Pengertian Arus Listrik Dan Beda Potensial

PENGERTIAN ARUS LISTRIK DAN BEDA POTENSIAL

di 02.44 Diposkan oleh oke coy 1. PENGERTIAN ARUS LISTRIK DAN BEDA POTENSIAL

Ada beberapa asas penting yang perlu Anda ingat dan pahami kembali, yaitu sebagai berikut :
• • • • •

Terdapat dua jenis muatan listrik, yaitu positif dan muatan negatif Muatan positif ada pada inti atom, sedangkan muatan negatif ada pada elektron Elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain, sedangkan inti tidak dapat berpindah Atom-atom penghantar ke tempat lain di dalam penghantar itu Muatan listrik dapat bergerak (mengalir) jika ada beda potensial (tegangan) Dari beberapa asas tersebut, kita dapat mengatakan bahwa arus listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang berpindah atau muatan listrik yang bergerak. Bila dalam suatu penghantar terus-menerus terjadi perpindahan muatan atau elektron, maka berarti dalam penghantar itu terjadi arus listrik Apa yang menyebabkan arus listrik mengalir? Mengalirnya arus listrik kejadiannya serupa dengan mengalirnya air. Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Jadi, agar terjadi arus listrik pada suatu penghantar maka ujung-ujung kawat penghantar itu harus dibuat potensial yang menyebabkan terjadinya arus listrik, sering disebut tegangan listrik.

1. Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik (sering hanya disebut arus saja) didefinisikan sebagai jumlah muatan yang mengalir melalui penampang suatu kawat penghantar persatuan waktu. Jadi, bila sejumlah muatan q mengalir melalui panampang penghantar dalam waktu t, maka kuat arus i yang mengalir besarnya dengan : q = jumlat muatan yang mengalir (coulomb)

Tetapan ini selanjutnya disebut hambatan listrik (resistor). Kuat arus yang mengalir pada suatu kawat penghantar sebanding dengan tegangan yang menimbulkannya. Persamaan (2.t = waktu (detik) i = kuat arus listrik (ampere. R dapat dianggap sebagai tetapan kesebandingan. Hambatan listrik . Hukum Ohm dan hambatan listrik Pada tahun 1827.2a) dapat juga ditulis: Dengan : i = kuat arus (ampere) V = tegangan atau beda potensial (volt) R = hambatan (ohm atau Ω) Dari persamaan hukum Ohm ini. Pernyataan ini disebut hukum Ohm. disingkat A) I ampere = 1 coulumb/detik 2. dapat disimpulkan sebagai berikut : Kuat arus yang menglair dalam suatu kawat penghantar (yang tidak mengalami perubahan suhu) besarnya: • • Sebanding dengan tegangan yang menimbulkannya Berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar 1. hukum ini ditulis: Dalam persamaan tersebut. menemukan hubungan antara arus dan tegangan listrik. Dalam bentuk persamaan. seorang ahli fisika bangsa Jerman bernama George Simon Ohm (1789-1854).

maka besarnya hambatan selain ditentukan oleh panjang dan luas . jika bahan kawat penghantar memiliki hambatan jenis yang besar maka hambatan penghantar dari bahan itu besar Ketentuan tersebut dinyatakan dengan persamaan : Dengan : ρ = hambatan jenis kawat penghantar (ohm. Hambatan jenis penghantar akan berubah secara linear jika terjadi perubahan suhu.m) α = koefisien suhu (per oC atau oC-1) ∆t = perubahan suhu (oC) Karena hambatan penghantar ditentukan oleh besarnya hambatan jenis. yang ditunjukkan dengan persamaan: Dengan : ρo = hambatan jenis penghantar mula-mula (ohm. Artinya.Percobaan-percobaan yang teliti menunjukkan bahwa hambatan suatu penghantar besarnya : o o o Sebanding dengan panjang penghantar (I). Hal itu disebabkan hambatan jenis suatu kawat penghantar akan berubah jika suhunya berubah.m) ρt = hambatan jenis penghantar setelah suhunya berubah (ohm. Pengaruh suhu terhadap Hambatan suatu penghantar ternyata dipengaruhi juga oleh suhu pengantar. semakin panjang kawat maka hambatannya semakin besar Berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar (A). artinya.m) I = panjang kawat penghantar (m) A = luas penampang kawat (m2) R = hambatan kawat penghantar (ohm atau Ω) 2. semakin luas penampang penghantar maka hambatannya semakin kecil Sebanding dengan hambatan jenis dari bahan kawat (p). Artinya.

sedangkan voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial atau tegangan listrik. 2. 2. voltmeter. multimter dapat digunakan dalam pengukuran arus listrik searah maupun arus listrik bolak-balik. Pada masa sekarang. meter dasar dapat berfungsi sebagai amperemeter atau voltmeter. Disamping itu. kedua alat tersebut sudah dirangkum dalam satu alat yang disebut meter dasar (basic meter). ALAT UKUR LISTRIK (MATERI PENGAYAAN) 1. dan osiloskop. juga ditentukan oleh suhu. hambat jenis suatu penghantar akan bertambah besar apabila suhunya meningkat. Amperemeter. meter dasar. hambatannya semakin besar. dan meter dasar Amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. voltmeter. Hubungan antara hambatan dan suhu dinyatakan dengan persamaan. . 1. Skala pengukuran Waktu digunakan untuk mengukur.penampang. Bagian-bagian sebagai berikut : 1. Penyetel nol 5. 2. Semakin tinggi suhu suatu penghantar. dan ohmeter (pengukur hambatan lisrik). Multitester Multitester. Sakelar pemilih fungsi (voltmeter atau amperemeter) 3. Ground (nol) 4. yang sering disebut juga multimeter atau avometer. amperemeter dirangkai seri sedangkan voltmeter dirangkai paralel dengan rangkaian listrik yang diukur arus dan tegangannya. Macam-macam alat ukur listrik Alat ukur yang biasa digunakan dalam pengukuran besaranbesaran listrik. yaitu : ampermeter. adalah alat ukur yang berfungsi sekaligus sebagai amperemeter. Jadi. Binding post untuk memilih batas ukur maksimum. voltmeter. multitester. Hal itu disebabkan. Petunjuk fungsi alat (A atau V) 6.

3. Rangkaian Hambatan seri dan paralel Komponen-komponen listrik seperti lampu. perhatikan titik (+) dan (-) kawat yang diukur harus sesuai dengan jarum peraba (+) dan (-). 2. pastikan bahwa jarum peraba (+) dan (-) sudah terlepas dari kawat yang diukur 3. atau hambatan yang akan diukur tidak dapat diperkirakan. paralel.2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu menggunakan multimeter. sesuai dengan perkiraan besar arus. Bila saat mengukur kita akan memindahkan sakelar pengatur dari satu batas ukur ke ukur yang lain. Biasanya ditentukan batas ukur maksimum = 2 x besar nilai besaran yang diukur. atau gabungan seri-paralel. 1. pastikan bahwa sakelar pengatur batas ukur maksimum sudah tepat. tegangan. disingkat DC). Rangkaian hambatan seri . TV. Jangan sampai terbalik 4. dan sebagainya dapat dirangkai (disusun) seri. Arus listrik yang lebih banyak dipakai orang ialah arus bolak-balik (alternating current. besar tegangan atau besar hambatan yang akan diukur. cobalah mengubah sakelar pengatur dari yang batas tertinggi ke batas ukurnya terendah secara bertahap. Untuk melakukan pengukuran arus searah (DC). 1. berikut ini marilah kita lihat lagi lebih seksama bagian-bagian multimeter beserta fungsinya masing-masing. setrika. radio. Sebelum melakukan pengukuran. 1. 1. Penggunaan multimeter Seperti telah dijelaskan di muka bahwa. Jika besar arus. disingkat AC). RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH Arus listrik yang mengalir ke satu arah disebut arus searah (direct current.

Rangkaian hambatan paralel Pada rangkaian hambatan yang disusun paralel tegangan (beda potensial) pada tiap-tiap hambatan sama besar yaitu sama dengan tegangan pada hambatan penggantinya. maka hambatan pengganti seri memenuhi persamaan : Dari persamaan dapat disimpulkan bahwa hambatan pengganti dari susunan seri selalu lebih besar daripada salah satu hambatan yang terbesar. yaitu i1 dan i2. Yang diperoleh dengan persamaan : . 2. yaitu dengan memakai hukum ohm. berlaku ketentuan berikut:   Kuat arus yang melalui hambatan R1 adalah i Di titik cabang b kuat arus I bercabang menjadi dua. V = iR. dengan : i = i1 + 12 (Hukum Kirchoff I)  Hambatan pengganti paralel R2 dn R3 adalah R23. hambatan pengganti paralel memenuhi persamaan Dari persamaan dapat disimpulkan bahwa hambatan pengganti susunan paralel selalu lebih kecil daripada salah satu hambatan yang terkecil. Dengan demikian : V1 = V2 = Vab Untuk tiga buah hambatan atau lebih yang disusun paralel. 3. Untuk tiga buah hambatan atau lebih yang disusun seri. Rangkaian hambatan seri-paralel Dalam gambar rangkaian tersebut.Pada rangkaian hambatan yang disusun seri. besar kuat arus listrik yang mengalir pada tiap-tiap hambatan adalah sama.

harus dicari duku besar Vbc. maka besar ggl totalnya sama dengan ggl masing-masing sumber tegangan tersebut. Rangkaian seri sumber tegangan Beberapa sumber tegangan yang dirangkai seri menghasilkan gaya gerak listrik (ggl) total yang lebih besar. Bila besaran ggl masing-masing sumber tegangan sama. Hambatan pengganti total dari rangkaian ini diperoleh dengan cara menjumlahkan R1 dengan R23 secara seri Rt = R1 + R23  Untuk menentukan besar i1 dan i2. Rangkaian paralel sumber tegangan Beberapa sumber tegangan yang dirangkai paralel. i1 = i2 = 2. menghasilkan ggl total yang lebih kecil dibanding jika rangkaian seri. 1. dengan Vbc = i. dihitung. Rangkaian sumber tegangan Untuk keperluan tertentu. beberapa sumber tegangan (misalnya baterai) sering harus dirangkai secara seri atau paralel Setiap sumber tegangan mempunyai nilai gaya gerak listrik (ggl) yang dinyatakan dengan lambang E. . dan di dalamnya terdapat hambatan dalam dengan lambang r. 2. R23 setelah itu.

1. Elemen primer Pada elemen primer. Sumber-sumber arus searah yang berasal dari proses kimia disebut elemen-elemen elektrokimia. Contoh sumber arus yang termasuk elemen primer yaitu elemen . Salah satu lempeng melepaskan elektron lebih banyak daripada lempeng lain. HUKUM KIRCHHOFF II PADA RANGKAIAN MAJEMUK (MATERI PENGAYAAN) 1. SUMBER ARUS SEARAH (MATERI PENGAYAAN) Sumber arus searah adalah sumber energi listrik yang dapat menimbulkan arus listrik yang besar dan arahnya selalu tetapi (konstan). Beda potensial antara kedua lempeng tersebut dapat menimbulkan arus listrik dalam satu rangkaian. reaksi kimianya tidak dapat dibalikkan. Elemen-elemen elektrokimia Prinsip dasar dari suatu elemen elektrokimia ialah dua lempeng logam berbeda jenis dicelupkan ke dalam larutan elektrolit dan lempeng yang satu tidak bersentuhan dengan lempeng lainnya. 1. Sumber arus searah lainnya yang akan kita tinjau di sini adalah generator arus searah.4. yaitu elemen primen dan elemen sekunder. jumlah aljabar ggl (E) sama dengan jumlah aljabar penurunan potensial listriknya (iR) 2. maka bahan kimia di dalamnya tidak dapat dikembalikan menjadi bahan kimia semula. Suatu reaksi kimia menyebabkan kedua logam melepaskan elektron-elektron ke larutan. Elemen elektrokimia dapat digolongkan menjadi dua golongan. sehingga lempeng itu potensialnya menjadi lebih rendah daripada lempeng lain tadi. Jika reaksi kimia selesai. sehingga elemen jenis ini hanya dapat dipakai selama reaksi di dalamnya berlangsung. Sumber arus searah ini dapat berasal dari hasil proses kimia atau dari proses lainnya. Rangkaian Majemuk Rangkaian majemuk memiliki dua atau lebih loop (putaran arus)/ 5. Hukum Kirchhoff II Hukum Kirchhoff II menyatakan bahwa dalam sebuah rangkaian tertutup.

Generator AC memiliki dua cincin yang terpisah. Akumulator merupakan elemen elektrokimia bahan-bahan pereaksinya dapat diperbaharui kembali. Energi listrik pada generator timbul karena adanya peristiwa induksi. . Macam-macam akumulator 2. Pemeliharaan akumulator 3. Perbedaannya terletak pada bentuk komutatornya. 5. dan elemen raksa. 3. Elemen sekunder Dalam kehidupan sehari-hari. 1. Berarti. kutub positif sumber (pengisi) dihubungkan dengan kutub aki Sumber arus pengisi harus memiliki ggl yang lebih tinggi.Volta. Artinya. 2. 4. Generator arus searah Generator adalah alat yang dapat mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik. 2. elemen kering. Prinsip kerja dari kedua jenis generator ini pada dasarnya sama. 1. elemen sekunder ini dikenal dengan sebutan akumulator atau aki. apabila bahan-bahan pereaksinya sudah tidak berfungsi lagi maka dapat diperbaiki kembali dengan cara mengalirkan arus listrik dari sumber luar yang arahnya berlawanan dengan arus yang dihasilkan akumulator. elemen Leclance. sedangkan generator DC memiliki satu cincin yang terbelah dua. Pengisian akumulator Akumulator diisi dengan mengalirkan arus searah dari sumber arus luar (catu daya) dengan ketentuan: • • Arah arus pengisi berlawanan dengan arah arus yang dikeluarkan aki. Generator ada yang menghasilkan arus bolak-balik (AC) dan ada yang menghasilkan arus searah (DC). elemen alkalin. Elemen Volta Elemen Leclanca Elemen kering (batu baterai) Elemen alkalin (baterai alkalin) Elemen raksa (mercury) 2.

Besarnya usaha atau energi untuk pemindahan muatan. Ggl induksi menyebabkan terjadinya arus listrik. Perubahan energi listrik menjadi kalor . Hal itu akan menimbulkan energi kalor (dalam bentuk panas). dirumuskan sebagai berikut W=qV Karena muatan q = i. arus yang dihasilkannya berupa arus searah. sedangkan pada genarator DC. Perhitungan energi listrik Untuk memindahkan atau mengalirkan muatan q dari suatu titik ke titik lain yang memiliki beda potensial V. maka pada kumparan itu akan timbul gaya gerak listrik (ggl) induksi. muatan kehilangan energi potensial listriknya akibat terjadinya tumbukan dengan atom-atom dalam hambatan R. maka persamaan dapat kita tulis W=itV Atau W=Vit Ketika muatan listrik bergerak dari a ke b melalui sebuah hambatan R.Prinsip kerja generator Apabila kumparan kawat penghantar digerakkan di dalam medan magnet dan memotong garis gaya medan magnetnya. maka diperoleh: 2.t. ENERGI DAN DAYA LISTRIK 1. Besarnya energi listrik yang hilang (berubah menjadi panas) ketika arus i melewati hambatan R. arus yang dihasilkan berupa arus bolak-balik. diperlukan energi listrik. Pada generator AC. 6. Atau karena harga i = .

Energi listrik dapat diubah menjadi kalor. Dari percobaan yang telah dilakukan James Joule. energi listrik dapat juga dinyatakan sebagai daya x waktu. yaitu: W = P.24 kalori Atau 1 kalori = 4. Daya (P) adalah kecepatan melakukan usaha (W) atau usaha yang dilakukan per satuan waktu (t) P= Satuan daya listrik sering juga dinyatakan dalam horse power (HP) atau daya kuda. Perhitungan daya listrik Di tingkat 1 Anda sudah mempelajari definisi daya. kompor listrik. solder listrik. konversinya ialah: 1 HP = 746 watt Dalam hubungannya dengan daya.18 joule 3. kita telah mengenal bahwa besarnya kalor yang diserap atau diberikan oleh sebuah benda memenuhi persamaan: Q = m c ∆T Satuan energi listrik dan kalor ternyata setara. diperoleh: 1 joule = 0. t . Pada waktu mempelajari kalor. dan sebagainya. misalnya dalam setrika listrik. bisa dalam satuan joule dapat juga dalam satuan kalori.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful