ISLAM DAN TERORISME

O L E H
Syafrizal Elselatany Amsal bunaiya Mukhsin

Fakultas tarbiyah Institut agama islam negeri ar-raniry Darussalam banda aceh Provinsi aceh

02 Oktober 2010 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………… DAFTAR ISI …………………………………………………………………….. Akhirnya penulis menyadari dalam penulisan makalah ini baik dari segi bahasa maupun pembahasannya masih jauh kesempurnaan.. F. Untuk itu sangat diharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. dan masukan dari beberapa pihak...Shalawat beiring salam tidak lupa pula penulis sampaikan kepada nabi besar SAW.. DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. PENDAHULUAN …………………………………………………………………. PEMBAHASAN …………………………………………………………………… PENGERTIAN TENTANG TERORIS ……………………………… TERORISME DAN SEJARAHNYA ………………………………… ISLAM MENOLAK TERORISME ………………………………. Banda Aceh. JIHAD BUKAN TERORISME ……………………………………. . penulis telah banyak mendapat bantuan.. Penulis hanya dapa berdoa semoga Allah SWT membalasnya dengan lebih baik lagi. B. E..KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT. C... D....Oleh karena itu dengan penuh hormat penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.. Selanjutnya dalam penulisan ini. yang telah membawa umat manusia dari alam Jahiliyah ke alam Islamiyah. Yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ” ISLAM DAN TERORISME” ini dengan baik. A. TERORISME DAN PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM DI INDONESIA DAN DAPAT MERUSAK KEDAULATAN NEGARA ……………………………………………………………… KESIMPULAN ………………………………………………………. bimbingan..

.

PENDAHULUAN Sejak Bulan Maret lalu masyarakat Aceh dikejutkan berita pengepungan kawasan pegunungan Jalin di Aceh Besar dan tertangkapnya sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme. Ketika masyarakat masih bertanya-tanya siapa sebenarnya „kelompok Jalin‟ itu. muncul lagi kabar penemuan dua pucuk senjata AK -56 dan 58. Sejarah tentang terorisme berkembang sejak berabad lampau. amunisi M16 sebanyak 1. peluru AK 7. .476 butir. dan ratusan butir peluru pistol di Bireuen yang diduga ada kaitan dengan kelompok „teroris‟ Aceh Besar. Perkembangannya bermula dalam bentuk fanatisme aliran kepercayaan yang kemudian berubah menjadi pembunuhan.245 butir. baik yang dilakukan secara perorangan maupun oleh suatu kelompok terhadap penguasa yang dianggap sebagai tiran. ditandai dengan bentuk kejahatan murni berupa pembunuhan dan ancaman yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Selanjutnya mari kita cermati dan kita tela‟ah kembali ajaran Islam. Oleh karena itu seharusnyalah manusia bersyukur kepada Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW membawa dinul Islam ini. terlebih dahulu marilah kita pahami tentang pengertian terorisme. terorisme timbul di manamana seperti sekarang ini. agama yang diridhai Allah SWT.Menurut kamus besar Bahasa Indonesia. dan merupakan suatu kenikmatan yang besar bagi manusia bukan suatu musibah yang membawa malapetaka. Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam di tengahtengah manusia ini sebagai rahmat. artinya : Terorisme : Adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan. maka dunia akan kacau-balau. menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW dan Islam yang diserukannya. sebagai petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia yang sedang kita jalani sekarang ini. dalam usaha menciptakan ketakutan.PEMBAHASAN A. Allah SWT berfirman : Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. kengerian oleh seseorang atau golongan. PENGERTIAN TENTANG TERORIS Sebelum kita membahas tentang terorisme menurut pandangan agama Islam. Dengan mengabaikan Islam. damai dan saling menebarkan kasih sayang. Teror : Adalah perbuatan sewenang-wenang. ke alam yang terangbenderang. [QS. Teroris : Adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik). Karena hanya dengan Islamlah manusia di dunia ini dapat hidup rukun. benar-benar membawa rahmat di alam semesta ini dan tidak mengajarkan kekerasan. . Al-Anbiyaa' : 107] Dari ayat tersebut dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain. bengis. maupun kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak. sehingga mengetahui jalan yang lurus yang membebaskan dirinya dari kesesatan menuju jalan yang menyelamatkan hidupnya di dunia dan di akhirat kelak. dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). kejam. dan mengeluarkan manusia dari gelap-gulita (tanpa mengetahui tujuan hidup).

Yusuf Al-Qardhawi berkata “ Jika saya mengecam kekerasan secara umum. Padahal dalam Islam mengintimidasi termasuk kedhaliman yang besar. Meskipun dalam persepsi mereka hal tersebut merupakan tindakan yang adil. Mereka tidak bertanya pada diri dirinya. jika tidak maka sandera akan dibunuh. kelompok tersebut terhadap orang yang dibunuh. Antara penumpang dengan pelaku pembajakan tidak ada masalah dan pertentangan. serta memiliki akhlaqul karimah dan sifat-sifat yang terpuji. orang yang menyandera melakukan hal tersebut sebagai sarana untuk melakukan tekanan.baik dengan kata – kata dakwah. “Dan orang – orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”(Fathir : 18) Selain itu terorisme juga selalu mengintimidasi orang-orang yang tidak berdosa. DR. dan polisi. dan lain sebagainya. Penyandera dan yang disandera tidak saling kenal. dan hukum. dan memaksa orang lain supaya tunduk kepada kemauannya. Saya mengecam terorisme secara khusus.Agama Islam yang suci ini dibawa oleh Rasulullah yang mempunyai kepribadian yang suci pula. Pembajak melakukan hal itu sebagai tekanan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun makna kekerasan sendiri adalah aksi yang dilakukan oleh kelompok dengan menggunakan kekuatan tidak pada tempatnya atau tanpa mengindahkan batasan akhlak . Tujuannya agar keinginannya dipenuhi. Biasanya. maupun dialog dengan cara yang paling santun. seperti tragedi 11 September 2001 di New York dan Washington yang berupa pembajakan pesawat terbang beserta penumpangnya. karena didalamnya ada serangan kepada manusia yang tidak berdosa. sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur‟an dan hadits Nabi. agama.* . membayar tebusan. Ketika kita menggunakan kekerasan. Kekerasan tersebut adalah sarana untuk mengintimidasi. apakah calon korbannya boleh dibunuh atau tidak? Mereka memposisikan dirinya sebagi mufti. Namun. baik membebaskan tawanan. Maksud tidak pada tempatnya adalah sebenarnya kelompok tersebut bisa menggunakan hujjah. antara pembajak dan penumpang pesawat tidak ada masalah dan perselisihan. Dan. * Dan sedangkan terorisme sendiri adalah sebuah kelompok yang memakai cara kekerasan kepada orang yang tidak punya masalah dengan mereka. Seperti menekan pemerintahan pesawat yang dibajak agar mengabulkan permintaan pembajak. Begitu pula dengan tindakan menyandera. melukai. Sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filiphina dan lainnya. Para pembajak melakukan hal tersebut sebagai “alat tempur” untuk meledakan orang yang ada didalamnya dan menekan politik Amerika. Misalnya adalah pembajakan pesawat terbang. hakim.

terjadi hampir di seluruh belahan dunia.* ) KITA DAN BARAT Hal. tetapi baru mencolok sejak paruh kedua abad ke-19. aksi terorisme diidentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi. Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political Terrorism (1982). Bentuk pertama terorisme. Pembunuhan terhadap individu ini sudah dapat dikatakan sebagai bentuk murni dari terorisme dengan mengacu pada sejarah terorisme modern. yang berakhir dengan bencana pembunuhan massal terhadap warga Armenia pada Perang Dunia I. Meski istilah teror dan terorisme baru mulai populer abad ke-18. Terorisme muncul pada akhir abad 19 dan menjelang terjadinya Perang Dunia I. TERORISME DAN SEJARAHNYA Kata terorisme berasal dari Bahasa Perancis le terreur yang semula dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40. terorisme lebih diartikan sebagai sistem rezim teror. dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh. Sejarah mencatat. Mereka percaya bahwa terorisme adalah cara yang paling efektif untuk melakukan revolusi politik maupun sosial. Dalam suplemen kamus yang dikeluarkan Akademi Perancis tahun 1798. Yusuf Al-Qardhawi Pustaka Al-Kautsar B. 67 Karya DR. Dengan demikian kata terorisme sejak awal dipergunakan untuk menyebut tindakan kekerasan oleh pemerintah maupun kegiatan yang antipemerintah. Rusia dan Amerika.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan antipemerintah. namun fenomena yang ditujukannya bukanlah baru. manifestasi terorisme sistematis muncul sebelum Revolusi Perancis. terorisme mulai banyak dilakukan di Eropa Barat. Selanjutnya kata terorisme dipergunakan untuk menyebut gerakan kekerasan antipemerintah di Rusia. Terorisme dilakukan . terjadi sebelum Perang Dunia II. Pada pertengahan abad ke-19. Pada dekade tersebut. pada tahun 1890-an aksi terorisme Armenia melawan pemerintah Turki.

Ketidakstabilan dunia dan rasa frustasi dari banyak Negara Berkembang dalam perjuangan menuntut hak-hak yang dianggap fundamental dan sah. Bentuk kedua terorisme dimulai di Aljazair di tahun 50-an. fanatisme agama. berupa serangan acak terhadap siapa saja untuk tujuan publisitas. yaitu adanya maksimalisasi korban secara sangat mengerikan. bahaya terhadap keamanan . konflik regional yang menarik campur tangan pihak ketiga. Hal ini dilakukan untuk melawan apa yang disebut sebagai terorisme negara oleh Algerian Nationalist. Dan. dunia tidak pernah mengenal “damai”. Pasca-Perang Dunia II. dilakukan oleh FLN yang mempopulerkan “serangan yang bersifat acak” terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa. perjuangan kemerdekaan. bersifat transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) yang tidak membedakan sasaran. ketentraman dan cinta kasih sayang kepada semua makhluk. yaitu: Kecenderungan sejarah yang semakin menentang kolonialisme dan tumbuhnya gerakan-gerakan demokrasi serta HAM. pemberontakan. Bentuk ketiga ini berkembang melalui tiga sumber. gerilya. Terorisme dan teror telah berkembang dalam sengketa ideologi. membuka peluang muncul dan meluasnya terorisme. Berbagai pergolakan berkembang dan berlangsung secara berkelanjutan. ISLAM MENOLAK TERORISME Islam itu bukan teroris. Fenomena terorisme meningkat sejak permulaan dasa warsa 70-an. Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang diorganisir dengan baik (well organized). keinginan untuk mendapatkan liputan di media massa secara internasional secepat mungkin. bahkan juga oleh pemerintah sebagai cara dan sarana menegakkan kekuasaannya. Bentuk ketiga terorisme muncul pada tahun 60-an dan terkenal dengan istilah “Terorisme Media”. Sedangkan terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradabanyang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara. karena Islam sebagai agama mengandung makna kedamaian. Terorisme gaya baru mengandung beberapa karakteristik. Perjuangan melawan penjajah. Pembunuhan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keadilan. . pergolakan dalam negeri di sekian banyak negara Dunia Ketiga. Konfrontasi negara adikuasa yang meluas menjadi konflik timur-barat dan menyeret beberapa negara Dunia Ketiga ke dalamnya menyebabkan timbulnya konflik utara-selatan.dengan cara pembunuh0an politik terhadap pejabat pemerintah. serangan terorisme itu tidak pernah bisa diduga karena sasarannya sama dengan luasnya seluruh permukaan bumi. tidak pernah ada yang membuat klaim terhadap terorisme yang sudah dilakukan. pergolakan rasial. membuat dunia labil dan bergejolak. C. perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu Islam sangat menentang sikap tersebut. karena sebagai agama.menunaikan zakat.Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Jihad diperintahkan kepada orang-orang beriman. apakah dengan membunuh. Islam didasarkan pada prinsip-prinsip dasar. baik dalam bentuk teror . meneror. Pada awal masa Islam. Kami beri rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. maka islam melarang setiap umatnya untuk melakukan kekerasan terhadap orang lain dengan mengatasnamakan agama. sehingga melarang mereka yang tidak bersenjata dan musuh. dengan tujuan untuk menegakkan shalat. Sebagaimana firman-Nya. mengancam.pernahkah Allah memerintahkan . kekerasan-kekerasan yang diiringi perusakan yang dikaitkan dengan jihad oleh pelakunya. terorisme . Terminologi “Jihad” berasal dari akar kata bahasa Arab “Jahada” yang berarti “usaha sungguh-sungguh”. Karena sering kali makna jihad disalah artikan oleh sebahagian orang sebagai dalil pembenaran untuk melakukan tindakan kekerasan . JIHAD BUKAN TERORISME Munculnya aksi-aksi teror. D. ras atau bahkan agama.(QS. Dengan mengutip ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits mereka yakini bahwa tindakan teror yang mereka lakukan adalah jihad fi sabilillah. membuat kita perlu mengkaji ulang tentang konsep jihad yang benar menurut Islam. doktrin jihad secara konotatif tidak memiliki makna lain kecuali berjuang di jalan Allah dengan cara-cara persuasif atau damai sebagaimana dalam ayat-ayat Alquran yang diwahyukan sebelum hijrah. yang menjadikan orang takut seperti kasus-kasus terorisme belakangan ini adalah merupakan serangan terhadap hak hidup seluruh manusia.* Jika aksi-aksi kekerasan dan teror tersebut dipahami sebagi sebuah jihadmenegakkan agama Allah. karena merupakan jihad. Islam sangat menghormati hak hidup seorang manusia. dan apalagi pembunuhan. dengan yang utama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. dengan cara damai dan Rasul pun berdakwah dengan cara lemah lembut walaupun pengikutmya memperlakukan dengan kejam. Al Israa‟ :70) Oleh karenanya. dan perbuatan makar. intimidasi fitnah. bahasa. Esensinya adalah “Menegakkan tata moralitas sosial Islam”. semuanya menyatakan bahwa perbuatan mereka adalah jalan tercepat untuk masuk surga. Dari berbagi pelaku teroris yang telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Dan Islam juga menghargai bahkan memuliakan setiap manusia tanpa harus memandang warna kulit.serangan atas hidup seseorang. kita tentu bertanya. terhadap masyarakat sipil serta harta kekayaan mereka. serta amar ma‟ruf nahi mungkar . serta mematuhi aturan-aturan-Nya yang mengatur perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan. yang artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.

Hal. TERORISME DAN PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM DI INDONESIA DAN DAPAT MERUSAK KEDAULATAN NEGARA Terorisme merupakan puncak dari aksi kekerasan. tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan.Tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan bahwa diantara sifat Nabi Muhammad keras.8 Karya Chaider S. Kemudian dalam rangka memerangi aksi terorisme kita perlu persyaratan kesiapan yang meliputi : (1) Kesiapan . antara pihak-pihak yang berinteraksi baik skala perorangan. sedangkan terorisme tidak.kepada para nabi untuk berdakwah dengan jalan kekerasan? Tentu tidak. namun hal itu ditafsirkan sebagai sifat tegas bukan keras. Walaupun dalam Alquran disebutkan bahwa Beliau adalah Asyiddaa‟u „alal kuffar. organisasi. Terorisme tidak sama dengan intimidasi dan sabotase. Bamuali E. Korban tindakan terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Sasarannya umumnya langsung. maupun antar Negara. Dan ini jelas sekali bahwa aksi terorisme sangat-sangat menganggu dan dapat merusak keutuhan dan kesatuan sebuah negara. karena Rasul berdakwah dengan jalan kelembutan dan penuh kesabaran. pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Timbulnya terorisme sebagian besar diakibatkan karena adanya ketidakadilan. Selanjutnya berkaitan dengan upaya penegakan hukum secara tegas bagi pelaku terorisme di Indonesia. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror. Fundamentalisme Islam dan jihad.Akibat dari aksi terorisme ini dapat menimbulkan konflik antar umat beragama dan ini bisa menganggu keharmonisan antar umat. atau balas dendam.

Namun demikian para tidak serta merta mengartikan jihad itu sebagai perang.Dan semoga kita tidak termasuk orang yang melakukan tindakan terorisme dan terus mengibarkan bendera perdamaian di permukaan bumi ini. yang hanya dapat merusak kedaulatan dan kesatuan sebuah negara. Islam tidak mengajarkan kekerasan seperti tindakan teroris ini. __ F. dan agama yang menjunjung tinggi nada kedamaian. ini satu kesalahan besar. Jihad bukan hanya mengangkat senjata melawan musuh. Kalau seandainya tindakan terorisme diatasnamakan jihad fi sabilillah. jihad melalui pemikiran-pemikiran. yakni kesiapan adanya antiteror yang bekerjasama dengan semua pihak. karena berbeda dengan misi Islam sebagai rahmatan lil „alamin. Jihad memang merupakan bagian terpenting dalam ajaram Islam. Dan ini semua upaya yang harus kita lakukan demi menjaga keutuhan dan kesatuan negara kita. menuntut ilmu. Jika penegakan kebenaran dilakukan dengan cara kekerasan dan pengrusakan dan mengancam kerusakan kesatuan negara maka hal itu bukan lagi disebut jihad namun terorisme. peraturan perudangan dibidang pemberantasan terorisme merupakan agenda mutlak.di bidang politik.(3) Kesiapan dibidang operasional. Maka kita jangan salah mengartikan makna jihad yang sebenarnya. KESIMPULAN Islam mengutuk keras tindakan terorisme dengan motif apapun. yakni perlunya dukungan penuh dari masyarakat bahwa terorisme musuh bangsa dan negara yang harus diberantas. . tapi jihad itu juga bisa berupa perbuatan atau harta benda.(2) Kesiapan dibidang hukum.

2003. Nasaruddin Umar. MA. Rahmat Semesta Center. DR. Pustaka Al-kautsar. Chaider S. Fundamentalisme Islam dan Jihad. Abduh Zulfidar Akaha. Yusuf Al-Qardhawi. PBB UIN. 2007. 2008. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Prof. Kumpulan Khutbah jum‟at Isam dan Terorisme. Siapa Teroris Siapa Khawarij. DR. . 2006. Bamualim.Al-Kautsar. Jakarta. Jakarta. Kita dan Barat. Jakarta.