P. 1
Corpus Alienum Di Easophagus

Corpus Alienum Di Easophagus

|Views: 764|Likes:
Published by fauzanoe

More info:

Published by: fauzanoe on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/24/2014

pdf

text

original

Corpus Alienum Esophagus 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Benda asing di suatu organ adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada. Dari semua kasus benda asing yang masuk kedalam saluran cerna dan pernapasan anak-anak, sepertiga nya tersangkut di saluran pernapasan.5 Peristiwa tertelan dan tersangkutnya benda asing merupakan masalah utama anak usia 6 bulan sampai 6 tahun, dan dapat terjadi pada semua umur pada tiap lokasi di esophagus, baik ditempat penyempitan fisiologis maupun patologis dan dapat pula menimbulkan komplikasi fatalakibat perforasi.2 Secara statistik, persentase aspirasi benda asing berdasarkan letaknya masing-masingadalah; hipofaring 5%, laring/trakea 12%, dan bronkus sebanyak 83%. Kebanyakan kasusaspirasi benda asing terjadi pada anak usia <15 tahun; sekitar 75% aspirasi benda asing terjadi pada anak usia 1–3 tahun. Rasio laki-laki banding wanita adalah 1,4 : 1,3.5 70% dari 2394 kasus benda asing esophagus ditemukan di daerah servikal, dibawahsfingter kriko faring, 12 % didaerah hipofaring dan 7,7% didaerah esophagus torakal. Dilaporkan48% kasus benda asing yang tersangkut di daerah esofagogaster menimbulkan nekrosis tekanan atau infeksi lokal.2 Benda asing pada saluran pencernaan merupakan masalah klinis yang memiliki tantangan tersendiri, meskipun belakangan ini telah terjadi kemajuan
Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 1

Corpus Alienum Esophagus 2013

besar dalam teknik anestesi dan instrumentasi,ekstraksi benda asing jalan napas bukanlah merupakan suatu prosedur yang mudah dan tetap memerlukan keterampilan serta pengalaman dari dokter yang melakukannya.4

1.2 Batasan Masalah Batasan penulisan ini membahas mengenai definisi, epidemiologi, etiologi, pathogenesis, dan tatalaksana “Corpus alienum esophagus”.

1.3 Tujuan Penulisan Penulisan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan penulisan tentang “Corpus alienum esophagus”.

1.4 Metode Penulisan Penulisan ini menggunakan metode penulisan tinjauan kepustakaan merujuk pada berbagai literature.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 2

Corpus Alienum Esophagus 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi dan Fisiologi Esofagus Merupakan bagian saluran cerna yang menghubungkan hipofaring dengan lambung.Bagian proksimalnya disebut introitus esophagus yang terletak setinggi batas bawah kartilago krikoid atau setinggi vetebre sevical VI. Di dalam perjalanannya dari daerah servikal, esophagus masuk ke dalam rongga toraks. Di dalam rongga toraks, esophagus berada di mediastinumsuperior antara trakea dan kolumna vertebra terus ke mediastinum posterior di belakang atrium kiri dan menembus diafragma setinggi vertebre torakal 10 dengan jarak kurang dari 3 cm didepan vertebra. Akhirnya esophagus ini sampai di rongga abdomen dan bersatu dengan lambung di daerah kardia. Berdasarkan letaknya esophagus dibagi dalam bagian servikal, torakal dan abdominal. Esofagus menyempit pada tiga tempat. Penyempitan pertama bersifat sfingter terletak setinggi tulang rawan krikoid pada batas antara esophagus dengan faring, yaitu tempat peralihan otot serat lintang menjadi otot polos. Penyempitan terakhir terletak pada hiatus esophagus diafragma yaitu tempat esophagus berakhir pada kardia lambung. Otot polos pada bagian ini murni bersifat sfingter. Inervasi esophagus berasal dari dua sumber utama yaitu saraf parasimpatis nervus vagus dan saraf simpatis dari serabut-serabut ganglia simpatis servikalis inferior, nervus torakal dan nervus splangnikus.3,6,7

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 3

Corpus Alienum Esophagus 2013

Sumber : www.detikhealth.com

2.2. Definisi Benda asing di suatu organ adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada. Dari semua kasus benda asing yang masuk kedalam saluran cerna dan pernapasan anak-anak, sepertiganya tersangkut di saluran pencernaan.4 2.3. Epidemiologi 2,3 Morbiditas dan mortalitas yang tinggi tergantung pada komplikasi yang terjadi. Benda asing di esophagus sering ditemukan di daerah penyempitan fisiologis esophagus. Benda asing yang bukan makanan kebanyakan tersangkut di servikal esophagus, biasanya di otot krikofaring atau arkus aorta, kadang-kadang di daerah penyilangan esophagus dengan bronkus utama kiri pada sfingter kardio esophagus.70% dari 2394 kasus benda asing esophagus ditemukan di daerah servikal, dibawah sfingter kriko faring, 12 % didaerah hipofaring dan 7,7%
Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 4

Corpus Alienum Esophagus 2013

didaerah esophagus torakal. Dilaporkan 48% kasus benda asing yang tersangkut di daerah esofagogaster menimbulkan nekrosis tekanan atau infeksi lokal. Pada orang dewasa benda asing yang tersangkut dapat berupa makanan atau bahan yang tidak dapat dicerna seperti biji buah-buahan, gigi palsu, tulang ikan, atau potongan daging yang melekat pada tulang. 2.4. Etiologi 2,3 Pada anak penyebabnya antara lain anomali kongenital, termasuk stenosis kongenital, web, fistel trakeoesofagus, dan pelebaran pembuluh darah. Pada orang dewasa sering terjadi akibat mabuk, pemakai gigi palsu yang telah kehilangan sensasi rasa palatum, gangguan mental, dan psikosis. 2.5. Faktor-Faktor Predisposisi 1,3,4 Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing ke dalam saluran cerna, antara lain : 1) Faktor individual; umur, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi sosial, tempat tinggal. 2) Kegagalan mekanisme proteksi yang normal, antara lain: keadaan tidur, kesadaran menurun, alkoholisme dan epilepsi. 3) Faktor fisik: kelainan dan penyakit neurologik. 4) Proses menelan yang belum sempurna pada anak. 5) Faktor dental, medical dan surgical, misalnya tindakan bedah, ekstraksi gigi, belum tumbuhnya gigi molar pada anak usia kurang dari 4 tahun. 6) Faktor kejiwaan, antara lain: emosi, gangguan psikis.
Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 5

Corpus Alienum Esophagus 2013

7) Ukuran, bentuk dan sifat benda asing. 8) Faktor kecerobohan, antara lain; meletakkan benda asing di mulut, persiapan makanan yang kurang baik, makan atau minum tergesa-gesa, makan sambil bermain, memberikan kacang atau permen pada anak yang gigi molar nya belum tumbuh. 2.6. Patogenesis 1,4 Benda asing yang berada lama di esophagus dapat menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain jaringan granulasi yang menutupi benda asing, radang periesofagus. Benda asing tertentu seperti baterai alkali mempunyai toksisitas intriksik local dan sistemik dengan reaksi edema dan inflamasi local, terutama bila terjadi pada anak-anak. Batu baterai (disc battery) mengandung elektrolit, baik natrium atau kalium hidroksida dalam larutan kaustik pekat (concentrated caustic solution). Pada penelitian binatang in vitro dan in vivo, bila baterai berada dalam lingkungan yang lembab dan basah, maka pengeluaran elektrolit akan terjadi dengan cepat, sehingga terjadi kerusakan jaringan (tissue saponification) dengan ulserasi lokal, perforasi atau pembentukan striktur. Absorbs bahan metal dalam darah menimbulkan toksisitas sistemik. Oleh karena itu benda asing batu baterai harus segera dikeluarkan. 2.7. Diagnosis 2,3 Ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinis, dengan gejala dan tanda, pemeriksaan radiologic dan endoskopik. Tindakan endoskopik dilakukan untuk diagnostic dan terapi. Diagnosis tertelan benda asing, harus

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 6

Corpus Alienum Esophagus 2013

dipertimbangkan pada setiap anak dengan rasa tercekik (choking), rasa tersumbat di tenggorok (gargling), batuk, muntah. Gejala ini diikuti dengan disfagia, berat badan menurun, demam, gangguan pernafasan. Harus diketahui dengan baik ukuran, bentuk dan jenis benda asing, dan apakah mempunyai bagian yang tajam. 2.8. Gejala Klinis 1,3,4 Gejala sumbatan akibat benda asing esophagus tergantung pada ukuran, bentuk dan jenis benda asing, lokasi tersangkutnya benda asing (apakah berada didaerah penyempitan esophagus yang normal atau patologis), komplikasi yang timbul akibat benda asing tersebut dan lama benda asing tersebut tertelan. Gejala permulaan benda asing esophagus adalah rasa nyeri didaerah leher bila benda asing tersangkut didaerah servikal. Bila benda asing tersangkut di esophagus bagian distal timbul rasa tidak enak didaerah substernal atau nyeri dipunggung. Gejala disfasia bervariasi tergantung, pada ukuran dan benda. Disfagia lebih berat bila telah terjadi edema mukosa yang memperberat sumbatan, sehingga timbul rasa sumbatan esophagus yang persisten. Gejala lain ialah odinofagia yaitu nyeri menelan makanan atau ludah, hipersalivasi, regurgitasi dan muntah. Kadang-kadang ludah berdarah. Nyeri di punggung menunjukkan tanda perforasi atau mediastinitis. Gangguan nafas dengan gejala dispneu, stridor dan sianosis terjadi akibat penekanan trakea oleh benda asing.

2.9. Pemeriksaan fisik Terdapat kekakuan lokal pada leher bila benda asing terjepit akibat edema yang timbul progresif. Bila benda asing ireguler menyebabkan perforasi akut,
Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 7

Corpus Alienum Esophagus 2013

didapatkan tanda pneumo-mediastinum, emfisema leher dan pada auskultasi terdengar suara getaran didaerah prekordial atau interskapula. Bila terjadi mediastinitis, tanda efusi pleura unilateral atau bilateral dapat dideteksi. Perforasi langsung ke rongga pleura dan pneumothorak jarang terjadi, tetapi dapat timbul sebagai komplikasi tindakan endoskopi. Pada anak-anak gejala nyeri atau batuk dapat disebabkan oleh aspirasi ludah atau minuman dan pada pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi, mengi (wheezing), demam, abses leher atau tanda emfisema subkutan. Tanda lanjut, berat badan menurun dan gangguan pertumbuhan. Benda asing yang berada didaerah servikal esophagus dan dibagian distal krikofaring, dapat menimbulkan gejala obstruksi saluran nafas dengan stridor, karena menekan dinding trakea bagian posterior (tracheo-esophageal party wall), radang dan edema periesofagus. Gejala aspirasi rekuren akibat obstruksi esophagus sekunder dapat menimbulkan pneumonia, bronkiektasis dan abses paru. 2.10. Pemeriksaan Penunjang 1,3,4 Pada kasus benda asing di saluran napas dapat dilakukan pemeriksaan radiologis dan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis. Benda asing yang bersifat radioopak dapat dibuat: 1) Rongent Foto segera setelah kejadian, benda asing radiolusen dibuatkan.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 8

Corpus Alienum Esophagus 2013

a) Rongent Foto setelah 24 jam kejadian, karena sebelum 24 jam kejadian belum menunjukkan gambaranradiologis yang berarti. Biasanya setelah 24 jam baru tampak tanda-tanda atelektasis atauemfisema. b) Video fluoroskopi Merupakan cara terbaik untuk melihat saluran napas secarakeseluruhan, dapat mengevaluasi pada saat ekspirasi dan inspirasi dan adanya obstruksi parsial.Pemeriksaan laboratorium darah diperlukan untuk mengetahui adanya gangguan keseimbanganasam basa, serta tanda-tanda infeksi saluran napas. 2.11. Komplikasi 2,3 Laserasi mukosa perdarahan, perforasi local dengan abses leher atau mediastinitis.Perforasi dapat menyebabkan selulitis local, dan fistel esofagus. Benda asing bulat atau tumpul dapat menimbulkan perforasi sebagai akibat sekunder dari inflamasi kronik dan erosi. Jaringan granulasi disekitar benda asing timbul bila benda asing berada di seofagus dalam waktu yang lama. Gejala dan tanda perforasi esophagus servikal dan torakal oleh karena benda asing atau alat, antara lain emfisema subkutis atau mediastinum, krepitasi di daerah leher atau dada, pembengkakan leher, kaku leher, demam dan menggigil, gelisah, nadi dan pernapasan cepat,nyeri yang menjalar ke punggung, retrosternal dan epigastrium. Bila terjadi perforasi ke pleura dapat menimbulkan pneumothoraks.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 9

Corpus Alienum Esophagus 2013

2.12. Penatalaksanaan 1,3,4 Untuk dapat menanggulangi kasus aspirasi benda asing dengan cepat dan tepat, perludiketahui dengan baik lokasi tersangkutnya benda asing tersebut. Secara prinsip benda asing disaluran napas dapat ditangani dengan pengangkatan segera secara endoskopik dengan traumaminimum. Umumnya penderita dengan aspirasi benda asing datang ke rumah sakit setelah melalui fase akut, sehingga pengangkatan secara endoskopik harus dipersiapkan seoptimal mungkin, baik dari segi alat maupun personal yang telah terlatih. Penderita dengan benda asing di laring harus mendapat pertolongan segera, karena asfiksia dapat terjadi dalam waktu hanya beberapa menit. Cara lain untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total ialah dengan cara perasat dari Heimlich (Heimlich maneuver), dapat dilakukan pada anak maupun dewasa. Menurut teori Heimlich, benda asing yang masuk ke dalam laring ialah pada saat inspirasi. Dengan demikian paru penuh dengan udara, diibaratkan sebagai botol plastik yang tertutup, dengan menekan botol itu, maka sumbatnya akan terlempar keluar. Komplikasi perasat Heimlich adalah kemungkinan terjadinya ruptur lambung atau hati dan fraktur kosta. Oleh karena itu pada anak sebaiknya cara menolongnya tidak dengan menggunakan kepalan tangan tetapi cukup dengan dua buah jari kiri dan kanan. Pada sumbatan benda asing tidak total di laring perasat Heimlich tidak dapat digunakan. Dalam hal ini penderita dapat dibawa ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas endoskopik berupa laringoskop dan bronkoskop.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 10

Corpus Alienum Esophagus 2013

BAB III KESIMPULAN

Benda asing di suatu organ adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada. Peristiwa tertelan dan tersangkutnya benda asing merupakan masalah utama anak usia 6 bulan sampai 6 tahun, dan dapat terjadi pada semua umur. Benda asing jalan napas merupakan masalah klinis yang memiliki tantangan tersendiri, meskipun belakangan ini telah terjadi kemajuan besar dalam teknik anestesi dan instrumentasi, ekstraksi benda asing jalan napas bukanlah merupakan suatu prosedur yang mudah dan tetap memerlukan keterampilan serta pengalaman dari dokter yang melakukannya.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 11

Corpus Alienum Esophagus 2013

DAFTAR PUSTAKA

1. Junizaf,Mariana H.2007. Benda Asing Di Saluran Nafas.Dalam: Buku Ajar IlmuKesehatan tenggorok Kepala Leher. Ed.Keenam. FKUI2. 2. Junizaf,Mariana H.2007. Benda Asing Di Esofagus: Buku Ajar Ilmu Kesehatan tenggorok Kepala Leher. Ed. Keenam. FKUI. 3. Adams GL, : Penyakit Jalan Nafas Bagian Bawah, Esofagus dan Mediastinum: Buku Ajar Penyakit THT. Ed.Keenam.EGC 4. Dharmawan.Benda Asing di Saliran nafas. 5. ///D:/tht/corpus_aleneum.htm.20095.Perkasa M Fajar.2009.Ekstraksi Benda Asing di Laring.Medicinus.Vol 22.No.2.Ed.Juni-Agustus 2009 6. www.gethealth.comAnatomi dan Fisiologi Pernafasan. 7. www.detikhealth.comBenda Asing Di Esofagus.

Teuku Fauzan Adzim 08171074 Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama

Page 12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->