MAKALAH STRATIFIKASI SOSIAL

DOSEN: NITIYA INDRIYANA

DISUSUN OLEH:  HAMIDAH NURUL SYAFRIYAH (12.70.201.40)  ARIS PURWANTO (12.70.201.058)  FAHRIZAL FIRDAUS F (12.70.201.001)  NURUL HIDAYATI (12.70.201.043)  DIAH INDRIJANI (12.70.201.010)  YUDISTIKA MAHARDIKA (12.70.201.047)  RENI FEBRIANI (12.70.201.046)  PUGUH TRI PAMUNGKAS (12.70.201.056)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH FISIP / ILMU KOMUNIKASI SEMESTER 1

. Tujuan pokok dari penyusunan Makalah ini untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Akhir Semester pada mata kuliah PENGANTAR ILMU SOSIOLOGI dan tujuan umumnya untuk memberikan beberapa pemahaman dan pengetahuan dari pembahasan Stratifikasi Sosial bagi para pembacanya. penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nitiya Indriyana sebagai dosen pengampu dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi saya dan para pembacanya. untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. selain itu makalah ini juga dapat berfungsi sebagai bahan referensi pembelajaran perkuliahan khususnya bidang Studi Pengantar Ilmu Sosiologi. mohon maaf atas kekurangan penyusunan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah SWT dengan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “STRATIFIKASI SOSIAL” sesuai waktu yang ditentukan. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................... Macam Macam Stratifikasi Sosial ........................ Latar Belakang ...................... Saran ............................................................. 3 C.............................................................. Rumusan Masalah ... 6 D.................................................. i DAFTAR ISI .................................................................................. 3 BAB II PEMBAHASAN A................ Sebab Sebab Terjadinya Stratifikasi Sosial.............. Mobilitas Dalam Stratifikasi Sosial .. Kesimpulan ................................... 7 E.......................................................................... .................... 4 C...... 13 DAFTAR PUSATAKA ................... Apa Yang Di Maksut Dengan Stratifikasi Sosial ....................................... Sifat Stratifikasi Sosial........................ Hubungan Pendidikan Dengan Stratifikasi Sosial ...................................................................... 8 F........................................ 11 BAB III PENUTUP A............................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Penulisan..................................... 1 B............. 14 ................ 10 G............................................. Unsur Unsur Stratifiksi Sosial................................................................... 4 B.... 13 B............................................................................................................................ Pandangan Tentang Stratifiksi Sosial....................... 10 H..............

Latar Belakang Masyarakat manusia terdiri dari beragam kelompok-kelompok orang yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna kulit. Dalam dimensi yang lain misalnya kekuasaan: sebagian orang mempunyai kekuasaan. contoh yang disebutkan diatas tadi merupakan contoh dari stratifikasi terbuka dimana mobilitas sosial dimungkinkan. jenis kelamin. Seringkali dalam pengalaman sehari-hari kita melihat fenomena sosial seperti seseorang yang tadinya mempunyai status tertentu di kemudian hari memperoleh status yang lebih tinggi dari pada status sebelumnya. Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari. sedangkan sisanya miskin dan hidup dalam kondisi yang jauh dari sejahtera. sedangkan dinamakan terbuka karena setiap anggota masyarakat menduduki status berbeda dengan orang tuanya.BAB I PENDAHULUAN A. Hal demikian disebut mobilitas sosial. bisa lebih tinggi atau lebih rendah. sedangkan yang lain dikuasai. Beberapa pendapat sosiologis mengatakan dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di berbagai bidang misalnya saja dalam dimensi ekonomi: sebagian anggota masyarakat mempunyai kekayaan yang berlimpah dan kesejahteraan hidupnya terjamin. Suatu sistem stratifikasi dinamakan tertutup manakala setiap anggota masyarakat tetap pada status yang sama dengan orang tuanya. tinggi badan. melalui pendapat para orang-orang bijak dan orang tua kita atau bahkan orang terdekat kita. setidaknya realitas yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan kemampuan berpikir manusia. tempat tinggal. Suka atau tidak suka inilah realitas masyarakat. Mobilitas Sosial yang disebut tadi berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial. kepercayaan agama atau politik. Pembedaan anggota masyarakat ini dalam sosiologi dinamakan startifikasi sosial. Banyak sebab yang dapat memungkinkan individu atau kelompok . Semua manusia dilahirkan sama seperti yang selama ini kita tahu. Pembedaan ini sering kali dilakukan bahkan mungkin diperlukan. umur. kenyataan itu adalah ketidaksamaan. pendapatan atau pendidikan. Sistem Stratifikasi menuruf sifatnya dapat digolongkan menjadi straifikasi terbuka dan stratifikasi tertutup. Pendapat demikian ternyata tidak lebih dari omong kosong belaka yang selalu ditanamkan kepada setiap orang entah untuk apa mereka selalu menanamkan hal ini kepada kita.

pendidikan dan pekerjaan misalnya adalah salah satu faktor yang mungkin dapat meyebabkan perpindahan status ini. Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat sejak jaman perbudakan sampai revolusi industri hingga sekarang secara mendasar dan menyeluruh telah memperlihatakan pembagian kerja dalam masyarakat. Status yang diperoleh kemudian menjadi kunci akses kesegala macam hakhak istimewa dalam masyarakat yang pada dasarnya hak istimewa tersebut merupakan hasil dari rampasan dan penguasaan secara paksa oleh yang satu terhadap yang lainya. yang pada akhirnya merupakan sumber dari ketidaksamaan di dalam masyarakat. mendominasi dan didominasi. . Berbagai macam argumentasi pun diajukan guna menjelaskan ketidaksamaan ini yang kemudian berubah menjadi ketidakadilan. yang termasuk juga stratifikasi sosial. Berdasarkan hal tersebut maka diferensiasi sosial yang tidak hanya berarti peningkatan perbedaan status secara horizontal maupun vertical.berpindah status. Oleh karena itu penulis tertarik dengan mengangkat fenomena yang terjadi di lapisan masyarakat yaitu stratifikasi sosial baik yang berada di lapisan atas maupun lapisan bawah. Perbedaan yang terlihat di dalam masyarakat ternyata juga memiliki berbagai macam implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini telah menarik para perintis sosiologi awal untuk memperhatikan diferensiasi sosial.

Unsur unsur stratifiksi sosial. F. F. Untuk mengetahui Sifat stratifikasi sosial. D. H. Untuk mengetahui macam macam stratifiksi sosial. Untuk mengetahui unsur unsur stratifikasi sosial. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: A. B. G. Mengetahui mobilitas dalam stratifikasi sosial. Mengetahui pandangan tentang stratifikasi sosial. D. E. Hubungan pendidikan dengan stratifikasi sosial. Sebab sebab terjadinya stratifikasi sosial. C. Sifat stratifikasi sosial. Apa yang di maksut dengan stratifikasi sosial? B. Pandangan tentang stratifiksi sosial. E. Macam macam stratifikasi sosial. Mengetahui hubungan pendidikan dengan stratifikasi sosial. Mobilitas dalam stratifikasi sosial. Untuk mengetahui dan memahami stratifikasi sosial. C. Untuk mengetahui sebab sebab terjadinya stratifikasi sosial. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut: A.B. C. H. G. .

Sorokin mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarki). semakin tinggi kedudukan atau lapisannya. kecakapan masyarakat atau seseorang terhadap sesuatu yang dihargai. Senada dengan pengertian tersebut. Vander Zanden mendefinisikan.Max Weber mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan dan prestise. yang B.BAB II PEMBAHASAN A. kekayaan. stratifikasi adalah struktur tingkat individu dan kelompok digolongkan ke dalam lapisan-lapisan tertentu. stratifikasi sosial artinya pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan. Kata stratifikasi berasal dari bahasa latin yaitu stratum (jamaknya: strata)yang berarti lapisan atau tingkat masyarakat. Selama manusia membeda-bedakan penghargaan terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut. keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya. Sedangkan secara terminologi. kekuasaan. Sedangkan James W. bisa berupa kepandaian. pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat. Sebaliknya bagi mereka yang hanya . Jadi. Semakin banyak kepemilikan. social stratification is a structured rangking of individuals and groups-their grading into horizontal layers or strata. Sebab Sebab Terjadinya Stratifiksasi Sosial Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai. kata sosial adalah sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. berasal dari kata social yang artinya concerning the organization of and relations between people and communities. Pitirim A. Tesaurus Bahasa Indonesia juga mengartikan stratifikasi sebagai pelapisan atau penjenjangan. Pengertian Stratifikasi Sosial Secara etimologi stratifikasi sosial berasal dari dua kata yaitu stratifikasi dan sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. profesi. Kata sosial dalam Kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary. hak-hak istimewa dan prestise.

hingga ketua RT. Kekayaan tersebut dapat dilihat melalui ukuran rumah. Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahir. Masih banyak ukuran-ukuran lain yang dapat digunakan untuk menentukan stratifikasi sosial masyarakat. cara berpakaian. menteri. 1) Ukuran kekayaan Seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas. Beberapa kriteria yang menyebabkan terjadinya stratifikasi sosial adalah sebagai berikut. . jenis kelamin. pertama. 2) Ukuran kekuasaan Seseorang yang memiliki wewenang terbesar menempati lapisan paling atas. seperti: pemerintahan. 3) Ukuran kehormatan Orang yang paling disegani dan dihormati biasanya mendapatkan tempat paling tinggi. pemerintah kabupaten. melainkan ukuran gelar kesarjanaannya. seorang sarjana lebih tinggi tingkatannya daripada seorang lulusan SMA. Sedangkan stratifikasi sosial yang terjadi dengan sengaja untuk tujuan bersama dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasiorganisasi formal. Misalnya usia. partai politik. kedua. keturunan. dsb. maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah. angkatan bersenjata. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa. Misalnya. Misalnya saja presiden. ukuran tersebut kadang menyebabkan terjadinya efek negatif karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuannya yang menjadi ukuran. terjadi secara sengaja. Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif. mobil pribadi. sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat.mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali. terjadi dengan sendirinya. Ukuran ini banyak dijumpai pada pada masyarakat tradisional. pemerintah provinsi. Ada dua tipe penyebab terjadinya stratifikasi sosial. 4) Ukuran ilmu pengetahuan Seseorang yang memiliki derajat pendidikan yang tinggi menempati posisi teratas dalam masyarakat. Akan tetapi. perusahaan. perkumpulan.

Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih. Maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.C. Misalnya. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial. pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup. seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali. baik vertikal maupun horisontal.Setiap orang memiliki kesempatan berusaha untuk menaikkan. Dalam sistem ini. menurunkan. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana. Seorang yang rendah tingkat pendidikannya dapat memperoleh pendidikanyang lebih tinggi dengan usaha yang gigih. atau sebaliknya. Contoh: Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya. sistem pelapisan sosial terbuka. namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh. ia memperoleh kedudukan rendah. 3) Stratifikasi Sosial Campuran Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Contoh: Sistem kasta di India. satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan. Sifat Stratifikasi Sosial Menurut Soerjono Soekanto. dan sistem pelapisan sosial campuran. Rasialis. . 2) Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification) Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. dilihat dari sifatnya. maupun menstabilkan statusnya. 1) Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification) Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang lain.

pada tahun 2003 jumlah penduduk miskin tercatat meningkat dari 19. Kelas pertama yang jumlahnya selalu lebih kecil bertugas menjalankan semua fungsi politik. Menurut Gaetano Mosca. yaitu stratifikasi yang didasarkan pada penguasaan barang atau jasa. dan miskin. Biasanya diwujudkan dalam bentuk pembatasan terhadap pergaulan erat dengan orang yang statusnya lebih rendah. Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mepengaruhi individu-individu lain dan mepengaruhi pmbuatan keputusan kolektif. menengah. masyarakat digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu kategori kaya. kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar.8 juta jiwa) menjadi 20. yaitu kelompok masyarakat yang disegani atau terhormat dan kelompok masyarakat biasa. 2) Hierarki Kekuasaan (Power Hierarchies). Menurut BPS. Di Inggris pernah terjadi polemik ketika . yaitu stratifikasi yang didasarkan pada pembagian kehormatan dan status sosial. memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh kekuasaan tersebut. Macam Macam Stratifikasi Sosial Jeffris dan Ransford berpendapat bahwasanya stratifikasi sosial di dalam masyarakat terbagi menjadi tiga macam. Di Jawa Timur misalnya. Di Indonesia. Kelompok masyarakat yang menduduki posisi terhormat biasanya memiliki gaya hidup yang eksklusif. yaitu: 1) Hierarki Kelas (Class Hierarchies).53% (6.D. BPS selalu mengeluarkan batasan perbedaan pendapatan per kapita per tahun. baik makanan maupun non makanan. yaitu stratifikasi yang didasarkan pada kekuasaan seseorang dalam suatu masyarakat.34% (7. Hal tersebut mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Standar tersebut disebut dengan garis kemiskinan. Sedangkan kelas kedua yang jumlahnya jauh lebih besar. Stratifikasi dalam bentuk ini membagi masyarakat ke dalam dua kelompok. Di lingkungan kerajaan yang berdarah biru lazimnya menganggap suatu hal yang menyimpang bila ada anggota keluarganya yang menikah dengan orang biasa. diatur dan dikendalikan oleh kelas yang pertama.1 juta jiwa). dan dibedakan anatara wilayah pedesaan dengan perkotaan. di dalam suatu masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk yaitu kelas yang menguasai dan kelas yang dikuasai. 3) Hierarki Status (Status Hierarchies).

ketua adat. c) Assigned Status Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. ras. Contoh lainnya yaitu kedudukan laki-laki yang lebih tinggi daripada perempuan dalam suatu keluarga.Pangeran Charles yang mewarisi tahta kerajaan Inggris memilih menikah dengan Putri Diana yang berasal dari kalangan rakyat biasa. yaitu kedudukan (status) dan peranan (role). Unsur Unsur Stratifiksi Sosial Stratifikasi sosial terdiri dari dua unsur. Dalam hal ini. sesepuh. kasta. misalnya sebagai dokter. Kedudukan dan peranan merupakan dua unsur yang memiliki arti penting bagi sistem sosial. b) Achieved Status Achieved status adalah status sosial yang didapat seseorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. tingkat pendidikan. buruh. Misalnya. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku. Hal itu merupakan hasil dari usaha keras yang telah dilakukannya. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah. sangat menentukan status seseorang dalam masyarakat. Jika seseorang memiliki . dan lain sebagainya. suku. E. dosen. dan sebagainya. keturunan. dll. Seorang sarjana tentu dipandang lebih tinggi statusnya dari pada orang yang hanya lulus sekolah dasar. kedudukan seorang anak bangsawan adalah bangsawan pula. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan. pekerjaan. 1) Kedudukan (Status) Status sosial menurut Ralph Linton adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. dll. kesalehan seseorang dalam beragama termasuk di dalamnya. Status pekerjaan. usia. seorang kasta Brahmana juga akan memperolah kedudukan yang sama. Ada tiga macam status sosial dalam masyarakat: a) Ascribed Status Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin. Begitu juga dengan tingkat pendidikan yang telah ditempuh seseorang. golongan.

Misalnya. dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat. pewarisan tradisi. peranan dibedakan menjadi dua. Berdasarkan cara memperolehnya. Peranan ini pelaksanaannya lebih dinamis. keduanya tak dapat dipisahkan karena satu dengan yang lainnya saling berhubungan. kepercayaan. dan pengetahuan. Masyarakat FISIP Ilmu Komunikasi Di Universitas MUHAMMADIYAH menghendaki peranan tersebut dilaksanakan secernat-cermatnya dan tidak dapat ditawar dan harus dilaksanakan seperti yang telah ditentukan. ketua RT. dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu. Meskipun demikian. Berdasarkan pelaksanaannya. b) Peranan pilihan (achieve roles). yaitu peranan yang diperoleh atas keputusannya sendiri. pertama. peranan hakim. misalnya peranan sebagai nenek. maka ia akan memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat. yaitu cara bagaimana sebenarnya peranan tersebut dijalankan. Ketiga. karena peran dapat berfungsi sebagai. Peran lebih menjurus pada fungsi seseorang dalam masyarakat. dan sebagainya. nilai.pengetahuan agama yang dalam. yaitu: a) Peranan bawaan (ascribed roles). anak. Kedua. Keempat. 2) Peranan (Role) Sedangkan peran sosial merupakan aspek yang lebih dinamis dibandingkan dengan kedudukan. menghidupkan sistem pengendali dan kontrol sehingga dapat melestarikan kehidupan masyarakat. dan sebagainya. misalnya seseorang memutuskan untuk memilih Fakultas Tangerang. peranan sosial dapat dibedakan menjadi dua. norma. yaitu cara ideal dalam pelaksanaan peranan menurut penilaian masyarakat. Status sosial merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam organisasi masyarakat. yaitu: a) Peranan yang diharapkan (expected roles). Suatu peranan dapat membimbing seseorang dalam berperilaku. memberi arah pada proses sosialisasi. diplomatik. b) Peranan yang disesuaikan (actual roles). yaitu peranan yang diperoleh secara otomatis. bukan karena usaha. .

Kingsley Davis dan Wilbert Moore. Menurut Haditono. . Adapun melalui organisasi ekonomi. Melalui lembaga pendidikan seseorang dapat mengubah statusnya menjadi status yang lebih tinggi. Hal tersebut bertolak belakang dengan penganut pendekatan konflik yang menyatakan bahwa timbulnya pelapisan sosial merupakan ulah kelompok elit masyarakat atas yang berusaha mempertahankan dominasinya. Sedangkan melalui lembaga keagamaan. dan organisasi ekonomi. Bisa jadi status prajurit tersebut naik. seseorang yang memiliki kedalaman agama dinilai lebih tinggi statusnya daripada yang tidak. perusahaan barang maupun jasa memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menaikkan statusnya. Dalam keadaan perang di mana setiap negara menghendaki kemenangan maka jasa seorang prajurit akan dihargai dalam masyarakat. yaitu angkatan bersenjata. Para penganut pendekatan fungsionalis biasanya menganggap bahwa stratifikasi sosial merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem sosial. Mobilitas vertikal mengacu pada mobilitas ke atas atau ke bawah dalam stratifikasi sosial. lembaga keagamaan. lembaga pendidikan. bahkan memperoleh kekuasaan dan wewenang. pelopor pendekatan fungsionalis menyatakan bahwa stratifikasi dibutuhkan demi kelangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan berbagai jenis pekerjaan. Pitirim A. Mobilitas Dalam Stratifikasi Sosial Dalam sosiologi. mobilitas sosial berarti perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Pandangan Tentang Stratifiksi Sosial Ada dua pendapat mengenai pentingnya keberadaan stratifikasi sosial. karena organisasi ini sifatnya relatif terbuka. Contoh mengenai mobilitas sosial individu ialah perubahan status seseorang dari seorang tukang menjadi seorang dokter.F. Seseorang yang pandai berorganisasi dalam dunia politik dapat menaikkan statusnya melalui partisipasinya sebagai anggota DPR. G. Tanpa adanya stratifikasi ini. organisasi politik. Sorokin menyatakan bahwa mobilitas sosial secara vertikal dapat dilakukan melalui beberapa hal. masyarakat tidak akan terangsang untuk menekuni pekerjaan-pekerjaan sulit atau pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan proses yang lama dan mahal. yang dimaksud mobilitas sosial ialah perpindahan seseorang atau sekelompok orang dari kedudukan satu ke kedudukan yang lain.

melainkan karena mereka masyarakat terpaksa menerima perbedaan karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk menentangnya. Menurutnya. . H. Sedangkan orang golongan tinggi cenderung menginginkan anaknya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Karena itulah dapat timbul pendapat bahwasanya status sekolah umum lebih tinggi daripada sekolah kejuruan.Sedangkan pendekatan konflik yang dipelopori Karl Marx berpandangan bahwa adanya pelapisan sosial bukan sebagai hasil dari konsensus (semua anggota masyarakat menyetujui dan membutuhkan hal itu). para pemiliki sarana produksi (kelas atas) melakukan tekanan dan pemaksaan kontrol kepada kelas buruh yang posisinya lebih rendah. di dalam masyarakat kapitalis. b. cenderung menyekolahkan anaknya di sekolah menengah umum sebagai persiapan studi di universitas. Hubungan Pendidikan Dengan Stratifikasi Sosial a. anak-anak yang orang tuanya mampu. Dapat diduga bahwa sekolah kejuruan lebih banyak menampung siswa golongan rendah daripada golongan tinggi. Anak golongan rendah kebanyakan tidak melanjutkan studinya hingga ke perguruan tinggi. Umumnya. Marx sering mengungkapkan bahwa stratifikasi sosial merupakan bentuk penindasan suatu kelas tinggi kepada kelas yang lebih rendah. terdapat korelasi yang tinggi antara kedudukan sosial seseorang dengan tingkat pendidikan yang ditempuhnya. Golongan Sosial dan Jenis Pendidikan Golongan sosial juga menentukan jenis pendidikan yang dipilih oleh orang tua siswa. Sekalipun sekolah kejuruan dapat memberikan jaminan yang lebih baik untuk langsung terjun di lapangan pekerjaan. Hal tersebut terjadi karena faktor biaya pendidikan yang tergolong mahal. Golongan Sosial dan Tingkat Pendidikan Menurut penelitian. Sedangkan orang tua yang memiliki keterbatasan keuangan. Meskipun tingkat pendidikan sosial seseorang tidak bisa sepenuhnya diramalkan melalui kedudukan sosialnya. cenderung memilih sekolah kejuruan bagi anaknya. Siswa sendiri cenderung lebih memilih sekolah menengah umum daripada sekolah kejuruan. namun pendidikan sosial yang tinggi sejalan dengan kedudukan sosial yang tinggi pula.

Terlebih jika ia berhasil lulus MULO (Meer Uitgebreid Lager Oderwijs). . Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk melakukan mobilitas sosial tersebut. Banyak contoh yang dapat diamati tentang seseorang yang statusnya meningkat berkat pendidikan yang ditempuhnya. atau perguruan tinggi. bahkan berpakaian seragam yang sama dengan anak golongan tinggi. seseorang dapat melakukan perpindahan dari status rendah ke status tinggi maupun sebaliknya. Menurut Beteille. Mobilitas Sosial dan Pendidikan Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka (opened social stratification). mempelajari buku yang sama. Di sekolah memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang sama. Pada jaman penjajahan Belanda misalnya. Pendidikan secara merata memberi kesamaan dasar pendidikan dan mengurangi perbedaan antara golongan tinggi dan rendah. Di samping itu. Perpindahan status ini disebut dengan mobilitas sosial. Para guru dapat mendorong anak didiknya untuk meningkatkan status sosialnya melalui prestasi yang tinggi. AMS (Algemene Middlebare School). Sebaliknya. Sekolah dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan status sosial anak-anak golongan bawah. maka semakin besar peluangnya mendapatkan kedudukan yang baik dan masuk golongan sosial menengah atas. 1) Faktor guru. pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat berharga karena dapat memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran yang lebih baik. diajar oleh guru yang sama. 2) Faktor sekolah. ada juga beberapa faktor lain yang mempengaruhi mobilitas sosial di bidang pendidikan.c. orang yang mampu menyelesaikan pendidikannya di HIS (Hollands-Indlandsche School) mempunyai harapan untuk menjadi pegawai dan mendapat kedudukan sosial yang terhormat. Guru tersebut juga dapat menjadi model mobilitas sosial berkat usahanya belajar sungguh-sungguh sehingga kedudukannya meningkat. Pendidikan dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk beralih dari suatu golongan ke golongan yang lebih tinggi. guru juga dapat menghambat proses mobilitas sosial apabila guru memandang rendah dan tidak yakin akan kemampuan anak-anak golongan bawah.

untuk jatuh dari lapisan yang atas ke lapisan di bawahnya. Saran Masyarakat diharapkan tidak bersifat tertutup. namun lebih bersifat terbuka dalam melakukan gerak sosial agar tercipta kehidupan sosial yang selaras tanpa adanya diskriminasi. Sistem lapisan dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya (dalam proses pertubuhan masyarakat itu) tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Kesimpulan Setelah membahas dan memahami uraian di atas. B. setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri naik lapisan. Sebaliknya di dalam system terbuka. baik gerak pindahnya itu ke atas atau kebawah. atau bagi mereka yang tidak beruntung.BAB III PENUTUP A. dapat dibuat sebuah kesimpulan sebagai berikut: Selama dalam satu masyarakat ada sesuatu yang dihargai. Sistem lapisan dalam masyarakat dalam sosiologi dikenal dengan istilah socil stratification yang merupakan pembedaan penduduk atau nasyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirarkis). Sifat Sistem lapisan dalam masyarakat dapat tertutup dan dapat pula terbuka. dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem lapisan dalam masyarakat. yang bersifat tertutup tidak memungkinkan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain. .

2011. teori dan Terapan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sosiologi Suatu Pengantar.co.id//sosiologi//stratifikasisosial. Bumi Aksara. Soerjono. www.DAFTAR PUSTAKA Soekanto.co.id . Jakarta: Kencana. 1992. Jakarta: PT. Pengantar Sosiologi. Elly M dan Kolip Usman. Sosiologi Skematika.1990. Setiadi.id//wikipediapendidikan.google.co. Abdulsyani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful