MAKALAH KEBIDANAN PATOLOGI ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA KLIMAKTERIUM/MENOPAUSE

DISUSUN OLEH:

DI SUSUN OLEH: KELOMPOK 9

MEDIYANI SUWARNO NURUL FITRIANI SRI INDAH KUSUMA WARDANI

TINGKAT IIIA/SEMESTER V

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DIPLOMA KESEHATAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN 2012/2013

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, ucapan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME. Tuhan sarwa sekalian alam, pemilik segenap kekuatan. Dialah Maha Pengasih, Tuhan yang tak pilih kasih, Maha Penyayang yang tak pandang sayang. Dengan segenap kekuatan yang Dia limpahkan, penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA KLIMAKTERIUM/ MENOPAUSE” dengan sebaik-baiknya. Dalam penyelesaian Makalah ini penulis mengalami banyak kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis. Namun, berkat bantuan dari semua pihak, akhirnya karya tulis mahasiswa ini dapat terselesaikan walau masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. Orang tua yang selalu memberi dorongan, semangat, dan do’a; Dosen pengajar mata kuliah Askeb IV (Kebidanan Patologi) ibu Nyoman Sudarmi, SST. 3. Teman-teman di program studi kebidanan Universitas Muhammadiyah Mataram. Harapan penulis kedepan, semoga kritik dan saran dari pembaca tetap tersalurkan, dan semoga makalah ini dapat terkesan di hati semua orang sehingga dapat menjadi panutan ilmu pengetahuan.

Mataram, Oktober 2012

i

....DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. 22 A.................................................................................. 22 B... Tujuan ................ 1.. 2................... Pengertian Menopause ............................. Saran ..................... BAB I PENDAHULUAN .................................................. 23 ii ...................... Latar Belakang ....................... Tujuan Khusus .............................................................................................................................. Gangguan Klinakterium/ Menopause .... Perubahan-perubahan Organic pada Klimakterium/ Menopause ................ 20 BAB III PENUTUP ........................................ 22 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................ i ii 1 1 3 3 3 3 4 4 4 4 5 6 BAB II LANDASAN TEORI .............................. 16 G........................ A................... Manajemen Kebidanan pada masa Klimakterium .............. Manfaat ...... Masalah yang Timbul pada Klimakterium/ Menopause ........................................ A........................... E......... B................ Tanda Awal dari Klimakterium/ Menopause ........ B............................................. Tujuan Umum .................................. F...................................... Pengertian Klimakterium ............................................................................................................. DAFTAR ISI ............. C................................................................ Pencegahan beberapa Dampak Masa Klimakterium......................................... C.......................... D.......... Kesimpulan ................ 17 H.................................

yakni masa bayi. Banyak kendala yang dihadapi baik faktor sosial maupun budaya. Sedang masa senium adalah masa sesudah pasca menopause. namun kehidupan wanita terbagi lagi dalam beberapa masa. Namun tak jarang menimbulkan rasa tidak nyaman dan terkadang perlahan menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Masa menopause ditandai oleh berhentinya kapasitas reproduksi seorang wanita. Latar Belakang Setiap manusia baik laki-laki maupun wanita dalam kehidupannya terjadi perubahan atau mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik. masa anak-anak. Pada masa sekarang ini tanggung jawab kesehatan reproduksi wanita bukan saja berada pada isteri. masa dewasa. Masing-masing masa mempunyai kekhususan yang memerlukan pemahaman dan perawatan keadaan tubuhnya dalam menghadapi masa tersebut. terutama yang 1 . masa reproduksi. Hal itu terjadi sebagian disebabkan oleh berhentinya fungsi ovarium dan sebagian lagi disebabkan oleh proses penuaan. masa kanak-kanak. Banyak wanita yang mengalami gejala-gejala akibat perubahan tersebut dan biasanya menghilang perlahan dan tidak menyebabkan kematian. ketika telah tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita. Sementara itu.BAB I PENDAHULUAN A. Menopause adalah salah satu fase dalam kehidupan normal seorang wanita. dan masa tua. Dalam memasuki masa tua seorang wanita memasuki masa klimakterium yaitu merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium dan bagian dari masa klimakterium terjadi masa menopause. pubertas. sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis. Ovarium tidak berfungsi dan produksi hormon steroid serta peptida berangsur-angsur hilang. namun melibatkan peran suami. Perubahan itu dimulai dari bayi baru lahir. sejumlah perubahan fisiologik pun terjadi. masa remaja. psikis maupun sosial kemasyarakatan. masa klimakterium dan masa senium.

Pada tahun 2000. Dengan melihat kondisi masyarakat yang dalam keadaan masih tradisional dan masyarakat yang mengalami perubahan sosial. oleh karena terjadi perubahan baik secara fisik maupun psikisnya seperti incontinentia urinae. Melihat perkembangan jumlah penduduk di Indonesia. Prespektif baru dalam kesehatan reproduksi adalah keikutsertaan pria atau suami dalam kesehatan reproduksi wanita. Selain itu sejalan dengan perubahan sosial budaya membawa perubahan orientasi peran suami dan isteri. sakit kepala dan lain sebagainya. makin maju suatu negara. Namun masih banyak hal yang memprihatinkan pada wanita menopause.5 juta orang.berkaitan dengan kehidupan jender. palpitasi.9 juta diantaranya adalah wanita. Oleh karena masalah kesehatan reproduksi perempuan sudah merupakan tanggungjawab bersama antara suami dan istri maka sangat diperlukan pemahaman dan pengaruh yang seimbang antara suami dan istri untuk dapat membantu perilaku kesehatan reproduksi secara optimal melalui komunikasi dan layanan suami istri. patah tulang.3 juta orang wanita berusia 50 tahun atau lebih. makin terisolir penduduk usia tua termasuk menopause. selain itu konsep budaya yang berkembang di Indonesia bahwa seorang wanita adalah istri yang harus melayani kehidupan seksual suami.4 juta dan 100. tentunya perlu mendapatkan perhatian bagaimana kesehatan reproduksinya. pada tahun 1997 penduduk Indonesia telah berjumlah 201. salah satu bentuk gambaran suami dalam perilaku kesehatan reproduksi perempuan lansia terutama saat proses memasuki masa menopause dengan berbagai permasalahan yang timbul baik fisik maupun psikisnya. apalagi harapan hidup wanita relatif lebih tinggi dibanding dengan laki-laki. depresi. berkurangnya penglihatan dan pendengaran. fakta menunjukkan bahwa makin bertambahnya jumlah penduduk. maka perlu 2 . jumlah wanita berusia 50 tahun keatas telah mencapai 15. termasuk 14. sehingga dalam keadaan yang bagaimanapun serta adanya rasa bahwa layanan suami istri adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan dengan menekan rasa sakit dan tanpa memperhatikan kesehatan reproduksinya.

3 . 3. B. 4. Bagi pasien atau klien Mampu memberikan asuhan kebidanan pada masa klimakterium/ menopause. Manfaat Penulisan 1. Bagi tenaga kesehatan Menambah pengetahuan tenaga kesehatan tentang asuhan kebidanan pada masa klimakterium/ menopause. Bagi penulis Menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang asuhan kebidanan khususnya pada masa klimakterium/ menopause untuk dapat diterapkan sesuai ilmu yang didapat.dibahas bagaimana asuhan kebidanan pada masa klimakterium/ menopause yang meliputi pemeliharaan kesehatan reproduksi pada wanita usia lanjut. Tujuan Khusus a. b. Tujuan Umum Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada masa klimakterium/ menopause. Mampu menjelaskan secara menyeluruh mengenai konsep dasar masalah pada masa klimakterium/ menopause beserta asuhan yang dapat diberikan. Bagi institusi pendidikan Sebagai dokumen dan bahan dalam penelitian selanjutnya. 2. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada masa klimakterium/ menopause yang berorientasi pada kebutuhan. C. Tujuan Penulisan 1. sehingga bisa mendapatkan gambaran yang nyata dari bentuk asuhan tersebut. 2.

Masa klimakterium meliputi pramenopause. menopause dan pasca menopause dikenal sebagai masa klimakterium. Pengertian Klimakterium Klimakterium adalah masa peralihan dalam kehidupan normal seorang wanita sebelum mencapai senium. yang mulai dari akhir masa reproduktif dari kehidupan sampai masa non-reproduktif. Masa ini berlangsung sebelum dan beberapa tahun sesudah menopause. Tanda Awal Klimakterium Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. C. dan pascamenopause. terjadi juga keluhan-keluhan yang disebut sindroma klimakterik. klimakterium. merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Tanda Awal dari Klimakterium/ Menopause 1.BAB II LANDASAN TEORI A. melainkan suatu masa peralihan yang normal. Pada wanita dalam masa ini. B. Pada wanita terjadi antara umur 40-65 tahun. Masa premenopause. menopause. Yaitu: a. Pengertian Menopause Menopause adalah kondisi fisiologis dimana terjadi berakhirnya menstruasi yang rata-rata terjadi pada umur 51 tahun. Klimakterium prekoks adalah klimakterium yang terjadi pada wanita umur kurang dari 40 tahun. yang bukan merupakan suatu keadaan patologik. 4 . Klimakterium dapat dikatakan mulai sekitar 6 tahun sebelum menopause dan berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah menopause. Terjadi perubahan pada ovarium seperti sclerosis pembuluh darah. berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks kemudian henti haid.

Gejala-gejalanya dapat dikelompokkan menjadi: 1. Perubahan fisik Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahankulit. Lemak bawah kulit menghilang sehingga kulit mengendor.pada kulit tumbuh bintik hitam. takut tidak bias memenuhikebutuhan seksual suami. rasa kedinginan d. dan juga merasa tidak berguna dan tidakmenghasilkan sesuatu. mudahtersinggunga. b. sedangkan yang lain memperlihatkan beragam gejala semasa klimakterium. Ditandai dengan turunnya kadar estrogen dan meningkatnya pengeluaran gonadotropin. rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. merasa tua. Tanda Awal Menopause a. sehingga jatuhdan lembek. D. merasa memberatkan keluarga dan orang lain. Gangguan Klimakterium/ Menopause Penurunan fungsi ovarium dapat berlangsung cepat pada sebagian wanita dan lebih lambat pada yang lainnya. mudah kaget sehingga jantung berdebar. Keinginanseksual menurun dan sulit mencapai kepuasan (otgasme). Sebagian wanita menghasilkan estrogen endogen yang cukup sehingga tetap tanpa gejala. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi danmenjadi hitam.b. keringat malam yang banyak c. gejolak panas (hotflushes) b. 2. kelenjar kulit kurang berfungsisehingga kulit menjadi kering dan keriput. Gangguan mencakup: a. sakit kepala neurovegetatif (vasomotorik-hipersimpatikotoni) yang 5 . Perubahan kejiwaan Perubahanyang dialami oleh wanita dengan menjelang menopause adalah.

e. tetapi tidak pada siklus berikutnya. depresi b. kelelahan. 1992). leher dan dada bagian atas. kurang bersemangat d. nyeri senggama (dispareunia) E. misalnya pada kepala. jengkel. Beberapa keluhan fisik yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu: a. Ketidakteraturan Siklus Haid Tanda paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid. resah. pening. insomania atau sulit tidur 3. Gangguan organic a. jari-jari atrofi j. desing dalam telinga f. kadang kala haid muncul tepat waktu. gangguan kemih (disuria) e. Ketidakteraturan ini sering disertai dengan jumlah darah yang sangat 6 . infark miokard (gangguan sirkulasi) b. tekanan darah yang goyah g. gangguan usus (meteorismus) 2. Gangguan psikis mudah tersinggung a. dan berdebar-debar (Hurlock. Fisik Ketika seseorang memasuki masa menopause. osteoporosis d. berdebar-debar h. susah bernafas i. fisik mengalami ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu yang dapat terjadi secara tibatiba di sekujur tubuh. Kadang-kadang rasa kaku ini dapat diikuti dengan rasa panas atau dingin. lekas lelah c. atero-sklerosis (hiperkolesterolemia) c. cepat marah. Masalah yang timbul pada Klimakterium dan Menopause 1.

Keadaan ini sering kali menimbulkan keluhan pada wanita bahwa frekuensi buang air kecilnya meningkat dan tidak dapat menahan kencing terutama pada saat batuk.banyak. leher dan lengan. Normalnya haid akan berakhir setelah tiga sampai empat hari. Penyebabnya adalah kekurangan estrogen yang menyebabkan liang vagina menjadi lebih tipis. tertawa atau orgasme. kurang elastis terutama pada daerah sekitar wajah. Alat kelamin mulai mengerut. b. Perubahan Kulit Estrogen berperan dalam menjaga elastisitas kulit. leher atau wajah dan menjalar ke beberapa daerah tubuh yang lain. bersin. Keadaan ini sering mengesalkan wanita karena ia harus beberapa kali mengganti pembalut yang dipakainya. c. namun pada keadaan ini haid baru dapat berakhir setelah satu minggu atau lebih. Sheldon H. ketika menstruasi berhenti maka kulit akan terasa lebih tipis. rasa sakit pada saat kencing. Liang senggama kering sehingga menimbulkan nyeri pada saat senggama. d. kaki maupun tangan serta pada kepala. atau bahkan timbul secara menyeluruh. keputihan. Gejolak Rasa Panas Arus panas biasanya timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan berlangsung sampai haid benar-benar berhenti. Keadaan ini membuat hubungan seksual akan terasa sakit. Kulit di bagian 7 .C (dalam Rosetta Reitz. keringat ini dapat menggangu tidur dan bila hal ini sering terjadi akan menimbulkan rasa letih yang serius bahkan menjadi depresi. 1979) mengatakan “ kira-kira 60% wanita mengalami arus panas”. lebih kering dan kurang elastis. Arus panas ini disertai oleh rasa menggelitik disekitar jarijari. Hal ini berlangsung selama dua sampai tiga menit yang disertai pula oleh keringat yang banyak. Munculnya hot flashes ini sering diawali pada daerah dada. tidak seperti volume pendarahan haid yang normal. Kekeringan Vagina Kekeringan vagina terjadi karena leher rahim sedikit sekali mensekresikan lendir. Ketika terjadi pada malam hari.

wajah memerah dan perubahan yang lain. John Hutton (1984:35) memperkirakan sekitar 25% wanita kehilangan tulang lebih cepat daripada proses menua. f. tetapi hal ini mungkin ada kaitannya dengan rasa tegang akibat berkeringat malam hari. Keringat di Malam Hari Berkeringat malam hari. dan lingkaran hitam dibagian ini menjadi lebih permanen dan jelas (Hurlock. karena tidak dapat tidur nyenyak. Sulit Tidur Insomnia (sulit tidur) lazim terjadi pada waktu menopause. bangun bersimbah peluh. Biasanya kita kehilangan 1% tulang dalam setahun akibat proses penuaan (mungkin ini yang menyebabkan nyeri persendian). 8 . h. tetapi kadang setelah menopause kita kehilangan 2% setahunnya. Berkeringat malam hari tidak saja menggangu tidur melainkan juga teman atau pasangan tidur. Kerapuhan Tulang Rendahnya kadar estrogen merupakan penyebab proses osteoporosis (kerapuhan tulang). Perubahan Pada Mulut Pada saat ini kemampuan mengecap pada wanita berubah menjadi kurang peka. 1992). Kekurangan kalsium ini oleh tubuh diatasi dengan menyerap kembali kalsium yang terdapat dalam tulang. dan akibatnya tulang menjadi keropos dan rapuh. paling banyak menyerang wanita yang telah menopause. Osteoporosis merupakan penyakit kerangka yang paling umum dan merupakan persoalan bagi yang telah berumur. e. g.bawah mata menjadi mengembung seperti kantong. Sehingga perlu mengganti pakaian dimalam hari. Akibatnya diantara keduanya merasa lelah dan lebih mudah tersinggung. Menurunnya kadar estrogen akan diikuti dengan penurunan penyerapan kalsium yang terdapat dalam makanan. sementara yang lain mengalami gangguan gusi dan gigi menjadi lebih mudah tanggal.

Kanker rahim adalah istilah luas untuk kanker yang terjadi di rahim. Sementara kanker endometrium (kanker tubuh rahim) terutama menjangkiti wanita diatas usia 45 tahun. Penyakit Ada beberapa penyakit yang seringkali dialami oleh wanita menopause. Misalnya kanker payudara. Gejala yang harus diperhatikan adalah pendarahan vagina setelah persetubuhan.i. hal ini disebabkan oleh faktor makanan ditambah lagi karena kurang berolahraga. kanker ini terutama berjangkit pada wanita berusia diatas 30 tahun. Rasa letih yang biasanya dialami pada masa menopause. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita yang telah melampaui masa menopause. Selain itu penyakit kanker juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Semakin lama kehidupan maka semakin besar kemungkinan penyakit itu menyerang. kanker rahim dan kanker ovarium. dan yang mempunyai kombinasi antara tekanan darah tinggi. ada dua bagian rahim yang dapat menjadi tempat bermulanya kanker. Yang pertama adalah serviks. dan berat tubuh berlebih. Dari sudut pandang medik ada 2 (dua) perubahan paling penting yang terjadi pada waktu menopause yaitu meningkatnya kemungkinan terjadi penyakit jantung. yang paling menanggung resiko adalah yang pernah mendapat haid agak lambat. pendarahan antara haid. pembuluh darah serta hilangnya mineral dan protein di dalam tulang (osteoporosis). keluaran darah yang lebih lama atau lebih kental dibandingkan biasanya. Banyak wanita yang bertambah berat badannya pada masa menopause. Penyakit jantung dan pembuluh darah dapat menimbulkan gangguan seperti stroke atau serangan jantung. j. Badan Menjadi Gemuk Banyak wanita yang menjadi gemuk selama menopause. dan pendarahan haid terakhir dalam menopause. pergetahan vagina yang tidak biasa dan noda diantara haid. diperburuk dengan perilaku makan yang sembarangan. diabetes. Gejalanya adalah pendarahan tak normal. 9 .

hilangnya jabatan atau pekerjaan yang sebelumnya sangat menjadi kebanggaan sang lansia tersebut. Kecemasan Banyak ibu-ibu yang mengeluh bahwa setelah menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis. artinya ada orang yang cemas dan dapat 10 . cemas dan depresi. tidak sabar. sosial. Psikologis Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun. sukar tidur. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual. b. Misalnya kalau dulu biasa pergi sendirian ke luar kota sendiri. Kecemasan pada Ibu-ibu lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif. Berbicara tentang aspek psikologis lansia dalam pendekatan eklektik holistik. hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari ana-anaknya. bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana. mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka. tegang (tension). namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam mengingat. Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. kesepian. budaya dan spiritual dalam kehidupan lansia. Ingatan Menurun Gelaja ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah. padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat. tertekan. gugup. Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu: a. namun sekarang merasa cemas dan khawatir.2. Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung. serta merasa kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang. psikologis.

Menopause rupanya mirip atau sama juga dengan masa pubertas yang dialami seorang remaja sebagai awal berfungsinya alat-alat reproduksi. 2) Pikiran yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu. seperti: mudah marah. namun ada juga yang terus-menerus cemas. seperti: khawatir. memandang diri sebagai sangat sensitif. perasaan sangat tegang. ketergantungan yang tinggi. meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. ingin melarikan diri. sukar konsentrasi. 11 . setelah mendapatkan semangat/dukungan dari ornag di sekitarnya. 3) Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu. kewaspadaan yang berlebihan. lari dari kenyataan. pikiran kosong. menurut Blackburn and Davidson (1990:9) adalah sebagai berikut: 1) Suasana hati yaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis. seperti : menghindari situasi. berdebar-debar. merasa tidak berdaya. Akan tetapi banyak juga ibu-ibu yang mengalami menopause namun tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya. 4) Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup. mulut kering. Kecemasan yang dialami dalam situasi semacam itu memberi isyarat kepada makhluk hidup agar melakukan tindakan mempertahankan diri untuk menghindari atau mengurangi bahaya atau ancaman. gemetar. mual. 5) Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali. Gangguan kecemasan dianggap berasal dari suatu mekanisme pertahanann diri yang dipilih secara alamiah oleh makhluk hidup bila menghadapi sesuatu yang mengancam dan berbahaya. membesar-besarkan ancaman. seperti : berkeringat.tenang kembali. Adapun simtom-simtom psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek. ada yang khawatir namun ada juga yang biasa- biasa sehingga tidak menimbulkan gejolak. dimana ada remaja yang cemas. pusing. sangat sensitive dan agitasi.

d. terutama jika sikap dan perilaku tersebut dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam dirinya. Respon orang terhadap sumber stress sangat beragam. Mudah Tersinggung Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Stress dapat juga bersifat kronis misalnya konflik keluarga. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif. mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan seseorang oleh karena itu. Bagaimana juga. stress sangat individual sifatnya. bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan suatu situasi. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi. c. Stress Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas. Reaksi kita 12 . Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak menggangu. pergaulan sosial. hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah klinis. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya. Namun demikian stress tidak hanya memberikan dampak negatif. tapi bisa juga memberikan dampak positif. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam. suatu rentang waktu bisa tiba-tiba jadi pencetus stress yang temporer.Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari. termasuk para lansia menopause. kehidupan rumah tangga dan bahkan menyelusup ke dalam tidur.

5% s/d 9. e. Setiap saat. Dengan demikian secara kasar dapat dikatakan bahwa wanita dua kali lebih besar kemungkinan akan menderita depresi daripada pria. respon orang terhadap sumber stress tidak bisa diramalkan. karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi. diperkirakan bahwa 4. termasuk keadaan emosi pada saat itu dan sikap orang itu dalam menanggapi stress tersebut.3% s/d 3. Depresi dapat menyerang wanita untuk satu kali. respon orang terhadap sumber stress ini tergantung pada beberapa faktor. Di tingkat psikologis. kadang-kadang depresi merupakan respon terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase kehidupan tertentu. Simton-simton psikologis adanya depresi bila ditinjau dari beberapa aspek.2% pria akan menderita karena gangguan ini. menurut Marie Blakburn dan Kate Davidson (1990:5) adalah sebagai berikut 13 . Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuanya. akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan rasa depresi yang dalam yang tidak sesuai atau proporsional dengan lingkungan pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan. sebagaimana perbedaan suasana hati dan emosi kita dapat menimbulkan beragam reaksi. mulai dari hanya ekspresi marah sampai akhirnya ke hal-hal lain yang lebih sulit untuk dikendalikan. Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih.3% wanita dan 2. Di tingkat psikologis. Depresi Dari penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan 9% s/d 26% wanita dan 5% s/d 12% pria pernah menderita penyakit depresi yang gawat di dalam kehidupan mereka.terhadap pencetus stress dapat digolongkan dalam dua kategori psikologis dan fisiologis. sedih karena kehilangan daya tarik. sedih karena kehilangan kesempatan untuk memiliki anak.

tidur terganggu. menyalahkan diri sendiri. ditandai dengan mudah hilang konsentrasi. 2) Berpikir. lekas marah. Selain itu pihak keluarga pun diharapkan dapat merespon secara tepat sehingga tidak membuat lansia merasa dikucilkan atau disia-siakan. Keluhan ini biasanya diikuti oleh gejala-gejala psikologik berupa rasa takut. menangis. menghindari kegiatan kerja dan sosial. Mari kita bantu para lansia kita dengan memahami berbagai gejala fisik maupun psikologis sehingga tahu bagaimana cara terbaik untuk membantu mereka. mengeluh. 3) Motivasi. ditandai dengan kurang minat bekerja dan menekuni hobi. Mungkin masih ada gejala-gejala fisik maupun psikologis lain yang menyertai menopause. mudah marah. gugup dan jiwa yang kurang mantap. 5) Sintom biologis. ingin melarikan diri. Gejolak panas merupakan sensasi seperti gelombang panas yang meliputi bagian atas dada. dan muka. mudah tersinggung. ditandai dengan kesedihan. gelisah. Gejala yang tetap dan tersering adalah gejolak panas dan keringat banyak. hilang hasrat sesksual. kecemasan. ditandai dengan hilang nafsu makan atau nafsu makan bertambah. ketergantungan tinggi pada orang lain. depresi. Gejala-gejala tersebut diatas sangat perlu dipahami supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memperlakukan para lansia. 14 .1) Suasana hati. 4) Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban. lambat dan kacau dalam berpikir. leher. ragu-ragu. Dengan memahami gejala tersebut diharapkan lansia dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri mereka. sering mondarmandir. harga diri rendah. tegang. Dampak negative akibat Menopause Sekitar 40-85% dari semua wanita dalam usia klimakterik mempunyai keluhan.

perdarahan vaginal.Keluhan lain dapat berupa sakit kepala. dan mendorong penderita mencari pengobatan. Semua keluhan ini kurang menggembirakan bagi seorang wanita. ini mencakup : peningkatan rasa gelisah. kering dan menjadi lebih tipis. sehingga menimbulkan lelah dan kesukaran bangun pagi. rasa terbakar. vaginitis. leukorea. menyebabkan pengurangan kuantitas tulang sehingga mengakibatkan tulang keropos. rasa kesemutan di tangan dan kaki. Keadaan lain yang dapat diperberat oleh gejala menopause mencakup : masalah psikosomatik yang telah ada yang diperkuat oleh gejolak panas. sukar tidur. Gangguan psikogenik. Gejalagejalanya mencakup iritasi. Osteoporosis adalah gangguan tulang yang terutama menyerang tulang trabekular. jarang bagi pria mengalami gejala osteoporosis sebelum usia 70 masa-masa kehidupan wanita. Hal tersebut mengurangi kecantikan seorang wanita. mudah cemas. 15 . dispareunia. vaginismus. Keringat malam hari merupakan keluhan yang sangat mengganggu. Meskipun kedua jenis kelamin mengalami kehilangan massa tulang dengan proses menua. pola tidur yang diganggu oleh keringat malam. berdebar-debar. perubahan atrofik dapat menyebabkan dispareunia. penipisan epitel dan mudah kena trauma. serta nyeri tulang dan otot. Atrofi epitel genital dapat mengakibatkan vaginitis senilis. tak-nyaman fisis. dan hilang minat seksual. penurunan libido karena vaginitis atrofikans yang mengakibatkan dispareunia. pemendekan dan pengurangan kelenturan vagina. pruritus. berkerut. depresi. penurunan sekresi vaginal. Setelah menopause. insomnia. yang harus memelihara kelembaban protektif yang cukup dan memberikan pelumas selama sanggama. Kebanyakan masalah seksual dialami oleh wanita pascamenopause adalah karena status fisis dari mukosa vagina. sehingga wanita merasa kurang percaya diri lagi (dan dapat menambah ketidakseimbangan emosi wanita tersebut). dan sakit kepala. Kulit wanita banyak dipengaruhi oleh estrogen sehingga menimbulkan kulit kehilangan elastisitasnya.

biasanya ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur. akan terjadi haid lagi. dimana fungsi ovarium semakin menurun. Sel telur dikeluarkan dari ovarium (disebut ovulasi) dan ditangkap oleh fimbria (organ berbentuk seperti jari-jari tangan di ujung saluran telur) yang memasukkan sel telur ke tuba fallopii (saluran telur). Pertama-pertama yang mengalami kegagalan adalah fungsi korpus luteum. Masa pramenopause atau sebelum haid berhenti.F. Perubahan-perubahan Organik pada Masa Klimakterium Penyebab dan gangguan hormonal klimakterium. Menurunnya fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin. Perkembangan dan fungsi seksual wanita secara normal dipengaruhi oleh sistem poros hipotalamus-hipofisis-gonad yang merangsang dan mengatur produksi hormon-hormon seks yang dibutuhkan. Dari beberapa kantong telur tersebut hanya satu yang matang dan menghasilkan sel telur yang siap dibuahi. Keadaan ini akan mengakibatkan peningkatan produksi dan sekresi FSH dan LH. berkurangnya jumlah sel telur dan menurunnya pengeluaran hormon seks. Turunnya produksi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Begitu seterusnya sampai mendekati masa klimakterium. 16 . Kedua hormon FSH dan LH ini yang akan mempersiapkan sel telur pada wanita. Pada masa ini sebenarnya telah terjadi aneka perubahan pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah. Hal ini akan mengakibatkan interaksi antara hipotalamushipofisis terganggu. Apabila sel telur dibuahi oleh spermatozoa maka akan terjadi kehamilan tetapi bila tidak. Peningkatan kadar FSH merupakan petunjuk hormonal yang paling baik untuk mendiagnosis sindrom klimakterik. Hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang akan merangsang kelenjar hipofisis untuk menghasilkan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). FSH dan LH akan meningkat secara bertahap setelah masa haid dan merangsang ovarium untuk menghasilkan beberapa follicle (kantong telur). Pramenopause bisa terjadi selama beberapa bulan sampai beberapa tahun sebelum menopause.

pencatatan suhu basal badan. dan pada pascamenopause menjadi 20-150 ng. Kehamilan pada usia ini mempunyai risiko baik bagi ibu yang hamil maupun bagi janinnya. dan vaginitis atrofikans) dan gejala-gejala lanjut akibat perubahan metabolik yang berpengaruh pada organ sasaran (osteoporosis). Hal yang pertama sekali dipikirkan tentu hamil atau tidak. Menurunnya kadar estrogen mengakibatkan gangguan keseimbangan hormonal yang dapat berupa gangguan neurovegetatif. metabolik dan gangguan siklus haid. G. Psikologik yang mendasari kepribadian wanita klimakterik itu. Tetapi ada juga wanita yang berpendapat.Secara endokrinologis. Perkiraan seperti ini sudah tidak dapat dibenarkan lagi. pada masa pramenopause menurun menjadi 150-200 ng. klimakterik ditandai oleh turunnya kadar estrogen dan meningkatnya pengeluaran gonadotropin. 2. Pencegahan kehamilan harus tetap dilakukan. maupun bentuk lainnya sebaiknya tidak dipakai. Cara ini 17 . gangguan somatik. estrogen yang dihasilkan 300-800 ng. Sosio-budaya menentukan dan memberikan penampilan yang berbeda dari keluhan klimakterik 3. Pencegahan kehamilan Banyak wanita 40-50 tahun menjadi gelisah bila haidnya tiba-tiba berhenti atau menjadi tidak teratur. Pada wanita masa reproduksi. Haid yang tidak teratur hanya menunjukkan bahwa pematangan ovum tidak terjadi lagi secara siklis. Beratnya gangguan tersebut pada setiap wanita berbeda-beda bergantung pada: 1. juga akan membe-rikan penampilan yang berbeda dalam keluhan klimakterik. bahwa bila usia sudah di atas 40 tahun dan haid tidak teratur pasti tidak mungkin hamil lagi. gangguan psikis. Keadaan ini menimbulkan gejala-gejala klimakterik dini (gejolak panas. Penurunan aktivitas ovarium yang mengurangi jumlah hormon steroid seks ovarium. Pencegahan beberapa Dampak Masa Klimakterium 1. tetapi bukan berarti tidak dapat terjadi pembuahan. Semua jenis kontrasepsi alamiah seperti pantang berkala. keringat banyak.

sudah pasti wanita itu memasuki usia menopause. Kajian itu menekankan pentingnya memulai substitusi estrogen-progestogen secara dini pada menopause. sangat mungkin dengan memulihkan kadar kalsitonin yang turun setelah menopause. Kerugiannya adalah bahwa dengan siklus haid yang teratur tidak dapat ditentukan saat wanita tersebut memasuki menopause. Penggunaan pil sebagai kontrasepsi. sehingga kehamilan sudah tidak mungkin terjadi. densitas tulang secara nyata meningkat. Sementara kebanyakan kajian menunjukkan bahwa pengobatan estrogen menghambat penyerapan kalsium dari tulang. tetapi ini juga menunjukkan bahwa hormon-hormon ini 18 . Penambahan progestogen ke pengobatan estrogen mungkin penting dalam mencegah osteoporosis tetapi mungkin penting dalam mengobati penderita yang telah mengalami osteoporosis. kehilangan massa tulang secara bermakna lebih rendah daripada pada kedua kelompok plasebo. terlihat perbedaan bermakna antara penderita yang memperoleh pengobatan estrogenprogestogen siklik dan kelompok yang diberikan plasebo. karena pengobatan dengan progestogen juga efektif dalam mencegah kehilangan tulang (bone loss). Meskipun ada beberapa demineralisasi pada pemakai estrogen- progestogen bilamana pengobatan dimulai lebih lama daripada 3 tahun setelah menopause. Bila sudah tidak haid lagi dua belas bulan berturut-turut. Pencegahan osteoporosis Pencegahan osteoporosis pascamenopause bukan hanya bergantung pada estrogen. Pada wanita yang diberikan pengobatan kombinasi estrogen-progestogen kurang dari 3 tahun setelah awitan menopause. 2. sekurang-kurangnya 3 kajian telah memperli-hatkan bahwa kombinasi pengobatan estrogen-progestogen sesungguhnya meningkatkan massa tulang dengan memajukan pembentukan tulang baru.hanya dapat digunakan pada wanita yang siklus haidnya masih teratur. selain dapat mengatur siklus haid juga sekaligus dapat menghilangkan keluhan klimakterik. Dalam kajian prospektif tersamar ganda 10 tahun.

Kelompok lain membandingkan khasiat estrogen saja dengan kombinasi estrogenprogestogen terhadap parameter metabolik dari kehilangan tulang : (a) kalsium plasma. 19 . Pemakaian sekarang mengurangi risiko bahkan lebih rendah. (b) gagal jantung kongestif. Pemakaian estrogen pascamenopause secara bermakna mengurangi penyakit jantung koroner.5 mg sehari merupakan dosis yang digunakan pada kajian ini. 2. dan (d) hipertensi. The Nurses' Heart Study memastikan bahwa : 1. Pencegahan penyakit jantung koroner Beberapa kajian terbaru menyarankan bahwa estrogen dapat memberikan khasiat protektif terhadap penyakit kardiovasku-ler. dan (c) hidroksiprolin. Patut dicatat bahwa es-trogen konjugasi 2. Penurunan 63% pada harapan kematian akibat penyakit jantung diamati pada 1. ditemukan penurunan bermakna pada : (a) penyakit arterikoroner. Massa tulang juga meningkat pada wanita yang diberikan plasebo setelah ditukar ke pengobatan hormon aktif. 3. Bilamana beberapa penderita dalam kelompok estrogen-pro-gestogen ditukar ke plasebo. kandungan mineral tulang meningkat selama 3 tahun pengobatan hormon kombinasi tetapi terus menurun pada kelompok yang diberikan plasebo. (c) penyakit kardiovaskuler aterosklerotik.bermanfaat untuk wanita osteoporotik. terutama bilamana dipakai estrogen alamiah dosis rendah yang cukup untuk memulihkan gejala menopause. Pada kajian silang yang membandingkan khasiat pengobatan estrogenprogesteron dengan plasebo. (b) nisbah kal-sium/kreatinin urin. Semua nilai berkurang dengan pengobatan estrogen dan menurun lebih lanjut bilamana progestogen ditambahkan ke estrogen. densitas tulang menurun. tanpa memandang usia. Pada wanita yang diobati selama 25 tahun yang diawasi selama 25 tahun dan dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai estrogen.000 wanita yang dibati dengan estrogen yang diawasi selama 15 tahun.

Senja di usia tidaklah berarti senja di kehidupan. dan pengaturan diet terutama diet tinggi kalsium dan rendah lemak  Menghindari peningkatan berat badan dan bila sudah terlanjur gemuk berat badan perlu diturunkan.  Pendekatan dengan dokter keluarga atau orang ketiga lain yang dianggap sesuai untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi. Ada beberapa cara yang dapat digunakan.riwayat infark miokard pada orangtua .kolesterol tinggi . Memang masa muda telah berlalu. Seperti dikemukakan bahwa hanya sekitar 25 % wanita mengeluh 20 .  Jauhkanlah diri dari pekerjaan yang menjemukan. Manfaat ini diperoleh setelah penyesuaian terhadap faktor-faktor seperti : .Hipertensi . seperti :  Makanan yang bergizi cukup.Diabetes . Manajemen Kebidanan pada Masa Klimakterium Bagaimana bidan menghadapi masalah klimaterium di tengah masyarakat.  Olahraga dan tidur yang teratur.  Carilah ketenangan dengan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan.riwayat pemakaian kontrasepsi oral . mengurangi kenaikan tekanan darah dan obstipasi. Klimakterium bukanlah akhir dari segala-galanya.obesitas Wanita yang hidup dengan keluhan klimakterik dapat mencoba mengubah sendiri keadaan tersebut. tetapi bukan berarti kita hanya hidup untuk memikirkan nilai yang berguna untuk masyarakat. H.Merokok .3.

Balneoterapi ( pengaturan diet ) 4.karena terjadi penurunan estrogen tubuh dan memerlukan tambahan hormon sebagai substitusi. Psikoterapi 2. Setelah pengobatan. psikofarmaka 3. Substitusi hormonal ( 3.98 ) 21 . Sedativa. Pemberian substitusi hormon tanpa diikuti pengawasan ketat adalah berbahaya. Melakukan KIEM sehingga wanita dengan keluhan klimakterium dapat memeriksakan diri ke dokter puskesmas 2. karena bidan dapat mengambil langkah: 1. bidan dapat meneruskan pengawasan 4. Bidan berkonsultasi dengan dokter puskesmas atau dokter ahli 3. Bidan dapat merujuk penderita ke Rumah Sakit Pengobatan dasar bagi sindrom klimakterik meliputi : 1.

Saran Agar seluruh tenaga kesehatan terutama bidan dapat lebih memperhatikan bagaimana pelayanan yang berkualitas sesuai dengan standar manajemen kebidanan khusunya pada asuhan persalinan patologis.BAB III PENUTUP A. B. yang mulai dari akhir masa reproduktif dari kehidupan sampai masa non-reproduktif. Masa klimakterium meliputi pramenopause. untuk tercapainya taraf hidup yang lebih baik. menopause. 22 . dan pascamenopause. informasi dan edukatif kepada wanita lanjut usia khususnya bagi yang menginjak masa klimakterium dan lebih intensive pada pasien yang mengalami masalah dalam menghadapi masa klimakterium/ menopause tersebut. Pada wanita terjadi antara umur 40-65 tahun. Kesimpulan Klimakterium adalah masa peralihan dalam kehidupan normal seorang wanita sebelum mencapai senium. Secara umum perubahan yang terjadi pada masa klimakterium dapat dibagi menjadi perubahan fisik dan perubahan psikologis yang dapat ditangani dengan manajemen kebidanan pada masa klimakterium/ menopause yaitu dengan memberikan konseling.

Bandung : CV.com/document_downloads/direct/76637382?extension=docx&f t=1351259409&lt=1351263019&source=read+page&uahk=ts8arF9usVKLq/l4D H2rO5CoMFk (Accesed: 2012. Psikologi Wanita (jilid 2) Mengenal Wanita Sebagai Ibu & Nenek. 2007. Mandar Maju Smart-Click. Available from: http://www. Available from: http://www. Asuhan Kebidanan : Pada Masa Klimakterium atau Menopause.DAFTAR PUSTAKA Kartono. Oktober 26) Asuhan Kebidanan Pada Masa Klimakterium Dalam Konteks Kesehatan Reproduksi Berdasarkan Evidence Based Berspektif Gender dan HAM.g-excess.com/4560/asuhan-kebidananpada-masa-klimakterium-atau-menopause/ (Accesed: 2012. 2011.scribd. Kartini. Oktober 26) 23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful