P. 1
Naskah Drama Paskah

Naskah Drama Paskah

|Views: 1,784|Likes:
Published by yahya

More info:

Published by: yahya on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2014

pdf

text

original

Naskah Drama “Because of Him”

February 18, 2011 by tegoehtr Naskah ini saya tulis untuk pementasan Easter Musical Concert tahun 2006 yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta. Sungguh merupakan pengalaman berharga dipercaya untuk menulis naskah drama musikal buat acara sebesar itu, yang menampilkan beberapa artis Rohani sekaliber Mawar Simorangkir, Nikita, Franky Sihombing, dan Joy Tobing. Saat pementasan, naskah ini dimainkan oleh para mahasiswa teater dari IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan disutradarai seorang sutradara muda dari ANTeve. DRAMA MUSIKAL PASKAH “…, because of HIM …” BABAK I PENGADILAN YESUS FRAGMEN 1. Di hadapan imam besar Kayafas Pemain: Yesus Imam besar Kayafas Tua-tua Yahudi Ahli-ahli Taurat Pengawal Bait Suci Narrator (Setting: Suasana pengadilan Agama Yahudi. Imam Besar Kayafas dan para imam kepala duduk di meja, menghadap Yesus yang kedua tanganNya terbelenggu. Di belakang Yesus, berkerumun tua-tua dan para ahli taurat. Agak jauh di luar ruang sidang, tampak seorang ahli taurat terlibat pembicaraan dengan pengawal.) Ahli Taurat: Bagaimana pengawal, sudah dapat belum orangnya. Kita masih perlu banyak saksi-saksi untuk memberatkan Orang Nazareth itu… Pengawal: Waduhh saya belum dapat lagi nih Rabbi…saya sudah keliling seluruh pelosok kampung sekitar sini untuk mencari tapi belum dapat juga orang yang mau bersaksi melawan Yesus. Tapi Rabbi, ngomong-omong nih, bukankah saksi-saksi palsu yang kita ajukan sudah sangat banyak? Masih belum cukup ya? Ahli Taurat: Ya begitu deh…! Banyak sih banyak, tapi kesaksian mereka pada ngaco semua, bertentangan satu sama lain dan nggak jelas. Kamu dapat di mana sih saksi-saksi kaya begitu hah?! (Berpikir

kita sudah mencapai kesepakatan dengan bulat. Semua pandangan tertuju pada Yesus. Sekarang mari kita bawa Dia ke hadapan Pilatus. kalaupun menjawab. Jadi. Kita akan paksa beliau untuk memberikan legitimasi atas apa yang sudah kita putuskan bersama ini. silakan rabbi. Yesus Pilatus . bawa Dia! (Yesus pun digelandang untuk dibawa ke hadapan Pilatus. Bahkan Kayafas sampai mengoyak pakaiannya sendiri saking girangnya. Yesus: Ya. jawabanMu tidak jelas maksudnya. (Mendengar jawaban ini. (Di ruang sidang. Dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa. aku sudah hampir hilang kesabaran. Menunggu jawaban keluar dari mulutNya). Yesus. kita tidak perlu saksi lagi. Kayafas sedang berdiri dekat Yesus untuk menginterogasi dan mendapat pengakuanNya. apakah Engkau ini Mesias. Kayafas menari-nari girang karena yakin Yesus akan mati. para imam besar.) Kayafas: ( Ekspresi girang ) Kalian dengar sendiri bukan. semua sudah jelas. Saya akan berjaga di sini. Nah. bagaimana pendapat kalian semua? Apa yang harus kita lakukan atas diri orang ini? Hadirin : (Semua yang hadir serentak berteriak lantang) ” Dia harus dihukum mati!” Kayafas: Baiklah. sepertinya Imam Besar Kayafas sudah memulai sidang tuh! Pengawal: Baik. tua-tua Yahudi dan ahli Taurat seakan menemukan apa yang mereka cari selama ini: alasan untuk melenyapkan Yesus. bagaimana Dia menghujat Allah. Nah sekarang aku akan mengajukan satu pertanyaan dan kali ini Kamu harus menjawabnya dengan jelas. di tengah-tengah awan di langit.) Fragmen 2.sebentar) Kalau nggak ada lagi ya sudah…(melongok ke dalam) aku mau masuk dulu.) Kayafas: Yesus. Setelah orang banyak pergi. Kamu sering tidak mau menjawab pertanyaanku. Akulah Dia. Pengawal. Di hadapan Pilatus Pemain. Anak dari Yang Terpuji? (Suasana hening.

Dari Galilea ajaranNya telah menyebar sampai ke tempat ini. yang masih dalam keadaan terbelenggu. dimana terdapat Yesus dan Pilatus di dalamnya. Pilatus: (Dengan nada sinis dan meremehkan).Tua-tua Yahudi Ahli-ahli Taurat Prajurit Roma (Setting : ruangan sidang. Mereka yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu. Tua-tua Yahudi dan ahli Taurat berada di luar karena mereka tidak mau menajiskan diri mereka menjelang perayaan Paskah. Sebab jika demikian. maka pasti hamba-hambaKu telah melawan supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi.) Pilatus: (Berjalan mengitari Yesus dengan pandangan penuh selidik seolah hendak mencari sesuatu yg salah dalam diri Yesus. Lalu Pilatus berpaling kepada orang banyak di luar. Apa itu kebenaran? (Yesus tidak memberikan jawab atas pertanyaan itu. Kemudian dia berbicara pada dirinya sendiri): Jadi Yesus yang mengaku diriNya raja Yahudi ini berasal dari Galilea.) Engkau inikah raja orang Yahudi? (Yesus diam). mengapa justru kaum dan bangsaMu sendiri yang menyerahkan Engkau kepadaku? Sebenarnya apa yang telah Engkau perbuat? Yesus: KerajaanKu bukan dari dunia ini. Pilatus: Jadi benar rupanya. Engkau seorang Raja? Yesus: Engkaulah yang mengatakan demikian. Jika Engkau benar-benar seorang raja. (Pilatus terhenyak mendengar jawaban ini dan langsung kembali mendekati Yesus. Untuk itulah Aku lahir dan datang ke dunia. Kalau begitu aku akan mengirim Dia kepada Herodes. penguasa Galilea. yang menanti keputusannya) Pilatus: Aku tidak mendapatkan satupun kesalahan dalam diri orang itu. Biarlah nasib orang ini diputuskan oleh . Semantara itu para Imam Besar. Sebenarnya kejahatan apa yang telah Dia lakukan? Imam Kepala: Dia telah menyebarkan ajaran yang menyesatkan dan merugikan pemerintah. Kebenaran. supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran.

jadi bawalah Dia kepada Herodes penguasa daerah itu. Pemain: Herodes (Panggung gelap. setelah kusiksa Dia. Menyusahkan saja! (Pilatus kembali ke orang banyak) Pilatus : Dia ini orang Galilea.) Fragmen 3. Demikian juga Herodes. sehingga dia mengirimkanNya kembali kepadaku. Padahal aku sangat ingin melihat mujizat-mujizatNya. Jadi sebaiknya aku melepaskan Yesus.Aku tidak menemukan kesalahan pada diriNya. Tentang nasib Yesus. Kembali ke hadapan Pilatus Pemain: Yesus Pilatus Imam Kepala Orang banyak Prajurit Romawi (Herodes menghilang dari panggung. Akhirnya aku dan pasukanku hanya mengolok-olokan Dia.Herodes saja. Fragmen 4. hubunganku dengan Pilatus yang selama ini kurang harmonis menjadi pulih kembali.. setelah aku bertemu dengan Yesus. Suasana pengadilan Pilatus kembali dimunculkan.Tetapi aku juga senang karena dengan peristiwa itu. Orang Nazareth itu sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaanku. saat orang banyak membawa Yesus kembali ke hadapannya) Pilatus: (Dengan nada gusar) Aduuuhhh. Monolog Herodes. Aku sangat kecewa. . Pilatus nampak gusar dan bingung. apalagi untuk menunjukkan kuasaNya yang hebat. Lampu panggung menyala. apa peduliku? Biarlah orang Yahudi yang menentukannya. Sekarang sebaiknya aku kirim Dia kembali kepada Pilatus. Buat apa aku repot-repot mengurusi urusan tetek-bengek kaum Yahudi semacam ini. Seperti mau pecah rasanya…. Herodes: Aaghhhh….urusan ini benar-benar membuat kepalaku sakit. Biarlah Herodes yang akan memutuskan nasib Orang itu. (Kemudian orang banyak membawa Yesus pergi ke hadapan Herodes. Lampu sorot mengarah ke satu sisi panggung di mana Herodes tampil membawakan monolog pendek).

menjelang perayaan Paskah aku melepaskan seorang hukuman. . Bukan aku. tahukah kamu bahwa aku memiliki kuasa untuk melepaskan kamu dan aku juga berkuasa untuk menyalibkan kamu. Orang banyak: (Lantang berteriak) Benar! Lepaskan saja Barabbas. Nasib orang yang tak bersalah itu kuserahkan pada kalian. jika kuasa itu tidak diberikan dari atas. bagaimana? Imam Kepala: Tidak.(Orang banyak yang mendengar itu menjadi ribut. akhirnya Pilatus menuruti kemauan mereka karena ketakutannya. Hidup dan matiMu ada di dalam tanganku! Yesus: (Menjawab dengan berwibawa) Engkau tidak memiliki kuasa apapun atas diriKu. Pilatus: (Dengan rasa kesal bercampur gusar. sekarang kalian boleh membawaNya pergi.) Pilatus: Baiklah kalau itu kemauan kalian. Pilatus kembali menemui orang banyak) Bukankah menurut kebiasaan yang berlaku pada kaum kalian. menatap Dia lekat-lekat seolah hendak mengatakan bahwa dia ingin melepaskan Yesus). Pilatus: Yesus. Jangan Yesus.Nah. Dia kembali mendapatkan Yesus. semua akibatnya kalianlah yang menanggungnya. Jadi biarlah kulepaskan Dia. Lebih baik engkau melepaskan Barabbas untuk kami. Karena setiap orang yang menganggap dirinya raja. Salah seorang ahli taurat tampil menyampaikan pendapatnya: Ahli Taurat: Jika engkau membebaskan Dia. engkau bukanlah sahabat Kaisar. (Pilatus mencuci tangannya sebagai tanda bahwa dia tidak mau dikotori oleh darah Orang Nazareth yang tak berdosa itu). Tetapi aku tidak mau mencampuri urusan ini. adalah musuh Kaisar! (Pilatus nampak semakin gusar mendengar pernyataan bernada politis tersebut. Lalu apa yang harus aku lakukan terhadap orang yang tidak bersalah itu? Orang banyak: (Serempak berteriak) Salibkan Dia! Salibkan Dia! Ia pantas dihukum mati karena Ia telah menganggap diriNya Anak Allah! (Karena orang banyak semakin keras berteriak agar Yesus disalibkan. tidak puas). bebaskan Barabbas! Pilatus: (Semakin gusar).

Entah kesalahan apa yang telah dilakukanNya. sehingga orang menutup mukanya terhadap dia. Mawar Simorangkir membawakan lagu ”Via Dolorosa” dengan iringan orkestra. menggantikan aku. Rupanya ada juga orang yang mau dan rela mati untuk seorang pendosa seperti aku. di sepanjang sisa penayangan adegan tersebut. Pilatus melepaskan Yesus dengan berat hati. Tulisan di atas kepalaNya berbunyi ”Inilah Raja Orang Yahudi”.) BABAK II PENYIKSAAN DAN PENYALIBAN Fragmen 1: Yesus Disiksa Alternatif : .. . Monolog Barabbas Barabbas: (Masuk panggung dengan pandangan mata tertuju ke layar yang menampilkan sosok Yesus yang mendekati ajalNya. orang banyak lebih memilih aku bebas dan Yesus yang disalibkan. tetapi ketakutan akan kehilangan kekuasaan lebih menguasai dirinya. padahal seharusnya bertuliskan ”Inilah Barabbas. Narator: Ia dihina dan dihindari orang. Ia sangat dihina. Orang itu tidak pernah berbuat dosa. (Yesuspun lalu dibawa keluar untuk disiksa. Kesengsaraan kitalah yang dipikulnya. Raja Para Pendosa”…. Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami. dihina. Ternyata. orang itu. . Tetapi sesungguhnya.Potongan klip dan lagu berakhir pada adegan yang menunjukkan saat-saat terakhir sebelum Yesus menghembuskan nafas terakhir.Selanjutnya. Paku yang seharusnya dipakukan ke tanganku. padahal ketika kutatap mataNya aku tahu bahwa sepanjang hidupNya. Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.AdeganVia Dolorosa ditampilkan dalam siluet . Ya. . Fragmen 2: Via Dolorosa .Di awal penayangan.Barabbas tampil membawakan monolog pendek. . Aku tak mengerti. dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.Adegan penyiksaan dan penyaliban Yesus dicuplik dari film tentang Yesus. Padahal aku sama sekali tidak punya harapan untuk menghirup udara bebas setelah apa yang kuperbuat terhadap pemerintah pendudukan Romawi. kini melukai tanganNya. Dia rela menggantikan posisiku. dilecehkan sebelum akhirnya disalibkan. seorang narator membacakan narasi dari Yesaya 53. Yesus dari Nazareth.Imam Kepala: Baik. Sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda heran): Benar-benar sulit dimengerti. telah menggantikan tempatku. penyakit kitalah yang ditanggungnya.

hanya seperti ini akhirnya…. melepaskan pandangan pada dua orang murid yang lain. Petrus: (Sambil memeriksa jala ikan) Yang sudah terjadi biar terjadi.(Babak ini ditutup dengan penayangan adegan saat Yesus. Aku sendiri juga bingung…. Tiga tahun lebih mereka bersama dengan Yesus. tidak ya terserah! (Lalu pergi meninggalkan dua murid lain yang saling berpandangan) Thomas: Petrus. (Sementara mereka bertiga terlibat pembicaraan itu. tunggu.aku tidak tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini…aku merasa seperti ditinggalkan oleh orang yang begitu dekat.) Malaikat: Benar-benar memprihatinkan. dari puncak salib di Golgota. (mengemasi jala lalu bangkit berdiri).. Aku tidak mau seperti ini terus…nggak produktif! Aku mau pergi menjala ikan. Thomas dan Andreas sedang duduk termenung-menung. Andreas: (Menarik nafas panjang). Mereka nampak putus harapan karena kematian Guru Agung mereka beberapa hari sebelumnya. tetapi tetap saja .. aku ikut denganmu mencari ikan…! Andreas: Aku idem! Daripada di sini sendirian.) Thomas: (Berdiri dengan lesu. Yang sudah mati tidak akan kembali lagi. Kemudian menatap kosong jauh ke depan) sekarang. mengucapkan kalimat terakhirNya: ”Sudah selesai” kemudian menyerahkan nyawaNya. ntar malah kesambet lagi…. terserah kalian…mau ikut boleh. yang begitu kuhormati dan kukagumi. apa yang akan kita lakukan untuk hari-hari ke depan? Kita tidak bisa terus-terusan meratapi kematian Guru kita seperti ini…. Beberapa kali nampak mereka menarik nafas panjang seolah ingin melepaskan beban berat yang menyesakkan dada mereka. nampak tiga orang murid Yesus yaitu Petrus. Tidak kusangka.hmmmmhh (kembali menarik nafas panjang). tanpa mereka ketahui seorang Malaikat mengamati dan menyimak pembicaraan tersebut dari sudut panggung yang lain.) BABAK III KEBANGKITAN – PENAMPAKAN YESUS Fragmen 1: Kembali menjadi penjala ikan Pemain: Petrus Thomas Andreas Malaikat (Setting: Di sudut kiri panggung.

Seorang Malaikat duduk di dekat mulut gua dengan pakaian bersinar-sinar.) Perempuan 1: Eh. ngomong-ngomong nih. percuma…mereka terlalu sedih untuk mau diajak ziarah ke kubur Guru mereka. menjala ikan…. (Ketiga perempuan itu masuk ke dalam dan mendapati keadaan kubur seperti yang diberitakan Malaikat tadi) . kita lihat saja nanti apa yang bisa kita lakukan… (Sesampai di mulut kubur itu. Sepertinya kekuatan kita bertiga tidak cukup untuk menggulingkan batu itu…. Ia telah bangkit.bagaimana dong? Atau kita kembali saja ke kota dan meminta bantuan beberapa orang murid Yesus untuk menemani sekaligus menolong menggeser batu itu? Perempuan 3: Ahhh. kan kubur Yesus ditutup batu besar. Lihatlah sendiri tempat di mana Ia dibaringkan.tidak bisa mempercayai sepenuhnya ucapan Yesus. Mereka terlibat obrolan. Prajurit Romawi yang menjaga kubur itu lari ketakutan). Hmm. untuk menggulingkan batu penutup kubur Yesus yang telah kosong. Ia tidak ada lagi di sana. nanti bagaimana kita masuk. agar semua orang tahu bahwa Yesus telah benar-benar bangkit. Berkali-kali Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit kembali setelah tiga hari kematianNya. tetapi Ia tidak ada di sini. bahwa aku baru saja mendapat instruksi khusus dari bosku.. Malaikat itu tersenyum kepada ketiga perempuan yang masih kaget bercampur takut itu) Malaikat: Jangan takut. nggak usah.padahal Yesus telah menetapkan mereka menjadi penjala manusia. Sudahlah. mereka terkejut karena batu penutup kubur Yesus telah terguling. mengapa mereka masih saja tidak percaya? Sekarang mereka malah kembali ke profesi lama mereka. Terjadi gempa dahsyat di kubur itu ketika Malaikat Tuhan turun dan menggulingkan batu penutup kubur itu. Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. dasar manusia! Kalau saja mereka tahu.tapi ya sudahlah! Aku harus pergi melaksanakan perintah Bos-ku…!! Fragmen 2: Berita Kebangkitan Kepada Tiga Perempuan Yang Berziarah Pemain: Perempuan 1 Perempuan 2 Perempuan 3 Malaikat (Setting: Gua tempat kubur Yesus. Perempuan 2: Iya juga ya…. (Kemudian muncul tiga orang perempuan menuju kubur itu untuk merempah-rempahi jasad Yesus.

sebelum aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan mencucukkan jariku ke bekas lubang paku dan luka tikaman di lambung Yesus. . Mereka terlibat pembicaraan seru seputar Yesus yang menampakkan diri kepada mereka. berhentilah membual…… (Tiba-tiba Yesus telah berada di antara mereka dan mengucapkan salam) Yesus: Damai sejahtera bagimu. aku tidak akan percaya. apapun yang kalian katakan bahwa Yesus telah bangkit dan menampakkan diri kepada kalian. menangis). Yesus: (Sambil membantu Thomas untuk berdiri dan memegang kedua pundaknya) Sekarang percayakah engkau bahwa Aku telah benar-benar bangkit? Thomas: (Mengangguk pasti) Ya Tuhanku. Yesus mendekati Thomas) Yesus: Thomas. Jadi. Di sanalah kamu semua akan melihat Dia yang telah bangkit. Thomas bersujud di kaki Yesus. (Dengan gemetar Thomas meraba dan mencucukkan tangannya. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam luka di lambungKu. para murid duduk. Thomas. mari mendekatlah. Setelah itu. (Semua murid langsung menyembah. kecuali Thomas yang masih diam terpaku sambil ternganga. Tidak. Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu. Semua murid memperhatikan penuh seksama.Malaikat: Sekarang. pergilah dan sampaikan pesan ini kepada murid-murid Yesus bahwa Guru mereka telah menanti kedatangan mereka di Galilea. nampak tidak begitu antusias mengikuti pembicaraan tersebut) Thomas: Begini ya saudara-saudara. Fragmen 3: Yesus Hadir di tengah Para Murid – Thomas Percaya Pemain: Yesus 11 orang murid (Setting: Di suatu ruangan. (Ketiga perempuan itu segera meninggalkan tempat itu sambil berlari-lari dengan perasaan gentar dan takut berbaur menjadi satu). sekarang aku percaya.

di Yerusalem. Yesus bangkit mendekati mereka. menyediakan tempat bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Tetapi Ia tidak dapat berlama-lama bersama mereka. yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? Yesus: Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu. Ketahuilah. jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. BABAK IV AMANAT AGUNG & KENAIKAN KE SURGA Narator: Kebangkitan Yesus dirasakan secara nyata oleh murid-muridNya. karena dunia bukanlah tempatNya. Petrus: (Dengan nada penuh harap) Jikalau demikian Tuhan. ketika Roh Kudus turun ke atas kamu. . Anak Manusia harus kembali ke rumah BapaNya.) Yesus: (Sambil memegang pundak beberapa dari mereka) KepadaKu telah diberikan segala kuasa. Yesus sedang duduk sendirian menantikan kedatangan para muridNya sesuai pesan yang Ia sampaikan kepada Maria Magdalena. tapi percaya.Yesus: Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya. Begitu melihat Yesus. dan di seluruh Yudea dan Samaria dan bahkan sampai ke ujung bumi. bahwa Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman. (Lampu meredup. sementara yang lain nampak ragu-ragu. Berbahagialah mereka yang tidak melihat. Tetapi kamu semua harus menunggu di Yerusalem sampai kalian menerima kuasa. beberapa orang murid langsung menyembahNya. kamu semua akan menjadi saksi-saksiKu. baik di sorga maupun di bumi. Selanjutnya. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Tak lama kemudian kesebelas orang muridNya datang. termasuk Thomas yang sempat tidak percaya. Kebangkitan Yesus membuat mereka percaya dan termotivasi untuk pergi melanjutkan karya terbesar yang telah Yesus kerjakan. Semua aktor dalam keadaan freeze). Karena itu pergilah. Pemain: Yesus 11 murid (tanpa Yudas Iskariot) (Setting: Di bukit Zaitun.

Andreas: Aku bangga bahwa Tuhan kita amat peduli akan keterbatasan kita. Bartolomeus: Yang tidak kalah pentingnya. Dan tidak itu saja. Layar multimedia menampilkan animasi. akan diiringi lagu Mereka Perlukan.(Sesudah berkata demikian. BABAK V ANUGERAH DI BALIK KEBANGKITAN Part 1 (Pdt. berkat yang mengalir dari tanganNya yang berlobang paku. Yesus bahkan memberikan otoritas kepada kita untuk membaptiskan mereka dalam nama Bapa Anak dan Roh Kudus. Andreas Soestono) sebagai pengantar fund-raising. mari kita pergi dari sini. Musik memainkan intro lagu ”Mereka Perlukan”. para murid terlibat dalam pembicaraan tentang apa yang baru saja mereka alami bersama-sama). Yesus mengulurkan tangan memberkati mereka. Andreas Soestono masuk didampingi anak-anak dari kedua yayasan kemudian membacakan narasi dalam bentuk point-point penting (yg akan dikembangkan sendiri oleh Pdt. yang membuat kita tak akan mampu melakukan itu semua. Matius. Kita harus ke Yerusalem seperti perintah Guru kita. Yesus terangkat ke sorga dengan disaksikan oleh para murid. Yesus naik ke sorga sambil terus mencurahkan berkatNya atas kita. Oh. Ini adalah tugas yang sangat mulia bukan!? Yohanes: Benar sekali. kita berangkat. yang belum mengenal dan menerima Yesus Kristus Mesias sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamatnya. untuk berdoa dan bersehati dengan tekun. Dan Yesus telah menjanjikan Roh Kudus untuk mencurahkan kuasa bagi kita. kita telah mendengar sendiri bahwa Guru Agung kita telah memberikan kepada kita amanat untuk menjadikan segala bangsa muridNya. (Setelah Yesus benar-benar lenyap dari pandangan mereka. betapa Dia adalah Tuhan sumber segala berkat…. Nampak jelas betapa kita sangat dipercaya oleh Tuhan kita. Sambil terangkat ke sorga. Yakobus: Baiklah. saudaraku. kecuali jika kita beroleh kuasa. sambil menunggu datangnya Roh Kudus yang dijanjikan. Semua murid menyaksikan Yesus yang terus terangkat ke sorga sampai menghilang di balik awan-awan). Klip menayangkan potonganpotongan gambar orang-orang yang mewakili kaum yang terhilang.) Part 2 Selama pengisian formulir. . Ayo. saudara-saudaraku. Matius: Saudaraku.

-TAMATJakarta. Part 4 Closing dari Pdt. 20 Maret 2006 .Andreas utk mendoakan persembahan. Andreas Soestono dan diiringi dengan lagu I will Follow Him/O Happy Day.Part 3 Pengumpulan janji iman (fund raising) dipimpin Pdt. (Artis: Joy Tobing –Franky Sihombing) Multimedia menampilkan teks lagu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->