92519331 Hitungan Baja Profil

xviii DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Penampang balok komposit .................................. 8 Gambar 2.2 Distribusi tegangan plastis .................................... 9 Gambar 2.3 Metode transfornasi luasan ................................. 11 Gambar 2.4 Penampang kolom komposit ............................... 14 Gambar 4.1 Denah tangga ...................................................... 34 Gambar 4.2 Potongan A-A tangga .......................................... 34 Gambar 4.3 Tampak anak tangga ........................................... 35 Gambar 4.4 Tampak melintang anak tangga .......................... 36 Gambar 4.5 Sketsa pembebanan pelat tangga ......................... 37 Gambar 4.6 Sketsa pembebanan balok utama tangga ............. 40 Gambar 4.7 Sketsa bidang momen pada balok tangga ........... 43 Gambar 4.8 Sketsa profil Canal 260.90.10.14 ........................ 44 Gambar 4.9 Sketsa pembebanan balok penumpu bordes ........ 46 Gambar 4.10 Sambungan balok bordes dengan balok penumpu bordes ........................................................................ 48 Gambar 4.11 Sambungan balok tangga dengan balok tumpuan tangga......................................................................... 49 Gambar 4.12 Potongan pelat Atap ............................................ 52 Gambar 4.13 Potongan plat lantai 1 dan 3 sampai dengan 11 .. 53 Gambar 4.14 Potongan plat lantai 2.......................................... 55 Gambar 4.15 Potongan plat lantai mesin lift ............................ 56 Gambar 4.16 Detail sambungan balok anak dan balok induk ... 66 Gambar 4.17 Detail plat siku ................................................... 68 Gambar 4.18 Denah lift ............................................................ 71 Gambar 4.19 Sketsa mekanika pehitungan balok penggantung lift ............................................................................................. 72 Gambar 4.20 Distribusi tegangan plastis .................................. 74 Gambar 4.21 Sketsa mekanika pehitungan balok penumpu lift 78 Gambar 4.22 Distribusi tegangan plastis .................................. 80 Gambar 5.1 Pemodelan Struktur .............................................. 91 Gambar 5.2 Pemodelan Stuktur 3D ......................................... 92

xx DAFTAR TABEL
Tabel Tabel Tabel Table Table Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel 2.1 Ukuran Minimum Las Sudut ...................................... 20 5.1 Berat Struktur per lantai.............................................. 90 5.2 Nilai Xcr dan Ycr........................................................ 95 5.3 Eksentrisitas Rencana Bangunan ............................ pp96 5.4 Modal Participating Mass Ratio ................................. 99 5.5 Selisih Periode antar Mode yang Berdekatan ........... 100 5.6 Simpangan ................................................................ 102 5.7 Analisa Δs akibat gempa arah x ................................ 103 5.8 Analisa Δs akibat gempa arah y ................................ 103 5.9 Analisa Δm akibat gempa arah x .............................. 104 5.10 Analisa Δm akibat gempa arah y ............................. 105

xxii

struktur komposit mampu memberikan kinerja struktur yang baik dan lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas pembebanan. Keistimewaan yang nyata dalam sistem komposit adalah (1) Penghematan berat baja. kekakuan dan keunggulan ekonomis ( Vebriano Rinaldy & Muhammad Rustailang.1 BAB I PENDAHULUAN I. 2005 ). dimana pada beton bertulang gaya-gaya tarik yang dialami suatu elemen struktur dipikul oleh besi tulangan tetapi pada struktur komposit ini gaya-gaya tarik yang terjadi pada suatu elemen struktur dipikul oleh profil baja. (3) kekakuan lantai meningkat. Dari beberapa penelitian. Struktur komposit semakin banyak dipakai dalam rekayasa struktur. Tower Albergo merupakan satu diantara empat tower The Bellezza. Kebutuhan akan sarana dan prasarana pendukung di kota tersebut sangat diperlukan salah satunya adalah kebutuhan akan tempat tinggal yang terus meningkat. Komposit balok baja dan pelat beton adalah satu usaha dalam mendapatkan suatu konstruksi yang baik dan efisien. kemudian direncanakan ulang dengan menggunakan struktur komposit baja beton. hal tersebut menjadi satu alasan banyak bangunan tempat tinggal di kota Jakarta dibangun bertingkat dan salah satunya adalah Tower Albergo. Sementara itu ketersediaan lahan untuk tempat tinggal di kota tersebut semakin sempit. dimana tower tersebut merupakan gedung apartemen yang dibangun dengan menggunakan beton bertulang konvensional. (4) kapasitas menahan beban lebih besar.1 Latar belakang Kota Jakarta merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang sangat padat. (5) . (2) Penampang balok baja yang digunakan lebih kecil. Balok komposit merupakan campuran beton dengan baja profil. Apartemen tersebut terdiri dari 36 lantai.

Bagaimana menghitung pembebanan setelah adanya modifikasi. Bagaimana menentukan Preliminary design penampang struktur primer dan struktur sekunder.2 Panjang bentang untuk batang tertentu dapat lebih besar ( Charles G. 2. Bagaimana merencanakan sambungan yang memenuhi kriteria perancangan struktur. yaitu : 1. Salmon.3 Tujuan Adapun tujuan dari modifikasi perancangan gedung Apartemen Albergo dengan struktur komposit baja beton.1991 ). .2 Permasalahan Permasalahan yang ditinjau dalam modifikasi perancangan gedung Apartemen Albergo dengan struktur komposit baja beton. 4. Bagaimana menuangkan hasil perhitungan dan perencanaan dalam bentuk gambar teknik. Pada Tugas Akhir ini menggunakan peraturan SNI 032847-2002 tentang tata cara perhitungan beton untuk bangunan gedung dan SNI 03-1726-2002 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung serta SNI 03-17292002 tentang tata cara perencanaan struktur baja. 2. antara lain : 1. I. Dapat menghitung pembebanan setelah adanya modifikasi. Bagaimana merencanakan pondasi yang sesuai dengan besar beban yang dipikul dan kondisi tanah di lapangan 6. 5. Dapat menentukan Preliminary design penampang struktur primer dan struktur sekunder. 3. I. Bagaimana memodelkan dan menganalisa struktur setelah adanya modifikasi.

Dapat memodelkan dan menganalisa struktur dengan menggunakan program bantu 4. Perencanaan struktur utama meliputi balok induk dan kolom. 2. Dari perencanaan ini bisa diketahui hal-hal yang harus diperhatikan pada saat perencanaan sehingga kegagalan struktur bisa diminimalisasi.5 Manfaat Manfaat yang bisa didapatkan dari modifikasi perencanaan ini adalah : 1. Dapat merencanakan struktur komposit yang memenuhi persyaratan keamanan struktur. . Dapat menuangkan hasil perhitungan dan perencanaan dalam bentuk gambar teknik. 5. dan manajemen konstruksi. tangga dan pelat lantai. Meninjau metode pelaksanaan yang hanya berkaitan dengan perhitungan struktur. Jumlah lantai yang akan direncanakan ulang menggunakan struktur komposit baja beton sebanyak 12 tingkat. Bagaimana merencanakan pondasi yang sesuai dengan besar beban yang dipikul dan kondisi tanah di lapangan 6. 3. 5. Dapat merencanakan sambungan yang memenuhi kriteria perancangan struktur. I. Tidak meninjau dari segi analisa biaya. 2.4 Batasan masalah 1.0 I. Analisa struktur menggunakan program bantu ETABS v9.2. struktur sekunder meliputi balok anak. arsitektural. 4.3 3.

4 ”Halaman ini sengaja dikosongkan” .

metode plastis. Ductility adalah kemampuan untuk berdeformasi secara nyata baik dalam tegangan maupun regangan sebelum terjadi kegagalan (Charles G. dan untuk bangunanbangunan pencakar langit. Penampang komposit adalah penampang yang terdiri dari profil baja dan beton digabung bersama untuk memikul beban tekan dan lentur.1 Umum Baja merupakan salah satu bahan konstruksi yang penting.1999). pekerjaan saluran pendingin ruangan. Sifat-sifatnya yang terutama penting dalam penggunaan dibandingkan terhadap bahan lain yang tersedia dan sifat ductility. keadaan ini memberikan penghematan yang cukup besar dalam volume.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design). pekerjaan pemasangan kabelkabel. maka akan didapat pengurangan pada tebal seluruh lantai. . Salmon. Knobloch & Mazumder. 1991). dan lain-lainnya.(Amon. Penampang komposit mempunyai kekakuan yang lebih besar dibandingkan dengan penampang lempeng beton dan gelagar baja yang bekerja sendiri-sendiri dan dengan demikian dapat menahan beban yang lebih besar atau beban yang sama dengan lenturan yang lebih kecil pada bentang yang lebih panjang. Dalam perhitungan perencanaan ada tiga macam metode perhitungan yaitu metode elastis. dinding-dinding. pekerjaan saluran air. tekan dan lentur umumnya disebut dengan kolom komposit. Batang yang memikul lentur umumnya disebut dengan balok komposit sedangkan batang yang memikul beban tekan. Apabila untuk mendapatkan aksi komposit bagian atas gelagar dibungkus dengan lempeng beton.

yaitu suatu keadaan dimana struktur atau elemen struktur didesain sampai menunjukkan perilaku tidak dapat berfungsi lagi.Serviceability limit state: kelakuan struktur memikul beban Secara umum perumusan untuk pendekatan desain metode LRFD ini dapat dituliskan sebagai berikut : ϕRn ≥ γo ∑ γi Qi 2. . Tegangan ijin = σy Teganganleleh atau w = FK FaktorKeamanan b) Metode Plastis Metode ini berdasarkan pada sifat baja yang mempunyai sifat daktilitas.2 Balok komposit Balok adalah salah satu diantara elemen-elemen struktur yang paling banyak dijumpai pada setiap struktur. LF (Q) ≤ Rn c) Metode LRFD Metode ini berdasarkan pada konsep keadaan batas (limit state). Ada dua kategori yang menyatakan keadaan batas (limit state) : . Baja akan memiliki cadangan kekuatan di atas kekuatan elastis.6 a) Metode Elastis Metode ini berdasarkan beban kerja dimana akibat beban kerja yang direncanakan tegangan yang terjadi harus lebih kecil dari tegangan yang diijinkan.1998).Strength limit state : kemampuan struktur memikul beban . Hal ini akan menyebabkan balok melentur (Spiegel & Limbrunner. Balok adalah elemen struktur yang memikul beban yang bekerja tegak lurus dengan sumbu longitudinalnya. Sehingga beban kerja yang direncanakan dikalikan dengan faktor beban dan struktur direncanaan berdasarkan kekuatan keruntuhan (collapse).

2.7 Sebuah balok komposit (composite beam) adalah sebuah balok yang kekuatannya bergantung pada interaksi mekanis diantara dua atau lebih bahan (Bowles.2.1980). harus mempertimbangkan pengaruh adanya slip antara baja dan beton (SNI 03-1729-2002 Ps. selama hal-hal berikut terpenuhi (SNI 031729-2002 Ps. kekuatan balok dalam memikul lentur dibatasi oleh kekuatan penghubung geser.6).2. Pada penentuan distribusi tegangan elastis. Balok baja yang diberi selubung beton Walaupun tidak diberi angker. balok baja yang diberi selubung beton di semua permukaannya dianggap bekerja secara komposit dengan beton. kecuali yang disebutkan pada butir ke-2 di bawah. slip antara baja dan beton dianggap tidak terjadi (SNI 03-1729-2002 Ps. . Beberapa jenis balok komposit antara lain : a. Perhitungan elastis untuk balok seperti ini. Balok komposit penuh Untuk balok komposit penuh.12.7). 12. penghubung geser harus disediakan dalam jumlah yang memadai sehingga balok mampu mencapai kuat lentur maksimumnya. 3) Selubung beton harus diberi kawat jaring atau baja tulangan dengan jumlah yang memadai untuk menghindari terlepasnya bagian selubung tersebut pada saat balok memikul beban. seperti pada penentuan defleksi atau tegangan akibat beban layan.8) 1) Tebal minimum selubung beton yang menyelimuti baja tidak kuang daripada 50 mm. 2) Posisi tepi atas balok baja tidak boleh kurang daripada 40 mm di bawah sisi atas pelat beton dan 50 mm di atas sisi bawah plat. Balok komposit parsial Pada balok komposit parsial. c. b.12.

2. h 1680 .4.untuk > tw fy dengan φ b = 0.2.Kuat Lentur negatif rencana φ b . dengan mengikuti ketentuanketentuan pada butir 8 (LRFD Pasal 12.8 a) Balok Komposit (tanpa deck) b) Balok baja diberi selubung beton Gambar 2.1 Kekuatan Balok Komposit dengan Penghubung Geser a.1) : .85 dan Mn dihitung berdasarkan distribusi tegangan plastis pada penampang komposit. b.Mn harus dihitung untuk penampang baja saja.Kuat Lentur positif rencana ditentukan sebagai berikut (LRFD Pasal 12.4.2.9 dan Mn dihitung berdasarkan superposisi tegangan-tegangan elastis yang memperhitungkan pengaruh tumpuan sementara plastis pada penampang komposit.1 Penampang balok komposit 2.2) : .untuk h ≤ 1680 tw fy dengan φb = 0.

fy Dipilih nilai yang terkecil dari kedua nilai di atas .2.Untuk gelagar interior : bE ≤ L 4 bE ≤ bo (untuk jarak balok yang sama) . Distribusi tegangan plastis (Sumber :Charles G.f’c.3 Menghitung momen nominal Perhitungan Mn berdasar distribusi tegangan plastis : Gambar 2.2.9 2.2 Lebar efektif plat lantai : .2. Salmon.tp.beff . Menentukan gaya tekan ( C ) pada beton : C = 0.Untuk gelagar eksterior : bE ≤ L 8 bE ≤ bo + (jarak dari pusat balok ke pinggir slab) dimana : L = bentang balok bo = bentang antar balok 2. Menentukan gaya tarik ( T) pada baja : T = As. 1996) • Menghitung momen nominal ( Mn ) positif 1.85.

5.Menghitung jarak ke centroid d1 = hr + tb – c ( Pf .d2) .d1 Bila kekuatan nominal dinyatakan dalam bentuk gaya baja akan diperoleh : a⎞ ⎛d Mn = As. fy Gaya pada badan .fy Gaya pada sayap .beff 3. Pf = bf .d 1 atau T.tf . Kekuatan momen nomimal : Mn = C.a web ) d2 = Pf + Pw d3 = d 2 3.fyr Pyc = As.85.10 2. Menentukan tinggi blok tekan effektif : As.Ar.Menentukan lokasi gaya tarik pada balok baja T = n. f ' c.tf ) + ( Pw(tf + 0. fy a= 0. fy⎜ + ts − ⎟ 2⎠ ⎝2 • Menghitung momen nominal ( Mn ) negatif.0.5. Pw = Pyc − T − Pf 2 aw = Pw tw.Menghitung momen ultimate : Mn = T(d1 + d2) + Pyc(d3 . fy 2. 1.

. ⎜ ts + ⎟ ⎟ 2 ⎠⎟ ⎝ ⎠ A s ) 3. Menentukan letak garis netral penampang transformasi (dimomen ke ambang atas) ts ⎛ A .. Menghitung nilai transformasi beton ke baja Ec = 4700 .. untuk beton normal.. Menghitung modulus penampang transformasi yc = GNE yt = d + ts + hr . ( ts)3 tr 12 2 ⎞ ⎛ ⎞ ⎛⎛ d ⎞ ts ⎟ ⎜ + Ix + A ⎜ + A GNE − ⎜ + ts + hr ⎟ − GNE ⎟ ⎟ tr ⎜ s⎜ 2 ⎟ 2 ⎝ ⎠ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ 2 4.11 b efektif btr ts hr GNE komposit GNE d GN baja yt Gambar 2. ts 2. fc' Mpa . Es = 200000 Mpa n = Es Ec btr = beff n Atr = btr .3. Metode transformasi luasan Perhitungan Mn berdasar distribusi tegangan elastis : 1.GNE ... Menghitung momen inersia penampang transformasi It = b .... +⎜ ⎜ As tr 2 ⎝ GNE = A + ( tr d ⎞⎞ ⎛ .

2. Str.Asc.⎜⎜ fc'.6.85 .Ec ⎟⎟. Menghitung momen ultimate Kapasitas momen positif penampang balok komposit penuh digunakan dari nilai yang terkecil dari : Mn1 = 0. n .4 Penghubung Geser Kekuatan penghubung geser jenis paku (LRFD Pasal 12.t = I tr yt 5.c Mn2 = fy .12 I Str. fc’ .85 ⎛ wr ⎞ ⎛ Hs ⎞ rs = − 1⎟ ≤ 1 *⎜ ⎟*⎜ Nr ⎝ hr ⎠ ⎝ hr ⎠ rs untuk balok sejajar balok : ⎛ wr ⎞ ⎛ Hs ⎞ − 1⎟ ≤ 1 rs = 0.6 * ⎜ ⎟*⎜ hr hr ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Nr = jumlah stud setiap gelombang Hs = tinggi stud Hr = tinggi bondek Wr = lebar effektif bondek Asc = Luas penampang shear connector fu = Tegangan putus penghubung paku/stud Qn = Kuat nominal geser untuk penghubung geser Jumlah penghubung geser (shear connector) yang dibutuhkan yaitu : n = C Qn . Str.fu ⎜ ⎝ ⎟ ⎠ ⎛ ⎜ ⎞ ⎟ Dimana : rs untuk balok tegak lurus balok : 0.c = tr yc dan Str.3) Qn = 0.t Jadi : Mu ≤ ∅ . Mn 2.rs ≤ Asc.5.

Perhitungan lendutan pada balok berdasarkan beban kerja yang dipakai di dalam perhitungan struktur.ql 4 = untuk beban terbagi merata. Penampilan dari suatu struktur akan berkurang dari segi estetika dengan lendutan yang besar.E. dan 384. Lendutan diperhitungkan berdasarkan hal-hal sebagai berikut : Lendutan yang besar dapat mengakibatkan rusaknya barangbarang atau alat-alat yang didukung oleh balok tersebut. bukan berdasar kan beban berfaktor.13 2.2.I 3 ƒmax = Pl untuk beban terpusat di tengah bentang .E.I 48. Besar lendutan dapat dihitung dengan rumus : ƒmax 5.5 Kontrol lendutan (Deflection) Batasan lendutan atau deflection pada biaya telah diatur didalam SNI 03-1729-2002. Lendutan yang terlalu besar akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni banguna tersebut.

12. Ada dua tipe kolom komposit.14 2.4. Profil Baja dibungkus beton Pipa baja O didisi beton Gambar 2. yaitu : • Kolom komposit yang terbuat dari profil baja yang diberi selubung beton di sekelilingnya (kolom baja berselubung beton). 1. Selubung beton untuk penampang komposit yang berintikan baja harus diberi tulangan baja longitudinal dan tulangan pengekang lateral. 1996). • Kolom komposit terbuat dari penampang baja berongga (kolom baja berintikan beton).3. Penampang kolom komposit Kriteria untuk kolom komposit bagi komponen struktur tekan (SNI 03-1729-2002 Ps.1) : Luas penampang profil baja minimal sebesar 4% dari luas penampang komposit total.3 Kolom Komposit Kolom komposit didefinisikan sebagai “ kolom baja yang dibuat dari potongan baja giling (rolled) built-up dan di cor di dalam beton struktural atau terbuat dari tabung atau pipa baja dan diisi dengan beton struktural (Salmon & Jonson. .

25 dengan . 3.25 ≤ λr ≤ 1. 4.2) Kuat rencana kolom komposit yang menumpu beban aksial adalah øc Nn dengan øc = 0.25λc 2 maka ω = untuk λr ≥ 0.3. Tulangan baja longitudinal harus menerus pada lantai struktur portal. Luas minimum penampang tulangan transversal (atau lonitudinal) terpasang. Tebal bersih selimut beton dari tepi terluar tulangan longitudinal dan transveersal minimal sebesar 40 mm. 5.85 Nn = As fcr dan fcr = untuk untuk fmy λr ≤ 0. Tebal minimum dinding pipa baja atau penampang baja berongga yang diisi beton adalah b fy / 3E untuk setiap sisi selebar b pada penampang persegi dan D fy / 8 E untuk penampang bulatyang mempunyai diameter luar D.15 2.43 1. .6 − 0. Tegangan leleh profil dan tulangan baja yang digunakan untuk perhitungan kekuatan kolom komposit tidak boleh lebih dari 380 Mpa. 2. Jarak antar pengikat lateral tidak boleh melebihi 2/3 dari dimensi terkecil penampang kolom komposit. 12. Mutu beton yang digunakan tidak lebih 55 Mpa dan tidak kurang dari 21 Mpa untuk beton normal dan tidak kurang dari 28 Mpa untuk beton ringan.2 ω maka ω = 1 1.67λc maka ω = 1.1 Kuat rencana kolom komposit (SNI 03-1729-2002 Ps. kecuali untuk tulangan longitudinal yang hanya berfungsi memberi kekangan pada beton.25 0.3.

MPa adalah faktor panjang efektif kolom adalah kuat aksial nominal.5 f 'c ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ Keterangan : As adalah luas penampang beton.041w1. mm2 adalah modulus elastis baja.16 λc = kcL rmπ fmy Em ⎛ Ar ⎞ ⎛ Ac ⎟ fmy = fy + c1 fyr ⎜ + c fc ' ⎜A ⎟ 2 ⎜ ⎜A ⎝ s⎠ ⎝ s ⎛ Ac ⎞ E m = E + c3 E c ⎜ ⎜A ⎟ ⎟ ⎝ s⎠ E c = 0. MPa komposit. MPa adalah tegangan leleh profil baja. MPa adalah tegangan tekan kritis. mm adalah parameter kelangsingan adalah faktor reduksibeban aksial tekan adalah faktor tekuk E m adalah modulus elastisitas untuk perhitungan kolom f cr fy fy fc ' kc Nn rm λc ω øc . N adalah jari-jari girasi kolom komposit. mm2 Ar E Ec adalah luas penampang tulangan longitudinal. MPa adalah tegangan leleh untuk perhitungan kolom komposit. MPa adalah kuat tekan karakteristik beton. MPa adalah modulus elastisitas beton.

mm Mux .3).mm .85 (struktur tekan) ∅b = 0.Mnx ϕ b. Untuk profil baja yang diberi selubung beton : c1 = 1.4 Kekuatan rencana kolom komposit yang menahan beban kombinasi aksial dan lentur (LRFD Pasal 7. c 2 = 0.85 .0 ϕ .4 b). Nu ≥ 0.3. N Nn = Kuat nominal penampang. c 2 = 0.4.Nn ⎢⎢⎣ϕ b.Mnx ϕ b.Nn 9 ⎢⎣⎢ϕ b. N ∅ = Faktor reduksi kekuatan ∅c = 0. dimana : Nu = Gaya aksial (tarik atau tekan) terfaktor. c 2 . Untuk pipa baja yang diisi beton : c1 = 1. N.85 .Nn ⎡ ⎤ Nu + 8 . N.0 2 .2 a. Muy =Momen lentur terfaktor masing-masing terhadap sumbu x dan sumbu y.ϕ . ϕ c.dan c3 =0. Mny =Momen lentur nominal penampang komponen struktur masing-masing terhadap sumbu x dan sumbu y.Mny ⎥⎥⎦ b.⎢⎢ Mux + Mny ⎥⎥ ≤1. c1 .dan c3 adalah koefisien yang besarnya a).2 ϕ c.dan c3 =0.17 Pada persamaan di atas.90 (struktur lentur) Mnx .Nn ⎡ ⎤ Nu + ⎢⎢ Mux + Mny ⎥⎥ ≤1.Mny ⎥⎦⎥ Nu < 0.

Sambungan kaku / Rigid connection adalah sambungan yang dianggap memiliki kekakuan yang cukup untuk mempertahankan sudut-sudut di antara komponenkomponen struktur yang akan disambung. Sambungan sendi / Simple connection adalah sambungan yang pada kedua ujung komponen struktur dianggap bebas momen.5. Sambungan tidak boleh mengakibatkan momen lentur terhadap komponen struktur yang disambung.4 Sambungan Sambungan terdiri dari komponen sambungan (pelat pengisi. Sambungan sendi harus dapat berubah bentuk agar memberikan rotasi yang diperlukan pada sanbungan. Semi Rigid Connection Rigid Connection Rigid Connection Gambar 2. pelat buhul.4. Sambungan semi kaku / Semi rigid connection adalah sambungan yang tidak memiliki kekakuan yang cukup mempertahankan sudut-sudut diantara komponenkomponen struktur yang disambung.18 2. dan pelat penyambung) dan alat pengencang (baut dan las). namun harus dianggap memiliki kapasitas yang cukup untuk memberikan kekangan yang dapat diukur terhadap perubahan sudutsudut tersebut 3. 2. Sambungan pada baja .1 Klasifikasi sambungan : 1. 2. pelat pendukung.

Ab.m = φ.4.5db (LRFD 13.1) Jarak maksimum antar baut : 15tp atau 200 mm (LRFD 13. Perencanaan sambungan harus memenuhi persyaratan (SNI 03-1729-2002 Ps.tp φRn diambil yang terkecil Kontrol jarak baut : Jarak tepi minimum : 1.75 × t e × (0.1.6 × fu × Anv Vu < φPn 2.3) Kontrol Kekuatan Pelat φPn = 0. 3.db.4 Sambungan Las Ru ≤ ϕRnw dengan. Gaya dalam yang disalurkan berada dalam keseimbangan dengan gaya-gaya yang bekerja pada sambungan.4.4. 2. Sambungan dan komponen yang berdekatan harus mampu memikul gaya-gaya yang bekerja padanya. 13. Deformasi pada sambungan masih berada dalam batas kemampuan deformasi sambungan. 2.4.3 Sambungan Baut Kuat geser φRnv Kuat tumpu φRnt Jumlah baut.8)fy.75 × 0.4.3) : 1.(1.fv.4.Rnw = 0.6 × fuw) (las) .19 2.2) Jarak tepi maksimum : (4tp + 100 mm) atau 200 mm (LRFD 13.3) Jarak minimum antar baut : 3db (LRFD 13.4. φf .2 Perencanaan sambungan Kuat rencana setiap komponen tidak boleh kurang dari beban terfaktor yang dihitung. n = Vu = φ.

a (mm) 3 4 5 6 Tebal bagian paling tebal.1. pondasi tiang bor ( pondasi sumuran ).20 φf . yaitu daya dukung perlawanan tanah dari unsur dasar . Pondasi dangkal dipakai untuk struktur dengan beban yang relatif kecil. dikatakan pondasi dalam jika perbandingan antara kedalaman pondasi (D) dengan diameternya (B) adalah lebih besar sama dengan 10 (D/B > 10). pondasi caisson dan lain sebagainya.5. sedangkan untuk pondasi dalam dipakai untuk struktur dengan beban yang relatif besar seperti pada gedung yang berlantai banyak. Dalam perencanaan pondasi ada dua jenis pondasi yang umum dipakai dalam dunia konstruksi. yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.Pondasi dalam ini ada beberapa macam jenis. antara lain pondasi tiang pancang. Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal Daya dukung pada pondasi tiang pancang ditentukan oleh dua hal. 2.5 Perencanaan Pondasi Pondasi pada umumnya berlaku sebagai komponen struktur pendukung bangunan yang terbawah dan berfungsi sebagai elemen terakhir yang meneruskan beban ke tanah.Ukuran Minimum Las Sudut 2.6 × fu ) (bahan dasar) keterangan : fuw : tegangan tarik putus logam las fu : tegangan tarik putus bahan dasar te : tebal efektif las (mm) Tebal minimum las sudut.Rnw = 0.75 × t e × (0. t (mm) t ≤ 7 7 < t ≤ 10 10 < t < 15 15 < t Tabel 2.1 Pondasi Tiang Pancang a.

yaitu : • Daya dukung tiang pancang tunggal yang berdiri sendiri • Daya dukung tiang pancang dalam kelompok. K ) .21 tiang pondasi ( Qp ) dan daya dukung tanah dari unsur lekatan lateral tanah ( Qf ). Ap dengan : Np K = Harga rata-rata SPT di sekitar 4B di atas hingga 4 B di bawah dasar tiang pondasi = Koefisien karakteristik tanah = 12 t/m2. Hasil daya dukung yang menentukan yang dipakai sebagai daya dukung ijin tiang. Perhitungan daya dukung dapat ditinjau dari dua keadaan. As = ⎛ + 1⎟ . daya dukung suatu tiang juga harus ditinjau berdasarkan kekuatan bahan tiang pancang tersebut. untuk tanah pasir Ap qp = Luas penampang dasar tiang = tegangan di ujung tiang Ns ⎞ Qs = qs . Ap = ( Np . untuk tanah lanau berpasir = 40 t/m2. Perhitungan daya dukung tiang pancang ini dilakukan berdasarkan hasil uji Standard Penetration Test ( SPT ) menurut Luciano Decourt ( 1982 ) Ql = Qp + Qs dimana : Qp = qp . untuk tanah lanau berlempung = 25 t/m2. Sehingga daya dukung total dari tanah dapat dirumuskan : Qu = Qp + Qs Disamping peninjauan berdasarkan kekuatan tanah tempat pondasi tiang pancang di tanam. untuk tanah lempung = 20 t/m2. As ⎜ 3 ⎝ ⎠ .

Dari problema ini. dengan batasan : 3 ≤ N ≤ 50 = keliling x panjang tiang yang terbenam Daya dukung ijin dari satu tiang pancang yang berdiri sendiri adalah daya dukung tiang total dibagi dengan suatu angka keamanan. pemancangan dapat menaikkan kepadatan disekitar tiang bila jarak antar tiang < 7 s/d 8 diameter. Untuk daya dukung batas. pengaruh dari sebuah group tiang pondasi tidak perlu diperhitungkan bila jarak as ke as antar tiang . Namun untuk kondisi tanah didominasi oleh pasir lepas atau dengan tingkat kepadatan sedang.22 Dengan : qs Ns As = tegangan akibat lekatan lateral dalam t/m2 = harga rata-rata sepanjang tiang yang tertanam. karena pengaruh dari group tiang tersebut. Qijin 1 tiang = Dimana : SF N’ N = safety factor = 3 = harga SPT di lapangan = harga SPT setelah dikoreksi = 15 + [ ( N’ – 15 ) /2 ] Qu SF b. daya dukungnya mengalami modifikasi. dapat dibedakan dua fenomena sebagai berikut : ¾ Pengaruh group disaat pelaksanaan pemancangan tiang-tiang ¾ Pengaruh group akibat sebuah beban yang bekerja Proses pemancangan dapat menurunkan kepadatan di sekeliling tiang untuk tanah yang padat. Daya dukung dukung tiang kelompok Disaat sebuah tiang merupakan bagian dari sebuah group.

maka besarnya beban vertikal yang bekerja pada sebuah tiang adalah : ekivalen (Pv) V M y .5. dan momen (M). Untuk kasus daya dukung group pondasi.x max M x .y max dimana : Pv = ± ± 2 2 n ∑x ∑y Pv = Beban vertikal ekivalen V = Beban vertikal dari kolom n = banyaknya tiang dalam group Mx = momen terhadap sumbu x My = momen terhadap sumbu y xmax = absis terjauh terhadap titik berat kelompok tiang ymax = ordinat terjauh terhadap titik berat kelompok tiang 2 ∑x = jumlah dari kuadrat absis tiap tiang terhadap garis netral group .5 diameter tiang. Sebaliknya. jarak minimum antar tiang dalam group adalah 2 s/d 2. QL (group) = QL (1 tiang) × n × Ce n = jumlah tiang dalam group Untuk menghitung koefisien efisiensi Ce. digunakan cara Converse – Labarre : arc tan (∅ / s ) ⎛ 1 1⎞ Ce = 1 − ×⎜2 − − ⎟ 90° m n⎠ ⎝ dimana: ∅ : diameter tiang pondasi S : jarak as ke as antar tiang dalam group m : jumlah baris tiang dalam group∅ n : jumlah kolom tiang dalam group 2. horizontal (H).23 adalah > 3 diameter.2 Repartisi beban-beban diatas tiang kelompok Bila diatas tiang-tiang dalam kelompok yang disatukan oleh sebuah kepala tiang (poer) bekerja beban-beban vertikal (V). harus dikoreksi terlebih dahulu dengan koefisien efisiensi Ce.

. Perhitungan jarak tiang ( Dirjen Bina Marga Departemen PU) sebagai berikut : 2. D = diameter tiang pancang. dan negative bila berlawanan dengan arah e.5D ≤ S1 ≤ 2D dimana : S = jarak antar as tiang pancang.5D ≤ S ≤ 3D 1.24 ∑y2 = jumlah dari kuadrat ordinat tiap tiang terhadap garis netral group nilai x dan y positif jika arahnya sama dengan arah e. S1 = jarak as tiang pancang ke tepi.

25 BAB III METODOLOGI 3.1 Bagan Alir Penyelesaian Tugas Akhir Mulai Pengumpulan Data Studi Literatur Perencanaan Struktur Sekunder Preliminary Desain dan Pembebanan Pemodelan dan Analisa Struktur Not Ok Kontrol Desain Ok Perencanaan Pondasi Penggambaran Hasil Perencanaan Selesai .

1991.Data umum bangunan (kondisi Awal) 1. Panjang banguna : 40 m 7. Nama Gedung : Gedung Albergo 2. Daya Dukung Pondasi Dalam. Purwono. Struktur Utama : Struktur beton bertulang . 1998 g. Letjen Soepono. Wahyudi. Salmon. Spiegel & Limbrunner. Surabaya : ITS.Atanu. John. 2006. Rinaldy. Bruce & Mazumder.3 Studi literatur Mencari literatur dan peraturan gedung (building code) yang menjadi acuan dalam pengerjaan tugas akhir ini. Fungsi : Apartemen 5. Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa. Jumlah lantai : 36 lantai + Atap 6. c. Jakarta 3. Charles & E.Pradinya Paramita. Amon.CE. d.7 m 10. Struktur Baja Desain Dan Perilaku Jilid 1 Edisi Kedua. Lokasi : JL. Rahmat. Mempelajari data-data perencanaan secara keseluruhan yang mencakup: . Perencanaan Konstruksi Baja Untuk Insinyur dan Arsitektur 2. Tinggi Bangunan : 140. Diterjemahkan oleh: Ir.26 3. Jakarta: Erlangga. Knobloch. Muhammad. Vebriano & Rustailang.Bandung : PT.S.Johnson. G. Lebar bangunan : 27 m 8. Wira M. 1999. American Institute of Steel Construction – Load and Resistance Factor Design (AISC-LRFD). Herman. b. Rene .2 Mengumpulkan data yang berkaitan dengan perencanaan Mempelajari gambar eksisting sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan modifikasi perencanaan. Adapun beberapa literatur serta peraturan gedung tersebut antara lain adalah sebagai berikut : a. .Data Bahan 3. 2005 f. e. 1999.

27 h..1 Preliminary Design Balok Mu φ = Mn Mn = Zp x fy . Perencanaan pelat lantai c. 3. Perencanaan tangga b.dari nilai Zp didapat rencana fy awal dimensi balok.. Perencanaan balok lift 3.. Perencanaan balok anak e... SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.. SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Dimana : Mu : momen ultimate beban ø : faktor reduksi lentur Mn : momen nominal Zp : momen tahan plastis fy : tegangan leleh baja . k.4 Perencanaan Struktur Sekunder a. j...5. Perencanaan pelat atap d.(asumsi tegangan baja mencapai tegangan plastis) Zp = Mn …….5 Preliminary Design dan Pembebanan 3.. i. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983.. SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung.

5.1) .3 Pembebanan Perencanaan pembebanan pada struktur ini berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983 dan SNI 03-1726-2002.28 3. Yang nilainya sebagai berikut : Berat volume beton : 2400 kg/m3 (tabel 2.1) Berat volume tegel : 2400 kg/m3 (tabel 2.1) Berat volume AC dan perpipaan : 10 kg/m2 (tabel 2.1) Berat volume spesi : 2100 kg/m3 (tabel 2.1) Berat volume plafond : 11 kg/m2 (tabel 2.1) Berat volume aspal : 1400 kg/m3 (tabel 2. penyelesaian-penyelesaian. A= fy Dimana : Pu : gaya aksial ultimate beban ø : faktor reduksi gaya aksial tekan Pn : momen nominal A : luas penampang = Pn 3.1) Beban mati ialah berat dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap termasuk segala unsur tambahan.2 Preliminary dimensi kolom pu φ pn (asumsi tegangan baja mencapai tegangan plastis) fy = A Pn dari nilai A didapat rencana awal dimensi kolom. mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung itu.1) Berat volume ps bata merah : 250kg/m2 (tabel 2. Pembebanan tersebut antara lain : a.1) Berat volume penggantung : 7 kg/m2 (tabel 2.1) Berat dinding partisi : 40 kg/m2 (tabel 2.5. Beban Mati (PPIUG 1983 Bab1 pasal 1.

Besarnya tekanan positif dan tekanan negatif ini dinyatakan dalam kg/m2. 3) Beban angin ialah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara.2 (PPIUG 1983) dengan kefisienkoefisien angin yang ditentukan dalam pasal 4. 2) Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung.1) .1) c. Beban Angin (PPIUG 1983 Bab 1 pasal 1. d.3 (PPIUG 1983).Beban hidup pada tangga diambil sebesar 300 kg/m2 (tabel 3.1) .Beban hidup pada lantai mesin elevator diambil sebesar 400 kg/m2 (tabel 3. yang bekerja tegak lurus pada bidang-bidang yang ditinjau. sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap tersebut.1) . ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup yang ditentukan dalam pasal 4.2.29 b. Beban Gempa (PPIUG 1983 Bab 1 pasal 1. dan ke dalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang barang yang dapat berpindah.4) Beban gempa adalah semua beban statik ekivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang .Beban hidup pada lantai diambil sebesar 250 kg/m2 (pasal 3. Beban angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (isapan).Beban hidup pada lantai atap diambil sebesar 100 kg/m2 (pasal 3. mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu. . Beban Hidup (PPIUG 1983 Bab 1 pasal 1.

.6 SNI 03 – 1726 – 2002): T1 < ς n dimana : ς = Koefisien untuk wilayah gempa tempat struktur gedung berada (Tabel 8).30 menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa itu....Kinerja batas layan : ΔS = 0. Dalam hal pengaruh gempa pada struktur gedung ditentukan berdasarkan suatu analisa dinamik. (pasal 8...6) .. V.1) ΔS = 30 mm Dimana : R = RSRPMB Baja = 4.....3.... n = Jumlah tingkatnya Simpangan antar lantai (SNI 03 – 1726 – 2002) . maka yang diartikan dengan beban gempa disini adalah gaya-gaya di dalam struktur tersebut yang terjadi oleh gerakan tanah akibat gempa itu. ditetapkan sebagai berikut: V = dimana : V R T1 Wt I Hn C1 C1 × I × Wt .. T1 = Cc (hn)3/4 R = Gaya geser dasar Nominalstatik ekuivalen = Faktor reduksi gempa = Waktu getar alami fundamental = Berat total gedung = Faktor kepentingan struktur = Tinggi total gedung = Faktor respons gempa Pembatasan waktu getar alami fundamental (Pasal 5..2) .....Kinerja batas ultimit : ΔM = ΔS * ξ .5 ..03 / R Ambil terkecil (pasal 8. (pasal 4.. Gaya geser dasar rencana total.

6 Pemodelan dan Analisa Struktur Untuk mengetahui gaya dalam yang timbul pada elemen struktur akibat beban yang bekerja maka dilakukan analisa struktur dengan menggunakan program bantu ETABS v9. .2-6) 3.31 ¾ Kombinasi Pembebanan Kombinasi Pembebanan sesuai dengan LRFD tersebut di atas dengan kombinasi sebagai berikut (metode LRFD) : .9 D – (1. tahap selanjunya kita kontrol desain meliputi kontrol terhadap kolom.0 E) (6. 3.8 W) (6. Bila tidak memenuhi maka dilakukan re-design. tahap selanjutnya yaitu kita mendesain pondasi bangunan.8 Perencanaan Pondasi Setelah perencanaan bangunan atas selesai. 3.9 Penggambaran hasil perhitungan dalam gambar teknik Penggambaran hasil Perencanaan dan perhitungan dalam gambar teknik ini dengan menggunakan program bantu AutoCAD.2 D + 1.2-5) . Bila telah memenuhi maka dapat diteruskan ke tahap pendetailan.1.0 E + γL L .2-4) .3 W + γL L + 0.2 D + 1.3W atau 1. dan peraturan angka keamanan. dan juga perhitungan sambungan dimana dari kontrol tersebut dapat mengetahui apakah desain yang kita rencanakan telah sesuai dengan syarat-syarat perencanaan.2-2) . balok.5 (La atau H) (6.6 L + 0.5 (La atau H) (6.7 Kontrol Desain Setelah melakukan analisa struktur bangunan.2-3) .2-1) (6.1.0. 3.2 D + 1.1.6 (La atau H) + (γL L atau 0. serta efisiensi.1.2.1.4 D (6.0.2 D + 1.

32 ”Halaman ini sengaja dikosongkan” .

Ok a = arc tg ⎛ ⎜ ⎟ .55º .33 BAB IV PERENCANAAN STRUKTUR SEKUNDER 4....5 cm = 30 cm = 360 cm = 5 cm 4.1.5 cm Jumlah tanjakan = 2 212...1.1 Perencanaan Tangga 4..........5 ⎞ = 30.5 17.2 Perecanaan Jumlah Injakan Tangga .5 = 13 buah = 12 buah = 140 cm = 150 cm = 360 cm = 330 cm Jumlah injakan ( n ) =13-1 Lebar bordes Lebar tangga Panjang Tangga Panjang Bordes ⎝ 30 x12 ⎠ 212....Perhitungan jumlah injakan tangga Tinggi injakan ( t ) = 65 − 30 = 17.1 Data perencanaan Tinggi antar lantai Tinggi bordes Lebar injakan Panjang tangga Lebar pegangan tangga = 425 cm = 212.Persyaratan – persyaratan jumlah injakan tangga 60 cm < ( 2t + i ) < 65 cm 25º < a < 40º Dimana : t = tinggi injakan (cm) i = lebar injakan (cm) a = kemiringan tangga .

2 Potongan A – A tangga .34 Pelat Combideck t= 9 cm Balok Utama Tangga Channel 260x90x10x1 Pelat Anak Tangga t= 3 mm Gambar 4.1 Denah tangga Gambar 4.

50 x 7850 = 35.437 kgm = 0.3 Perencanaan Pelat Tangga Pelat baja t=3mm Profil Siku 60.35 4.53 kg/m + qD = 38.32 ML = 1/8 q L l2 = 0.4 x 0.437 kgm 5.3 Tampak anak tangga .60.125 x 450 x 0.Perencanaan pembebanan pelat tangga Beban Mati Berat pelat = 0.063 kgm Perhitungan Kombinasi Pembebanan MU MU = 1.4 MD = 1.325 kg/m Alat penyambung ( 10 % ) = 3.612 kgm .858 x 0.6 30 cm 150 cm Gambar 4.858 kg/m Beban Hidup qL = 300 x 1.003 x 1.Perencanaan tebal pelat tangga Tebal pelat tangga = 3 mm = 0.1.125 x 38.32 = = 0.003 m Berat jenis baja = 7850 kg/m3 Mutu baja Bj 41→Tegangan leleh baja = 2500 kg/cm2 .50 = 450 kg/m Perhitungan MD dan ML MD = 1/8 q D l2 = 0.

375 x 2500= 7593. 38858 4 ........9 x 3.32 = 3..42 kg/m A = 6....94 kgm > 8...Ok 4.437 + 1..8 cm4 ix = 1.2 MD + 1.82 cm tw = 6 mm Iy = 22...4 Tampak melintang anak tangga ..625 kgm ( menentukan ) Kontrol Momen Lentur Zx = ¼ bh2 = 0...10 6.8 cm 2 Zx = 9.36 MU = 1..0833 cm 360 360 Ix = 1 bh 3 = 1 x 150 x 0..0833 .... 35 30 + = 365 2.91 cm Gambar 4.3375 cm4 12 12 4 Ymax = 5 (q D + q L )l < f 384 EI x 4 ( ) 5 0 .375 cm3 φMn = φZx x fy = 0...4 Perencanaan Penyangga Pelat Injak Direncanakan menggunakan profil siku 60x60x6.3375 = 0.Ok Kontrol Lendutan f = L = 30 = 0.83 cm3 W = 5...33 = 0.25 x 150 x 0..82 cm 4 iy = 1.6 x 5...1..625 kgm.0804 < 0.. dengan data sebagai berikut : b = 60 mm Ix = 22.75 kgcm Syarat : φMn > Mu 75.0.6 ML = 1.2 x 0.063 = 8..

1.l ) + 1 ( 1.100.769 kgm ML = 1/8 qL l2 → akibat beban merata = 0.42 kg/m + = 8.003 x 7850 = 3.2.863 Kg .848 x 1.6.50) + 0.qD.100.533 kg/m Berat baja siku 60x60x6 = 5.150 = 5000 kg cm = 50 kgm Vu = 1 ( 1.895 kg/m + qD = 9.9.502 = 2.502 = 11.125 x 9.125 x 45 x 1.15 x 0.5 Sketsa pembebanan pelat tangga Beban Mati ( ½ lebar injakan) Berat pelat = 0.2) = 168.848 kg/m Beban Hidup ( 1/2 lebar injakan ) qL = 300 x 0.953 kg/m Alat penyambung ( 10 % ) = 0.5(1.37 - Perencanaan pembebanan P=100Kg P=100Kg VA VB Gambar 4.6.15 = 45 kg/m pL = 100 = 100 kg Perhitungan MD dan ML MD = 1/8 qD l2 = 0.2.848.P.2 ) 2 2 = 0.5(1.827 kgm ML = 1/3(PL) → akibat beban terpusat = 1/3.

.8 = 0.175 kgm Syarat : φMn > Mu 221.877 kgm MU = 1...175 kgm > 83..6 ML = 1.2 x 2...Ok .9 x 9.6 x 50= 83.4 x 2.... 45 150 = + 648 2.769 = 3......8 cm4 4 3 ( ) + q q l Pl 5 23 D L Ymax = + 384 EI x 648 EI x 3 4 ( ) 100 + 100 x 150 23 ( ) 5 0 .Ok Kontrol Lendutan f = L = 150 = 0......323 kgm ( menentukan ) Kontrol Momen Lentur φMn = φZx x fy = 0.. 09848 + 0 ....605 < 0.625.8 384 2..106 x 22.10 6 x 22.625 cm 240 240 Ix = 22..323 kgm....5 kgcm = 221.38 Perhitungan Kombinasi Pembebanan MU MU = 1.4 MD = 1..83 x 2500 = 22117...769 + 1...2 MD + 1...

1 kg/m2 4.1 kg/m2 = 216 kg/m2+ = 226.lantai keramik t = 1cm = 24 kg/m2 = 1.39 4.24 kg /m2 .1 kg/m2 .bentang (span) = 1.spesi lantai t = 1cm = 1.1.21 kg /m2 = 21 kg/m2 .4 m .2400 kg/m3 qD2 = 10.1 kg/m2 = 10.75mm.Beban Mati .Pelat beton t = 9 cm = 0.tebal pelat beton = 9 cm b.6 Desain Balok Utama Tangga Balok utama tangga dianalisa dengan anggapan terletak di atas dua tumpuan sederhana dengan menerima beban merata dari berat sendiri dan beban dari anak tangga.1.Pelat lantai bondek = 10.09 m.sandaran baja = 20 kgm2 Total beban finishing = 65 kgm2 Beban Hidup Beban hidup = 300 kg/m2 Beban berguna = beban hidup + beban finishing = 300 kg/m2 + 65 kg/m2 = 365 kg/m2 Berdasarkan tabel perencanaan praktis untuk bentang menerus tanpa tulangan negatif tanpa penyangga didapatkan data-data sebagai berkut : . Pembebanan a.Beban Berguna (Superimposed) Beban finishing : . Balok utama tangga .5 Desain Bordes Dipakai pelat komposit bondek dengan tebal pelat = 0.

Perencanaan Pembebanan BEBAN ANAK TANGGA (qu1) BEBAN BORDES (qu2) B VuC C A VuA Gambar 4.003 x 1. Perencanaan pembebanan anak tangga Beban Mati Berat pelat = 0.42 x 2 x0.56 cm Sy = 47.40 direncanakan menggunakan profil Channel 260x90x10x14. dengan spesifikasi sebagai berikut : Ix = 4820 cm4 A = 48.55 = 44.50/2 x 7850 = 17.75 /0.9 / cos 30.663 kg/m Berat profil siku = 5.6 Sketsa pembebanan balok utama tangga 1.99 cm Sx = 371 cm3 iy = 2.773kg/m Berat alat penyambung (10%) = 10.887kg/m qD1 = 119.9 kg/m Iy = 317 cm4 ix = 9.1 kg/m Berat profil = 37.01 kg/m Berat sandaran besi = 20 kg/m = 108.30 = 27.3 cm2 W = 37.7 cm3 Zx = 445 cm3 Zy = 105 cm3 .650 kg/m .

..65 Berat penyambung ( 10 % ) qD2 = 217.40 +841..3.86 = ( 217...14 kg ( ↑ ) VLC = {( ql2.1) x 1.79 kg ...4..650.39 = (119..1... Beban Hidup VLA = {(ql1.3.3..Perhitungan Gaya – Gaya pada Tangga = 495 kg/m A..6.41 Beban Hidup qL1 = 300 x 1.5 kg/m = 37.50 x 0....6) + (2495.037 kg/m Beban Hidup qL2 = 300 x 1.037..8) }/5 = 841. Beban Mati VDA = {(qd1.14 + 877.8)}/5 = 877..3.215 kg/m = 51..1..5 2.6.1..7)}/5 = 598.822 kg/m = 570.3..4.4) 1228.1.6.4..315 kg/m = 518.6.3.4.4.0.1.0...Ok B.3) + (qd1.1..3.OK .1..40 kg ( ↑ ) VDC = {(qd2..5.2) + (ql2....4) 1476 kg = 1476 kg .3.1.... Perencanaan pembebanan bordes Beban Mati Berat profil Berat bordes =(65+226.9 kg/m = 480..86 kg ( ↑ ) Kontrol : Σ V = 0 598.4..7) }/5 = 387.79 kg = 1228.3) + (ql1..2) + (qd2.39 kg ( ↑ ) Kontrol : Σ V = 0 387..6)+(570.65 .

.Ok qU 1 491..65 + 1.1.(2414.90 kg ( ↑ ) VUC = 1..58.VLA = 1...3.2 VDA + 1.6.58 kg/m qu2 = 1.5..044 kg/m VUA = 1.6.4) + (qu2.3.58.570.6..VLC = 1... 598.x1) – (1/2..5) = 491.. 387. 491.2. 1.217.42 C. qu1.495) = 1476.8932) = 2056.qd1 + 1. Gaya – Gaya Dalam Ultimate qu1 =1.6.4) + (1476.0..2.1933.119.416 kgm MUBA = (VUA.2.1.7) = .... 841.6..8) = 1933.86 = 2414.6) – (491.7) = .416 kgm Kontrol : MUBA = MUBC..2 VDC + 1..6...39 + 1..(VUC .24.90.2.441 kgm ..24 kg ( ↑ ) MUBC = .90.4.4.6...3.2.x) .1.3.6.04.ql1 = (1.Ok Batang AB Mx1 = (VUA. 877..2..ql2 = (1.58 MUmax = (VUA..qu1.6m.8) = (1421.1.14 = 1421.90 x1= UA = = 2.40 + 1.0.x1 = 0 dx1 V 1421.6) – (qu1...1.qd2 + 1..6.893 m < 3.(1/2.893) – (0.2.037 + 1..6.x2) = (1421.2....x12) dMx1 = 0 ⇒ VUA − qU 1 .

082 cm Ternyata Lp >Lb.51 cm Lp = 1.84 cm cos 30. maka Mnx = Mpx .Balok Bordes Lb = 0 m Lp = 131.10 5 = 110.21 ≤ 10.Batang Miring Lb = 90 170 ≤ 2.iy.22.55° E 2.75 20 ≤ 106. maka Mnx = Mpx 2.25 Penampang profil kompak.76.416 kgm 2056.7 Sketsa bidang momen pada balok tangga .893 m C + 1933.76.14 250 30 = 34.2. fy 250 Ternyata Lp>Lb. maka Mnx = Mpx Kontrol Lateral Buckling 1.43 B + A 2.Kontrol Kekuatan Propil Penampang Profil fy = 2500 kg/cm2 untuk sayap : b 170 ≤ 2tf fy untuk badan : h 1680 ≤ tw fy 200 1680 ≤ 10 250 3.441 kgm Gambar 4. = 1.

441 kgm < 10012....90.fy = 445...5.....Kontrol Momen Lentur 90m m y1 260m m 10m m y2 14m m Gambar 4...... Mn = Mp = 1112500 kgcm = 11125 kgm Syarat : Mu ≤ φMn 2056.8 Sketsa profil Canal 260.2500 = 139125 kgcm Jadi....2500 = 1112500 kgcm = 11125 kgm 1...5 250 20 < 69.5 kgm...57 .. 11125 kgm 2056.Ok ..44 ...5 Sx..14 Mp = Zx.fy = 1..9..plastis ..5 My = 1..10.Kontrol Kuat Rencana Geser 162 110 ≤ 5..441 kgm ≤ 0...371...

6 kg/m + 69.56 kg/m 91. 76. Syarat : Aw = tw...2...87 kg/m .904 kg Vu ≤ φVn 1421.1... dengan data sebagai berikut : Sx = 775 cm3 A = 63.260 = 2600 mm2 4.Perencanaan pembebanan Beban Mati Berat sandaran besi : 20 kg/m Berat sendiri profil : Berat ikatan ( 10 % ) qU = 1..904 Kg < 35100 kg .6 kg/m Iy = 984 cm4 Sy = 112 cm3 bf = 175 mm ix = 17.6 kg/m 6...Ok Jadi profil Channel 260x90x10x4 dapat dipakai..7 Desain Balok Penumpu Bordes Balok penumpu bordes direncanakan menggunakan profil WF 350x175x7x11....6 x fy x Aw Vn = 0.45 Vn = 0.70 cm Zx = 841 cm3 d = 350 mm iy = 3...56 kg/m P = VUC = 2414.d = 10..96 kg/m + 76..9 x 39000 = 35100 kg VUA = 1421..6 x 2500 x (26) = 39000 kg φVn = 0.24 kg = = = = qD = = 20 kg/m 49.95 cm Zy = 172 cm3 tf = 11 mm r = 14 mm tw = 7 mm h = 300 mm .14 cm2 Ix = 13600 cm4 W = 49..

24 (16) + (91.15).65+0.87 .24.65+0.15 + 3.24.87 Kg/m' VA VB Gambar 4.8 + P.85 + 2.35).96 + 5195.9 Sketsa pembebanan balok penumpu bordes ΣMB = 0 VA.8 + 2414.24 kgm .(5.(1.96 Kg Kontrol : VA + VB = (qD. 4 = 5195.46 P=2414.85 + 2.96 Kg ( ) ΣMA = 0 VB.87.82 = 0 1 2414.15 + 3.65 + 4.8 .4 –2414.24 Kg P P P qD=91.½ qD.8 .24 (16) + 8 1 (91.92 ………Ok Mmax = VA.87 ) 8 2 2 VA = 8 VA = 5195.P.65 + 4.P.92 = 10391.4 – P (1.35).82 = 0 VB = 2414.4) 5195.½ q.96 = (91.4) 10391.42 2 91.15) 2 = 15703.(5.½ qD.87) 8 2 2 ( ) VB = 5195.96.

95 ≤ 10.plastis Vn = 0.9 x 31500 = 28350kg Syarat : Vu ≤ φVn 5195........Ok .........7..6 x fy x Aw = 0.5 kgm > 15703..75 42..47 ..... maka Mnx = Mpx Kontrol Momen Lentur φMn = φ x fy x Zx = 0...........24 kgm...6 x 2500 x (0.Kontrol Kuat Rencana Geser 30 1100 h 1100 ≤ ≤ 7 tw 250 fy 42..........30) = 31500 kg φVn = 0.86 ≤ 106.........Kontrol Kekuatan Propil Penampang Profil untuk sayap : bf 170 ≤ 2tf fy untuk badan : h 1680 ≤ tw fy 175 170 30 1680 ≤ ≤ 7 2....22 cm ≤ f ijin........ ....976 kg < 28350 kg.33 cm 240 240 Lendutan yang terjadi (SAP 2000) f = 2..Ok Kontrol Lendutan fijin = L 800 = = 3.....11 250 250 7..25 Penampang profil kompak..9 x 2500 kg/cm2 x 841cm3 = 1892250 kgcm Syarat : φMn > Mu 18922.Ok Jadi profil WF 350x175x7x11dapat dipakai......86 < 69....57 ..

sehingga reaksi tumpuan balok bordes langsung diterima balok penompu bordes. ¾ Sambungan Baut Model mekanika tumpuan tangga menggunakan asumsi sendi pada tangga dan rol pada bordes. Sambungan balok bordes dengan balok penumpu bordes Asumsi tumpuan pada bordes adalah rol (balok tangga diletakkan di atas balok penumpu bordes).11 Gambar 4. A Baut ø 12 Balok tangga Channel 260. Sambungan baut digunakan untuk menyambung balok bordes dengan balok penumpu tangga.11 Pot. Sehingga sambungan baut yang dipakai adalah sambungan geser.1. A Balok penumpu bordes 350. Dipakai 2 buah baut dengan Øbaut = 12 mm.10.10 Sambungan balok bordes dengan balok penumpu bordes .7.7.175.8 Perencanaan Sambungan Profil Tangga Ada dua sambungan yang akan digunakan pada tangga.14 Balok penumpu bordes 350. Maka sambungan baut hanya diperlukan praktis. a.175. yaitu sambungan baut dan las.90.48 4. Sambungan las digunakan untuk menyambung balok tangga miring dengan balok tangga horizontal (bordes).

3 aeffsayap = 0.707.11 Sambungan balok tangga dengan balok tumpuan tangga Kontrol Sambungan Las Digunakan las mutu E70XX 0.707. fu. fu.1 aeffbadan = = = 0. t = 10 mm I P o t.tf 0.707.3 .tw 0.707.1.I B a lo k ta n g g a C h a n n e l 2 6 0 .4100.49 ¾ Sambungan Las Sambungan antara balok – balok tangga direncanakan dengan menggunakan sambungan las.70.70.589cm E 70 XX 70. dengan ketentuan sebagai berikut : ƒ Mutu las E70 XX (fuw = 70 ksi = 4921 kg/cm2) ƒ Tebal pelat penyambung.1 4 P la t p e n y a m b u n g T e b a l = 1 0 m m Gambar 4.4100.9 0 .I .1 0 .64cm E 70 XX 70.4 = = 1.

6 fh = = = 521.70.707 Sehingga.8 cm = 8 mm .4 Akibat Mu Mu 193341.43cm ϕ .75.71 = = 0.2)) = 55.0.8. fu 0.74 = = 28.707 0.6.608cm < aeffmax = 1.32 = 958.2) + (0.70. digunakan a = 0.(26+(0.2 + (1.71 kg/ cm2 te perlu = a perlu = f total 958.1 kg/ cm2 A 55.50 Dimisalkan dipakai tebal las (te = 1 cm) A = 1.14 kg/ cm2 Sx 371 f total = fr 2 + fh 2 = 28.12 + 958.3 0.2) + 23.4.4 cm2 Akibat Pu fr = Pu 1556.9.43 te = = 0.64 cm 0.

Gunung Garuda.24 mm2 = 0.2. dipasang tulangan tarik Ø 8-250 .tebal pelat beton = 9 cm .50 m .rangka + plafond = (11+7)kg/m2 = 18 kg/m2 . dimana dalam perencanaan ini bondek yang digunakan merupakan produk dari PT.ducting AC + pipa = 10 kg/m2 + Total beban finishing = 56 kg/m2 Beban Hidup Beban Hidup = 100 kg/m2 Beban superimposed/berguna = beban hidup + finishing = 100 kg/m2 + 56 kg/m2 = 156 kg/m2 Berdasarkan tabel perencanaan praktis untuk bentang menerus dengan tulangan negatif dengan satu baris penyangga didapatkan data-data sebagai berkut : . 4.51 4.14 kg/m2 .banyaknya tulangan yang diperlukan tiap 1 m A 1.direncanakan memakai tulangan dengan Ø = 8 mm (As = 50.2 Perencanaan Struktur Lantai Pada perencanaan struktur lantai direncanakan pelat lantai menggunakan bondex.tulangan negatif = 1.aspal t = 2 cm = 2.5024 Jarak antar tulangan tarik per-meter = 1000mm/4 = 250 mm Jadi.bentang (span) = 2.71 cm2/m .1 Pelat Lantai Atap Dipakai pelat komposit bondek dengan tebal pelat = 0.75 mm Pembebanan a.Beban Superimposed (Berguna) Beban finishing : = 28 kg/m2 .5024 cm2) .71 = = = 3.4 buah = 4 buah As 0.

52
b.Beban Mati - Pelat lantai bondek - Pelat beton t = 9 cm = 0,09m.2400 kg/m3

= 10,1 kg/m2 = 216 kg/m2 + = 226,1kg/m2
Tulangan Ø 8 – 250mm Plat Bondex t = 0,75 mm

90 mm

Balok

Gambar 4.12 Potongan plat lantai Atap

4.2.2 Pelat lantai 1 dan lantai 3 sampai lantai 11 Dipakai pelat komposit bondek dengan tebal pelat = 0,75mm. Pembebanan a.Beban Superimposed Berat finishing : - spesi lantai t = 2 cm = 2.21kg /m2 = 42 kg/m2 - lantai keramik t = 1cm = 1.24 kg /m2 = 24 kg/m2 = 18 kg/m2 - rangka + plafond = (11+7)kg/m2 - ducting AC+pipa = 10 kg/m2 - dinding = 250 kgm2 Total beban finishing = 344 kg/m2
Beban Hidup Beban hidup = 250 kg/m2 Beban berguna = beban hidup + finishing = 250 kg/m2 + 344 kg/m2

= 594 kg/m2

Berdasarkan tabel perencanaan praktis untuk bentang menerus dengan tulangan negatif dengan satu baris penyangga didapatkan data-data sebagai berkut :

53
- bentang (span) - tebal pelat beton - tulangan negatif = 2,50 m = 9 cm = 3,25 cm2/m

- direncanakan memakai tulangan dengan Ø = 8 mm (As = 50,24 mm2 = 0,5024 cm2) - banyaknya tulangan yang diperlukan tiap 1 m =

A 3,25 = = 6,47 buah = 7 buah As 0,5024

Jarak antar tulangan tarik per-meter = 140 mm Jadi, dipasang tulangan tarik Ø 8-140 b.Beban Mati - Pelat lantai bondex - Pelat beton t = 9 cm = 0,09m.2400 kg/m3 = 10,1kg/m2 = 216 kg/m2+ = 226,1kg/m2

90 mm

Tulangan Ø 8 – 140mm Plat Bondex t = 0,75 mm

Balok

Gambar 4.13 Potongan plat lantai 1 dan lantai 3 sampai lantai 11

54
4.2.3 Pelat lantai 2 Dipakai pelat bondek dengan tebal pelat = 0,75mm. Pembebanan a.Beban Superimposed Berat finishing : - spesi lantai t = 2 cm = 2.21kg /m2 = 42 - lantai keramik t = 1 cm = 24 = 1.24 kg /m2 2 = 18 - rangka + plafond = (11+7)kg/m - ducting AC+pipa = 10 - dinding = 250 Total beban finishing = 344

kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kgm2 + kg/m2

Beban Hidup Beban hidup = 400 kg/m2 Beban berguna = beban hidup + finishing = 400 kg/m2 + 344 kg/m2 = 744 kg/m2 Berdasarkan tabel perencanaan praktis untuk bentang menerus dengan tulangan negatif dengan satu baris penyangga didapatkan data-data sebagai berikut : - bentang (span) = 2,50 m - tebal pelat beton = 11 cm - tulangan negatif = 3,38 cm2/m - direncanakan memakai tulangan dengan Ø = 8 mm (As = 50,24 mm2 = 0,5024 cm2) - banyaknya tulangan yang diperlukan tiap 1 m A 3,38 = = 6,73 buah = 7 buah As 0,5024 Jarak antar tulangan tarik per-meter = 140 mm Jadi,dipasang tulangan tarik Ø 8-140 b.Beban Mati - Pelat lantai bondex = 10,1kg/m2 - Pelat beton t = 11 cm = 0,11m.2400 kg/m3 = 264 kg/m2+ = 274,1kg/m2

75 mm Balok Gambar 4.21kg /m2 = 21 2 = 18 .24 mm2 = 0.55 m .11 cm2/m .tulangan negatif = 3.rangka + plafond = (11+7)kg/m .2.5024 cm2) .Beban Superimposed Berat finishing : .14 Potongan plat lantai 2 4.tebal pelat beton = 10 cm .spesi lantai t = 1cm = 1.bentang (span) = 2.4 Pelat Lantai Mesin Lift Dipakai pelat bondex dengan tebal pelat = 0.banyaknya tulangan yang diperlukan tiap 1 m .75 mm Pembebanan a.direncanakan memakai tulangan dengan Ø = 8 mm (As = 50.ducting AC+pipa = 10 Total beban finishing = 49 Beban Hidup Beban hidup = 400 kg/m2 Beban superimposed = beban hidup + finishing = 400 kg/m2 + 49 kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2 + kg/m2 = 449 kg/m2 Berdasarkan tabel perencanaan praktis untuk bentang menerus dengan tulangan negatif dengan satu baris penyangga didapatkan data-data sebagai berkut : .55 100 mm Tulangan Ø 8 – 140mm Plat Bondex t = 0.

16 cm2 ix = 16.48 cm h = d–2(tf + r ) = 396–2(11+16) = 342 mm BJ-41 : fy = 2500 kg/cm2 fu = 4100 kg/cm2 Beton : fc’= 250 kg/cm2 fr = 700 kg/cm2 fL = fy – fr = 2500 – 700 = 1800 kg/cm2 Panjang balok anak (L) = 950 cm . dengan data sebagai berikut : A = 72. sehingga mempunyai kekakuan yang cukup.69 buah = 6 buah As 0.dipasang tulangan tarik Ø 8-160 b.Beban Mati .8. Pada perencanaan ini.1kg/m2 = 240 kg/m2+ =250.6 kg/m tw = 7 mm Zx = 1088 cm3 d = 396 mm tf = 11 mm Sx = 1010 cm3 Iy = 1450 cm4 bf = 199 mm Ix = 20000 cm4 iy = 4.1m.1 kg/m2 Tulangan Ø 8 – 140mm Plat Bondex t = 0.2400 kg/m3 = 10.13.Pelat lantai bondex .3 Perencanaan Balok Anak Balok anak berfungsi membagi luasan lantai agar tidak terlalu lebar.7 cm r = 16 mm W = 56.200. Balok anak menumpu di atas dua tumpuan sederhana. balok anak direncanakan menggunakan profil WF 400.56 = A 2.75 mm Balok 100 mm Gambar 4.Pelat beton t = 10 cm = 0.15 Potongan plat lantai mesin lift 4.86 = = 5.5024 Jarak antar tulangan tarik per-meter = 160 mm Jadi. ditunjukkan perhitungan balok anak pada lantai 2.

1 Kondisi Balok Anak Sebelum Komposit 1.Beban Mati .23 Kg 4334.14 Bidang D dan M pada komposit balok sebelum komposit .1 m.14 kg + 9. 750.85 kg/m qD = 25.2400kg/m3.berat sendiri profil WF .4.048 kg/m = 90.19 kg/m+ 750.5 m .2.5m .berat ikatan : 10 %.57 4.berat pelat bondex = 10.1 kg/m2.04 kg/m Kombinasi Beban : qu = 1.04 = 900.85 kg/m 68.3.5 m 950 cm B - 4275.6 kg/m+ 681.0048 kg/cm A 4275.berat sendiri pelat beton = 0.2 qD = 1.2.681.25 kg/m = = = = = 600 kg/m 56.14 + 1029358Kgcm kgcm 1015367 Gambar.2.23 Kg kg 4334.

..20000 = 2..58 Momen yang terjadi: Mu = 1 .0048....... 9502 = 1015367 kgcm 8 Geser yang terjadi : Vu = 1..E.L2 8 = 1 .25.86 < 106.00048 ).q u .(9....05 < 10....11 250 9...Ix 5.Ok ¾Kontrol Kekuatan Penampang (Local Buckling) Untuk Sayap Untuk Badan bf 170 h 1680 ≤ ≤ 2tf tw fy fy 199 170 ≤ 2..l 4 ymaks = 384.ok 342 1680 ≤ 7 250 48.0048.2.ok Profil penampang kompak..23 kg 2 ¾Kontrol Lendutan Lendutan ijin : f '= L 950 = = 2.qu.90.. maka Mn = Mp .950 = 4275..qu..639 cm 360 360 5....950 4 = 384.752..389 cm < f ' ..10 6.L 2 = 1 ..90.

6... 2720000 kgcm 1015367 Kgcm < 2448000 kgcm. fy.57……Ok Vn = 0.Ok .7) = 41580 kg Syarat : ΦVn ≥ Vu 0..6. fy = 1088 ..13 didapatkan : Lp = 226.23 kg………. Lr = 658..5 cm (diambil sejarak pemasangan shear connector) Berdasarkan tabel profil untuk BJ 41 profil WF 400. kuat nominal komponen struktur adalah : Mn = Mp = Zx ..23 kg 37422kg ≥ 4275. Aw = 0..003 cm... ¾Kontrol Geser h 1100 ≤ tw fy 342 1100 ≤ 7 250 48.86 < 69.(39..9.. Lb < Lp → bentang Pendek.200.0.. 41580kg ≥ 4275...357 cm Jadi.6 . Untuk komponen struktur yang memenuhi Lb < Lp (untuk bentang pendek).9.2500.Ok Penampang profil baja mampu menahan beban yang terjadi.59 ¾Kontrol Lateral Buckling Jarak Penahan Lateral Lb = 47. 2500 = 2720000 kg cm Persyaratan : Mu ≤ φMn 1015367 Kgcm ≤ 0.8.

950 2 = 13347.2810.berat rangka + plafond = (11+7)kg/m2.68 kg/m+ = 1008.85 kg/m = 91. 1008.5m .2 Kondisi Balok Anak Setelah Komposit ¾ Pembebanan setelah komposit 1.berat sendiri pelat beton = 0.berat pelat bondex = 10.1024.qu.Beban Mati .6 qL = 1.1 m.6.1kg/m2.5m .1024 kg/cm Momen yang terjadi: Mu = 1 .2.24.2.5 m Kombinasi Beban : qu = 1.2.53 kg/m = 1000 kg/m Geser yang terjadi : Vu = 1 .berat ducting AC+pipa = 10 kg/m2.85 qD 2.berat sendiri profil WF .5m .2400 kg/m3.5 m .berat keramik = 1.2.berat spesi 2 cm = 2.2.berat ikatan : 10 %.60 4.2 qD + 1.2.53 + 1.L2 = 1 .25 kg/m = 600 kg/m = 56.6 kg/m = 105 kg/m = 60 kg/m = 45 kg/m = 25 kg/m+ = 916.28. 21 kg/m2. qu.L 2 = 1 .9502 = 3170302 kgcm 8 8 = 25.5 kg .2.5 m .916.2.24 kg/m = 28.24 kg/m2.1000 = 2810.3. Beban Hidup : qL = 400 kg/m2.5m .

57 cm = 0..5 = 504687.5 kg C3 = ∑ Qn → ( C n =1 N 3 tidak menentukan ) Jadi..25.86 < 106.beff = 0...10.237.5 cm • Menentukan gaya tekan yang terjadi pada pelat C1 = As..11 250 9.05 < 10.2500 = 180400 kg C2 = 0..752.9500 mm = 2375 mm = 237. fc'.250.85.85.fy = 72..tplat.61 ¾ Menghitung Momen Nominal • Kontrol kriteria penampang Untuk Sayap Untuk Badan h 1680 bf 170 ≤ ≤ tw 2tf fy fy 199 170 ≤ 2.250..237.ok Profil penampang kompak..L = ¼. C =C1 ( terkecil) = 180400 kg • Menentukan jarak-jarak dari centroid gaya-gaya yang bekerja: a= C 180400 = 3.85.fc’.85...16.beff 0.5 cm beff ≤ S = 2. • Menentukan lebar effektif pelat beton Lebar efektif : beff ≤ ¼ .ok 342 1680 ≤ 7 250 48. sehingga kapasitas momen penampang dianalisa dengan distribusi tegangan plastis.50 m = 2500 mm jadi beff = 2375 mm =237..5 .

8 cm 2 2 d1 = tb • Menghitung kekuatan nominal penampang komposit Mn = C.8 .Ok Kekuatan nominal penampang komposit lebih besar daripada momen akibat beban berfaktor..62 2375 mm 54 12 t = 46 mm t = 100 mm t = 400 mm Gambar 4..815 + 0) + 180400 (19.(d 1 + d 2 ) + Py (d 3 − d 2 ) C = 180400 kg Py = As.6 d3 = = = 19..Mn 3170302 kgcm ≤ 0.57 a = 4.15 potongan Balok anak 3....6 = 2..815 cm 2 2 d2 = 0 → profil baja tidak mengalami tekan d 39.0) = 4079746 kgcm Syarat : Mu ≤ φ .16.fy = 72..2500 = 180400 kg Mn = 180400 (2.85.4079746 kgcm 3170302 kgcm ≤ 3467784 kgcm. sehingga penampang mampu menahan beban yang terjadi. ..

12 ) = 10.104 Mpa Es = 2.713 Ec 2.6⎜10.41.24001.5 = 27. fc' = 0.94 = 272.1.12⎜ ⎜ + 10 ⎟ − 10.63 ¾ Kontrol Lendutan • Menghitung luasan transformasi beton ke baja 1.041.10 ⎛ 40 ⎞ ⎞ ⎛ 84.41. 5 Ec = 0.12 ⎜10 + ⎟ ⎟ +⎜ ⎜ 2 2 ⎠⎟ ⎝ ⎠ ⎝ = (272.52 cm • Menentukan nilai momen inersia penampang transformasi I tr = b tr (t pb ) 3 12 t pb ⎞ ⎛ ⎛⎛ d ⎞ ⎞ ⎟ + Ix + A s ⎜ + Atr ⎜ Yna − t Yna + − ⎟ ⎜ ⎟ pb ⎜ 2 ⎟ ⎜ 2 ⎟ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 2 2 2 ⎛ ⎛ 40 ⎞ 27.52 − ⎟ + 23700 + 84.6 .69 cm4 .52 ⎟ ⎜ ⎟ 12 2⎠ ⎠ ⎝ ⎝⎝ 2 ⎠ 2 = 66148.5.041.wc .10 5 n = = = 8.26.t platbeton Yna = 2 ⎛ ⎛ d ⎞⎞ A t +⎜ + ⎜ ⎟ ⎜ s platbeton 2 ⎟ ⎟ ⎠⎠ ⎝ ⎝ ( Atr + As ) 272. 25 = 2.713 Atr = btr.1.10 5 Mpa beff = 237.26 cm n 8.6 + 84.t plat beton = 27.26(10)3 10 ⎞ ⎛ ⎞ I tr = + 272.5 cm (balok interior) Es 2.6 cm beff • Menentukan letak garis netral Atr .10 4 btr = = 237.

..2500 (39.fy.Ix 384....66148.untuk balok tanpa pengaku vertikal pelat badan h kn.6. 41580 kg ≥ 13347.6... untuk balok dengan pengaku vertikal pelat badan 2 a h ( ) kn = 5 ....E...5 kg 37422 kg ≥ 13347...E sehingga : ≤ 1...5 kg ………….Ok Vn = 0...(2...639 cm 360 360 5..6388 + 10).10 6 ) 342 < 1.Aw = 0.654 cm < f ' ..9.9504 = ymaks = 384.0..1 tw fy 5..(q DL + q LL ).57.1 7 2500 48. dimana: ≤ 1.ok ¾ Kontrol Geser Kuat geser balok tergantung pada perbandingan antara tinggi bersih pelat badan (h) dengan tebal pelat badan (tw)...1 tw fy kn = 5 + 5 ..6.106.Ok .2. h kn...7) = 41580 kg Syarat : ΦVn ≥ Vu 0...86 < 69.E .l 4 5.(10.69 = 1.64 ¾ Kontrol Lendutan Lendutan ijin : f ' = L = 950 = 2..

.5.5. rs = 11003.Asc.Ok .5.. hr = 54 mm Wr = 200 mm : Pelat gelombang combideck : Setiap gelombang dipasang 2 stud Nr = 2 Hs = (hr + 46) = 54+46 = 100 mm ⎞ 0..923 Kg < 11341..40 kg/stud 11003...712 > 1→ diambil rs = 1 Qn’ = Qn.923 kg/stud ≤ 283.2 Kg ..923 kg/stud ≤ 11341.5 ..104 Mpa Qn = 0..23 N = 11003..85 ⎛ 200 ⎞⎛ 100 ⎞ rs = − 1⎟ ≤ 1 ⎟⎜ ⎜ 2 ⎝ 53 ⎠⎝ 53 ⎠ rs = = 1..53.85 ⎛ Wr ⎞⎛ H s ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ − 1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ≤1 N r ⎝ hr ⎠⎝ hr ⎠ 0.2 kg/stud . fc '.041 25 = 2..41.. fc ' = 24001.041.0.923 kg/stud Syarat : Qn ≤ Asc.0..283.41...53 25..2.1 = 11003.10 4 = 110039.923 ...65 ¾Perencanaan Penghubung Geser Untuk penghubung geser yang dipakai adalah tipe stud dengan: ds = 19 mm Asc = 283..Ec = 0...Ok Cek koefisien reduksi (rs) karena pengaruh gelombang pelat combideck yang dipasang tegak lurus terhadap balok...fu 11003.53 mm2 fu = 400 Mpa = 40 kg/mm2 Ec = w1...

8. Jarak seragam (P) pada masing-masing lokasi : L 950 P= = = 47.tplatbeton = 8 x 10 cm = 80 cm Jarak minimum = 6.13.13 Baut M16 mm 50 100 50 50 100 50 Profil siku 60. karena disesuaikan dengan anggapan dalam analisa sebagai sendi. Vu = 13407.23 Baut M16 mm fu = 5000 Kg/m2 Balok Anak WF 400.16 Detail sambungan balok anak dengan balok Induk .4cm Jadi. dibutuhkan 20 buah stud untuk seluruh bentang.(diameter) = 6 x 1.60.200.66 Jumlah stud untuk setengah bentang : Tmaks 210300 N= = = 9.13 Profil siku 60.200. shear connector dipasang sejarak 47.56 ≈ 10 buah Qn 2.6 Balok Utama WF 600.200.200.11003.5cm sebanyak 20 buah untuk masing-masing bentang.9 cm = 11.616 kg Balok Utama WF 600.5 Perencanaan Sambungan balok Anak dengan balok Induk Sambungan antara balok anak dengan balok induk direncanakan dengan baut yang tidak dapat memikul momen.5 cm N 20 Jarak maksimum (Pmaks) = 8.8.13.923 Jadi. 4.6 Balok Anak WF 400.23 Gambar 4.60.

60. tp .5. fu .75. r1 .2. 2.4.01 cm2 ) m = 1 sisi .6.0. r1 .db.5 fu = 5000 kg/cm2 Øbaut = 16 mm (Abaut = 2.67 Sambungan Plat Siku dengan Balok Anak Direncanakan : profil siku 60.6 Baut M16 mm (fu = 5000 kg/cm2) • Kuat geser Vn = φf.60. m Dimana : r1 = 0.5 kg (menentukan) • Kuat tumpu Vn = φf.01 cm2 ) m = 2 sisi Vn = 0.01.78 Vn 7537. Abaut .4100 = 9446.2 = 7537.75.5000.4 .6 Baut M16 mm (fu = 5000 kg/cm2) • Kuat geser Vn = φf. fu (tebal plat sayap dipakai tp = 8 mm) = 0.616 = = 1.0. m Dimana : r1 = 0.2. Abaut . fu .5 Dipasang 2 buah baut M16mm (Jumlah baut untuk 1 sisi) Sambungan Plat Siku dengan Balok Induk Direncanakan : profil siku 60.8.4 kg n= Vu 13407.5 fu = 5000 kg/cm2 Øbaut = 16 mm (Abaut = 2.1.

fu.0.An = 0.16).5.8 kg Vu 13407.6 Baut M16 mm (fu = 5000 kg/cm2) Luas bidang geser 50 100 50 Gambar 4.4100 = 7084.db.0.75.1.75.2.5000.6 = 1008 mm2 Kuat rencana : φRnv = φ.68 Vn = 0.5000.6.56 Vn 3768.6.4.2.4.75 Dipasang 4 buah baut Ø16 mm (Jumlah baut untuk 2 sisi) n= Kontrol Plat Siku pada Gelagar Direncanakan : Profil siku 60.01.0.fu (t plat sayap dipakai tp=6 mm) = 0.tp .60.6.10.616 = = 3.17 Detail pelat siku pada gelagar Luas bidang geser = Anv = Lnv.08 = 22680 kg .75. 2.t∟ = (200 – 2.6.0.75 kg (menentukan) • Kuat tumpu Vn = φf.1 = 3768.

22680 kg = 45360 kg Persyaratan : Vu ≤ φRn 13407.69 Terdapat 2 siku.OK 4..outside : 1650 x 1665 mm2 .616 kg ≤ φVn 13407.. dengan data – data sebagai berikut : Tipe lift : Duplex Merk : Sigma Kapasitas : 15 orang Lebar pintu (opening width) : 900 mm Dimensi sangkar (car size) Dimensi ruang luncur Dimensi ruang mesin : ... sehingga 2 φRnv = 2... Untuk lift pada bangunan ini menggunakan lift yang diproduksi oleh Sigma elevator company........ yaitu terdiri dari balok penumpu dan balok penggantung lift.616 kg ≤ 45360 kg...inside : 1600 x 1500 mm2 : 4300 x 2150 mm2 : 4300 x 2150 mm2 Beban reaksi ruang mesin : ¾ R1 = 6150 Kg (Berat mesin penggerak + beban kereta + perlengkapan) ¾ R2 = 4600 Kg (Berat bandul pemberat + perlengakapan) ..6 Perencanaan Balok Lift Perencanaan balok lift meliputi balok – balok yang berkaitan denagn ruang mesin lift...

Koefisien kejut beban hidup oleh keran Pasal 3. dan diambil sebesar 1.3.3.3 Jadi.70 4.1 Perencanaan Balok Penggantung Lift 1.15 Dimana : Ψ = koefisien kejut yang nilainya tidak boleh diambil kurang dari 1.1.00 m/det. beban yang bekerja pada balok adalah : P = ΣR . dalam kedudukan keran induk dan keran angkat yang paling menentukan bagi struktur yang ditinjau.( 1 + 0. yang untuk keran induk dengan struktur rangka.(3) PPIUG 1983 menyatakan bahwa beban keran yang membebani struktur pemikulnya terdiri dari berat sendiri keran ditambah muatan yang diangkatnya. Sebagai beban rencana harus diambil beban keran tersebut dengan mengalikannya dengan suatu koefisien kejut yang ditentukan dengan rumus berikut : Ψ = ( 1+k1k2v ) ≥ 1.1. k1 = koefisien yang bergantung pada kekakuan struktur keran induk. dan akibat bandul pemberat + perlangkapan. Beban yang bekerja pada balok penumpu Beban yang bekerja merupakan beban akibat dari mesin penggerak lift + berat kereta luncur + perlengakapan. V = kecepatan angkat maksimum dalam m/det pada pengangkatan muatan maksimum dalam kedudukan keran induk dan keran angkat yang paling menentukan bagi struktur yang ditinjau.1 ) = 10750.6. Ψ = ( 6150 + 4600 ).6.78 = 19135 Kg . dan nilainya tidak perlu diambil lebih dari 1. k2 = koefisien yang bergantung pada sifat mesin angkat dari keran angkatnya.6. 2. pada umumnya nilainya dapat diambil sebesar 0.15.

15 m 4.15 m .71 Balok Penggantung Lift Balok Penumpu Lift 1.Data perencanaan Digunakan profil 300 x 150 x 8 x 13 A = 40.4 cm W = 32 kg/m tw = 9 mm d = 298 mm tf = 13 mm b = 149 mm Ix = 6320 cm4 iy = 3.700 =1800 kg/cm2 Panjang balok anak (L) = 215 cm = 2.18 Denah Lift 3.5 m Balok Anak 2.29 cm Iy = 442 cm4 h = d – 2(tf + r ) = 298 – 2(13 + 13) = 246 mm BJ-41 : fy = 2500 kg/cm2 fu = 4000 kg/cm2 Beton : fc’= 250 kg/cm2 r = 13 mm Zx = 455 cm3 Zy = 91 cm3 Sx = 424 cm3 Sy = 59.3 cm3 fr = 700 kg/cm2 fL = fy-fr = 2500 .8 cm2 ix = 12.075 m 2.3 m Gambar 4.

2.1.5 kg/m = 11.15 Berat aspal t = 2 cm = 2.92 kg/m = 62.2400.6.1 kg/m2 .2 kg/m + = 629.15 Berat pelat combideck : = 10.91 kg/m A B Gambar 4.72 Pembebanan : • Beban Mati : Berat sendiri profil Berat pelat beton atap lift = 0.72 kg/m = 60.2. 215 = 1175.14.Beban terpusat lift P = 19135 kg • Beban Hidup (qL) = 100 kg/m2 x 2.15 m = 215 kg/m Kombinasi Beban qU = 1.91 + 1.19 Sketsa mekanika perhitungan balok penggatung lift .6 qL = 1. 692.92 kg/m x10% .2.99 kg/m + qD = 692.2.15 kg/m2 Berat ikatan (10%) = 629.755 kg/cm P qu = 32 = 516 kg/m kg/m = 21.2qD + 1.

3 mm = 53. sehingga kapasitas momen penampang dianalisa dengan distribusi tegangan plastis.075 m = 107.5 = 10831.755)(215) 2 + (19135)(215) 8 2 = 1096428...L = 537.73 cm beff ≤ S = 1..10.tplat..5 mm jadi beff = 537.beff = 0..73 cm • Menentukan gaya tekan yang terjadi pada pelat C1 = As..fy = 40.65 + 9567.fc’..250.ok 246 1680 ≤ 8 250 30..73 < 10.73 Vu = 1 1 quL + p 2 2 = 1263.8..75 < 106.13 250 5.53.5 mm = 53.73 = 114219 kg ..85.ok Profil penampang kompak.75..15 kg 1 1 quL2 + pL 8 4 1 1 = (11.85. Menghitung Momen nominal • Menentukan lebar effektif pelat beton Lebar efektif : beff ≤ ¼ .25..2500 = 102000 kg C2 = 0.11kgcm Mu = • Kontrol Kekuatan penampang Untuk Sayap Untuk Badan h 1680 bf 170 ≤ ≤ tw 2tf fy fy 149 170 ≤ 2.

74 C3 = ∑ Qn → ( C n =1 N 3 tidak menentukan ) Jadi.93 a = 9.9 cm 2 2 • Menghitung kekuatan nominal penampang komposit Mn = C.beff 0.53.85 fc' tb GN komposit c d GN baja Py Gambar 4.0) = 2084358.53 + 0) + 102000 (14.9 .8.20 Distribusi tegangan plastis 8.8 d3 = = = 14. C =C1 ( terkecil) = 102000 kg • Menentukan jarak-jarak dari centroid gaya-gaya yang bekerja: a= C 102000 = 8. fc'.(d 1 + d 2 ) + Py (d 3 − d 2 ) C = 102000 kg Py = As.53 cm 2 2 d2 = 0 → profil baja tidak mengalami tekan d 29.85.fy = 40.2500 = 102000 kg d1 = tb Mn = 102000 (5.93 cm = 0.73 beff btr 0.14 kgcm .250.85.4 = 5.

.. sehingga penampang mampu menahan beban yang terjadi..2...Ok Kekuatan nominal penampang komposit lebih besar daripada momen akibat beban berfaktor.041.. ¾ Kontrol Lendutan f ' = L = 215 = 0.5 25 ( = 0.241029.....15)215 + 23 19135x 215 648 2...fu 11004.4000 11004...OK ..Ok ¾ Perencanaan penghubung geser Penghubung geser yang dipakai adalah tipe stud dengan : ds = 19 mm Asc = 283....10 6 x 7210 = 0.896..42 kgcm...53 mm2 fu = 400 Mpa Ec = 0.896 cm 240 240 4 3 f = 5 (q D + q L ) l + 1 Pl 384 EI x 48 EI x 3 4 = 5 (6.6 Kg ≤ 11341..10 6 x7210 384 2.8 = 110046 N = 11004.Wc 1.5.5.24001.....041..Ec ) = 24102..14 kgcm 1096428 kgcm ≤ 1771704..Mn 1096428 kgcm ≤ 0.85.....2084358.... Asc fc ' = 0.361 < 0.9291+ 2.6 Kg ( fc'.1 Kg .98 Mpa ) Qn ≤ Asc.8353..5 Qn = 0...75 Syarat : Mu ≤ φ ...6 ≤ 2..8353 250..

9 cm = 11.11004.85 ⎛ Wr ⎞⎛ H s ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ − 1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ≤1 N r ⎝ hr ⎠⎝ hr ⎠ 0. shear connector dipasang sejarak 21..4cm Jadi.(diameter) = 6 x 1. hr = 53 mm Wr = 200 mm : Pelat gelombang combideck : Setiap gelombang dipasang 2 stud Nr = 2 Hs = (hr + 40) = 54+40 = 94 mm rs = ⎞ 0....6.5 cm P= = N 10 Jarak maksimum (Pmaks) = 8.712 > 1→ diambil rs = 1 Qn = Qn.85 ⎛ 200 ⎞⎛ 93 ⎞ rs = ⎜ ⎟⎜ − 1⎟ ≤ 1 53 2 ⎝ ⎠⎝ 53 ⎠ = 1... rs = 11004.tplatbeton = 8 x 10 cm = 80 cm Jarak minimum = 6... .1 Kg ...76 Cek koefisien reduksi (rs) karena pengaruh gelombang pelat combideck yang dipasang tegak lurus terhadap balok.1 = 11004.. dibutuhkan 10 buah stud untuk seluruh bentang..5 cm sebanyak 10 buah untuk masing-masing bentang....6 Kg < 11341. Jarak seragam (P) pada masing-masing lokasi : L 215 = 21.OK Vh = C = 102000 kg Jumlah stud untuk setengah bentang : N = Vh /Qn = 102000 = 5 buah 2..6 Jadi.

E h ≤ 1. sehingga 246 5(2...... 35760 Kg 10831. kn =5.68 cm2 ix = 14.5 cm W = 41...Aw = 0.8 cm2 = 35760 kg Persyaratan : Vu ≤ φVn 10831. Data perencanaan Digunakan profil WF 350 x 175 sebagai berikut : A = 52.57.2500 kg/cm2..8.6...1 n tw fy Dimana. OK Vn = 0..1 8 2500 31 ≤ 69. dengan data r = 14 mm Zx = 689 cm3 Zy = 139 cm3 Sx = 641 cm3 h = 300 mm ..... untuk balok dengan pengaku vertikal pelat badan... untuk balok tanpa pengaku vertikal pelat badan..4 kg/m tw = 6 mm d = 346 mm tf = 9 mm b = 174 mm Ix = 11100 cm4 iy = 3...15 Kg ≤ 31184 Kg ..15 Kg ≤ 0.9.2 Perencanaan Balok Penumpu Lift 1.. kn = 5 + ( h) a 5 2 ..6.fy.10 6 ) ≤ 1..6.88 cm Iy = 792 cm4 x 6 x 9 .......0.77 ¾ Kontrol geser Kuat geser balok bergantung pada perbandingan antara tinggi bersih pelat badan (h) dengan tebal pelat badan (tw).29.OK 4. k ..

5 kg/m2 Berat ikatan (10%) 736.65 kg/m = 73.2.78 BJ-41 : fy = 2500 kg/cm2 fr = 700 kg/cm2 fL = fy – fr = 2500 .4 = 600 kg/m kg/m = 25.6 qL = 1.30 kg Beban Hidup (qL) = 100 kg/m2 x 2.5 Berat aspal t = 2 cm = 2.2.5 Berat pelat combideck : = 10.1.700 fu = 4000 kg/cm2 2 = 1800 kg/cm2 Beton : fc’= 250 kg/cm Panjang balok anak (L) = 2500 mm = 2.50 m = 250 kg/m Kombinasi Beban qU = 1.67 kg/m + qD = 810.1 kg/m2 .2.2.250 = 1372.2400.Beban terpusat akibat reaksi balok penggantung lift P = 21662.5 m Pembebanan : • Beban Mati : Berat sendiri profil Berat pelat beton atap lift = 0. 810.32 kg/m .2 qD + 1.38 kg/m P x1 qu x2 A B Gambar 4.21 Sketsa mekanika perhitungan balok penumpu lift .6.14.32 + 1.65 kg/m x10% = 41.25 kg/m = 70 kg/m + = 736.

79

Σ MB = 0 VA.2,5 – 0,5.qu.l2 – P.1,425 = 0

0,5.1372 ,38.2,52 + 21662 ,3.1,425 VA = = 14062 ,99 Kg 2,5
Σ MA = 0 VB.2,5 – 0,5.qu.l2 – P.1,075 = 0

0,5.1372 ,38.2,52 + 21662 ,3.1,075 VB = = 11030 ,26 Kg 2,5
Dx1 = +14062,99 – qx1 x1 = 0 → DA = 14062,99 Kg → Dc = 12587,68 Kg x1 = 1,075 Mx1 = 14062,99 x1 – qx1.0.5x1 → MA = 0 x1 = 0 → MC = 14324,73 kgm = 1432473 kgcm x1 = 1,075 Dx2 = - 11030,26 + qx2 x2 = 0 → DB = - 11030,26 Kg → DC = - 9074,62 Kg x2 = 1,425 Mx2 = +11030,26 x2 – q.x2.0,5.x2 x2 = 0 → MB = 0 → MC = 14324,73 Kgm =1432473 kgcm x2 = 1,45 • Kontrol Kekuatan penampang Untuk Sayap Untuk Badan h 1680 bf 170 ≤ ≤ tw 2tf fy fy

175 170 ≤ 2.9 250
9,67 < 10,75.......ok

300 1680 ≤ 6 250 50 < 106,25.......ok

Profil penampang kompak, sehingga kapasitas momen penampang dianalisa dengan distribusi tegangan plastis

80
Menghitung Momen nominal • Menentukan lebar effektif pelat beton Lebar efektif : beff ≤ ¼ .L = 625 mm = 62,5 cm beff ≤ S = 2,15 m = 21,5 cm jadi beff = 625 mm = 62,5 cm
• Menentukan gaya tekan yang terjadi pada pelat C1 = As.fy = 52,68.2500 = 131700 kg C2 = 0,85.fc’.tplat.beff = 0,85.250.10.62,5 = 132813 kg C3 =

∑ Qn → ( C
n =1

N

3

tidak menentukan )

Jadi, C =C1 ( terkecil) = 131700 kg • Menentukan jarak-jarak dari centroid gaya-gaya yang bekerja:

a=

C 131700 = 9,92 cm = 0,85. fc'.beff 0,85.250.62,5
beff btr
0,85 fc'

tb

GN komposit

c

d

GN baja

Py

Gambar 4.22 Distribusi tegangan plastis

81
9,92 a = 10 = 5,04 cm 2 2 d2 = 0 → profil baja tidak mengalami tekan d 34,6 d3 = = = 17,3 cm 2 2
d1 = tb • Menghitung kekuatan nominal penampang komposit Mn = C.(d 1 + d 2 ) + Py (d 3 − d 2 ) C = 131700 kg Py = As.fy = 52.68.2500 = 131700 kg Mn = 131700 (5,04 + 0) + 131700 (17,3 - 0) = 2942425,91 kgcm Syarat : Mu ≤ φ .Mn 1432473 kgcm ≤ 0,85.2942425,91 kgcm 1432473 kgcm ≤ 2501062,02 kgcm..........Ok Kekuatan nominal penampang komposit lebih besar daripada momen akibat beban berfaktor, sehingga penampang mampu menahan beban yang terjadi.

Kontrol Lendutan L 250 f = = = 1,042 cm 240 240 Lendutan yang terjadi (SAP 2000) f = 0,172 cm ≤ f ijin.....................Ok - Kontrol Kuat Rencana Geser h ≤ 1100 tw fy0,5 300 ≤ 1100 6 2500,5 50 < 69,57 .........................plastis

0.8353.6 Kg ≤ 11341.....53 mm2 fu = 400 Mpa Ec = 0..6 = 31140 kg φVn = 0..5 kg < 28026 kg........6 ≤ 2......9 x 31140 = 28026 kg Syarat : Vu ≤ φVn 1715..85 ⎛ Wr ⎞⎛ H s ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ rs = − 1 ⎟⎜ h ⎟ ≤1 h Nr ⎜ ⎝ r ⎠⎝ r ⎠ ..8 = 110046 N= 11004..2.OK Perencanaan penghubung geser Penghubung geser yang dipakai adalah tipe stud dengan : ds = 19 mm Asc = 283....6 Kg Qn ≤ Asc.6 x 2500 x 34...98 Mpa Qn = 0.5 25 = 24102...4000 11004..Ec ( = 0.041...5 fc' = 0..241029..5...1 Kg .fu 11004.OK ( ) ) Cek koefisien reduksi (rs) karena pengaruh gelombang pelat combideck yang dipasang tegak lurus terhadap balok...Wc1. Asc fc'.8353 250.041.... hr = 53 mm Wr = 200 mm : Pelat gelombang combideck : Setiap gelombang dipasang 2 stud Nr = 2 Hs = (hr + 40) = 53+40 = 93 mm ⎞ 0.82 Vn = 0.5.24001.6.6 x fy x Aw = 0.

1 = 11004..... rs = 11004.....83 cm P= = N 12 Jarak maksimum (Pmaks) = 8. shear connector dipasang sejarak 20.11004.. Jarak seragam (P) pada masing-masing lokasi : L 250 = 20.. dibutuhkan 12 buah stud untuk seluruh bentang.6.(diameter) = 6 x 1....712 > 1→ diambil rs = 1 Qn = Qn..83 cm sebanyak 12 buah untuk masing-masing bentang..9 cm = 11...1 Kg .4cm Jadi.tplatbeton = 8 x 10 cm = 80 cm Jarak minimum = 6.83 rs = 0.. ....6 Kg < 11341. OK Jumlah stud untuk setengah bentang : 131700 N = Tmaks/Qn = = 6 buah 2...6 Jadi.85 ⎛ 200 ⎞⎛ 93 ⎞ ⎜ ⎟⎜ − 1⎟ ≤ 1 53 2 ⎝ ⎠⎝ 53 ⎠ = 1..

84 ”Halaman ini sengaja dikosongkan” .

Mutu beton (fc’) : 25 MPa . dimana kontrol – kontrol tersebut terdiri dari kontrol nilai gaya geser dasar (base shear).2 . maka terlebih dahulu dicek besarnya Vdinamis yang telah didapatkan dengan bantuan program ETABS v9.1 Data Gedung Data – data gedung yang akan dibutuhkan dalam penghitungan Vstatis adalah sebagai berikut.Profil kolom .2.Profil balok anak K 500x200x10x16 : . .Tinggi tipikal lantai : 4.Profil balok induk 1 : WF 500x200x10x16 WF 500x200x9x14 : .1.Mutu baja : Bj 41 . Beban gempa rencana dicek terhadap kontrol – kontrol sesuai peraturan gempa yaitu SNI 031726-2002.1.Tebal pelat bondek lantai 2 : 11 cm .1 Umum Merencanakan beban gempa adalah bertujuan untuk mendapatkan beban gempa yang sesuai dengan peraturan untuk dibebankan kedalam struktur gedung.85 BAB V PEMBEBANAN DAN ANALISA STRUKTUR 5.0 dan membandingkan besaran Vdinamis tersebut dengan Vstatis yang akan diperhitungkan di bawah ini sesuai dengan SNI 03-1726-2002 Ps.6. waktu getar alami fundamental (T).Profil balok induk 2 WF 400x200x8x13 : .Tebal pelat bondek lantai 1. dan nilai Vstatis ini harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung ke masing – masing lantai sesuai SNI 03-17262002 Ps. 5. 5. dan simpangan (drift).3-14 : 10 cm .Tebal pelat bondek lantai atap : 9 cm .25 m .2.2 Pembebanan Untuk mendapatkan beban gempa yang sesuai dengan SNI 03-1726-2002.6.

4672 × 2400 × 20 40 × 89. : : : WG3 Tanah keras 1 5.1 40 x 27 x 0.25 × 250 40 × 27 × 7 40 × 27 × 11 40 × 27 × 24 40 × 27 × 21 × 2 40 × 27 × 10 40 × 27 × 20 = 15232 Kg = 95300.2 Kg = 395 Kg = 10908 Kg = 259200 Kg = 142375 Kg = 7560 Kg = 11880 Kg = 25920 Kg = 45360 Kg = 10800 Kg = 21600 Kg = 678805.3.5 40 × 27 × 10.5 320.Wilayah Gempa .3.86 .2 × 20 4.75 x Wl1 = 0.I Denah gedung terlampir. maka total beban hidup (Wl1) menjadi.2.7 × 66 395.75 untuk gedung yang berfungsi sebagai penghunian menurut PPIUG Ps.6 255 × 79.8 Kg Wd1 Dan beban hidup yang bekerja pada lantai tersebut adalah.6 Kg = 3584 Kg = 30600 Kg = 21166. Beban hidup : 40 × 27 × 250 Wl1 = = 270000 Kg 270000 Kg Menurut PPIUG Ps.10 x 2400 (80+54) × 4. a) Lantai 1 Kolom (Profil baja) (beton) Balok induk 1 Balok induk 2 Balok anak Balok tangga Pelat bondek Pelat beton Dinding Penggantung Plafond Tegel t = 1 cm Spesi t = 2 cm Plumbing Pipa + ducting : : : : : : : : : : : : : : : 4.Kategori tanah . Sehingga setelah dikalikan faktor reduksi tersebut.75 × 270000 = 202500 Kg . maka beban hidup diatas dapat direduksi dikalikan dengan koefisien reduksi untuk beban hidup sebesar 0.2 Perhitungan Berat Struktur Beban gravitasi berupa beban mati dan beban hidup yang yang bekerja di tiap lantai/atap.25 × 0.5 Tabel 3. Wl1 = 0.3.25 × 179.5 bahwa beban hidup dapat direduksi untuk komponen struktur yang menumpu beberapa lantai tingkat.

75 × 432000 = 324000 Kg Sehingga berat total lantai 2 Wt2 = Wd2+ Wl2 = 704725.3.1 40 x 27 x 0.5 Kg = 10908 Kg = 285120 Kg = 142375 Kg = 7560 Kg = 11880 Kg = 25920 Kg = 45360 Kg = 10800 Kg = 21600 Kg = 704725. Beban hidup : 40 × 27 × 400 Wl2 = = 432000 Kg 432000 Kg Menurut PPIUG Ps.5 Tabel 3.5 320.11 x 2400 (80+54) × 4.4672 × 2400 × 20 40 × 89.2 × 20 4.8 + 324000 = 1028725.75Wl2 = 0.5 40 × 27 × 10.3.8 Kg b) Lantai 2 Kolom (Profil baja) (beton) Balok induk 1 Balok induk 2 Balok anak Balok tangga Pelat bondek Pelat beton Dinding Penggantung Plafond Tegel t = 1 cm Spesi t = 2 cm Plumbing Pipa + ducting : : : : : : : : : : : : : : : 4.8 + 202500 = 881305. maka beban hidup diatas dapat direduksi dikalikan dengan koefisien reduksi untuk beban hidup sebesar 0.25 × 250 40 × 27 × 7 40 × 27 × 11 40 × 27 × 24 40 × 27 × 21 × 2 40 × 27 × 10 40 × 27 × 20 Wd2 = 15232 Kg = 95300.25 × 0.6 Kg = 3584 Kg = 30600 Kg = 21166.6 255 × 79.2 Kg = 395. maka total beban hidup (Wl2) menjadi. Wl2 = 0. Sehingga setelah dikalikan faktor reduksi tersebut.8 Kg Dan beban hidup yang bekerja pada lantai tersebut adalah.8 Kg .5 bahwa beban hidup dapat direduksi untuk komponen struktur yang menumpu beberapa lantai tingkat.3.75 untuk gedung yang berfungsi sebagai penghunian menurut PPIUG Ps.25 × 179.7 × 66 395.87 Sehingga berat total lantai 1 Wt1 = Wd1 + Wl1 = 678805.

Sehingga setelah dikalikan faktor reduksi tersebut.3.5 40 × 27 × 10.2 × 20 4.5 Tabel 3.6 255 × 79.8 Kg Dan beban hidup yang bekerja pada lantai tersebut adalah. Beban hidup : 40 × 27 × 250 Wl = = 270000 Kg 270000 Kg Menurut PPIUG Ps.1 40 x 27 x 0.25 × 0.3.8 + 202500 = 881305.25 × 250 40 × 27 × 7 40 × 27 × 11 40 × 27 × 24 40 × 27 × 21 × 2 40 × 27 × 10 40 × 27 × 20 = 15232 Kg = 95300.10 x 2400 (80+54) × 4.75 × 270000 = 202500 Kg Sehingga berat total lantai Wt = Wd + Wl = 678805.88 c) Lantai 3-11 Kolom (Profil baja) (beton) Balok induk 1 Balok induk 2 Balok anak Balok tangga Pelat bondek Pelat beton Dinding Penggantung Plafond Tegel t = 1 cm Spesi t = 2 cm Plumbing Pipa + ducting : : : : : : : : : : : : : : : 4.25 × 179.3.75 untuk gedung yang berfungsi sebagai penghunian menurut PPIUG Ps.84 Kg .5 bahwa beban hidup dapat direduksi untuk komponen struktur yang menumpu beberapa lantai tingkat. maka total beban hidup (Wl) menjadi Wl = 0.4672 × 2400 × 20 40 × 89.2 Kg = 395.6 Kg = 3584 Kg = 30600 Kg = 21166.5 320.5 Kg = 10908 Kg = 259200 Kg = 142375 Kg = 7560 Kg = 11880 Kg = 25920 Kg = 45360 Kg = 10800 Kg = 21600 Kg Wd = 678805.75Wl = 0. maka beban hidup diatas dapat direduksi dikalikan dengan koefisien reduksi untuk beban hidup sebesar 0.7 × 66 395.

1 40 × 27 × 10.125 × 0. Wt12 = Wd12+ Wl12 = 564139.75Wl12 = 0.7 × 66 448.1 40 x 27 x 0.25 × 250 40 × 27 × 7 40 × 27 × 11 40 × 27 × 24 40 × 27 × 10 40 × 27 × 20 Wd1 = 7616 Kg = 47650.5 Tabel 3.75 untuk gedung yang berfungsi sebagai penghunian menurut PPIUG Ps.09 x 2400 (80+54) × 4.3 Kg = 3584 Kg = 30600 Kg = 21166.5 Kg .5 + 81000 = 645139.5 Kg Dan beban hidup yang bekerja pada lantai tersebut adalah. Beban hidup : 40 × 27 × 100 = Wl15 = 10800 Kg 10800 Kg Menurut PPIUG Ps.4672 × 2400 × 20 40 × 89.89 d) Lantai 12 (Atap) Kolom (Profil baja) (beton) Balok induk 1 Balok induk 2 Balok anak Balok lift Pelat bondek Pelat beton Dinding Penggantung Plafond Aspal t = 1 cm Plumbing Pipa + ducting : : : : : : : : : : : : : : 2.3.3.2 Kg = 448.125 × 179. maka total beban hidup (Wl15) menjadi.5 bahwa beban hidup dapat direduksi untuk komponen struktur yang menumpu beberapa lantai tingkat.5 320. maka beban hidup diatas dapat direduksi dikalikan dengan koefisien reduksi untuk beban hidup sebesar 0.1 Kg = 10908 Kg = 233280 Kg = 142375 Kg = 7560 Kg = 11880 Kg = 15120 Kg = 10800 Kg = 21600 Kg = 564139. Sehingga setelah dikalikan faktor reduksi tersebut.75 × 108000 = 81000 Kg Sehingga berat total lantai 12 menjadi.6 255 × 79.2 × 20 2. Wl12 = 0.3.

058 10287.2.058 8813.058 8813.058 8813.25 Berat Lantai Wx (kN) 6451.75 8.5 4. struktuk gedung tersebut dimodelkan sebagai berikut : .258 8813.0 dengan analisa dinamis respons spektrum.238 5.5 38.1 Berat struktur per lantai Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Tinggi hx (m) 51 46.058 8813.75 25.058 Σ 104869.058 8813.5 21.25 34 29.25 17 12.058 8813.3 Pembebanan Gempa Dinamis Pembebanan gempa secara dinamis menggunakan bantuan program ETABS v9. Sebelumnya dilakukan permodelan 3D struktur dai gedung apartemen Albergo terlebih dahulu.395 8813.90 Ringkasan berat bangunan dinyatakan dalam Tabel 5.058 8813.058 8813.75 42.1 berikut ini : Tabel 5.

91 Denah Lantai Arah y Arah x Gambar 5.1 Pemodelan Struktur .

2.8. pengaruh pembebanan gempa rencana dalam arah utama harus dianggap efektif 100% dan harus dianggap terjadi bersamaan dengan pengaruh pembebanan gempa yang arahnya tegak lurus dengan arah utama dengan efektifitas 30%.2 Permodelan stuktur 3D 5. .3.92 Gambar 5. Menurut SNI 031726-2002 ps 5.1 Arah Pembebanan Beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan terjadi dalam arah sembarang (tidak terduga) baik dalam arah x dan y secara bolak balik dan periodikal. Untuk mensimulasikan arah pengaruh gempa rencana yang sembarang terhadap struktur gedung.

Gempa Respon Spektrum X : 100% efektifitas untuk arah X dan 30% efektifitas arah Y .2 Faktor Respons Gempa (C) Faktor Respon Gempa (C) dinyatakan dalam percepatan gravitasi yang Nilai Faktor Respon Gempa (C1) bergantung pada waktu getar alami struktur gedung dan kurvanya ditampilkan dalam spektrum respon gempa rencana. Gambar 5.3 Grafik nilai C-T zona gempa 3 . Respon Spektrum gempa rencana untuk masing masing wilayah gempa ditetapkan grafik nilai C-T dalam Gambar 2 SNI 031726-2002.93 .Gempa Respon Spektrum Y : 100% efektifitas untuk arah Y dan 30% efektifitas arah X 5.3. Dimana pada perencanaan gedung ditetapkan Respon Spektrum gempa Rencana Wilayah Gempa 3 pada tanah keras.

1 b atau ed = 1.3 b. 5. maka nilai C harus dikalikan faktor pengali percepatan gravitasi sebesar 9.81 m/s. − Untuk 0 < e ≤ 0. Lalu karena nilai C dinyatakan dengan percepatan gravitasi.2. maka : ed = 1.05 b atau ed = e – 0.17 e – 0.33 e + 0.05 b dipilih nilai yang terbesar dari keduanya − Untuk e > 0.4.5 e + 0.1 menyatakan bahwa analisis Respons Spektrum Gempa Rencana. bahwa antara pusat massa dan dan pusat rotasi lantai tingkat harus ditinjau suatu eksentrisitas rencana ed sebagai berikut.94 Pada gambar dapat dilihat untuk menentukan nilai faktor respon gempa (C1) pada tanah keras didapat dengan nilai 0. maka : ed = 1. nilai ordinatnya harus dikalikan dengan I/R.23 dimana T adalah waktu getar alami struktur gedung yang T didapat dari hasil analisa struktur setelah men-define Respon Spektrum Rencana dan mengeplot grafik C-T pada analisa Respon Spektrum.3 Respon Spektrum Rencana Menurut SNI 03-1726-2002 ps 7.3 b.3.4 Menentukan Eksentrisitas Rencana Bangunan (ed) Berdasarkan SNI 03-1726-2002 Ps.1 b dipilih nilai yang terbesar dari keduanya ⎞ ⎛1 ex = ⎜ × b ⎟ − xcr ⎠ ⎝2 ⎛1 ⎞ e y = ⎜ × L ⎟ − ycr ⎝2 ⎠ . 5.3. 5.

500 13.95 Dimana kedua nilai diatas diambil harga mutlaknya.001 20.500 13.500 13.000 20.002 20.500 13.001 20.05 b edy = 1.2.0 didapat nilai Xcr dan Ycr yang ditabelkan sebagai berikut : Tabel 5.001 20.05 L maka didapatkan suatu titik koordinat pusat massa. Dan dari hasil analisa ETABS v9.001 20.000 20.500 13.500 13.500 13.000 20.500 Berdasar rumus diatas.500 13.2 Nilai Xcr dan Ycr Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Xcr (m) 20.500 13.001 Ycr (m) 13.002 20.001 20.5 ey + 0.001 20.500 13. maka nilai ed untuk masing – masing arah dapat dihitung dan ditabelkan sebagai berikut : .5 ex + 0. kemudian dilakukan analisa kembali. maka massa dari tiap – tiap lantai diletakkan pada titik koordinat tersebut. yaitu koordinat x = xcr + edx koordinat y = ycr + edy Setelah koordinat pusat massa diperoleh.500 13. sehingga edx = 1.

35 1.002 0.85 14.002 20.001 20.000 -0.000 22.85 14.000 22.001 13.85 14.000 22.001 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2.35 1.000 -0.001 20.000 1.999 1.96 Tabel 5.35 1.000 20.001 -0.001 -0.999 2.999 1.85 14.001 -0.15 detik Untuk mencegah penggunaan struktur gedung yang terlalu fleksibel.000 1.001 20.18 dan nilai n = 12.35 1.50 13.000 22.001 -0.000 22.000 20.2 dengan tinggi gedung 51 meter.15 detik Pada arah Y Ty = Cc × (hn)3/4 = Cc × (51)3/4 = 1.002 -0. .4 Kontrol Waktu Getar Alami Fundamental (T) T dihitung dengan menggunakan rumus empiris Method A dari UBC 1997 Section 1630.000 22.3 Eksentrisitas Rencana Bangunan Lantai B (m) L (m) Xcr (m) Ycr (m) ex (m) ey (m) edx (m) edy (m) koord x (m) koord y (m) 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 20.35 1.999 1.50 13.85 14.999 1.50 13.999 1.001 20.001 20.999 22.35 1.001 20.001 0.35 1.35 22. Dengan nilai ζ dari Tabel 8 SNI 03-17262002 dan n adalah jumlah lantai dari gedung yang akan ditinjau.997 1.2. Pada arah X Tx = Cc × (hn)3/4 = Cc × (51)3/4 = 1. nilai waktu getar alami fundamental (T) dari struktur gedung harus dibatasi.999 1.002 20.35 1.50 13.50 13.85 14.35 1.85 14.85 14.50 13.85 5. T<ζn Untuk WG 3 maka nilai ζ = 0.50 13.000 22.000 21.35 1.50 13.997 2.35 1.000 1.000 21.001 -0.85 14.50 13.000 -0.000 20.999 22.85 14. maka kontrol waktu getar alami fundamental (T) menjadi.000 14.50 0.85 14.50 13.50 13.

Untuk arah y CyI 0. Vxd = 59976.OK Sehingga. 7..238 kN − Untuk arah x C I 0.16 detik ……….15 detik Maka dari Gambar 5.1 didapat nilai Cy = 0.OK • Arah y Ty = 1. beradasarkan waktu getar alami fundamental struktur gedung masih memenuhi batas kontrol waktu getar alami.2 × 1 Vys = Wt = × 104869.15 < (0.18x12) = 2.1 didapat nilai Wx = Wt = 104869.39 Kg = 599.3.5 Kontrol Gaya Geser Dasar (Base Shear) Nilai akhir respons dinamik struktur gedung terhadap pembebanan gempa nominal akibat Gempa Rencana dalam suatu arah tertentu. 5.7641 kN .2 × 1 Vxs = x Wt = × 104869.97 • Arah x Tx = 1. tidak boleh diambil kurang dari 80% nilai respons ragam yang pertama.41 Kg = 587.15 detik Tx = 1..15 < (0.7639 kN Vyd = 58776. sesuai SNI 03-1726-2002 Ps.2 dan Cx = 0.64 kN R 6 Setelah dilakukan analisa struktur dengan asumsi – asumsi yang telah dijelaskan diatas. Dengan nilai waktu getar alami fundamental (T) perkiraan awal dengan rumus empiris sebagai berikut.64 kN R 6 . maka didapatkan output untuk nilai gaya geser dasar (base shear) sebagai berikut.16 detik ……….238 = 3495. Ty = 1.1.238 = 3495.2 Dari tabel 5.18x12) = 2.

2.7639 ..1.Untuk arah x 0.512 FS = = = 4.7641 Setelah didapat nilai – nilai skala untuk masing – masing arah pembebanan.512 kN..8V1 ≥1 Vt Dimana : V1 = Gaya geser dasar nominal sebagai respon dinamik ragam pertama Vt = Gaya geser dasar nominal yang didapat dari hasil analisa ragam spektrum respons yang telah dilakukan Sehingga dengan cara tersebut didapat nilai FS untuk masing – masing arah pembebanannya. Kemudian dilakukan running program ulang sehingga didapatkan output sebagai berikut : ..... V xd ≥ 0..8V ys 587.. maka dilakukan analisa struktur ulang dengan mengalikan faktor diatas pada scale factor untuk Define Respons Spectra.Not OK! Maka untuk arah y.. ..512 FS = = = 4.Not OK! Sehingga untuk memenuhi persyaratan SNI 03-1726-2002 Ps.7639 kN < 2796... maka menurut SNI 03-1726-2002 ps 7.... ........ .512 kN..3 gaya geser tingkat nominal akibat pengaruh gempa rencana sepanjang tinggi struktur gedung hasil analisis ragam spektrum respon dalam suatu arah tertentu harus dikalikan nilainya dengan suatu faktor skala.8V xs 599..Untuk arah y 0..66 V xd 599.. ...71 V yd 587. FS = 0.8V xs 2796... V yd ≥ 0 ..... 7....8V ys 2765 .98 Maka untuk arah x. Nilai skala tersebut adalah sebagai berikut : ....7641 kN < 2796.3.

9405 95. gaya gempa dari spektrum respon dinamik tersebut selanjutnya digunakan sebagai beban gempa desain struktur.4207 88...0015 10.9405 92.6998 92.71274 0..58 Kg = 2800.6998 92.53 88...9803 88.99 Vxd = 280091.0632 0.0000 0..3687 kN > 2796.9158 kN Vyd = 276249....9803 78.512 kN.. .0001 2.220727 0.335163 0.1093 0.0000 0.1 jumlah ragam vibrasi (jumlah mode shape) yang ditinjau dalam penjumlahan respons ragam harus sedemikian rupa sehingga partisipasi massa (Modal participating Mass Ratios) dalam menghasilkan respons total harus mencapai sekurang – kurangnya 90 %..0000 78..9158 kN > 2796. 5.6 Kontrol Partisipasi Massa Sesuai dengan SNI 03-1726-2002 Ps..9405 92.422585 0..0000 0. 7.....5302 92.. V xd ≥ 0.0002 4.0000 0..258883 0.9803 0...554149 0.4192 0.0000 78.8772 92.596052 0.8V xs 2800.769604 0.0936 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ...0001 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0..8969 0.27223 0.4192 78...0000 78.10 Kg = 2798.. Tabel 5..8V ys 2798..0000 9.0000 0.0000 2.9803 78.512 kN.8772 88.396882 0.0000 4.0000 0..4 Modal Participating Mass Ratio Mode Period UX UY UZ SumUX SumUY SumUZ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2..OK! Maka untuk arah y.0935 95.. V yd ≥ 0. .3687 kN Maka untuk arah x..2535 78.0935 95.3130 0.1696 0.230644 1......2.6999 95.53 88.2535 95.3936 0..OK! Sehingga.4192 78.429487 2.0000 0..8772 88.

88% 5.230644 0.272230 0.4 didapatkan bahwa dalam penjumlahan respons ragam menghasilkan respons total mencapai 95.676495 1. 5.013347 0.2535 % untuk arah X dan 95.17% 2.173467 0.220727 3.33% 6.038156 0.335163 0.596052 0.5 Selisih Periode Antar Mode yang Berdekatan Mode Periode (sec) Selisih % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.062933 0. Dengan demikian ketentuan menurut SNI 03-1726-2002 Ps.116688 0.0936 % untuk arah Y. Untuk Struktur gedung yang memiliki waktu getar alami yang berjauhan.429487 0.784545 0.100 Dari Tabel 5.57% 17.061719 0. Tabel 5.6 Metode Penjumlahan Respons Ragam Menurut SNI 03-1726-2002 Ps.2.69% 11. 7.45% 67.258883 0.198843 2.769604 0.056864 0.29% 6.2.712740 0.554149 0.67% . 7.35% 78. penjumlahan respons ragam dapat dilakukan dengan metoda Akar Jumlah Kuadarat (SRSS).1 dapat dipenuhi.025703 0.2 untuk struktur gedung tidak beraturan yang memiliki waktu-waktu getar alami yang berdekatan yaitu apabila selisih nilainya kurang dari 15 %.82% 1.65% 19.422585 0.396882 0. harus dilakukan dengan metoda Kombinasi Kuadratik Lengkap (CQC).

101
Karena selisih waktu getar alami dominan kurang dari 15%, maka metoda penjumlahan ragam respons menggunakan metoda CQC.

5.7 Simpangan Antar Lantai
Simpangan antar lantai dihitung berdasarkan respons simpangan inelastis maksimum, Δm, dihitung sebagai berikut: Δm = 0,7 RΔs Dengan R adalah factor modifikasi respons (table 12.2-1). Δs adalah respons statis simpangan elastic struktur yang terjadi di titik-titik kritis akibat beban gempa horizontal rencana.Simpangan elastis struktur dihitung menggunakan analisa dinamis.

¾ Batasan simpangan antar lantai
Simpangan antar lantai yang dihitung berdasarkan persamaan diatas tidak boleh melebihi 2,5% dari jarak lantai untuk struktur dengan waktu getar dasar lebih kecil daripada atau sama dengan 0,7 detik, sedangkan untuk struktur bangunan dengan waktu getar dasar lebih besar daripada 0,7 detik, simpangan antar lantai tersebut tidak boleh melebihi 2,0% dari jarak antar lantai, secara singkat batasan simpangan antar lantai dapat dituliskan :

2,5 xh 100 2,0 T ≥ 0,7 detik, maka Δm ≤ xh 100
T ≤ 0,7 detik, maka Δm ≤

102 Simpangan Elastis Struktur
Berdasarkan SNI 03-1726-2002 Ps. 8.1.2, simpangan antar tingkat yang dihitung dari simpangan struktur gedung tidak boleh melampaui 0.03 dikali tinggi antar tingkat atau dibatasi sebesar 30
R

mm diambil nilai yang terkecil. Nilai R didapat sebesar 6 sehingga batasan Simpangan elastis struktur gedung didapat : - Untuk h = 4,25 m : Δs = 0,03 × hi = 0,03 × 4,25 = 0,02125 meter = 21,25 mm R 6 Nilai simpangan struktur gedung didapat dari hasil running ETABS v9.2.0 dengan memilih satu titik pada setiap gedung yang direncanakan. Sedangkan nilai simpangan antar tingkat diambil dari selisih nilai simpangan antar gedung yang terjadi. Nilai simpangan gedung yang terjadi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.6 Simpangan
Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 ∆x (mm) 48.7 47.2 45.1 42.3 38.9 34.8 30.1 25.0 19.4 13.4 7.5 2.4 ∆y (mm) 49.7 48.1 45.9 43.1 39.5 35.4 30.6 25.3 19.6 13.6 7.6 2.4

Setelah didapat nilai simpangan gedung, ditinjau nilai Δs antar tingkat arah X dan arah Y dapat diperoleh pada tabel berikut :

103
Arah x : Tabel 5.7 Analisa ∆s akibat gempa arah x
Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 hx (m) 51 46.75 42.5 38.25 34 29.75 25.5 21.25 17 12.75 8.5 4.25 Drift ∆s tiap tingkat (mm) 48.7 47.2 45.1 42.3 38.9 34.8 30.1 25 19.4 13.4 7.5 2.4 Drift ∆s antar tingkat (mm) 1.5 2.1 2.8 3.4 4.1 4.7 5.1 5.6 6 5.9 5.1 2.4 Syarat drift ∆s (mm) 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 Ket OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK

Arah y :
Tabel 5.8 Analisa ∆s akibat gempa arah y
Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 hx (m) 51 46.75 42.5 38.25 34 29.75 25.5 21.25 17 12.75 8.5 4.25 Drift ∆s tiap tingkat (mm) 49.7 48.1 45.9 43.1 39.5 35.4 30.6 25.3 19.6 13.6 7.6 2.4 Drift ∆s antar tingkat (mm) 1.6 2.2 2.8 3.6 4.1 4.8 5.3 5.7 6 6 5.2 2.4 Syarat drift ∆s (mm) 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 21.25 Ket OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK

76 14.52 25.78 21.30 8. ¾ Simpangan Antar Lantai Sesuai SNI 1729 Pasal 15.08 Syarat drift ∆m (mm) 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 Ket OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK .5 38.5 2.15 detik 2.82 11.085 m = 85 mm 100 Nilai simpangan antar tingkat dapat diperoleh pada tabel berikut : Arah x : Tabel 5.8 3.28 17.74 21. dihitung sebagai berikut: Δm = 0.1 2.7 5.25 34 29.4.7 detik.4 4.22 19.25 17 12.0 Δm ≤ x 4.0 T ≥ 0.75 42.25 m = 0.7 RΔs Dengan batasan simpangan antar lantai : Waktu getar dasar yang terjadi T = 1.1 4.1 2.42 10. maka Δm ≤ xh 100 2.75 25.1 simpangan antar lantai dihitung berdasarkan respons simpangan inelastis maksimum.1 5.75 8.9 Analisa ∆m akibat gempa arah x Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 hx (m) 51 46.9 5.42 23.5 21.4 Drift ∆m antar tingkat (mm) 6. Δm.6 6 5.20 24.104 Dari tabel tersebut dapat dilihat nilai simpangan antar tingkat dalam arah X maupun arah Y tidak ada yang melebihi syarat batas yang telah ditentukan.25 Drift ∆s antar tingkat (mm) 1.5 4.

20 25.75 42.5 38.84 10.5 4.75 8.5 21.6 4.22 20.4 Drift ∆m antar tingkat (mm) 6.105 Arah y : Tabel 5.26 23.3 5.1 4.08 Syarat drift ∆m (mm) 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 Ket OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK .94 25.72 9.16 22.2 2.25 34 29.12 17.10 Analisa ∆m akibat gempa arah y Lantai 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 hx (m) 51 46.8 3.76 15.7 6 6 5.75 25.24 11.2 2.6 2.25 17 12.8 5.20 21.25 Drift ∆s antar tingkat (mm) 1.

106 ”Halaman ini sengaja dikosongkan” .

20.107 BAB VI PERENCANAAN STRUKTUR UTAMA 6.1 Perencanaan Balok Induk Gambar 6.2 cm2 W = 89.6 kg/m tw = 10 mm Zx = 2096 cm3 d = 500 mm tf = 20 mm Zy = 332 cm3 Sx = 1910 cm3 b = 200 mm Ix = 47800 cm4 .200.10.5 cm r = 20 mm A = 114. Pada perhitungan berikut Balok Induk direncanakan dengan profil WF 500. Panjang balok (L) = 1000 cm.1 Denah Pembalokan lantai Pada perencanaan ini. Adapun data – data profil adalah sebagai berikut : ix = 20. ditunjukkan contoh perhitungan balok Induk pada lantai 1 dengan kode balok B-23.

.16 170 170 λp = = = 10.......0) f = 0...OK = = 6.80 tw tw 10 λp = 1680 fy = 1680 250 = 106.OK ¾ Kontrol Kekuatan Penampang (Local Buckling) Pelat Sayap : bf bf 200 < λp .25 Jadi.1 Kondisi Balok Utama Sebelum Komposit Dari hasil output ETABS v9...2.33 cm h = 428 mm Iy = 2140 cm4 Sy = 214 cm3 6.108 iy = 4...OK = = 42.56 Kg L = 1000 cm ¾ Kontrol Lendutan Lendutan ijin (f’) adalah f '= L 1000 = = 2...tf 2.25 2.75 250 fy Pelat badan : h h 428 < λp.....78 cm 360 360 Lendutan yang terjadi (ETABS v9..21 Kgcm Vu (-) = 13797. didapatkan : Mmax (-) = 2850308....2...tf 2...... maka Mnx = Mpx ..0 untuk batang B-23.... termasuk penampang kompak..765 cm f < f ' ..1..

5 My MR = (fy-fr)Sx = 1800.109 ¾ Kontrol Lateral Buckling Jarak Penahan Lateral Lb = 250 cm Berdasarkan tabel untuk BJ 41 profil WF 500. Untuk komponen struktur yang memenuhi Lr > Lb > Lp. kuat nominal komponen struktur adalah : ⎡ ( Lr − Lb) ⎤ Mn = Cb ⎢ M r + ( M p − M r ) ≤ Mp ⎥ ( Lr − Lp ) ⎦ ⎣ MA = 1990319.5Mmaks + 3M A + 4 M B + 3M C 12.Zx = 2500 .71 ) + (3.1990319. 1910 = 3438000 kgcm .3 → dipakai 1.1135694.5.24 Kgcm MB = 1135694.20 didapatkan : Lp = 215. 2096 = 5240000 kgcm < 1.21 ) + (3.3 2.24 ) + (4. Lr = 643.93 < 2.5Mmaks ≤ 2.fy = 1910 .06 ) = 1.06 Kgcm Cb = = 12.21 (2.5.2850308.200.93 My = Sx.10.2850308. 2500 = 4775000Kgcm Mp = fy.286624.71 Kgcm MC = 286624.749 cm Jadi. Lr > Lb > Lp → bentang Menengah.549 cm.

...OK Jadi Penampang profil baja sebelum komposit mampu menahan beban yang terjadi.6..fy. 749 215 .8 ≤ 69...57.749 − 250) ⎤ Mn = 1... kn =5.Aw = 0.1 n tw fy 5 Dimana...... untuk balok tanpa pengaku vertikal pelat badan.1 10 2500 42. Sehingga...2500 kg/cm (42.. OK Vn = 0...93⎢3438000 + (5240000 − 3438000) ⎥ ≤ Mp − ( 643 .. 5240000 kgcm 2850308.21 Kgcm < 4716000 kgcm.1) cm2 = 64200 kg ....E h ≤ 1.6..92 kgcm > 5240000 kgcm Dipakai Mn = Mp = 5240000 kgcm Persyaratan : Mu ≤ φMn 2850308.. ¾ Kontrol Geser Kontrol geser balok tergantung pada perbandingan antara tinggi bersih pelat badan (h) dengan tebal pelat badan (tw).21 Kgcm ≤ 0. kn = 5 + ..... untuk balok dengan pengaku vertikal 2 a h ( ) pelat badan.8..9.... k ...10 6 ) 428 ≤ 1... 5(2.... 549 ) ⎣ ⎦ = 9828385..110 ⎡ (643.

56 Kg ≤ 0... ¾ Menghitung Momen Nominal • Kontrol kriteria penampang Untuk Sayap Untuk Badan h 1680 bf 170 ≤ ≤ tw 2tf fy fy 200 170 ≤ 2. L = 1000 cm beff ≤ ¼ ...beff = 0..25 < 10..38 Kgcm (batang B-23)..2500 = 285500 kg C2 = 0.OK 6. sehingga kapasitas momen penampang dianalisa dengan distribusi tegangan plastis....1000 cm = 250 cm jadi beff = 250 cm • Menentukan gaya tekan yang terjadi pada pelat C1 = As..111 Persyaratan : Vu ≤ φVn 13797.1.ok 428 1680 ≤ 10 250 42...ok Profil penampang kompak.L = ¼.56 Kg < 57780 kg ...25.85.....250.85....8 < 106.. 64200 Kg 13797....2.0 didapatkan momen positif adalah Mmaks = 3269371.fc’...10...tplat.fy = 114...752.16 250 6..250 = 531250 kg .2....9.2 Kondisi Balok Utama Setelah Komposit ¾ Zona momen Positif Dari hasil output ETABS v9.

C =C1 ( terkecil) = 285500 kg • Menentukan jarak-jarak dari centroid gaya-gaya yang bekerja: a= C 285500 = 5.85.(d 1 + d 2 ) + Py (d 3 − d 2 ) C = 285500 kg Py = As.fy = 114.112 C3 = ∑ Qn → ( C n =1 N 3 tidak menentukan ) Jadi.15 Potongan balok Induk d1 = tb - 5.379 cm = 0.beff 0.2.4 = 4.379 a = 9.250.250 beff = 2375 mm t = 100 mm 54 mm d Gambar 4.85. fc'.2500 = 285500 kg .713 cm 2 2 d2 = 0 → profil baja tidak mengalami tekan d 50 d3 = = = 25 cm 2 2 • Menghitung kekuatan nominal penampang komposit Mn = C.

113 Mn = 285500 (4.82 . ¾ Zona momen negatif Dari hasil output program ETABS v9. L = 1000 cm beff ≤ ¼ .0) = 8483061..5 kgcm 3269371.8483061.. 2400 = 20508. fyr = 17..Mn 3269371.75 mm fyr = 240 Mpa ts = 100 mm ¾ Menentukan Lokasi Gaya Tarik pada Balok Baja Batang tulangan menambah kekuatan tarik nominal pada pelat beton..38 kgcm ≤ 7210602..38 kgcm ≤ 0. ¼ .0 didapatkan momen negatif Mmaks = 5440837.713 + 0) + 285500 (25 .2.Ok Kekuatan nominal penampang komposit lebih besar daripada momen akibat beban berfaktor. 2500 = 285500 Kg .21 Kgcm (batang B-23).2.1000 cm = 250 cm tbondex = 0. л .L = ¼...32 Kg Gaya tekan nominal maksimum dalam penampang baja Pyc = As .85.27 kgcm.. sehingga penampang mampu menahan beban yang terjadi. 0. fy = 114. Tc = Asr ..5 kgcm Syarat : Mu ≤ φ .

Ts = Pyc − Tc 285500 − 20508.84 Kg Jarak garis netral dari tepi bawah sayap : aw = Tw 17495. Tf = bf . fy = 20 .32 = 2 2 = 132495.tw 2500.3 Distribusi tegangan negatif Karena Pyc > Tc.114 Gambar 6. Tw = Pyc − Tc − Tf 2 = 132495.0 = 6. 2.1.99 cm . berlaku persamaan. maka PNA pada web. tf .84 Kg Gaya pada sayap. 2500 = 115000 Kg Gaya pada badan.84 = fy.84 – 115000 = 17495.3 .

.593 cm = 15..0.2.84 = 1.5.5 + 1.5.0.5aw)) Tf + Tw (115000.93 mm d3 = D/2 =50/2 = 25 cm d1 = ts – c = 10 – 2.84...115 ¾ Menenentukan Jarak Gaya yang Bekerja dari Centroid d2 = (Tf .0) + (17495.65 Kgcm 5440837.21 Kgcm ≤ 0.5tf ) + (Tw(tf + 0.99)) = 115000 + 17495.OK .0 + 0..6869180.21 Kgcm ≤ 5838803.593) = 6869180.32 (7.85 .(2.6.593) + 285500 (25– 1.5 = 7.65 Kgcm Persayaratan : Mu ≤ φMn 5440837..56 Kgcm.5 cm ¾ Perhitungan Momen Nominal Negatif Mn = Tc (d1+ d2) + Pyc(d3 – d2) = 20508.

20.( 1 .1. 1 .6))+(( 1 .200.0 diperoleh gaya – gaya yang bekerja pada kolom CIN 7 lantai dasar adalah : Pu = 595950. 50.16 dengan spesifikasi material : Ix = 49940 cm4 ix = 14.300 700 700 Gambar 6.79 mm A = 228.( 1 tw)) .tw.2 + 2 2 (50-2. b.06 cm 3 2 2 .6)(50-1. 20).6.6 Kg = 2261074. . 50)+(20-1)(1.10.56 Kgcm Mux Muy = 2250329.tf.17 mm d = 500 mm Iy = 52189 cm b = 200 mm H = 428 mm Sx = 1997.1.6 cm 3 Sy = 2046. d.6 cm KC 500 x 200 x 10 x 16 TULANGAN Ø16mm KING CROSS 50 TULANGAN GESER Ø12 . 1)) = 2428.31 Kg Vuy Kolom komposit direncanakan dengan menggunakan profil K500.6).116 6.2.4 Sketsa penampang kolom komposit Zx = (( 1 .3 Kgcm = 16667.4 cm2 4 iy = 15. 2 2 2 2 2 (d-2tf). b).2 + 2 2 1 tw).1. 1 . d) + (b-tw)(tf)(d-tf)) + (( 1 .2 Kolom Komposit Dari hasil output ETABS v9. 1). 1 .( 1 . 1 .15 Kg Vux = 15154.( 2 = (( 1 .

2+(50-.1. 1 (d+tw) 2 2 2 2 2 2 + (b-tw).1/2. Acn As + C2. 1 .7.fyr.4 = x100% = 4. 1 . 1 .fc.09 mm2 Luas penampang bersih (Acn) = (70.π.25 mm2 Ar minimum = 0.7 .π.tw.8. tf.4 = 250 + 0.12 – 16 = 560 mm Luas tulangan longitudinal (Ar) = 4.04. 20).20.(d+tw-tf)) =(( 1 . 1. 1 .b.71 cm3 Kontrol luas penampang minimum profil baja : As 228. 1)+( 1 (50+1).04) = 4663.1.6 .117 Zy = (( 1 .240.300 = 54 mm2 < 113.4 228.56 8.tf.162 = 804.(50+1-1. = 562.6. 1.6.04 + 0. 1 .6)) = 2483.70) Tulangan longitudinal Jarak spasi tulangan = 700 – (2. tw.70) – (228. C3 = 0.122 = 113.6). b).09 mm2 Luas sengkang minimum = 0.8 mm2 < 804.25.18.56 mm2 Untuk baja yang diberi selubung beton : C1 = 0.2 fmy = fy + C1.2 + (d-2tf). tw) + ( 1 (d+tw).25 mm2 Tulangan Lateral (Sengkang dipasang Ø12-300mm) Luasan tulangan sengkang = ¼. Ac As 4663.560 = 100. C2 = 0. 228.1. 1 .6.18.50) -2.7% > 4% Ac (70. 1 (50+1) 2 2 2 2 2 2 + (20-1).4 + 8.19 Mpa .

20 WF 500.9.5√fc’ = 0.200.20 Kolom K500.200.23 Kolom K500.14 Kolom K500.70 = 21 cm > iy ( dipakai rm) = 200000 + 0.10.w1.10.5 Skema Kolom .3b = 0.10.Ec.118 Ec = 0.041.200.16 Arah X WF 500.200.56 = 298428.200.200.200.200.04.16 WF 500.8 Mpa 228.10.10. Acn As 4663.10.16 WF 500.9.14 WF 600.98 Mpa Es = 200.200.4 rm = 0.16 WF 600.200.200.9.9.10.200.24001.14 Kolom K500.24102.13.000 Mpa Em = Es + C3.5√25 = 24102.98 Kuat Nominal Aksi Kolom Komposit WF 500.3.2.14 WF 600.16 Gambar 6.

3 Kg/cm2 = 1157153.26 Kg .5 = = 31.5 = 0.6 − 0.52 dan nilai Kcy = 1.47 Pn = As.19 fcr = = = 506.54 → KcY menentukan Lk = Kc.17 cm rm 21 λ π f my Em = 31.L = 1.2.425 = 654.11 1.fcr = 228.43 = 1.67λc f my 562.63 Mpa ω 1. maka termasuk dalam kategori kolom menengah.47 298428 .119 Bagian dasar kolom diasumsikan jepit.6 − 0. sehingga nilai GB = 1 ⎛ Ix ⎞ ⎛ 49940 ⎞ Σ⎜ ⎟ 2 x⎜ ⎟ L ⎠ kolom 425 ⎠ ⎝ ⎝ GAx = = = 2. sehingga dari nomogram didapatkan nilai Kcx = 1.34 47800 Ix ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ Σ⎜ ⎟ 2 x⎜ ⎟ L 950 ⎝ ⎠ balok ⎝ ⎠ ⎛ Iy ⎞ ⎛ 52189 ⎞ Σ⎜ ⎟ 2 x⎜ ⎟ L ⎠ kolom 425 ⎠ ⎝ ⎝ GAy = = = 2.43 = 1.54 Ix 41900 41900 ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ Σ⎜ ⎟ ⎜ ⎟+⎜ ⎟ 950 800 L ⎝ ⎠ balok ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Jenis rangka tidak berpengaku (unbraced frame).5066.25 < λc <1.0.11 ω= 1.54.8 Karena nilai λc. 0.67.4 cm2. dimana : 1.17 π 654.5 cm λ= λc = Lk 654.

6 = = 0.fy = 0.27 = = 1953.ϕ .fc’.6.(OK) Semua beban desain kolom ditopang oleh kolom komposit ( terdiri dari profil baja dan beton).228.85.84 …….6 > 0.As.7. 1157153.Ab Ab ≥ ϕPnc 498230.27 .50) + ((50+10)10) = 101 cm2 Crc = Crt = 350 – (50 + 12 + (1/2.φ.(OK) 1. fc ' 1.85..27 Kg Syarat yang harus dipenuhi untuk luas penampang beton φPnc ≤ 1.85.0.2500 = 485350 Kg ¾ Kemampuan penampang beton menahan beban φPnc = φPn – φPns = 983580.2 ϕPn 983580.7.4.250 ¾ Kuat Nominal Komposit dan Aksial Kolom Komposit Luasan badan profil (Aw) = (1.120 φPn = 0.7. Persyaratan luas minimal penampang beton yang menahan beban desain kolom adalah : ¾ Kemampuan profil baja menahan beban φPns = 0.16)) = 280 mm Cr = (Crc + Crt)/2 = 280 mm h1 = h2 = 700 mm Pu 595950.27 Kg – 485350 Kg = 498230.26 Kg = 983580.27 Kg > Pu……….

6 + ⎜ + ⎟ = 0.h1 = 2428.71 x 2500 + 1/3(70 – 2x28) x 8.3 ⎞ 0.10.(h2 – 2Cr)Ar.7.06 x 2500 + 1/3(70 – 2x28) x 8.fyr + h2 Awfy )Aw.200.77 Kgcm ( )Aw. fc '. fy Pu 8 ⎛ Mux Muy ⎞ Untuk Pu > 0. fy − 2 1.85.7.0(OK ) 9 ⎝ 0.965 ≤ 1.12854730.2 → ⎟ + ⎜ + ⎟ ≤1 Mnx Mny ϕPn 9 ⎜ ϕ ϕ ϕPn ⎝ ⎠ 8 ⎛ 2261074.7 7 0.16 .04 x 2400 + ( 70 − 101x 2500 )101x 2500 2 1.7 7 ⎠ Kesimpulan: Kolom komposit digunakan profil K500. fy − 2 1.85.(h2 – 2Cr)Ar. fc'.7 x 250 x70 = 12854730.12993755.121 Mnx = Zx.fy + 1/3.h1 = 2483.77 Kgcm ( Mny = Zy.fyr + h2 Aw.04 x 2400 70 101x 2500 +( )101x 2500 − 2 1.7 x 250x70 =12993755.56 2250329.fy + 1/3.

122 6.Ry.5. (2096.1 Sambungan Antara Balok dengan Kolom Gambar 6. Penerimaan beban dianggap sebagai berikut : • Beban Pu diteruskan oleh sambungan pada badan secara tegak lurus ke flens kolom • Beban momen Mu diteruskan oleh sayap balok dengan baja T keflens kolom Vu = 16319 Kg (1.2500) Kgcm = 14265900 Kgcm .6 Sambungan Balok – Kolom yang direncanakan Sambungan balok utama B-22 dengan kolom direncanakan dengan rigid connection dimana sambungan memikul beban geser Pu dan momen Mu.5 L) Sambungan kaku yang merupakan bagian dari Sistem Rangaka Pemikul Beban Gempa mempunyai kuat lentur Mu yang besarnya paling tidak sama dengan : Mu = 1.3.1.3 Desain Sambungan 6.2 D + 0.1.1.Mpbalok = 1.

5) • Mutu profil BJ41 (fu = 4100 Kg/cm2) • Baut tipe A325.10.2 Kg) .4100 Kg/cm2 = 18745.5 Kg 950 Vutotal = 16319 Kg + 30033.(r1fub). D = 25.fu (tebal pelat badan dipakai tebal badan balok tp = 10 mm)) = 0.9.db.5 Kg A.5.200.123 Momen lentur rencana sambungan berdasarkan kemampuan balok. 25.4 cm.(0.6 Kg Kuat tumpu baut Vdt = φf.2 Kg Vdg < Vdt (digunakan Vdg =18745.1. Elemen – elemen sambungan : • Balok melintang menggunakan profil WF 500.10.2Ab = 0.2.16 Gaya geser terfaktor V pada sambungan kaku harus diambil berdasarkan kombinasi pembebanan 1.2.07 = 31370.2).5 Kg = 46352.4 mm fub = 825 Mpa = 8250 kg/cm2 Ag = 5.16 • Kolom menggunakan profil K500.4.5. Sambungan geser pada badan balok Kuat geser baut • Pada bidang geser baut tidak ada ulir (r1 = 0.07 cm2 Vdg = φf.75.2.200.5L ditambah gaya geser yang berasal dari Mu diatas (LRFD ps 15.0 cm.tp.2D + 0. sehingga besarnya : Vutambah = 14265900 + 14265900 = 30033.4.8250)2.75.

7. D = 25.7.tp.7).db. dipasang 3 buah Vdg 18745. Ølubang = 25.22 cm2 .4.t = (30 – 2.5 = = 2. Vdg 13121.4100 = 13121.2 = = 3. Ab = 0. Sambungan geser pada sayap kolom Kuat geser baut • Pada bidang geser baut tidak ada ulir (r1 = 0.75. 5. Ølubang).70.4 mm fub = 825 Mpa = 8250 kg/cm2 Ag = 5.3 Kg Kuat tumpu baut Vdt = φf.64 Kg n= Vu 46352.4 mm + 1. BJ 41 dengan fu = 4100 Kg/cm2.47 .5.2.5) • Mutu profil BJ41(fu = 4100 Kg/cm2) • Baut tipe A325.0.07 cm2 Vdg = φf.53 .64 sehingga pada satu sisi menjadi 2 baut C. Kontrol siku penyambung Siku direncanakan menggunakan ∟70.2.7 = 17.2. 8250 Kg/cm2).(0.0.54.2. dipasang 4 buah pada 2 sisi.124 n= Vu 46352.fu (tebal pelat badan dipakai tebal pelat siku tp = 7 mm)) = 0.07 cm2 = 15685.(r1fub).4.t = (L – n.75.6 mm (lubang dibuat dengan bor) = 27 mm Anv = Lnv.2 B.

25 Kg φPn = φ(0. Ok D.4 mm + 1.4 mm. profil T akan mendapat gaya tarik sebesar : 2T = Mu d balok 14265900 T= = 142659 Kg 2.25 Kg ..0... Sambungan pada sayap profil T dengan sayap kolom Direncanakan menggunakan baut D25.125 Siku ditinjau satu sisi sehingga gaya = ½..Vu = 23176.Anv) = 0. dengan data – data: Ølubang = 25..fu.50 W Q a 1 2(T 1 2(T a' + Q) + Q) b' b 2T Bidang kritis 1 2(T 1 2(T + Q) + Q) flens profil T Badan profil T Q Gambar 6.6.07 cm2 Mutu baja profil BJ 50 (fu = 5000 Kg/cm2) Mutu baut (fu = 8250 Kg/cm2) Akibat gaya Mu.4100 Kg/cm2.6 mm (lubang dibut dengan bor) = 27 mm Ab = 5..6..7 Gaya – gaya yang bekerja pada profil T . 17.08 Kg > 23176.22 cm2 = 38125.9.

75.Ab)n.4 = 94111.75.88 Kg > 88828.76 Kg 2. 14265900 Lengan kopel = = 151.20.25 b 50 < 1.5 mm .3) Syarat.20 Maka.50 = 62. T = 14265900 = 88828.½. r = 22mm a = 50 mm (direncanakan) b= 400 − 20 − (50 + 90) = 50mm 2 Menurut Kulak.88 Kg Syarat.75. B > T 94111.25.25.0.. Øbaut = 50 .76 Kg (memenuhi syarat) ¾ Perhitungan sayap kolom dengan profil T Perhitungan tebal sayap T yang diperlukan : Direncanakan memakai profil T 400.4 = 37. Fisher dan Shrink : a ≤ 1.07 cm2. Øbaut = 50 + ½.94 Sehingga tinggi tambahan yang diperlukan menjadi.126 B = Kekuatan rencana baut = φRn = 0.58 cm 2.88 Kg < 142659 Kg (Tidak memenuhi syarat) Untuk mengatasinya kita dapat memakai potongan profil balok atau profil T yang dihubungkan ke bawah balok utama agar lengan momen kopel menjadi besar.fub.35.58 cm Dalam hal ini kita coba pakai profil T 600.7 mm b’ = b – ½. = 151.5.58 – 50= 101. B > T 94111.400. n = jumlah baut = 0.12.47055.(OK) Koreksi untuk a dan b a’ = a + ½.200.4 = 62.5 mm…………….(0.75.25.8250 Kg/cm2.(50 + 30.

88828.26.76 Kg . dipakai ⎜ ⎟ δ ⎝ 1 − β ⎠ 0. 58 .5 ⎛ w − ∑ d ' ⎞ 200 − 2.5) • Mutu profil BJ55 (fu = 5500 Kg/cm2) .734 ⎝ 1 − 0.76 Kg ⎜ ⎜ αδ + 1 + a ' 1 0 .6 δ =⎜ = 0.7 + 12001) 94111.7 ⎛ B ⎞ a ' ⎛ 94111.58 < 1. Sambungan pada badan profil T dengan sayap balok Kontrol Kekuatan Baut Kuat geser baut • Pada bidang geser baut tidak ada ulir (r1 = 0.0.(1 + 0.58.734 ⎟= 200 ⎝ w ⎠ α= 1⎛ β ⎞ 1 ⎛ 0. 734 62 .3 < 1 − 1⎟ = ⎜ ⎝T ⎠ b' ⎝ 88828.88 − 1⎟ = 0.6 mm Sehingga.88 Kg > 50414.58.b' tf ≥ ϕ .Ok Maka tebal perlu sayap profil T 4.4100 Kg / cm 2 .3 ⎠ Nilai α = 0.35 dapat dipakai ≥ E.0.3 ⎞ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ = 0.20cm.20.58 αδ ⎞⎛ b' ⎞ ⎛ 0.T .3.w. fy. tf pada profil T 400.9.85 Kg…….5 ⎞ Q= T ⎛ ⎟ ⎟⎜ ⎟⎜ ⎟ = 88828.734) ≥ 3.(1 + αδ ) 4.5 0. 7 ⎝ ⎠⎝ ⎠ ⎠ ⎠⎝ ⎝ = 12001 Kg Gaya yang terjadi pada baut : B ≥ ½ (T + Q) 94111.734 ⎞⎛ 37. 0 .16 cm = 31.127 β =⎜ ⎞ 62.400.88 ≥ ½ (88828.76 ⎠ 37.

31 Kg Kuat tumpu baut Vdt = φf.2.1.31 Kg) n= 88828.4.5.tp. sehingga dipasang 6 Vdg 15685.tw = 20 cm..66buah .16 cm.fy 2.76 ≤ 0.4 mm.………. sehingga pada 1 sisi menjadi 3 baut.07 cm2 = 15685.4.Ab = 0.(Ok) .5 cm = 90 cm2 An = Ag – (Σd’.8 Kg Vdg < Vdt (digunakan Vdg = 15685.(r1fub).5 cm) = 47.128 • Baut tipe tumpu Øbaut 25.2.75.8250 Kg/cm2 = 45262.9.(0. 2.9.db.4100 177657.90.3.fu (tebal pelat badan dipakai tebal sayap profil balok tp = 12 mm)) = 0.4 mm . BJ 55 dengan fy = 4100 Kg/cm2 dan fu = 8250 Kg/cm2 Ag = w.07 cm2) Vdg = φf.31 buah baut pada 2 sisi.4.52 Kg ≤ 332100 Kg…. BJ 55 (Ag = 5. Kekuatan badan profil T Dipakai baut Ø25.34 cm2 Terhadap leleh 2T ≤ 0.54cm.8250 Kg/cm2)..Ag.tw) = 90 cm2 – (3.5.76 T = = 5.2 cm.4.88828.75.

7 adalah sebagai berikut : Pu = 595950. 88828.fu 2.. Gaya – gaya yang bekerja pada kolom lantai CIN.76 ≤ 0.6 = 7491000 Kgcm Baut D 25.129 Terhadap patah 2T ≤ 0.47.2 Sambungan Kolom – Kolom Sambungan kolom .fy.34.9.3.8250 177657.1997.5.4 Baut D 25.52 Kg ≤ 350712.An.5.(Ok) 6.45 Kg…………….6 Kg = 1.4 Gambar 6.8 sambungan kolom – kolom .9.4 Baut D 25.2500.kolom direncanakan pada lantai 1.Zx Mux = 1.

2.4 mm.75.6 = 260920 Kg Aprofil 228.130 Pembagian Beban Momen 1 .75.6 – 260920 = 335026.6.Pu = 595950.37 Kg Kuat tumpu baut Vdt = φf.tp.54.8250 Kg/cm2.1. 2Ab = 0.2.07 cm2 = 31989.32 Kg .1.4.07 cm2) Vdg = φf.4.2.1.52 Kg ¾ Kontrol Geser pada Sayap Kolom Dipakai tebal pelat penyambung 16 mm Kuat geser baut • Pada bidang geser tidak ada ulir (r1 = 0. ( Ag = 5.503 I badan Mubadan = Mu = 12 7491000 = 1562500Kgcm I profil 49940 Musayap = Mu – Mubadan = 7491000 – 1562500 = 5928500 Kgcm ¾ ¾ Pembagian Beban Aksial A 2.4100 = 29992.2.fub.r1.4 Pusayap = Pu – Pubadan = 595950.5) • Mutu baja profil BJ 50 ( fu = 5000 Kg/cm2) • Baut tipe tumpu Øbaut D 25.5.fu (tebal plat dipakai tebal plat sayap Kolom tp = 16 mm) = 0.50 Pubadan = badan .db.0.5.

07 cm2) Vdg = φf.2.1. Vdt = 22860 Kg Momen yang bekerja pada titik berat sambungan badan Mutotal = Mubadan + Pu.54.e = 1562500+ 260920.07 cm2 = 31370.32 Dipasang 12 buah agar simetris ¾ Kontrol Geser pada Badan Kolom Kuat geser baut • Pada bidang geser tidak ada ulir (r1 = 0.52 = 296425 + 4 Tu = Musayap = = 380181.5) • Mutu baja profil BJ 50 ( fu = 5000 Kg/cm2) • Baut tipe tumpu Øbaut 25.tp.0.4.75.fub.2.32 Kg) Vu 380181.9 = 2058248 Kgcm .fu (tebal plat dipakai tebal plat badan Kolom tp = 10 mm) = 0.5.4.2. ( Ag = 5.63 Kg Vdg > Vdt (digunakan Vdg = 29992.r1.db. 5000 = 22860 Kg Dipakai.4 mm.0.1.131 Gaya kopel pada sayap 5928500 = 296425Kg d 20 Pu sayap Jumlah gaya total pada sayap = T + 4 335026.5.2Ab = 0.63 Kg Kuat tumpu baut Vdt = φf.67buah ≈ 12buah Vdg 29992.2.63 n= = = 11.8250 Kg/cm2.75.

426 Kg < 22860 Kg………OK ¾ Kontrol jarak baut : Jarak tepi minimum = 1.6 Kg n 12 Mutotal .75.15 = = 555.28 Σ( x 2 + y 2 ) 3078 KuV2 = Kutotal = (ΣKuV ) 2 + (ΣKuH ) 2 = (21743.x 2058248 x 4.52) = 3078 cm2 Vu 16667.52 + 13. y 2058248 x 22.2.1 = 12 cm Jarak tepi maks = 20 cm Dipasang jarak tepi baut = 5.5 = = 3009.5 KuH2 = = = 14246.54 = 4.33Kg n 12 Akibat Vu → KuH1 = Σ(x2 + y2) = 12(4.54 = 7.62 cm Jarak antar baut maksimum = 15.tp = 12.6 + 15246.14) 2 + (555.tp = 15.33 + 3009.14 Σ( x 2 + y 2 ) 3078 Mutotal .52 + 22.132 Dicoba dengan baut sebanyak 12 buah Pubadan 260920 Akibat Pu → KuV1 = = = 20743.75 db = 1.28) 2 = 19030.1 = 15 cm Jarak tepi maksimum = 20 cm Dipasang jarak antarbaut = 9 cm .426 Kg Kutotal < φVn 19030.2.445 cm Jarak tepi maksimum = 12.db = 3.5 cm Jarak antar baut minimum = 3.5)2 + 4(4.

8) + (4.20)} 1.52 Kgcm Sambungan Las pada End Plate Direncanakan las dengan te = 1.12854730.2D + 0.3 Disain Base Plate Perencanaan base plate dibawah ini menggunakan fixed plate dari catalog PT Gunung Garuda untuk profil K500.27 Untuk Pu 8 ⎛ Mux Muy ⎞ Pu ⎟ + ⎜ + > 0.6 = = 0.45.5L + E) lantai dasar adalah : Pu = 595950.6 Kg = 16667.7 cm =530.Part = BMK-13 • H = 70 cm • B = 70 cm • tp = 46 mm = 4.0 9 ⎝ 0.200.15 Kg Vu Pu 595950.8)+(2.85.2 ⇒ ⎟ ≤1 Mnx Mny ϕPn ϕPn 9 ⎜ ϕ ϕ ⎝ ⎠ 8⎛ Mux ⎞ 0.16 dengan data – data sebagai berikut : • No.6 > 0.6 cm Dari output Etabs pada CIN 7 (comb 1.200.133 6.46.77 ⎠ Mux = 4916934.4 cm2 = 84732.10.10.3.2 ϕPn kolom 983580.6 + ⎜ + 0 ⎟ = 1.504 cm4 .7 cm pada daerah yang diarsir pada profil K 500.16 sehingga didapat : Alas = {(2.

9 y Iy 84732.45 .63 .102 ⎟⎥ 12 12 ⎠⎦ ⎠⎦ ⎣ ⎝12 ⎣ ⎝12 = 84732.70.1cm = 1.3.4 3700.63 Kg/cm2 te = f total 2818.8 cm(amin) 0.27 = = 1.203 + 2.⎜ .504 Wy = = = 3621.4 fulas = φ.45 2 + 1389.20.0.134 ⎡ ⎛1 1 1 ⎞⎤ ⎞⎤ ⎡ ⎛ 1 Iy = ⎢2.70.3 2 = 2818.504 = = 3700. f V = f total = f p + fV 2 2 = 2452.⎜ .11cm3 22.75.0.504 cm4 Wx = Ix 84732.23 + 2.15 4916934.707 .52 + A 530.20.8.45 Kg/cm2 Akibat beban P.2.6.45 a= te 1.05cm3 x 23.707 0. f P = Pu Mx 595950 4916934.45 Kg/cm2 16667.46 .27cm = fu las 2214.52 + = + A Wx 530.4 3621.83 + .1 = 2214.23 + .22 .05 2 = 1389.92 ⎟⎥ + ⎢2.20.11 = 2452.3 Kg/cm += Vu Akibat beban Vu.2.6.FE70xx = 0.

41.7 A1 .28 = = A1 70 x70 Fcu = 0.8 cm = dipakai c1 = we = 5 cm h’ ≥ 6+ 5 = 10 cm.1.52 = = 18.28 = 290.85. f ' c.5.7cm 6 Pu 595950.125.4cm f E 70 xx 70.db = 1.86 = 6 cm c1 = jarak minimum untuk kunci = 27/16.2. A2 = 0. . dipakai h’ = 12 cm h = H – 0.1.25cm > 1 H = 11.135 Syarat – syarat tebal kaki las Tebal minimum = tplat = 46 mm fu 4100 aeff max = 1.tp = 1.75.300.3 Sehingga dipakai las dengan a = 18 mm Perhitungan Base Plate e= Mux 4916934.6 = 5.75.120 = 840 mm= 84 cm B =900 mm = 90 cm Dimensi beton : Panjang : 90 cm Lebar : 90 cm A2 90 x90 1.5h’ = 900 – 0. .db =4.41.6 d = 9 mm Direncanakan diameter baut : 28.70.85.4.6 h’ ≥ we + c1 we = jarak baut ke tepi = 1.

25 n .52 0.6.6.5.B 52596.4 diambil jumlah baut = 12 buah baut angkur 28.16667.1/4.2) 2500.(0.05 cm Tu = (0.862) = 14579 Kg φRn ≥ 2.6 mm φRn = 0.05) – 595950.a) – Pu = (0.f’cu.26.(0.75.290.7.Vu .75.108 Tu (h'− we) .29 Kg t ≥ 2.fub.108 ≥ 2.84 − 90) + 2.5Ab) = 0.29 + 1.200.2. 7250.16 Perhitungan Baut Angkur Dipakai baut angkur Ø28.h = 0.6.6 = 52596.B 595950.6.2 cm fy.90 ≥ 2.84 = 42 mm =4.25.π.B.we ≈ 0.52596.290.5.10.90.85 cm Maka base plate dengan ukuran 90 x 90 cm dengan tp = 3 cm dapat digunakan sebagai alas kolom K500.6 mm 14579≥ 2Tu + Cv.4916934. dimana Cv = 1.136 a =h= 84- h2 − Pu (2h − H ) + 2Mu 0. fcu.6 (2.29(12 − 4.90 842 − = 26.5.15 n n = 8.7.

6 cm → diambil L = 120 cm .250 ⎣ ≥ 73. f c ( M + V .250(4916934.16667.16667.5cm))1/ 2 ⎤ L≥ ⎢ ⎥ d.50. fc ⎣ ⎦ ⎡ 2.152+ 6.52 +16667.15 .15+ (4.5))1/ 2 ≥⎢ 50.137 Panjang Angkur ⎡ 2V + (4V 2 + 6d .

138 ”Halaman ini sengaja dikosongkan” .

Jakarta ini direncanakan memakai pondasi tiang pancang jenis pencil pile shoe produk dari PT.1 Perencanaan Pondasi Kolom Pondasi pada umumnya berlaku sebagai komponen struktur pendukung bangunan yang terbawah dan berfungsi sebagai elemen terakhir yang meneruskan beban ke tanah. Gambar 7. Spesifikasi tiang pancang yang akan digunakan adalah sebagai berikut: : 500 mm • Diameter • Tebal : 90 mm : A3 • Type . WIKA Beton.1 Denah Rencana Pondasi Pondasi pada gedung apartemen Albergo.139 BAB VII PERENCANAAN PONDASI 7.

140
Allowable axial : 166,21 ton Bending Momen crack : 14 ton m Bending Momen ultimate : 21 ton m Dari hasil analisa struktur dengan menggunakan program bantu ETABS, diambil output reaksi perletakan yang terbesar, hasilnya adalah sebagai berikut : Pu : 587339 kg : 74927,94 kgm Mx My : 74054,92 kgm : 12667,15 kg Hx : 11154,31 kg Hy • • •

7.1.1 Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal
Data yang diperoleh dan yang digunakan dalam merencanakan pondasi adalah data tanah berdasarkan hasil Standard Penetration Test (SPT). Daya dukung pada pondasi tiang pancang ditentukan oleh dua hal, yaitu daya dukung perlawanan tanah dari unsur dasar tiang pondasi (Qp) dan daya dukung tanah dari unsur lekatan lateral tanah (QS). Perhitungan daya dukung tanah memakai metode Luciano Decourt (1982) : QL = QP + QS Dimana : QL = daya dukung tanah maksimum pada pondasi QP = resistance ultimate di dasar tiang QS = resistance ultimate akibat lekatan lateral Qp = qp . Ap = (Np.K).Ap Qs = qs . As = (Ns/3 +1).As Dimana : Np = harga rata-rata SPT pada 4D pondasi di bawah dan di atasnya. K = koefisien karakteristik tanah Ap = luas penampang dasar tiang

141
Ns = rata-rata SPT sepanjang tiang tertanam, dengan batasan 3 ≤ N ≤ 50 As = luas selimut tiang Np =

46 + 42 + 54 = 47,33 3 AP = 0,25 × π × D 2 = 0,25 × π × 0,52 = 0,196m 2
K = 40 t/m2 (untuk tanah dominan pasir)

QP = N p × K × Ap = 47,33 × 40 × 0,196 = 371,73m 2
Ns =

22 + 44 + 38 + 48 + 42 = 38,8 5 2 AS = H × π × D = 10 × π × 0,5 2 = 7,854m 2

⎞ ⎛N ⎛ 38,8 ⎞ + 1⎟ × 7,854 = 109,43ton QS = ⎜ S + 1⎟ × AS = ⎜ ⎝ 3 ⎠ ⎠ ⎝ 3
QL = QP + QS = 371,73 + 109,43= 481,16 ton QU =

QL 481,16 = = 160,39 ton SF 3

7.1.2 Daya Dukung Tiang Pancang Kelompok
Pondasi tiang pancang direncanakan Ø50 cm. Jarak dari as ke as antar tiang pancang direncanakan seperti pada perhitungan di bawah ini : Untuk jarak antar tiang pancang : 2,5 D ≤ S ≤ 3 D dimana : S = jarak antar tiang pancang S1= jarak tiang pancang ke tepi 2,5 × 50 ≤ S ≤ 3 × 50 125 ≤ S ≤ 150 Untuk jarak tepi tiang pancang : 1,5 D ≤ S1 ≤ 2 D 1,5 × 50 ≤ S1 ≤ 2 × 50 75 ≤ S1 ≤ 100 Dipakai : jarak antar tiang pancang (S) = 130 cm jarak tepi tiang pancang (S1) = 80 cm

142

Gambar 7.2 Konfigurasi Rencana Tiang QL (group) = QL (1 tiang) × n × η

η = 1 - arc tan( D / S ) × ⎛ 2 − 1 − 1 ⎞ …………Converse Labarre ⎜ ⎟ 90° m n⎠ ⎝
Dimana : D = diameter tiang pancang S = jarak antar tiang pancang m = jumlah tiang pancang dalam 1 baris = 3 n = jumlah baris tiang pancang = 3 Efisiensi : (ή) =1QL (group)

arctan(500 / 1000) ⎛ 1 1⎞ × 2 − − ⎟ = 0,606 ⎜ 90 0 3 3⎠ ⎝ = 160390 × 9 × 0,606 = 874767,1 kg

Perhitungan beban aksial maksimum pada pondasi kelompok a. Reaksi kolom = 587339 kg = 42336 kg + b. Berat Poer = 4,2 × 4,2 × 1 × 2400 Berat total = 629675 kg QL (group) = 874767,1 kg > P = 629675 kg........OK

OK ...3 Kontrol Beban Maksimum 1 Tiang (Pmax) Beban maksimum yang bekerja pada satu tiang dalam tiang kelompok dihitung berdasarkan gaya aksial dan momen yang bekerja pada tiang.21 ton • Allowable axial • Bending Momen crack : 14 ton m • Bending Momen ultimate : 21 ton m ¾ Kontrol terhadap Gaya Aksial Untuk Ø50 cm kelas A3 pada Wika Piles Classification.390 x 0.21 ton. X max ∑X 2 + Mx. sehingga berlaku persamaan : Pmax = ⎜ ⎜ ⎛V ⎝n + My.2 ton < Pijin 97.05492 × 1.19 ton. 3 6 1 .4 Kontrol Kekuatan Tiang Dari spesifikasi “Wika Pile Classification” direncanakan tiang pancang beton dengan : • Diameter : 500 mm • Tebal : 90 mm • Type : A3 : 166.1.. gaya aksial tidak diperkenankan melebihi 166..579 74.92794 × 1.1.19 ton ………………….3 ⎞ + + ⎟ ⎟ 2 2 9 × 6 1 .Ymax ⎞ ≤ Pijin 1 tiang ⎟ 2 ⎟ ∑Y ⎠ Pmax = ⎜ ⎜ ⎛ 643.2 ton ≤ Pijin 1 tiang = 160.OK 7.. Momen pada tiang dapat menyebabkan gaya tekan atau tarik pada tiang.3 74. Pmax = 86.143 7. 3 × ⎝ ⎠ = 86.. namun yang diperhitungkan hanya gaya tekan karena gaya tarik dianggap lebih kecil dari beban gravitasi struktur.2 ton ≤ = 97.606 = 86..

. Ok ..5d + 0.425 kg/cm 2 dari lampiran data tanah di ketahui qu = 0..25 × 0.66715 = 0.47 tm .66715.5f) f = H 9.5 = 13.. Cek kekuatan momen tiang : Mcrack = 14 tm > M = 13.144 ¾ Kontrol terhadap Gaya Momen Setelah tiang dipancang Perumusan yang dipakai diambil dari buku “Daya Dukung Pondasi Dalam” : Mmax = H (e + 1.25 t/m2 f = 12.5(0.... momen tidak diperkenankan melebihi Mcrack = 14 tm...627 m 9 × 4.85 kg/cm2 Cu = = 4.5) + 0.. (0 + 1.d Dimana: H = Lateral Load e d = jarak antara lateral load (H) dengan muka tanah = diameter pondasi 1 2 qu = 0...47 tm M = Mmax = 16.5(0.627)) Untuk Ø50 cm kelas A3 pada Wika Piles Classification....Cu ..

579 ton Pu = 86.2 ton P max (1 tiang) ∑ tiang pancang tiap group =9 Dimensi kolom = 700 × 700 mm2 Dimensi poer = 4. Data perancangan poer : = 643. Oleh karena itu poer harus memiliki kekuatan yang cukup terhadap geser pons dan lentur.145 7. Kuat geser yang disumbangkan beton dirumuskan : 2 ⎞ ⎛ fc ' ⎞ ⎛ φ .12.2.2 × 4.5 mm dy = 1000 – 50 – 25 – ½ × 25 = 912.1.5 Perencanaan Poer Poer dirancang untuk meneruskan gaya dari struktur atas ke pondasi tiang pancang.Vc = φ ⎜ 1 + ⎟ × bo × d ⎟⎜ ⎝ βc ⎠⎝ 6 ⎠ tetapi tidak boleh kurang dari : φ Vc = φ × ⅓ × f ' c × bo × d Dimana : .2 × 1 m3 Mutu beton (f’c) = 40 MPa Mutu baja (fy) = 410 MPa Diameter tulangan 25 mm Selimut beton = 50 mm Tinggi efektif (d) : dx = 1000 – 50 – ½ × 25 = 937.5 mm • Kontrol Geser Pons Pada Poer Dalam merencanakan poer harus dipenuhi persyaratan kekuatan gaya geser nominal beton yang harus lebih besar dari geser pons yang terjadi. Hal ini sesuai yang disyaratkan pada SNI 03-2847-2002 pasal 13.

6 × ⎜1 + ⎟⎜ ⎜ ⎟ 1 6 ⎠⎝ ⎝ ⎠ = 115620777.8 N = 770.7 N = 1156.5) + 2 (700 + 912.5) = 6500 mm Batas geser pons ⎛ 2 ⎞⎛ 40 ⎞ ⎟ × 6500 × 937. .⎜ ⎟ 9 ⎝ ⎠ = 552.805 ton ⎛ 587339 ⎞ P yang bekerja = 587.805 ton Jadi ketebalan dan ukuran poer memenuhi syarat terhadap geser ponds.6 × ⅓.5 = 7708051. 40 × 6500 × 937.146 βc = rasio dari sisi panjang terhadap sisi pendek beton dari 700 daerah beban terpusat atau reaksi = =1 700 bo = keliling dari penampang kritis pada poer bo = 2 (bk + d) + 2(hk + d) dimana : bk = lebar penampang kolom hk = tinggi penampang kolom d = tebal efektif poer • Kontrol geser pons pada tiang pancang tengah (akibat Kolom) bo = 2 (700 + 937.21 ton φ Vc = 0.339.5 φ Vc = 0.08 ton < φ Vc = 770.08 ton P = 552.

4 N = 282.4 × 937.310 ton φ Vc = 0.6 × ⎛ 1 + ⎜ ⎟⎜ ⎟ ⎜ 1 6 ⎝ ⎠⎝ ⎠ = 5743104.08 ton P = 552.4 × 937.310 ton Jadi ketebalan dan ukuran poer memenuhi syarat terhadap geser ponds.5 φ Vc = 0. 40 × 2385.4 mm Batas geser pons 2 ⎞⎛ 40 ⎞ ⎟ × 2385.6 N = 574.6 × ⅓.5 = 2828736.147 • Kontrol geser pons pada tiang pancang pojok β c = rasio sisi terpanjang terhadap sisi terpendek (daerah beban terpusat) = 500 =1 500 bo = penampang kritis poer = 1 x πD + 800 + 800 4 = 2385. .⎜ ⎟ 9 ⎝ ⎠ = 552.873 ton ⎛ 587339 ⎞ P yang bekerja = 587.339.08 ton < φ Vc = 574.

poer dianalisa sebagai kantilever dengan perletakan jepit pada kolom.87) – (1/2 × 10080 x 1. teori Untuk penulangan lentur.5 mm f ' c − 30 ⎞ β1 = 0.5 mm dy = 1000 – 50 – 25 – ½ × 25 = 912. Gambar 7.2. Sedangkan yang bekerja adalah beban terpusat di tiang kolom menyebabkan reaksi pada tanah dan berat sendiri Perhitungan gaya dalam pada poer didapat dengan mekanika statis tertentu.2 + ½.672) = 23711 kg m = 23.3) ⎝ 1000 ⎠ . 1.7.3 Analisa Poer Sebagai Balok Kantilever a = jarak poer ke tepi kolom + selimut kolom + db sengkang + 1/2 db kolom = 80 + 5 + 1.08 ton/m Momen momen yang bekerja : M = ( 3 × 96231 × 0.40 × 1 =10.711 × 107 Nmm dx = 1000 – 50 – ½ × 25 = 937.8⎛ ⎜ ⎟ (SNI 03-2847-2002 ps 12.85.2 × 2.6 = 87 cm b = jarak tepi tiang pancang = 80 cm Penulangan arah x Penulangan lentur : Pmax = 96231 kg q = 4.148 • Penulangan Poer balok beban yang poer.

0803 N/mm 2 2 φbd 0.765 0.711 10 7 2 Rn = = = 0.5 ρ perlu 2 m × Rn 1⎛ = ⎜1 − 1 − m⎜ fy ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 × 11.0018 m= fy 0.765 × 0.039 (SNI 03-2847-2002 pasal 12.1) 400 = = 11.85 × β 1 × f c ' ⎛ ⎜ 600 ⎟ (SNI 03-2847-2002 ps 10.8⎛ ⎜ ⎟ = 0.5 = 7087.b. 7087.75 mm2 Digunakan tulangan D25 – 250 (As pakai = 3927 mm2) .85 × 40 Mu 23.5.77 × 40 ⎛ ⎜ ⎟ 410 ⎝ 600 + 410 ⎠ = 0.5 mm2 Digunakan tulangan D25 – 125 (As pakai = 7363.1 mm2) Tulangan tekan yang dibutuhkan : As’= 0.0018 × 4200 × 937.765 ⎝ ⎠ = 0.039 = 0.4.3) ρmax = 0.2.75 × ρb = 0.85 × 0.0018 Tulangan tarik yang dibutuhkan : Asperl u = ρ.0002 < ρ min = 0.8 × 4200 × 937.77 1000 ⎝ ⎠ ⎞ 0.85 × f ' c (SNI 03-2847-2002 pasal 9.0018 Maka dipakai ρmin = 0.5.85.75 × 0.0803 ⎞ 1 ⎛ ⎜ ⎟ = 1− 1− ⎜ ⎟ 410 11.d = 0.As = 0.3.5 = 3543.12.149 40 − 30 ⎞ = 0.029 ρmin = 0.3) ρbalance = ⎜ 600 + f ⎟ fy y ⎠ ⎝ 600 ⎞ = 0.

40 × 1 =10.3) ⎟ ⎠ 600 ⎞ = 0.2.75 × ρb = 0.08 ton/m Momen momen yang bekerja : M = ( 3 × 96231 × 0.85 × f ' c 0.8⎜ ⎟ ⎝ 1000 ⎠ ρbalance = 0.711 10 7 Mu 2 N/mm Rn = = = 0 .5 mm dy = 1000 – 50 – 25 – ½ × 25 = 912.7.85.039 = 0.77 × 40 ⎛ ⎜ ⎟ 410 ⎝ 600 + 410 ⎠ = 0.3.8 × 4200 × 912.8⎛ ⎟ (SNI 03-2847-2002 ps 12.12.5 mm f ' c − 30 ⎞ β1 = 0.5 2 .77 = 0.4.3) (SNI 03-2847-2002 pasal 9.029 ρmin = 0.2 × 2.87) – (1/2 × 10080 x 1.85.85 × 40 23.039 ρmax = 0.672) = 23711 kg m = 23.85 × β1 × f c ' ⎛ ⎜ 600 ⎜ 600 + f fy y ⎝ ⎞ ⎟ (SNI 03-2847-2002 ps 10.1) fy 400 = = 11.85 × 0. 0875 φbd 2 0.711 × 107 Nmm dx = 1000 – 50 – ½ × 25 = 937.75 × 0.3) ⎜ 1000 ⎠ ⎝ ⎛ 40 − 30 ⎞ = 0.2.765 0.0018 m= (SNI 03-2847-2002 pasal 12.150 Penulangan arah y Pmax = 96231 kg q = 4.

5 mm2 Digunakan tulangan D25 – 125 (As pakai = 7363.As = 0.25 mm2 Digunakan tulangan D25 – 250 (As pakai = 3927 mm2) 7.b.151 2 m × Rn 1⎛ = ⎜1 − 1 − m⎜ fy ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ ρ perlu 2 × 11.0018 Tulangan tarik yang dibutuhkan : Asperl u = ρ.0018 Maka dipakai ρmin = 0. 6898.0018 × 4200 × 912.1.0875 ⎞ 1 ⎛ ⎜ ⎟ = 1− 1− ⎜ ⎟ 410 11.d = 0.765 ⎝ ⎠ = 0. berat dinding pada lantai paling bawah.5 = 3449. beban aksial tekan atau tarik yang berasal dari 10% beban aksial kolom.6 Perancangan Sloof Pondasi (Tie beam) Struktur sloof dalam hal ini digunakan dengan tujuan agar terjadi penurunan secara bersamaan pada pondasi atau dalam kata lain sloof mempunyai fungsi sebagai pengaku yang menghubungkan antar pondasi yang satu dengan yang lainnya.00021 < ρ min = 0. Adapun beban –beban yang ditimpakan ke sloof meliputi : berat sendiri sloof.5 = 6898.1 mm2) Tulangan tekan yang dibutuhkan : As’= 0.5.765 × 0. Data – data perancangan : Dimensi sloof : b = 400 mm h = 600 mm Ag = 240000 mm2 Mutu bahan : fc’ = 30 MPa fy = 400 MPa Selimut Beton = 50 mm Tulangan utama D25 .5.

L = ½ x 3076 x 6.5 mm Beban-beban yang terjadi pada sloof : Berat sendiri sloof = 0.5 kgm Mulap = 1/8 x qu x L2 = 1/8 x 3076 x 6.01 x 400 x 600 = 2400 mm2 Dipasang Tulangan 6D25 ( As = 2945.6 × 2400 Berat dinding = 10 m × 250 = 576 = 2500 qu = 3076 kg/m kg/m + kg/m Panjang sloof = (panjang bentang – lebar poer)+daerah penjepitan = (10– 4.2 mm2) .41 kx = Ag.6 kg Penulangan Lentur pada Sloof Pu = 10% Pukolom = 10 %.2) + 0.9.10 = = 2.643579 = 64357. L2 = 1/12 x 3076 x 6.4 = 6.152 Tulangan sengkang = ∅12 Tinggi efektif (d) = 600 – (50 + 12 + ½ . 25) = 525.2 m Mutump = 1/12 x qu.h 400 x600 x1000 Dari diagram interaksi M-N F 400–30–0.18 kgm D (Vu) = ½ x qu. didapat ρ = 1 % Luas tulangan perlu : As = 0.2 = 9535.68 ky = Ag 400 x600 Mu 98535000 = = 0.4 × 0.5 kgm = 98535000 Nmm Rasio tulangan pakai : P 64357.8–2 .22 = 14780.9kg Mutump = 9853.22 = 9853.

75 ρb = 0.5 bd 0.β.95 = 804.85 ⎛ 600 ⎞ = 0.85f' c 0. fy ρperlu = 1⎛ 2m.75 ⎟ ⎜ 400 ⎝ 600 + 400 ⎠ = 0.12 = 2 2 400 × 525.85 × 30 1.8 ϕ 400 fy m = = = 15.5 x 1608.9kg = 643579 kg Tulangan tarik yang dibutuhkan : Vu 643579 = 1608.Rn ⎞ ⎟ ⎜1 − 1 − ⎜ m⎝ fy ⎟ ⎠ .643579 = 64357.22 = 9853. L2 Mutump = 1/12 x 3076 x 6.85.4 = = 0.153 Penulangan Tarik pada Sloof qu = 3076 kg/m = 1/12 x qu.85 × 30 × 0.75 Rn ⎛ 600 ⎞ ⎜ ⎜ 600 + fy ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 0.475 mm2 Mu 98535000 Mn = = = 123168750 Nmm 0.68 0.f' c.95 mm2 = As = 400 fy Tulangan tekan yang dibutuhkan : As’ = 0.4 1.024 Mn 123168750 = = 1.5 kgm = 98535000 Nmm D (Vu) = 10% Pukolom = 10 %.0035 ρmin = fy 400 ρmax = 0.5 x As = 0.

33 mm2 Digunakan tulangan 3D25 (As = 1472.35 N > Vu = 92956.7 = 367. Ag ⎦ 95356 1 ⎡ ⎤ = 2 × × 35 × 400 × 539⎢1 + 6 ⎦ ⎣ 14 × 400 × 600 ⎥ 1 6 = 437235.68 ⎜ ⎝ ⎠ = ρmin > ρperlu Æ ρ = ρmin = 0.5 N Karena Vu < ØVc.13 = 327926.0035 x 400 x 525.68 × 1.85 = 1172.0035 Tulangan tarik yang dibutuhkan : As1 = ρ b d = 0.5 x 735.37 mm2) Jumlah tulangan tekan : As’ + As1’ = 804.6 kg = 95356 N Vc = 2 × × ⎡ Nu ⎤ fc × bw × dx ⎢1 + ⎥ ⎣ 14.12 ⎞ 1 ⎛ ⎜1 − 1 − ⎟ = 0.00497 ⎟ 400 15.13 N ØVc = 0. maka tidak perlu tulangan geser.475 + 367.7 mm2 Tulangan tekan yang dibutuhkan : As’1 = 0.65 mm2 Digunakan tulangan 5D25 (As = 2454. .6 mm2) ¾ Penulangan Geser Geser yang terjadi : Vu = 9535.5 = 735.95 + 735.5 x As1 = 0.7 = 2344.85 mm2 Jumlah tulangan tarik : As + As1 = 1608.75 × 437235.154 2 × 15. Digunakan tulangan geser praktis Ø10 – 200.

Dilakukan kontrol kekuatan struktur kolom komposit yang meliputi kontrol luas minimum beton pada kolom komposit. 3. Analisa balok dihitung terhadap kontrol lendutan.200. beban hidup maupun beban terpusat.20 Profil Balok Induk 2 : WF 500. dan kontrol kombinasi aksial dan lentur.10. maka dapat diambil kesimpulan antara lain : 1. Dimana balok menerima beban dari struktur sekunder yang harus dilakukan kontrol meliputi : kontrol lendutan. perhitungan kuat lentur kolom.9.8. 4. kontrol penampang (local buckling). 2. Dilakukan perhitungan struktur sekunder terlebih dahulu seperti perhitungan tangga. kontrol lateral buckling dan kontrol geser. dan balok anak terhadap beban-beban yang bekerja baik beban mati. kontrol lateral buckling dan kontrol geser. Dilakukan kontrol terhadap balok utama dengan anggapan balok adalah balok baja dianggap sebagai struktur komposit dengan pelat pada saat komposit.13 . Dari hasil pehitungan didapatkan data-data perencanaan sebagai berikut : Tebal Pelat Atap : 9 cm (atap) dan 10 cm (lantai) Tebal Pelat Lantai : 10 cm Dimensi Kolom : 70 x 70 cm Profil kolom : K 500.200.155 BAB VIII PENUTUP 8. perhitungan kuat tekan aksial kolom. pelat lantai. kontrol penampang (local buckling).200.16 Profil Balok Induk 1 : WF 500. 5.1 Kesimpulan Dari hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan.200.10.14 Profil Balok Anak : WF 400.

8.2 Saran Pelaksanaan struktur dengan sistem komposit baja – beton harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat sebab pada bangunan baja.156 Struktur bawah bangunan menggunakan tiang pancang pracetak dengan diameter 50 cm. . keakuratan pemasangan sangat penting. agar dapat diperoleh hasil sesuai dengan yang direncanakan.

Rene .Bandung : PT. Surabaya : ITS. . Bruce & Mazumder. Purwono. Rinaldy.S. Jakarta: Erlangga. 1998 American Institute of Steel Construction – Load and Resistance Factor Design (AISC-LRFD).157 DAFTAR PUSTAKA G. Herman. Perencanaan Konstruksi Baja Untuk Insinyur dan Arsitektur 2. 1999. Wira M. Knobloch. Salmon. SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung.Johnson. Wahyudi. SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Charles & E. Daya Dukung Pondasi Dalam. Amon. John. SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Muhammad. Vebriano & Rustailang. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983.Atanu. Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa. Rahmat. 2005 Spiegel & Limbrunner.1991. Diterjemahkan oleh: Ir.CE. 1999.Pradinya Paramita. 2006. Struktur Baja Desain Dan Perilaku Jilid 1 Edisi Kedua.

merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Setelah lulus dari SMUN. pada tahun 2005 penulis diterima di S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. selain itu penulis pernah pernah mengikuti beberapa kompetisi dan perlombaan baik yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi lain maupun perlombaan tingkat Nasional. Penulis telah menempuh pendidikan formal. . yaitu SDN Karang Pilang 446 Surabaya. Penulis aktif mengikuti beberapa kegiatan seminar dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Jurusan. Penulis aktif sebagai Anggota sekaligus Fungsionaris Civil Engineering Computer Club (CECC) HMS-FTSP ITS. Fakultas dan Institut. SLTPN 16 Surabaya dan SMAN 15 Surabaya.158 BIODATA PENULIS Penulis dilahirkan di Surabaya. 2 Nopember 1985. Di jurusan Teknik Sipil ITS penulis mengambil bidang Struktur dan menyelesaikan studinya pada tahun 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful