P. 1
Teori Cahaya Menurut Para Ahli

Teori Cahaya Menurut Para Ahli

|Views: 535|Likes:
Published by cylza

More info:

Published by: cylza on Mar 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2015

pdf

text

original

TEORI CAHAYA MENURUT PARA AHLI  John Archibald Wheeler pada 1968.

Wheeler memberi nama demikian kerana lubang hitam tidak dapat dilihat, kerana cahaya turut tertarik ke dalamnya sehingga kawasan disekitarnya menjadi gelap.  Isaac Newton dan Galileo Galilei, menggabungkan teori al-Haytham dengan temuan mereka. Juga teori konvergensi cahaya tentang cahaya putih terdiri dari beragam warna cahaya yang ditemukan oleh Newton, Seorang ahli fisika Jerman, mengetahui sesuatu melalui satu proses yang bermula daripada cahaya menyentuh  MAX PLANCK memersatukan teori-teori fisika dari klasik sampai modern tetapi hasilnya nihil.Energi menurut ahli-ahli fisika gak bisa dilenyapkan.Spectrum atom hydrogen menurut Rydberg memenuhi persamaan. dengan. R : tetapan Ridberg = 1097.107 m-1. Deret Lymen : n1 = 1 dan n2 = 2,3,4,… (daerah ultra ungu); Deret Balmer : n1 = 2 dan n2 = 3,4,5,… (daerah cahaya tampak); Deret Paschen B. Teori Kuantum Planck. Max Planck mengajukan gagasan bahwa radiasi elektromagnet bers radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebutnya quanta. Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi cahaya (misalnya pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas fisik yang oleh Planck diringkas dengan "h", tetapi sekarang disebut "patokan Planck. Lubang hitam adalah suatu daerah dimana hukum-hukum fisika tidak berlaku lagi. Tempat itu memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat dan siapapun yang masuk tidak bisa keluar kembali termasuk cahaya sekalipun. sifat diskret (suatu benda hanya dapat memancarkan).  Menurut teori Einstein kecepatan komunikasi tidak dapat melampaui kecepatan cahaya.

Percobaan yang dilakukan oleh Hans Christian Oersted (1777 - 1851), menunjukkan bahwa arus listrik dapat membuat jarum kompas berubah arah. Hal ini membuktikan bahwa di sekitar arus listrik terdapat medan magnet. Kemudian, ilmuwan Prancis Andre Marie Ampere (1775 -

1836), menemukan bahwa dua kawat yang bermuatan arus listrik dapat dibuat tarik-menarik atau tolak-menolak, persis seperti magnet. Pada tahun 1865, ilmuwan Skotlandia, James Clerk Maxwell (1831 - 1879), menyatakan bahwa medan listrik dan medan magnet berhubungan erat. Maxwell menyadari bahwa jika suatu arus listrik dialirkan maju-mundur, arus itu dapat menimbulkan gelombang elektromagnetik yang berubah-ubah yang memancar keluar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Perhitungan-perhitungannya menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik itu memancar pada kecepatan cahaya. Berdasarkan hal ini, Maxwell menyimpulkan bahwa cahaya itu sendiri adalah bentuk gelombang elektromagnetik. Medan listrik dan medan magnetik selalu saling tegak lurus, dan keduanya tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang. Jadi, gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal. Cepat rambat gelombang elektromagnetik tergantung pada permeabilitas vakum ( _0 ) dan permitivitas vakum ( _0 ) sesuai dengan hubungan: c=
00

1 __

......................................................... (2.1) Permeabilitas vakum diketahui sebesar 4 _ 10-7 Wb/A.m dan permitivitas vakum adalah 8,85 10-12 C/Nm2, sehingga diperoleh nilai c = 3 108 m/s.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->