Arti dan Manfaat Media Pembelajaran Tulisan Pribadi Senin, 02 Januari 2012 23:21 Arti dan Manfaat Media Pembelajaran

1. Arti media pembelajaran a. Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. b. Pengertian umum media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. c. Media menurut AECT adalah d. Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang

mereka untuk belajar. e. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk

memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan

Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukanguru untuk membuat siswa belajar. Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada. media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. tetapi bukanlah satu- satunya. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Jika program media itu didesain . Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika siswa secara aktif mengalami sendiri proses belajar. yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa).kegiatan belajar pada para siswanya. Sebagai penyaji dan penyalur pesan.

maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. Manfaat media pembelajaran Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien.dan dikembangkan secara baik. 2. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi. . Kondisi ini akan terus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satusatunya bagi siswa. pembimbing. masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. guru dapat berbagi peran dengan media. motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik. Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Untuk itu guru lebih berfungsi sebagai penasehat.

baik secara alami maupun manipulasi. sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup. d. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Dengan bantuan media pembelajaran. gerakan dan warna. sebab dengan . Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Media dapat menampilkan informasi melalui suara. sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah. penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada. gambar.Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah: a. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang. Efisiensi dalam waktu dan tenaga Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. b. tidak monoton dan tidak membosankan. c.

merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan . tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. g. f.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah. siswa kurang memahami pelajaran. e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. siswa akan lebih mudah memahami pelajaran. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja. menyentuh.sekali sajian menggunakan media.

Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya.Hal-hal yang bersifat teknis ini. TIGA POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan. segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. h.terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi belajar mengajar.Untuk itu.dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.pendidik perlu mengembangkan pola komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar.juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis. seperti kesulitan belajar siswa. serta memotivasi belajar.hal ini biasanya dikarenakan lemahnya sistem komunikasi. Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-kegagalan.disamping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan konseptual.Komunikasi pendidikan yang penulis maksudkan disini adalah hubungan atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat . membantu pembentukan kepribadian.

komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.atau dengan istilah lain yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik.Guru aktif dan siswa pasif.proses belajar mengajar berlangsung. . Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa yaitu: 1.Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah.Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.atau komunikasi sebagai aksi.

sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif sama. pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperansama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi.Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.Disini.sudah terlihat hubungan dua arah.2.Keduanya dapat saling memberi dan menerima. .Komunikasi ini lebih baik dari pada yang pertama.Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya sesama temannya.Antara pelajar dan pelajar tidak ada hubungan.tetapi terbats antara guru dan pelajar secara indivudual.

maupun dengan ligkungannya.oleh karena itu.teman.1989). Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada media yang diproduksi pabrik. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.dalam proses belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses beljar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya mempunyai ketergantungan untuk menciptakan situasi komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk belajar.Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal.Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara gurudenan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu dengan yang lainnya. ada pula media yang . Dalam kegiatan mengajar.siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru.Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini(Nana Sudjana. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan.sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Mulai dari yang paling sederhana dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya.3.

Bretz mengklasifikasikan media ke dalam delapan kelompok. (3) media visual diam. VCD. overhead projektor (OHP) dan obyek-obyek nyata. (5) media audio semi gerak. yaitu: (1) media audio. (4) media visual gerak. visual dan gerak. misalnya. Ada berbagai cara dan sudut pandang untuk menggolongkan jenis media. mengidentifikasi jenis-jenis media berdasarkan tiga unsur pokok. Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita untuk mengadakan dan memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Berdasarkan tiga unsur tersebut. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku) dan papan tulis.secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran. video. Selain itu. Meskipun media banyak ragamnya. namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. sebagai seorang guru alangkah baiknya Anda mengenal beberapa jenis media pembelajaran tersebut. model. serta program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenamya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. yaitu: suara. Meskipun demikian. (2) media cetak. banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain seperti gambar. Sedangkan media lain seperti kaset audio. slide (film bingkai). . Rudy Bretz (1971).

Cetak bingkai (slide) 5. leaflet. Audio visual gerak Film bisu Film gerak bersuara. Obyek fisik 9. (7) media audio visual diam. televisi 8. Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan sebagai berikut: No. serta (8) media audio visual gerak. model. Visual gerak 7. film audio yang dilengkapi bahan 1. diam 6. laboran . video NCD. gambar 3. modul.(6) media semi gerak. siaran radio. Audio 2. Proyeksi audio visual Film bingkai (slide) bersuara. pustakawan. Audio cetak Kaset tertulis 4. Manusia lingkungan 10. Golongan Media Contoh dalam Pembelajaran Kaset audio. spesimen dan Guru. Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT). CID. Komputer CAI (pembelajaran berbantuan Benda nyata. brosur. telepon Buku pelajaran.

maka penggolongan media sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.komputer) dan CBI (pembelajaran berbasis komputer) Sementara itu. dan media individual (untuk perorangan). Atas dasar itu. dan slide. Misalnya. Sebagian ahli lain mengelompokkan media berdasarkan pada tingkat teknologi yang digunakan. Media tertentu akan dapat mengalami perubahan dalam penggolongannya. Termasuk media besar misalnya: film. televise. Schramm membagi media menjadi dua golongan yaitu: media besar (media yang mahal dan kompleks) dan media kecil (media sederhana dan murah). Termasuk media masal adalah radio dan televisi. audio. Termasuk media kelompok adalah: kaset audio. dan video NCD. Jika media digolongkan atas dasar tingkat teknologi yang digunakan. OHP. sedangkan yang termasuk media kecil misalnya: slide. Sedangkan yang termasuk media individual adalah: buku teks. mulai dari media dengan teknologi rendah hingga yang menggunakan teknologi tinggi. video. Schramm (1985) menggolongkan media atas dasar kompleksnya suatu media. yaitu media masal (liputannya luas dan serentak). dan program komputer pembelajaran (CAI). Selain itu Schramm juga membedakan media atas dasar jangkauannya. dan teks. transparansi. media kelompok (liputannya seluas ruangan tertentu). telepon. pada .

(4) media video. Kondisi seperti ini akan terus berlangsung sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. dilakukan atas bermacam-macam kepentingan.tahun 1950-an. Pengelompokkan yang ada. Tetapi kemudian pada tahun 1970-an kategori tersebut bergeser dengan hadirnya media komputer. Namun apapun dasar yang digunakan dalam pengelompokan itu. Sementara itu. dan (6) multi media kit. komputer digolongkan pada media dengan teknologi yang paling tinggi. (3) media audio. (5) media berbasis komputer. Beberapa jenis . khususnya untuk keperluan pembelajaran. Dari beberapa pengelompokkan media tersebut. (2) media yang diproyeksikan. dari sekian banyak jenis media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. kita dapat melihat bahwa hingga kini belum ada suatu pengelompokkan media yang mencakup segala aspek. media televisi dikategorikan media paling tinggi. tujuannya sama yaitu agar orang lebih mudah mempelajarinya. sebaiknya Anda mengikuti perkembangan teknologi khususnya yang berkaitan dengan media pembelajaran. Tetapi dewasa ini media komputer tergeser kedudukannya dengan adanya program computer conferencing melalui internet. Sebagai seorang guru. Pada masa tersebut. Masih ada pengelompokan yang dibuat oleh ahli lain. Henich dkk (1996) membuat klasifikasi media yang lebih sederhana sebagai berikut: (1) media yang tidak diproyeksikan. Sehingga paling tidak kita dapat lebih mengenalnya.

McKnow ( Sihkabuden. sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan Sumber : PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS KEAGAMAAN TAHUN 2006 Disusun Oleh: Drs. Membangkitkan motivasi belajar Memperjelas penyajian pesan dan informasi. yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret. 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu Mengubah titik berat pendidikan formal. Secara keseluruhan menurut. Jenis media mana yang akan kita gunakan. Memberikan stimulasi .media tentu pernah Anda gunakan. Didang Setiawan DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA BADAN LITBANG AGAMA DAN LITBANG KEAGAMAAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA TEKNIS KEAGAMAAN JAKARTA Fungsi Media Pembelajaran. Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. beberapa jenis yang lain mungkin juga sudah Anda kenal meskipun belum pernah menggunakannya dalam pembelajaran. pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis.

fungsi afektif. media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz. Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut. 2005: 19) mengemukakan enam fungsi media. seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi. Rowntree ( Sihkabuden. fungsi kognitif. yaitu: Membangkitkan motivasi belajar Mengulang apa yang telah dipelajari Menyediakan stimulus belajar Mengaktifkan respon murid . Dalam fungsi atensi. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. dan fungsi kompensatoris. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.belajar atau keinginan untuk mencari tahu. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. Fungsi media.

Memberikan umpan balik dengan segera Menggalakkan latihan yang serasi Dalam Sadiman ( 2005:17) secara umum media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berkut : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal Mengatasi keterbatasan ruang. Hal ini akan lebih sulit bila latar brlakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan. sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa. Mengatasi keterbatasan ruang. yaitu dengan kemampuannya dalam : · Memberikan perangasangan yang sama · Mempersamakan pengalaman · Menimbulkan persepsi yang sama Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut: Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis. Dengan memanfaatkan keempat fungsi di atas diharapkan kita . Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. waktu dan daya indera. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. waktu dan daya indera. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri.

.WEB.m-edukasi.dapat mengoptimalkan fungsi dari media dan mendapatkan efektivitas pemanfaatan media pada proses pembelajaran..HTML Copyright www.id Media Pendidikan Indonesia .web.. Baca Selengkapnya di : HTTP://WWW.M-EDUKASI..ID/2012/04/FUNGSI-MEDIAPEMBELAJARAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful