PERILAKU TERPUJI

Disusun untuk memenuhi mata pelajaran Agama yang dibimbing oleh Bapak Julisman S.Pd

Disusun Oleh Kelompok 2 Kelas IX IPA 3 Nama Anggota :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ayu Marsela Ayu Rahmawati Azelika Vamisiaz Bintan Lauda Cheny Armadhini Chika Ayu Paramita Dwininta Alfathika

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2012/2013
1

Kata Pengantar
Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Agama Islam dengan pokok bahasan Perilaku Terpuji. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi, namun dengan semangat dan kerja keras dan dengan bantuan semua pihak akhirnya penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang pembahasan mengenai perilaku terpuji, yaitu tobat dan raja’ (mengharap keridaan Allah). Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Julisman, selaku Guru mata pelajaran Agama Islam yang telah membantu mengarahkan dan memberi batasan penyusunan materi makalah, serta terima kasih kepada teman- teman yang turut memberikan informasinya, dan yang terakhir kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga kami yang telah mendukung kami dalam membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat kami harapkan agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya.

Bengkulu, September 2012

Penulis

2

1 Tobat ………………………………………………………………………. ii Daftar Isi…………………………………………………………………………….2 Raja’(Mengharap Keridaan Allah)…………………………… BAB III PENUTUP 3.. 3...... i Kata Pengantar…………………………………………………………………………….iii BAB I PENDAHULUAN 1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………… 1 1 1.. DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….1 Latar Belakang ………………………………………………………… 1. 2.3 Kesimpulan……………………………………………………………….Daftar Isi Halaman Judul………………………………………………………………………………..4 Saran………………………………………………………………………. 2 BAB II PEMBAHASAN 2.3 Tujuan………………………………………………………………………. 17 17 18 3 9 3 .......

Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan. Apa sajakah tingkatan taubat? 6. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas. mampu berfikir kritis. Apa sajakah kriteria orang yang bertaubat? 3. 1. maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. optimis. Apa sajakah syarat-syarat bertaubat? 5. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat. raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah). Apa sajakah hikmat bertaubat? 7. dinamis.1 Latar Belakang Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. ilmu dan amal shaleh. kedua adalah kematian. dan mampu mengendalikan diri. Dalam menjalani kehidupan. berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali. Bekalnya adalah iman.BAB I PENDAHULUAN 1. dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. baik di dunia maupun diakhirat. seseorang tentu harus mempersiapkan bekal untuk kemudian hari. Bagaimana cara bertaubat? 4. Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak. Apakah pengertian dari raja’? 4 . Apa pengertian taubat? 2. Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga.

3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui dan memahami perilaku beberapa contoh dari sekian banyak perilaku terpuji. Selain itu agar kita tahu bagaimana cara menerapkannya. Apakah manfaat sifat raja’? 1. hikmahnya. dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. yaitu tobat dan raja’. 5 . Bagaimanakah cara menerapkan sikap raja’? 9.8.

3. Tidak iri dan dengki (QS Muhammad. Tidak sombong (QS Luqman:18 dan Sad:74) 4. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya.66) 6 . Orang yang menurutkan hawa nafsunya sangat dimurkai Allah dan disamakan dosa dan bahayanya dengan orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada di bumi.BAB II PEMBAHASAN 2. Nafsu mengandung ketertarikan syahwat untuk mencari kelezatan jasmani dan rohani sehingga mudah menerima godaan serta bujukan setan. yaitu sebagai berikut : 1. Sabar (QS Al-Baqarah:153 dan Al-Anfal :46. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan. Tidak suka mengolok-ngolok dan berburuk sangka terhadap orang lain (QS Al-Hujurat: 11-12) 2. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan. Tobat Hawa nafsu merupakan sesuatu yang melekat dalam diri setiap manusia.146 dan Al-maidah:58) 9. Nafsu mutma’innah yaitu nafsu yang tenang dan tentram. Nafsu manusia ada 3 macam. Tidak melakukan kejahatan (QS Al-Bagarah:169 dan Al-Hajj:3) 8.29 dan An-Nisa:32) 3. tetapi akan menjerumuskan pada kejahatan bila dibiarkan dan terus diikuti tanpa arah yang jelas. Nafsu lawamah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam.1. Ikhlas (QS An-Nisa:125. Tidak kikir dan pelit (QS Al-Furqon. Berikut ini merupakan beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri : 1. Tidak memfitnah (QS Al-Baqarah:191-192) 7. 67 dan Al-Hadid:24) 5. 2. Tidak tamak (QS Ali Imran:130) 6.

merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13) 7 . dan Ar-Ra’ad:27) 13. yang kerjanya adalah ruju’.78) 12. tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin. Mampu mengendalikan hawa nafsu (QS Jasiyah:23 dan Yusuf:53) ِ ‫َّوابِين وي‬ ِ ‫ن اللَّهَ ي‬ ِ‫ه‬ )222(‫ين‬ ِّ َ‫ْمتَط‬ ُّ ‫ح‬ ُّ ‫ح‬ ُ َ َ َّ ‫ب الت‬ ُ َّ ِ‫إ‬ ُ ‫ب ال‬ َ‫ر‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri. 1.10. memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20) 2. An-Nisa:17-18. AtThamrin :8.S. Hud:3. Pandai bersyukur (QS Ibrahim:7 dan An-Nahl:14. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. dan Q.S.S. kembali. Bakhil. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan (QS Al-Baqarah:60. Menurut istilah tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut.” (QS Al Baqarah : 222) Kata tobat berasal dari bahasa Arab at-taubah.Al-Baqarah : 222 . Hukum bertobat adalah wajib bagi setiap Muslim atau Muslimah yang sudah mukalafaf (baligh dan berakal). Suka berkorban (QS Al-Kausar:1-3 dan Al-Hajj:34-37) 11. Q. diantaranya seperti hal-hal berikut. Tidak memuliakan anak yatim piatu. Dasar hukum bertobat kepada Allah termaktub didalam kitab suci Al-Quran pada Q. An-Nur : 31. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi. Q.S.

dan An Nahl : 98) 3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih. terutama mendirikan salat. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka. (QS An Nas : 1-6. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. tidak melampaui batas. 1. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran.3. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat. Al Falaq : 1-5. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan.” (QS An Nisa : 18 3. prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1. sesuai keadaan.” (QS Ali Imran : 89) 2. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim : 8) Tobat nasuha dapat dilakukan degan cara sebagai berikut. “Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan. mencela. dan hasilnya tidak 8 . 1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53) 2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. dan Al Hujurat : 11-13) 4. Tidak melaksanakan rukun Islam. Mengumpat. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. dengan sungguhsungguh. Orang ini diampuni dosanya.

maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut. mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18). Al Isra’ : 17 -19. dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43) 5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30) 6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10) 7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22. 9 . dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain. At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7) Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha. 3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai. Al Furqan : 69-71. Dan mengganti dengan perbuatan yang baik. Al Anbiya : 90&37. 2) Harus menyesalai perbuatannya. Al Qasas : 4. seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut : 1) Harus menghentikan perbuatan dosanya.boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35. (QS An Najm : 24-25) 4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191). Hud : 112.

6. 2. Taubat harus dilakukan seketika itu juga. Beberapa amalan yang dapat menghapus dosa : 1. 3. 2. Karena perbuatan baik akan menghapus keburukan 5. apabila dosanya terhadap sesama manusia. yaitu : 1. Mengerjakan shalat taraweh. Taubat harus disertai dengan pengakuan dan kesadaran. Berwudhu. Menyesal terhadap perbuatan maksiat yang telah diperbuat (nadam) 2. yang diakibatkan perbuatan zalim atau meminta kerelaannya. 7. Membaca tasbih. maka syarat tobat. 4. Apabila dosa itu terhadap Allah SWT.Syarat-Syarat Diterimanya Tobat Tobat dianggap sah dan dapat menghapus dosa apabila telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Mengganti kerugian setimbang dengan kerugian yang dialaminya. 4. tahmid dan takbir setelah shalat. Mengerjakan puasa ramadhan. 5. 7. Namun. Bersujud dalam shalat. Mengerjakan haji dan umrah. 8. 10 . Meninggalkan perbuatan maksiat itu. Meminta maaf terhadap orang yang telah dizalimi (dianiaya) atau dirugikan. Bertekad dan berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan lagi mengulangi perbuatan maksiat itu. Harus dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai tanggungan (hutang). maka syarat tobat selain yang diatas tersebut ditambah dua syarat yaitu: 1. Taubat harus merupakan taubat nashuha. Mengerjakan shalat fardhu dan shalat jumat 3. 6. Mengikuti dengan perbuatan baik.

melapangkan diri dari kesempitan dan mengalirkan rizki 3. 9.namun ia tidak berdaya melawan hawa nafsu untuk berbuat dosa itu. 3. Hal ini disebut dengan nafsul lawwamah. Membersihkan jiwa 4.8. Hal ini disebut juga dengan nafsul mussawalah. 10. Beberapa Hikmah taubat 1. Memberikan kekuatan 6. 2. semua dosa besar tidak dilakukan kembali . Orang yang bertobat disertai dengan niat tidak akan mengulanginya . namun dosadosa yang kecil masih sering dilakukan dengan tidak sengaja . sehingga terus-menerus melakukan maksiat kepada Allah SWT. Menyebabkan turunnya rahmat dari Allah swt. Bersedekah. Mendoakan orang tua. Orang yang bertobat . Meningkatkan keimanan 5. Hal ini disebut dengan nafsul ammara. Menghindarkan diri dari azab Allah SWT.sehingga ia cepat sadar dan bertobat. setelah berbuat dosa ia segera bertobat . Orang yang bertobat. 2. Orang yang bertobat sebenar-benarnya tobat dengan tidak mengulanginya bahkan meningkatkan amal ibadahnya . 11 . setelah itu melakukan perbuatan dosa dan tidak ada penyesalan atas dosa yang dilakukannya. Tingkatan Tobat Imam Al-Gazali mengatakan bahwa tingkatan tobat kepada Allah SWT terdiri dari 4 macam . 4. Bersabar dalam penderitaan. yaitu: 1. Membebaskan diri dari kesalahan. dinamakan juga dengan dengan tobat Nasuha atau dalam istilah disebut dengan nafsul mutmainah.

Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 139 : 12 . 1. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. kemudian ditambah dengan modal. Dengan sikap optimis. Muslimin/Muslimat yang bersifat raja tentu dalam hidupnya akan bersikap optimis. Sebaliknya. yang hukumnya haram dan merupakan ciri dari orang kafir.Arti raja’ menurut istilah ialah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. berarti ia telah meyakini bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. dinamis. berarti ia berprasangka buruk kepada Allah SWT. Kebalikan dari sifat raja’ ialah berputus harapan terhadap rida dan rahmat Allah SWT. Pengertian Raja’ Kata raja’ berasal dari bahasa Arab yang artinya harapan. manusia senantiasa menghadapi peluang dan tantangan. seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan karena tersugesti dengan keoptimisannya. biasanya seorang mudah merasa pesimis. seringkali menimbulkan rasa optimis. Optimis adalah sikap seseorang yang selalu berpengharapan dalam segala hal dan berserah diri kepada Allah SWT. Orang yang berputus harapan terhadap Allah. berpikir kritis dan mengenal diri dalam mengharap keridaan Allah SWT. Perilaku Optimis Setiap manusia akan selalu diuji keimanan dan kepribadiannya. Dengan segala kekurangan dan kelebihan dirinya.2. Muslim dan muslimat yang mengharapkan agar Allah melimpahkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia. kekuatan atau kelebihan dirinya.2 Raja’ (Mengharap Keridaan Allah) A. Rahmat adalah segala karuni Allah SWT yang mendatangkan manfaat dan nikmat. Raja termasuk akhlaqul karimah terhadap Allah SWT yang manfaatnya dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. potensi. apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai.

Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya.Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah. Tata kembali target yang ingin kita capai. 2. beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat. mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan. dan janganlah pula kamu bersedih hati. kita harus yakin. 3. padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar. 13 . karena dengan optimis. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. jika kamu orang-orang yang beriman. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis.” (QS Ali Imran : 139) Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. telah bersabda rasulullah SAW. 4. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu. mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala citacita yang sesuai dengan jalan-Nya. Hadits nabi Muhammad menyatakan yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata. Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam.” (HR Bukhari). Dari ayat dan hadits di atas. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan dan merasa tidak berdaya mengahadapi masa depan. optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Akan tetapi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut: 1.

” (QS. Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup di dunia dan akhirat. tidak statis. Selain itu doa. Maka. Perilaku Dinamis Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak. bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Artinya : “(1)Demi masa. An Nahl ) Melalui ayat tersebut. tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala. bersemangat. Allah telah mengisyaratkan kepada manusia untuk berfikir. apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan. dan berwasiat dengan kesabaran. tidak mau tinggal diam dan selalu tumbuh. Meskipun waktu itu sangat sempit. Seseorang yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapai tujuannya. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar. 6. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. tidak pernah diam. merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan teknologi mutakhir dan menjadikan teknologi itu sebagai perhiasan. Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. ikhtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya dengan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. 14 . 2. kebanggaan dan kemudahan bagi manusia.” (QS Al Asr : 1-3) Di dalam ayat tersebut.5. Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran. Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. Langkah terakhir.

” (QS Al Baqarah : 147) Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hari kemarin. Maka berusahalah untuk menjadi manusia yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan. Berpikir Kritis Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. “ (QS Al Maarij :19-24) Kesulitan yang dihadapi. 3. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. bukan untuk ditakuti atau dihindari. Firman Allah SWT: Artinya : “(Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir). Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Orang yang tidak 15 . dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Dan manusa yang buruk adalah manusia yang sama. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan). Allah SWT menyatakan : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu.” (QS Al Insyirah : 5-7) Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. bahkan lebih buruk dari hari kemarin. Manusia memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusia mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Akan tetapi.

Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. 2. 8. teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. 16 . 6. 3. Akan tetapi. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati. Meyakini akan adanya kehidupan akhirat. 1. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami. Mengingat Allah setiap saat. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. 4.mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. 7. mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan. 5. Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut. Beberapa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut : 1. Berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia. Senang berbuat baik untuk sesama manusia. Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut. Rajin melaksanakan salat.

7.” (QS Al Hujarat : 6) 2.” (QS Al Asr : 3) Artinya : “Hai orang-orang yang beriman.Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. 4. kemakmuran dan kebahagiaan. 3. sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 8. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman. Dan bertakwalah kepada Allah. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dirasakan. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang 17 . Difirmankan di AlQur’an sebagai berikut : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. 4. dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna.” (QS Al Ahzab : 70) Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. maka periksalah dengan teliti. baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniawi. hendaklah kamu menjadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya. Bersikap cermat. sahabat dan kerabat. agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Maidah : ) 5. jujur dan ikhlas karena Allah. menjadi saksi dengan adil. jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita. Mengendalikan Diri Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT.

tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan. hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah . Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk . Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan.” (QS Al Jasiyah : 23) Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baik dan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. inilah yang disebut nafsu amarah. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram. 3. 1. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Artinya : “Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.”(QS Al Baqarah : 169 18 . Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. 2.

19 .” (HR Muttafqun Alaih) Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri. 2. Tidak memfitnah. 6. Manfaat raja’ adalah dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah swt. 3. Sedang raja adalah kebaikannya yakni berharap disertai dengan usaha sungguh-sungguh. tidak mau berjerih payah dan sungguh-sungguh. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. 13.Allah berfirman dalam surat lainnya: Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan. Pandai bersyukur. 4. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain. Raja’ (harapan) adalah ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Tamani berdampak menjadikan sifat malas berusaha. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang. Berangan-angan terhadap sesuatu yang mustahil di sebut dengan Tamanni. 12. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan. Tidak iri dan dengki. Sebagaimana khauf (rasa takut) berhubungan dengan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. 1. Tidak melakukan kejahatan. Tidak kikir dan pelit. karena raja’ merupakan percaya atas sifat kedermawanan Allah swt. Mampu mengendalikan hawa nafsu. Tidak sombong. 7.” (QS Yusuf : 53) Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat. 11.

yaitu tobat dan raja’. yang Maha Menerima Tobat.BAB III PENUTUP 3. Tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut. Perbuatan raja’ meliputi optimis. berpikir kritis terhadap suatu persoalan. baik disengaja maupun tidak disengaja. criteria. kita sering berbuat salah kepada orang lain. Sedangkan raja’ adalah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. yaitu mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.2 Saran Kita perlu mengamalkan perilaku tobat dan raja’ dalam kehidupan sehari hari. dan mengendalikan diri. 3. Kita perlu mengamalkan perilaku raja. dan agar kita dapat mengendalikan diri kita. Raja’ juga memiliki manfaat. tingkatan. dan hikmah tersendiri. dinamis. Untuk itulah kita perlu memohon ampun kepada-Nya. Kita perlu mengamalkan perilaku tobat karena tanpa sepengetahuan kita. agar kita optimis ketika banyak rintangan yang menghadang. maka dapat disimpulkan bahwa ada dua perilaku terpuji yang dibahas di kelas XI semester 1. 20 . agar kita tidak mudah menyerah ketika bertemu dengan masalah. cara. Tobat memiliki syarat. berpikir kritis. agar kita dinamis.1 Kesimpulan Berdasarkan penjabaran makalah ini.

blogspot. 2. Anwar. www. agama.html 4. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1.com/2009/05/akhlak-terpuji.kompasiana.com 21 . cacawitarsa.or. 2007. http://saef-jaza. Pendidikan Agama Islam 2.blogspot.com 5.id 3. Junaidi.muslimah.