REFERAT

INTOKSIKASI ALKOHOL

Oleh : PUTRI ULYA MERIANA PUSPITA

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA RSJ PROVINSI JAMBI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS JAMBI 2013

1

penyakita jantung. dan penyakit hati.1 Penggunaan alkohol dan gangguan berhubungan dengan kira-kira 50 persen dari semua pembunuhan dan 25 persen dari semua bunuh diri. gangguan berhubungan dengan alkohol merupakan masalah kesehatan nomor 3 terbesar di Amerika Serikat. Alkohol memimpin dari semua zat lain dalam kematian yang berhubungan dengan zat. kira-kira setengah dari semua kecelakaan kendaraan bermotor yang mematikan melibatkan seorang pengemudi yang mabuk. Penyalahgunaan alkohol menurunkan harapan hidup 10 tahun. kanker.BAB I PENDAHULUAN Penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol sejauh ini adalah termasuk gangguan berhubungan dengan zat yang paling sering dijumpai.1 Penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol sering disebut sebagai alkoholisme.1 Setelah penyakit jantung dan kanker.1 2 . Biaya langsung dan tidak langsung bagi masyarakat Amerika Serikat untuk gangguan yang berhubungan dengan alkohol (alkohol-related disorder) diperkirakan lebih dari 150 milyar dolar. Walaupun tidak selalu melibatkan orang yang memenuhi kriteria diagnostik untuk suatau gangguan berhubungan dengan alkohol. tetapi karena alkoholisme tidak mempunyai definisi yang persis. kira-kira 600 dolar perkapita. dan persentasi tersebut meningkat sampai 75 persen jika hanya di hitung kecelakaan yang terjadi larut malam. maka istilah ini tidak digunakan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat (DSN-IV) atau pada sistem diagnostik lain yang dikenal secara resmi. Penyebab kematian yang sering diantara ornag dengan gangguan berhubungan dengan alkohol adalah bunuh diri.

4. Rumus kimia untuk etanol adalah CH3-CH2-OH. keracunan memiliki gejala yang bervariasi dan harus ditindaki dengan cepat dan tepat karena penanganan yang kurang tepat tidak menutup kemungkinan hanya akan memperparah keracunan yang dialami penderita. Dari semua jenis alkohol yang diketahui dalam ilmu kimia. Berbeda dengan alergi. etanol merupakan satu-satunya yang digunakan dalam batas tertentu oleh manusia untuk berbagai maksud dan tujuan (sebagian besar alkohol lainnya terlalu toksik untuk diminum).1.3 Dalam ilmu kimia alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon dimana atom karbon itu sendiri juga terikat pada atom hidrogen atau atom karbon yang lain. sering kali disebut alkohol minuman. DEFINISI Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. individu dengan kondisi organic tertentu yang mendasari (misalnya insufisiensi ginjal atau hati) yang dalam dosis kecil dapat menyebabkan efek intoksikasi berat yang tidak proporsional.2 Intoksikasi akut sering dikaitkan dengan tingkat dosis zat yang digunakan (dose-dependent).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.5 Intoksikasi alkohol akut dapat dikenali dengan gejala-gejala :6 • • • • ataksia dan bicara cadel/tak jelas emosi labil dan disinhibisi napas berbau alkohol mood yang bervariasi 3 . Etil alkohol juga disebut sebagai etanol merupakan bentuk alkohol yang umum. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan dalam dosis yang tidak seharusnya.

3. Kira-kira 85% dari semua penduduk Amerika Serikat pernah menggunakan minuman yang mengandung alkohol sekurang-kurangnya satu kali dalam hidupnya.1.Komplikasi akut pada intoksikasi atau overdosis :6 • • • paralisis pernapasan. stupor atau koma perubahan status mental kulit dingin dan lembab.1 Riwayat Masa Kanak-kanak Beberapa faktor telah teridentifikasi dalam riwayat masa kanak-kanak dari seseorang yang memiliki gangguan berhubungan dengan alkohol.7 2.4 juta orang pecandu alkohol yang 80% diantaranya berusia 20-24 tahun dan hampir 8% orang dewasa.1 4 .1 Pada riwayat masa kanak-kanak terdapat gangguan defisit-atensi / hiperaktivitas atau gangguan konduksi atau keduanya yang meningkatkan resiko anak untuk memiliki gangguan berhubungan dengan alkohol pada masa dewasanya. Di Indonesia sendiri ada sekitar 3.2 EPIDEMIOLOGI Berdasarkan penelitian pria 4 kali lebih sering menjadi pecandu alkohol dibandingkan wanita.5. Dan kira-kira 51% dari semua orang dewasa di Amerika Serikat merupakan pengguna alkohol saat ini.3 ETIOLOGI 2. biasanya bila muntahan masuk saluran pernapasan obstructive sleep apnoea aritmia jantung fatal ketika kadar alkohol darah lebih dari 0. Gangguan kepribadian khususnya gangguan kepribadian antisosial juga merupakan predisposisi seseorang kepada suatu gangguan berhubungan dengan alkohol. suhu tubuh rendah 2.4 mg/ml Gejala klinis sehubungan dengan overdosis alkohol dapat meliputi:6 • • • penurunan kesadaran. Anak-anak beresiko yang memiliki gangguan berhubungan dengan alkohol yaitu jika satu atau lebih orang tuanya adalah pengguna alkohol.

2. khususnya kebiasaan minum pada orang tua dapat mempengaruhi kebiasaan minum. faktor prilaku dan pelajaran juga dapat mempengaruhi kebiasaan minum. Asrama perguruan tinggi dan basis militer adalah dua contoh lingkungan dimana minum berlebihan dipandang normal dan prilaku yang diharapkan secara sosial.1 2. dan terrepresi secara seksual. alkohol dapat disalahgunakan oleh beberapa orang sebagai cara untuk menurunkan ketegangan. terisolasi. demikian juga kebiasaan di dalam keluarga.4 Faktor Prilaku dan Pelajaran Sama seperti faktor kultural. Konsumsi alkohol pada beberapa orang juga menyebabkan rasa kekuatan dan meningkatnya harga diri. iritabel. penuh kecemasan. Kecemasan pada orang yang terfiksasi pada stadium oral mungkin diturunkan dengan menggunakan zat seperti alkohol melalui mulutnya.3. Tetapi beberapa bukti menunjukkan bahwa.2 Faktor Psikoanalisis Teori psikoanalisis tentang gangguan berhubungan dengan alkohol telah dipusatkan pada hipotesis superego yang sangat bersifat menghukum dan fiksasi pada stadium oral dari perkembangan psikoseksual. Pada tingkat yang kurang teoritis. hipersensitif. kecemasan. walaupun kebiasaan minum pada keluarga memang mempengaruhi kebiasaan minum pada anak-anaknya.3 Faktor Sosial dan Kultural Beberapa lingkungan sosial menyebabkan minum yang berlebihan.1 Aforisme psikoanalisis yang umum adalah bahwa superego dapat larut dalam alkohol. kebiasaan minum pada keluarga kurang langsung berhubungan dengan 5 . Sekarang ini.1 Menurut teori psikoanalisis. dan berbagai jenis penyakit psikis.3.1 2. tidak sabar. orang dengan superego yang keras yang bersifat menghukum diri sendiri berpaling ke alkohol sebagai cara menghilangkan stres bawah sadar mereka.3. perguruan tinggi dan universitas mencoba mendidik mahasiswanya tentang resiko kesehatan dari minum alkohol yang berlebihan. Beberapa dokter psikiatrik psikodinamika menggambarkan kepribadian umum dari seseorang dengan gangguan berhubungan dengan alkohol adalah pemalu.

konsumsi alkohol dapat menurunkan rasa takut dan kecemasan yang dapat mendorong seseorang untuk minum lebih lanjut. biasanya dalam 45-60 menit. ditekankan pada aspek pendorong positif dari alkohol.1 Absorpsi Kira-kira 10% alkohol yang dikonsumsi diabsorpsi di lambung. aldehida.perkembangan gangguan berhubungan dengan alkohol seperti yang dianggap sebelumnya.3. waktu yang singkat menurunkan waktu 6 .1 2. yang menghasilkan berbagai senyawa dalam hasil akhirnya. yang meningkatkan absorbsi atau diminum bersama makanan yang memperlambat absorbsi. alkohol yang dapat menimbulkan perasaan sehat dan euforia pada seseorang. butanol.1 2. Konsentrasi puncak alkohol didalam darah dicapai dalam waktu 30-90 menit.1 Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak dalam darah juga merupakan suatu faktor selama alkohol dikonsumsi. walaupun hal tersebut memang memiliki peranan penting. tergantung apakah alkohol diminum saat lambung kosong. perbedaan tersebut dalam efeknya adalah minimal dibandingkan dengan efek etanol itu sendiri. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan sanak saudara tingkat pertama yang terpengaruh oleh gangguan berhubungan dengan alkohol adalah 3-4 kali lebih mungkin memiliki gangguan berhubungan dengan alkohol daripada orang yang tidak memiliki sanak saudara tingkat pertama yang terpengaruh dengan alkohol. Walaupun senyawa ini dapat menyebabkan suatu efek psikoaktif yang berbeda pada berbagai minuman yang mengandung alkohol. tannins. Laki-laki lebih banyak menggunakan alkohol daripada wanita. dan sejumlah kecil berbagai logam.5 Faktor Genetika dan Biologi Lainnya Data yang kuat menyatakan adanya suatu komponen genetika pada sekurangnya suatu bentuk gangguan berhubungan dengan alkohol. Senyawa tersebut termasuk metanol. fenol.4 EFEK FISIOLOGI DARI ALKOHOL Karakteristik rasa dan bau berbagai minuman yang mengandung alkohol tergantung kepada metode pembuatannya. Selain itu. dan sisanya di usus kecil.1 Dari sudut pandang prilaku.

Selain itu.untuk mencapai konsentrasi puncak.1 Metabolisme Kira-kira 90% alkohol yang diabsorbsi dimetabolisme di hati.1 Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada wanita memiliki ADH yang lebih rendah dari pada laki-laki. Jaringan yang mengandung proporsi air yang tinggi memiliki konsentrasi alkohol yang tinggi. hal tersebut akan memperlambat absorbsi dan menghalangi alkohol masuk ke usus kecil. Absorbsi paling cepat 15-30% (kemurnian -30 sampai -60).1 7 . Aldehida dehidrogenase mengkatalisasi konversi asetaldehida menjadi asam asetat. Kecepatan oksidasi di hati konstan dan tidak tergantung pada kebutuhan energi tubuh. sejumlah besar alkohol dapat tetap tidak terabsorbsi didalam lambung selama berjam-jam. pilorospasme sering kali menyebabkan mual dan muntah. Penurunan fungsi enzim yang memetabolisme alkohol akan menyebabkan mudahnya seseorang terjadi intoksikasi alkohol dan gejala toksik. Jadi. ADH mengkatalisasi konversi alkohol menjadi asetilaldehida yang merupakan senyawa toksik.1 Tubuh memiliki alat pelindung terhadap masuknya alkohol. yang sering digunakan dalam pengobatan gangguan terkait alkohol. Tubuh mampu memetabolisme kira-kira 15 mg/dl setiap jam dengan rentan berkisar antara 10-34 mg/dl per jamnya.1 Alkohol dimetabolisme dengan bantuan 2 enzim yaitu alkohol dehidrogenase (ADH) dan aldehida dehidrogenase. Sebagai contoh. yang mungkin menyebabkan wanita cenderung menjadi lebih terintoksikasi dibanding laki-laki setelah minum alkohol dalam jumlah yang sama. mukus akan disekresikan dan katup pilorik ditutup. sisanya dieksresikan tanpa diubah oleh ginjal dan paru-paru. Aldehida dehidrogenase diinhibisi oleh disulfiram ( An-tabuse).1 Jika alkohol telah diabsorbsi ke dalam aliran darah. jika konsentrasi alkohol menjadi terlalu tinggi didalam lambung. Efek intoksikasi menjadi lebih besar jika konsentrasi alkohol didalam darah tinggi. alkohol didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh.

pertimbangan.4-0.1 Efek prilaku Hasil akhir aktivitas molekular adalah bahwa alkohol memiliki fungsi depresan yang sangat mirip dengan barbiturat dan benzodiazepin.Efek pada otak Biokimiawi Teori yang telah lama menunjukkan bahwa efek biokimiawi alkohol terjadi pada membran neuron. hydroxytryptamine) tipe 3 (5-HT3) dan GABA tipe A (GABA A) diperkuat oleh alkohol. maka pikiran. Pada konsentrasi yang lebih tinggi. Pada konsentrasi 0. bagian otak yang mengontrol prilaku emosional juga terpengaruhi.05% alkohol didalam darah. sedangkan aktivitas saluran ion yang berhubungan dengan reseptor glutamat dan saluran kalsium gerbang voltasi (voltage-gated calcium channel) yang yang akan di inhibisi.2% fungsi seluruh daerah motorik menjadi terdepresi. Pada konsentrasi 0. Tetapi. Secara spesifik. dan protein fungsional pada membran lainnya secara normal. Pada konsentrasi 0. pada penggunaan jangka panjang teori menyatakan bahwa membran akan menjadi kaku. Sejumlah hipotesis mendukung bahwa alkohol akan menimbulkan efek karena ikatannya dengan membran yang menyebabkan meningkatnya fluiditas membran pada penggunaan jangka pendek.1 aksi motorik akan canggung.3% seseorang biasanya mengalami konfusi dan dapat menjadi stupor. saluran ion. Fluiditas membran penting untuk dapat berfungsi sebagai reseptor. Pada konsentrasi 0.1 Efek fisiologis lain 8 .5% dapat terjadi koma. suatu penelitian menunjukkan reseptor bahwa efektivitas asetilkolin saluran alkohol serotonin yang (5berhubungan dengan nikotinik. pusat primitif di otak yang mengontrol pernapasan dan kecepatan denyut jantung akan terpengaruhi dan dapat terjadi kematian. Pada konsentrasi 0. dan pengendalian akan mengalami kemunduran dan sering kali terputus.

dan volume korpuskular rata-rata (MCV.1 Sistem tubuh lain Asupan alkohol yang signifikan dihubungkan dengan meningkatnya tekanan darah. Penggunaan alkohol walaupun dalam jangka waktu yang pendek dapat menyebabkan akumulasi lemak dan protein yang dapat menimbulkan perlemakan hati (fatty liver) yang pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya pembesaran hati. Asupan alkohol yang banyak dapat mengganggu proses pencernaan dan absorbsi makanan yang normal.1 Sistem gastrointestinal Meminum alkohol dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya esofagitis. disregulasi lipoprotein dan trigliserida serta meningkatkan terjadinya infark miokardium dan penyakit serebrovaskular. mean corpuscular volume) meningkat kira-kira 60%. kolon. trigliserida. dan paru-paru. Bukti-bukti telah menunjukkan bahwa alkohol dapat merugikan sistem hemopoetik dan dapat meningkatkan insidensi kanker. Perkembangan menjadi varises esofagus dapat menyertai pada seseorang dengan penyalahgunaan alkohol yang berat. dan ulkus lambung. Intoksikasi akut juga dapat menyebabkan hipoglikemia. glutamat oksaloasetat transaminase 9 . khususnya kanker otak. pankreatitis. esofagus. lambung. gastritis. aklorhidria. hati. Kadang-kadang juga dapat terjadi gangguan pada usus.1 Tes laboratorium Kadar gamma-glutamiyl transpeptidase meningkat pada kira-kira 80% dari semua pasien dengan gangguan berhubungan dengan alkohol. Hasil tes laboratorium lain yang mungkin berhubungan dengan gangguan berhubungan dengan alkohol adalah asam urat. Sebagai akibatnya makanan yang dikonsumsi dalam penyerapannya menjadi tidak adekuat. dan kanker pankreas.Hati Efek dari penggunaan alkohol yang utama adalah terjadinya kerusakan hati. insufisiensi pankreas. yang jika tidak cepat terdeteksi akan menyebabkan kematian mendadak pada orang yang terintoksikasi. pecahnya varises esofagus merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang sering menyebabkan perdarahan bahkan kematian. leher.

1 2.050-0. Suka berkumpul (gregarious).125-0.075 (taraf pesta) PEMINUM SPORADIK Euforia. dan glutamatpiruvat transaminase (SGPT) atau alanin aminotransferase (ALT).serum (SGOT) atau aspartat aminotransferase (AST).5 GANGGUAN-GANGGUAN Kadar Alkohol Dalam Darah dan Hubungannya Dengan Gejala Pada Sistem Saraf Pusat.150 Perilaku tak Gejala minimal Menyenangkan.100 (intoksikasi secara Tidak terkoordinasi hukum*) 0.6 KONSENTRASI (g/dl) 0. suka mengomel (garroulous) 0. mulai 10 PEMINUM KRONIK -Tak tampak gejala -Sering masih terlihat segar .

dengan waham Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi 11 . lethargy 0. mungkin mem.080 sudah ditetapkan sebagai intoksikasi.300-0.350 Lebih dari 0.1 Gangguan berhubungan alkohol Gangguan penggunaan alkohol Ketergantungan alkohol Penyalahgunaan alkohol Gangguan akibat alkohol Intoksikasi alkohol Putus alkohol Sebutkan jika dengan gangguan persepsi Delirium intoksikasi alkohol Delirium putus alkohol Demensia menetap akibat alkohol Gangguan psikotik akibat alkohol.250 Hilang kewaspadaan.200-0. lamban Fatal.Koma butuhkan Hemodialysis *) Di beberapa Negara (atau negara bagian di AS seperti California) secara hukum kadar 0.Terkontrol 0. kurang koordinasi Membutuhkan usaha untuk mempertahankan emosi/kontrol motorik Stupor sampai koma Mengantuk. DSM-IV menuliskan gangguan berhubungan dengan alkohol dan menyebutkan kriteria diagnostik untuk intoksikasi alkohol dan putus alkohol.500 euforia.

dengan halusinasi Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi Dengan onset selama putus Gangguan mood akibat alkohol Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi Dengan onset selama putus Gangguan kecemasan akibat alkohol Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi Dengan onset selama putus Disfungsi seksual akibat alkohol Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi Gangguan tidur akibat alkohol Sebutkan jika: Dengan onset selama intoksikasi ?? Gangguan berhubungan alkohol yang tidak ditentukan Tabel didasarkan dari DSM-IV. ed 4.Dengan onset selama putus Gangguan psikotik akibat alkohol. Washington 1994. Ketidak mampuan memutuskan atau berhenti minum b.6 Ketergantungan Alkohol dan Penyalahgunaan Alkohol Diagnosis dan gambaran klinis: Pola penggunaan alkohol sering kali disertai dengan prilaku berikut ini:1 a. Hak cipta American Psyciatric Association.1 2. Usaha berulang untuk mengontrol atau menurunkan minum yang berlebihan dengan tidak minum minuman keras (periode abstinensia temporer) atau membatasi minum pada waktu tertentu 12 . Dignostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Pengobatan untuk intoksikasi berat berupa bantuan pernapasan mekanik diunit perawatan intensif. Mengkonsumsi kadang-kadang 5 takaran minuman keras (atau ekuivalennya pada bir atau anggur) e. Intoksikasi alkohol yang parah dapat menyebabkan koma. seperti kekerasan saat terintoksikasi. perubahan prilaku maladaptif spesifik. Minum alkohol yang bukan minuman. baik karena henti pernapasan atau karena aspirasi muntah.7 Intoksikasi Alkohol Diagnosis dan gambaran klinis: DSM-IV mempunyai kriteria resmi tentang diagnosis intoksikasi alkohol. tanda gangguan neurologis. tidak hadir kerja. Periode amnestik untuk peristiwa yang terjadi selama terintoksikasi (blackout) f. 13 . dan tidak adanya diagnosis atau kondisi lain yang membaur. masalah hukum (contoh: ditahan karena prilaku terintoksikasi atau kecelakaan lalu lintas saat terintoksikasi). elektrolit. dan temperatur.c. depresi pernapasan dan kematian. dan perdebatan atau kesulitan dengan keluarga atau teman karena penggunaan alkohol yang berlebihan. seperti bahan bakar atau produk komersial yang mengandung alkohol Disamping itu orang dengan ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan alkohol menunjukkan gangguan fungsi sosial dan pekerjaan karena penggunaan alkohol.1 2. dengan perhatian pada keseimbangan asam basa pasien. Pesta minuman keras (tetap terintoksikasi sepanjang hari untuk sekurangnya dua hari) d. Terus minum walaupun adanya suatu gangguan fisik serius yang telah diketahuinya dieksaserbasi oleh penggunaan alkohol g. Kriteria menekankan sejumlah cukup konsumsi alkohol.1 Intoksikasi alkohol bukan merupakan kondisi yang ringan. kehilangan pekerjaan.

yang berkembang selama atau segera setelah pemakaian alkohol 1) Bicara cadel 2) Inkoordinasi 3) Gaya berjalan tidak mantap 14 . dengan episode tertawa dan menangis yang saling bergantian (intermiten). yang disebabkan terjatuh atau berkelahi saat mabuk. orang tersebut tampak kurang terintoksikasi setelah berjam-jam minum daripada setelah hanya beberapa jam. Baru saja menggunakan alkohol B.1 Kriteria Diagnostik untuk Intoksikasi Alkohol A. Toleransi jangka pendek terhadap alkohol dapat terjadi. beberapa orang menjadi suka bicara dan suka berkelompok.1 Komplikasi medis intoksikasi alkohol sering disebabkan karena terjatuh yang dapat menimbulkan hematoma subdural dan fraktur. Tanda yang menggambarkan intoksikasi akibat sering bertanding minum adalah hematoma wajah. Satu (atau lebih) tanda berikut ini. yang lainnya menjadi suka berkelahi. khususnya disekitar mata. labilitas mood. Beberapa pasien menunjukkan labilitas mood. gangguan pertimbangan. beberapa menjadi menarik diri dan cemberut. prilaku seksual atau agresif yang tidak tepat.1 Beratnya gejala intoksikasi alkohol berhubungan secara kasar dengan konsentrasi alkohol dalam darah. Prilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis (misalnya. yang mencerminkan intoksikasi alkohol didalam otak. gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama atau segera setelah ingesti alkohol C. Pada onset intoksikasi.Beberapa penelitian aliran darah serebral selama intoksikasi alkohol mengalami peningkatan tetapi akan menurun pada minum alkohol selanjutnya.

perbaikan fungsi pernapasan.4) Nistagmus 5) Gangguan atensi atau daya ingat 6) Stupor atau koma D.8 Pengobatan Penatalaksanaan intoksikasi secara umum2 1. 3. Washington 1994. Dekontaminasi mata Dekontaminasi mata berupa tindakan untuk membersihkan mata dari racun yaitu posisi kepala pasien ditengadahkan dan miring ke posisi mata yang terburuk kondisinya. monitor kemungkinan gawat napas dan berikan oksigen lembab 100% dan jika perlu beri ventilator. Dekontaminasi Dekontaminasi merupakan terapi intervensi yang bertujuan untuk menurunkan pemaparan terhadap racun.9% perlahan sampai zat racunnya diperkirakan sudah hilang. 15 . Stabilisasi Penatalaksanaan keracunan pada waktu pertama kali berupa tindakan resusitasi kardiopulmoner yang dilakukan dengan cepat dan tepat berupa pembebasan jalan napas. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain Tabel didasarkan dari DSM-IV. dan perbaikan sistem sirkulasi darah.1 2. 4. Hak cipta American Psyciatric Association. ed 4. mengurangi absorpsi dan mencegah kerusakan. 2. Dignostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Buka kelopak matanya perlahan dan irigasi larutan aquades atau NaCL 0. Dekontaminasi pulmonal Dekontaminasi pulmonal berupa tindakan menjauhkan korban dari pemaparan inhalasi zat racun.

Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku) Tindakan dekontaminasi paling awal adalah melepaskan pakaian. atau dalam saluran gastrointestinal setelah lebih dari 4 jam 8. Medikasi Terapi obat untuk intoksikasi dan putus alkohol Masalah klinis Gemetaran dan agitasi ringan sampai sedang Obat chlordiazepoxid e Jalur Oral Dosis 25-100 mg tiap 4-6 jam Keterangan Dosis awal dapat diulangi tiap 2 jam sampai pasien tenang. 7. dosis selanjutnya harus ditentukan secara 16 . sehingga tindakan pemberian bahan pengikat (karbon aktif). arloji. Dekontaminasi gastrointestinal Penelanan merupakan rute pemaparan yang tersering. sepatu dan aksesorisd lainnnya dan masukkan dalam wadah plastik yang kedap air dan tutup rapat. Eliminasi Tindakan eliminasi adalah tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sedang beredar dalam darah. cuci bagian kulit yang terkena dengan air mengalir dan disabun minimal 10 menit selanjutnya keringkan dengan handuk kering dan lembut. Antidotum Pada kebanyakan kasus keracunan sangat sedikit jenis racun yang ada obat antidotumnya dan sediaan obat antidot yang tersedia secara komersial sangat sedikit jumlahnya.5. 6. pengenceran atau mengeluarkan isi kambung dengan cara induksi muntah atau aspirasi dan kumbah lambung dapat mengurangi jumlah paparan bahan toksik.

dorongan premotivasi dibelakang minum. Fokus spesifik adalah dimana pasien minum.5 mg/mnt Kejang putus Delirium tremens Diazepam Lorazepam Intravena Intravena 0. dan cara alternatif untuk mengatasi situasi 5 17 . hasil yang diharapkan dari minum.v untuk profilaksis terjadinya Wernicke Encephalopathy.1 mg/kg pada 2.5 mg/kg pada 12.lalu 50 ml Dekstrose 50% iv (urutan jangan sampai terbalik) • Problem Perilaku (gaduh/gelisah):  Petugas keamanan dan perawat siap bila pasien agresif  Terapis harus toleran dan tidak membuat pasien takut atau merasa terancam  Buat suasana tenang dan bila perlu tawarkan makan  Beri dosis rendah sadatif: Lorazepam 1-2 mg atau Haloperidol mg oral.15 mg/kg pada 2. dosis selanjutnya harus ditentukan secara indivisual dan dititrasi Protap tatalaksana intoksikasi alcohol dari Kepmenkes RI 2010 yaitu:6 • • Bila terdapat kondisi Hipoglikemia injeksi 50 mg Dextrose 50% Bila keadaan Koma :  Posisi face down untuk cegah aspirasi  Observasi ketat tanda vital setiap 15 menit  Injeksi Tiamine 100 mg i. bila gaduh gelisah berikan sacara parenteral (I.5 mg/mnt 0.0 mg/mnt dititrasi Berikan sampai pasien tenang.individual dan Halusinosis Agitasi parah Diazepam Lorazepam chlordiazepoxid e Oral Oral Intravena 5-20 mg tiap 4-6 jam 2-10 mg tiap 4-6 jam 0.m) Psikoterapi Psikoterapi memusatkan pada alasan seseorang mengapa minum.

latihan ketegasan.1 Medikasi Disulfiram Disulfiram (antabuse) menghambat secara kompetitif enzim aldehida dehidrogenase. Melibatkan pasangan yang tertarik dan bekerja sama dalam terapi bersama (conjoint therapy) untuk sekurangnya satu sesion adalah sangat efektif. palpitasi. Sejumlah program pembiasaan prilaku (operant conditioning) membiasakan orang dengan gangguan berhubungan alkohol untuk memodifikasi prilaku minum mereka atau untuk berhenti minum. pandangan kabur. sangat termotivasi. Dorongan berupa hadiah keuangan. Dengan dosis lebih dari 250 mg maka dapat terjadi gangguan daya ingat dan konfusi. sehingga biasanya minuman segelaspun biasanya menyebabkan reaksi toksik karena akumulasi asetaldehida didalam darah. sklera. Pasien harus dalam kesehatan yang baik. Dokter harus memberitahukan pasien akibat meminum alkohol saat menggunakan obat dan selama 2 minggu setelahnya. Pemberian obat tidak boleh dimulai sampai 24 jam setelah minuman terakhir pasien. hipotensif dan mual juga mengalami malaise yang serius.1 18 . anggota gerak atas dan dada. dan strategi baru untuk menguasai lingkungan.1 Mereka yang menggunakan alkohol sambil meminum disulfiram 250 mg setiap harinya akan mengalami kemerahan dan perasaan panas pada wajah. keterampilan mengendalikan diri. Terapi Prilaku Terapi prilaku mengajarkan seseorang dengan gangguan berhubungan alkohol untuk menurunkan kecemasan. kesempatan untuk tinggal dalam lingkungan rawat inap yang baik. Mereka akan menjadi pucat.tersebut.1 Psikotropika Obat antiansietas dan antidepresan dapat mengobati gejala kecemasan pada pasien dengan gangguan terkait alkohol. Pasien juga akan mengalami rasa pusing. sesak dan mati rasa pada anggota gerak. dan bekerja sama. dan jalur untuk memasuki interaksi sosial yang menyenangkan. Latihan ditekankan pada latihan relaksasi.

1 19 . konseling.Halfway House Pemulangan seorang pasien dari rumah sakit sering kali memiliki masalah penempatan yang serius. Halfway house adalah suatu sarana pengobatan yang penting yang memberikan bantuan emosional. dan pengembalian progresif ke dalam masyarakat. atau terlalu tidak berstruktur. tidak mendukung. Rumah dan lingkungan keluarga lainnya mungkin menghalangi.