. jika penyelesaian yang diperoleh tidak konvergen.0 Gunakan x1. dengan nilai tebakan awal x = y = 1.528. Selesaikan sistem persamaan tak linier berikut: f1 = 5 ( x2 − x12 ) 4 = 0 f 2 = (1 − x1 ) 2 = 0 Gunakan x1.0 x1 x2 x3 − x3 + x1 x2 = 5. Gunakan nilai awal x yang lain. (2) Pada 2000 K.2. Konstanta kesetimbangan untuk kedua reaksi dinyatakan sebagai: 3 y y yCO y H 2 dan K1 = P2 K 2 = CO2 H 2 yCH 4 y H 2 O yCO yH 2 O Jika 10 mol gas dipilih sebagai basis perhitungan.0 = 0 dengan metode Newton. 5.5 (c) metode Newton-Raphson. yang berada pada kondisi 2000 K dan 1 atm... 6. Gas mula-mula mengandung 20%-mol CH4 (g) dan 80% H2O (g).0 = 0 dengan metode Newton.62882 2 x12 x3 + ( x2 − x3 ) 2 = 4.930 x 10− 4 2 (2 − ε1 ) (8 − ε1 − ε 2 ) (10 + 2 ε1 ) ε 2 (3 ε1 + ε 2 ) = 5.5 3.0 = x3.. Selesaikan sistem persamaan tak linier berikut: x13 − e x 2 + sinh x3 = 3. jika perlu.930 x 10-4 dan 5.528 (ε1 − ε 2 ) (8 − ε1 − ε 2 ) Pertanyaan: Tentukan komposisi gas pada kesetimbangan untuk sistem reaksi ini! ☺☺☺ Selamat Belajar!!! ☺☺☺ dy/analisis numerik/penyelesaian sistem persamaan tak linier/februari 2008/halaman 9 dari 9 . ε1 menyatakan tingkat reaksi untuk reaksi (1) dan ε2 menyatakan tingkat reaksi untuk reaksi (2). Gunakan nilai awal x yang lain. Tinjaulah sistem reaksi berkesetimbangan berikut ini: CH4 (g) + H2O (g) CO (g) + 3 H2 (g) .0 = x2. diperoleh: (ε1 − ε 2 ) (3 ε1 + ε 2 )3 = 1. dengan nilai tebakan awal x = y = 1. konstanta kesetimbangan untuk sistem reaksi ini masing-masing adalah sebesar 1.. Tentukan penyelesaian sistem persamaan tak linier simultan berikut ini: x2 = 5 – y2 y + 1 = x2 menggunakan: (a) metode grafik (b) metode substitusi berurut. Lakukan 3 langkah iterasi dengan metode Newton untuk menyelesaikan sekumpulan persamaan tak linier berikut: 2 f ( x) = 2 x12 + 3 x2 − 50 = 0 2 f ( x) = 2 x1 − x2 − 9 = 0 Gunakan nilai awal x = [1 1] 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful