NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA Bilangan Real 1) Berbagai sistem bilangan Sistem matematika adalah himpunan

unsur-unsur dengan operasi yang didefinisikan. Operasi-operasi yang telah kita kenal antara lain: dan logaritma. Sedangkan sebagian himpunan dalam aljabar adalah himpunan-himpunan bilangan. Himpunan-himpunan bilangan secara skematis terlihat seperti pada bagan berikut:

Gambar 1.1 2) Pengertian Bilangan Real Apakah bilangan real itu dan apa sifat-sifatnya? Untuk menjawabnya, kita mulai dengan beberapa sistem bilangan yang sederhana berikut ini.

Jadi adalah suatu bilangan tak rasional (irasional). temanteman kita. Kita dituntut untuk juga mempertimbangkan hasil bagi (rasio) dari bilangan-bilangan bulat. 1.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA Bilangan-bilangan bulat dan rasional Diantara sistem bilangan yang paling sederhana adalah bilanganbilangan asli ( = Natural). -3. 9. 7. yaitu bilanganbilangan seperti: .… Bilangan-bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk . … Bila kita mencoba mengukur panjang. Zahlen): …. … Dengan bilangan ini kita dapat menghitung: buku-buku kita. Apakah bilangan rasional berfungsi mengukur semua panjang? Fakta yang mengejutkan ini ditemukan pertama kali oleh orang Yunani kuno beberapa abad sebelum masehi. uang kita. 1. Mereka memperlihatkan bahwa meskipun merupakan panjang sisi miring sebuah segi tiga sikusiku dengan sisi 1 . Jika kita gandengkan negatifnya dan nol. dimana m dan n adalah bilangan bulat dan . 3. bilangan ini tidak dapat dituliskan sebagai suatu hasil bagi dua bilangan bulat. berat benda. 8. dan lain sebagainya. 2. kita akan peroleh bilangan-bilangan bulat ( = dari bahasa Jerman. atau tegangan listrik. -1. -2. bilangan-bilangan bulat tidak akan memadai. 3. 5. Bilangan ini terlalu kurang untuk memeberikan ketelitian yang cukup dalam sebuah pengukuran. 6. 0. 2. disebut bilangan-bilangan rasional ( = Quotient ). Demikian juga . 4.

Akan lebih bagus jika kalkulator yang digunakan memiliki digit lebih banyak dibanding kalkulator biasa. diperoleh sebagai berikut: Apabila kita perhatikan. Sekarang. atau Anda bisa menggunakan kalkulator yang tersedia di dalam setiap program windows di komputer Anda. maka ada satu ciri khusus yang yang bisa kita jadikan pedoman untuk membedakan keduanya. Sedangkan dua bilangan terakhir yaitu dan (pi) bentuk bilangan desimalnya tidak berulang (sembarang). coba periksa dengan menggunakan kalkulator nilai dari . bersama-sama dengan negatifnya dan nol kita namakan bilangan-bilangan real. Setelah diperiksa. Atau dengan kata lain. bilangan real adalah .NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA Jika kita belum terbiasa untuk bisa membedakan bilangan rasional dan bilangan irasional secara langsung. dua bilangan yang pertama yaitu dan memiliki bentuk desimal yang bilangan-bilangannya berulang dengan urutan tertentu. Coba periksa juga bilangan-bilangan lainnya. yang ketelitiannya bisa mencapai 34 digit. apakah termasuk bilangan rasional ataukah irasional! Bilangan-bilangan real Sekumpulan bilangan (rasional dan irasional) yang dapat mengukur panjang.

. Setiap titik pada garis bilangan mempunyai lambang yang tunggal. Perhatikan gambar! Kedudukan bilangan real dalam sistem bilangan dapat kita lihat dalam diagram Gambar 1.1. perkalian. dan pembagian a) Operasi penjumlahan Contoh: 1. bilangan bulat. disebut koordinat titik.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA bilangan yang dapat berkoresponden satu-satu dengan sebuah titik pada garis bilangan. bagaimanakah hubungan masing-masing himpunan bilangan asli. dan bilangan kompleks jika kita gambarkan dalam diagram venn? 3) Operasi pada Bilangan Real Operasi penjumlahan. 3. bilangan cacah. bilangan rasional. dan garis bilangan yang dihasilkan diacu sebagai garis real. pengurangan. 2. Pertanyaan Dengan mengetahui anggota dari masing-masing himpunan bilangan yang termasuk kelompok bilangan real. bilangan real. Pada garis bilangan tersebut terdapat titik asal yang diberi lambang 0 (nol) sebagai titik awal untuk mengukur jarak ke arah kanan atau kiri.

NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA 4. 3. . 3. c) Operasi perkalian Contoh: 1. d) Operasi pembagian Contoh: 1. b) Operasi pengurangan Contoh: 1. 2. 2.

3.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA 2. . Pengubahan pecahan ke desimal. 2. desimal ke persen. 2. b) Mengubah pecahan desimal ke persen Contoh: 1. 3. dan sebaliknya a) Mengubah pecahan biasa ke desimal Contoh: 1. 4.

3. 4. 2. 2.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA c) Mengubah persen ke pecahan dan sebaliknya Contoh: Nyatakan ke dalam pecahan atau ke dalam persen! 1. Menghitung persentase a) Komisi Komisi adalah pendapatan yang besarnya tergantung pada tingkat penjualan yang dilakukan Contoh: Seorang salesman akan mendapatkan komisi sebesar 15 % jika ia mampu menjual barang senilai Rp.000.000.00. tentukan besarnya komisi yang diterima? Jawab: Komisi .

NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA Jadi besarnya komisi yang diterima oleh salesman itu sebesar . Dirumuskan sebagai berikut: Laba = Penjualan – Pembelian Rugi = Pembelian – Penjualan Rugi diderita jika harga penjualan kurang dari harga atau biaya pembelian. b) Diskon Diskon adalah potongan harga yang diberikan Contoh: Menjelang miladnya. sebuah toko serba ada memberikan diskon sebesar 25% untuk semua produk. Jika kita berbelanja senilai Rp. berapa kita harus membayar? Jawab: Diskon Jadi.00. 800. Rumusannya sebagai berikut: . kita harus membayar sebesar: c) Laba dan rugi Laba diperoleh jika harga penjualan lebih dari harga atau biaya pembelian.000.

beralku sifat-sifat berikut.00. .000. Sifat tertutup pada penjumlahan. 2.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA Contoh: Sebuah barang dibeli dengan harga Rp. Hitunglah persentase keuntungan dari harga pembelian dan dari harga penjualan! Jawab: Laba Persentase keuntungan (laba) dari harga beli: Persentase keuntungan (laba) dari harga penjualan: 4) Sifat-sifat operasi bilangan real Waktu SMP kita sudah mengenal operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real berikut sifat-sifatnya.00. dan sekarang kita tengok kembali sifat-sifat yang berlaku pada bilangan real dengan operasi “penjumlahan” dan “perkalian”. 2.000.400. Untuk setiap Penjumlahan: 1. Sifat komutatif pada penjumlahan . dan di jual dengan harga Rp.000. 2.

Sifat identitas pada penjumlahan (0 adalah elemen identitas atau elemen netral) 6. Sifat identitas pada perkalian (1 adalah elemen identitas perkalian) . Sifat invers pada penjumlahan Perkalian: 1. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan 5. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan 5. Sifat asosiatif pada penjumlahan 4. Sifat komutatif pada perkalian 3.NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA 3. Sifat tertutup pada perkalian 2. Sifat asosiatif pada perkalian 4.

NAMA : PADLY ASRINON KELAS : X LD B STUDI : MATEMATIKA 6. Sifat invers pada perkalian tidak berlaku. sebab 0 tidak mempunyai invers. karena kita tidak mungkin membuat pengertian dari lambanglambang ini . (untuk ) (tidak ada/tidak didefinisikan) Catatan: Untuk selanjutnya kita sepakati jangan sekali-kali membagi dengan nol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful