P. 1
Alasan penggabungan usaha

Alasan penggabungan usaha

|Views: 10|Likes:
Published by Nilam Anggraeni

More info:

Published by: Nilam Anggraeni on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

Alasan penggabungan usaha: 1. Manfaat biaya (cost advantage) 2. Menekan risiko atau meminimalkan risiko (lower risk) 3.

Mengurangi penundaan operasi karena saat mengalami masalah, perusahaan lainnya bisa 4. menompang untuk memecahkan masalah tersebut (fewer operating delay) 5. Menghindari pengambilalihan usaha (avoidance of takeover) 6. Pengakuisisian harta tak berwujud suatu perusahaan oleh perusahaan lainnya (aqusitions of intangible assets

Alasan-alasan Penggabungan Usaha Beberapa alasan yang mungkin untuk memilih penggabungan usaha sebagai alat perluasan adalah :  Manfaat Biaya ( Cost Advantage ) Seringkali lebih murah bagi perusahaan untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui penggabungan dibandingkan melalui pengembangan.  Resiko Lebih Rendah ( Lower Risk) Membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan biasanya lebih kecil resikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan pasarnya. Penggabungan usaha kurang beresiko terutama ketika tujuannya adalah diversifikasi.  Penundaan Operasi Lebih Sedikit ( Fewer Operating Delays ) Fasilitas – fasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan untuk segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah yang lainnya. Sedangkan membangun fasilitas perusahaan yang baru mungkin menimbulkan sejumlah penundaan dalam pembangunannya karena diperlukannnya persetujuan pemerintah untuk memulai operasi.  Mencegah Pengambilalihan (Avoidance of Takeovers) Bebrapa perusahaan bergabung untuk mencegah pengakuisisian diantara mereka. Karena perusahaan – perusahaan yang lebih kecil cenderung lebih mudah diserang untuk diambil alih maka beberapa diantara mereka memakai strategi pembeli yang agresif sebagai pertahanan terbaik melawan usaha pengambilalihan oleh perusahaan lain. Perusahaan – perusahaan dengan rasio hutang terhadap ekuitas yang tinggi biasanya bukan merupakan calon pengambilalihan yang menarik. Dalam industri perbankan, contohnya bank – bank yang independen mengakuisisi bank – bank tetangganya untuk memperluas pangsa pasar ( market share) dan berkembang menjadi bank regional. Bank menggunakan penggabungan sebagai suatu cara untuk mencegah pengambilalihan oleh bank asing.  Akuisisi Harta Tidak Berwujud (Acquisitions of Intangible Assets). Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud. Maka, akuisisi atas hak paten, hak atas mineral, database pelanggan, atau keahlian manajemen mungkin menjadi faktor utama yang memotivasi suatu penggabungan usaha.  Alasan – alasan lain. Selain untuk perluasan, perusahaan – perusahaan mungkin untuk memilih penggabungan usaha untuk memperoleh manfaat dari segi pajak ( contohnya, tax – loss carryforwards), untuk manfaat pajak penghasilan perseorangan dan pajak atas bangunan, dan untuk alasan – alasan pribadi. Ego dari manajemen perusahaan dan ahli – ahli dari pengambilalihan juga memainkan peranan yang penting pada beberapa penggabungan usaha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->