BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ikan Nila Ikan nila mempunyai nama ilmiah Oreochromis niloticus dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia. Ikan nila bukanlah ikan asli perairan Indonesia, melainkan ikan introduksi (ikan yang berasal dari luar Indonesia, tetapi sudah dibudidayakan di Indonesia). Bibit ikan ini didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969 dari Taiwan ke Bogor. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia(Wiryanta Wahyu, B.T.,dkk, 2010). Sesuai dengan nama Latinnya Oreochromis niloticus berasal dari sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda. Selama bertahun-tahun, habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan (kehilir) sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir. Dengan bantuan manusia, ikan nila sekarang sudah tersebar sampai kelima benua meskipun habitat yang disukainya adalah daerah tropis dan sub tropis. Sedangkan di wilayah beriklim dingin , ikan nila tidak dapat hidup baik (Suyanto ,S.R., 2009). Pada awalnya ikan nila dikenal dengan nama Tilapia nilotica. Aristoteles dan rekan-rekannya memberi nama itu sekitar tahun 300 tahun SM. Mengingat Mesir kuno bukan satu-satunya negeri yang menghargai nila tetapi di kawasan Junani juga telah dikenal sebagai penggemar ikan nila sehingga diyakini telah menamakan Tilapia nilotica (ikan Nil) pada waktu tersebut (http://ikan nila.com/mengenal ikan nila dan legendanya). Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Perikanan sejak tahun 1972. Menurut klasifikasi yang terbaru (1982) nama ilmiah ikan nila adalah Oreochromis niloticus. Nama genus 7
Universitas Sumatera Utara

Oreochromis menurut klasifikasi yang berlaku sebelumnya disebut Tilapia. Perubahan nama tersebut telah disepakati dan dipergunakan oleh para ilmuwan meskipun dikalangan awam tetap disebut Tilapia nilotica. Perubahan klasifikasi tersebut dipelopori oleh Dr.Trewavas (1980) dengan membagi genus Tilapia menjadi tiga genus berdasarkan prilaku ikan terhadap telur dan anak-anaknya yaitu: Genus Oreochromis Pada genus Oreochromis induk ikan betina mengerami telur di dalam rongga mulut dan mengasuh sendiri anak-anaknya. Anggota genus ini adalah : Oreochromis hunteri, Oreochromis niloticus, Oreochromis mossambicus, Oreochromis aureus, dan Oreochromis spilurus. Genus Sarotherodon Pada genus Sarotherodon induk jantanlah yang mengerami telur dan mengasuh anaknya. Yang termasuk spesies ini adalah Sarotherodon melanotheron dan Sarotherodon galilaeus. Genus Tilapia Ikan yang termasuk genus ini memijah dan menaruh telur pada suatu tempat atau benda (substrat). Induk jantan dan betina bersama-sama atau bergantian menjaga telur dan anak-anaknya. Contoh spesies ini adalah Tilapia sparmanii, Tilapia rendalli, dan Tilapia zillii. Klasifikasi lengkap yang kini dianut oleh para ilmuwan adalah yang telah dirumuskan oleh Dr.Trewavas sebagai berikut: Kerajaan Filum Sub-filum Kelas Sub-kelas : : : : : Animalia Chordata Vertebrata Osteichthyes Acanthoptherigii

Universitas Sumatera Utara

Ordo Sub-ordo Famili Genus

: : : :

Percomorphi Percoidea Cichlidae Oreochromis Oreochromis niloticus (Suyanto,S.R.,2009)

Jenis (spesies) :

2.2 Jenis-Jenis Strain Ikan Nila
Semenjak pertama kali ikan nila datang pada tahun 1969 ke Indonesia, sudah banyak mengalami perkembangan, khususnya dalam perbaikan genetis yang dilakukan oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BPPAT), Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Air Tawar (BBAT), dan lembaga penelitian lainnya. Selain melakukan pemuliaan genetis, pemerintah juga mendatangkan strain baru yang berasal dari Filipina, Taiwan, dan Thailand. Dengan terciptanya strain baru ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas dan dipasaran tidak kalah bersaing khususnya pasar ekspor. Berikut beberapa strain ikan nila yang cukup dikenal dan digemari, baik oleh petani maupun konsumen. a. Nila Gift (Genetic Improvement of Farmed Tilapias) Dikembangkan oleh International Center for Living Aquatic Research Management (ICLARM) pada tahun 1987 dengan dukungan dari Asian Development Bank dan Unites Nations Development Programe (UNDP). Strain ini merupakan hasil seleksi dan persilangan ikan nila dari Kenya, Israel, Senegal, Ghana, Singapura, Thailand, Mesir, dan Taiwan. b. Nila Best (Bogor Enhanced Strain Tilapias) Merupakan salah satu ikan unggulan yang dihasilkan pada tahun 2008. Mempunyai fisik yang mirip dengan nila gift. Merupakan hasil seleksi yang menggunakan populasi dasar yang salah satunya bersumber dari ikan nila gift generasi keenam. Tepatnya nila best lahir dari seleksi empat

Universitas Sumatera Utara

c. Jawa Barat dan FPK. Pertumbuhannya lebih cepat dari ikan nila lokal. Ikan ini kemungkinan merupakan hasil persilangan antara mujair dengan nila O.hornorum. Keunggulan lainnya mampu menghasilkan keturunan yang dominan jantan. Dikenal juga sebagai nila merah atau nirah.strain ikan nila yaitu nila lokal. O. Jawa Barat. Jepang di Jambi. d. nila danau tempeh. Dikenalkan kepada masyarakat tahun 2006 Universitas Sumatera Utara . Tahun 2002. e. di Purwakarta. nila gift generasi ketiga.aureus. Merupakan hasil pemuliaan genetis dari nila gift dan nila get dari Filipina yang dilakukan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa. Sumber gennya berasal dari nila Gift G3. Nila Jica (Japan for International Cooperation Agency) Jica adalah sebuah lembaga donor dari Jepang. Sebagian masyarakat Jambi menyebut nila strain Jica dengan nama nila kagoshima. dan nila gift generasi keenam (generasi terakhir). Rintisannya sudah dimulai sejak 2001 dan dirilis tahun 2007.zilii. Institut Pertanian Bogor. Ikan ini dihasilkan di BBPBAT Sukabumi hasil kerja sama dengan IPB dan BBPBAT. Nila Nifi (National Inland Fishery Institute) Disebut juga nila Bangkok. Jica bekerja sama dengan BBAT Jambi melakukan rekayasa genetis strain ikan nila hasil penelitian Kagoshima Fisheries Research Station . Purwakarta. f. Nila Gesit (Genetically Supermale Indonesian Tilapias) Yang berarti ikan nila yang secara genetis diarahkan menjadi jantan super. O. Tahun 2004 dihasilkan ikan nila unggul yang dinamakan strain Jica. Ada juga menyebutnya mujarah (mujair merah) atau kakap merapi. Nifi pertama kali didatangkan dari Thailand pada tahun 1989. Nila Nirwana (Nila Ras Wanayasa) Berasal dari Wanayasa.

citralada. 2010). serta pemakan plankton dan tanaman air lunak yang tumbuh di dalam kolam. Ikan nila merah ini merupakan hasil pemuliaan genetis dari strain nifi. Memiliki keseragaman warna sampai 90% warna merah(Wiryanta Bernard T.. Nila hitam Merupakan strain ikan nila yang pertama kali didatangkan dari Taiwan..5 bulan panen) adalah nila merah hasil silangan (hibrida).R. Ikan nila strain ini merupakan hasil pemuliaan BBI Janti di Klaten. i. Strain ini sebenarnya belum resmi dirilis ke masyarakat.akhir. Nila Cangkringan Merupakan nila yang berasal dari Cangkringan. Nila Larasati Dikenal juga dengan nila janti. Gennya berasal dari nila gift dan nila get (Genetically Enhanced of Tilapias). S.2010).. 2009). Singapura. Universitas Sumatera Utara . dkk. h.W. g. 2. nila Gesit dan nila Best(Carman Odang.3 Habitat Ikan Nila Habitat artinya lingkungan hidup tertentu sebagai tempat tumbuhan atau hewan hidup dan berkembang biak(Suyanto. Memiliki keunggulan mudah berkembang biak. dan Filipina oleh BAT atau BBI Cangkringan. pertumbuhan badannya cepat. Karena begitu akrabnya masyarakat dengan ikan nila ini sehingga tidak heran jika ada yang menyebutnya dengan ikan nila lokal. Jenis nila unggul yang direkomendasikan sebagai bibit untuk pembesaran secara cepat ( 2. dkk.

disebut brine. kurang dari 0. Kandungan garam pada sebagian besar danau.W.05 0.blogspot. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya.5%. 1986). Lebih dari 5%.com/2010/01/tingkatan-salinitas-pada-air. secara definisi.05 – 3 3–5 >5 Sumber : http://rudy-dblues. Jika lebih dari itu. Tabel 2.05%. P.. Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3. Salinitas dapat juga mengacu pada kandungan garam dalam tanah.. sehingga pembudidayaannya sangat mudah. Universitas Sumatera Utara . air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Sebagai contoh.1 Salinitas Air Salinitas Air Air tawar Air payau Air saline Brine Garam (%) <0.. Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Kandungan garam sebenarnya pada air ini.1 berikut.Ikan nila memiliki eurihaline yang menyebabkan ikan nila dapat hidup di dataran rendah yang berair tawar hingga perairan bersalinitas. Salinitas air berdasarkan persentase garam dapat dilihat pada tabel 2. Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30% (Goetz. sungai. dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar.

. The Ocean Nilai (%) 55.M. Kadar garam air yang disukai antara 0 – 35 permil(Watanabe.2 Kimia Utama Yang Terkandung Di Air Laut No Ion 1. Kadar garam air dinaikkan sedikit demi sedikit. Na+ 3. Mg2+ 5.10 0.00 Hasil kajian terakhir kandungan kimia yang ada di laut dikeluarkan oleh The Open University dan Buku Marine Chemistry.19 0. Ikan nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan proses adaptasi yang bertahap. Hindia. F13. Tabel 2.04 30.Challenger hasilnya adalah seperti yang tertera pada tabel 2.2 berikut ini.Penyelidikan komposisi air laut pertama sekali diselidiki oleh seorang ahli oseanografi W.61 7. Universitas Sumatera Utara . Br 9. Pemindahan ikan nila secara mendadak ke dalam air yang kadar garamnya sangat berbeda dapat mengakibatkan stres dan kematian pada ikan(Suyanto S. Nila dapat hidup di lingkungan air tawar.41 0. dan Atlantik melalui ekspedisi yang dilakukan oleh H.16 1. Sr 2+ 12. 2009).Dittmar pada tahun 1873 dengan menggunakan contoh air laut sebanyak 77 sampel dari beberapa perairan di Samudera Pasifik. 1962.04 0. air payau. CO 3 2Sumber : Sverdrup dkk. komposisi kimia yang terlarut di dalam air laut terdapat sebanyak 81 unsur (dapat dilihat pada lampiran pada L-10). Cl2. K+ 7. dan air asin. SO 4 24.69 1. HCO 3 8.R.68 3. Ca2+ 6.00 0. H 3 BO 3 10.S. 1989).07 0.

B. ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Batas pH yang mematikan adalah 11(Carman Odang.. dkk. Ginjal akan memompakan keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ikan nila yang masih kecil lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dibanding dengan ikan yang sudah besar. Suhu atau temperatur air sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan pertumbuhan organisme serta mempengaruhi jumlah pakan yang dikonsumsi organisme perairan.T. Suhu optimum untuk pertumbuhan nila adalah 25-30oC. Hal Universitas Sumatera Utara ..5. suhu ideal untuk bisa menghasilkan telur dan larva adalah 22–37oC(Wiryanta. Namun pertumbuhan optimalnya terjadi pada pH 7 – 8. Nila dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada lingkungan perairan dengan alkalinitas rendah atau netral. Ginjal mempunyai glomeruli dalam jumlah yang banyak dengan diameter yang besar. Nilai pH air tempat hidup ikan nila berkisar antara 6 – 8.Ikan nila bisa hidup pada kadar garam sampai 35%. Pada kadar garam yang tinggi ikan membutuhkan energi yang minim untuk osmoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang(Tim Karya Tani Mandiri..4 Pengaruh Salinitas Dalam Proses Osmoregulasi Yang dimaksud dengan osmoregulasi adalah proses pengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. namun ikan sudah tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.2010) 2. Sedangkan untuk pemijahan. Sedangkan pengertian osmoregulasi bagi ikan adalah merupakan upaya ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion antara di dalam tubuh dan lingkungan melalui mekanisme pengaturan tekanan osmotik. Suhu kolam atau perairan yang masih bisa ditolirir ikan nila adalah 15–37oC. 2009).W. dkk. Oleh karena itu.2010).

html). volume air seni lebih sedikit dibandingkan dengan ikan air tawar. Ikan laut hidup pada lingkungan yang hipertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya. creatinine. dan amonia.blogspot.. hipotonik atau isotonik tergantung pada perbedaan (lebih tinggi. semakin jauh perbedaan tekanan osmotik antara tubuh dan lingkungan. semakin banyak energi metabolisme yang dibutuhkan untuk melakukan osmoregulasi sebagai upaya adaptasi. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air.com/2010/01/tingkatan-salinitas-pada-air. ikan “minum air laut sebanyakbanyaknya”. seperti: asam urat. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air. Regulasi ion dan air pada ikan terjadi hipertonik. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil dari pada ikan air tawar. (http://anaklautundip.ini bertujuan untuk menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. proses tersebut digunakan sebagai langkah untuk menyeimbangkan tekanan osmose antara substansi dalam tubuhnya dengan lingkungan melalui sel yang permeabel. Untuk organisme akuatik. sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang dan kemasukan garam-garam..com/2010/04/osmoregulasi-ikan. Sehingga kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Untuk mengatasi kehilangan air. Air seni yang keluar dari tubuh ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen. Universitas Sumatera Utara . (http://rudy-dblues. Dengan demikian. Padahal dehidrasi dapat dicegah dengan jalan proses ini dan kelebihan garam ini harus dihilangkan.). lebih rendah atau sama) konsentrasi cairan tubuh dengan konsentrasi media.blogspot. hingga batas toleransi yang dimilikinya. Perbedaan ini dapat dijadikan sebagai strategi dalam menangani komposisi cairan ekstrasellular dalam tubuh ikan. creatine.

2004 dan Marshall. et al. Sedangkan untuk ikan-ikan eurihalin. sehingga media pemeliharaan akan berwarna keruh sebagai akibat banyaknya feses yang dikeluarkan ikan. Untuk ikan-ikan oseanodrom yang bersifat hipoosmotik terhadap lingkungannya. sehingga ikan melakukan penyesuaian atau pengaturan kerja osmotik internalnya agar proses fisiologis di dalam tubuhnya dapat bekerja secara normal kembali. Kelebihan air dalam tubuhnya dapat dikurangi dengan cara membuangnya dalam bentuk urin. sedangkan ion-ion masuk ke dalam tubuhnya secara difusi.. Keseimbangan cairan tubuhnya dapat terjadi dengan cara meminum sedikit air atau bahkan tidak minum sama sekali. air bergerak ke dalam tubuh dan ion-ion keluar ke lingkungannya dengan cara difusi. W. Apabila salinitas semakin tinggi ikan berupaya terus agar kondisi homeostasis dalam tubuhnya tercapai hingga pada batas toleransi yang dimilikinya. Dampak dari ekskresi nitrogen tersebut akan mempengaruhi kehidupan ikan di dalamnya yaitu terhadap kondisi ambient.. Perubahan kadar salinitas mempengaruhi tekanan osmotik cairan tubuh ikan. namun karena kondisi lingkungan perairan tidak selalu tetap.2006). Y. Setelah melewati batas Universitas Sumatera Utara . Hal tersebut juga berpengaruh kepada waktu kenyang (satiation time) dari ikan tersebut (Conides. dan kulit ke lingkungannya. insang..Untuk ikan-ikan potadrom yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya dalam proses osmoregulasi.S. A. memiliki kemampuan yang cepat menyeimbangkan tekanan osmotik dalam tubuhnya dengan media (isoosmotik).J. maka proses osmoregulasi seperti halnya pada kedua jenis ikan di atas tetap terjadi(Fujaya. Proses osmoregulasi juga menghasilkan produk buangan seperti feses dan amoniak.. et al.2004). yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pertahanan tubuhnya. air mengalir secara osmose dari dalam tubuhnya melalui ginjal.. Kerja osmotik memerlukan energi yang lebih tinggi pula.

2007).H. 50. 75.M.. Penelitian Universitas Sumatera Utara . Pada udang galah.V. maka ikan tersebut mengalami kematian. Mengingat tidak semua ikan mengalami kematian..2006). pemijahan dan selama stres yang dialami oleh ikan itu sendiri(Van Ginneken. pengerahan simpanan energi untuk migrasi. maka dapat dipastikan bahwa daya toleransi pada populasi ikan dalam akuarium berbeda-beda. hal tersebut juga berlangsung demikian. franciscana aktivitas enzim. pada ikan yang dipindahkan ke media 25 – 100% osmolalitas darahnya tetap dijaga pada kisaran fisiologis yang normal.et al. aktivitas Na/K-ATPase pada udang galah tidak berbeda nyata setelah diperlakukan pada salinitas yang berbeda(N. Kemampuan adaptasi ikan. Kordi K. tersebut meningkat sejalan dengan perkembangannya sejak setelah menetas hingga tahap mulai berenang bebas. misalnya saat starvasi (puasa). sebagai akibat dari perlakuan. M.G. Namun pada stadia dewasa. osmoregulasi. juga dapat diketahui melalui penelitian pada juvenile fugu Takifugu rubripes terhadap lingkungan bersalinitas rendah. Tidak ada kematian ikan dalam media baru bersalinitas 25 – 100% air laut dan semua ikan mati dalam media 100% air tawar. Nampaknya. Kajian yang lebih mendalam.toleransi. Hal ini diduga karena perbedaan kondisi tubuh saat sebelum dimasukkan dalam media praktik termasuk intensitas parasit. Penelitian pada stadia juvenile dan dewasa krustase. Pada Artemia salina dan A. proses pematangan gonad. Ikan dipindahkan dari lingkungan air laut 100% ke dalam media air tawar 25. dapat ditelusuri dengan kandungan kortisol. Banyak hal berkenaan dengan kortisol selama proses metabolisme. Tingkat stress juga berbeda-beda yang dialami oleh benih dalam akuarium..Wilder. regulasi ion Na/K-ATP menunjukkan hal-hal yang berbeda-beda jika diamati dengan aktivitas enzim Na/K-ATPase.et al. tingkat stress dan lain-lain. dan 100% air laut dan kemudian didata mortalitasnya selama 3 hari... 2001. Aktivitas osmoregulasi dapat dipengaruhi oleh stadia ikan atau krustase dalam hubungannya dengan salinitas.

Nampaknya preaklimatisasi dalam 25% selama 7 hari tidak terlalu berpengaruh terhadap selang kemampuan survivalnya.M. yakni sekitar 300 mOsm/kg..W.18. 10. Struktur insang memiliki hubungan dengan kemampuan toleransi terhadap kisaran salinitas..S.s. organ yang terlibat dalam osmoregulasi antara lain insang. Meskipun kelangsungan hidup dan osmolalitas darahnya sedikit meningkat dengan cara preaklimatisasi dalam 25%. Ikan yang hidup pada media 25% air laut kemudian dipindahkan kembali ke media air tawar 1 dan 5% air laut dan menunjukkan bahwa osmolalitas darahnya menurun hingga mendekati level subletal. Penemuan ini mengindikasikan bahwa fugu dapat beradaptasi pada lingkungan hipoosmotik karena adanya kemampuan hiperosmoregulasi. Percobaan tentang toleransi terhadap salinitas dari 4 spesies Caprella mengindikasikan bahwa konsentrasi median letalnya pada 20oC berkisar antara 12. Sel-sel yang berperan dalam organ insang untuk proses tersebut adalah mitokondria-rich dan role of pavement(Marshall. Epitel sel insang dari ikan-ikan tersebut terdiri dari perkembangan apical infolding system (AIS) dan basolateral infolding system (BIS) yang dihubungkan dengan mitokondria. et al. Hal ini dapat ditunjukkan dengan histology dari struktur insang Caprella (Amphipoda: caprellidea) yang dikumpulkan dari komunitas Sargassum di timur laut Jepang dan diamati di bawah mikroskop elektron. osmolalitas darahnya mengalami penurunan setelah dipindahkan ke dalam media bersalinitas kurang dari 10%.u bahkan selama 5 hari. namun sel-sel klorid yang dimilikinya berkurang dalam mengabsorpsi ion-ion pada lingkungan hipoosmotik(Lee. tetapi mati dalam media air tawar dan 1% air laut.dilanjutkan dengan memindahkan ikan dari lingkungan 100% air laut ke media air tawar.s.37 p. K. Untuk air tawar . Karakteristik insang dan lebarnya rentang toleransi salinitas Universitas Sumatera Utara . et al.u) dengan kelangsungan hidup 80% pada kondisi salinitas di atas 25.2005). 2006). Semua ikan hidup dalam media 5 – 25%.97. dan 25% air laut.H 2 O.. usus dan ginjal. 1. 5.84 practical salinity unit (p. 15.

Sedangkan dalam budidaya ikan. ketersediaan pakan . Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor genetik. dan penyakit(Hepper dan Prugnin. ikan tidak akan mengalami Universitas Sumatera Utara .et al. Dalam hal ini. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh dua faktor. termasuk ikan membutuhkan energi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kelestarian lingkungannya. 1984). 2. bahan buangan metabolik. Faktor eksternal tersebut yaitu komposisi kualitas kimia dan fisika air.I.. 1979). menunjukkan bahwa Caprella spp yang menghuni komunitas Sargassum merupakan organisme yang eurihalin (Takeuchi. hormon. 2. Faktor lingkungan yang paling penting adalah zat hara. tidak ada yang lebih penting selain pengadaan pakan buatan yang baik dan memaksimalkan tingkat konsumsi pakan. Apabila tidak ada pakan yang dikonsumsi.1 Jenis-jenis Pakan Di alam ikan memenuhi kebutuhan makannya dengan pakan yang tersedia di alam. yaitu faktor internal yang meliputi genetik dan kondisi fisiologis ikan serta faktor eksternal yang berhubungan dengan lingkungan. ikan mempunyai kesempatan untuk memilih dan selalu sesuai dengan selera ikan.pada Caprella spp.2003). Sumber utama energi bagi ikan berasal dari makanan sebab ikan tidak mampu memamfaatkan energi matahari secara langsung seperti yang yang dilakukan oleh tanaman.5. dan lingkungan.5 Pakan Ikan Setiap mahluk hidup. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertumbuhan ukuran baik bobot maupun panjang dalam satu periode waktu tertentu (Effendi. pertumbuhan adalah pertambahan ukuran baik panjang maupun berat.. Sedangkan menurut Fujaya (2004).

dan pakan utama. jagung. ikan yang dibudidayakan sudah mendapatkan pakan dari alam. pakan buatan dapat dibagi menjadi tiga kelompok.com/2010/06/20/manajemen-pakan. dan isi perut besar hewan memamah biak. pakan suplemen. cantle/sorgum. yaitu pakan tambahan. makanan ikan dibuat dari komposisi yang terdiri atas bahanbahan makanan yang berasal dari nabati dan hewani. tepung bungkil kacang tanah. tepung kepala udang. tepung rebon dan benawa. kadar seratnya tinggi.pertumbuhan. tepung ampas tahu. tepung daun lamtoro. tepung bekicot. tepung kedele. bungkil kelapa. Bahan dari hewani terbuat dari: tepung ikan. Dan apabila pakan yang dikonsumsi kurang memadai. dedak gandum. 7075% merupakan biji-bijian dan hasil olahannya. tepung darah. tepung bulu ayam dan tepung tulang. biji kapas. biji kapuk/randu. 15-25% limbah industri makanan. dan limbah unit penetasan ayam. bahkan akan mengalami kematian. dan sisanya hijauan sebagaimana layaknya bahan pakan yang berasal dari tumbuhan. Dalam hal ini. Pakan suplemen adalah pakan yang sengaja dibuat untuk menambah komponen (nutrisi) tertentu yang tidak mampu disediakan oleh pakan alami. silase ikan. Berdasarkan tingkat kebutuhannya. Pakan ini Universitas Sumatera Utara . tepung daun duri. tepung terigu. Pakan tambahan adalah pakan yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan pakan. (http://zaldibiaksambas. Bahan nabati terbuat dari: dedak. Secara umum. tepung cacing tanah.wordpress. tepung daun ketela pohon. namun jumlahnya belum memadai untuk tumbuh dengan baik sehingga perlu diberi pakan buatan sebagai pakan tambahan.)... terutama hasil ikutan dari sisa proses pengolahan makanan dan pabrik. Dari sekian banyak bahan baku nabati. ikan tidak mampu mempertahankan kesehatannya.

dan 8 mineral (Mg.. Semua jenis ikan dipaksa untuk menjadi omnivor (Afrianto 2. Petani ikan umumnya mengenal pakan ikan dan pakan udang. Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A. B kompleks). asam amino essensia metionin. 2005. karbohidrat 10-12%.D. belum ada pakan yang dibuat khusus untuk jenis ikan tertentu. serat kasar 5-13%. Ca. E. lemak 4-8%. Zn.com/ikan_air_tawar_01.2005). I. 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn.B kompleks). serta antioksidan (BHT). serta antioksidan. http://suharjawanasuria.htm). Fe. Mo. dan kadar air 13-14% (Afrianto E. Co dan Cu).2 Komposisi Pakan Standar nutrisi pakan tambahan antara lain mengandung protein 25-40%.mengandung beberapa vitamin dan mineral tertentu untuk melengkapi nutrient yang diperoleh dari pakan alami Pakan utama adalah pakan yang sengaja dibuat untuk menggantikan sebagian besar atau keseluruhan pakan alami. atau omnivor.5.E. Selain itu pabrik pakan juga melengkapinya dengan vitamin dan mineral sebagai bahan tambahan dalam campurannya yang dikemas dalam bentuk premiks. oleh pabrik besar khusus kebutuhan ikan tertentu. memang belum ada pakan buatan yang diproduksi E. Co dan Cu).. tidak mengenal pakan untuk ikan herbivor.K. dkk. dkk. Zn. Fe.tripod. karnivor. Sampai saat ini. K. Universitas Sumatera Utara . Pada kenyataannya. Berikut adalah contoh vitamin dan mineral tambahan pada pakan ikan: Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A. D. I.

serta pakan yang berbentuk pelet. CaCO 3 . KI. MnSO 4 . antara lain dengan memenuhi persyaratan mutunya.. 1987). ZnCO 3 . sedangkan tipe C adalah untuk makanan ternak. Dalam menentukan kelas tipe/tipe tepung ikan terdapat standard tertentu.- Mineral B12: mengandung tepung tulang. sedangkan persyaratan mutu tepung ikan menurut FAO dalam (Purnomo Hari. Dua jenis senyawa pakan yang biasa dibuat oleh pabrik pakan adalah pakan yang berbentuk tepung.wordpress. FeSO 4 . serta vitamin B12 (sianokobalamin) (http://zaldibiaksambas. disajikan pada tabel 2. dan C.2. Tepung ikan tipe A dan tipe B untuk konsumsi manusia.com/2010/06/20/manajemen-pakan. cake..3. Persyaratan mutu tepung ikan untuk pakan ternak yang harus dipenuhi dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dilihat pada tabel 2. Secara umum tepung ikan dikategorikan sebagai Fish Protein Consentrat (FPC). pakan buatan yang sering kita jumpai termasuk dalam kelompok senyawa pakan dan silase ikan. B. CuSO 4 . Universitas Sumatera Utara . pasta..) Pada dasarnya. Terdapat 3 tipe FPC yaitu A.dkk.

maks) 10 65 1.) Serat kasar (%.) Protein kasar (%.5 dari protein 10 10 2 0.maks.maks.5 dari protein 10 3 1..4 Persyaratan Standar Mutu Tepung Ikan menurut FAO Komposisi Protein Daya cerna pepsin (%.5 Lemah Tipe B 65 92 6.maks) Garam(%.0 1. min. dkk.maks) Lemak(%.Tabel 2.5 Tidak ada spesifikasi Tipe C 60 92 6.) Lemak(%.5 25 10 2. maks.) Bau.maks) Phospor(%.maks) SiO 2 (%. 01-2715-1992 Tabel 2.maks.5 20 8 2.5-6.5 0.1987 Universitas Sumatera Utara .) Klorida(%. maks.5-5.5 0.5-7.6-4.75 1.5 dari protein 10 0.5 Tidak ada spesifikasi Lisin (%.min.7 4 Negatif 6 Mutu I Kelas Mutu II Mutu III Mikrobiologi: Salmonella (pada 25 g sample) Organoleptik: Nilai Minimum Sumber : Revisi Standar Nasional Indonesia No. min.) Tipe A 67.) Air (%.6-4.2 2 Negatif 7 12 55 2.6-3.maks) Kalsium(%.0 3 Negatif 6 12 45 3 30 12 2.0 1.) Abu(%.0 1. rasa Sumber: FAO dalam Purnomo Hari.3 Persyaratan Mutu Tepung Ikan untuk Pakan (SNI 01-2715-1996) Persyaratan Kimia: Air(%.5 92 6.

pakan yang diperuntukkan bagi pengobatan tidak berbeda dengan pakan buatan lainnya. 2. Pada dasarnya. Oksitetrasiklin dan sulfanilamid merupakan dua jenis antibiotik yang banyak digunakan dalam campuran pakan.3 Fungsi Pakan Pakan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dan pertumbuhan. maka sistem hormonal akan berjalan dengan baik dan dengan sendirinya akan terbentuk sistem pertahanan tubuh yang baik pula. yaitu iridosit dan kromatofor. Kromatofor adalah sel-sel yang mengandung pigmen. apabila pakan yang dikonsumsi baik. Namun demikian dalam budidaya ikan konsumsi dapat juga digunakan. Iridosit terdiri atas leukofor dan guanafor yang merupakan sel cermin untuk memantulkan warna di luar tubuhnya. Pakan yang digunakan untuk membentuk warna tubuh ikan tidak berbeda dengan pakan buatan lainnya. xantofor Universitas Sumatera Utara . Jenis obat yang biasa ditambahkan ke dalam pakan buatan biasanya golongan antibiotik dan asam organik. meliputi eritofor yang mengandung pigmen merah dan oranye. Pembentukan Warna Tubuh Fungsi pakan buatan sebagai pembentuk warna tubuh ikan banyak dimamfaatkan dalam budidaya ikan hias.5. Karena pakan akan membantu terciptanya mekanisme pertahanan tubuh (kekebalan alami) yang ditentukan sistem hormonal. Fungsi lain dari pakan bagi ikan adalah sebagai berikut: 1. Perbedaannya hanya pada penambahan senyawa tertentu yang dapat berfungsi sebagai obat.2. Ikan memiliki sel khusus penghasil pigmen. kecuali adanya penambahan pigmen. Pengobatan Pakan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai akan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan dan tidak mudah diserang penyakit. Ikan yang diberi pakan yang mengandung pigmen akan memiliki warna tubuh lebih cemerlang. Dengan demikian.

Peningkatan Cita Rasa Cita rasa ikan dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi. Saat ini. Ada dua jenis pigmen yang berperan dalam pembentukan warna tubuh ikan. daun alfalfa. sedangkan melanin terutama mempengaruhi pembentukan warna coklat sampai hitam.Astasantin (astaxanthin) dan xantaxanthin merupakan dua jenis pigmen karoten yang juga berperan dalam pembentukan warna. Demikian pula. jingga tua (oranye). Pigmen ini terutama tersimpan dalam kerangka luar. salah satu diantaranya adalah dengan teknik pemberokan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan aroma dan cita rasa yang tidak disukai. dan melanofor yang mengandung pigmen hitam. Dengan demikian. ikan ikan di suatu perairan akan memiliki aroma dan cita rasa yang relatif berbeda dengan ikan sejenis yang hidup di daerah lain. 3. dan merah. yaitu sisik atau kulit. dan tepung kelopak bunga marigold. linkofor yang mengandung pigmen putih. ikan sejenis yang tertangkap di daerah yang sama namun pada musim berbeda akan memiliki aroma dan cita rasa yang relatif berbeda. Universitas Sumatera Utara .Xantofil (xantophyl) dengan konsentrasi 20-60 mg/kg pakan. selain itu dapat membantu proses reproduksi dan meningkatkan proses metabolisme.yang mengandung pigmen kuning. Karoten membentuk warna kuning. . Dapat diperoleh dari udang rebon (tepung udang). aroma dan cita rasa daging ikan yang kurang enak bukan merupakan masalah besar. yaitu karoten dan melanin. rumput laut (kelp). Sumber pigmen yang baik adalah pakan yang mengandung karoten jenis: . baik pakan alami maupun pakan buatan.

. .Cumi-cumi. sedangkan kebutuhan energi diperoleh dari lemak dan karbohidrat. Sistem endokrin sangat membantu proses reproduksi.Bersama dengan vitamin A yang berperan sebagai antioksidan. Maka untuk mengupayakan kemampuan ikan mencerna lemak dan karbohidrat sehingga menghasilkan energi yang dapat dimamfaatkan adalah : Universitas Sumatera Utara . penambahan vitamin E akan meningkatkan fungsi PUFA (polyunsaturated fatty acid) yang diperlukan dalam proses pembentukan hormon. Pakan yang baik akan menunjang kerja organ tubuh sehingga dapat bekerja lebih baik. yaitu dengan cara mengatur pengangkutan hormon reproduksi menuju organ reproduksi. Reproduksi Fungsi lain dari pakan buatan adalah untuk membantu mempercepat proses pematangan gonad sehingga proses reproduksi dapat dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen karoten dapat merangsang proses pembuahan. Jenis pakan yang dapat memacu perkembangan dan pematangan gonad adalah: . Perbaikan Metabolisme Lemak Dibandingkan dengan protein ikan lebih mudah mencernannya dibandingkan dengan lemak dan karbohidrat. kepiting. termasuk sitem hormone dan endokrin.4. 5. . Kondisi ini kurang menguntungkan. kerang yang masih segar.Pemberian pigmen karoten minimal 10 mg/kg pakan diketahui dapat mempengaruhi proses perkembangbiakan. mengingat sebaiknya protein diperuntukkan bagi pertumbuhan.Selain itu penambahan vitamin E ke dalam pakan buatan juga diketahui dapat merangsang pematangan gonad yaitu dengan mencegah oksidasi EPA (eikosapentanoic acid) dimana EPA diubah menjadi prostaglandin yang berperan mempercepat gonad. udang.

4 Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan Seperti halnya hewan lain. . yaitu untuk menghasilkan tenaga. .. tetapi kebutuhan absolute (g/kg penambahan berat badan) rendah. dan air. Hal ini disebabkan kebutuhan energi pada ikan lebih rendah Universitas Sumatera Utara . 2.Pabrik pakan menggunakan asam bile yaitu cairan yang dihasilkan oleh hati. mikroba juga dapat membantu pencernaan karbohidrat dan protein (Afrianto E.1 Protein Berbeda dengan tumbuhan.4. biji bunga mata hari. asam amino dari senyawa nitrogen anorganik. kehadiran protein dalam makanan (pakan) ikan mutlak diperlukan. Senyawa dapat ditemukan pada otak.5.Penambahan mikroba. lemak. Garam ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan mengubah bentuk lemak tubuh. ikanpun membutuhkan zat gizi tertentu untuk kehidupannya. Oleh karena itu. dan kalium. dan kuning telur. vitamin. kedelai. mineral. jagung. ikan tidak mampu mensintesis protein. selain menguraikan lemak sehingga mudah dicerna oleh ikan. Kebutuhan protein (%) pada ikan tinggi..2005)..Dengan penambahan lesitin yaitu lemak yang mengandung gliserol dan asam fosfat. menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. bola-bola kecil (micelle) membentuk emulsi sehingga lebih mudah diserap oleh 2. menjadi Senyawa ini banyak mengandung garam natrium. Zat gizi yang dibutuhkan adalah protein. dkk. karbohidrat.5. Ikan membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan dengan mamalia.

Universitas Sumatera Utara . Merupakan sumber energi bagi ikan. Berperan dalam proses osmoregulasi di dalam tubuh. Merupakan komponen utama dalam pembentukan enzim. dan antibody e. f. namun kebutuhan optimalnya hanya 30 – 36%. hormone. Kualitas protein sangat tergantung pada kemudahannya dicerna dan nilai biologisnya. b. Kedua faktor tersebut sangat ditentukan oleh jumlah dan jenis asam amino yang menyusunnya.dibandingkan dengan mamalia. protein nabati selalu dibungkus oleh lapisan selulosa sehingga agak sulit atau lambat bagim ikan untuk mencernanya. Berperan dalam perbaikan jaringan tubuh yang rusak. terutama apabila komponen lemak dan karbohidrat yang terdapat di dalam pakan ikan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi. d. Turut berperan dalam pembentukan gamet. Berperan dalam pertumbuhan maupun pembentukan jaringan tubuh. c. Alasan lain adalah protein digunakan sebagai sumber energi utama. Bila terdapat kelebihan protein dalam pakan akan menghambat laju pertumbuhan karena sebagian protein akan dimetabolisme menjadi protein baru dan sisanya akan diubah menjadi energi. Hal ini disebabkan kandungan asam amino pada protein hewani lebih lengkap daripada protein nabati. Protein hewani memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan protein nabati. Adapun fungsi protein dalam tubuh ikan adalah: a. kualitas protein semakin baik. Selain itu. Semakin lengkap kandungan asam aminonya. Ikan membutuhkan protein berkisar antara 20 – 60% dari berat total makanan.

Merupakan sumber vitamin A. fosfolipid. Fosfolipid berperan dalam pembentukan membrane sel. dan oksigen (O) sebagai unsur utama. tetapi membutuhkan banyak waktu bagi getah pencernaan. e. Mengatur daya apung tubuh ikan di dalam air. Menghemat penggunaan protein sebagai sumber energi.5. lemak juga mempunyai beberapa fungsi tambahan sebagai berikut: a.2. h. Melindungi organ-organ vital di dalam tubuh ikan. E. b. Berperan dalam struktur sel dan membran subseluler. Wax merupakan bentuk umum penyimpanan asam lemak pada beberapa zooplankton. g. Dalam pakan maupun daging ikan.4. dan K yang larut dalam lemak. hidrogen (H). lemak umumnya terdapat dalam bentuk trigliserida. yaitu asam lemak berantai panjang. i. c. D. Merupakan komponen organ-organ utama dalam bentuk fosfolipid. Trigliserida berperan dalam penyimpanan lemak. d. dan kadang-kadang wax. Merupakan sumber asam lemak esensial. Universitas Sumatera Utara . Merupakan komponen hormon dan prekursor dalam sintesis prostaglandin.2 Lemak Lemak adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon (C). j. Selain berfungsi sebagai sumber energi. Lemak memberikan lebih kurang 2. Beberapa diantaranya ada yang mengandung nitrogen (N) atau fosfor (P). Hampir semua lemak yang terdapat dalam makanan ikan dapat dicerna.25 kali lebih banyak energi dari pada karbohidrat jika mengalami metabolisme karena lemak mengandung hidrogen lebih tinggi dari pada oksigen. f. Menentukan cita rasa dan sifat daging ikan selama penyimpanan. Membentuk sterol.

misalnya asam amino non esensial dan asam nukleat. Kandungan vitamin di dalam pakan buatan tergantung dari bahan baku yang digunakan dan bahan yang ditambahkan. tidak berarti karbohidrat tidak diperlukan dalam penyusunan makanan ikan.23 g karbohidrat per 100 g pakan dapat menghemat 0. Meskipun tampaknya karbohidrat tidak dibutuhkan oleh ikan. Universitas Sumatera Utara . Kebutuhan ikan akan vitamin dipengaruhi oleh ukuran. Oleh karena itu vitamin harus selalu didatangkan melalui pakan sebab tubuh ikan tidak mampu membuatnya. dan hubungan antar nutrien. Penambahan vitamin ke dalam pakan buatan umumnya dilakukan dengan menggunakan vitamin-mix (premix).4. Sebab. Tidak tersedianya karbohidrat dan lemak dalam pakan buatan akan menyebabkan proses metabolisme dan penggunaan protein tidak efisien. namun sebaiknya pakan buatan dilengkapi dengan karbohidrat sebagai sumber energi dan untuk menghemat penggunaan protein. walaupun dalam jumlah yang relatif kecil. Namun.2. laju pertumbuhan.05 g protein. umur.3 Karbohidrat Karbohidart dalam makanan ikan tidak begitu penting. Vitamin berperan sangat penting untuk menjaga agar proses-proses yang terjadi di dalam tubuh ikan tetap berlangsung dengan baik.5. Diduga bahwa 0.4.4 Vitamin Vitamin adalah senyawa organik yang esensial bagi pertumbuhan. Karbohidrat juga berperan sebagai prekursor untuk berbagai metabolisme internal yang produknya dibutuhkan untuk pertumbuhan.5. 2. semua kebutuhan ikan dapat terpenuhi dari protein dan lemak dari makanan yang dikonsumsi. stress lingkungan. karbohidrat tetap memegang peranan funsional maupun struktural dalam tubuh ikan. Secara umum.

Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Berdasarkan kebutuhannya. d. Sementara. Vitamin merupakan bagian dari enzim atau koenzim yang berperan dalam pengaturan berbagai proses metabolisme.5 Mineral Mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ikan dalam pembentukan jaringan dan berbagai fungsi metabolisme dan osmoregulasi. dan zincum.5. Turut berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu di dalam tubuh. kalium.4. mangan. kuprum. magnesium. selenium. tulang. Kalsium dan fosfor dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pembentukan gigi. yaitu mineral esensial dan mineral non esensial. Mineral esensial harus selalu tersedia di dalam tubuh ikan dan harus disuplai dari pakan karena tubuh ikan tidak mampu memproduksi mineral ini. belerang. fosfor. b. Tidak kurang 15 zat mineral telah diketahui mempunyai fungsi esensial dalam tubuh ikan. ferrum. molybdenum. Ikan setidak-tidaknya membutuhkan 13 zat anorganik untuk makanan yang baik.Kegunaan vitamin dalam tubuh ikan sangat bermacam-macam anatara lain: a. Mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh sebagaimana mestinya. Universitas Sumatera Utara . Beberapa zat-zat mineral tersebut adalah: natrium. Membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru. 2. c. dan kulit sehingga zat-zat mineral tersebut harus ada dalam jumlah yang besar. kobalt. iodium. kalsium. mineral nonesensial yaitu mineral yang sebaiknya tersedia di dalam tubuh ikan. mineral dapat dibagi menjadi dua kelompok. khlor. Merupakan katalisator dalam proses metabolisme.

2. Zat-zat mineral tersebut perlu dimasukkan di dalam makanan ikan. 3. Sebaliknya. Universitas Sumatera Utara . tembaga. klor dan fosfor. Berperan penting dalam proses metabolisme (terutama Cl. Cu. dan P). Mengatur keseimbangan asam basa dan proses osmosis antara cairan tubuh dan lingkungannya (terutama Na. Ca. mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah relatif kecil (kurang dari 100 mg/kg pakan kering). yaitu makromineral dan mikromineral. Pada umumnya. makanan ikan yang sempurna mengandung sebagian besar zat-zat mineral yang diperlukan. dan Mg adalah mineral yang berguna dalam pembentukan struktur tubuh ikan. dan metabolisme. Mikromineral sering pula disebut sebagai trace mineral. klorida. antara lain kalsium. Makromineral yaitu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah relatif besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering). Mineral Fe. dan Co). yaitu kobalt. tulang. F. P. fosfor. baik yang esensial maupun nonesensial. karbohidrat. dan sisik ikan. gigi. dan kalium. dan Cl). seperti protein. K. selenium. beberapa zat mineral perlu ditambahkan di dalam makanan. besi. Komposisi pakan tersebut sangat berpengaruh terhadap penyerapan mineral oleh tubuh ikan. Mineral Ca. natrium. dan molibden. iodium. Sementara. dsan vitamin. Mg. Berperan dalam proses pembentukan rangka. Fungsi utama mineral adalah: 1. Akan tetapi. mangan. seng. belerang. Cu. natrium. mineral yang membantu proses metabolisme meliputi semua mineral. magnesium. dan Ca berperan besar dalam proses pernapasan. mineral dapat dibagi menjadi dua kelompok. Berperan dalam proses pembekuan darah dan pembentukan haemoglobin (terutama Fe. krom. fluor. Kelengkapan mineral akan memberikan dampak positip apabila diikuti dengan komposisi yang tepat dari nutrisi lainnya. seperti kalsium. 4.Berdasarkan jumlah kebutuhannya. pernapasan. lemak.

Perairan dengan kandungan Ca rendah akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan mengganggu adaptasi pada saat kondisi lingkungan berubah. Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada perairan dengan kalsium rendah (3 mg Ca/L) sama saja dengan yang dipelihara pada kandungan kalsium tinggi (45 mg/L) yaitu sebesar 2 g/kg dalam pakannya. Hal ini dikarenakan asam lemak yang tidak diserap akan berikatan dengan Ca dan akan terbuang dalam bentuk feses. sebagai “intracellular regulator” atau messenger yaitu membantu regulasi aktivitas otot kerangka.5. pH rendah dan kandungan aluminiumnya tinggi tidak akan dihuni oleh ikan.1978). et al. serta sisik.2 g.4 gram/kg ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam pertumbuhannya yang dipelihara pada perairan dengan kandungan Ca 20-30 mg /L Ogino.3 gr/kg dengan 3. mengentalkan darah. Untuk perairan yang kandungan Ca rendah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi keracunan akibat menurunnya pH. Kandungan Ca dalam perairan sangat diperlukan untuk kehidupan ikan. dan membentuk hormon tiroid (I). gigi. membentuk fosfolipid dan bahan inti sel (S. Transpor Ca dari air oleh aliran darah ke jaringan tulang dan kulit berlangsung secara cepat. Mengatur fungsi sel (Cu dan Zn). yaitu penyerapan lemak terganggu maka Ca pun akan sedikit yang diserap. Universitas Sumatera Utara . Jumlah lemak dalam pakan sangat berpengaruh dalam penyerapan Ca oleh usus. menjaga keseimbangan osmotik. Pada kondisi abnormal. Kalsium (Ca) Peranan dan fungsi kalsium di dalam tubuh antara lain adalah sebagai komponen utama pembentuk tulang. membantu penyerapan vitamin B12. jantung dan jaringan lainnya. Pengambilan kalsium dari perairan oleh ikan digunakan atas dasar untuk kegiatan struktural. konstraksi dan relaksasi otot. dan memelihara ketegaran kerangka tubuh.. mematangkan kelenjar kelamin (Br). antara ikan yang diberi Ca 0. Kandungan Ca dalam pakan ikan sangat sulit untuk diterapkan secara pasti. kulit. pada ikan rainbowtrout dengan bobot awal 1. Sebagai contoh. dan P). a.

kandungan Ca dan Mg dalam tubuh dan vertebrate akan berkurang. et al (1975) pemberian kalsium sebanyak 2.4 g/kg merupakan kebutuhan minimal yang harus dipertimbangkan. oleh karena itu pemberian mineral magnesium pada pakan untuk pemeliharaan ikan tawar sangat penting. sumber magnesium. Penyerapan magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh masuknya magnesium dalam usus. kurang lebih 65%. Sebagian besar magnesium. pemberian kalsium sebanyak 11. Kandungan magnesium di dalam ikan jumlahnya relatif rendah dibandingkan dengan hewan darat. Fungsi magnesium bagi ikan dan udang adalah sebagai komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Perbaikan kandungan Mg dalam pakan akan berdampak terhadap peningkatan Mg dalam serum. berada dalam kerangka ikan.5 – 14 g/kg akan berakibat buruk terhadap laju pertumbuhan. Selain itu ikan akan memperlihatkan keabnormalan dalam pertumbuhan tulang. kadar kalsium fosfat dan laktosa dalam pakan. waktu singgah di usus. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan pakan ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 26 – 63 mg/kg. Universitas Sumatera Utara . Magnesium (Mg) Magnesium merupakan kofaktor bagi semua enzim yang terlibat di dalam reaksi pemindahan fosfat (fosfokinase) yang menggunakan ATP dan fosfat nukleotida yang lain sebagai substrat. pertumbuhan dan aktivitas ikan berkurang. dan umur serta jenis ikan.Sedangkan menurut Arai. b. Konsentrasi magnesium dalam perairan ikan tawar sering tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme ikan. Magnesium dalam tubuh diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang dieksresikan dan hampir seluruhnya diserap secara sempurna. Rendahnya suplai magnesium dalam pakan dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang. kecepatan penyerapan air.

Kekurangan zat besi pada ikan dapat membawa dampak yang merugikan pada ikan. enzim aldehyde oxidase dan enzim succinic dehydronase.c. sirip dan kulit. misalnya pada ikan channel catfish dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. konversi pakan rendah. yaitu dalam bentuk heme dan non heme. Ikan dapat menyerap zat besi terlarut dari air melalui insang. pH atau keasaman lambung dan bagian atas usus halus. Selain itu ikan air laut biasanya melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Besi (Fe) Zat besi merupakan unsur mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh ikan dan manusia. Dalam kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah Universitas Sumatera Utara . d. enzim xantin oksidase. nafsu makan menurun dan abnormalitas. Zat besi dalam bentuk tereduksi. ion fero (Fe++) lebih mudah diserap karena lebih mudah larut dalam cairan-cairan pencernaan. Zat besi heme ditemukan dalam bentuk haemoglobin dan zat besi non heme dalam otot yang disebut myoglobin. Penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan sangat dipengaruhi oleh kadar keasaman. Klorida (Cl-) Klorida berperan besar dalam aktivitas osmoregulasi. Pada ikan air laut pengambilan klorin dilakukan dengan cara melakukan banyak minum air laut sehingga klorin secara difusi ikut masuk ke dalam tubuh ikan. Fungsi dan peranan zat besi dalam tubuh ikan antara lain adalah unsur yang sangat penting dalam pigmen darah (haemoglobin dan myoglobin). yang meliputi enzim katalase. Terlibat dalam pengangkutan oksigen dalam darah dan urat daging (otot) serta pemindahan/transfer elektron dalam tubuh. dengan cara memompa NaCl melalui insangnya dan pengeluaran klorin dilakukan dalam bentuk urin. Pada beberapa jenis ikan memberikan dampak yang berbeda. Pertukaran klorin sebagian besar terjadi pada insang. Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim. Dalam makanan terdapat dua macam zat besi. Pada ikan tawar pengambilan klorin terjadi pada kondisi medium yang hipotonik. enzim peroksidase.

e. Hal ini disebabkan dari hasil penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk terhadap penambahan bobot. dan ram otot. Pada hewan darat natrium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh secara cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui feses. Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang lebih tinggi diserap dalam 24 jam yang kelebihannya akan dikeluarkan ke dalam perairan tawar pada sistem osmoregulasi dalam urin hipoosmotik normal. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. namun pada kondisi stres ikan banyak mengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl yang cukup besar. Pemberian natrium sebesar 2200 mg/kg pakan pada ikan rainbowtrout sudah mencukupi kebutuhan ikan tersebut terhadap natrium. keletihan. Pemberian garam pada bahan pakan dari segi mamfaatnya masih diperdebatkan.yang sedikit. Pada penambahan NaCl sebanyak 6% memberikan pertambahan sebesar 77% sedangkan penambahan sebanyak 12% mengakibatkan pertambahan bobot sebesar 70%. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Universitas Sumatera Utara . Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. sedangkan pada ikan laut pengambilan NaCl dalam jumlah besar relatif sering terjadi pada berbagai kasus. Tetapi dalam percobaan Salman dan Eddy (1988) pemberian natrium sebesar 1000 – 3000 mg/kg pakan tidak memberikan perbedaan bobot. anoexia. Kekurangan natrium dapat mengakibatkan dehidrasi. Natrium (Na) Natrium sangat penting peranannya dalam osmoregulasi dan keseimbangan asam basa ikan.

2.wordpress. ditimbang. Jumlah pakan yang diberikan perhari adalah 3% x 2200 g = 66 g. artinya dari pakan 1. dan dirata-ratakan beratnya. Hal ini memberikan gambaran bahwa pada pagi hari saat suhu air relatif rendah dosis pakan yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan siang dan sore hari (Carman O. Universitas Sumatera Utara .. yakni pemberian pakan dengan menggunakan takaran yang dibatasi (Goddard..com/2010/06/20/manajemen-pakan. ada juga ahli yang menyarankan bahwa pemberian pakan ikan tidak selalu tergantung pada waktu-waktu tersebut tetapi dilakukan kapan saja selagi ikan masih mau makan(http://zaldibiaksambas.).. dkk. Untuk mengetahui berat biomassa maka sampel diambil 10 ekor ikan. Namun demikian. Pakan yang diberikan dengan metode Restricted Ratio. yaitu pagi. berat rata-rata ikan 220 g. Biasanya akan diperoleh angka konversi pakan sebanyak 1. kepadatan biomassa ikan. Selama masa pemeliharaan ikan diberikan pakan tambahan berbentuk pellet sebanyak 3 – 5% /hari dari biomassa. kelimpahan pakan alami dan berbanding terbalik dengan ukuran ikan. 1996). Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari. suhu air.5 Pemberian Pakan Pada Ikan Dosis pemberian pakan yang dianjurkan pada ikan nila disesuaikan dengan ukuran ikan. Berat rata-rata yang diperoleh dikalikan dengan jumlah seluruh ikan di dalam kolam. dan sore hari atau malam hari. 2010). Konsumsi pakan nila maksimum pada suhu 22 oC hanya 50 – 60% dari konsumsi pakan maksimum pada suhu 26 oC.5.3 – 2 kilogram pakan akan menjadi 1 kilogram ikan nila.3 – 2. Misalnya. maka berat biomassa adalah 220 x 10 = 2200 g. siang.

a sebanyak 5 mL. kemudian disaring dengan menggunakan kertas whatman 41. dibakar sampai mengarang lalu dimasukkan pada furnace dengan suhu 5500C – 6000C selama 2 jam. kemudian ditambahkan HNO 3 (p) : air (1:1) sebanyak lebih kurang 5 – 10 mL. b. Setelah sempurna mengabu. Kandungan Na.1 N sebanyak 10 mL dengan menggunakan pipet volum. Mg. Hal yang sama dilakukan untuk blanko.2.1 N dengan menggunakan indikator amoniumferrisulfat 20%. Kedalam campuran dimasukkan larutan AgNO 3 0. Ca. Mg. Penentuan Mineral Na. Abu dilarutkan dengan HCl 25% sebanyak 20 mL atau dengan HCl p.5. Hal yang sama dilakukan juga untuk blanko. Kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring whatman 41. Untuk menghitung kandungan klorida dalam sampel digunakan rumus: %Cl  (mL titrasi blanko  mL titrasi sampel ) x N KCNS x ArCl  100% berat contoh (mg ) Universitas Sumatera Utara . dan Fe ditentukan dengan menggunakan AAS. Filtratnya dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL atau 250 mL. Ca. Kemudian dititrasi dengan larutan KCNS 0. didinginkan.6 Penentuan Kadar Mineral Pakan a. dilarutkan dengan akuades panas. Filtrat dimasukkan pada erlenmeyer. Penentuan Mineral Cl Pada Pakan Ikan dengan Metode Titrimetri Sampel yang diabukan. dan Fe Pada Pakan Ikan dengan Metode AAS Ditimbang 5 g sampel pada cawan porselin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful