DEFINISI-DEFINISI PENYULUHAN

Definisi Penyuluhan Secara Umum Pengertian penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu social yang mempelajari system dan proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat terwujud perubahan yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan (Setiana. L. 2005). Penyuluhan dapat dipandang sebagai suatu bentuk pendidikan untuk orang dewasa. Dalam bukunya A.W. van den Ban dkk. (1999) dituliskan bahwa penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar. Definisi Penyuluhan Berdasarkan Undang-undang No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian , Perikanan dan Kehutanan ( SP3K) Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dalam mengakses informasi informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.  Definisi Penyuluhan menurut Ibrahim, et.al, 2003:1-2 Penyuluhan berasal dari kata “suluh” yang berarti “obor” atau “pelita” atau “yang memberi terang”. Dengan penyuluhan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pengetahuan dikatakan meningkat bila terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dan yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Keterampilan dikatakan meningkat bila terjadi perubahan dari yang tidak mampu menjadi mampu melakukan suatu pekerjaan yang bermanfaat. Sikap dikatakan meningkat, bila terjadi perubahandari yang tidak mau menjadi mau memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang diciptakan. (Source: Ibrahim, et.al, 2003:1-2).  Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Perilaku Penyuluhan adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan/keuntungan dan perbaikan kesejahteraanya. Dalam perkembangannya, pengertian tentang penyuluhan tidak sekadar diartikan sebagai kegiatan penerangan, yang bersifat searah (one way) dan pasif. Tetapi, penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan “perilaku” (behaviour) yang merupakan perwujudan dari: pengetahuan, sikap, dan ketrampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/pihak lain, baik secara langsung (berupa: ucapan, tindakan, bahasa-tubuh, dll) maupun tidak langsung (melalui kinerja dan atau hasil kerjanya). Dengan kata lain, kegiatan penyuluhan tidak berhenti pada “penyebar -luasan informasi/inovasi”, dan “memberikan penerangan”, tetapi merupakan proses yang dilakukan secara terus -menerus, sekuat-tenaga dan pikiran, memakan waktu dan melelahkan, sampai terjadinya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh penerima manfaat penyuluhan (beneficiaries) yang menjadi “klien” penyuluhan”.  Penyuluhan Sebagai Proses Belajar/Proses Belajar Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa, kegiatan penyebarluasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar. Artinya, perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses belajar. Hal ini penting untuk dipahami, karena perubahan perilaku dapat dilakukan melalui beragam cara, seperti: pembujukan, pemberian insentif/hadiah, atau bahkan melalui kegiatan-kegiatan pemaksaan (baik melalui penciptaan kondisi ling-kungan fisik maupun social-ekonomi, maupun pemaksaan melalui aturan dan ancaman-ancaman).  

manakala hanya mengacu kepada kepentingan perekayasa. yang memiliki keunggulan-keung-gulan “baru” yang diyakininya memiliki manfaat lebih. proses pemasaran sosial dimaksudkan untuk “menawarkan” (to do for) sesuatu kepada masyarakat. Yang dimaksud dengan perubahan sosial di sini adalah. manakala ada pengganti atau sesuatu yang dapat menggantikannya.  Penyuluhan Sebagai Proses Pemasaran Sosial (Social Marketing) Yang dimaksud dengan “pemasaran sosial” adalah penerapan konsep dan atau teori -teori pemasaran dalam proses perubahan sosial. tetapi juga perubahan-perubahan hubungan antar individu dalam masyara-kat. Berbeda dengan rekayasa-sosial yang lebih berkonotasi untuk “membentuk” (to do to) atau menjadikan masyarakat menjadi sesuatu yang “baru” sesuai yang dikehendaki oleh perekayasa. tetapi perubah-annya relatif lebih kekal. sementara masyara-kat dijadikan korban pemenuhan kehendak perekayasa. Lain halnya dengan perubahan perilaku yang terjadi karena bujukan/hadiah atau pemaksaan. Perubahan seperti itu. perubahan tersebut biasanya dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat. tetapi lebih cepat pula meluntur. baru akan meluntur kembali. seringkali dapat berakibat negatip. supremasi hukum. termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan masyarakatnya. terkandung pemahaman bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri. nilai-nilai. tidak saja perubahan (perilaku) yang berlangsung pada diri seseorang.  Penyuluhan Sebagai Proses Rekayasa Sosial (Social Engineering) Sejalan dengan pemahaman tentang penyuluhan sebagai proses perubahan sosial yang dikemukakan di atas. dan pranata sosialnya. transparansi. perubahan perilaku melalui proses belajar biasanya berlangsung lebih lambat. Dalam konsep pember-dayaan tersebut. mau dan mampu melaksanakan peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam sistem sosialnya masing-masing. dll. rekayasa-sosial yang pada dasar-nya dimak-sudkan untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan kelompok-sasarannya. berhenti atau tidak mampu lagi melanggengkan kegiatannya  Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Sosial SDC (1995) menyatakan bahwa. pengambilan keputusandalam pemasaran-sosial sepenuhnya berada di tangan masyarakat itu sendiri.  Penyuluhan Sebagai Proses Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyu-luhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. maka relayasa sosial bertujuan untuk terwujudnya proses perubahan sosial demi terciptanya kondisi sosial yang diinginkan oleh pihak-luar (perekayasa). Sebab.Berbeda dengan perubahan perilaku yang dilakukan bukan melalui pendidikan. termasuk struktur. Jika dalam rekayasa-sosial proses pengambilan keputusan sepenuhnya berada di tangan perekayasa. seperti: demokratisasi. penyuluhan juga sering disebut sebagai proses rekayasa sosial (social engineering) atau segala upaya yang dilakukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia agar mereka tahu. . Pemahaman seperti itu tidak salah. yaitu jika bujukan/hadiah/pemaksaan tersebut dihentikan. penyuluhan tidak sekadar merupa-kan proses perubahan perilaku pada diri seseorang. tetapi merupakan proses perubahan sosial. baik secara ekonomi maupun non-ekonomi. tetapi tidak dapat sepenuhnya dapat diterima. Karena kegiatan rekayasa-sosial dilakukan oleh ”pihak luar”. yang mencakup banyak aspek. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengem-bangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan.

untuk menumbuh-kembangkan partisi-pasi masyarakat dalam pembangunan (Mardikanto. .  Penyuluhan Sebagai Proses Komunikasi Pembangunan Sebagai proses komunikasi pembangunan. tetapi yang lebih penting dari itu adalah. kekuatan atau daya yang dimiliki setiap individu dan masyarakat bukan dalam arti pasif tetapi bersifat aktif yaitu terus menerus dikembangkan/dikuatkan untuk “memproduksi” atau meng-hasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Kemampuan atau kapasitas masyarakat. Dalam hubungan ini. kelom-pok organisasi sosial. maupun hubungan atau jejaring antar individu. penyuluh-an tidak sekadar upaya untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan. serta pihak lain di luar sistem masyarakatnya sampai di aras global. kelembagaan. Penyuluhan Sebagai Proses Penguatan Kapasitas (Capacity Strenghtening) Yang dimaksud dengan penguatan kapasitas di sini. diarti-kan sebagai daya atau kekuatan yang dimiliki oleh setiap indiividu dan masyarakatnya untuk memobilisasi dan memanfaatkan sumber-daya yang dimiliki secara lebih berhasil-guna (efektif) dan berdaya-guna (efisien) secara berkelanjutan. adalah penguatan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu (dalam masyarakat). 1987).

metode dan teknik layanan kepada individu (murid) agar si terbantu ini lebih memahami diri.  Crow and Crow (1960) merumuskan bahwa. agar individu itu dapat memahami diri. Bimbingan adalah proses membantu individu untuk mencapai pemahaman diri dan arah diri terutama untuk membuat penyesuaian terhadap sekolah. sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. 1955.  Sedangkan Rachman Natawijaya (1972) berpendapat bahwa. supaya individu tersebut memahami dirinya.  Pangaribuan (2005) mengintroduksi pendapat beberapa ahli yang menyatakan bahwa bimbingan ialah pertolongan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat pilihan. membuat keputusan sendirindan memikul bebannya sendiri. membuat pilihan dan memecahkan persoalan-persoalan secara lebih memedai sesuai dengan tingkat perkembangan yang dicapainya. (Depdikbud. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki pribadi terpercaya dan pendidikan yang memadai. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan secara metodis dan demokratis dari seseorang yang memiliki kompetensi memadai dalam menerapkan pendekatan. Bimbingan biasanya dipakai dalam dunia pendidikan untuk pertolongan yang diberikan kepada pelajar dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berada di luar situasi mengajar di kelas. Bimbingan merupakan suatu bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. membuat keputusan sendiri.  Depdikbud dalam Kurikulum SMU 1994.Pengertian Bimbingan Menurut Ahli  Definisi bimbingan dikemukakan dalam Year’s Book of Education.  Menurut Frank Miller (1961). mengarahkan diri. mengarahkan diri dan memiliki kemampuan nyata dalam mencapai penyesuaian.  Menurut Andi Mapiare (1984). mengembangkan arah titik pandangnya sendiri. . memikul tanggung jawab sendiri dan bertindak wajar. Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. mengadakan penyesuaian. dan dalam memecahkan masalah. baik ia pria atau wanita kepada seseorang individu berbagai tingkat usia agar mereka dapat mengendalikan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. Kesemuanya itu ditujukan untuk mencapai kesejahteraan mental dan kebahagiaan yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. 1981).  Stoops dan Walquist mendefinisikan bimbingan adalah proses yang terus-menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimum dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. menerima diri.  Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. keluarga dan masyarakat umum.

2010. Panduan Efektif Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Pengantar Bimbingan dan Konseling.Daftar Pustaka : Laksmiwati. Hermin. dkk. Surabaya : Unesa University Press.. 2002. Jamal. Jogjakarta : Diva Press . Ma’mur A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful