P. 1
teori-teori komunikasi

teori-teori komunikasi

|Views: 23|Likes:
Published by Masyrufi Maulana
semua teori teori ynag bersangkutan dengan komunikasi
semua teori teori ynag bersangkutan dengan komunikasi

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Masyrufi Maulana on Mar 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

Oleh M Badri Tujuan komunikasi adalah tercapainya suatu pemahaman bersama (mutual understanding) antara dua atau lebih

partisipan komunikasi terhadap suatu pesan (dalam hal ini adalah ide baru) melalui saluran komunikasi tertentu. Dalam komunikasi inovasi, proses komunikasi antara (misalnya penyuluh dan petani) tidak hanya berhenti jika penyuluh telah menyampaikan inovasi atau jika sasaran telah menerima pesan tentang inovasi yang disampaikan penyuluh. Namun seringkali (seharusnya) komunikasi baru berhenti jika sasaran (petani) telah memberikan tanggapan seperti yang dikehendaki penyuluh yaitu berupa menerima atau menolak inovasi tersebut. Dalam proses difusi inovasi, komunikasi memiliki peranan penting menuju perubahan sosial sesuai dengan yang dikehendaki. Rogers dan Floyed Shoemaker (1987) menegaskan bahwa “difusi merupakan tipe komunikasi khusus, yaitu mengkomunikasikan inovasi. Ini berarti kajian difusi merupakan bagian kajian komunikasi yang berkaitan dengan gagasan-gagasan baru, sedangkan pengkajian komunikasi meliputi semua bentuk pesan”. Jadi jika yang dikomunikasikan bukan produk inovasi, maka kurang lazim disebut sebagai difusi. Teori difusi inovasi sangat penting dihubungkan dengan penelitian efek komunikasi. Dalam hal ini penekannya adalah efek komunikasi yaitu kemampuan pesan media dan opinion leader untuk menciptakan pengetahuan, ide dan penemuan baru dan membujuk sasaran untuk mengadopsi inovasi tersebut. 1. Teori Efek Komunikasi Massa a. Model Lasswell Salah satu teoritikus komunikasi massa yang pertama dan paling terkenal adalah Harold Lasswell, dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering dikutif banyak orang yakni: Siapa (Who), berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect) (Littlejhon, 1996). b. Komunikasi dua tahap dan pengaruh antar pribadi Teori ini berawal dari hasil penelitian Paul Lazarsfeld dkk mengenai efek media massa dalam kampanye pemilihan umum tahun 1940. Studi ini dilakukan dengan asumsi bahwa proses stimulus bekerja dalam menghasilkan efek media massa. Namun hasil penelitian menunjukan sebaliknya. Efek media massa ternyata rendah dan asumsi stimulus respon tidak cukup menggambarkan realitas audience media massa dalam penyebaran arus informasi dan menentukan pendapat umum. Teori dan penelitian-penelitian komunikasi dua tahap memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:

pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenhi kebutuhannya. Teori. dan ekonomi dalam masyarakat. menghasilkan (4) berbagai percampuran personal individu. tingkat pergaulan yang lebih tinggi. anggapan bahwa didinya berpengaruh terhadap orang lain. yang pertama mengenai penerima dan perhatian. Dengan kata lain. dan (5) persepsi mengenai solusi bagi persoalan tersebut. yang menghasilkan (6) berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan. dan juga dengan (3) struktur masyarakat. yang menghasikan (7) perbedaan pola konsumsi media dan (8) perbedaan pola perilaku lainnya. 2007): (1) Kebutuhan dasar tertentu. ini mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut. sekaligus akan memengaruhi pula (11) struktur media dan berbagai struktur politik. dan khususnya dapat dibagi atas mereka yang secara aktif menerima dan meneruskan/enyebaran gagasan dari media. 4) Individu tidak bersikap sama terhadap pesan/kampanye media. yang menyebabkan (9) perbedaan pola konsumsi. 5) individu-individu yang berperan lebih aktif (pemuka pendapat) ditandai oleh penggunaan media massa yang lebih besar.1) Individu tidak terisolasi dari kehidupan sosial. Uses and Gratifications (Kegunaan dan Kepuasan) Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974). Konsep use (penggunaan) . dalam interaksinya dengan (2) berbagai kombinasi antara intra dan ekstra individu. yang dapat memengaruhi (10) kombinasi karakteristik intra dan ekstra individu. Artinya pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya Elemen dasar yang mendasari pendekatan teori ini (Karl dalam Bungin. merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratifications dan teori tradisional mengenai efek. c. tetapi melalui perantaraan dan dipengaruhi oleh hubungan-hubungan sosial tersebut. yang kedua berkaitan dengan espon dalam bentuk persetujuan atau penolakan terhadap upaya mempengaruhi atau menyampaikan informasi. tetapi merupakan anggota dari kelompok-kelompok sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. dan memiliki peran sebagai sumber informasi dan panutan. d. termasuk struktur media. dan mereka yang sematamata hanya mengandalkan hubungan personil dengan orang lain sebagai penentunya. Uses and Effects Pertama kali dikemukakan Sven Windahl (1979). kultural. melainkan memiliki berbagai peran yang berbeda dalam proses komunikasi. 2) Respon dan rekasi terhadap pesan dari media tidak akan terjadi secara langsung dan segera. 3) Ada dua proses yang langsung.

Asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa. pembentukan sikap. Teori ini menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum ditentukan oleh suatu . dan individu dalam aktivitas sosial. Jadi apa yang dianggap penting media. penegasan/ penjelasan nilai-nilai. perubahan. 3. menciptakan ketakutan atau kecemasan. terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar bukan dengan perubahan sikap dan pendapat. Behavioral. mengaktifkan atau menggerakkan atau meredakan. fokus dari teori ini lebih kepada pengertian yang kedua. yang memfokuskan pada kondisi struktural suatu masyarakat yang mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa. dan konflik pada tataran masyarakat. Teori ini berangkat dari sifat masyarakat modern. Kognitif. DeFluer (1976). pembentukan isu tertentu atau penyelesaiannya. Ini dapat berarti exposure yang semata-mata menunjuk pada tindakan mempersepsi. Afektif. 2. pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang lebih kompleks. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek yang sangat kuat. berkaitan dengan pertanyaan bagaimana terbentuknya pendapat umum. Penggunaan media dapat memiliki banyak arti. g. menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas serta menyebabkan perilaku dermawan. perluasan sistem keyakinan masyarakat. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. agendasetting. maka penting juga bagi masyarakat.merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. menciptakan atau menghilangkan ambiguitas. Dalam konteks lain. Model Konseptual Agenda Setting: Lihat McQuail & Windahl (1993) f. Secara ringkas kajian terhadap efek tersebut dapat dirumuskan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. dan meningkatkan atau menurunkan dukungan moral.kelompok. e. diamana media massa diangap sebagai sistem informasi yang memiliki peran penting dalam proses memelihara. The Spiral of Silence Teori the spiral o f silence (spiral keheningan) dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman (1976). Teori Agenda Setting Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi.

Seorang penerima atau receiver c. menjelaskan tentang pencarian. k. dan persepsi individu tentang pendapatnya dalam hubungannya dengan pendapat orang-orang lain dalam masyarakat. h. komunikasi antar pribadi. Kemudian sejumlah besar individu itu akan merespons informasi itu. The social construction of reality. Secara teoritis peningkatan ini akan menguntungkan setiap orang dalam masyrakat karena setiap individu memiliki kemungkinan untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia untuk memperluas wawasan.R mengansumsikan bahwa pesan informasi dipersiapkan oleh media dan didistribusikan secara sistematis dalam sekala yang luas. Mereka menulis tentang . penginderaan. Salah satu asumsi utamanya adalah bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan image of reality-nya karena informasi itu bisa saja membahayakan. A Treatise in the sociology of knowledge. Pesan (stimulus) b. Information Gaps Dalam membahas efek jangka panjang komunikasi massa. yang sebagian besar dilakukan oleh media massa. dan pemrosesan informasi. Latar belakang pemikiran ini terbentuk oleh arus informasi yang terus meningkat. seseorang dapat menjelaskan suatu kaitan erat antara pesan-pesan media dan reaksi audience. Dengan demikian. dimana efek merupakan reaksi terhadap stimulus tertentu. Sehingga secara serempak pesan tersebut dapat diterima oleh sejulah besar individu. Information Seeking Donohew dan Tipton (1973). bukan ditujukan kepada orang per orang. Stimulus – Respons Pada dasarnya merupakan prinsip belajar yang sederhana. prinsip S. penting dikemukkan pokok bahasan mengenai celah pengetahuan (information gaps). Efek (respons) Dalam masyarakat massa. i. Konstruksi sosial media massa Gagasan awal dari teori ini adalah untuk mengoreki teori konstruksi sosial atas realitas yang dibangun oleh Peter L Berrger dan Thomas Luckmann (1966. Elemen-elemen utama teori ini menurut McQuail (1996): a. j.proses saling mempengaruhi antara komunikasi massa. Tafsir sosial atas kenyataan: sebuah risalah tentang sosisologi pengetahuan). disebut memiliki akar dari pemikiran psikologi sosial tentang sikap.

Konteks Tatap muka perantara komunikasi 4. 2. Proses simultan ini terjadi antara individu satu dengan lainnya di dalam masyrakat. dapat menembus waktu dan ruang. lambat Rendah. 3. Sebaliknya bersifat lokalit jika hanya terbatas pada daerah atau sistem sosial itu saja. Saluran interpersonal dapat berifat kosmopolit. Saluran lokalit dan saluran kosmopolit. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Oleh karena itu dalam menggunakan saluran komunikasi ini perlu mempertimbangkan berbagai hal. Bangunan realitas yang tercipta karena proses sosial tersebut adalah objektif. Saluran Komunikasi Saluran komunikasi dapat dibagi menjadi dua. subjektif. dan b. objektivasi. Akibat Perubahan sikap Peruahan pengetahuan Dalam difusi inovasi saluran komunikasi memiliki karakter kelebihan dan kelemahan masing-masing. Hasil penelitian Rogers dan Beal (1960) berkaitan dengan saluran komunikasi menunjukan beberapa prinsip sebagai berikut: 1) saluran komunikasi massa relatif lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran antar pribadi (interpersonal) relatif lebih penting pada tahap persuasi.konstruksi sosial atas realitas sosial dibangun secara simultan melalui tiga proses. Mengatasi seleksi Tinggi. Tabel Perbedaan Saluran Komunikasi Saluran Interpersonal Media massa Cenderung duaCenderung searah arah tinggi rendah No Sifat-sifat 1. Saluran interpersonal dan media massa. . 2. yaitu a. dan internalisasi. Saluran interpesonal adalah saluran yang melibatkan tatap muka antara sumber dan penerima. yaitu eksternalisasi. yakni jika menghubungkan dengan sumber di atau dari luar sistem . cepat 5. 4. 1. Arus pesan 2. Saluran media massa adalah penyampaian pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar. antar dua orang aau lebih. Kemungkinan umpan balik 3. dan simbolis atau intersubjektif.

2) saluran kosmopolit lebih penting pada tahap pengetahuan dan saluran lokal relatif lebih penting pada tahap persuasi. 3) saluran media masa relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran antar pribadi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). dan 4) saluran kosmopolit relatif lebih penting dibandingkan dengan saluran lokal bagi bagi adopter awal (early adopter) dibandingkan dengan adopter akhir (late adopter). .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->