Metode Dan Model Pembelajaran

Metode dan model pembelajaran

Suatu pembelajaran yang menyenangkan dan menghasilkan prestasi belajar yang maksimal apabila dalam KBM sudah disesuaian antara metode dan model pembelajaran yang tepat, materi yang diberikan dengan kondisi peserta didik sehingga dalam pelaksanaan KBM peserta didik merasa nyaman tidak bosan. Diantara model dan metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. 1. Koperatif (CL, Cooperative Learning). Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan,

pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan. 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran

kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indikator pembelajaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensitujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitasusaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara). 3. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan untuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengembangan matematika). Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas

negosiasi. Pembelajaran Langsung (DL. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin.Page 1 Metode dan model pembelajaran sosial. . Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. interpretasi. elaborasi (analisis). dan inkuiri 6. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. identifikasi. induksi. belum dikenal cara penyelesaiannya. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau aturan yang disajikan. . Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. terbuka. konjektur. siswa mengidentifkasi. investigasi. generalisasi. demokratis. aturan. dan evaluasi. 4. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. latihan mandiri.atau algoritma). eksplorasi. 5. Sintaknya adalah: sajikan permasalahan yang memenuhi kriteria di atas. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada keterampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. sintesis. sharing). Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. sajian informasi dan prosedur. latihan terbimbing. refleksi.

9. jalan keluar. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. membuat kesimpulan. Sintaknya adalah menyajikan masalah. pengorganisasian pembelajaran. diagram. keterpasuan. kaitkan dengan materi selanjutnya.mengeksplorasi. kritis. kognitif tinggi. identifikasi kekeliruan. bimbingan dan pengarahan. perhatikan dan catat respon siswa. dan ragam berpikir. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adalah problem posing. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Sintaknya adalah: pemahaman. menduga.menginvestigasi. menimalisasi tulisan-hitungan. fluency). 8. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. kreativitas. menyusun soal-pertanyaan. dan akhirnya menemukan solusi. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. keterbukaan. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode. Selanjutnya . komunikasi-interaksi. Selanjutnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. table). sharing. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. jawaban siswa beragam. dan sosialisasi. cara. 7. Dengan demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). keterbukaan. cari alternative. Problem Terbuka (OE. yaitu pemecahan masalah dengan melalui elaborasi.

ia telah berpartisipasi 10. senyum. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. mengingat. kemudian eksplanasi (empiric). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan prasyarat. Untuk mengurangi kondisi tersebut. suara menyejukkan. siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Ada canda. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. berpikir. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. merangkum. eksplanasi berarti mengenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. dan tertawa. namun demikian bisa dibiasakan. Page 2 Metode dan model pembelajaran . Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. mulai dari eksplorasi (deskripsi). Kemungkinan akan terjadi suasana tegang. Jangan lupa. Reciprocal Learning Weinstein &amp. yaitu bagaimana siswa belajar. dan ceria. 11. sehingga suasana menjadi nyaman. representasi.siswa mengkonstruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. nada lembut. dan memotivasi diri. bertanya. menyenangkan.

Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. 12. mengemukakan penndepat. santun. argumentasi. lembut. mengkonstruksi. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. presentasi. berbicara. menggambar. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Jika waktunya . dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar.hipotesis. Setelah memperoleh tugas. membaca. Untuk mewujudkan belajar efektif. 13. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. ramah . aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. dan menerapkan. menemukan. tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. mencipta. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. dan ada sajian bodoran. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. pengarahan. menggunakan media dan alat peraga. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati. suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. menyelidiki. mengidentifikasi. menyimak. memecahkan masalah. yaitu: informasi. mendemonstrasikan. dan menanggapi. membacamerangkum. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.

siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. e. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. good. berikan penghargaan kelompok dan individual. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. c. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen.memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. 14. very good. Kinestetic) Model pembelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. VAK (Visualization.). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Auditory. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada . dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. mengembangkannya. atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Siapkan meja turnamen secukupnya. medium. Bumping. d. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. Siswa pada tiap meja turnamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b.

Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah satu model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. saling tukar jawaban. AIR (Auditory. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah Page 3 Metode dan model pembelajaran . Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. Intellectualy. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. perluasan. buat kelompok heterogen (4-5 orang). saling berbagi sehingga terjadi diskusi. 1980) tanggung jawab belajar adalah pada siswa. 16. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. 18. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. 17. 15.SAVI.

buat kelompok heterogen. umumkan hasil kuis dan beri reward. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan.salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. rencanakan pelaksanaan investigasi. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. informasi bahan ajar. 21. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. presentasi kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. umumkan hasil kuis dan berikan reward. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. pelaksanaan tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli. kuis individual. Pengarahan. 19. buat skor perkembangan tiap siswa. kembali ke kelompok asal. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. misal mengukur tinggi pohon. Jigsaw Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks seperti berikut ini. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. penyimpulan dan evaluasi. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. refleksi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. tiap siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. 20. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. banyak guru . tiap kelompok bahan belajar sama. presentasi kelompok (share).

Sintaknya adalah: informasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. mendalami. 25. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. kuis individual. 26. kerja kelompok. presentasi. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. pengolahan data penyajian data hasil investigasi. identifikasi perbedaan. Refleting.dan staf sekolah). kerja kelompok. (R) memikirkan kembali. melaporkan. diskusi. buat skor perkembangan siswa. 23. Organizing. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. diskusi. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. . (E) mengembangkan. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). CORE (Connecting. mengkritisi. Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok. (0) organisasi ide untuk memahami materi. dan kemudian buat laporan hasil presentasi. 22. dan alternative solusi). elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. pilih strategi solusi. kembali ke kelompok asal. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. laporan kelompok. presentasi. memperluas. susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas. 24. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. dan menggali. presentasi dan diskusi. TS-TS (Two Stay &ndash.

Question. Uraikan fakta sesuai . dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (catat-bahas bersama). Read. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. (2) reconstruction melakukan Page 4 Metode dan model pembelajaran fasilitasi pengalaman belajar. 29. Recite. 27. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Read. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Kerangka pikir untuk sukses. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya.menggunakan. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. analisis pengalaman. Recite. Question. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. dan menemukan. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. SQ4R (Survey. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Reflect. dan konsep-ide. SQ3R (Survey.

mengidentifikasi kausal. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. pengembangan. 3 untuk sure. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi . 33. dan implementasi solusi utama. 34. 1 untuk amost guest. CIRC (Cooperative. deteksi kausal. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. deteksi kausal lain. Sintaksnya adalah: persiapan. dn 5 untuk certain. analisis kausal. 2 untuk not sure. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. pendahuluan. Ajukan pengujian pemahaman. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. dan penutup. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Reading. Integrated. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. dan rencana solusi yang terpilih. identifikasi kausal utama. 31. implementasi solusi. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. penggunaan. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap yang menyebabkan munculnya masalah tersebut. 4 untuk almost certain. Langkah penyelesaian masalah sebagai berikut: menuliskan pernyataan masalah awal. pertimbangan solusi. solusi tentative. 32. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. menemukan pilihan solusi utama. mengelompokkan gejala. Sintaknya adalah: identifkasi. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai). penerapan.dengan gaya belajar.

Sintaksnya adalah: Separuh dari jumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. siswa yang berada di lingkaran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. 35. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya pada jajarannya. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan.terpadu membaca dan menulis secara koperatif &ndash. sajian materi. bentuk kelompok berpasangan sebangku. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa pertama. menemukan kata kunci. refleksi. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. Artikulasi Artikulasi adlah model pembelajaran dengan sintaks: penyampaian kompetensi. siswa yang berhadapan berbagi pengalaman dan pengetahuan. 36. dan kembali berbagai informasi. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. presentasi hasil kelompok. 37. dan seterusnya. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur.kelompok. salah satu siswa menyampaikan materi .

Debate Debat adalah model pembalajaran dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. penyampaian kompetensi. . menunjuk siswa untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan skenario pembelajaran. 41. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. presentasi hasil kelompok. siswa membaca materi lengkap pada wacana. bimbingan kesimpulan dan refleksi. tongkat Page 5 Metode dan model pembelajaran diberikan kepada siswa lain dan guru memberikan pertanyaan lagi dan seterusnya. 38. presentasi di depan hasil diskusinya. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu seterusnya secara bergantian. 40. Talking Stick Sintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. sajian materi pokok.yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. pembentukan kelompok siswa. 39.

Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. 42. refleksi. refleksi. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan prosedural. dikusi kelas. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. refleksi. sajian materi. penyimpulan. 45. sajian materi. siswa berkelompok . pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. penyimpulan dan evaluasi. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. 46. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Demostration Pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. sajian gambaran umum materi bahan ajar. refleksi. membimbing pelatihan-penerapan. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. bekerja kelompok. kesimpulan dan evaluasi. kelompok lain menjawab secara bergantian. refleksi dan evaluasi. pemberian reward. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak.membentuk kelompok. 43. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. sajikan materi. mengecek pemahaman dan balikan. 44. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. tanya jawab untuk pemantapan. langkah demi langkah bertahap. Langkahnya adalah: informasi kompetensi.

Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. refleksi. pengecekan kebenaran jawaban. evaluasi dan refleksi. diagram. 49. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. bimbingan penyimpulan. kartu dikumpul lagi dan dikocok.mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. 51. evaluasi dan refleksi. bagikan wacana materi bahan ajar. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. penyimpulan dan evaluasi. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. presentasi hasil diskusi kelompok. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. bertukar peran. penyimpulan. refleksi. sajian materi. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. 48. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban. bertukar peran. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. sajian permasalahan terbuka. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. 47. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. Examples Non Examples Persiapkan gambar. 53. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. presentasi hasil kelompok. LAPS-Heuristik Heuristik . 52. untuk babak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. evaluasi dan refleksi. penyimpulan dan evaluasi. evaluasi dan refleksi. 50. penyimpulan. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman.

Verivication. Practicing. Sintaknya adalah kondisikan Page 6 Metode dan model pembelajaran . rencana. Metakognitive questioning. dan pengecekan. apakah bermanfaat. rangkuman. solusi. Obtaining mastery. Generatif Basis generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. balikan-perbaikan-pengayaan-interaksi. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. apakah solusinya. 55. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Reviewing and reducing difficulty. dan refleksi 56. pengungkapan ide-konsep awal.adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangka solusi masalah. siswa latihan dan bertanya. adakah alternative. aplikasi. evaluasi. 54. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. Sintaks: pemahaman masalah. tantangan dan restrukturisasi sajian konsep.

sajian materi. tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci. 60. 59. sajian materi. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi.situasi belajar kondusif dan fokus. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintaks: sisapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap. informasikan kompetensi. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. presentasi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. Tanya jawab dan refleksi 57. guru membentuk kelompok. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. sampaikan kompetensi. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. berikan latihan soal bertingkat.bahan belajar . tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. presentasi. membentuk kelompok heterogen. berupa pemecahan masalah. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. evaluasi dan refleksi 61. 1998) untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. 58. setelah selesai kupon dikembalikan. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. .dan nama yang diberi. Time Token Model ini digunakan (Arebds. siswa ditugaskan membaca wacana. siswa berkelompok melengkapi. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon.

tiap usaha siswa diberi reward. partisipatif. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. konsep harus dialami. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. semua mempunyai tujuan.berikan soal tes bentuk super item. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. namai-buat generalisasi sampai konsep. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. 65. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriosititanya. kelompok-kerjasama. alami-dengan dunia realitas siswa. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. 62. lima kali salah guru membimbing. interaktif. 63. Guru harus menciptakan suasana kondusif. kerja individual. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. Sintaks: keterbukaan-urutan ide-penguatan. penggunaan ide kreatif-konflik internalskill.com) MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN . demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. 64. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. kohesif. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap.(muhfida. dan saling menghargai. dan hipotesis. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. kebebasan-terbuka. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. koperatif-inkuiri-solusi-workshop. reward. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. dinamis. ketrampilan. integrasi. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. latihan. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. virtual workshop menggunakan computer-internet.

maka perlu mengetahui. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi. Muhibbin Syah. (2000). Metode Ceramah (Preaching Method) Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. serta dipraktekkan pada saat mengajar. f. . Beberapa metode mengajar 1. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). Mengandung unsur paksaan kepada siswa c. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : a. e. Membuat siswa pasif b. dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak Page 7 Metode dan model pembelajaran didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.(Syaiful Bahri Djamarah. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. mempelajari beberapa metode mengajar. 2000) Beberapa kelebihan metode ceramah adalah : a. 1985) d. g.MetodolOgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Bila terlalu lama membosankan.

Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. c. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c. (Syaiful Bahri Djamarah. Metode demontrasi ( Demonstration method ) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara . c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. d. d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. c.Guru mudah menguasai kelas. d. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. b. Mendorong siswa berpikir kritis. mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ). Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. 2000) 2. b. 2000) 3. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.

Tidak semua benda dapat didemonstrasikan c. aturan. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret. Syaiful Bahri Djamarah. drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT). Metode ceramah plus Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan . baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda. Memudahkan berbagai jenis penjelasan . Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat. b.memperagakan barang. 2000). c. b. b. 2000). Muhibbin Syah ( 2000). 4. Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah : a. ( 2000). kejadian. yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. c. dan urutan melakukan suatu kegiatan. Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan . 1985) Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut : a. Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut : a. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu : a.

Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT) Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya. dan akhirnya memberi tugas. c. yaitu : 1). 2000) Kelemahan metode resitasi sebagai berikut : a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya Page 8 Metode dan model pembelajaran meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. Kelebihan metode resitasi sebagai berikut : a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. Metode percobaan ( Experimental method ) Metode percobaan . yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran. Metode resitasi ( Recitation method ) Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines. b. bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah. b. 2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.pemberian tugas. b.html). Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif.com/art0565. Penyampaian materi oleh guru. kemudian mengadakan diskusi. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill) 5. 3). 2000) 6. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. c. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib. Pemberian tugas kepada siswa.

Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen. kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. c. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri.adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok. maka perlu diperhatikan . mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya. Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif. Kekurangan metode percobaan sebagai berikut : a. (2000) Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran. b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal. c. Misalnya di Laboratorium. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidangbidang ilmu dan teknologi. b. Kelebihan metode percobaan sebagai berikut : a. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. Syaiful Bahri Djamarah.

hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat. sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. . atau mungkin hasilnya tidak membahayakan. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa. maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan.hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan. juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. seperti masalah mengenai kejiwaan. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan . dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih . Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat. sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan. pengalaman serta ketrampilan. Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen. urutan eksperimen. hal-hal yang perlu dicatat. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. mendiskusikan di kelas. maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. maka perlu adanya waktu yang cukup lama. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen. maka perlu diberi petunjuk yang jelas.

Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran. di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. keadaan atau proses sesuatu. mengikuti suatu proses. mencari kebenaran. mengamati suatu obyek. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. dengan metode eksperimen. Dengan demikian. Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil. siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. Kekurangan metode eksperimen : (a) Page 9 Metode dan model pembelajaran Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. Dalam proses belajar mengajar. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian. siswa dituntut untuk mengalami sendiri . keuletan dan ketabahan. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. (c) Metode ini menuntut ketelitian. Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai .

serta emosional siswa. siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran. setelah siswa merumuskan dan menemukan . Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif. Dalam metode eksperimen. (3) hipoteis awal. (5) aplikasi konsep . selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. (2) pengamatan. Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahaptahap sebagai berikut : (1) percobaan awal. (4) verifikasi . Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya. kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Dengan demikian. guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental. merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya.untuk pembelajaran sains. Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam.

. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. f. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. tulisan. menyebutkan. c. siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan. sedangkan unsur studinya terabaikan. memberikan contoh. merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan. d. b. maupun aplikasi dalam kehidupannya. yang kemudian dibukukan. hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. .konsep. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. b. e. Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. (6) evaluasi. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan. Biayanya cukup mahal. Metode Karya Wisata Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. 7. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan . Dengan kata lain . c.

Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif. karya wisata bukan sekedar rekreasi. meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya.teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu. Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran. menghubungi pemimpin obyek yang akan . Karena itu dikatakan teknik karya wisata. Juga mereka bisa melihat. mempertimbangkan pemilihan teknik. suatu bengkel mobil. agar nantinya dapat mengambil kesimpulan. ataupun pengetahuan umum. dan sebagainya.terutama karyawisata jangka panjang dan jauh. dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas. Menurut Page 10 Metode dan model pembelajaran Roestiyah (2001:85) . dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran. mendengar. maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan. toko serba ada. Menurut Roestiyah (2001:85) .

mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi. gambar. mempersiapkan sarana.dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya. (b) Pelaksanaan karya wisata. (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka. pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata. atau mencobakan teorinya ke dalam praktek. serta mengirim utusan. serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. serta alat-alat lain dan sebagainya. dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya. model-model. menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi. (d) Dengan obyek yang . penyusunan rencana yang masak. memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama. (c) Akhir karya wisata. serta memberi petunjuk bila perlu. membagi tugastugas. sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka. menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh. menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik. sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya. (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab. pembagian siswa dalam kelompok. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah. Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu. demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya. diagram.

(b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya.ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi. Bila tempatnya jauh. dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal. yang tidak terpisah-pisah dan terpadu. untuk meninjau . maka perlu mempergunakan transportasi. maka guru perlu memikirkan segi keamanan. Menurut Djamarah (2002:105). Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan. ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah. pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. kepada peserta secara langsung. (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi. perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya. kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut. (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah. sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah. maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir. Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis.

Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat. (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat. sedang unsure studinya menjadi . (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. study tour. Metode karya wisata mempunyai Page 11 Metode dan model pembelajaran beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama. dan sebagainya. (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa. Karena itu. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini. dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.tempat tertentu atau obyek yang lain. (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata. yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah. dikatakan teknik karya wisata. seperti widya wisata.

serta iklim yang kondusif. (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis. efek pembelajaran. (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum. memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu. (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan. 8. (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah.terabaikan. dimana siswa diajak ke tempat latihan . Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran. dan sistematis. tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai. karya wisata dapat dilaksanakan. materi pelajaran. hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar. membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang. Metode latihan keterampilan ( Drill method ) Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar . (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan. terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis. dengan memperhatikan tujuan pembelajaran. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak. (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis. jika ya.

c. bagaimana cara menggunakannya. Cara pengujiannya. 10. melafalkan huruf. untuk apa dibuat. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Metode perancangan ( projeck method ) yaitu suatu metode mengajar . Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method ) Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri 11. c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu. tandatanda/simbol. seperti dalam perkalian. Metode mengajar beregu ( Team teaching method ) Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. pembagian. 12. apa manfaatnya dan sebagainya. lalu diminta pemecahannya. kemudian digabung. 9. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method ) Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soalsoal. pengurangan. d. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. b. b. Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan. dan sebagainya. setiap pendidik membuat soal. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernikpernik. seperti menulis. penjumlahan. membuat dan menggunakan alat-alat. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental. Dapat menimbulkan verbalisme. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris.

Metode Bagian ( Teileren method ) yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian. cukup fasilitas.dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas. belum menunjang pelaksanaan metode ini. anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan. yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. b. misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya. perencanaan. Organisasi bahan pelajaran. 14. baik secara vertikal maupun horizontal. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Kekurangan metode perancangan Page 12 Metode dan model pembelajaran sebagai berikut : a. c. 13. b. dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru. Kelebihan metode perancangan sebagai berikut : a. Metode Global (Ganze method ) yaitu suatu metode mengajar . sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini. d. dan keterampilan dengan terpadu. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini. sikap. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik. Melalui metode ini.

termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan . manipulasi obyek dan lain-lain. 15. hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif. anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri.dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi. penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara. kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat. (d) Dengan menggunakan strategi penemuan. (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain. (e) dengan metode penemuan ini juga. Menurut Encyclopedia of Educational Research. anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri. maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. mengarahkan sendiri. sebelum sampai kepada generalisasi. Metode Discovery Salah satu metode mengajar yang akhirakhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery. mencari sendiri dan reflektif. Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif. (b) Dengan menemukan sendiri. menyelidiki sendiri. beroreientasi pada proses. kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut. tidak akan mudah dilupakan siswa. Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan. Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan.

memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk me .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful