0

KINERJA SEKOLAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN LANJUTAN PERTAMA JAKARTA, 2005

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii BAB I ........................................................................................................................................1 PENDAHULUAN......................................................................................................................1 A. Latar Belakang ..................................................................................................................1 B. Tujuan dan Manfaat ..........................................................................................................1 BAB II ........................................................................................................................................4 KINERJA SEKOLAH................................................................................................................4 A. Pengertian Kinerja .............................................................................................................4 B. Fungsi Penilaian Kinerja sekolah ......................................................................................5 C. Komponen Utama Penilaian Kinerja sekolah ...................................................................5 1. Komponen Input ............................................................................................................6 2. Komponen Proses ........................................................................................................11 3. Komponen Output ........................................................................................................14 D. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Sekolah ..........................................................................17 1. Tujuan kunjungan sekolah dalam rangka penilaian......................................................17 2. Prinsip-prinsip kunjungan sekolah ...............................................................................17 3. Norma Penilaian Kinerja Sekolah ................................................................................18 BAB III ....................................................................................................................................20 KERANGKA INSTRUMEN DAN PEMBOBOTAN .............................................................20 A. Kerangka Instrumen ........................................................................................................20 B. Pembobotan instrumen ....................................................................................................21 C. Pen-Sekor-An Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah ......................................................23 D. Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah ..............................................................................25 BAB IV ....................................................................................................................................26 SOSIALISASI PROGRAM PENILAIAN KINERJA SEKOLAH..........................................26 A. Tahap Sosialisasi Program...............................................................................................26 B. Tahap Pelaksanaan Penilaian Kinerja Sekolah................................................................26 C. Peran dan Tanggung Jawab Dit. PLP, Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas Kabupaten dalam Proses Penilaian Kinerja Sekolah.......................................................................27 1. Direktorat PLP..............................................................................................................27 2. Dinas Pendidikan Propinsi............................................................................................27 3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota...............................................................................27 D. Tahap pembinaan berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah.......................................28 BAB V .....................................................................................................................................30 P E N U T U P ..........................................................................................................................30

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Pelaksanaan otonomi pendidikan juga menuntut perubahan dalam sistem supervisi yang bukan saja mengemban fungsi pengawasan tetapi juga fungsi pembinaan terhadap menyelenggaraan pendidikan. Pengawasan dan pembinaan pendidikan baik di tingkat lembaga pendidikan maupun birokrasi pengelolaan. Pengawasan dan pembinaan sebagai bagian dari manajemen harus dapat berjalan seimbang dengan fungsi manajemen lainnya agar dapat dicapai peningkatan kinerja penyelenggara pendidikan secara optimal. Pelaksanaan otonomi daerah mempunyai implikasi terhadap tuntutan pelaksanaan proses evaluasi yang lebih profesional, obyektif, jujur dan transparan sebagai rangkaian dari pengawasan dan pembinaan sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Proses evaluasi terhadap seluruh aspek pendidikan harus diarahkan pada upaya untuk menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang berkualitas (Quality assurance) dan memberdayakan mereka yang dievaluasi sehingga menghasilkan lulusan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Artinya pihak yang dievaluasi, apakah itu administrator pendidikan, Kepala Sekolah, guru, atau siswa akan merasakan bahwa kegiatan evaluasi membantu untuk mengenal berbagai kelebihan dan kekurangannya, serta memberikan arah yang jelas dilakukan untuk mencapai kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu evaluasi harus dilakukan secara berkesinambungan, komprehensif, dan transpa-ran serta memotivasi peserta didik dan pengelola pendidikan untuk terus menerus berupaya meningkatkan mutu kegiatan pembelajaran dan pendidikan. Sehubungan dengan prinsip evaluasi di atas, untuk menjaga komparabilitas dan pengakuan kualitas input, proses dan hasil dari setiap lembaga pendidikan perlu dilakukan penilaian kinerja sekolah. Proses penilaian kinerja sekolah dilakukan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memberdayakan sekolah agar mampu mengembangkan sumberdayanya dalam mencapai tujuan pendidikan. Berangkat dari pemikiran tersebut, Direktorat PLP merasa perlu untuk membuat pedoman dan instrumen penilaian kinerja sekolah, yang dapat dipergunakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Indonesia dalam rangka pembinaan sekolah.

B.

Tujuan dan Manfaat Penilaian kinerja sekolah secara umum bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan pada unit pelaksana teknis (sekolah). Pengertian kualitas mencakup unsur-unsur konteks, masukan (input), proses dan hasil pendidikan (keluaran dan dampak pendidikan). Secara rinci tujuan penilaian kinerja sekolah adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Memperoleh gambaran kinerja sekolah secara umum, yang dapat dipergunakan sebagai alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mutu pendidikan. Menyediakan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang mutu suatu sekolah. Memberikan masukan kepada pihak yang memerlukan untuk bahan pembinaan dan peningkatan kualitas layanan sekolah.

1

Pemerintah. hasil penilaian kinerja sekolah diharapkan menjadi bahan masukan untuk pengembangan sistem penilaian kinerja sekolah di masa mendatang dan sekaligus menjadi alat pengendalian kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat. regional. terencana. 2. Oleh karena itu guru selalu berusaha untuk meningkatkan mutu sekolahnya. provinsi. guru senang bekerja di sekolah yang diakui sebagaisekolah baik. strategi dan program sekolah. 3. Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan rencana pengembangan sekolah. nasional. Selanjutnya sekolah sebagai institusi. moral. masyarakat. bahkan regional dan internasional. Bagi guru. 3. misi. 4. Pendorong motivasi untuk sekolah agar terus meningkatkan mutu sekolahnya secara bertahap. Bahan informasi bagi sekolah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah.Sementara itu. Sekolah. penilaian kinerja sekolah memiliki manfaat bagi: 1. hasil penilaian kinerja memiliki makna yang penting. hasil penilaian kinerja sekolah merupakan acuan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan rencana pengembangan sekolah. 2 . nasional. hasil penilaian kinerja juga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka memperoleh pendidikan yang baik dan bermutu. hasil penilaian kinerja juga diperlukan kepala sekolah sebagai bahan masukan untuk penyusunan program serta anggaran pendapatan dan belanja sekolah. karena dapat digunakan sebagai berikut : 1. Dinas Pendidikan. dan sekaligus menjadi bahan masukan untuk usaha pembinaan dan pengembangan kinerja warga sekolah dalam rangka menerapkan visi. Untuk kepala sekolah hasil penilaian kinerja diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk pemetaan indikator kinerja warga sekolah. hasil penilaian kinerja sekolah diharapkan dapat menjadi acuan dalam rangka pembinaan dan pengembangan/ peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing. hasil penilaian kinerja merupakan dorongan untuk selalu meningkatkan diri dan bekerja keras untuk memberi layanan yang terbaik bagi peserta didiknya. Secara moral. tujuan. dan peningkatan status jenjang akreditasi sekolah. termasuk kinerja kepala sekolah selama pereode kepemimpinannya. tenaga dan dana. Sehingga secara sadar dan bertanggung-jawab masyarakat dapat membuat keputusan dan pilihan yang tepat kaitannya dengan pendidikan bagi anak didik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing. hasil penilaian kinerja sekolah diharapkan menjadi informasi yang akurat untuk menyatakan kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh setiap sekolah. misi. maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme. termasuk dimanfaatkan sebagai tolok ukur untuk persai-ngan kualitas sekolah pada tingkat internasional. 2. dan kompetitif di tingkat kabupaten/kota. propinsi. sasaran. Masyarakat. Selanjutnya bagi siswa. maupun tingkat kabupaten/kota. 4. Di samping itu. Umpan balik untuk usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah dalam rangka menetapkan visi.

Untuk masyarakat dan khususnya orang tua murid. sehingga secara sadar dan bertanggung jawab masyarakat dan khususnya orang tua dapat membuat keputusan dan pilihan yang tepat dalam kaitannya dengan pendidikan bagi anaknya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. 3 . hasil penilaian kinerja diharapkan menjadi informasi yang akurat tentang layanan pendidikan yang ditawarkan oleh setiap sekolah.

melaui indikator yang terukur. Standar proses mencakup : a) aspek kurikulum dan bahan ajar. b) aspek prestasi guru dan kepala sekolah. ruang kepala sekolah. Dalam kaitan dengan kelembagaan termasuk sekolah kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seluruh warga sekolah di lembaga dengan wewenang dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan kelembagaan (sekolah). dan karyawan. proses. perpustakaan. dan c) aspek sarana dan d) pembiayaan. Keberadaan guru. Standar-standar tersebut meliputi : a) standar input.BAB II KINERJA SEKOLAH A. Penentuan kriteria di Badan Akreditasi Sekolah lebih ber-nuansa ”dikotomis”. Selanjutnya setiap aspek baik input. baik pada tingkat kabupaten/kota. Aspek kesiswaaan terdiri dari :: kondisi siswa dan prestasi siswa yang merupakan bahan baku sekolah dan sangat menentukan pembinaan pretasi siswa ke depan. maupun output akan diuraikan lebih rinci untuk mendapatkan gambaran data yang lebih jelas dan konkrit. Sedangkan aspek sarana yang terdiri dari : keberadaan ruang kelas. agar kondisi sekolah benar-benar tercerminkan secara komprehensif. Mengingat standar-standar tersebut terdiri dari berbagai aspek dan sub aspek yang saling terkait satu sama lain untuk mencapai tujuan sekolah. penilaian lebih menekankan pada identifikasi permasalahan sekolah melalui penilaian kinerja. 1999). (Fielmen. dan fasilitas pendukung (media/alat peraga). ruang administrasi. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. b) aspek kesiswaan. Standar input mencakup : a) aspek tenaga kependidikan. maupun tingkat Departemen CQ. Selanjutnya aspek tenaga kependidikan terdiri dari : guru. penggunaan dana. c) aspek penilaian. artinya lambaga tersebut apakah sekolah memenuhi standar minimal. b) standar proses. Sedangkan aspek output mencakup : a) aspek prestasi belajar siswa. maupun c) standar outout. dan d) aspek manajemen dan kepemimpinan. lingkungan sekolah. b) aspek PBM. kepala sekolah dan karyawan akan ”dipotret” secara komprehensif dan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan melalui serangkaian kegiatan proses pembandingan kondisi sekolah dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. maka standar tersebut harus disusun secara kronologis berdasarkan standar yang ada yang isinya dari waktu ke waktu dapat berubah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pendidikan masa depan. Pengertian Kinerja Secara umum pengertian kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitiatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan indikator masukan. dan akuntabilitas 4 . dan c) aspek prestasi sekolah. Selanjutnya untuk aspek pembiayaan terdiri dari : sumber pendanaan. Kriteria atau indikator kinerja sekolah diadaptasi dari komponen-komponen sekolah yang menjadi bahan penilaian berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS). dimana kelemahan-kelemahan yang ada di sekolah diusahakan di atasi dengan berbagai kebijakan sekolah. yang akan dinyatakan ”terakreditasi” atau tidak memenuhi syarat minimal. laboratorium. kamar kecil. yang dinyatakan ”tidak terakreditasi”. kepala sekolah. proses. Selanjutnya ahli lain mengatakan bahwa kinerja adalah kombinasi atau perpaduan antara motivasi yang ada pada diri seseorang dan kemampuannya melaksanakan suatu pekerjaan. ruang keterampilan/kesenian. dan output. Sedangkan pada konsep penilaian kinerja yang lebih bernuansa pembinaan berkesinambungan. propinsi.

Sedangkan aspek manajemen dan kepemimpinan terdiri dari : perencanaan. Dari sisi proses. pemerintah. Sedangkan aspek penilaian terdiri dari : kesiapan guru. Indikator-indikator yang ada pada aspek sarana maupun aspek pembiayaan cukup penting mengingat proses belajar mengajar tidak akan dapat optimal tanpa dukungan sarana yang lengkap dan pembiayaan yang cukup. hasil penilaian diharapkan dapat memetakan secara utuh dan komprehensif profil sekolah. mengacu pada standar yang ditetapkan beserta aspek-aspek sekaligus indikatornya. Dari sisi pembinaan dan pengembangan. khususnya pada komponen proses. dan kepemimpinan. yakni sebagai dasar bagi sekolah. metodologi pengajaran. dan penggunaan media pembelajaran. dan buku siswa. Dalam penilaian kinerja sekolah focus penilaian tidak hanya terbatas pada aspek tertentu saja. Komponen Utama Penilaian Kinerja sekolah Dalam penilaian kinerja sekolah memiliki komponen-komponen utama yang menjadi tolok ukur penilaian kinerja sekolah. dan pelaksanaan penilaian. aspek kurikulum dan bahan ajar terdiri dari: kurikulum. peran guru sangat penting dalam mengembangkan strategi pembelajaran. 3. Fungsi Penilaian Kinerja sekolah Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan instrumen yang komprehensif dan dikembangkan berdasarkan pada standar mutu yang ditetapkan. aspek manajemen dan kepemimpinan juga tidak kalah penting dalam melihat kinerja sekolah. pengawasan. Keberadaan tiga indikator ini cukup penting. Oleh karena itu fungsi dari sistim penilaian. pengelolaan kelas. Tidak berbeda dengan aspek-aspek yang lain. melainkan meliputi berbagai aspek yang bersifat menyeluruh. non-akademik. yakni sebagai informasi bagi semua pihak tentang kelayakan dan kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur terkait. Kedua aspek tersebut (proses belajar mengajar dan penilaian) sangat penting dalam melihat keberhasilan program pengajaran. padahal dilihat dari sisi efektivitas pembelajaran. Sedangkan aspek prestasi sekolah terdiri dari : prestasi akademik dan non-akademik. bahan ajar. Dari sisi output. Tolok ukur ini pada umumnya justru menjadi ukuran kemajuan sebuah lembaga pendidikan. yakni : 1. B. sedangkan kepala sekolah sangat berperan dalam mengelola sekolah sebagai agen perubahan.penggunaan dana. bahan ajar yang komprhensif dan buku penunjang untuk siswa yang mendukung kurikulum maka proses pembelajaran juga tidak akan dapat berjalan dengan efektif. karena tanpa kurikulum yang jelas. C. dan kepribadian. Dari sisi pengetahuan. 2. Prestasi siswa menjadi tolok ukur utama dalam melihat keberhasil pendidikan secara umum. aspek prestasi belajar siswa terdiri dari : akademik. Aspek pretasi guru dan kepala sekolah terdiri dari : prestasi guru dan prestasi kepala sekolah. implementasi program. Dari sisi akuntabilitas. Indikator ini yang selama ini sering dilupakan. Dengan demikian hasil yang diperoleh dapat menggambarkan 5 . dan masyarakat dalam upaya peningkatan atau pengembangan mutu sekolah. Aspek PBM terdiri dari : kesiapan guru. apakah layanan yang dilaksanakan dan diberikan oleh sekolah telah memenuhi harapan atau keinginan masyarakat. yakni sebagai bentuk pertanggung-jawaban sekolah kepada masyarakat.

Selanjutnya misi yang terumuskan dengan jelas sangat penting. aspek siswa. Mengingat tujuan akhir sekolah adalah mendidik siswa. dan karyawan. ruang ketrampilan/ kesenian. Pada umumnya setiap orang punya visi. ruang kepala sekolah. Bagi sekolah. misalnya 25 tahun atau bahkan lebih. dan fasilitas pendukung. sehingga membangun kinerja baik secara individu maupun sekolah. penggunaan dana. Tujuan pada dasarnya tahapan dari visi. visi merupakan cita-cita yang ingin dicapai di masa depan. Apabila visi merupakan sosok sekolah yang ingin diwujudkan dalam jangka panjang. misalnya untuk 3 tahun. Komponen Input Input suatu sekolah dapat berupa input yang berkaitan dengan aspek tenaga kependidikan. untuk jangka waktu tertentu. Kinerja ini terutama ditinjau dari misi utamanya yakni memberikan layanan pendidikan dalam rangka membangun generasi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan sebagai bekal kehidupan di masa datang. maka tujuan merupakan tahapan sosok itu. sangat mungkin masing-masing stakeholder sudah faham tentang apa yang perlu dan harus dilakukan. dan output sekolah yang secara integratif saling kait mengkait satu sama lain. Aspek tenaga kependidikan mencakup guru. Dengan istilah lain. tujuan. Sedangkan aspek pembiayaan mencakup sumber dana. Perumusan misi harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak terkait dan memperhatikan sumberdaya yang dimiliki sekolah maupun sumberdaya yang dapat diupayakan untuk digunakan dalam mewujudkan visinya. Misalnya seseorang bercita-cita menjadi pengusaha yang mampu memanfaatkan sumberdaya alam di daerah asal dan mampu menyejahterakan masyarakat setempat. lingkungan sekolah. di samping input harapan yang mencakup visi. walaupun hal itu tidak disadari. Cita-cita seperti itu pada dasarnya merupakan visi yang bersangkutan dan jika visi tersebut benar-benar diinternalisasi akan mampu mendorong yang bersangkutan selalu mencari cara untuk mewujudkannya. proses sekolah. namun dalam rencana pengembangan sekolah tetap harus ditekankan sebagaimana dijelaskan pada Buku Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).secara utuh kondisi kelayakan dan kinerja sekolah tersebut. ruang tata usaha. Selanjutnya secara lengkap akan diuraikan komponen-kompoen tersebut sebagai berikut : 1. kamar kecil. misi. ruang guru. Bahkan jika penyusunan misi telah melibatkan semua stakeholder. dalam mendukung misi tersebut. dan aspek sarana dan pembiayaan (tangible). dan akuntabilitas penggunaan dana. dan sasaran) tidak ditekankan dalam identifikasi sekolah. Aspek sarana mencakup ruang kelas. laboratorium. Walaupun aspek yang bersifat intangible (visi. Dalam konteks ini akan lebih ditekankan pada aspek-aspek sepetti tersebut di atas yang lebih tangible. terkait erat dengan sosok lulusan. khususnya warga sekolah dalam berpartisipasi dalam mewujudkan visi bersama. perpustakaan. maka sebaiknya sosok sekolah di masa depan yang digambarkan pada visi. Aspek siswa mencakup kondisi siswa dan prestasi siswa. visi adalah gambaran masa depan yang ingin dicapai. Dengan demikian komponen-komponen penilaian juga harus mencakup aspek input sekolah. misi. Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. kepala sekolah. tentunya visi merupakan “sosok sekolah” yang diharapkan di masa datang. tujuan dan sasaran yang lebih menekankan pada aspek intangible. karena akan memberikan panduan kepada semua pihak. Dengan demikian harus disadari bahwa jika tujuan6 .

Tenaga kependidikan. akan mampu menjadi pendorong utama prestasi sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. jika tujuan disusun untuk periode 3 tahun.tujuan tersebut “disambung” secara berkelanjutan sampai periode tertentu. khususnya guru merupakan merupakan kunci utama proses pendidikan. Peningkatan kemampuan sudah banyak dibahas dan bahkan telah banyak dilakukan melalui berbagai bentuk pelatihan dan peningkatan kualifikasi pendidikan. sehingga mampu dan siap bekerja secara optimal. harus mewujudkan tujuan. akan mengarahkan warga sekolah dan stakeholder yang lain. Meskipun demikian dalam identifikasi tetap akan diungkap dengan data interval agar dapat ditetapkan langkah dan strategi peningkatan kualitas sekolah berdasarkan data sekolah tersebut. tujuan dan sasaran dirumuskan secara jelas. 1. Misalnya. misi. Proses pengelolaan tenaga kependidikan perlu berfokus pada dua hal. jumlah laboran dankualifikasinya serta tenaga karyawan lainnya telah dimuat dalam buku SPM. Pada hal. khususnya guru harus dikelola dengan baik. kualifikasi guru. Ketentuan berapa jumlah guru. Standar sekolah yang baik sangat sumberdaya manusia dalam jenis. Sekolah dikatakan memenuhi standar jika minimal telah memenuhi minimal 90% dari kebutuhan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya. dan karyawan (laboran. Namun juga harus diingat bahwa jika sasaran-sasaran seperti itu disambung untuk periode 3 tahun. akan berujung pada visi. dengan melibatkan semua stakeholder. Oleh karena itu faktor tenaga kependidikan. setelah selesai mengikuti pelatihan atau peningkatan kualifikasi pendidikan. kualifikasi kepala sekolah. bahkan muncul istilah “kembali seperti semula”. pada akhirnya gurulah yang menggunakan dalam proses pendidikan. tujuan dan sasaran telah dimuat pada Buku Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang diterbitkankan oleh Dit. untuk periode waktu yang lebih pendek. Sasaran pada dasarnya merupakan penjabaran dari tujuan. penjaga sekolah dan tenaga tata usaha). Bagaimana menyusun visi. yaitu kemampuan dan komitmen kerja. kepala sekolah. apa yang harus dicapai pada setiap periode dan bagaimana mewujudkannya. kualifikasi tata usaha. PLP. Berbagai kajian menunjukkan bahwa yang menjadi penyebab adalah komitmen kerja mereka tidak berubah. sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. jumlah dan kualifikasi yang cukup. ternyata kinerja mereka tidak meningkat secara signifikan. Keberadaan aspekaspek tersebut sangat penting pada pengelolaan suatu organisasi. jumlah tata usaha. sasaran dapat saja disusun untuk periode satu tahun. Pada naskah ini hanya ditekankan bahwa jika visi dan misi. Tetapi juga banyak dijumpai. Aspek Tenaga Kependidikan Input yang berkaitan dengan aspek tenaga kependidikan mencakup keberadaan guru. karena jika benar-benar difahami dan diinternalisasi dengan baik oleh seluruh warga sekolah. tenaga kepustakaan. komitmen kerja itulah 7 . Apapun kurikulum dan sarana yang dimiliki sekolah. termasuk sekolah.

Oleh karena itu. Aspek Kesiswaan Input yang berkaitan dengan aspek kesiswaan yang mencakup kondisi siswa dan prestasi siswa. c) tingkat kesesuaian dalam arti kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kependidikan sesuai dengan bidang kerja yang ditugaskan. kepala sekolah. dan pelayanan yang diperlukan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Selanjutnya dalam Kebijakan Akreditasi Sekolah (2004) dinyatakan bahwa peserta didik adalah warga masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. e) pemberian kesempatan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan. profesi. Peserta didik memiliki tingkat kesiapan belajar yang memadai. b) kualifikasi dan kompetensi yang memadai sesuai dengan tingkat pendididikan yang ditugaskan. pengelolaan. dan interkasi sosial baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. b) melaksanakan tugas kependidikan yang menjadi tanggung jawabnya. penilaian. baik mental maupun fisik. 2004). sekolah memiliki : a) tenaga kependidikan yang cukup jumlahnya. Tenaga kependidikan (guru. pengawasan. 2. dan c) meningkatkan kemampuan profesionalnya yang meliputi kemampuan intelektual. pembimbingan. knierjanya juga akan rendah. Oleh karena itu tenaga kependidikan merupakan kunci bagi suksesnya pengembangan sekolah. dan f) evaluasi hasil belajar siswa. Tenaga kependidikan merupakan jiwa sekolah. dan karyawan) secara umum bertugas melaksanakan perencanaan. ada enam hal yang harus diperhatikan oleh sekolah yaitu : a) penerimaan siswa baru. pembelajaran.yang mengeluarkan kemampuan seseorang menjadi kinerja. Indikator tenaga kependidikan. pengembangan komitmen kerja bagi guru dan tenaga kependidikan perlu diupayakan. dan pembimbingan peserta didik. pengembangan. Setinggi apapun kemampuan seseorang. 2004). kalau komitmen kerjanya rendah. b) penyiapan belajar peserta didik. 8 . dan kesanggupan kerja yang tinggi (Depdiknas. Peserta didik merupakan salah satu masukan yang sangat menentukan bagi berlangsungnya proses pembelajaran. dan sekolah hanyalah merupakan wadahnya. Sekolah memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk berperan serta dalam penyelenggaraan program sekolah. Sekolah memiliki program yang jelas tentang pembinaan. d) pembimbingan. Kondisi siswa dan prestasi siswa tersebut tidak terlepas dari proses penerimaan peserta didik yang didasarkan atas kriteria yang jelas. integritas kepribadian. c) pembinaan dan pengembangan. Selanjutnya berkaitan dengan peserta didik. Namun demikian prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik pada dasarnya merupakan upaya kolektif antara peserta didik dan guru. pelatihan. Sekolah melakukan evaluasi kemajuan dan hasil belajar peserta didik yang memenuhi kaidah evaluasi yang baik (Depdiknas. Selanjutnya tenaga kependidikan berkewajiban : a) menjaga nama baik lembaga. transparan dan akuntabel.

Salah satu tujuan penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lengkap adalah untuk menjamin tercapainya tujuan sekolah dan tuntutan pedagogik yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna. Di samping itu dalam aspek kesiswaaan juga diperhitungkan pretasi siswa sebelum masuk ke jenjang SMP. optimalisasi penggunaan. 3. dan perawatan. Buku SPM telah memuat standar masing-masing jenis sarana dikaitkan dengan jumlah siswa dan juga menyebutkan bahwa sekolah minimal perlu memiliki minimal 90% dari standar tersebut. Banyak kasus menunjukkan adanya sarana sekolah yang frekwensi penggunaannya sangat kecil. dan psikomotor peserta didik. kamar kecil.Aspek input yang berkaitan dengan kesiswaaan ditekankan pada kondisi siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah yakni rasio siswa per rombongan belajar dan juga rasio pendaftar terhadap siswa yang dterima. kantor dan ruang guru beserta mebelernya. Sarana-prasarana yang dicakup pada SPM antara lain. ternyata hanya beberapa kali saja. menyenangkan. kognitif. ruang laboratorium beserta peralatan praktikum. ruang administrasi. ruang kepala sekolah. Aspek sarana dan pembiayaan Input yang berkaitan dengan sarana dan pembiayaan mencakup ruang kelas. dan memberdayakan sesuai tuntutan karakteristik mata pelajaran. Apabila inputnya berkualitas akan sangat mudah dalam proses pengembangan pembelajaran selanjutnya. sehingga sarana tersebut rusak bukan karena digunakan. labratorium. kantin sekolah. perlu diupayakan akan dapat digunakan secara optimal. fasilitas olahraga serta bermain dan sebagainya. Sumberdaya sarana-prasarana yang seharusnya dimiliki sekolah juga telah dijelaskan dalam dokumen SPM. khususnya kalau ada pertemuan wali murid atau pentas seni. Jika sarana sudah dimiliki. Pada kasus seperti itu perlu dipertanyakan apakah memang pembangunan aula merupakan prioritas dan apakah tidak ada sarana yang justru lebih penting untuk mendukung proses pembelajaran. Seringkali sekolah memiliki semangat ingin punya yang terlalu besar dan tidak mempertimbangkan apakah sarana itu benar-benar diperlukan dan berapa kali penggunaan dalam satu periode waktu tertentu. serta fasilitas pendukung. Sebagai contoh. Aspek ini cukup penting dan strategis karena akan sangat menentukan proses pembelajaran selanjutnya. fasilitas pendukung dan pembiayaan. tetapi justru rusak karena jarang atau tidak pernah digunakan. ruang keterampilan/kesenian/komputer. Tetapi jika ditanyakan berapa kali aula tersebut digunakan dalam satu tahun. perpustakaan berserta buku dan media belajar lainnya. ruang belajar beserta mebeler dan media pembelajaran yang diperlukan. 9 . Terdapat tiga hal penting dalam pengelolaan sarana-prasarana di sekolah. pertumbuhan. yakni prestasi di sekolah dasar (SD) dan juga kualitas (peringkat) sekolah asal sebelum masuk di tingkat SMP. antara lain KM/WC. banyak sekolah menginginkan aula dan berupaya mengadakannya. perpustakaan. lahan sekolah. lahan terbuka. yaitu pemilihan sarana-prasarana yang diperlukan. dan perkembangan afektif.

Harus dihindari adanya alokasi dana yang tidak memiliki aktivitas yang terkait erat dengan pencapaian sasaran sekolah. Perawatan. b) penggunaan dana. tetapi dibiarkan cukup lama sehingga mengakibatkan rusaknya plafon. Tanpa dukungan dana yang cukup. Artinya alokasi anggaran didasarkan pada aktivitas/kegiatan yang benar-benar diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Aspek pembiayaan Berkaitan dengan pembiayaan. Kunci pokok dalam pengelolaan dana adalah keadilan. Pemanasan sebagain bagian perawatan preventif. Dalam konteks penggunaan dana adil tidak berarti harus sama. Efisiensi belum banyak mendapat perhatian di sekolah. efisiensi dan keterbukaan. memang diperlukan untuk peralatan seperti itu. Penentuan prioritas perlu diputuskan secara terbuka dan melibatkan semua pihak yang terkait. Banyak alat elektronika dan optik cepat rusak karena lembab. maka perlu dicari jalan bagaimana mengoptimalkan.Jika memang keperluan untuk menggunakan oleh warga sekolah tidak terlalu banyak dan sarana itu sudah terlanjur ada (misalnya aula sekolah). walaupun tidak digunakan. Mungkin saja sebenarnya dana sudah digunakan secara benar. Memang banyak alat-alat laboratorium perlu perawatan. 4. dan c) akuntabilitas penggunaan dana. khususnya perawatan preventif terhadap sarana seringkali kurang mendapat perhatian. sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Pengelolaan dana yang tidak transparan seringkali menjadi penyebab munculnya kecurigaan dan kemudian merambat menjadi iklim kerja yang kurang harmonis. Dokumen SPM tidak menyebutkan secara tegas dana yang perlu dimiliki oleh sekolah. tetapi program yang penting mendapatkan alokasi dana yang cukup dan yang mereka yang bekerja lebih banyak juga mendapatkan penghargaan lebih baik. Banyak alat laboratorium yang rusak karena kurang mendapatkan perawatan sehari-hari. Keterbukaan atau transparasi merupakan masalah sangat penting dalam pengelolaan dana. tidak hanya menyangkut jumlah. Dalam aspek pembiayaan mencakup : a) sumber pendanaan. Salah satu cara mengupayakan efisiensi dalam penggunaan dana adalah dengan menerapkan anggaran berbasis aktivitas (activities based budget). Bahkan seringkali pengelolaan yang dana yang kurang tepat menyebabkan iklim kerja berantakan. tetapi yang tidak kalah pentingnya proses pengelolaan. akan sangat sulit proses pendidikan terlaksana dengan baik. Contoh sederhana adalah ada genting bocor. Dana juga merupakan sumberdaya yang sangat penting dalam pendidikan. Mungkin saja dapat digunakan untuk keperlukan lain atau jika mungkin ditawarkan untuk digunakan oleh pihak lain. Namun pada buku MPMBS dijelaskan bagaimana sekolah dapat melakukan perhitungan berapa dana yang diperlukan. bahkan menurunkan semangat kerja. sehingga semua pihak merasa ikut menentukan bahwa kegiatan “X” merupakan prioritas dan oleh karena itu perlu mendapatkan prioritas alokasi dana yang cukup. asal saling menguntungkan. namun 10 .

Dalam kurikulum 2004 aspek kurikulum dan bahan ajar tidak dapat dipisahkan secara dikotomis. dan ) aspek manajemen dan kepemimpinan. Oleh karena pentingnya masalah ini. 2. namun kurikulum nasional tetap harus dilaksanakan sepenuhnya. Dalam pelaksanaannya sekolah berpegang pada dokumen kurikulum dan silabus yang dikembangkan dengan mengacu kepada dokumen tersebut. Proses pendidikan dikatakan baik. sehingga mencapai hasil belajar yang diharapkan. sehingga input-input tersebut dapat bersinergi secara maksimal dan proses berjalan secara efektif dan efisien. karena dokumen kurikulum yang ditetapkan dalam standar kompetensi masih perlu dijabarkan menjadi lebih rinci (silabus dan satuan pembelajaran) dengan mengacu pada dokumen kurikulum yang ada. Tentu saja untuk maksud itu harus dapat menggunakan input-input secara selaras dan harmonis. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pengembangan silabus yang telah dilaksanakan oleh guru berdassarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Komponen Proses Proses pada dasarnya merupakan pengolahan input untuk menghasilkan output yang direncanakan. Bagaimana cara melaksanakan pengelolaan keuangan yang transparan dapat dibaca di buku tersebut. proses pembelajaran harus diupayakan dapat berjalan dengan efektivitas tinggi. transparansi dijadikan salah satu aspek yang harus dikembangkan di sekolah. a. 11 . karena memang proses pembelajaran itulah tugas dan fungsi utama sekolah. Jadi pada aspek proses inilah seharusnya input diproses secara selaras dan sinergis.karena kurang transparan muncul dugaan-dugaan dan bahkan kecurigaan bahwa anggaran diselewengkan. dalam buku MPMBS. Penyediaan dan pemilihan buku ajar merupakan rangkaian kegiatan guru dalam rangka penyiapan proses belajar mengajar. Oleh karena itu. Aspek Kurikulum dan bahan ajar Proses yang paling utama di sekolah adalah proses pembelajaran. Dalam buku kebijakan akreditasi sekolah (2004) ditegaskan bahwa sekolah melaksanakan kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal atau pilihan sesuai dengan potensi sekolah. Dalam konteks implementasi kurikulum 2004 bahan ajar dikembangkan oleh guru berdasarkan kompetensi dasar (KD) yang dijabarkan dari standar kompetensi. sehingga menghasilkan output yang diharapkan. Standar kurikulum dibuat untuk membuat jaminan kepada masyarakat bahwa apa yang diperoleh di sekolah benarbenar konsisten dengan prinsip dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam kurikulum nasional. Meskipun sekolah diperkenankan untuk mengembangkan atau melaksanakan kerukulum yang menjadi ciri khas dari sekolah yang bersangkutan. jika mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif dan mampu membantu siswa belajar. Proses pendidikan di sekolah mencakup : a) aspek kurikulum dan bahan ajar. sehingga menimbulkan iklim kerja yang kurang baik. b) aspek PBM c) aspek penilaian. Pemilihan bahan ajar sangat berperan penting dalam memahami kompetensi dasar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam satu satuan waktu tertentu.

sementara proses pembelajaran memberikan situasi yang menyenangkan (joyfull). Di sinilah pentingnya proses pembelajaran memperhatikan karateristik modalitas anak didik. Banyak studi yang menyimpulkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Buku siswa sangat berperan dalam memudahkan siswa memahami topik permasalahan (kompetensi dasar) yang telah dikembangkan oleh guru. Sedangkan evaluasi pembelajaran adalah suatu proses untuk mendapatkan informasi tentang hasil pembelajaran. pelaksanaan. Sementara itu motivasi belajar siswa akan tumbuh. sebagai pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran. Oleh karena itu esensi perencanaan pembelajaran adalah kesiapan yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berjalan efektif. dan evaluasi. isi pembelajaran harus memberikan makna (meaningful) bagi anak didik. Perencanaan pembelajaran adalah penyusunan rencana tentang materi pembelajaran. Oleh karena itu. jika siswa memiliki motivasi belajar yang bagus. Oleh karena itu. Oleh karena itu. proses pembelajaran tidak boleh berhenti sampai penguasaan bahan ajar saja. sekolah harus mengupayakan sekolah merupakan lingkungan belajar yang menyenangkan. bukan sekedar siswa mendapatkan nilai tinggi. Selain proses pembelajaran dilihat dari sisi substansial untuk mengoptimalkan hasil belajar mengajar. dengan mengoptimalkan potensi dan tipologi anak didik. Ketiga hal tersebut merupakan rangkaian utuh yang tidak dapat dipisah-pisahkan. 12 . tetapi juga mampu mengembangkan potensinya untuk meningkatkan kecakapan hidup yang diperlukan guna mengatasi dan menyelesaikan problema kehidupan yang dihadapi. bagaimana melaksanakan pembelajaran. Aspek Proses Belajar Mengajar Proses pembelajaran adalah serngkaian aktivitas yang terdiri dari perencanaan. tetapi harus sampai terakumulasi menjadi kecakapan hidup (life skill). sehingga dapat terjadi apa yang kini disebut dengan quantum learning. jika merasa apa yang dipelajari bermakna buat dirinya. Pembelajaran dikatakan efektif jika mencapai hasil yang diinginkan. Dengan buku siswa juga diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. dan bagaimana melaksanakan penilaian. Di samping itu buku siswa juga menuntun kronologis berpikir siswa mengikuti logika atau alur keilmuan yang telah dijabarkan dalam kompetensi dasar yang merupakan penjabaran dari standar kompetensi pada mata pelajaran tertentu. perlu juga diperhatikan dan dipertimbangkan aspek lingkungan sekolah. 2.Selanjutnya buku siswa merupakan kelengkapan dari buku ajar yang telah dikembangkan oleh guru. Oleha karena itu proses pembelajaran perlu didukung dengan lingkungan belajar yang kondusif. Tentunya hasil pembelajaran. Proses pembelajaran adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik yang diharapkan menghasilkan perubahan peserta didik dan inti dari proses belajar mengajar adalah efektivitasnya.

Walaupun perencanaannya sangat baik tapi kalau pelaksanaannya kurang optimal juga tidak akan berdampak positif pada aspek pemahaman siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Berkaitan dengan perencanaan sekolah memiliki perencanaan strategis dengan rumusan arah yang jelas dan tujuan yang jelas oleh setiap warga sekolah. Aspek Penilaian Aspek penilaian merupakan salah satu aspek yang tidak kalah penting dengan aspek-aspek lainnya. tetapi yang lebih penting situasinya dapat memberikan kesan longgar (tidak sumpek). tanggung jawab. b) implementasi program. Dalam aspek penilaian mencakup : a) kesiapan guru dalam proses penilaian dan b) proses pelaksanaan penilaian. kerjasama. lingkungan tidak hanya bersifat fisik. dan d) kepemimpinan. misalnya tata hubungan dan pergaulan antar warga sekolah. setapak demi setapak akan mampu menumbuhkan budaya mutu. 4. Jika guru dan pimpinan memberikan contoh belajar dan bekerja keras. yang digunakan sebagai acuan bagi pengembangan rencana operasional dan program sekolah. Selanjutnya dalam hal proses pelaksanaan penilaian.Dalam pengertian tersebut. Sekolah tidak harus mewah. akan mendorong siswa juga belajar dan bekerja keras. tenang (tidak bising) dan memberikan perasaan aman bagi siswa. Jika guru secara periodik membuat rangkuman hasil bacaan dan ditempel di majalah dinding sekolah. akan mendorong siswa untuk membaca buku. Kesiapan guru dalam proses penilaian antara lain terkait oleh sejauhmana guru mampu mengungkap kemampuan siswa dalam mempelajari pokokpokok bahasan/kompetensi dasar (KD) tertentu dengan berbagai model penilaian. sejuk (tidak panas). keterbukaan. akan mampu mendorong siswa belajar dengan sungguh-sungguh. tertata rapi. juga tidak kalah penting dengan perencanaan (kesiapan guru). Jika orang yang belajar dengan sungguh-sungguh mendapat penghargaan lebih dibanding yang tidak. rapi dan bersih (tidak kumuh). Dari sisi implementasi sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. yaitu situasi yang mendorong setiap orang untuk menghargai mutu dan selalu mengupayakan peningkatan mutu dalam setiap aspek kehidupan. Lingkungan sekolah yang bersih. sejuk. 3. Proses pembelajaran yang berkualitas atau yang baik tanpa ditunjang dengan penilaian yang baik juga akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan secara umum. kemitraan. tenang dan aman akan merupakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Hal ini menjadi penting karena setiap KD memiliki karakteristik keilmuan yang berbeda-beda. keluwesan. Lingkungan non fisik seperti yang diutarakan di atas. Meskipun demikian tentu lingkungan fisik juga berpengaruh terhadap motivasi bekajar siswa. Aspek Manajemen dan kepemimpinan Proses yang berkaitan dengan aspek manajemen mencakup : a) perencanaan. c) pengawasan. 13 . Dalam kurikulum berbasis kompetensi (kurikulum 2004) kesiapan guru dalam mendisain atau merencanakan penilaian menjadi salah satu bagian yang penting dalam program penilaian secara umum. tetapi juga non fisik. partisipasi. sehingga memerlukan model penilaian yang berbeda pula.

maka manajemen sekolah yang dimaksud adalah manajemen yang berpusat pada sekolah atau yang dikenal dengan manejemen berbasis sekolah (MBS). sekolah memiliki rencana yang akan dicapai dalam jangka panjang (rencana strategis) yang dijadikan acuan dalam rencana operasional. dan hasil yang diharapkan oleh sekolah. Dalam pelaksanaan pengawasan ini terkandung pula fungsi pemamtauan yang diarahkan untuk melihat apakah semua kegiatan berjalan dengan lancar dan semua sumber daya dimanfaatkan secara optimal. MBS adalah suatu model manajemen yang bertolak dari kemampuan. Kegiatan sekolah dilakukan berdasarkan tujuan sekolah yang dirumuskan secara jelas.akuntabilitas. Sehubungan dengan perencanaan. manajemen sekolah memfokuskan diri pada sekolah sebagai sistem dimana kepemimpinan menekankan pada orang sebagai jiwanya. 2004). Kriteria utama mutu perencanaan sekolah adalah sejauhmana warga sekolah memahami dan menyadari visi. wawasan masa depan atau visi sekolah adalah gambaran masa depan yang dicitacitakan oleh sekolah. Dalam rencana ini wawasan masa depan (visi) dijadikan panduan bagi rumusan misi sekolah. Tugas dan fungsi manajer adalah mengelola para pelaksana dengan sejumlah masukan manajemen. Sedangkan pengawasan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen sekolah. 3. Sedangkan dari sisi kepemimpinan kepala sekolah menerapkan pola kepemimpinan yang terbuka dan melakukan pendelegasian tugas dengan baik. dan dinamis. Implementasi manajemen sekolah adalah pengelolaan sekolah yang dilakukan secara efektif dan efisien. dengan catatan bahwa apa yang dilakukan oleh sekolah harus tetap dalam lingkup kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas. kesanggupan. bukan perintah dan petunjuk dari lapisan birokrasi atasan. pimpinan sekolah melaksanakan pengawasan secara terencana dan berkala sesuai dengan ketentuan yang berlaku. karena memang tujuan pokok sekolah adalah mengembangkan potensi siswa. Kepala sekolah berperan sebagai manajer dan pemimpin sekaligus. Komponen Output Output sekolah pada umumnya dikaitkan dengan prestasi siswa. dan keberlangsungan. dan kebutuhan sekolah. Visi dan misi dijadikan acuan dalam merumuskan tujuan sekolah. sehingga terwujud 14 . 2004). Dari sisi pengawasan. efektif dan efisien. serta pengendalian agar sekolah sebagai sistem mampu berkembang. Dengan kata lain. dan tujuan sekolah dan sejauhmana tujuan tersebut dicapai (Depdiknas. Sedang tugas dan fungsi pemimpin adalah memimpin warga sekolah agar posisi mereka sebagai jiwa dari sekolah benar-benar sehat. misi. Di samping itu pengawasan juga harus dilaksanakan berdasarkan item-item penilaian yang sesuai dengan tujuan sekolah. Mengingat perubahan terletak pada inisiatif dan komitmen dari para tenaga kepemdidikan yang bekerja di sekolah. Adapun misi sekolah adalah tindakan untuk merealisasi visi. cerdas. Pengawasan dan monitroing dilakukan secara berkala dan tepat sasaran sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Selanjutnya berkaitan dengan kepemimpinan.

serta prestasi sekolah sebagai institusi yang akan dijadikan tolok ukur kualitas sekolah. kedisiplinan. Bahkan banyak ungkapan yang menyatakan bahwa kesuksesan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh EQ. Pemilahan antara pretasi akademik dan non akademik sebenarnya lebih banyak didasarkan pada penekananan semata. Prestasi non-akademik biasanya dikaitkan dengan prestasi atau hasil belajar berupa olahraga. Sebaliknya dalam melakukan penelitian dan rancang bangun (menghasilkan KIR) juga terkandung unsur kiat-kiat yang mengandung unsur seni. Kepribadian seseorang akan menjadi landasan dasar pengembangan karier seseorang. misalnya nilai ujian (UNAS maupun US). 2. hal-hal yang dikategorikan non akademik juga memegang peran penting dalam kehidupan. tetapi mencari orang jujur sulit”. a. kerajinan dsb. kemampuan bekerjasama dan sebagainya. demikian pula dalam kemampuan membuat patung juga terkandung kemampuan berpikir kreatif. Prestasi guru dan Kepala sekolah Kadang dalam menilai kualitas sekolah. lomba karya ilmiah dan lomba-lomba sejenis itu. yang banyak terkait dengan hal-hal non akademik. nonakademik. Aspek Prestasi belajar sisw Prestasi belajar siswa dapat dikategorikan menjadi pretasi akademik. Dalam praktek. dan kepribadian siswa.dalam prestasi hasil belajar. kurang memiliki komitmen. Prestasi akademik biasanya dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan erat dengan penalaran. Seringkali hasil belajar seperti itu dipilah menjadi akademik dan non akademik. sering dilupakan faktor guru dan kepala sekolah. Banyak orang jatuh dalam karier hanya karena kurang baik dalam aspek kepribadian. dibanding IQ yang lebih banyak terkait dengan hal-hal yang bersifat akademik. Banyak praktisi pendidikan hanya memfokuskan prestasi 15 . tetapi sampai pada pemecahan masalah sehari-hari. dan juga masalah kerjasama. di samping prestasi siswa juga akan diungkap pretasi guru dan kepala sekolah. Tidak disiplin. Sebenarnya antara keduanya terkait erat. mis. Oleh karena itu. Di samping itu faktor kepribadian siswa juga tidak kalah penting dalam mengarungi kehidupan di kelak kemudian hari. kesenian dsb. pendidikan perlu mengembangkan kemampuan berpikir siswa yang tidak hanya sekedar untuk keperluan ujian. Dalam kemampuan olahraga juga terkandung kemampuan berpikir. Namun demikian dalam kaitan dengan peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan. yang semua itu pada dasarnya menunjukkan kemampuan berpikir seseorang. Dalam buku Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup yang diterbitkan Depdiknas dijelaskan bagaimana pentingnya pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan bagaimana cara mengembangkannya dalam pendidikan. Kini banyak keluhan bahwa “orang pandai banyak. Sedangkan kepirbadian terkait dengan keagamaan. Dalam kaitan dengan prestasi akademik perlu disadari bahwa pada akhirnya kemampuan berpikir digunakan untuk memahami dan memecahkan problem kehidupan yang kita hadapi.

keagamaan. kesenian. Dari pengamatan. karena hanya dengan intervensi kepala sekolah yang baik dan profesional kodusivitas belajar dapat teroptimalkan dan prestasi belajar dapat maksimalkan. dll. ternyata yang banyak meminati “sekolah inovatif” tersebut justru keluarga yang berpendidikan dan tidak puas dengan layanan pendidikan pada sekolah “biasa”. serta men-support potensi siswa dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait dengan pola budaya dan harapan masa depan yang diyakini mereka. maka prestasi sekolah dianggap baik. Jika orangtua siswa dan masyarakat berharap siswa dapat lulus UNAS dan diterima di SLTA Negeri favorite. kini berkembang konsep kepuasan stakeholder sebagai salah satu kriteria atau bentuk prestasi sekolah. padahal peran guru dan kepala sekolah dalam mengoptimalkan kemampuan siswa tidak dapat diabaikan.0 prestasi output sekolah tersebut kurang baik. yang menawarkan pendidikan yang tidak seperti sekolah pada umumnya dan ternyata sekolah seperti itu banyak diminati masyarakat. mendorong kreativitas. 3. prestasi sekolah dikatakan baik jika mencapai harapan stakeholdernya. Oleh karena itu indikatornya meliputi: 1) 2) 16 Bersifat akademik: NUAN. nilai ketuntasan pencapaian kompetensi siswa. kejuaraan lomba olympiade mata pelajaran. Demikian juga peran kepala sekolah tidak dapat di-nisbi-kan. Bertolak dari prinsip tersebut. nilai raport. Prestasi Sekolah Prestasi hasil belajar bukanlah sesuatu standar statis. Nah. karena harapan masyarakat terhadap lulusan sekolah semakin beragam. kreatif dan mampu memecahkan masalah seharihari. . Fenomena seperti itu yang mendorong munculnya “sekolah-sekolah inovatif”. karena tidak mencapai harapan masyarakat. dua jenis masyarakat seperti itu memerlukan mutu layanan yang berbeda. Guru merupakan faktor utama dalam mengembangkan cara berpikir siswa. Ada sebagian masyarakat yang berharap siswa lulus dengan nilai bagus. Konsep kepuasan stakeholder sebagai tolok ukur prestasi sekolah kini semakin banyak digunakan. dll Bersifat non akademik: prestasi OR. Setiap kelompok masyarakat memiliki standar yang tidak sama dan standar itu terus bergeser. Oleh karena itu prestasi guru sebagai ujung tombak terjadinya proses pembelajaran sangat penting dalam mengoptimalkan kemampuan siswa. Komponen output harus selalu menekankan pada kinerja siswa atau hasil belajar. Indikator output pada intinya mempertanyakan apakah sasaran yang ingin dicapai pada tiap-tiap program telah tercapai. apapun kegiatannya. Demikian juga peran sekolah tidak kalah penting dalam meningkatkan prestasi siswa. kejuaraan LKIR.siswa. walaupun semua siswa lulusan UNAS dan diterima di SLTA Negeri. tetapi orangtua siswa tidak puas karena nilai anak-anak mereka dibawah 6. Artinya. dan ternyata harapan itu tercapai. Sebaliknya. tetapi juga banyak masyarakat yang berhadap siswa berperilaku baik.

D. maka kegiatan kunjungan tersebut harus melalui prosedure sebagai berikut : a. dan validasi terhadap data-data dan informasi yang telah ada baik di tingkat kabupaten/kota maupun propinsi. Prinsip-prinsip kunjungan sekolah Pelaksanaan kunjungan ke sekolah dalam rangka penilaian kinerja sekolah berpegang pada prinsip-prinsip : a. Kunjungan sekolah ini dilakukan untuk meningkatkan kecermatan. keabsahan. validasi. c. Efisien. melakukan klarifikasi. Efektif. artinya dibatasi pada hal-hal pokok. dan validasi atau cros-chek terhadap data dan informasi baik kuantitatif maupun kualitatif yang sudah ada. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Sekolah Penilaian kinerja sekolah dilakukan terhadap semua sekolah jenjang SMP baik negeri maupun swasta pada pereode tertentu. serta kesesuaian antara fakta dengan data yang diperoleh melalui pengisian instrumen penilaian kinerja. sehingga dapat mendukung hasil penilaian yang komprehensif. Sebelum melaksanakan kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah ditetapkan. Tujuan kunjungan sekolah dalam rangka penilaian Dengan menggunakan instrumen peniaian kinerja sekolah. verifikasi. b. wawancara. 17 . Selanjutnya dalam pelaksanaan penilaian kinerja ini akan melalui tahapan-tahapan kunjungan sekolah (visitasi) yang dilakukan oleh tim penilai untuk mengklarifikasi. namun cukup memberikan gambaran yang utuh dan terfokus pada substansi yang telah ditetapkan. Persiapan kunjungan Sebelum tim penilai melakukan kunjungan ke sekolah. verifikasi. Obyektif. Penilaian kinerja sekolah ini dilaksnakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/kota atau Dinas Pendidikan tingkat propinsi. serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek penilaian kinerja sekolah. Kegiatan klarifikasi. artinya mampu menjaring informasi yang akurat dan valid sebagai dasar pengambilam keputusan yang tepat bagi semua pihak yang memerlukannya. verifikasi atau pengamatan ulang berbagai data pendukung. Selanjutnya hal-hal yang harus difahami oleh tim penilai adalah : 1. seyogyanya tim penilai mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan sekolah tersebut. Verifikasi data dan informasi Kunjungan ke sekolah diawali dengan menemui kepala sekolah dan warga sekolah dan menyampaikan tujuan dari kunjungan. 2. 2. tim penilai melakukan kunjungan sekolah. artinya berdasarkan kenyataan pada sejumlah indikator dapat diamati. agar tujuan penilaian kinerja dapat mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan tersebut di lapangan dapat berupa pengalamatan lapangan. sehingga penilai memiliki pengetahuan awal tentang kondisi sekolah tersebut. valid dan akurat serta dapat memberikan manfaat.

3. Penyusunan laporan Berdasarkan hasil klarifikasi. sehingga semua data dan informasi yang diperoleh bermanfaat dan obyektif. Tim diperkenankan untuk menerima layanan dan pemberian apapun sebelum. Klarifikasi temuan Hasil temuan tim penilai yang tidak terjadi kesesuaian antara informasi dengan data lapangan perlu iklarifikasi dengan kepala sekolah. tim penilaian dan tidak terpengaruh oleh intervensi apapun. 2. Independen Dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. dan validasi serta pendalaman terhadap data dan informasi. Laporan individual ini memuat nilai dan catatan untuk maing-masing komponen atau aspek penilaian yang dibuat berdasarkan deskripsi yang telah ditetapkan. penilai tidak dalam bentuk mungkin akan 18 . Norma Penilaian Kinerja Sekolah Pelaksanaan penilaian kinerja sekolah harus perpedoman pada norma-norma yang sesuai dengan tujuan dan fungsi penilaian kinerja sekolah. norma tersebut antara lain : a. Proses verifikasi dan validasi data dan penjaringan informasi lainnya oleh tim penilai harus dilaksanakan dengan jujur dan benar. di samping itu sekolah harus memberikan kemudahan tim penilai untuk melakukan pengamatan. Norma-norma ini harus menjadi pegangan dan komitmen semua pihak yang terlibat di dalam proses penilaian. harus mandiri. Klarifikasi temuan ini dimaksudkan untuk menyampaikan secara umum gambaran yang diperoleh tim penilai untuk setiap komponen dan aspek untuk dijadikan bahan perbaikan bagi sekolah di masa yang akan datang. 3. dan observasi kelas serta pencermatan ulang dta pendukung.dan verifikasi tersebut dilakukan dengan cara membandingkan data dan informasi yang sudah ada dengan kondisi nyata di sekolah melalui pengamatan lapangan. pihak sekolah harus secara jujur menyampaikan semua data dan informasi yang dibutuhkan. verifikasi. selanjutnya tim penilai menyusun laporan. 4. selama. sesudah proses kunjungan yang berpengaruh terhadap hasil penilaian kinerja sekolah. dan pengkajian ulang data pendukung. Kejujuran Dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. Dalam langkah ini kepala sekolah dapat mengklarifisi hal-hal yang dirasa ada ketidak cocok-an atau ketidak benaran informasi yang telah ada. Sekolah harus memberikan kemudahan administratif dengan menyediakan data yang diperlukan. wawancara. wawancara.

dan prosedure atau mekanisme kerja. Tim penilai harus transparan dalam menyampaikan norma. Keterbukaan Proses pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. Hal ini dimaksudkan bahwa data dan informasi yangdiberikan oleh setiap responden sangat penting dalam proses penilaian kinerja sekolah. Akuntabilitas Hasil penilaian kinerja berdasarkan data dan informasi mengenai profil sekolah digunakan sebagai bahan dalam penetapan hasil dan peringkat akreditasi yang dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat. Keadilan Dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. kriteria. standar. standar. sekolah harus secara terbuka menyampaikan data dan informasi tentang sekolah sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. 6. sekolah harus secara terbuka menyampaikan data dan informasi tentang sekolah sesuai dengan kondisi nyata sekolah. dan prosedure atau mekanisme kerja. pengembangan dan peningkatan kinerja sekolah. kriteria. 8. kriteria. 5. Di samping itu tim penilai harus memiliki kecakapan yang memadai di dalam menggunakan perangkat instrumen penilaian kinerja sekolah dan dapat memberikan penilaian berdasarkan profesionalismenya. dan prosedure kerja secara adil atau tidak dikriminatif. 19 . kedudukan antara tim penilai dengan warga sekolah adalah sejajar. Selanjutnya tim penilai harus mampu memberikan saran atau masukan yang membangun dalam rangka perbaikan. Sekolah harus dilayani sesuai dengan norma. serta mekanisme. semua sekolah harus diperlakukan sama dengan tidak memandang apakah status sekolah negeri atau swasta. Kesejajaran Semua responden harus dipandang sejajar dalam rangka pemberian data dan informasi. Keterbukaan Proses pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. Profesionalisme Dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. standar. 4. 7. Di samping itu tim penilai dilarang melakukan penekanan dalam melaksanakan fungsinya sebagai tim penilai. tim penilaian harus benarbenar memahami ketentuan-ketentuan dan prosedure yang berlaku dalam pelaksanaan penilaian kinerja. Tim penilai harus transparan dalam menyampaikan norma.3.

baik yang digali dari bahan kepustakaan maupun dari pandangan-pandangan pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan di sekolah. Kerangka acuan yang digunakan dalam pengembangan instrumen menggunakan pola : input – proses – output. Kerangka Instrumen Dalam pengembangan alat evaluasi. dan indikator dapat dilihat pada Tabel di bawah. dan Indikator No. agar dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik memerlukan konsstruk yang dapat dijadikan acuan pengembangan kisi-kisi.BAB III KERANGKA INSTRUMEN DAN PEMBOBOTAN A. Selanjutnya sub-komponen disebut aspek. Untuk kepentingan penilaian kinerja sekolah pengembangan konstruk sekolah didasarkan atas makna atau hakekat kualitas sekolah. konstruk ini hanya dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kualitas yang bersifat general. dan output selanjutnya dalam pengembangan instrumen ini di sebut komponen. Input Aspek Tenaga kependidik-an Kesiswaan Sarana biayaan dan Indikator Guru Kepala sekolah Karyawan Kondisi siswa Prestasi siswa Pem. Kelayakan yang terkait dengan sumber daya. yang miliki validitas yang dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik. proses. selanjutnya dikembangkan komponen-komponen sekolah. Dengan mengacu pada konstruk tersebut. Input. aspekaspek. Untuk lebih jelasnya hubungan antara komponen. Aspek. Dalam proses penilaian kinerja sekolah terkait oleh dua fokus utama yakni kelayakan dan kinerja. Kedua fokus utama tersebut tercakup dalam indikator-indikator yang telah dikembangkan berdasarkan konstruk kinerja sekolah. Sedang kinerja dapat dilihat dari proses dan hasil pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah. beserta indikator-indikatornya. Oleh karena itu.Ruang kelas Laboratorium Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Keterampilan/ Kesenian/komputer Ruang administrasi Kamar Kecil Lingkungan sekolah 20 . Dengan demikian penilaian yang bersifat khusus (sekolah yang memiliki spesifikasi tertentu). Berdasarkan indikator tersebut dikembangkan butir-butir penilaian. aspek. dan sarana yang dimiliki oleh sekolah. Tabel 1 Hubungan Komponen. termasuk pengembangan instrumen penilaian kinerja sekolah. Komponen 1. selain menggunakan instrumen ini juga harus ada instrumen tambahan untuk mengungkap aspek-aspek yang bersifat khusus. Konstruk yang dikembangkan ini menggambarkan kualitas sekolah sekolah secara general. dan bagian dari aspek adalah indikator.

5) Tenaga (15) 21 . Selanjutnya secara keseluruhan kontribusi komponen tersebut akan menentukan kinerja sekolah. dan indikator memiliki bobot yang telah ditentukan berdasarkan besar kecilnya kontribusi komponen terhadap keseluruhan instrumen. aspek terhadap komponen.No. dan indikator terhadap aspek. Pembobotan instrumen Setiap komponen.5) Ruang Keterampilan/ Kesenian (0. Output Indikator Fasilitas Pendukung Pembiayaan Pembiayaan Sumber dana Penggunaan dana Akuntabilitas penggunaan dana Kurikulum dan bahan Kurikulum ajar Bahan ajar Buku siswa PBM Kesiapan guru Pengelolaan Kelas Metodologi Pengajaran Penggunaan media pem-belajaran Penilaian Kesiapan guru Pelaksanaan Penilaian Manajemen dan Perencanaan kepemimpinan Implementasi program Pengawasan Kepemimpinan Prestasi siswa Akademik Non-akademik Kepribadian Pretasi guru dan kepala Prestasi guru sekolah Prestasi kepala sekolah Prestasi sekolah Akademik Non-akademik Aspek B. Komponen 2. dan Indikator No. Proses 3. Komposisi bobot indikator terhadap aspek dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 2 Pembobotan Komponen. Aspek.5) Ruang guru (0. Komponen 1. Input (40) Aspek Indikator kependidikan Guru (7) Kepala sekolah (5) Karyawan (3) Kesiswaan (10) Kondisi siswa (5) Prestasi siswa (5) Sarana (8) Ruang kelas (2) Laboratorium (1) Perpustakaan (1) Ruang Kepala Sekolah (0.5) Ruang tata usaha (0. aspek.

4. Output (30) Indikator Kamar Kecil (0. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang dikembangkan harus relevan dengan harapan pihak yang berkepentingan di sekolah. 5. kriteria ini menunjukan bahwa dari setiap indikator harus dapat diturunkan butir-butir penilaian yang akan digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja sekolah. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang dikembangkan harus mewakili aspek-aspek tertentu dari komponen kualitas sekolah. aspek. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator dapat diukur dan ditujukkan. Pengembangan instrumen penilaian dalam rangka penilaian kinerja perlu memperhatikan kepentingan penilaian kinerja sekolah. kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang digunakan sebagai acuan pengembangan butir-butir penilaian harus dapat diamati substansi dan keberadaanya. Indikator-indikator penilaian kinerja sekolah merupakan acuan untuk mengembangkan butir-butir penilaian kinerja sekolah. Dalam merumuskan indikator-indikator ini digunakan kriteria : 1. Proses (30) 3. tetapi lebih mudah penghitungannya menggunakan skor komulatif indikator. Teramati.5) Fasilitas Pendukung (1) Pembiayaan (7) Sumber pendanaan (2) Penggunaan dana (3) Akuntabilitas penggunaan dana (2) Kurikulum dan bahan Kurikulum (1) ajar (5) Bahan ajar (3) Buku siswa (1) PBM (10) Kesiapan guru (2) Pengelolaan Kelas (3) Metodologi Pengajaran (3) Penggunaan Media (2) Penilaian (5) Kesiapan guru (2) Pelaksanaan Penilaian (3) Manajemen dan Perencanaan (2) kepemimpinan (10) Implementasi program (4) Pengawasan (2) Kepemimpinan (2) Prestasi siswa (15) Akademik (7) Non-akademik (4) Kepribadian (4) Pretasi guru dan kepala Prestasi guru (4) sekolah (7) Prestasi kepala sekolah (3) Prestasi sekolah (8) Akademik (5) Non-akademik (3) Aspek Jumlah komulatif komponen. penilaian kinerja keseluruhan merupakan jumlah setiap indikator ataupun aspek atau komponen. Praktis. yang merupakan jabaran dari komponen-komponen kinerja sekolah. Terukur. ataupun indikator 100 point. Indikator ini dijabarkan dari aspek-aspek penilaian yang menjadi fokus penilaian. Oleh karena itu. 2.No. 22 . Representatif. Komponen 2. 3. Relevan.5) Lingkungan sekolah (0.

Input) : a. Proses dan output). Aspek kesiswaan). Perp + Ind. Pen-Sekor-An Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah Langkah-langkah pen-sekor-an penilaian kinerja sekolah adalah sebagai berikut : 1. Kepsek) + 3(rerata butir Ind. APD Pembobotan : A1 = 7 (rerata butir Ind. Rket + Ind. Karyawan A2 = Ind. c.C. PD + Ind. PS A3 = Ind. Indikator guru). Selanjutnya dilakukan cara yang sama untuk input lain (mis. Aspek tenaga kependidikan) Dengan cara yang sama diulangi dari a s/d d untuk aspek yang lain (mis. Lab + Ind. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi perhitungan seperti di bawah untuk komponen input. Pen-sekor-an pada komponen (mis. FP A4= Ind. Kk + Ind. RTU + Ind. SD + Ind. Menjumlahkan hasil perkalian antara indikator dengan bobot pada aspek tertentu (mis. LS + Ind. Guru + Ind. Prestasi Siswa) 23 . d. Pensekoran Komponen Input : Komponen Input (Ki) = A1 + A2 + A3 A1 = Aspek Tenaga Kependidikan A2 = Aspek Kesiswaan A3 = Aspek Sarana A4 = Aspek Pembiayaan Selanjutnya : A1 = Ind. menghitung jumlah skor semua butir dibagi dengan jumlah butir. Jumlah skor indikator (rentang 1 – 4) kemudian dijumlahkan dengan indikator lain pada aspek tertentu (mis. Kepsek + Indi. Skor setiap indikator (mis. Kondisi Siswa) + 5 (rerata butir Ind. b. e. KSis + Ind. Kary) A2 = 5(rerata butir Ind. b. Skor aspek tertentu pada komponen input dijumlahkan dengan aspek yang lain (terbatas pada komponen input). Aspek tenaga kependidikan). Mengalikan rata-rata skor indikator dengan bobot tiap indikator. Pen-sekor-an butir pertanyaan pada setiap indikator/aspek : a. Guru) + 5(rerata butir Ind. RKs + Ind. RK + Ind. Rg + Ind. 2.

5) : Indikator Fasilitas Pendukung (1) : Indikator Sumber Dana (2) : Indikator Penggunaan Dana (3) : Indikator Akuntabilitas Penggunaan Dana (2) : Indikator Kondisi Siswa (5) : Indikator Prestasi Siswa (5) Dengan cara yang sama dilakukan pen-sekor-an untuk komponen proses dan output (mis. Kary) A1 = 7 {(4+4+3+3+2)/5} } + 5 {(4+3+2)/3}} + 3{(4+3+3+3+2+2)/6}} = 7{(16)/5}} + 5{(9/3)} + 3{(17/6)} = 7(3.5(rerata butir Ind.5) : Indikator Kamar Kecil (0.00 + 8. Kepsek : Indikator Kepala Sekolah (5) Ind.5) : Indikator Ruang Keterampilan(0. Skor Komponen input = Sekor Ki. PS : Indikator Ruang Kelas (2) : Indikator Laboratorium (1) : Indikator Perpustakaan (1) : Indokator Ruang Kepala Sekolah (0. LT Ind. Kk) + 0. PD) + 2(rerata butir Ind.20) + 5(3.5(rerata butir Ind. skor komponen proses = Sekor KP. Perp Ind. A3. RKs Ind. PD Ind. Lab) + 1(rerata butir Ind. RKs) + 0.5(rerata butir Ind.5) : Indikator Lingkungan sekolah (0.A3 = 2(rerata butir Ind. Kk Ind.89 Dengan cara yang sama A2.5) : Indikator Ruang Tata Usaha (0. Perp) + 0. RTU) + 0. Ksis Ind. RK) + 1(rerata butir Ind. FP Ind. FP) A4 = 2(rerata butir Ind. Kepsek) + 3(rerata butir Ind. maka Nilai kinerja sekolah dapat diformulasikan sebagai berikut : 24 . dan A4 dihitung seperti perhitungan A1 Sehingga : Sekor Komponen Input (S-Ki) = A1 + A2 + A3 + A4 Catatan/keterangan : Ind. SD) + 3(rerata butir Ind. APD Ind.5) : Indikator Ruang Guru (0.5(rerata butir Ind. RK Ind. Guru : Indikator Guru (7) Ind.5 (rerata butir Ind. Rg Ind. Karyawan : Indikator Karyawan (3) Ind.40 + 15. SD Ind.83) = 22. APD) Contoh Perhitungan : A1 = 7 (rerata butir Ind. Rket) + 0. Ind. Rket Ind.5(rerata butir Ind. Rg) + 0. LS) + 1(rerata butir Ind. RA Ind.00) + 3(2. Sekor komponen output = Sekor Ko).49 = 45. Lab. Guru) + 5(rerata butir Ind.

Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah Instrumen penilaian kinerja sekolah secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.Nilai KINERJA SEKOLAH = Nilai Ki + Nilai Kp + Nilai Ko Keterangan = Sekor Kinerja sekolah maksimum 400 Nilai KINERJA SEKOLAH = D. 25 .

Untuk itu. penuh tanggungjawab dan memegang akuntabilitas yang tinggi. maka pemerintah kabupaten/kota seharusnya juga mendukung sekolah dalam melakukan evaluasi diri untuk menentukan berbagai hambatan dan kendala dalam melakukan pengembangan sekolah. Tahap sosialisasi ini sangat penting. 26 . sebagai bahan rujukan bagi jajaran birokrasi pendidikan di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. khususnya Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota. sosialisasi ini akan terus dilakukan dengan berbagai cara dan teknik serta sarana atau media yang sesuai agar masyarakat dapat memahami maksud dan tujuan penilaian kinerja sekolah. workshop dan penyebarluasan berbagai dokumen.BAB IV SOSIALISASI PROGRAM PENILAIAN KINERJA SEKOLAH A. Penyampaian informasi kepada Dinas Pendidikan Propinsi. Tahap Sosialisasi Program Sosialisasi tentang proses penilaian kinerj sekolah sangat penting agar semua pihak memahami apa arti penilaian kinerja sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Penilaian kinerja sekolah secara internal sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah bersama komite dan warga sekolah secara keseluruhan. Di samping itu sosialisasi juga dilakukan secara luas kepada masyarakat. khususnya dilakukan melalui bahan tertulis yang disebarluaskan kepada berbagai pihak. khususnya jajaran dinas pendidikan dan sekolah agar dapat membantu dalam pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. 2. Tahap sosialisasi dilakukan melalui serangkaian pertemuan. khususnya komite sekolah. baik dalam pelaksanaan proses penilaian dengan warga masyarakat. latar belakang dikembangkan serta tahapan pengembangannya. Namun demikian untuk tahap awal sekolah-sekolah yang akan dinilai kinerjanya dapat ditetapkan oleh Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten/Kota berdasarkan skala prioritas pembinaan sekolah. dan tingkat sekolah. Dalam melaksanakan penilaian kinerja sekolah. Sosialisasi disampaikan secara terbuka. yaitu: 1. B. Selanjutnya sekolah mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penilaian atau evaluasi secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Secara eksternal penilaian tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. idealnya diusulkan oleh sekolah yang telah merasa siap untuk dilakukan penilaian kinerja sekolah. sekolah diharapkan dapat melakukan kerjasama yang harmonis dan terbuka. Penerbitan dokumen yang terkait dengan penilaian kinerja sekolah. yang dilakukan pada forum rapat kerja maupun forum sejenisnya dan melalui workshop yang berkaitan dengan pengembangan sekolah. Bahan tersebut juga disebarluaskan ke berbagai pihak serta masyarakat. kabupaten/kota. propinsi. diskusi. seperti pertemuan langsung di tingkat pusat. Tahap Pelaksanaan Penilaian Kinerja Sekolah Tahap pelaksanaan penilaian kinerja sekolah. intensif dan menyeluruh kepada jajaran kependidikan melalui berbagai bentuk sosialisasi.

yang mencakup komponen seperti tersebut di atas. Berikut ini diuraikan secara singkat peran serta untuk masing-masing pihak. Oleh karena itu peningkatan kinerja sekolah juga merupakan program nasional. Menyusun panduan penilaian kinerja sekolah. Bersama dengan Dit. d. PLP/Dinas Pendidikan Propinsi tentang rambu-rambu sekolah yang diprioritaskan untuk dinilai kinerjanya. e. 3. monitoring dan evaluasi terhadap peningkatan kinerja sekolah. sesuai dengan bidangnya. e. PLP/Dinas Pendidikan Propinsi memberikan pelatihan singkat kepada pengawas sekolah tentang tata cara penilaian kinerja sekolah. baik melalui rapat dinas. Bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mensosialisasikan tata cara penilaian kinerja sekolah dan memberikan penjelasan tentang manfaat dan kegunaan penilaian kinerja sekolah baik untuk sekolah maupun untuk para guru dan staf administrasi sekolah. sehingga semua pihak berperan serta. PLP/Dinas Pendidikan Propinsi melakukan pembinaan. Bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan pelatihan singkat kepada pengawas tentang tata cara penilaian kinerja sekolah. b. Kinerja yang tinggi sebuah lembaga sekolah merupakan harapan kita bersama. dan output sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota a. PLP. Mensosialisasi panduan penilaian kinerja sekolah bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah agar sekolah memahami manfaat dan kegunaan adanya penilaian kinerja sekolah secara pereodik. Bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan penilaian kinerja sekolah dan menetapkan rambu-rambu atau aturan sekolah-sekolah yang harus diprioritaskan untuk dinilai kinerjanya. Bersama dengan Dit. monitoring dan evaluasi terhadap peningkatan kinerja sekolah. dan peningkatan kinerja sekolah merupakan salah satu program yang ditetapkan untuk semua sekolah (SMP) di seluruh Indonesia. Menyusun dan mengembangkan instrument penilaian kinerja sekolah. Direktorat PLP a. c. Melakukan diskusi konsultatif dengan Dit. 27 . Melakukan sosialisasi panduan penilaian kinerja sekolah. Bersama dengan Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah dalam rangka peningkatan kinerja sekolah. Bersama Dit. PLP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan. d. c. penyebarluasan panduan dan cara lainnya. proses. b. yang mencakup komponen input. Dinas Pendidikan Propinsi f. Bersama Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas pendidikan Kabupaten/kota mensosialisasikan panduan penilaian kinerja sekolah di sekolah. PLP dalam menetapkan pola pembinaan sekolah berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah. khususnya dalam peningkatan mutu lulusan sekolah. Dinas Pendidikan Propinsi. aspek dan indikator sebuah lembaga sekolah. 1. c. Peran dan Tanggung Jawab Dit. b. Dinas Kabupaten dalam Proses Penilaian Kinerja Sekolah Kinerja sekolah merupakan ukuran kualitas kelembagaan yang dicerminkan oleh beberapa komponen. 2. lokakarya. a.C. Berkoordinasi dengan dengan Dit..

6. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten/Kota. Berkaitan dengan hal tersebut. 7. perbedaan pokoknya hanya terletak pada cakupan wilayah kerjanya. Penilaian kinerja sekolah yang secara eksternal dilakukan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Dinas Pendidikan tingkat propinsi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/Kota perlu mencermati hasil penilaian kinerja sekolah sebagai bahan pembinaan kepada sekolah baik melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun secara langsung dengan sepengetahuan Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. sekolah hendaknya perlu berkonsultasi dengan pengawas atau staf Dinas Pendidikan Kabupaten/kota mengenai berbagai hal yang terkait dengan upaya untuk meningkatkan kinerjanya. 28 . Melaksanakan pembinaan Pembuatan Laporan. Hal ini terutama menyangkut berbagai komponen dan indikator pendidikan yang secara langsung dapat ditangani oleh sekolah. sebaiknya sekolah secara rutin mengadakan pertemuan dengan warga sekolah. Tahap pembinaan berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah Berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten/kota. dimanfaatkan oleh sekolah sebagai bahan refleksi bagi sekolah. 5.D. sekolah dapat mengetahui kelemahan dan keunggulan dibanding sekolah lain. Dengan mencermati hasil penilaian kinerja sekolah dapat diidentifikasi berbagai hambatan dalam pengembangan sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut. Propinsi atau Pusat (Departemen). Merumuskan langkah-langkah pembinaan. dan program pembinaan berdasarkan skala prioritas atau secara keseluruhan. Demikian pula. serta sebagai dasar dalam menyusun program sekolah yang akan datang. utamanya pada simpulan dan rekomendasi untuk cakupan Dinas Kabupaten/Kota. Menentukan sekolah-sekolah yang perlu dilakukan pembinaan. Dengan mencermati hasil penilaian kinerja sekolah. Selanjutnya beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam memanfaatkan hasil penilaian kinerja adalah sebagai berikut : 1. termasuk komite sekolah untruk membahas berbagai temuan dalam penilaian kinerja sekolah. sasaran. Hasil penilaian kinerja tersebut berfungsi formatif. Hal lain yang perlu dilakukan kaitannya dengan hasil penilaian kinerja sekolah adalah melakukan koordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional Pusat. Merumuskan tujuan. Mengkaji hasil penilaian kinerja sekolah secara cermat. Kepala sekolah dapat menggunakan hasil penilaian kinerja sebagai acuan dalam melakukan pembinaan terhadap para guru dan staf lainnya. 4. sekolah dapat berbagai program sekolah. pada dasarnya pembinaan juga dilakukan pada Dinas Pendidikan tingkat Propinsi. 2. yaitu sebagai acuan untuk memperbaiki berbagai kelemahan dan kendala dalam pelaksanaan program sekolah agar kinerjanya dapat lebih baik. 3. Membuat inventarisasi permasalahan yang akan digunakan sebagai bahan pembinaan sekolah. strategi. bagi sekolah yang kinerjanya kurang baik dapat berkomunikasi dan berkonsultasi serta bertukar pengalaman dengan sekolah lain yang lebih baik kinerjanya.

dan program apa saja yang sebaiknya dilakukan melalui Dinas Pendidikan kabupaten/Kota atau Propinsi. Direktorat PLP perlu merangkum hasil-hasil penilaian kinerja yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Dinas Pendidikan Propinsi. selanjutnya Direktorat dapat menyusun program-program pembinaan. Di samping itu berdasarkan hasil penilaian kinerja perlu melakukan pengembangan konsep-konsep dan penyelenggaraan manajemen sekolah yang lebih baik.Selanjutnya hasil penilaian kinerja sekolah yang telah disusun untuk tingkat nasional dapat dipergunakan untuk pembinaan tingkat nasional. 29 . Berdasarkan hasil rangkuman akan dapat diketahui sejauhmana kemajuan pendidikan yang telah dicapai oleh sekolah. Dalam hal ini perlu dicermati program-program pembinaan apa saja yang secara langsung dapat dilakukan Direktorat ke sekolahsekolah. sesuai dengan permasalahan dan kondisi sekolah. yang dapat diaplikasikan. dan berbagai kendala yang dihadapinya. Berbagai program dan anggaran lain hendaknya disinergikan secara terpadu dan diarahkan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di sekolahsesuai temuan dan rekomendasi dari hasil penilaian kinerja sekolah.

Di samping itu penilaian kinerja sekolah ini juga dapat meningkatkan kepercayaan sekolah terhadap berbagai macam tuntutan masyarakat yang dari waktu ke waktu selalu meningkat. kita memerlukan sumberdaya manusia yang berakhlak mulia. konsep maupun pola penilaian kinerja sekolah akan terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan pengalaman di lapangan maupun dari sumber lainnya. sangat menentukan masa depan bangsa. Dengan penilaian kinerja yang berkelanjutan diharapkan sekolah dapat memulai mengelola sekolah dengan pola ”School Based Management” sehingga ketergantungan dengan pemerintah dapat diperkecil. Pendidikan sebagai wahana strategis dalam pengembangan sumberdaya manusia dan pembentukan karakter. jujur. Berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah. 30 . kendala dan hambatan yang dialami sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. mutu pendidikan harus terus dipacu dan ditingkatkan agar bangsa Indonesia dapat bersaing dengan negaranegara lain. Sebagai suatu program. buku panduan ini juga akan terus disempurnakan berdasarkan temuan-temuan lapangan tersebut. cerdas. Dengan pola penilaian kinerja sekolah ini diharapkan sekolah (termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota) mengetahui sejauhmana keberhasilan. memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mempunyai karakter. Selanjutnya diharapkan pula berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah tersebut. tidak terlepas dari bagaimana meningkatkan mutu pendidikan melalui pola evaluasi berkelanjutan. Pengembangan Pedoman Penilaian kinerja sekolah. Berdasarkan hasil penilaian kinerja sekolah yang cukup mendatail akan lebih mudah bagi sekolah untuk mengembangkan lebih lanjut. sehat dan kuat.BAB V PENUTUP Memasuki era persaingan global. Konskwensinya. sehingga pada saatnya ditemukan pola yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi Indonesia. sekolah dapat menggunakan sebagai dasar pertimbangan untuk mengembangkan sekolah lebih lanjut. sehingga tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal. Pada tahap awal model penilaian kinerja sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan atau Dinas Pendidikan Propinsi bertujuan untuk memetakan kualitas sekolah di wilayah baik kabupaten/Kota maupun Propinsi. Untuk itu. sekolah akan dapat leluasa mengembangkan sekolah sebagaimana tuntutan masyarakat dewasa ini. dan memiliki kebebasan dalam mengelola sekolah sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful