Makalah Tentang Belajar Written on Sep-30-09 5:08pm2009-09-30T08:08:51 - Not yet

published to a wikizine From: ikhsanu.blogspot.com Belajar Tuntas Murid Pandai dan Murid Bodoh Tiap guru yang menghadapi kelas baru, lebih dulu sudah menerima, berdasarkan pengalamannya bahwa murid-murid dalam kelas itu tidak sama pandainya. Seperempat atau sepertiga akan termasuk golongan anak pandai, sepertiga sampai setengah termasuk golongan golongan sedang, dan seperempat sampai sepertiga termasuk golongan anak yang bodoh.

Fungsi pendidikan adalah membimbing anak ke arah suatu tujuan yang kita nilai tinggi. Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil membawa semua anak didik kepada tujuan itu. Apa yang diajarkan hendaknya dipahami sepenuhnya oleh semua anak. Hasil mengajar menurut kurva normal sesungguhnya menunjukkan suatu kegagalan, karena sebagian besar anak-anak tidak mengerti betul apa yang diajarkan. Guru yang baik harus meninggalkan dan menanggalkan kurva normal sebagai ukuran keberhasilan proses mengajar-belajar. Meninggalkan patokan itu akan membuka jalan baru untuk ke arah prestasi yang lebih tinggi yang mendorong guru untu mencari macam-macam usaha-usaha untuk membantu murid secara individual. Murid-murid berbeda secara individual dalam caranya belajar. Perbedaan individual ini harus dipertimbangkan dalam strategi mengajar agar tiap anak dapat berkembang sepenuhnya serta menguasai bahan pelajaran secara tuntas.

Belajar Tuntas Tujuan proses mengajar-belajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepebuhnya oleh murid. Ini disebut “mastery learning” atau belajar tuntas, artinya penguasaan penuh. Bila kita ingin agar seseorang mau belajar terus sepanjang hidupnya, maka pelajaran di sekolah harus merupakan pengalaman yang menyenangkan baginya. Murid yang sering frustasi karena mendapat angka yang rendah di samping teguran, kejaman, dan celaan akan benci terhadap segala bentuk pelajaran formal dan tidak mempunyai cukup motivasi untuk melanjutkan pelajarannya. Menurut penelitian, bila semua anak-anak yang bermacam-macam bakatnya diberi pengajaran yang sama, maka hasilnya akan berbeda menurut bakat mereka. Ada korelasi yang cukup tinggi antara bakat dengan hasil belajar. Akan tetapi jika diberi metode pengajaran yang lebih bermutu yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak serta waktu belajar yang lebih banyak, maka dapat dicapai keberhasilan penuh bagi setiap anak dalam tiap bidang studi. Maka korelasi antara bakat dengan tingkat keberhasilan anak dalam pelajaran dapat melenyapkan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penguasaan Penuh 1. Bakat untuk mempelajari sesuatu Bakat, misalnya inteligensi, mempengaruhi prestasi belajar. Bakat tinggi menyebabkan prestasi tinggi, sedangkan prestasi yang rendah dicari sebabnya pada bakat yang rendah. Pendirian serupa ini membebaskan guru dari segala tanggung jawab atas prestasi yang rendah oleh sebab bakat itu dibawa lahir dan diturunkan dari nenek moyang, yang tak dapat diubah oleh guru. John Carrol mengemukakan pendirian yang radikal. Ia mengakui adanya perbedaan bakat, akan tetapi ia mengandung bakat sebagai

Mutu Pengajaran Pada dasarnya anak-anak tidak belajar secara kelompok. apakah seseorang rela untyk mengorbankan waktu yang begitu banyak agar mencapai tingkat penguasaan tertentu. menurut cara-caranya masing-masing sekalipun ia berada dalam kelompok. Caranya belajar lain dari orang lain untuk menguasai bahan tertentu. Sistem individual itu kebanyakan mempunyai ciri yang sama. 2. antara lain: belajar berprograma (programmed instruction). dengan (1) lebih mengutamakan proses belajar dari pada mengajar. Yang menjadi persoalan di sini adalah. namun tingkat penguasaannya dapat sama. belajar dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction and management). Itu sebabnya setiap anak memerlukan bantuan individual. (2) merumuskan tujuan yang jelas. akan tetapi secara individual. Tiap anak memerlukan metode tersendiri yang sesuai baginya. sistem perolehan informasi (information retrivel systems). Usaha-Usaha Dalam Pengajaran Individual Macam-Macam Cara Macam-macam usaha yang telah dijalankan untuk memenuhi perbedaan individual dalam proses belajar mengajar. (3) mengusahakan partisipasi aktif dari pihak murid. Tidak ada satu metode tersendiri yang sesuai bagi semua anak. Da kemungkinan seorang murid menguasainya dalam beberapa tahun. Jadi setiap orang dapat mempelajari bidang studi apa pun hingga batas yang tinggi asal diberi waktu yang cukup di samping syarat-syarat lain. dan bentuk pengajaran individual lainnya. (4) menggunakan banyak feedback atau balikan dan .perbedaan waktu yang diperlukan untuk menguasai sesuatu. yakni perhatian akan perbedaan individual di kalangan para pelajar dan usaha untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan itu.

Komputer untuk manajemen pengajaran Komputer digunakan sekaligus oleh sejumlah besar pelajar. . . dan (5) memberi kesempatan kepada murid untuk maju dengan kecepatan masing-masing.evaluasi. yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk melampaui bagian-bagian yang telah dikuasainya dan membimbing mereka yang mengalami kesukaran tertentu untuk melakukan latihan tertentu. maju menurut kecepatan masingmasing. murid-murid dan tenaga pengajar.Memberi informasi tentang berbagai referensi dan sumber-sumber serta alat audio-visual yang tersedia.Memberi informasi tentang ruangan belajar. .Menyimpan bahan pelajaran yang dapat dimanfaatkan kapan saja diperlukan.Memberi informasi tentang hasil belajar murid. . pada saat yang bersamaan mengambil test diagnostik yang berbeda-beda. masingmasing dengan tugas tersendiri. Pendekatan audio-tutorial Pendekatan ini juga berdasarkan belajar secara individual. (2) program bercabang (Crowder). Pengajaran Berprograman Ada dua macam PB yakni (1) program linier (Skinner) yang mengharuskan murid melalui semua langkah dari awal sampai akhir. Anak-anak .Menyarankan kegiatan-kegiatan belajar yang diperlukan oleh seorang murid serta menilai kembali pekerjaan murid pada waktunya serta memberi tugas-tugas baru untuk dikerjakan selanjutnya. Pengajaran Dengan Bantuan Komputer .

atau melihat film. . semacam bilik yang kecil (audio-tutorial booth atau self-instruction learning carrel). Melakukan berbagai percobaan. Balikan ini perlu bagi murid agar ia mengetahui beberapa banyak dan hingga mana ia telah menguasai bahan pelajaran. Keuntungan-keuntungan pengajaran modul ini antara lain: a. yang dilengkapi dengan audio-tape yang mengarahkan siswa kepada berbagai kegiatan-kegiatan belajar. Pengajaran modul adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya terdiri atas modul. sehingga dapat digunakan oleh siswa menurut waktu yang sesuai dengan jadwal masing-masing. Kamar belajar ini biasanya terbuka hampir sepanjang hari. alat audio-visual. Dapat disesuaikan dengan kemampuan anak secara individual dengan memberikan keluwesan tentang kecepatan mempelajarinya. Disamping alat dan bahan audio itu selalu sedia seorang tenaga pengajar untuk memberikan bantuan sebagai tutor. mungkin juga eksperimen yang harus dilakukan. Suatu modul ialah suatu kesatuan yang bulat dan lengkap yang terdiri atas serangkaian kegiatan belajar yang secara empiri telah terbukti memberi hasil belajar yang efektif. Memberikan feedback atau balikan yang segera dan terus-menerus.dapat belajar menurut kecepatan masing-masing degan bahan pelajaran yang tidak uniform dengan yang lain dan memungkinkan perdalaman bagi individu menurut tujuan masing-masing. untuk mencapai tujuan yang dirumuskan secara jelas dan spesifik. b. Inti pendekatan ini adalah belajar sendiri oleh murid dalam booth. dan bagi guru untuk mengetahui hingga manakah sebenarnya efektivitas modul itu. Pengajaran Modul Pengajaran modul termasuk salah satu sistem individual yang paling baru dan menggabungkan keuntungan dari berbagai metode pengajaran individual lainnya.

misalnya dalam bentuk buku pelajaran. yang disusun untuk dipelajari secara individual.” “Bermain Peranan. Membuka kemungkinan untuk melakukan test formatif. c. dan baru dinilai pada akhir pelajaran itu. Seperti modul. memberikan bahan pelajaran yang banyak serta panjang. yang tentu akan banyak menghamburkan waktu dan tenaga murid. Minicourses Minicourses sebenarnya tak dapat dibedakan dari modul. Yang diulangi hanya bagian-bagian yang belum di kuasainya dan tidak perlu seluruh pelajaran itu. Pelajaran yang tradisional. seperti tentanga “Metode pelajaran berprograma. Sistem Kontrak Dasar sistem ini ialah bahwa angka-angka merupakan motivasi utama bagi murid untuk belajar. Sering pula pertanyaan dan tugas-tugas serupa itu tidak dilaksanakan. d. Pengajaran modul memberikan bahan yang sedikit sekaligus dan langsung diberi penilaian. Minicourses dapat disusun berbagai macam tujuan.” dan lain-lain untuk tiap bidang studi atau topik. Berkat penilaian yang kontinu maka kekurangan-kekurangan segera dapat ditemukan. selain memupuk rasa kejengkelan pada murid itu. minicourses ini merupakan kesatuan bulat yang lengkap. sehingga tidak ada feedback untuk mengetahui kekurangan murid dan memperbaikinya sambil mengembangkan pengetahuan anak selanjutnya secara bertahap. ulangan atau ujian. Murid-murid biasanya hanya belajar bila menghadapi test. Sistem Keller .bentuk maupun bahan pelajara. Memberikan secara khusus pelajaran ramedial untuk membantu anak dalam mengatasi kekurangannya.

2.Sistem Keller termasuk Personalized System of Instruction atau sistem pengajaran individual. kelompok kecil. Proses Belajar-Mengajar Menurut Pilihan Siswa Pendekatan yang berbeda dengan apa yang telah dikemukakan di atas ialah penyediaan berbagai kemungkinan metode belajar seperti metode kuliah. Apa yang ingin kita ajarkan kepada murid. kuliah dan diskusi. atau kombinasi antara dua metode. Menentukan taraf kemampuan permulaan siswa disangsikan bahwa tiap siswa memang mendapat tugas yang sesuai dengan kesanggupan masing-masing. akan tetapi itu pun harus dibatasi demi efektivitas metode ini. Apa yang telah diketahui murid tentang bahan yang akan diberikan. Prinsip dasar bagi bentuk pengajaran ini ialah kita harus mengetahui persis: 1. mungkin karena . Hanya memberi kesempatan belajar sendiri menurut kecepatan masing-masing. dan sebagainya. Semangat belajar dalam tiap metode belajar tinggi. Bilamana ia telah menguasainya. 2. diskusi. 3. Untuk itu harus ada 1. 4. Test berdasarkan kurikulum untuk mengukur kemajuan murid. 4. ternyata: 1. Menurut hasil percobaan dengan memberikan pilihan kepada siswa atas metode yang paling serasi bagi mereka. Post-test untuk mengetahui tingkat penguasaan murid. 3. ada yang modern. Pre-test yang diberikan sebelum memulai suatu satuan pelajaran. ada metode lain atau kombinasi dua metode. belajar sendiri. Apa yang masih harus dipelajari oleh murid. Alat yang menentukan bahan yang sesuai dengan taraf perkembangan murid. seminar. Kepada murid-murid diberi kesempatan untuk memilih metode yang tradisional.

.sendiri memilihnya dan karena pilihan itu memang sesuai dengan pribadi mereka. sering murid lebih mampu mengajar temannya sekelas daripada guru karena telah menyelami kesukaran-kesukaran yang dihadapi murid lainnya. asal sesuai dengan pribadi dan keinginan murid. sukar dipertahankan. Sekalipun seorang dipenjarakan atau hidup dalam negara yang diktatorial. Namun Carl R. namun manusia masih mempunyai suatu kebebasan. yaitu kebebasan batin. Tidak terdapat perbedaan hasil test akhir murid-murid yang mengikuti metode belajar yang berbdeda-beda menurut pilihan masing-masing. 2. mengatakan bahwa satu metode lebih baik daripada metode lainnya. Guru dapat belajar dari murid tentang cara-cara mengatasi keslitan belajar. Rogers seorang ahli psiko-terapi mengemukakan suatu cara pendidik yang perlu mendapatkan perhatian kita sebagai guru dan pendidik. bila tidak turut dipertimbangkan pribadi dan keinginan murid-murid sendiri. Siswa yang belajar dalam kelompok kecil mencapai angka yang paling tinggi pada test berbentuk essay yang diberikan secara tiba-tiba tanpa diberitahukan lebih dahulu. Rogers tak dapat menerima manusia itu sebagai hasil conditioning semata-mata. Maka karena itu. Belajar Bebas Psiko-terapi Sebagai Dasar Belajar Carl R. Evaluasi sendiri dan oleh teman lebih banyak terdapat dikalangan mereka yang belajar dalam kelompok kecil 4. 3. Metode apa pun mungkin baik. Peranan Siswa Menurut pengamatan. Jadi hasil belajar tidak ditentukan oleh metode belajar yang digunakan.

Keterbukaan Guru Dengan ini dimaksid bahwa guru itu jangan berkedok dan menutupi kepribadiannya yang sesungguhnya. Kepercayaan Akan Kesanggupan Manusia Syarat ini mengenai diri guru. untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Adanya Masalah Syarat pertama ialah adanya suatu masalah yang menarik dan bermakna bagi murid. Syarat-Syarat Untuk Belajar Bebas Belajar bebas berbeda sama sekali dengan belajar yang “terikat” oleh peraturan dan pengawasan yang ketat. karena cara belajar ini hanya mungkin berdasarkan keyakinan penuh dari pihak guru akan kemampuan murid untuk berbuat yang baik. manusia yang kreatif yang dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan dunia. untuk belajar sendiri. Menghadapi Murid Guru harus menerima murid menurut pribadi masing-masing. dab dapat menghargai sifat-sifat mereka walaupun menyimpang dari apa yang umumnya dianggap baik. c. . a. Belajar yang “terikat” jauh lebih mudah dilaksanakan dan dapat dilakukan oleh setiap guru karena banyak sedikit dapat dijalankan secara maksimal. d.Teori Rogers Dalam Pendidikan Teori Rogers ini dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mengembangkan individu yang merdeka yang dapat memilih dengan bebas atas tanggung jawab penuh. b.

Empathy (empati) Seperti telah dikemukakan empathy adalah kemampuan untuk memandang sesuatu dari segi pandangan orang lain. manusia merdeka yang turut menentukan arah hidupnya serta pribadinya. Proses mencapai kebebasan itu melalui fase-fase tertentu yakni: a. Inisiatif dan kerja individual c. Perubahan individual e. Larangan Bagi Guru Tugas guru adalah menciptakan suasana dan fasilitas yang sebaikbaiknya agar belajar bebas ini dapat dilaksanakan. karena setiap metode mengajar bergantung pada cara atau gaya siswa belajar. Keakraban pribadi d. Para peneliti menemukan adanya berbagai gaya belajar pada siswa yang dapat digolongkan menurut kategori-kategori tertentu. pribadinya serta kesanggupannya. Mereka . Pengaruh atas pengajar Gaya Belajar Penelitian tentang metode mengajar yang paling sesuai ternyata semuanya gagal. Proses Belajar Bebas Belajar bebas berarti belajar untuk menjadi bebas. bebas memilih dengan bertanggung jawab penuh atas pilihannya itu. Frustasi pada taraf permulaan b. Menyediakan Sumber-Sumber Guru dengan cara belajar berdasarkan kebebasan bukan lah guru yang menyampaikan pelajaran akan tetapi yang menyediakan sebanyak mungkin sumber-sumber yang dapat digunakan oleh murid-murid untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajarinya.

misalnya bentuk geometris. Orang yan Intuitif langsung mengemukakan jawaban tertentu tanpa . Gaya respons siswa terhadap stimulus 3. Penelitian diadakan dalam tiga bidang yakni. 3. Preseptif-Reseptif. Kita dapat menemukan gaya belajar itu dengan instrumen tertentu. bahwa: 1. Model belajar. Juga guru mempunyai gaya mengajar masing-masing. Orang yang preseptif dalam mengumpulkan informasi mencoba mengadakan organisasi dalam hal-hal yang diterimanya. mobil dan sebagainya. Sistematis-Intuitif Precept artinya aturan. 1. Impulsif-Reflektif Tipe orang yang impusif atau refleksif dapat diselidiki dengan test antara lain dengan memperlihatkan suatu gambar.berkesimpulan. ia menyering informasi yang masuk dan memperhatikan hubungan-hubungan di antaranya. Gaya kognitif siswa 2. Kesesuaian gaya mengajar dengan gaya belajar mempertinggi efektivitas belajar. Sistemtias-Intuitif Orang yang sistematis mencoba melihat struktur suatu masalah dan bekerja sistematis dengan data atau informasi untuk memecahkan suatu persoalan. disain rumah. Gaya Belajar Untuk mempertinggi efektivitas proses belajar-mengajar perlu diadakan penelitian yang mendalam tentang gaya belajar siswa. 2. Tiap murid belajar menurut cara sendiri yang kita sebut gaya belajar.

Mahasiswa penurut Mahasiswa ini termasuk mahasiswa yang “baik” karena mengikuti apa yang disuruh lakukan.menggunakan informasi secara sistematis. 2. Mahasiswa yang tak dapat berdiri sendiri Mahasiswa ini sangat bergantung kepada guru untuk membantu mereka dalam pelajaran. 5. menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan. Model-Model Gaya Respons 1. patuh kepada aturan. Dalam dirinya berbaur rasaharga diri dengan rasa-bersalah dan kemuraman. Mahasiswa “penembak tersembunyi” Seperti mahasiswa “pahlawan” mereka ini mempunyai jiwa pemberontak. 3. 4. merasa dirinya aman. Mahasiswa “pahlawan” Mereka ini senantiasa terlibat dalam tiap “pemberontakan” dalam universitas. akan tetapi perlawanan mereka ttidak diperlihatkannya dengan nyata. memandang guru sebagai orang yang memberikan pujian dan penghargaan. Mahasiswa penarik perhatian . Mahasiswa yang patah semangat Mereka ini tidak puas dengan dirinya. tunduk kepada otoritas. Mahasiswa yang dapat berdiri sendiri Mahasiswa ini sangat inteligen mereka percaya akan dirinya. 6. 7.

Rationals Impelementasi Gaya Belajar Sebagai Inovasi Pendidikan. . Mahasiswa yang kooperatif 4. Mahasiswa yang suka bersaing.Mereka ini sangat berorientasi pada hubungan sosial. Mereka ini merasa dirinya tak mampu dan tak berkuasa. 8.Bagaimanakah guru dapat memanfaatkannya dalam proses belajarmengajar. yang didasarkannya atas prinsip. bahwa pendidikan itu adalah suatu proses untuk mencari makna. yang kompetatif 5. Mahasiswa berdikari 2. Cognitive Style Mapping (CSM) CSM ini dikembangkan oleh Joseph E. Mahasiswa yang suka berpartisipasi 6. . bahwa manusia itu suatu . Model Grasha – Riechmann 1.Bagaimanakah gaya belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa sendiri. Michigan dan bertujuan untuk “memetakan” gaya kognitif atau gaya belajar seseorang dalam usaha untuk mengembangkan suatu educational science atau ilmu kependidikan. Hill. Mahasiswa yang mengelakkan pelajaran Model Stern 1. Anti-authoritarians 3. Authoritarians 2. Mahasiswa pendiam Sebagian besar dari mahasiswa termasuk golongan ini. Mahasiswa yang tak dapat berdiri sendiri 3.

Dari itu dibentuknya generalisasi dan abstraksi 4. Menurut model ini belajar berlangsung melalui 4 fase atau tahap. jauh lebih sukar dan kompleks dari pada pelaksanaannya oleh seorang guru dalam kelasnya dalam bidang studi yang diajarkannya. . Penggunaan Gaya Belajar Oleh Keseluruhan Lembaga Memanfaatkan gaya belajar siswa bagi seluruh lembaga pendidikan sekolah atau universitas. Berbagai Masalah Yang Dihadapi . Implikasi yang diambilnya dari konsep-konsep itu dijadikannya sebagai pegangannya dalam menghadapi pengalaman-pengalaman baru.makhluk sosial yang mempunyai kemampuan yang unik untuk menemukan makna dari lingkungan dan pengalaman pribadinya dengan menciptakan dan menggunakan lambang-lambang. 3. misalnya dengan menggunakan berbagai gaya mengajar sehingga murid-murid semuanya dapat memperoleh cara yang efektif baginya. Individu memperoleh pengalaman langsung yang konkrit 2. Model Kolb Model ini juga didasarkan atas psikologi Jung. 1. Kemudian ia mengembangkan onservasinya dan memikirkan atau merefleksikannya. Manfaat Gaya-Belajar Murid Bagi Guru Dengan mengetahui gaya belajar siswa guru dapat menyesuaikan gaya-mengajarnya dengan kebutuhan siswa.Bagaimana mengadakan perencanaan mengenai proses pembaharuan itu dan yang bertalian dengan itu antara lain.

melatih staf pengajar dan administrasi.Mengatur sistem komunikasi antara berbagai unit. . .. mengubah sistem semester untuk menyesuaikannya dengan kecepatan belajar individual. penilaiannya. menentukan waktu untuk tiap program/dengan tingkat keberhasilan tertentu.Menentukan sistem insentif untuk mereka yang memberi waktu dan tenaga khusus bagi pembaharuan. kelompok sedang. melatih staf pengajar. dan sebagainya. .Memperbaharui management untuk mempelancar pembaharuan.Menyempurnakan dan melengkapi tenaga administratif yang serasi bagi pembaharuan. . fasilitas dan lain-lain. untuk belajar individual. . karena biasanya kebanyakan staf pengajar tidak berminat dan tidak turut aktif dalam pembaharuan. . tujuannya. .Koordinasi program mengenai bidang akademis. proses belajar dengan mempertimbangkan gaya belajar siswa. antara kepala lembaga dengan administrasi.Menyusun program. pembaharuan. dan sebagainya. pelajaran individual menurut kecepatan masing-masing dengan penilaian sendiri oleh para siswa dengan menyediakan hardware serta soft warenya. dan testing.Mengatur tempat belajar untuk kelompok besar.Mereorganisasi jadwal waktu. Sikap Guru Sikap Otoriter . menyusun silabus dan pertunjukan belajar. kegiatan kelompok. . . unit fasilitas dengan staf pengajar.Bentuk-bentuk belajar-mengajar seperti perkuliahan. staf para siswa. administrasi. tenaga pengajar dengan para siswa. kelompok kecil. seminar.Mempersiapkan dan menyediakan penasehat akademis yang membimbing siswa dalam cara belajar yang efektif menurut gaya belajar masing-masing.

Sikap otoriter yang mengatur setiap perbuatan anak. Sikap “permissive” Sebagai reaksi terhadap pengajaran yang otoriter timbul aliran yang menonjolkan anak sebagai manusia antara lain atas pengaruh “progressive education” dan aliran psikologi seperti psikoanalisis. yakni yang menginginkan sikap yang “permissive” terhadap anak. larangan. Dengan hukuman dan ancaman anak itu dipaksa untuk menguasai bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk ujian dan masa depannya. Macam-macam cara akan digunakan oleh guru untuk mengharuskan anak itu belajar. Pelajaran hendaknya menyenangkan. ia tidak hanya mengutamakan mata pelajaran akan tetapi harus juga memperhatikan anak itu sendiri sebagai manusia yang harus dikembangkan pribadinya. Sikap ini membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi. khususnya bagi perkembangan pribadinya. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di latar belakang untuk memberi bantuan bila diperlukan. atau paksaan. di sekolah maupun di rumah. tidak mendidik anak menjadi manusia merdeka yang demokratis yang sanggup berdiri sendiri. Tak jarang guru menjadi otoriter dan menggunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak. Yang diutamakan adalah perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional agar ia bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Bila guru mengajarkan suatu mata pelajaran. Sikap Rill Baik sikap otoriter maupun sikap “permissive” mendapat kecaman. sanggup memilih atas . bila perlu dengan paksaan dan hukuman. perintah.

tanggung jawab sendiri. Anak atau bahan pelajaran Beberapa syarat tentang guru Tujuan yang ingin kita capai adalah agar anak-anak lulus dalam ujian dan kelak mendapat tempat di perguruan tinggi yang baik. dengan tuntutan atau keinginan orang lain. dengan adat kebiasaan serta norma-norma dunia sekitarnya. Dalam kehidupan yang riil manusia lebih banyak menghadapi tugas yang berat. Ada pula kemungkinan bahwa orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tertentu memilih jabatan sebagai guru. Pendidikan memerlukan kebebasan akan tetapi juga pengendalian. emosional dan moral kurang mendapat perhatian dibandingkan dnegan perkembangan intelektual. Guru sebagai model . a. misalnya dalam bidang sosial. Pribadi Guru Pekerjaan guru terutama dalam menghadapi anak-anak banyak menimbulkan ketegangan dan frustasi. Sikap “permissive” yang dicap sebagai sikap “lunak” terlampau “permissive” akan tetapi harus realitis. Agar pelajaran berhasil baik tiap anak harus mendapat perhatian dan bantuan. Guru tidak cukup hanya menguasai bahan pelajaran akan tetapi harus pula mampu melibatkan pribadi anak dalam pelajaran untuk mencapai hasil yang diharapkan. Merupakan makhluk hidup yang dapat bereaksi positif maupun negatif terhadap perangsang-perangsang yang diterimanya. membosankan dan menimbulkan konflik dan frustasi daripada kegiatan bebas yang menyenangkan. b. Bahan p[elajaran (perkembangan intelektual) dan anak (perkembangan anak sebagai pribadi yang nulat). Perkembangan pribadi anak.

Keselitan dalam belajar Tak ada salahnya bila pelajaran dapat dilakukan dalam suasana gembira. Kuliah merupakan cara yang sangat baik untuk mang-introduksi topik yang baru atau mengungkapkan seluk-beluk masalah yang pelik yang tidak dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan kemampuan sendiri. Akan tetapi kesulitan tidak dapat dielakkan untuk mempelajari banyak hal. Beberapa Pendapat Tentang Metode Kuliah Bagaimana pendapat pengajar? Karena mereka anggap bahwa kebanyakan mahasiswa belum cukup matang untuk belajar sendiri.Guru-guru yang membiarkan anak-anak melakukan apa yang mereka inginkan tidak memberi bimbingan dan juga tidak mengajar mereka. Setiap pelajaran mengandung unsur kesukaran. Mereka tidak diberikan norma-norma yang menjadi ukuran bagi kelakuan mereka. namun ini tidak berarti bahwa anak-anak harus dijauhi dari kesukaran. Metode kuliah cara yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi. Dengan kuliah para pengajar menganggap dapat meliputi keseluruhan . Ini tidak berarti bahwa pelajaran harus dibuat sulit agar ada nilainya. Dalam hidupnya kini dan kelak setiap anak menghadapi kesukaran dan ia harus belajar untuk mengatasi sehingga kelakuannya berubah dan lebih mampu untuk menghadapi kesukaran-kesukaran baru. makin banyak kesulitan yang harus dilalui untuk menguasainya. Mungkin makin berharga pelajaran itu. c. Diduga bahwa anak-anak justru mengalami gangguan mental karena tidak mempunyai pegangan yang tegas dalam hidupnya akibat kebebasan yang berlebihan pada masa kecilnya. Dirasakan pula bahwa kuliah cara yang paling efektif untuk mengatasi kelangkaan buku tertentu atau melengkapi kemajuan-kemajuan ilmu yang belum tercantum dalam buku-buku karena segera ketinggalan zaman.

Bagaimana pendapat mahasiswa? Pertama kuliah sebagai metode yang paling bermanfaat. memberikan kerangka mata kuliah. memberi keterangan tentang perkembangan baru dalam ilmu itu. atau diagram. Fungsi Kuliah Fungsi kuliah ialah meng-introduksi mata pelajaran yang baru dan menunjukkan hubungannya dengan bidang studi lainnya. Melalui kuliah dapat mereka sampaikan rasa entusiasme dan bangkitkan minat untuk bahan pelajaran. ketiga seminar dan paling akhir praktikum. Dalam kuliah para pengajar dapat memberi respons terhadap pertanyaan mahasiswa yang tidak dapat dilakukan oleh alat audiovisual yang sbaik-baiknya. direncanakan secara logis. jangan sering menyimpang dari pokok pembicaraan. kemudian demonstarasi. jangan terlampau banyak merupakan informasi yang telah tercantum dalam buku pelajaran. . Dalam kuliah dapat diperlihatkan bagaimana mengorganisasi atau menyusun suatu topik.silabus dalam garis besarnya dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. menunjukkan buku-buku yang dapat digunakan sebagai referensi. Untuk menyampaikan informasi. memberi dorongan untuk belajar sendiri. bagaimana membentuk suatu argumentasi. yang belum dimuat dalam buku pelajaran. Untuk mendorong mahasiswa semata-mata hanya mempelajari catatan perkuliahan sebagai bahan untuk ujian. dapat mengadakan diskusi tentang perkembanganperkembangan baru dalam ilmu itu dan menunjukkan topik-topik untuk dipelajari selanjutnya. menunjukkan metode pendekatan dalam mempelajarinya. dan membuka kesempatan untuk mengemukakan masalah-masalah serta cara-cara untuk mencari pemecahannya. menekankan prinsip-prinsip yang pokok. Harus jelas mempunyai rangkuman yang teratur.

Bila bahan perkuliahan tidak dapat diperoleh mahasiswa dengan kemampuan sendiri.Apakah hasil perkuliahan Dengan test yang meliputi kedelapan tingkat kognitif menurut Bloom dicoba menilai hasil suatu perkuliahan dalam psikologi. Pengajaran itu haruis menguasai betul bahan yang diberikannya. seperti telah dikemukakan lebih dahulu. Pemahaman pokok-pokok yang penting dalam kuliah dihalangi pula oleh keharusan membuat catatan. Cara penyampaian Kecepatan antara lain ditentukan oleh taraf kesulitan matakuliah dan bahan yang disampaikan. kurang sistematis dalam organisasinya. maka pada umumnya lebih baik untuk mengharuskan mereka untuk menghadirinya. kurang jelas uraiannya. Sebaiknya kecepatan disesuaikan dengan taraf kesulitan itu. karena kurang cermat dipersiapkan. harus sanggup mengemukakannya dengan jelas. Penelitian ini memberi kesan seakan-akan kuliah lebih efektif untuk menyampaikan informasi dan tidak banyak memberi kesempatan utnuk mengembangkan pemikiran. Apakah kuliah harus dihadiri? Ternyata bahwa mereka yang sering tidak hadir dalam perkuliahan menunjukkan hasil yang lebih rendah daripada mereka yang setia menghadiri semua perkuliahan pada test dan ujian. kurang jelas kedengaran bagi seluruh mahasiswa. setidak-tidaknya dengan cara penyampaian kuliah dalam percobaan itu. sedangkan pengajar itu seakan-akan bicara kepada papan tulis atau kepada kertas catatannya. etrmasuk hal-hal yang pelik sekali yang hanya dapat dipahami oleh mahasiswa yang paling inteligen saja. Yang tidak baik. Ada pula yang mengeluh karena kuliah itu terlampau cepat diberikan sehingga tak dapat diikuti. .

Kepribadian mahasiswa tampaknya juga berpengaruh terhadap keberhasilan metode kuliah. Memungkinkan mahasiswa untuk memahami prinsip-prinsip pokoknya. 4. 5. masyarakat. Hasilnya adalah sebagai berikut: 1. Dapat menyelesaikan seluruh bakan untuk kuliahnya. 6. 8. Menyajikan bahan dengan jelas dan logis. Diantaranya ada yang disebabkan oleh pertumbuhan. dari yang sederhana dampai yang modern dan kompleks. 7. 10. memberikan kerangka yang jelas dan bersedia untuk memberi respons kepada pernyataan mereka. 9. 2. Memperlihatkan keahliannya dalam bidangnya. Konstruktif dan bersifat membantu dalam kritiknya. 3. Memasukkan dalam perkuliahannya hal-hal yang tidak dimuat dalam buku pelajaran. Pertumbuhan dan Belajar Manusia tumbuh dan berkembang dari bayi yang tak berdaya dan dalam segala kebutuhannya bergantung pada orang lain menjadi manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan berbagai corak raga. Memelihara kontinuitas perkuliahannya. Pertumbuhan ini tak seberapa dapat dipengaruhi. Hidup manusia dari bayi sampai dewasa ia mengalami berbagai perubahan. Akan tetapi ia banyak berubah berkat belajar sebagai akibat pengaruh lingkungannya terhadap mana ia senantiasa berinteraksi. namun kondisi-kondisi belajar dapat diatur dan diubah untuk mengembangkan bentuk kelakuan tertentu .mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh. Menjaga kecepatan yang serasi selama perkuliahannya. Dapat membuat agar bahannya mengandung makna secara intelektual. Setiap manusia akan belajar. Dapat didengar dengan jelas oleh semua.

Apakah yang diingat? Mengenal (recogbitiob). motivasi. . Belajar Berdasarkan Rangkaian Motorik dan Verbal Cara pertama ialah mulai mengajarkan langkah terakhir. Belajar Berdasarkan Stimulus-Respons Yang menjadi stimulus ialah sebenarnya suatu kumpulan stimuli yang terdiri atas penglihatan. Manusia berpikir lebih dahulu tentang akibat apa yang akan dilakukannya dan menyampingkan alternatif yang tidak akan memberi hasil. atau mempertinggi kemampuannya. atau mengubah kelakuannya. perasaan dari otot-otot tangan dan lengan anak yang dihubungkan dengan respons untuk memegang botol itu dalam posisi yang tepat. Pra-kondisi belajar ini terdiri atas: perhatian. kemudian setiap langkah sebelumnya diikuti oleh langkah berikutnya. Cara belajar memecahkan masalah yang digunakan oleh binatang tidak begitu saja dapat diterapkan pada manusia. Cara kedua ialah mulai dengan langkah pertama dan seterusnya langkahlangkah berikutnya sampai langkah terakhir. sehingga ia dapat mengisap minuman itu. Tanpa kesiapan atau kesediaan ini proses belajar tidak akan terjadi. yang kedua mengingat kembali informasi verbal. atau “recall of verbal information” dan yang ketiga yang mengenai keterampilan intelektual disebut :reinstatement” atau merumuskan kembali atau menggunakannya dalam situasi yang baru. dan perkembangan kesiapan. Cara mana yang lebih efisien belum cukup bahan untuk membuktikannya. Kesiapan Untuk Belajar Kesiapan belajar adalah kondisi-kondisi yang mendahului kegiatan belajar itu sendiri.pada seseorang.

akan tetapi mengatur kondisi belajar sehingga memberikan reinforcement. dan ingin mendapatkan harga-dirinya di kalangan kawan sekelasnya. Motivasi bukan merupakan syarat mutlak untuk belajar. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka.Perhatian Untuk mengamati sesuatu diperlukan perhatian. sehingga perhatian juga diatur secara intern oleh anak itu. sehingga anak itu dapat memberi perhatiannya. Motivasi Belajar Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. Menurut Skinner (1968) maslaah motivasi bukan soal memberikan motivasi. angka yang baik. Untuk memupuk perhatian pada anak-anak kecil ada yang menganjurkan digunakan reinforcement berupakan misalnya gulagula. walaupun ada hal-hal lain yang menarik perhatiannya. Ausubel selanjutnya mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu “daya” dalam mengarahkan kelakuan seseorang. Namun lebih penting ialah memupuk “attentional set” sikap memperhatikan pada anak. Adapun beberapa tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. Ausubel (1968) berpendapat bahwa motivasi yang dikaitakan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. kemudian dapat diberikan ganjaran simbolis seperti pujian. . Hewitt (1968) mengemukakan bahwa “attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial.

Metode Kuliah 1. akan tetapi untuk mentrasfer apa yang telah dipelajari. Laboraturium Merumuskan hipotensis. Dapat berusaha untuk membimbing pelajar dalam pelajarannya. mengontrol . dan dengan demikian membimbing jalan pikiran siswa.Sistem Tutor Dalam sistem ini siswa harus lebih dahulu mengadakan bacaan atau belajar sendiri. Memberikan motivasi dengan membangkitkan minat untuk suatu topik yang dihubungkan dengan tujuan-tujuan yang lebih luas 2. Tujuan diskusi bukan untuk mencari jawaban. Untuk mencari hipotensis-hipotensis. Kemudian tutor mengajukan pertanyaan berdasarkan bacaan itu. Agar diskusi berjalan lancar. Memberitahukan kepada siswa tentang hasil belajar yang diharapkan dari mereka 3. Jadi di sini tutor itu bertindak sebagai menager belajar dengan mengarahkan jalan pikiran siswa. Diskusi yang berhasil memberikan kepuasan intelektual. Agar sistem tutor itu berhasil siswa harus sanggup belajar sendiri dengan penuh disiplin dan harus mampu untuk mengambil isi dan inti apa yang dibacanya dari buku. dan menugaskan siswa untuk mengadakan bacaan selanjutnya. Diskusi tidak dimasud sebagai cara untuk belajar sesuatu yang baru. merumuskan defenisi operasional. jadi tutor itu tidak memberi pelajaran. melainkan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat. setiap murid harus mempunyai sejumlah pengetahuan tentang masalah yang dipersoalkan.

dan memanipulasi variabel-variabel. malakukan eksperimen. mencipatakan “model”. . mentafsirkan data.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful