P. 1
Lp Keluarga

Lp Keluarga

|Views: 13|Likes:
Published by Ampun Ambah

More info:

Published by: Ampun Ambah on Mar 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Salah satu aspek yang penting dalam keperawatan adalah keluarga.

Keluarga adalah unit terkecil di dalam masyarakat. Keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan anggota keluarga yang sakit. Keberhasilan keperawatan dirumah sakit dapat menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan oleh keluarga. Secara empiris dapat dikatakan bahwa kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan keluarga menjadi sangat berhubungan atau signifikan (WAHID 2009: 34) Keluarga menempati posisi diantara individu dan masyarakat, sehingga dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga, perawat mendapat dua keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama adalah memenuhi kebutuhan dan budaya keluarga sehingga dapat menerima. 1.2 Tujuan Penulisan

1.2.1 Tujuan Umum Didapatkan atau diperoleh kemampuan menyusun dan menyajikan laporan asuhan keperawatan keluarga langsung ke masyarakat. 1.2.2 Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mampu menerapkan proses keperawatan keluarga. 2. Mahasiswa mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan keluarga. 3. Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga baik dengan individu, dan keuntungan yang kedua adalah memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pemberian pelayanan kesehatan perawat harus memperhatikan nilainilai memeriksa fisik keluarga meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital keluarga dan dengan memberikan penyuluhan. 1.2.3 Batasan Masalah 1. Konsep Keluarga 2. Konsep hiertensi 3. Konsep rumah sehat

1

1.2. penulis menggunakan metode library research/kepustakaan yaitu dengan mencari.4 Metode Penulisan Dalam penyusunan laporan ini. mengumpulkan materi dari beberapa buku dan internet serta menyusunnya menjadi sebuah laporan. 2 .

Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan kumpulan daribeberapa komponen yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah usia lanjut. kakak dan nenek. 3. mental. keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah keluarga lain. Duvall (1986). 3) Keluarga usila. 2. ibu. 2) The dyad family. 5) The Extended family. bisa disebabkan karena mengejar karir atau pendidikan. nenek dan lain-lain.1. Gillis (1983).BAB 2 TINJUAN KASUS 2. seperti paman. emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga. sedangkan anak sudah memisahkan diri. Berikut akan dikemukakan beberapa pengertian keluarga. 2. mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik.1 Tipe Keluarga 1.1 Konsep Keluarga 2. 1. 4) The childless. suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak. Tipe keluarga tradisional 1) The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak (kandung atau angkat). kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan.1. bibi. 4. Logan’s (1979). Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai sebagaimana individu. keluarga tanpa anak karena telambat menikah.2. Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak. kakek. Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan.2 Tipe Keluarga Dan Ciri-Ciri Keluarga 2.1. 3 .1 Pengertian Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. adik. Raisner (1980).

seorang yang mempunyai persamaan sex tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri. berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak. 11) “Single adult living alone” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang dewasa. 4) The non marrital heterosexual cohabiting family. dan bisa berkumpul pada hari minggu atau libur saja. 4 . kedua orang tua bekerja diluar kota. 3) Commune family. beberapa keluarga yang tinggal bersama atau saling berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur. beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh norma dan aturan. 2) The Step parent family.6) “Single parent” yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak(kandung atau angkat). yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah yang hidup serumah. berganti-ganti pasangan tanpa nikah. Beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama dalam satu rumah. keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya. beberapa orang dewasa yang telah merasa saling menikah. 7) Group marriage family. keluarga yang hidup bersama. 9) Kin-network family. 8) Group network family. hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab membesarkan anak. 10) Blended family. 5) Gay and lesbian family. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian). 7) Commuter family. keluarga yang terdiri dari satu orang dewasa terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah. sumur yang sama. orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena alasan tertentu. 8) Multigeneration family. 2. keluarga dengan orang tua tiri. 6) Cohabitating couple. Tipe keluarga non tradisional 1) The unmarried teenage mother.

formal dan informal Nilai/norma keluarga. ayah ibu. dan anggota lain 4) Struktur keluarga kemampuan mempengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk kesehatan 2. Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional.2 Ciri Keluarga 1. keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental. keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan saudara untuk waktu sementara. Berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. 11) Gang. Fungsi afektif Berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga yang merupakan basis kekuatan keluarga. berkembang dalam kekerasan dan kriminal.3 Fungsi Keluarga Friedman 1986 mengidentifikasi lima fungsi dasar keluarga yaitu: 1.1. 2. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 2. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang positif. norma yang diyakini oleh keluarga berhubungan dengan kesehatan 3) Pola komunikasi keluarga.2.9) Foster family. bagaimana komunikasi orangtua-anak. Keberhasilanm elaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. 1) 2) Ciri-ciri keluarga Diikat tali perkawinan Ada hubungan darah Ada ikatan batin Tanggung jawab masing-masing Ada penagmbil keputusan Kerjasama Interaksi Tinggal dalam suatu rumah Struktur keluarga: Struktur peran keluarga. Hal tersebut dipelajari dan dikembangkan 5 .2. 10) Homeless family.1.

Orang tuan harus mengembangkan proses identifikasi yang positif sehingga anak-anak dapat meniru perilaku yang positif tersebut. kehangatan. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi. budaya dan perilaku melalui hubungan dan interaksi dengan keluarga. 3. saling mendukung antar anggota keluarga. 6 . Setiap anggota yang mendapatkan kasih sayang dang dukungan dari anggota yang lain maka kemampuannya untuk memberikan kasih sayang akan meningkat yang pada akhiranya tercipta hubungan yang hangat dan saling mendukung.melalui interaksi dan hubungan dalam keluarga. Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga dicapai melalui interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi. saling menerima. ikatan dimulai sejak pasangan sepakat memulai hidup baru. Isosialisasi Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu. Fungsi reproduksi Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber daya manusia. Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalam memenuhi fungsi afektif adalah: Saling mengasuh. Hubungan intim didalam keluarga merupakan modal dasar dalam memberi hubungan dengan orang lain diliar keluarga atau masyarakat. 1986). 1) Saling menghargai. Dengan demikian keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi afektif. Anggota keluarga belajar disiplin. 2) Ikatan dan identifikasi. cinta kasih. Ikatan anggota keluarga dikembangkan melalui proses identifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga. yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial (Friedman. bila anggota keluarga saling menghargai dan mengakui keberadaan dan hak setiap anggota keluarga serta selalu mempertahankan iklim yang positif maka fungsi afektif akan tercapai. 2. belajar norma-norma. seluruh keluarga dapat mengembangkan konsep diri yang positif.

kemampuan perawat 7 . 5. Agar keluarga mau meminta nasehat kepada perawat. Fungsi perawat membantu keluarga untuk menyelesaikan masalah kesehatan dengan cara meningkatkan kesanggupan keluarga melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan keluarga. PendidikPerawat perlu melakukan pendidikan kesehatan kepada keluarga agar:Keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan secara mandiri.2. yaitu mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan/atau merawat anggota keluarga yang sakit. 2. 5.1. Koordinasi juga diperlukan untuk mengatur program kegiatan atau terapi dari berbagai disiplin ilmu agar tidak terjadi tumpang tindih dan pengulangan. PelaksanaPerawat dapat memberikan perawatan langsung kepada klien dan keluarga dengan menggunakan metode keperawatan. Sebagai pengawas kesehatan harus melaksanakan home visite yang teratur untuk mengidentifikasi dan melakukan pengkajian tentang kesehatan keluarga. Fungsi ekonomi Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga. hubungan perawat dan klien harus terbina dengan baik. 3. Pengawas kesehatan.4 Peran Perawat Keluarga Perawatan kesehatan keluarga adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan pada keluarga sebagai unit pelayanan untuk mewujudkan keluarga yang sehat. KoordinatorKoordinasi diperlaukan pada perawatan agar pelayanan komprehensive dapat dicapai. Peran perawat dalam melakukan perawatan kesehatan keluarga adalah sebagai berikut: 1.Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan keluarga. Perawat sebagai nara sumber bagi keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan. Konsultan. Fungsi perawatan kesehatan Keluarga juga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan. seperti kebutuhan makanan. 4. 2.4. tempat tinggal dan lain sebagainya.

3 Jenis-Jenis Hipertensi Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee.Corwin. Kolaborasi.2 Konsep Dasar 2. 8. Modifikasi lingkungan. Penemu kasus.1 Definisi Hipertensi Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Mampu memodifikasi lingkungan baik lingkungan rumah maupun masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat. bertambahnya usia dan lingkungan. Fasilitator. dan alkohol. Namun.Hipertensi sekunder. (Elizabeth J. Paling sedikit ada 3 faktor lingkungan yang dapat menyebabkan hipertensi. Penyakit endokrin (hipertensi endokrin). Prevention. Tekanan darah normal bervariasi sesuai usia. sehingga perawat harus mengetahui sistem pelayanan kesehatan seperti rujukan dan penggunaan dana sehat. 1997) sebagai berikut : 8 . Menemukan dan mengidentifikasi masalah secara dini di masyarakat sehingga menghindarkan dari ledakan kasus atau wabah. 9. yakni makan garam (natrium) berlebihan. 2. obat.2. dapat disebabkan oleh penyakit ginjal.2. stress psikis.2. serta kehamilan.dalam menyampaikan informasi dan kialitas dari informasi yang disampaikan secara terbuka dan dapat dipercaya. secara umum seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi daripada 160mmHg sistolik atau 90mmHg diastolik. 7.2000) 2.2 Penyebab Penyebab hipertensi terdiri dari factor genetic (keturunan). 2. Membantu keluarga dalam menghadapi kendala seperti masalah sosial ekonomi. sehingga setiap diagnosis hipertensi harus bersifat spesifik usia. 6. Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI. dan obesitas. Bekerja sama dengan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan anggota tim kesehatan lain untuk mencapai kesehatan keluarga yang optimal.

4 Tanda Dan Gejala Tanda dan gejala yang biasanya terjadi : 1. 3. 2. 3. 4. 8.2. mata. 5. Sakit kepala Kelelahan Mual Muntah Sesak nafas Gelisah Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. 2. 9 . bisa timbul gejala berikut: 1. 2. 7.No 1. Pusing Rasa berat di tengkuk Mudah marah Telinga berdengung Sukar tidur Sesak nafas Mudah lelah Mata berkunang-kunang Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. 4. 6. Kategori Optimal Normal High Normal Hipertensi Grade 1 (ringan) Grade 2 (sedang) Grade 3 (berat) Grade 4 (sangat berat) Sistolik(mmHg) <120 120 – 129 130 – 139 140 – 159 160 – 179 180 – 209 >210 Diastolik(mmHg) <80 80 – 84 85 – 89 90 – 99 100 – 109 100 – 119 >120 2. 6. 7. 3. 4. jantung dan ginjal. 5.

Minum obat teratur dan Diit rendah garam dan lemak 2. 8. Makanan yang di awetkan seperti makanan kaleng. 9. Pencegahan agar tidak terjadi komplikasi dari hipertensi yaitu Kontrolteratur. jalancepat.5 Komplikasi Komplikasi hipertensi antara lain: 1. 7.7 Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Hipertensi Antara Lain: 1. 5. 3. 6. 3. berenang Menghindari ketegangan Istirahat cukup 10. Daging ayam (kecualikulit.2. daging kambing Makanan berlemak dan bersantan tinggi serta makanan yang terlalu asin 10 .6 Pengobatan Pengobatan hipertensi untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut: 1.2.2. bersepeda. 2. 4. 2. 3. Sayur-sayuran hijau kecuali daun singkong.2. Pengobatan non farmakologis yaitu dengan Mengurangi asupan garam dan lemak Mengurangi atau menghilangkankebiasaan minum alkohol Berhenti merokok bagi yang merokok Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan Olah raga teratur seperti joging. jerohan dan otak karena banyak mengandung lemak) 2. mie instant. Penyakit jantung (gagal jantung) Penyakit ginjal (gagal ginjal) Penyakit otak (stroke) 2.2. sosis sapi.8 Makanan yang perludihindari 1. 4. daun melinjo dan melinjonya Buah-buahan keculi buah durian Ikan laut tidak asin terutama ikan laut air dalam seperti kakap/tuna Telur boleh dikonsum simaksimal 2 butir dalam 1 minggu dan diutamakan putih telurnya saja. 5. 3. minuman kaleng 2. Pengobatan farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obatan atas ijin dokter 2. Daging merah segar seperti hati ayam.

Sebuah rumah sehat tidak harus merupakan rumah yang besar. Dekat dengan air bersih. 2.2.11 Letak Rumah Letak rumah yang didirikan amat penting artinya bagi kesehatan.2. Sampah padat dibuang dengan cara khusus. Secara umum: 1.2. Buah mentimun Buah belimbing Seledri Sedangkan cara membuat obat tradisional seperti jus mentimun adalah: 1. 2. Rumah tradisional acap kali dapat memenuhi selera orang–orang serta kegiatan yang mereka lakukan justeru biasanya lebih cocok dengan cuaca setempat. Paparan sinar matahari juga perlu diperhatikan. 4.13 Tata Ruang Disediakan cara tersendiri untuk membuang air limbah atau mungkin untuk menyirami tanaman–tanaman di kebun.2.10 Pengertian Rumah 2. 2. 4.12 Ruangan Cukup luas untuk ditempati. 2. 2.9 Pengobatantradisional Pengobatan tradisional yang dapat dibuat dirumah antara lain dengan mengkonsumsi secara teratur jus: 1. Jarak kurang lebih 100 meter dari tempat pembuangan sampah. Misalnya tidak didirikan di dekat sampah–sampah yang dikumpulkan atau yang dibuang di situ. 2. 11 . 3. ½ kg buah mentimun dicuci bersih Dikupas kulitnya kemudian diparut Saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih Diminum setiap hari ± 1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari Rumah adalah pusat kehidupan keluarga.2. Dekat sarana pembersihan Di tempat di mana air hujan dan air kotor tidak menggenang.2. 3. binatang piaraan dikandangkan. Rumah yang memenuhi syarat– syaraat kesehatan justru menguntungkan kesehatan orang yang bersangkutan. 3. pagar rumah untuk mencegah masuknya binatang dari luar.

14 Ventilasi Rumah sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar udara segar dapat masuk ke dalam rumah secara bebas. Tempat–tempat terlindung guna menyimpan barang–barang atau apapun yang sekiranya tidak perlu diambil atau dilihat anak–anak 7. plester atau lainnya sehingga orang yang berjalan di atasnya tidak seperti berjalan di atas tanah terbuka dan mudah dibersihkan. bambu.2. 12 . tikus.2. 8.2. Cahaya. Rumah Yang Sehat Adalah Mempunyai: 1. Mempunyai tempat untuk mandi dan mencuci pakaian serta alat–alat rumah tangga lainnya dengan limbah rumah tangga yang digunakan untuk menyirami tanaman di halaman atau di kebun. Jendela yang memungkinkan udara segar masuk ke dalam ruangan sehingga udara kotor atau asap yang berada di dalam rumah segera terbawa keluar. Hal ini perlu agar dapat memperkecil bahaya kebakaran terutama bagi anak–anak. Pintu dan jendela dalam posisi yang tepat. 4. 6. 2. Tempat khusus untuk memasak yang menyediakan lubang atau saluran pembuangan asap di atap rumah. 3. Pelindung terhadap binatang–binatang buas dan menempatkan binatang– binatang piaraan ke dalam kandang khusus sekurang–kurangnya 10 meter dari rumah. 2. Seyogyanya jalan-jalan masuk cahaya luasnya sekurang-kurangnya 15-20% dari luas lantai. serangga serta binatang lainnya. apabila cahaya matahari didalam rumah kurang maka merupakan tempat yang baik untuk berkembangnya bibit-bibit penyakit.15 Lantai Dan Dinding Harus Aman 1. Mempunyai tempat khusus untuk menyimpan makanan dan minuman yang dapat diraih secara mudah. 5. ubin. terutama saat mereka sedang tidur. Lantai yang terbuat dari kayu.2. Ruangan yang cukup sehingga penghuninya tidak terlalu padat. namun juga cukup aman dari gangguan debu. 2.16 Jadi Secara Umum. Dinding rumah dengan permukaan lembut dan datar serta tidak ada lubang– lubang atau pecah–pecah sehingga mudah dibersihkan 2.

Air yang digunakan untuk minum sebaiknya dimasak hingga mendidih sehingga bakteri yang terkandung di dalamnya mati. diare. sabun dan gayung. Semua anggota keluarga menggunakannya Kebersihan selalu di jaga yaitu lantai dan dinding penutup kakusnya selalu dicuci setiap kali dipakai. 3. bebas dari bakteri (syarat bakteriologis).18 Ciri-ciri kakus yang digunakan secara baik 1. 4. disentri.2. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya O2 didalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya akan meningkat sehingga daya tahan tubuh system pernafasan menurun dan murah terserang penyakit saluran pernafasan. penyakit akibat tinja dibuang sembarangan seperti Diare. Minum air yang belum dimasak dapat menyebabkan penyakit seperti kolera.2. mata air. 3. misalnya air. kolera. Tandon penampung tinja sedalam kurang lebih 1 meter Mempunyai penutup yang terbuat dari bahan yang kuat seperti beton atau kayu dan penutup ini mempunyai lubang yang memungkinkan tinja dan air dapat melewatinya ke bawah secara mudah. dsb. 4. murah dan mudah pula diperbaiki 5.17 Syarat-Syarat Kakus Yang Benar: 1. sumur. dan sebagainya) 2.. Selain itu kelembaban rumah akan meningkat yang merupakan media untuk pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga memudahkan untuk terserang penyakit kulit. Ventilasi yang cukup agar aliran udara (rumah tetap segar. danau. Syarat air minum yang sehat yaitu : tidak berwarna dan tidak berasa (syarat fisik).9. Sanitasi (jamban). Mempunyai dinding dan atap yang terbuat dari bahan yang mudah didapatkan. dan infeksi cacing biasanya mendapatkan infeksi ini melalui tinja 2. 13 . kolam. Terletak didaratan rendah dan jarak kurang lebih 20 meter dari sumber air (sungai. Penyediaan air minum. tissue. 10. Di jaga kebersihannya sediakan ember dan sapu dalam kakus 2. Lubang kakus selalu ditutup bila kakus tersebut sedang tidak digunakan Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membersihkan diri selalu tersedia setiap saat. 2. mengandung zat tertentu dalam jumlah tertentu pula (syarat kimia) 11.

Gadjah Mada University Press. 14 . Yogjakarta. Soemirat J. 1993. Kesehatan Lingkungan. Slamet.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. Edisi V. Jakarta. 2002. Edisi I. Petunjuk Teknis Pengendalian Pencemaran Ai : Bagi Petugas Pembinaan Kesehatan Lingkungan. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Penyehatan Air.

15 .2 Saran Diharapkan dalam asuhan keperawatan. 3. Evaluasi dilakukan setelah semua kegiatan dilaksanakan. sehingga dapat menimbulkan minat dari keluarga untuk bersama-sama memecahkan masalah yang ada. karena keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat.1 Kesimpulan Asuhan keperawatan keluarga merupakan bagian dari pemeliharaan masyarakat.A ini sebagai contoh pemberian asuhan keperawatan keluarga yang disesuaikan dengan standar keperawatan dalam pelaksanaan intervensi dan implementasi ditetapkan bersama keluarga. Asuhan keperawatan pada keluarga Ny.BAB 3 PENUTUP 3. Unit terkecil ini memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap perkembangan seseorang individu yang dapat menentukan berhasil tidaknya asuhan keperawatan yang diberikan. perawat memiliki kemampuan komunikasi dan bahasa yang dipahami oleh keluarga dan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->