PERILAKU TERPUJI

Disusun untuk memenuhi mata pelajaran Agama yang dibimbing oleh Bapak Julisman S.Pd

Disusun Oleh Kelompok 2 Kelas IX IPA 3 Nama Anggota :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ayu Marsela Ayu Rahmawati Azelika Vamisiaz Bintan Lauda Cheny Armadhini Chika Ayu Paramita Dwininta Alfathika

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2012/2013
1

Kata Pengantar
Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Agama Islam dengan pokok bahasan Perilaku Terpuji. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi, namun dengan semangat dan kerja keras dan dengan bantuan semua pihak akhirnya penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang pembahasan mengenai perilaku terpuji, yaitu tobat dan raja’ (mengharap keridaan Allah). Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Julisman, selaku Guru mata pelajaran Agama Islam yang telah membantu mengarahkan dan memberi batasan penyusunan materi makalah, serta terima kasih kepada teman- teman yang turut memberikan informasinya, dan yang terakhir kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga kami yang telah mendukung kami dalam membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat kami harapkan agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya.

Bengkulu, September 2012

Penulis

2

2 Rumusan Masalah…………………………………………………… 1 1 1.....3 Kesimpulan……………………………………………………………….iii BAB I PENDAHULUAN 1...... ii Daftar Isi…………………………………………………………………………….1 Tobat ………………………………………………………………………..1 Latar Belakang ………………………………………………………… 1. i Kata Pengantar……………………………………………………………………………. 2.4 Saran……………………………………………………………………….. 3. 17 17 18 3 9 3 ..2 Raja’(Mengharap Keridaan Allah)…………………………… BAB III PENUTUP 3.3 Tujuan……………………………………………………………………….. 2 BAB II PEMBAHASAN 2. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..Daftar Isi Halaman Judul……………………………………………………………………………….

Apa sajakah syarat-syarat bertaubat? 5. dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). Dalam menjalani kehidupan. berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali.1 Latar Belakang Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah). Apa pengertian taubat? 2. Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga. Apakah pengertian dari raja’? 4 . Apa sajakah kriteria orang yang bertaubat? 3. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak. mampu berfikir kritis. kedua adalah kematian. optimis. Bekalnya adalah iman. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas.BAB I PENDAHULUAN 1. baik di dunia maupun diakhirat. seseorang tentu harus mempersiapkan bekal untuk kemudian hari. tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. dan mampu mengendalikan diri. Bagaimana cara bertaubat? 4. Apa sajakah hikmat bertaubat? 7. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat. ilmu dan amal shaleh. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan. 1. Apa sajakah tingkatan taubat? 6. maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. dinamis.

3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui dan memahami perilaku beberapa contoh dari sekian banyak perilaku terpuji. Selain itu agar kita tahu bagaimana cara menerapkannya. Bagaimanakah cara menerapkan sikap raja’? 9. yaitu tobat dan raja’. hikmahnya.8. Apakah manfaat sifat raja’? 1. 5 . dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak suka mengolok-ngolok dan berburuk sangka terhadap orang lain (QS Al-Hujurat: 11-12) 2. Tobat Hawa nafsu merupakan sesuatu yang melekat dalam diri setiap manusia. 67 dan Al-Hadid:24) 5. Tidak melakukan kejahatan (QS Al-Bagarah:169 dan Al-Hajj:3) 8. tetapi akan menjerumuskan pada kejahatan bila dibiarkan dan terus diikuti tanpa arah yang jelas.29 dan An-Nisa:32) 3. Orang yang menurutkan hawa nafsunya sangat dimurkai Allah dan disamakan dosa dan bahayanya dengan orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada di bumi. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan. Tidak iri dan dengki (QS Muhammad. Nafsu mutma’innah yaitu nafsu yang tenang dan tentram.1.BAB II PEMBAHASAN 2. Ikhlas (QS An-Nisa:125. Tidak tamak (QS Ali Imran:130) 6. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan. 2. Tidak memfitnah (QS Al-Baqarah:191-192) 7.146 dan Al-maidah:58) 9.66) 6 . Nafsu mengandung ketertarikan syahwat untuk mencari kelezatan jasmani dan rohani sehingga mudah menerima godaan serta bujukan setan. Berikut ini merupakan beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri : 1. Nafsu lawamah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Tidak sombong (QS Luqman:18 dan Sad:74) 4. 3. Nafsu manusia ada 3 macam. yaitu sebagai berikut : 1. Tidak kikir dan pelit (QS Al-Furqon. Sabar (QS Al-Baqarah:153 dan Al-Anfal :46.

Dasar hukum bertobat kepada Allah termaktub didalam kitab suci Al-Quran pada Q. merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13) 7 . Q. kembali. 1. tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin.” (QS Al Baqarah : 222) Kata tobat berasal dari bahasa Arab at-taubah. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi. memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20) 2. An-Nur : 31. dan Q. dan Ar-Ra’ad:27) 13. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan (QS Al-Baqarah:60.78) 12. Q. Hukum bertobat adalah wajib bagi setiap Muslim atau Muslimah yang sudah mukalafaf (baligh dan berakal). diantaranya seperti hal-hal berikut. Tidak memuliakan anak yatim piatu.S. AtThamrin :8. Mampu mengendalikan hawa nafsu (QS Jasiyah:23 dan Yusuf:53) ِ ‫َّوابِين وي‬ ِ ‫ن اللَّهَ ي‬ ِ‫ه‬ )222(‫ين‬ ِّ َ‫ْمتَط‬ ُّ ‫ح‬ ُّ ‫ح‬ ُ َ َ َّ ‫ب الت‬ ُ َّ ِ‫إ‬ ُ ‫ب ال‬ َ‫ر‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri. Bakhil.10. An-Nisa:17-18. Hud:3. Suka berkorban (QS Al-Kausar:1-3 dan Al-Hajj:34-37) 11.Al-Baqarah : 222 .S. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain. Menurut istilah tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut. Pandai bersyukur (QS Ibrahim:7 dan An-Nahl:14. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya.S. yang kerjanya adalah ruju’.S.

Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran.” (QS Ali Imran : 89) 2. prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat. dan An Nahl : 98) 3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka. Tidak melaksanakan rukun Islam. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. 1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53) 2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. “Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan. Orang ini diampuni dosanya.” (QS An Nisa : 18 3. Mengumpat. mencela. Al Falaq : 1-5. dengan sungguhsungguh. dan Al Hujurat : 11-13) 4. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. sesuai keadaan.3. terutama mendirikan salat. 1. dan hasilnya tidak 8 . Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim : 8) Tobat nasuha dapat dilakukan degan cara sebagai berikut. tidak melampaui batas. (QS An Nas : 1-6.

Al Qasas : 4. Al Isra’ : 17 -19. Hud : 112. 9 . Al Furqan : 69-71. 3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18). 2) Harus menyesalai perbuatannya. Dan mengganti dengan perbuatan yang baik. Al Anbiya : 90&37. dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43) 5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30) 6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10) 7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22. Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. (QS An Najm : 24-25) 4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191). dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain. maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut.boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35. seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut : 1) Harus menghentikan perbuatan dosanya. At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7) Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha.

Taubat harus disertai dengan pengakuan dan kesadaran. Meminta maaf terhadap orang yang telah dizalimi (dianiaya) atau dirugikan. Berwudhu. Mengikuti dengan perbuatan baik. Meninggalkan perbuatan maksiat itu. Namun. Membaca tasbih. Mengerjakan shalat fardhu dan shalat jumat 3. Taubat harus merupakan taubat nashuha. Bertekad dan berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan lagi mengulangi perbuatan maksiat itu. Mengerjakan shalat taraweh. 3. Taubat harus dilakukan seketika itu juga. yaitu : 1. maka syarat tobat selain yang diatas tersebut ditambah dua syarat yaitu: 1. Apabila dosa itu terhadap Allah SWT. Beberapa amalan yang dapat menghapus dosa : 1. 4. 2. Bersujud dalam shalat. 6. apabila dosanya terhadap sesama manusia. Mengerjakan haji dan umrah. Karena perbuatan baik akan menghapus keburukan 5. 6.Syarat-Syarat Diterimanya Tobat Tobat dianggap sah dan dapat menghapus dosa apabila telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. 10 . 7. 7. 4. Mengganti kerugian setimbang dengan kerugian yang dialaminya. 2. Harus dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai tanggungan (hutang). Mengerjakan puasa ramadhan. maka syarat tobat. tahmid dan takbir setelah shalat. 8. Menyesal terhadap perbuatan maksiat yang telah diperbuat (nadam) 2. yang diakibatkan perbuatan zalim atau meminta kerelaannya. 5.

10. Orang yang bertobat. Orang yang bertobat disertai dengan niat tidak akan mengulanginya .namun ia tidak berdaya melawan hawa nafsu untuk berbuat dosa itu. Orang yang bertobat sebenar-benarnya tobat dengan tidak mengulanginya bahkan meningkatkan amal ibadahnya . semua dosa besar tidak dilakukan kembali . melapangkan diri dari kesempitan dan mengalirkan rizki 3. 4. setelah itu melakukan perbuatan dosa dan tidak ada penyesalan atas dosa yang dilakukannya. Tingkatan Tobat Imam Al-Gazali mengatakan bahwa tingkatan tobat kepada Allah SWT terdiri dari 4 macam . Mendoakan orang tua.sehingga ia cepat sadar dan bertobat. Hal ini disebut juga dengan nafsul mussawalah. Memberikan kekuatan 6. Membebaskan diri dari kesalahan. dinamakan juga dengan dengan tobat Nasuha atau dalam istilah disebut dengan nafsul mutmainah. Hal ini disebut dengan nafsul ammara. sehingga terus-menerus melakukan maksiat kepada Allah SWT. Bersabar dalam penderitaan. Bersedekah. Menghindarkan diri dari azab Allah SWT. Meningkatkan keimanan 5. 2. Menyebabkan turunnya rahmat dari Allah swt. setelah berbuat dosa ia segera bertobat . 9. yaitu: 1. 11 . 2.8. Beberapa Hikmah taubat 1. Membersihkan jiwa 4. Orang yang bertobat . 3. namun dosadosa yang kecil masih sering dilakukan dengan tidak sengaja . Hal ini disebut dengan nafsul lawwamah.

Muslim dan muslimat yang mengharapkan agar Allah melimpahkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Pengertian Raja’ Kata raja’ berasal dari bahasa Arab yang artinya harapan. berarti ia telah meyakini bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. potensi. berarti ia berprasangka buruk kepada Allah SWT.Arti raja’ menurut istilah ialah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan karena tersugesti dengan keoptimisannya. yang hukumnya haram dan merupakan ciri dari orang kafir. kekuatan atau kelebihan dirinya. Dengan segala kekurangan dan kelebihan dirinya. Optimis adalah sikap seseorang yang selalu berpengharapan dalam segala hal dan berserah diri kepada Allah SWT. kemudian ditambah dengan modal. Dengan sikap optimis. Muslimin/Muslimat yang bersifat raja tentu dalam hidupnya akan bersikap optimis.2 Raja’ (Mengharap Keridaan Allah) A. Sebaliknya. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. Raja termasuk akhlaqul karimah terhadap Allah SWT yang manfaatnya dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 139 : 12 . biasanya seorang mudah merasa pesimis. seringkali menimbulkan rasa optimis. 1. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia. dinamis. Orang yang berputus harapan terhadap Allah.2. apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai. Kebalikan dari sifat raja’ ialah berputus harapan terhadap rida dan rahmat Allah SWT. manusia senantiasa menghadapi peluang dan tantangan. Rahmat adalah segala karuni Allah SWT yang mendatangkan manfaat dan nikmat. berpikir kritis dan mengenal diri dalam mengharap keridaan Allah SWT. Perilaku Optimis Setiap manusia akan selalu diuji keimanan dan kepribadiannya.

Akan tetapi.” (QS Ali Imran : 139) Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Allah tidak menyukai orang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. Dari ayat dan hadits di atas. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis. Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut: 1. 3.Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah. beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat. 2. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu. telah bersabda rasulullah SAW. padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan. karena dengan optimis. Tata kembali target yang ingin kita capai. seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan. kita harus yakin. Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. 13 . mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala citacita yang sesuai dengan jalan-Nya. 4. optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam. dan janganlah pula kamu bersedih hati.” (HR Bukhari). jika kamu orang-orang yang beriman. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan dan merasa tidak berdaya mengahadapi masa depan. mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Hadits nabi Muhammad menyatakan yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata.

” (QS Al Asr : 1-3) Di dalam ayat tersebut.” (QS. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. 2. Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda. tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. tidak pernah diam. Perilaku Dinamis Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak. Allah telah mengisyaratkan kepada manusia untuk berfikir. bersemangat. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran. apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. Meskipun waktu itu sangat sempit. 6. Langkah terakhir. Seseorang yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapai tujuannya. Maka. Artinya : “(1)Demi masa. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. kebanggaan dan kemudahan bagi manusia. An Nahl ) Melalui ayat tersebut. ikhtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya dengan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan teknologi mutakhir dan menjadikan teknologi itu sebagai perhiasan. Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup di dunia dan akhirat. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. dan berwasiat dengan kesabaran. tidak mau tinggal diam dan selalu tumbuh. Selain itu doa. 14 . Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. tidak statis. bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala.5. kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar.

Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan). sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. “ (QS Al Maarij :19-24) Kesulitan yang dihadapi. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain. Manusia memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusia mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. bahkan lebih buruk dari hari kemarin. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. bukan untuk ditakuti atau dihindari. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki.Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Akan tetapi.” (QS Al Insyirah : 5-7) Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu.” (QS Al Baqarah : 147) Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hari kemarin. Berpikir Kritis Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Maka berusahalah untuk menjadi manusia yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan. Allah SWT menyatakan : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan manusa yang buruk adalah manusia yang sama. kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Orang yang tidak 15 . Firman Allah SWT: Artinya : “(Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir). 3. dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki.

teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. 5. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia. Rajin melaksanakan salat. 1. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. 6. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati. 3. 2. Mengingat Allah setiap saat. Meyakini akan adanya kehidupan akhirat. mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan. Beberapa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut : 1. Berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia. 4. 7. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah. Senang berbuat baik untuk sesama manusia. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami. Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut.mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan. 8. Akan tetapi. Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut. 16 .

Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri. agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniawi. jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita. jujur dan ikhlas karena Allah. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. hendaklah kamu menjadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. kemakmuran dan kebahagiaan. 4. Dan bertakwalah kepada Allah. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman. 7. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang 17 . 4. Mengendalikan Diri Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT. sahabat dan kerabat.Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan.” (QS Al Hujarat : 6) 2. maka periksalah dengan teliti. Difirmankan di AlQur’an sebagai berikut : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman.” (QS Al Maidah : ) 5. Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dirasakan. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis. 3. menjadi saksi dengan adil.” (QS Al Ahzab : 70) Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Bersikap cermat. 8. sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya.” (QS Al Asr : 3) Artinya : “Hai orang-orang yang beriman.

”(QS Al Baqarah : 169 18 . Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam. Artinya : “Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). 2. hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. 1. Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan.” (QS Al Jasiyah : 23) Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baik dan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk . tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah . inilah yang disebut nafsu amarah. 3.

11. Tidak sombong. 12. Sebagaimana khauf (rasa takut) berhubungan dengan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. tidak mau berjerih payah dan sungguh-sungguh. Pandai bersyukur. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. 7. 1. 13. 6. Manfaat raja’ adalah dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah swt. namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang. Berangan-angan terhadap sesuatu yang mustahil di sebut dengan Tamanni. Tidak kikir dan pelit. karena raja’ merupakan percaya atas sifat kedermawanan Allah swt.Allah berfirman dalam surat lainnya: Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain. 3. 2. Mampu mengendalikan hawa nafsu.” (HR Muttafqun Alaih) Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri. Tidak melakukan kejahatan. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan. Tidak iri dan dengki. Tidak memfitnah. Raja’ (harapan) adalah ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dimasa yang akan datang.” (QS Yusuf : 53) Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat. 4. Tamani berdampak menjadikan sifat malas berusaha. Sedang raja adalah kebaikannya yakni berharap disertai dengan usaha sungguh-sungguh. 19 .

Sedangkan raja’ adalah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. yaitu mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.BAB III PENUTUP 3. Kita perlu mengamalkan perilaku raja. agar kita dinamis. dan mengendalikan diri. berpikir kritis. dan hikmah tersendiri. 3. Kita perlu mengamalkan perilaku tobat karena tanpa sepengetahuan kita. Untuk itulah kita perlu memohon ampun kepada-Nya. berpikir kritis terhadap suatu persoalan. dinamis. agar kita optimis ketika banyak rintangan yang menghadang. cara. Raja’ juga memiliki manfaat. Perbuatan raja’ meliputi optimis. tingkatan. baik disengaja maupun tidak disengaja. maka dapat disimpulkan bahwa ada dua perilaku terpuji yang dibahas di kelas XI semester 1. kita sering berbuat salah kepada orang lain. yaitu tobat dan raja’. Tobat memiliki syarat. dan agar kita dapat mengendalikan diri kita. agar kita tidak mudah menyerah ketika bertemu dengan masalah. criteria.1 Kesimpulan Berdasarkan penjabaran makalah ini.2 Saran Kita perlu mengamalkan perilaku tobat dan raja’ dalam kehidupan sehari hari. 20 . Tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut. yang Maha Menerima Tobat.

Anwar. http://saef-jaza. cacawitarsa.blogspot.or.id 3. agama.blogspot. Junaidi.com 21 .com/2009/05/akhlak-terpuji. www. Pendidikan Agama Islam 2.html 4.kompasiana. 2. 2007.muslimah. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1.com 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful