FERTILISASI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pembuahan atau fertilisasi (singami) adalah peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus atau selsel bernukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau peleburan nukleus. Biasanya melibatkan penggabungan sitoplasma (plasmogami) dan penyatuan bahan nukleus (kariogami). Dengan meiosis, zigot itu membentuk ciri fundamental dari kebanyakan siklus seksual eukariota, dan pada dasarnya gamet-gamet yang melebur adalah haploid. Bilamana keduanya motil seperti pada tumbuhan, maka fertilisasi itu disebut isogami, bilamana berbeda dalam ukuran tetapi serupa dalam bentuk maka disebut anisogami, bila satu tidak motil (dan biasanya lebih besar) dinamakan oogami. Hal ini merupakan cara khas pada beberapa tumbuhan, hewan, dan sebagian besar jamur. Pada sebagiangimnofita dan semua antofita, gametnya tidak berflagel, dan polen tube terlibat dalam proses fertilisasi. Pengelolaan budidaya ikan (khususnya ikan lele) perlu memperhatikan efisiensi dan produktivitas usaha serta kualitas ikan. Hal ini harus diimbangi dengan upaya

perbaikan dan peningkatan kualitas induk maupun benih ikan mas. Saat ini disinyalir telah terjadi penurunan kualitas induk maupun benih ikan lele yang dipelihara oleh petani ikan. Beberapa usaha maupun penelitian telah dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas (produksi) dan perbaikan serta peningkatan kualitas genetik ikan lele seperti program seleksi, manipulasi jenis kelamin melalui perlakuan hormonal maupun manipulasi kromosom. Poliploidisasi pada ikan dapat dilakukan melalui perlakuan secara fisik seperti melakukan kejutan (shocking) suhu baik panas maupun dingin, pressure (hydrostatic pressure) dan atau secara kimiawi untuk mencegah peloncatan polar body II atau pembelahan sel pertama pada telur terfertilisasi (Thorgaard, 1983; Yamazaki, 1983; Carman etal.,1992; Shepperddan Bromage, 1996 dalam Mukti, 2001 ).

Tolak ukur keberhasilan budidaya ikan adalah produksi ikan dengan pertumbuhan yang cepat dalam waktu yang singkat. Target produksi dapat berupa jumlah ikan yang dihasilkan (menghitung tingkat kelangsungan hidupnya) khususnya untuk sekuen kegiatan pembenihan dan dapat pula berupa bobot yang dihasilkan (menghitung biomassa) pada sekuen kegiatan pembesaran. Untuk mendapatkan produksi yang tinggi, maka faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan perlu dikaji.

Setiap spesies ikan mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda-beda. Perbedaan pertumbuhan ini dapat

tercermin, baik dalam laju pertumbuhannya maupun potensi tumbuh dari ikan tersebut. Perbedaan kemampuan tumbuh ikan pada dasarnya disebabkan oleh perbedaan faktor genetik (gen). Ikan mempunyai gen khusus yang dapat menghasilkan organ atau sel organ tertentu dan gen umum yang memberikan turunan kepada jenisnya.

1.2 Tujuan v Mahasiswa mengenal secara detail pembuahan (fertilisasi) terutama pada ikan mas. v Mengetahui pengertian dari fertilisasi tersebut.

v Melaksanakan praktikum fertilisasi secara benar dengan tahapan-tahapan yang telah di ajarkan v Sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti UAS. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pembuahan atau fertilisasi merupakan asosiasi gamet, dimana asosiasi ini merupakan mata rantai awal dan sangat penting pada proses fertilisasi. Rasio pembuahan sering digunakan sebagai parameter untuk mendeteksi kualitas telur. Penggabungan gamet biasanya disertai dengan pengaktifan telur. Selama fertilisasi dan pengaktifan, telur-telur ikan teleostei mengalami reaksi kortikal. Kortikal alveoli melebur, melepaskan cairan

koloid, dan selanjutnya memulai pembentukan ruang periviteline (Kjorsvik et al., 1990 dalam Utiah, 2006). Kortikal alveoli muncul setelah terjadinya fertilisasi dan reaksi kortikal yang tidak lengkap menunjukkan kualitas telur yang jelek. Beberapa hal yang mempengaruhi pembuahan adalah berat telur ketika terjadi pembengkakan oleh air, pH cairan ovari, dan konsentrasi protein (Lahnsteiner et al., 2001). Telur yang belum dibuahi bagian luarnya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau khorion. Di bawah khorion terdapat selaput yang kedua dinamakan selaput vitelin. Selaput yang mengelilingi plasma telur dinamakan selaput plasma. Ketiga selaput ini semuanya menempel satu sama lain dan tidak terdapat ruang diantaranya. Lapisan vitelin pada ikan mas mempunyai ukuran ketebalan 10.0-10.2 micro meter dan mempunyai struktur yang komplek dan terdiri dari 4 lapisan yang penamaannya berbeda berdasarkan penemu (Linhart et al., 1995 dalam Utiah, 2006). Lapisan bagian luar terdiri 2 bagian berdasarkan perbedaan sitokimia. Selanjutnya dikatakan bahwa kedua lapisan ini kaya akan protein. Selama oogenesis kuning telur mengakumulasi sejumlah besar yolk granules dan lipid yang terisi pada bagian tengah. Diameter granula berkisar antara 6-24 micro meter. Jumlah dan distribusi dari lemak (butir lemak) sangat bervariasi dengan diameter 1-1.5 micro meter (Linhart et al., 1995 dalam Utiah, 2006). Distribusi dari butir-butir lemak ini juga menjadi parameter kualitas telur.

membran dibentuk oleh oosit. Hippocampus erectus dan ikan pipa Syngnathus fuscus. sehingga diklasifikasikan sebagai selubung primer (Nagahama.Selama oogenesis. Kerusakan pada sel ini akan mempengaruhi perkembangan akhir dari embrio. Perubahan morfologi yang dialami membran mencerminkan adaptasi terhadap berbagai kondisi ekologi. morfologi sel juga sering digunakan untuk meneliti kualitas telur dan parameter morfologi ini lebih sensitif dibandingkan dengan kelangsungan hidup. Pada pembelahan awal (blastomer) embrio tidak berdifferensiasi. dan akhirnya akan terjadi kerusakan pada salah satu sel dalam perkembangannya. Pada oosit kuda laut. 1983 dalam Utiah. salah satu yang paling mencolok adalah pembentukan sebuah zona tebal yang sangat berdiferensiasi yang terdiri dari membran telur. zona radiata. .. membran vitelin. dan ini menjadi dasar untuk perkembangan embrio selanjutnya. Menurut Kjorsvik et al. Bergantung pada spesies dan tahap pertumbuhan oosit. Membran telur ini banyak mengandung protein dan karbohidrat. Belum dapat dipisahkan apakah asal membran ini dari oosit atau dari sel folikel atau dari kedua-duanya. (1990) dalam Utiah (2006). 2006). membran telur bervariasi dalam hal ketebalan. zona pelusida dan terletak diantara lapisan-lapisan granulosa dan oosit. 1990 dalam Utiah 2006) . Tebalnya 7-8 micro meter pada oosit ikan mas koki dan sekitar 30 micro meter pada rainbow trout (Kjorsvik et al.

Kalori telur menunjukkan jumlah energi yang tersedia bagi embrio untuk berkembangan. dan Clupea harengus (Kamler. Ukuran telur Ukuran telur dapat dinyatakan dalam banyak cara. 1992).Pengamatan juga termasuk melihat simetri pembelahan awal serta banyaknya embrio dan larva yang cacat. Kemampuan larva yang kecil untuk bertumbuh sehingga mempunyai kecepatan yang sama dengan larva yang lebih besar sangat penting untuk tujuan komersial. atau bahkan hilang. Hubungan positif antara ukuran larva dan ukuran telur telah dilaporkan untuk Salmo salar. bobot basah dan bobot kering. Ukuran telur berkorelasi dengan ukuran larva. Diameter tunggal yang biasa digunakan. Keuntungan ukuran awal yang dimiliki larva yang menetas dari telur besar dapat kurang berarti selama perkembangan selanjutnya. padaOncorhynchus mykiss keuntungan ini hilang setelah 16 minggu (Kamler. tetapi diameter terpanjang juga kadang-kadang digunakan. Ukuranukuran telur yang lain mencakup volume telur. 1992 dalam Utiah. Onchorhynchus mykiss. Dari segi energetika istilah terbaik untuk ukuran telur adalah kandungan energi per telur atau joule per telur. 2006). Larva yang besar lebih tahan tanpa pakan dibandingkan dengan larva berukuran kecil yang dipijahkan dari telur kecil. Selain itu panjang telur dan lebar telur juga digunakan. Pada Salmo salar keuntungan ini hilang setelah 5 minggu pertama pertumbuhan. Potensi yang . Onchorhynchus keta.

Kadar protein. 2000). Komposisi biokimia telur yang sehat menggambarkan kebutuhan embrio terhadap nutrisi dan pertumbuhan. Protein merupakan komponen dominan kuning telur. 1992 dalam Utiah. Hasil penelitian dari pemijahkan induk belanak garis (striped mullet) dalam beberapa fasilitas yang berbeda (air laut dan air payau atau ditempatkan di dalam gedung serta di kolam air . lipid dan karbohidrat berkorelasi positif terhadap kelangsungan hidup larva. 2006). Komponen ini harus ada dalam jumlah tertentu untuk kebutuhan fisiologi. Hasil evaluasi biokimia kualitas telur sebelum fertilisasi mungkin dapat digunakan.sangat penting adalah menemukan kelangsungan hidup telur dan larva tidak dipengaruhi oleh ukuran telur (Kjorsvik et al. Material yang diperlukan selama perkembangan secara umum dapat dibagi menjadi 1) diperlukan secara langsung untuk sintesis jaringan embrionik.. sedangkan jumlah dan komposisinya menentukan besar kecilnya ukuran telur (Kamler. ukuran ikan pada waktu menetas dan lamanya anak-anak ikan memerlukan persediaan bahan endogen sebelum menemukan semua keperluan dari sumber lain. Oleh karena itu parameter biokimia kualitas telur dapat digunakan. Lebih lanjut dikatakan bahwa jumlah total dan relatif berbagai nutrien yang diperlukan jelas bervariasi bergantung kepada faktor seperti waktu pengeraman. 1990 dalam Utiah. 2006). Komponen tertentu diketahui “essensial” untuk organisme yang tidak dapat mensintesis nutrien tersebut. dan 2) digunakan untuk energi metabolisme (Tang dan Affandi.

payau). sehingga telur sample yang sudah dieliminasikan dengan pertumbuhan bakteri menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara laju konsumsi oksigen dengan pembuahan. et al. Namun seperti pada kebanyakan vertebrata..3 nmol O2 per telur per jam untuk telur chinook salmon. dan 4.4 nmol O2 per telur per jam. 2006). . Laju konsumsi oksigen pada telur steelhead sebesar 3. et al. kondensasi kromosom. pembentukan spindel meiotik pertama. menunjukkan kadar asam oleat. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pematangan induk akan mempengaruhi kandungan kimia telur.. oosit mencapai ukuran akhir selama vitellogenesis dan memulai tahap pematangan serta ovulasi bila ada stimulasi hormonal yang mencukupi (Carnevali. Pada kebanyakan spesies non-mamalia. 1991 dalam Utiah.. (2004) menunjukkan korelasi negatif antara konsumsi oksigen dengan pembuahan telur pada telur ikan steelhead dan Chinook salmon. eikosanoat dan arakidonat yang berbeda kadarnya pada telur induk matang (Tamaru et al. pelepasan polar bodi pertama (Nagahama. 1987) dan pembentukan microphyle sebagai saluran masuknya sperma ketika terjadi fertilisasi (Thomas. Penelitian yang dilakukan oleh Holcomb et al. Pada penelitian tersebut terungkap bahwa hubungannya terjadi karena pertumbuhan bakteri. 2006). oosit ikan teleost yang sudah mencapai pertumbuhan akhir belum dapat dibuahi dan harus mencapai tahap akhir penyelesaian pembelahan meiotik dan perubahan struktur oosit. Proses tersebut meliputi GVBD (germinal vesicle breakdown). 2002)..

ikan kerapu.. Sinyal lingkungan yang ditangkap sistem syaraf direspon hipothalamus dengan mengeluarkan gonadotrophin releasing factor (GnRH) yang menstimulasi pelepasan pituitary gonadotrophin. MIH (maturation-inducing hormone) dan MPF (maturation-promoting factor) (Nagahama. 2006) dengan peran tiga mediator utama: gonadotrophin (GTH). Semua proses tersebut dikendalikan oleh sistem syaraf pusat sebagai respon terhadap perubahan lingkungan (Carnevali. Gen-gen yang mengontrol parameter reproduksi secara spesifik pada ikan harus dapat diidentifikasi dan diisolasi. menyebabkan nilai pasar untuk telur-telur ikan (caviar) telah meningkat lebih cepat. napoleon dan lain-lain sebagainya. GtH I atau FSH (folliclestimulating hormone) dan GtH II atau LH (luteinizing . 1987). Metode untuk memanipulasi kematangan gonad pada ikan secara genetik memungkinkan dilakukan. Potensi untuk memanipulasi pemijahan pada ikan merupakan salah satu bidang untuk mendapat perhatian dari teknologi transgenik. Adanya teknologi untuk memacu kematangan gonad yang menghasilkan telur. et al. seperti : sturgeon. Ikan yang matang gonad lebih cepat dibandingkan dengan yang normal cenderung untuk mengembalikan penampilan pertumbuhan superiornya. Hal ini potensial dilakukan pada spesies ikan-ikan tertentu yang memiliki harga jual yang tinggi.Meskipun faktor yang mengontrol pemijahan pada ikan di bawah pengaruh beberapa gen akan tetapi beberapa rangsangan yang dipengaruhi oleh satu gen secara kritis mempengaruhi tingkah laku pemijahan.

dalam Yaron (1995).50 WIB – selesai.20-P dari folikel postvitellogenik. BAB III METODELOGI 3. et al. : Laboratorium Departemen Perikanan : 16.2 Alat dan Bahan Alat :  Mangkok . et al.hormone) (Carnevali. kedua substansi tersebut menstimulasi sekresi estradiol dari folikel tetapi GtH II lebih potent menstimulasi sekresi 17. 3. 2006).. Menurut Suzuki. Waktu : Kamis / 10 April 2008.1 Waktu dan Tempat Dalam melaksanakan Praktikum tentang pengamatan fertilisasi dibawah sinar mikroskop ini dilakukan pada : Hari / Tanggal Tempat Vedca Cianjur.

         Bulu ayam Pipet tetes Mikroskop Kain / Lap Cawan Petri Gelas obyek Seser Spuite Bak Penampungan Bahan      Induk ikan Mas Yang sudah matang gonad Larutan Fisiologis Aquades Tissue Ovaprim 3. tunggu sampai 6-9 jam. 3. ambil beberapa sampel telur.3 Langkah Keja Adapun langkah kerja yang perlu dilakukan dalam praktikum adalah sebagai berikut : 1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. ikan akan siap untuk mengeluarkan telurnya. lakukan pengurutan pada induk betina. . 4. 2. lakukan penyuntikan pada induk ikan mas yang telah matang gonad.

dengan cara menyedot menggunakan spuit. dapat disajikan pada gambar di bawah ini : Gambar 1. amati terus perubahan bentuk telur yang sudah di buahi 12. 6. encerkan sperma menggunakan larutan fisiologis. Dipilih telur yang sudah mengalami kematangan.5. . pilih telur yang sudah matang. tuangkan sperma secara hati-hati ke dalam cawan petri yang berisi telur. 7. kemudian amati proses terjadinya fertilisasi. 11. Hal ini bertujuan supaya mudah dalam pengamatan. catat hasil pengamatan dan buatlah laporannya. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. letakan telur pada cawan petri. 10. kemudian letakan di bawah kaca mikroskop dengan pembesaran 4 x. di kasih air sedikit. dengan ciri-ciri kuning telurnya sudah mengarah ke pinggir. 9. 8. fokuskan layar ke telur yang sudah matang. ambil sperma pada induk jantan. ambil secukupnya saja.1 Hasil Adapun hasil pengamatan tentang terjadinya fertilisasi.

Gambar 4. maka kita pilih terlebih dahulu gambar telur mana yang mengalami matang telur. Hal ini dapat kita lihat pada gambar 1.Gambar 2. mengenai ciri yang paling terlihat adalah inti sel yang berada di pinggir atau mengarah pada dinding (mikrofil). untuk mengamati terjadinya fertilisasi secara jelas. Hal ini dapat dilihat mengenai warna yang semakin lama semakin memudar. hampir seluruh sel telur tertutupi oleh perkembangan GV. sudah mulai mengalami perkembangan . 4.2 Pembahasan Berdasarkan praktikum pengamatan tentang proses terjadinya fertilisasi yang telah dilaksanakan. sel telur terus menerus mengalami perkembangan. . Matang telur atau telur yang siap dibuahi. Gambar 3. telur yang sudah di tetesi sperma.

Dapat dilihat pada gambar 3. Sesaat setelah salah satu dari ribuan sperma masuk kedalam ovum.Setelah ditemukan telur mana yang sudah matang. maka kita fokuskan perhatian pada telur tersebut. hal ini dimungkinkan karena proses perkambangan sel telur yang suda dibuahi oleh sel sperma. dan ternyata pekembangan tersebut telah menunjukan perkembangan bentuk telur yang sangat cepat. hanya dengan waktu beberapa jam saja telur sudah ada tanda-tanda mau menetas. masuknya sperma ke dalam sel telur melalui lubang mikrofil. lama-kelamaan warnanya menjadi pudar. dimasukan dalam cawan petri yang berisi telur. Setiap detik selalu mengalami perubahan dari warna yang tadinya cerah. Fertilisasi internal(khas . Kita amati secara cermat pada saat sel sperma yang telah diencerkan dengan air. maka dalam telur terjadi suatu perubahan atau pengembangan. Ternyata setelah diamati pada layar mikroskop. Dapat dilihat pada gambar 2. Fertilisasi eksternal (khas pada hewanhewan akuatik): gamet-gametnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya sebelum fertilisasi. Kita mengamatinya selama 4 jam. Perubahan yang sangat mencolok yaitu mengenai warna telur itu sendiri. terjadinya sangat cepat sekali sehingga hanya beberapa dari kita yang benar-benar melihatnya.

v Sel telur terus menerus mengalami perkembangan setelah sperma masuk ke inti sel telur.(http://id. Setelah pembuahan.untuk adaptasi dengan kehidupan di darat): sperma dimasukkan ke dalam daerahreproduksi betina yang kemudian disusul dengan fertilisasi. begitu sperma diteteskan.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh setelah melaksanakan praktikum identifikasi terjadinya fertilisasi pada telur ikan. adalah sebagai berikut : v Proses terjadinya fertilisasi pada telur ikan terjadi sangat cepat. Kadang-kadang sperma itu diperlukan hanya untuk mengaktivasi telur.org/wiki/Pembuahan) BAB V PENUTUP 5. . teluritu membentuk membran fertilisasi untuk merintangi pemasukan sperma lebih lanjut.wikipedia. maka ada salah satu dari beribu-ribu sperma yang masuk ke dalam sel telur.

perlu ditambah lagi. L. G. J. and Ingermann.5.. sebaiknya mengenai alat mikroskop dengan menggunakan layar. J. 2004. M. supaya tidak saling berebut dalam pengamatan. Oxygen consumption in unfertilized salmonid eggs: an indicator of egg . Woolsey. Selain itu juga. maka perlu pengamatan secara teliti dan seksama.2 Saran Supaya kita dapat lebih cermat lagi dalam mengidentifikasi proses terjadinya fertilisasi. Cloud. R. Sehingga bisa juga mengetahui lubang mikrofil berada di sebelah mana. agar kita mengetahui proses masuknya sel sperma ke dalam sel telur.. DAFTAR PUSTAKA Holcomb. Dan yang lebih utamanya lagi yaitu supaya proses terjadinya fertilisasi lebih jelas diamati.

Horvarth. Aquaculture. Disertasi. and T. B. Issue 3. Institut Pertanian Bogor. 53 (2004) . T. A. Penampilan Reproduksi Induk Ikan Baung (Hemibagrus nemurus Blkr) dengan Pemberian Pakan Buatan yang Ditambahkan Asam Lemak n-6 dan n-3 dan dengan Implantasi Estradiol-17? dan Tiroksin. 195:331-352. 2006. Journal of Oleo Science: Vol. Lipid profile and fatty acid composition in eggs of Indian featherback fish Pholui (Notopterus notopterus Pallas) in comparison with body-tissue lipid. Bio-markers for egg quality determination in cyprinid fish. Urbanyi. 2001. and Ghosh. Pages 349-354 Lahnsteiner. Weismann. S. No. 2004.. .quality? Comparative Biochemistry and Physiology Part A: Molecular & Integrative PhysiologyVolume 138.. S. A. Nandi. F. Mukhopadhyay. 7 323-328 Utiah.. July 2004.

2. 1. 1991). Mahasisawa dapat mengetahui cara penyuntikan ikan. Berdasarkan uraian di atas pemijahan pada ikan lele dapat dibantu dengan pemijahan buatan. membedakan antara bentuk telur yang . Sehingga pemijahan ikan ini terkendala akan musim. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan (Suyanto. Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan induk dan larva yang dihasilkan melalui pembenihan yang baik dan berkualitas. untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuai dengan waktu akan sulit terpenuhi. mengetahui teknik inkubasi telur. dengan cara pemberian hormon. Pembenihan ini merupakan awal untuk memulai budidaya. Mahasiswa dapat mengetahui perbedaan antara ikan jantan dan betina melalui pengamatan pada seks primer dan sekunder ikan. Pembenihan buatan sudah dapat dilakukan pada berbagai jenis ikan. Pemberian hormon ini akan membantu fertilisasi ikan tanpa perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuai keinginan.1 Latar Belakang Pembenihan adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan. terutama bagi ikan – ikan yang penjualannya tinggi di pasaran diantaranya seperti ikan lele. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan. Oleh karena itu praktikum teknologi pembenihan ikan ini sangat diperlukan untuk dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam mengetahui teknik pembenihan pada ikan. Mahasiswa dapat mengenali induk ikan yang siap memijah. 3. 4. waduk. sawah yang tergenang air. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.2 Tujuan Praktikum Tujuan dalam praktikum ini adalah: 1.PENDAHULUAN 1. rawa. Mahasiswa diharapkan mampu menyediakan hormon GnRH dari ekstrak kelenjar pituitary. mengetahui teknik stripping. mengetahui teknik pencampuran telur dan sperma. Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin.

langsing atau ramping dibandingkan betina pada umur yang sama. Sedangkan ciri ikan betina yakni sirip dada relatif pendek. lunak. morfologi ikan komet yakni bentuk tubuhnya memanjang dan memipih. dan mengetahui perkembangan telur sejak fertilisasi hingga penetasan telur. lapisan sirip dada kasar. berada dipertengahan tubuh dengan posisi melentang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor. kepala relatif kecil. Bagian ujung mulut ini memiliki dua pasang sungut. 2. Sisik ikan mas komet berukuran relatif kecil dan bergerigi dimana seluruh bagian siripnya berbentuk rumbai-rumbai atau panjang. identifikasi dan taksonomi ikan komet sebagai berikut: Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Actinopterygii Ordo : Chpriniformes Famili : Chyprinidae Genus : Carassius Gambar 1.3 Manfaat Praktikum Manfaat dari praktikum ini yakni dapat menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa mengenai teknik pembenihan ikan sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara langsung dalam praktek ke depan.terbuahi dan tidak terbuahi. Ciri dari ikan jantan adalah sirip dada relatif panjang dengan jari – jari luar tebal. Gurat sisi pada ikan komet tergolong lengkap. 1. bentuknya agak meruncing dan tubuh lebih tebal atau gemuk dibandingkan jantan pada umur yang sama (Anonim. lapisan dalam sirip dada licin.1 Identifikasi dan Taksonomi Ikan 2. tegak dengan mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. morfologi ikan komet Spesies : Carassius auratus Berdasarkan gambar 1.1. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Identifikasi dan taksonomi ikan komet Menurut Goernaso (2005). lemah dengan jari-jari luar tipis. . kepala tidak melebar dan tubuh lebih tipis. 2011).

Pada ikan jantan. morfologi ikan nila yaitu tubuh ikan ini berwarna kehitaman atau keabuan. Bagian bawah perut berwarna putih dengan letak mulut di ujung tengah . baru dapat diketahui perbedaan antara jantan dan betina.1. identifikasi dan taksonomi ikan bawal sebagai berikut: Filum : Chordata Subfilum : Craniata Kelas : Pisces Subkelas : Neoptergii Ordo :Cypriniformes Subordo : Cyprinoidae Gambar 3. Dengan bentuk tubuh tegak dan membulat. dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin tidak jelas pada ikan dewasa. Tubuh bagian ventral dan sekitar sirip dada ikan bawal muda berwarna .3 Identifikasi dan taksonomi ikan bawal Menurut Guzfir (2009). morfologi ikan bawal memiliki warna tubuh abuabu tua. morfologi ikan nila Berdasarkan gambar 2. Tubuh ikan jantan juga berwarna lebih gelap.1. 2. Perbedaan antara ikan jantan dan betina dapat dilihat pada lubang genitalnya dan juga ciri-ciri kelamin sekundernya. disamping lubang anus terdapat lubang genital yang berupa tonjolan kecil meruncing sebagai saluran pengeluaran kencing dan sperma.1 Identifikasi dan taksonomi ikan nila Kingdom :Animalia Phylum :Chordata Class :Osteichtyes Ordo erciformes Famili :Cichlidae Genus :Oreochromis Spesies : Oreochromis niloticus Gambar 2. dengan tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh (Anonim. Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Setelah berat badannya mencapai 50 gram. 2011). Morfologi ikan bawal Famili : Characidae Genus : Colossoma Spesies : Colossoma macropomum Berdasarkan gambar 3. sisik berbentuk cycloid berwarna perak dan pada kedua sisi tubuhnya terdapat bercak hitam.2.

1991). perut ramping dan pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan selain itu ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan (Suyanto. morfologi ikan lele berbentuk silinder. identifikasi dan taksonomi ikan komet sebagai berikut: Kingdom : Animalia Phyllum : Chordata Sub-phyllum : Vertebrata Kelas : Pisces Ordo : Ostariophysi Familia : Clariidae Genus : Clarias Gambar 4. Sedangkan induk jantan dicirikan dengan genitalnya meruncing ke arah ekor.4 Identifikasi dan taksonomi ikan lele Menurut Suyanto (2007). Pada umumnya. Morfologi ikan lele Species : Clarias batrachus Berdasarkan gambar 4. operculum halus dan warna kulit lebih gelap. Mulut berada di ujung moncong.1. 2. gerakan lambat. jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. Perut dan bibir urogenitalnya berwarna merah atau kemerah-merahan. Sedangkan postur ikan jantan relatife lebih langsing. dengan dihiasi 4 pasang sungut. Warna tubuh hitam gelap. Ikan bawal memiliki bibir bawah yang menonjol dan memiliki gigigigi besar dan tajam. Mata kecil dengan tepi orbital yang bebas. Sirip ekor membulat. Sirip dada dilengkapi sepasang duri tajam / patil yang memiliki panjang maksimum mencapai 400 mm. induk ikan betina memiliki postur tubuh melebar dan pendek. dengan kepala pipih ke bawah. panjang dan operculumnya agak kasar (Abbas. 2. Perut lembek dan lubang kelamin agak membuka. Ciri-ciri induk betina ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval). 2001). bagian perut relatif lebih besar. Sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal.2 Teknik Pembenihan Ikan . tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Induk ikan jantan dan betina dapat diseleksi berdasarkan perbedaan kelamin sekunder.merah. sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih ke samping.

induk yang dipilih yakni induk yang sehat. 2.2. Dan induk betina yang telah matang gonad tanda – tandanya perut telah membesar. Setelah telur dan sperma tercampur merata. Kelenjar sperma dipotong-potong dengan menggunakan gunting kemudian ditekan secara halus untuk mengeluarkan sel sperma dari kelenjar sperma tersebut. lalu ditambah air sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit agar semua telur terbuahi oleh sperma.2.2. 2. lalu diencerkan di dalam larutan sodium clorida 0.3 Perkembangan dan penanganan telur ikan lele Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage). akan mengeluarkan sperma. 2008). 2011). gerakannya lincah. yaitu : secara alami dan secara buatan (Anonim. tidak terkena parasit atau penyakit dan yang sudah matang gonad. Telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. Pada ikan lele yang akan dilakukan pemijahan secara buatan maka pengambilan sperma dilakukan dengan pembedahan perut induk jantan. Kelemahan pemijahan secara alami adalah pemijahan induk belum dapat diperkirakan waktunya sehingga ketersediaan telur juga belum dapat diperkirakan.2. Pembenihan ikan lele terbagi dalam 2 cara. . tidak cacat.1 Pembenihan ikan lele Pembenihan ikan lele dimulai dengan mempersiapkan induk. lubang kelamin membesar dan berwarana kemerah – merahkan. Telur induk betina tersebut ditampung dalam baki dan pada waktu yang bersamaan sperma yang telah disiapkan sebelumnya dicampur dengan telur. Jika perut distriping akan keluar telur.2 Fertilisasi alami dan buatan ikan lele Pemijahan ikan lele secara alami dapat dilakukan dengan memijahkan induk jantan dan betina tanpa perlakuan khusus. Selanjutnya sperma diambil dan dibersihkan dari darah dengan menggunakan tissue. Induk ikan lele memijah berdasarkan kondisi alam dan ikan itu sendiri. Pengurutan induk betina dilakukan dengan hatihati agar induk tersebut tidak terluka. Apabila sebanyak 90 % dari telur tersebut bergaris tengah 1 mm dikatakan lele betina telah matang kelamin.9 % dalam mangkuk plastik yang bersih. Air rendaman yang berwarna putih selanjutnya di buang (Gusrina. Induk jantan yang matang gonad tanda – tandanya apabila perut lele diurut ke arah anus. jika diraba terasa lunak.

stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis. kantong alfaktori. rongga kuffer. Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia terakhir dari proses perkembangan embrio. notochordal. a. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. usus. Dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoels dan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. dimana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadia blastula mengalami perkembangan lebih lanjut. meso-dermal. epidermal. stadia blastula (blastulasi). Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Dalam proses organogenesis terbentuk berturut-turut bakal organ yaitu syaraf notochorda. b. 2002 ). tulang subnotochord linea lateralis. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Pada akhir blastulasi. d. sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural. c. Stadia blastula Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. jantung. Sistem organ-organ tubuh ( Zairin.M. Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. . Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio. mata.. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula dan blastomer.stadia morula (morulasi).J. somit. Stadia ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. e. rongga ginjal. insang infundibullum dan lipatan-lipatan sirip. aorta.

Di dalam proses penetasan telur diperlukan suplai oksigen yang cukup. dan 4). air dialirkan terus menerus. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu berupa data yang diambil dari sumbernya secara langsung. METODE PELAKSANAAN 3. Dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih pucat. 2004 untuk penanganannya telur ikan lele biasanya telurnya dilekatkan pada substrat. Selama penetasan telur. komet. C. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air. Jika suhu semakin panas.S and Hargreaves. setiap bak penetasan di pasang aerasi. J. jika suhu rendah. diamati dan dicatat untuk pertama kalinya . menetasnya semakin lama. Telur akan menetas tergantung dari suhu air wadah penetasan dan suhu udara. dan perkembangan telur ikan lele. Studi literatur. dan bawal . Telur yang telah menempel pada kakaban dapat ditetaskan dalam wadah budidaya disesuaikan dengan sistem budidaya yang akan diaplikasikan. Telur yang telah dibuahi berwarna kuning cerah kecoklatan.A. Wawancara.Menurut Tucker. sistematis dan factual mengenai data atau kegiatan yang tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data semata. Observasi lapangan. pemijahan buatan terhadap ikan lele .3 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1). 2). telur akan menetas semakin cepat. Untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air. 3. 3). 3. Partisipasi langsung.2 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah Metode Deskriftif yaitu metode yang memberi gambaran secara lengkap. kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik sehingga telur menghadap ke dasar bak. 3. Begitu juga sebaliknya. tetapi juga melipuknik ti analisa dan pembahasan data yang diperoleh sehingga dapat memberikan informasi lengkap tentang Teknik Pembenihan Ikan yang meliputi : seksualitas primer dan sekunder pada ikan nila.1 Waktu dan Tempat Kegiatan praktikum ini dilakukan pada tanggal 28 hingga 30 Mei 2011 di Lingsar-Lombok Barat dan dilanjutkan dengan pengamatan telur pada tanggal 30 Mei 2011 di lab Budidaya Perairan Universitas Mataram.

jumlah saluran pengeluaran. Kepala ikan yang telah dipotong diletakan dengan posisi mulut menghadap ke atas. dan warna alat kelaminnya. Setelah benar-benar hancur.khususnya bidang pembenihan ikan. Pengamatan isi gonad dengan menggunakan mikroskop. Lemak. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap warna. Biasanya kelenjar hipofisa tertinngal pada sella tursica berbentuk bulat kecil berwarna putih. Dipotong kepala ikan donor sampai putus pada tepi operculum.2 ml. Dibuka tengkorak ikan agar otaknya dapat terlihat dengan jelas. bentuk tubuh. Setelah itu dilakukan pembedahan pada pada ikan tersebut kemudian diamati bentuk gonad. Diamati perbedaan bentuk alat kelamin. darah.2 ml sehingga menjadi 1-1.4. Diambil kelenjar hipofisa tersebut dengan hati – hati dengan menggunakan pinset.4.1 Seksualitas Primer dan Sekunder Ikan Ikan komet. . 3. ditambahkan NaCl 0. lalu sayat mulai dari dekat lubang hidung ke bawah. Dicatat hasilnya dalam tabel pengamatan.dan data sekunder yaitu informasi yang telah dikumpulkan dari pihak lain seperti dosen. lalu di sentrifuse hingga jaringan-jaringan kasar mengendap. Sebagai hasilnya diperoleh suspense yang agak jernih. dan bagian dalam gonad. dipindahkan suspensi ke tabung sentrifuse.4 Prosedur Pengamatan 3. Kemudian dilanjutkan dengan mengamati alat kelamin luarnya. kemudian dihancurkan dalam penggerus jaring dengan cara memutarkan batang alurnya sambil diletakkan dam sambil di beri aquades sekitar 0. Dicatat hasilnya dalam tabel pengamatan dan disimpulkan apakah ikan tersebut jantan atau betina dari semua data yang ada. 3.9 % sebanyak 0. lalu diangkat otak tersebut. bentuk sirip dan morfologi lainnya dari ketiga ikan tersebut. dan jaringan-jaringan yang biasanya menutupi otak dibersihkan dengan tissue.5 ml atau tergantung kebutuhan (tidak boleh lebih dari 5 ml). Dengan menggunakan spuit berjarum besar.1 Pembuatan ekstrak kelenjar pituitary Dimulai dengan mempersiapkan ikan donor dan ditentukan dosis atau berat ikan donor yang akan digunakan (berdasarkan berat induk yang akan disuntik). nila dan bawal masing-masing satu pasang dimasukkan ke dalam akuarium. asisten dosen dan masyarakat yang terkait pada bidang perikanan.

3. stopwatch. Setelah itu dilakukan pengamatan pada telur dengan menggunakan mikroskop. lup. 3. mikroskop. Larutan hormon buatan ovaprim disuntikan pada bagian punggung sebelah kanan.1 ml atau 70 %.Suspense tersebut di ambil dengan menggunakan jarum spuit untuk dipindahkan ke dalam tabung reaksi yang beresih. timbangan duduk. 3. larutan pencuci telur.2 Fertilisasi Buatan Induk ikan yang siap disuntik diamati bentuk dan warna alat kelaminya. Kemudian ekstrak kelenjar hipofisa siap disuntikan. bulu ayam.4. gelas objek.5. selang kateter.05 ml. lap halus. aquadest.9% dan telur ikan yang terbuahi. termometer dan kakaban ijuk. . Enam jam kemudian dilakukan penyuntikan kedua dengan dosis 0. aerator. ikan bawal satu pasang. Bagian genitalnya ditekan dengan halus sampai ada cairan yang keluar.5 Alat dan Bahan Praktikum 3. Pastikan ampas kelenjar hipofisa tidak ikut terambil. Penyuntikan I dilakukan dengan dosis 0. NaCl 0. Selanjutnya delapan jam kemudian induk betina distriping dan induk jantan diambil gonadnya dengan jalan pembedahan. alat bedah. ikan donor (nila) 3 kg. Kemudian digambar setiap fase perkembangan embrio (sebaiknya menggunakan kamera) dan dicatat waktu pengamatan. talenan.2 Bahan Bahan – bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum adalah : induk ikan lele satu pasang. petri dish. Sperma dan telur dicampur secara merata dan ditebar pada kakaban dalam akuarium. ikan komet satu pasang. pipet tetes. Bagian yamg disuntik adalah bagian punggung sebelah kiri. 3.4. Dilakukan pengamatan setiap 30 menit mulai pada jam ke-2 sampai pada jam ke-7. tabung reaksi. ikan nila satu pasang.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum ini adalah : akuarium.5. Dilakukan pengamatan setiap 60 menit mulai jam ke-7 hingga penetasan. dengan kemiringan 450 mengarah ke kepala. penggerus. kotak pendingin. mangkok porselain atau kaca.3 Perkembangan Telur Dimulai dengan mengambil telur yang telah terbuahi dalam akuarium. tissue. Dilakukan pengamatan setiap 10 menit pada 2 jam pertama setelah fertilisasi.

Sedangkan seksuallitas sekunder ini menyangkut tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan jantan dan betina..Perut Lembek Keras/kaku Seksualitas Primer Warna alat kelamin Merah kecoklat-an Merah kecoklat-an Putih..7 cm L: 6.5 cm Bentuk sirip . menonjol lonjong Saluran kelamin 1 2 2 2 Kesimpulan Jantan .1 Seksualitas Primer dan Sekunder Ikan Tabel 1.3 cm P: 15.Betina Betina Betina Jantan Betina Berdasarkan table 1. warna mulut bawah kuning keputihan Abu gelap. bagian bawah tubuh putih abu Abu gelap Abu cerah.. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. nila dan bawal berdasarkan beberapa parameter pengamatan. Seksualitas primer pada ikan ditandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina dan testis beserta pembuluhnya untuk ikan jantan. Sedangkan dari segi ciri – ciri seksualitas sekundernya tidak dapat disimpulkan secara ..7 cm L: 6. mulut bawah kuning kemerahan Cerah. Bentuk badan/proporsi badan ramping Badan kembung P: 15.5 cm L: 5. seksual primer dan seksual sekunder pada ikan menunjukan jenis kelamin dari ikan tersebut.4. Pengetahuan ini sangat penting dalam budidaya khususnya pada saat akan melakukan pembenihan ikan.6 cm L: 5..5 cm L: 6. Hasil pengamatan seksualitas primer dan sekunder pada ikan komet. Jenis kelamin dari ikan – ikan tersebut dapat diketahui setelah melakukan pembedahan pada ikan dan melihat gonadnya atau dengan kata lain mengacu pada seksualitas primernya.0 cm P: 16. Parameter Ikan Komet Ikan Nila Ikan Bawal ABABABC Seksualitas Sekunder Warna/pola warna Warna sirip putih Warna sirip merah Abu cerah.0 cm P: 16.bulat kecil Merah.3 cm P: 14.

Parameter Ikan Lele Berat induk jantan/betina 300 gram Kesiapan induk untuk disuntik Ada telur yang keluar Gambar telur yang diambil Jenis dan volume serta waktu penggunaan hormon Hormon ovaprim . Le tak kelenjar hipofisa ini terdapat pada bagian otak sebelah depan. Tujuan pemberian NaCl agar terlepasnya ampas dari larutan karena ampas ini akan dapat menyumbat saat akan dilakukan penyuntikan dan agar larutan tersebut lebih encer sehingga mudah untuk disuntikan ke ikan indukan. Hasil pengamatan fertilisasi buatan ikan lele dengan parameter tertentu.15 ml. Seksualitas sekunder ikan dapat dipengaruhi faktor luar seperti lingkungan sehingga tidak bersifat pasti.3 Fertilisasi buatan Tabel 3. 4. sehingga ekstrak kelenjar hipofisa sering digunakan gonad. Untuk itu jenis kelamin ikan dapat diketahui secara langsung dengan memperhatikan genital dan gonad dari ikan tersebut (seksualitas primer). Hasil pengamatan pembuatan ekstrak kelenjar pituitary berdasarkan jumlah berat ikan induk dan donor. Hormon tersebut diantaranya adalah Gonadotropin yaitu GTH I dan GTH II. Pada kelompok empat hasil ekstrak kelenjar pituitarynya tidak digunakan karena terlalu sedikit sehingga digantikan dengan hormon ovaprim sebanyak 0.Setelah mendapatkan kelenjar tersebut kemudian digerus dengan alat gerus dalam tabung reaksi dan ditambahkan NaCl sebanyak 0.2 ml. Untuk kebutuhan ikan yang memiliki bobot 1 kg diperlukan 3 kg ikan donor. 4. Uraian Jumlah Berat induk 1 kg Berat total ikan donor 3 kg Volume total ekstrak kelenjar 0.2 Pembuatan ekstrak kelenjar pituitary Tabel 2. dengan kata lain perbandingannya 1:3. untuk pembuatan ekstrak kelenjar Kelenjar hipofisa (pituitary) banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad.5 ml Berdasarkan table 2.langsung jenis kelamin dari ikan tersebut.

maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu.05 ml yakni 30% namun pada punggung sebelah kiri agar menghindari ikan tersebut merasa sakit jika disuntik ditempat yang sama. Hal ini dilakukan karena induk yang berhasil untuk dipijahkan yakni induk yang telah telah melewati fase pembentukan kuning telur (fase vitellogenesis) dan masuk ke fase dorman dimana dilihat dari adanya telur yang keluar jika diurut perutnya (ovulasi).15 ml ( 0. Lcu8.5 ) Penyuntikan I sebanyak 0.30 Penyuntikan II sebanyak 0. Proses melakukan pembuahan buatan ini diperlukan sikap kehati-hatian agar induk tidak terluka atau proses penempelan sperma pada sel telur merata.3 x 0. Bila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti. Penyuntikannya dilakukan dengan bertahap dan dengan beberapa kali dosis.1 ml jam 12. Pada praktikum kali ini sebelum dilakukannya fertilisasi buatan diawali dengan pengecekan kesiapan induk untuk penyuntikan dengan cara melakukan striping terlebih dahulu. Ovaprim adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan disini bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug GnRH-a(D-Arg6-Trp7. Enam jam kemudian disuntik kembali dengan dosis 0. Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. . Delapan jam kemudian induk betina distriping dan telurnya dikumpulkan dalam ember.05 ml jam 18. sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat (Gusrina. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan waktu tertentu. Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh dopamine. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi. Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine.sebanyak 0. Setelah mengetahui induk betina itu siap maka indukkan tersebut disuntik dengan hormon ovaprim sebanyak 0. 2008).30 Waktu fertilisasi Jam 03. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma pada suatu tempat tertentu dan dengan alat tertentu. Untuk penyuntikan pertama dengan dosis 70 % sebanyak 0.20 Fertilisasi buatan atau pembuahan secara buatan dilakukan dengan bantuan manusia.15 ml.1 ml pada punggung sebelah kanan. Meratanya sperma menempel pada telur akan menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur.

4 Perkembangan Telur Tabel 4.00 Fase embriogenesis Jam 02.10 Fase persiapan pembelahan Jam 08.10 Fase gastrula Jam 13.10 Fase gastrula Jam 11.00 Fase gastrula Jam 19.15 Fase blastula Jam 14.40 Fase persiapan pembelahan Jam 08. Waktu Pengamatan Stadia Perkembangan Keterangan atau Gambar Jam 04.00 Fase embriogenesis Jam 03.10 Fase persiapan pembelahan Jam 06. Setelah dicampur merata kemudian ditebarkan dalam akuarium yang berisi kakaban dan diberi aerasi.10 Fase persiapan pembelahan Jam 07.Ikan lele jantan dibedah dan gonadnya diambil kemudian spermanya dicampurkan dengan sel telur.00 Fase gastrula Jam 16.40 Fase persiapan pembelahan Jam 06.40 Fase persiapan pembelahan Jam 09.00 Fase embriogenesis Jam 00. 4.00 Fase embriogenesis Jam 01.10 Fase persiapan pembelahan Jam 04. Hasil pengamatan perkembangan telur ikan lele pada setiap waktu pengamatan dan stadia perkembangan.00 menetas .00 Fase gastrula Jam 18.40 Fase persiapan pembelahan Jam 07. Pengamatan telur kemudian dilakuakan setelah satu jam dari fertilisasi tersebut.00 Fase gastrula Jam 17.30 Fase persiapan pembelahan Jam 05.10 Fase persiapan pembelahan Jam 05.10 Fase gastrula Jam 10.00 Fase gastrula Jam 20.00 Fase gastrula Jam 15.00 Fase gastrula Jam 21.

stadia morula (morulasi). stadia morula (morulasi). 5. stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis atau embryogenesis. Pada hasil pengamatan di atas fase persiapan pembelahan berlangsung selama 5 jam kemudian diikuti oleh fase gastrula selama 11 jam namun pada jam ke 4 didapatkan fase blastula hal ini dikarenakan fertilisasi tidak berlangsung secara merata sehingga adanya perbedaan fase pada seluruh telur tersebut. Namun hasil data ini masih belum solid dikarenakan alat untuk mengamati yang masih belum dapat mendukung secara optimal pengamatan ini dan sulitnya memastikan perubahan keadaan telur tiap fase yang berbeda. 3.Setelah induk ikan melakukan pemijahan maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan mengalami proses pembuahan (fertilisasi) yang akan membentuk zygot. stadia blastula (blastulasi). 4.9%. Dalam pembuatan ekstraksi kelenjar pituitary menggunakan 1 kg ikan resipien dengan 3 kg ikan donor yang digerus dan ditambahkan NaCl 0. stadia blastula (blastulasi). Setelah fase gastrula diikuti dengan fase embriogenesis dan setelah 23 jam telur tersebut menetas. Ciri-ciri seksualitas primer dan sekunder dapat digunakan untuk mentukan perbedaan antara ikan jantan dan betina. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk membentuk zygot. Setelah membentuk zygot maka setiap individu akan mengalami proses embriogenesis sebelum menetas nantinya. Setelah terbentuknya zigot akan berlangsung proses perkembangan telur yang dimulai dari fase (cleavage). Fertilisasi buatan dengan penyuntikan hormon ovaprim dilakukan secara bertahap dengan dosis yang berbeda. 2. stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis atau embriogenesis. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengamatan dan pembahasan yang terbatas pada lingkup praktikum ini adalah: 1. Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage). DAFTAR PUSTAKA .

2008. and Hargreaves. Jakarta. Budidaya Ikan Lele. tidak bersisik). http://ikan mania. ________. 2009.org. Species : Clarias batrachus. Jakarta. Penebar Swadaya. Ikan Nila. Fisiologi Hewan.wordpress. Phyllum : Chordata. Guzfir. Pusat Perbukuan DepartemenPendidikan Nasional.org/ikan nila. Budidaya Ikan untuk SMK.php?h=goldfish1. Ikan Komet (goldfish). B. Sub-ordo : Siluroidea (berkulit licin. Amsterdam. 1991. Pembenihan Ikan Lele Dumbo. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan dan Betina. Anonim. Diakses tanggal 5 Juni 2011 Suyanto. Jakarta. 2009. C. Sub-kingdom :Metazoa. 2002. Genus : Clarias. Ordo : Ostariophysi ( ikan yang dirongga perutnya sebelah atas ada tulang sebagai alat keseimbangan / sebagai tulang weber ). M. diakses tanggal 5 juni 2011..com.V. Sub-phyllum : Vertebrata. http: Wikipedia.wordpress. http://guzfir. 2011. 2011. Gusrina. 2004. Kingdom : Animalia. Biology and Culture of Channel Catfish. 2005. Sub-klas : Teleostei ( ikan bertulang keras ).Anonim. Goernaso.com/2011/06/23/pembenihan-ikan/ Klasifikasi dan morfologi ikan lele yaitu. Kelas : Pisces (ikan yang punya insang untuk bernapas). http://www. Universitas Terbuka. Familia : Clariidae ( kepala gepeng dan mempunyai alat pernapasan tambahan). Klasifikasi Ikan Bawal. Penebar Swadaya. S.. Diakses tanggal 5 Juni 2011.net/show.blogspot. Diakses tanggal 5 Juni 2011. Zairin.com/ teknik–pemijahan–lele dumbo-sistem-inducedbreeding-kawin-suntik/. http://auliazikri.aqufish. Elsevier. Tucker. . J. Jakarta.

dengan dihiasi 4 pasang sungut. sawah yang tergenang air. Sirip dada dilengkapi sepasang duri tajam / patil yang memiliki panjang maksimum mencapai 400 mm. Mulut berada diujung moncong (terminal). Patil ini beracun terutama pada ikan ikan remaja. waduk. Ikan lele memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut Aborescen organ yang merupakan membran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah. misalkan di got-got dan selokan pembuangan. untuk itu ia akan menyembul kepermukaan air. bulat dan pipih kesamping). Alat ini terletak didalam ruangan sebelah atas insang. Ikan ini memiliki kulit berlendir dan tidak bersisik (mempunyai pigmen hitam yang berubah menjadi pucat bila terkena cahaya matahari. Dalam sejarah hidupnya lele lele harus mengambil oksigen dari udara langsung. dua buah lubang penciuman yang terletak dibelakang bibir atas. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar.Tengah badannya mempunyai potongan membulat. dengan kepala pipih kebawah (depressed). Disinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. . jadi pada lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang ( pipih kebawah. Kepala bagian atas dan bawah tertutup oleh pelat tulang. telaga. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbitalyang bebas. Sirip ekor membulat. Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas. tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan. sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed). sirip punggung dan dubur memanjang sampai ke pangkal ekor namun tidak menyatu dengan sirip ekor. rawa. Sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. panjang maksimum mencapai 400 mm. lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Oleh karena itu jika pada kolam banyak terdapat eceng gondok ikan ini tidak berdaya. Pelat ini membentuk ruangan rongga diatas insang. sedangkan padaikan yang tua sudah agak berkurang racunya. kecuali ikan lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda.

ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. yaitu ovarium dan pembuluhnya pada ikan betina. SEKSUALITAS IKAN Pada prinsipnya. Sedangkan ikan hermafrodit protogini yaitu ikan yang dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase betina ke fase jantan. Beberapa jenis ikan juga memiliki dua alat kelamin pada tubuhnya yang sering disebut dengan ikan hermafrodit. seksualitas hewan terdiri dari dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina. ikan lele memijah pada musim penghujan. Sedangkan seksual dimorphisme adalah suatu cara untuk membedakan suatu ikan jantan atau betina berdasarkan morphometrik yang dimiliki seperti ukuran tubuh atau bentuk sirip punggung. bila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan betina saja maka disebut monoseksual. pada umumnya ikan jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan lebih menarik dari pada ikan betina. Gonad tersebut akan . Hermafrodit protandri yaitu ikan yang dalam tubuhnya mempunyai gonad yang mengadakan proses diferensiasi dari fase jantan ke fase betina. yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Ikan hermafrodit dibagi menjadi tiga bagian yaitu hermafrodit sinkroni.Ikan lele bersifat nokturnal. Pada siang hari. Adalagi yang memasukanya kedalam omnivora. misalnya pada ikan famili Serranidae. Sifat seksual primer pada ikan tandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. yang dikatakan ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ penghasil sperma. dan hermafrodit protogini. Di alam. Begitu pula seksualitas pada ikan. Seksual dichromatisme adalah suatu cara untuk membedakan suatu individu ikan merupakan ikan jantan atau betina berdasarkan warna yang dimiliki tubuh dan organ pelengkap lainnya. yaitu kondisi seksual berganda dimana pada ikan bertahap juvenile gonadnya tidak mempunyai jaringan yang jelas status jantan dan betinanya. misalnya pada ikan belut sawah (Monopterus albus). Suatu populasi terdiri dari ikan-ikan yang berbeda seksualitasnya. Selain hermafroditisme.sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai organ penghasil telur. maka populasi tersebut disebut populasi heteroseksual. hermafrodit protandri. Ada sedikit perbedaan dikalangan ilmuwan dalam menggolongkan ikan lele ini. misalnya pada ikan Kakap (Lates calcarifer). pada ikan juga terdapat Gonokhorisme. Ada yang memasukan ikan lele ini kedalam ikan pemakan daging (karnivora). Sifat seksual sekunder ialah tanda-tanda luar yang dapat dipakai untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. dan testis dengan pembuluhnya pada ikan jantan. Hermafrodit sinkroni yaitu apabila di dalam gonad individu terdapat sel sex betina dan sel sex jantan yang dapat masak bersama-sama.

memanjang ke arah belakang. Ciri-ciri induk lele betina .Warna kulit dada agak terang.Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani). mencapai kematangan gonad pada usia lebih muda dari pada spesies ikan maksimum besar.Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina. Faktor yang mempengaruhi komponen reproduksi atau kematangan gonad diantaranya umur dan fisiologi induk ikan itu sendiri. sedangkan pengamatan secara histologi hanya dapat dilakukan di laboratorium dan sangat memerlukan peralatan yang canggih serta teliti dan memerlukan dana yang cukup besar. . tulang kepala pendek dan agak gepeng(depress). Pada proses reproduksi sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. . dan warna kemerahan.Perutnya lebih gembung dan lunak.Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur). lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus. Misalnya pada ikan Anguila anguila dan Salmo gairdneri irideus adalah gonokhoris yang tidak berdeferensiasi. 1.Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina. Perkembangan gonad ikan secara garis besar dibagi atas dua tahap perkembangan utama yaitu pertumbuhan gonad sehingga ikan mencapai tingkat dewasa kelamin (sexually mature) dan tahap pematangan produk seksual/gamet. tulang kepala pendek dan agak cembung. . berwarna kemerahan. sedangkan gonad yang terdapat dalam ikan betina dinamakan ovari berfungi menghasilkan telur (ovum). .Gerakannya lambat. 2. gonad semakin bertambah berat diimbangi dengan bertambah ukurannya.Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.Gerakannya lincah. . Secara umum spesies ikan dari ukuran .Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun).Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol. . Pengamatan tentang tahap-tahap kematangan gonad ikan dapat dilakukan secara morfologi dan secara histologi. . Pengamatan secara morphologi dapat dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Ciri-ciri induk lele jantan: . . .berkembang sebagian menjadi ovarium dan sebagian lagi menjadi testes tapi tidak terjadi masa diferensiasi atau intersex yang spontan. . .maksimum terkecil dan mempunyai siklus hidup yang pendek. Bila . TINGKAT KEMATANGAN GONAD Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi menghasilkan sel kelamin (gamet). Gonad yang terdapat ditubuh ikan jantan disebut testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. terletak di belakang anus.

Tingkat kematangan gonad ialah tahapan perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan memijah. Dari pengetahuan TKG akan didapatkan informasi. perkembangan gonad ikan dapat dibagi menjadi dua tahap. Kematangan gonad ikan pada umumnya adalah tahapan pada saat perkembangan gonad sebelum dan sesudah memijah. Secara umum dapat dikatakan bahwa ikan-ikan yang mempunyai ukuran maksimum kecil dan jangka waktu hidup yang pendek akan mencapai kedewasaan pada umur yang lebih muda daripada ikan yang mempunyai ukuran maksimum lebih besar. Terdapat perbedaan antara masing-masing spesies pada umur dan ukuran yang sama. apalagi spesies tersebut tersebar tersebar pada pada lintang yang perbedaanya lebih dari 5 derajat. (1979) bahwa kematangan gonad pada ikan dicirikan dengan perkembangan diameter rata-rata telur dan pola distribusi ukuran telurnya. Secara garis besar. kapan satu jenis memijah. Semakin meningkat kematangan gonadnya. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai. Dalam Biologi Perairan pencatatan perubahan atau tahap kematangan gonad diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang melakukan melakukan reproduksi atau tidak. perbandingan panjang testes dan rongga tubuh. sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Tiap-tiap spesies ikan pada waktu pertama gonadnya menjadi masak tidak sama ukurannya. ukuran (panjang dan diameter ) testes. telur dan sperma ikan semakin berkembang. Demikian pula ikan yang sama spesiesnya. sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. baru memijah atau sudah memijah. Selama proses reproduksi. warnanya serta pembuluh darah pada permukaan testes. Tahap pertama berlangsung mulai ikan menetas hingga mencapai dewasa kelamin. Pendapat ini diperkuat oleh Kuo et al. telur yang ada dalam gonad akan semakin besar. yaitu tahap pertumbuhan gonad ikan sampai ikan menjadi dewasa kelamin dan selanjutnya adalah pematangan gamet. Lebih lanjut dikemukakan bahwa semakin bertambahnya tingkat kematangan gonad.pengamatan dilakukan pada testes maka yang diamati adalah bentuk testes dan kedua sisinya. Lebih lanjut dikatakan bahwa kematangan gonad pada ikan tertentu dipengaruhi oleh dua . Saat pertama ikan mempunyai kemampuan bereproduksi (kematangan seksual ) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Demikian juga halnya bila pengamatan dilakukan pada ovari tetapi yang perlu diamati lagi adalah diameter beberapa butir telur. dan terus berkembang selama fungsi reproduksi masih tetap berjalan normal. dan tahap kedua dimulai setelah ikan mencapai dewasa. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai. Pertambahan bobot gonad ikan betina pada saat stadium matang gonad dapat mencapai 10 – 25 persen dari bobot tubuh dan pada ikan jantan 5 – 10 persen. Selama proses reproduksi.

Gonad belum kosong sama sekali. Faktor luar antara lain dipengaruhi oleh suhu dan adanya lawan jenis. g. Terjadinya perbedaan awal mula suatu individu ikan mengalami matang gonad disebabkan oleh umur. Kesteven membagi tingkat kematangan gonad dalam beberapa tahap yaitu: a. bentuknya bulat telur. Ukuran. Testis dan ovarium jernih. Kebanyakan telur berwarna jerinih dengan beberapa yang berbentuk bulat telur tinggal dalam ovarium. Pengukuran indeks kematangan gonad dihitung dengan cara membandingkan berat gonad terhadap berat tubuh ikan dengan rumus : IKG = (Bg : Bt ) x 100 % Di mana : IKG = Indeks kematangan gonad Bg = Berat gonad (g) Bt = Berat tubuh (g) Dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad dengan cara morfologi adalah bentuk. Telur bentuknya bulat. Perkembangan II. Testis berwarna putih. Ovarium mengisis kira-kira dua pertiga ruang bawah. Gonad mengisi kira-kira setengah ruang ke bagian bawah. ukuran dan faktor fisiologis ikan itu sendiri. tidak ada telur yang bulat telur. Organ seksual mengisi ruang bawah. abu-abu merah. testes dan ovarium transparan. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. umur serta sifatsifat fisiologi lainnya. beberapa dari telur ini jernih dan masak. . f. Mijah. Hal ini disebabkan karena indeks kematangan gonad suatu spesies ikan dipengaruhi oleh berat gonad dan berat tubuh ikan itu sendiri. d. b. Telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan di perut. Bunting. keluar tetesan sperma kalau ditekan perutnya. Telur dapat dibedakan dengan jelas. Panjangnya setengah atau lebih sedikit dari panjang rongga bawah. Dara. Telur satu persatu dapat terlihat dengan kaca pembesar. e. Testis dan ovarium bentuknya bulat telur. dari tidak berwarna sampai abu-abu.faktor yaitu faktor luar dan faktor dalam. tidak ada sperma kalau bagian perut ditekan. ukuran panjang dan berat. Testis berwarna putih kemerah-merahan. berwarna kemerahmerahan dengan pembuluh kapiler. Telur tidak terlihat dengan mata biasa. Selanjutnya dia menambahkan pada ikan betina nilai Indeks kematangan gonad lebih besar dibandingkan dengan ikan jantan dan ikan dengan indeks kematangan gonad 19 % ada yang sanggup mengeluarkan telur. berat gonad dan garis tengah telur bervariasi sesuai dengan kondisi tingkat kematangan gonad ikan betina. c. Indeks Kematangan Gonad antara satu spesies ikan dengan spesies lainnya akan saling berbeda. faktor dalam antara lain perbedaan spesies. Organ seksual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung. Telur dapat terlihat seperti serbuk putih. Perkembangan I. Mijah/Salin. Dara Berkembang. warna dan perkembangan isi gonad yang dapat dilihat.

lubang genitak berwarna kemerahan. d. lambung dan anus. berwarna agak kecoklatan atau hijau kekuningan maka induk dalam kondisi siap pijah. c. Testes berubah dari transparan menjadi warna ros/kemerah-merahan. f. Ciri induk ikan betina yang telah matang gonad dapat dilihat dari bentuk perut yang membesar sangat lembut. Produk seksual akan menonjol keluar dari lubang pelepasa bila perut sedikit ditekan. Masa Istirahat. terlihat bintik-bintik telur yang terdapat di dalamnya. Gonad mengempis. gonad. makan ikan tersebut telah matang kelamin. Individu masih belum berhasrat mengadakan reproduksi. Keadaan Salin. empedu. FEKUNDITAS JUMLAH TELUR Fekunditas merupakan salah satu fase yang memegang peranan penting untuk melangsungkan populasi dengan dinamikanya. Reproduksi. Ukuran gonad kecil. hati. dapat juga dengan mengurut perut ikan tersebut. Masak. Sedangkan organ – organ lainya dari ikan lele itu sendiri terdiri dari jantung. warna lebih gelap. Sedangkan. Bila telur yang keluar secara pengurutan berbentuk bulat utuh. Testis dan ovarium berwarna jernih. Dari fekunditas kita dapat menaksir . labirin. Ikan lele (Clarias batrachus) pertama kali matang kelamin pada umur satu tahun dengan ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm dan ukuran berat tubuh 100 sampai 200 gram. b. e.h. Hampir Masak. Berat gonad cepat menurun sejak permulaan berpijah sampai pemijahan selesai. Beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali. Tidak Masak. i. Pulih Salin. dan memiliki ukuran gonad lebih kecil dari pada betinanya. telur tidak dapat dibedakan oleh mata. ovarium berisi beberapa telur sisa. Gonad ikan lele jantan dapat dibedakan dari ciri-cirinya yang memiliki gerigi pada salah satu sisi gonadnya. warna kemerah-merahan pada lubang genital telah pulih. abu-abu merah. Produl seksual telah dikeluarkan. Produk seksual masak. Testis juga berisi sperma sisa. dan kedua bagian sisinya mulus tidak bergerigi. meruncing dan menyebar kearah pangkalan. mencapai berat maksimum tetapi produk tersebut belum keluar bila diberi sedikit tekanan pada perut. gonad betina ikan lele berwarna lebih kuning. Gonad kecil dan telur belum terlihat oleh mata. Testis dan ovarium kosong dan berwarna merah. Salin. Gonad berukurankecil. Pada gonad ikan jantan dapat dilihat dari papilla genitalnya yang terletak dibelakang dan mendekati sirip anus. Telur dapat dibedakan oleh mata. Masa Istirahat. berwarna merah. Produk seksual telah dikeluarkan. Sedangkan pengamatan tingkat kematang gonad menurut Nikolsky (Bagenal & Braum (1968) dalam Effendie. g. 1997) yaitu : a. Produk seksual belum berkembang.

spesies-spesies ikan yang ada itu bermacam-macam dengan sifatnya masing-masing. karena mengandung telur dari berbagai tingkat dan akan lebih sulit lagi menentukan telur yang benar-benar akan dikeluarkan pada tahun yang akan datang. Selain itu. Serta perkembangan telur ditandai dengan ukuran diameter telurnya. yang besar dan yang kecil. Apabila sampai pada tahun-tahun tertentu permukaan air sungai selalu tinggi. Bila ada telur yang jelas kelihatan ukurannya berlainan dalam daerah yang berlainan dengan perlakuan yang sama harus dihitung terpisah. Namun apabila kondisi baik. terutama untuk mempertahankan musim pemijahan dan ukuran tubuh ikan betina. Namun. tengah. telur yang kecilpun akan dikeluarkan menyusul telur yang besar. Fekunditas sangat tergantung pada suplai makanan. Setiap metoda memiliki kelebihan dan kekurangan. ikan-ikan yang hidup di sungai mempunyai hubungan dengan tinggi air. jumlah telur yang terdapat dalam ovarium ikan dinamakan fekunditas individu. maka beberapa peneliti berdasarkan kepada definisi umum lebih mengembangkan lagi definisi fekunditas sehubungan dengan aspek-aspek yang ditelitinya. Dalam ovari biasanya ada dua macam ukuran telur. Menurut Nikolsky (1967). oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memilih metoda dalam menghitung nilai fekunditas ikan harus dikenali dengan baik sifat dari setiap spesies ikan yang diteliti agar pada pelaksanaan menghitung nilai fekunditas ikan tidak terjadi kesalahan. Sehubungan dengan hal ini maka perlu menentukan fekunditas ikan apabila ovari ikan itu sedang dalam tahap kematangan yang keIV(menrut Nikolsky 1969) dan yang paling baik sesaat sebelum terjadi pemijahan. Semua telur-telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan itulah yang dimaksud dengan fekunditas. Fekunditas adalah semua telur-telur yang kan dikeluarkan pada waktu pemijahan. bila dibandingkan dengan tahun lain yang permkaan airnya rendah. Untuk mengetahui penyebaran diameter telur dilakukan pengukuran diameter telur dengan mengambil butiran pada bagian anterior. Jadi fekunditas individu ini baik diterapkan pada ikan- . fekunditas ikan tinggi pula.jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. Nikolsky selanjutnya menyatakan bahwa fekunditas individu adalah jumlah telur dari generasi tahun itu yang akan dikeluarkan tahun itu pula. Fekunditas individu akan sukar diterapkan untuk ikan-ikan yang mengadakan pemijahan beberapa kali dalam satu tahun. Macam-macam fekunditas Definisi fekunditas telah banyak dikemukakan. Oleh karena itu dalam memperhitungkannya harus diikutsertakan semua ukuran telur dan masing-masing harus mendapatkan kesempatan yang sama. karena sering pula permukaan air rawa dari tahun ke tahun tidak sama sebagai akibat pemasukan air yang tidak tetap. Dalam hal ini ia memperhitungkan telur yang ukurannya berlain-lainan. dan posterior pada ovarium sebelah kanan dan kiri. Telur yang besar akan dikeluarkan pada tahun itu dan yang kecil akan dikeluarkan pada tahun berikutnya. Kejadian yang sama dapat terjadi pula untuk ikan-ikan yang hidup di rawa. Untuk menghitung telur ada beberapa metoda yang dapat digunakan.

Fekunditas relatif akan menjadi maksimum pada golongan ikan yang masih muda (Nikolsky. Berdasarkan hal ini pemijahan tiap spesies ikan mempunyai kebiasaan yang berbeda tergantung kepada habitat pemijahan itu untuk melangsungkan prosesnya. Persatuan kedua macam sel seks tadi ada yang terjadi di dalam tubuh (pembuahan di dalam atau fertilisasi internal) dan ada pula yang terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal). Ikan-ikan yang tua dan besar ukurannya mempunyai fekunditas relatif lebih kecil. organ tersebut biasanya terdapat pada ikan jantan saja. Dari persatuan kedua macam sel tersebut akan terbentuk individu baru yang akan menambah besarnya populasi. Penggunaan fekunditas relatif dengan satuan berat lebih mendekati kepada kondisi ikan itu sendiri dari pada dengan panjang. 1969). Hampir semua ikan pemijahannya berdasarkan reproduksi seksual yaitu terjadinya persatuan sel produksi organ seksual yang berupa telur dari ikan betina dan spermatozoa dari ikan jantan. Penambahan populasi ikan bergantung kepada berhasilnya pemijahan ini dan juga bergantung kepada kondisi dimana telur dan larva ikan diletakkan untuk tumbuh. Fekunditas relative akan menjadi maksimum pada golongan ikan yang masih muda. Fekunditas inipun sebenarnya mewakili fekunditas individu kalau tidak diperhatikan berat atau panjang ikan. Umumnya fekunditas relatif lebih tinggi dibanding dengan fekunditas individu. Oleh karena itu sesungguhnya pemijahan menuntut suatu kepastian untuk keamanan kelangsungan hidup keturunannya dengan memilih tempat. Bahkan menurut Nikolsky (1969) lebih mencerminkan status ikan betina dan kualitas dari telur kalau berat yang dipakai tanpa berat alat-alat pencernaan makanannya. . Ikan-ikan yang tua dan besar ukurannya mempunyai fekunditas relative yang lebih kecil. Fekunditas relatif adalah jumlah telur per satuan berat atau panjang. Dari fekunditas kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang dihasilkan dan akan menentukan jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. PEMIJAHAN Pemijahan merupakan bagian dari reproduksi ikan yang menjadi mata rantai daur hidup kelangsungan hidup spesies. induk ikan tersebut mati karena kehabisan tenaga. Sesudah melakukan pemijahan. Selanjutnya Royce (1972) menyatakan bahwa fekunditas total ialah jumlah telur yang dihasilkan ikan selama hidupnya. Fekunditas adalah semua telur – telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan.ikan yang mengadakan pemijahan tahunan atau satu tahun sekali. Dalam keadaan normal ikan melangsungkan pemijahan minimum satu kali dalam satu daur hidupnya seperti yang terdapat pada ikan salmon dan sidat. Umumnya fekunditas relative lebih tinggi dibandingkan dengan fekunditas individu. Fekunditas merupakan salah satu fase yang memegang peranan penting untuk melangsungkan populasi dengan dinamikanya. waktu dan kondisi yang menguntungkan. Ikan yang mengadakan fertilisasi internal mempunyai perlengkapan tubuh untuk memastikan berhasilnya fertilisasi tadi dengan organ khusus (copulatory organ) untuk keperluan ini.

Makanan yang bermutu baik akan meningkatkan vitalitas ikan sehingga ikan lele lebih sering memijah.Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan. lubangnya agak membesar Tulang kepala agak cembung Geraknya lambat Warna badannya lebih cerah dari biasanya Induk betina berumur satu tahun. Bila lele mencapai tingkat dewasa. Ikan lele yang hidup di alam memijah pada musim penghujan dari bulan Mei sampai Oktober. Namun kematangan telur yang terjadi dalam indung telur belum tentu segera diikuti oleh kemauan induk untuk memijah sehingga diperlukan rangsangan yaitu dengan mengubah iklim atau sifat-sifat air yang dapat membei rangsangan bagi lele untuk membentuk hormone gonadotropin lebih banyak lagi. Apabila telah dewasa. . Pemijahan juga di pengaruhi oleh makanan yang diberikan. Awalnya hormone gonadotropin yang terbentuk sedikit kemudian dialirkan melalui darah ke dalam indung telur. lele betina akan membentuk telur di dalam indung telurnya. Ikan lele yang sudah siap memijah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut : Induk jantan : Alat kelamin tampak jelas. hormone gonadotropin secara alami akan terbentuk di dalam kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil. Sampai suatu saat telur-telur menjadi matang untuk dibuahi oleh sperma (fertilisasi). meruncing Perutnya tetap ramping. kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. jika perut diurut akan keluar sperma Tulang kepala lebih mendatar disbanding betinanya Jika warna dasar badannya hitam (gelap) Umur induk jantan di atas tujuh bulan Induk btina : Alat kelamin bentuknya bulat dan kemerahan. Bila telur-telurnya telah berkembang maksimum yaitu mencapai tingkat yang matang untuk siap dibuahi maka secara alamiah ikan lele akan memijah atau kawin. Sedangkan lele jantan membentuk sperma atau mani. sehingga terbentuklah telur-telur yang semakin besar dan banyak jumlahnya di dalam indung telur. Perkembangan muakhir untuk merangsang pemijahan ikan lele saat ini dapat menggunakan hormone buatan atau hormone sintetis yang telah banyak diproduksi. apabila keadaan air kolam sering berganti. Perkembangan telur dan sperma berlangsung di dalam tubuh lele dengan mekanisme pengaturan oleh zat yang disebut hormone kelamin gonadotropin atau gonade stimulating hormone (GSH). Ikan lele juga dapat memijah sewaktu-waktu sepanjang tahun.

c. ketika terjadi akumulasi material kuning telur yang disintesis oleh hati. Oogonia yang tersebar dalam ovarium menjalankan suksesi pembelahan mitosis dan ditahan pada “diploten” dari profase meiosis pertama. . sitoplasma bertambah besar. Berdasarkan kriteria ini. Perkembangan sel telur (oosit) diawali dari germ cell yang terdapat dalam lamela dan membentuk oogonia. serta keberadaan butiran kuning telur. Untuk Clarias sp oosit terbagi dalam 6 kelas.Beberapa jenis hormone tersebut antara lain Ovaprim. Oosit primer kemudian menjalankan masa tumbuh yang meliputi dua fase. Stadium 5 : Stadia peningkatan ukuran oosit karena diisi oleh kuning telur. kemudian dibebaskan ke darah dan dibawa ke dalam oosit secara mikropinositosis. Stadium 4 : Euvitilin inti telah berkembang dan berada disekitar selaput inti. Kedua adalah fase vitelogenesis. d. Oosit dilapisi oleh satu lapis epitel. Stadium oosit dapat dicirikan berdasarkan volume sitoplasma. Stadium 2 : Oosit berkembang ukurannya. dengan inti yang besar di tengah. Pada stadia ini oogonia dinyatakan sebagai oosit primer. Pada stadium ini. b. dan terletak masih di tengah sel. Stadium 3 : Pada stadium ini berkembang sel folikel dan oosit membesar dan provitilin nukleoli mengelilingi inti. oosit dikelilingi oleh dua lapis sel dan lapisan zona radiate tampak jelas pada epitel folikular. namun belum terjadi akumulasi kuning telur. Stadium 1 : Oogonia dikelilingi satu lapis set epitel dengan pewarnaan hematoksilineosin plasma berwarna merah jambu. dimana stadia nukleolus dan perinukleolus dikategorikan sebagai stadium pertama dan setiap stadium dicirikan sebagai berikut: a. Butiran kuning telur bertambah besar dan memenuhi sitoplasma dan zona radiata terlihat jelas. Peningkatan ukuran indeks gonad somatik atau perkembangan ovarium disebabkan oleh perkembangan stadia oosit. penampilan nukleus dan nukleolus. Pada saat perkembangan oosit terjadi perubahan morfologis yang mencirikan stadianya. Persyaratan penggunaan hormone sintetis adalah induk lele hsrus sudah mengandung telur yang siap untuk memijah (matang gonad). Pertama adalah fase previtelogenesis. AWAL DAUR HIDUP Perkembangan awal daur hidup ikan merupakan suatu hal yang menarik karena berhubungan dengan stabilitas populasi ikan tersebut dalam suatu perairan. oosit dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas. e. Stadium ini merupakan awal vitelogenesis yang ditandai dengan adanya butiran kuning telur pada sitoplasma. LHRH. Untuk mempelajari kemampuan hidup suatu spesies ikan dan mengurangi tingkat mortalitas yang terjadi terutama pada awal perkembangan hidup ikan khusunya untuk pembudidayaan perlu adanya pengertian mengenai jenis-jenis telur ikan tersebut dan daur hidup ikan mulai dari awal fertilisasi hingga terdeferensiasi untuk menjadi ikan muda. HCG. ketika ukuran oosit membesar akibat pertambahan volume sitoplasma ( endogenous vitelogenesis). inti biru terang dengan pewarnaan.

meruncing dan menyebar kearah pangkalan. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan. tulang kepala pendek dan agak gepeng(depress). Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol memanjang ke arah belakang yang terletak di belakang anus dengan warna kemerahan. PENUTUP Lele jantan mempunyai ciri seksualitas yaitu. Perutnya lebih gembung dan lunak. dapat juga dengan mengurut perut ikan tersebut. Oogonia yang tersebar dalam ovarium menjalankan suksesi pembelahan mitosis dan ditahan pada “diploten” dari profase meiosis pertama. berwarna agak kecoklatan atau hijau kekuningan maka induk dalam kondisi siap pijah. ikan-ikan yang hidup di sungai mempunyai hubungan dengan tinggi air. lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus. dan sel teka terlihat jelas. Gerakannya lincah. Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.f. Perkembangan sel telur (oosit) diawali dari germ cell yang terdapat dalam lamela dan membentuk oogonia. Fekunditas ikan lele sangat tergantung pada suplai makanan. Ikan lele (Clarias batrachus) pertama kali matang kelamin pada umur satu tahun dengan ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm dan ukuran berat tubuh 100 sampai 200 gram. Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina. terutama untuk mempertahankan musim pemijahan dan ukuran tubuh ikan betina. kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Warna kulit dada agak terang. sel folikel. makan ikan tersebut telah matang kelamin. Pemijahan merupakan bagian dari reproduksi ikan yang menjadi mata rantai daur hidup kelangsungan hidup spesies. Pada . Stadium 6 : Inti mengecil dan selaput inti tidak terlihat. inti terletak di tepi. berwarna merah. Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan. Ciri induk ikan betina yang telah matang gonad dapat dilihat dari bentuk perut yang membesar sangat lembut. Fekunditas adalah semua telur-telur yang kan dikeluarkan pada waktu pemijahan. Ikan lele yang hidup di alam memijah pada musim penghujan dari bulan Mei sampai Oktober. Gerakannya lambat. Kepalanya lebih kecil dan Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina. semakin tinggi permukaan air maka fekunditasnya ikut tinggi pula. Daur hidup ikan mulai dari awal fertilisasi hingga terdeferensiasi untuk menjadi ikan muda. Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani). Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur). Selain itu. Zona radiata. berwarna kemerahan. Bila telur yang keluar secara pengurutan berbentuk bulat utuh. Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun). Sedangkan Ciri-ciri induk lele betina antara lain. Pada gonad ikan jantan dapat dilihat dari papilla genitalnya yang terletak dibelakang dan mendekati sirip anus. tulang kepala pendek dan agak cembung.

kemudian dibebaskan ke darah dan dibawa ke dalam oosit secara mikropinositosis. Kirimkan Ini lewat Email http://sidimpuan-online. namun belum terjadi akumulasi kuning telur.blogspot. Kedua adalah fase vitelogenesis. Oosit primer kemudian menjalankan masa tumbuh yang meliputi dua fase.stadia ini oogonia dinyatakan sebagai oosit primer. ketika terjadi akumulasi material kuning telur yang disintesis oleh hati.html . ketika ukuran oosit membesar akibat pertambahan volume sitoplasma ( endogenous vitelogenesis).com/2012/07/aspek-biologi-reproduksi-ikan-lele. Pertama adalah fase previtelogenesis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful