P. 1
Perawatan Bedah.docx

Perawatan Bedah.docx

|Views: 305|Likes:
Published by Devi Triya

More info:

Published by: Devi Triya on Mar 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2015

pdf

text

original

Perawatan Bedah Periodontal

PERAWATAN BEDAH PERIODONTAL MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Periodonsia 3

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2011

BEDAH PERIODONTAL Pengertian Bedah Periodontal Bedah periodontal merupakan bagian dari terapi periodontal dengan maksud untuk meningkatkan akses dan pandangan (visibility) untuk scalling dan rootplanning, membuang jaringan granulasi, dan memperbaki jaringan periodontal yang rusak sebagai faktor predisposisisi bagi penyakit periodontal selanjutnya. Tujuan Bedah Periodontal Tujuan bedah periodontal diantaranya adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Menyehatkan jaringan periodontal. Menciptakan estetika wajah (mulut) Mengeliminasi poket untuk menghilangkan retensi plak. Mengembalikan fungsi alat-alat kunyah.

Sebelum dilakukan bedah periodontal. (3) peralatan yang tersedia lengkap. Kontra Indikasi Bedah Periodontal 1. Kontur tulang tidak beraturan atau crater 5. re-evaluasi terapi fase 1. model studi 3. kelainan darah. alergi dan kelainan lainnya 4. (4) disertai dengan model studi dan gambar. Keterlibatan furkasi kelas II dan III 3. Kelengkapan. Dilakukan minimal 1 bulan pasca perawatan setelah selesai evaluasi 2. Tersedianya alat-alat emergensi Pencegahan penularan infeksi Sedasi dan anestesi à menggunakan oral benzodiazepine. dan kelainan neurologis. Adanya penyakit sistemik. 3. kelainan hormonal. premedikasi. Inflamasi yang persisten dengan poket sedang atau dalam 2.Indikasi Bedah Periodontal 1. radiografi. seperti kardiovascular. (2) asistensi yang kompeten. Keterangan tentang riwayat medis (informed consent) seperti penyakit sistemik. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan bedah periodontal. 4. Poket yang tidak hilang setelah perawatan pertama. Poket infrabony (dasar poket dibawah puncak alveolar) dengan atau tanpa masalah mukosa gingival 4. 7. Persiapan pasien à mencakup informed concent. 6. Scalling dan rootplanning Hemostatis Periodontal pack ( pembalut periodontal) Prosedur Bedah Prosedur bedah yang harus dilakukan yaitu: 1. yakni (1) adanya pengetahuan tentang sterilisasi. Kesadaran atau pengertian pasien tentang bedah periodontal . seperti catatan dental atau perio. 5. berikut ini adalah prinsip umum bedah periodontal: 1. Pasien yang tidak kooperatif 2.

Berbeda dengan jaringan granulasi pada keadaan yang normal. Peralatan bedah setelah dipakai di cuci dan disterilkan 8. Kuretase Tertutup Kuretase tertutup terbagi menjadi 2 yaitu kuretase gingival dan kuretase subgingival. lengkap. 4. 3. Kuretase gingival adalah prosedur dimana dilakukan penyingkiran jaringan lunak terinflamasi yang berada di lateral dinding poket. 5. 2. disamping adanya partikel-partikel kalkulus dan koloni-koloni bakteri. sementara untuk keperluan lain dilakukan oleh asisten 7. dan bagian epitel yang penetrasi sampai ke jaringan. Jenis –Jenis Bedah Periodontal Ada 5 jenis bedah periodontal. Adanya epitel tersebut akan menghambat perlekatan serat-serat gingiva dan ligamen periodontal yang baru ke permukaan sementum pada daerah tersebut. harus ada ijin dari pengawas atau dosen perio. perluasan epitel yang penetrasi ke jaringan granulasi. Peralatan steril. Namun ada perbedaan pendapat dalam hal terjaminnya penyingkiran epitel . Bila operator mahasisiwa. diantaranya adalah 1. Sebaliknya kuretase subgingival adalah prosedur yang dilakukan dari epitel penyatu.5. Adanya koloni bakteri tersebut akan mempengaruhi gambaran patologis dari jaringan dan menghambat penyembuhan. dan epitel penyatu. disimpan pada tempat yang mudah di jangkau pada saat dilakukan bedah periodontal 6. Jaringan granulasi yang terinflamasi dilapisi oleh epitel. Kuretase Gingivectomny (gingivoplasty) Bedah periodontal Bedah mucoginggival Bedah prostetik Kuretase 1. dimana perlekatan jaringan ikat disingkirkan sampai ke tulang alveolar. Daerah pengkuretan pada kuretase gingival (panah putih) dan kuretase subgingival (panah hitam) Prosedur kuretase mencakup penyingkiran jaringan granulasi yang terinflamasi kronis yang berada pada dinding saku periodontal. jaringan granulasi pada dinding jaringan ikat saku periodontal mengandung daerahdaerah yang terinflamasi kronis. Operator selalu berada di dekat pasien. Kegunaan kuretase masih diperlukan terutama bila diharapkan terjadinya perlekatan baru pada saku infraboni. Kuretase sebenarnya dapat menyingkirkan sebagian atau keseluruhan epitel yang mendindingi saku (epitel saku).

Apabila masih ada partikel kalkulus yang tertinggal atau sementum yang lunak. Namun harus diingat. Anestesi. Beberapa peneliti menemukan bahwa dengan penskeleran dan penyerutan akar epitel dinding saku hanya terkoyak dan epitel dinding saku serta epitel penyatu tidak tersingkirkan. Namun demikian. meskipun tidak tuntas. atau bagi pasien yang karena alasan medis. Indikasi Kuretase    Kuretase dapat dilakukan sebagai bagian dari prosedur perlekatan baru pada saku infraboni dengan kedalaman sedang yang berada pada sisi yang aksesibel dimana bedah “tertutup” diperhitungkan lebih menguntungkan. dan prognosis menjadi kurang baik. Sebelum melakukan kuretase gingival atau kuretase subgingival. 13 – 14 (untuk permukaan mesial) dan kuret Gracey no. Permukaan akar gigi dievaluasi untuk melihat hasil terapi fase I. 3. tujuan penyingkiran saku adalah dikompromikan. Tahapan Prosedur Kuretase Tahapan prosedur teknik kuretase adalah sebagai berikut: 1. Kuretase sering juga dilakukan pada kunjungan berkala dalam rangka fase pemeliharaan. hambatan teknis dan aksesibilitas yang inadekuat sering menyebabkan tehnik ini dikontraindikasikan. Penskeleran dan penyerutan akar.dinding saku dan epitel penyatu. atau kuret Gracey no. 2. bahwa pada pasien yang demikian. Alat kuret. terutama pada daerah dimana telah dilakukan bedah saku. daerah yang dikerjakan terlebih dulu diberi anestesi lokal. usia dan psikologis tidak mungkin diindikasikan teknik bedah yang lebih radikal seperti bedah flep misalnya. misalnya kuret universal Columbia 4R – 4L. Kuretase dapat dilakukan sebagai perawatan nondefinitif (perawatan alternatif) untuk meredakan inflamasi sebelum penyingkiran saku dengan tehnik bedah lainnya. Penyingkiran epitel saku. Baik klinisi maupun pasien harus memahami keterbatasan dari perawatan nondefinitif ini. 11 – 12 (untuk permukaan distal) diselipkan ke dalam saku sampai menyentuh epitel saku dengan sisi . sebagai metoda perawatan pemeliharaan pada daerah-daerah dengan rekurensi/kambuhnya inflamasi dan pendalaman saku. Sekelompok peneliti lain menemukan terjadinya penyingkiran epitel saku dan epitel penyatu. Indikasi yang demikian hanya berlaku apabila tehnik bedah yang sebenarnya diindikasikan tidak memungkinkan untuk dilakukan. penskeleran dan penyerutan akar diulangi kembali.

Kuretase Terbuka (ENAP = Excisional New Attachment Prosedure) Teknik Modifikasi Prosedur Perlekatan Baru dengan Eksisi (Modified Excisional New Attachment Procedure/MENAP) adalah modifikasi dari teknik ENAP (Ecxisional New Attachment Procedure) yang dikembangkan oleh U. Pemasangan pembalut periodontal tidak mutlak dilakukan.4. Pembersihan daerah kerja. 2. 6. untuk pengadaptasiannya dilakukan penjahitan. Daerah kerja diirigasi dengan akuades (aquadest) untuk menyingkirkan sisa-sisa debris. Tehnik ini pada dasarnya merupakan kuretase subgingival yang dilakukan dengan menggunakan skalpel. Kuret kemudian diselipkan lebih dalam sehingga meliwati epitel penyatu sampai ke jaringan ikat yang berada antara dasar saku dengan krista tulang alveolar. Penyingkiran epitel penyatu hanya dilakukan pada kuretase subgingival. Naval Dental Corps (Dinas Kesehatan Gigi angkatan Laut Amerika Serikat). Dinding saku yang telah dikuret diadaptasikan ke permukaan gigi dengan jalan menekannya dengan jari selama beberapa menit. Penyingkiran epitel penyatu. Untuk penyingkiran secara tuntas semua epitel saku dan jaringan granulasi perlu dilakukan beberapa kali sapuan. Permukaan luar gingival ditekan dari arah luar dengan jari dari tangan yang tidak memegang alat. Penyingkiran epitel penyatu dan jaringan granulasi. Kuretase subgingival. Namun apabila papila interdental sebelah oral dan papilla interdental sebelah vestibular terpisah. Dengan gerakan seperti menyekop ke arah permukaan gigi jaringan ikat tersebut disingkirkan. Pengadaptasian. pemotong diarahkan ke dinding jaringan lunak saku. Penyingkiran epitel dinding saku. B. Pemasangan pembalut periodontal. 5. A. Kuretase gingival dilakukan dengan kuret dengan cara horizontal. C. Prosedur pengkuretan selesai.S. lalu dengan sapuan ke arah luar dan koronal epitel saku dikuret. Indikasi Teknik modifikasi perlekatan baru dengan eksisi diindikasikan pada: . tergantung kebutuhan. 7.

Tepi luka dijahit di interproksimal dengan jahitan interdental. 2. Pada tehnik ini tidak ada pembukaan flep. 9. Pemasangan pembalut periodontal. Tepi luka pada kedua sisi dipertautkan. Luka sedikit ditekan dari arah oral dan vestibular selama 2 – 3 menit agar bekuan darah yang terbentuk tipis saja. Tahapan Prosedur Tahapan prosedur dari teknik ini adalah sebagai berikut: 1. plat tulang vestibular sedikit ditipiskan dengan jalan osteoplastik. Saku pada regio anterior. Insisi kedua dilakukan mulai dari dasar saku melalui serat krista alveolaris (dan pada permukaan proksimal melalui juga serat transeptal) ke krista tulang alveolar. A. Insisi dilakukan dengan skalpel/pisau bedah. Penskeleran dan penyerutan akar. Pembuatan insisi pertama.1. 2. 8. dimulai dari tepi gingiva ke arah apikal menuju krista tulang alveolar. Pembuatan insisi kedua. Adanya cacat tulang yang harus dikoreksi. Penjahitan. Daerah yang . Pembersihan daerah kerja. Apabila tepi gingiva tidak bertaut rapat. dan dibuka seminggu kemudian. Teknik modifikasi prosedur perlekatan baru dengan eksisi. Dalam melakukan penskeleran dan penyerutan harus diperhatikan agar tidak sampai menyingkirkan jaringan ikat yang melekat ke sementum akar pada daerah 1. Anestesi. Saku supraboni dengan kedalaman dangkal sampai sedang (sampai dengan 5. Pembalut periodontal dipasang menutupi luka bedah. Daerah yang mengalami pembedahan dibilas dengan akuades atau larutan garam fisiologis.2 mm koronal dari krista tulang alveolar. Insisi pertama adalah berupa insisi bevel kedalam/terbalik (internal/reverse beveled incision) pada permukaan vestibular dan oral. Pada waktu melakukan insisi di permukaan interproksimal harus diusahakan agar sesedikit mungkin papila interdental yang terambil. 7. Pada sementum akar yang tersingkap dilakukan pensekeleran dan penyerutan. 6. Pengadaptasian. 4. Sebelum pembedahan terlebih dulu diberikan anestesi local yang sesuai. Lebar zona gingiva berkeratin inadekuat. Jaringan yang telah tereksisi disingkirkan dengan jalan pengkuretan. 3. di mana masalah estetis diutamakan. Kontra Indikasi Teknik modifikasi perlekatan baru dengan eksisi tidak dapat diindikasikan apabila: 1. 2.0 mm) yang mempunyai zona gingiva berkeratin dengan lebar yang adekuat dan tebal. 5. Penyingkiran jaringan yang tereksisi.

Bedah pahat Bagian belakang tindakan pahat digunakan dengan gerakan tarik.Periosteal Elevator Periosteal elevator diperlukan untuk mencerminkan dan bergerak setelah insisi flap telah dibuat untuk bedah flap. 2. 7. The Rhodes pahat lain kembali tindakanpopuler pahat. 6. The Ochsenbein pahat adalah pahat yang berguna dengan lekukan setengah lingkaran di kedua sisi pegang instrumen yang memungkinkan untuk melibatkan sekitar tiupan dan ke daerah interdental.akan dieksisi. sedangkan lurus pahat digunakan dengan gerakan mendorong. Flep telah diposisikan. Setelah penyembuhan. Instrumen Bedah Bedah periodontal dicapai dengan berbagai instrumen. 4. Periosteal elevator Bedah pahat Excisional dan instrumen insisional Bedah Kuret dan arit Tang jaringan Gunting dan pinset Needleholder 1. The Woodson dan elevator Prichard adalah instrumen yang dirancang dengan baik periosteal. D. 2. 3. Keadaan setelah eksisi. Instrumens bedah periodontal diklasifikasikan sebagai berikut: 1. B. 5. . C.

juga disebut sebagai electrotomy atau acusection. dan 4 adalah contoh pisau telah memotong tepi di kedua sisi pisau dan dirancang dengan baik ganda atau tunggal berakhir berakhir pisau. electrofulguration dan electrodesiccation. adalah udeful untuk membuat sayatan. Empat tipe dasar teknik electrosurgical adalah electrosection. elektrokoagulasi. 2. .Pisau paling umum adalah # 12D. The electrosurgery istilah atau Radiosurgery saat ini digunakan untuk mengidentifikasi teknik bedah yang dilakukan pada jaringan lunak menggunakan dikontrol. daerah terlarang dengan kedua mendorong dan menarik gerakan memotong. awal scalloping-jenis. atau megahertz.5 juta siklus per detik. memungkinkan operator untuk terlibat sempit. dan 15C. Pisau ini dapat diperoleh baik sebagai double-berakhir atau berakhir instrumen tunggal. Electrosection. Semua pisau dibuang setelah satu digunakan.3. loop elektroda untuk prosedur koagulasi. excisions. versi sempit pisau # 15. Seluruh pinggiran pisau ini berbentuk ginjal adalah terdepan.5 ke 7. tinggi frekuensi listrik (radio) arus pada kisaran 1. Perancangan pisau ini memungkinkan sayatan ke bagian sempit interdental tutupnya. • Pisau bedah Bilah pisau bedah dari berbagai bentuk dan ukuran yang digunakan dalam bedah periodontal. Pisau # 15 digunakan untuk flaps menipis dan tujuan umum. Pisau # 15C. digunakan untuk menyayat. Excisional dan instrumen insisional : • Pisau periodontal (pisau gingivektomi) The Kirkland merupakan perwakilan dari pisau yang biasanya digunakan untuk gingivektomi. Electrosurgery (Radiosurgery) teknik dan instrumentasi. Ada tiga kelas elektroda aktif: elektroda kawat tunggal untuk menggores atau excising. 3. • Pisau interdental Yhe Orbán pisau # 1-2 dan pisau Merrifield # 1. 15. Pisau # 12D adalah pisau berbentuk paruh dengan pemotongan tepi di kedua sisi. dan perencanaan jaringan. Insisi dan eksisi dilakukan dengan kawat tunggal electodes aktif yang dapat dibengkokkan atau disesuaikan untuk menyelesaikan semua jenis prosedur pemotongan.

sedangkan aplikasi sela pada interval yang memadai untuk pendinginan jaringan (kedua 5-10) mengurangi atau menghilangkan penumpukan panas. Lama atau aplikasi berulang-ulang saat ini untuk jaringan menyebabkan akumulasi panas dan kerusakan jaringan yang tidak diinginkan. memperbesar menyayat di abses periodontal. bilah lebih berat dari instrumen-instrumen membuat mereka cocok untuk prosedur bedah. itu adalah sarana dikontrol dari memahat atau memodifikasi jaringan lunak mulut dengan sedikit ketidaknyamanan dan perdarahan untuk pasien.Gunting dan pinset Gunting dan pinset yang digunakan dalam bedah periodontal untuk menghapus tab jaringan selama gingivektomi. akhir menyegel dari kapiler dapat dicapai dengan aplikasi elektrokoagulasi arus singkat. tetapi tidak dapat menghentikan pendarahan setelah darah hadir. memangkas margin flaps. tidak digunakan secara umum dalam kedokteran gigi.Electrosurgery tidak dimaksudkan untuk menghancurkan jaringan. .Tang Jaringan Tang jaringan digunakan untuk menyimpan tutup selama menjahit. 4. currete kirkland #8k Currete prichard #PR 1/2 manche 5. Kedua teknik monoterminal. kompres.Bedah Kuret dan Sickle Lebih besar dan lebih berat Kuret arit yang sering dibutuhkan selama operasi untuk memindahkan paing berpengaruh saat jaringan granulasi. The kuret Prichard dan Kirkland instrumen bedah yang Kuret berat. Elektroda aktif digunakan untuk koagulasi jauh bulkier dari kawat tungsten baik digunakan untuk electrosection. Hal ini juga digunakan untuk posisi dan menggantikan flap setelah theflap telah dibukukan. electrofulguration dan electrodesiccation. Semua bentuk perdarahan harus dihentikan terlebih dahulu oleh beberapa bentuk tekanan langsung (misalnya. hemostat). Lebih lebar. Setelah pendarahan berhenti sejenak. Electrosection dan elektrokoagulasi adalah prosedur yang paling sering digunakan di semua bidang kedokteran gigi.Elektrokoagulasi menyediakan berbagai koagulasi atau perdarahan kontrol dengan menggunakan elektrokoagulasi saat ini. sedangkan scaler bola # B2-B3 adalah sebuah arit jang berat populer.Aturan dasar yang paling penting dari electrosurgery selalu menjaga ujung bergerak. jaringan interdental berserat. Elektrokoagulasi dapat mencegah perdarahan atau perdarahan pada awal masuk ke dalam jaringan lunak. dan deposito subgingival ulet. udara. 6. Electrosurgery merupakan kontraindikasi untuk pasien yang telah noncompatible atau buruk terlindung alat pacu jantung. The forcep DeBakey adalah instrumen yang sangat efisien.

Michael G. 2. 2002. 5. Selain jenis needleholder teratur. maka kompres dengan es selama 6-8 jam (10 menit kompres. Kumur dengan air garam hangat keesokan harinya selama 4-6 hari 7. Banyak jenis yang tersedia.Needleholder Pemegang jarum digunakan untuk menjahit flap pada posisi yang diinginkan setelah prosedur pembedahan telah selesai. DAFTAR PUSTAKA Newman. Louis Missouri : Saunders Elsevier.dan menghapus lampiran otot di mucogingivalsurgery.9h ed. 10 menit kompres lagi dst).2009..Larry. yang needleholder Castroviejo digunakan untuk halus. perubahan warna. Obat harus segera di minum apabila terasa sakit atau terganggu. Jahitan jangan sampai dibuka sendiri oleh pasien 8. Instruksi Untuk Pasein Pasca Bedah 1. 10 menit angkat.umn. Selama 24 jam dilarang makan makanan yang keras. meludah atau menyentuh luka selama 1 jam agar terjadi pembekuan darah. St. 3. Bila terjadi pembengkakan.dkk. melengkung miring dengan gerigi. padat dan merokok.http://www1. Dilarang berkumur.edu/perio/dent6613/Flap_Sx. Kompres ekstraoral pada pipi di sisi pascabedah.pdf . Tutup pembalut periodontal hingga 1 minggu pasca bedah 6. Wolff. dan preferensi individu menentukan pilihan. Operator harus mudah dihubungi. Carranza’s Clinical Periodontology . teknik yang tepat yang dibutuhkan rilis cepat dan mudah dan pegang benang tersebut. 7.PeriodontalSurgery. The Goldman-Fox # 16 gunting memiliki pisau. 4.

I. tetapi cobalah untuk mengunyah di daerah yang tidak dilakukan tindak operasi. karena akan menimbulkan rasa sakit. Lyndhe dan Nyman. seperti bubur. 1976. dkk.Perawatan Pasca Bedah Periodontal BAB I PENDAHULUAN I. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai masalah penanganan komplikasi yang terjadi setelah dilakukannya bedah periodontal. dan minuman beralkohol. . Untuk mengetahui gambaran pasca bedah periodontal. stabilitas dari tingginya perlekatan. Hindari makanan yang sangat pedas. bahkan lebih sering ke koronal dan adanya deposit tulang yang baru pada daerah cacat tulang. BAB II II. beberapa penelitian yang sudah dilakukan dapat menunjukan bahwa hasil operasi cukup baik. Pasien dapat makan apapun. penyakit yang sudah ada serta mencegah terjadinya keluhan-keluhan pasca bedah. 1984). Lebih disarankan untuk memakan makanan yang lembut tidak terlalu padat untuk dikunyah.1 Perawatan Pasca Bedah Periodontal v Untuk 3 jam pertama setelah operasi. kurang lebih selama 24 jam pertama. hindari makanan yang panas untuk membiarkan pack agar bisa mengeras.2 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain adalah : Untuk mengetahui beberapa cara perawatan pasca dilakukannya bedah periodontal untuk menghilangkan infeksi. dengan disertai hilangnya peradangan. (Rosling.1 Latar Belakang Dengan disertai perawatan pasca operasi jangka panjang yang baik.

v Tidak diperbolehkan untuk merokok. ski. Adakalanya. Golf. dan efek imunologi dari nikotin akan menghambat penyembuhan dan mencegah tercapainya keberhasilan dari prosedur yang dilakukan. atau berjemur harus ditunda selama beberapa hari setelah operasi. v Jangan sikat pack. Pasien dapat mengikuti kegiatan rutinnya sehari-hari. PerioGard) untuk berkumur-kumur setelah menyikat (sebagaimana resep dokter yang diberikan). Selain semua risiko kesehatan lainnya. tenis. v Pasien mungkin mengalami perasaan sedikit lemah atau kedinginan selama 24 jam pertama. Jangan mencoba untuk menghentikan perdarahan dengan cara berkumur-kumur. bowling. hubungi dokter gigi. tetapi hindari dari pekerjaan yang berlebihan jenis apa pun. seperti biasa dilakukan. kompres dengan menggunakan air hangat diatas daerah yang dioperasi. Jika ada perdarahan yang cukup besar di luar ini. Minggu Pertama pasca operasi . ambil sepotong kasa. Sikat dan floss (benang) pada daerah mulut yang tidak tertutup oleh pack. Gunakan chlorhexidine (Peridex. Metode ini akan membuat semua jaringan terasa dingin dan mengurangi inflamasi serta pembengkakan. Pembengkakan biasanya dimulai 1 sampai 2 hari setelah operasi dan secara berangsurangsur mereda (pulih) di hari ke 3 atau ke 4.2 Instruksi Pasca Operasi Dan Komplikasi Pasca Bedah Periodontal Setelah pack ditempatkan. Sebaiknya ini tidak menyebabkan kegelisahan atau khawatir tetapi sebaiknya pasien harus memberitahukannya pada kunjungan berikutnya. Bengkak yang tidak biasa. cetak instruksi kemudian berikan kepada pasien untuk dibaca sebelum dia meninggalkan kursi. Mungkin dengan hal ini dapat digunakan kesempatan. Hal ini masih dalam keadaan normal pada tahap awal penyembuhan dan secara bertahap akan mereda (pulih). lalu ditahan di bawah tekanan selama 20 menit . Jika perdarahan tidak berhenti setelah 20 menit. II. segera untuk menghubungi dokter gigi. akan mengeluarkan darah lebih daripada sebelum operasi. Selain itu mengisap butiran es secara perlahan selama 24 jam pertama. tahan dengan jari jempol dan telunjuk. hal ini dapat bermanfaat. Hal ini biasa terjadi dan akan memperbaiki dengan sendirinya. Jangan mengangkatnya sebelum 20 menit. menerapkannya ke kedua sisi pack. perokok memiliki penyakit gusi lebih banyak daripada yang bukan perokok. mungkin terlihat darah di dalam air liur (saliva) untuk 4 atau 5 jam pertama setelah dilakukan operasi. v Selama hari pertama. gusi kemungkinan sangat besar. Jika pembengkakan semakin menyakitkan atau menjadi lebih buruk. Karena itu janganlah berhenti untuk pembersihan rongga mulut. bentuk ke dalam bentuk U. Panas dan asap rokok akan mengiritasi gusi. terutama pada daerah-daerah yang dilakukan tindakan pembedahan yang luas. berenang. Jika hal ini terjadi. untuk berhenti merokok. Setelah pack dilepaskan. gunakanlah es secara perlahan di atas wajah daerah yang dioperasi.

Bagian-bagian interproksimal dari pack ditahan dan bagian yang menempel pada permukaan gigi dihilangkan dengan scaler. beberapa pasien dapat melaporkan adanya pembengkakan yang menyakitkan pada pipi di daerah bedah. berikan amoksisilin (500 mg) setiap 8 jam selama 1 minggu. Setelah perdarahan dihentikan. atau dengan nyeri yang meningkat. Ini merupakan reaksi sistemik bakteremia transien yang disebabkan oleh tindakan operasi. 4. Sensitivitas terhadap perkusi. Pack harus dibuka dan gingiva diperiksa untuk daerah yang melokalisir infeksi atau iritasi. Merasa lemah. Pada daerah operasi sendiri biasanya tidak terdapat gejala.12% (Peridex. mulai 24 jam sebelum prosedur berikutnya dan terus menerus selama 5 hari pasca operasi. dan perdarahan itu dapat dihentikan dengan tekanan. 3. Pasien harus ditanya mengenai kemajuan dari gejalanya. pada daerah tersebut. Mengurangi kelebihan biasanya dapat memperbaiki kondisi. Antibiotik juga harus digunakan sebagai tindakan pencegahan setelah tindakan yang berikutnya. umumnya dapat mereda pada hari keempat pasca operasi. Dalam 2 hari pertama pasca operasi. Pelepasan Pack dan Kunjungan Kembali Ketika pasien kembali setelah 1 minggu. tanpa mengharuskan pelepasan pack. Sebaiknya memberitahukan pasien untuk segera berkumur dengan chlorhexidine glukonat 0. Perdarahan secara terus-menerus setelah operasi. Seluruh daerah dibilas dengan berkumur-kumur cairan peroksida untuk menghilangkan debris di permukaan. pasien melaporkan ke dokter mengalami “tidak berdaya. pack periodontal diambil dengan memasukkan alat bedah hoe di sepanjang margin kemudian melakukan tekanan di bagian lateral. dimulai sebelum pengangkatan bedah. PerioGard) setelah tindakan bedah dilakukan dan setelah itu dua kali sehari sampai teknik kontrol plak normal dapat dilanjutkan. Sensitivitas terhadap perkusi juga dapat disebabkan oleh pack yang berlebihan. 2. Perluasan dari peradangan sampai ligamentum periodontal dapat menyebabkan kepekaan terhadap perkusi. dan suhu tubuh mungkin sedikit meningkat. tidak menimbulkan masalah yang serius pasca operasi. di lokasi titik perdarahan. Pembengkakan. bedah elektro (electrosurgery). Jika terjadi reaksi inflamasi.” merasa lemah selama sekitar 24 jam setelah operasi. yang mana harus dibersihkan atau di insisi untuk drainase. Mungkin disekeliling bagian permukaan diratakan dan harus secara hati-hati dengan menggunakan tang halus. atau kauteri elektro (electrocautery). Jika pembengkakan berlanjut dan menjadi lebih buruk. . Pembesaran kelenjar getah bening dapat terjadi. daerah ini dipack kembali. Pack dilepas.Sebagaimana bedah periodontal dilakukan. Partikel pada kalkulus yang mungkin telah diabaikan. Reaksi ini dapat dicegah dengan premedikasi amoksisilin (500 mg) setiap 8 jam. Kadang-kadang. dan pasien juga harus diinstruksikan untuk kompres air hangat secara intermiten. Komplikasi-komplikasi berikut ini yang mungkin akan timbul pada minggu pertama pasca operasi : 1. Menghilangkan oklusi biasanya dapat membantu. harus dihilangkan.

Repacking. Setiap bagian kalkulus yang sudah dilakukan tindakan penyembuhan. maka permukaan akarnya harus diperiksa ulang secara visual untuk memastikan bahwa tidak ada kalkulus. . sangat penting. Mobilitas gigi akan meningkat segera setelah operasi. Berikut ini adalah temuan yang biasa ketika pack yang akan dilepas: Jika kalkulus berwarna merah yang berbentuk seperti tonjolan jaringan granulasi belum sepenuhnya dihilangkan. Tetapi pada permukaan akar mungkin sensitif terhadap perubahan suhu dari cotton pellet itu. Pengkuretan jaringan granulasi tanpa pengangkatan kalkulus dapat menyebabkan rekuren. biasanya tidak diperlukan untuk penggantian pack. (2) Keterlibatan jaringan periodontal secara luas. namun kesembuhannya lebih dari waktu normal. sehingga kalkulus itu dapat dihilangkan dan akar dapat segera dilakukan tindakan berikutnya. Hal ini dilakukan karena terkadang warna kalkulus ini mirip dengan yang akar. Setelah operasi flap. Namun. serta setelah operasi selesai. Langkah-langkah ini harus dimulai setelah pack dilepas dari operasi pertama. Hal ini mudah dihilangkan dengan cotton pellet (bulatan kapas) yang basah. tetapi akan menurun pada praperawatan minggu keempat. Mukosa bagian fasial dan lingual ditutupi dengan lapisan granular dari sisa-sisa makanan yang telah masuk di bawah pack. atau (3) Penyembuhan yang lambat.Temuan pada saat pelepasan pack. Setelah pack akan dilepas. mungkin daerah tempat operasi tersebut mudah berdarah ketika disentuh sehingga daerah itu tidak boleh diganggu. maka jaringan granulasi tersebut harus dihilangkan dengan kuret. Prosedur Perawatan Mulut Perawatan mulut oleh pasien antara perawatan yang pertama dan daerah yang terakhir. Mobilitas gigi. repacking disarankan untuk pasien dengan keadaan: (1) Ambang nyeri rendah menyebabkan ketidaknyamanan pasien ketika pack akan dibuang.

biasanya terlihat 1 sampai 2 hari setelah operasi. atau mungkin muncul setelah dilakukan scaling dan root planing serta tindakan bedah. terutama dalam kasus-kasus lanjutan. dapat ditambahkan resep acetaminophen codeine (Tylenol # 3). pasien diberitahukan bahwa akumulasi plak dan makanan mengganggu penyembuhan dan disarankan untuk mencoba menjaga daerah operasi sebersih mungkin dengan menggunakan sikat gigi yang lembut. (2) perdarahan ini adalah normal dan akan mereda seiring berlangsungnya waktu penyembuhan. Daerah ini harus di anestesi oleh infiltrasi atau topikal. Ketika nyeri pasca operasi timbul. dan (3) mengikuti kebersihan mulut yang baik dan benar. Pasien disarankan untuk terus meminum ibuprofen atau acetaminophen jika diperlukan setelahnya. Luas dan kontak yang berlebih terlalu lama dan kekeringan tulang juga menyebabkan sakit parah. dan luka diperiksa. Untuk pasien yang keadaannya sangat baik. dilanjutkan oleh satu tablet setiap 8 jam selama 24 sampai 48 jam sangat efektif dalam mengurangi rasa tidak nyaman setelah perawatan periodontal. Nyeri pasca operasi yang berhubungan dengan infeksi disertai dengan limfadenopati lokal diikuti dengan peningkatan suhu. Harus diperhatikan dalam menentukan atau memberikan ibuprofen untuk pasien dengan hipertensi terkontrol oleh obat karena dapat mengganggu efektivitas obat. oleh buah jeruk atau permen. .Tidak boleh menyikat kuat selama minggu pertama setelah pack dibuka. Pasien harus diberitahu bahwa (1) perdarahan gingiva kemungkinan akan terjadi lebih banyak dari sebelum dilakukan tindakan operasi. atau oleh kontak dengan sikat gigi atau dental instrumen. Mengendalikan Nyeri Pasca Operasi Sumber nyeri pasca operasi biasanya adalah dari pemanjangan pack yang berlebih ke jaringan lunak periodontal. pasien dikategorikan dalam keadaan darurat. Hal itu dapat terjadi secara spontan ketika akar menjadi terbuka sebagai akibat dari resesi gingiva atau pembentukan poket. Pembuangan kelebihan pack diputuskan dalam waktu sekitar 24 jam. Namun. Perawatan Akar Sensitif Hipersensitivitas pada akar adalah masalah yang relatif umum dalam perawatan periodontal. Berkumur dengan obat kumur chlorhexidine atau diindikasikan aplikasi topikal dengan aplikator yang berujung kapas untuk beberapa minggu pertama pasca operasi. Kelebihan pack menyebabkan daerah lokal mengalami edema. kemudian pack dibuka. Hal ini diwujudkan sebagai nyeri yang disebabkan oleh suhu dingin atau panas yang berlebih. dosis ibuprofen sebelum operasi (600-800 mg). Jika sakit berlanjut. Hal ini harus ditangani dengan antibiotik sistemik dan analgesik.

Pasien harus diberitahu tentang kemungkinan hipersensitivitas akar sebelum perawatan dilakukan. maka harus dilakukan root planing. (3) Kontrol plak penting bagi pengurangan hipersensitivitas. di mana sementum ini sangat tipis. (4) Agen desensitisasi tidak memberikan keringanan langsung tetapi harus digunakan selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan hasilnya. (3) impregnasi tubulus dengan plastik resin. Namun. BAB III KESIMPULAN . Mekanisme tindakan yang paling mungkin adalah pengurangan diameter tubulus dentin sehingga membatasi perpindahan cairan di dalamnya. Transmisi rangsangan dari permukaan dentin ke ujung saraf yang terletak di pulpa gigi atau di daerah pulpa dari dentin. Evaluasi klinis dari banyak agen adalah sulit karena (1) sulitnya dalam mengukur dan membandingkan nyeri antara orang yang berbeda-beda. Proses terakhir akan menjelaskan pentingnya mengkilapkan desensitisasi untuk menutup tubulus dentin. Desensitizing agen dapat diterapkan oleh pasien di rumah atau oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi. (2) Hipersensitivitas perlahan-lahan akan hilang selama beberapa minggu. atau (4) sealing tubulus dengan resin plastik. hasil dari proses odontoblastic atau dari mekanisme hidrodinamika (perpindahan cairan dentin). Menurut Trowbridge dan Silver. Informasi berikut tentang cara mengatasi masalah ini.Sensitivitas akar lebih sering terjadi di daerah serviks dari akar. sehingga mendorong hipersensitivitas. (2) aplikasi topikal untuk membentuk lapisan tak larut di dalam tubulus. Prosedur scaling dan root planing dapat mengikis sementum tipis. “Hal ini dapat dicapai dengan (1) pembentukan lapisan smear yang dihasilkan oleh polesan permukaan yang terbuka. harus diberikan kepada pasien adalah : (1) Hipersensitivitas muncul sebagai akibat dari pembukaan dentin yang tak bisa dihindari. (2) hipersensitivitas hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. jika kalkulus. Desensitisasi Agen. plak dan produknya tertimbun di akar. hipersensitivitas dapat mencegah kontrol plak. dan (3) agen desensitizing biasanya memakan waktu beberapa minggu untuk bereaksi. Salah satu faktor penting untuk mengurangi atau menghilangkan hipersensitivitas adalah kontrol plak.

itu umum terjadi karena reaksi inflamasi. pasang kembali pack. Bila adanya keluhan pembengkakan pada sisi yang baru dibedah. Komplikasi Pasca Bedah Periodontal Bila terjadi perdarahan yang menetap. Bila terjadi perdarahan banyak hubungi dokter gigi. daerah terinfeksi didrainase. Dianjurkan peggunaan klorheksidin selama 2 minggu pasca pembedahan. Penyikatan gigi dimulai esok hari setelah pembedahan kecuali bila dipasang pack periodontal. Jika sensitif terhadap perkusi. reaksi tersebut akan hilang pada hari keempat setelah pembedahan DAFTAR PUSTAKA Newman. disertai pembesaran nodus limfe dan demam. hentikan dengan tekanan atau alat bedah elektro. 2006. timbul akibat perluasan inflamasi ke ligamen periodontal. Carranza’s Clinical Periodontology.B Saunders Company Philadelphia. dianjurkan istirahat yang cukup pasca pembedahan. maka buka pack. kompres es selama 15 menit tiap 15 menit/1 jam. Hindari aktifitas yang berat. W. buka pack periodontal. Michael G. hindari minum alkohol. kalkulus dibuang. Dianjurkan untuk tidak mengunyah pada sisi yang dilakukan pembedahan. . Bila oklusi terhalang akibat pack berlebihan maka harus dkurangi. cari sumber perdarahan. 893-896 10th Ed.Instruksi & Perawatan Pasca Bedah Periodontal Bila timbul pembengkakan dan ketidaknyamanan minum analgetika sesuai resep.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->