PANDUAN MATERI DIKLAT JURNALISTIK DASAR 2008 LEMBAGA PERS MAHASISWA ARA-AITA FAKULTAS DAKWAH IAIN SUNAN

AMPEL SURABAYA.
Pengetahuan Tentang Pers Dan Jurnalistik Secara bahasa, Pers berarti media. Berasal dari bahasa Inggris press yaitu cetak. Apakah media itu berarti hanya media cetak? Tentunya tidak. Pada awal kemunculannya media memang terbatas hanya pada media cetak. Seiring percepatan tekhnologi dan informasi, ragam media ini kemudian meluas. Muncul media elektronik: Audio, audio visual (pandang-dengar) sampai internet. Jadi pers adalah sarana atau wadah untuk menyiarkan produk-produk jurnalistik. Sedang jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini. Mulai dari perencanaan, peliputan dan penulisan yang hasilnya disiarkan pada public atau khalayak pembaca melalui media/pers. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita. Hasil dari proses jurnalistik yang kemudian menjadi teks yang dimuat di media, berupa berita maupun opini.
Fungsi Pers

1.

Menyiarkan informasi; hal inimerupakan fungsi yang pertama dan utama karena khalayak pembaca memerlukan informasi mengenai berbagai hal di bumu ini. 2. Mendidik (to educate); artinya sebagai sarana pendidikan massa (mass education). Adapun isi dari media atau hal yang dimuat dalam media mengandung unsur pengetahuan khalayak pembaca pengetahuannya. 3. Menghibur (to entertaint), khalayak pembaca selain membutuhkan informasi juga membutuhkan hiburan. Ini juga menyangkut minat insani. 4. Mempengaruhi (control social); tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan ini ada kejanggalan-kejanggalan, baik langsung ataupun tidak langsung, berdampak pada kehidupan social. Pada fungsi ini media dimungkinkan menjadi control social, yang karena isi dari media sendiri bersifat mempengaruhi.

Teori Pers

Fred S. Slebert, Thedorre Peterson dan Wilbur Schamm menyatakan bahwa pers di dunia saat ini dapat dikatagorikan menjadi: Authorian Pers, social Responbility Pers dan Soviet Communist Pers. Adapun teori Soviet Communist Pers hanyalah perkembangan dari teori authoritarian Pers. Pada teori itu fungsi pers sebagai media informasi kepada rakyat oleh pihak penguasa mengenai apa yang mereka inginkan dan apa yang harus didukung rakyat. Sedangkan teori Sosial Rseponbility merupakan perkembangan dari teori Lebertarian Pers. Dan teori ini adalah kebalikan dari teori autoritarian pers, dimana pers bebas dari pengaruh pemerintah dan bertindak sebagai Fouth State. Pada teori ini pers menempatkan posisinya sebagai tanggung jawab social. Apa Itu Berita? Secara sederhana berita merupakan laporan seorang wartawan/jurnalis mengenai fakta. Karena ada banyak fakta dalam kehidupan atau realitas social lantas apakah fakta/realitas merupakan berita? Tidak? Fakta itu akan menjadi berita setelah dilaporkan oleh seorang wartawan. Karena itu berita merupakan konstruksi dari sebuah fakta. Lantas seperti apa fakta yang semestinya dilaporkan wartawan lalu menjadi berita? Secara teoritis ada banyak sekali ukuran, namun secara umum ukuran itu dibagi dua, yakni penting dan menarik. Kemudian, seberapa penting dan menarikkah suatu peristiwa itu layak dijadikan berita? Maka untuk mempertimbangkan hal tersebut dibutuhkan nilainilai sebagai pertimbangan untuk menentukan suatu peristiwa itu layak dijadikan berita. Dalam jurnalistik nilai-nilai tersebut disebut dengan News Value (nilai berita). Objek Berita

Kasus. karena berita ini dapat mempengaruhi khalayak. 6. Nilai-nilai Berita (News Value) Secara umum nilai berita ditentukan oleh 10 komponen. Karena manusia menyukai suguhan informasi yang mengesek sisi kemanusiaan. Sifat Berita 1. adalah merupakan suatu kasus yang ternyata tidak terjadi hanya pada batas teritorial tertentu. Peristiwa. siapa (who). 8. Fenomena. Unik. peristiwa melahirkan peristiwa berikatnya. 3. Berangkat dari pemikiran bahwa pada umumnya manusia membutuhkan jawaban atas rasa ingin tahunya dalam enam hal. Bencana (Emergency). 5. terjadi dimana-mana. baik disengaja atau tidak. kapan (when). 2. maka doperlukan perangkat untuk merekonstruksi peristiwa tersebut. secara lebih rinci dapat diringkaskan sebagai berikut: 1. Ketegangan (Suspense). Kontroversial. 2. Kemudian dikenal sebagai 5W+1H. mengapa (why). biasanya rasa ingin tahu terhadap seseorang yang menjadi Public figure cukup besar. suatu peristiwa yang bersifat controversial akan menarik untuk diketahui karena mengandung kejanggalan. karena orang ingin tahu akhir dari peristiwa. sesuatu yang membuat manusia ingin mengetahui apa yang terjadi cenderung menarik minat. dimana (where). bagaimana (how). artinya kasus tersebut sudah mewabah. dan derita sesame cenderung menarik minat untuk mengetahui. Maka berita ini sifatnya mengarahkan . Konflik antar individu. Maka dari itu materi berita digali melalui enam pokok unsure tersebut. derita cenderung dijahui manusia. Hal-hal yang belum pernah atau tak bias ditemui dalam kehidupan seharihari dan menarik perhatian. Baru (Actual). Namun sering kali ditemui dalam beberapa media yang melaporkan peristiwa yang sama. Semakin banyak komponen tersebut dalam berita maka semakin besar nilai khalayak pembaca terhadap berita tersebut. kelompok maupun Negara tetap akan mengugah perhatian setiap orang. Maksudnya kejadian tersebut meninggalkan kejadian selanjutnya. Kedekatan (Proximity).Karena berita adalah laporan fakta yang ditulis oleh seorang jurnalis. 10. adalah merupakan kejadian yang tidak selesai setelah peristiwa terjadi. Unsur Berita Diketahui bahwa berita merupakan hasil rekonstruksi dari fakta (peristiwa) oleh wartawan. suatu peristiwa yang baru terjadi akan memancing minat orang untuk mengetaui. peristiwa yang memiliki kedekatan dengan khalayak. Ini karena perbedaan sudut pandang (angel) yang diambil wartawan dalam menulis berita. yaitu: 1. 7. ancaman terhadap rasa aman yang ditimbulkan manusia. aneh dan lucu. artinya kejadian itu hanya sekali terjadi. Kemashuran (Prominence). manusia cenderung ingin tahu tentang segala hal yang unik. adalah suatu kejadian yang baru terjadi. Human Interest. 4. maka objek beritanya adalah fakta. peristiwa yang memiliki dampak langsung dalam kehidupan khalayak/masyarakat. 9. 3. Dan setiap rasa aman akan menggugah perhatian setiap orang. meliputi apa (what). Dampak (Impact). baik secara geografis maupun psikis. tiap manusia membutuhkan rasa aman. Dan fakta dalam jurnalsitik dikenal dalam beberapa kriteria. Konflik (Conflict). Maka kejadian demi kejadian tersebut disebut dengan kasus. Mengarahkan (Directive).

Menbangkitkan Perasaan (effectife). Dan penulis (jurnalis) menyajikan knstruksi dari peristiwa/fakta tersebut yang disusun dari berbagai data. selain dua perangkat tersebut data juga bisa diperoleh melalui data . 2. Surabay SP) biasanya digunakan dalam penulisan Straight News. kemudian pemahaman bahasa dan pernyaratan penulisan lainnya. Hal demikian dalam jurnalistik disebut dengan "Both Side Covered". 3. melakukan wawancara terhadap seseorang yang terlibat langsung (sekunder) dalam suatu kejadian. dalam hal ini menkonstruk peristiwa (fakta) tidaklah semena-mena. Kaidah-kaidah tersebut biasa dikenal dengan konsep ABC (Accuracy. menunjukan lokasi peristiwa dan identitas media (misalnya. Pastikan semua informasi dan data yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan kewenangan dan keabsahannya. karena melalui datalah peristiwa (fakta) dapat dilaporkan. Clarity (Kejelasan) Factor kejelasan bisa diukur apakah khalayak mengerti isi dan maksud berita yang disampaikan. tengah dan akhir paragraph. Adapun strukrur penulisan berita sebagai berikut: 1.2. kejelasan kalimat. Accuracy (akurasi) Disebut sebagai pondasi segala macam penulisan bentuk jurnalistik. namun lebih condong pada factor topic. melalui berita ini dapat membangkitkan perasaan public 3. bukan jelas dalam konteks teknis. Dimana bagian-bagian tersebut dari Kepala Berita atau Judul (Head News). berita in harus memberi informasi tentang keadaan yang terjadi sehingga memberi gambaran jelas dan menjadi pengetahuan public. alur pemikiran. Cumin bukan merupakan inti berita. Terdapat di awal. Memberi Informasi (Informatife). Data merupakan "mind" (rekaman) dari suatu peristiwa. Kaidah-kaidah Penulisan Berita Dalam penulisan berita. Untuk menjaga akurasi dalam penulisan berita. Balance. 2. bila perlu perhatikan beberapa hal berikut: a. Ada beberapa cara untuk penggalian data tersebut. Piramida Terbalik: artinya pokok atau inti berita diletakkan di awal-awal paragraph (1-2 paragraf) dan bukan berarti paragraph selanjtnya tidak penting. Tubuh berita (news body). Biasanya ini digunakan dalam penulisan depth news (Indepth reporting ataupun investigasi reporting). melalui pengamatan langsung penulis (observasi) untuk mendapatkan data tentang kejadian. Pertama. Struktur/Susunan Penulisan Berita Dalam berita terdapat struktur atau susunan berita juga memiliki bagianbagian. Kedua. data menempati posisi penting. Maka sebelum mengenal struktur penulisan berita terlebih dulu kita mengenal bagian-bagian berita. 1. Keseimbangan dimungkinkan dengan mengakomodir kedua golongan (misalnya dalam penulisan berita tentang konflik). Apabila penulis ceroboh dalam hal ini. Balok tegak: artinya pokok atau inti berita tidak hanya diletakkan di awal paragraph. Wawancara juga dimaksudklan untuk melakukan Cross Chek demi akurasi data yang diperoleh melalui pengamatan (observasi). Metode Penggalian Data Dalam membuat berita. intro diletakkan setelah judul berfungsi sebagai penjelas judul dan gambaran umum isi berita. Lakukan re-cek terhadap data yang diperoleh c. Sering terjadi sebuah karya jurnalistik terkesan berat sebelah dengan menguntungkan satu pihak tertentu sekaligus merugikan pihak lain. Dapatkan berita yang benar b. Ketiga. Biasanya ini digunakan dalam penulisan staright news. Topi Berita. Balance (Keseimbangan) Ini juga menjadi kaidah dalam penulisan berita. Penulisan berita didasarkan pada kaidah-kaidah jurnalistik. artinya sama dengan melakukan pembodohan dan membohongi khalayak pembaca. Jangan mudah berspekulasi denga isu atau desas-desus d. Clarity). bisa dikatakan sebagai isi berita.

fungsi/ normative dan suasana. Pengamatan III tahap ini akan mengamati sebuah gambar atau foto dari sebuah peristiwa. namun disini lebih di kembangkan untuk penentuan fokus pengamatan pada objek. Untuk itu diperlukan upaya memfokuskan pengamatan pada obyek-obyek yang tengah diamati. Namun tetap tajam dalam mempelajari rincian obyek yang ada dihadapannya. Dengan prinsip yang tidak jauh berbeda dengan pengamatan I. pikiran dan pendapat. bahan. Karena itu diperlukan batasan antara objektifitas dan subjektifitas. Dalam penggalian data melalui observasi ini sifatnya langsung dan orsinil. mengungkapkan sifat. mulai pengamatan I. Observasi memerlukan daya amatan yang kritis. luas. Pengungkapan kondisi dan suasana lingkungan dapat dimasukkan dalam pengamatan ini yang berusaha untuk memberikan deskripsi secara utuh (holistic) 3. kedudukan. Dan untuk selanjutnya akan dibahas secara lengkap mengenai jenis pengamatan. dan non justification. Pengamatan I Tahap ini merupakan langkap untuk memfokuskan kesadaran dan kepekaan penginderaan pada suatu obyek yang telah ditentukan agar mampu untuk mendeskripsikannya. II. seorang yang membacanya dapat menyimpulkan sendiri berdasarkan data. kemampuan indera lebih dipertajam untuk memperoleh deskripsi yang maksimal. Namun dalam pengamatan tersebut seorang observator tidak boleh melakukan penilain terhadap realitas yang diamati. agak/ kemiripan. Dengan demikian selanjutnya akan lebih mengarahkan deskripsi pada focus benda (supaya tidak meluas). Langsung artinya dalam pengamatannya tidak berdasarkan teori. Dalam pendeskripsian ini harus mengoptimalkan kemampuan indera dalam meggambarkan sebuah benda tanpa menyebutkan sifat objek. Hal ini dimaksudkan untuk membedah kesadaran antara obyektifitas dan subjektifitas. 2. Untuk mendapatkan pengamatan yang obyektif si pengamat harus bisa mengontrol emosional dan mampu menjaga jarak dengan segala rincian obyek yang diamati. dengar. antara fakta dan imajinasi sebagai bagian dari news. Ia menemukan langsung apa yang hendak dicarinya.literary terhadap dokumen-dokumen dengan suatu fakta kejadian ataupun fenomena (jika dimungkinkan) data demikian dianggap penting. warna. maka deskripsi akan bersifat subjektif. Sebab jika mengungkapkan sifat pada sebuah objek. Orsinil artinya hasil amatannya merupakan hasil serapan indranya bukan yang dilaporkan orang lain. imajinasi pendapat pribadi. cium. Maksimalisasi panca indera sangat ditonjolkan untuk memfokuskan kesadaran dan kepekaan penginderaan secara deskriptif. Dalam pengamatan sangat mengandalkan kepekaan inderawi (lihat. ukuran. Pengamatan II Dalam tahap ini deskripsi objek lebih di tingkatkan lagi pada benda bergerak/ hidup. identitas. Aktualisasi . Keduanya dapat dijadikan pisau dalam menganalisa suatu objek. sentuh) dalam mengamati realitas. Obeservasi Ini dilakukan pada tahap awal pencarian data tentang sesuatu. 1. Pembatasan wilayah objektifitas dan subjektifitas tetap ditekankan. III dan IV. Dalam penagmatan ini diupayakan untuk memfokuskan kesadaran dan kepekaan penginderaan pada peristiwa dunia dalam gambar tersebut. Sedangkan subjektifitas dalam pendeskripsian dapat di lihat dari: keadaan. akurasi. Dari sini diusahakan untuk mampu mendeskripsikan keberadaan benda mati ke dalam bentuk sebuah tulisan. Kegiatan observasi terkait dengan pekerjaan memahami realitas detail-detail kejadian yang berlangsung. gaya bahasa banyak mengulas mengulas. Objektifitas dapat berpatokan pada: posisi letak. Selanjutnya dari hasil deskripsi. Praktisnya adalah berusaha untuk membangun analisis dan deskripsi objektif dari sebuah gambar atau foto yang dianggap sebagai dunia nyata sekaligus pengamat diposisikan seolah-olah berada dalam keadaan tersebut.

Wawancara Wawancara merupakan aktifitas yang dilakukan dalam jurnalistik untuk memperoleh data. Perlu diperhatikan bahwa wawancara bukanlah proses Tanya jawab "saya bertanya-anda menjawab" wawancara lebih luas dari proses tanya jawab. tergantung pada siapa yang mengatakan dan dalam kondisi bagaimana. 4. Study Literary Suatu data tidak hanya di peroleh melalui pengamatan dan wawancara tetapi bisa juga memanfaatkan (melacak) data-data yang terdokumentasikan. Yang kemudian prinsip 5 W + 1 H dalam tahap ini dapat di aplikasikan secara langsung dan menyeluruh. Sehingga kemungkinan orang akan mengatakan pernyataan pertama benar dan objektif dengan alasan misalnya banyak orang telah membuktikan kebaikan agama. tanpa melakukan wawancara. • Ajukan pertanyaan yang lebih spesifik • Pertanyaan yang lebih spesifik akan lenbih membantu dan mempermudah dalam mengarahkan topic pembicaraan • Jangan menggurui • Karena wawancara bukan proses tanya jawab. Hasil pengamtan ini dapat dijadikan tolak ukur sehingga kekuatan dan kemampuan seseorang jurnalis dalam menganalisa memecahkan persoalan sekaligus kemudian menuangkannya dalan tulisan. Juga dengan wawancara seorang jurnalis melakukan cross chek atau recheck dari data yang diperoleh sebelumnya demi akurasi data. Apa yang di anggap objektifitas oleh seseorang bisa dianggap subjektifitas oleh orang lain.analisis dapat dilakukan dengan mengajukan dan menuliskan pernyataan sebanyak-banyaknya tentang peristiwa yang diamati. Dalam tahap ini sebanarnya dinding pemisah antara subjektifitas dan objektifitas sangat tipis. orang lain akan membenarkan pernyataan kedua. Dalam menggali data tidak mungkin bag seorang jurnalis untuk menulis berita. Hanya saja titik tekan lebih pada proses pengamatan (indera). Tekhnik Wawancara • Menguasai permasalahan Ini penting untuk menghindari Miss Understanding antara pewawancara dan yang diwawancarai. tetapi aktifitas membangun ingatan terhadap peristiwa yang baru terjadi atau telah lampau. bahwa objektifitas dan subjektifitas pendapat orang akan bersifat relative. begitu pula sebaliknya. Subjektifitas akan dikatakan objektif apabila dikautkan dengan pendapat seseorang. Pewawancara dan yang diwawancarai berbagi pekerjaan "membagun ingatan" tujuan umumnya merekonstruksi kejadian yang entah baru terjadi atau lampau. Untuk mempertajam analisa dapat ditambah dengan perinsip 5 W + 1 H. Karena dengan wawancara bisa memperoleh kelengkapan data tentang peristiwa atau fenomena. Hanya mengandalkan hasil observasi. Selanjutnya dapat diminta untuk mengajukan dan menuliskan kemungkinan jawaban atas setiap pertanyaannya. dalam arti bukan pendapat penulis/ jurnalis. Focus kesadaran penginderaan benar-benar harus dicurahkan untuk mendapatkan deskripsi yang detail dan akurat. Misalnya kita analogikan dengan sebuah pernyataan "agama itu baik bagi manusia" atau "agama itu tidak baik bagi manusia". Di sini para calon jurnalis dapat menggali data dengan alat bantu wawancara maupun cara lain yang berkaitan dengan perristiwa tersebut. Dalam aktifitas ini (wawancara) pewawancara dan yang diwawancarai akan membangun kembali ingataningatan tersebut. Pengamatan IV Pengamatan ini akan memfokuskan kesadaran dan kepekaan indera pada sebuah peristiwa nyata untuk kemudian dideskripsikan. Tetapi dengan alasan dan bukti berbeda. Begitu pula dalam subuah peristiwa. Pencarian datadata yang terdokumentasikan juga sangat dipertimbangkan keabsahannya (valid) dan .

Informasi surat kabar cukup layak dijadikan sumber data otentik (terlepas bila mengandung kesalahan informasi). Undang-undang. arsip. karena straight news sangat terikat dengan unsure kebaruan (aktualita). hanya dengan menyajikan unsure 4W (what. Misalnya kecelakaan lalu lintas. kejahatan. where) maka tulisan tersebut bisa langsung menjadi berita. riset dokumen yang dilakukan mempelajari terhadap berbagai pemberitaan dari reportase yang obyektif. dan tahun-tahun revisi penerbitannya. Karena tingkat validitas data itu harus dipertanggungjawabkan maka dalam pencarian dan seseorang jurnalis harus hati-hati memanfaatkan dokomentasi yang sudah ada pemanfaatan data yang terdokumentasikan tidak terbatas pada Keppres. who. hasil dari penelitian. Dan biasanya data-data yang seperti itu validitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Koran atau majalah Koran atau majalah menyediakan informasi cukup memadai untuk kebutuhan riset dokumen. dsb. Namun bukan berarti straight news menafikan unsure why dan how. Tap MPR. Juga memeriksa keterangan data-data statistic yang dikutip. Bukan kejadian yang terjadi secara berlanjutan. Maka suatu fakta itu dituls dengan bentuk straight news. berita di media.  Bebrapa referensi buku yang bisa dimanfaatkan  Kamus  Ensiklopedi  Biografi  Tesis/disertasi  Jurnal  Internet BENTUK PENULISAN BERITA STRAIGHT NEWS Straight news atau sering juga disebut berita langsung merupakan bentuk penulisan berita yang paling sederhana. Selanjutnya untuk media-media massa yang terbit berkala banyak memakai pola penulisan feature. teks berita foto (caption). Permasalahnnya sekarang fakta yang bagaimana yang biasanya ditulis dengan bentuk straight news. apakah dari abstraksi data yang terbaru buku layak dijadikan sumber data karena buku biasanya memuat bahasan-bahasan yang mendalam dan cakupan pemahaman yang luas. informasi/berita tentang peristiwa dan buku fenomena ataupun kasus. depth news (indepht reporting maupun investigative reporting). dan tulisan opini. Karena itu bentuk penyajiannya pun juga diatur sedemikian rupa. sehingga khalayak pembaca bisa mengetahui pesan utama yang terkandung dalam berita itu tanpa perlu membaca seluruh isi berita. . Pola penulisan straight news sering dipakai oleh media-media massa yang punya masa edar harian. Tidak semua fakta bisa ditulis dengan bentuk straight news. Teknik penelusuran data melalui Koran atau majalah ialah :  Melalui system kartu indeks perpustakaan  Melalui system kartu indeks yang diterbitkan oleh sindikasi Buku Pencarian data melalui buku terkait dengan kredibilitas penulisnya. Tap MPR. juga bisa dijadikan sebagai dokumen. penerbitnya. misalnya Keppres.dapat dipertanggung jawabkan. 1. Kebutuhan data yang seperti itulah sangat memungkinkan dan merupakan keharusan untuk pencarian data yang terdokumentasikan. when. Tidak mungkin di dapatkan melalui didapatkan melalui pengamatan ataupun wawancara. pergantian pejabat. Undang-undang. tetapi juga harus mempertimbangkan validitas dari data-data tersebut. buku. Akhirnya kejadian yang hanya sekali itu saja terjadi.

Ragam Features 1. Biasanya featuers ini mengggunakan suatu peristiwa (realitas social) yang biasanya tidak terlalu menjadi perhatian public dan isinya lebih menekankan pada sisi human interest (menarik minat dan perasaan khalayak pembaca) model features dalam penulisan berita tidak terikat aktualitas. ditentukan pula poin-poin pertanyaan (drafting) secara garis besarnya. Historikal Features . maka dibutuhkan kedalaman dalam mengurai realitas. mulai dari pengumpulan/pengalian data sampai penganalisaan data. bersifat mendalam dan analitis. dalam artian tetap focus dalam meguarai suatu realitas.2. maka dalam outlinnya ditentukan sisi mana (angle) yang akan diurai dan disajikan secara mendalam. Laporan ini ditulis berdasarkan hasil liputan terencana. maka amat dibutuhkan kerangka (Outline) sebagai acuan dalam mengurai realitas tersebut. serta riset dokumentasi yang cermat. di gunakan untuk menuliskan permasalahan (yang penting dan menarik) secara lebih lengkap. Features juga sering disebut berita ringan (soft news) karena gaya penulisannya yang indah memikat. lenggang cerita mengikat (berkesinambungan) antara paragraph sebelum dan sesudahnya 4. maka diperlukan persiapan yang matang. sehingga dalam penuilsan in-Depth reporting ini membutuhkan out line sebagai kerangka acuan dalam penggalian data sampai analisa data. FEATURES Penulisan ini lazim di sebut berita kisah (narasi) atau cerita pendek non fiksi. Karena merupakan hasil liputan terencana. Supaya dalam penguraian realitas tidak terjadi pembiasan/pelebaran. Pembuatan Perencanaa Liputan (Outline) Karena pemberitaan dalam model depth news lebih menekankan pada unsure why dan how. Dalam Depth news materi penulisan berita penekanannya pada unsur How (bagaimana) dan why (mengapa). 3. Sebagai kerangka acuan dalam liputan mendalam Out Line juga memuat perencanaan (ketentuan) data-data yang akan diacri. yang di jadikan berita biasanya suatu kasus maupun fenomena. Mencari dan memaparkan jawaban How dan Way secara lebih rinci dan banyak dimensi Karakteristik Depth News 1. kita tidak kosong terhadap realitas (kasus atau fenomena) yang akan diurai. banyak mengungkapkan fakta-fakta penting dan pendukung untuk kejelasan berita 3. Karena tidak mungkin seluruh uraian fenomena yang disajikan dalam tulisan. proasis. naratif. Dikatakan non fiksi karena tetap berdasarkan pula fakta. Penegtahuan awal tentang fenomena yang akan diurai akan sangat membantu dalam pembacaan fenomena tersebut. imajinatif dan bahasanya lugas. Sedangkan enggle di maksudkan sebagai penentu batasan-batasan fenomena yang akan diurai sehingga dalam mengurai dan menganalisa sebuah fenomena tetap terfokus pada batasan yang telah di rencanakan dan tidak melebar kemana-mana yang hanya akan menjadikan pembiasan dalam penguraian dan penganalisaan. informasi atau berita itu penting untuk segera diketahui khalayak baru (actual) DEPTH NEWS tulisan ini lazim disebut "laporan mendalam. Adapun dalam pembuatan Outline. Deskripsinya analitis. dan membutuhkan waktu panjang. Srukturnya balok tegak 2. Namun dalam menulis features dibutuhkan kepekaan dan ketajaman menangkap fenomena dalam realitas social melalui pengamatan dan wawancara yang mendalam. sebelum dijadikan tulisan. dimensinya lebih luas. Dan untuk data yang di rencanakan melalui wawancara. Lebih mendalam dalam menguraikan fakta.

4. Teras Berita (Lead) bebas asal tetap menarik 2. Tanpa tema tulisan opini tidak akan utuh dan menentu arahnya. Sehingga dibawah ini akan dipaparkan spesifikasi masing-masing. resensi. bagian akhir yang demikian disebut Punch. seperti tulisan tentang pemanfaatan daun sereh sebagai obat keluarga atau bagaimana cara menghapuskan virus computer. Antara satu tema rubrik tajuk opini pasti akan berbeda dengan rubric opini. Artikel. Tajuk Rencana (Editorial) . Explanatori/Backgrounder Feature Mengisahkan suatu yang terjadi dibalik peristiwa atau penjelasan mengapa hal itu terjadi. Adventures Features Menyajikan kejadian unik dan menarik yang dialami seseorang atau kelompok dalam perjalanan kesuatu daerah tertentu. mengapa pemogokan itu terjadi. Dan dikemas seolah-olah ‘kisah pengakuan diri’ dari orang yang bersangkutan. Trend features Mengungkapkan kisah tentang kehidupan sekelompok anak manusia ataupun perubahan gaya hidupnya dalam proses transformasi social. Langkaha awal yang harus dilakukan sebelum mengumpulkan bahan dan menulis opini dalah menentukan tema (problem yang akan diurai). kerangka berfikirnya. Penulisannya tidak berdasarkan pada 5W+IH sebagaimana berita. kolom dan resensi mempunyai spesifikasi masing-masing yang sangat berbeda. Profile Feature Mengemukakan pengalaman pribadi seseorang atau kelompok. Ada beberapa bentuk penulisan opini dalam jurnalistik. Seasonal Features Mengisahkan aspek baru dari suatu peristiwa teragenda. How-to-do-it Feature Mengungkapkan bagaimana suatu perbuatan atau kegiatan dilakukan. . Menceritakan kejadian-kejadian yang menonjol pada waktu yang telah lewat. sebab apa yang melatar belakangi pemogokan. Beberapa bentuk tulisan tersebut lazimnya merupakan ruang bagi pembaca. artinya dapat membuat pembaca tersenyum. seperti seorang mahasiswa yang terus kuliah dengan mengandalkan hasil kerngatnya sendiri. Human Interest Feature Menceritakan tentang kisah hidup anak manusia yang menyentuh perasaan. Tema merupakan bentangan benang-merah dalam benak penulis yang menggambarkan tujuan tulisan. Strukturnya bebas tapi tetap ringkas dan terus menarik 3. 3. 6. esai. artikel. tertawa. begitupun yang lainnya. berdecap. 7. Deskripsi bervariasi. seperti saat lebaran. artikel. Bagian akhir tulisan dapat meningalkan pesan pada pembaca. misalkan tentang pemogokan buruh. jadi terdapat unsure-unsur subyektifitas penulis dalam penyajiannya. Karakteristik Features 1. peringatan hari lahir tokoh nasional dan sebagainya. 8. Kolom (Essai) dan resensi Pembuatan antara opini. tetapi mesih mempunyai nilai human interest. natal. a. maka tidak demikian halnya dengan opini. 5.2. motivasinya. Khalayak pembaca bisa mengetahui sepak terjang tokoh tersebut. Pembuatan Opini. tetapi lebih pada penilaian terhadap peristiwa (fakta). Opini Bila berita sebagai hasil konstuksi dari peristiwa (fakta) dan dituntut obyektif dalam penyajiannya. mengungkapkan detil-detil yang menyentuh atau yang membangkitkan emosi. 4. Lenggang cerita terkesan santai 5. wawasannya. Penulisan ini ditekankan pada tingkah laku hidupnya bukan personnya. merupakan gagasan pokok. baik tentang alam maupun masyarakat. tajuk rencana. Opini bukan merupakan konstruksi peristiwa. kolom.

Jadi dalam menulis artikel langkah utama adalah menentukan permasalahan yang akan diurai (tema). Juga ada pojok. juga sistematisasi permasalahan untuk ditarik benang merah. Tajuk Rencana (Editorial) Suatu karya tulis yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu fakta/realitas. Tapi .Selain bentuk-bentuk tersebut masih ada penilisan lain yang disebut opini. opini ini lebih merupakan pendapat media bersangkutan terhadap realitas yang berkembang. juga dimungkinkan ada problem solfing. sangat mempertimbangakn temuan-temuan dalam mengurai problem. Sama halnya dengan kolom dalam memaparkan idenya terkesan santai. mudah dipahami. Sebagian menyebut resensi sama halnya dengan synopsis. namun tidak kaku. dimaksudkan lebih pada penyajian hasil analisa dalam bentuk tulisan agar lebih enak dibaca. b. Salah satunya adalah editorial/tajuk yang merupakan penilaian atau analisa dari redaksi tentang situasi dan berbagai masalah. karena merupakan pandangan redaksi maka tajuk bersangkutan dengan penilaian redaksi. Dalam essai lebih longgar lagi dan tulisannya lebih pendek dari kolom. menulis kolom diperlukan menentukan permasalahan yang akan diurai. Denga jiwa ilmuan. namun diungkapakn melalui gambar/kartun. Ini dimaksudkan untuk menjadikan lebih terarah. ada permasalahan yang diuraikan. film. Resensi Resensi merupakan bentuk tulisan dalam hal pengambaran/analisa terhadap sebuah teks. Dalam penulisannya. dari teknologi sampai politik. dimaksudkan dalam menentukan dan menganalisa problema bersifat logis. kolom tidak ketat seperti artikel. teater. c. sindiran terhadap realitas yang ditulis dengan gaya satire. Tajuk rencana memuat fakta dan opini yang disusun secara ringkas dan logis. bahasanya lentur. dari masalah yanglebih kecil sampai pada masalah yang paling besar. Yang perlu diperhatikan dalam membuat tajuk Judul yang sifatnya meghimbau pembaca Kalimat untuk lead (paragraf awal) tidak terlalu panjang Tajuk rencana yang baik mengandung keseimbangan antara hasil karya seorang ilmuan dan seorang seniman. kocak. Teks disini bisa berupa buku. Kolom / Essai Sama halnya dengan artikel. baik Indonesia ataupun serapan). Dengan semangat seniman. terkesan santai dalam memaparkan idenya. Namun. Dan karikatur juga merupakan penilaian redaksi terhadap realitas. Ada juga yang mengatakan artikel merupakan karya ilmiah. Syarat-syarat Opini Orsinil Faktual. Mensistematiskan supaya lebih mudah untuk ditarik benang merah. Biasanya karakter penulis tercerminkan dalam tulisan essai kekhasan personal lebih ditonjolkan. ia tidak jauh beda dengan pojok. Tema dalam bahasan artikel bisa berupa apa saja. lucu. pengambaran secara global tentang teks. e. Bahasa yang digunakan adalah bahasa-bahasa ilmiah-baku. Aktual Bersifat ilmiah Sistematis Mengandung gagasan atau ide Menggunakan bahasa yang baik dan benar (Sesuai dengan kaidah bahasa. ia merupakan tulisan tanpa sentilan. Kenapa? Dalam artikel susunan penulisannya seperti halnya karya ilmiah: ada batasan-batasan permasalahannya yang diungkapkan untuk selanjutnya diurai dalam tulisan. d. Artikel Merupakan karya jurnalisik yang mempunyai karya ilmiah. Bahasa yang digunakan lebih lentur.alur bahasa lebih lugas. maupun lagu. Ini perlu diperhatikan dalam menulis artikel. Juga seperti halnya dalam penulisan opini yang lain.

juga menarik. sehingga mendorong pembaca mengetahui lebih lanjut isi berita. Lead Kutipan: Lead yang mengutip perkataan. statement. 8. 2. sedangkan interesting reader diserahkan kepada pembaca. penulisan judul dalam dua tanda petik. Pembuatan Lead lead merupakan paragraph awal dalam tulisan berita yang berfungsi sebagai kail sebelum masuk pada uraian dalam tulisan berita. artinya mengutip langsung ungkapan dari narasumber. 9. Klimaks: penutup ini ditemukan pada cerita yang ditulis secara kronologis. Tekhniknya adalah membiarkan pembaca menjadi tokoh utama dalam cerita. karena dalam resensi ada sedikit sentuhan analisa penulis dan seorang resensor harus berlaku subyektif mungkin dalam menggambarkan atau menganalisa teks. ada beberapa jenis: 1. 4. rasa ingin tahu mereka sebagai manusia diusik oleh penudingan lead oleh penulis. Lead Nyetuk: Lead yang menggunakan puisi. 3. Yang ditulis inti beritanya saja. Biasanya suatu pernyataan itu mengarah subjek yang melontarkan. 6. Jadi disamping mencerminkan isi dan menarik. Jawaban diserahkan pada pembaca untuk membuat solusi atau tanggapan tentang permasalahan yanga ada. objek dan keterangan. Tapi bisa menjadi hal yang vital. Lead pertanyaan: Lead ini efektif apabila berhasil menantang pengetahuan pemabaca dalam mengenal permasalah yang diangkat. Lead ini banyak digemari wartawan ketka menulis feature profil pribadi. PENULISAN BERITA a. Lead bercerita: Ini digemari oleh penulis cerita fiksi karena dapat mebarik dan membenamkan pembaca alur yang mengasikkan.sebenarnya tidak sama. b. Pembuatan Ending Untuk menutup ending atau ending story. 3. Ketika judul tidak menarik. Gays lead ini sangat has dan ekstrim dalam bertingkah. Tidak ada penyelesaian: penulis mengahiri cerita dengan memberikan sebuah pertanyaan pokok yang takterjawab. pantun. Penyegar: penuto yang biasanya diahiri kata-kata yang mengagetkan pembaca dan seolah-olah terlonjak 2. c. lead ini digunakan karena adanya persoalan yang kuat dan menarik. Ada beberapa maca lead yang bisa digunakan dalam menulis berita: 1. Membuat Judul Judul berita memang bukan merupakan hal yang urgen dalam penulisan berita. pembaca akan enggan untuk membaca isinya. untuk menjelaskan subjek (nama-nama narasumber atau sebuah kegiatan maka digunakan kickers (pra judul). . Lead ringkasan: Biasanya dipakai dalam penulisan "Berita keras". lagu atau yang lain. Judul perlu kejelasan asosiatif setiap unsure subjek. Lead Penggoda: Mengelabui pembaca dengan acara bergurau. Tujuan utamanya menggaet perhatian pembaca dan menuntunnya supaya pembaca habis cerita yang ditawarkan. Sebelum membaca isi berita pembaca cenderung membaca judulnya lebih awal. Atau jika tidak menggunakan kickers. Selain itu dalam menuliskan judul juga bisa menggunakan kalimat langsung. Lead menuding langsung: Biasanaya melibatkan langsung pembaca secara pribadi. teori dari orang terkenal. 5. Tapi judul yang menarik belum tentu benar dalam kaidah penulisan judul. Maka usahakan dalam membuat judul mudah dimengerti dengan sekali baca. Lead Gabungan: Lead yang menggabungkan dua atau lebih macam lead yang sudah ada. Semisal lead kutipan digabung dengan lead deskriptif. 7. Lead Deskriptif: Menciptakan gambaran dalam pikiran pembaca tentang seorang tokoh atau suatu kejadian. Tujuannya menarik pembaca agar menuntaskan cerita yang kita atawrkan. Pada dasarnya judul seharusnya mencerminkan isi berita.

diawal kalimat. (bisa disingkat: " yang dikatakan Wijoyo Nitisastro"). Ini bisa dilakukakn didua lapisan. sebagai penulis ia gagal msnyampaikan ide/pikiran pada pembaca. dan (2) unsur kalimat. Dalam kasus ini.akibat 2.d. beberapa kata indinesia sebenarnya bisa dihemat tanpa mengorbankan tata bahasa dan jelasnya arti. Akibat. Jadi dalam soal memilih sinonim pendek perlu mempertimbangkan rasa bahasa. Ada dua kemungkinan kenapa pembaca tidak memahami tulisan tersebut. menjadi "keadaan lebih baik dari sebelum perang". (bisa disingkat: "merupakan kenyataan. bahwa pencaturan politik internasional berubah-ubah setiap zaman". Beberapa kata mempunyai sinonim yang lebih pendek. Pertama bahasa yang digunakan penulis.sebab 3. misalnya: "adalah merupakan kenyataan.") "apa yang dikatakan Wijoyo Nitisastro sudah jelas. tapi setelah selesai kita tidak tahu apa yang dikatakan dan yang dimaksud oleh tulisan tersebut. (1) unsur kata. Penghematan Unsur Kalimat Lebih efektif penghematan kata adalah penghematan melalui struktur kalimat. Dengan efisien dimaksudkan lebih hemat dan lebih jelas. sebab bahasa bukan hanya soal perasaan. kata daripada atau dari pada juga bisa disingkat jadi dari misalnya: " keadaan lebih baik dari pada zaman sebelum perang". Kedua. supaya akan tetapi menjadi tapi apabila menjadi bila sehingga menjadi hingga meskipun menjadi meski walaupun menjadi walau tidak menjadi tak (kecuali diujung kalimat atau berdiri sendiri) 2. 1. Sebab. Misalnya: kemudian = lalu makin = kian terkejut = kaget sangat = amat demikian = begitu sekarang = kini catatan: dua kata yang bersamaan arti belum tentu bersamaan efek. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan: 1. . 3. Penghematan. Unsur Kata 1. Jika yang terjadi adalah factor kedua maka penulis telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. alur tulisan yang tidak terarah. a. Salah satu sifat dasar jurnalisme menghendaki kemampuan komunikasi capat dalam ruang dan waktu yang relative terbatas. Dengan demikian diobutuhkan suatu bahasa jurnalistik yang lebih efisien. Misalnya agar supaya menjadi agar. bahwa…………. Penghematan diarahkan kepada penghematan ruang dan waktu. Diskriptif-kronologis BAHASA JURNALISTIK Bahasa jurnalistik sewajarnya didasarkan atas terbatasnya ruang dan waktu. pemakaian kata yang sebenarnya tak perlu. tapi mungkin masih janggal mengatakan:: "dari hidup berputi mata. Alur Penulisan Kita sering membaca sebuah tulisan. Banyak contoh pembuatan kalimat dengan pemborosan kata. Asas hemat dan jelas ini sangat penting buat seorang jurnalis dalam usaha kearah efisiensi dan kejelasan dalam tulisan. lebih baik mati berputih tulang".

bisa mengacaukan bila disalin:"pria itu pengemudi yang lebih baik dari pada wanita". 3 juta" bisa disingkat " PN sedang rugi Rp. pemakaian untuk sepadan dalam to (inggris) yang sebenarnya dapat ditiadakan. Misalnya: "presiden besok akan meninjau pabrik ban Goodyear" bisa disingkat "presiden besok meninjau pabrik" "tadi telah dikatakan………" bisa disingkat "tadi dikatakan" "kini Clay sedang sibuk mempersiapkan diri " bisa disingkat "kini Clay mempersiapkan diri" pembunuhan bahwa sering bisa ditiadakan: misalnya: "Gubernur Ali Sadikin membantah desas desus yang mengatakan bahwa ia akan diganti". bila perlu yang. 8. misalnya dalam kalimat: "pikir itu pelita hati". 3. tapi kata itu ditambahkan. bisa disingkat "baik kita lihat dia dirumah atau tidak" pemakaian dari sepadan dengan of (inggris) dalam hubungan milik yang sebenarnya bisa ditiadakan: juga dari pada misalnya: " dalam hal ini pengertian dari pemerintah diperlukan" bisa disingkat:" dalam hal ini pengertian pemerintah diperlukan". 3 juta". b. kadang juga bisa ditiadakan dalam konteks kalimat tettentu misalnya: "Indinesia harus menjadi tetangga yang baik dari Australia" bisa disingkat "Indonesia harus menjadi tetangga yang baik Australia" "kami adalah pewaris yang sah dari kebudayaan dunia" pembentukan kata benda (ke +…+ an atau pe +…+ an) yang berasal dari kata kerja kata sifat. 6. "Tidak diragukan lagi bahwa ialah orang yang tepat" bisa disingkat "tidak diragukan ia lah orangnya yang tepat". "pendirian semacam itu mudah untuk dipahami" menjadi "pendirian semacam itu mudah dipahami". 7. Catatan: dalam struktur kalimat lama. Catatan: sebagai ganti bahwa ditaruhkan koma. Kejelasan . Kita bisa memakainya meski lebih baik dihindari. atau pembuka (. sebagai penghubung kata benda dengan kata sifat. kadang meski tak selamanya menambah beban kalimat dengan kata yang sebenarnya tak perlu.). Catatan: Dalam kalimat: "mereka setuju untuk tidak setuju". "ia telah tiga kali melakukan penipuan tehadap saya" bisa disingkat " ia telah tiga kali menipuan tehadap saya". adalah ditiadakan. kata untuk demi kejelasan dipertahankan pemakaian adalah sepadan dengan is atau are (inggris) tak selamanya perlu: misalnya:"kera adalah binatang pemamah biak" bisa disingkat "kera binatang pemamah biak". Misalnya: "PN sedang menderita kerugian Rp. 4. sedang sebagai penunjuk waktu sebenarnya bisa dihapuskan. pembunuhan akan. 9. kalau ada keterangan waktu. Misalnya: "Unisoviet cenderung untuk mengakui hak-hak India ". pemakaian apakah atau apa (mungkin pengaruh bahasa daerah) yang sebenarnya bisa ditiadakan misalnya: "apakah Indonesia akan terus tergantung pada bantuan luar negeri" (bisa disingkat: "akan terus tergantungkah Indonesia") "baik kita lihat. misalnyakalua kita harus menerjemahkan "man is a better driver than women". telah.2. bisa disingkat "Unisoviet cenderung megakui hak-hak India". "sintaksis adalah bagian dari pada tata bahasa" bisa disingkat: "sintaksis adalah bagian tata bahasa". 5. apa(kah) dia dirumah atau tidak.

penulis harus punya kesadaran tentang pembaca. Sebelum terlambat. penulisan harus memahami betul soal yang mau ditulisnya. (sas-sus) untuk (desas desus). memang lebih ringkas dari "pertahanan dan keamanan". Menulis secara jelas membutuhkan perasyarat: 1. Maka sulitlah kita mencari terjemah dari lunar module feasibility study. seharusnya menghindarkan akronim jenis yang terakhir. asas kejelasan juga lebih efektif jika dilakukan dalam struktur kalimat. "Bappenas". dibawah ini pedoman dasar kejelasan dalam menulis. dll. berbahasa Indonesia bertambah gemar mempergunakan akronim. misalnya (Djagung) untuk (jaksa agung). ikhtiar menterjemah kata-kata asing yang relative mudah diterjemah harus segera dimulai. Akronim bahas apojok sebaiknya juga dihindarkan dari bahasa pemberitaan. steam-bath. Dewasa ini begitu derasnya arus istilah-istilah asing dalam pers kita. mengingat timbulnya jarak bahasa yang kian melebar. dan mencoba lucu (misalnya dikalangan remaja sehari-hari: (ortu) untuk (orang tua). "Humas". (Gepeng) untuk (gerakan penghematan). backhand drive. Misalnya: income percapita. bisa diperhitungkan sebentar lagi pembaca Koran Indonesia akan terasing dari informasi. menghindari sejauh mungkin akronim setiap bahasa mempunyai akronim tapi agaknya sejak lima belas tahun yang kemarin. floor-price. "Daswati". (asu) untuk (Ali Suracman). Tapi sementara ini diakui perkembangan bahasa tak berdiri sendiri melainkan di topang perkembangan sector kebudayaan lain. (keruk nasi) untuk (kerukunan nasional). seeded. the best photo of the year. Tehnical know-how. Apalagi jika i diingat rakyat rakyat kebanyakan memahami bahasa inggris sepatahpun tidak. smash. Kejelasan Unsur Kata 1. after shafe-lotion. boom. upgrading. Karena pengertian-pengertian itu tak berasal dari perbendaharaan cultural kita. double-breast.Setelah dikemukakan 16 pasal yang merupakan pedoman dasar bagaimana penghematan dalam menulis. perlu diingat ada yang membuat akronim untuk alat praktis dalam dinas (misalnya yang dilakukan kalangan ketentaraan) ada yang membaut akronim untuk bergurau. dan kecenderungan membentuk akronim lumrah "Hankam". misalkan: (manikebu) untuk ( manifestasi kebudayaan). buffet dinner.midnight show. single. 2. meet the press. (cinkom) untuk (cina komunis). enterperneur. Karena akronim bisa menghamburkan pengertian kata-kata yang diakronimkan Kejelasan unsur kalimat Seperti halnya dalam asas penghematan. longplay. dan "Hubungan Masyarakat" tapi kiranya akan teramat membingungkan kalau kita seenaknya saja membikin akronim sendiri dan selalu sering. disamping itu. (Nikolin) untuk (neo kolonialisme). Berhemat dengan kata-kata asing. program-oriented. drive-in. Bahasa jurnalistik dari sikap objektif. 2. Akronim mempunyai manfaat menyingkap ucapan dan penulisan dengan cara dan mudah diingat. reshuffle. City Hall. project officer. Kata-kata itu sebenarnya bisa diterjemahkan. slow motion. mengejek. Walau ikhtiar mencari salinan Indonesia yang tepat dan enak (misalnya bell-bottom dengan "cutbray") tetap perlu. dan yang rata-rata dituliskan dengan banyak huruf. yang kata-katanya bersuku. crash program. tapi dibiarkan begitu saja sementara diketahui bahwa tingkat pelajaran bahasa inggris sedang merosot. "Daerah Swantara Tingkat".dan lain lagi. Tapi ada juga yang membaut akronim atau menciptakan efek propaganda dalam permusuhan politik. "Badan Perencanaan Pembangunan Nasional". Satu-satunya untuk itu ialah dihindarkannya kalimat- . pant-sul dari perbendaharaan kata-kata asing. Dalam bahasa Indonesia. bukan pura-pura paham atau belum yakin benar akan pengetahuan sendiri. approach. hingga sampai hal-hal yang kurang perlu. floating mass. kata tunggal..

.kalimat majemuk yang paling panjang kalimatnya: terlebih-lebih lagi jika kalimat majemuk itu bercucu kalimat.