P. 1
Makalah perilaku terpuji

Makalah perilaku terpuji

|Views: 1,231|Likes:
Published by Rahma Leon
MAKALAH AGAMA
MAKALAH AGAMA

More info:

Published by: Rahma Leon on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

PERILAKU TERPUJI

Disusun untuk memenuhi mata pelajaran Agama yang dibimbing oleh Bapak Julisman S.Pd

Disusun Oleh Kelompok 2 Kelas IX IPA 3 Nama Anggota :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ayu Marsela Ayu Rahmawati Azelika Vamisiaz Bintan Lauda Cheny Armadhini Chika Ayu Paramita Dwininta Alfathika

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2012/2013
1

Kata Pengantar
Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Agama Islam dengan pokok bahasan Perilaku Terpuji. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi, namun dengan semangat dan kerja keras dan dengan bantuan semua pihak akhirnya penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini berisi tentang pembahasan mengenai perilaku terpuji, yaitu tobat dan raja’ (mengharap keridaan Allah). Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Julisman, selaku Guru mata pelajaran Agama Islam yang telah membantu mengarahkan dan memberi batasan penyusunan materi makalah, serta terima kasih kepada teman- teman yang turut memberikan informasinya, dan yang terakhir kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga kami yang telah mendukung kami dalam membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan sarannya yang membangun sangat kami harapkan agar dapat berbuat lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya.

Bengkulu, September 2012

Penulis

2

1 Latar Belakang ………………………………………………………… 1...3 Kesimpulan………………………………………………………………. 2 BAB II PEMBAHASAN 2. 3.3 Tujuan………………………………………………………………………... i Kata Pengantar……………………………………………………………………………. 17 17 18 3 9 3 ..4 Saran………………………………………………………………………..iii BAB I PENDAHULUAN 1. 2........ DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………. ii Daftar Isi…………………………………………………………………………….1 Tobat ……………………………………………………………………….2 Rumusan Masalah…………………………………………………… 1 1 1.2 Raja’(Mengharap Keridaan Allah)…………………………… BAB III PENUTUP 3..Daftar Isi Halaman Judul……………………………………………………………………………….

baik di dunia maupun diakhirat. 1. Bagaimana cara bertaubat? 4.BAB I PENDAHULUAN 1. Apakah pengertian dari raja’? 4 . Mereka yang beriman dan beramal shalehlah yang mendapatkan jaminan kebahagiaan kehidupan diakhirat kelak. tetapi ada pula manusai yang merugi sehingga tempatnya adalah neraka. Perjalanan pertamanya adalah kelahiran. Kelak ada manusia yang beruntung dan tempat kembalinya adalah syurga. raja’ (menunjukkan sikap menghara keridhaan Allah). Bekalnya adalah iman. Apa sajakah syarat-syarat bertaubat? 5.1 Latar Belakang Tahukah kamu bahwa manusia menjalani beberapa proses perjalanan kehidupan. mampu berfikir kritis. kedua adalah kematian. dan mampu mengendalikan diri. Apa sajakah hikmat bertaubat? 7. Apa pengertian taubat? 2. ilmu dan amal shaleh.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas. dinamis. berikutnya dibangkitkan untuk hidup kembali. dan kemudian sesudahnya adalah perhitungan amal (hisab). seseorang tentu harus mempersiapkan bekal untuk kemudian hari. Apa sajakah kriteria orang yang bertaubat? 3. optimis. Dalam menjalani kehidupan. Keimanan yang disertai amal shaleh akan membawa keselamatan dan kesejahteraan. Apa sajakah tingkatan taubat? 6. maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apalagi jika ditambah dengan perilaku terpuji seperti berotbat.

8. yaitu tobat dan raja’. Selain itu agar kita tahu bagaimana cara menerapkannya. hikmahnya. 5 . Apakah manfaat sifat raja’? 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui dan memahami perilaku beberapa contoh dari sekian banyak perilaku terpuji. dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimanakah cara menerapkan sikap raja’? 9.

Tidak memfitnah (QS Al-Baqarah:191-192) 7. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan. Tidak iri dan dengki (QS Muhammad. Ikhlas (QS An-Nisa:125. Nafsu mengandung ketertarikan syahwat untuk mencari kelezatan jasmani dan rohani sehingga mudah menerima godaan serta bujukan setan. tetapi akan menjerumuskan pada kejahatan bila dibiarkan dan terus diikuti tanpa arah yang jelas. Tidak suka mengolok-ngolok dan berburuk sangka terhadap orang lain (QS Al-Hujurat: 11-12) 2.66) 6 .1.BAB II PEMBAHASAN 2. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan. Nafsu lawamah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam. 2. Tidak kikir dan pelit (QS Al-Furqon.146 dan Al-maidah:58) 9. Tobat Hawa nafsu merupakan sesuatu yang melekat dalam diri setiap manusia. Orang yang menurutkan hawa nafsunya sangat dimurkai Allah dan disamakan dosa dan bahayanya dengan orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada di bumi. 67 dan Al-Hadid:24) 5. Nafsu manusia ada 3 macam.29 dan An-Nisa:32) 3. yaitu sebagai berikut : 1. Berikut ini merupakan beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri : 1. Tidak tamak (QS Ali Imran:130) 6. Tidak sombong (QS Luqman:18 dan Sad:74) 4. Sabar (QS Al-Baqarah:153 dan Al-Anfal :46. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Tidak melakukan kejahatan (QS Al-Bagarah:169 dan Al-Hajj:3) 8. 3. Nafsu mutma’innah yaitu nafsu yang tenang dan tentram.

Tidak memuliakan anak yatim piatu.Al-Baqarah : 222 .10. An-Nur : 31. Pandai bersyukur (QS Ibrahim:7 dan An-Nahl:14. Menurut istilah tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut. dan Ar-Ra’ad:27) 13.” (QS Al Baqarah : 222) Kata tobat berasal dari bahasa Arab at-taubah.S. yang kerjanya adalah ruju’. Q.78) 12. Dasar hukum bertobat kepada Allah termaktub didalam kitab suci Al-Quran pada Q. tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin. kembali.S. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi. dan Q. 1. Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain. Bakhil. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Mampu mengendalikan hawa nafsu (QS Jasiyah:23 dan Yusuf:53) ِ ‫َّوابِين وي‬ ِ ‫ن اللَّهَ ي‬ ِ‫ه‬ )222(‫ين‬ ِّ َ‫ْمتَط‬ ُّ ‫ح‬ ُّ ‫ح‬ ُ َ َ َّ ‫ب الت‬ ُ َّ ِ‫إ‬ ُ ‫ب ال‬ َ‫ر‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah itu menyukai orang-orang yang tobat kepada-Nya dan dia menyukai orang-orang yang membersihkan diri. Hud:3. An-Nisa:17-18. Hukum bertobat adalah wajib bagi setiap Muslim atau Muslimah yang sudah mukalafaf (baligh dan berakal).S.S. memakan harta dengan mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil dan mencintai harta yang berlebihan (lihat QS Al Fajr: 15-20) 2. merasa tidak cukup dan mendustakan pahala yang baik (lihat QS Al Lail : 1-13) 7 . diantaranya seperti hal-hal berikut. AtThamrin :8. Suka berkorban (QS Al-Kausar:1-3 dan Al-Hajj:34-37) 11. Q. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan (QS Al-Baqarah:60.

3. tidak melampaui batas. dan Al Hujurat : 11-13) 4. (barulah) ia mengatakan : Sesungguhnya saya bertobat sekarang. “Selain orang-orang yang tobat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan.” (QS An Nisa : 18 3. Orang ini diampuni dosanya. Orang yang bertaubat sesudah melakukan kesalahan. Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau semurni-murninya. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih. Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Mengumpat. Ada beberapa kriteria orang yang bertaubat. 1. sesuai keadaan. Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Dan tidak pula (diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran.” (QS Ali Imran : 89) 2. 1) Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah (QS An Nahl : 53) 2) Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblisdan ari kejahatan makhluk lainnya. Al Falaq : 1-5. prasangka dan olok-olok (lihat QS Al humazah : 1. dengan sungguhsungguh. Tidak melaksanakan rukun Islam. sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang. dan An Nahl : 98) 3) Bersegera berbuat baik atau mengadakan perbaikan. (QS An Nas : 1-6. dan hasilnya tidak 8 . Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima “Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka. Tobat semacam inilah yang dinilai paling tinggi (lihat Al Qur’an aurah At Tahrim : 8) Tobat nasuha dapat dilakukan degan cara sebagai berikut. terutama mendirikan salat. mencela.

Al Qasas : 4. Al Isra’ : 17 -19. 2) Harus menyesalai perbuatannya. maka ia harus meminta maaf dan mengembalikan hak pada orang tersebut. 9 . Al Furqan : 69-71. dan apabila ada hubungan dengan hak-hak orang lain. seseorang harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut : 1) Harus menghentikan perbuatan dosanya. Hud : 112.boleh diminta segera (QS Al A’raf : 35. 3) Niat bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi. dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu (QS An Nahl : 43) 5) Bersabar (QS Al Baqarah : 155-157) karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala (QS Al Qasas : 30) 6) Melakukan salat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar (QS Al Ankabut : 45) dan bertebaran di muka bumi setelah selesai salat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingatnya agar beruntung (QS Al Jumuah : 9-10) 7) Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah (QS Yusuf : 22. mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik (QS Az Zumar : 18). At Taubah : 11 dan Al mukmin : 7) Untuk bisa dinyatakan sebagai tobat nasuha. Al Anbiya : 90&37. (QS An Najm : 24-25) 4) Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tak dimurkai Allah (QS Yunus : 100) dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk (QS Hud : 46 dan Ar Rum : 29) serta selalu membaca ayat-ayat alam semesta Al Qur’an (QS Ali Imran : 190-191). Dan mengganti dengan perbuatan yang baik. Az Zumar : 39) serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai.

apabila dosanya terhadap sesama manusia. Bersujud dalam shalat. Bertekad dan berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan lagi mengulangi perbuatan maksiat itu. 3. Namun. Mengganti kerugian setimbang dengan kerugian yang dialaminya. 10 . 4. Meninggalkan perbuatan maksiat itu. Taubat harus dilakukan seketika itu juga. 5. 6. 4. Mengerjakan haji dan umrah. yaitu : 1. Beberapa amalan yang dapat menghapus dosa : 1. Meminta maaf terhadap orang yang telah dizalimi (dianiaya) atau dirugikan. 2. Mengerjakan shalat fardhu dan shalat jumat 3. 6. Taubat harus merupakan taubat nashuha. Taubat harus disertai dengan pengakuan dan kesadaran. Karena perbuatan baik akan menghapus keburukan 5. yang diakibatkan perbuatan zalim atau meminta kerelaannya. Menyesal terhadap perbuatan maksiat yang telah diperbuat (nadam) 2.Syarat-Syarat Diterimanya Tobat Tobat dianggap sah dan dapat menghapus dosa apabila telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. maka syarat tobat. Membaca tasbih. Harus dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai tanggungan (hutang). maka syarat tobat selain yang diatas tersebut ditambah dua syarat yaitu: 1. 7. tahmid dan takbir setelah shalat. 8. Mengerjakan shalat taraweh. Apabila dosa itu terhadap Allah SWT. Mengerjakan puasa ramadhan. 2. 7. Berwudhu. Mengikuti dengan perbuatan baik.

Membersihkan jiwa 4.sehingga ia cepat sadar dan bertobat. Bersabar dalam penderitaan. setelah itu melakukan perbuatan dosa dan tidak ada penyesalan atas dosa yang dilakukannya. sehingga terus-menerus melakukan maksiat kepada Allah SWT. 10. Mendoakan orang tua. Meningkatkan keimanan 5. Membebaskan diri dari kesalahan. namun dosadosa yang kecil masih sering dilakukan dengan tidak sengaja . Tingkatan Tobat Imam Al-Gazali mengatakan bahwa tingkatan tobat kepada Allah SWT terdiri dari 4 macam .8. Menyebabkan turunnya rahmat dari Allah swt. 3. melapangkan diri dari kesempitan dan mengalirkan rizki 3.namun ia tidak berdaya melawan hawa nafsu untuk berbuat dosa itu. Hal ini disebut juga dengan nafsul mussawalah. dinamakan juga dengan dengan tobat Nasuha atau dalam istilah disebut dengan nafsul mutmainah. 4. Memberikan kekuatan 6. Orang yang bertobat sebenar-benarnya tobat dengan tidak mengulanginya bahkan meningkatkan amal ibadahnya . yaitu: 1. Orang yang bertobat. setelah berbuat dosa ia segera bertobat . Menghindarkan diri dari azab Allah SWT. 2. 9. Bersedekah. semua dosa besar tidak dilakukan kembali . Hal ini disebut dengan nafsul ammara. Orang yang bertobat disertai dengan niat tidak akan mengulanginya . Beberapa Hikmah taubat 1. 2. Hal ini disebut dengan nafsul lawwamah. Orang yang bertobat . 11 .

berarti ia berprasangka buruk kepada Allah SWT. apabila kemampuan yang dimiliki kurang memadai.2. berarti ia telah meyakini bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan karena tersugesti dengan keoptimisannya. Orang yang berputus harapan terhadap Allah. Bila peluang dan kesempatan telah tersedia. Muslim dan muslimat yang mengharapkan agar Allah melimpahkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dengan segala kekurangan dan kelebihan dirinya. kekuatan atau kelebihan dirinya. Sebaliknya. potensi. Perilaku Optimis Setiap manusia akan selalu diuji keimanan dan kepribadiannya. seringkali menimbulkan rasa optimis. Rahmat adalah segala karuni Allah SWT yang mendatangkan manfaat dan nikmat. yang hukumnya haram dan merupakan ciri dari orang kafir. Dengan sikap optimis. 1. Muslimin/Muslimat yang bersifat raja tentu dalam hidupnya akan bersikap optimis. Optimis adalah sikap seseorang yang selalu berpengharapan dalam segala hal dan berserah diri kepada Allah SWT. Raja termasuk akhlaqul karimah terhadap Allah SWT yang manfaatnya dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak jarang kegagalan dijumpai dalam usaha keras yang telah dilakukan sepanjang hidupnya. kemudian ditambah dengan modal. berpikir kritis dan mengenal diri dalam mengharap keridaan Allah SWT.Arti raja’ menurut istilah ialah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. biasanya seorang mudah merasa pesimis. dinamis.2 Raja’ (Mengharap Keridaan Allah) A. Kebalikan dari sifat raja’ ialah berputus harapan terhadap rida dan rahmat Allah SWT. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 139 : 12 . Pengertian Raja’ Kata raja’ berasal dari bahasa Arab yang artinya harapan. manusia senantiasa menghadapi peluang dan tantangan.

Sikap seperti ini sangat dibenci oleh Islam. telah bersabda rasulullah SAW.Artinya : “Janganlah kamu bersifat lemah. karena dengan optimis. dan janganlah pula kamu bersedih hati. Akan tetapi. Islam sangat mendorong sikap optimis dan mengcam sikap pesimis. 13 . tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan. Hadits nabi Muhammad menyatakan yang artinya : “Dari abu hurairah ia berkata. mantap dan tidak ragu-ragu atau bimbang jika mempunyai keinginan kuat untuk melaksanakan segala citacita yang sesuai dengan jalan-Nya. 3.” (HR Bukhari). 2. mukmin yang kuat akan lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Sikap pesimis merupakan halangan utama bagi seseorang untuk menerima tantangan. jika kamu orang-orang yang beriman. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu.” (QS Ali Imran : 139) Sikap optimis merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Pecah target yang besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya. beringinlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat. Orang yang pesimis pasti akan merasa hidupnya selalu penuh dengan kesulitan dan merasa tidak berdaya mengahadapi masa depan. seorang muslim akan selalu berusah semaksimal mungkin mencapai cita-citanya dengan penuh keikhlasan karena Allah tanpa sedikitpun rasa takut dan khawatir akan mengalami kegagalan. 4. Ada 6 hal yang dapat membangkitkan sikap optimis dalam kehidupan kita yakni sebagai berikut: 1. Allah tidak menyukai orang-orang yang berputus asa atau lemah karena sikap demikian membuka pintu bujuk rayu setan. optimis tanpa perhitungan dan pertimbangan yang tepat juga merupakan sesuatu kekonyolan (tidak dibenarkan) yang dapat dibenci Allah. Dari ayat dan hadits di atas. Tata kembali target yang ingin kita capai. padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). kita harus yakin. Bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ihtiyar.

tidak statis. Seseorang yang dinamis adalah seseorang yang tidak kenal putus asa dalam mencapai tujuannya. Maka. Optimisme sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari guna mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup di dunia dan akhirat. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (3)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling berwasiat dengan kebenaran. 2.” (QS Al Asr : 1-3) Di dalam ayat tersebut. (2)Sesungguhnya manusia dalam kerugian. 14 . tidak kenal menyerah dan yang terpenting adalah yakinlah dengan pertolongan Allah SWT. bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. merenung dan menghasilkan inovasi-inovasi seperti menciptakan teknologi mutakhir dan menjadikan teknologi itu sebagai perhiasan. 6. Selain itu doa. bersemangat. An Nahl ) Melalui ayat tersebut. tidak mau tinggal diam dan selalu tumbuh. Allah menyarankan kepada manusia untuk mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (Dia telah menetapkan) kuda. Sikap dinamis ini memacu manusia pada kemajuan dan perkembangan. ikhtiyar dan tawakal harus senantiasa mengiringi karena hanya dengan kuasa-Nya apa yang kita inginkan dapat terwujud. Allah telah mengisyaratkan kepada manusia untuk berfikir.5. Langkah terakhir. kebanggaan dan kemudahan bagi manusia. tumbuhkan selalu sikap optimisme dan harapan sebagai energi hidup agar tetap menyala. kita perlu mengubah pandangan kita terhadap diri dan kegagalan. Meskipun waktu itu sangat sempit. apabila dipergunakan dengan baik niscaya waktu yang sempit itu akan menjadi waktu yang sangat berharga. tidak pernah diam.” (QS. Yakinkan bahwa Allah SWT akan menolong dan memberi jalan keluar. Perilaku Dinamis Dinamis dapat diartikan sebagai satu keadaan yang selalu bergerak. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini. Artinya : “(1)Demi masa. dan berwasiat dengan kesabaran.

“ (QS Al Maarij :19-24) Kesulitan yang dihadapi.Salah satu memanfaatkan waktu adalah dengan terus berusaha atau berkarya untuk mencapai tujuan. Manusia dinamis terus berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Berpikir Kritis Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk yang lain. Dan manusa yang buruk adalah manusia yang sama. Kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Maka berusahalah untuk menjadi manusia yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan. bukan untuk ditakuti atau dihindari. Allah SWT menyatakan : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Akan tetapi. 3. Manusia dinamis selalu berkarya tanpa mengenal lelah dan tidak berputus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Orang yang tidak 15 .” (QS Al Insyirah : 5-7) Dalam firman Allah SWT yang lain dinyatakan: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan). sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya. kita harus berusaha agar kesulitan itu menjadi sebuah tantangan dan peluang. Kita harus terus bergerak dan berusaha untuk kreatif dan inovatif. Firman Allah SWT: Artinya : “(Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir). Manusia memiliki akal (rasio) dan rasa sehingga dengan akal itu manusia mampu berfikir dan membedakan antara yang baik dan yang buruk. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain. tak pernah putus asa dan selalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Karena itu jangan sekali-kali engkau tergolong orang yang ragu-ragu.” (QS Al Baqarah : 147) Manusia yang baik adalah manusia yang berprestasi lebih baik dari hari kemarin. bahkan lebih buruk dari hari kemarin.

16 . Berpikir kritis merupakan upaya pendalaman kesadaran serta kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang atau akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapoat memecahkan masalah tersebut. Allah SWT memerintahkan agar setiap muslim senantiasa hati-hati. 4. 6. Meyakini akan adanya kehidupan akhirat. Beberapa ciri orang yang memiliki perilaku suka berpikir kritis antara lain sebagai berikut : 1. Rajin melaksanakan salat. Seseorang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya sesuai dengan tuntunan Allah diantaranya menunjukkan sikap sebagai berikut. Semua masalah yang timbul dari dalam dan dari luar merupakan pemicu seseorang agar senantiasa berfikir untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Meyakini bahwa Allah telah mengatur segala ciptaanya demi kesejahteraan manusia. 5. 7. Selalu mengambil hikmah dan pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami. Akan tetapi. teliti dan kritis terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. 8. mereka sebenarnya merasa resah karena solusi dari masalah tersebut belum mereka dapatkan. Memilih yang terbaik berdasarkan hasil musyawarah. Mengingat Allah setiap saat. 3. Senang berbuat baik untuk sesama manusia.mau mempergunakan akalnya adalah orang yang di murkai oleh Allah. Banyak orang yang cenderung malas untuk memikirkan penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi atau menghindar dari persoalan tersebut. 1. Berpikir positif dan menyadari bahwa dibalik semua kejadian pasti memiliki hikmah sehingga tidak ada yang sia-sia. 2. Mereka menganggap hal itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat mereka tenang. Menanggapi atau memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan.

maka periksalah dengan teliti. Bersikap cermat. agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Dan bertakwalah kepada Allah. bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. menjadi saksi dengan adil.” (QS Al Asr : 3) Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. jujur dan ikhlas karena Allah. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman. sahabat dan kerabat. Difirmankan di AlQur’an sebagai berikut : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. 7. sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 4. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang 17 . 8. 4. Dapat menelaah atau menganalisa sesuatu yang datang kepadanya secara sistematis. Berani menyampaikan kebenaran meskipun berat dirasakan.Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman.” (QS Al Ahzab : 70) Artinya : “kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. baik dalam mengerjakan pekerjaan yang bertalian dengan agama Allah maupun dengan urusan duniawi.” (QS Al Maidah : ) 5. Adil dalam memberikan kesaksian tanpa melihat siapa orangnya walaupun akan merugikan diri sendiri. kemakmuran dan kebahagiaan. jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita.” (QS Al Hujarat : 6) 2. Ketidak adilan hanya akan menimbulkan hal sebaliknya. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dua hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga manusia disebut makhluk paling sempurna. hendaklah kamu menjadi orangorang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. 3. Bersedia memperbaiki kesalahan atau kekeliruan. Mengendalikan Diri Manusia diberi akal dan hawa nafsu oleh Allah SWT.

2. Apabila nafsu itu telah menyesalatas perbuatan jahat yang dilakukannya. Nafsu lawanah yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam.”(QS Al Baqarah : 169 18 . Maka siapakah yang akan memberikan petunjuk setelah Allah (membuarkan sesat). Didalam surat Al Baqarah : 169 Allah berfirman Artinya :“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji. tetapi akan menjerumuskan kepada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas. Nafsu mutmainnah ayitu nafsu yang tenang dan tentram. Apabila nafsu manusia mengikuti sahwatnya. Artinya : “Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya? Dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. perasaan itu timbul dari nafsu mutmainah .cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. inilah yang disebut nafsu amarah. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan. 3. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Nafsu amarah yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan. hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencaci perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti nafsu sahwatnya. Nafsu mengandung ketertarikan sahwat untuk mencari kelezatan jasamani dan rohani sehingga mudah menerima godaan dan bujukan setan.” (QS Al Jasiyah : 23) Banyak orang yang meninggalkan petunjuk yang baik dan menuruti kemauan hawa nafsunya dan menjadikannya sabagai tuhan yang ditaati selain Allah karena apa saja yang diinginkan oleh hawa nafsu tersebut dia akan segera lakukan tanpa malu dan segan sehingga tidak takut untuk melakukan kejahatan dan kezaliman. Dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Apabila nafsu itu telah melakukan hal yang buruk . 1. Nafsu manusia ada tiga macam yaitu sebagai berikut.

19 . Berangan-angan terhadap sesuatu yang mustahil di sebut dengan Tamanni. 4. Tamani berdampak menjadikan sifat malas berusaha. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang. 3. Tidak sombong. 6. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. 11. Tidak iri dan dengki. tidak mau berjerih payah dan sungguh-sungguh. 2. namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. 7. Sebagaimana khauf (rasa takut) berhubungan dengan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan. Pandai bersyukur. karena raja’ merupakan percaya atas sifat kedermawanan Allah swt. 1. Tidak kikir dan pelit. Tidak melakukan kejahatan. Manfaat raja’ adalah dapat mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah swt. 13.” (HR Muttafqun Alaih) Berikut ini adalah beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri. Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka kepada orang lain. Raja’ (harapan) adalah ketergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dimasa yang akan datang. 12. Mampu mengendalikan hawa nafsu.” (QS Yusuf : 53) Hadis nabi Muhammad SAW menyatakan yang artinya : “Orang yang kuat bukanlah orang yang jagoan dalam gulat. Tidak memfitnah. Sedang raja adalah kebaikannya yakni berharap disertai dengan usaha sungguh-sungguh.Allah berfirman dalam surat lainnya: Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya itu menyuruh kepada kejahatan.

Raja’ juga memiliki manfaat. dinamis. cara. criteria.2 Saran Kita perlu mengamalkan perilaku tobat dan raja’ dalam kehidupan sehari hari. dan hikmah tersendiri.1 Kesimpulan Berdasarkan penjabaran makalah ini. Perbuatan raja’ meliputi optimis. agar kita tidak mudah menyerah ketika bertemu dengan masalah. Tobat adalah kembali dari kemaksiatan kepada ketaatan dengan niat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan maksiat tersebut. berpikir kritis terhadap suatu persoalan. dan agar kita dapat mengendalikan diri kita.BAB III PENUTUP 3. Kita perlu mengamalkan perilaku raja. yaitu mempertebal iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. tingkatan. Tobat memiliki syarat. dan mengendalikan diri. Kita perlu mengamalkan perilaku tobat karena tanpa sepengetahuan kita. yang Maha Menerima Tobat. Sedangkan raja’ adalah mengharap keridhoan Allah SWT dan rahmat-Nya. agar kita optimis ketika banyak rintangan yang menghadang. maka dapat disimpulkan bahwa ada dua perilaku terpuji yang dibahas di kelas XI semester 1. berpikir kritis. agar kita dinamis. kita sering berbuat salah kepada orang lain. yaitu tobat dan raja’. Untuk itulah kita perlu memohon ampun kepada-Nya. 20 . baik disengaja maupun tidak disengaja. 3.

kompasiana. Anwar.blogspot. 2. agama.html 4. http://saef-jaza. cacawitarsa. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1.muslimah.com 5.com/2009/05/akhlak-terpuji.id 3. 2007. Pendidikan Agama Islam 2.or.com 21 .blogspot. www. Junaidi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->