PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (Pengertian, Kegunaan, Karakteristik, Fase-Fase, Tugas-Tugas, Faktor dan Hukum-Hukum Perkembangan

)
POSTED BY PSYCHOLOGYMANIA ⋅ JULI 12, 2011 ⋅ TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR

Pengertian Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan ialah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.

Kegunaan psikologi perkembangan Berikut ini akan dikemukakan kegunaan psikologi perkembangan sebagai berikut:

§ Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia.

§ Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun tingkah laku lainnya.

§ Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri.

§ Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain.

§ Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.

Pengetahuan Psikiologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan:

o Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.

o Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka.

Pengertian perkembangan. Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus, dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.

1) Jenis-jenis perkembangan (Types of changes in Development) Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan digolongkan ke dalam 4 jenis. Perkembangan adalah tidak terputus-putus. Perkembangan dari pelbagai bagian badan berlangsung masing-masing dengan kecepatan sendiri.Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. Perbedaan kecepatan perkembangan antara kanak-kanak akan tetap berlangsung. f. Perkembangan berlangsung dari sifat-sifat umum ke sifat-sifat khusus. Sifat-sifat dalam perkembangan ada sangkut pautnya antara satu dengan lainnya. h. i. c. Apa yang disebut sikap yang menjadi persoalan kerapkali sikap biasa sesuai dengan umurnya. Jenis-Jenis dan Karakteristik Perkembangan Elizabeth Hurlock mengemukakan jenis-jenis perubahan selama proses perkembangan dan sifat-sifat khusus dalam perkembangan. Tiap-tiap fase perkembangan mempunyai coraknya masing-masing. Perkembangan berlangsung menurut suatu pola tertentu. Kesimpulan : . g. yaitu: a. Tiap-tiap orang yang normal akan mencapai masing-masing fasenya terakhir dalam perkembangan. d. Perkembangan dapat dikira-kirakan lebih dahulu. e. j. b. yaitu: § Perubahan dalam ukuran (changes in size) § Perubahan dalam perbandingan ( changes in proportion) § Pengertian wujud ( Disappearance of Old Features) § Memperoleh wujud baru ( Acquisition of New Features) 2) Sifat-sifat khusus perkembangan (Characteristics of Development) Ada beberapa sifat khusus yang dapat kita lihat dalam perkembangan. Dan hanya diambil yang jelas menunjukkan pengaruh yang besar.

Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. b. o Memungkinkan kita mengetahui apa yang dapat kita harap pada suatu usia. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut: 1. Masa Sebelum lahir (Prenatal Period) Masa ini berlangsung sejak terjadinya konsepsi atau pertemuan sel bapak-ibu sampai lahir kira-kira 9 bulan 10 hari atau 280 hari. Fase dan Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Pendapat para Ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam di atas dapat digolongkan dalam tiga bagian. Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroch. PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. . Periode Janin(fetus). Masa sebelu lahir ini terbagi dalam 3 priode. Dalam perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage) artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan. dari akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua. dari akhir bulan kedua sampai bayi lahir. Periode Embrio. yang berlangsung sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua. agar berlangsung dengan baik. Tilker. yaitu: 1) Periodisasi yang berdasar biologis. 2) Periodisasi yang berdasar psikologis. Periode telur/zygote. 2. Masa ini dimulai dari sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. sehingga tidak terjadi harapan yang berlebihan atau mematikan pengharapan yang kedua-duanya akan berakibat tidak baik. Beliau menjadikan masamasa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan. c. yaitu: a. 3) Periodisasi yang berdasar didaktis. o Memungkinkan kita mengetahui secara tepat kapan kita harus berbuat dan apa yang harus kita buat untuk membantu pertumbuhannya. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi. Masa Bayi Baru Lahir (New Born).o Pengetahuan tentang dasar-dasar perkembangan adalah sangat penting artinya bagi kita.

Awal masa kanak-kanak berlangsung dari dua sampai enam tahun. yaitu: a. Perubahan proporsi tubuh. Masa Bayi (Babyhood). c)Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan.0 sampai umur 15. Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak laki-laki. d) Di akhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut. 4. b. Akhir masa kanak-kanak atau masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6 tahun sampai umur 12 tahun. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasardasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.0 atau 12. 3. . dimana anak-anak telah siap untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan perkembangannya berpusat pada aspek intelek. Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood). Kondisi inilah kiranya yang menjadikan anak-anak masa ini memasuki masa keserasian untuk bersekolah. Selanjutnya Kohnstam menamakan masa kanak-kanak akhir atau masa anak sekolah ini dengan masa intelektual. 5. Adapun Erikson menekankan masa ini sebagai masa timbulnya “sense of accomplishment” di mana anak-anak pada masa ini merasa siap untuk enerima tuntutan yang dapat timbul dari orang lain dan melaksanakan/menyelesaikan tuntutan itu.0. Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahuntahun awal masa remaja.0 atau 16. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber. Yaitu umur 11. Masa Puber (Puberty). Perubahan besarnya tubuh. 6.Ciri-ciri yang penting dari masa bayi baru lahir ini ialah: a)Periode ini merupakan masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan. Masa Kanak-kanak Awal (Early Chilhood). Masa ini dimulai dari umur 2 minggu sampai umur 2 tahun. b) Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.

Menurut Erikson. Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional.0. b) Masa dewasa madya merupakan masa transisi. Masa dewasa pertengahan. dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru. Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan. masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21. tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati. dan kadangkadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial. Adapun yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan tersebut menurut Havighurst adalah: Kematangan pisik. dari umur 60.0. tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan.0 sampai umur 40. 8.0 sampai mati. Masa Usia Lanjut ( Later Adulthood). selama usia madya ini orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi). Tugas-Tugas Perkembangan Menurut Havighurst. d. 9. yang di tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.c. Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai umur enam puluh tahun. Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder. perubahan nilai-nilai. 7. dan masa akhir atau usia lanjut. periode isolasi sosial. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood). dari umur 40. c) Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang.0 sampai umur 60. periode komitmen dan masa ketergantungan. Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masingmasing fase dari sejak masa bayi sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut: . d) Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya. dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia. Masa Dewasa madya ( Middle Adulthood). kreativitas san penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai dan aspirasi individu. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain: a) Masa dewasa madya merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia.

Masa Remaja § Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif § Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita § Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social . dan berhitung § Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari § Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai § Belajar membebaskan ketergantungan diri § Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembga-lembaga 3.1. Masa bayi dan anak-anak § Belajar berjalan § Belajar mekan makanan padat § Belajar berbicara § Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh § Mencapai stabilitas fisiologik § Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial § Belajar kontak perasaan dengan orang tua. keluarga. dan orang lain § Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata hati 2. Masa Anak Sekolah § Belajar ketangkasan fisik untuk bermain § Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh § Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya § Belajar peranan jenis kelamin § Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca. menulis.

Masa Usia Madya/Masa Dewasa Madya § Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis § Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu § Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia § Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan § Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa § Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh. Masa Dewasa Awal § Mulai bekerja § Memilih pasangan hidup § Belajar hidup dengan suami/istri § Mulai membentuk keluarga § Mengasuh anak § Mengelola/mengemudikan rumah tangga § Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara § Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan 5.§ Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya § Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki § Perkembangan skala nilai § Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat § Persiapan mandiri secara ekonomi § Pemilihan dan latihan jabatan § Mempersiapkan perkawinan dan keluarga 4. .

Baik faktor dasar/pebawaan maupun factor lingkungan/pendidikan keduanya secara convergent akan menentukan/mewujudkan perkembangan seseorang individu. tetapi anak perempuan lebih cepat perkembangannya dan lebih cepat pula dalam mencapai kedewasaannya dari pada anak laki-laki. dijawab oleh para ahli dengan jawaban yang berbeda-beda. para ahli yag mengikuti aliran “Empirisme” berpendapat bahwa perkembangan individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan/pendidikan. Yang nyata kelihatan adalah kecepatan dalam pertumbuhan jasmaniyah. sebaliknya jika kecerdasan rendah. perkembangan individu itu sebenarnya ditentukan oleh kedua kekuatan tersebut. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang cepat. terlebih lagi untuk dibedakan mana yang penting dan kurang penting. 2. Berbeda dengan aliran Nativisme. sedangkan faktor dasar/pembawaan tidak berpengaruh sama sekali. baik faktor kondisi internal maupun faktor kondisi eksternal akan dapat mempengaruhi tempo/kecepatan dan sifat atau kualitas perkembangan seseorang. Para ahli yang beraliran “Nativisme” berpendapat bahwa perkembangan individu semata -mata ditentukan oleh unsur pembawaan. Tetapi bailklah beberapa diantara faktor faktor-faktor tersebut ditinjau: 1. Manurut Elizabeth B. Intelligensi Intellegensi merupakan faktor yang terpenting. Ki Hajar Dewantoro. Aliran yang tampak menengahi kedua pendapat aliran yang ekstrim di atas adalah aliran “Konvergensi” dengan tokohnya yang terkenal adalah Willian Stern. Aliran empririsme ini menjadikan faktor lingkungan/pembawaan maha kuasa dalam menentukan perkembangan seseorang individu.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Persoalan mengenai faktor-faktor apakah yang memungkinkan atau mempengaruhi perkembangan. Jadi perkembangan individu semata-mata tergantung kepada faktor dasar/pembawaan. Berdasarkan penelitian Terman LM (Genetic studies of Genius) dan Mead TD (The age of walking and talking in relation to general intelligence) telah dibuktikan adanya pengaruh intellegensi terhadap tempo perkembangan anak terutama dalam perkembangan berjalan dan berbicara. Seks Perbedaan perkembangan antara kedua jenis seks tidak tampak jelas. Tokoh utama aliran ini yang terkenal adalah Scopenhauer. Hurlock. Tokoh aliran ini adalah John Locke. Menurut aliran Konvergensi. Tetapi sejauh mana pengaruh kedua faktor tersebut sukar untuk ditentukan. . Pada waktu lahir anak laki-laki lebih besar dari perempuan. Sejalan dengan pendapat ini. tokoh pendidikan nasional juga mengemukakan adanya dua faktor yang mempengaruhi perkembangan individu yaitu faktor dasar/pembawaan (faktor internal) dan faktor ajar/lingkungan (faktor eksternal). maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan.

dsb. meskipun terkadang hanya sedikit dan hanya menyangkut perkembangan fisik saja. Kelenjar-kelenjar Hasil penelitian di lapangan indoktrinologi (kelenjar buntu) menunjukkan adanya peranan penting dari sementara kelenjarkelenjar buntu ini dalam pertumbuhan jasmani dan rohani dan jelas pengaruhnya terhadap perkembangan anak sebelum dan sesudah dilahirkan. 4. Bukan saja makanannya. Kekurangan gizi/vitamin dapat menyebabkan gigi runtuh. Hal ini jelasa pada anak umur 9 sampai 12 tahun. Makanan Pada tiap-tiap usia terutama pada usia yang sangat muda. Ini menguatkan pendapat bahwa sifat-sifat anak bayi itu adalah universal dan bahwa budayalah yang kemudian merubah sejumlah dasar-dasar tingkah laku anak dalam proses perkembangannya. Anak kedua. agama. 3. makanan merupakan faktor yang penting peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan. penyakit kulit dan lain-lain penyakit. Kultur (budaya) Penyelidikan Dennis di kalangan orang-orang Amerika dan Indiana menunjukan bahwa sifat pertumbuhan anak-anak bayi dari kedua macam kultur adalah sama. 9. Terdapat perbedaan antara anak-anak yang kondisi lingkungannya baik dan yang buruk. Posisi dalam keluarga Kedudukan anak dalam keluarga merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi perkembangan. Luka dan penyakit Luka dan penyakit jelas pengaruhnya kepada perkembangan. 8. Amak-anak negro dan Indian pertumbuhannya tidak terlalu cepat dibandingkan dengan ank-anak kulit putih dan kuning. Dalam hal ini anak tunggal biasanya perkembangan mentalitasnya cepat. tetapi isinya yang cukup banyak mengandung gizi yang terdiri dari pelbagai vitamin. ketiga.Anak perempuan pada umumnya lebih cepat mencapai kematangan seksnya kira-kira satu atau dua tahun lebih awal dan pisiknya juga tampak lebih cepat besar dari pada anak laki-laki. 6. dan sebagainya pada umumnya perkembangannya lebih cepat dari anak yang pertama. Hawa dan sinar Hawa dan sinar pada tahun-tahun pertama merupakan faktor yang penting. 7. karena pengaruh pergaulan dengan orang-orang dewasa lebih besar. 5. Kebangsaan (ras) Anak-anak dari ras Meditarian (Lautan tengah) tumbuh lebih cepat dari anak-anak eropa sebelah timur. Yang termasuk faktor budaya disini selain budaya masyarakat juga di dalamnya termasuk pendidikan. . Anak bungsu biasanya karena dimanja perkembangannya lebih lambat.

3. tetapi bersama-sama. Biasanya melalui suatu latihan yang tepat dan terarah dapat menghasilkan perkembangan yang maksimum. Kematangan selain berfungsi sebagai pemberi bahan mentah yang berupa potensi-potensi yang siap untuk dilatih/dikembangkan juga sebagai penentu batas atau kualitas perkembangan yang akan terjadi. Kodra ini diperoleh dari turunan perkembangan (Heredity Endownment) dan menimbulkan pertumbuhan yang terlihat. meskipun tanpa dipengaruhi oleh sebab-sebab nyata dari lingkungan. suara berubah dengan tiba-tiba. bedanya ialah bahwa kematangan dalam masa sebelum lahir hanya dipengaruhi kodrat dan tidak memerlukan latihan. Disini terutama termasuk usaha anak sendiri baik dengan atau tidak dengan melalui bantuan orang dewasa. Kematangan itu dalam periode perkembangan tidak hanya dicapai setelah lahir. Belajar dan latihan (Learning) Sebab terjadinya perkembangan yang kedua adalah dengan melalui proses belajar atau dengan latihan. Kombinasi kematangan dan belajar (Interaction of Maturation and Learning) Kedua sebab kematangan dan belajar atau altihan itu tidak berlangsung sendiri-sendiri. karena pada tingkat itulah si anak akan memberikan reaksi yang sebaik-baiknya terhadap semua usaha bimbingan atau pendidikan yang sesuai bagi mereka. Rambut tumbuh di muka. dan sebagainya yang terkadang setelah seseorang berpendapat bahwea anak-anak itu sangat terbelakang dalam pekembangannya. Pada anak-anak sering terlihat. Kematangan (Maturation) Perkembangan fisik dan mental adalah sebagian besar akibat dari pada kodrat yang telah menjadi bawaan dan juga dari pada latihan dan pengalaman si anak. bantu membantu. berbicara. Hurlock juga mengemukakan beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya perkembangan (Cause of Development) yaitu: 1. Hasilnya antara lain: a.Elizabeth B. Kematangan suatu sifat sangat penting bagi seorang pengasuh atau pendidik untuk mengetahuinya. Pada tahun-tahun pertama “kematangan” ini penting karena memungkinkan pengajaran/pelatihan. Pertumbuhan karena kodrat terkadang timbulnya secara sekonyongkonyong. Sikapnya terpengaruh antara lain terhadap seks lain. yang berkembang menjadi kegila-gilaan gadis atau kegilagilaan pemuda sebagai kebalikan dari kebencian yang ditujukan pada masa sebelumnya (Masa Pueral). Telah banyak percobaan-percobaan diadakan untuk mengetahui sampai dimana seorang anak dapat berkembang hanya atas dasar kodrat dan sejauh mana atas dasar pengajaran/pengalaman. tetapi sebelum lahir juga ada kematangan. . tiba-tiba anak itu dapat berdiri. jika batas perkembangannya lekas tercapai atau daya berkembangnya sangat terbatas. 2. tetapi terkadang meskipun bentuan kuat dan usahanya efektif tidak berhasil seperti yang diharapkan.

kemudian si ibu akan tanggap dengan tanda-tanda tersebut. rasa tidak enak badan. Hukum-Hukum Perkembangan Perkembangan fisik dan mental disamping dipengrauhi oleh factor-faktor tersbut diatas. Berlangsungnya secara bersama-sama antara pertumbuhan kodrat (kematangan) dengan pengajaran/latihan adalah sangat menguntungkan bagi perkembangan anak. apabila lapar. bercerita dan sebagainya itu dapat dianggap sebagai dorongan untuk mengembangkan diri. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar. sehingga ank-anak tidak hentin-hentinya bertanya mengenai suatu hal dan dirinya akan merasa senang apabila dunianya diisi dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari sekelilingnya. manusia mempunyai dorongan/. .hasrat untuk mempertahankan diri. berkumpul dengan teman. haus. menyelanatkan diri apabila ada bahaya. Melalui kegiatan bermain. Hukum Masa Peka Masa peka ialah masanya suatu fungsi mudah/peka untuk dikembangkan. Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri. 4. Dalam hal perkembangan phylogenetic tidak terdapat perbedaan di antaraanak kembar dan anak yang berbeda rasnya (Nego dan Amreika misalnya). Hukum Kesatuan Organis Yang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidk berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan. dan sebagainya. 2. juga perkembangan itu berlangsung menurut hukkum-hukum tertentu.b. Masa peka merupakan masa yang terjadi nya dalam perkembangan pada saat-saat tertentu. Hukum Mempertahankan dan Mengembangkan Diri Sebagai makhluk hidup. 3. Adapun hukum-hukum perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tokoh yang berpendapat demikian adalah Willian Stern yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hasil pengaruh bersama kedua unsur pembawaan dan lingkungan. Misalnya anak usia satu sampai dua tahun yang mengalami masa peka untuk berbicara dan meniru sehingga apa yang diajarkan mudah diikuti dan berhasil dengan baik. Pada anak-anak biasanya terlihat rasa ingin tahunya itu besar sekali. Hukum Konvergensi Hukum Konvergensi ini menekankan kepada pengaruh gabungan antara pembawaaan dan lingkungan. c. Pada anak kecil usaha ini diwujudkan dengan menangis.

menyiram bunga. Hukum Rekapitulasi Merupakan pengulangan ringkasan dari kehidupan suatu bangsa yang berlangsung secara lambat selama berabd-abad. anjing. burung. Hukum Tempo Perkembangan Ialah bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendiri-sendiri. perangko. dsb) b. Masa berburu dan menyamun Anak usia sekitar 8 tahun senang bermain kejar-kejaran. 7. terkadang juga tidak. tetapi setelah itu anak bisa tenang kembali. 6. kupu-kupu. Dengan hokum ini berarti perkembangan jiwa anak itu merupakan ulangan dan adanya persamaan dengan kehidupan sebelumnya (yang dilakukan oleh nenek moyang) Dapat dibagi dalam beberapa masa: a. dsb. suka membangkang. perang-perangan. Psikologi Perkembangan: Peringkat-peringkat dalam Perkembangan Kognitif Peringkat-peringkat dalam Perkembangan Kognitif Piaget mencadangkan empat peringkat di dalam Perkembangan Kognitif: . Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari anak lainnya. tukar menukar foto. menangkap binatang (capung. adakalanya goncang. kucing. Pada umur tiga sampai lima tahun seorang anak biasanya mengalami irama goncangan sehingga sukar diatur. Masa berdagang Anak senang bermain jual-jualan. Adakalanya tenang. terkadang teratur. Masa mengembala Anak usia sepuluh tahun senang memelihara binatang seperti ayam. Hukum Irama Perkembangan Berlaku terhadap perkembangan setiap orang baik menyangkut perkembangan jasmani maupun rohani. Hal ini berlangsung silih berganti. dengan tanda-tanda sengan berkebun. Masa bercocok tanam Masa ini dialami oleh anak sekitar umur dua belas tahun. d. berkiriman surat dengan teman-teman maupun sahabat pena. c. tergantung dari irama perkembangan masing-masing individu tersebut.5.

Selain itu. Walau bagaimanapun. anak-anak mula mempelajari bahawa setiap tindakan yang dilakukan akan menghasilkan kesan. Mereka masih tidak mempunyai kebolehan untuk berfikir secara abstrak. 1974). Di samping itu. kebanyakan aktiviti pembelajaran yang bererti masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman secara langsung. Bagaimanapun. 3. tahap kognitif anak-anak belum lagi berkembang. Bayi tersebut mempelajari tentang dirinya dengan melihat. Justeru. Peringkat Sensori motor (Semenjak lahir – 2 tahun) Peringkat Pra Operasi (2 – 7 tahun) Peringkat Operasi Konkrit (7 – 11 tahun) Peringkat Operasi Formal (11 tahun ke atas) Peringkat Sensorimotor (bayi 0 – 2 tahun) Ketika peringkat ini. mereka tidak dapat menyelesaikan masalah yang kompleks. Kebolehan deria motornya berkembang dari semasa ke semasa. anak-anak lebih menggunakan deria-deria mereka. Mereka mula berupaya memberi sebab untuk menyokong kepercayaan mereka. Peringkat Pra Operasi (2 – 7 tahun) Kanak-kanak boleh menggunakan bahasa serta simbol untuk menggambarkan sesuatu konsep. anak-anak juga akan sedar fenomena ini ketika berumur satu tahun dan ke atas. Di dalam peringkat ini. keupayaan berfikir secara logik masih terbatas kepada konkrit sahaja. menyentuh. Dalam perkembangan sensorimotor ini. Kanak-kanak sudah boleh memikir secara induktif atau deduktif serta dapat menguasai konsep masa dan kelajuan. hilang selama-lamanya. objek-objek yang hilang dari penglihatan mereka masih berada di persekitaran. . dan mendengar di sekelilingnya kemudian menirunya. Pada tahap ini. Sebagai contoh. kanak kanaksudah boleh mempelajari lebih daripada satu perkara pada satu masa. boleh mengelaskan objek mengikut ciri tertentu dan memahami konsep keabadian bilangan. kanak-kanak telah boleh bertutur dengan fasih dan melalui bahasa yang dikuasainya itu. perkembangan kognitifnya kian menjadi pesat. menguasai proses kebalikan dan akhirnya mengamati proses songsangan. Oleh itu. bayi melihat kepada hubungan antara badannya dengan persekitaran. Hal ini dikenali sebagai kesan dan faktor (cause and effect). Mereka tidak tahu bahawa.1. Biasanya. Pada peringkat ini.Mereka menganggap pengalaman dan pandangan orang lain adalah serupa dengannya. kita dapat memerhatikan sikap ingin mencuba terhasil dimana anak-anak akan bermain dengan setiap objek yang dilihat olehnya. Apabila mencapai umur 4 tahun. 4. anak-anak mempunyai tanggapan bahawa sesuatu objek yang hilang dari penglihatannya. Kebolehan untuk meniru tingkah laku dikenali sebagai pembelajaran melalui pemerhatian (observational learning) (Mussen dan Kagan. mereka mempelajari bahawa pengoncangan loceng menggunakan tangan akan menghasilkan bunyi. Peringkat Operasi Konkrit (7 – 12 tahun) Kanak-kanak mula memperolehi konsep transformasi. 2. terdapat enam sub tahap yang dikategorikan dengan melihat perkembangan kebolehan tertentu pada umur yang tertentu.

tahap pendidikam keluarga. tidak dapat dinafikan bahawa pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor genetik individu tersebut. misalnya saiz dan bentuk badan. media dan persekitaran dunia adalah antara penyumbang kepada pengalaman selepas kelahiran seseorang individu. taraf sosio ekonomi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN Menurut Prof. ibu merokok semasa anak di dalam kandungan . Persekitaran pula merujuk kepada semua pengalaman seseorang individu yang akan hadapi rumah. mengaitkan satu konsep dengan konsep yang lain serta menggunakan logik untuk menyelesaikan masalah matematik. dan menggunakannya untuk membuktikan teorem atau hukum matematik serta membuat rumusan atau generalisasi daripada aktiviti-aktiviti matematik. rakan sebaya. manakala bagi Haliza Hamzah dan Joy N. trait yang diwarisi anak-anak daripada ibu bapa mengandungi gen-gen tersebut. Sebagai contoh. sekolah. Faktor endogen menurut Prof. sekolah dan masyarakat di mana dia berada.Peringkat Operasi Formal (selepas 12 tahun) Remaja telah boleh berfikir secara abstrak dan boleh menyelesaikan masalah yang lebih kompleks. Sebagai contoh. faktor yang mempengaruhi perkembangan terbahagi kepada dua. Namun. anak-anak mereka juga mengalami perkembangan yang pesat dan agak tinggi daripada kanak-kanak sebaya mereka. Pemakanan. Menurut model . mereka mempunyai tendensi bercakap sendirian bagi menyelesaikan masalah itu Faktor eksogen menurut Prof.pts.com. Madya bakhtiar Mansor pula ialah faktor dari luar individu ( pengalaman dari persekitaran ). Persekitaran juga termasuk pengalaman sebelum dan selepas kelahiran. kemahiran kanak-kanak menggunakan jari juga merupakan contoh yang dipengaruhi oleh faktor biologi di mana kanak-kanak yang mengalami masalah otak sering kali tidak dapat menggunakan jari mereka. Mereka juga boleh berfikir secara deduktif atau induktif. rambut dan warna mata. Remaja juga boleh menggunakan simbolsimbol matematik untuk menggambarkan konsep yang abstrak. tempat ibadat. atau gen-gen yang diperturunkan melalui ibu bapa kepada anak-anaknya. Menurut buku Psikologi Kanak-kanak hasil dapatan dari laman web http://www. Madya Bakhtiar Mansor dalam buku Psikologikal Pendidikan Tutorial Dua. Maka. Disamping itu.my. masyarakat. Persekitaran sebelum lahir merangkumi pemakanan dan kesihatan dan gaya hidup ibu. bersama jiran. Di sini pengaruh genetik memainkan peranan penting apabila ibu bapa tinggi. ia akan menguasai perkembangan manusia dan adalah unik dan berbeza bagi setiap individu. ibu bapa dapat mempengaruhi perkembangan kognitif kanak-kanak dengan memindahkan pengetahuan berkenaan maklumat dan budaya dalam menunjuk ajar mereka melalui tingkah laku ibu bapa itu sendiri. rawatan yang diterima ibu serta usia dan keadaan emosi ibu semasa anak dalam kandungannya. Baka menurut Haliza Hamzah dan Joy N. Tambahan pula. ketinggian. Samuel pula baka dan persekitaran merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan kanak-kanak. Samuel dalam buku Perkembangan Kanak-kanak pula merujuk kepada ciri-ciri biologi. apabila kanak-kanak menghadapi masalah. iaitu fakor endogen dan faktor eksogen. Madya Bakhtiar Mansor bermaksud faktor dalaman semenjak individu dalam kandungan hingga lahir ( pembawaan dan keturunan ).

pergaulan rakan sebaya dan pemerhatian dalam aktiviti permainannya. Dengan ini. mesosistem. tetapi secara tidak langsung organisasi tersebut seperti keluarga dan saudara mara mempengaruhi perkembangan mereka. . iaitu peringkat mikrosistem. Lapisan mikrosistem. Kebanyakan kanak-kanak. kanak-kanak tidak hanya terpengaruh dengan individu-individu dalam kategori mikrosistem semata-mata. Pada peringkat ini. mesosistem. Sebagai contohnya. kanak-kanak atau remaja adalah bukan terletak di dalam lapisan ini. Bronfenbrenner berpendapat bahawa lapisan ini mempunyai hubungan yang kuat dengan lapisan mikrosistem. sekolah dan rakan sebaya. peringkat-peringkat persekitaran yang mempengaruhi individu terbahagi kepada lima peringkat.ekologiBronfenbrenner. makrosistem dan kronosistem. Lapisan eksosistem pula menerangkan perbezaaan dengan peringkat lapisan yang lain. merupakan lapisan persekitaran dalaman yang merujuk kepada aktiviti dan interaksi yang melibatkan hubungan secara langsung. ekosistem. . Lapisan terakhir pula adalah lapisan kronosistem. perwatakan fizikal. Lapisan makrosistem pula merupakan satu konteks budaya atau kelas sosial yang terkandung mikrosistem. Persekitaran tersebut akan berkembang ke arah yang lebih kompleks seperti yang sering berlaku di pusat asuhan taska. dan eksosistem. di antara sesebuah budaya dengan budaya lain selalunya berbeza kerana setiap satunya mempunyai pendirian atau corak budaya tersendiri. Ia adalah ideologi yang benarbenar luas dan menentukan tentang bagaimana anak-anak perlu diuruskan. Dalam peringkat ini. Lapisan ini merupakan peringkat yang menekankan bahawa perubahan pada seseorang atau konteks perkembangan ekologinya boleh memberi kesan terhadap perkembangan emosinya. mikrosistem mungkin terhad kepada hubungan dengan keluarga sahaja. kehadiran anak baru dalam sesebuah keluarga akan membawa kepada perubahan dan memberi kesan kepada perkembangan kanak-kanak. Lapisan mesosistem pula terletak di lapisan kedua yang merujuk kepada hubungan dalaman di kalangan mikrosistem seperti hubungan di rumah. tadika. pembawaan dan bakat dalam berinteraksi antara dua individu berlainan dalam satu kelompok yang sama. Ia boleh meningkat apabila adanya sokongan dan kestabilan mikrosistem. Mereka juga turut terkesan dengan perwatakan biologi dan sosialnya sendiri seperti tabiat. apa yang patut dianggap pada diri mereka dan apa matlamat yang perlu mereka usaha dan capai akhirnya.